- 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "- 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU"

Transkripsi

1 - 1 - PERATURAN GUBERNUR BENGKULU NOMOR 19 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BENGKULU, Menimbang Mengingat : bahwa uraian tugas pokok dan fungsi setiap Dinas sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal-pasal Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Bengkulu perlu ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. : 1. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1967 tentang Pembentukan Provinsi Bengkulu (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2828); 2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-pokok Kepegawaian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3041) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 169, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3890); 3. Undang Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4389); 4. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); sebagaimana telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang

2 - 2 - (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548); 5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tetang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438); 6. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2002 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 100 Tahun 2000 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil Dalam Jabatan Struktural (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 7. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737); 8. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741); 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 57 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis Penataan Organisasi Perangkat Daerah; 10. Peraturan Daerah Provinsi Bengkulu Nomor 7 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Bengkulu (Lembaran Daerah Provinsi Bengkulu Tahun 2008 Nomor 7). MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR BENGKULU TENTANG URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS DAERAH PROVINSI BENGKULU. Pasal 1 Mengatur tugas pokok dan fungsi Dinas Daerah Provinsi Bengkulu sebagaimana tercantum dalam lampiran peraturan ini. Pasal 2 Lampiran sebagaimana dimaksud Pasal 1 di atas, merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan peraturan ini. Pasal 3

3 - 3 - Peraturan Gubernur Bengkulu tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Daerah Provinsi Bengkulu ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur Provinsi Bengkulu tentang Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Daerah Provinsi Bengkulu ini dengan menempatkannya dalam Berita Daerah Provinsi Bengkulu. Di tetapkan di Bengkulu Pada tanggal GUBERNUR BENGKULU AGUSRIN M. NAJAMUDIN Diundangkan di Bengkulu Pada tanggal SEKRETARIS DAERAH PROVINSI BENGKULU H. HAMSYIR LAIR BERITA DAERAH PROVINSI BENGKULU TAHUN 2008 NOMOR...

4 - 1 - Lampiran : PERATURAN GUBERNUR BENGKULU Nomor : Tanggal : URAIAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI SETIAP UNIT ORGANISASI PADA DINAS PROVINSI BENGKULU A. DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BENGKULU KEPALA DINAS Tugas pokok Kepala Dinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 4 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Fungsi KepalaDinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 5 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Kepala Dinas, membawahkan : 2. Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 3. Kepala Bidang Pendidikan Dasar 4. Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi 5. Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Mengarahkan penyusunan program kerja, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, peraturan perundang-undangan, kelembagaan, persuratan, rumah tangga, perlengkapan, dokumentasi dan informasi. Penyusunan program kerja, evaluasi dan pelaporan Pengelolaan keuangan Pengelolaan kepegawaian, perlengkapan, persuratan, dokumentasi dan informasi Sekretaris membawahkan; a. Kepala Sub Bagian Umum, mengelola administrasi kepegawaian, peraturan perundang-undangan, perlengkapan, persuratan, rumahtangga, dokumentasi dan informasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan program kerja, evaluasi dan laporan kegiatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Sub Bagian Keuangan, mengelola administrasi keuangan, perbendaharaan serta mengkoordinasikan pelaksanaan anggaran serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

5 Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Mengarahkan penyusunan pedoman bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pendidikan dan tenaga kependidikan Penyusunan program kerja bidang pendidikan dan tenaga kependidikan Penyusunan bahan pembinaan pendidikan dan tenaga kependidikan Pembinaan pengembangan karier tenaga kependidikan Kepala Bidang Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, membawahkan; a. Kepala Seksi Penyusunan Program Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, mempunyai tugas mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan program bidang pendidikan dan tenaga kependidikan serta mengolah data pendidik dan tenaga kependidikan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Kependidikan mempunyai tugas melakukan pembinaan teknis, pengolahan data dan informasi, standar pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Perlindungan dan Pengembangan Karier, mempunyai tugas menyiapkan bahan perumusan kebijakan pengembangan dan pemberian penghargaan, sertifikasi dan pendidikan bagi pendidik dan tenaga kependidikan dari tingkat TK, SD, SMP, dan SMA/SMK serta PLB, penetapan angka kredit tenaga pendidik golongan III dan IV serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 3. Kepala Bidang Pendidikan Dasar Mengarahkan penyusunan pedoman penerimaan siswa, pelaksanaan dan penyempurnaan kurikulum, dan usaha kesehatan sekolah TK, SD dan SMP, evaluasi rencana kebutuhan guru, penjaga sekolah dan tenaga lainya serta pengadaan dan distribusi sarana pendidikan TK, SD dan SMP, memberi rekomendasi izin pembentukan TK, SD, SMP dan pemberian bantuan kepada sekolah swasta, evaluasi peningkatan kemampuan guru dan dan tenaga Fungsi :onal lainya, pengelolaan data Informasi jumlah sekolah, kesiswaan, guru, penjaga sekolah dan tenaga lainnya TK, SD, SMP di propinsi, merumuskan pedoman program pembinaan kesiswaan TK, SD dan SMP, pelatihan kepemimpinan siswa. Penyusunan pedoman pembinaan sekolah TK, SD dan SMP Pembinaan Pendidikan Luar Biasa Peningkatan kemampuan/keahlian guru Pengelolaan data dan informasi sekolah TK, SD, dan SMP Penyusunan pedoman pembinaan kesiswaan Pemberian rekomendasi pendirian TK Kepala Bidang Pendidikan Dasar, membawahkan; a. Kepala Seksi Taman Kanak-kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), menyusun pedoman wajib belajar, kurikulum, kalender pendidikan evaluasi belajar, kebutuhan guru, inventarisasi barang inventaris, mutasi guru dan penjaga sekolah dan mengolah data jumlah sarana pendidikan dan usaha kesehatan sekolah TK / SD serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

