PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL DALAM MATERI ASAM BASA KELAS XI IPA SMA NUSANTARA KOTA JAMBI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL DALAM MATERI ASAM BASA KELAS XI IPA SMA NUSANTARA KOTA JAMBI"

Transkripsi

1 PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL DALAM MATERI ASAM BASA KELAS XI IPA SMA NUSANTARA KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH Oleh: Eno Lerianti RRA1C FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI DESEMBER 2014

2 PERBANDINGAN HASIL BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL DALAM MATERI ASAM BASA KELAS XI IPA SMA NUSANTARA KOTA JAMBI Oleh: Eno Lerianti 1), M. Haris Effendi Hasibuan 2), Afrida 2) 1) Mahasiswa Pendidikan Kimia 2) Dosen Pendidikan Kimia Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi ABSTRAK Masalah yang sering muncul dalam proses pembelajaran belajar kimia adalah kurangnya penerapan (implementasi) materi yang diajarkan oleh guru dalam bentuk praktikum. Hal ini dikarenakan tidak semua sekolah dapat melakukan kegiatan praktikum dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana. Hal ini dapat menghambat guru untuk mengembangkan aspek kognitif dan psikomotorik siswa. Untuk mengatasi masalah tersebut maka dapat diatasi dengan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran. Salah satu yang paling memungkinkan adalah dengan menggunakan sistem pembelajaran dengan laboratorium virtual. Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA Nusantara yang diajarkan melalui laboratorium nyata dan laboratorium virtual pada materi asam basa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi ekperimen dengan rancangan penelitian Non-Equivalent Control Group Design. Sampel penelitian ini berupa sampel jenuh yaitu menggunakan seluruh populasi siswa kelas XI IPA sebanyak 60 orang siswa dan teknik analisa data digunakan rumus uji-t, dengan asumsi data harus berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan hasil penelitian di SMA Nusantara Kota Jambi diperoleh hasil analisis data. Dimana nilai rata-rata hasil belajar kimia pada kelas eksperimen 2 (Laboratorium Virtual) 80,50 lebih tinggi dari pada kelas eksperimen 1 (Laboratorium Nyata) 71,67. Berdasarkan uji statistik pada α = 0,05 dengan derajat kebebasan 58 diperoleh t hitung 3,441 dan t tabel = 1,672. Karena nilai t hitung > t tabel (3,441 > 1,672) berarti hipotesis kerja penelitian diterima. Berarti hipotesis yang berbunyi terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara yang menggunakan laboratorium virtual dengan yang menggunakan laboratorium nyata terpenuhi, sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara pembelajaran dengan menggunakan laboratorium virtual lebih baik daripada laboratorium nyata terhadap hasil belajar pada materi asam basa di kelas XI IPA SMA Nusantara Kota Jambi. Kata Kunci: Laboratorium Nyata, Laboratorium Virtual, Hasil Belajar, Asam Basa PENDAHULUAN Mata pelajaran kimia dapat dikategorikan ke dalam ilmu yang bersifat abstrak dan non-abstrak, kata abstrak yang dimaksudkan disini dimana banyak konsep ilmu kimia yang kasat mata atau bersifat sesuatu yang tidak dapat dirasakan oleh panca indera kita, materi kimia yang bersifat abstrak antara lain struktur atom, ikatan kimia, 1

3 kimia organik dan lain-lain. Sedangkan untuk sifat yang non-abstrak yaitu berupa sesuatu yang dapat dirasakan oleh panca indera kita dan dapat dibuktikan datanya. Salah satu contoh materi dalam kimia yang bersifat non-abstrak yaitu pada materi Sifat Larutan Asam Basa dan Indikator Asam Basa. Materi Sifat Larutan Asam Basa dan Indikator Asam Basa merupakan salah satu pokok bahasan di dalam mata pelajaran kimia yaitu Asam-Basa. Dimana pada materi ini kita akan mengamati apa saja sifat-sifat dari larutan asam basa serta mengamati trayek perubahan warna berbagai indikator asam basa dan memperkirakan ph suatu larutan elektrolit yang tidak dikenal. Pada materi ini tidak terdapat penggunaan hitungan dan penerapan rumus dalam pemahamannya. Namun, tidak semua siswa mampu mengerti materi yang diajarkan guru di dalam kelas. Untuk itu, dibutuhkan suatu alat peraga, dimana melalui alat peraga ini siswa mampu untuk lebih memahami dan menganalisis materi lebih jauh yaitu melalui kegiatan praktikum di laboratorium. Namun, tidak semua sekolah dapat melakukan kegiatan praktikum ini dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana. Karena pada kenyataannya, beberapa sekolah di Provinsi Jambi tidak semuanya memiliki laboratorium ataupun fasilitas laboratorium yang lengkap serta memadai, hal ini dibuktikan dari adanya data sekunder yang berupa data tentang sarana dan prasarana sekolah yaitu data dari TIM KIT (Prananta.2014). Salah satu sekolah yang di survey adalah SMA Nusantara Kota Jambi dimana masih minimnya fasilitas laboratorium di sekolah tersebut. Hal ini juga diperkuat berdasarkan hasil observasi peneliti yaitu wawancara bebas dengan guru bidang studi kimia dan siswa kelas XI IPA di SMA Nusantara Kota Jambi, diperoleh informasi bahwa pembelajaran kimia memang sudah tidak sepenuhnya berpusat pada guru lagi, dimana guru kimia di kelas XI IPA umumnya mengajarkan pembelajaran dengan metoda konvensional atau metoda pengajaran langsung (direct intruction), disini guru sudah banyak memberikan tugas-tugas maupun latihan kepada siswanya. Demikian juga dalam mempelajari asam basa, guru kimia yang mengajar di kelas XI IPA setelah menyajikan materi kemudian memberikan latihan. Namun, dalam kegiatan pembelajaran ini siswa masih belum sepenuhnya mengerti dengan materi yang telah diajarkan oleh guru. Selain itu pemahaman konsep siswa masih sangat minim dimana mereka hanya bisa mengetahui tentang sifat larutan asam basa dan tentang indikator asam basa hanya melalui materi yang disampaikan dari guru, tanpa ada pengujian yang kuat yaitu berupa praktikum di laboratorium dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana dalam melakukan praktikum. Hal ini dapat menjadi kendala bagi guru untuk mengembangkan aspek kognitif serta psikomotorik siswa melalui praktikum. Untuk mengatasi masalah kurangnya sarana dan prasarana dalam melakukan praktikum tersebut maka dapat diatasi dengan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran, misalnya program-program simulasi, animasi dan laboratorium virtual yang telah tersedia dapat diunduh melalui akses internet. Salah satu yang paling memungkinkan dengan menggunakan sistem pembelajaran dengan laboratorium virtual. Laboratorium virtual adalah serangkaian alat-alat laboratorium yang berbentuk perangkat lunak (software) komputer berbasis multimedia interaktif, yang dioperasikan dengan komputer dan dapat mensimulasikan kegiatan di laboratorium seakan-akan pengguna berada pada laboratorium sebenarnya. Sehingga siswa dilatih

