THE LABOURS OF HERCULES. by Agatha Christie TUGAS-TUGAS HERCULES. Alih bahasa: Widya Kirana. Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "THE LABOURS OF HERCULES. by Agatha Christie TUGAS-TUGAS HERCULES. Alih bahasa: Widya Kirana. Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama"

Transkripsi

1 THE LABOURS OF HERCULES by Agatha Christie TUGAS-TUGAS HERCULES Alih bahasa: Widya Kirana Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama Cetakan kedua: September 2002 Untuk Edmund Cork yang karena tugas-tugasnya atas nama Hercule Poirot sangat kukagumi buku ini dengan penuh sayang dipersembahkan KATA PENGANTAR APARTEMEN Hercule Poirot berperabotan sangat modern. Berkilau karena berlapis kromium. Kursi-kursinya yang nyaman, meskipun berlapis tebal, bentuknya persegi dan kaku sama sekali tidak luwes. Pada salah satu kursi itu duduk Hercule Poirot, rapi, tepat di tengah-tengahnya. Di seberangnya, di kursi lain, duduk Dr. Burton, anggota Fellow of All Souls. Ia sedang meneguk Château Mouton Rothschild dengan nikmat. Dia memuji anggur koleksi Poirot yang dihidangkan untuknya itu. Penampilan Dr. Burton sama sekali tidak rapi. Gendut, pakaiannya sembarangan, dan di bawah rambut putihnya wajahnya memancarkan keramahan dan kebaikan hatinya. Suaranya dalam dan serak. Kebiasaannya adalah menebarkan abu rokoknya di mana-mana. Dengan susah payah namun tanpa hasil, Poirot mencoba meletakkan asbak di sekeliling tamunya. Dr. Burton sedang menanyakan sesuatu. Katakan, katanya, mengapa kau dinamakan Hercule?

2 Maksudmu, nama baptisku? Ah, itu bukan nama baptis yang umum, sangkal Dr. Burton. Seratus persen mencerminkan kepercayaan kuno, paganisme. Tapi mengapa? Itu yang aku ingin tahu. Keisengan ayah? Harapan ibu? Alasan-alasan keluarga? Kalau aku tak salah ingat... meskipun ingatanku tak sebaik dulu lagi... kau punya kakak bernama Achille, ya, kan? Ingatan Poirot melayang cepat pada karier kakaknya, Achille Poirot. Apa benar kakaknya memang sukses dalam kariernya? Ya, tapi tidak lama, sahutnya singkat. Dengan cerdik Dr. Burton mengalihkan pembicaraan dari Achille Poirot. Seharusnya orang hati-hati bila memberi nama anak-anaknya, gumamnya setengah merenung. Aku punya sejumlah anak baptis. Ada yang namanya Blanche... padahal kulitnya gelap seperti gadis gipsy! Lalu ada Deirdre, Deirdre yang Berduka padahal gadis itu amat periang dan ceriwis seperti jangkrik. Dan Patience, seharusnya dia diberi nama Impatience, itu lebih cocok baginya! Lalu Diana... yah, Diana... Tiba-tiba ahli sastra Yunani Klasik itu bergidik. Beratnya sudah enam puluh kilo padahal sekarang umurnya baru lima belas! Orang bilang, itu lemak anak-anak tapi menurutku tidak begitu. Diana! Mereka ingin memberinya nama Helen, tapi aku berkeras mencegahnya. Kalau ingat seperti apa ayah-ibunya... Belum lagi neneknya! Sudah kuusulkan nama Martha atau Dorcas... nama yang lebih masuk akal, tapi tak diterima, buang-buang energi saja. Dasar orang desa tolol, orangtua... Pria itu batuk-batuk pelan, wajahnya yang kecil dan tembam sedikit berkerut. Poirot memandangnya penuh ingin tahu. Bayangkan suatu obrolan khayalan. Ibumu dan almarhum Mrs. Holmes, sambil merajut mantel-mantel bayi, Achille, Hercule, Sherlock, Mycroft... Poirot tidak bisa mengerti lelucon kawannya. Maksudmu, secara fisik penampilanku sama sekali tidak mirip Hercules, begitu? Mata Dr. Burton menyapu Hercule Poirot sekilas, memandang lelaki kecil berpenampilan serba rapi, mengenakan celana bergaris-garis, jas hitam tanpa cela, dasi kupu-kupu, dan sepasang sepatu kulit mahal yang serasi. Lalu pandangannya beralih ke kepala berbentuk telur dan kumis lebat yang menghiasi bagian bawah hidungnya. Terus terang, Poirot, kata Dr. Burton, kau benar-benar tiruan Hercules yang sama sekali tak ada miripnya! Lagi pula, tambahnya, rupanya kau tidak pernah mempelajari sastra Yunani Klasik, ya? Itu benar. Sayang. Sayang. Kau kehilangan banyak. Kalau aku punya wewenang, setiap orang akan kuharuskan mempelajari sastra Yunani Klasik. Poirot mengangkat bahu, Eh bien, tanpa itu pun aku sudah sukses. Sukses! Sukses! Bukan itu masalahnya. Itu pandangan yang seratus persen keliru. Sastra Yunani Klasik bukan tangga yang bisa cepat membawa kita ke puncak sukses, seperti kursus korespondensi modern! Bukan jam kerja seseorang yang penting melainkan justru waktu senggangnya. Itulah kesalahan kita semua. Lihat saja dirimu sekarang, kau masih tetap begitu, kau pasti akan punya keinginan untuk membebaskan diri dari semua ini, hidup santai lalu, apa yang akan kaulakukan di waktu senggangmu?

3 Poirot sudah siap dengan jawabannya. Aku akan menyibukkan diri secara serius dengan usaha menciptakan sumsum sayur-mayur. Dr. Burton terkejut bukan main. Sumsum sayur-mayur? Apa maksudmu? Cairan hijau yang rasanya tawar seperti air? Ah, sahut Poirot antusias. Itulah gagasan utamanya. Sumsum itu tidak harus tawar rasanya. Oh! Aku tahu... taburi keju parut, bawang giling, atau saus putih. Bukan, bukan... kau keliru. Aku yang menemukan gagasan bahwa rasa sumsum sayur-mayur, atau sari pati sayuran, bisa disempurnakan. Bisa kita beri... matanya menyipit sebuah bouquet... Astaga, kawan, itu kan bukan claret. Kata bouquet mengingatkan Dr. Burton akan gelas anggur dekat sikunya. Sekali lagi dia meneguk isinya dengan nikmat. Ini anggur yang sangat bagus. Rasanya sangat enak. Ya. Kepalanya mengangguk-angguk. Tapi, tentang urusan rasa sumsum sayuran itu... kau tidak serius, bukan? Kau tidak bermaksud... suaranya tiba-tiba berubah ngeri untuk membungkuk-bungkuk, tangannya mengelus perutnya sendiri yang amat gendut, membungkuk, menggali-gali, membasahinya dengan secarik kain wol yang sudah dicelupkan ke air, dan seterusnya, dan seterusnya? Sepertinya kau sudah terbiasa merekayasa sumsum sayuran? balas Poirot. Aku pernah lihat tukang kebun melakukannya waktu berkunjung ke desa. Tapi terus terang, Poirot... itu hobi yang sangat aneh! Dibandingkan dengan... suaranya merendah, seakan berlagu kursi empuk di depan perapian, dalam ruangan panjang dengan dinding penuh buku... ya, harus ruangan yang panjang... bujur sangkar tidak cocok. Buku-buku di mana-mana. Segelas anggur enak... dan sebuah buku terbuka di pangkuan. Waktu berjalan mundur ke masa lalu, sementara kau asyik membaca, dia mengutip dengan nada penuh irama, { tulisan dengan huruf Yunani } Lalu menerjemahkannya, Dengan terampil, sekali lagi, di tengah badai di samudera merah bagaikan anggur, sang nakhoda meluruskan perahunya yang dipermainkan gelombang. Tentu saja kau takkan dapat memahami keindahan nuansanya dalam bahasa aslinya. Sejenak, karena terlalu menggebu-gebu, ia tidak menyadari kehadiran Poirot. Dan Poirot, yang asyik memandangi kawannya, tiba-tiba ragu ada perasaan tidak enak yang mengusik hatinya. Apakah benar ada sesuatu yang tak dimilikinya, yang membuatnya merasa kehilangan? Kekayaan batin? Pelan-pelan rasa sedih merayapi hatinya. Ya, seharusnya dia sudah mengenal sastra Yunani Klasik, sejak dulu. Dan sekarang, sudah terlambat... Dr. Burton membuyarkan lamunannya. Maksudmu, kau benar-benar sudah berpikir untuk pensiun? Ya. Kawan Poirot itu tertawa geli. Tak mungkin! Sungguh, aku...

4 Kau takkan sanggup, kawan. Kau terlalu mencintai pekerjaanmu. Sungguh, aku sudah membuat persiapan-persiapan. Beberapa kasus lagi yang benar-benar terpilih bukan yang biasa-biasa saja, bukan yang muncul di depanku begitu saja. Aku hanya akan menangani kasus-kasus yang secara pribadi membuatku tertarik. Dr. Burton tersenyum lebar. Pasti begitu. Sudah kuduga. Satu-dua kasus lagi, lalu satu lagi, dan seterusnya. Gaya penampilan terakhir seorang Prima Donna takkan cocok dengan watakmu, Poirot! Ia tertawa geli sambil bangkit berdiri, seraut wajah menyenangkan di bawah mahkota rambut yang sudah putih. Pilihanmu bukanlah Tugas-tugas Hercules, katanya. Pilihanmu adalah tugas-tugas karena cinta. Berani taruhan, aku pasti benar. Dua belas bulan lagi kau pasti masih tetap di sini, dan sumsum sayuran masih tetap... dia bergidik sumsum biasa saja. Setelah berpamitan pada tuan rumahnya, Dr. Burton meninggalkan ruangan persegi panjang yang kaku itu. Dia keluar dari halaman-halaman buku ini dan takkan muncul kembali. Yang menjadi perhatian kita adalah kesan yang ditinggalkannya, kesan yang kemudian berubah menjadi gagasan. Karena, setelah kawannya itu pergi, Hercule Poirot pelan-pelan kembali duduk di kursinya, dan seperti orang bermimpi ia bergumam, Tugas-tugas Hercules... Mais oui, c est une idée, ça... *** Keesokan harinya Hercule Poirot menyibukkan diri dengan membuka-buka sebuah buku tebal bersampul kulit dan sejumlah buku lain yang penampilannya sudah lusuh. Sesekali ia membuat catatan atau membaca potongan-potongan kertas berisi catatan yang sudah diketik. Sekretarisnya, Miss Lemon, telah diperintahkannya untuk mengumpulkan segala macam tulisan tentang Hercules, dan menyusun detail-detailnya secara sistematis. Dengan tak acuh (Miss Lemon bukan tipe wanita yang selalu ingin tahu!), tetapi dengan efisiensi yang sempurna, Miss Lemon menyelesaikan tugasnya. Hercule Poirot boleh dikatakan terjun begitu saja ke dalam lembah sastra Yunani Klasik yang mengerikan, dan dengan perhatian khusus pada Hercules, pahlawan yang dipuja, yang setelah kematiannya diangkat menjadi makhluk yang sejajar dengan para dewa, serta mendapat kehormatan sebagaimana layaknya seorang dewa. Sampai sejauh itu segalanya berjalan lancar tetapi, setelah itu, kemajuan yang diperolehnya tidak mudah. Selama dua jam dengan tekun Poirot membuat catatan-catatan, mengerutkan dahi, memeriksa potongan-potongan kertas berisi detail-detail penting, dan membaca buku-buku referensi lainnya. Akhirnya ia duduk bersandar sambil menggelenggelengkan kepala. Semangatnya yang menggebu-gebu pada malam sebelumnya kini lenyap. Orang-orang macam apa ini?! Ambil contoh si Hercules ini... si pahlawan! Huh, pahlawan! Dia tak lebih dari makhluk berotot dengan inteligensi rendah dan kecenderungan-kecenderungan kriminal! Tokoh ini mengingatkannya akan Adolfe Durand, si tukang jagal yang diadili di Lyon pada tahun 1895 lelaki dengan kekuatan sapi jantan yang tega membunuh anak-anak kecil. Pembelanya mengatakan ia menderita epilepsi pernyataan yang tak perlu diragukan lagi meskipun, apakah kasusnya grand mal atau petit