6 - 3 - b. Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama (SMP), menyusun pedoman wajib belajar,kurikulum, kalender pendidikan evaluasi belajar, kebutuhan guru, inventarisasi barang inventaris, mutasi guru dan penjaga sekolah dan mengolah data jumlah sarana pendidikan dan usaha kesehatan sekolah SMP. c. Kepala Seksi Pendidikan Luar Biasa (PLB), menyusun pedoman wajib belajar,kurikulum, kalender pendidikan evaluasi belajar, kebutuhan guru, inventarisasi barang inventaris, mutasi guru dan penjaga sekolah dan mengolah data jumlah sarana pendidikan luar biasa serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 4. Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi Mengarahkan penyusunan pedoman penerimaan siswa, pelaksanaan dan penyempurnaan kurikulum, dan usaha kesehatan sekolah SMU, evaluasi rencana kebutuhan guru, penjaga sekolah dan tenaga lainnya serta pengadaan dan distribusi sarana pendidikan SMU, memberi rekomendasi izin pembentukan SMU dan pemberian bantuan kepada sekolah swasta, evaluasi peningkatan kemampuan guru dan dan tenaga onal lainnya, pengelolaan data Informasi jumlah sekolah, kesiswaan, guru, penjaga sekolah dan tenaga lainnya SMU di provinsi, merumuskan pedoman program pembinaan kesiswaan SMU, pelatihan kepemimpinan siswa. Penyusunan pedoman pembinaan sekolah SMU Pembinaan Pendidikan Luar Biasa Peningkatan kemampuan/keahlian guru Pengelolaan data dan informasi sekolah SMU Penyusunan pedoman pembinaan kesiswaan Pemberian rekomendasi pendirian SMU Pengkoordinasian dengan perguruan tinggi Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Perguruan Tinggi, membawahkan; a. Kepala Seksi Sekolah Menengah Umum, mempunyai tugas menyusun bahan penyempurnaan kurikulum dan evaluasi SMA, mengolah data kebutuhan dan mutasi guru, penjaga sekolah dan tenaga lainnya, inventarisasi barang inventaris, mutasi guru dan penjaga sekolah dan mengolah data jumlah sarana pendidikan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Sekolah Menengah Kejuruan, mempunyai tugas menyusun bahan penyempurnaan kurikulum dan evaluasi SMK, mengolah data kebutuhan dan mutasi guru, penjaga sekolah dan tenaga lainnya, inventarisasi barang inventaris, mutasi guru dan penjaga sekolah dan mengolah data jumlah sarana pendidikan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Kelembagaan dan Perguruan Tinggi, mempunyai tugas mengumpulkan bahan pembinaan kelembagaan pendidikan dan pengkoordinasian dengan perguruan tinggi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 5. Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Mengarahkan penyusunan, bimbingan teknis, standar, kriteria, prosedur Taman Penitipan Anak, Pendidikan Anak Usia Dini.

7 - 4 - Penyusunan program bagi PAUD bidang Taman Penitipan Anak, kelompok bermain dan Pendidikan Anak Usia Dini Pembinaan bimbingan teknis Taman Penitipan Anak dan kelompok bermain, Pendidikan Anak Usia Dini Kepala Bidang Pendidikan Non Formal, membawahkan; a. Kepala Seksi Pendidikan Anak Usia Dini mempunyai tugas menyusun bahan pembinaan teknis Taman Penitipan Anak, kelompok bermain dan PAUD serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Kesetaraan Pendidikan mempunyai tugas menyusun bahan pembinaan pendidikan kesetaraan pendidikan formal dan informal dan mengkoordinir pelaksanaan ujian negara serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Pendidikan Masyarakat dan Kursus/Kelembagaan mempunyai tugas mengumpulkan bahan pembinaan pendidikan masyarakat, kursus/kelembagaan pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan serta penyelenggaraan ujian negara bagi peserta kursus serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. B. DINAS PEMUDA DAN OLAH RAGA PROVINSI BENGKULU KEPALA DINAS Tugas pokok Kepala Dinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 8 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Fungsi KepalaDinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 9 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Kepala Dinas, membawahkan : 2. Kepala Bidang Sarana Prasarana 3. Kepala Bidang Kepemudaan 4. Kepala Bidang Olah Raga Prestasi 5. Kepala Bidang Pemberdayaan Olah Raga Mengarahkan penyusunan program kerja, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, peraturan perundang-undangan, kelembagaan, persuratan, rumah tangga, perlengkapan, dokumentasi dan informasi. Penyusunan program kerja, evaluasi dan pelaporan Pengelolaan keuangan Pengelolaan kepegawaian, perlengkapan, persuratan, dokumentasi dan informasi Sekretaris membawahkan; a. Kepala Sub Bagian Umum, mengelola administrasi kepegawaian, peraturan perundang-undangan, perlengkapan, persuratan, rumahtangga, dokumentasi dan informasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan,

8 - 5 - b. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan program kerja, evaluasi dan laporan kegiatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Sub Bagian Keuangan, mengelola administrasi keuangan, perbendaharaan serta mengkoordinasikan pelaksanaan anggaran serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 2. Kepala Bidang Sarana Prasarana Melakukan perumusan kebijakan pengadaan, penggunaan dan pemanfaatan, serta pemeliharaan prasarana dan sarana pemuda dan olah raga. Penetapan prosedur, ketentuan pemanfaatan prasarana dan sarana pemuda dan olah raga Pelayanan dan pemanfaatan prasarana pemuda dan olah raga Pemeliharaan dan pengembangan prasarana dan sarana olah pemuda dan olah raga. Kepala Bidang Sarana Prasarana membawahkan : a. Kepala Seksi Sarana Prasarana Olah Raga mempunyai tugas melaksanakan pengadaan, penggunaan dan pemanfaatan, serta pemeliharaan prasarana dan sarana olah raga serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Sarana Prasarana Kepemudaan mempunyai tugas melaksanakan pengadaan, merumuskan peraturan hukum yang mengatur tentang penetapan, penggunaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana pemuda serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Pemeliharaan dan Perizinan mempunyai tugas melaksanakan pemeliharaan dan pemberian izin atas pemanfaatan prasarana dan sarana pemuda dan keolahragaan milik daerah serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 3. Kepala Bidang Kepemudaan Melakukan perencanaan, analisis dan evaluasi serta menyiapkan bahan penyusunan program kegiatan dan petunjuk teknis pelaksanaan program kegiatan pembinaan pengembangan pemuda. Penyiapan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan dan pengembangan kepemudaan. Pelaksanaan pembinaan dan pengembangan kepemudaan. Pelaksanaan koordinasi perencanaan analisis, evaluasi pelaksanaan program pembinaan dan pengembangan kepemudaan. Kepala Bidang Kepemudaan, membawahkan : a. Kepala Seksi Produktifitas Kepemudaan mempunyai tugas melakukan analisis, mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan peningkatan produktifitas kepemudaan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Lembaga Kepemudaan mempunyai tugas melakukan analisis, mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pembinaan kelembagaan kepemudaan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