4 untuk berpikir dan melakukan percobaan secara virtual pada materi sifat larutan asam basa dan indikator asam basa ini serta menanamkan konsep-konsep, disamping itu dengan pembelajaran laboratorium virtual ini, percobaan-percobaan yang dilakukan tidak memerlukan waktu yang lama karena langsung disimulasikan hasilnya sehingga pembelajaran ini dapat menghemat waktu. Namun tidak seperti pada laboratorium nyata,dimana siswa dapat meningkatkan keterampilan psikomotoriknya, misalnya belajar memasang, menggunakan, merakit instrumen praktikum langsung serta mereka dapat melibatkan semua inderanya seperti indera penglihatan, pendengaran, perasaan, penciuman, dan peraba dimana hal ini tidak dapat ditemukan pada laboratorium virtual. Sehingga, yang menjadi pertanyaan apakah penggunaan laboratorium virtual ini akan sebaik dengan penggunaan laboratorium nyata, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa?. Dilihat dari hasil penelitian Artha.(2009) yang mengatakan bahwa hasil belajar kognitif pada lab nyata lebih baik dari pada lab virtual, hal ini berbanding terbalik dengan hasil penelitian Riana.(2011) yang mengatakan bahwa hasil belajar kognitif pada lab virtual lebih baik dari pada lab nyata. Bertolak dari latar belakang tersebut, peneliti ingin melakukan penelitian dengan judul, Perbandingan Hasil Belajar Dengan Menggunakan Laboratorium Nyata dan Laboratorium Virtual Dalam Materi Asam Basa Kelas XI IPA SMA Nusantara Kota Jambi. KAJIAN PUSTAKA A. PENELITAN YANG RELEVAN Hasil penelitian Artha.(2009), dengan judul Pembelajaran IPA dengan Inkuiri Bebas Termodifikasi Menggunakan Lab Nyata dan Lab Virtual Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir dan Gaya Belajar Siswa Pada SMP Negeri 5 Yogyakarta. Didapat hasil, sebagai berikut : Hasil belajar kognitif lebih baik pada media Lab Nyata dari pada Lab Virtual. Namun, pengaruh penggunaan metode pembelajaran inkuiri bebas termodifikasi tidak berpengaruh kepada prestasi kedua kelas lab nyata dan lab virtual. Dari hasil penelitian Riana.(2011), dengan judul Pembelajaran Kimia Dengan Metode Inkuiri Terbimbing Menggunakan Lab Virtual dan Lab Nyata Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada SMA Batik 2 Surakarta Pada Materi Koloid TP. 2009/2010. Didapat hasil : Prestasi belajar siswa yang diajar menggunakan metode inkuiri terbimbing menggunakan lab virtual memiliki prestasi yang lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang diajar dengan metode inkuiri terbimbing menggunakan lab nyata dengan rataan prestasi berturut-turut 73 dan 70. Hasil penelitian Santoso.(2009), dengan judul Pengaruh Penggunaan Lab. Nyata dan Lab. Virtual Pada Pembelajaran Fisika Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Man Karanganyar TP. 2008/2009. Didapat hasil, yaitu : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan melalui eksperimen menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual terhadap prestasi belajar ranah kognitif. Melihat dari hasil penelitian sebelumnya, masalah minat siswa terhadap media pembelajaran laboratorium virtual masih jarang diteliti dan untuk hasil belajar siswa 10

5 masih didapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian ini dimana akan di analisis hasil belajar serta minat siswa melalui metode pembelajaran inkuiri terbimbing memakai laboratorium virtual dan laboratorium nyata. B. Laboratorium Menurut Suyatna.(2009) laboratorium dalam konteks karakteristik penggunaannya terbagi 2 macam, yaitu: 1. Laboratorium Virtual Kelebihan laboratorium virtual ditinjau dari materi pokok asam basa antara lain, yaitu: 1. Dapat mengamati proses asam basa dengan rasa aman, karena pada umumnya larutan asam basa kuat cenderung amat berbahaya bila terkena kulit. 2. Eksperimen dapat dilakukan berulang-ulang, karena ketersedian alat bahan yang berlimpah dan tidak ada kata kehabisan alat bahan. Membutuhkan waktu sedikit untuk bereksperimen sehingga siswa memiliki waktu yang lebih banyak untuk mendiskusikan materi asam basa yang lain. Beberapa kekurangannya antara lain: 1. Siswa tidak dapat melakukan serta mengamati proses eksperimen secara langsung atau nyata. Dimana siswa tidak dapat memegang, melihat instrumen peralatan langsung. 2. Hanya mengandalkan indera visual saja, sehingga membuat minimnya pengalaman langsung siswa akan karakteristik larutan asam basa, baik itu ditinjau dari segi bentuk, warna, bau, suhu dan lain-lain. 3. Keterampilan siswa dalam bereksperimen kurang tereksplor. 4. Tidak semua simulasi yang ada dalam laboratorium virtual sama persis dengan kondisi di dunia nyata. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan software laboratorium virtual dari Universitas Colorado dengan alamat website Dimana pada website ini kita dapat mengunduh aplikasi laboratorium virtual secara free dalam bentuk aplikasi, bukan dijalankan secara online seperti website laboratorium kimia pada umumnya yang cenderung membutuhkan koneksi internet yang baik dan laboratorium virtual ini tidak hanya terbatas pada mata pelajaran kimia saja, namun mata pelajaran lain yang berlandaskan pada percobaan dapat kita temukan laboratorium virtualnya disini. Salah satu kelebihan dari website laboratorium virtual Universitas Colorado ini, kita dapat mengunduh aplikasi laboratorium virtual yang disesuaikan dengan bahasa negara masing-masing, mengingat bahwa masih banyak kemampuan para guru dan pendidik yang minim dalam berbahasa inggris dengan baik dan benar. 2. Laboratorium Nyata Laboratorium sains memungkinkan para pelajar untuk menggunakan informasi, untuk membangun konsep umum, untuk menentukan masalah baru, untuk menjelaskan sebuah observasi atau ketidaksesuaian pada alam atau untuk membuat keputusan (kesimpulan). Istilah laboratorium nyata digunakan untuk laboratorium yang sebenarnya yaitu suatu laboratorium yang semua alat bahan yang digunakan untuk keperluan kegiatan

