oleh: Dian Rahmasari NIM

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "oleh: Dian Rahmasari NIM"

Transkripsi

1 STRATEGI KEHUMASAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG DALAM MENYOSIALISASIKAN PROGRAM FESTIVAL AL-AZHOM MELALUI MEDIA SOSIAL Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Gelar Sarjana Sosial (S. Sos.) oleh: Dian Rahmasari NIM PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H/ 2018 M i

2

3 LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING STRATEGI KEHUMASAN PEMERINTAH KOTA TANGERANG DALAM MENYOSIALISASIKAN PROGRAM KEISLAMAN DI MEDIA SOSIAL Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Sosial (S.Sos.) oleh: Dian Rahmasari NIM: Dosen Pembimbing, Kiky Rizky, M.Si. NIP PROGRAM STUDI KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM FAKULTAS ILMU DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1440 H/2018 M v

4

5 ABSTRAK Dian Rahmasari Strategi Kehumasan Pemerintah Kota Tangerang dalam Menyosiasialisasikan Program Festival AL Azhom melalui Media Sosial Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan aktivitas fungsi kehumasan, khususnya Bagian hubungan masyarakat pemerintahan Kota Tangerang dalam mengimplementasikan strategi humas untuk menyosialisasikan program Festival Al Azhom melalui media komunikasi modern seperti media dalam jaringan/daring (on-line). Berdasarkan uraian tersebut, peneliti merumuskan pertanyaan yakni, bagaimana strategi kehumasan Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang sebagai aktivitas komunikasi dalam menyosialisasikan program keislaman kepada masyarakat melalui media sosial? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model deskriptif, serta teknik pengumpulan datanya dengan wawancara dan dokumentasi.sebagai dasar analisis, peneliti menggunakan teori strategi hubungan masyarakat Cutlip, Center & Broom. Strategi tersebut disebut 7- Cs PR Communications. Teori tersebut terdiri dari tujuh aspek yang digunakan agar interaksi dan penyebaran pesan berjalan dengan baik. Ketujuh aspek tersebut antara lain, kapabilitas, konteks, konten, kejelasan, kontinuitas, konsistensi, saluran, kapabilitas khalayak. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa, dalam menyosialisasikan program keislaman, Bagian Humas Pemkot Tangerang membangun kredibilitas informasi dengan bekerjasama dengan Diskominfo dalam menyajikan informasi aktual secara aktif di media sosial. Sebagai media penyalur informasi keislaman, media sosial yang digunakan antara lain Instagram, Facebook, dan Twitter. Informasi tentang program Festival AL Azhom yang dibagikan di media sosial tersebut dikemas secara menarik dengan penggunaan bahasa yang santai dan jelas. Namun, acara tersebut disosialisasikan hanya terbatas selama kegiatan berlangsung. Tema program keislaman yang diusung bersifat partisipatif kepada masyarakat sehingga mereka turut aktif dalam setiap kegiatan dan kebijakan Pemerintah Kota Tangerang. Kata Kunci: Humas, Media Sosial, Informasi, dan Keislaman vii

6 ABSTRACT Dian Rahmasari Tangerang Government s Strategy of Public Relation in Socialize Islamic Program in Social Media The population of Tangerang city is predominantly muslim. Tangerang city indirectly implements Islamic values in the activities of its government. Therefore, they made an Islamic program. These programs aim to preserving and fortifying the young generation of promiscuity while advising them the knowledge of religion. Since 2016, Public Relations; as a distributor of government s information, using social media to disseminate information about regional development or government policy include Islamic programs. Based on the background above, the problem statement is how Tangerang government PR strategy in socializing Islamic programs to the public through social media? The theory used is a public relations strategy introduced by Cutlip, Center & Broom named 7-Cs PR Communications. The theory consists of seven aspects that used for keep the interaction and information disseminate goes well. The seven aspects include, Credibility, Context, Content, Clarity, Continuity, Consistensy, Channels and Capability of The Audience. This study uses a qualitative approach to the constructivism paradigm. Data collection techniques are interviews and documentation. The findings in this study are in socialize information Islamic programs, public relations of Tangerang government provide the credibility by cooperating with Diskominfo to promote each social media to actively inform a credible and trusted information by using the social media platform, include Instagram, Facebook and Twitter. The programs distributed on social media is packaged by casual, clear and straightforward language. However, the event is continuously socialized only limited during the program or head government needs. The theme of Islamic program is participatory to aim the society actively participate in every government activity and policy. Audience capability on social media is also considered as a reference for disseminate information according to social media used by the society. Keyword: Public Relations, Social Media, Information, and Islamic. ix

7 KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, yang menciptakan siang dan malam, segala puji atas rahmat dan nikmat yang tiada terhitung jumlahnya. Juga atas nikmat iman, ihsan, dan Islam yang paling utama. Tak lupa shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda kita Nabi Muhammad saw. yang telah membawa kita dari zaman yang gelap gulitanya kebodohan ke zaman yang penuh dengan cahaya kebenaran ilmu pengetahuan seperti sekarang ini. Dalam penyusunan dan penulisan skripsi ini penulis menyadari banyak kendala yang dirasa menghambat dalam penyelesaiannya. Namun dengan niat ikhlas dan tulus diiringi dengan rasa kesabaran dan tawakal untuk mengharap Ridha Allah SWT akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik bersifat bimbingan, petunjuk, maupun kesempatan berdiskusi untuk bertanya. Oleh karena itu, penulis secara khusus mengucapkan tak terhingga kepada yang terhormat. Skripsi ini dibuat dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana. Dengan segala upaya dan doa, akhirnya penulis mampu menyelesaikan skripsi yang berjudul Strategi Kehumasan Pemerintah Kota Tangerang dalam Menyosialisasikan Program Keislaman di Media Sosial. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : xi

8 1. Orangtua penulis, Ade Niptah dan Rosilawati yang begitu penulis cintai. Terimakasih atas panjatan doa yang tak bertepi, untuk kasih sayang sepanjang usia yang tak terperi, serta semangat dan motivasi yang tiada henti. 2. Dr. Arief Subhan, M.A selaku Dekan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi, beserta Suparto, M.Ed, Ph.D selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik, Dra. Hj. Roudhonah, M.Ag selaku Wakil Dekan II Bidang Administrasi, dan Dr. Suhaimi, M.Si selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan. 3. Drs. Masran, M.A selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Ibu Fita Faturokhmah, M.Si, selaku Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam. 4. Dosen Pembimbing, Kiky Rizky, M.Si. atas nasihat dan bimbingannya sehingga penulis bisa menyelesaikan skripsi ini. 5. Dr. Suhaimi, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik yang senantiasa memberikan masukan-masukan dan nasihat dalam bidang akademik. 6. Seluruh Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi yang pernah mengajar dan membagikan ilmu yang bermanfaat kepada penulis dan segenap staf dan karyawan Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya. 7. Seluruh jajaran staf Bagian Humas Pemkot Tangerang, terutama Ibu Yunita Virdiyanti dan Ka Syifa Ismiyati juga teman-teman magang, Bita dan Sari yang membantu penulis selama masa penelitian. xii

9 8. Adik penulis, Handriansyah yang telah memberikan dukungan dan hiburan kepada penulis, juga keluarga besar penulis, atas dukungan moril dan moralnya, semoga barokah hingga akhir. 9. Sahabat seperjuangan dari awal kuliah dan Inshaallah still counting hingga akhir, UNFAEDAH ku, Dini, Mei, Yosa, Iffah. Sahabat kecilku, Yeyet yang senantiasa mengisi dan menemani masa-masa bahagia serta duka perjuangan penulis dalam menjalani perkuliahan. 10. Sahabat KPI B Dini, Yosa, Iffah, Mei, Aini, Dinda, Salfa, Widy, Firly, Iis, Aya, Amira, Caca, Tiara, Dita, Uum, Novi, Ilka, Suci, Oji, Hasyim, Dimas, Firman, Mufid, Kak Dika, Roffi, Waqid yang telah menjadi teman sekelas yang loyal, kompak dan peduli, juga teman-teman seperjuangan KPI 2014 sekalian. 11. Wafa, dan Ina serta para pengguna Twitter, atas semua hiburan out of the box penulis ketika jenuh selama mengerjakan skripsi. 12. Teman-teman KKN AMOEBA 2017 Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang. 13. Teman-teman kosan Balans, ka Euis, ka Ayu, ka Astri, ka Mutia, dan Leli. 14. Serta kepada semua pihak yang secara tidak langsung telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Jakarta, 19 November 2018 Dian Rahmasari xiii

10 DAFTAR ISI ABSTRAK... vii KATA PENGANTAR... ix DAFTAR ISI... xv DAFTAR TABEL... xvii DAFTAR GAMBAR... xix BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang Masalah... 1 B. Batasan Masalah dan Rumusan Masalah C. Tujuan dan Manfaat Penelitian D. Metode Penelitian E. Teknik Pengumpulan Data F. Kajian Terdahulu G. Sistematika Penelitian BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Hubungan Masyarakat B. Strategi C. Strategi Hubungan Masyarakat D. Sosialisasi xv

11 E. Program Keislaman F. Media Sosial BAB III GAMBARAN UMUM A. Sejarah Kota Tangerang B. Bagian Humas Kota Tangerang C. Festival Al Azhom BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN A. Strategi Hubungan Pemerintah Kota Tangerang dalam mensosialisasikan program keislaman di media sosial BAB V PEMBAHASAN A. Strategi Hubungan Pemerintah Kota Tangerang dalam mensosialisasikan program keislaman di media sosial BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan B. Implikasi C. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN xvi

12 DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Lambang Kota Tangerang...43 Tabel 3.1 Lambang Kota Tangerang...46 xvii

13

14 DAFTAR GAMBAR Gambar 3.1 Lambang Kota Tangerang Gambar 4.1 Akun resmi Instagram Bagian Humas Gambar 4.2 Akun resmi Instagram Bagian Humas Gambar 4.3 Akun resmi Twitter Bagian Humas Gambar 4.4 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.5 Informasi di Facebook Bagian Humas Gambar 4.6 Tagar di Facebook Bagian Humas Gambar 4.7 Akun resmi Instagram Bagian Humas Gambar 4.8 Bingkai di Media Sosial Humas Gambar 4.9 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.10 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.11 Informasi di Facebook Bagian Humas Gambar 4.12 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.13 Informasi di Facebook Bagian Humas Gambar 4.14 Video di Facebook Bagian Humas Gambar 4.15 Video di Instagram Bagian Humas Gambar 4.16 Infografis di Instagram Bagian Humas Gambar 4.17 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.18 Informasi di Facebook Bagian Humas Gambar 4.19 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.20 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.21 Informasi di Facebook Bagian Humas Gambar 4.22 Kuis di Facebook Bagian Humas Gambar 4.23 Kuis di Instagram Bagian Humas Gambar 4.24 Informasi di Facebook Bagian Humas Gambar 4.25 Informasi di Instagram Bagian Humas Gambar 4.26 Informasi Festival Al Azhom di Instagram Gambar 4.27 Akun Instagram Bagian Humas Gambar 4.28 Akun Facebook Bagian Humas Gambar 4.29 Akun Twitter Bagian Humas Gambar 4.30 Informasi di Twitter Bagian Humas Gambar 4.31 Diferensiasi Audiens Media Sosial Gambar 4.32 Informasi di Instagram Bagian Humas xix

