- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Transkripsi

1 - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa : Nama Lengkap Tempat Lahir : Muhammad Satria Panjaitan Als Tia. : Kisaran. Umur/Tangal Lahir : 28 tahun / 23 September Jenis Kelamin Kebangsaan Tempat tinggal Agama Pekerjaan : Laki-Laki. : Indonesia. : Jl. Pramuka Gg. Family Lingkungan I Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. : Islam. : Wiraswasta. Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara oleh: 1. Penyidik sejak tanggal 12 Januari 2014 s/d tanggal 31 Januari 2014; 2. Perpanjangan Penuntut Umum, sejak tanggal 01 Febrauari 2014 s/d tanggal 12 Maret 2014; 3. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Kisaran I sejak tanggal 13 Maret 2014 s/d tanggal 11 April 2014;

2 Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Kisaran II sejak tanggal 12 April 2014 s/d tanggal 11 Mei 2014; 5. Penuntut Umum, sejak tanggal 08 Mei 2014 s/d tanggal 27 Mei 2014; 6. Majelis Hakim, sejak tanggal 14 Mei 2014 s/d tanggal 27 Juni 2014; 7. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri, sejak tanggal 13 Juni 2014 s/d 11 Agustus 2014; 8. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Medan I sejak tanggal 11 Agustus 2014 s/d tanggal 09 September 2014; 9. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Medan II sejak tanggal 10 September 2014 s/d tanggal 09 Oktober 2014; 10. Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 07 Oktober 2014 s/d tanggal 05 Nopember 2014 ; 11. Ketua Pengadilan Tinggi Medan sejak tanggal 06 Nopember 2014 s/d tanggal 04 Januari 2014 ; PENGADILAN TINGGI TERSEBUT; Setelah membaca dan memperhatikan semua surat - surat yang berhubungan dengan perkara ini : I. Surat Dakwaan Jaksa Penuntut Umum, No. Reg. Perkara PDM --30/Kisar / Epp.2/2014 tanggal , yang mendakwa terdakwa dengan dakwaan sebagai berikut: dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut : PRIMAIR : - Bahwa ia Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan Als Tia bersama dengan Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya (penuntutan dilakukan

3 - 3 - secara terpisah) serta Pauji Kuntet (belum tertangkap/dpo), pada hari Senin tanggal 06 Januari 2014 sekira pukul wib atau setidak- tidaknya pada suatu waktu di bulan Januari tahun 2014, bertempat di rumah Terdakwa yang beralamat di Jl. Pramuka Gg. Family Lingkungan I Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, atau setidak-tidaknya pada suatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kisaran, permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I, beratnya melebihi 5 (lima) gram, yang Bermula pada hari Minggu tanggal 05 Januari 2014 sekira pukul wib, Terdakwa yang sebelumnya telah menghubungi Pauji Kuntet (belum tertangkap/dpo) melalui HP menyampaikan maksud Terdakwa hendak membeli narkotika jenis sabu- sabu pada Pauji Kuntet, dan atas permintaan Terdakwa tersebut, selanjutnya Terdakwa bertemu dengan Pauji Kuntet dan Pauji Kuntet menyerahkan satu bungkus narkotika jenis sabu- sabu dengan berat 5 gram kepada Terdakwa, dan harga 1 gram sabu- sabu yang Terdakwa beli pada Pauji Kuntet adalah Rp ,- (Satu juta lima puluh ribu rupiah); - Selanjutnya sabu- sabu tersebut Terdakwa bagi menjadi 5 plastik kecil, dan dari 5 plastik kecil tersebut, telah Terdakwa jual sebanyak 1 plastik sedangkan sisanya sebanyak 4 plastik lagi, masih Terdakwa simpan untuk menunggu pembeli lain yang akan membeli sabu- sabu kepada Terdakwa; - Bahwa pada hari Senin tanggal 06 Januari 2014 sekira pukul wib, saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya (penuntutan dilakukan secara terpisah) datang menemui Terdakwa ke rumah Terdakwa yang beralamat di Jl. Pramuka Gg. Family Lingkungan I Kelurahan Tebing Kisaran

