PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL. Sumber: Dok. Penerbit

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL. Sumber: Dok. Penerbit"

Transkripsi

1 4 PERSAMAAN DAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Sumber: Dok. Penerbit Pernahkah kalian berbelanja alat-alat tulis? Kamu berencana membeli 10 buah bolpoin, sedangkan adikmu membeli 6 buah bolpoin dengan jenis yang sama. Jika kalian mempunyai uang Rp24.000,00, dapatkah kamu menentukan harga maksimal 1 buah bolpoin yang dapat dibeli? Bagaimana matematika menjawabnya? Pelajari uraian materi berikut. Tujuan pembelajaranmu pada bab ini adalah: dapat mengenali persamaan linear satu variabel dalam berbagai bentuk dan variabel; dapat menentukan bentuk ekuivalen dari persamaan linear satu variabel dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan atau dibagi dengan bilangan yang sama; dapat menentukan penyelesaian persamaan linear satu variabel; dapat mengenali pertidaksamaan linear satu variabel dalam berbagai bentuk dan variabel; dapat menentukan bentuk ekuivalen dari pertidaksamaan linear satu variabel dengan cara kedua ruas ditambah, dikurangi, dikalikan, atau dibagi dengan bilangan yang sama; dapat menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel; dapat mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk persamaan linear satu variabel; dapat mengubah masalah ke dalam model matematika berbentuk pertidaksamaan linear satu variabel; dapat menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel; dapat menyelesaikan model matematika suatu masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. Kata-Kata Kunci: persamaan linear satu variabel bentuk ekuivalen pertidaksamaan linear satu variabel model matematika

2 Sebelum kalian mempelajari materi pada bab ini, kalian harus menguasai terlebih dahulu mengenai operasi hitung pada bentuk aljabar. Kalian telah mempelajarinya pada bab yang terdahulu. Konsep materi yang akan kalian pelajari pada bab ini sangat bermanfaat dalam mempelajari aritmetika sosial dalam kegiatan ekonomi yang ada pada bab selanjutnya. Perhatikan uraian materi berikut. A. KALIMAT TERBUKA (Menumbuhkan kreativitas) Amatilah kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Tulislah contoh pernyataan, bukan pernyataan, dan kalimat terbuka, masingmasing 3 buah. Berikan alasannya, lalu kemukakan hasilnya di depan kelas. 1. Pernyataan Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai berbagai macam kalimat berikut. a. Jakarta adalah ibu kota Indonesia. b. Gunung Merapi terletak di Jawa Tengah. c. 8 > 5. Ketiga kalimat di atas merupakan kalimat yang bernilai benar, karena setiap orang mengakui kebenaran kalimat tersebut. Selanjutnya perhatikan kalimat-kalimat berikut. a. Tugu Monas terletak di Jogjakarta. b < 2 c. Matahari terbenam di arah timur. Ketiga kalimat tersebut merupakan kalimat yang bernilai salah, karena setiap orang tidak sependapat dengan kalimat tersebut. Kalimat yang dapat ditentukan nilai kebenarannya (bernilai benar atau salah) disebut pernyataan. Sekarang perhatikan kalimat-kalimat berikut. a. Rasa buah rambutan manis sekali. b. Makanlah makanan yang bergizi. c. Belajarlah dengan rajin agar kalian naik kelas. Dapatkah kalian menentukan nilai kebenaran kalimat-kalimat di atas? Menurutmu, apakah kalimat-kalimat tersebut bukan pernyataan? Mengapa? 2. Kalimat Terbuka dan Himpunan Penyelesaian Kalimat Terbuka Dapatkah kalimat menjawab pertanyaan Indonesia terletak di Benua x. Jika x diganti Asia maka kalimat tersebut bernilai benar. Adapun jika x diganti Eropa maka kalimat tersebut bernilai salah. Kalimat seperti Indonesia terletak di Benua x disebut kalimat terbuka. 104 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

3 a. 3 x = 6, x anggota himpunan bilangan bulat. b. 12 y = 7, y anggota himpunan bilangan cacah. c. z 5 = 15, z anggota himpunan bilangan asli. Kalimat 3 x = 6, x anggota bilangan bulat akan bernilai benar jika x diganti dengan 3 dan akan bernilai salah jika x diganti bilangan selain 3. Selanjutnya, x disebut variabel, sedangkan 3 dan 6 disebut konstanta. Coba tentukan variabel dan konstanta dari kalimat 12 y = 7 dan z 5 = 15 pada contoh di atas. Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya. Variabel adalah lambang (simbol) pada kalimat terbuka yang dapat diganti oleh sebarang anggota himpunan yang telah ditentukan. Konstanta adalah nilai tetap (tertentu) yang terdapat pada kalimat terbuka. Sekarang perhatikan kalimat x 2 = 9. Jika variabel x diganti dengan 3 atau 3 maka kalimat x 2 = 9 akan bernilai benar. Dalam hal ini x = 3 atau x = 3 adalah penyelesaian dari kalimat terbuka x 2 = 9. Jadi, himpunan penyelesaian dari kalimat x 2 = 9 adalah { 3, 3}. Himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka adalah himpunan semua pengganti dari variabel-variabel pada kalimat terbuka sehingga kalimat tersebut bernilai benar. (Menumbuhkan inovasi) Apakah setiap kalimat terbuka mempunyai himpunan penyelesaian? Bagaimana dengan kalimat 2x 1 = 4, jika x variabel pada bilangan pecahan? Berapa himpunan penyelesaiannya? Eksplorasilah kalimat tersebut jika x variabel pada a. bilangan cacah; b. bilangan bulat. Bagaimana himpunan penyelesaiannya? Diskusikan hal ini dengan temanmu dan buatlah kesimpulannya. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Tentukan nilai kebenaran kalimat berikut. a. Jumlah dua bilangan ganjil selalu merupakan bilangan genap. b = merupakan sifat asosiatif penjumlahan. c. Hasil kali 3 dan 9 adalah 21. d. Arti dari 4 5 adalah e. Jika p dan q bilangan prima maka p q bilangan ganjil. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 105

4 2. Jika x adalah variabel pada bilangan 3, 6, 9, 12, dan 15, tentukan penyelesaian kalimat terbuka di bawah ini. a. x habis dibagi 3. b. x adalah bilangan ganjil. c. x faktor dari 30. d. x 3 = 6. e. x adalah bilangan prima. 3. Tentukan himpunan penyelesaian dari kalimat berikut jika variabel pada himpunan bilangan bulat. a. x + 8 = 17 b. y : 5 = 12 c. 15 p = 42 d. 9 m = 108 e. n + n + n + n = 52 f. a a = Tentukan himpunan penyelesaian kalimat terbuka berikut jika x adalah variabel pada himpunan A = {1, 2, 3,..., 25}. a. x adalah faktor dari 25. b. x adalah bilangan prima. c. x adalah bilangan ganjil kurang dari 15. d. x adalah bilangan kelipatan 2. B. PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL (Menumbuhkan kreativitas) Tuliskan sebarang persamaan sebanyak 5 buah. Mintalah temanmu menunjukkan, manakah yang termasuk persamaan linear satu variabel. Lakukan hal ini bergantian dengan teman sebangkumu. 1. Pengertian Persamaan dan Himpunan Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel Perhatikan kalimat terbuka x + 1 = 5. Kalimat terbuka tersebut dihubungkan oleh tanda sama dengan (=). Selanjutnya, kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=) disebut persamaan. Persamaan dengan satu variabel berpangkat satu atau berderajat satu disebut persamaan linear satu variabel. Jika x pada persamaan x + 1 = 5 diganti dengan x = 4 maka persamaan tersebut bernilai benar. Adapun jika x diganti bilangan selain 4 maka persamaan x + 1 = 5 bernilai salah. Dalam hal ini, nilai x = 4 disebut penyelesaian dari persamaan linear x + 1 = 5. Selanjutnya, himpunan penyelesaian dari persamaan x + 1 = 5 adalah {4}. Pengganti variabel x yang mengakibatkan persamaan bernilai benar disebut penyelesaian persamaan linear. Himpunan semua penyelesaian persamaan linear disebut himpunan penyelesaian persamaan linear. Coba diskusikan dengan temanmu yang disebut bukan penyelesaian persamaan linear. Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=) dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat satu. Bentuk umum persamaan linear satu variabel adalah ax + b = 0 dengan a Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