5 mal menjadi perdebatan seru selama berhari-hari. Hercules dari Yunani Kuno ini barangkali menderita grand mal. Sialan, Poirot menggeleng. Kalau memang seperti itu gambaran tokoh pahlawan bagi orang-orang Yunani, jika diukur dengan standar modern, jelas takkan cocok. Keseluruhan pola pikir Yunani Klasik membuatnya terkejut dan ngeri. Dewa-dewa dan dewi-dewi itu... rupanya mereka punya banyak nama lain, punya banyak alias, persis tokoh-tokoh kriminal modern. Sungguh, mereka benar-benar mewakili berbagai tipe kriminal. Pemabuk, punya kebiasaan-kebiasaan seksual yang aneh, incest, pemerkosa, pencuri, perampok, pembunuh, penipu ulung pendek kata, cukup untuk membuat seorang juge d Instruction selalu sibuk. Tak ada kehidupan keluarga yang sopan dan terhormat. Tanpa aturan jelas dan tanpa metode. Bahkan dalam tindak kejahatan mereka, tak ada aturan jelas dan tak ada metode! Huh, Hercules! gumam Hercule Poirot sambil bangkit berdiri. Dia merasa ilusinya hancur. Ia memandang sekelilingnya dengan sikap puas. Ruangan persegi panjang, dengan perabotan persegi yang modern bahkan dilengkapi dengan patung modern yang berbentuk kubus yang ditumpangkan pada kubus lain, dan di atasnya terdapat bangun geometris dari susunan kawat-kawat tembaga. Dan... di tengah ruangan yang serba rapi, bersih, dan teratur itu... dirinya sendiri. Dipandanginya bayangan dirinya di cermin. Inilah Hercules modern sangat berbeda dari sketsa menjijikkan yang menggambarkan makhluk telanjang berotot sedang mengayun-ayunkan gada. Hercules modern adalah sosok kecil berpenampilan serba rapi, mengenakan setelan modern yang bagus potongannya, lengkap dengan kumis yang... ya, kumis yang anggun dan amat mengesankan yang tidak dimiliki si Hercules kuno itu. Apakah Hercules dulu pernah berpikir untuk memelihara kumisnya? Namun, ada satu persamaan antara Hercule Poirot dan Hercules dari sastra Yunani Klasik itu. Keduanya jelas berperan penting dalam membersihkan dunia ini dari kuman-kuman busuk tertentu... Masing-masing bisa dikatakan berperan sebagai Penyelamat Masyarakat di tempat mereka hidup... Apa kata Dr. Burton kemarin, sebelum dia pergi? Pilihanmu bukanlah Tugas-tugas Hercules... Ah, kawannya itu keliru. Dasar makhluk pikun. Harus ada, sekali lagi, Tugas-tugas Hercules yang harus diselesaikan... Hercules modern. Seorang tokoh yang cerdas dan amat menarik! Sebelum akhirnya benar-benar pensiun, Hercule Poirot akan menyelesaikan dua belas kasus, tidak lebih, tidak kurang. Dan dua belas kasus itu harus dipilih dengan referensi khusus terhadap dua belas tugas yang diselesaikan Hercules dari Zaman Yunani Kuno itu. Ya, itu pasti tidak hanya menarik, tetapi juga artistik, kecuali itu juga... mungkin akan berkesan spiritual. Poirot mengambil Kamus Sastra Klasik dan sekali lagi menenggelamkan diri ke Zaman Yunani Kuno. Dia tidak bermaksud mengikuti jejak prototipenya itu secara persis. Tak boleh ada wanita, tak boleh ada jubah yang ternoda darah Nessus... Hanya boleh ada Tugas-tugas, ya, Tugas-tugas semata-mata. Tugas Pertama, kalau begitu, adalah Singa dari Nemea. Singa dari Nemea, ulangnya beberapa kali. Tentu saja ia tidak mengharap akan mendapat kasus yang benar-benar melibatkan singa hidup. Pasti akan terlalu mencolok dan tidak bermutu bila ia tiba-tiba dikunjungi Direktur Kebun Binatang yang meminta bantuannya memecahkan kasus yang ada hubungannya dengan singa betul. Tidak, tidak begitu. Harus ada simbolisme dalam kasus-kasus yang akan ditanganinya. Kasus pertama harus ada hubungannya dengan tokoh masyarakat, harus ada sensasinya, harus merupakan kasus yang amat penting! Tokoh kriminal yang amat terkenal... atau, alternatifnya, seseorang yang bisa disejajarkan dengan singa di mata masyarakat. Pengarang terkenal, politikus, pelukis... atau bahkan kerabat Kerajaan?

6 Hercule Poirot menyukai gagasan terlibatnya seorang kerabat Kerajaan dalam kasus... Dia takkan tergesa-gesa. Dia akan menunggu... menunggu kasus yang penting dan menarik minatnya, yang akan menjadi Tugas Pertama yang dibebankannya pada pundaknya sendiri. 1 SINGA DARI NEMEA I ADA yang menarik perhatian pagi ini, Miss Lemon? tanya Hercule Poirot sambil masuk ke ruang kerjanya, keesokan harinya. Dia amat menghargai dan mempercayai pendapat Miss Lemon. Wanita itu tak punya imajinasi, tetapi punya insting kuat. Apa pun yang dikatakannya layak dipertimbangkan, dan kemudian akan terbukti memang layak dipertimbangkan. Miss Lemon memang terlahir sebagai sekretaris. Tak banyak, M. Poirot. Hanya ada satu surat yang menurut saya akan membuat Anda tertarik. Saya letakkan paling atas di tumpukan surat. Tentang apa? Ia melangkah maju dengan penuh minat. Dari seorang pria yang meminta bantuan Anda untuk menyelidiki kasus hilangnya anjing peking kesayangan istrinya. Langkah Poirot langsung terhenti. Kakinya masih menggantung di udara. Dia melemparkan pandangan kesal ke arah Miss Lemon. Wanita itu tidak menggubrisnya. Ia sudah kembali sibuk mengetik. Miss Lemon mengetik dengan cepat dan tepat, seperti senapan otomatis yang ditembakkan penembak ulung. Poirot gemetar; gemetar dan merasa terhina. Miss Lemon, sekretarisnya yang cekatan dan efisien, telah menghinanya! Seekor anjing peking. Seekor anjing peking! Padahal semalam ia bermimpi. Ia sedang meninggalkan Buckingham Palace setelah mendapat ucapan terima kasih secara pribadi, ketika pelayan setianya datang membawakan segelas cokelat hangat dan membangunkannya. Kata-kata bergetar di mulutnya... kata-kata yang tajam menusuk. Ia tidak mengucapkannya secara terang-terangan sebab Miss Lemon, yang sedang asyik mengetik dengan cepat dan efisien, pasti takkan mendengarnya. Dengan geram dan agak jijik ia mengambil surat paling atas dari tumpukan surat-surat di atas mejanya. Ya, surat itu persis seperti yang dikatakan Miss Lemon! Sebuah alamat di pusat kota permintaan resmi dalam bahasa yang ringkas dan tanpa basa-basi. Masalahnya berhubungan dengan kasus diculiknya seekor anjing peking. Jenis anjing bermata menonjol yang amat disukai wanita-wanita kaya. Bibir Hercule Poirot berkerut sementara dia membaca surat itu. Tak ada yang istimewa tentang isinya. Tak ada yang luar biasa atau... Tapi... ya, ya, tentang satu detail kecil, Miss Lemon ternyata benar. Tentang satu detail kecil, memang

7 ada sesuatu yang luar biasa. Hercule Poirot duduk. Dengan pelan dan cermat ia membaca kembali surat itu. Bukan jenis kasus yang diinginkannya, bukan jenis yang telah dijanjikannya pada dirinya sendiri. Dari sudut apa pun, ini bukan kasus yang bisa disebut penting dan hal pokok yang membuatnya keberatan adalah... Ini bukan Tugas Hercules yang sesuai untuknya. Sayangnya, Hercule Poirot tertarik... Ya, ia merasa tergelitik dan ingin tahu... Ia berkata dengan suara nyaring, agar dapat terdengar Miss Lemon di tengah bunyi mesin tiknya yang tak kalah nyaringnya. Telepon Sir Joseph Hoggin, perintahnya, dan buatkan janji pertemuan dengannya, di kantornya, seperti yang diusulkannya. Seperti biasa, Miss Lemon selalu benar. *** Saya orang biasa, M. Poirot, kata Sir Joseph Hoggin. Hercule Poirot menggerakkan tangan kanannya tanpa maksud tertentu. Gerakan tangannya itu (kalau kita memilih mengartikannya) mengungkapkan kekagumannya akan keberhasilan Sir Joseph dalam kariernya dan penghargaannya akan kerendah-hatian pria itu dalam menggambarkan dirinya sendiri. Barangkali bisa juga diartikan sebagai gaya anggun untuk membenarkan pernyataan tersebut. Singkatnya, gerakan tangan Poirot sama sekali tidak mengungkapkan apa yang sesungguhnya terlintas dalam pikirannya, yaitu bahwa sebenarnya (kalau kita gunakan istilah yang lebih umum) Sir Joseph adalah pria yang sama sekali tidak istimewa. Mata Hercule Poirot yang kritis menilai dagu yang gemuk, sepasang mata sipit, hidung besar menggelembung, dan bibir yang terkatup rapat. Efek keseluruhannya mengingatkannya pada seseorang atau sesuatu... tapi saat itu ia tak ingat siapa atau apa. Samar-samar sesuatu terlintas dalam ingatannya. Dulu... sudah lama berlalu... di Belgia... sesuatu, ya, sesuatu yang ada hubungannya dengan sabun... Sir Joseph sedang melanjutkan. Tak ada rumbai-rumbai atau basa-basi. Saya tak suka berputar-putar. Sebagian besar orang pasti akan membiarkan kasus ini berlalu begitu saja. Menganggapnya nasib sial dan melupakannya. Tapi itu bukan watak Joseph Hoggin. Saya orang kaya... dan uang dua ratus pound sebenarnya tak ada artinya bagi saya... Poirot menyela dengan cepat, Saya ucapkan selamat kepada Anda. Eh? Sir Joseph berhenti satu menit lamanya. Matanya yang kecil semakin menyipit. Ia berkata dengan suara tajam, Tapi itu tidak berarti saya punya kebiasaan membuang-buang uang. Apa yang saya inginkan saya bayar. Saya bayar sesuai dengan harga pasar... tidak lebih. Hercule Poirot menanggapi, Tahukah Anda, bayaran saya amat tinggi? Ya, ya. Tapi, Sir Joseph memandang tamunya dengan cerdik, kasus ini amat sepele. Hercule Poirot mengangkat bahu. Katanya, Saya tak suka tawar-menawar. Saya seorang ahli. Untuk layanan jasa seorang ahli, Anda harus bersedia membayar harga yang sesuai. Sir Joseph berkata terus terang, Saya tahu, Anda orang yang paling hebat dalam hal-hal semacam ini. Saya sudah menyelidikinya dan saya diberitahu bahwa Anda-lah yang terbaik yang tersedia. Saya memang ingin kasus ini diselesaikan dengan tuntas dan saya takkan