4 - 4 - Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, dan kedatangan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya ke rumah Terdakwa tersebut, diketahui oleh saksi Nurhayati ; - Selanjutnya saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya menyerahkan satu plastik klip besar yang berisikan 5 plastik kecil narkotika jenis sabu- sabu kepada Terdakwa sambil berkata, jualkan dulu ini, kepada Terdakwa, dan Terdakwa jawab dengan mengatakan, berapa banyak ini?, dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya kembali menjawab dengan mengatakan, ini ada lima kepada Terdakwa ; - Selanjutnya 5 plastik kecil narkotika jenis sabu- sabu yang Terdakwa peroleh dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya tersebut Terdakwa gabungkan dengan 4 plastik kecil sabu- sabu yang Terdakwa peroleh dari Pauji Kuntet sebelumnya dan 9 plastik kecil sabu- sabu tersebut, kemudian Terdakwa simpan dalam kotak rokok; - Bahwa cara Terdakwa memperoleh sabu- sabu dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya, dengan cara Terdakwa menelpon dari nomor HP Terdakwa dengan nomor ke nomor HP saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya yang bernomor untuk memesan sabu- sabu kepada saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya- Caiya, atau terkadang saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya yang menelpon Terdakwa untuk menyerahkan sabu- sabu kepada Terdakwa, dan setelah berkomunikasi di telpon, selanjutnya saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya datang menemui Terdakwa untuk menyerahkan sabu- sabu yang Terdakwa pesan, selanjutnya sabu- sabu tersebut Terdakwa jual kepada para pembeli, dengan cara, pembeli yang sudah mengetahui nomor HP Terdakwa, langsung menelpon ke nomor HP Terdakwa untuk

5 - 5 - memesan sabu- sabu kepada Terdakwa, dan adapula pembeli yang langsung mendatangi Terdakwa guna membeli sabu- sabu kepada Terdakwa ; - Apabila sabu- sabu yang Terdakwa peroleh dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya maupun Pauji Kuntet tersebut telah habis terjual, barulah Terdakwa kembali menelpon saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya maupun Pauji Kuntet untuk membayar harga sabu- sabu yang telah terjual tersebut dan biasanya dalam tiap gram sabu- sabu milik saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya yang Terdakwa jual tersebut, Terdakwa memperoleh keuntungan sejumlah Rp ,- (dua ratus ribu rupiah); - Bahwa perbuatan Terdakwa menjual sabu- sabu bersama dengan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya tersebut diketahui oleh pihak kepolisian Polres Asahan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, selanjutnya saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan (ketiganya anggota Polri dari Polres Asahan) melakukan pengintaian disekitar rumah Terdakwa, dan pada saat itu Terdakwa baru saja menerima satu plastik klip besar yang berisikan 5 plastik kecil narkotika jenis sabu- sabu dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya; - Pada saat saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan melihat Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya yang keduanya sudah menjadi Target Operasi, sedang berada di depan rumah Terdakwa, selanjutnya saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan membawa Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya masuk ke dalam rumah Terdakwa ;