5 Dari kalimat berikut, tentukan yang merupakan persamaan linear satu variabel. a. 2x 3 = 5 b. x 2 x = 2 c x d. 2x + 3y = 6 Penyelesaian: a. 2x 3 = 5 Variabel pada 2x 3 = 5 adalah x dan berpangkat 1, sehingga persamaan 2x 3 = 5 merupakan persamaan linear satu variabel. b. x 2 x = 2 Variabel pada persamaan x 2 x = 2 adalah x berpangkat 1 dan 2. Karena terdapat x berpangkat 2 maka persamaan x 2 x = 2 bukan merupakan persamaan linear satu variabel. 1 c. 3 x 5 Karena variabel pada persamaan 1 x 5 3 adalah x dan berpangkat 1, maka 1 x 5 3 merupakan persamaan linear satu variabel. d. 2x + 3y = 6 Variabel pada persamaan 2x + 3y = 6 ada dua, yaitu x dan y, sehingga 2x + 3y = 6 bukan merupakan persamaan linear satu variabel. 2. Himpunan Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel dengan Substitusi Penyelesaian persamaan linear satu variabel dapat diperoleh dengan cara substitusi, yaitu mengganti variabel dengan bilangan yang sesuai sehingga persamaan tersebut menjadi kalimat yang bernilai benar. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan x + 4 = 7, jika x variabel pada himpunan bilangan cacah. Penyelesaian: Jika x diganti bilangan cacah, diperoleh substitusi x = 0, maka = 7 (kalimat salah) substitusi x = 1, maka = 7 (kalimat salah) substitusi x = 2, maka = 7 (kalimat salah) Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 107

6 substitusi x = 3, maka = 7 (kalimat benar) substitusi x = 4, maka = 8 (kalimat salah) Ternyata untuk x = 3, persamaan x + 4 = 7 menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian persamaan x + 4 = 7 adalah {3}. (Menumbuhkan kreativitas) Apakah setiap persamaan linear satu variabel dapat ditentukan himpunan penyelesaiannya dengan cara substitusi? Diskusikan hal ini dengan temanmu, buatlah kesimpulannya. Salah satu anggota kelompok maju ke depan kelas untuk mengemukakan hasil diskusi kelompok masing-masing. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Tentukan yang merupakan persamaan linear satu variabel dan berikan alasannya. a. x + y + z = 20 b. 3x 2 + 2x 5 = 0 c. x + 9 = 12 d. 3x 2 = 7 e. p 2 q 2 = 16 f. 2x y = 3 2. Tentukan himpunan penyelesaian persamaan-persamaan di bawah ini dengan cara substitusi, jika peubah (variabelnya) pada himpunan bilangan bulat. a. 4 + p = 3 b. q 2 = 6 c. 2a + 3 = 5 d. 9 3r = 6 e. 18 = 10 2m f. 1 = 9 + x g. h x 2 3 y 6 2 i. 2 z = z 3 j. 3a 2 = a + 18 k. x 2 2 l. 2a 1 = 3a 5 m. 2(3x 1) = 2(2x + 3) 15 n. 5 3 p o. 3q 1 = q + 3 Catatan: Gunakan kalkulator untuk bereksplorasi dalam menyelesaikan soal nomor 2 di atas. 108 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

7 3. Persamaan-Persamaan yang Ekuivalen Perhatikan uraian berikut. a. x 3 = 5 Jika x diganti bilangan 8 maka 8 3 = 5 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan x 3 = 5 adalah x = 8. b. 2x 6 = (kedua ruas pada persamaan a dikalikan 2) Jika x diganti bilangan 8 maka 2(8) 6 = = 10 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan 2x 6 = 10 adalah x = 8. c. x + 4 = (kedua ruas pada persamaan a ditambah 7) Jika x diganti bilangan 8 maka = 12 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan x + 4 = 12 adalah x = 8. Berdasarkan uraian di atas tampak bahwa ketiga persamaan mempunyai penyelesaian yang sama, yaitu x = 8. Persamaanpersamaan di atas disebut persamaan yang ekuivalen. Suatu persamaan yang ekuivalen dinotasikan dengan. Dengan demikian bentuk x 3 = 5; 2x 6 = 10; dan x + 4 = 12 dapat dituliskan sebagai x 3 = 5 2x 6 = 10 x + 4 = 12. Jadi, dapat dikatakan sebagai berikut. Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai himpunan penyelesaian yang sama dan dinotasikan dengan tanda. Amatilah uraian berikut. Pada persamaan x 5 = 4, jika x diganti 9 maka akan bernilai benar, sehingga himpunan penyelesaian dari x 5 = 4 adalah {9}. Perhatikan jika kedua ruas masing-masing ditambahkan dengan bilangan 5 maka x 5 = 4 x = x = 9 Jadi, himpunan penyelesaian persamaan x 5 = 4 adalah {9}. Dengan kata lain, persamaan x 5 = 4 ekuivalen dengan persamaan x = 9, atau ditulis x 5 = 4 x = 9. Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen dengan cara a. menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama; b. mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama. (Berpikir kritis) Tentukan tiga persamaan yang ekuivalen dengan persamaan berikut, kemudian selesaikanlah, jika p variabel pada bilangan real. a. 8p 3 = b. 2p 2 3 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 109

8 a. Tentukan himpunan penyelesaian persamaan 4x 3 = 3x + 5 jika x variabel pada himpunan bilangan bulat. b. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 13 = 5 x, untuk x variabel pada himpunan bilangan bulat. Penyelesaian: 4x 3 = 3x + 5 4x = 3x (kedua ruas ditambah 3) 4x = 3x + 8 4x 3x = 3x 3x + 8 (kedua ruas dikurangi 3x) x = 8 Jadi, himpunan penyelesaian persamaan 4x 3 = 3x + 5 adalah x = {8}. Penyelesaian: 3x + 13 = 5 x 3x = 5 x 13 (kedua ruas dikurangi 13) 3x = 8 x 3x + x = 8 x + x (kedua ruas ditambah x) 4x = 8 1 x = 8 4 (kedua ruas dikalikan 1 ) x = 2 Jadi, himpunan penyelesaian dari persamaan 3x + 13 = 5 x adalah x = { 2}. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut dengan menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama, jika variabel pada himpunan bilangan bulat. a. m 9 = 13 b x = 3 c. 2a + 1 = a 3 d a = 5 + 2a e. 3(x + 1) = 2(x + 4) f. 5(y 1) = 4y g. 4(3 2y) = 15 7y h. 3(2y 3) = 5(y 2) i. 8 2(3 4y) = 7y 1 j. 5x + 7(3x + 2) = 6(4x + 1) 110 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