15 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Media sosial merupakan suatu fenomena yang dihasilkan dari inovasi-inovasi, efek dari perkembangan teknologi yang seiring waktu selalu membuat terobosan baru. 1 Sebagai media baru, media sosial ini selain menjadi media informasi, juga sebagai media bersosialisasi yang mempunyai pengaruh yang kuat. Media dalam jaringan/ on-line (daring) sendiri memberikan alternatif bagi sebuah instansi dalam mempublikasikan atau memasarkan kepentingannya secara massal dan mudah dari segi kecepatan, viralitas, dan kemampuan interaksi degan pembacanya dibandingkan media lain 2, dan media daring juga menawarkan kebebasan demokrasi hampir tak terbatas untuk mendapatkan informasi, berkorespondensi dengan individu lain, dan secara spontan membentuk komunitas virtual. 3 Dalam sebuah organisasi dibutuhkan pola komunikasi yang baik untuk menciptakan komunikasi yang sangkil dan mangkus dalam mencapai tujuan 1 Rulli Nasrullah. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h Setyanavidita Livikacansera. Media Sosial VS Media Konvensional. ( diakses pada 14 Januari 2019 pukul 21.00). 3 David Holmes. Teori Komunikasi Media, Teknologi, dan Masyarakat. (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2012), h

16 2 organisasi atau instansi. Adanya bagian kehumasan pada instansi pemerintahan merupakan suatu keharusan fungsional dalam rangka penyebaran tentang kegiatan instansi tersebut, baik ke dalam maupun ke luar, yaitu kepada masyarakat pada umumnya. Humas merupakan suatu alat untuk memperlancar jalannya interaksi serta penyebaran informasi kepada masyarakat melalui surat kabar, radio, televisi, media daring, dan media lainnya. 4 Sebagaimana fungsi humas pemerintah yang menciptakan keserasian dan menjembatani antara pemerintah dan warganya, humas juga harus memerhatikan setiap perkembangan yang ada di tengah masyarakat. Maka dari itu, dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang melaksanakan kegiatan humas dalam media komunikasi sosial daring dalam rangka menyosialisasikan program pemerintah khususnya program keislaman kepada masyarakat Kota Tangerang. Humas sebagai perantara atau penghubung antara masyarakat dan pemerintah seyogianya memiliki sifat terbuka serta mampu menjadi mediator pada setiap aspirasi masyarakat kepada pemerintah tersebut. Setiap aspirasi tersebut sebelum disampaikan kepada atasan 4 H.A.W Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2002). h.63.

17 3 hendaknya ditampung, dipelajari, dan dianalisis sebelum diteruskan kepada atasan. Sebagaimana fungsi humas yaitu menciptakan keserasian antara masyarakat dan pemerintah, maka humas harus melayani segala laporanlaporan dan saran-saran yang diterima serta tidak menutup-nutupi segala macam informasi baik dari lembaga pemerintah maupun masyarakat. 5 Pada umumnya peran humas pemerintahan adalah sebagai alat atau saluran informasi dari pemerintah itu sendiri untuk memperlancar proses interaksi positif dan menyebarluaskan informasi mengenai pembangunan daerah atau kebijakan pemerintah. 6 Humas juga berperan menjadi komunikator sekaligus mediator yang proaktif dalam upaya menjembatani kepentingan instansi pemerintah juga menampung aspirasi atau opini publik (masyarakat), di samping memberikan nasihat atau saran dalam menanggapi apa yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah, dan memberikan informasi serta penerangan tentang apa yang telah diupayakan oleh pemerintah yang bersangkutan. Fungsi Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang sendiri tertuang dalam Peraturan Walikota Tangerang Nomor 55 Pasal 39 sampai dengan Pasal 42 Tahun Salah satunya dikatakan bahwa bagian humas 5 H.A.W Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. h Rosady Ruslan. Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h Perwal Kota Tangerang Tahun 2016.

18 4 mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan penyusunan konsep pedoman serta petunjuk teknis pembinaan, pengendalian dan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berkenaan dengan peliputan dan pemberitaan kegiatan walikota/wakil walikota/sekretaris daerah yang tidak dapat diekspos atau diikuti secara langsung oleh masyarakat serta pengumpulan informasi mengenai peristiwa-peristiwa dan perkembangan dinamika kehidupan masyarakat di daerah. Teknologi dengan kemudahannya dinilai dapat menunjang dan memudahkan semua kegiatan masyarakat termasuk pula kegiatan pemerintahan, apalagi dalam aspek menjangkau masyarakat suatu daerah tersebut. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan dalam sebuah artikel, bahwa kemajuan sebuah negara atau daerah akan sejalan dengan perkembangan sumber daya manusia. Semakin maju suatu daerah, termasuk dari sisi teknologinya, maka akan semakin berkembang pula SDM di negara atau daerah tersebut. 8 Ketika teknologi di suatu daerah menunjukkan kemajuan yang signifikan, maka masyarakat di daerah tersebut pun menjadi lebih pintar dari sebelumnya sebab 8 Andina Librianty. Menkominfo: Teknologi Dorong Inovasi dan Perluas Akses Pendidikan, ( diakses pada 03 Mei 2019 pukul 20.00).

19 5 segala sesuatunya telah ditunjang dengan kemajuan teknologi. Jika pada zaman dahulu masyarakat tidak mengenal teknologi dan segala sesuatu dilakukan secara tradisional. Maka, saat ini pemerintah dan masyarakatnya mulai berubah maju dengan mengembangkan teknologi dalam kehidupan hingga canggih seperti sekarang. Hal ini seiring dalam Al Qur an surah Ar- Ra d ayat 11 telah disebutkan bahwa Allah tidak akan mengubah suatu kaum hingga kaum tersebut yang mengubah diri mereka sendiri, dalam surah Ar- Ra d ayat 11 disebutkan: ه م ع ق ب ات م ن ب ن ي د ي ه و م ن خ ه ل الل ل ف ه ي ح ف ظ ون ه م ن ا م ر ا ن ف س ه له لا غ م و ا ذ ا ا ر اد ال له م ا ب ق و م ح ى غ وا م ا ب ا ن ال ن د ون ه م ن و ال ) ١١ ب ق و م س وء ا فلا م ر د ل ه و م ا ل ه م م ( 3T Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. 3T(QS. Ar-Ra d:11) Oleh sebab itu pada era globalisasi ini, pemeritah pusat atau pun daerah di Indonesia saling berlomba dalam menerapkan serta mengembangkan konsep smart city di setiap wilayahnya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar dapat memajukan daerah juga warganya di bidang teknologi dan informasi. Hal ini pula yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Tangerang dan diimplementasikan oleh Bagian Humas. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Protokol kota Tangerang, Felix Mulyawan dalam sebuah wawancara

20 6 mengatakan, bahwa seorang petugas humas pemerintah daerah memiliki banyak program kerja yang bertujuan untuk menjalankan visi-misi pemerintah daerahnya. 9 Dengan perkembangan zaman semakin meningkat, sehingga mengharuskan seorang petugas humas mempunyai strategi baru untuk dapat menarik perhatian khalayak dan dapat langsung mencakup segmentasi dari program-program pemerintah daerah tersebut. Apalagi di era informasi daring seperti saat ini ini, humas pemerintahan dituntut untuk lebih kreatif dalam menciptakan dan memanfaatkan saluran komunikasi agar pesan dapat tersampaikan dan terlebih lagi peran serta masyarakat dalam mendukung program pemerintah dapat terwujud. Felix menambahkan, sejatinya seorang petugas humas harus dapat menangkap seluruh efek dari perubahan zaman agar dapat menyesuaikan dengan strategi kehumasan yang dipilihnya. 10 Kota Tangerang merupakan kota yang penduduknya mayoritas beragama Islam berjumlah 1,587,272 jiwa. 11 Dengan menggunakan kalimat Tangerang Berakhlakul Karimah sebagai mottonya, maka dapat diartikan bahwa Kota Tangerang merupakan kota islami sekalipun ada 9 Andina Librianty. Menkominfo: Teknologi Dorong Inovasi dan Perluas Akses Pendidikan, ( diakses pada 03 Mei 2019 pukul 20.00). 10 Yan Dwita Hermasnyah, Humas Pemkot Tangerang Kejar Tantangan Zaman Now, ( diakses 17 Maret 2018 pukul 21.00). 11 Sensus Penduduk Badan Pusat Statistik Republik Indonesia

21 7 sebagian masyarakat yang tidak beragama Islam. Pemerintah Kota Tangerang juga secara tidak langsung mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam aktivitas pemerintahnya. Salah satunya dengan membuat program keislaman yang ditujukan kepada masyarakat Kota Tangerang, antara lain program Festival Al-Azhom dan program Gerak Jalan Sarungan. Program-program tersebut seperti dikatakan oleh Walikota Tangerang, yakni bertujuan untuk menjaga dan membentengi generasi muda dari pergaulan bebas sekaligus memberikan bekal ilmu agama bagi mereka. 12 dalam Al-Qur an Surat At Tahrim ayat 6; Sebagaimana telah disebutkan ي ا ا ا ا لذ ين ا م ن وا ق وا ا ن ف س ك م و ا ه ل يك م ن ار ا و ق ود ها ال ناس و ا ح ج ار ة ع ل ا م لاي ك ة غ لاظ ش د اد لا ع ص ون ال له م ا ل ون م ا ي و م ر ون ) ( ٦ ا م ر ه م و ف ع Artinya : Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan- Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa 13 yang diperintahkan. (QS. 66:6).P12F 12 (diakses pada 24 April 2018 pukul 17.50). 13 Departemen Agama RI. Al-Qur an dan Terjemahnya. (Bandung: PT Syigma. 2009).

22 8 Dalam korelasinya, dapat dianalogikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang sebagai orang tua dalam ayat di atas, yang dalam program tersebut bertujuan untuk membekali generasi muda pengetahuan Islam agar dapat melindungi mereka dari pergaulan bebas, juga menghindarkan mereka dari azab neraka. Sebagai pemerintah yang menerapkan konsep Islam ke dalam sistem pemerintahnya, sudah sepatutnya Pemkot Tangerang mengimplementasikan program-program keislaman juga kebijakan yang berlandaskan konsep Islami tanpa ada maksud mengintimidasi agama lain, dengan tujuan menjadikan masyarakatnya sebagai masyarakat madani. Sebagaimana dalam Al-Qur an surat An Nisa ayat 58 dijelaskan, ا ه ل ه ا و ا ذ ا ح ك م ت م دوا ام ان ات ا ا ن ال له ي ا م ر م ا ن ت و ال ع د ل ا ن ال له ع ما ع ظ ك م ب ه ا ن ال له اس ا ن ت ح ك م وا ب ب ن الن ان س م يع ا ب ص ا (٥٨ ( Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.

23 9 Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. 14 Kota Tangerang merupakan salah satu kota padat penduduk yang menurut data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang memiliki jumlah penduduk hingga jiwa. 15 Sedangkan menurut data yang diperoleh dari Kemenkominfo melalui tahun , kota Tangerang menempati urutan kesepuluh dalam pemakaian internet mencapai pengguna aktif, dan akan terus bertambah seiring bertambahnya tahun. Oleh karena itu, Bagian Humas Kota Tangerang sebagai publisator dan mediator informasi pada masyarakat Kota Tangerang, dituntut untuk selalu awas dan memerhatikan serta mengikuti perkembangan teknologi. Jika dulu masyarakat masih menggunakan media cetak sebagai informan rutin mereka, saat ini mereka mulai beralih menggunakan media digital. Oleh karena itu, humas berperan dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang kebijakan dan program Pemkot Tangerang baik melalui media cetak maupun media daring mengikuti perkembangan zaman modern ini. 14 Departemen Agama RI. Al-Qur an dan Terjemahnya. (Bandung: PT Syigma. 2009). 15 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tangerang, Tahun (diakses pada tanggal 17/03/18 pukul 12.34).