8 mengomel tentang ongkosnya. Itulah sebabnya Anda menemui saya di sini. Anda sangat beruntung, balas Poirot dengan nada tak kalah tajamnya. Sir Joseph menggumamkan Eh? lagi. Sangat beruntung, ulang Hercule Poirot dengan tegas. Saya... saya bisa mengatakannya tanpa harus pura-pura berendah hati, saya sudah mencapai puncak karier saya. Tak lama lagi saya bermaksud pensiun... pindah ke desa, kadang-kadang melakukan perjalanan melihat-lihat dunia. Selain itu, mungkin saya juga akan mengembangkan kebun percobaan... dengan perhatian khusus pada usaha memperbaiki rasa sumsum sayuran. Mengembangkan sayuran yang luar biasa. Yang ada sekarang sudah cukup hebat, tetapi rasanya masih kurang. Namun, itu bukanlah alasan utamanya. Yang ingin saya katakan, sebelum benar-benar pensiun saya sudah mencanangkan sejumlah tugas yang harus saya selesaikan. Saya telah memutuskan menerima dua belas kasus... tidak lebih, tidak kurang. Tugas-tugas Hercules yang saya bebankan sendiri ke pundak saya. Kasus Anda, Sir Joseph, adalah tugas pertama dari dua belas tugas itu. Saya tertarik, desah Hercule Poirot, justru karena tidak pentingnya kasus ini. Penting? ulang Sir Joseph. Tidak penting, itu kata saya tadi. Saya telah menangani berbagai macam kasus... menyelidiki kasus pembunuhan, kematian yang tak jelas sebab-sebabnya, perampokan, pencurian permata, dan ini untuk pertama kalinya saya diminta menggunakan bakat-bakat saya untuk memecahkan kasus penculikan seekor anjing peking. Sir Joseph menggeram. Katanya, Anda membuat saya heran! Seharusnya Anda saat ini sudah dikerumuni wanita-wanita kaya yang mengeluh tentang hilangnya anjing kesayangan mereka. Itulah, memang begitu. Tapi, ini adalah untuk pertama kalinya saya dimintai tolong oleh pihak suami dalam kasus seperti ini. Mata sipit Sir Joseph makin menyipit, menyorotkan kekagumannya. Katanya, Saya mulai mengerti, mengapa mereka merekomendasikan Anda. Anda orang yang sangat cerdik, Mr. Poirot. Poirot bergumam, Kalau begitu, silakan menceritakan fakta-faktanya sekarang. Kapan anjing itu hilang? Tepat seminggu yang lalu. Dan saat ini istri Anda pasti panik, ya, kan? Sir Joseph memandang Poirot lekat-lekat. Katanya, Anda tidak mengerti. Anjing itu sudah dikembalikan. Dikembalikan? Kalau begitu, izinkan saya bertanya, dalam hal apa saya dibutuhkan di sini? Wajah Sir Joseph menjadi merah padam. Sebab saya seperti orang tolol kalau mau ditipu begitu saja! Dengar, Mr. Poirot, akan saya ceritakan semuanya. Seminggu yang lalu, anjing itu diculik di Kensington Gardens, ketika sedang diajak jalan-jalan kawan istri saya. Esok harinya istri saya menerima surat yang minta tebusan sebesar dua ratus pound. Bayangkan, dua ratus pound! Hanya untuk seekor anjing jelek yang selalu menghalangi langkah kita! Poirot bergumam, Anda tidak bersedia membayar uang tebusan itu, tentu saja? Tentu saja tidak... atau tidak akan sudi seandainya saya tahu! Milly, istri saya, tahu

9 benar watak saya. Dia tak mengatakan apa-apa pada saya. Langsung saja dikirimkannya uang itu... dalam pecahan satu pound seperti yang diminta... ke alamat yang telah disebutkan. Dan anjingnya kemudian dikembalikan? Ya. Malamnya bel pintu dibunyikan, dan ketika pintu dibuka, anjing itu ada di sana. Tak ada siapa-siapa kecuali anjing itu. Sempurna. Lanjutkan. Kemudian, tentu saja Milly mengakui perbuatannya dan saya agak marah. Tapi saya marah tak lama-lama. Bagaimanapun juga, hal itu sudah telanjur. Kita tak mungkin mengharapkan kaum wanita bertindak sesuai dengan akal sehat, bukan? Dan, kalau saya tidak bertemu dan mengobrol dengan Samuelson di Klub, saya akan melupakan kasus ini begitu saja. Ya? Sungguh sial! Penculikan anjing pasti merupakan usaha yang amat menguntungkan! Hal yang persis sama terjadi padanya. Tiga ratus pound berhasil mereka keruk dari istrinya! Yah... jumlah itu agak terlalu banyak. Saya memutuskan hal ini harus dihentikan. Saya lalu memanggil Anda. Tapi, Sir Joseph, seharusnya dan ini jauh lebih murah Anda menghubungi polisi. Sir Joseph menggaruk-garuk hidungnya. Katanya, Apakah Anda sudah menikah, M. Poirot? Ah, kata Poirot, saya belum memperoleh kebahagiaan itu. Hmm, gumam Sir Joseph. Entahlah kalau Anda menyebut ini kebahagiaan. Tapi jika sudah menikah Anda akan tahu wanita makhluk yang aneh. Istri saya langsung menjerit-jerit histeris begitu saya menyebut-nyebut kata polisi. Entah bagaimana, dia yakin sesuatu yang buruk akan terjadi pada Shan Tung jika saya menghubungi polisi. Dia menolak gagasan itu mentah-mentah... dan kalau saya boleh mengatakannya, dia pun sebenarnya tidak setuju saya memanggil Anda. Tapi saya bersikap tegas dan akhirnya dia menyerah. Tapi, ingat, dia tidak menyukai gagasan ini. Hercule Poirot bergumam, Kalau begitu, sejauh pengamatan saya, kasus ini amat peka. Sebaiknya mungkin saya juga mewawancara Madame, istri Anda, untuk memperoleh beberapa keterangan tambahan dan sekaligus meyakinkannya bahwa anjingnya akan baik-baik saja. Sir Joseph mengangguk lalu berdiri. Katanya, Mari saya antarkan dengan mobil saya. II Dalam sebuah ruang duduk yang cukup luas, panas, dan berperabotan meriah, dua wanita sedang bersantai. Ketika Sir Joseph dan Hercule Poirot masuk, seekor anjing peking kecil melompat ke depan, menggonggong galak, dan dengan sikap mengancam mengelilingi kaki Poirot berkalikali. Shan... Shan... sini, sini, ikut Mama, Sayang... Ambil dia, Miss Carnaby. Wanita yang disuruh cepat-cepat melakukan perintah itu dan Hercule Poirot bergumam, Seperti singa! Dengan napas terengah-engah wanita yang berhasil menangkap Shan Tung menyetujui pendapatnya.

10 Ya, benar, dia anjing penjaga yang baik. Dia tak takut pada apa pun dan siapa pun. Sini, Sayang, sini... Setelah memperkenalkan mereka, Sir Joseph berkata, Well, Mr. Poirot, silakan melakukan penyelidikan Anda. Saya ada urusan lain, katanya. Lalu sambil mengangguk singkat ia meninggalkan ruangan itu. Lady Hoggin seorang wanita gemuk, berpenampilan aneh dengan rambut yang dicat kemerahmerahan. Kawannya, Miss Carnaby yang selalu terengah-engah, bertubuh gemuk, berwajah ramah, dan menyenangkan. Usianya antara empat puluh dan lima puluh tahun. Dia memperlakukan Lady Hoggin dengan penuh hormat dan jelas sekali ia amat takut pada majikannya. Poirot berkata, Tolong ceritakan, Lady Hoggin, bagaimana terjadinya kejahatan yang menjengkelkan ini. Wajah Lady Hoggin memerah. Saya senang Anda mengatakannya seperti itu, Mr. Poirot. Sebab itu memang kejahatan. Anjing peking sangat sensitif, seperti anak-anak. Shan Tung yang malang... bisa saja dia mati karena ketakutan. Miss Carnaby menyambung dengan suara seakan menahan napas, Ya, kejam... sungguh kejam. Tolong katakan fakta-faktanya. Ya, begini. Shan Tung sedang berjalan-jalan di taman bersama Miss Carnaby... Oh, benar... benar... semua ini salah saya, sela Miss Carnaby. Betapa tololnya saya waktu itu... ceroboh... Lady Hoggin berkata dengan suara masam, Aku tidak ingin mencelamu, Miss Carnaby, tapi menurutku, seharusnya kau lebih waspada. Poirot mengalihkan pandangannya pada wanita yang satunya. Apa yang terjadi? Miss Carnaby langsung nyerocos. Ya, sangat aneh dan luar biasa! Kami baru saja berjalan-jalan dekat bedeng-bedeng bunga... Shan Tung, tentu saja, tetap terikat pada tali lehernya. Dia telah saya beri kesempatan untuk lari-lari dan berguling-guling di rumput. Dan saya baru saja hendak melangkah pulang ketika perhatian saya tertarik pada bayi dalam kereta dorong... bayi yang lucu dan menggemaskan... dia tersenyum pada saya... pipinya merah jambu dan rambutnya keriting. Saya tak dapat menahan diri untuk tidak mengobrol sebentar dengan perawat pengasuhnya, hanya satu-dua menit, lalu tiba-tiba saya memandang ke bawah dan... Shan Tung tak ada lagi. Tali lehernya sudah dipotong... Lady Hoggin menyela, Kalau kau melaksanakan tugasmu dengan baik, orang tak mungkin menyelinap dan memotong tali itu. Miss Carnaby hampir-hampir menangis. Poirot dengan cepat menengahi, Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Yah, tentu saja saya mencarinya di mana-mana. Dan memanggil-manggil dia! Saya juga bertanya pada penjaga taman, kalau-kalau dia melihat orang menggendong seekor anjing peking... tetapi dia mengatakan tak tahu. Saya kehilangan akal... saya terus mencaricari, tapi akhirnya, tentu saja, saya harus pulang... Kata-kata Miss Carnaby tiba-tiba terputus. Poirot dapat membayangkan apa yang kemudian

11 terjadi. Ia bertanya, Lalu Anda menerima sepucuk surat? Lady Hoggin menyambung cerita itu, Bersama pos pertama esok harinya. Tertulis di sana, kalau saya ingin melihat Shan Tung dalam keadaan selamat, saya harus mengirimkan uang sebesar dua ratus pound dalam pecahan satu pound dalam sebuah paket yang tak tercatat kepada Kapten Curtis, Bloomsbury Road Square Nomor 38. Ditulis pula, jika uangnya ditandai atau polisi diberitahu, maka... maka... ekor dan telinga Shan Tung akan dipotong! Miss Carnaby mulai terisak. Sungguh kejam, gumamnya. Bagaimana mungkin orang bisa sejahat itu?! Lady Hoggin melanjutkan, Ditulis pula, jika saya segera mengirimkan uangnya, Shan Tung akan langsung dikembalikan malam itu juga, dalam keadaan hidup dan tak kurang suatu apa. Tapi jika... jika sesudah itu saya melapor pada polisi, nyawa Shan Tung akan terancam... Miss Carnaby menggumam dengan air mata berlinang, Oh, saya amat cemas... bahkan sekarang pun saya masih khawatir... Tapi, tentu saja M. Poirot bukan polisi... Lady Hoggin berkata dengan nada cemas, Jadi, Mr. Poirot, Anda harus sangat hati-hati. Dengan cepat Hercule Poirot menenangkan kedua wanita itu. Tapi saya bukan polisi. Pertanyaan dan penyelidikan saya akan dilakukan secara diam-diam dan tanpa ribut-ribut. Anda harus percaya pada saya, Lady Hoggin, Shan Tung takkan diapa-apakan. Tentang itu saya berani menjamin. Kedua wanita itu tampak lega setelah mendengar kata ajaib itu. Poirot melanjutkan. Anda masih menyimpan surat itu? Lady Hoggin menggeleng. Tidak. Saya diperintahkan untuk menyertakannya bersama uangnya. Dan Anda menuruti perintah itu? Ya. Hmm, sayang sekali. Miss Carnaby berkata dengan nada penuh kemenangan, Tapi saya masih menyimpan sisa potongan tali leher itu. Saya ambil dulu, ya? Dia langsung meninggalkan ruangan itu. Hercule Poirot memanfaatkan kesempatan itu untuk mengajukan beberapa pertanyaan khusus. Amy Carnaby? Oh! Dia cukup baik. Wataknya baik, meskipun dia agak tolol. Saya sudah pernah mempekerjakan sejumlah wanita untuk menemani saya, mereka semua tolol. Tapi Amy sangat mencintai Shan Tung dan benar-benar sedih karena peristiwa itu... dia bingung... Yah, dasar tolol. Dia asyik memandangi bayi itu dan melupakan anjing kesayangan saya! Perawan-perawan tua seperti dia biasanya suka bersikap tolol jika melihat bayi! Tidak, saya yakin, dia tak ada hubungannya dengan kasus ini. Sepertinya memang tidak, Poirot sependapat. Tapi karena anjing itu hilang ketika berada dalam pengawasannya, kita harus meyakinkan diri akan kejujurannya. Sudah lama dia bekerja pada Anda? Hampir setahun. Dia punya referensi yang bagus. Pernah bekerja pada almarhum Lady Hartingfield sampai wanita itu meninggal... selama sepuluh tahun di sana. Kemudian dia merawat kakaknya yang invalid selama beberapa waktu. Dia wanita yang baik... tetapi, seperti kata saya tadi, orangnya tolol.