9 2. Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan berikut dengan mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama, jika variabel pada himpunan bilangan bulat. a. 2x + 3 = 11 b. 7x = 8 + 3x c. 3p + 5 = 17 p d. 7q = 5q 12 e. 6 5y = 9 4y f. 7n + 4 = 4n 17 g. 2(5 2x) = 3(5 x) h. 2x + 5 = (x + 9) i x = 2(3x 4) j. 3(2x 3) 2(1 x) (x + 3) = 0 4. Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel Bentuk Pecahan Dalam menentukan penyelesaian persamaan linear satu variabel bentuk pecahan, caranya hampir sama dengan menyelesaikan operasi bentuk pecahan aljabar. Agar tidak memuat pecahan, kalikan kedua ruas dengan KPK dari penyebut-penyebutnya, kemudian selesaikan persamaan linear satu variabel. Tentukan penyelesaian dari persamaan 1 x 1 x 2, jika x variabel pada himpunan bi- 5 2 langan rasional. Penyelesaian: Cara x 1 = 2 10( 1 5 x 2) = 10 x 1 (kedua ruas dikalikan KPK 2 dari 2 dan 5, yaitu 10) 2x 20 = 5(x 1) 2x = 5x (kedua ruas ditambah 20) 2x = 5x x 5x = 5x x (kedua ruas dikurangi 5x) 3x = 15 ( 3x) : ( 3) = 15 : ( 3) (kedua ruas dibagi 3) x = 5 Jadi, himpunan penyelesaian persamaan 1 x x adalah { 5}. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 111

10 Cara 2 1 x 1 x x2 x x2 2 x 2 (kedua ruas ditambah 2) x x x x x x (kedua ruas dikurangi x) x x (kedua ruas dikalikan ) x 5 Jadi, himpunan penyelesaian persamaan 1 x x 2 1 adalah 5 2 { 5}. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. Tentukan himpunan penyelesaian persamaan-persamaan berikut jika variabel pada himpunan bilangan rasional y 4y x y2 7y x 5( x ) z 5 21 z 2 4 x2 2x x2 3x (1 y) 2( 2 y) 4 3 y 3 y ( x3) ( x1) Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

11 5. Grafik Himpunan Penyelesaian Persamaan Linear Satu Variabel Grafik himpunan penyelesaian persamaan linear satu variabel ditunjukkan pada suatu garis bilangan, yaitu berupa noktah (titik). Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan 4(2x + 3) = 10x + 8, jika x variabel pada himpunan bilangan bulat. Kemudian, gambarlah pada garis bilangan. Penyelesaian: 4(2x + 3) = 10x + 8 8x + 12 = 10x + 8 8x = 10x (kedua ruas dikurangi 12) 8x = 10x 4 8x 10x = 10x 4 10x (kedua ruas dikurangi 10x) 2x = 4 2x : ( 2) = 4 : ( 2) (kedua ruas dibagi 2) x = 2 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {2}. Grafik himpunan penyelesaiannya sebagai berikut Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 5 8 Gambarlah grafik himpunan penyelesaian 6. 3x persamaan-persamaan berikut pada garis 6 9 bilangan jika variabel pada himpunan bilangan x x x rasional x 2 = 7 3m m (y 2) = n n x ( n 4) (4 3y) = n y = 3(10 y) Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 113

12 Ada tiga bilangan cacah yang berbeda. Bilangan pertama adalah bilangan yang terkecil, selisihnya 3 dari bilangan kedua. Bilangan ketiga adalah bilangan yang terbesar, selisihnya 5 dari bilangan kedua. Jumlah ketiga bilangan adalah 74. Tentukan hasil kali ketiga bilangan tersebut. (Menumbuhkan kreativitas) Buatlah 10 buah ketidaksamaan. Gunakan notasi <, >,, atau. Ceritakan hasilnya secara singkat di depan kelas. C. PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kalian pernah menjumpai atau menemukan kalimat-kalimat seperti berikut. a. Berat badan Asti lebih dari 52 kg. b. Tinggi badan Amri 7 cm kurang dari tinggi badanku. c. Salah satu syarat menjadi anggota TNI adalah tinggi badannya tidak kurang dari 165 cm. d. Sebuah bus dapat mengangkut tidak lebih dari 55 orang. Bagaimana menyatakan kalimat-kalimat tersebut dalam bentuk kalimat matematika? Untuk dapat menjawabnya pelajari uraian berikut. 1. Pengertian Ketidaksamaan Agar kalian memahami pengertian ketidaksamaan, coba ingat kembali materi di sekolah dasar mengenai penulisan notasi <, >,,, dan. a. 3 kurang dari 5 ditulis 3 < 5. b. 8 lebih dari 4 ditulis 8 > 4. c. x tidak lebih dari 9 ditulis x 9. d. Dua kali y tidak kurang dari 16 ditulis 2y 16. Kalimat-kalimat 3 < 5, 8 > 4, x 9, dan 2y 16 disebut ketidaksamaan. Secara umum dapat dituliskan sebagai berikut. Suatu ketidaksamaan selalu ditandai dengan salah satu tanda hubung berikut. < untuk menyatakan kurang dari. > untuk menyatakan lebih dari. untuk menyatakan tidak lebih dari atau kurang dari atau sama dengan. untuk menyatakan tidak kurang dari atau lebih dari atau sama dengan. 2. Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Di bagian depan telah kalian pelajari bahwa suatu persamaan selalu ditandai dengan tanda hubung =. Pada bagian ini kalian akan mempelajari ciri suatu pertidaksamaan. 114 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

13 Perhatikan kalimat terbuka berikut. a. 6x < 18 c. p b. 3p 2 > p d. 3x 1 2x + 4 Kalimat terbuka di atas menyatakan hubungan ketidaksamaan. Hal ini ditunjukkan adanya tanda hubung <, >,, atau. Kalimat terbuka yang menyatakan hubungan ketidaksamaan (<, >,, atau ) disebut pertidaksamaan. Pada kalimat (a) dan (d) di atas masing-masing mempunyai satu variabel yaitu x yang berpangkat satu (linear). Adapun pada kalimat (b) dan (c) mempunyai satu variabel berpangkat satu, yaitu p. Jadi, kalimat terbuka di atas menyatakan suatu pertidaksamaan yang mempunyai satu variabel dan berpangkat satu. Pertidaksamaan linear satu variabel adalah pertidaksamaan yang hanya mempunyai satu variabel dan berpangkat satu (linear). Dari bentuk-bentuk berikut, tentukan yang merupakan pertidaksamaan linear dengan satu variabel. a. x 3 < 5 b. a 1 2b c. x 2 3x 4 Penyelesaian: a. x 3 < 5 Pertidaksamaan x 3 < 5 mempunyai satu variabel, yaitu x dan berpangkat 1, sehingga x 3 < 5 merupakan pertidaksamaan linear satu variabel. b. a 1 2b Pertidaksamaan a 1 2b mempunyai dua variabel, yaitu a dan b yang masing-masing berpangkat 1. Dengan demikian a 1 2b bukan suatu pertidaksamaan linear satu variabel. c. x 2 3x 4 Karena pertidaksamaan x 2 3x 4 mempunyai variabel x dan x 2, maka x 2 3x 4 bukan merupakan pertidaksamaan linear satu variabel. (Menumbuhkan inovasi) Tuliskan sebarang pertidaksamaan sebanyak 5 buah. Tunjukkan yang merupakan pertidaksamaan linear satu variabel. Kemukakan hasilnya secara singkat di depan kelas. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 115

14 Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Sisipkan lambang >, =, atau < di antara pasangan bilangan di bawah ini sehingga menjadi pernyataan yang benar. a d b e c. 0,1... 0,5 2. Tulislah kalimat berikut dalam bentuk ketidaksamaan. a. 9 kurang dari 13 b. 3 terletak antara 2 dan 5 c. m lebih dari 4 d. y tidak kurang dari 50 e. n tidak lebih dari 45 f. l paling sedikit Nyatakan bentuk-bentuk berikut menjadi satu ketidaksamaan. a. 3 < 5 dan 5 < 8 b. 0 > 1 dan 1 > 5 c. 10 > 4 dan 10 < 15 d. 2 < 6 dan 2 > 3 e. 3 > 6 dan 3 < 10 f. 5 < 0 dan 5 > 7 4. Tulislah kalimat berikut dalam bentuk ketidaksamaan. a. Jumlah x dan 4 kurang dari 6. b. Hasil pengurangan p dari 9 lebih dari 6. c. 3 dikurangkan dari y hasilnya tidak kurang dari 2. d. Hasil kali 5 dan x kurang dari atau sama dengan Dari bentuk-bentuk berikut, manakah yang merupakan pertidaksamaan linear satu variabel? Jelaskan jawabanmu. a. x + 6 < 9 b. 8 q 2 > 1 c. m + n 4 d. p 1 2 p 3 e. 4 2x x 2 0 f. 3(x 5) < 2(8 x) g. 2p 2 4pq + 3q 2 > 0 h. 4x 4 3y Penyelesaian Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Pada bagian depan telah kalian pelajari cara menyelesaikan persamaan linear satu variabel, salah satunya dengan substitusi (penggantian). Hal ini juga berlaku pada pertidaksamaan linear satu variabel. Perhatikan pertidaksamaan 10 3x > 2, dengan x variabel pada himpunan bilangan asli. Jika x diganti 1 maka 10 3x > > 2 7 > 2 (pernyataan benar) 116 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