24 10 Humas Pemkot Tangerang mulai aktif menggunakan media sosial sejak tahun 2017 dan mulai dimaksimalkan lagi pada tahun Humas Pemkot Tangerang menggunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, dan Youtube sebagai alat penyebaran informasi kepada warga Kota Tangerang. Dengan banyaknya pengguna jaringan komputer (internet) serta populasi generasi muda di Tangerang, Humas Pemkot Tangerang menilai, bahwa dengan memanfaatkan media sosial, mereka dapat menarik perhatian masyarakat khususnya para generasi millenial di Tangerang. Namun, jika dilihat dari jumlah pengikut di media sosial dengan jumlah pengguna jaringan internet di Tangerang, hal itu menjadi pekerjaan rumah Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang untuk terus memaksimalkan media komunikasi mereka agar semakin luasnya informasi yang diberikan sehingga masyarakat semakin aktif dan pasrtisipatif dalam menunjang setiap program pembangunan 17. Penelitian ini mencoba untuk menjelaskan aktivitas fungsi kehumasan, khususnya hubungan masyarakat pemerintahan dalam mengimplementasikan strategi humas melalui media komunikasi modern seperti media dalam jaringan/daring (on-line). Dalam implementasi aktivitas 17 Pemerintah Kota Tangerang. SAIK 2018 Diharapkan Meningkatkan Kinerja Kehumasan. (Tangerangkota.go.id, diakses pada 15 Januari 2019 pukul

25 11 humas tersebut, penilitian ini akan mencoba menjelaskan hal tersebut dengan teori aktivitas hubungan masyarakat Cutlip, Center & Broom yakni, 7-Cs PR Communications. Sam Black dan Melvin L. Sharpe dalam bukunya Ilmu Hubungan Masyarakat Praktis (1988) 18 menyebutkan, bahwa salah satu fungsi humas di dalam pemerintahan daerah adalah untuk memberikan penerangan kepada warga negara mengenai cara-cara kerja perangkat pemerintahan daerah dan untuk memberikan informasi kepada mereka mengenai hak-hak dan kewajibannya, sehingga tercapainya tujuan utama, yakni mengembangkan kesadaran bernegara dan untuk merangsang warga negara agar berperan lebih aktif di dalam pemerintahan daerah. Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti ingin mengangkat sebuah judul penelitian, yaitu Strategi Kehumasan Pemerintah Kota Tangerang Dalam Menyosialisasikan Program Festival AL-Azhom Melalui Media Sosial B. Batasan Masalah dan Perumusan Masalah 1. Batasan Masalah Untuk mempermudah dalam menganalisis hasil penelitian, maka peneliti membatasi masalah agar ruang lingkup pada penelitian kali ini fokus, terarah dan tidak 18 Sam Black dan Melvin L. Sharpe Ilmu Hubungan Masyarakat Praktis. Jakarta: PT Intermasa. Hal. 166.

26 12 meluas. Penelitian ini difokuskan pada strategi Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Tangerang dalam menyosialisasikan program Festival Al-Azhom melalui media sosial. 2. Rumusan Masalah Berdasarkan fokus penelitian diatas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah, a. Bagaimana strategi kehumasan Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang dalam menyosialisasikan program Festival Al-Azhom melalui media sosial? b. Strategi PR apa saja yang dilakukan Pemerintah Kota Tangerang dalam berkomunikasi dan menyosialisasikan program Festival Al Azhom melalui media sosial? C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian b. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data terkait strategi kehumasan Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang dalam menyosialisasikan program Festival Al-Azhom melalui media sosial. c. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data bagaimana strategi humas dalam implementasi konsep aktivitas strategi komunikasi humas Cutlip, Center & Broom yakni kredibilitas, konteks, konten, kejelasan, kontinuitas dan konsistensi, media

27 13 penyalur dan kapabilitas khalayak yang dilakukan oleh Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang dalam menyosialisasikan program keislaman melalui media sosial. D. Manfaat Penelitian Peneliti mengharapkan agar penelitian ini dapat memberikan manfaat secara: 1. Secara teoretis, yakni berguna untuk menambah pengetahuan, khususnya mengenai kajian Ilmu Komunikasi dalam bidang hubungan masyarakat dalam diseminasi informasi yang dilakukan oleh Bagian Humas Pemkot Kota Tangerang melalui media sosial. 2. Secara akademis, berguna untuk menambah pengetahuan dan masukan pada ilmu komunikasi, khususnya kajian hubungan masyarakat serta dapat menjadi referensi bagi lanjutan penelitian yang berkaitan dengan hubungan kemasyarakatan. 3. Dalam tataran praktis, hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat luas terutama juga pihak-pihak yang terlibat dalam dunia sosial kemasyarakatan di pemerintahan guna terciptanya komunikasi yang baik antar pemerintah dan masyarakatnya, khususnya melalui media daring. E. Metodologi Penelitian 1. Paradigma Penelitian Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruktivis yang memandang realitas sosial bukanlah

28 14 realitas yang natural, tetapi realitas sosial yang terbentuk dari hasil konstruksi. 19 Sehingga paradigma konstruktivis ini berpandangan bahwa pengetahuan itu bukan hanya merupakan hasil pengalaman terhadap fakta, tetapi juga merupakan hasil konstruksi pemikiran subjek yang diteliti. Pengenalan manusia terhadap realitas sosial berpusat pada subjek dan bukan pada objek, hal ini berarti bahwa ilmu pengetahuan bukan hasil pengalaman semata, tetapi merupakan juga hasil konstruksi oleh pemikiran Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif sendiri adalah suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata yang tertulis atau lisan dari orang-orang atau responden, lembaga atau perilaku yang diamati 21. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan, mengandalkan manusia sebagai instrumen pengumpul data, dan mengandalkan analisis data secara induktif, mengarah pada penemuan 19 Eriyanto,.Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), h Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: Rosdakarya, 2012). h Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung; Remaja Rosdakarya, h.26

29 15 teori, bersifat deskriptif, lebih mementingkan proses daripada hasil, membatasi studi dengan fokus, memiliki kriteria untuk memeriksa keabsahan data, rancangannya bersifat sementara dan kesimpulan penelitian disepakati oleh peneliti dan subyek yang diteliti. 3. Subjek dan Objek Penelitian Adapun subjek dalam penelitian ini adalah Bagian Humas Pemkot Tangerang. Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah strategi hubungan masyarakat Bagian Humas Pemkot Tangerang yang dilakukan untuk menyosialisasikan program pemerintah yang mengandung konsep keislaman terhadap masyarakat Tangerang di media sosial. 4. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksankan di Bagian Humas kantor Walikota Tangerang Jl.Satria Sudirman No. 1 Kota Tangerang, Penelitian ini akan dilakukan dari bulan Maret Juli Instrumen Penelitian Instrumen utama pada penelitian kualitatif ialah peneliti itu sendiri, namun setelah fokus penelitian menjadi jelas, maka kemungkinan akan dikembangkan instrumen penelitian sederhana, yang diharapkan menjadi

30 16 pelengkap data, dan pembanding dengan data yang telah ditemukan melalui wawancara dan observasi. 22 Dalam penelitian kualitatif sendiri segala sesuatu yang akan dicari dari objek penelitian belum jelas dan pasti masalahnya, sumber datanya, dan hasil yang diharapkan. Rancangan penelitian juga masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti memasuki objek penelitian. 6. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara terstruktur (structured interview), observasi, dan dokumentasi. a. Wawancara ( interview) Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab dengan tatap muka antara pewawancara dan yang diwawancarai tentang masalah yang diteliti. Karena wawancara itu dirancang oleh pewawancara maka hasilnya pun dipengaruhi oleh karakteristik pribadi pewawancara. 23 Dengan melakukan wawancara, peneliti dapat mengarahkan tanya jawab pada pokok atau inti persoalan yang ingin diteliti yaitu terkait strategi komunikasi Humas Pemkot Tangerang dalam upaya menyosialisasikan atau menginformasikan program dan kebijakan 22 Sugiyono, Metode Penleitian Kuantitatif, Kualitatif, dan Kombinasi (MIXED METHODS) (Bandung: Alfabeta, 2011) h Zainal Arifin, Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: Rosdakarya, 2012). h. 161.

31 17 pemerintah yang berkaitan dengan agama Islam kepada masyarakat Tangerang selaku komunikan, sehingga informasi yang dikumpulkan bukan hanya sekedar dugaan melainkan sebuah fakta. Peneliti akan melakukan wawacara dengan salah satu staf di bagian humas pemkot Tangerang. b. Observasi Metode observasi adalah pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan. 24 Penelitian ini menggunakan metode observasi dengan terjun langsung ke lapangan dan mengamati fenomenafenomena yang terjadi di lapangan. Alasan peneliti menggunakan observasi karena dengan pengamatan, dimungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat kegiatan dan kejadian sebagaimana yang sebenarnya dan menghindari kerancuan yang mungkin dapat terjadi. Peneliti akan melakukan observasi pada kegiatan dan upaya apa saja yang dilakukan oleh Bagian Humas Pemkot Tangerang dalam sosialisasi program keislaman di medsos. c. Dokumentasi Dokumentasi merupakan pengumpulan data melalui peninggalan tulisan berupa arisp-arsip, 24 Burhan Bungin, Penelitian Kualitatif (Jakarta: KENCANA PRENADA MEDIA GROUP, 2010), hal. 115.

32 18 buku-buku dan surat kabar sebagai bukti yang menunjukkan peristiwa atau kegiatan yang berhubungan dengan penelitian ini. Dokumen adalah profil data berupa bahan tulis ataupun film yang dapat berupa dokumen pribadi dan dokumen resmi. 25 Dalam hal ini dokumen akan peneliti peroleh dari berbagai sumber seperti buku perpustakaan, arsip dan artikel yang didapatkan dari internet, artinya dokumen adalah sumber data yang berupa bahan-bahan tertulis meliputi transkrip, catatan-catatan, surat kabar, majalah dan sebagainya Dokumen yang diperlukan dalam penelitian ini adalah foto-foto, profil humas, data Bagian Humas Pemkot Tangerang, serta media publikasi. 6. Teknik Analisis Data Analisis data menurut Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Model analisis data kualitatif dengan metode perbandingan tetap melalui proses yang mencakup, yaitu: Moleong, Lexy. J. Metode Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2011), hal Purnomo Setiady dan Husaini Usman Akbar Pengantar Statistika. (Jakarta: Bumi Aksara). h

33 19 a. Reduksi Data Mereduksi data merupakan kegiatan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dan mencari tema dan polanya. 27 b. Paparan Data Pemaparan data sebagai sekumpulan informasi tersusun dan memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. 28 c. Penarikan Kesimpulan Kesimpulan disajikan dalam bentuk deskriptif dengan berpedoman pada kajian peneliti. 7. Teknik Keabsahan Data Penelitian kualitatif harus mengungkap kebenaran yang objektif. Karena itu keabsahan data dalam sebuah penelitian kualitatif sangat penting. Melalui keabsahan data penelitian kualitatif dapat tercapai. Dalam penelitian ini untuk mendapatkan keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Adapun triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data tersebut Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, (Bandung: Penerbit Alfabeta, 2007), hal Miles, Matthew dan Huberman, A. Michael, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tantangan Metode-Metode Baru, (Jakarta: UI Press), h Lexy. J. Moleong, MetodePenelitian Kualitatif, h.330

34 20 F. Pedoman Penulisan Penulisan skripsi ini mengacu pada Keputusan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor: 507 Tahun 2017 dan sumber sekunder yakni Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Skripsi, Tesis dan Disertasi CEQDA (Center For Quality Development and Assurance) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, G. Kajian Terdahulu 1. Anditya Y Angwarmase, Ike Devi Sulistyaningtyas. Implementasi Cyber Public Relation dalam Meningkatkan Reputasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai Universitas Riset Berkelas Dunia. (Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2014). Penelitian ini menjelaskan upaya yang dilakukan humas UGM dalam meningkatkan reputasi universitas menjadi universitas riset bekelas dunia. Penelitian ini memiliki perbedaan pada subjek penelitian yaitu Humas Universitas Gadjah Mada. Namun Penelitian ini memiliki persamaan pada dasar analisis penelitian yakni teori strategi Humas Cutlip dkk Ibtisamah Nur Rosyidah. Efektivitas Komunikasi Humas Pemkot Tangerang Dalam Implementasi Aplikasi Tangerang Live. (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, 2017). Penelitian ini 30 Anditya Y Angwarmase, Ike Devi Sulistyaningtyas. Implementasi Cyber Public Relation dalam Meningkatkan Reputasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai Universitas Riset Berkelas Dunia. (Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2014).