12 Saat itu Amy Carnaby masuk ke ruangan, dengan napas terengah-engah. Ia mengulurkan sisa tali leher Shan Tung kepada Poirot dengan sikap khidmat dan memandang pria itu dengan penuh harap. Poirot mengamati benda itu dengan teliti. Mais oui, katanya. Ini jelas bekas dipotong. Kedua wanita itu masih tetap memandangnya dengan penuh harap. Kemudian Poirot berkata, Saya akan menyimpan tali ini. Dengan sikap yang tak kalah khidmatnya dimasukkannya benda itu ke dalam sakunya. Kedua wanita itu mendesah lega. Poirot telah melakukan apa yang diharapkan kedua wanita itu akan dilakukannya. III Hercule Poirot mempunyai kebiasaan menguji segala kemungkinan. Meskipun sekilas seakan tak mungkin Miss Carnaby terlibat dalam kasus itu, karena jelas-jelas tolol dan agak linglung, Poirot tetap mewawancarai seorang wanita ningrat yang semula tidak menerimanya dengan ramah. Ia keponakan mendiang Lady Hartingfield. Amy Carnaby? tanya Miss Maltravers. Tentu saja saya masih ingat dia. Dia baik dan cocok sekali dengan Bibi Julia. Sangat suka anjing dan pandai membaca keras-keras. Dia juga cerdik, dalam arti tidak pernah menentang orang cacat. Ada apa dengan dia? Mudahmudahan dia tidak mendapat kesulitan. Setahun yang lalu saya memberinya referensi karena dia akan bekerja pada seorang wanita yang namanya mulai dengan huruf H... Cepat-cepat Poirot menjelaskan bahwa Miss Carnaby masih bekerja pada wanita yang dimaksud. Katanya, ada masalah kecil sehubungan dengan hilangnya seekor anjing. Amy Carnaby sangat mencintai anjing. Bibi saya punya seekor anjing peking. Sebelum meninggal, ia mewariskan anjing itu kepada Miss Carnaby. Dan... Miss Carnaby amat menyayangi anjing itu. Saya yakin, dia pasti sedih sekali ketika anjing itu mati. Oh ya, dia wanita baik-baik. Tentu saja kita tidak bisa mengatakan dia berotak cerdas. Hercule Poirot sependapat bahwa, bagaimanapun juga, Miss Carnaby tak dapat digambarkan sebagai wanita cerdas. Selanjutnya dia mewawancarai penjaga taman, yang waktu itu ditanyai Miss Carnaby... pada sore hari yang nahas itu. Hal itu dilakukan Poirot tanpa kesulitan. Laki-laki itu masih ingat kejadian tersebut. Seorang wanita setengah baya, agak gemuk namun masih normal dia kehilangan anjing peking-nya. Saya hafal dia hampir setiap sore ke sini mengajak jalan-jalan anjingnya. Saya melihatnya datang membawa anjing itu. Dia benar-benar bingung ketika anjing itu hilang. Dia lari-lari menemui saya, menanyakan kalau-kalau saya melihat orang membawa anjingnya! Yah, Anda lihat saja sendiri! Taman ini penuh dengan segala macam anjing... terrier, peking, anjing Jerman... bahkan jenis borzoi pun ada. Tentu saya tak bisa mengawasi setiap orang yang membawa anjing peking. Hercule Poirot mengangguk sambil berpikir-pikir. Kemudian ia pergi ke Bloomsbury Road Square Nomor 38. Nomor 38, 39, dan 40 digabungkan menjadi Balaclava Private Hotel. Poirot menaiki undakannya lalu mendorong sebuah pintu. Pintu itu membuka dan ia disambut aroma kubis rebus serta sisa-sisa sarapan pagi. Ruangan di hadapannya agak suram. Di sisi kirinya ada sebuah meja terbuat dari kayu mahoni dengan sebuah tanaman chrysanthemum yang tampak menyedihkan. Di atas meja terdapat rak besar, berbentuk kotak-kotak, penuh

13 berisi tumpukan surat. Poirot memandangi rak itu sambil berpikir keras selama beberapa menit. Kemudian ia mendorong pintu di sebelah kanannya. Ruangan di baliknya merupakan ruang duduk dengan sebuah meja kecil dan sejumlah kursi nyaman dengan pola yang sudah usang. Tiga wanita tua dan seorang pria berpenampilan garang mengangkat kepala, memandang Hercule Poirot dengan pandangan tajam dan penuh permusuhan. Wajah detektif itu memerah lalu ia cepat-cepat menutup pintu itu kembali. Ia menyusuri lorong, sampai ke bawah tangga. Di sisi kanannya, lorong itu membelok, membentuk sudut siku-siku, ke arah ruangan yang jelas merupakan ruang makan. Pada lorong tersebut, beberapa langkah darinya, ada sebuah pintu bertanda KANTOR. Poirot mengetuk pintu tersebut. Karena tidak mendapat jawaban, ia membukanya dan melongok ke dalam. Ada sebuah meja besar di tengah ruangan, penuh kertas, tetapi tak ada seorang pun di sana. Dia kemudian pergi ke ruang makan. Seorang gadis berpenampilan murung dengan celemek kumal sedang menata meja untuk makan siang. Tangannya membawa sebuah keranjang kecil penuh pisau dan garpu. Hercule Poirot berkata dengan nada orang yang enggan mengganggu, Maaf, bisakah saya bertemu dengan pemilik hotel ini? Gadis itu membalas pandangannya dengan sorot mata letih dan tanpa gairah. Katanya, Entahlah. Hercule Poirot berkata, Tak ada siapa-siapa di kantor. Wah, entahlah. Saya tak tahu di mana dia. Mungkin, kata Hercule Poirot dengan sabar namun dengan nada menekan, Anda bisa mencarinya? Gadis itu mendesah. Tugasnya sehari-hari, yang meletihkan, kini ditambah dengan satu tugas lagi. Dia berkata dengan enggan, Yah, akan saya coba. Poirot mengucapkan terima kasih, lalu mengundurkan diri ke lorong. Dia tak berani berhadapan sekali lagi dengan mereka yang sedang berada di ruang duduk. Dia sedang mengamati rak penyimpan surat ketika aroma kuat bunga violet dari Devonshire mendahului munculnya sang pemilik hotel. Mrs. Harte seorang wanita yang suka melebih-lebihkan. Ia berseru, Maaf, maaf, saya sedang tak ada di kantor tadi. Anda membutuhkan kamar? Hercule Poirot menggumam, Tidak persis seperti itu. Saya ingin bertanya, apakah salah seorang kawan saya akhir-akhir ini menginap di sini. Kapten Curtis. Curtis, seru Mrs. Harte. Kapten Curtis? Ah, rasanya saya pernah mendengar namanya disebut-sebut. Poirot tidak menanggapi. Wanita itu menggeleng kuat-kuat. Poirot berkata, Kalau begitu, Anda tidak pernah punya tamu bernama Kapten Curtis? Yah... pasti tidak akhir-akhir ini. Tetapi... rasa-rasanya namanya saya kenal. Bisakah Anda menggambarkan, seperti apa kawan Anda itu? Ah, sulit sekali, kata Hercule Poirot. Lalu ia melanjutkan, Rupanya, kalau saya tidak keliru, banyak surat yang dialamatkan pada orang-orang yang sebenarnya tidak menginap di sini, benarkah? Ya, memang. Yang seperti itu sudah biasa di sini.

14 Anda apakan surat-surat seperti itu? Kami simpan selama beberapa waktu. Bisa saja orang yang dituju sewaktu-waktu muncul. Tentu saja, kalau ada surat atau paket yang sudah lama dan tak ada yang mengakuinya sebagai pemiliknya, semua itu akan kami kirimkan kembali ke kantor pos. Hercule Poirot mengangguk sambil berpikir-pikir. Katanya, Saya mengerti. Lalu tambahnya, Rupanya begitu. Saya menulis surat pada kawan saya, ke sini. Wajah Mrs. Harte kelihatan lega. Kalau begitu, masalahnya sudah jelas. Saya pasti melihat namanya pada salah satu surat. Tapi, sungguh... banyak sekali pensiunan tentara yang menginap di sini, atau sekadar mampir. Biar saya periksa dulu. Dia memeriksa tumpukan surat di rak. Hercule Poirot berkata, Sudah tak ada di situ. Saya rasa sudah dikembalikan lewat tukang pos. Maaf sekali. Saya harap, itu bukan sesuatu yang penting. Bukan... bukan... tidak penting. Sementara Hercule Poirot melangkah ke arah pintu, Mrs. Harte dengan aroma bunga violet yang tajam menusuk bergegas menyusulnya. Seandainya kawan Anda datang... Rasanya tidak mungkin. Saya pasti telah membuat kesalahan... Syarat-syarat kami di sini cukup longgar, kata Mrs. Harte. Termasuk kopi sesudah makan malam. Silakan melihat-lihat kamar yang tersedia... Dengan susah payah Hercule Poirot melepaskan diri dari wanita itu. IV Ruang duduk milik Mrs. Samuelson lebih luas, perabotannya sedikit lebih mewah, dan ada alat pemanas sentralnya itu jika dibandingkan dengan milik Lady Hoggin. Dengan hatihati Hercule Poirot melangkah di antara meja-meja kecil yang berlapis keemasan dan kelompok-kelompok patung tertentu. Mrs. Samuelson lebih jangkung daripada Lady Hoggin dan rambutnya dicat dengan peroksida. Anjing peking-nya bernama Nanki Poo. Dengan mata melotot angkuh, Nanki Poo mengawasi Hercule Poirot. Miss Keble, yang diupah Mrs. Samuelson untuk menemaninya, adalah wanita kurus kering. Satu-satunya persamaannya dengan Miss Carnaby yang gemuk adalah cara bicaranya yang terengah-engah. Dia juga dipersalahkan karena hilangnya Nanki Poo. Tapi sungguh, Mr. Poirot, kejadiannya benar-benar luar biasa. Terjadinya hanya dalam waktu sekejap. Di luar Harrods. Seorang perawat menanyakan jam berapa... Poirot menyela, Perawat? Perawat rumah sakit? Bukan, bukan... perawat anak... tepatnya, pengasuh bayi. Aduh, bayinya manis sekali. Lucu dan menggemaskan. Pipinya merah. Orang bilang, tak ada anak yang kelihatan sehat di London ini, tapi saya yakin yang itu... Ellen, tukas Mrs. Samuelson.