6 praktikum adalah benar-benar nyata (bisa dipegang dan dilihat). Dalam kegiatan praktikum siswa akan mengalami diantaranya: 1. Pengenalan Alat Laboratorium nyata dengan pengenalannya dapat ditunjukkan langsung, atau siswa dapat memegang instrumen secara langsung. 2. Pengamatan Dengan penerapan laboratorium nyata, siswa dapat memusatkan perhatiannya terhadap sesuatu objek dengan menggunakan indera terhadap alat riil yang dihadapinya melalui penglihatan. 3. Percobaan Siswa dalam percobaan dituntun dengan petunjuk praktikum yang sudah disiapkan sehingga setelah mendapatkan data siswa mencatatnya. Laboratorium nyata yang diterapkan pada materi asam basa ini memiliki kelebihan antara lain: 1. Melibatkan siswa secara langsung. Siswa dapat melihat, melakukan, dan mengamati secara langsung proses eksperimen di laboratorium. a. Bahan-bahan yang digunakan dalam eksperimen asam basa merupakan bahanbahan yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. b. Memberikan pengetahuan atau modal dasar bagi siswa dalam penerapan konsep asam basa. Dimana siswa dapat mengetahui apa saja bentuk asam basa dalam kehidupan sehari-hari dan siswa mengetahui dampak positif dan negatif dari asam basa dan bagaimana cara mengatasinya. c. Meningkatkan keterampilan yang nantinya digunakan dalam masyarakat. Adapun kekurangan laboratorium nyata antara lain yaitu: 1. Tidak dapat mengamati proses materi yang bersifat abstrak. 2. Eksperimen dilakukan secara terbatas karena keterbatasan alat dan bahan. 3. Beberapa percobaan terkadang membutuhkan waktu yang relatif lama dan proses pengerjaan yang rumit. 4. Data yang didapat terkadang dapat berubah-ubah tergantung faktor lainnya baik internal dan eksternal. Seperti skill atau kemampuan awal praktikan yang berbedabeda ataupun faktor dari lingkungan. D. Kerangka Berpikir Dilihat dari aspek kognitif, diduga hasil belajar siswa yang diajar menggunakan laboratorium nyata lebih baik daripada hasil belajar siswa yang diajar menggunakan laboratorium virtual karena pada penggunaan media lab nyata digunakan bahanbahan nyata untuk melakukan eksperimen. Dimana siswa dapat melihat percobaan secara langsung, mengamati prosesnya secara langsung dan menyimpulkan hasilnya. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Artha.(2009), dimana hasil belajar siswa pada media lab nyata lebih tinggi dari pada lab virtual. Hal ini pun diperkuat oleh kerucut pengalaman Edgar Dale yang mengatakan hasil belajar seseorang atau siswa itu paling besar pada tingkat bermain peran, bersimulasi, melakukan hal nyata (90%). Namun hasil belajar untuk kelas laboratorium virtual bisa saja lebih baik dibandingkan dengan lab nyata. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan Riana.2011 dimana hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan lab virtual

7 memiliki prestasi yang lebih baik daripada prestasi belajar siswa yang diajar dengan menggunakan lab nyata. Hal ini diduga karena pada lab virtual lebih memberikan rasa aman, rendahnya resiko bahaya selama praktikum, ketersediaan alat dan bahan yang tak pernah habis/rusak, serta kemudahan dan efesiensi waktu pelaksanaan praktikum sehingga percobaan dapat dilakukan berulang-ulang. E. Hipotesis Penelitian Hipotesis penelitian ini digunakan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Hipotesis dalam peneltian ini adalah terdapat perbedaan hasil belajar siswa dimana yang menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual. METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Rancangan Penelitian Rancangan dalam penelitian ini adalah bentuk Non-Equivalent Control Group Post-test Only Design yaitu dimana tidak ada pre-test untuk kedua kelas eksperimen, namun saat setelah perlakuan pembelajaran selesai akan diadakan postest. 3.1 Desain Penelitian Kelompok Perlakuan Post-test E 1 X 1 T 1 E 2 X 2 T 2 Keterangan : E 1 : Kelompok eksperimen 1. E 2 : Kelompok eksperimen 2. X 1 : Perlakuan yang akan diberikan pada kelas eksperimen 1 yaitu dengan menggunakan media laboratorium nyata. X 2 : Perlakuan yang akan diberikan pada kelas eksperimen 2 yaitu dengan menggunakan media laboratorium virtual. T 1 T 2 : Hasil tes akhir yang akan diberikan pada kelompok eksperimen 1 dan 2. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN kelas eksperimen 1 yang memakai lab nyata pada saat praktikum memiliki nilai ratarata yang Tinggi yaitu sebesar 71,67. kelas eksperimen 2 yang memakai lab virtual pada saat praktikum memiliki nilai ratarata yang Sangat Tinggi yaitu 80,50. Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh memiliki distribusi normal atau tidak. Perhitungan statistik kedua kelas yang terdiri dari mean (rata-rata), median, standar deviasi dan lain-lain ini dihitung menggunakan software SPSS Statistic-22 dan hasilnya, yaitu: Data uji normalitas ini dihitung menggunakan software SPSS Statistic-22 dan hasilnya, yaitu: Tabel 4.4 Uji Normalitas Kelas Lab Nyata Dan Lab Virtual Kolmogorov-Smirnov a Shapiro-Wilk Statistic df Sig. Statistic df Sig. Nyata,154 30,068,950 30,172 Virtual,144 30,112,945 30,126 a. Lilliefors Significance Correction

8 Dari table 4.4, menunjukkan uji normalitas data laboratorium nyata dan laboratorium virtual yang dihitung berdasarkan pada uji Kolmogorov-Smirnov dan Shapiro-Wilk. Disini peneliti memilih pada uji Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis yang diuji adalah: H o : Sampel berasal dari populasi berdistribusi normal H 1 : Sampel tidak berasal dari populasi berdistribusi normal Dengan demikian, normalitas dipenuhi jika hasil uji tidak signifikan untuk suatu taraf signifikasi (α) tertentu. Sebaliknya, jika hasil uji signifikasikan hasil uji normalitas adalah dengan memperhatikan bilangan pada kolom signifikansi (Sig.). Pada hasil di atas diperoleh taraf signifikansi dan untuk kelompok lab nyata adalah 0,068 dan untuk lab virtual adalah 0,112, taraf yang diperoleh > α atau > 0,05 maka sampel berasal dari populasi yang berdistribusi normal pada taraf kepercayaan 95%. Uji Homogenitas Uji homogenitas digunakan untuk melihat apakah data yang diperoleh memiliki varian yang homogen atau tidak. Tabel 4.5 Data Uji Homogenitas ke Dua Kelas Levene Statistic df 1 df 2 Sig. Gab Based on Mean 2, ,142 Based on Median 1, ,211 Based on Median and with adjusted df 1, ,335,211 Based on trimmed mean 2, ,156 Interpretasi dilakukan dengan memilih salah satu statistik, yaitu statistik yang didasarkan pada rata-rata (Based on Mean). Hipotesis yang diuji ialah : H 0 : variansi pada tiap kelompok sama (homogen) H 1 : variansi pada tiap kelompok tidak sama (tidak homogen) Dengan demikian, kehomogenan terpenuhi jika hasil uji tidak signifikan untuk suatu taraf signifikansi (α) tertentu. Sebaliknya, jika hasil uji signifikan bilangan yang menunjukkan taraf signifikansi yang diperoleh. Dari tabel diperoleh signifikansi sebesar 0,142 yang lebih besar dari α = 0,05. Dapat disimpulkan data penelitian di atas homogen. Uji-t Dari hasil uji normalitas dan uji homogenitas dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar siswa dari kelompok lab nyata dan kelompok lab virtual berdistribusi normal dan memiliki variansi yang sama (homogen), sehingga memenuhi syarat untuk dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t. Tabel. 4.7 Hasil Uji-t t hitung t tabel t hitung > t tabel Ket 3,411 2,002 (3,411 > 1,672) H 1 terima Dari tabel 4.7 terlihat harga t hitung = 3,411, sedangkan dari tabel distribusi t didapat t tabel = 1,672 dengan derajat kebebasan 58. Karena nilai t hitung > t tabel (3,441 > 1,672). Maka H 0 ditolak dan H 1 diterima dengan kata lain μ 1 > μ 2. Berarti hipotesis yang berbunyi terdapat perbedaan hasil belajar siswa dimana yang menggunakan laboratorium virtual lebih baik dari pada laboratorium nyata terpenuhi. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara pembelajaran dengan menggunakan