15 Jika x diganti 2 maka 10 3x > > 2 4 > 2 (pernyataan benar) Jika x diganti 3 maka 10 3x > > 2 1 > 2 (pernyataan salah) Jika x diganti 4 maka 10 3x > > 2 2 > 2 (pernyataan salah) Ternyata untuk x = 1 dan x = 2, pertidaksamaan 10 3x > 2 menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian dari 10 3x > 2 adalah {1, 2}. Secara umum dapat dituliskan sebagai berikut. Pengganti variabel dari suatu pertidaksamaan, sehingga menjadi pernyataan yang benar disebut penyelesaian dari pertidaksamaan linear satu variabel. Diskusikan dengan temanmu. Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan berikut, jika x, y variabel pada himpunan bilangan rasional. a. 2(2y 1) < 3(2y + 3) b. 5(5 3y) ( y + 6) > 8 c. 2(2 3x) > 2x d. x 1 < 2x Selidikilah, bagaimana himpunan penyelesaian pertidaksamaan di atas jika x, y variabel pada a. himpunan bilangan asli; b. himpunan bilangan cacah; c. himpunan bilangan bulat. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan 4x 2 > 3x + 5 dengan x variabel pada himpunan bilangan cacah. Penyelesaian: Cara 1 Dengan mengganti tanda > dengan = diperoleh persamaan 4x 2 = 3x + 5. Dengan cara menyelesaikan persamaan tersebut diperoleh penyelesaiannya adalah x = 7. Selanjutnya ambillah satu bilangan cacah yang kurang dari 7 dan lebih dari 7. Periksalah nilai x yang memenuhi pertidaksamaan 4x 2 > 3x + 5. Jika x diganti 6 maka > > 23 (bernilai salah) Jika x diganti 8 maka > > 29 (bernilai benar) Karena nilai x yang memenuhi adalah lebih besar dari 7, maka himpunan penyelesaian dari 4x 2 > 3x + 5 adalah {8, 9, 10,...}. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 117

16 Cara 2 4x 2 > 3x + 5 4x > 3x (kedua ruas ditambah 2) 4x > 3x + 7 4x + ( 3x) > 3x + ( 3x) + 7 (kedua ruas ditambah 3x) x > 7 Karena x variabel pada himpunan bilangan cacah maka himpunan penyelesaiannya adalah {8, 9, 10,...}. Cara 3 4x 2 > 3x + 5 4x 2 5 > 3x (kedua ruas dikurangi 5) 4x 7 > 3x 4x + ( 4x) 7 > 3x + ( 4x) (kedua ruas ditambah 4x) 7 > x 7 : ( 1) < x : ( 1) (kedua ruas dibagi dengan 1 tetapi tanda ketidaksamaan berubah menjadi <) 7 < x atau x > 7 Karena x anggota bilangan cacah maka himpunan penyelesaiannya adalah {8, 9, 10,...}. Berdasarkan contoh di atas, untuk menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel, dapat dilakukan dalam dua cara sebagai berikut. a. Mencari lebih dahulu penyelesaian persamaan yang diperoleh dari pertidaksamaan dengan mengganti tanda ketidaksamaan dengan tanda =. b. Menyatakan ke dalam pertidaksamaan yang ekuivalen. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut. Suatu pertidaksamaan dapat dinyatakan ke dalam pertidaksamaan yang ekuivalen dengan cara sebagai berikut. a. Menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama tanpa mengubah tanda ketidaksamaan. b. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan positif yang sama tanpa mengubah tanda ketidaksamaan. c. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan negatif yang sama, tetapi tanda ketidaksamaan berubah, dimana 1) > menjadi <; 3) < menjadi >; 2) menjadi ; 4) menjadi. 118 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

17 (Berpikir kritis) Buatlah 5 buah soal yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel. Kemudian, tentukan himpunan penyelesaiannya. Buktikan kebenaran dari kesimpulan pada uraian di atas. Eksplorasilah hal tersebut. Diskusikan hal ini dengan teman sebangkumu. Hasilnya, ceritakan secara singkat di depan kelas. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan berikut jika peubah pada himpunan bilangan cacah. 1. 2x 1 < (2t 1) 2t n < 3n 5 2. p (x 30) < 4(x 2) q 3(q 8) q (y 3) 3(2y 13. 3p 14 < 4p x 2 > 2x + 5 4) 6(2x5) 3(2x4) (x 3) < 3(2x + 1) 6x3 2( x3) m m y Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Bentuk Pecahan Pada bagian depan kalian telah mempelajari persamaan linear satu variabel bentuk pecahan dan penyelesaiannya. Konsep penyelesaian pada persamaan linear satu variabel bentuk pecahan dapat kalian gunakan untuk menyelesaikan pertidaksamaan linear satu variabel bentuk pecahan. Tentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan 1 x3 1 x, dengan x 2 5 variabel pada { 15, 14,..., 0}. Penyelesaian: Cara x x x 1 5 x 10 5x x (kedua ruas dikalikan KPK dari 2 dan 5, yaitu 10) Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 119

18 5x x 30 (kedua ruas dikurangi 30) 5x 2x 30 5x 2x 2x 30 2x (kedua ruas dikurangi 2x) 3x 30 3x : 3 30 : 3 (kedua ruas dibagi 3) x 10 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah x = { 15, 14,..., 10}. Cara x x x 1 x 3 5 (kedua ruas dikurangi 3) 1 2 x x 1 x 1 x 1 x3 1 x (kedua ruas dikurangi x ) 3 10 x x (kedua ruas dikalikan 10 3 ) x 10 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah x = { 15, 14,..., 10}. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. Tentukan himpunan penyelesaian dari 3. pertidaksamaan berikut, jika variabel pada himpunan bilangan bulat t1 ( t4) y ( p1) p ( x 2) 2 x x1 ( x1) ( x5) ( x1) Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

19 (5y1) (2y1) 3 2 2x3 x t2 t m 3m Grafik Himpunan Penyelesaian Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Grafik himpunan penyelesaian persamaan linear satu variabel ditunjukkan pada suatu garis bilangan, yaitu berupa noktah (titik). Demikian halnya pada pertidaksamaan linear satu variabel. Perhatikan contoh berikut. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan 4x x, untuk x variabel pada himpunan bilangan asli. Kemudian, gambarlah grafik himpunan penyelesaiannya. Penyelesaian: 4x x 4x x + 2 (kedua ruas ditambah 2) 4x 3x + 7 4x + ( 3x) 3x + ( 3x) + 7 (kedua ruas ditambah ( 3x)) x 7 Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {1, 2, 3,..., 7}. Garis bilangan yang menunjukkan himpunan penyelesaiannya sebagai berikut Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan berikut, kemudian gambarlah (y 3) 3(2y 4) 6. 7y > 5y + 4 grafik himpunan penyelesaiannya, jika peubah pada himpunan bilangan bulat. 7. x + 20 < 52 7x 8. 4x 2 < 2x (x 3) < 4(x 2) x ( y 7) y 1 3 2x 1 3x (2y1) (5y1) (y 5) < 2(4 3y) + 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 121

