Oleh: ANITA WULAN PRATIWI NPM: Dibimbing oleh : 1. Dr. Andrri Pitoyo, M.Pd 2. Dr. Endang Waryanti, M.Pd

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Oleh: ANITA WULAN PRATIWI NPM: Dibimbing oleh : 1. Dr. Andrri Pitoyo, M.Pd 2. Dr. Endang Waryanti, M.Pd"

Transkripsi

1 ARTIKEL PENINGKATANN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF PUISI TENTANG KEINDAHAN ALAM DENGAN PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL SISWA KELAS VII-A MTS. AL HASAN MA ARIF KRATON-MOJO-KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Oleh: ANITA WULAN PRATIWI NPM: Dibimbing oleh : 1. Dr. Andrri Pitoyo, M.Pd 2. Dr. Endang Waryanti, M.Pd PROGRAM STUDIPENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTASKEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDRI 2017

2 SURATPERNYATAAN ARTIKEL SKRIPSI TAHUN2017 Yang bertanda tangan di bawah ini: Nama Lengkap : Anita Wulan Pratiwi NPM : Telepun/HP : Alamat Surel ( ) : Judul Artikel Fakultas Program Studi Nama Perguruan Tinggi Alamat PerguruanTinggi nggi : Peningkatan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi tentang Keindahan Alam dengan Penggunaan Media AudiovisualSiswa Kelas VII-A MTs. Al Hasan Ma arif Kraton-Mojo-Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia : : JL. K.H. Achmad Dahlan No. 76 Kediri Dengan ini menyatakanbahwa: a. artikel yang saya tulis merupakan karya saya pribadi (bersama tim penulis) dan bebas plagiarisme; b. artikel telah ditelititi dan disetujui untuk oleh Dosen Pembimbing I dan II. Demikian surat pernyataanan ini saya buatdengan sesungguhnya. Apabiladikemudianhari ditemukanketidaksesuaiandatadenganpernyataaninidanatauadatuntutandaripihaklain, datadenganpernyataaninidanatauadatuntutand sayabersedia bertanggungjawabdanawabdan diprosessesuaidenganketentuanyangberlaku Mengetahui Kediri, 8 Agustus 2017 Pembimbing I Pembimbing II Penulis, Dr. Andri Pitoyo, M.Pd NIDN : Dr. Endang Waryanti, M.Pd NIDN : Anita Wulan Pratiwi NPM :