9 laboratorium nyata dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar pada materi asam basa di kelas XI IPA SMA Nusantara Kota Jambi. PEMBAHASAN Penggunaan lab nyata dan lab virtual memberikan dampak berbeda terhadap hasil belajar. Hasil analisis menunjukkan dimana terlihat harga t hitung = 3,411, sedangkan dari tabel distribusi t didapat t tabel = 1,672 dengan derajat kebebasan 58. Karena nilai t hitung > t tabel (3,441 > 1,672). Maka H 0 ditolak dan H 1 diterima dengan kata lain μ 1 > μ 2 bahwa lab virtual memberikan hasil belajar yang lebih baik dibandingkan lab nyata. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari beberapa hasil analisis, yaitu : Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh selama penelitian, kelas eksperimen 1 yaitu kelas lab nyata memiliki nilai rata-rata nilai posttest sedangkan nilai rata-rata nilai kelas eksperimen 2 yaitu kelas lab nyata adalah 80,50. Hal ini menunjukkan bahwa media laboratorium virtual memberikan nilai rata-rata hasil belajar yang lebih tinggi dari pada laboratorium nyata. Seluruh siswa pada kelas eksperimen, baik pada kelas lab nyata dan lab virtual masih ditemukan siswa yang belum tuntas pada pembelajaran kimia, pada kelas lab nyata ditemukan 14 orang siswa dan pada kelas lab virtual ditemukan 4 orang siswa yang masih belum tuntas (SKM = 72). Pada pembelajaran dengan menggunakan lab nyata sebenarnya juga memudahkan siswa dalam memahami konsep yang sedang dipelajari dibandingkan dengan tanpa bantuan media alat laboratorium. Namun pada pelaksanaan pembelajaran banyak ditemukan hambatan atau kendala-kendala, diantaranya siswa masih dihantui perasaaan takut berbuat salah dalam memegang alat-alat laboratorium atau mencampurkan bahan-bahan kimia yang mengakibatkan meledak atau terbakar selain itu ada beberapa percobaan yang tidak bisa diulangi karena ketersediaan alat dan bahan yang jumlahnya sangat terbatas. Hal ini terbukti disaat pelaksanaan praktikum di kelas lab nyata ada salah seorang siswa yang tanpa sengaja menumpahkan larutan asam kuat ke dalam wadah larutan lain. Hal ini kemungkinan disebabkan pertama kurangnya kehati-hatian dan kurang waspada pada diri siswa dan dikarenakan aktivitas pelaksanaan praktikum pada pembelajaran kimia bisa dibilang amat sangat jarang dilakukan sehingga menyebabkan grogi, nervous, gugup dan emosi tak terkontrol sehingga menyebabkan perubahan tingkah laku yang tak sesuai. Beberapa kelemahan itulah yang menghambat proses penemuan konsep atau prinsip atau fakta yang sedang dipelajari sehingga membuat hasil belajar yang lebih rendah dibandingkan dengan kelas lab virtual. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian dari Basir (2009) dan Riana (2011) bahwa siswa yang diajar dengan menggunakan lab virtual memperoleh prestasi yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan lab nyata. Penggunaan lab virtual akan membantu siswa dalam memecahkan masalah dengan lebih praktis, tanpa harus khawatir adanya kesalahan-kesalahan dalam mencampurkan bahan. Dalam lab virtual, siswa hanya perlu mengoperasikan komputer dan melakukan sesuai prosedur percobaan sehingga tidak harus menuntut siswa memiliki gaya belajar kinestetik. Sedangkan pada lab nyata siswa perlu melakukan praktikum sehingga diperlukan keahlian dalam melakukan praktikum dan dituntut memiliki skill awal yang lebih tinggi. Selain itu penggunaan lab virtual dapat

10 menarik perhatian siswa, siswa akan lebih senang dan aktif dalam menerima materi pelajaran, sehingga tidak menuntut aktivitas yang lebih tinggi dari siswa, karena aktivitas belajar bisa muncul bila ada sesuatu hal-hal yang dianggap menarik bagi siswa apalagi media yang digunakan jarang diketahui oleh siswa. Sedangkan pada lab nyata siswa dituntut untuk mempunyai modal pengetahuan awal tentang praktikum seperti mengetahui nama-nama bahan dan alat-alat yang akan digunakan dan kerja laboratorium yang harus ekstra hati-hati sehingga siswa harus memiliki keaktifan serta skill atau kemampuan yang tinggi baik sendiri maupun bersama kelompoknya PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah diuraikan pada pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan laboratorium nyata diperoleh rata-rata 71,67 dan pada kelas yang menggunakan laboratorium virtual diperoleh 80,50. Dimana, pada uji hipotesis terlihat harga t hitung = 3,411, sedangkan dari tabel distribusi t didapat t tabel = 1,672 dengan derajat kebebasan 58 dan α = 0,05. Karena nilai t hitung > t tabel (3,441 > 1,672). Maka H 0 ditolak dan H 1 diterima dengan kata lain μ 1 > μ 2, sehingga hipotesis yang berbunyi terdapat perbedaan hasil belajar siswa dimana yang menggunakan laboratorium virtual lebih baik dari pada laboratorium nyata terpenuhi. Sehingga dapat disimpulkan terdapat perbedaan antara pembelajaran dengan menggunakan laboratorium nyata dan laboratorium virtual terhadap hasil belajar pada materi asam basa di kelas XI IPA SMA Nusantara Kota Jambi. B.SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan yang diperoleh, penulis menyarankan hal-hal sebagai berikut: 1. Guru kimia diharapkan dapat menggunakan laboratorium virtual pada materimateri kimia lainnya. 2. Penelitian ini dapat digunakan sebagai titik awal bagi peneliti lain yang ingin meneliti lebih lanjut berkaitan dengan masalah dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Arsyad Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo Persada Artha, A Pembelajaran IPA dengan Inkuiri Bebas Termodifikasi Menggunakan Lab Nyata dan Lab Virtual Ditinjau Dari Kemampuan Berpikir dan Gaya Belajar Siswa Pada SMP Negeri 5 Yogyakarta. Surakarta : Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta Djamarah, Z Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta Hamid Dimensi-dimensi Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial. Jakarta : CV. Alfabeta diakses tanggal 21 Oktober 2013 Kean, E Panduan Belajar Kimia Dasar.e-book Munthe, B Desain Pembelajaran. Yogyakarta : PT Pustaka Insan Madani Riana Pembelajaran Kimia Dengan Metode Inkuiri Terbimbing Antara Penggunaan Lab Virtual dan Lab Nyata Ditinjau Dari Gaya Belajar Dan Aktivitas Belajar Siswa Pada SMA Batik 2 Surakarta Pada Materi Koloid TP. 2009/2010. Surakarta : Universitas Sebelas Maret