6 Sesampai di dalam rumah, saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan melakukan penggeledahan terhadap Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya serta rumah Terdakwa, pada saat dilakukan penggeledahan, di ruang tamu rumah Terdakwa, ditemukan 9 plastik kecil sabu- sabu dan satu buah bong, dari Terdakwa didapatkan satu unit HP Blackberry dan uang sejumlah Rp ,- dan dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya ditemukan satu unit HP Merek Nokia, selanjutnya dari dalam kamar Terdakwa didapatkan 2 buah mancis, 3 buah kompeng, 5 buah sekop plastik, 7 buah plastik kaca pirek, serta dua buah bong, dan dari dalam kamar yang ketiga di rumah yang ditempati Terdakwa, didapatkan 2 buah mancis, 2 bungkus plastik klip ukuran kecil, 1 bungkus plastik klip ukuran besar dan 1 buah timbangan elektrik; - Berdasarkan keterangan Terdakwa kepada saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan, 9 plastik kecil sabu- sabu yang didapatkan dari Terdakwa tersebut adalah sabu- sabu milik Terdakwa, dengan perincian 4 plastik kecil sabu- sabu tersebut, Terdakwa peroleh dari Pauji Kuntet (DPO) sedangkan yang 5 bungkus plastik kecil sabu- sabu lagi, Terdakwa peroleh dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya- Caiya, dan tujuan Terdakwa membeli sabu- sabu tersebut adalah untuk Terdakwa jual kembali, 1 unit HP Blackberry yang didapatkan dari Terdakwa tersebut adalah HP milik Terdakwa yang Terdakwa gunakan sebagai alat komunikasi untuk memesan sabu- sabu kepada saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya dan Pauji Kuntet, serta HP tersebut juga Terdakwa gunakan sebagai alat penghubung antara Terdakwa dengan pembeli sabu- sabu yang memesan sabu- sabu kepada Terdakwa, uang

7 - 7 - sejumlah Rp ,- adalah uang hasil penjualan sabu- sabu, sedangkan 4 buah mancis, 3 buah kompeng, 5 buah sekop plastik, 7 buah kaca pirek, 3 buah bong, 2 bungkus plastik klip ukuran kecil, 1 bungkus plastik klip ukuran besar, 1 buah timbangan elektrik tersebut adalah alat yang Terdakwa gunakan untuk menjual sabu- sabu, dan dengan didasarkan pada keterangan Terdakwa serta barang bukti yang didapatkan dari Terdakwa, selanjutnya saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan melakukan penangkapan terhadap Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya sedangkan Pauji Kuntet dinyatakan sebagai DPO ; - Kemudian Terdakwa bersama dengan barang bukti berupa 9 plastik kecil sabu- sabu dengan berat bruto 8,06 gram (berdasarkan Berita Acara Penghitungan dan Penimbangan Barang Bukti tanggal 7 Januari 2014 yang dilakukan oleh Anderson Siringoringo, SH. MH selaku Kasat Narkoba Polres Asahan), 1 unit HP Blackberry, uang sejumlah Rp ,-, 4 buah mancis, 3 buah kompeng, 5 buah sekop plastik, 7 buah plastik kaca pirek, dua buah bong, 2 bungkus plastik klip ukuran kecil, 1 bungkus plastik klip ukuran besar, 1 buah timbangan elektrik yang didapatkan dari Terdakwa tersebut dibawa ke Polres Asahan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku; - Berdasarkan Berita Acara Analisis Laboratorium Barang Bukti Narkotika NO. LAB : 90/NNF//2014 Tanggal 10 Januari 2014 yang dibuat dan ditandatangani oleh AKBP Zulni Erma dan Supiyani, S.Si petugas Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Medan, menerangkan bahwa barang bukti berupa 9 bungkus plastik klip berisi kristal berwarna putih dengan berat bruto 8,06 (delapan koma nol enam) gram milik tersangka atas nama Muhammad Satria Panjaitan Als. Tia Positif Metamfetamina dan

8 - 8 - terdaftar dalam Golongan I (Satu) nomor urut 61 Lampiran I Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; - Bahwa dalam menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I tersebut, Terdakwa tidak ada mendapat izin dari pihak yang berwenang dalam hal ini Pemerintah RI dan Terdakwa dalam menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I tersebut bukan untuk tujuan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan; - Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; SUBSIDIAIR : - Bahwa ia Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan als. Tia bersama dengan Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya (penuntutan dilakukan secara terpisah) serta Pauji Kuntet (belum tertangkap/dpo), pada hari Senin tanggal 06 Januari 2014 sekira pukul wib atau setidak- tidaknya pada suatu waktu di bulan Januari tahun 2014, bertempat di rumah Terdakwa yang beralamat di Jl. Pramuka Gg. Family Lingkungan I Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, beratnya melebihi 5 (lima) gram, yang dilakukan oleh Terdakwa dengan cara sebagai berikut :

