PEDOMAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK PUSAT KAJIAN KULIAH KERJA NYATA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEDOMAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK PUSAT KAJIAN KULIAH KERJA NYATA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN"

Transkripsi

1 PEDOMAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) TEMATIK PUSAT KAJIAN KULIAH KERJA NYATA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG 2014

2 DAFTAR ISI Halaman Sampul Daftar Isi... Kata Pengantar... i ii Bab I. Pendahuluan 1. Landasan Pemikiran dan Dasar Hukum Prinsip Dasar dan Pelaksanaan KKN Tematik Tujuan, Sasaran dan Manfaat... 4 Bab II. Pengelolaan KKN Tematik 1. Lembaga Pengelola Tata laksana Pengelolaan... 9 Bab III. Tahapan Kegiatan KKN Tematik 1. Persiapan Pelaksanaan Penilaian Bab IV. Evaluasi Program KKN Tematik 1. Evaluasi Kegiatan KKN Tematik Evaluasi Keberlanjutan Program KKN Tematik Lampiran i

3 KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena dengan berkat rahmat dan karunia-nya, kami dapat menyusun Pedoman Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Bangka Belitung. Buku Pedoman ini berisi informasi ringkas bagi para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Mahasiswa KKN Tematik Universitas Bangka Belitung tentang landasan pemikiran, maksud dan tujuan program KKN dan mekanisme pelaksanaan program KKN Tematik yang berbasis pemberdayaan masyarakat. Harapan kami semoga buku pedoman ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan bagi semua pihak dalam pelaksanaan program KKN Tematik yang efisien dan efektif. Semoga dengan adanya buku Pedoman ini dapat lebih meningkatkan kualitas KKN Tematik di Universitas Bangka Belitung terutama bagi kesejahteraan masyarakat. Saran dan masukan guna perbaikan buku panudna ini dan keberhasilan program KKN Tematik sangat kami harapkan. Kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan buku Pedoman ini, kami ucapkan terima kasih. Balunijuk, 4 April 2014 Tim Penyusun ii

4 BAB. I PENDAHULUAN 1. LANDASAN PEMIKIRAN DAN DASAR HUKUM Perguruan tinggi yang memiliki kewajiban dalam menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pada Pasal 20 ayat 2, dimana dinyatakan bahwa : Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Kemudian, pasal 24 ayat 2 disebutkan : Perguruan tinggi memiliki otonomi untuk mengelola sendiri lembaganya sebagai pusat penyelenggaraan pendidikan tinggi, penelitian ilmiah, dan pengabdian masyarakat. Salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi, dalam hal ini wajib dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa adalah pogram pengabdian kepada masyarakat yang berlandaskan prinsip-prinsip: kompetensi akademik, jiwa kewirausahaan (entrepreneurship), dan profesional, yang nantinya dapat menghasilkan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat yang bermutu, relevan, dan sinergis dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) wajib dilaksanakan khususnya oleh mahasiswa secara interdisipliner, institusional, dan kemitraan. Adanya perubahan pada berbagai aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara mendorong Universitas Bangka Belitung untuk merubah paradgima baru pelaksanaan program KKN yaitu program KKN Tematik berbasis pemberdayaan masyarakat. KKN Tematik merupakan program KKN yang direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan pada proses menggali potensi masyarakat, merumuskan kebutuhan dan solusi, serta melaksanakan kegiatan bersama masyarakat. Pelaksanaan program KKN Tematik ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraannya. 1

5 2. PRINSIP DASAR DAN PELAKSANAAN KKN TEMATIK 2.1. Prinsip Dasar Pelaksanaan KKN Tematik didasarkan pada beberapa prinsip dasar, dimana diharapkan dosen dan mahasiwa KKN Tematik mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di dalam masyarakat, mencari penyelesaian bersama masyarakat sesuai dengan sumber daya yang dimiliki dan melaksanakan kegiatan sebagai bentuk penyelesaian masalah. Penerapan prinsip-prinsip ini diharapkan mampu membuat masyarakat berswadaya, berswakelola, dan berswadana dalam pembangunan. Adapun prinsip-prinsip dasar yang dimaksud adalah : a. Keterpaduan aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi Aspek pendidikan, pengajaran dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis penelitian menjadi landasan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan tolok ukur evaluasi KKN Tematik. b. Pencapaian Tiga Manfaat Utama KKN Tematik KKN Tematik dilaksanakan untuk mencapai pengembangan kepribadian mahasiswa (personality development), pemberdayaan masyarakat (community empowerment) dan pengembangan institusi (institutional development). c. Empati-Partisipatif KKN Tematik dilaksanakan untuk menggerakkan masyarakat dalam pembangunan melalui berbagai kegiatan yang dapat melibatkan, mengikutsertakan, dan menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan. KKN Tematik dilaksanakan secara interaktif dan sinergis antara mahasiswa dan masyarakat. Keterlibatan kedua belah pihak dalam perencanaan program kegiatan lapangan, pelaksanaan, dan pengusahaan pendanaan. Untuk itu para mahasiswa dan pengelola KKN Tematik harus mampu mengadakan pendekatan sosio-kultural terhadap masyarakat sehingga lebih kooperatif dan partisipatif. d. Interdisipliner KKN Tematik dilaksanakan oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu dan pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam operasionalnya mahasiswa mengembangkan mekanisme pola pikir dan pola kerja interdisipliner untuk memecahkan permasalahan yang ada di lokasi KKN Tematik. 2

6 e. Komprehensif-Komplementatif dan berdimensi luas KKN Tematik berfungsi sebagai pengikat, perangkum, penambah dan pelengkap kurikulum yang ada. Dengan demikan diharapkan mahasiswa peserta KKN Tematik mampu mengaktualisasikan diri secara profesional dan proporsional. f. Realistis-Pragmatis Program-program kegiatan yang direncanakan pada dasarnya bertumpu pada permasalahan dan kebutuhan nyata di lapangan, dapat dilaksanakan sesuai dengan daya dukung sumber daya yang tersedia di lapangan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. g. Environmental development KKN Tematik dilaksanakan untuk melestarikan dan mengembangkan lingkungan fisik dan sosial untuk kepentingan bersama Prinsip pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan KKN Tematik dilakukan dengan prinsip : a. Co-creation (gagasan bersama) KKN Tematik dilaksanakan berdasar pada suatu tema dan program yang merupakan gagasan bersama antara universitas (dosen, mahasiswa, panitia KKN dan pusat kajian) dengan pihak pemerintah daerah, mitra kerja dan masyarakat. b. Co-financing/co-funding (dana bersama) KKN Tematik dilaksanakan dengan pendanaan bersama antara mahasiswa pelaksana, universitas dengan pihak Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat setempat, disesuaikan dengan tema dan program yang telah disepakati. c. Flexibility (keluwesan) KKN Tematik dilaksanakan berdasarkan pada suatu tema dan program yang sesuai dengan situasi dan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah dan mitra dalam proses pembangunan di daerah. d. Sustainability (berkesinambungan) KKN Tematik dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan suatu tema dan program yang sesuai dengan tempat dan target tertentu. e. Research based Community Services (berbasis riset) Dalam rangka meningkatkan kualitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat; sehingga lebih mendayagunakan hasil-hasil penelitian untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat sesuai dengan kebutuhan proses pembangunan. 3

7 3. Tujuan, Sasaran dan Manfaat 3.1. Tujuan Umum Adapun tujuan umum pelaksanaan KKN Tematik adalah : a. Meneruskan mata kuliah KKN sebagai persyaratan wajib mahasiswa S1 pada Perguruan Tinggi di Universitas Bangka Belitung. b. Menstransformasi pola KKN Reguler menjadi KKN berbasis pembelajaran dan pemberdayaan (learning and empowerment). c. Menerapkan KKN Tematik sebagai pola pelaksanaan KKN baru di Universitas Bangka Belitung. d. Melatih mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya yang diperoleh di bangku kuliah dengan melatih dan mengembangkan softskills dan karakter mahasiswa untuk diterapkan dalam memecahkan masalahmasalah yang ada di masyarakat. e. Melatih mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat khususnya di lokasi KKN, sehingga mahasiswa memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat Tujuan Khusus Adapun tujuan pelaksanaan KKN Tematik adalah : a. Meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa. b. Melaksanakan terapan IPTEKS secara team work dan interdispliner. c. Menanamkan nilai kepribadian nasionalisme dan jiwa Pancasila, keuletan, etos kerja, tangung jawab, kemandirian, kepemimpinan, kewirausahaan dan meningkatkan daya saing nasional. d. Menanamkan jiwa peneliti yang eksploratif, analitis dan mendorong learning community dan learning society Sasaran dan Manfaat a. Dosen Mengembangkan ilmu dan pengetahuan melalui kegiatan-kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususnya kegiatan KKN Tematik. Menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah atau departemen lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah pembangunan. 4