35 21 menemukan efektivitas yang dilakukan oleh Humas Kota Tangerang dalam mengimplementasikan aplikasi Tangerang Live. Perbedaan pada penelitian ini yakni pada objek penelitian yaitu efektivitas komunikasi. Penelitian ini memiliki persamaan subjek yakni Humas Pemerintah kota Tangerang Sufyanto. Humas Sebagai Pengelola Opini Publik Studi Deskriptif Pengelolaan Isu Etnis Tiong Hoa Pasca Penertiban Lahan Di Bantaran Sungai Cisadane Oleh Humas Pemerintah Kota Tangerang. (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2010). Penelitian ini menggambarkan upaya yang dilakukan oleh bagian Humas Pemkot Tangerang dalam menangani isu-isu publik yang ada di masyarakat. Perbedaan penelitian ini terdapat pada objek penelitian yakni pengelolaan opini public. Penelitian ini memiliki persamaan pada subjek yakni Humas Pemkot Tangerang. 32 H. Sistematika Penulisan Sistematika dalam penulisan skripsi ini merujuk kepada SK Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Nomor: 507 Tahun Agar penulisan skripsi ini bersifat sistematis dam mempermudah tahapan demi tahapan maka penulis 31 Ibtisamah Nur Rosyidah. Efektivitas Komunikasi Humas Pemkot Tangerang Dalam Implementasi Aplikasi Tangerang Live. (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, 2017) 32 Sufyanto. Humas Sebagai Pengelola Opini Publik Studi Deskriptif Pengelolaan Isu Etnis Tiong Hoa Pasca Penertiban Lahan Di Bantaran Sungai Cisadane Oleh Humas Pemerintah Kota Tangerang. (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2010).

36 22 membaginya menjadi lima bab dimana setiap babnya terdiri dari beberapa sub bab, adapun sistematikanya adalah sebagai berikut: BAB I PENDAHULUAN : Bab ini meliputi latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metode penelitian, tinjauan pustaka, dan sistematika penulisan. BAB II KAJIAN PUSTAKA : Bab ini akan menjelaskan landasan teori yang digunakan dalam penelitian, yaitu teori tentang hubungan masyarakat, konsep dasar strategi aktivitas hubungan masyarakat, teori dasar strategi aktivitas humas Cutlip, Center & Broom. Kajian pustaka yang menjelaskan tentang konsep media sosial, dan keislaman. BAB III GAMBARAN UMUM : Bab ini membahas mengenai profil umum Kota Tangerang dan Pemerintah Kota Tangerang, seperti sejarah berdirinya Kota Tangerang, profil umum Pemerintah Kota dan Humas Pemkot Tangerang, struktur organisasi dan kegiatan yang dilakukan oleh Humas Pemkot Tangerang. BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN: Bab ini menguraikan penyajian data dan temuan penelitian yang diperoleh dari informan, penguraian tahapan-tahapan strategi Humas Pemkot Tangerang dan upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan program pemerintah melalui media sosial. BAB V PEMBAHASAN: Bab ini berisi uraian yang mengaitkan latar belakang, teori, dan temuan dari penelitian terkait strategi Humas Pemkot Tangerang dan upaya yang

37 23 dilakukan dalam mensosialisasikan program pemerintah melalui media sosial. BAB VI SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN: Pada bab ini peneliti menyajikan simpulan, implikasi, dan saran dari seluruh permasalahan yang sudah dibahas pada penulisan skripsi ini.

38 24

39 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Strategi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang, atau juga dapat diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai sebuah kegiatan untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu. 1 Ali Murtopo (1978) mengemukakan definisi strategi secara etimologi. Strategi sebenarnya berasal dari kata majemuk bahasa Yunani, yaitu stratos dan agein. Stratos sendiri berarti pasukan, dan ilmu strategi adalah ilmu memimpin pasukan. Sedangkan strategi secara pespektif terminologis, dikemukakan oleh banyak ahli. Diantaranya menurut Onong Uchjana Effendy (2007), yang menganggap strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan tersebut. 2 Menurut Ahmad S. Adnanputra, MA, MS, pakar Humas dalam naskahnya yang berjudul PR Strategy, mengatakan bahwa arti strategi adalah bagian terpadu dari suatu rencana (plan), sedangkan rencana merupakan sebuah produk dari suatu perencanaan (planning), yang pada akhirnya 1 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, Kamus besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. (Jakarta: Balai Pustaka, 2005) h Onong Uchjana Effendy. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007) h

40 26 perencanaan merupakan salah satu fungsi dasar dari proses manajemen. 3 B. Strategi Hubungan Masyarakat Dalam pelaksanaan strategi komunikasi Humas/PR, perlu dipahami bahwa aktivitas penyampaian pesannya melalui komunikasi dua arah timbal balik (two way communiacation reciprocal) antara lembaga atau oraganisasi yang diwakilinya dengan pihak publik yang menjadi sasarannya. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan kondisi saling pengertian, penghargaan, mempercayai, dan toleransi, sehingga tercapainya dukungan publik atau memperoleh citra positif bagi lembaga bersangkutan. 4 Pelaksanaan strategi Public Relation dalam berkomunikasi yaitu menurut Cutlip, Center & Broom yang dikenal dengan istilah 7-Cs PR Communications, adalah sebagai berikut Credibility, yakni ketika komunikasi tersebut dimulai dari suasana saling percaya yang diciptakan oleh pihak komunikator secara sungguh-sungguh untuk melayani publiknya yang memiliki keyakinan dan respek. 2. Contex (konteks), menyangkut sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sosial, pesan yang harus disampaikan 3 Rosady Ruslan. Manajemen Humas & Komunikasi. Konsepsi dan Aplikasi (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), h Rosady Ruslan. Manajemen Humas dan Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), h Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan Glen M. Broom. Effective Public Relations (edisi sembilan). (Jakarta: Kencana, 2009), h. 408.

41 27 dengan jelas serta sikap partisipatif. 3. Content (Isi), pesannya menyangkut kepentingan orang banyak sehingga informasi dapat diterima sebagai sesuatu yang bermanfaat secara umum bagi masyarakat. 4. Clarity (Kejelasan), pesan harus disusun dengan katakata yang jelas, mudah dimengerti, serta memiliki pemahaman yang sama antara komunikator dan komunikan. 5. Continuity and Consistensy (kontinuitas dan konsistensi), komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir, oleh karena itu dilakukan berulang-ulang dengan berbagai variasi pesan. 6. Channels (Saluran), pemakaian dan terpercaya serta dipilih oleh target khalayak sebagai target sasaran. Dengan demikian seorang PR harus dapat memahami perbedaan dan proses penyebaran informasi secara efektif. 7. Capability of The Audience (Kemampuan Khalayak), yakni memperhitungkan kemampuan yang dimiliki khalayak. C. Hubungan Masyarakat 1. Definisi Hubungan Masyarakat Menurut Frank Jefkins, humas adalah semua bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. Tetapi

42 28 tidak hanya mencapai saling pengertian saja, melainkan ada tujuan khusus seperti penyelesaian masalah-masalah komunikasi yang memerlukan suatu perubahan tertentu, misalnya mengubah sikap yang negatif menjadi positif. 6 Definisi Humas/PR yang berasal dari The British Institute of Public Relations berbunyi public relations activity is management of communications between an organization and its public yang jika disimpulkan bermakna bahwa aktivitas public relations/ Humas merupakan sebuah manajemen dalam berkomunikasi antara lembaga atau organisasi bersangkutan dengan publiknya. 7 Para ahli humas/pr lain mendefinisikan dari berbagai public relations yang dirangkum dalam The Statement of Mexico yang mengatakan, bahwa praktik Public Relation merupakan sebuah seni dan juga ilmu pengetahuan sosial untuk menganalisis kecenderungan, memprediksi konsekuensi, menasihati para pemimpin lembaga tersebut, juga melaksanakan program yang terencana mengenai kegiatan-kegiatan yang bersifat pelayanan, baik demi kepentingan lembaga tersebut maupun kepentingan 6 Frank Jefkins, Public Relation, (Jakarta: Erlangga, 2003), Edisi ke- 5, h Rosady Ruslan. Manajemen Humas dan Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002), h. 17.

43 29 publiknya Fungsi Hubungan Masyarakat Fungsi sentral humas menurut Onong Uchjana Effendy yakni menunjang manajemen dalam mencapai tujuan organisasi, dengan komunikasi sebagai kegiatan utamanya 9. Sasaran kegiatan humas adalah publik intern dan publik ekstern, sedangkan tujuan utamanya adalah agar terbinanya hubungan yang harmonis antara organisasi/lembaga dengan publik tersebut. Edward L. Bernay, dalam bukunya yang berjudul Public Relations, University of Oklahoma Press, menjelaskan bahwa humas mempunyai tiga fungsi utama, antara lain: 10 a. Memberikan penerangan kepada masyarakat. b. Melakukan persuasi untuk mengubah sikap dan tindakan masyarakat secara langsung. c. Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan tindakan suatu badan/lembaga sesuai dengan sikap dan tindakan masyarakat atau sebaliknya. Sedangkan menurut Cutlip & Center and Canfield merumuskan fungsi humas sebagai berikut: 8 Rosady Ruslan. Manajemen Humas dan Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002) h Onong Uchjana Effendy. Hubungan Masyarakat Suatu Studi Komunikologis. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006). h Rosady Ruslan. Manajemen Humas dan Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002). h. 20.

44 30 a. Menunjang kegiata manajemen dalam mencapai tujuan organisasi; b. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik, baik publik ekstern atau intern; c. Menciptakan komunikasi dua arah timbal balik dengan menyebarkan informasi dari organisasi kepada publik dengan menyalurkan opini publik kepada organisasi; d. Melayani publik dan memberi saran pada pimpinan organisasi demi kepentingan umum. Peranan/fungsi komunikasi di dalam suatu aktivitas manajemen organisasi/lembaga masa kini atau perusahaan besar biasanya diserahkan atau dilaksanakan oleh pihak Public Relations/humas. Dari peranan yang dilaksanakan tersebut, Pejabat Humas akan melakukan fungsi-fungsi manajemen lembaga/perusahaan. Secara garis besar aktifitas utamanya berperan sebagai berikut: 11 a. Communicator Artinya berkemampuan sebagai komunikator baik secara langsung atau tidak langsung, melalui media cetak/elektronik, dan lisan maupun tatap muka. Disamping itu juga bertindak sebagai meditor sekaligus persuador. b. Relationship 11 F. Rachmadi, Public Relations dalam Teori dan Praktek, (Penerbit :PT.Gramedia Pustaka Utama, Bandung, 2008), h

45 31 Kemampuan peran PR/ Humas membangun hubungan yang positif antara lembaga yang diwakilinya dengan publik internal dan eksternal. c. Back Up Management Melaksanakan dukungan manajemen atau menunjang kegiatan lain, seperti manajemen promosi, pemasaran, personalia dan sebagainya untuk mencapai tujuan bersama dalam suatu kerangka tujuan pokok organisasi/lembaga. d. Good Image Maker Menciptakan citra atau publikasi yang positif merupakan prestasi, reputasi sekaligus menjadi tujuan utama bagi aktivitas publik relations dalam melaksanakan manajemen kehumasan membangun citra atau nama baik lembaga/organisasi dan produk yang diwakilinya. 3. Tugas Hubungan Masyarakat Perbedaan pokok antara fungsi dan tugas hubungan masyarakat yang terdapat pada instansi pemerintah dengan non pemerintah (lembaga komersial), yakni tidak ada suatu aspek komersial yang diperjualbelikan. Walaupun humas pemerintah juga melakukan hal yang sama dalam kegiatan publikasi, promosi dan periklanan. Namun dari semua itu, hal yang paling diutamakan atau ditekankan oleh humas pemerintah adalah dalam

46 32 peningkatan pelayanan kepada masyarakat. 12 Menurut Cutlip, Center, dan Brown dalam bukunya yang berjudul Effective Public Relations, terdapat sepuluh tugas yang dilakukan oleh Humas, antara lain: 13 a. Menulis dan menyunting (writting and editing), yakni membuat newrelease yang disiarkan dan dicetak, newsletter untuk wartawan dan stakeholder eksternal, artikel publikasi, laman jejaring dan pesan di media lainnya, naskah pidato, laporan tahunan, brosur, film, serta iklan institusi dan lain-lain. b. Media Relasi dan Segmentasi (Media Relation and Placement), yakni menghubungi pihak media, penulis lepas, dan publikasi perdagangan secara intens agar mereka mempublikasikan dan menyiarkan berita serta feature mengenai organisasi/lembaga, merespon permintaan informasi dari media, mengklarifikasi isu dan memberikan akses media kepada sumber yang memiliki otoritas. c. Manajemen dan Administrasi (Management and Administration), membuat program kerjasama dengan manajer lain, mengetahui 12 Rosady Ruslan. Manajemen Humas dan Komunikasi Konsepsi dan Aplikasi. (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002) h Scott M. Cutlip, Allen H. Center, Glen M. Broom, Effective Public Relations, (New Jersey: Pearson Prentice Hall, 2006), 9 th Edition, h.34.