9 Bermula pada hari Minggu tanggal 05 Januari 2014 sekira pukul wib, Terdakwa bertemu dengan Pauji Kuntet dan Pauji Kuntet menyerahkan satu bungkus narkotika jenis sabu- sabu dengan berat 5 gram kepada Terdakwa, selanjutnya sabu- sabu tersebut Terdakwa bagi menjadi 5 plastik kecil, dan dari 5 plastik kecil tersebut, telah Terdakwa jual sebanyak 1 plastik kecil, sedangkan sisanya sebanyak 4 plastik kecil, masih Terdakwa simpan; - Selanjutnya pada hari Senin tanggal 06 Januari 2014 sekira pukul wib, saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya (penuntutan dilakukan secara terpisah) datang menemui Terdakwa di rumah Terdakwa yang beralamat di Jl. Pramuka Gg. Family Lingkungan I Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan, dan kedatangan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya ke rumah Terdakwa tersebut, diketahui oleh saksi Nurhayati; - Selanjutnya saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya menyerahkan satu plastik klip besar yang berisikan 5 plastik kecil narkotika jenis sabu- sabu kepada Terdakwa; - Selanjutnya 5 plastik kecil narkotika jenis sabu- sabu yang Terdakwa peroleh dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya tersebut Terdakwa gabungkan dengan 4 plastik kecil sabu- sabu yang Terdakwa peroleh dari Pauji Kuntet sebelumnya, dan ke sembilan bungkus plastik kecil sabu- sabu tersebut kemudian Terdakwa simpan dalam kotak rokok; - Bahwa perbuatan Terdakwa memiliki dan menyimpan sabu- sabu bersama dengan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya tersebut diketahui oleh pihak kepolisian Polres Asahan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat, selanjutnya saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan (ketiganya anggota Polri dari Polres

10 Asahan) melakukan pengintaian disekitar rumah Terdakwa yang beralamat di Jl. Pramuka Gg. Family Lingkungan I Kelurahan Tebing Kisaran Kecamatan Kota Kisaran Barat Kabupaten Asahan; - Pada saat dilakukan pengintaian, saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan melihat Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya yang keduanya sudah menjadi Target Operasi, sedang berada di depan rumah Terdakwa, dan setelah memastikan bahwa Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya adalah target yang selama ini diselidiki, selanjutnya saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan membawa Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya masuk ke dalam rumah Terdakwa ; - Sesampai di dalam rumah Terdakwa, saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan melakukan penggeledahan terhadap Terdakwa, saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya dan rumah Terdakwa, dan pada saat dilakukan penggeledahan, di ruang tamu rumah Terdakwa, ditemukan 9 plastik kecil sabu- sabu, dari Terdakwa didapatkan satu unit HP Blackberry, dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya ditemukan satu unit HP Merek Nokia; - Berdasarkan keterangan Terdakwa kepada saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan, 9 plastik kecil sabu- sabu yang didapatkan dari Terdakwa tersebut adalah sabu- sabu milik Terdakwa yang Terdakwa peroleh dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya- Caiya dan Pauji Kuntet (DPO), dengan perincian 4 plastik kecil sabu- sabu tersebut, Terdakwa peroleh dari Pauji Kuntet dan 5 bungkus plastik kecil sabu- sabu, Terdakwa peroleh dari saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan

11 Caiya-Caiya, 1 unit HP Blackberry yang didapatkan dari Terdakwa tersebut adalah HP milik Terdakwa yang Terdakwa gunakan sebagai alat komunikasi untuk memesan sabu- sabu kepada saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya dan Pauji Kuntet, dan dengan didasarkan pada keterangan Terdakwa serta barang bukti yang didapatkan dari Terdakwa, selanjutnya saksi Jimmy C. Hutajulu, saksi Sangap P. Simatupang dan saksi Faeder Pakpahan melakukan penangkapan terhadap Terdakwa dan saksi Muhammad Ridwan Efendi als Iwan Caiya-Caiya, sedangkan Pauji Kuntet dinyatakan sebagai DPO; - Kemudian Terdakwa bersama dengan barang bukti berupa 9 plastik kecil sabu- sabu dengan berat bruto 8,06 gram (berdasarkan Berita Acara Penghitungan dan Penimbangan Barang Bukti tanggal 7 Januari 2014 yang dilakukan oleh Anderson Siringoringo, SH. MH selaku Kasat Narkoba Polres Asahan) dan 1 unit HP merk Blackberry yang didapatkan dari Terdakwa tersebut dibawa ke Polres Asahan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku; - Berdasarkan Berita Acara Analisis Laboratorium Barang Bukti Narkotika NO. LAB : 90/NNF//2014 Tanggal 10 Januari 2014 yang dibuat dan ditandatangani oleh AKBP Zulni Erma dan Supiyani, S.Si petugas Laboratorium Forensik Bareskrim Polri Cabang Medan, menerangkan bahwa barang bukti berupa 9 bungkus plastik klip berisi kristal berwarna putih dengan berat bruto 8,06 (delapan koma nol enam) gram milik tersangka atas nama Muhammad Satria Panjaitan als Tia Positif Metamfetamina dan terdaftar dalam Golongan I (Satu) nomor urut 61 Lampiran I Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;

12 Bahwa dalam memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman tersebut, Terdakwa tidak ada mendapat izin dari pihak yang berwenang dalam hal ini Pemerintah RI, dan Terdakwa dalam memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman tersebut bukan untuk tujuan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan; - Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; II. Tuntutan Pidana Jaksa Penuntut Umum, No.Reg.Perkara PDM-39/Kisar /Epp.2/05/ 2014 tertanggal , yang menuntut terdakwa sebagai berikut : 1. Menyatakan Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan Als Tia bersalah melakukan tindak pidana bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; 2. Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan Als Tia dengan pidana penjara selama 12 (dua belas) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah Terdakwa tetap dalam

13 tahanan dan denda sebesar Rp ,- (Satu milyar rupiah) subsider 6 (enam) bulan penjara; 3. Menyatakan barang bukti berupa : - 9 paket narkotika shabu seberat 8,06 gram - 1 buah HP Merk Blackberry - 1 bungkus plastik klip kosong besar - 7 buah kaca pirek - 5 buah skop - 1 unit timbangan elektrik - 2 bungkus plastik klip kosong kecil - 4 buah mancis - 3 buah kompeng - 3 buah bong o Dirampas untuk dimusnahkan ; - Uang sejumlah Rp ,-, dirampas untuk negara ; 4. Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah); II. Putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 01 Oktober 2014 No.257 / Pid.B / 2014 / PN.Kis yang amarnya berbunyi sebagai berikut : 1. Menyatakan Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan als Tia tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan Primair; 2. Membebaskan Terdakwa oleh karena itu dari dakwaan Primair tersebut; 3. Menyatakan Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan als Tia telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Tanpa Hak

