PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND, TELUK DALAM, NIAS SELATAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND, TELUK DALAM, NIAS SELATAN"

Transkripsi

1 PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND, TELUK DALAM, NIAS SELATAN (ARSITEKTUR POSTMODERN) LAPORAN AKHIR SKRIPSI RTA STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 6 SEMESTER B TAHUN AJARAN 2014 / 2015 OLEH : JOSHUA DP HUTAPEA DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

2 PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND, TELUK DALAM, NIAS SELATAN (ARSITEKTUR POSTMODERN) LAPORAN AKHIR SKRIPSI RTA STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 6 SEMESTER B TAHUN AJARAN 2014 / 2015 OLEH : JOSHUA DP HUTAPEA DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

3 PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND, TELUK DALAM, NIAS SELATAN (ARSITEKTUR POSTMODERN) LAPORAN AKHIR SKRIPSI Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Dalam Departemen Arsitektur Pada Fakultas Teknik Oleh : JOSHUA DP HUTAPEA DEPARTEMEN ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2015

4 PERNYATAAN PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND, TELUK DALAM, NIAS SELATAN SKRIPSI Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yan pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan dalam daftar pustaka. Medan, Agustus 2015 (Joshua D P Hutapea)

5 Judul Skripsi Nama Mahasiswa : PERANCANGAN MUSEUM BUDAYA DAN GEREJA SEBAGAI LANDMARK KAWASAN EKONOMI KHUSUS PARIWISATA IDEALAND TELUK DALAM, NIAS SELATAN : Joshua D P Hutapea Nomor Pokok : Program Studi : Arsitektur Menyetujui Dosen Pembimbing Firman Eddy, ST, MT NIP Ketua Program Studi, Koordinator Skripsi, Ir. Vinky Rahman, M.T. Ir. Vinky Rahman, M.T. NIP NIP Tanggal Lulus: Juli 2015

6 Telah diuji pada Tanggal: 13 Juli 2015 Panitia Penguji Skripsi Ketua Komisi Penguji Anggota Komisi Penguji : Firman Eddy, ST, MT : 1. Imam Faisal Pane, ST, MT 2. Hajar Suwantoro, ST, MT

7 SURAT HASIL PENILAIAN PROYEK TUGAS AKHIR (SHP2A) Nama : Joshua D P Hutapea NIM : Judul Proyek Tugas Akhir : Perancangan Museum Budaya dan Gereja sebagai Landmark Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Idealand, Teluk Dalam, Nias Selatan Tema : Arsitektur Postmodern Rekapitulasi Nilai : A B+ B C C+ D E Dengan ini mahasiswa yang bersangkutan dinyatakan : No. Status 1. Lulus Langsung Waktu Pengumpulan Laporan Paraf Pembimbing I Koordinator RTA Lulus Melengkapi 3. Perbaikan Tanpa Sidang 4. Perbaikan Dengan Sidang 5. Tidak Lulus Medan, Juli 2015 Ketua Departemen Arsitektur, Koordinator Tugas Akhir, Ir. N. Vinky Rahman, MT Ir. N. Vinky Rahman, MT NIP: NIP:

8 KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur bagi Allah, pemilik kerajaan Surga, sumber ilmu pengetahuan. Atas berkat dan karunia-nya yang tak pernah habis saya dapat melewati setiap proses dari proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitektur di Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik,. Tugas Akhir yang memiliki judul Perancangan Museum Budaya dan Gereja sebagai Landmark Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Idealand, Teluk Dalam, Nias Selatan yang mengambil tema dan pendekatan Arsitektur Postmodern, baik dari konsep bentukan bangunannya, nilai vernakularitasnya serta teknologi bangunannya.perancangan ini memiliki visi untuk menghidupkan kembali gairah kebudayaan Nias Selatan serta kecintaan & kebanggan masyarakat lokal terhadap budayanya sendiridan memperkenalkannya kepada dunia juga mendukung pariwisata Indonesia. Tugas Akhir ini diproses dengan penuh suka dan duka yang tidak bisa dilalui tanpa dukungan.doa, semangat, dan perhatian yang tiada berhenti mengalir dari orang tua, kedua saudaraku, terkasih, keluargaku dalam Kristus, dan semua orang yang terlibat dalam proses pengerjaan Tugas Akhir ini. Saya juga sebagai manusia yang tak lepas dari pada kesalahaan, masih merasa bahwasannya laporan Tugas Akhir yang saya perbuat ini masih jauh dari kesempurnaan, masih memerlukan kritik, saran, dan masukan, serta dapat i