47 33 kebutuhan-kebutuhan, menentukan prioritas, mengatur tujuan dan sasaran, merencanakan strategi dan taktik. Mengadministrasi personal, keuangan, dan jadwal kegiatan. d. Konseling (Counseling), memberi saran kepada atasan mengenai keadaaan sosial, politik dan regulasi; memberi konsultasi kepada manajemen tentang cara menghindari dan merespon kritik, juga bekerja sama dengan pembuat keputusan dengan memberikan saran atau aspirasi terkait strategi dalam menjaga atau merespon isu dan krisis. e. Perayaan acara tertentu (Special Event), yakni menyiapkan dan menyusun konferensi pers, convention, open house, grand opening, perayaan ulang tahun, acara amal, kontes perlombaan, program penghargaan dan special event lainnya. f. Pembicaraan (Speaking), yakni mengajarkan orang-orang dalam berbicara dan mengatur pembicara yang terisi dalam podium sebelum pembicara utama muncul. g. Produksi (Production), yakni membentuk komunikasi dengan menggunakan pengetahuan dan keahlian multimedia, termasuk seni, fotografi, tipografi tampilan layar komputer, merekam dan menyunting

48 34 video dan mempersiapkan presentasi audiovisual. h. Pelatihan (Training), yakni menyiapkan pembicara eksekutif untuk berhubungan dengan media dan membangun citra baik pada publik. Melatih orang-orang dalam organisasi untuk meningkatkan kemampuan menulis dan berkomunikasi, membantu mengenalkan kebijakan, perubahan budaya, struktur dan proses organisasi. i. Mediator (Contact), yakni melayani sebagai penghubung dengan media, komunitas, dan kelompok eksternal dan kelompok internal lainnya, mendengarkan, negosiasi, mengendalikan konflik dan mendapatkan kesepakatan sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder yang penting, menyusun pertemuan dan sambutan sebagai tuan rumah kepada para tamu organisasi. Tugas pokok Humas menurut A. W. Widjaja dalam bukunya Komunikasi dan Hubungan Masyarakat adalah sebagai berikut: 14 a. Pengumpulan dan Pengolahan data 1) Mengumpulkan data untuk keperluan 14 A.W. Widjaja, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), Cet ke-2, h

49 35 informasi. 2) Mengolah data. 3) Menyajikan data sehingga siap digunakan. 4) Mengarsipkan data sehingga bisa digunakan di lain waktu. 5) Melayani kebutuhan data atas permintaan atau perintah. 6) Membuat kliping dari media massa yang berkaitan dengan lembaga/organisasi. b. Penerangan 1) Menyebarkan informasi. 2) Membangun hubungan dengan media massa. 3) Mengadakan pemberian kehumasan. 4) Membuat dokumentasi kegiatan lembaga. 5) Mengadakan pagelaran atau pameran. 6) Memberikan pelayanan informasi dengan menyajikan berita-berita dan kliping terkait lembaga. 7) Mentranskripsikan rekaman pidato dan mengarsipkannya. 8) Membuat album untuk kegiatan-kegiatan lembaga. 9) Mengadakat wisata pers ke tempat yang ditentukan. c. Publikasi 1) Menerbitkan warta harian, mingguan, majalah bulanan serta folder (leaflet).

50 36 2) Menerbitkan buku dan kalender kerja. 3) Ikut serta dalam menyelenggarakan pameran, seperti pameran tentang infrastruktur. 4. Hubungan Masyarakat Pemerintah Lembaga-lembaga pemerintahan dari pemerintah tingkat pusat hingga tingkat daerah sudah dilengkapi dengan Bagian Humas bertugas dalam mengelola informasi dan opini publik. Informasi tersebut meliputi kebijakan pemerintah yang disebarluaskan seluasluasnya, serta opini publik yang dikaji dan diteliti semaksimal mungkin untuk keperluan pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan berikutnya. 15 Sam Black dalam bukunya, Practical Publik Relation, mengklasifikasikan humas menjadi Humas Pemeritah Pusat (central goverment) dan Humas pemerintah Daerah (local government) 16. a. Hubungan Masyarakat Pemerintah Pusat Dijelaskan bahwa humas Humas pemerintahan pusat pada setiap departemen mempunyai dua tugas, yakni: pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan, perencanaan, dan hasil yang telah dicapai; kedua, mendidik publik mengenai perundang-undangan, peraturan-peraturan, dan hal-hal yang bersangkutan 15 Onong Uchjana Effendy. Hubungan Masyarakat suatu Studi Kounikologis. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006) h Onong Uchjana Effendy. Hubungan Masyarakat suatu Studi Kounikologis. h. 37

51 37 denga kehidupan rakyat sehari-hari. b. Hubungan Masyarakat Pemerintah Daerah Humas pemerintah daerah pada dasarnya sama dengan humas pemerintah pusat dalam hal pengorganisasian dan mekanisme kerja, namun perbedaannya terletak pada ruang lingkupnya. D. Sosialisasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sosialisasi adalah upaya memasyarakatkan sesuatu hingga dikenal, dipahami, dan dihayati oleh masyarakat. 17 Sosialisasi merupakan proses belajar mengajar mengenai pola-pola tindakan interaksi dalam masyarakat sesuai dengan peran dan status sosial yang dijalankan. Soerjono Soekanto mengatakan, bahwa sosialisasi adalah proses interaksi sosial yakni merupakan dasar sosial yang merujuk pada hubunganhubungan yang dinamis. Interaksi sosial sendiri terjadi karena masing-masing sadar akan adanya pihak lain yang menyebabkan perubahan-perubahan, sehingga menimbulkan kesan di dalam pikiran seseorang yang menentukan tindakan apa yang akan dilakukan. 18 Peter Berger mengatakan sosialisasi dimaknai sebagai suatu proses di mana seorang menghayati serta memahami norma-norma dalam masyarakat tempat tinggalnya sehingga akan membentuk kepribadiannya. Dengan begitu, jelaslah 17 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke-3 Cet1. (Jakarta: Balai Pustaka, 2001), h Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta: Rajawali Pers, 2010). h. 55.

52 38 bahwa sosialisasi adalah proses berbaur, mencari tahu, memberi tahu, dan proses interaksi antara satu dengan yang lainnya. 19 Dalam penelitian ini, Bagian Humas Pemkot Tangerang berupaya untuk mensosialisasikan program atau kebijakan pemerintah yang mengandung unsur keislaman, dalam hal ini melalui media daring seperti Instagram, Facebook dan Twitter. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa Bagian Humas Pemkot Tangerang melakukan kegiatan sosialisasi di media daring tersebut dengan tujuan agar masyarakat Kota Tangerang menjadi biasa sehingga mengubah tindakan dan perilaku mereka akan penerapan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. E. Program Keislaman Program jika dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah rancangan mengenai asas serta usaha (dalam ketatanegaraan, perekonomian, dan sebagainya) yang akan dijalankan. Sedangkan Islam berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia merupakan agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. yang berpedoman kepada kitab suci Alquran yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah Swt. 20 Keislaman dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia juga 19 Berger, Peter L dan Thomas Luckman.Tafsir Sosial atas Kenyataan: sebuah risalah tentang sosiologi pengetahuan /Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. (Jakarta: LP3ES, 1990). 20 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia V Beta

53 39 berarti segala sesuatu yang bertalian dengan agama Islam. Maka, dapat disimpulkan oleh penulis bahwa program keislaman merupakan program yang berkaitan dan mengadung nilai-nilai keislaman, yang berpedoman pada Alquran dan Hadis (sumber agama Islam yang kedua setelah Alquran). 1. Macam-macam Nilai-nilai Keislaman Secara hakiki nilai agama merupakan nilai yang berdasar atas kebenaran yang kuat dibandingkan dengan nilai-nilai yang lain, dalam agama Islam nilai-nilai tersebut berdasar kepada alquran dan Hadis. Nilai tertinggi yang harus dicapai adalah adanya keselarasan semua unsur kehidupan. Antara kehendak manusia dengan perintah Tuhan, antara ucapan dan tindakan, atau antara iktikad dan tindakan. 21 Dalam agama Islam terdapat beberapa pokok ajaran yang dapat menjamin terwujudnya kehidupan manusia lahir batin, dunia dan akhirat. Pokok-pokok ajaran Islam tersebut antara lain, akidah, syariah, dan akhlak. a. Nilai Akidah Akidah memiliki makna yang berarti kepercayaan dasar; keyakinan pokok yang didasarkan dari hati. 22 Sedangkan karakteristik akidah Islam bersifat murni, 21 Rohmat Mulyana. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. (Bandung: Alfabeta, 2011). h Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia V Beta, 2016.

54 40 baik isi maupun prosesnya, dimana hanya Allah yang wajib diyakini, diakui, dan disembah. Akidah ini termanifestasi dalam kalimat toyyibah (laa ilaa ha illallah). Dalam prosesnya, keyakinan harus dilakukan secara langsung, tanpa melalui perantara. Akidah yang demikian akan melahirkan bentuk pengabdian hanya kepada Allah, berjiwa bebas, merdeka, serta tidak tunduk pada manusia dan makhluk Tuhan lainnya. 23 b. Nilai Syariat Kata syariat menurut pengertian hukum Islam berarti hukum-hukum dan tata aturan yang disampaikan Allah Swt., agar ditaati oleh hamba-hamba-nya. 24 Syariat dalam Islam pada Kamus Besar Bahasa Indonesia juga bermakna sebagai hukum agama yang menetapkan peraturan hidup manusia, hubungan manusia dengan Allah Swt., hubungan manusia dengan manusia juga alam sekitar berdasarkan Alquran dan Hadis. c. Nilai Akhlak Secara bahasa akhlak adalah budi pekerti atau kelakuan. Kalimat tersebut mengandung segi-segi persesuaian dengan kata khalqun yang erat kaitannya dengan kata Khaliq yang berarti pencipta, dan 23 Abudin Nata, Metodologi Studi Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003), h Muhammad Alim, Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006), h. 28.