9 - 6 - c. Kepala Seksi Pemberdayaan Kepemudaan mempunyai tugas melakukan analisis, mengumpulkan bahan penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pemberdayaan kepemudaan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 4. Kepala Bidang Olah Raga Prestasi Melaksanakan pemassalan, pemilihan bibit atlet, pembinaan atlet dan pengembangan prestasi dan ilmu pengetahuan keolahragaan dalam rangka mewujudkan atlet yang berprestasi, termasuk pembinaan dan pengembangan olah raga dalam komunitas pelajar dan mahasiswa. Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pemassalan, pemilihan bibit atlet, pembinaan atlet olah raga, Pengembangan prestasi dan ilmu pengetahuan keolahragaan Pembinaan dan pengembangan olah raga dalam komunitas pelajar dan mahasiswa. Pengkoordinasian pelaksanaan, analisis dan evaluasi pelaksanaan pemassalan, pemilihan bibit atlet, pembinaan atlet olah raga, pengembangan prestasi dan ilmu pengetahuan keolahragaan serta pembinaan dan pengembangan olah raga dalam komunitas pelajar dan mahasiswa. Kepala Bidang Olah Raga Prestasi, membawahkan : a. Kepala Seksi Pembibitan Olah Raga mempunyai tugas melakukan pemassalan dan pemilihan bibit atlet yang akan dibina. serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pembinaan Prestasi dan Ilmu Pengetahuan Keolahragaan Melakukan pembinaan atlet ilmu pengetahuan keolahragaan termasuk pemilihan pelatih, atlet yang akan mengikuti even olah raga prestasi dan pemilihan perangkat sumber daya manusia lainnya yang berhubungan dengan pencapaian prestasi atlet, melaksanakan even olah raga prestasi ataupun mengikutsertakan atlet pada even olah raga prestasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Olah Raga Pelajar dan Mahasiswa mempunyai tugas mengembangkan dan melakukan pembinaan keolahragaan ditingkat pelajar dan mahasiswa serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 5. Kepala Bidang Pemberdayaan Olah Raga Menggali dan mengembangkan potensi keolahragaan serta memberdayakan masyarakat selanjutnya melakukan pemberian bantuan, pembinaan dan pengawasan terhadap pengembangan potensi sektor keolahragaan. Penggalian dan pengembangan potensi keolahragaan Penyusunan pedoman dan petunjuk teknis pemberdayaan olah raga Pembinaan dan pengembangan pemberdayaan keolahragaan. Kepala Bidang Pemberdayaan Olah Raga, membawahkan : a. Kepala Seksi Olah Raga Rekreasi dan Masyarakat mempunyai tugas Melaksanakan kegiatan olah raga rekreasi dan olah raga dilingkungan masyarakat umum serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Industri Olah Raga mempunyai tugas melakukan pengembangan, pembinaan, bantuan dan pengawasan terhadap usaha industri keolahragaan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

10 - 7 - c. Kepala Seksi Pengembangan SDM Olah Raga mempunyai tugas melakukan pengadaan, pembinaan dan perekomendasian penempatan/penugasan sumber daya manusia keolahragaan atas tenaga onal keolahragaan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. C. DINAS KESEHATAN PROVINSI BENGKULU KEPALA DINAS Tugas pokok Kepala Dinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 12 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Fungsi KepalaDinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 13 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Kepala Dinas, membawahkan : 2. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan 3. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 4. Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan 5. Kepala Bidang Bina Kesehatan masyarakat Mengarahkan penyusunan program kerja, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, peraturan perundang-undangan, kelembagaan, persuratan, rumah tangga, perlengkapan, dokumentasi dan informasi. Penyusunan program kerja, evaluasi dan pelaporan Pengelolaan keuangan Pengelolaan kepegawaian, perlengkapan, persuratan, dokumentasi dan informasi Sekretaris membawahkan; a. Kepala Sub Bagian Umum, mengelola administrasi kepegawaian, peraturan perundang-undangan, perlengkapan, persuratan, rumahtangga, dokumentasi dan informasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan program kerja, evaluasi dan laporan kegiatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Sub Bagian Keuangan, mengelola administrasi keuangan, perbendaharaan serta mengkoordinasikan pelaksanaan anggaran. serta tugas lain yang diberikan oleh atasan 2. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Menyelenggarakan urusan pendidikan dan pelatihan, pendayagunaan tenaga kesehatan, penelitian dan informasi kesehatan serta registrasi, akreditasi dan pengendalian sarana dan prasarana kesehatan.

11 - 8 - Pengelolaan Pendidikan dan Pelatihan serta pendayagunaan tenaga kesehatan. Penelitian dan Informasi Kesehatan Registrasi, Akreditasi dan pengendalian Sarana Prasarana Kesehatan. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, membawahkan; a. Kepala Seksi Diklat dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Diklat dan Pendayagunaan Tenaga Kesehatan serta melaksanakan kegiatan lain yang diberikan oleh atasan langsung serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Penelitian dan Informasi Kesehatan, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Penelitian dan Informasi Kesehatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Registrasi, Akreditasi, Sarana dan Prasarana Kesehatan, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Registrasi, Akreditasi, Sarana dan Prasarana Kesehatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 3. Kepala Bidang Bina Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Menyelenggarakan program pengamatan dan pencegahan penyakit, penanggulangan penyakit dan penyehatan lingkungan. Pengamatan (surveilans) dan Pencegahan penyakit Penanggulangan Penyakit Penyehatan lingkungan. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, membawahkan : a. Kepala Seksi Pengamatan dan Pencegahan Penyakit, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan surveilans epidemiologi, imunisasi, kesehatan matra, dan penyakit tidak menular serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan pencegahan penyakit menular langsung dan pencegahan penyakit bersumber binatang serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Penyehatan Lingkungan, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan penyehatan air dan sanitasi dasar, pengawasan kualitas lingkungan, pengendalian dampak lingkungan, pengembangan wilayah sehat, pemeliharaan dan pengawasan kualitas lingkungan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