14 dan melawan Hukum memiliki Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman melebihi berat 5 (lima) gram ; 4. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 (delapan) tahun dan pidana denda sebesar Rp ,- (delapan ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar oleh Terdakwa, maka diganti dengan pidana penjara selama 3 (tiga) bulan; 5. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan; 6. Menetapkan Terdakwa tetap ditahan; 7. Menetapkan barang bukti berupa: 9 (Sembilan) paket narkotika shabu seberat 8,06 gram, 1 (satu) buah HP Merk Blackberry, 1 (satu) bungkus plastik klip kosong besar, 7 (tujuh) buah kaca pirek, 5 (lima) buah skop, 1 (satu) unit timbangan elektrik, 2 (dua) bungkus plastik klip kosong kecil, 4 (empat) buah mancis, 3 (tiga) buah kompeng, 3 (tiga) buah bong, dirampas untuk dimusnahkan; 8. Uang sejumlah Rp ,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) Dirampas untuk Negara; 9. Membebani Terdakwa untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp.5000,00 (lima ribu rupiah); III. Akta Permintaan Banding yang dibuat oleh Panitera / Sekretaris Pengadilan Negeri Kisaran pada hari Selasa tanggal 07 Oktober 2014, Nomor : 72 /Akta.Pid/ 2014 /PN.Kis, yang menerangkan bahwa Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan permintaan banding atas Putusan Pengadilan Negeri Kisaran

15 tanggal 01 Oktober 2014 No. 257/Pid.B/2014/PN.Kis tersebut, permintaan banding mana telah sempurna diberitahukan kepada terdakwa pada hari Senin tanggal 13 Oktober 2014 ; IV. Memori banding Jaksa Penuntut Umum tanggal 13 Oktober 2014,yang diterima dikepaniteraan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 15 Oktober 2014, memori banding mana telah sempurna disampaikan kepada terdakwa tanggal 20 Oktober 2014 ; V. Relas Pemberitahuan Mempelajari Berkas Perkara kepada terdakwa tanggal 20 Oktober 2014 dan kepada Jaksa Penuntut Umum tanggal 20 Oktober 2014, dimana terhitung 7 (tujuh) hari kerja, para pihak diberi kesempatan untuk mempelajari berkas perkara Nomor : 257 /Pid.B / 2014 /PN.Kis, sebelum berkas dikirim ke Pengadilan Tinggi Medan; Menimbang, bahwa permintaan banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum masih dalam tenggang waktu dan menurut cara serta memenuhi syaratsyarat yang ditentukan oleh Undang-Undang, oleh karena itu permintaan banding tersebut secara yuridis formal dapat diterima ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan memori banding yang pada pokoknya menyatakan bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika tanpa hak atau melawan hukum untuk di jual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima ) gram, sesuai dengan tuntutan yang kami bacakan pada persidangan tanggal 27 Agustus 2014, - Menyatakan Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan Als Tia bersalah melakukan tindak pidana bermufakat jahat untuk melakukan tindak pidana

16 narkotika tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I yang beratnya melebihi 5 (lima) gram sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo. Pasal 132 Ayat (1) Undang- undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika; - Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Muhammad Satria Panjaitan Als Tia dengan pidana penjara selama 12 (dua belas) tahun dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah Terdakwa tetap dalam tahanan dan denda sebesar Rp ,- (Satu milyar rupiah) subsider 6 (enam) bulan penjara; - Menyatakan barang bukti berupa : 9 paket narkotika shabu seberat 8,06 gram 1 buah HP Merk Blackberry 1 bungkus plastik klip kosong besar 7 buah kaca pirek 5 buah skop 1 unit timbangan elektrik 2 bungkus plastik klip kosong kecil 4 buah mancis 3 buah kompeng 3 buah bong Dirampas untuk dimusnahkan ; Uang sejumlah Rp ,-, dirampas untuk negara ;