9 dijadikan tambahan bahan diskusi untuk desain yang lebih baik bagi kemajuan Kabupaten Nias Selatan. Pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan dan kedalaman hati, saya menyampaikan rasa hormat kepada Dosen Pembimbing Tugas Akhir, Bapak Firman Eddy, ST, MT, yang mana atas kesediaannya untuk terus membantu, mendorong, memotivasi, pengarahan serta waktu yang terus diberikan kepada saya sehingga saya dapat menyelesaikan Studio Perancangan Arsitektur 6 ini. Tidak lupa saya ucapkan banyak terima kasih kepada para penguji Ibu Ir. Dwira Aulia, M.Sc; Ibu Putri Pandasari,ST, MT; Bapak Ir.Rudolf Sitorus, MLA; bapak Imam Faisal Pane,ST, MT dan Bapak Hajar Suwantoro,ST, MT yang telah bersedia memberikan komentar dan kritikan dengan tujuan untuk membangun tugas akhir ini semakin baik. Rasa hormat dan terima kasih juga saya haturkan kepada: Bapak Ir. N. Vinky Rahman, M.T. sebagai Ketua Departemen Arsitektur, juga seorang mentor yang menuntun saya di dalam dunia nyata perancangan dan dalam hal lain yang bersifat non-akademis. Terima kasih untuk kesempatan bekerja sama dengan Bapak, sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bapak Ir. Rudolf Sitorus, MLA Sekretaris Departemen Arsitektur, dan juga Ibu Ir.Basaria Talarosha, MT. Terima kasih untuk semua pemikiran yang luar biasa, konsistensi, pengalaman serta keramahan pada sosok-sosok muda yang dulu gamang menatap masa depan. ii

10 Kepada sosok yang selalu mendukung saya, Mama, Ir. Putri Susi Fauzia, yang tak pernah lelah untuk menyekolahkan ketiga anaknya, tak pernah lelah berdoa dan berusaha untuk hidup yang lebih baik. Terima kasih atas pengorbananmu. Kepada sosok yang saya banggakan, Abang, Johannes Diandra, dan Adik, Julia Ravenska yang menjadi sukacita dalam keluarga. To Infinity and Beyond! Untuk teman, sahabat, partner sejak semester 1 hingga ujung masa perkuliahan, Robert, BP, Dana, Gunario, serta teman-teman lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih sebesarbesarnya untuk sepenuhnya kalian. Salute! Kepada Saudara-saudara KTB-ku yang terkasih dalam nama Kristus Yesus, Kak Agatha, Ariyanto, Daniel, Tince, Martha, Riva. Terima kasih untuk semua kebersamaan, pertumbuhan, perjalanan bersama dalam memperjuangkan iman kita. Terima kasih untuk semua doa, sharing, debat dan tanggung jawab. Terima kasih untuk Kak Gohanna Navratilova Sirait,SS dan juga Kak Rini Sipahutar,S.Psi orang-orang hebat yang mau menjadi sahabat, kakak dan mentor. Untuk Kak Molenta Naibaho,A.Md dan Surya Situngkir, saudara yang sangat mendukung dalam proses ini. Terima kasih untuk semuanya. iii

11 Untuk seluruh keluargaku di dalam pelayan siswa Persisten Medan, yang telah menempah dan membentuk karakter yang terus diperjuangkan sampai mencapai keserupaan dengan Kristus. Kepada Ira Putri Utami Hulu, pribadi yang penuh semangat, atraktif dan konsisten. Sebuah hal yang luar biasa dapat menyaksikan pertumbuhanmu, mendengarkan pemikiran kritismu. Terima kasih telah menjadi teladan untuk berani bermimpi besar dan bertindak besar, untuk semua semangat dan dorongan, teguran, sapaan, dan kejujuran. Senang bisa mengenalmu. Kepada yang terhormat, orang-orangyang sudah mendukung pengerjaan Tugas akhir saya secara finansial dan juga dalam doa, Bang Simon Dertha Tarigan, Kak Hotnida Sitorus, Kak Elisabet Samosir, Kak Juni Sitompul, Kak Herlina Silitonga, Bang Armen Samosir dan semua pihak yang tak bisa saya sebutkan satu persatu, terima kasih sebesar-besarnya untuk semua dukungan yang telah diberikan. Medan, Juli 2015 Penulis Joshua D P Hutapea iv