15 Wajah Miss Keble memerah, ia terbata-bata, lalu berdiam diri. Mrs. Samuelson berkata dengan suara masam, Dan sementara Miss Keble bercanda dengan si bayi yang tak ada urusannya dengannya penjahat yang kejam itu memotong tali pengikat Nanki Poo dan membawanya lari. Miss Keble menggumam, air matanya berlinang. Terjadinya hanya sedetik. Saya menoleh, dan anjing itu sudah tak ada... hanya tinggal sisa potongan talinya. Mungkin Anda ingin melihat potongan tali itu, Mr. Poirot? Tidak perlu, tukas Poirot cepat-cepat. Dia tak ingin mengoleksi potongan tali pengikat anjing. Dan kemudian, katanya melanjutkan, tak lama sesudah itu Anda menerima sepucuk surat? Cerita selanjutnya persis sama surat itu ancaman akan keselamatan Nanki Poo. Hanya dua hal yang berbeda... uang tebusan yang diminta adalah tiga ratus pound, dan harus dialamatkan pada Komandan Blackleigh, Harrington Hotel, Clonmel Gardens 76, Kensington. Mrs. Samuelson melanjutkan, Ketika Nanki Poo sudah aman berada di tangan saya lagi, saya datang sendiri ke sana, Mr. Poirot. Ya, tiga ratus pound kan tidak sedikit. Memang tidak sedikit. Yang pertama saya lihat adalah surat saya, dengan uang di dalamnya, ada pada semacam rak yang menempel di dinding. Ketika menunggu munculnya pemilik hotel, saya selipkan surat itu ke dalam tas saya. Sayangnya... Poirot melanjutkan. Sayangnya, ketika Anda membukanya, isinya hanya kertas-kertas kosong. Bagaimana Anda bisa tahu? tanya Mrs. Samuelson dengan penuh kagum. Poirot mengangkat bahu. Jelas sekali, chère Madame, penculiknya pasti sudah mengambil uang itu sebelum mengembalikan anjingnya. Dia telah mengganti uang itu dengan kertas-kertas kosong dan mengembalikan amplop surat itu ke rak, supaya jangan ada yang bertanya-tanya kalau surat itu tak ada di sana. Tak ada orang bernama Komandan Blackleigh yang menginap di sana. Poirot tersenyum. Tentu saja suami saya amat kesal karena kasus ini. Tepatnya, dia marah besar... dia mengamuk! Dengan hati-hati Poirot berkata, Anda tidak... eh... tidak meminta nasihatnya sebelum mengirimkan uang itu? Tentu saja tidak, kata Mrs. Samuelson dengan mantap. Poirot menatap wanita itu dengan pandangan bertanya. Mrs. Samuelson menjelaskan, Saya tak berani mengambil risiko sedetik pun. Saya tak mau membuang-buang waktu. Laki-laki biasanya cerewet bila urusannya menyangkut uang. Jacob pasti akan menyuruh saya menghubungi polisi. Saya tak mau mengambil risiko itu. Nanki Poo, anjing kesayangan saya. Sesuatu yang mengerikan bisa terjadi padanya. Tentu saja, sesudahnya saya bilang juga pada suami saya, sebab saya harus menjelaskan uang yang saya ambil dari bank itu. Poirot menggumam, Ya... benar... Belum pernah saya melihatnya mengamuk seperti itu. Dasar laki-laki! Mrs. Samuelson

16 membetulkan letak gelang dan cincin-cincin berlian yang menghiasi tangan dan jarinya. Laki-laki hanya memikirkan uang! V Dengan lift Hercule Poirot naik ke kantor Sir Joseph Hoggin. Diserahkannya kartu namanya, dan ia diberitahu bahwa saat itu Sir Joseph sedang sibuk, namun tak lama lagi akan segera menemuinya. Akhirnya, seorang gadis menarik berambut pirang keluar dari ruangan Sir Joseph dengan tangan penuh kertas. Gadis itu memandang Poirot sekilas pandangannya tajam dan meremehkan. Sir Joseph duduk di belakang meja mahoni yang lebar. Di dagunya ada bekas lipstik. Well, Mr. Poirot? Silakan duduk. Ada berita baru? Hercule Poirot berkata, Masalah ini sebenarnya sangat sederhana namun menarik. Pada setiap kasus, uang tebusan harus dikirimkan ke sebuah hotel kecil atau rumah penginapan tempat tak ada penjaga pintu atau petugas penerima tamu dan tempat ada banyak tamu keluar-masuk setiap hari... termasuk sejumlah besar pensiunan militer. Mudah sekali seseorang masuk ke tempat-tempat seperti itu, tanpa mencurigakan, mengambil sepucuk surat dari rak penyimpan surat... lalu mengambil uangnya atau mengganti isi amplop dengan kertas-kertas kosong. Karenanya, dalam setiap kasus, jejaknya berakhir di tempat-tempat seperti itu. Maksud Anda, Anda tak punya gambaran siapa sesungguhnya pelakunya? Saya punya sejumlah dugaan. Saya butuh beberapa hari lagi untuk membuktikannya. Sir Joseph memandang tamunya dengan penuh minat. Bagus. Jadi, kalau Anda sudah punya sesuatu untuk dilaporkan... Saya akan melaporkannya pada Anda, di rumah Anda. Sir Joseph berkata, Kalau berhasil membongkar kasus ini Anda telah bekerja dengan sebaik-baiknya. Hercule Poirot menyahut dengan cepat, Tak ada kata gagal dalam kamus saya. Hercule Poirot tak pernah gagal. Sir Joseph Hoggin memandang tamunya dan menyeringai. Anda sangat yakin akan kemampuan Anda, bukan? pancingnya. Dengan alasan yang masuk akal. Oh, baiklah, kata Sir Joseph sambil menyandarkan punggungnya ke kursi. Kesombongan akan runtuh sebelum Anda jatuh, ya, kan? VI Hercule Poirot, sambil duduk di depan radiator listriknya (dan puas melihat bentuknya yang rapi dan geometris), sedang memberikan sejumlah perintah kepada pelayannya yang setia. Ia juga menambahkan beberapa fakta penting. Kau sudah paham, George? Sempurna, Sir. Lebih mungkin sebuah flat atau maisonette. Dan pasti ada dalam batas-batas tertentu. Di sebelah selatan Kensington Gardens, sebelah timur Kensington Church, sebelah barat Knightsbridge Barracks, dan sebelah utara Fulham Road.

17 Saya mengerti benar, Sir. Poirot menggumam, Kasus kecil yang menarik. Ada bukti suatu kemampuan berorganisasi yang hebat. Dan... tentu saja, kemampuan aktor utamanya untuk menghilang dari pandangan... ya, Singa dari Nemea itu sendiri... kalau aku boleh menjulukinya begitu. Ya, kasus sepele namun sangat menarik. Seharusnya aku makin tertarik pada klienku... tapi sayang dia amat mirip dengan pemilik pabrik sabun di Liege, yang meracuni istrinya agar bisa menikah dengan sekretarisnya yang berambut pirang. Ya, salah satu kasus pertamaku. George menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia berkata dengan sungguh-sungguh, Gadis-gadis berambut pirang itu, Sir... mereka menimbulkan banyak kesulitan. VII Tiga hari kemudian George yang setia dan dapat diandalkan berkata, Ini alamatnya, Sir. Hercule Poirot menyambut secarik kertas yang diulurkan kepadanya. Bagus sekali, George. Dan harinya apa? Setiap Kamis, Sir. Setiap Kamis. Untung benar, hari ini Kamis. Jadi, aku tak boleh membuang waktu. Dua puluh menit kemudian Hercule Poirot menaiki tangga sebuah gedung apartemen yang tidak mencolok mata, di sisi sebuah jalan sempit, yang bercabang dari sebuah jalan yang lebih besar. Rosholm Mansions Nomor 10 terletak di lantai tiga alias lantai paling atas. Tidak ada lift di gedung itu. Poirot menaiki tangga yang melingkar-lingkar ke atas. Dia berhenti sejenak di puncak tangga, menarik napas dalam-dalam. Dari balik pintu nomor 10 terdengar salak seekor anjing. Sambil tersenyum sekilas, Hercule Poirot mengangguk-angguk. Dia memencet bel pintu nomor 10. Suara salak anjing terdengar makin keras. Ada langkah-langkah kaki mendekati pintu, lalu... pintu itu dibuka... Miss Amy Carnaby kaget sekali, tangannya memegangi dadanya yang gemuk. Anda izinkan saya masuk? tanya Hercule Poirot, dan tanpa menunggu jawaban ia melangkah masuk. Pintu di sebelah kanannya membuka ke arah ruang duduk. Poirot masuk ke sana. Di belakangnya Miss Amy Carnaby membuntutinya seperti orang linglung. Ruang duduk itu sangat kecil dan penuh perabotan. Di antara perabotan yang berserakan, tampak sesosok tubuh manusia, seorang wanita tua terbaring di atas sofa yang didekatkan ke perapian dari gas. Ketika Poirot masuk, seekor anjing peking melompat menerjangnya dan menyalak-nyalak dengan galak. Aha, kata Poirot. Sang aktor utama! Hormat dan pujiku untukmu, kawan. Ia membungkuk dan mengulurkan tangannya. Anjing itu mengendus-endus, sementara sepasang matanya yang bersinar cerdik mengawasi wajah tamunya. Miss Carnaby menggumam tak jelas, Jadi Anda sudah tahu?

18 Hercule Poirot mengangguk. Ya, saya tahu. Dia berpaling ke arah wanita yang terbaring di sofa. Kakak Anda, ya? Secara otomatis Miss Carnaby menjawab, Ya, ini Emily. Kenalkan, ini Mr. Poirot. Emily Carnaby tertegun. Dia berkata, Oh! Amy Carnaby berkata. Augustus... Anjing peking itu berpaling ke arahnya... ekornya bergoyang-goyang... kemudian kembali mengawasi tangan tamunya. Sekali lagi ekornya bergoyang-goyang. Dengan ramah Hercule Poirot mengangkat anjing itu, lalu duduk dengan si anjing di pangkuannya. Katanya, Dengan demikian, saya telah berhasil menangkap Singa dari Nemea. Tugas saya sudah selesai. Amy Carnaby berkata dengan suara kering dan kaku, Benarkah Anda telah tahu semuanya? Poirot mengangguk. Saya rasa begitu. Anda mengorganisasi bisnis ini... dengan bantuan Augustus. Anda membawa anjing majikan Anda untuk berjalan-jalan... seperti biasa. Anda bawa kemari, lalu Anda pergi ke taman bersama Augustus. Seperti biasa, penjaga taman melihat Anda menuntun seekor anjing peking. Gadis pengasuh bayi itu, kalau kita bisa menemukannya, tentunya juga akan bersaksi bahwa Anda sedang menuntun seekor anjing peking ketika bercakap-cakap dengannya. Kemudian, sementara bicara, Anda potong tali pengikat Augustus yang sudah Anda latih untuk segera kembali ke sini. Beberapa menit kemudian Anda berteriak-teriak kebingungan karena kehilangan anjing. Hening beberapa saat. Kemudian Miss Carnaby menegakkan duduknya, dan dengan sikap penuh keyakinan dan harga diri berkata, Ya. Itu semua memang benar. Saya... saya takkan membantahnya. Wanita invalid yang terbaring di sofa itu kini menangis. Poirot berkata, Anda tak punya alasan atau sanggahan apa pun, Mademoiselle? Miss Carnaby berkata, Tidak. Saya ini pencuri... dan sekarang saya tertangkap basah. Poirot menggumam, Anda tak punya alasan apa pun... untuk membela diri, misalnya? Tiba-tiba pipi Amy Carnaby memerah. Katanya, Saya... saya tidak menyesali apa yang sudah saya lakukan. Tapi... saya rasa Anda orang yang baik hati, Mr. Poirot, dan mungkin Anda mau mengerti. Ya, saya sebenarnya sangat takut. Takut? Ya. Mungkin sulit bagi pria untuk mengerti hal ini. Tapi masalahnya begini. Saya ini semakin tua, tidak pintar, dan tak punya kepandaian apa-apa. Saya amat takut memikirkan masa depan. Selama ini saya tak mampu menyisihkan uang untuk menabung bagaimana mungkin, sementara ada Emily yang membutuhkan perawatan khusus? Dan... kalau saya semakin tua dan semakin tak kuat, takkan ada lagi yang mau menyewa tenaga saya. Orang lebih suka menyewa tenaga muda yang kuat dan cekatan. Saya kenal banyak wanita tua seperti saya... Tak ada yang mau menampung mereka, dan mereka terpaksa tinggal dalam sebuah kamar sempit, tanpa pemanas, tanpa makanan cukup, dan akhirnya... bahkan untuk membayar sewa kamar pun mereka tak mampu... Memang ada yayasan-yayasan yang bisa menampung mereka... tapi untuk masuk ke sana pun tak mudah, kecuali jika kita punya kenalan yang berpengaruh... dan orang-orang seperti saya ini