55 41 makhluk yang berarti yang diciptakan. Pola bentuk definisi akhlak tersebut muncul sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara Khaliq dengan makhuk secara timbal balik, yang disebut dengan hablum minallah, yang kemudian melahirkan pola hubungan antar sesama manusia yang disebut hablum minannas. 25 F. Media Sosial 1. Definisi Media Sosial Mengawali definisi dari media sosial, terlebih dahulu Fuchs (2014) menjelaskan perkembangan kata Web 2.0 yang dipopulerkan oleh O Reilly (2005) 26. Web 2.0 sendiri merujuk pada media internet yang bukan lagi sekedar menjadi penghubung antara individu dengan perangkat (teknologi dan jaringan) komputer yang selama ini terjadi dalam Web 1.0, dalam Web 2.0 kini melibatkan individu untuk saling mempublikasikan secara bersamaan, saling mengolah dan melengkapi data, web sebagai platform yang dapat digunakan serta dikembangkan, sampai pada pengguna dengan jaringan dan alur yang sangat panjang (the long tail) Zahruddin Hasanuddin Sinaga, Pengantar Studi Akhlak (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), h Tim O Reilly, What Is Web 2.0 Design Patterns and Bussiness Models for The Next Generation of Software, ( diakses pada 18 Oktober 2018 pukul 23.37). 27 Rulli Nasrullah. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h. 8.

56 42 Sosial media menurut Dailey (2009:3) adalah konten online yang dibuat menggunakan teknologi penerbitan yang sangat mudah diakses dan terukur. Paling penting dari teknologi ini adalah terjadinya pergeseran cara mengetahui orang, membaca dan berbagi berita, serta mencari informasi dan konten. Ada ratusan saluran sosial media yang beroperasi di seluruh dunia saat ini, antara lain, Facebook, LinkedIn, dan Twitter Karakteristik Media Sosial Media sosial memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki oleh beberapa media siber lain. Terdapat batasan-batasan dan ciri khusus tertentu, salah satunya yakni media sosial berangkat dari pemahaman bagaimana media tersebut digunakan sebagai sarana sosial di dunia virtual. 29 Media sosial memiliki beberapa karakteristik khusus. Menurut Rulli Nasrullah dalam bukunya Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi, karakteristik khusus media sosial antara lain: 30 a) Jaringan (Network). Memiliki karakter jaringan sosial, media sosial 28 Badri Muhammad, (2012) Social Media relation di Era Web, Jurnal Risalah vol. XXI, Edisi April. 29 Rulli Nasrullah. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h Rulli Nasrullah. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h. 16.

57 43 terbangun dari struktur sosial yang terbentuk dalam jaringan atau internet. Sebagaimana Castell (2002) mengatakan bahwa struktur atau organisasi yang ada di internet terbentuk berdasarkan jaringan informasi yang pada dasarnya beroperasi berdasarkan teknologi informasi dalam mikroelektronik. Walaupun jaringan sosial di media sosial terbentuk melalui perangkat teknologi, internet bukan hanya sekedar alat (tool), melainkan internet juga memberikan kontribusi terhadap setiap terbentuknya ikatan sosial, nilai-nilai dalam masyarakat virtual, hingga pada struktur sosial dalam jaringan (daring). b) Informasi Tidak seperti media-media lainnya, pengguna media daring mengkreasikan representasi dirinya, memproduksi konten, dan melakukan interaksi berdasarkan informasi. Layaknya seperti barang komoditas, informasi diproduksi, dipertukarkan, dan dikonsumsi. c) Arsip (Archive) Bagi pengguna media sosial, arsip menjadi karakter yang menjelaskan bahwa informasi telah tersimpan dan bisa diakses kapan pun dan dimana pun dan melalui perangkat apa pun. Kehadiran media sosial memberikan akses yang luar biasa terhadap penyimpanan. Pengguna tidak hanya berhenti pada produksi dan konsumsi informasi,

58 44 tetapi iformasi tersebut juga telah menjadi bagian dari dokumen yang tersimpan. 31 d) Interaksi (Interactivity) Karakter dari media sosial adalah terbentuknya jaringan antar pengguna. Jaringan ini tidak hanya memperluas hubungan pertemanan atau pengikut di internet semata, tetapi juga harus dibangun dengan interaksi antarpengguna tersebut. Sederhananya, interaksi yang terjadi di media sosial minimal terbentuk dengan saling mengomentari atau memberikan tanda menyukai, seperti tanda jempol like di akun pengguna media sosial tersebut. e) Simulasi Sosial (Simulation of society) Layaknya masyarakat atau negara, di media sosial juga aturan dan etika yang mengikat penggunanya. Dalam makna simulasi, Jean Baudrillard, Simulations and Simulacra (1994), mengungkapan gagasan simulasi bahwa kesadaran akan yang nyata (real) di benak khalayak semakin berkurang dan tergantikan dengan realitas semu. Kondisi ini disebabkan oleh imaji yang disajikan oleh media secara terus menerus, sehingga khalayak seolah-olah tak bisa membedakan antara yang nyata dan yang ada di layar. 31 Rulli Nasrullah. Media Sosial Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2015), h. 16.

59 45 f) Konten oleh pengguna ( User-generated content) Istilah ini menggambarkan bahwa konten yang terdapat dalam media darig sepenuhnya merupakan milik dan berdasarkan kontribusi oleh pengguna atau pemilik akun. G. Kerangka Berpikir Adapun kerangka berpikir yang digunakan oleh peneliti dalam merumuskan masalah ini adalah sebagai berikut: Program Keislaman Festival Al Azhom Tabel 2.1 Kerangka Berpikir Strategi Hubungan Masyarakat Strategi Bagian Humas dalam penyebaran informasi: 1. Kredibilitas 2. Konteks 3. Konten 4. Kejelasan 5. Kontinuitas 6. Konsistensi 7. Saluran 8. Kapabilitas khalayak Media penyalur informasi kredibel Program Keislaman: 1. Facebook 2. Instagram 3. Twitter sumber: hasil pengolahan penelitian

60 BAB III GAMBARAN UMUM A. Gambaran Umum Kota Tangerang 1. Sejarah Kota Tangerang Berdirinya Kota Tangerang tidak lepas dari sejarah perjuangan Kesultanan Banten melawan Kolonialisme Belanda. Nama Tangerang yang menunjuk kepada suatu daerah yang berada di bantaran Sungai Cisadane, yang dahulu dikenal dengan nama Untung Jawa, lahir dari beberapa kejadian pada masa lampau hingga akhirnya resmi disebut Tangerang. 1 Sebagaimana terangkum dalam situs jejaring resmi Kota Tangerang yakni htttp:// tentang sejarah terbentuknya Kota Tangerang 2, sejarah mencatat lahirnya Tangerang bermula dari sebutan kepada sebuah bangunan tugu berbahan dasar bambu yang didirikan oleh Pangerang Soegiri, putra Sultan Ageng Tirtayasa dari Kesultanan Banten. Tugu tersebut terletak di bagian Barat Sungai Cisadane yang diyakini saat ini berada di wilayah kampung Gerendeng. Oleh masyarakat sekitar, bangunan tugu tersebut disebut "tengger" atau "tetengger" yang dalam bahasa sunda berarti tanda atau penanda. 1 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 12.44). 2 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 15.10). 47

61 48 Sesuai dengan julukannya, fungsi dari tugu tersebut memang sebagai penanda pembagian wilayah antara Kesultanan Banten dengan pihak VOC Belanda, wilayah kesultanan Banten sendiri berada di sebelah barat dan wilayah yang di kuasai VOC di sebelah timur Sungai Cisadane. Hingga pada sekitar tahun 1652, saat itu penguasa Banten mengangkat tiga orang maulana, yang diberi pangkat Aria. Ketiga maulana tersebut merupakan kerabat jauh Sang Sultan yang berasal dari Kerajaan Sumedang Larang, bernama Yudhanegara, Wangsakara, dan Santika. Ketiganya diminta dan diutus untuk membantu perekonomian Kesultanan Banten dengan melakukan perlawanan terhadap VOC yang semakin merugikan Kesultanan Banten dengan sistem monopoli dagang yang diterapkannya. Daerah di sekitar benteng pertahanan yang dibangun oleh ketiga maulana disebut masyarakat sekitar dengan istilah daerah Benteng. Hal ini turut mendasari sebutan Kota Tangerang yang dikenal dengan sebutan Kota Benteng 3. Beralih ke latar belakang berubahnya istilah "Tangeran" menjadi "Tangerang". Hal ini bermula pada tanggal 17 April 1684, pada saat ditandatanganinya perjanjian antara Sultan Haji atau Sultan Abunnashri Abdulkahar, putra Sultan Ageng Tirtayasa pewaris Kesultanan Banten dengan VOC. Pada salah satu pasal perjanjian tersebut menyebutkan bahwa 3 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 15.23).

62 49 wilayah yang kala itu dikenal dengan Tangeran sepenuhnya menjadi milik dan ditempati oleh VOC. Dengan adanya perjanjian tersebut, daerah Tangerang seluruhnya masuk kekuasaan Belanda. Kala itu, tentara Belanda tidak hanya terdiri dari bangsa asli Belanda tetapi juga merekrut warga pribumi di antaranya dari Madura dan Makassar yang di antaranya ditempatkan di sekitar wilayah Benteng. Tentara VOC yang berasal dari Makasar tidak mengenal huruf mati, dan terbiasa menyebut Tangeran dengan Tangerang. Kesalahan ejaan dan dialek inilah yang diwariskan dari generasi ke generasi bahkan hingga saat ini. Berlanjut ke masa pemerintahan awal di Tangerang setelah ditandatanganinya perjanjian antara Banten dengan VOC. Kala itu, Pemerintah Belanda membentuk pemerintahan kabupaten yang lepas dari Kesultanan Banten di bawah pimpinan seorang bupati. Para bupati yang pernah memimpin Tangerang di era pemerintahan Belanda pada periode tahun yakni Kyai Aria Soetadilaga I-VII. Setelah pemerintahan keturunan Aria Soetadilaga, Belanda menghapus pemerintahan ini dan memindahkannya ke Batavia. Kemudian Belanda membuat kebijakan, sebagian tanah di Tangerang dijual kepada orang-orang kaya di Batavia 4. Nama wilayah Tangerang menjadi nama resmi pertama kali pada masa pendudukan Jepang tahun Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 15.20).

63 50 Pemerintah Jepang saat itu sempat melakukan pemindahan pusat pemerintahan Jakarta Ken (wilayah administratif setingkat Kabupaten) ke Tangerang yang dipimpin oleh Kentyo M. Atik Soeardi. Peristiwa ini berdasarkan kepada keputusan Gunseikanbu, yang merupakan pimpinan Departemen Militer Jepang, tanggal 9 boelan 11 hoen syoowa 18 (2603) Osamu Sienaishi Keputusan tersebut juga akhirnya menunjuk Atik Soeardi untuk menjabat pembantu Wakil Kepala Gunseibu Jawa Barat dan Raden Pandu Suradiningrat menjadi Bupati Tangerang ( ). Seiring berjalannya waktu, daerah Tangerang yang saat itu berbentuk Kabupaten Daerah Tingkat II mengalami perkembangan yang sangat pesat. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota menjadikan beberapa kecamatan yang berbatasan langsung menjadi pusat segala kegiatan baik pemerintah, ekonomi, industri dan perdagangan, politik, juga sosial budaya 5. Hal tersebut mendasari pemerintah memandang perlu untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan secara khusus. Maka dari itu, pada tanggal 28 Februari 1981 keluar Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1981 tentang Pembentukan Kota Administratif Tangerang, dengan demikian Kecamatan Tangerang, Kecamatan Batuceper, Kecamatan Ciledug, Kecamatan Benda dan Kecamatan 5 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 16.09).