17 Menetapkan agar Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000,00 (lima ribu rupiah); Menimbang, bahwa setelah Majelis Hakim Pengadilan Tinggi mempelajari berkas perkara dengan seksama dan salinan resmi Putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 01 Oktober 2014 No. 257 / Pid.B / 2014 / PN.Kis serta Memori banding Jaksa Penuntut Umum dengan semua surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini, Pengadilan Tinggi sependapat dengan pertimbangan Hakim Tingkat Pertama bahwa Terdakwa telah terbukti dengan sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang didakwakan dalam dakwaan Subsidair tersebut dan pertimbangan Hakim Tingkat Pertama telah menguraikan dengan tepat dan benar semua keadaan serta alasan-alasan yang menjadi dasar putusannya sehingga diambil alih dan dijadikan sebagai pertimbangan Pengadilan Tinggi sendiri dalam memutus perkara ini ditingkat banding; Menimbang, bahwa dengan mengambil alih pertimbangan Hakim tingkat pertama, maka Pengadilan Tinggi dapat mempertahankan oleh karena itu putusan Putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 01 Oktober 2014 No. 257 / Pid.B / 2014 / PN.Kis haruslah dikuatkan ; Menimbang, bahwa karena terdakwa berada dalam tahanan dan menurut ketentuan pasal 21 jo pasal 27 (1 ), (2) pasal 193 ( 2) b KUHAP tidak alasan terdakwa di keluarkan dari dalam tahanan, karenanya terdakwa tetap berada dalam tahanan ; Menimbang, bahwa oleh karena Terdakwa tetap dinyatakan bersalah dan dipidana, maka terdakwa harus pula dibebani untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan ini;

18 Memperhatikan ketentuan Pasal 112 Ayat (2) UU.No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan UU No. 8 Tahun 1981 tentang KUHAP dan peraturan perundangundangan lain yang berhubungan dengan perkara ini; M E N G A D I L I : - Menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum tersebut; Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Kisaran tanggal 01 Oktober 2014 No.257/Pid.B/2014/PN.Kis yang dimintakan banding tersebut; Menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan ; - Membebankan kepada Terdakwa untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding sebesar Rp (dua ribu lima ratus rupiah); Demikianlah diputuskan dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Medan pada hari SENIN tanggal 11 Nopember 2014, oleh Kami : SAUT H PASARIBU, SH Hakim Pengadilan Tinggi Medan sebagai Hakim Ketua Majelis, SAMA RAJA MARPAUNG, SH. dan ABDUL FATTAH,SH.MH. masingmasing sebagai Hakim Anggota, yang ditunjuk memeriksa dan mengadili perkara tersebut tingkat banding berdasarkan Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Medan tanggal 06 Nopember 2014, No. 628 /PID.SUS/2014/PT-MDN, putusan mana telah diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari SELASA tanggal 18 NOPEMBER 2014 oleh Ketua Majelis dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota tersebut serta dibantu oleh M.SIMARMATA,SH. Panitera Pengganti pada Pengadilan Tinggi Medan akan tetapi tanpa dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum maupun Terdakwa;

19 Hakim-Hakim Anggota, Hakim Ketua Majelis, - TTD - - TTD - SAMA RAJA MARPAUNG, SH. SAUT H PASARIBU, SH - TTD - ABDUL FATTAH,SH.MH Panitera Pengganti, - TTD - M.SIMARMATA,SH.

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh

P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh P U T U S A N Nomor 101/Pdt.G/2014/MS-Aceh DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Mahkamah Syar iyah Aceh yang memeriksa dan mengadili perkara pada tingkat banding dalam persidangan Majelis

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 272 /PDT/2011/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR :02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA, PERBAIKAN DR SETUM 13 AGUSTUS 2010 PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2010 TENTANG KOORDINASI, PENGAWASAN DAN PEMBINAAN PENYIDIKAN BAGI PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR: 25/PDT/2012/PTR DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Pekanbaru yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA

I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA I. BIDANG ADMINISTRASI 1.1 STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) ADMINISTRASI PERKARA PADA PENGADILAN NEGERI KELAS II SUKADANA A. KEPANITERAAN PIDANA 1. Penyelesaian Perkara a. Pengadilan Negeri menerima

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding:

Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: Langkah-langkah yang harus dilakukan Pemohon banding: 1. Permohonan banding harus disampaikan secara tertulis atau lisan kepada pengadilan agama/mahkamah syar iah dalam tenggang waktu : a. 14 (empat belas)