19 tak punya siapa-siapa yang bisa diandalkan... Banyak sekali wanita seperti saya... wanita tua yang tak berguna, tak punya keterampilan... dan hanya bisa menunggu nasib dengan penuh ketakutan... Suara Miss Carnaby bergetar. Katanya melanjutkan, Dan kemudian... beberapa di antara kami berkumpul... dan saya tawarkan gagasan ini. Karena punya Augustus, saya berani menawarkan gagasan itu. Anda pasti tahu, bagi orang yang tidak tahu, anjing peking amat mirip satu sama lain. Seperti halnya kalau kita melihat orang Cina. Tentu saja itu tidak benar. Siapa pun yang mengenal Augustus dengan baik, takkan keliru menyangka dia Nanki Poo atau Shan Tung, atau anjing peking lainnya. Satu hal sudah jelas, dia jauh lebih cerdas dibandingkan anjing-anjing lainnya. Dia juga jauh lebih tampan. Tapi, seperti kata saya tadi, bagi kebanyakan orang, anjing peking adalah anjing peking. Augustus menimbulkan gagasan di benak saya, dan melihat kenyataan bahwa banyak sekali wanita kaya punya anjing peking. Poirot berkata sambil tersenyum samar, Bisnis ini pasti amat menguntungkan! Berapa anggota... eh... komplotan ini? Atau, mungkin lebih baik jika saya tanyakan, seberapa seringkah operasi ini berhasil? Miss Carnaby menjawab dengan ringkas, Shan Tung adalah yang keenam belas. Hercule Poirot menaikkan alisnya. Saya ucapkan selamat kepada Anda. Organisasi Anda pasti sangat rapi. Emily Carnaby berkata, Amy Carnaby sejak dulu pandai berorganisasi. Ayah kami beliau pendeta Gereja Kellington di Essex selalu mengatakan Amy sangat pandai membuat rencana. Dialah yang selalu mengatur dan menyiapkan pertemuan-pertemuan sosial dan berbagai bazar. Poirot berkata sambil sedikit membungkukkan badan, Saya sependapat. Sebagai kriminalis, Mademoiselle, Anda termasuk yang kelas satu. Amy Carnaby menjerit. Kriminalis! Oh, astaga, ya, mungkin memang begitu. Tapi... tapi saya tak pernah merasa begitu. Bagaimana perasaan Anda? Tentu saja Anda benar. Ini melanggar hukum. Tapi... cobalah mengerti bahwa... oh, bagaimana harus saya jelaskan? Hampir semua wanita kaya yang mempekerjakan kami itu sangat kasar dan tidak menyenangkan. Misalnya Lady Hoggin, dia tak pernah menjaga katakatanya. Pernah dia bilang obat tonikum yang diminumnya rasanya aneh, dan dia menuduh saya telah mengutak-atik obat itu. Pokoknya mereka rewel dan cerewet. Wajah Miss Carnaby memerah. Sungguh menjengkelkan. Sialnya, kami tak berdaya untuk membalas kekasaran mereka, dengan kata-kata atau dengan sikap melawan. Ini sungguh menjengkelkan... itu kalau Anda mengerti apa yang saya ceritakan. Saya bisa mengerti, kata Hercule Poirot. Itu belum seberapa. Setiap hari kami melihat bagaimana uang diboroskan untuk hal-hal yang tidak berguna... Oh, itu membuat kami sakit hati. Dan Sir Joseph, kadang-kadang dia mengatakan ada masalah di kota... sesuatu yang menurut saya tentu saja, saya tahu otak saya ini otak perempuan yang tak tahu apa-apa tentang seluk-beluk masalah keuangan tidak jujur. Nah, Anda pun tahu, Mr. Poirot, semua itu... semua itu membuat saya kesal, dan saya merasa bahwa mengambil sedikit uang dari orang-orang yang tidak akan merasa kehilangan, dari orang-orang yang memperolehnya dengan jalan tidak benar itu yah... saya rasa itu tidak terlalu salah... Poirot menggumam, Robin Hood modern! Katakan, Miss Carnaby, pernahkah Anda terpaksa harus melaksanakan ancaman Anda seperti di surat-surat itu?

20 Ancaman? Miss Carnaby memandang tamunya dengan kaget sekali. Tak pernah! Sekali pun tak pernah! Tak terbayangkan oleh saya bahwa saya akan tega melakukannya! Itu hanyalah... hanyalah sentuhan artistik! Sangat artistik. Dan berhasil. Ya, tentu saja saya yakin itu akan berhasil. Saya tahu bagaimana perasaan saya seandainya itu terjadi pada Augustus. Dan saya harus yakin benar wanita-wanita itu takkan menceritakannya pada suami-suami mereka, sampai masalahnya sudah selesai. Setiap rencana kami selalu berhasil dengan baik. Dalam sembilan dan sepuluh kasus, anggota kami sendiri yang disuruh mengantarkan uang tebusannya. Biasanya amplop itu kami buka dengan hati-hati dengan menguapinya kami ambil uangnya, dan menggantinya dengan kertaskertas kosong. Satu-dua kali nyonya kaya itu sendiri yang mengeposkannya. Dalam hal itu, tentu saja anggota kami harus pergi ke hotel untuk mengambil suratnya dari rak. Tapi, itu pun bisa dilakukan dengan mudah. Dan, cerita tentang pengasuh bayi itu? Apakah selalu pengasuh bayi? Ah, Mr. Poirot, wanita-wanita tua yang tidak menikah seperti kami ini sangat terkenal suka akan bayi-bayi. Jadi, rasanya wajar apabila mereka begitu tertarik melihat bayi hingga lupa segala-galanya. Hercule Poirot mendesah. Katanya, Dasar psikologis Anda sangat bagus, organisasi Anda kelas satu, dan Anda juga aktris yang sangat berbakat. Penampilan Anda waktu itu, ketika saya mewawancarai Lady Hoggin, sama sekali tak diragukan. Jangan merendahkan kemampuan Anda sendiri, Miss Carnaby. Anda mungkin disebut orang wanita yang tak punya keterampilan, tapi tentang otak dan keberanian Anda... dua-duanya amat istimewa. Miss Carnaby menanggapi sambil tersenyum samar, Tapi saya telah tertangkap basah, Mr. Poirot. Hanya oleh SAYA. Itu tak bisa dihindari! Ketika saya mewawancarai Mrs. Samuelson, saya segera menyadari penculikan Shan Tung adalah bagian dari rangkaian kejahatan yang sama. Sebelum itu saya sudah berhasil tahu Anda pernah mendapat warisan seekor anjing peking dan bahwa Anda punya seorang kakak perempuan yang invalid. Langkah saya selanjutnya adalah menugaskan pelayan saya yang setia untuk mencari sebuah flat kecil, dalam radius tertentu dari Kensington Gardens, yang dihuni seorang wanita invalid yang punya seekor anjing peking, dan yang seminggu sekali, secara teratur, dikunjungi adiknya pada saat adiknya itu punya hari libur. Sederhana sekali. Amy Carnaby menegakkan duduknya. Katanya, Anda telah sangat berbaik hati. Karena itu, saya berani mengajukan sebuah permintaan kepada Anda. Saya tahu, saya tak dapat menghindari hukuman karena apa yang telah saya lakukan. Saya rasa, saya akan dikirim ke penjara. Tapi, seandainya Anda bisa, M. Poirot, tolonglah agar hal ini tidak dipublikasikan. Akan sangat berat bagi Emily... dan bagi mereka yang mengenal kami sejak dulu. Bolehkah saya masuk ke penjara dengan... misalnya... nama palsu? Atau... permintaan ini sendiri tidak benar? Hercule Poirot menanggapi, Saya rasa, saya dapat melakukan yang jauh lebih baik dari itu. Tapi pertama-tama, saya minta satu hal: bisnis ini harus dihentikan. Tak boleh lagi ada anjing menghilang. Selesai. Titik! Ya! Oh ya! Dan uang yang Anda ambil dari Lady Hoggin harus dikembalikan! Amy Carnaby menyeberangi ruangan, membuka laci sebuah meja, dan kembali sambil membawa sebuah bungkusan yang kemudian diserahkannya kepada Poirot.

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:31 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 12:12

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:31 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 12:12 Dahulu, di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja bernama Laku Leik. Ia adalah raja yang bengis dan kejam. Ia tidak segan-segan menganiaya, bahkan

Lebih terperinci

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26:11-12. Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25.

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26:11-12. Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25. Lesson 10 for March 7, 2015 Pada bagian ini, kitab Amsal menolong kita untuk menemukan apa yang ditemukan di balik topeng. Yaitu, realitas di balik penampilan, apa yang mata kita tidak dapat lihat. Misteri

Lebih terperinci

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com - ephy - Catatan dan Novela dalamceritasaja.blogspot.com CATATAN DAN NOVELA Oleh: ephy Copyright 2013 by ephy Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com 2 Catatan Cinta Bintang dan Angkasa Sketsa Kasih Perempuan

Lebih terperinci

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

ne..cheonmaneyo jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk. "Ok pemotretan selesai..gomawo" Ujar Photographer pada DBSK yang sudah terlihat lelah karena seharian berpose dan dipotret untuk memenuhi gambar semua halaman di sebuah majalah remaja "ne..cheonmaneyo"

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

ANTOLOGI. Kopi Tubruk

ANTOLOGI. Kopi Tubruk ANTOLOGI Kopi Tubruk UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA Lingkup Hak Cipta: Pasal 2. 1. Hak Cipta merupakan eksklusif bagi Pencipta dan Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak?

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak? Elly, Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Sadis! Tingkat kriminalitas sudah sampai kepada tahap yang paling menjijikan dan mengerikan. Sehingga seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu

Lebih terperinci

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang...

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang... SODIS BOTOL AJAIB Seru sekali lomba lari itu! Mereka berlari sekencang-kencangnya untuk memenangkan perlombaan. 4 5 Pada suatu pagi di hari Minggu, Ani dan Ayah berjalan-jalan. Sesampai di dekat lapangan,

Lebih terperinci

Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun

Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun Ebook ini di ciptakan untuk pria-pria yang ingin mengatasi ejakulasi dini tanpa menggunakan bantuan dari obat apapun. Ebook ini khusus pasutri

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

Tuyul Pak Dodi. AlIn 1 Galang The Scout

Tuyul Pak Dodi. AlIn 1 Galang The Scout Tuyul Pak Dodi AlIn 1 Galang The Scout Jam masih menunjukkan pukul satu dini hari. Galang dan teman temannya berjalan menyusuri jalan makadam di pinggir dusun yang tenang. Regu Pramuka Penggalang SMP itu

Lebih terperinci

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 -2 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? ASPEK YANG DISUKAI ANAK YANG BISA KITA AJARKAN FISIK Sangat Aktif. Bisa jalan, lari, lompat 2 kaki, bertumpu, dan manjat. Bisa corat-coret, bekerja dengan 3-4

Lebih terperinci

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Hak Cipta 2008 oleh Elsa Sakina Produk ini boleh Anda sebar-luaskan secara cuma-cuma alias gratis. Dilarang keras

Lebih terperinci

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun Bodoh Sekali Oleh: Ga Hyun Saya bernama Min Yoo, saya bersekolah di Sekolah Matahari. Saya mempunyai teman dekat bernama So Eun. Saya suka bermain dengan anak laki-laki. Saya tidak suka makan terlalu banyak.