20 D. MEMBUAT MODEL MATEMATIKA DAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA YANG BERKAITAN DENGAN PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL Permasalahan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel biasanya disajikan dalam bentuk soal cerita. Untuk menyelesaikannya, buatlah terlebih dahulu model matematika berdasarkan soal cerita tersebut. Kemudian, selesaikanlah. Untuk lebih jelasnya, pelajari contoh berikut. 1. Seorang petani mempunyai sebidang tanah berbentuk persegi panjang. Lebar tanah tersebut 6 m lebih pendek daripada panjangnya. Jika keliling tanah 60 m, tentukan luas tanah petani tersebut. Penyelesaian: Misalkan panjang tanah = x maka lebar tanah = x 6. Model matematika dari soal di samping adalah p = x dan l = x 6, sehingga K = 2(p + l) x 6 60 = 2(x + x 6) Penyelesaian model matematika di atas sebagai berikut. K = 2(p + l) 60 = 2(x + x 6) 60 = 2(2x 6) 60 = 4x = 4x = 4x 72 = 4 x = x Luas = p l = x(x 6) = 18(18 6) = = 216 Jadi, luas tanah petani tersebut adalah 216 m 2. x 122 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

21 2. Diketahui harga sepasang sepatu dua kali harga sepasang sandal. Seorang pedagang membeli 4 pasang sepatu dan 3 pasang sandal. Pedagang tersebut harus membayar Rp ,00. a. Buatlah model matematika dari keterangan di atas. b. Selesaikanlah model matematika tersebut. Kemudian, tentukan harga 3 pasang sepatu dan 5 pasang sandal. Penyelesaian: a. Misalkan harga sepasang sepatu = x dan harga sepasang sandal = y. Model matematika berdasarkan keterangan di atas adalah x = 2y dan 4x + 3y = b. Dari model matematika diketahui x = 2y dan 4x + 3y = Digunakan motode substitusi, sehingga diperoleh 4x3y y3y y3y y y Karena x = 2y dan y = , maka x = x = Jadi, harga sepasang sepatu adalah Rp50.000,00 dan harga sepasang sandal Rp25.000,00. Harga 3 pasang sepatu dan 5 pasang sandal dapat ditulis sebagai 3x + 5y, sehingga 3x + 5y = ( ) + ( ) = = Jadi, harga 3 pasang sepatu dan 5 pasang sandal adalah Rp ,00. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Diketahui harga 1 kg buah anggur tiga kali harga 1 kg buah salak. Jika ibu membeli 2 kg buah anggur dan 5 kg buah salak maka ibu harus membayar Rp38.500,00. a. Buatlah kalimat matematika dari keterangan di atas, kemudian selesaikanlah. b. Berapakah harga 1 kg buah anggur dan 1 kg buah salak? c. Jika seseorang membeli 3 kg buah anggur dan 4 kg buah salak, berapakah ia harus membayar? 2. Model kerangka sebuah balok dibuat dari seutas kawat berukuran panjang (x + 6) cm, lebar x cm, dan tinggi (x 5) cm. a. Berdasarkan keterangan tersebut, nyatakan rumus panjang kawat yang dibutuhkan dalam x. b. Jika panjang kawat yang diperlukan 100 cm, tentukan ukuran balok tersebut. c. Hitunglah volume balok tersebut. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 123

22 3. Jumlah tiga bilangan genap yang berurutan adalah 108. Tentukan bilanganbilangan itu. 4. Umur Vera 4 tahun kurangnya dari umur Togar. Jika jumlah umur mereka 24 tahun, tentukan umur mereka masing-masing. 5. Sebuah persegi panjang mempunyai ukuran panjang (3x 4) cm dan lebar (x + 1) cm. a. Tulislah rumus kelilingnya dan nyatakan dalam bentuk yang paling sederhana. b. Jika kelilingnya 34 cm, tentukan luas persegi panjang tersebut. (Berpikir Kritis) Perhatikan kejadian (peristiwa) di lingkungan sekitarmu. Tuliskan masalah yang berkaitan dengan persamaan linear satu variabel, kemudian selesaikanlah. Ceritakan hasilnya secara singkat di depan kelas. E. MEMBUAT MODEL MATEMATIKA DAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA YANG BERKAITAN DENGAN PERTIDAKSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL 1. Suatu model kerangka balok terbuat dari kawat dengan ukuran panjang (x + 5) cm, lebar (x 2) cm, dan tinggi x cm. a. Tentukan model matematika dari persamaan panjang kawat yang diperlukan dalam x. b. Jika panjang kawat yang digunakan seluruhnya tidak lebih dari 132 cm, tentukan ukuran maksimum balok tersebut. Penyelesaian: a. Misalkan panjang kawat yang diperlukan = K, maka model matematikanya sebagai berikut. K= 4p + 4l + 4t = 4(x + 5) + 4(x 2) + 4 x (x + 5) cm = 4x x 8 + 4x Gambar 4.1 = 12x + 12 b. Panjang kawat tidak lebih dari 132 cm dapat ditulis K = 12x cm, sehingga diperoleh 12x x x x x 10 x cm (x 2) cm 124 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

23 Nilai maksimum x = 10 cm, sehingga diperoleh p = (x + 5) cm = 15 cm l = (x 2) cm = 8 cm t = x = 10 cm. Jadi, ukuran maksimum balok adalah ( ) cm. 2. Permukaan sebuah meja berbentuk persegi panjang dengan panjang 16x cm dan lebar 10x cm. Jika luasnya tidak kurang dari 40 dm 2, tentukan ukuran minimum permukaan meja tersebut. Penyelesaian: Diketahui panjang permukaan meja (p) = 16x, lebar (l) = 10x, dan luas = L. Model matematika dari luas persegi panjang adalah L pl 16x10x 2 160x Luas tidak kurang dari 40 dm 2 = cm 2 dapat ditulis L = 160x , sehingga diperoleh 2 160x x 25 x 5 Nilai minimum x = 5 cm, sehingga diperoleh p = 16x cm = 16 5 cm = 80 cm l = 10x cm = 10 5 cm = 50 cm. Jadi, ukuran minimum permukaan meja tersebut adalah (80 50) cm. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Persegi panjang mempunyai panjang (x + 7) cm dan lebar (x 2) cm. Jika kelilingnya tidak lebih dari 50 cm, tentukan luas maksimum persegi panjang tersebut. 2. Panjang diagonal-diagonal suatu layanglayang adalah (2x 3) cm dan (x + 7) cm. Jika diagonal pertama lebih panjang dari diagonal kedua, tentukan luas minimum layang-layang tersebut. 3. Model kerangka kubus dibuat dari kawat yang panjang rusuknya (x + 2) cm. Jika panjang kawat yang diperlukan tidak melebihi 180 cm, tentukan panjang rusuk kubus tersebut. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 125