64 51 Jatiuwung masuk ke dalam Wilayah Kota Administratif Tangerang. Dalam perjalanan kurun waktu duabelas tahun Kota Administratif Tangerang kembali menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat di segala bidang, baik dalam penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Dinamika kehidupan perekonomian kota ditandai dengan berkembangnya unit-unit usaha dan perdagangan termasuk pertumbuhan jumlah penduduk yang mencapai jiwa, dengan laju pertumbuhan mencapai 8,27 % yang diakibatkan derasnya arus urbanisasi yang pada akhirnya berpengaruh bagi kehidupan sosial - politik, budaya dan perekonomian masyarakat. Perkembangan tersebut sejalan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang Nomor 4 Tahun 1985 tentang Rencana Umum Tata Ruang Kota yang peruntukannya sebagai daerah industri, perumahan, perdagangan, dan jasa dalam skala lokal, regional, nasional dan internasional. Dengan struktur Pemerintahan yang masih berbentuk Kota Administratif sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat Nomor : 650/SK-39-Pemda/1983 tanggal 14 Maret 1983 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Wilayah Kota Administratif Tangerang, mengalami berbagai kesulitan

65 52 karena terbatasnya kewenangan pemerintah kota pada waktu itu. Selanjutnya Surat Keputusan Gubernur tersebut dijabarkan melalui Surat Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang Nomor : /SK.40-HUK/1984 tanggal 17 Maret 1984 tentang Pelimpahan Pelaksanaan Tugas dan Kewenangan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang kepada Walikota Administratif Tangerang. Dengan perubahan struktur Pemerintah Kota Administratif tetap tidak dapat mendukung dinamika pelayanan yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Tangerang, terlebih lagi aparat Pemerintah Kota hanya berjumlah 737 orang yang terdiri dari 331 PNS dan 406 status magang/honor daerah. Untuk itulah dalam rangka menunjang pelaksanaan pembinaan dan pengelolaan Kota Administratif diperlukan struktur Pemerintahan yang lebih tinggi dari status Kota Administratif yaitu dengan membentuk daerah otonom Kotamadya Daerah Tingkat II yang mengatur rumah tangganya sendiri. Adapun Walikota Administratif Tangerang yang telah menjabat mulai terbentuk Kota Administratif adalah 6 : 1. Periode : Bapak Karso Permana, BA 2. Periode : Bapak Drs. H. Yitno 3. Periode : Bapak Drs. H. Djakaria Machmud 6 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 16.18).

66 53 Proses pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang diawali dengan adanya aspirasi sejumlah tokoh masyarakat yang disampaikan kepada Bpk. Drs. H. Yitno sebagai Walikota Administratif Tangerang kemudian direstui oleh Bapak H. Tadjus Sobirin sebagai Bupati Kepala Daerah Tingkat II Tangerang pada waktu itu, selanjutnya diproses melalui DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Tangerang. Proses pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang secara keseluruhan berlangsung selama 5 tahun 8 bulan 27 hari yaitu sejak tanggal 1 Juni 1987 sampai dengan 28 Februari 1993 dan secara resmi Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang menjadi Daerah Otonom Ke-25 di Jawa Barat dan Ke-312 se-indonesia. Selanjutnya Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang diresmikan oleh Bapak Jenderal TNI (Purn.) Rudini (Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia) pada hari Minggu tanggal 28 Februari 1993 bertepatan dengan bulan Suci Ramadhan 1413 H sekaligus melantik Bapak Drs. H. Djakaria Machmud sebagai Pejabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Tangerang. Satu tahun kemudian, berdasarkan hasil pemilihan DPRD Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang Bapak Drs. H. Djakaria Machmud terpilih sebagai Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Tangerang yang pertama. Adapun

67 54 urutan Walikotamadya Kepala Derah Tingkat II Tangerang adalah sebagai berikut 7 : 1. Tahun : Bpk Drs. H. Djakaria Machmud 2. Tahun : Bpk Drs. H. Moch. Thamrin 3. Tahun : Bpk Drs. H. Wahidin Halim 4. Tahun 2013 Sekarang : Bpk H. Arief R. Wismansyah, B.Sc., M.Kes. Demikian sejarah singkat berdirinya Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang dan sejalan dengan telah ditetapkannya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah maka sebutan Kotamadya Daerah Tingkat II Tangerang menjadi Kota Tangerang. 2. Lambang Kota Tangerang (bentuk dan arti lambang) Gambar 3.1 Logo Kota Tangerang Sumber: Website resmi Kota Lambang daerah Kota Tangerang yakni berbentuk perisai berwarna hijau. Motto Kota Tangerang sendiri 7 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 16.24).

68 55 adalah Bhakti Karya Adhi Kertaraharja, yang bermakna semangat pengabdian dalam bentuk karya pembangunan untuk kebesaran negeri dan kemakmuran serta kesejahteraan wilayah. 8 Didalam tersebut terdapat lukisan-lukisan yang memiliki unsur sebagai berikut: a. Bintang: 1) Melambangkan keagamaan 2) Melambangkan bahwa masyarakat Kotamadya Dati II Tangerang agamis. b. Roda Mesin: Melambangkan bahwa Kotamadya Dati II Tangerang merupakan roda industri. c. Landasan Pacu (Run Way): Melambangkan adanya Bandara Internasional Seokarno-Hatta yang sekaligus melambangkan landasan pacu untuk mencapai cita-cita pembangunan luhur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Negeri RI. d. Riak Air: melambangkan adanya Sungai Cisadane yang memberikan manfaat dan kesuburan bagi masyarakat Komaya Dati II Tangerang. e. Gerigi Roda Besi, Padi, dan Kapas: 8 Pemkot Tangerang, Sejarah Administratif Berdirinya Kota Tangerang, ( diakses pada 02 Mei 2018 pukul 16.28).

69 56 Melambangkan tanggal, bulan dan tahun Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Tujuh belas gerigi besi melambangkan tanggal tujuh belas 2) Delapan buga kapas melambangkan bulan delapan. 3) Empat puluh lima butir padi melambangkan tahun empat puluh lima. 4) Dua lingkaran di dalam roda besi melambangkan tahun lahirnya Kotamadya Dati II Tangerang pada bulan Februari. f. Jumlah Gelombang, Riak Air, Dua buah lingkaran dalam roda mesin, tanda batas landasan dan lampu landasan: Melambangkan hari jadi Kota Tangerang, dengan penjelasan sebagai berikut: 1) Dua puluh delapan gelombang riak air melambangkan tanggal dua puluh delapan. 2) Dua buah lingkaran dalam roda mesin melambangkan bulan dua. 3) Sembilan tanda batas di dalam run way segitiga lampu landasan melambangkan tahun sembilan puluh tiga. g. Arti warna dalam lambang daerah bermakna sebagai berikut:

70 57 1) Warna hijau memiliki arti kemakmuran dan kesuburan 2) Warna kuning mempunyai arti keadilan, kekuasaan, kewibawaan dan keagungan. 3) Warna hitam bermakna keteguhan dan ketabahan. 4) Warna biru memiliki arti kesetiaan dan kebijaksanaan. 5) Warna putih mempunyai arti kesucian dan kebersihan. 6) Warna merah memiliki arti keberanian. 3. Visi dan Misi Kota Tangerang a. Visi Kota Tangerang Terwujudnya kota Tangerang yang maju, mandiri, dinamis, dan sejahtera, dengan masyarakat yang berakhlakul karimah. b. Misi Kota Tangerang 1) Mewujudkan tata pemerintahan yang baik, akuntabel, dan transparan didukung dengan struktur birokrasi yang berintegritas, kompeten dan profesional. 2) Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing tinggi. 3) Mengembangkan kualitas pedidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial demi terwujudnya msyarakat yang berdaya saing di era globalisasi.

71 58 4) Meningkatkan pembangunan sarana perkotaan yang memadai san berkualitas. 5) Mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan ligkungan yang bersih, sehat, dan nyaman. B. Gambaran Umum Bagian Humas Kota Tangerang 1. Struktur organisasi Bagian Humas Kota Tangerang tahun 2018 Tabel 3.1 Struktur organisasi bagian Humas Kota Tangerang Sekretaris Daerah Kota Tangerang Asisten Administrasi Umum Kepala Bagian Humas Kasubbag Peliputan dan Pemberitaan Kasubbag Protokol Kasubbag Pelayanan Informasi STAFF Sumber Tabel : Dokumen Bagian Humas Pemkot Tangerang 2. Identifikasi Struktur Organisasi Humas Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Susunan organisasi, tugas, fungsi serta tata kerja bagian Hubungan Masyarakat Pemeritah Kota Tangerang tertuang

72 59 dalam Peraturan Walikota Tangerang Nomor 55 Pasal 39 sampai dengan Pasal 42 tahun 2016 sebagaimana berikut: 9 a. Tugas dan Fungsi Asisten Administrasi Umum dalam Ligkup Hubungan Masyarakat dan Protokol. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai fungsi: 1) Pengoordinasian perumusan kebijakan Pemerintah Daerah di bidang hubungan masyarakat dan protokol; 2) Pengoordinasian pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah di bidang hubungan masyarakat dan protokol; 3) Penyelenggaraan peliputan dan pemberitaan kegiatan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah; 4) Penyelenggaraan publikasi kegiatan dan pemberian informasi mengenai kebijakan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah; 5) Penyelenggaraan pelaksanaan tugas Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) pemeritah daerah sesuai dengan perundangundangan; 6) Pengoordinasian PPID Pembantu sesuai dengan peraturan perundanga-undangan dan pelaporan; 9 Sumber : Humas Pemerintah Kota Tangerang 2017

73 60 7) Bagian Hubungan Masyarakat dipimpin oleh seorang Kepala Bagian Hubungan Masyarakat yang berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Asisten Bidang Administrasi Umum. b. Tugas Sub Bagian Peliputan dan Pemberitaan 1) Melakukan usulan rencana kerja Sub Bagian Peliputan dan Pemberitaan berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan rencana strategis serta rencana kerja dan anggaran Sekretariat Daerah; 2) Melakukan pengumpulan serta pengolahan data dan bahan yang diperlukan dalam rangka penyusunan konsep pedoman serta petunjuk teknis pembinaan, pengendalian dan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berkenaan dengan peliputan dan pemberitaan kegiatan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah; 3) Melakukan pengkajian dan penelitian terhadap permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan peliputan dan pemberitaan kegiatan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah; 4) Melakukan pengkajian dan penilitian terhadap permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan publikasi kegiatan dan pemberian informasi mengenai kebijakan Walikota/Wakil Walikota; 5) Melakukan penyiapan rapat koordinasi dan kegiatankegiatan lainnya dalam rangka pengoordinasian perumusan kebijakan pemerintah daerah yang berkenaan dengan peliputan dan pemberitaan kegiatan

74 61 Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah, serta melakukan pemantauan, pengawasan, dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan; 6) Melakukan pemberian fasilitasi dan pelayanan administrasi kepada seluruh Perangkat Daerah dan instansi lainnya; 7) Melakukan pengendalian terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan daerah yang berkenaan dengan peliputan dan pemberitaan kegiatan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah; 8) Melakukan penyiapan peralatan dan personil dalam rangka peliputan dan pemberitaan kegiatan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah; 9) Melakukan kegiatan peliputan dan pemberitaan terhadap kegiatan Walikota/Wakil Walikota/Sekretaris Daerah dengan menggunakan peralatan-peralatan audio, video, dan audiovisual; 10) Melakukan pengolahan hasil-hasil pengumpulan informasi mengenai perkembangan kehidupan masyarakat daerah yang berpengaruh pada pemda dalam bentuk kliping, rekaman audio dan video, dan lain-lain; 11) Melakukan penyiapan bahan-bahan dan data yang diperlukan dalam rangka penyusunan konsep berita kegiatan Walikota/Wakil Walikota; 12) Melakukan publikasi berita kegiatan Walikota/Wakil Walikota kepada pers dan masyarakat dalam rangka