8 Memperoleh pembelajaran secara langsung melalui proses perencanaan, pelaksanaan serta evaluasi program KKN Tematik yang dilaksanakan. b. Mahasiswa Memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang; cara berfikir dan bekerja interdisipliner dan lintas sektoral, kegunaan hasil pendidikan dan penelitian bagi pembangunan pada umumnya dan pembangunan daerah pedesaan pada khususnya dan kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam pembangunan serta keseluruhan konteks masalah pembangunan pengembangan daerah. Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam setiap penelaahan dan pemecahan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis ilmiah. Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat. Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan programprogram pengembangan dan pembangunan. Membina mahasiswa agar menjadi seorang innovator, motivator, dan problem solver. Memberikan pengalaman dan ketrampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan. c. Masyarakat Memperoleh bantuan pikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan program pembangunan. Meningkatkan kemampuan berfikir, bersikap dan bertindak agar sesuai dengan program pembangunan. Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pembangunan di daerah. Membentuk kader-kader pembangunan di masyarakat sehingga terjamin kesinambungan pembangunan. d. Pemerintah Daerah Memperoleh bantuan pemikiran dan tenaga, serta ilmu, dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan. teknologi dan seni 5

9 Memanfaatkan bantuan tenaga mahasiswa untuk melaksanakan program dan proyek pembangunan yang ada dibawah tanggung jawabnya. e. Perguruan tinggi Perguruan tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan kepada mahasiswa, dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat. Kurikulum perguruan tinggi akan dapat disesuaikan dengan tuntutan pembangunan. Dosen memperoleh berbagai kasus yang dapat digunakan sebagai contoh dalam proses pendidikan. Perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah atau departemen lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan IPTEKS. Perguruan tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah pembangunan. 6

10 BAB. II PENGELOLAAN KKN TEMATIK 1. Lembaga Pengelola Penyelenggaraan KKN Tematik dikoordinasikan oleh Ketua dan Sekretaris LPPM Universitas Bangka Belitung beserta Kepala Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat yang dibantu oleh Sekretaris dan dilaksanakan oleh Panitia KKN Tematik Ketua LPPM Universitas Bangka Belitung Sebagai penanggungjawab kegiatan KKN Tematik, Ketua LPPM dibantu oleh Sekretaris mempunyai tugas dan wewenang: Memimpin dan menjalankan wewenang bidang peningkatan Pengembangan Perguruan Tinggi dalam bidang pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan KKN Tematik. Menjalin kerjasama secara internal (pusat kajian, unit pelaksana teknis dan fakultas) dan eksternal (Pemda, industri, dan sebagainya). Bertanggung jawab kepada Rektor Kepala Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat Universitas Bangka Belitung Kepala Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat U B B yang dibantu oleh Sekretaris dengan tugas dan wewenang sebagai berikut: Bertindak sebagai koordinator dalam pelaksanaan KKN Tematik. Merencanakan, membuat keputusan, mengarahkan, mengkoordinasi, mengawasi, mengevaluasi dan mengembangkan pelaksanaan KKN Tematik. Mengkoordinir penyusunan laporan pelaksanaan KKN Tematik. Bertanggung jawab kepada Ketua LPPM UBB terkait kegiatan KKN Tematik Panitia Pelaksana KKN Tematik Universitas Bangka Belitung Dalam m el a k sa n a kan tugasnya Ketua dan Sekretaris p a n i t i a p e l a k s a n a KKN T e ma ti k dibantu oleh 3 (tiga) divisi dengan tugas dan wewenang sebagai berikut: a. Ketua Panitia KKN Tematik Universitas Bangka Belitung Ketua panitia KKN T e m a t i k yang dibantu oleh Sekretaris mempunyai tugas dan wewenang sebagai berikut: Bertindak sebagai pelaksana tehnis kegiatan KKN Tematik. Merencanakan, membuat keputusan, mengarahkan dan mengkoordinasi, pelaksanaan KKN Tematik. 7

11 Mengkoordinir penyusunan laporan pelaksanaan KKN Tematik. Bertanggung jawab kepada Ketua LPPM UBB dan Kepala Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat UBB terkait kegiatan KKN Tematik yang dilaksanakan. b. Sekretaris Melaksanakan pekerjaan administrasi kegiatan KKN Tematik. Membantu Bendahara dalam pelaksanaan pekerjaan administrasi keuangan kegiatan KKN Tematik. Melakukan koordinasi dengan Ketua panitia KKN Tematik terkait pekerjaan adminstrasi. Membantu ketua panitia dalam menyusun laporan pelaksanaan KKN Tematik. c. Bidang Keuangan Merencanakan anggaran kegiatan KKN Tematik. Menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan KKN Tematik. Melakukan koordinasi dengan Ketua/Sekretaris panitia dalam setiap pengeluaran anggaran seluruh kegiatan KKN Tematik. d. Bidang Kesekretariatan Membantu Sekretaris dalam pelaksanaan pekerjaan administrasi kegiatan KKN Tematik. Membantu Bendahara dalam pelaksanaan pekerjaan administrasi keuangan kegiatan KKN Tematik. Melakukan koordinasi dengan Ketua/Sekretaris panitia KKN Tematik terkait pekerjaan adminstrasi. e. Bidang Perlengkapan dan Dokumentasi Membantu Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dalam pengadaan kebutuhan perlengkapan dan dokumentasi kegiatan KKN Tematik. Melakukan koordinasi dengan Ketua, Sekretaris panitian KKN Tematik terkait pekerjaan pengadaan kebutuhan dan dokumentasi kegiatan KKN Tematik. 8

12 2. Tata Laksana Pengelolaan 2.1. Status dan Bobot Akademik Mata Kuliah KKN TEMATIK KKN Tematik merupakan kegiatan intrakurikuler wajib pada kurikulum pendidikan strata 1 (sarjana) yang memiliki bobot SKS sebesar 3 SKS. Berdasarkan bobot SKS tersebut berarti kegiatan di lokasi/lapangan sebesar 3 SKS yang merupakan satu kesatuan proses pembelajaran. Mahasiswa diwajibkan melakukan semua kegiatan yang direncanakan bersamasama kelompok masyarakat atau sasaran di lokasi KKN serta membuat laporan harian, bulanan dan laporan akhir. Tahap pelaksanaan ini sebesar 3 SKS dengan lama waktu pelaksanaan 288 jam (3 SKS x 6 jam kerja per hari x 16 kali) setara selama 36 hari atau 5-6 minggu di lokasi KKN Pelaksana Pelaksana kegiatan KKN Tematik adalah: Ketua dan Sekretaris Panitia KKN Tematik dibantu beberapa bidang. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Mahasiswa KKN Tematik yang terdiri dari : - Ketua kelompok KKN Tematik. - Anggota kelompok KKN Tematik Persyaratan Persyaratan bagi mahasiswa yang akan mengikuti KKN Tematik antara lain: Mahasiswa terdaftar sebagai mahasiswa pada jenjang pendidikan S1. Mahasiswa telah merencanakan KKN dalam KRS. Mahasiswa telah menempuh Sistem Kredit Semester (SKS) minimal 100 SKS. Masing-masing kelompok beranggotakan minimal 10 orang mahasiswa dan maksimal 15 orang mahasiswa yang berasal dari minimal dua bidang ilmu/jurusan/fakultas. Mahasiswa dibagi minimal 1 kelompok dan maksimal 3 kelompok. 9

13 3. Ruang Lingkup KKN Tematik Berdasarkan pada substansi temanya, maka ruang lingkup KKN Tematik yaitu : Pengembangan Kehidupan Sosial-Budaya berbasis Kearifan Lokal dan Nasionalisme. Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendidikan. Pemberdayaan Perempuan dan Kelompok Rentan. Perbaikan Tata Pamong dan Tata Kelola Pemerintahan. Pengembangan Kesadaran Politik dan Hukum. Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Peningkatan Produksi Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Kehutanan. Pengembangan Sumberdaya Alam. Pengelolaan Lingkungan. Peningkatan Kesehatan Masyarakat. Pengembangan Infrastruktur Wilayah. Energi Terbarukan. Pengembangan Teknologi Informasi Dan Komputer untuk Pembangunan Berkelanjutan. Peningkatan Ketahanan dan atau Keamanan Nasional. Pemberantasan Buta Aksara. 4. Bidang Program Kegiatan KKN Tematik Bidang kegiatan KKN Tematik dikelompokkan kedalam beberapa katagori, dan mahasiswa dapat mengambil atau memilih 1 atau lebih bidang kegiatan sesuai dengan kondisi permasalahan nyata di lokasi KKN dan kesanggupan mahasiswa untuk melakukannya. Kegiatan dalam setiap bidang KKN Tematik dapat bersifat : rintisan, pelengkap, penunjang maupun kelanjutan program. Bidang kegiatan KKN Tematik dikelompokkan kedalam 8 (delapan) bidang yang beranggotakan mahasiswa yang berasal dari berbagai bidang ilmu/jurusan/fakultas yaitu: Pembangunan prasarana fisik Peningkatan produksi dan nilai tambah Pengelolaan lingkungan Kesehatan masyarakat Hukum, sosial, ekonomi dan budaya Kependidikan dan pengentasan kebutaaksaraan 10