12 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR ISI... v DAFTAR GAMBAR... vii ABSTRAK... ix BAB I SEBUAH PENGANTAR Latar Belakang Rumusan Masalah Maksud dan Tujuan Lingkup / Batasan Proyek Pendekatan Perancangan Kerangka Berfikir... 6 BAB II SEBUAH PENGALAMAN Pengertian dan Penjelasan Singkat Proyek Tinjauan Umum Proyek Museum Budaya Gereja Hotel Resort Ruang Terbuka Hijau Lokasi Perancangan Pengenalan Lokasi Survey : Lebih Dekat dengan Tapak Analisis Lokasi Perancangan Analisa Iklim Site Analisa View Analisa Vegetasi Existing Bawömataluo, Saksi Kebudayaan yang Bertahan Hidup Tujuh Puluh Tujuh Anak Tangga Omo Sebua- Sebuah Warisan Arsitektur BAB III STUDI : SEBUAH PERBANDINGAN Studi Banding 1 - Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta Studi Banding 2 Luce Memorial Chapel, Taichung, China v

13 3.3. Studi Banding 3 Maya Ubud Resort & Spa, Bali BAB IV SEBUAH IDE KONSEPTUAL Ide Awal Sebuah Masterplan Menuju Preview 2 - Bagian Pertama Menuju Preview 2 Bagian Kedua Preview BAB V SEBUAH EKSEKUSI DESAIN Masterplan Kawasan Museum Budaya Gereja BNKP Idealand Sebua Hotel Resort Hada Promenade BAB VI GARIS AKHIR DAFTAR PUSTAKA... xii LAMPIRAN... xiii vi

14 DAFTAR GAMBAR Gambar Diagram Kerangka Berfikir... 6 Gambar Peta Udara Lokasi Perancangan Gambar View laut dari tepi jalan menuju Teluk Dalam Gambar Kondisi lahan existing dan area yang sedang digarap Gambar Ilustrasi Pergerakan Matahari terhadap Site Gambar View ke dalam Site Gambar View ke Luar Site Gambar Peta Udara Desa Budaya Bawömataluo terhadap site Gambar Beberapa Warisan Artefak yang disimpan di Museum Desa Gambar Pakaian Adat/ Tradisional Nias Selatan di Museum Desa Bawömataluo Gambar Tangga menuju desa Bawömataluo Gambar Omo Sebua (atas) dan Omo Hada (bawah) Gambar Ukiranpadabatu besar di depan Omo Sebua sebagai tempat ritual 28 Gambar Fahombo Batu Gambar Tari Perang (Tari Fataele) Gambar Tampak Depan Omo Sebua Gambar Desain Atap Omo Sebua, sebuah kearifan lokal Gambar Kondisi Ruang Dalam Omo Sebua Saat Ini Gambar Kolase Foto Museum Ullen Sentalu Gambar Luce Memorial Chapel Gambar Foto-foto suasana dan Fasilitas Maya Ubud Resort & Spa Gambar Ide Awal Zona Fungsi Kawasan Secara Keseluruhan Gambar Contoh Analisis Sirkulasi Secara Makro yang Dibuat Oleh Tim Perancang Gambar Gagasan Zoning Kawasan Museum Budaya Gambar Posisi Museum Budaya (Istana Rakyat) pada Peta Udara Kawasan 48 Gambar Skema Berpikir Konsep Building as a Sculpture Gambar Beberapa Implementasi Konsep Water-crossed Zone pada Kawasan52 Gambar 5.1. Masterplan Kawasan Gambar 5.2. Skema Pergerakan Ruang -Ruang Museum Gambar 5.3. Fitur Museum Budaya vii