12 Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Menyelenggarakan program bidang pelayanan kesehatan dasar dan jaminan kesehatan, pelayanan kesehatan rujukan dan laboratorium, pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Melaksanakan pelayanan kesehatan dasar dan jaminan kesehatan. Melaksanakan pelayanan kesehatan rujukan dan laboratorium Melaksanakan pelayanan Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan, membawahkan : a. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar dan Jaminan Kesehatan, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Pelayanan Kesehatan Dasar dan Jaminan Kesehatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan dan Laboratorium, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Kesehatan Rujukan dan Laboratorium serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Pelayanan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Pelayanan Farmasi dan Perbekalan Kesehatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 5. Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Menyelenggarakan program promosi kesehatan dan UKBM, peningkatan gizi masyarakat dan Kesehatan Ibu dan Anak Promosi Kesehatan dan UKBM Peningkatan Gizi Masyarakat Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat, membawahkan : a. Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan UKBM, melaksanakan tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Promosi Kesehatan dan UKBM serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Gizi Masyarakat, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Gizi Masyarakat serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Kesehatan Ibu dan Anak, mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi serta melakukan koordinasi kegiatan yang berhubungan dengan Kesehatan Ibu dan Anak serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

13 D. DINAS KESEJAHTERAAN SOSIAL PROVINSI BENGKULU KEPALA DINAS Tugas pokok Kepala Dinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 16 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Fungsi KepalaDinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 17 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Kepala Dinas, membawahkan : 2. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial 3. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial 4. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial 5. Kepala Bidang Pemberdayaan Organisasi Sosial dan Penyuluhan Mengarahkan penyusunan program kerja, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, peraturan perundang-undangan, kelembagaan, persuratan, rumah tangga, perlengkapan, dokumentasi dan informasi. Penyusunan program kerja, evaluasi dan pelaporan Pengelolaan keuangan Pengelolaan kepegawaian, perlengkapan, persuratan, dokumentasi dan informasi Sekretaris membawahkan; a. Kepala Sub Bagian Umum, mengelola administrasi kepegawaian, peraturan perundang-undangan, perlengkapan, persuratan, rumahtangga, dokumentasi dan informasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan program kerja, evaluasi dan laporan kegiatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Sub Bagian Keuangan, mengelola administrasi keuangan, perbendaharaan serta mengkoordinasikan pelaksanaan anggaran serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 2. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang bantuan sosial korban bencana alam dan bencana sosial, pendayagunaan sumber dana sosial dan jaminan kesejahteraan sosial serta korban tindak kekerasan dan pekerja migran. Perumusan kebijakan teknis, standarisasi, bimbingan teknis serta evaluasi di bidang bantuan sosial korban bencana alam dan bencana sosial.

14 Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pendayagunaan sumber dana sosial dan jaminan kesejahteraan sosial Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang bantuan sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran. Kepala Bidang Bantuan dan Jaminan Sosial, membawahkan; a. Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Bencana, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standardisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang bantuan sosial korban bencana alam dan bencana sosial serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Bina Sumber Dana Sosial dan Jaminan Kesejahteraan Sosial, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pengumpulan, pengelolaan sumber dana sosial dan jaminan kesejahteraan sosial serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Bantuan Sosial Korban Tindak Kekerasan dan Pekerja Migran, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang bantuan sosial korban tindak kekerasan dan pekerja migran serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 3. Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial anak, tuna sosial serta korban penyalahgunaan napza, penyandang cacat dan lanjut usia. Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial anak Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial tuna sosial serta korban penyalahgunaan napza Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial penyandang cacat dan lanjut usia Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, membawahkan; a. Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan sosial anak serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Tuna Sosial dan Korban Penyalahgunaan Napza, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial tuna sosial serta korban penyalahgunaan napza serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Dan Lanjut Usia, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat dan pelayanan sosial lanjut usia serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

15 Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Tugas Pokok: Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan fakir miskin, Keluarga dan Komunitas adat terpencil. Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan fakir miskin Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan Keluarga dan Komunitas adat terpencil. Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, membawahkan; a. Kepala Seksi Pemberdayaan Fakir Miskin, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan fakir miskin serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pemberdayaan Keluarga dan Komunitas Adat Terpencil melaksanakan penyiapan perumusan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan keluarga dan komunitas adat terpencil serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Keperintisan, Kepeloporan dan Kepahlawanan melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang keperintisan, kepeloporan, kepahlawanan dan kesetiakawanan sosial serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 5. Kepala Bidang Pemberdayaan Organisasi Sosial dan Penyuluhan Sosial Melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan organisasi sosial dan wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat, karang taruna dan potensi sumber kesejahteraan sosial lainnya, serta penyuluhan dan bimbingan sosial. Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan Organisasi Sosial dan wahana kesejahteraan sosial berbasis masyarakat. Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan karang taruna dan potensi sumber kesejahteraan sosial lainnya. Penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang penyuluhan dan bimbingan sosial. Kepala Bidang Pemberdayaan Organisasi Sosial dan Penyuluhan, membawahkan ; a. Kepala Seksi Pemberdayaan Organisasi Sosial dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan pemberian bimbingan teknis serta evaluasi di bidang pemberdayaan organisasi sosial dan Wahana

16 Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pemberdayaan Karang Taruna dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi dibidang pemberdayaan karang taruna, pekerja sosial masyarakat dan potensi sumber kesejahteraan sosial lainnya serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Penyuluhan dan Bimbingan Sosial, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, standarisasi dan bimbingan teknis serta evaluasi dibidang penyuluhan dan bimbingan sosial serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. E. DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI BENGKULU KEPALA DINAS Tugas pokok Kepala Dinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 20 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Fungsi KepalaDinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 21 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Kepala Dinas, membawahkan : 2. Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja 3. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas 4. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja 5. Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan 6. Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi 7. Kepala Bidang Penyiapan Pemukiman dan Penempatan 8. Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Transmigrasi Mengarahkan penyusunan program kerja, pengelolaan urusan keuangan, kepegawaian, peraturan perundang-undangan, kelembagaan, persuratan, rumah tangga, perlengkapan, dokumentasi dan informasi. Penyusunan program kerja, evaluasi dan pelaporan Pengelolaan keuangan Pengelolaan kepegawaian, perlengkapan, persuratan, dokumentasi dan informasi Sekretaris membawahkan; a. Kepala Sub Bagian Umum, mengelola administrasi kepegawaian, peraturan perundang-undangan, perlengkapan, persuratan, rumahtangga, dokumentasi dan informasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan, mengumpulkan dan mengkoordinasikan bahan penyusunan program kerja, evaluasi dan laporan kegiatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