14 Administrasi pemerintahan atau perusahaan Tanggap bencana Tabel 1. Bidang Program dan Jurusan/Fakultas Pendukung No Bidang Kegiatan Jurusan/Fakultas Pembangunan Prasarana fisik Peningkatan produksi dan nilai tambah Pengelolaan lingkungan Kesehatan masyarakat Hukum, sosial, ekonomi dan budaya Kependidikan dan pengentasan kebutaaksaraan Administrasi pemerintahan atau perusahaan MIPA Teknik (Teknik Sipil) Jurusan lain yg terkait Pertanian (semua prodi) MIPA Jurusan lain yg terkait MIPA Teknik Jurusan lain yg terkait MIPA (Biologi) Jurusan lain yg terkait Hukum Sosiologi Ekonomi Jurusan lain yg terkait Hukum Sosiologi Ekonomi Jurusan lain yg terkait Hukum Sosiologi Ekonomi Jurusan lain yg terkait 8 Mitigasi bencana Semua jurusan/fakultas 5. Pendekatan Program KKN Tematik Pendekatan program kegiatan KKN Tematik terdiri dari : 5.1. Monodispliner, yaitu kegiatan KKN Tematik yang dilaksanakan berdasarkan 1 (satu) bidang program kegiatan dan tidak melibatkan bidang ilmu lainnya. 11

15 5.2. Interdispliner, yaitu program kegiatan KKN Tematik yang dilaksanakan berdasarkan minimal 2 (dua) bidang program kegiatan. 6. Program KKN Tematik Program individual mahasiswa KKN dikelompokkan menjadi 2 (dua) jenis program, yaitu: 6.1. Program Pokok Program Pokok adalah program yang dirumuskan sesuai dengan Bidang/Tema program (Proposal) yang telah disepakati Pihak Internal P.T dan Pihak Eksternal (Pemda). Program pokok merupakan program yang harus dilaksanakan oleh setiap mahasiswa KKN Tematik. Mahasiswa yang bersangkutan bertanggungjawab penuh atas program tersebut baik secara ilmiah maupun operasional (kegiatan lapangan) Program Tambahan Program Tambahan adalah program yang sangat dibutuhkan masyarakat di luar bidang program yang telah disepakati dan di luar bidang Ilmu kelompok kerja mahasiswa KKN. Program Tambahan merupakan program yang menjadi tanggungjawab seorang mahasiswa KKN Tematik, di luar bidang ilmu dan temanya. Hal ini karena ada mahasiswa yang mempunyai ilmu dan keterampilan tambahan di luar bidang ilmu dan tema KKN Tematik. Total waktu yang digunakan untuk melaksanakan program pokok dan pokok tambahan bagi setiap mahasiswa adalah minimal 288 jam, minimal 70% untuk program pokok dan maksimal 30% untuk program tambahan. Program kerja mahasiswa = 3 SKS (min. 288 jam) 70% Program pokok 30% Program tambahan Gambar 1. Presentase alokasi waktu untuk program kerja mahasiswa 12

16 7. Pendanaan Dana yang digunakan untuk pelaksanaan kegiatan KKN Tematik bersumber dari mahasiswa peserta KKN Tematik, kemudian sponsorship dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, CSR-BUMN, perusahaan swasta dan dari sumber lain. Dana tersebut dialokasikan secara maksimal dalam pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. 8. Sosialisasi 8.1. Internal Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang pelaksanaan program KKN Tematik akan dilaksanakan dengan melibatkan semua pihak di lingkungan Universitas Bangka Belitung. Sehubungan dengan hal itu maka Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, Wakil Rektor IV, Keuangan, Kemahasiswaan, Dekan, Ketua Jurusan di lingkungan Universitas Bangka Belitung diharapkan dapat terlibat secara maksimal Eksternal Sosialisasi ini dimaksudkan untuk memberikan informasi tentang kegiatan KKN Tematik kepada pihak-pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, dan instansi lainnya yang akan menjadi mitra kegiatan KKN Tematik agar dapat mendukung pelaksanaan KKN Tematik di wilayahnya. Kerjasama ini meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. 9. Kerjasama Pelaksanaan KKN Tematik akan berhasil apabila ada kerjasama yang dibina dengan baik oleh Universitas Bangka Belitung secara intern maupun ekstern dengan pihak Pemda maupun instansi mitra lainnya. Kerjasama ini akan membantu kelancaran komunikasi dan penyelesaian permasalahan yang menjadi bidang kegiatan KKN Tematik. Kerjasama ini juga membuka jalan rintisan menuju tercapainya tujuan dan sasaran KKN Tematik sebaik- baiknya. Kerjasama diwujudkan dalam bentuk penandatanganan MoU antara LPPM UBB dengan pihak-pihak terkait. 13

17 BAB. III TAHAPAN KEGIATAN KKN TEMATIK 1. Persiapan Tahapan persiapan KKN Tematik terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu sosialisasi KKN Tematik, pengajuan proposal oleh DPL, seleksi mahasiswa, serta pembekalan DPL dan mahasiswa Sosialisasi KKN Tematik Sosialisasi KKN Tematik dilakukan oleh Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat bersama panitia KKN Tematik UBB Tahun 2014, yang dilakukan di setiap fakultas yaitu Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik. Tujuan dilaksanakannnya kegiatan persiapan ini adalah dalam rangka mensosialisasikan model pelaksanaan KKN yang baru kepada seluruh dosen terutama untuk penjaringan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Persyaratan DPL DPL adalah dosen tetap pada Universitas Bangka Belitung. Dosen yang akan menjadi DPL hanya diperbolehkan mengusulkan satu proposal KKN Universitas. DPL bukan merupakan bagian dari panitia pelaksana saat KKN Universitas sedang dilaksanakan pada tahun tersebut Pengajuan Proposal oleh DPL Proposal yang diajukan oleh pengusul yaitu dosen, dijaring melalui proses penyeleksian dan penyempurnaan. Tema dirumuskan dalam bentuk proposal dan harus memenuhi persyaratan proposal serta persyaratan pelaksanaan, serta disusun dalam sistematika yang telah ditentukan oleh panitia KKN Tematik Persyaratan pengajuan proposal a) Persyaratan Tema KKN Tematik Mendukung visi dan misi Universitas Bangka Belitung. Observasi di lapangan dijadikan sebagai dasar perumusan kebutuhan masyarakat. 14

18 Mempunyai tujuan dan target yang jelas serta dapat diukur hasilnya. Pelaksanaan kegiatan secara interdisiplin. Memiliki tahapan yang jelas, dan dapat diterapkan dalam jangka waktu panjang ( 1 tahun). Mengimplementasikan teknologi atau metoda ilmiah dalam rangka memberdayakan masyarakat. Memungkinkan untuk riset atau kajian lanjut secara berkesinambungan. b) Indikator Evaluasi Tema Capaian, tujuan dan target utama: tingkat pemberdayaan masyarakat yang dapat dicapai dan terukur. Respon masyarakat atas proses pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. Dampak pengembangan atau penguatan daerah yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. Kepuasan mitra terhadap hasil pelaksanaan tema. Laporan DPL dan mahasiwa sebagai pelaksana KKN Tematik Penilaian Proposal KKN Tematik a) Relevansi Kesesuain judul/tema dengan tujuan Ketepatan teknologi/metoda menjawab permasalahan Keberhasilan pemberdayaan Penumbuhan empati, jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, dan kerjasama mahasiswa b) Luaran Dampak Harapan terhadap peningkatan kesejeahteraan masyarakat Harapan terhadap peningkatan pemanfaatan potensi daerah c) Kesinambungan Program Adanya dukungan dana mitra Adanya peningkatan pembelajaran pemberdayaan masyarakat d) Pendanaan Kesesuaian antara prioritas program dan jumlah dana yang diusulkan 15