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso.

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso. Bahasa Indonesia Curriculum Text Level 1 indonesian Level 1 Indonesian Indonesio Indonésien Indonesisch Indonesiano Curriculum Text Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso RosettaStone.com

Lebih terperinci

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta D ANGEL: PRINCESS Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Regrets and Revenge Apakah kamu masih pantas memintanya kembali setelah kamu menyuruhnya

Lebih terperinci

Indonesian Continuers

Indonesian Continuers 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript Familiarisation Text Bagaimana perayaan Natal? Cukup baik. Kami ke rumah kakek dan nenek.

Lebih terperinci

2 Ketika aku mengundang Yesus masuk ke dalam hidupku, Ia menerangi hatiku yang gelap, dingin dan kosong. Keputusanku untuk mengundang Yesus tidak akan pernah kusesali. Karena itu, aku berkata kepada-nya,

Lebih terperinci

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Dengan lincah, Amirizal (33 tahun) mengangkat saringan pembuat kopi. Gerakannya gesit dan penuh semangat. Meskipun, pada saat tsunami terjadi di Aceh di penghujung 2004,

Lebih terperinci

Beri tanda [v] pada statement di bawah ini yang sesuai dengan diri Anda saat ini. Jumlahkan tanda [v] pada masing-masing kolom.

Beri tanda [v] pada statement di bawah ini yang sesuai dengan diri Anda saat ini. Jumlahkan tanda [v] pada masing-masing kolom. Beri tanda [v] pada statement di bawah ini yang sesuai dengan diri Anda saat ini. Jumlahkan tanda [v] pada masing-masing kolom. Suka menulis kreatif Menonjol dalam kelas seni di sekolah Mengarang kisah

Lebih terperinci

12/19/2013. Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami

12/19/2013. Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami APAKAH HYPNOSIS ITU? Setiap orang dewasa mengalaminya ribuan kali dalam hidupnya. Hypnosis adalah alami 1 TINGKATAN SADAR (CONSCIOUS LEVEL) Contoh Aktivitas 1. Anda sedang bermain tenis 2. Anda melamun

Lebih terperinci

Mendengar Secara Aktif

Mendengar Secara Aktif Mendengar Secara Aktif Selama kursus ini, anda akan melihat bahwa pertanyaan (bagaimana merumuskan pertanyaan, bagaimana mengajukannya dan jenis pertanyaan apa yang diajukan) akan menjadi tema yang konstan.

Lebih terperinci

Diana Palmer THE WINTER SOLDIER SANG PRAJURIT MUSIM DINGIN

Diana Palmer THE WINTER SOLDIER SANG PRAJURIT MUSIM DINGIN Diana Palmer THE WINTER SOLDIER SANG PRAJURIT MUSIM DINGIN SANG PRAJURIT MUSIM DINGIN Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan

Lebih terperinci

SAMPLE. Chapter 1. Gadis Objek Snapshot

SAMPLE. Chapter 1. Gadis Objek Snapshot Chapter 1 Gadis Objek Snapshot Morimura Tamaki meniup debu yang menutupi kamera rangefinder favoritnya dengan blower hingga bersih, lalu dengan perlahan mengangkatnya tepat ke depan wajahnya. Kamera yang

Lebih terperinci

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UKDW BAB 1 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH 1.1 LATAR BELAKANG MASALAH Menurut Probo Hindarto (2010), lesehan merupakan istilah untuk cara duduk diatas lantai, dimana akar budayanya berasal dari tata krama duduk di dunia timur. Lesehan merupakan

Lebih terperinci

Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!!

Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!! Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!! Anda telah mendapatkan hak penuh untuk membagikan E book Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya

Lebih terperinci

Marni : Aku tendang anunya, Kak! Hingga om botak itu pingsan. Lalu aku kabur dan nggak mau lagi kerja di rumah Om Untung.

Marni : Aku tendang anunya, Kak! Hingga om botak itu pingsan. Lalu aku kabur dan nggak mau lagi kerja di rumah Om Untung. SKETSA MARNI DRAMA SATU BABAK Ditulis di Yogyakarta untuk Final FLS2N PARA PELAKU 1. KAK ROS Cintary Kartika (SMAN2 Bdg) 2. MARNI Tiara Putri T.W (SMAN 2 Bdg) 3. BU BROTO Tri Nuryani (SMAN 2 Bdg) Setting

Lebih terperinci

Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU

Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU Naskah Khotbah KEMURAHAN ALLAH KEPADA KITA (Matius 20:1-16) BUBY TICOALU Perikop Matius 20:1-16 yang berbicara tentang kemurahan Allah, ada dalam suatu rangkaian yang sangat luas di dalam Alkitab. Sebelum

Lebih terperinci

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo ONE Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh lo, bujuk Vista. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo kenapa, yang penting lo harus ikut ke party itu Ra balas Sherly.

Lebih terperinci

Amati gambar di bawah dengan teliti!

Amati gambar di bawah dengan teliti! Ayo mengenal kewajiban yang sama di sekolah! Setiap hari Dayu pergi ke sekolah. Dayu belajar dengan teman-teman. Semua siswa belajar dengan tanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban yang sama di sekolah.

Lebih terperinci

Daud Sang Raja (Bagian 1)

Daud Sang Raja (Bagian 1) Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Daud Sang Raja (Bagian 1) Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja

Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Menjadi Anggota Masyarakat Gereja Chee Kim adalah seorang anak yatim piatu. Meskipun ia baru berusia enam tahun, ia hidup sebagai gelandangan di kota Hong Kong. Ia tidak mempunyai keluarga. Pada suatu

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

Masalah : Mengatasi Susahnya Masyarakat untuk Naik Angkutan Umum

Masalah : Mengatasi Susahnya Masyarakat untuk Naik Angkutan Umum Masalah : Mengatasi Susahnya Masyarakat untuk Naik Angkutan Umum Mengapa : 1. Kualitas angkutan umum kurang dari kestandaran nasional kendaraan. 2. Suka ugal-ugalan di jalan raya. 3. Lahan yang sempit.

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

Allah Menguji Kasih Abraham

Allah Menguji Kasih Abraham Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Allah Menguji Kasih Abraham Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Byron Unger dan Lazarus Disadur oleh: M. Maillot dan

Lebih terperinci

Secara umum komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau pertukaran katakata/gagasan dan perasaan, di antara dua orang atau lebih.

Secara umum komunikasi adalah proses penyampaian pesan atau pertukaran katakata/gagasan dan perasaan, di antara dua orang atau lebih. SERI BACAAN ORANG TUA MATERI PARENTING : (KOMUNIKASIDENGAN AUD) Komunikasi yang terjalin antara ibu dan ayah dengan anak sering kali tidak berjalan selaras. Padahal, ketidakselarasan komunikasi ini selanjutnya

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

Bugar dan Siap Mengasuh Fit & Ready for Parenting

Bugar dan Siap Mengasuh Fit & Ready for Parenting Bugar dan Siap Mengasuh Fit & Ready for Parenting Bagian Fisioterapi Physiotherapy Department Tel: 9382 6540 Yang Biasanya Terasa Sakit Common Areas of Pain Semasa hamil, adanya hormon relaxin mengendurkan

Lebih terperinci

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI.

Sebab Anak Manusia datang untuk mencari. dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) Domba yang hilang. Dirham yang hilang MENCARI. Lesson 8 for May 23, 2015 Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang. (Lukas 19:10) MENCARI MENYELAMATKAN Domba yang hilang Dirham yang hilang Anak yang hilang Kesempatan yang

Lebih terperinci

TATA-TERTIB PERKULIAHAN

TATA-TERTIB PERKULIAHAN Mata Kuliah : KREATIVITAS SKS : 2 sks Dosen : Tim Deskripsi Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mewujudkan suatu ide baru. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari akal pikiran

Lebih terperinci

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari...

Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yohanes 12 Dalam pelajaran ini saudara akan mempelajari... Yesus Diurapi di Betania Persepakatan untuk Membunuh Lazarus Yesus Dielu-elukan di Yerusalem Beberapa Orang Yunani Mencari Yesus Yesus Memberitakan

Lebih terperinci

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh?

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 3. Sebutkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah! 4. Perhatikan bangun ruang di

Lebih terperinci

NASKAH KHOTBAH: NAFSU MEMBUTAKAN, RASA CUKUP MENCELIKKAN (BIL. 11: 4-23, 31-35; FLP. 4:12-13)

NASKAH KHOTBAH: NAFSU MEMBUTAKAN, RASA CUKUP MENCELIKKAN (BIL. 11: 4-23, 31-35; FLP. 4:12-13) VERITAS 7/2 (Oktober 2006) 307-311 NASKAH KHOTBAH: NAFSU MEMBUTAKAN, RASA CUKUP MENCELIKKAN (BIL. 11: 4-23, 31-35; FLP. 4:12-13) WAHYU PRAMUDYA Pernahkah anda mendengar tentang legenda Midas? Legenda ini

Lebih terperinci

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef Diterbitkan oleh merdekata merdekata@gmail.com Agustus, 2013 Desain & Tata Letak: @kreatifikaz 2 Ucapan terima kasih: Kepada-Mu, segala puji. Kepada

Lebih terperinci

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku Ayo Amati Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku 55 Beri tanda pada kotak. 1. Menyebutkan nama-nama anggota tubuh. 2.

Lebih terperinci

[ ] E٣٢٧ J٣١٩ W F : : Al- HAYA' (Sifat PEMALU) "al Haya' ( Rasa malu) tidak datang kecuali dengan kebaikan." Sesungguhnya di antara fenomena keseimbangan dan tanda-tanda kesempurnaan dalam tarbiyah bahwa

Lebih terperinci

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias

Lebih terperinci

Keterampilan Penting bagi Konselor

Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel edisi 370 (10-3-2015) Keterampilan Penting bagi Konselor e-konsel Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen e-konsel -- Keterampilan Penting bagi Konselor Edisi 370/Maret 2015 Salam

Lebih terperinci

Didikan Barat dan Didikan Pesantren Menuju ke Masyarakat yang Dinamis

Didikan Barat dan Didikan Pesantren Menuju ke Masyarakat yang Dinamis Didikan Barat dan Didikan Pesantren Menuju ke Masyarakat yang Dinamis Sutan Takdir Alisjahbana Pada malam ke-2 Kongres Permusyawaratan Perguruan Indonesia di Solo barubaru ini amat menghebohkan debat antara

Lebih terperinci

DISIPLIN PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA

DISIPLIN PADA ANAK SERI BACAAN ORANG TUA 30 SERI BACAAN ORANG TUA DISIPLIN PADA ANAK Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Nasional Milik Negara

Lebih terperinci

Organ Reproduksi Perempuan. Organ Reproduksi Bagian Dalam. Organ Reproduksi Bagian Luar. 2. Saluran telur (tuba falopi) 3.

Organ Reproduksi Perempuan. Organ Reproduksi Bagian Dalam. Organ Reproduksi Bagian Luar. 2. Saluran telur (tuba falopi) 3. Organ Reproduksi Perempuan Organ Reproduksi Bagian Dalam 2. Saluran telur (tuba falopi) 1. Indung telur (ovarium) 3. Rahim (uterus) 4. Leher Rahim (cervix) 5. Liang Kemaluan (vagina) Organ Reproduksi Bagian

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 03:59 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 07:42

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 03:59 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 07:42 Konon pada zaman dahulu, di suatu tempat di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Andung Kuswara.