3 PENINGKATANN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF PUISI TENTANG KEINDAHAN ALAM DENGAN PENGGUNAAN MEDIA AUDIOVISUAL SISWA KELAS VII-A MTS. AL HASAN MA ARIF KRATON-MOJO-KEDIRI TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ABSTRAK Anita Wulan Pratiwi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dosen Pembimbing: 1. Dr. Andri Pitoyo, M.Pd 2. Dr. Endang Waryanti, M.Pd UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI Anita Wulan Pratiwi : Peningkatan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi tentang Keindahan Alam dengan Penggunaan Media Audiovisual Siswa Kelas VII-A MTs. Al Hasan Ma arif Kraton-Mojo- FKIP UN PGRI Kediri Tahun Pelajaran 2016/ /2017, Skripsi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Kediri, Pembelajaran menulis puisi merupakan kegiatan belajar yang bersifat produktif. Berdasarkan wawancara yang pernah dilakukan dengan guru mata pelajaran bahasa Indonesia MTs. Al Hasan Ma arif Kraton-Mojo-Kediri, lemahnya keterampilan menulis puisi peserta didik ada pada proses menentukan tema,mengembangkan tema, serta dalam menentukan diksi.selain itu, peserta didik jugakurang aktif dalam kegiatan. Hal tersebut juga disebabkan oleh kurangnya minat peserta didik dalam mengikuti, terutama menulis puisi.berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dimaksudkan untuk perbaikan keterampilan menulis puisi.solusi yang diberikan dalam penelitian ini berkenaan dengan menulis puisi adalah dengan menggunakan media audiovisual yang diharapkan dapat meningkatkan keterampilan menulis puisi pada peserta didik kelas VI-A MTs. Al Hasan Ma arif Kraton-Mojo-Kediri. Permasalahan peneliti ini adalah (1) Bagaimanakah penerapan penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan menulis kreatif puisi siswa kelas VII-A MTs AL Hasan Ma arif Kraton Mojo Kediri tahun pelajaran 2016/2017? (2) Apakah penerapan media audiovisual dapat meningkatkan aktifitas belajar menulis kreatif puisi siswa kelas VII-A MTs. AL Hasan Ma arif Kraton Mojo Kediri tahun pelajaran 2016/2017? (3) Apakah penerapan media audiovisual dapat meningkatkan hasil menulis kreatif puisi siswa VII-A MTs. AL Hasan Ma arif Kraton Mojo Kediri tahun pelajaran 2016/2017? Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu siklus I dan sikluss II, target rata-rata nilai kelas atau ketuntasan minimal, yaitu 70,00, serta pembobotan skor yang lebih tinggi pada aspek diksi dari aspek lainya pada menulis puisi. Subjek penelitian ini adalah keterampilan menulis puisi peserta didik kelas kelas VII-A MTs. Al Hasan Ma arif Kraton-Mojo-Kediri.Pengumpulan data pada siklus I dan siklus II menggunakan teknik tes.teknik tes berupa keterampilan menulis puisi menggunakan media audiovisual. Berdasarkan hasil analisis data persiklus, siklus I, dan siklus II diketahui ratarata nilai kelas yang diperoleh peserta didik dalam menulis puisi meningkat.pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 62,6% kemudian mengalami peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata 75,0%. Perilaku peserta didik juga mengalami perubahan ke arah positif selama mengikuti proses menulis puisi menggunakan media audiovisual.peserta didik menjadi lebih aktif dan tertarik terhadap pelajaran menulis puisi serta mengubah perilaku peserta didik ke arah yang lebih positif. KATA KUNCI : menulis puisi, unsur fisik dan unsur batin puisi, dan media audiovisual. 2

4 LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin perkembangan dan kelangsungan hidup suatu bangsa.bangsa yang maju dapat dilihat dari kualitas sumber daya manusia, dan kualitas sumber daya manusia tercermin dari kualitas pendidikan. Pendidikan adalah usahaa sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, dan bagi peranannya di masa yang akan datang.pengembangan aspek-aspek tersebut dilakukan untuk meningkatkan dan dapat bertahan hidup, menyesuaikan diri, dan berhasil dalam hidupnya. Keberhasilan proses pendidikan dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas ditentukan oleh banyak faktor, antara lain peserta didik, tenaga pendidik, kurikulum, manajemen pendidikan, dan fasilitas pendidikan. Keberhasilan siswa dalam hidupnya tidak terlepas dari peran seorang guru. Guru merupakan komponen yang paling berpengaruh terhadap terciptanya proses dan hasil belajar yang berkualitas. Oleh karena itu, upaya perbaikan apapun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tidak akan memberikan sumbangan yang signifikann tanpa didukung oleh guru berkualitas. Kompetensi yang dimiliki oleh setiap guru akan menunjukkan kualitas guru dalam mengajar. Kompetensi tersebut akan terwujud dalam bentuk penguasaan pengetahuan dan menjalankan fungsinya sebagai guru. Guru berkualitas akan mampu yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, dan materi yang termuat dalam kurikulum. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menyebutkan bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa, selain keterampilan berbicara, menyimak dan mendengar. Dengan menuangkan ide, pikiran, dan perasaan, hal ini dimaksudkan agar siswa mampu dan terbiasa mengekspresikan apa yang ada di dalam pikirannya, sekaligus mengurangi beban pikiran yang dapat mengganggu perkembangan psikologisnya. Salah satu standar kompetensi yang harus dicapai oleh siswa kelas VII-A MTs. Al Hasan Ma arif adalahmengungkapkan keindahan alam dan pengalaman melalui kegiatan menulis kreatif puisi. Standar kompetensi ini terbagi menjadi dua kompetensi dasar yaitu menulis kreatif puisi berkenaan dengan keindahan alam danmenulis kreatif puisi berkenaan dengan peristiwa yang yang profesional dan profesional dalam menciptakan kreatif dan inovatif menulis, siswa dapat pernah dialami. 3