17 c. Kepala Sub Bagian Keuangan, mengelola administrasi keuangan, perbendaharaan serta mengkoordinasikan pelaksanaan anggaran serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 2. Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja Tugas Pokok Melaksanakan pembinaan informasi pasar kerja dan bursa kerja, penempatan dan penggunaan tenaga kerja asing dan perluasan kerja Penempatan tenaga kerja berdasarkan kondisi daerah Penyediaan informasi kerja dan bursa kerja Kepala Bidang Penempatan dan Perluasan Kerja membawahkan : a. Kepala Seksi Informasi Pasar Kerja dan Bursa Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan informasi kerja dan bursa kerja, analisis dan klasifikasi jabatan serta penyuluhan bimbingan jabatan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Penempatan dan Penggunaan Tenaga Kerja Asing mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan penempatan tenaga kerja ke luar dan dalam negeri dan penggunaan tenaga kerja asing serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Perluasan Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan kegiatan usaha mandiri, penerapan teknologi tepat guna, PKPSPK, padat karya dan perluasan kerja serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 3. Kepala Bidang Pelatihan dan Produktifitas Tugas Pokok Melaksanakan pembinaan pelatihan dan produktifitas tenaga kerja Pembinaan kelembagaan pelatihan, instruktur, sarana dan program Pengembangan program pelatihan dan produktifitas Penempatan ekspor jasa tenaga kerja dan penggantian tenaga asing Pembinaan standarisasi dan sertifikasi Pelaksanaan penyuluhan Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, membawahkan : a. Kepala Seksi Pelatihan Pemerintah dan Swasta mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan terhadap lembaga pelatihan pemerintah dan swasta serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pelatihan Perusahaan dan Pemagangan mempunyai tugas melaksanakan bimbingan dan penyuluhan pelaksanaan pemagangan di perusahaan swasta serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Sertifikasi dan Produktifitas Tenaga Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan program pelatihan, sertifikasi tenaga kerja, akreditasi kelembagaan pelatihan serta penyuluhan produktiifitas tenaga kerja serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 4. Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja Tugas Pokok Melaksanakan pembinaan organisasi pekerja dan pengusaha, lembaga kerjasama Biparti, Triparti, pembinaan hubungan industrial dan pelaksanaan persyaratan kerja, pembinaan jaminan sosial tenaga kerja dan pengusulan upah minimum

18 serta penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan pemutusan hubungan kerja Pembinaan hubungan industrial dan persyaratan kerja, pengupahan dan jaminan sosial serta kesejahteraan pekerja Pembinaan organisasi pekerja dan pengusaha Pembinaan lembaga kerja Biprati dan Triparti Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Syarat Kerja membawahkan : a. Kepala Seksi Lembaga Hubungan Industrial dan Syarat Kerja mempunyai tugas menyiapkan petunjuk teknis penyusunan syarat kerja, perjanjian kerja, peraturan perusahaan, kesepakatan kerja bersama dan melakukan pelatihan hubungan industrial bagi pekerja dan pengusaha serta koordinasi dengan organisasi pekerja dan organisasi pengusaha dan membina perantara/mediator serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pengupahan dan Jaminan Sosial mempunyai tugas menyiapkan petunjuk teknis pengusulan Upah Minimum Provinsi dan sidangsidang pengupahan dengan Dewan Pengupahan Provinsi dan mengadakan pembinaan jaminan sosial tenaga kerja serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial dan Pemutusan Hubungan Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan pemutusan hubungan kerja serta pemogokan/unjuk rasa serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 5. Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Tugas Pokok Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan norma kerja umum dan khusus termasuk tenaga kerja wanita, anak dan orang muda Pembinaan norma kerja umum dan khusus tenaga kerja wanita, anak dan orang muda Pengawasan norma kerja secara langsung kepada perusahaan Pengawasan izin kerja wanita pada malam hari dan pekerja anak, orang muda di perusahaan yang melakukan kerja lembur. Pemeriksaan terhadap laporan kecelakaan kerja Pengawasan preventif dan represif terhadap perusahaan yang belum mengikuti program jaminan sosial tenaga kerja Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan membawahkan : a. Kepala Seksi Norma Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan norma kerja umum dan khusus termasuk tenaga kerja wanita, anak dan orang muda serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Keselamatan Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan norma keselamatan kerja serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Kesehatan Kerja mempunyai tugas menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan norma kesehatan kerja serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