24 4. Panjang diagonal-diagonal suatu jajargenjang diketahui berturut-turut (3x 5) cm dan (x + 7) cm. Jika diagonal pertama lebih panjang dari diagonal kedua, susunlah pertidaksamaan yang memenuhi dan selesaikanlah. 5. Suatu lempeng logam berbentuk segitiga dengan panjang sisi-sisinya 3a cm, 4a cm, dan 5a cm. Jika kelilingnya tidak kurang dari 72 cm, tentukan ukuran minimum segitiga tersebut. F. LOGIKA MATEMATIKA (PENGAYAAN) (Berpikir kritis) Amatilah kejadian (peristiwa) di lingkungan sekitarmu. Tuliskan masalah yang berkaitan dengan pertidaksamaan linear satu variabel, kemudian selesaikanlah. Ceritakan hasilnya secara singkat di depan kelas. Ketika seorang ahli matematika akan membuktikan atau memutuskan situasi yang dihadapi, maka ia harus menggunakan sistem logika. Demikian halnya dengan para programer komputer, tidak lepas dari kaidah-kaidah logika. Logika adalah suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Penalaran adalah suatu bentuk pemikiran yang masuk akal. Untuk menyampaikan pemikiran tersebut seseorang menggunakan kalimat. Dalam matematika, ada tiga bentuk kalimat, yaitu kalimat pernyataan, kalimat bukan pernyataan, dan kalimat terbuka. Coba kalian ingat kembali pengertian dari kalimat-kalimat tersebut. 1. Tiga adalah bilangan prima (pernyataan). 2. Wah, tampan sekali pemuda itu (bukan pernyataan). 3. 2x 3 = 7 (kalimat terbuka). Pada bagian ini kita akan mempelajari bagian-bagian dari suatu pernyataan. 1. Pernyataan Sederhana dan Pernyataan Majemuk Pada bagian depan telah kalian pelajari bahwa pernyataan adalah suatu kalimat yang bernilai benar atau salah, tetapi tidak sekaligus benar dan salah. Nilai kebenaran suatu pernyataan tergantung pada kebenaran atau ketidakbenaran realitas yang dinyatakannya. Kebenaran berdasarkan realitas disebut kebenaran faktual. Adapun benar atau salahnya suatu pernyataan disebut nilai kebenaran pernyataan itu. a. Rasa gula itu manis. b. 7 adalah bilangan genap. c. Pantai Parangtritis terletak di Pulau Jawa dan Daerah Istimewa Jogjakarta. 126 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

25 Contoh a dan b adalah pernyataan yang hanya menyatakan pemikiran tunggal, sedangkan contoh c adalah pernyataan majemuk. Pernyataan yang menyatakan pikiran tunggal disebut pernyataan sederhana, sedangkan pernyataan yang terdiri dari beberapa pernyataan sederhana dengan bermacam-macam kata hubung disebut pernyataan majemuk. Lambang-lambang yang umumnya dipakai untuk menyatakan suatu pernyataan dalam logika sebagai berikut. a. Huruf p, q, r,... untuk menyatakan suatu pernyataan. Contoh: p : Cuaca hari ini mendung. q : 16 5 = 11 b. B (benar), T (true), atau 1 untuk menyatakan nilai benar. S (salah), F (false), atau 0 untuk menyatakan nilai salah. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Tentukan kalimat berikut ini, manakah yang merupakan kalimat pernyataan atau bukan pernyataan. a. ( 3) 3 = 9 b. Ibu kota Indonesia adalah Jakarta. c d. Ada tujuh hari dalam seminggu. e. Mari kita belajar kelompok. 2. Tentukan pernyataan-pernyataan tunggal dari pernyataan majemuk berikut ini. a. Walaupun hari masih pagi tetapi aku tetap berangkat ke kantor. b. Dewi datang ketika kami sudah pulang. c. Adik menyapu halaman, sedangkan Tono mencuci motor. d. Motor ayah macet karena kehabisan bensin. e. Ibu telah menyiapkan sarapan pagi ketika kami akan berangkat ke sekolah. 2. Sistem Lambang Logika Pernyataan Lambang-lambang pernyataan tertentu, baik pernyataan tunggal maupun majemuk, biasanya menggunakan variabel pernyataan, yaitu p, q, atau r dan seterusnya. Perhatikan contoh berikut. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 127

26 a. Pernyataan tunggal q : Saya berangkat ke sekolah... (i) p : Ini hari Sabtu... (ii) b. Pernyataan majemuk Ini hari Sabtu atau saya berangkat ke sekolah... (iii) Ini hari Sabtu dan saya berangkat ke sekolah... (iv) Pernyataan majemuk (iii) dan (iv) masing-masing dapat ditulis dengan lambang sebagai berikut. (iii) p atau q (iv) p dan q Kata atau dan dan yang menghubungkan p dan q disebut kata perekat atau kata hubung. Kata hubung tersebut merupakan operator pernyataan dalam logika. Ada lima operator pernyataan. Perhatikan tabel berikut. No Nama Negasi Konjungsi Disjungsi Implikasi/Kondisi Biimplikasi Operator Lambang Arti Dalam Bahasa Sehari-Hari tidak, bukan dan, tetapi, meskipun, walaupun atau Jika... maka... Jika dan hanya jika... maka... Pada pembahasan kali ini kalian hanya akan mempelajari mengenai operator pernyataan negasi dan konjungsi. Adapun operator disjungsi, implikasi, dan biimplikasi akan kalian pelajari di tingkat yang lebih lanjut. Agar kalian dapat memahami mengenai negasi dan konjungsi coba kalian ingat kembali pengertian kalimat terbuka dan himpunan penyelesaian kalimat terbuka. 3. Ingkaran atau Negasi Suatu Pernyataan Jika p adalah suatu pernyataan maka ingkarannya dinotasikan sebagai ~p atau p atau p. Apabila pernyataan p bernilai benar, maka pernyataan ~p bernilai salah. Sebaliknya, apabila pernyataan p bernilai salah, maka pernyataan ~p bernilai benar. 128 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

27 a. p : Semua siswa memakai sepatu hitam. ~p : Tidak benar bahwa semua siswa memakai sepatu hitam, atau ~p : Semua siswa tidak memakai sepatu hitam. Nilai kebenaran pernyataan p tergantung kenyataannya. Jika p bernilai benar maka ~p bernilai salah atau sebaliknya. b. r : Gunung Tangkuban Perahu terletak di Jawa Barat... (B) ~r : Gunung Tangkuban Perahu tidak terletak di Jawa Barat... (S) Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut. Ingkaran atau negasi suatu pernyataan p adalah pernyataan ~p yang bernilai benar jika p bernilai salah dan bernilai salah jika p bernilai benar. Agar kalian lebih jelas, perhatikan tabel kebenaran berikut. p ~p B S S B Keterangan: B = benar S = salah Tabel kebenaran tersebut digunakan untuk menentukan nilai kebenaran suatu pernyataan beserta negasinya. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 1. Tentukan nilai kebenaran pernyataanpernyataan berikut. a. Semua bilangan prima adalah ganjil. b. Hasil kali bilangan bulat negatif dan bilangan bulat negatif adalah bilangan positif. c. Bandar udara Sultan Thoha terletak di Jambi. d. 5 ( 7) = ( 7) : 5. e. Australia terletak di Benua Asia. 2. Tentukan himpunan penyelesaian kalimat terbuka di bawah ini agar menjadi pernyataan yang benar. a. x 2 4 = 0 b. y adalah bilangan prima kurang dari 20. c. 3a 1 = 8, a bilangan bulat. d. x adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 35. e. p + q = 15, untuk p, q bilangan asli. Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 129

28 3. Tentukan ingkaran pernyataan berikut ini serta tentukan nilai kebenarannya. a. ( 9) 6 = 54. b. Bunga melati berwarna merah. c. Aku mempunyai adik. d. Taj Mahal terletak di India. e. 75 habis dibagi Konjungsi Nilai dan tabel kebenaran konjungsi Konjungsi merupakan pernyataan majemuk dengan kata penghubung dan. Dua pernyataan p dan q yang dinyatakan dalam bentuk p q disebut konjungsi. (p q dibaca: p dan q) Pernyataan p q disebut juga sebagai pernyataan konjungtif dan masing-masing p serta q disebut komponen (subpernyataan). Kata penghubung dan sering kali berarti kemudian, lantas, lalu. Konjungsi bersifat simetrik, artinya p q ekuivalen dengan q p. p q p() x q B B S S B S B S B S S S Meskipun hari hujan, ia tetap berangkat bekerja. Pernyataan tersebut sama artinya dengan: Ia tetap berangkat bekerja meskipun hari hujan. Kata-kata yang membentuk konjungsi selain dan adalah meskipun, tetapi, sedangkan, padahal, sambil, yang, juga, walaupun, dan lain-lain. Nilai kebenaran konjungsi disajikan pada tabel kebenaran di samping. Konjungsi dua pernyataan p dan q bernilai benar hanya jika kedua komponennya bernilai benar. a. p : Pura Tanah Lot terletak di Bali... (B) q : Pura Tanah Lot berada di pantai... (B) p q : Pura Tanah Lot terletak di Bali dan berada di pantai... (B) b. p : Pura Tanah Lot terletak di Bali... (B) q : Pura Tanah Lot tidak berada di pantai... (S) p q : Pura Tanah Lot terletak di Bali dan tidak berada di pantai... (S) 130 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