5 Pembelajaran menulis puisi akan dapat mengasah kreativitas siswa. Puisi juga dapat dijadikan sebagai media untuk menuangkan segala hal yang dirasakan, yang kemudian dituliskan dengan bahasa yang indah. Selama ini sastra dipandang kurang memenuhi standar hasil yang memuaskan. Kualitas proses kurang begitu diperhatikan oleh guru atau penyelenggara pendidikan lainnya sehingga hasilnya pun kurang sesuai dengan harapan. Hampir semua jenis sastra diajarkan di sekolah disajikan dengan cara-cara yang kurang bisa mengajak siswa untuk lebih kreatif dan inovatif. Semestinya sastra itu bisa menjadi pemicu munculnya kreativitas-kreativitas baru mengingat obyek kajian sastra adalah daya imajinasi dan nilai rasa seseorang. Daya imajinasi akan memunculkan pemikiran-pemikiran baru yang sangat menunjang kreativitas seseorang, sedangkan nilai rasa akan menumbuhkan kepekaan seseorang terhadap fenomenaterjadi. Dengan fenomena kehidupan yang menggabungkan keduanya dalam, terutama sastra, akan tercipta suasana yang lebih menyenangkan sehingga capaian hasil yang diinginkan akan memenuhi standar yang berlaku. Kegiatan bersastra juga mengasah kemampuan siswa pikiran, perasaan, disampaikan oleh bahasa. Salah satu kesusastraan ialah menanamkan apresiasi seni pada anak didik Dengan mengapresiasi sastra, siswa dapat secara langsung menikmatii sebuah karya sastra, dari teori- teori tentang sastra sampai penerapan teori tersebut untuk memahami sebuah karya sastra. Karya sastraa merupakan alat komunikasi penulis dengan pembaca karya sastra.menurut Suharianto (2005:1) karya sastra adalah pengejawantahan kehidupan hasil pengamatan sastrawan atas kehidupan sekitar yang telah diwarnai dengan sikap penulisnya, latar belakang pendidikannya, keyakinannya, dan sebagainya. Puisi merupakan suatu ekpresi bagi seseorang untuk menggambarkan suatu perasaan, baik itu senang, sedih, gembira dan lain sebagainya, seperti pendapat Pradopo (2007: 314) puisi adalah ucapan atau ekspresi tidak langsung. Puisijuga merupakan ucapan peristiwa, untuk ataupun memahami dan pendapat yang orang lain melalui tujuan ke inti pati masalah, (cerita,penceritaan) oleh karena itu puisi di gunakan seseorang untuk menggambarkan isi dan perasaan yang sedang dialami. narasi Hasanuddin ( 2002:5 ) menyatakan puisi merupakan pernyataan perasaan yang 4