Lebih terperinci

TAHUN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITURGI SABDA

TAHUN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITURGI SABDA TAHN B - Hari Minggu Paskah XXVI 27 September 2015 LITRGI SABDA Bacaan pertama (Bil. 11 : 25-29) Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Sekiranya seluruh umat Tuhan menjadi nabi! Bacaan diambil dari

Lebih terperinci

Membangun Sosial Emosi Anak. di Usia 0 2 tahun SERI BACAAN ORANG TUA

Membangun Sosial Emosi Anak. di Usia 0 2 tahun SERI BACAAN ORANG TUA 13 SERI BACAAN ORANG TUA Membangun Sosial Emosi Anak di Usia 0 2 tahun Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

PROVINSI BALI. Tanah Lot

PROVINSI BALI. Tanah Lot PROVINSI BALI BY: SUVI Pantai Kuta (Atas) Garuda Wisnu Kencana Pantai Nusa dua (Bawah) Ada patung yang sangat gede, patung itu berwarna biru campur sama abu abu. Ada orang yang melihat patung itu. Ada

Lebih terperinci

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Mudji Rapontur tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Oleh: Mudji Rapontur Copyright 2014 by Mudji Rapontur Penerbit Mapemdapustaka Desain Sampul: Edo dan

Lebih terperinci

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. *

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Makalah Ini Disampaikan Pada Acara Seminar : Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kabupaten Ogan Ilir Pada Tanggal 9 Februari 2013 *Dosen Pada

Lebih terperinci

HARI sudah senja waktu ia tiba di tempat perahu penyeberangan itu.

HARI sudah senja waktu ia tiba di tempat perahu penyeberangan itu. ORDEAL BY INNOCENCE by Agatha Christie MATA RANTAI YANG HILANG Alihbahasa: Ny. Suwarni A.S. Penerbit: PT Gramedia Cetakan kedua: Mei 2002 Untuk BILLY COLLINS. Dengan penuh sayang dan terima kasih. BAB

Lebih terperinci

KEBOHONGAN: SEBUAH KISAH NYATA DARI PARA WANITA SAUDI ARABIA

KEBOHONGAN: SEBUAH KISAH NYATA DARI PARA WANITA SAUDI ARABIA KEBOHONGAN: SEBUAH KISAH NYATA DARI PARA WANITA SAUDI ARABIA Hukum Islam Saudi Arabia membuat para wanita hanya bernilai seperti barang bergerak milik kaum pria, yang dipaksa untuk melayani pria, dan yang

Lebih terperinci

Ditulis oleh Orang Gila

Ditulis oleh Orang Gila 1 PRAMA WIRATAMA Ditulis oleh Orang Gila Ditulis oleh Orang Gila Oleh: Prama Wiratama Copyright 2010 by Prama Wiratama Desain Sampul: PENGANTAR 2 Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah akhirnya buku saya

Lebih terperinci

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un MUTIARA KHOTBAH #2 DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Lebih terperinci

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai

Lebih terperinci

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus.

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus. CIPROFLOXACIN: suatu antibiotik bagi kontak dari penderita infeksi meningokokus Ciprofloxacin merupakan suatu antibiotik yang adakalanya diberikan kepada orang yang berada dalam kontak dekat dengan seseorang

Lebih terperinci

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Empat puluh Tahun

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Empat puluh Tahun Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Empat puluh Tahun Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Janie Forest Disadur oleh: Lyn Doerksen Diterjemahkan oleh: Widi

Lebih terperinci

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Jika saudara tahu bahwa saudara adalah seorang penting maka ini sangat membesarkan hati. Hal itu menimbulkan perasaan senang dalam hati saudara dan juga menolong

Lebih terperinci

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20 Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala

Lebih terperinci

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa III Apakah cara yang tepat itu? II Dengan sikap yang bagaimana? II Di mana? II Dengan sikap badan yang bagaimana? II Dengan pola apa? Pelajaran

Lebih terperinci

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB

ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.1 KETRAMPILAN-KETRAMPILAN MIKRO DALAM KIP/KONSELING KB ABV 3.2 TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Menjelaskan cara melakukan observasi dan memantapkan hubungan baik 2. Mempraktikkan ketrampilan mendengar aktif

Lebih terperinci

Chapter 1: Awal dari Mimpi itu Menjadi Nyata

Chapter 1: Awal dari Mimpi itu Menjadi Nyata Chapter 1: Awal dari Mimpi itu Menjadi Nyata Ada seorang kerabat yang bertanya-tanya padaku, apa yang sedang aku cari di dunia ini. Ia tanyakan mengapa begitu sering aku tinggalkan rumah untuk sebuah hal

Lebih terperinci

DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK. Nur Faizah R

DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK. Nur Faizah R DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK Nur Faizah R Tujuan Meletakkan dasar bagi perkembangan selanjutnya yaitu prasekolah, sekolah, dan remaja Deteksi Dini Pengertian : upaya penjaringan yg dilaksanakan

Lebih terperinci

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Oleh: U Sikkhānanda (Andi Kusnadi) Meditasi jalan Sebaiknya, latihan meditasi dimulai dengan meditasi jalan dahulu. Saat

Lebih terperinci

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit

Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit esaunggul.ac.id http://www.esaunggul.ac.id/article/merancang-strategi-komunikasi-memenangkan-pemilih-dan-kelompok/ Merancang Strategi Komunikasi Memenangkan Pemilih Dan Kelompok - edit Dr. Erman Anom,

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

Awal kesedihan Manusia

Awal kesedihan Manusia Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Awal kesedihan Manusia Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Byron Unger dan Lazarus Disadur oleh: M. Maillot dan Tammy

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator Susu adalah minuman kesehatan yang sebagian besar praktisi kesehatan menganjurkan agar kita mengkonsumsinya agar tubuh mendapat asupan kesehatan selain makanan yang kita makan sehari-hari. Namun, belum

Lebih terperinci

[ ] E١٩٠ J١٨١ W F : : SIFAT TERUS TERANG Tidak ada kebaikan padamu apabila kamu tidak mengatakannya Apakah di antara konsekuensi berterus terang adalah adab yang buruk, membangkitkan fitnah, mengungkap

Lebih terperinci

Menunaikan Janji TAK HILANG DITELAN ZAMAN

Menunaikan Janji TAK HILANG DITELAN ZAMAN 4 Menunaikan Janji Ketika serikat pekerja sudah terbentuk, langkah selanjutnya adalah melunasi janji. Sebab, memang, serikat pekerja bukanlah tujuan. Kalau tujuannya hanya mendirikan serikat pekerja di

Lebih terperinci

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading

Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Siap Hadapi Kerugian dalam Trading Kerugian adalah hal yang pasti pernah dialami oleh trader manapun, bahkan sejago apapun pasti pernah merasakan kerugian satu-dua kali. Baik itu trader pemula maupun yang

Lebih terperinci

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Kala I Bantu ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan dan kesakitan Jika ibu tampak kesakitan, dukungan yg dapat dierikan : Perubahan posisi, tetapi jika

Lebih terperinci

Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Indeks: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA.

Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Indeks: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN PERANG REPUBLIK INDONESIA. Bentuk: Oleh: UNDANG-UNDANG (UU) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 30 TAHUN 1954 (30/1954) Tanggal: 14 SEPTEMBER 1954 (JAKARTA) Sumber: LN 1954/85; TLN NO. 657 Tentang: TANDA KEHORMATAN SEWINDU ANGKATAN

Lebih terperinci

CIPTA CINTA DAMAI CIPT

CIPTA CINTA DAMAI CIPT CIPTA CINTA DAMAI CIPT CINTA TERINDAH Oleh: Cipta Cinta Damai Copyright 2012 by Cipta Cinta Damai Penerbit Cipta Indieart Publishing blog: www.soulofcipta.blogspot.com e-mail: cipto.wardoyo@gmail.com Desain

Lebih terperinci

Keberanian Moral. Salah satu tujuan dari kehidupan fana adalah

Keberanian Moral. Salah satu tujuan dari kehidupan fana adalah Pesan Presidensi Utama, Maret 2010 Oleh Presiden Henry B. Eyring Penasihat Pertama dalam Presidensi Utama Keberanian Moral Salah satu tujuan dari kehidupan fana adalah untuk membuktikan kepada Allah bahwa

Lebih terperinci

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR

MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Blitar, 7 Maret 2015 PSIKOLOGI PARENTING MENJADI ORANG TUA YANG TERUS BELAJAR Talk show dan pelatihan memaksimalkan usia emas dan keberagaman anak usia dini, di PGIT TKIT Al-Hikmah Bence, Garum, Blitar

Lebih terperinci

membawa HP dimatikan!.

membawa HP dimatikan!. Suatu kali saya, mewakili Rektor, menghadiri sebuah acara akademik di salah satu perguruan tinggi ternama di Jawa Timur. Waktu sudah menunjukkan pukul 09. 10 WIB. Tetapi acara belum juga dimulai, karena

Lebih terperinci

PERILAKU YANG DAPAT MERUSAK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA Oleh : Drs. Sahidin ( Kepala KUA Semendawai Suku III )

PERILAKU YANG DAPAT MERUSAK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA Oleh : Drs. Sahidin ( Kepala KUA Semendawai Suku III ) PERILAKU YANG DAPAT MERUSAK KEBAHAGIAAN RUMAH TANGGA Oleh : Drs. Sahidin ( Kepala KUA Semendawai Suku III ) Tidak ada satu orang pun yang membangun rumah tangga harus hancur ditengah perjalanan, atau rumah

Lebih terperinci

BAB 6 SIMBOL NON-VERBAL

BAB 6 SIMBOL NON-VERBAL BAB 6 SIMBOL NON-VERBAL Dasar-dasar Komunikasi (KPM 210) Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia -IPB Tujuan Instruksional Khusus Setelah mempelajari bab ini, Anda

Lebih terperinci

Sofi sudah cukup jengah dengan omongan ibunya. Hampir setiap hari ibu menanyakan calon suami. Jangankan calon suami, pacar aja belum punya. Hal ini yang membuat Sofi frustasi kalau ibunya telpon. Semoga

Lebih terperinci

LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS LAPORAN OBSERVASI LAPANGAN PERKEMBANGAN DAN PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (Suatu Observasi Lapangan di SDLB Desa Labui, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh) Oleh: Qathrinnida, S.Pd Suatu

Lebih terperinci

Lakon BILA MULA. Karya: JOKO SUCIANTO, SPd.

Lakon BILA MULA. Karya: JOKO SUCIANTO, SPd. Lakon BILA MULA Karya: JOKO SUCIANTO, SPd. LAMPU PADAM, REMANG-REMANG. MUSIK, BERNYANYI, MENARI, MERAUNG-RAUNG DI TELINGA YANG TERLUKA. SEIRING TARIAN YANG BERINGSUT. SUNGGUH ADANYA TIDAK MENGADA-ADA.

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II 1. Berlari sambil melompat (D.3.20). 2. Meniru gerakan binatang/senam fantasi (D.3.23) 3. Berdiri dengan tumit di atas satu kaki selama 10 detik (D.3.19). 4. Mereyap dan merangkak lurus ke depan (D.3.22).

Lebih terperinci

( Himbauan Untuk Para Salik )

( Himbauan Untuk Para Salik ) Petualangan Istiqomah Ditulis oleh Pujangga Tanpa Sangka ( Himbauan Untuk Para Salik ) Wahai Saudaraku, betapa banyak telah berlalu waktu dalam keilmuan dengan segala macam ragamnya. Kini cobalah untuk

Lebih terperinci

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore)

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore) Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt!!! Seperti biasa alarm gue bunyi maksud bangunin gue dari mimpi gue barusan yang bertemakan pernikahan kuda Nill. Alarm sih bunyi tepat pukul 6 pagi. Tapi mohon maaf lahir

Lebih terperinci

200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar.

200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar. PERHATIKAN data berikut. 200 kata permenit (kpm) : Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar. Benar. Kecepatan baca rata-rata anak sekolah dasar, tepatnya mereka yang belum lama dan berlum berpengalaman

Lebih terperinci