29 c. p : Pura Tanah Lot terletak di Aceh... (S) q : Pura Tanah Lot berada di pantai... (B) p q : Pura Tanah Lot terletak di Aceh dan berada di pantai... (S) d. p : Pura Tanah Lot terletak di Sulawesi... (S) q : Pura Tanah Lot tidak berada di pantai... (S) p q : Pura Tanah Lot terletak di Sulawesi dan tidak berada di pantai... (S) Catatan: Dalam pernyataan majemuk, kedua pernyataan tunggalnya boleh tidak mempunyai hubungan. Contoh: Ibu kota Filipina adalah Manila dan = 10. Ada pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung dan tetapi bukan konjungsi. Contoh: Ibu pulang dari pasar dan terus memasak. Pernyataan tersebut bukan konjungsi, karena kata dan pada contoh tersebut mengandung pengertian waktu. Kerjakan soal-soal berikut di buku tugasmu. 2. Diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut. k : 2 adalah bilangan prima genap. 1. Diketahui pernyataan-pernyataan sebagai berikut. p : Kamboja adalah salah satu negara anggota ASEAN. q : Ibu kota Kamboja terletak di Phnom Penh. Tentukan pernyataan-pernyataan majemuk yang dinyatakan dengan notasi berikut. a. p q e. ~p ~q b. q p f. ~q ~p c. ~p q g. ~(p q) d. p ~q h. ~(p ~q) l : 5 adalah 25. m : Taman wisata Dieng terletak di Jawa Timur. Tentukan nilai kebenaran dari pernyataan yang dinyatakan dengan notasi berikut. a. k l d. k ~l b. k m e. ~m l c. l m tmailka 1. Pernyataan adalah kalimat yang dapat ditentukan nilai kebenarannya (bernilai benar atau bernilai salah). Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 131

30 2. Kalimat terbuka adalah kalimat yang memuat variabel dan belum diketahui nilai kebenarannya. 3. Himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka adalah himpunan semua pengganti dari variabel-variabel pada kalimat terbuka sehingga kalimat tersebut bernilai benar. 4. Persamaan adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=). 5. Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (=) dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat satu. Bentuk umum persamaan linear satu variabel adalah ax + b = 0 dan a Penyelesaian persamaan linear adalah pengganti variabel x yang menyebabkan persamaan bernilai benar. 7. Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai himpunan penyelesaian yang sama dan dinotasikan dengan tanda. 8. Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen dengan cara: a. menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama; b. mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama. 9. Suatu ketidaksamaan selalu ditandai dengan salah satu tanda hubung berikut. < untuk menyatakan kurang dari. > untuk menyatakan lebih dari. untuk menyatakan tidak lebih dari atau kurang dari atau sama dengan. untuk menyatakan tidak kurang dari atau lebih dari atau sama dengan. 10. Pertidaksamaan adalah kalimat terbuka yang menyatakan hubungan ketidaksamaan (>, <,, atau ). 11. Untuk menentukan penyelesaian pertidaksamaan linear satu variabel, dapat dilakukan dalam dua cara sebagai berikut. a. Mencari lebih dahulu penyelesaian persamaan yang diperoleh dari pertidaksamaan dengan mengganti tanda ketidaksamaan dengan tanda =. b. Menyatakan ke dalam pertidaksamaan yang ekuivalen. 132 Matematika Konsep dan Aplikasinya 1

31 Setelah mempelajari mengenai Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel, coba rangkum materi yang telah kamu pahami. Catat materi yang belum kamu pahami dan tanyakan kepada gurumu. Berilah contoh masalah beserta penyelesaiannya yang berkaitan dengan persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel. Hasilnya, kemukakan secara singkat di depan kelas. Kerjakan di buku tugasmu. A. Pilihlah salah satu jawaban yang tepat. 1. Penyelesaian dari persamaan 6 2x = 5x + 20 dengan x variabel pada himpunan bilangan bulat adalah... a. x = 1 c. x = 2 b. x = 2 d. x = 1 2. Diketahui persamaan-persamaan berikut. (i) x (iii) x 15 = 5 (ii) x 5 = 5 (iv) 3x 45 = 15 Dari persamaan di atas yang merupakan persamaan ekuivalen adalah... a. (i), (ii), dan (iii) b. (i), (iii), dan (iv) c. (i), (ii), dan (iv) d. (ii), (iii), dan (iv) 3. Panjang sisi-sisi sebuah segitiga diketahui 2x cm, (2x + 2) cm, dan (3x + 1) cm. Jika kelilingnya 24 cm, panjang sisi yang terpanjang adalah... a. 6 cm c. 10 cm b. 8 cm d. 12 cm 4. Harga sebuah buku sama dengan dua kali harga pensil. Jika 6 buku dan 15 pensil harganya Rp21.600,00, harga satu buku adalah... a. Rp1.600,00 c. Rp800,00 b. Rp1.500,00 d. Rp750,00 5. Tiga bilangan genap yang berurutan jumlahnya 108. Bilangan yang terbesar adalah... a. 36 c. 40 b. 38 d Jika pengurangan 2x dari 3 hasilnya tidak kurang dari 5 maka nilai x adalah... a. x 4 c. x 4 b. x 1 d. x 1 7. Batas nilai x dari pertidaksamaan 1 1 ( x2) ( x 2) jika x variabel 3 4 pada himpunan bilangan bulat adalah... a. x < 2 c. x < 2 b. x > 2 d. x > 2 Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel 133

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR

3 OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR Pada arena balap mobil, sebuah mobil balap mampu melaju dengan kecepatan (x + 10) km/jam selama 0,5 jam. Berapakah kecepatannya jika jarak yang ditempuh mobil tersebut 00

Lebih terperinci

Daftar Isi Kata Sambutan... iii Panduan Membaca Buku Ini... iv Kata Pengantar... vi Semester 1 Bab 1 Bilangan Bulat... 1 A. Operasi Hitung Campuran dan Sifat-Sifat Operasi Hitung pada Bilangan Bulat...