6 imajinatif penyair yang masih abstrak. Proses mengkongkretkan peristiwa- di dalam peristiwa yang telah dilakukan pikiran dan perasaan penyair dan puisi merupakan sarana untuk menghasilkan sebuah puisi. Semi (2008:83 ) juga mengatakan puisi merupakan luapan atau gelora perasaan yang bersifat imajinatif. Oleh sebab itu, dapat dipahami bahwa kemampuan menulis puisi adalah kemampuan atau keterampilan yang dimiliki seseorang untuk menyampaikan apa yang dipikirkan atau dirasakan dalam bentuk karya sastra berbentuk tulisan dengan pendayagunaan bahasa yang indah serta bersifat imajinatif. Pembelajaran menulis puisi merupakan kegiatan belajar yang bersifat produktif.produk yang dihasilkan berupa puisi.puisi yang dihasilkan itu merupakan penyaluran ide atau gagasan peserta didik dengan mengikuti aturan puisi yang benar.di dalam mengekspresikan pikiran menjadi sebuah puisi hambatan yang dihadapi. menulis tentu banyak Maka dari itu, puisi harus dilakukan dengan cara kreatif dan aktif untuk mengurangi hambatan atau kesulitan yang sering dihadapi. Situmorang (2003:26) mengungkapkan, menulis puisi berarti mengungkapkan suatu kehidupan dalam medium bahasa yang harus memenuhi syarat-syarat tertentu sesuai dengan norma- norma estetis puisi.untuk mencapai estetis ini diperlukan kemahiran dan kecakapan untuk hingga harmonis. menggunakan menghasilkan paduan yang Kemahiran dan kecakapan tersebut dapat diperoleh dengan rajinnya kita berlatih menulis sebuah puisi secara intensif.media juga sangat diperlukan dalam menulis puisi.selama menulis mengoptimalkan. Dalam sepenuhnya ini puisi, menulis puisi belum berjalan dengan baik. Kenyataannya, menulis puisi masih pada tahap teori-teori puisi, misalnya ciri-ciri puisi, nama pengarang, dan lain-lain. Pembelajaran menulis puisi di sekolah masih cenderung dihindari. Adapun kendala dalam menulis, antara lain terbatasnya alokasi dalam unsur-unsurnya guru penggunaan minim sarana dan prasarana, minat siswa masih rendah dalam menulis puisi, kurang media pelaksanaannya, banyak kendala dan waktu yang tersedia, jam pelajaran bahasa Indonesia diletakkan pada jam terakhir, guru yang mengajar masih menggunakan metode ceramah, guru yang bersangkutan belum bisa menggunakan media, sehingga siswa merasa bosan dan 5

7 jenuh ketika proses berlangsung. Hal ini kurang mendukung dalam proses. Berdasarkan hasil observasi, keterampilan menulis puisi yang dimiliki siswa kelas VIII-A masih rendah.hal ini bisa dilihat dari nilai siswa yang masih di bawah standar ketuntasan, yaitu 70.Berkaitan dengan sastra, kemampuan siswa kelas VIII-A MTs. Al Hasan Ma arif untuk bersastra masih termasuk dalam kategori yang kurang. Ini dapat diketahui dari kurang mampunya siswa dalam mengungkapkan apa yang didapatkan dari pengajarann bersastra. Hal ini terjadi bukan karena siswa tidak menyukai sastra khususnya puisi, akan tetapi siswa merasa belum mampu menulis puisi yang diajarkan dengan baik dan benar. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi, sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi. Melalui kemajuan tersebut para guru dapat menggunakanberbagai media sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajamerupakan proses ran.proses komunikasi. Dalam suatuu proses komutiga komponen nikasi selalu melibatkan pokok, yaitu komponenpengirim pesan (guru), komponen penerima pesan (siswa), dan komponenpesan itu sendiri yang bi- asanya berupa materi pelajaran. Kadang- kadangdalam prosess terjadi kegagalan komunikasi. Untuk menghindari semua itu, maka guru dapat menyusun strategi denganmemanfaat- kan berbagai media dan sumber belajar (Wina,2006:160) Dengan adanya sebuah media akan sangat mudah menarik minat siswa untuk belajar, karena siswa cenderung bosan ketika guru hanya adanya media, siswa kerap sekali berbicara sendiri ketika guruu menerangkan, atau tidur ketika guru menerangkan. Salah satu faktor yang membuat siswa malas dalam dari materi dari guru sendiri kurang dipahami siswa dan dari media yang digunakan tidak ada disamping itu siswa berlatang belakang orang desa yang belum mengerti banyak dengann teknologi.oleh karena itu, guru harus kreatif dalam penyampaian materi dengan media yang dirasa yang sedang dilakukan atau diberikan kepada siswa. Maka peneliti tertarik untuk meneliti menulis kreatif puisi pada kelas VII-A MTs. AL Hasan Ma arif Kediri dengan menggunakan audiovisual. METODE PENELITIAN menerangkan tanpa segi penyampaian perkembangan sesuai dengan materi kemampuan Kraton Mojo media 6