19 Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi Mengkoordinir pelaksanaan pengembangan kawasan transmigrasi. Pelaksanaan, pengolahan, penganalisaan, dan penyajian data serta sistem informasi manajemen ketransmigrasian (SIMTRANS). Pelaksanaan koordinasi dan pengendalian ketransmigrasian. Pelaksanaan penataan kawasan, pengelolaan dan pemantauan lingkungan. Pelaksanaan promosi, motivasi, kerjasama investasi, kerjasama antar daerah, mediasi pendanaan investasi. Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Transmigrasi membawahkan : a. Kepala Seksi Data, Informasi dan Pengendalian Transmigrasi melaksanakan pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penyajian data serta sistem informasi manajemen ketransmigrasian (SIMTRANS), rapat koordinasi dan pengendalian ketransmigrasian, perencanaan, pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penyajian, pemantauan dan pengendalian kawasan transmigrasi dan sekitarnya serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Tata Ruang dan Lingkungan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan penataan, pengelolaan, pemantauan, inventarisasi potensi dan evaluasi kawasan lingkungan dan sekitarnya serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Promosi, Investasi dan Kemitraan mempunyai tugas Melaksanakan promosi, komunikasi, informasi dan edukasi, pelayanan, advokasi, evaluasi kerjasama antar daerah, penilaian kelayakan investasi dan kerjasama investasi, fasilitasi pendanaan pemerintah dan swasta, pelaksanaan model kemitraan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 7. Kepala Bidang Penyiapan Permukiman dan Penempatan Mengkoordinir pelaksanaan penyiapan permukiman dan penempatan. Pelaksanaan penyiapan tanah transmigrasi Pelaksanaan penyiapan penyediaan sarana dan prasarana Pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana Pelaksanaan fasilitasi pengerahan dan penempatan Kepala Bidang Penyiapan Permukiman dan Penempatan, membawahkan: a. Kepala Seksi Penyediaan Areal dan Lahan mempunyai tugas melaksanakan identifikasi calon lokasi permukiman, pengurusan legalitas lahan, penyusunan perencanaan ruang satuan permukiman, rancang kapling dan batas keliling, pengurusan, pengelolaan dan pengamanan hak atas tanah dan penyelesaian hak atas tanah dan sertifikasi tanah serta tugas lain yang diberikan oleh atasan b. Kepala Seksi Sarana Dan Prasarana mempunyai tugas melaksanakan penyusunan rencana teknis, penyiapan, evaluasi, pengendalian dan bimbingan dan inventarisasi rehabilitasi sarana dan prasarana serta tugas lain yang diberikan oleh atasan.

20 c. Kepala Seksi Fasilitasi Perpindahan mempunyai tugas melaksanakan pendaftaran dan seleksi serta keterampilan calon transmigran, penampungan, pembekalan dan angkutan, administrasi penempatan dan penempatan dan adaptasi transmigrasi serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. 8. Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Transmigrasi Tugas Pokok Mengkoordinir pembinaan masyarakat daerah transmigrasi dan sekitarnya Pengembangan sumberdaya manusia dan kelembagaan Pemberian bimbingan kewirausahaan Pembinaan usaha produktif dan pemasaran dan kerjasama kelembagaan ekonomi dan permodalan Fasilitasi sosial budaya masyarakat transmigrasi dan sekitarnya Kepala Bidang Pembinaan Masyarakat Transmigrasi membawahkan : a. Kepala Seksi Pembinaan Teknis Masyarakat Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan perencanaan teknis pembinaan masyarakat transmigrasi dan sekitarnya, peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan ekonomi, inventarisasi dan evaluasi status UPT serta penilaian transmigran dan UPT teladan serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. b. Kepala Seksi Pengembangan Usaha mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha mandiri dan pengembangannya, pelayanan investasi dan kemitraan, pemantauan dan pemanfaatan sarana produksi, pembinaan usaha produktif dan pemasaran, bimbingan pengembangan usaha ekonomi, pembinaan kelembagaan dan permodalan, inventarisasi dan evaluasi kelembagaan dan usaha serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. c. Kepala Seksi Pelayanan Transmigrasi mempunyai tugas melaksanakan penyediaan, pendistribusian, pengendalian dan pemanfaatan bantuan pangan, fasilitasi pendidikan umum, pelayanan kesehatan dan KB, bimbingan mental, spiritual, seni, budaya dan pelayanan pos, pembinaan karang taruna, PKK dan pemerintah desa serta tugas lain yang diberikan oleh atasan. F. DINAS PERHUBUNGAN, KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA PROVINSI BENGKULU KEPALA DINAS Tugas pokok Kepala Dinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 24 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun Fungsi KepalaDinas adalah sebagaimana diatur di dalam Pasal 25 Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2008.

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN JEPARA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN JEPARA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DAERAH KABUPATEN JEPARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a bahwa dalam rangka mengoptimalkan

Lebih terperinci

STRUK UK UR O R O GANISA GANISA DIN DI AS AS DAE RAH KABUP UP TEN N A B NGKA T HUN UN 0 2 0 0 8

STRUK UK UR O R O GANISA GANISA DIN DI AS AS DAE RAH KABUP UP TEN N A B NGKA T HUN UN 0 2 0 0 8 DINAS DAERAH TAHUN 2008 DINAS PENDIDIKAN LAMPIRAN I : PERATURAN DAERAH PERNCANAN DAN TAMAN KANAK-KANAK DAN SEKOLAH DASAR SEKOLAH MENENGAH PENDIDIKAN NON FORMAL PERENCANAAN KURIKULUM KURIKULUM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2007 NOMOR : 13 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2007 NOMOR : 13 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG LEMBARAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN : 2007 NOMOR : 13 PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG NOMOR 13 TAHUN 2007 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN ORGANISASI DINAS DAERAH KOTA BANDUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA

Dengan Persetujuan Bersama. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA.

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 17 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN SUMBAWA. BUPATI SUMBAWA Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.15/MEN/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pancasila dan Undang-Undang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 78,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa transmigrasi merupakan bagian integral

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 12 TAHUN 2010

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 12 TAHUN 2010 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 12 TAHUN 2010 Rancangan PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 12 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 20 TAHUN 2007 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2012 TENTANG SUMBER DAYA MANUSIA DI BIDANG TRANSPORTASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk mewujudkan

Lebih terperinci

NO NAMA JABATAN TUGAS POKOK FUNGSI URAIAN TUGAS

NO NAMA JABATAN TUGAS POKOK FUNGSI URAIAN TUGAS LAMPIRAN : PERATURAN WALIKOTA CIMAHI Nomor : 30 Tahun 2008 Tanggal : 28 Nopember 2008 Tentang : TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS PADA KECAMATAN DAN KELURAHAN KOTA CIMAHI KECAMATAN NO NAMA JABATAN TUGAS

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN TENAGA

Lebih terperinci

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 82, 2007 (Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737) PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2007 TENTANG PEMBAGIAN URUSAN

Lebih terperinci

Camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi :

Camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi : Camat menyelenggarakan tugas umum pemerintahan meliputi : a. Mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat b. Mengkoordinasikan upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum c. Mengkoordinasikan

Lebih terperinci

PROFIL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

PROFIL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROFIL DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI GAMBARAN UMUM Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Karawang Nomor 9 Tahun 2011, tentang Pembentukan Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Daerah, Lembaga

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2010 TANGGAL 31 AGUSTUS 2010 NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