PENGARUH PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN ASAM BASA KELAS XI MIA MAN MODEL KOTA JAMBI

PENGARUH PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN ASAM BASA KELAS XI MIA MAN MODEL KOTA JAMBI PENGARUH PENERAPAN LABORATORIUM VIRTUAL TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LARUTAN ASAM BASA KELAS XI MIA MAN MODEL KOTA JAMBI ARTIKEL ILMIAH OLEH: EKA MUHARYANI SIREGAR RSA1C112008 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

PENGARUH MEDIA LABORATORIUM VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMAN 8 MUARO JAMBI KARYA ILMIAH

PENGARUH MEDIA LABORATORIUM VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMAN 8 MUARO JAMBI KARYA ILMIAH PENGARUH MEDIA LABORATORIUM VIRTUAL DALAM PEMBELAJARAN LARUTAN PENYANGGA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPA SMAN 8 MUARO JAMBI KARYA ILMIAH OLEH SRI UMI RAHAYU NIM A1C110017 FAKULTAS KEGURUAN DAN

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: Oleh : SRI MARYANI. Oleh : SURYATI A

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: Oleh : SRI MARYANI. Oleh : SURYATI A ANALISIS PRESTASI BELAJAR PADA PEMBELAJARAN PAIR CHECK DENGAN THE POWER OF TWO MENGGUNAKAN MEDIA RELIA SERTA PENATAAN KELAS BERBENTUK MEJA KONFERENSI PADA SISWA KELAS VII SMP N1 KARANGPANDAN KARANGANYAR

Lebih terperinci

Mukti Herdiana, Eko Setyadi Kurniawan, Ashari

Mukti Herdiana, Eko Setyadi Kurniawan, Ashari PENGARUH SIMULASI PHYSICS EDUCATION OF TECHNOLOGY (PhET) TERHADAP KEAKTIFAN SISWA DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH KUTOARJO TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Mukti Herdiana, Eko Setyadi Kurniawan,

Lebih terperinci

Penerapan Metode Resitasi dengan Teknik Motivasi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 1 Getasan.

Penerapan Metode Resitasi dengan Teknik Motivasi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 1 Getasan. Penerapan Metode Resitasi dengan Teknik Motivasi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas X SMA N 1 Getasan. Sulasmini Sutriyono Inawati Budiono Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas

Lebih terperinci

Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet, Herliani Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman Samarinda

Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet, Herliani Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Mulawarman Samarinda PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) TERHADAP HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SAMARINDA TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Furry Aprianingsih, Elsje Theodore Maasawet,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini diuraikan mengenai metodologi penelitian yang digunakan, meliputi lokasi dan subjek penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, prosedur

Lebih terperinci

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS Surakarta 2 Dosen Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS Surakarta

Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS Surakarta 2 Dosen Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS Surakarta Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 4 No. 3 Tahun 2015 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret Hal. 19-24 ISSN 2337-9995 http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia PEMBELAJARAN METODE

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Masalah pendidikan merupakan masalah kompleks yang didalam pelaksanaannya menyangkut berbagai unsur pendukung yang saling berkaitan, guna mendukung usaha

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Salatiga yang beralamat Jalan Stadion Nomor 4. Pada penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah

Lebih terperinci

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL 122 Jurnal Ilmiah Mahasiswa (JIM) Pendidikan Fisika. Vol. 2 No.1 Januari 2017, 122-127 PERBANDINGAN HASIL BELAJAR FISIKA DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM NYATA DAN LABORATORIUM VIRTUAL Abdul Quddus, Tarmizi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi 30 BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Penelitian ini termasuk Penelitian Kuantitatif dengan metode quasi experiment. Desain ini akan mengukur pengaruh metode simulasi pada materi sistem

Lebih terperinci

KOMPARASI PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI DENGAN MEDIA SLIDE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 15 BANJARMASIN

KOMPARASI PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI DENGAN MEDIA SLIDE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 15 BANJARMASIN KOMPARASI PENGGUNAAN MEDIA ANIMASI DENGAN MEDIA SLIDE TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 15 BANJARMASIN Husnul Hatimah, Zainuddin, Andi Ichsan Mahardika Program Studi Pendidikan Fisika

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian dengan pendekatan saintifik berbasis Problem Based

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian dengan pendekatan saintifik berbasis Problem Based BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian Penelitian dengan pendekatan saintifik berbasis Problem Based Learning dilaksanakan pada tanggal 3 Januari 2016 sampai

Lebih terperinci

Jurnal Titian Ilmu Vol. IX, No. 1, 2015

Jurnal Titian Ilmu Vol. IX, No. 1, 2015 PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL INKUIRI TERBIMBING DAN MODEL INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI PEMBELAJARAN FISIKA KELAS X SMA NEGERI 1 BELITANG Arini Rosa Sinensis Dosen Pendidikan Fisika

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Data Penelitian ini dilaksanakan pada siswa XI IPS 2 dan XI IPS 3 SMA Negeri I Pabelan semester 1. SMA Negeri I Pabelan merupakan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200

III. METODE PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200 6 III. METODE PENELITIAN A. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 00 siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK Diponegoro Salatiga yang terletak di jalan Kartini No 2 Salatiga. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X Akuntansi

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi

NASKAH PUBLIKASI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Biologi ANALISIS HASIL BELAJAR BIOLOGI PADA PEMBELAJARAN QUIZ TEAM DENGAN INFORMATION SEARCH MENGGUNAKAN MEDIA VISUAL SERTA PENATAAN KELAS BERBENTUK U PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SAWIT BOYOLALI TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

PENGARUHMODEL PEMBELAJARANINQUIRY TRAINING TERHADAPHASILBELAJARSISWA PADAMATERI POKOK ELASTISITAS KELAS XI SEMESTER I DI MAN 1 MEDAN T.