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kemajuan dan peningkatan pembangunan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 1982 TENTANG WAJIB DAFTAR PERUSAHAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kemajuan dan peningkatan pembangunan

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR,

PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, PERATURAN DAERAH KOTA DENPASAR NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG SURAT IJIN USAHA PERDAGANGAN ( SIUP ) WALIKOTA DENPASAR, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut dari amanat Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG,

PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, S A L I N A N NOMOR 4/E, 2006 PERATURAN DAERAH KOTA MALANG NOMOR 6 TAHUN 2006 TENTANG PENYELENGGARAAN USAHA PEMONDOKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA MALANG, Menimbang : a. bahwa Kota Malang

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N NOMOR 111/Pid.B/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan secara biasa dalam Peradilan

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN

KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN KEPUTUSAN DEWAN KEHORMATAN PUSAT PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2007 TENTANG SUSUNAN DAN TATA LAKSANA KERJA MAJELIS KEHORMATAN DEWAN KEHORMATAN PERHIMPUNAN ADVOKAT INDONESIA DEWAN KEHORMATAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kejahatan yang menghasilkan

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM Nomor : 52/DJU/SK/HK.006/5/ Tahun 2014 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN PERATURAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 1995 TENTANG KOMISI BANDING MEREK PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 35 Undang-undang Nomor 19 Tahun

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 1995 TENTANG CUKAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a.

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hutan, sebagai

Lebih terperinci

Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP

Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP Oleh : Supriyadi W. Eddyono ICJR Pada prinsipnya, segala bentuk tindakan atau upaya paksa yang mencabut atau membatasi kebebasan merupakan tindakan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164]

UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] UNDANG-UNDANG NOMOR 08 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG [LN 2010/122, TLN 5164] BAB II TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Pasal 3 Setiap Orang yang menempatkan, mentransfer,

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG DARURAT REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 1951 TENTANG PENIMBUNAN BARANG-BARANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Pemerintah berhubung dengan keadaan dalam dan luar negeri

Lebih terperinci

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian.

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian. KASUS PIDANA UMUM CONTOH-CONTOH KASUS PIDANA: Kekerasan akibat perkelahian atau penganiayaan Pelanggaran (senjata tajam, narkotika, lalu lintas) Pencurian Korupsi Pengerusakan Kekerasan dalam rumah tangga

Lebih terperinci

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH

PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KETUA

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA DAN/ATAU TERDAKWA PECANDU NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA KE DALAM LEMBAGA REHABILITASI

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2003 TENTANG PELAKSANAAN TEKNIS INSTITUSIONAL PERADILAN UMUM BAGI ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008

PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 PEDOMAN TEKNIS ADMINISTRASI DAN TEKNIS PERADILAN TATA USAHA NEGARA EDISI 2008 MAHKAMAH AGUNG RI 2008 1 DAFTAR ISI Kata Pengantar... iii Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : KMA/032/SK/IV/2007

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL HSL RPT TGL 13 JULI 2009 PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 8 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN BARANG BUKTI DI LINGKUNGAN BADAN NARKOTIKA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm Page 1 of 14 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009

BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 BIAYA PERKARA UNDANG-UNDANG NO. 50 TAHUN 2009 1 TAKAH RAKERPTA 2012 Pasal 91A UU NO. 50 TAHUN 2009 (1) Dalam menjalankan tugas peradilan, peradilan agama dapat menarik biaya perkara. (2) Penarikan biaya

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran.

PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. PRASTIKA BROTHERS & PARTNER KANTOR ADVOKAT DAN PENGACARA Tanah Merah 2, Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran. Hal. : Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Surabaya, 26 Pebruari 2010 Dengan Hormat, Kepada

Lebih terperinci

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN I. PENDAHULUAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN Menurut hasil eksaminasi perkara terutama perkara-perkara

Lebih terperinci

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan

P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan P E N E T A P A N No. 27/Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang memeriksa dan mengadili perkara perkara perdata permohonan dalam tingkat pertama,

Lebih terperinci