19 Persyaratan Pelaksanaan a) Mampu mencapai tujuan KKN Tematik. b) Merupakan aktifitas yang bersifat sinergis, yaitu mempunyai temanutama dan program yang jelas, serta mempunyai karakteristik pelaksanaan kegiatan KKN Tematik (co-creation, co-finance, flexibility, sustainability, dan research based). c) Merupakan kegiatan yang terukur hasil dan dampaknya (output dan outcome), termasuk berlangsungnya proses pembelajaran dan pemberdayaan. d) Merupakan kegiatan sinergis antara learning process dan problem solving. e) Merupakan kegiatan antara LPPM UBB dengan jurusan/fakultas dan Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat, sehingga merupakan keterkaitan antara pengembangan dan penerapan riset secara interdisipliner Mahasiswa Peserta KKN Tematik KKN Tematik terbuka bagi semua mahasiswa UBB yang sudah memenuhi semua persyaratan untuk melaksanakan kegiatan KKN Tematik. Persyaratan tambahan diperlukan jika tema KKN Tematik yang diusulkan mensyaratkan penekanan pada keahlian dan muatan tertentu. Selanjutnya mahasiswa mendaftarkan diri sebagai peserta KKN Tematik dengan memenuhi prosedur persyaratan tertentu Persyaratan mahasiswa peserta KKN Tematik a. Mahasiswa terdaftar pada jenjang pendidikan S-1 (sarjana) dari semua fakultas di lingkungan UBB. b. Mahasiswa telah menempuh minimal 100 SKS. c. Membayar biaya pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. d. Mahasiswa mengisi KRS mata kuliah KKN. e. Bersedia mematuhi peraturan dan ketentuan yang ditetapkan oleh Tim Pengelola KKN Tematik. 16

20 Prosedur pendaftaran Pendaftaran KKN Tematik oleh mahasiswa dilakukan di fakultas masing-masing sesuai dengan mekanisme dan persyaratan pendaftaran yang ditentukan. Mahasiswa calon peserta KKN Tematik yang telah memenuhi persyaratan beban SKS mendaftarkan diri di fakultas masing-masing, kemudian membayar biaya kegiatan KKN Tematik. Adapun prosedur pendaftaran mahasiswa untuk ikut serta dalam kegiatan KKN Tematik yaitu : a. Mahasiswa yang memenuhi semua persyaratan mendaftarkan diri kepada DPL yang diumumkan di jurusan/fakultas masing-masing. b. DPL kemudian menyeleksi mahasiswa. c. DPL mengumumkan kembali hasil seleksi mahasiswa di jurusan/fakultas masingmasing. Mahasiswa yang tidak memenuhi persyaratan tidak berhak mengikuti kegiatan KKN Tematik dan persyaratan dikembalikan ke fakultas masing-masing, serta dapat mengikuti kegiatan KKN Tematik sesuai aturan yang berlaku Pembekalan DPL dan Mahasiswa Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan mahasiswa peserta KKN Tematik wajib mengikuti pembekalan materi KKN Tematik. Materi pembekalan DPL dan mahasiswa akan ditentukan kemudian sesuai dengan tema dan kebutuhan materi pelaksanaan KKN Tematik. Pembekalan kepada DPL akan dilakukan oleh tim panitia KKN Tematik, sementara pembekalan mahasiswa akan dilakukan oleh DPL sesuai dengan waktu yang disepakati bersama mahasiswa. 2. Pelaksanaan Pelaksanaan KKN Tematik terdiri atas beberapa kegiatan, yaitu pelepasan mahasiswa, rencana pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, penarikan mahasiswa dan pelaporan Pelepasan mahasiswa Pelepasan mahasiswa KKN Tematik dilakukan secara simbolis di awal pelaksanaan KKN Tematik. Pada saat pelepasan, mahasiswa telah dibekali persiapan untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan KKN Tematik. 17

21 2.2. Rencana pelaksanaan kegiatan Rencana kegiatan disusun berdasarkan tema KKN Tematik yang telah disetujui dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Setiap mahasiswa KKN Tematik wajib menyusun rencana kegiatan. Penyusunan rencana kegiatan harus memuat : (a) Nama program dan kegiatan, (b) Bahan, (c) Volume dan waktu, dan (d) Sumber dana. Rencana kegiatan didiskusikan di tingkat kelompok yang dihadiri oleh DPL, mahasiswa peserta KKN Tematik dan masyarakat atau mitra kerja di lokasi kegiatan. Hasil diskusi diteruskan ke forum tingkat unit yang diikuti oleh semua mahasiswa dan didampingi oleh DPL, pejabat, tokoh masyarakat setempat, dan mitra kerja, sehingga rencana kegiatan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Rencana kegiatan ini dituangkan dalam Laporan Rencana Kegiatan (LRK) Pelaksanaan kegiatan Mahasiswa didampingi oleh DPL melaksanakan kegiatan berdasarkan rencana kegiatan yang telah disusun dan disepakati berbagai pihak melalui forum diskusi. DPL dan Mahasiswa wajib menuliskan semua kegiatan harian yang telah dilaksanakan dalam format yang tersedia yaitu dalam Log Book Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN Tematik Monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN Tematik dilakukan oleh DPL, Panitia KKN Tematik, LPPM UBB dan LP3M UBB Penarikan mahasiswa Setelah mahasiswa selesai melaksanakan kegiatan-kegiatan KKN Tematik sesuai dengan rencana yang dijadwalkan, maka mahasiswa ditarik dari lokasi, kembali ke kampus. Penarikan mahasiswa KKN Tematik dari lokasi kegiatan dikoordinir oleh DPL Pelaporan Laporan pelaksanaan dimaksud sebagai sarana penyampaian informasi tentang kegiatan KKN Tematik dan pertanggungjawaban program kegiatan yang dilakukan oleh DPL dan mahasiswa. Laporan pelaksanaan KKN Tematik disusun secara kelompok setelah pelaksanaan kegiatan KKN Tematik selesai. 18

22 Adapun format laporan sesuai dengan pengajuan proposal yang disertakan dengan deskripsi kegiatan (pembahasan) yang disusun oleh : a. Mahasiswa wajib menyusun laporan kegiatan dan penggunaan anggaran sesuai kegiatan, kemudian menyerahkannya kepada DPL. b. DPL menyusun laporan kegiatan dan laporan penggunaan anggaran sesuai kegiatan, kemudian menyerahkan laporan di akhir kegiatan kepada panitia KKN Tematik. 3. Penilaian Ditetapkannya KKN Tematik sebagai mata kuliah intrakurikuler yang tercantum dalam kurikulum jenjang pendidikan S-1 (sarjana), maka penilaian terhadap mahasiswa dilakukan secara akademik. Penilaian akademik meliputi 3 (tiga) ranah pendidikan yaitu : pengetahuan (cognitive), sikap (affective) dan ketrampilan (psychomotoric). Kegiatan KKN Tematik dilakukan dalam rangkaian proses yang memiliki tahapan kegiatan. Berdasarkan hal tersebut maka penilaian terhadap prestasi mahasiswa merupakan gabungan dari nilai-nilai yang dapat dicapai oleh mahasiswa dari setiap tahapan kegiatan. Pokok-pokok penilaian tersebut meliputi komponen-komponen penilaian, bobot komponen penilaian, dan nilai akhir. Secara lengkap hal ini diuraikan sebagai berikut : 3.1. Penilai Penilai terdiri dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan stake holders Komponen penilaian Komponen yang dinilai meliputi Laporan Rencana Kegiatan, Kinerja Mahasiswa, Pelaksanaan Program, dan Laporan Pelaksanaan. a. Laporan rencana kegiatan Laporan ini berisi rencana pelaksanaan kegiatan yang telah disosialisasikan dan didiskusikan dengan berbagai pihak. b. Kinerja mahasiswa Komponen ini meliputi: disiplin, kerjasama, penghayatan dan pelaksanaan program. Disiplin (DS) yaitu : - Kepatuhan terhadap kewajiban tinggal di lokasi KKN Tematik. - Ketepatan dalam penggunaan waktu. - Kepatuhan terhadap tata tertib yang berlaku. 19