15 Gambar 5.4. Contoh Aplikasi Axis Mundi pada Candi Prambanan Gambar 5.5. Implementasi Konsep Axis Mundi pada Landscape Museum Gambar 5.6. Gambar Kerja Museum Budaya Gambar 5.7. Perspektif Suasana Ruang Luar Museum Gambar 5.8. Konsep Massa Gereja Gambar 5.9. Fitur Desain Gereja Gambar Gambar Kerja Gereja Gambar Perspektif Suasana Gereja Gambar Konsep Pembentukan Massa Hotel Gambar Diagram Fungsi Ruang Hotel Gambar Gambar Kerja Sebua Hotel Gambar Perspektif Suasana Cottage Gambar Gambar Kerja Bay Cottage Gambar Gambar Kerja Floating Cottage Gambar Konsep Pembentukan Pola Pedestrian pada RTH Gambar Segmentasi Ruang pada RTH Gambar Perspektif Suasana Ruang Terbuka Hijau viii

16 ABSTRAK Indonesia, merupakan negara dengan kekayaan budaya dan potensi alam yang sangat beragam dan luar biasa -tersebar di seluruh gugusan pulaupulaunya.sumatera utara adalah salah satunya.kekayaan potensi alam dan budaya ini seharusnya dapat menjadikan provinsi ini menjadi salah satu opsi dari destinasi wisata nusantara bahkan dunia. Kabupaten Nias Selatan adalah salah satu region yang memiliki kekayaan-kekayaan tersebut, namun sampai sekarang seakan tersembunyi dan hanya diketahui oleh segelintir orang. Tugas ini dibuat dalam rangka menjawab isu hilangnya potensi budaya dan alam tersebut dengan kemasan pariwisata yang secara holistik dapat menghidupkan kembali nilai-nilai yang tersembunyi itu. Kemudian isu lain yang dipandang penting adalah kontekstualitas arsitektur dalam menghadirkan aura budaya tanpa mengalihkan nilai-nilai utamanya. Untuk itu diangkatlah tema besar Postmodern Architecture sebagai acuan dasar perancangan kawasan ini. Secara sederhana, laporan skripsi ini dipandang sebagai sebuah sekuel dari proses desain, pengamatan, analisis dan implementasi ke dalam sebuah perancangan yang dikerjakan dalam Studio PA 6. Tujuan akhir dari tugas ini adalah perancangan sebuah kawasan museum budaya dengan beragam fungsi yang dapat memfasilitasi wisatawan untuk menikmati tour budaya di dalam sebuah kawasan pariwisata. Arsitektur bangunan yang dirancang pun dibuat dengan proses panjang yang mengalami banyak revisi sehingga menghasilkan bentukan yang kuat dalam filosofisnya namun tetap modern dalam penampilannya. Hingga pada akhirnya nilai arsitektur postmodern dan kebudayaan yang diwariskan tetap hidup sampai selanjutnya. Kata Kunci : Pariwisata, Budaya, Bawömataluo, Museum, Landscape, Building as Sculpture,Vernakular, Postmodern Architecture. ix

17 ABSTRACT Indonesia, a country filled with so many cultural and natural potential which so varied and extraordinary -spread across islands. North Sumatra is one of them. The potential of natural and cultural wealth of this province should be able to make it became one of the local and even world-class tourism options destination. South Nias district is one of the regions that have those kind of wealth, but until nowadays it seems like it was hidden and only known by a small group of people. This report is made in order to response the issue of cultural and natural potential 'disappearance'of the tourism package that holistically can revive hidden values. And the other issues that seemed important is contextuality of architecture in representing the cultural aura without divertingit s primary values. For the major themes Postmodern Architecture was appointed as the basic reference design of this cultural region planning. This thesis report is seen as a sequel of the design process, observation, analysis and implementation into a design that worked in Architectural Design Studio 6. The final goal of this task is the design of a cultural museum region with varied functions that could accommodate the tourists to enjoy cultural tour in a tourism area. It s Architectural design also made with the long process through many revisions resulting in a powerful shape in its philosophy yet presenting modernity. So that the value of postmodern architecture and cultural heritage remains alive. Keywords : Tourism, Culture, Bawömataluo, Museum, Landscape, Building as Sculpture, Vernacular, Postmodern Architecture. x