8 Subjek penelitian adalah sumber utama data penelitian yaitu yang memiliki data mengenai variabel yang diteliti (Azwar, 2004:34). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A MTs. Al Hasan Ma arif Kraton Mojoo Kediri yang berjumlah 27 anak, terdiri dari siswa perempuan 12 dan laki-lakpelajaran Bahasa Indonesia dengan materi 15. Mata Menulis puisi berkenaan tentang keindahan alam semester genap tahun pelajaran 2016/2017.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilakukan secara berahap (selama dua siklus) sedangkan setting penelitian bertempat di MTs. Al Hasan Ma arif Kraton-Mojodilakukan Kediri. Tahap-tahap yang dalam pelaksanaan penelitian ini mengikuti model yang dikembangkann oleh Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap meliputi: (1) tahap perencanaan (planning), (2) tahap pelaksanaan (acting), (3) tahap observasi (observe), (4) tahap refleksi (reflecting).instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah : (1) penilaian atau data siswa berupa hasil deskripsi teks menulis puisi, (2) Dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan dokumentasi yang berbentuk tulisan yaitu karya puisi siswa dan berbentuk gambar yaitu foto saat proses. Analisis data analisis data kualitatif. Yang dimaksud data kualitatif dalam penelitian ini yaitu data berupa informasi berbentuk kaliamat yang memberi gambaran tentang ekspresi peserta didik dan terhadap suatu mata atau sikap peserta didik terhadap metode belajar yang baru aktivitas peserta didik mengikuti pelajara, perhatian, antusias dalam belajar, kepercayaan diri, dan motivasi belajar, (Arikunto:31). Penelitian ini analisis data dengan metode induksi. Metode induksi adalah proses berpikir yang diawali dari fakta-fakta pendukung yang spesifik, menujuu pada arah yang lebih umum guna mencapai suatu kesimpulan (Sukardi, 2010:12). kualitatif dilakukan (Tatag:28), yaitu : reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Setiap mata pelajaran di Madrasah memiliki standar ketuntusan yang berbeda- beda.madrasah yang digunakan peneliti yaitu MTs. AL Hasan Ma arif telah menetukan bahwa Minimal (KKM) untuk mata pela jaran Bahsan Indonesia adalah 70. KKM ini akan digunakan peneliti sebagai barometer keberhasilan belajar siswa kelas VII-A pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. HASIL PENELITIAN dalam penelitian ini tingkat pemahaman pelajaran, pandangan menggunakan teknik Adapun analisis data melalui tiga tahap Kriteria Ketuntasan 7

9 Kegiatan dilaksanakan melalui kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir.peningkatan keterampilan menulis puisi melalui penggunaan media audiovisual dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah.pada tahap persiapan, guru mempersiapkan kelengkapan penggunan media audiovisual seperti ruangan dan peralatan yang dibutuhkan, pada tahap pelaksanaan guru menggunakan media audiovisual dalam menulis puisi dan mengawasi kegiatan siswa saat penayangan, pada tahap tindak lanjut, guru menganalisis hasil puisi siswa. Pada siklus I hasil yang di peroleh adalah 62,6%, hasil tersebut kurang memenuhi KKM, sedangkan KKM untuk pelajaran Bahsa Indonesia adalah 70. Dari jumlah siswa 15 anak yang mendapatkan nilai di atas KKM hanyaa terdiri dari 4 siswa, sedangkan 11 siswa masih di bawah KKM, maka peneliti dan pengamat akan melakukan pertemuan padaa siklus II. Pada siklus ke II hasil yang diperoleh adalah 75,0%, terjadi peningkatan pada siklus kesiklus ke II dari jumlah siswa 15 telah mencapai hasil yang memenuhi kriteria ketuntasan mengajar, semua siswa mendapatkan nilai di atas KKM. Jadi pada siklus II pertemuan kedua telah terjadi peningkatan menulis puisi dengan menggunakan media audiovisual. Masalah yang ditemukan pada siklus I telah dapat diatasi pada siklus II. Hal ini, dapat dilihat dari proses dan produk hasil karya kreatifitas menulis belajar implikasi peningkatan mutu proses belajar mengajar. Pengaruh dari dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) media sudah dianggap cukup sebagai bukti keberhasilan pelaksanaan. Oleh karena itu, pelaksanaan tindakann dapat dihentikan. kendala, Semua kegiatan pasti terdapat seperti halnya terdapat media yang digunakan oleh peneliti. Namun, kendala tersebut harus diminimalisir agar proses dapat berjalan dengan lancar dan baik. Kendala yang ada dalam penggunaan media audiovisual ini adalah memerlukan bantuan tanyangan yang cukup menarik. Jika, tayangan yang ditayangkan tidak menarik maka proses dengan media audiovisual tidak dapat berjalan. Sedangkan kendala yang paling besar adalah memerlukan waktu yang lama dalam proses pemasangan peralatan yang digunakan. Jika, peneliti tidak cermat dalam menggunakann waktu maka kegiatan akan habis untuk memasang peralatan tersebut. puisi. siswa Peningkatan merupakan positif yang muncul audiovisual dalam siklus Kendala yang lain adalah dalam mengondisikan peserta didik 8