NAMA-NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH

NAMA-NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH LAMPIRAN : PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 70 TAHUN 011 TANGGAL : NAMA-NAMA JABATAN FUNGSIONAL UMUM DI LINGKUNGAN PEMERINTAH DAERAH NO A RUMPUN JABATAN FUNGSIONAL PER BIDANG URUSAN NO JABATAN FUNGSIONAL

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NOMOR 1 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR : KM. 20 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KELIMA ATAS PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN NOMOR KM. 43 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN PERHUBUNGAN SEBAGAIMANA

Lebih terperinci

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG

- 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG - 1 - GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 31 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PERIKANAN DAN KELAUTAN PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR JAWA TIMUR,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI JEPARA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat

Lebih terperinci

LAPORAN REALISASI KEMAJUAN FISIK DAN KEUANGAN APBD II BULAN : SEPTEMBER 2014 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo

LAPORAN REALISASI KEMAJUAN FISIK DAN KEUANGAN APBD II BULAN : SEPTEMBER 2014 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo LAPORAN REALISASI KEMAJUAN FISIK DAN KEUANGAN APBD II BULAN : SEPTEMBER 2014 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purworejo keuangan keuangan A Pelayanan Administrasi Perkantotan 1 Penyediaan

Lebih terperinci

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATPOL PP

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATPOL PP TUGAS POKOK DAN FUNGSI SATPOL PP Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bandung Dibentuk melalui peraturan daerah Kabupaten Bandung Nomor 24 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Organisasi Satuan Polisi Pamong

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR : PER. 22 NIEN W2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI UNIT PERMUKIMAN TRANSMIGRASI

PERATURAN NOMOR : PER. 22 NIEN W2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI UNIT PERMUKIMAN TRANSMIGRASI wmenteri TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 22 NIEN W2007 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI UNIT PERMUKIMAN TRANSMIGRASI

Lebih terperinci

1 07 1.07.01 17 04 1 07 1.07.01 17 05 1 07 1.07.01 17 06 1 07 1.07.01 17 07 1 07 1.07.01 17 08

1 07 1.07.01 17 04 1 07 1.07.01 17 05 1 07 1.07.01 17 06 1 07 1.07.01 17 07 1 07 1.07.01 17 08 PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 13 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KEUANGAN KODE REKENING KEGIATAN 1 07 1.07.01 15 1 07 1.07.01 15 01 1 07 1.07.01 15 02 1 07 1.07.01 15 03 1 07 1.07.01 15 04 1 07 1.07.01

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MANAJEMEN DAN REKAYASA, ANALISIS DAMPAK, SERTA MANAJEMEN KEBUTUHAN LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 08/PRT/M/2010 TANGGAL 8 JULI 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 193 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

PERATURAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 193 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA PERATURAN MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA NOMOR 193 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PEMUDA DAN OLAHRAGA,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa sumber daya air merupakan karunia Tuhan Yang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2015 TENTANG KETAHANAN PANGAN DAN GIZI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG PENANGANAN FAKIR MISKIN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pembukaan Undang-Undang

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG

BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG BERITA DAERAH KOTA SEMARANG TAHUN 2012 NOMOR 17 A PERATURAN WALIKOTA SEMARANG NOMOR 17 A TAHUN 2012 TENTANG MEKANISME DAN TATA CARA PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

RINCIAN BELANJA LANGSUNG PER PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANAH DATAR

RINCIAN BELANJA LANGSUNG PER PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANAH DATAR RINCIAN BELANJA LANGSUNG PER PROGRAM DAN KEGIATAN TAHUN ANGGARAN 2014 PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN TANAH DATAR No Program dan Kegiatan Pagu Dana Realisasi Per Oktober 1 Program Pelayanan Administrasi

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang:

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa sebagai tindak lanjut

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 21/PRT/M/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BINTAN NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN LEMBAGA KEMASYARAKATAN DESA DAN KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BINTAN, Menimbang:

Lebih terperinci

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN..

BAGAN ORGANISASI DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN.. DINAS PERINDUSTRIAN, KOPERASI, DAN UMKM KABUPATEN SRAGEN LAMPIRAN I :.. PERATURAN DAERAH KABUPATEN SRAGEN TANGGAL : 31 MARET 2011 UMUM DAN KEPEGAWAIAN INDUSTRI KOPERASI LEMBAGA MIKRO USAHA MIKRO, KECIL,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang

Lebih terperinci

5. Arah Kebijakan Tahun Kelima (2018) pembangunan di urusan lingkungan hidup, urusan pertanian,

5. Arah Kebijakan Tahun Kelima (2018) pembangunan di urusan lingkungan hidup, urusan pertanian, urusan perumahan rakyat, urusan komunikasi dan informatika, dan urusan kebudayaan. 5. Arah Kebijakan Tahun Kelima (2018) Pembangunan di tahun kelima diarahkan pada fokus pembangunan di urusan lingkungan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2015 TENTANG JENIS DAN TARIF ATAS JENIS PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK YANG BERLAKU PADA KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

DINAS PENDIDIKAN NO NAMA JABATAN TUGAS POKOK FUNGSI URAIAN TUGAS

DINAS PENDIDIKAN NO NAMA JABATAN TUGAS POKOK FUNGSI URAIAN TUGAS LAMPIRAN : PERATURAN WALIKOTA CIMAHI Nomor : 27 Tahun 2008 Tanggal : 28 Nopember 2008 Tentang : TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS PADA DINAS DAERAH KOTA CIMAHI DINAS PENDIDIKAN NO NAMA JABATAN TUGAS

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 1997 TENTANG KETRANSMIGRASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Transmigrasi

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA)

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Menimbang : PP 47/1997, RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL Bentuk: PERATURAN PEMERINTAH (PP) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 47 TAHUN 1997 (47/1997) Tanggal: 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber:

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL r PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL, Menimbang :

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2000 TENTANG

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2000 TENTANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2000 TENTANG KEWENANGAN PEMERINTAH DAN KEWENANGAN PROPINSI SEBAGAI DAERAH OTONOM PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

URUSAN WAJIB A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SERUYAN

URUSAN WAJIB A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN PEMERINTAHAN KABUPATEN SERUYAN Lampiran I : Peraturan Daerah Kabupaten Seruyan Nomor 02 Tahun 2008 Tanggal 14 Januari 2008 URUSAN WAJIB A. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG PENDIDIKAN SUB BIDANG 1. Kebijakan Kebijakan dan Standar