PENGARUHMODEL PEMBELAJARANINQUIRY TRAINING TERHADAPHASILBELAJARSISWA PADAMATERI POKOK ELASTISITAS KELAS XI SEMESTER I DI MAN 1 MEDAN T. Vol., No., Mei PENGARUHMODEL PEMBELAJARANINQUIRY TRAINING TERHADAPHASILBELAJARSISWA PADAMATERI POKOK ELASTISITAS KELAS XI SEMESTER I DI MAN MEDAN T.P 3/ Fitriani dan Alkhafi Maas Siregar Program Studi

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN ISSN 5-73X PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY TRAINING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK USAHA DAN ENERGI KELAS VIII MTS N-3 MEDAN Ratni Sirait Jurusan Pendidikan Fisika Program Pascasarjana

Lebih terperinci

Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi 2)3)

Mahasiswa S1 Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jambi 2)3) Perbandingan Hasil Belajar Kognitif Siswa Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Adobe Flash Buatan Mahasiswa Pendidikan Fisiska Universitas Jambi dan Buatan PUSTEKKOM Pada Materi Suhu dan Kalor di SMA

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI BERMEDIA LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUAL KELAS XI POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN KIMIA DENGAN INKUIRI BEBAS TERMODIFIKASI BERMEDIA LABORATORIUM RIIL DAN VIRTUAL KELAS XI POKOK BAHASAN SISTEM KOLOID Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 5 No. 1 Tahun 01 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret Hal. 71-77 ISSN 337-9995 http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/kimia IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

Bonitalia, Hendrik Arung Lamba dan Sahrul Saehana

Bonitalia, Hendrik Arung Lamba dan Sahrul Saehana PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA POWERPOINT DENGAN PENDEKATAN METAKOGNITIF BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA 4 SMAN PALU Bonitalia, Hendrik Arung Lamba dan Sahrul Saehana e-mail:

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah 31 III. METODE PENELITIAN A. Metode dan Desain Penelitian 1. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Menurut Sugiyono dalam bukunya (2010: 107)

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATERI PENGUATAN LOGAM PADA MATA KULIAH MATERIAL TEKNIK

PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATERI PENGUATAN LOGAM PADA MATA KULIAH MATERIAL TEKNIK 38 PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA ANIMASI TERHADAP PENINGKATAN PENGUASAAN KONSEP MATERI PENGUATAN LOGAM PADA MATA KULIAH MATERIAL TEKNIK Darul Quthni 1, Ariyano 2, Yayat 3 Departemen Pendidikan Teknik

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Perintis 1

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Perintis 1 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Penentuan Populasi dan Sampel Penelitian. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Perintis Bandar Lampung tahun ajaran 0/03 yang berjumlah

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 7 MALANG UNIVERSITAS NEGERI MALANG

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 7 MALANG UNIVERSITAS NEGERI MALANG 1 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS FISIKA SISWA KELAS X DI SMA NEGERI 7 MALANG UNIVERSITAS NEGERI MALANG Enjang Mei Nandari 1, Agus Suyudi 2, Parno 3 1 Mahasiswa

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING DISERTAI MEDIA GAMBAR TERHADAP KOGNITIF SISWA KELAS VII MTs BAHRUL ULUM TAHUN PEMBELAJARAN 2014/2015 Hesti Fitriani 1), Nurul Afifah 2) dan Eti Meirina Brahmana 3) 1 Fakultas

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. ditumbuhkan dalam diri siswa SMA sesuai dengan taraf perkembangannya.

I. PENDAHULUAN. ditumbuhkan dalam diri siswa SMA sesuai dengan taraf perkembangannya. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Ilmu kimia merupakan bagian dari IPA yang mempelajari struktur, susunan, sifat, dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan materi. Ilmu kimia disusun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang diberlakukan berdasarkan Permendiknas 22, 23, 24 Tahun 2006 dan Permendiknas No 6 Tahun 2007 menerapkan sistem

Lebih terperinci

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK

*keperluan Korespondensi, HP: , ABSTRAK Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 1 No. 1 Tahun 2012 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) DAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Lokasi, Populasi, dan Waktu Penelitian

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Deskripsi Lokasi, Populasi, dan Waktu Penelitian BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi Lokasi, Populasi, dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan selama 16 kali pertemuan setiap hari selasa, kamis, dan sabtu, mulai

Lebih terperinci

Gilang Purnama 1, Dedi Rohendi 2, Purnawan 3

Gilang Purnama 1, Dedi Rohendi 2, Purnawan 3 218 PENERAPAN INTEGRATED COURSE WARE KATUP PNEUMATIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATA KULIAH PNEUMATIK DAN HIDROLIK D3 TEKNIK MESIN UPI Gilang Purnama 1, Dedi Rohendi 2, Purnawan 3

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HUKUM-HUKUM NEWTON

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HUKUM-HUKUM NEWTON PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW BERBASIS MACROMEDIA FLASH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HUKUM-HUKUM NEWTON Destriana Pohan dan Pintor Simamora Jurusan Fisika FMIPA Universitas

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Bandar 22 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Bandar lampung tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 118 siswa dan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah-langkah atau cara-cara yang akan dilakukan oleh peneliti. Metode penelitian ini lebih sebagai suatu pertanggung jawaban cara-cara atau langkah-langkah

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1. Hasil Penelitian 4.1.1. Gambaran Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP N I BERGAS yang beralamat di Karangjati, Kec. Bergas, Kab. Semarang. Populasi

Lebih terperinci

Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah ISSN Volume 2 Nomor 2, November 2015

Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Jawa Tengah ISSN Volume 2 Nomor 2, November 2015 ISSN 2442-6350 Volume 2 Nomor 2, November 2015 PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS MASALAH ( PROBLEM BASED LEARNING ) DENGAN MENGGUNAKAN LABORATORIUM REAL DAN VIRTUAL DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI

Lebih terperinci

Muhamad Soeleman Universitas Suryakancana Cianjur

Muhamad Soeleman Universitas Suryakancana Cianjur Penerapan Model Student Team Achievement Divisions (STAD) Berbahan Ajar Geogebra untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Mahasiswa Mata Pelajaran Kalkulus II Muhamad Soeleman Universitas Suryakancana

Lebih terperinci

Pengaruh Model Direct Instruction Berbantuan Simulasi Virtual Terhadap Penguasaan Konsep Siswa

Pengaruh Model Direct Instruction Berbantuan Simulasi Virtual Terhadap Penguasaan Konsep Siswa Pengaruh Model Direct Instruction Berbantuan Simulasi Virtual Terhadap Penguasaan Konsep Siswa 1 Baiq Ida Arianti, 2 Hairunnisyah Sahidu, 2 Ahmad Harjono, 2 Gunawan 1,2 Program Studi Pendidikan Fisika

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi/ Sampel, dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Cimahi, yang beralamat di Jl. Kamarung No. 69 Km 1,5 Cimahi Utara,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN digilib.uns.ac.id BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian telah dilaksanakan di SMA Negeri Karangpandan kelas X tahun pelajaran 2012/2013 yang beralamat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen dan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dari bulan Februari sampai bulan April. Mulai dari tahap persiapan, observasi, eksperimen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 43 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian adalah suatu cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu. Penelitian yang mengangkat judul Efektivitas Media Simulasi

Lebih terperinci

Ragil Kurnianingsih 1, Srini M. Iskandar 1, dan Dermawan Afandy 1 Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang

Ragil Kurnianingsih 1, Srini M. Iskandar 1, dan Dermawan Afandy 1 Jurusan Kimia, FMIPA, Universitas Negeri Malang PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN PEMAHAMAN KONSEP MATERI HIDROLISIS GARAM SISWA MA NEGERI 2 MALANG PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING Ragil Kurnianingsih 1, Srini M. Iskandar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Pada bagian pendahuluan ini, diuraikan mengenai latar belakang penelitian, identifikasi dan rumusan masalah penelitian, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan struktur

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai proses belajar mengajar bertujuan untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada pada diri siswa secara optimal. Pendidikan merupakan sesuatu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitiannya (Arikunto, 2006: 160). Metode yang digunakan pada penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan penting dalam pembangunan bangsa karena pendidikan sebagai akar pembangunan bangsa dan salah satu aset masa depan yang menentukan

Lebih terperinci

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN MEDIA PRESENTASI

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN MEDIA PRESENTASI 0 PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA YANG MENGGUNAKAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN MEDIA PRESENTASI Andi Setiawan 1, Yarmaidi 2, Irma Lusi Nugraheni 3 ABSTRACT This study aimed to: (1) investigate

Lebih terperinci

27 e-jurnal Mitra Sains, Volume 5 Nomor 1, Januari 2017 hlm ISSN

27 e-jurnal Mitra Sains, Volume 5 Nomor 1, Januari 2017 hlm ISSN PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN MODIFIED FREE INQUIRY (MFI) BERBASIS LABORATORIUM RIIL DENGAN VIRTUAL PADA POKOK BAHASAN LAJU REAKSI TERHADAP HASIL BELAJAR KIMIA SISWA SMAN 1 PASANGKAYU Eska Perdanawati Kahar

Lebih terperinci

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII SMP NEGERI 12 BINJAI

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII SMP NEGERI 12 BINJAI ISSN 5-73X PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PETA PIKIRAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK GETARAN DAN GELOMBANG DI KELAS VIII SMP NEGERI BINJAI Benni Aziz Jurusan Pendidikan Fisika Universitas

Lebih terperinci

Dewi Septeryana Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta

Dewi Septeryana Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta PERBEDAAN PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF DAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS WEB TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN KELAS XI SEMESTER 2 THE DIFFERENCE

Lebih terperinci

Mahasiswa Prodi Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, Universitas Sebelas Maret, Surakarta 2

Mahasiswa Prodi Kimia, Jurusan PMIPA, FKIP, Universitas Sebelas Maret, Surakarta 2 Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 2 No. 3 Tahun 203 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com STUDI KOMPARASI PENGGUNAAN METODE PBL (PROBLEM BASED

Lebih terperinci

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN 2013/2014

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN 2013/2014 PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN DAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 7 SURAKARTA TAHUN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. matematika dengan pendekatan saintifik melalui model kooperatif tipe NHT

BAB III METODE PENELITIAN. matematika dengan pendekatan saintifik melalui model kooperatif tipe NHT BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran matematika dengan pendekatan saintifik melalui model kooperatif tipe NHT ditinjau dari

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hal

III. METODE PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hal III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui perbandingan keterampilan proses

Lebih terperinci

ARTIKEL. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

ARTIKEL. Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.) Pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENGARUH PENGGUNAAN METODE EXAMPLE NON EXAMPLE DIDUKUNG MEDIA VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI SEJARAH UANG PADA SISWA KELAS III TAHUN AJARAN 2014/2015 ARTIKEL Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN (BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL) DAN MINAT BELAJAR TEHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF KIMIA

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN (BERBANTUAN LABORATORIUM VIRTUAL) DAN MINAT BELAJAR TEHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF KIMIA PENGARUH MODEL PEMELAJARAN (ERANTUAN LORATORIUM VIRTUAL) DAN MINAT ELAJAR TEHADAP KEMAMPUAN ERPIKIR KREATIF KIMIA Anik Pujiati 1, Nurhayati 1 Jurusan Pendidikan Matematika FTMIPA Universitas Indraprasta

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan. pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi,

I. PENDAHULUAN. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan. pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fisika adalah ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penemuan dan pemahaman mendasar hukum-hukum yang menggerakkan materi, energi, ruang dan waktu. Dalam belajar fisika

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tests of Normality

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Tests of Normality BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Peningkatan Literasi Sains Peserta Didik Untuk mendapatkan data peningkatan literasi sains digunakan nilai hasil pretest dan posttest dari

Lebih terperinci

EFEKTIVITAS LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) MODEL 5E UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA. Abstrak

EFEKTIVITAS LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) MODEL 5E UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA. Abstrak EFEKTIVITAS LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) MODEL 5E UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA Muhamad Zikrullah 1, Wildan 2, dan Yayuk Andayani 3 1 Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas

Lebih terperinci

Fian Totiana*, Elfi Susanti VH 2, Tri Redjeki 2. Dosen Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia

Fian Totiana*, Elfi Susanti VH 2, Tri Redjeki 2. Dosen Pendidikan Kimia PMIPA, FKIP, UNS Surakarta, Indonesia Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 1 No. 1 Tahun 2012 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2013. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Islam YLPI Pekanbaru yang beralamat di Jalan Prof. Mhd.

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION

PERBEDAAN PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PERBEDAAN PENGGUNAAN STRATEGI PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DENGAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI MATERI SISTEM PERNAFASAN SISWAKELAS XI SMA NEGERI 1 GEYER

Lebih terperinci

12 Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash 8 Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Kelas VII SMPN 18 Makassar Studi pada Materi Pokok Asam, Basa dan Garam Influence

Lebih terperinci

Keperluan korespondensi, HP: ,

Keperluan korespondensi, HP: , Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 1 Tahun 21 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Eksperimental, yang bertujuan untuk meneliti pengaruh dari suatu perlakuan tertentu terhadap gejala suatu kelompok

Lebih terperinci

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 5 No. 2 ISSN

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako (JPFT) Vol. 5 No. 2 ISSN Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Berbantuan Alat Praktikum Sederhana Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 16 Palu Delpina Nggolaon, I Wayan Darmadi, dan Muhammad

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi. Quasi

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi. Quasi BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen kuasi. Quasi experiment atau eksperimen semu merupakan pengembangan dari true experimental design.