23 Kerjasama (KS) yaitu : - Kemampuan untuk mengadakan kerjasama antar mahasiswa. - Kemampuan untuk mengadakan kerjasama antara mahasiswa dengan pejabat, mahasiswa dengan pemuka masyarakat dan mahasiswa dengan anggota masyarakat (interpersonal). - Kemampuan untuk mengadakan kegiatan yang dihubungkan dengan bidang lain (interdisipliner). Penghayatan (PH) yaitu : - Kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi lokasi KKN Tematik. - Kemampuan dalam melakukan pendekatan terhadap masyarakat dengan segala norma dan sistem nilainya. - Kemampuan untuk tanggap terhadap permasalahan yang ada di lokasi KKN Tematik 3.3. Komponen dan bobot penilaian Tabel. 2 Komponen, Bobot penilaian dan Penilai No Komponen penilaian Bobot Penilaian Penilai 1 2 Laporan Rencana Kegiatan (LRK) 10 % DPL Pembekalan (P) 10 % DPL 3 Kinerja Mahasiswa terdiri dari : Disiplin(DS) : 15 %, Kerjasama(KS) : 15%, Penghayatan (PH) : 5 %, Pelaksanaan Program (PL) : 25 % 60 % DPL (memperhatikan info penilaian dari stake holders dan Tim Pengelola) 4 Laporan Pelaksanaan Kegiatan (LPK) 20 % DPL 20

24 4. Nilai akhir berikut ini : Penentuan nilai akhir mahasiswa diformatkan dalam rumus nilai KKN Tematik Rumus I : IP KKN Tematik = (nilrk x 0,10) + (nip x 0,10) + (nids x 0,15) + (niks x 0,15) + (niph x 0,05) + (nipl x 0,25) + (nilpk x 0,20) 21

25 BAB. IV EVALUASI PROGRAM KKN TEMATIK Evaluasi merupakan kegiatan pemantauan atau monitoring yang saling melengkapi. Pemantauan dan evaluasi adalah bagian penting yang tidak terpisahkan dari suatu pelaksanaan program. Dengan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dapat diketahui berbagai hal yang menyangkut perencanaan, proses pelaksanaan dan hasil yang dicapai maupun dampak yang timbul. Pemantauan dan evaluasi sebagai bagian dari pengelolaan dan pengembangan program KKN Tematik dilakukan melalui jaringan evaluatif dalam keseluruhan pengelolaan dan upaya-upaya pengembangannya. Evaluasi perlu dilakukan pada setiap tahapan pelaksanaan kegiatan KKN Tematik guna pengendalian dan pengarahan agar pencapaian tujuan tidak menyimpang dari rencana yang telah ditetapkan. Hasil pemantauan dan evaluasi dapat digunakan sebagai : a. Masukan untuk perbaikan, peningkatan, dan pengembangan usaha- usaha selanjutnya baik oleh pihak pengelola maupun masyarakat. b. Umpan balik untuk perbaikan, peningkatan, dan pengembangan perguruan tinggi. 1. Evaluasi Kegiatan KKN Tematik Evaluasi kegiatan KKN Tematik dilaksanakan oleh Tim Panitia KKN Tematik. Kegiatan ini dilakukan pada setiap akhir periode kegiatan KKN Tematik. Evaluasi ini meliputi hal-hal yang berhubungan dengan pengelolaan, pelaksanaan tahapan kegiatan, termasuk penyusunan laporan, dan penilaiannya. Hasil evaluasi ini dapat digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan dan dampak yang ditimbulkan baik terhadap pembelajaran mahasiswa maupun pemberdayaan masyarakat yaitu perkembangan kepribadian mahasiswa (personality development), pemberdayaan masyarakat (community empowerment), dan perkembangan kelembagaan (institutional development) yang terkait. Dengan mengikuti kegiatan KKN Tematik, mahasiswa diharapkan akan memperoleh pengalaman hidup bermasyarakat dan dapat menerapkan pengetahuan akademik. Keberhasilan program kegiatan diukur dari sejauh mana mahasiswa mempunyai pemahaman permasalahan yang ada dalam masyarakat, mencari alternatif solusinya, melakukan sosialisasi, komunikasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak, untuk merealisasikan solusi yang dipilihnya. 22

26 Bahan evaluasi juga dapat diperoleh dari laporan tertulis sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan manajerial atas semua kegiatan KKN Tematik yang telah dilakukan. Dari laporan itu pula dapat diketahui keberhasilan pelaksanaan kegiatan KKN Tematik dalam bentuk kuantitas dan kualitas program, kelayakan program, dan besarnya partisipasi masyarakat baik dalam bentuk pemikiran, tenaga, dan dana. 2. Evaluasi keberlanjutan program KKN Tematik Sebagai suatu program pendidikan, kegiatan KKN Tematik yang melibatkan secara sinergis unsur mahasiswa, masyarakat, dan kelembagaan diharapkan dapat menimbulkan dampak positif. Fungsi evaluasi ini adalah untuk menjaga agar dampak positif dari pelaksanaan kegiatan KKN Tematik dapat terus dikembangkan dan dilestarikan, serta meminimalkan dampak negatifnya. Dua hal yang perlu mendapat perhatian yaitu : 2.1. Pembinaan Wilayah Usaha-usaha tindak lanjut dalam bentuk pembinaan dan pemeliharaan terhadap semua hasil kegiatan KKN Tematik yang telah dicapai perlu dilakukan di daerah yang pernah menjadi lokasi KKN Tematik. Masyarakat setempat diharapkan dapat meneruskan dan mengembangkan program yang telah dirintis dan dibina bersama mahasiswa KKN Tematik. Pembinaan tersebut dapat ditinjau dan atau disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, yang meliputi : a. Wilayah Mandiri Apabila lokasi KKN Tematik dianggap sudah cukup memiliki kader pembangunan maka lokasi KKN Tematik tersebut sudah dapat ditinggalkan sama sekali karena telah mampu membina sendiri. b. Wilayah Pembinaan Parsial Apabila suatu lokasi KKN Tematik belum memiliki kader, maka pembinaan masih perlu dilakukan tetapi intensitasnya perlu dikurangi. Untuk itu lokasi tersebut masih layak menjadi wilayah pembelajaran pemberdayaan masyarakat tetapi jumlah mahasiswanya dikurangi. 23

27 c. Wilayah Pembinaan Insidental Apabila sewaktu-waktu lokasi KKN Tematik tertentu yang pernah menjadi wilayah pelaksanaan kegiatan KKN Tematik masih membutuhkan bantuan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, serta menyusun dan atau melaksanakan program pembangunan, maka pengelola KKN Tematik secara insidental dapat melaksanakan kegiatan KKN Tematik di lokasi tersebut Pembinaan Kerjasama dengan Instansi dan Pihak Terkait lainnya Setiap pelaksanaan kegiatan KKN Tematik selalu mengupayakan adanya jalinan kerjasama yang sinergis dengan instansi dan pihak terkait lainnya, agar dapat memberdayakan masyarakat sesuai dengan potensi yang dimiliki. Kerjasama ini dilaksanakan sejak persiapan, pelaksanaan atau operasional sampai tindak lanjut. Pembinaan kerjasama tersebut dilakukan dengan menggunakan pengembangan hasil evaluasi dampak kegiatan KKN Tematik dan dengan mengadakan pertemuan-pertemuan periodik dalam bentuk rapat evaluasi kegiatan KKN Tematik. Selanjutnya rapat evaluasi kegiatan KKN Tematik dilakukan untuk menilai pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. Dalam rapat evaluasi tersebut dibahas mengenai usaha-usaha perbaikan pelaksanaan kegiatan KKN Tematik untuk periode berikutnya. 24

28 LAMPIRAN-LAMPIRAN Lampiran 1. Prosedur pengajuan proposal KKN Tematik Lampiran 2. Format sampul Lampiran 3. Format lembar pengesahan Lampiran 4. Deskripsi Kegiatan Lampiran 5. Rincian pembiayaan Lampiran 6. Biodata DPL 25