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG ANGKUTAN DI PERAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG ANGKUTAN DI PERAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG ANGKUTAN DI PERAIRAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN,

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER. 16/MEN/2006 TENTANG PELABUHAN PERIKANAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 41 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2004 TENTANG JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan

Lebih terperinci

- 1 - BUPATI BANYUWANGI

- 1 - BUPATI BANYUWANGI - 1 - BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 45 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA DINAS PEKERJAAN UMUM BINA MARGA, CIPTA KARYA DAN TATA RUANG KABUPATEN BANYUWANGI DENGAN

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN. rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah, maka strategi dan arah kebijakan pembangunan jangka menengah

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. Strategi Pembangunan Daerah Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi pembangunan Kabupaten Semarang

Lebih terperinci

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG,

PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, PERATURAN BUPATI SUBANG NOMOR : TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN SUBANG BUPATI SUBANG, Menimbang : a. bahwa Sekretariat Daerah Kabupaten Subang telah dibentuk dengan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11 /PRT/M/2009 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11 /PRT/M/2009 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 11 /PRT/M/2009 TENTANG PEDOMAN PERSETUJUAN SUBSTANSI DALAM PENETAPAN RANCANGAN PERATURAN DAERAH TENTANG RENCANA TATA RUANG

Lebih terperinci

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang

Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002. Tentang Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 55 Tahun 2002 Tentang PENGELOLAAN PELABUHAN KHUSUS MENTERI PERHUBUNGAN, Menimbang : a. Bahwa dalam Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2001 tentang Kepelabuhan telah

Lebih terperinci

- 26 - PEMERINTAH. 3. Penetapan rencana. 3. Penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai

- 26 - PEMERINTAH. 3. Penetapan rencana. 3. Penetapan rencana pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai - 26 - C. PEMBAGIAN URUSAN AN PEKERJAAN UMUM 1. Sumber Daya Air 1. Pengaturan 1. Penetapan kebijakan nasional sumber daya air. 2. Penetapan pola pengelolaan sumber daya air pada wilayah sungai lintas provinsi,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 137

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2003 TENTANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang: a. bahwa pembukaan Undang-Undang Dasar Negara

Lebih terperinci

RENCANA UMUM PENGADAAN

RENCANA UMUM PENGADAAN RENCANA UMUM PENGADAAN Melalui Swakelola K/L/D/I : TAHUN ANGGARAN : 2014 1 DINAS 2 DINAS 3 DINAS 4 DINAS 5 DINAS 6 DINAS Keselamatan Lalu Lintas Jalan Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Jalan Barang Jasa pada

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (6) Undang-Undang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014 KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2014 TENTANG PROGRAM PENYUSUNAN PERATURAN PRESIDEN PRIORITAS TAHUN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG PEMBANGUNAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan

Lebih terperinci

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG

GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PADA DINAS KEHUTANAN ACEH GUBERNUR ACEH, Menimbang : a. bahwa dengan ditetapkannya

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan ditetapkannya pembentukan Kementerian

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN

Lebih terperinci

c. Perda ini mengatur tentang perubahan pada Ketentuan Umum dan Susunan Organisasi.

c. Perda ini mengatur tentang perubahan pada Ketentuan Umum dan Susunan Organisasi. PEMBENTUKAN, KEDUDUKAN, TUGAS POKOK, FUNGSI DAN SUSUNAN ORGANISASI SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH - PERUBAHAN PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 1 organisasi di lingkungan Sekretariat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TEN TANG RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TEN TANG RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2011 TEN TANG RUMAH SUSUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan

Lebih terperinci

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21

DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG. Bagian Pertama. Dinas. Pasal 21 DINAS PETERNAKAN KABUPATEN KUPANG Bagian Pertama Dinas Pasal 21 Dinas Peternakan mempunyai tugas pokok membantu Bupati dalam melaksanakan sebagian urusan wajib yang menjadi kewenangan Pemerintah Daerah

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.02/MEN/I/2011 TENTANG PEMBINAAN DAN KOORDINASI PELAKSANAAN PENGAWASAN

Lebih terperinci

BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN

BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN 5.1 Umum Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan, merupakan penjabaran dari Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten ke dalam rencana pemanfaatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.41/Menhut-II/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.41/Menhut-II/2012 TENTANG PERATURAN MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : P.41/Menhut-II/2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR P.32/MENHUT-II/2010 TENTANG TUKAR MENUKAR KAWASAN HUTAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 100 TAHUN 2008

GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 100 TAHUN 2008 GUBERNUR JAWA TIMUR PERATURAN GUBERNUR JAWA TIMUR NOMOR 100 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS SEKRETARIAT, BIDANG, SUB BAGIAN DAN SUB BIDANG BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR GUBERNUR

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN SERANG

BERITA DAERAH KABUPATEN SERANG BERITA DAERAH KABUPATEN SERANG NOMOR : 13 TAHUN : 2005 PERATURAN BUPATI SERANG NOMOR 13 TAHUN 2005 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI KELURAHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SERANG Menimbang : a.

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 19 TAHUN 2OL4 TANGGAL : 17 JVLI 2OL4 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KERINCI

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KERINCI LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2010 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1997 TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1997 TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 1997 TENTANG KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan nasional dilaksanakan dalam rangka

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG PELAKSANAAN PENGAWASAN TERHADAP PENYELENGGARAAN PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2010 TENTANG HORTIKULTURA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 DINAS CIPTA KARYA KABUPATEN BADUNG Mangupura, 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS CIPTA KARYA PUSAT PEMERINTAHAN MANGUPRAJA MANDALA JALAN RAYA

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN 6.1 Strategi dan Arah Kebijakan Pembangunan Strategi pembangunan daerah adalah kebijakan dalam mengimplementasikan program Kepala Daerah, sebagai payung pada perumusan

Lebih terperinci

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 10 TAHUN 2010 T E N T A N G BADAN PELAKSANA PENYULUHAN PERTANIAN, PERIKANAN DAN KEHUTANAN KABUPATEN SIGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI SIGI,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah

Lebih terperinci