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Subyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V semester II SDN Dukuh 02 Kota Salatiga berjumlah 34 dan SDN Dukuh 05 Kota Salatiga

Lebih terperinci

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA

BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA BAB IV DESKRIPSI DAN ANALISIS DATA A. Deskripsi Data Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian eksperimen dengan menggunakan Posttest-only control group design,

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4

III. METODOLOGI PENELITIAN. siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4 23 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA yang berjumlah 200 siswa dan tersebar dalam lima kelas yaitu XI IPA 1, XI IPA

Lebih terperinci

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bandar

III. METODOLOGI PENELITIAN. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bandar 19 III. METODOLOGI PENELITIAN A. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas XI IPA SMA Negeri 7 Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 200 siswa dan

Lebih terperinci

Mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS 2 Dosen Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS

Mahasiswa S1 Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS 2 Dosen Prodi Pendidikan Kimia, FKIP, UNS Jurnal Pendidikan Kimia, Vol. 2 No. 1 Tahun 2013 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret 21-28 KOMPARASI MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MENGGUNAKAN MEDIA LABORATORIUM DAN

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian Hasil penelitian dan pembahasan pada bab ini adalah hasil studi lapangan untuk memperoleh data dengan teknik tes setelah dilakukan suatu

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA ANIMASI PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR MEMPERBAIKI SISTEM STARTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMK

PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA ANIMASI PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR MEMPERBAIKI SISTEM STARTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMK 183 PENGARUH PENGGUNAAN MULTIMEDIA ANIMASI PADA PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR MEMPERBAIKI SISTEM STARTER TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA SMK Hery Maksudi 1, Ono Wiharna 2, Dedi Rohendi 3 Departemen

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Lokasi Penelitian 3.1.1. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu dengan membandingkan antara kelas eksperimen yaitu menggunakan

Lebih terperinci

*keperluan korespondensi, tel/fax : ,

*keperluan korespondensi, tel/fax : , Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 4 Tahun 2014 Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Sebelas Maret ISSN 2337-9995 jpk.pkimiauns@ymail.com STUDI KOMPARASI MEDIA VIRTUAL DAN RIIL PADA PEMBELAJARAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelajaran kimia yang baik adalah pembelajaran kimia yang dapat memberikan makna bagi siswa. Hal ini dapat dilihat dari proses pembelajarannya guru dapat mengaitkan

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMAN 02 BATU

PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMAN 02 BATU PENGARUH MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X SMAN 02 BATU Debora Febbivoyna (1), Sumarjono (2), Bambang Tahan Sungkowo (3) Jurusan Fisika, FMIPA, Universitas Negeri

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptifkomparatif

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptifkomparatif BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Rancangan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelitian diskriptifkomparatif yaitu: penelitian eksperimen semu (Quasi experiment). Penelitian eksperimen

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI DISUSUN OLEH : RIZA ARFIAN NURFENI A

NASKAH PUBLIKASI DISUSUN OLEH : RIZA ARFIAN NURFENI A PERBEDAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN PROBLEM POSING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 COLOMADU KARANGANYAR TAHUN AJARAN 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI DISUSUN

Lebih terperinci

Pengaruh Penggunaan WhatsApp Messenger Sebagai Mobile Learning Terintegrasi Metode Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis

Pengaruh Penggunaan WhatsApp Messenger Sebagai Mobile Learning Terintegrasi Metode Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Pengaruh Penggunaan WhatsApp Messenger Sebagai Mobile Learning Terintegrasi Metode Group Investigation Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Sulistyaning Kartikawati, Hendrik Pratama Universitas PGRI Madiun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi eksperimental adalah desain penelitian yang mempunyai kelompok kontrol tetapi

Lebih terperinci

Pengaruh Pembelajaran Problem Posing Berbasis Aktivitas Menggunakan Kartu Pertanyaan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Palu

Pengaruh Pembelajaran Problem Posing Berbasis Aktivitas Menggunakan Kartu Pertanyaan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Palu Pengaruh Pembelajaran Problem Posing Berbasis Aktivitas Menggunakan Kartu Pertanyaan Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 8 Palu Sri Ayu Anugrah, Yusuf Kendek dan Amiruddin Kade email : ayuanugrah@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Eksperimental atau eksperimen semu. Menurut Sugiyono (2013: 77) jenis

BAB III METODE PENELITIAN. Eksperimental atau eksperimen semu. Menurut Sugiyono (2013: 77) jenis BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Desain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Eksperimental atau eksperimen semu. Menurut Sugiyono (2013: 77) jenis penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena dengan pendidikan akan membentuk manusia yang berkualitas dan berpotensi tinggi. Pendidikan

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan

III. METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan 27 III. METODE PENELITIAN A. Metode penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimen dengan design menggunakan metode Non-equivalent Control Group Desain. Bentuk

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. materi, sarana, serta prasarana belajar. Variabel bebas adalah lembar kerja siswa

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. materi, sarana, serta prasarana belajar. Variabel bebas adalah lembar kerja siswa A. Metode dan Desain Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini digunakan metode penelitian quasi eksperimen karena tidak semua variabel ekstra dapat dikendalikan oleh peneliti. Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis dan Desain Penelitian 3.1.1 Jenis penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian quasi eksperimen yaitu desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok

Lebih terperinci

Jurnal. The Improving Students Mathematics To The Aljabar Factoritation By Using Auditory Intellectually Repetition (Air) Mode By Resitation Method

Jurnal. The Improving Students Mathematics To The Aljabar Factoritation By Using Auditory Intellectually Repetition (Air) Mode By Resitation Method Jurnal PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA POKOK BAHASAN PEMFAKTORAN BENTUK ALJABAR MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN AUDITORY INTELLECTUALLY REPETITION (AIR) DENGAN METODE RESITASI The Improving Students

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 67 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Deskripsi Subjek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Tuntang, Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang yang beralamat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian eksperimen murni, kelompok subjek penelitian ditentukan secara

BAB III METODE PENELITIAN. Pada penelitian eksperimen murni, kelompok subjek penelitian ditentukan secara BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Pada penelitian eksperimen murni, kelompok subjek penelitian ditentukan secara acak, sehingga akan diperoleh kesetaraan kelompok yang berada dalam batasbatas

Lebih terperinci

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN PKN

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN PKN 2.732 Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Edisi 29 Tahun ke-5 2016 PENGARUH METODE PEMBELAJARAN INKUIRI TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV PADA MATA PELAJARAN PKN THE INFLUENCE OF INQUIRY LEARNING

Lebih terperinci

Soepri Tjahjono Moedji Widodo ABSTRAK

Soepri Tjahjono Moedji Widodo ABSTRAK EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN METODE PROBLEM BASED INSTRUCTION PADA MATA KULIAH KOMUNIKASI DAN KONSELING MAHASISWA PROGRAM STUDI D-III KEBIDANAN SEMESTER II UNIVERSITAS RESPATI YOGYAKARTA Soepri Tjahjono Moedji

Lebih terperinci

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN

PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN ISSN 5-73X PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 18 MEDAN Faridah Anum Siregar Jurusan Pendidikan Fisika Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan Abstrak.

Lebih terperinci

PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI ROLE APPROACH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SUHU DAN PERUBAHANNYA DI SMP NEGERI 3 PALU

PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI ROLE APPROACH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SUHU DAN PERUBAHANNYA DI SMP NEGERI 3 PALU PENGARUH PEMBELAJARAN INKUIRI ROLE APPROACH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP SUHU DAN PERUBAHANNYA DI SMP NEGERI 3 PALU Juniati Kambuno, Haeruddin dan Marungkil Pasaribu e-mail: Juniatikambuno@rocketmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan berkarakter saat ini merupakan salah satu cara yang tengah diusung pemerintahan Indonesia, terutama dalam menyukseskan gerakan Revolusi Mental. Sesuai

Lebih terperinci