10 dengan menggunakan media yang baru digunakan oleh peserta didik bisa saja hal tersebut memancing peserta didik untuk melakukan tindakan di luar kebiasaan misalanya saja peserta didik menjadi lebih ramai karena senang dengan media baru yang digunakan. Dalam hal ini, maka peneliti harus lebih cerdas dalam menyikapi dan mengondisikan peserta didik. Keterbatasan dalam penggunaan media audiovisual ini adalah kurang kreativitas seorang guru, bila guru kreatif dalam media audiovisual akan berjalan dengan lancar. KESIMPULAN 1. Berdasarkan penerapan penggunaan media audiovisual dalam meningkatkan menulis kreatif puisii yaitu terjadi peningkatan dalam setiap siklus, siswa juga lebih tertarik adanya media audiovisual sehingga siswa lebih kreatif dan bersemangat dalam proses. 2. Berdasarkan penerapan media audiovisual dapat meningkatkan aktifitas belajar menulis kreatif puisi terlihat pada setiap siklus siswa mulai aktif dengan adanya media audiovisual dan aktifitas siswa mulai terlihat meningkat. 3. Berdasarkan penerapan media audiovisual dapat meningkatkan hasil menulis kreatif puisi yaitu pada siklus I diperoleh 62,6%, dan siklus II diperoleh 75,0%, dari hasil tersebut terjadi peningkatan disetiap siklus dan pertemuan pada kegiatan menulis puisi. DAFTAR PUSTAKA Aminudin Karya Sastra. Algesindo. Arikunto, Suharsimi, dkk, Penelitian Azhar, Tindakan Aksara. Kelas. Jakarta: Bumi Arsyad Media Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Badrun, Ahmad. Jakarta: Depdikbud. Djojosuroto, Kinayati, Pengajaran Puisi Analisiss dan Pemahaman. Bandung: Nuansa Jabrohim Cara Menulis Krearif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nurgiyantoro, Pradopo, Pengkajian Burhan Teori Gadjah Mada University Press. Rachmat Djoko Pengkajian Puisi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Rukhiyanto, Rokhis Peningkatan Keterampilan Menggunakan dengan Metode Vidio Critic pada Peserta Didik Pengantar Apresiasi Bandung; Sinar Baru Teori Puisi. Fiksi. Menulia Yogyakarta: Puisi Media Audiovisual Kelas VII D SMPN 2 9

11 Welehan Kabupaten Jepara. Skripsi.Universitas Negeri Semarang. Tarigan, Henry Guntur Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa. Cucu Karya W.S.Rendra. Skripsi. Waluyo, Herman J Apresiasi Puisi.Jakarta: PT Gramedia Pustaka. Widayantoro, Sofa Kritik Sosial Kumpulan Puisi Doa Untuk Anak 10