Lebih terperinci

Kata-kata Motivasi ^^

Kata-kata Motivasi ^^ 1 Kata-kata Motivasi ^^ Barang siapa merintis jalan mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga. (HR. Muslim) Tak ada rahasia untuk manggapai sukses Sukses itu dapat terjadi karena persiapan,

Lebih terperinci

MAT. 05. Relasi dan Fungsi

MAT. 05. Relasi dan Fungsi MAT. 05. Relasi dan Fungsi i Kode MAT. 05 Relasi dan fungsi BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1)

PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1) H. Sufyani Prabawanto, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 3 PEMBELAJARAN BANGUN-BANGUN DATAR (1) Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun datar yang dibagi menjadi dua kegiatan

Lebih terperinci

Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan

Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMA Jenjang Dasar Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 004 di PPPG Matematika Oleh: Drs. Markaban, M.Si. Widyaiswara PPPG

Lebih terperinci

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan

UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN. Masrinawatie AS. Pendahuluan UNIT9 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN Masrinawatie AS Pendahuluan P endapat yang mengatakan bahwa mengajar adalah proses penyampaian atau penerusan pengetahuan sudah ditinggalkan

Lebih terperinci

Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika

Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika Penulis Dra. Sri Wardhani Penilai Dra. Th Widyantini, M.Si. Editor Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator

Lebih terperinci

Geometri Dimensi Dua. Bab 4

Geometri Dimensi Dua. Bab 4 ab 4 Sumber: www.swissworld.org Geometri imensi ua Pada bab ini, nda akan diajak untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan menentukan kedudukan, jarak, dan bidang, di antaranya, dapat menggunakan

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN DI SD

PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN DI SD PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG PERKALIAN DAN PEMBAGIAN PECAHAN DI SD Penulis: Sukayati Marfuah Penilai: Muh Darwis Supriyono Editor: Ratna Herawati Lay out: Ashari Sutrisno Departemen Pendidikan Nasional

Lebih terperinci

http://bse.kemdikbud.go.id Diunduh dari Benda-benda di Lingkungan Sekitar Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas V Tema 1

http://bse.kemdikbud.go.id Diunduh dari Benda-benda di Lingkungan Sekitar Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas V Tema 1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Benda-benda di Lingkungan Sekitar Tema 1 Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Buku Siswa SD/MI Kelas V Hak Cipta 2014 pada

Lebih terperinci

Bundel Pembahasan Soal Olimpiade Sains Informatika

Bundel Pembahasan Soal Olimpiade Sains Informatika Bundel Pembahasan Soal Olimpiade Sains Informatika Disusun Oleh: Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia 25-26 Mei 2012 Kata Pengantar Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Lebih terperinci

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal.

Kontributor Naskah : Purnomosidi, Irene Maria J. Astuti, Marina Novianti, Taufina, dan Faisal. Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi

Lebih terperinci

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013

Tugasku Sehari-hari. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 3. Buku Guru SD/MI Kelas II. Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 3 Tugasku Sehari-hari Tugasku Sehari-hari Buku Tematik Terpadu K urikulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. dapat dikatakan terampil. Seseorang yang terampil dalam suatu bidang tidak

BAB II KAJIAN TEORI. dapat dikatakan terampil. Seseorang yang terampil dalam suatu bidang tidak BAB II KAJIAN TEORI A. Keterampilan Operasi Hitung Kata keterampilan memiliki arti yang sama dengan kecekatan. Keterampilan atau kecekatan adalah kepandaian melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan benar.

Lebih terperinci

Peta, Atlas, dan Globe

Peta, Atlas, dan Globe Bab 6 Sumber: Microsof Encarta, 2008 Peta, Atlas, dan Globe Setelah mempelajari bab ini kalian diharapkan dapat: menyebutkan pengertian peta, atlas dan globe membuat sketsa dan peta wilayah yang menggambarkan

Lebih terperinci

MAT. 06. Geometri Dimensi Tiga

MAT. 06. Geometri Dimensi Tiga MAT. 06. Geometri Dimensi Tiga i Kode MAT. 06 Geometri Dimensi Tiga BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

ALJABAR. Al-Khwarizi adalah ahli matematika dan ahlli astronomi yang termasyur yang tinggal di bagdad(irak) pada permulaan abad ke-9

ALJABAR. Al-Khwarizi adalah ahli matematika dan ahlli astronomi yang termasyur yang tinggal di bagdad(irak) pada permulaan abad ke-9 ALJABAR Al-Khwarizi adalah ahli matematika dan ahlli astronomi yang termasyur yang tinggal di bagdad(irak) pada permulaan abad ke-9 Aljabar adalah salah satu cabang penting dalam matematika. Kata aljabar

Lebih terperinci

STATISTIKA DASAR. Oleh : Y. BAGUS WISMANTO

STATISTIKA DASAR. Oleh : Y. BAGUS WISMANTO STATISTIKA DASAR Oleh : Y. BAGUS WISMANTO FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS KATOLIK SOEGIJAPRANATA SEMARANG 007 DAFTAR ISI Halaman I. PENDAHULUAN A. Apa Statistika Itu? B. Pentingnya Penguasaan terhadap Statistika

Lebih terperinci

GEOMETRI DATAR DAN RUANG. Oleh: Drs. Agus Suharjana, M.Pd.

GEOMETRI DATAR DAN RUANG. Oleh: Drs. Agus Suharjana, M.Pd. OMTRI TR N RUN Oleh: rs. gus Suharjana, M.Pd. 1 TR ISI Kata pengantar ii aftar isi iii ab I Pendahuluan. 1. Latar elakang 1. Tujuan...... 1. Ruang Lingkup.... 2 ab II KONSP NUN TR 3. Segiempat dan Lingkaran....

Lebih terperinci

CARA MENGELOLA ALAT DAN BAHAN

CARA MENGELOLA ALAT DAN BAHAN MODUL 16 KEWIRAUSAHAAN SMK CARA MENGELOLA ALAT DAN BAHAN Penanggung Jawab : Prof. Dr. H. Mohammad Ali, M.A Pengembang dan Penelaah Model : Dr. H. Ahman, M.Pd. Drs. Ikaputera Waspada, M.M Dra. Neti Budiwati,

Lebih terperinci

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II

Hidup Rukun. http://bse.kemdikbud.go.id. Diunduh dari. Tema 1. Buku Guru SD/MI Kelas II Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2014 K U R IKU L M U 2013 Tema 1 Hidup Rukun Buku Temati k Terpadu Kuri kulum 2013 Buku Guru SD/MI Kelas II Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

BBM 11 LISTRIK DINAMIS PENDAHULUAN

BBM 11 LISTRIK DINAMIS PENDAHULUAN BBM 11 LISTRIK DINAMIS PENDAHULUAN Bahan Belajar Mandiri (BBM) ini merupakan BBM kesebelas dari mata kuliah Konsep Dasar Fisika untuk SD yang menjelaskan tentang konsep arus listrik dan rangkaian listrik.

Lebih terperinci

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN. Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan DEPARTEMEN PERHUBUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PERHUBUNGAN DARAT DIREKTORAT BINA SISTEM TRANSPORTASI PERKOTAAN Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan Panduan Penempatan Fasilitas Perlengkapan Jalan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI...iii. DAFTAR GAMBAR... v. DAFTAR TABEL... viii. PETA KEDUDUKAN BAHAN AJAR... ix. GLOSARIUM...

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR... ii. DAFTAR ISI...iii. DAFTAR GAMBAR... v. DAFTAR TABEL... viii. PETA KEDUDUKAN BAHAN AJAR... ix. GLOSARIUM... KATA PENGANTAR Kurikulum 2013 dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dari sisi sikap, pengetahuan dan keterampilan secara utuh. Keutuhan tersebut menjadi dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap

Lebih terperinci

PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA

PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 009/00 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA PEMBAHAS :. Sigit Tri Guntoro, M.Si.. Jakim Wiyoto, S.Si. 3. Marfuah, M.T. 4. Rohmitawati, S.Si. PPPPTK MATEMATIKA 00 . Perhatikan

Lebih terperinci

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL i PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR MELALUI MEDIA PUZZLE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR NEGERI KEMANDUNGAN 03 TEGAL Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4

RinGkasan MaTeri. 1 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 100% 1 1 balok ubin dibagi 4 menjadi 4 ubin kecil yang senilai dengan 4 RinGkasan MaTeri Persen adalah perseratus atau sebuah pecahan yang penyebutnya 00, misal Menyatakan dalam persen (%) 7 % = 7 00 balok ubin dinyatakan dalam persen (%) = 00% balok ubin dibagi 4 menjadi

Lebih terperinci

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang

Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Hak Cipta pada Departemen Pendidikan Nasional Dilindungi Undang-undang Hak Cipta Buku ini dibeli oleh Departemen Pendidkan Nasional dari Penerbit CV. Grahadi Bahasa Indonesia 3 Untuk SD dan MI Kelas III

Lebih terperinci