29 LAMPIRAN 1 Prosedur Pelaksanaan KKN Tematik : 1. LPPM UBB melalui Pusat Kajian KKN dan Pemberdayaan Masyarakat membentuk panitia pelaksana KKN Tematik. 2. Panitia KKN Tematik melakukan sosialisasi pengajuan proposal KKN Tematik kepada seluruh dosen di fakultas lingkungan Universitas Bangka Belitung. 3. Dosen mengidentifikasi beberapa desa dan tema kegiatan yang dapat menjadi pilihan sasaran KKN Tematik (diharapkan desa ini akan menjadi desa calon binaan Universitas Bangka Belitung). 4. Dosen mengirimkan usulan proposal sesuai format yang ditentukan kepada panitia pelaksana KKN Tematik, kemudian diseleksi oleh Tim Reviewer Proposal yang telah dibentuk. Setelah proposal terpilih, panitia mengumumkan proposal dan DPL ke setiap fakultas. 5. Fakultas/Jurusan mensosialisasikan pelaksanaan KKN Tematik kepada seluruh mahasiswa. Diharapkan mahasiswa akan aktif untuk mencari DPL sesuai minat dan kemampunnya. 6. Mahasiswa mendaftarkan diri secara langsung ke DPL yang telah diumumkan. 7. DPL menyeleksi dan mengumumkan mahasiswa yang akan terlibat dalam kegiatan KKN Tematik yang akan dilaksanakannya. Mekanisme penyeleksian mahasiswa ditentukan oleh DPL yang berkoordinasi dengan fakultas/jurusan masing-masing. Adapun ketentuan mahasiswa yang dilibatkan oleh DPL yaitu mahasiswa (3 kelompok), dimana maksimal 60% mahasiswa dari fakultas/jurusan dosen bersangkutan dan maksimal 40% mahasiswa dari fakultas/jurusan lain. 8. Panitian KKN Tematik melaksanakan kegiatan pembekalan kepada DPL dan DPL secara fleksibel akan melaksanakan pembekalan kepada mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan KKN Tematiknya. 9. Setelah pembekalan, maka DPL dan mahasiswa akan dilepas ke lokasi KKN Tematik setelah berkoordinasi dengan pihak Kepala Desa atau Lokasi KKN Tematik. 10. Monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan KKN dilakukan oleh LP 3 M U B B, L P P M U B B da n p a n i ti a n KK N T e ma t i k KKN Tematik sejak pembekalan, penempatan sampai dengan pengembalian mahasiswa ke kampus. 11. DPL dan mahasiswa wajib membuat Log book harian dan laporan akhir pelaksanaan KKN Tematik. 26

30 12. Setelah penyusunan laporan, masing-masing DPL akan mempresentasikan laporan pelaksanaan KKN Tematik. 13. LP3M UBB dan LPPM UBB akan melakukan evaluasi terhadap seluruh proses pelaksanaan KKN Tematik. 27

31 LAMPIRAN 2 Format Sampul Proposal/Laporan KKN Tematik PROPOSAL KKN TEMATIK JUDUL PROPOSAL KKN TEMATIK DIUSULKAN OLEH LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG

32 LAMPIRAN 3 Format Lembar Pengesahan Proposal dan Laporan LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL/LAPORAN 1. Judul KKN TEMATIK : 2. Lokasi (Desa/Kec./Kab./Prov.) : 3. Penanggung Jawab : Nama : NIDN : Jabatan/pangkat/gol : Alamat : Telepon/HP : Surel : 4. Fakultas/Jurusan Pengusul : 5. Lembaga/institusi mitra Nama Lembaga : Penanggung Jawab Alamat & Telp/Fax : Bidang Kerja/Usaha : 6. DPL yang diusulkan (Nama dan Fakultas) : 7. Jumlah Mahasiswa : (orang) 8. Periode Pelaksanaan : Mengetahui Balun Ijuk... Ketua Jurusan Dosen Pembimbing Lapangan (...) (...) 29

33 LAMPIRAN 4 Deskripsi Kegiatan A. Judul B. Lokasi C. Bidang Kegiatan KKN Tematik 1. Prasarana Fisik 2. Peningkatan Produksi & nilai Tambah 3. Hukum Sosial Budaya 4. Kesehatan Masyarakat 5. Pengelolaan Lingkungan 6. Kependidikan dan Pengentasan Kebutaaksraan 7. Administrasi Pemerintahan/Perusahaan C. Latar Belakang 1. Apa yang menjadi potensi/masalah sehingga perlu dilakukan penyempurnaan? Identifikasikan dan rumuskan potensi/masalah utama terkait dengan keadaan yang ingin diperbaiki oleh KKN Tematik. 2. Siapakah lembaga yang menjadi mitra KKN Tematik? Penjelasan disertai dengan profil singkat lembaga mitra, jumlah lembaga mitra, kesediaan adanya dana pendamping dari lembaga mitra, serta bidang usaha/permasalahan yang akan diangkat dan diselesaikan selama pelaksanaan program KKN Tematik berlangsung. 3. Susun secara lengkap profil kelompok sasaran beserta potensi/permasalahannya dari berbagai aspek. D. Tujuan Apa yang ingin dicapai oleh KKN Tematik? 1. Terjadi perubahan perilaku mahasiswa, institusi dan kelompok sasaran yang diinginkan/diusahakan oleh KKN Tematik. 2. Manfaat yang diperoleh sebagai hasil dari terjadinya perubahan kelompok sasaran. E. Hasil yang Diharapkan Apa yang ingin dihasilkan oleh KKN Tematik sehingga tujuan dapat tercapai? (Misal: Pelayanan, sarana, atau bahan yang dihasilkan oleh KKN Tematik untuk kelompok sasaran dan lingkungan sekitarnya). 30

34 F. Lingkup KKN Tematik 1. Kelompok Sasaran a. Siapakah yang menjadi kelompok sasaran KKN Tematik? b. Tentukan jenis dan jumlah kelompok sasaran (petani, nelayan, penambang, perempuan dan sebagainya ) serta lokasi kelompok sasaran yang menjadi bagian KKN Tematik. c. Apakah pernah dilakukan pendampingan terhadap kelompok sasaran, jika pernah berapa lama? 2. Perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi partisipatif KKN Tematik Sebutkan ringkasan kegiatan mulai dari persiapan hingga evaluasi berupa kegiatan partisipatif yang sudah dan akan dilakukan bersama masyarakat/kelompok sasaran. G. Metode KKN Tematik 1. Persiapan dan Pembekalan a. Mekanisme pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. b. Materi persiapan dan pembekalan KKN Tematik yang perlu diberikan kepada mahasiswa. c. Jadwal pelaksanaan kegiatan KKN Tematik. 2. Tindakan Pelaksanaan a. Apa tindakan-tindakan dalam bentuk program yang akan dilaksanakan untuk mencapai hasil yang diharapkan dari tema KKN Tematik yang diajukan? 1) Sebutkan metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran. 2) Tindakan-tindakan operasional yang yang diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang dideskripsikan pada latar belakang. 3) Sebutkan volume pekerjaan dalam bentuk Jam Kerja Efektif Mahasiswa (JKEM). 4) Volume total pekerjaan adalah n x 184 JKEM, dimana n adalah jumlah mahasiswa yang akan diterjunkan dalam KKN Tematik dimaksud. 31

35 No. Nama (PF, PP, SB, KB, AP, PL, Program Volume (JKEM) Keterangan 1 a. b. c. d. 2 dst. Total Volume kegiatan n x JKEM n = jumlah mahasiswa 3. Rencana Keberlanjutan Program Bagaimana konsep keberlanjutan program? (Jelaskan perencanaan jangka panjang dan tindak lanjut program yang berhubungan dengan pengelolaan program, keterlibatan mitra dan masyarakat). H. Monitoring dan Evaluasi Program Bagaimana mekanisme, konsep monitoring dan evaluasi terhadap KKN Tematik. I. Tempat dan Waktu 1. Tempat Pelaksanaan KKN Tematik No Dusun Desa/Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kotamadya Dst. 2. Waktu Pelaksanaan KKN Tematik (sebutkan waktu dilaksanakannya KKN Tematik) J. Pembiayaan Sumber dan jumlah dana yang digunakan, rencana pengeluaran, dan rincian pembiayaan. K. Organisasi Pelaksana (Berikan gambaran ringkas format organisasi pelaksana yang melibatkan organisasi/institusi pengusul, lembaga mitra kerja Tematik, dan mahasiswa pelaku KKN Tematik). 32

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi.

FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Oleh Prof. Dr. Deden Mulyana, SE., MSi. Disampaikan Pada: DIKLAT KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 FILOSOFI KULIAH KERJA NYATA Bagian

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI Jalan Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Jakarta 10270 Telp. 57946100 (hunting)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI Jalan Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Jakarta 10270 Telp. 57946100 (hunting) KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI Jalan Jenderal Sudirman, Pintu I Senayan, Jakarta 10270 Telp. 57946100 (hunting) Nomor : 306/E5/KPM/2011 8 Maret 2011 Lampiran : Perihal

Lebih terperinci

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN PPM) PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN PPM) PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA BUKU PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN PPM) PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA TIM PENYUSUN BUKU PEDOMAN KKN PPM : 1. Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D. 2. Prof. Dr. Retno

Lebih terperinci

Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2011, hal 21-29 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA. Oleh: Wawan S. Suherman *)

Kumpulan Makalah Pembekalan KKN UNY 2011, hal 21-29 PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA. Oleh: Wawan S. Suherman *) PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA Oleh: Wawan S. Suherman *) A. Pendahuluan Sebagai sebuah institusi perguruan tinggi, Universitas Negeri Yogyakarta memiliki tugas untuk menjalankan tridharma

Lebih terperinci

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA I. VISI, MISI, DAN TUJUAN UNIVERSITAS A. VISI 1. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL KULIAH KERJA NYATA-PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2013/2014

PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL KULIAH KERJA NYATA-PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2013/2014 PANDUAN PENGAJUAN PROPOSAL KULIAH KERJA NYATA-PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN 2013/2014 Disusun Oleh Pengelola KKN-PPM Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 Doktor (S3) Doktor (S3) Terapan 9 Magister (S2) Magister (S2) Terapan 8 7 Sarjana (S1) Diploma 4 (D4) 6 Fokus

Lebih terperinci

BUKU PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Tim Perumus KKN UP-KKN LPPM UNS

BUKU PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SEBELAS MARET. Tim Perumus KKN UP-KKN LPPM UNS BUKU PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SEBELAS MARET Tim Perumus KKN UP-KKN LPPM UNS LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2012 1 BUKU PEDOMAN KULIAH KERJA

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI)

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA M,ASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG 2008 PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Umum Program pengabdian kepada masyarakat

Lebih terperinci

PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR. Oleh : Tim LPM UNJ

PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR. Oleh : Tim LPM UNJ PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR Oleh : Tim LPM UNJ LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2014 LEMBAR PENGESAHAN Tim Penyusun Ketua Anggota : Dr. Etin Solihatin, M.Pd : Drs.

Lebih terperinci

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 3 1.2 Tujuan 3 Halaman BAB 2 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU Kode/No.: STD/SPMI/ K.01 Tanggal: STANDAR SPMI Revisi :0 Halaman : 1 dari 5 STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU PROSES PENANGGUNGJAWAB

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Revisi 2013 PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru Email: bppm_uinsuskariau@uin-suska.ac.id

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM REKTOR UNIVERSITAS MATARAM, Menimbang: a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM)

RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) RANCANGAN PROGRAM KERJA KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (KKN-PPM) DISUSUN OLEH: Nama: Bejoi Nicolas NPM: 0103285687 Lokasi KKN-PPM: Puncak Lawang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)

Lebih terperinci

Efektivitas KNM Unsika 1

Efektivitas KNM Unsika 1 1.1. Latar Belakang EFEKTIVITAS KEGIATAN KULIAH NYATA MAHASISWA UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG TAHUN 2011 DAN 2012 Oleh : Budi Rismayadi Fakultas Ekonomi Manajemen Unsika PENDAHULUAN Pada dasarnya

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007 tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : 1. bahwa proses

Lebih terperinci

BUKU PANDUAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA

BUKU PANDUAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA BUKU PANDUAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) MAHASISWA UNIVERSITAS SYIAH KUALA BADAN PELAKSANA KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SYIAH KUALA DARUSSALAM BANDA ACEH 2014 (Edisi Revisi) BUKU PANDUAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN :

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MEMUTUSKAN : UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2002 TENTANG SISTEM NASIONAL PENELITIAN, PENGEMBANGAN, DAN PENERAPAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PROGRAM. Ketua. Anggota Tim

PROGRAM. Ketua. Anggota Tim PETUNJUK TEKNIS SISTEMATIKA PENYUSUNAN LAPORAN KEMAJUAN KEGIATAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PROGRAM PRIORITAS UNIVERSITAS PADJADJARAN a. Sampul Muka LAPORAN KEMAJUAN PROGRAM PRIORITAS UNIVERSITAS PADJADJARAN

Lebih terperinci

Diisi dengan lengkap, rapih dan menggunakan huruf cetak atau di ketik. Judul Usulan Kegiatan

Diisi dengan lengkap, rapih dan menggunakan huruf cetak atau di ketik. Judul Usulan Kegiatan Diisi dengan lengkap, rapih dan menggunakan huruf cetak atau di ketik. Judul Usulan Kegiatan Diajukan kepada Yayasan KEHATI untuk mendapatkan bantuan hibah Diusulkan oleh : Lembaga pengusul Informasi Dasar

Lebih terperinci

BUKU PEMBIMBINGAN AKADEMIK

BUKU PEMBIMBINGAN AKADEMIK BUKU PEMBIMBINGAN AKADEMIK UniversitasUbudiyah Indonesia Banda Aceh Indonesia 2014 VISI UNIVERSITAS Menjadi WORLD CLASS CYBER UNIVERSITY dalam penyelengaraan tridharma perguruan tinggii pada tahun 2025

Lebih terperinci

PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012

PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 PEDOMAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS SILIWANGI PERIODE II TAHUN AKADEMIK 2011/2012 TEMA : PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA MELALUI KKN TEMATIK UNTUK MENDUKUNG PENINGKATAN IPM KABUPATEN TASIKMALAYA LEMBAGA

Lebih terperinci

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 11 PALEMBANG 2O13 1 Standar Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

INSTRUMEN LAM AKREDITASI S1

INSTRUMEN LAM AKREDITASI S1 INSTRUMEN LAM AKREDITASI S1 1. STANDAR ISI 1.1. Adanya Standard Oprational Prosedure (SOP) dalam menjalankan semua Standar Isi Ada SOP, telah dijalankan dengan Surat Keputusan (SK) pimpinan perguruan,

Lebih terperinci

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA

PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA PEDOMAN PEMBEKALAN KULIAH KERJA NYATA UNIVERSITAS INDONESIA SUB DIREKTORAT OLAHRAGA DAN KEPEDULIAN PADA MASYARAKAT DIREKTORAT KEMAHASISWAAN UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK 2015 PENJELASAN UMUM a. Latar Belakang

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU BUKU PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU BUKU PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU BUKU PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2013 SAMBUTAN REKTOR Sistem monitoring dan evaluasi diperlukan untuk menjamin agar strategi

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 1 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 33 TAHUN 2010 T E N T A N G PEDOMAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR POLA SATU PINTU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

BAB I TUJUAN, VISI DAN MISI. Membentuk sumber daya mahasiswa jurusan yang kreatif dan produktif di bidang keteknikan dan bersifat religius.

BAB I TUJUAN, VISI DAN MISI. Membentuk sumber daya mahasiswa jurusan yang kreatif dan produktif di bidang keteknikan dan bersifat religius. BAB I TUJUAN, VISI DAN MISI Tujuan Membentuk sumber daya mahasiswa jurusan yang kreatif dan produktif di bidang keteknikan dan bersifat religius. Visi Mengembangkan sumber daya manusia yang beriman dan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 5 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA ANALISIS

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Nomor 2 Tahun 2014 tentang PEDOMAN ORGANISASI KEMAHASISWAAN DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS WIDYA DHARMA KLATEN Rektor Universitas Widya Dharma Klaten Menimbang

Lebih terperinci

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH

KISI-KISI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH/MADRASAH Manajerial Menyusun perencanaan untuk berbagai tingkatan perencanaan Memimpin dalam rangka pendayagunaan sumber daya secara optimal Menciptakan budaya dan iklim yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan Pengembangan Sumber Daya Sekolah Oleh: Ruswandi Hermawan Abstrak Sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuantujuan pendidikan. Sumber daya pendidikan di sekolah dapat dikelompokkan

Lebih terperinci

E. HIBAH PENELITIAN KERJA SAMA ANTARPERGURUAN TINGGI

E. HIBAH PENELITIAN KERJA SAMA ANTARPERGURUAN TINGGI E. HIBAH PENELITIAN KERJA SAMA ANTARPERGURUAN TINGGI 1. Umum Melalui berbagai program pembinaan penelitian yang telah dilaksanakan oleh Ditjen Dikti (Depdiknas) dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi,

Lebih terperinci

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN SIGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 366/Kpts/OT.220/9/2005 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN INDEKS PENERAPAN NILAINILAI DASAR BUDAYA KERJA APARATUR NEGARA LINGKUP DEPARTEMEN PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PERMOHONAN DATA KEPENDUDUKAN

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PERMOHONAN DATA KEPENDUDUKAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PERMOHONAN DATA KEPENDUDUKAN PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN TAHUN 2013 6 DINAS KEPENDUDUKAN DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PELAYANAN PERMOHONAN DATA KEPENDUDUKAN

Lebih terperinci

INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI)LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK)

INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI)LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) INSTRUMEN EVALUASI MUTU INTERNAL (EMI)LEMBAGA PENDIDIKAN TENAGA KEPENDIDIKAN (LPTK) 1. STANDAR ISI 1.1. Kejelasan dan kelengkapan dokumen kebijakan tentang penyusunan dan pengembangan kurikulum Terdapat

Lebih terperinci

Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tentang. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT)

Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tentang. Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) Rancangan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan

Lebih terperinci

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI SALINAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN STANDAR

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR Nomor: 627/PRN/I1.3. AU lf 12013

PERATURAN REKTOR Nomor: 627/PRN/I1.3. AU lf 12013 UNIVE RSTTAS II,IUH AIiITADIYA H SU RA BAYA Fakultas Teknik - Fakultas Ekonomi - Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Fakultas Agama lslam - Fakultas Hukum Fakultas llmu Kesehatan Jln. Sutorejo No.59

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI

PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 55/Permentan/KP.120/7/2007 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa transmigrasi merupakan bagian integral

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07 1

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. Menurut Undang -undang No.20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana

Lebih terperinci

Kesepakatan: Kurikulum Dasar Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia RAKER AIPTKMI IX

Kesepakatan: Kurikulum Dasar Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia RAKER AIPTKMI IX Kesepakatan: Kurikulum Dasar Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia RAKER AIPTKMI IX Hotel Inna Muara, Padang 27-29 Oktober 2014 1 NASKAH AKADEMIK PENDIDIKAN KESMAS INDONESIA PROFIL & 8 KOMPETENSI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG KERJA SAMA PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKNM PPMD INTEGRATIF. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan Laporan Akhir :

PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKNM PPMD INTEGRATIF. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan Laporan Akhir : PETUNJUK TEKNIS PENYUSUNAN LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKNM PPMD INTEGRATIF Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan Laporan Akhir : I. Ketentuan Umum Penulisan Laporan Akhir PPMD Integratif a.

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN UMUM PENYELENGGARAAN REHABILITASI DAN REKONSTRUKSI PASCA BENCANA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Pedoman

Lebih terperinci

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA 2013

LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA 2013 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENGAJUAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN PADA MASYARAKAT UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA 2013 Standar Operasional Prosedur Pengajuan

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN KERJA SAMA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA

PERATURAN KERJA SAMA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA PERATURAN KERJA SAMA POLTEKKES KEMENKES SURABAYA BAB I Pasal 1 Ketentuan Umum (1) Kerja sama Poltekkes Kemenkes Surabaya adalah kesepakatan antara Poltekkes Kemenkes Surabaya dengan perguruan tinggi dan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 12 TAHUN 2011

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 12 TAHUN 2011 PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR : 12 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN DIKLAT PRAJABATAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL GOLONGAN I DAN II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA 2011 PERATURAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DAN LEMBAGA ADAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KUTAI KARTANEGARA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG

VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG VI. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KAPASITAS KELOMPOK MANTAN TKW DI DESA CIBAREGBEG Dalam bagian ini akan disampaikan faktor yang mempengaruhi kapasitas kelompok yang dilihat dari faktor intern yakni: (1) motivasi

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

Arah dan Kebijakan Umum Rektor Tahun 2013

Arah dan Kebijakan Umum Rektor Tahun 2013 Universitas Gadjah Mada 0 ARAH DAN KEBIJAKAN UMUM REKTOR 2013 1. PENDAHULUAN Perbaikan berkelanjutan merupakan kata kunci dalam kesuksesan aktivitas di setiap organisasi. Universitas Gadjah Mada (UGM)

Lebih terperinci

Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS

Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS KABUPATEN PURBALINGGA Program Padat Karya Pangan (PKP) MENGATASI SITUASI SULIT DENGAN UPAH BERAS Sumber: Inovasi Kabupaten di Indonesia. Seri Pendokumentasian Best Practices, BKKSI, 2008 satu SITUASI SEBELUM

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2009 TENTANG BADAN HUKUM PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk mewujudkan fungsi dan tujuan

Lebih terperinci

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR ISI SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 01 PALEMBANG 2O13 1 Standar Isi Sistem Penjaminan Mutu Internal Universitas Muhammadiyah Palembang SPMI-UMP

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME DAN TATA CARA PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

SOP Penulisan Skripsi/Penelitian Mandiri

SOP Penulisan Skripsi/Penelitian Mandiri SOP Penulisan Skripsi/Penelitian Mandiri Jurusan : Manajemen A. Dasar Pemikiran Visi program studi Manajemen adalah Menjadi Program Studi Yang Unggul Di Bidang Manajemen Bisnis, diwujudkan dalam bentuk

Lebih terperinci

ii KATA PENGANTAR Puji syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayahnya, sehingga dunia pendidikan kita telah memiliki Standar Nasional Pendidikan. Standar Nasional

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI

BERITA DAERAH KOTA BEKASI PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI BERITA DAERAH KOTA BEKASI NOMOR : 16 2013 SERI : E PERATURAN WALIKOTA BEKASI NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG POLA KARIR PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA BEKASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 56 TAHUN 2013 TENTANG ORIENTASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN SEMARANG NOMOR 3 TAHUN 2013 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL DAN LINGKUNGAN PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SEMARANG, Menimbang : a. bahwa Tanggung

Lebih terperinci

TEKNIK PENYUSUNAN PROPOSAL & PELAPORAN KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA. Ir. Sudjatinah, MSi

TEKNIK PENYUSUNAN PROPOSAL & PELAPORAN KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA. Ir. Sudjatinah, MSi TEKNIK PENYUSUNAN PROPOSAL & PELAPORAN KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA Ir. Sudjatinah, MSi KKN PPM (pembelajaran pemberdayaan masyarakat) KKN PEMDA INTERAKTIF KECAMATAN KELURAHAN SINERGIS MANFAAT BAGI MAHASISWA

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH

PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH AN GANPERATURAN DAERAH KOTA SUNGAI PENUH NOMOR 17 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI DAN TATA PEMERINTAHAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA SUNGAI PENUH,

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Transmigrasi

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BINTAN, Menimbang:

Lebih terperinci

URAIAN TUGAS DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PASCASARJANA UNDIKNAS UNIVERSITY TAHUN 2010

URAIAN TUGAS DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PASCASARJANA UNDIKNAS UNIVERSITY TAHUN 2010 DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PASCASARJANA UNDIKNAS UNIVERSITY TAHUN 2010 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmatdan karunia-nya,

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) STANDAR PRAKTIK KEPERAWATAN INDONESIA -Tahun 2005- Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Pengurus Pusat PPNI, Sekretariat: Jl.Mandala Raya No.15 Patra Kuningan Jakarta Tlp: 62-21-8315069 Fax: 62-21-8315070

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN BATANG HARI

PEMERINTAH KABUPATEN BATANG HARI - 1 - SALINAN PEMERINTAH KABUPATEN BATANG HARI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BATANG HARI NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG BADAN KERJASAMA ANTAR DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BATANG HARI, Menimbang

Lebih terperinci

PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK

PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK JOB DESCRIPTION PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN (STIKKU) Nama Jabatan : Pembantu Ketua I Bidang Akademik Unit Kerja Atasan : Ketua STIKes Kuningan (STIKKU) Rumusan

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS

MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS JURUSAN TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BANGKA BELITUNG 2012 MANUAL PROSEDUR PROSES PENYUSUNAN KRS DAN PRS Kode Dokumen : SOP-FT-TE-002 Revisi : 00 Tanggal : 12

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI A. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD Beberapa permasalahan yang masih dihadapi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI

PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI PERATURAN ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA NOMOR : V TAHUN 2010 TENTANG TATA KERJA ORGANISASI IKATAN PERSAUDARAAN HAJI INDONESIA ------------------------------------------------------------------

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, PERATURAN DAERAH KABUPATEN PASURUAN NOMOR 31 TAHUN 2012 TENTANG TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PASURUAN, Menimbang Mengingat : a. bahwa upaya untuk mewujudkan

Lebih terperinci

B A P P E D A D A N P E N A N A M A N M O D A L P E M E R I N T A H K A B U P A T E N J E M B R A N A. 1.1 Latar Belakang

B A P P E D A D A N P E N A N A M A N M O D A L P E M E R I N T A H K A B U P A T E N J E M B R A N A. 1.1 Latar Belakang 1.1 Latar Belakang U ntuk menindak lanjuti diberlakukannya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 dan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 maka dalam pelaksanaan otonomi daerah yang harus nyata dan bertanggung

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG KEINSINYURAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa keinsinyuran merupakan kegiatan penggunaan

Lebih terperinci

Manual Prosedur PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN

Manual Prosedur PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN Manual Prosedur PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN Lembaga

Lebih terperinci

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2010 RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Kode

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1. Sasaran Pokok dan Arah Pembangunan Jangka Panjang Daerah Tujuan akhir pelaksanaan pembangunan jangka panjang daerah di Kabupaten Lombok Tengah

Lebih terperinci

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Ridwan Roy T, Deputi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Insitusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan,

Lebih terperinci