75 62 pemberian informasi mengenai kebijakan Walikota/Wakil Walikota; 13) Melakukan penghimpunan bahan-bahan dan data yang diperlukan dalam rangka pemberian informasi mengenai kebijakan Walikota/Wakil Walikota kepada kalangan pers dan masyarakat; 14) Melakukan pengumpulan data dari perangkat daerah dan instansi/lembaga dan penyiapan informasi dalam rangka counter issue, hak jawab, hak koreksi terhadap opini publik dan isu-isu di masyarakat 15) Melakukan pendirian serta pengembangan sarana dan prasarana crisis center pemerintah daerah; 16) Melakukan penyelenggaraan jumpa pers dalam rangka pemberian informasi mengenai kebijakan Walikota/Wakil Walikota; 17) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Peliputan dan dokumentasi. c. Tugas Sub Bagian Protokol 1) Melakukan penyusunan usulan rencana kegiatan Sub Bagian Protokol berdasrkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan rencana strategis serta rencana kerja dan anggaran Sekretariat Daerah; 2) Melakukan pengumpulan serta pengolahan data dan bahan yang diperlukan dalam rangka penyusunan konsep pedoman serta petunjuk teknis pembinaan, pengendalian daan koordinasi penyelenggaraan

76 63 pemerintahan daerah yang berkenaan dengan keprotokolan; 3) Melakukan pengkajian dan penelitian terhadap peermasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan keprotokolan; 4) Melakukan pembinaan terhadap pelaksanaan kegiatan pemerintahan daerah yang berkenaan dengan keprotokolan; 5) Melakukan penyiapan rapat koordinasi dan kegiatankegiatan lainnya dalam rangka pengoordinasian perumusan kebijakan pemerintah daerah yang berkenaan dengan keprotokolan, serta melakukan pemantauan, pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah daerah yang telah ditetapkan dala rapat koordinasi; 6) Melakukan pengaturan persiapan penyelenggaraan rapat atau pertemuan kedinsan lainnya yang memerlukan pelayanan yang bersifat protokoler; 7) Melakukan penyiapan bahan-bahan dan data dalam rangka penyusunn konsep naskah pidato Walikota/Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah; 8) Melakukan pembuatan notulen dalam penyelenggaraan rapat-rapat dinas di lingkungan pemerintah daerah yang memerlukan pelayanan yang bersifat protokoler; 9) Melakukan persiapan penyelenggaraan penerimaan tamu-tamu pemerintah daerah, tamu-tamu negara, serta tamu-tamu perwakilan negara sahabat;

77 64 10) Melakukan pengaturan dan penyiapan akomodasi, acara perjalanan dan kendaraan bagi tamu-tamu pemerintah daerah, negara dan perwakilan sahabat; 11) Melakukan penyusunan jadwal dan acara perjalanan Walikota/ Wakil Walikota dan sekretaris daerah; 12) Melakukan penyiapan bahan-bahan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan kedinasan Sub Bagian Protokol dalam rangka penyusunan laporan kinerja instansi pemerintah dan laporan kedinasan lainnya yang berkenaan dengan Bagian Umum; 13) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Protokol. d. Tugas Sub Bagian Pelayanan Informasi 1) Melakukan usulan rencana kerja Sub Bagian Pelayanan Informasi berdasarkan tugas, permasalahan dan regulasi sebagai bahan penyusunan rencana strategis serta rencana kerja dan anggaran Sekretariat Daerah; 2) Melakukan pengumpulan serta pengolahan data dan bahan yang diperlukan dalam rangka penyusunan konsep pedoman serta petunjuk teknis pembinaan, pengendalian dan koordinasi penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berkenaan dengan pelayanan infomasi publik dan pegelolaan informasi sesuai dengan mekanisme internal Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi pemerintah Daerah serta penerimaan pengaduan masyarakat; 3) Melakukan pengkajian dan penelitian terhadap permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan

78 65 pelayanan informasi publik dan pengelolaan informasi sesuai dengan mekanisme Pejabat Pengelola Infoemasi dan Dokumentasi Daerah serta penerimaan pengaduan masyarakat; 4) Melakukan penerimaan terhadap pengaduan masyarakat yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemeintahan daerah; 5) Melakukan penyampaian pengaduan masyarakat yang berkenaan dengan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada Perangkat daerah terkait; 6) Melakukan monitoring atas tindak lanjut yang dilakukan oleh Perangkat Daerah yang bersangkutan terhadap pengaduan masyarakat; 7) Melakukan penyusunan daftar informasi publik dalam rangka penyusunan database informasi sesuai dengan peraturan perundang- undangan; 8) Melakukan pengumpulan bahan dan data dari PPID Pembantu; 9) Melakukan pengolahan, dan pengkompilasian bahan dan data untuk didokumentasikan menjadi bahan informasi publik; 10) Melakukan koordinasi dengan perangkat daerah yang membidangi urusan komunikasi dan informatika dalam rangka pemberitaan informasi yang telah dikuasai apabila belum bisa dilakukan secara mandiri; 11) Melakukan pencetakan dan penggandaan informasi dan dokumentasi (soft/hard copy);

79 66 12) Melakukan pengoordinasian dan penyimpanan informasi yang telah dikuasai; 13) Melakukan penyediaan dan pemberian pelayanan informasi kepada publik sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 14) Melakukan verifikasi bahan informasi publik; 15) Menyiapkan bahan-bahan uji konsekuensi atas informasi yang dkecualikan; 16) Melakukan pemutakhiran informasi dan dokumentasi; 17) Melakukan pengelolaan aplikasi PPID pemerintah daerah pada Website pemerintah daerah; 18) Melakukan penyediaan infomasi dan dokumentasi untuk diakses oleh masyarakat sesuai dengan peraturan perunang-undangan; 19) Melakukan penyusunan Laporan Pelayanan Informasi sesuai dengan peraturan perundnagundangan; 20) Melakukan penyiapan bahan dalam rangka koordinasi degan PPID Pembantu, baik secara berkala maupun insidentil; 21) Melakukan pengkajian kebutuhan dan penyusunan rencana kebutuhan prasarana dan sarana dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan tugas PPID sesuai dengan peraturan perundang-undagan;

80 67 22) Melakukan penyusunan standar operating procedure (SOP) PPID sebagai salah satu kelengkapan yang diperlakukan untuk mempermudah PPID dalam mengelola dan pemberian layanan informasi kepada masyarakat; 23) Melakukan penyusunan konsep rancangan peraturan Walikota/ rancangan keputusan Walikota yang berkaitan dengan pelayanan informasi publik dan pengelolaan informasi oleh Penjabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemerintah Daerah (PPID); 24) Melakukan penyiapan bahan-bahan yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan kedinasan Sub Bagian Pelayanan Informasi dalam rangka penyusunan laporan kinerja instansi pemerintah dan laporan kedinasan lainnya yang berkenaan dengan Bagian Hubungan Masyarakat; 25) Melakukan monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan Sub Bagian Pelayanan Informasi. 3. Peran, Tugas dan Program Kehumasan Pemkot Tangerang Begitu strategis peran Bagian Humas Pemerintah dalam menjembatani organisasi dengan masyarakat yang menjadi publik utamanya. Peran strategis ini juga ditandai dengan berbagai macam dasar hukum berbentuk undang-undang,

81 68 hingga Peraturan Menteri (Permen) yang turut mengkoridori kerja humas pemerintah. Sebagai contoh, sebut saja peraturan menteri PAN dan RB (Permenpan RB) yang memberikan petunjuk teknis mengenai Tata Kelola Humas Pemerintah (No.30/2011) dan Pedoman Infrastruktur Pemerintah (No.31/2011) bahkan sistematika kerja audit humas pemerintah pun tak luput dari pedoman Permenpan RB (No.27/2011). Pemerintah Kota Tangerang menginduk kepada Kementrian dalam Negeri (Mendagri), maka berlaku pula Permendagri 13/2011 mengenai pelaksanaan tugas Khumasan di lingkungan Kementrian dalam Negeri dan pemerintah daerah. Pentingnya posisi humas dalam lembaga pemerintahan, dalam Permendagri tersebut disebutkan Pejabat Khumasan di lingkungan Pemerintah daerah Kabupaten/Kota bertindak sebagai juru bicara Bupati/Walikota. Program Khumasan pada Pemkot Tangerang terdiri atas: a. Pengelolaan opini dan aspirasi masyarakat, dimana memfasilitasi peran aktif masyarakat, Pemkot Tangerang menyediakan Call Center, pengelolaan sosial media resmi, aplikasi LIVE dan pengukuran pemberitaan melalui media monitoring. b. Pengelolaan informasi yang mencangkup penyelenggaraan ke PPID-an, ruang pusat kendali kota dan wibsite pemerintah.

82 69 c. Penyediaan konten informasi dan strategi pemberitaan/agenda setting, melalui kegiatan peliputan yang disajikan melalui release dan informasi dari media internal yang dikelola secara internal. d. Penguatan sumber daya dan komunikasi publik serta penyediaan akses informasi. e. Layanan media relasi dengan disediakannya pressroom, media center, kerjasama media, jumpa presstour, media gathering dan meningkatkan hubungan informasi/personal antara praktisi humas pemkot dengan rekan media. f. Penguatan sumber daya dan komunikasi publik dan penyediaan akses informasi melalui kegiatan tahunan Forum Khumasan, Pembinaan Agen Informasi dan Pembinaan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dan Bimtek PPID. C. Gambaran Umum Festival Al- Azhom Festival Al Azhom merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang sejak tahun Festival Al- Azhom sendiri diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Tangerang dalam menyambut Tahun Baru Islam. Sebagai salah satu program keislaman yang dilaksanakan oleh Pemkot Tangerang, Festival Al-Azhom diadakan untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur dan cinta terhadap budaya islam serta nilai-nilai akhlakul

83 70 karimah yang menjadi motto Kota Tangerang 10. Selain itu Festival Al Azhom juga diadakan dengan tujuan mempromosikan wisata religi yang ada di Kota Tangerang kepada masyarakat Tangerang maupun masyarakat di luar Tangerang. Festival Al -A'zhom yang digelar tahun ini memiliki pesan 'ayo hijrah', yang bermakna mengajak masyarakat untuk menjadi pribadi yang senantiasa memperbaiki diri dan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Tak hanya hiburan bernuansa islami, tetapi Festival Al Azhom juga sebagai sarana ilmu pengetahuan, ekonomi, serta sosial yang direpresentasikan melalui berbagai acara seperti tabligh akbar, festival anak soleh, Tangerang Islamic Fashion, lokakarya kewirausahaan, pameran buku, lomba marawis, nasyid, hadroh, marching band, bazar, kuliner, pawai sarungan, santunan anak yatim dan hiburan bernuansa islam Pemerintah Kota Tangerang. Festival AL Azhom Magnet Wisata Religi di Kota Tangerang. (Tangerangkota.go.id, diakses pada 14 Januari 2019 pukul 21.00) 11 Pemerintah Kota Tangerang. Semarak Perayaan Tahun Baru Islam dan Festival Al Azhom di Tangerang. (Tangerangkota.go.id, diakses pada 14 Januari 2019 pukul 21.00)

84 BAB IV DATA DAN TEMUAN PENELITIAN Pada BAB IV ini akan dipaparkan data dan temuan penelitian yang telah dilakukan peneliti melalui kegiatan wawancara dan dokumentasi. Data dan temuan penelitian yang peneliti lakukan berkaitan dengan strategi Humas Pemkot Tangerang dan upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan program pemerintah melalui media sosial.. A. Strategi Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Tangerang Melalui Media Sosial Sebagai bagian dari struktur Pemerintahan Kota Tangerang, Bagian Humas merupakan fungsi penting yang berperan dalam menjaga citra pemerintah di mata masyarakat. Bagian Humas juga bertugas untuk mempublikasikan, memberitakan, dan menginformasikan tentang kegiatan-kegiatan serta kebijakan pemerintah kepada masyarakat Kota Tangerang, baik itu di media cetak maupun di media daring. Bagian Humas beserta Dinas Kominfo dan jajaran dinas lain di Pemkot Tangerang memanfaatkan media sosial salah satunya bertujuan untuk mewujudkan konsep smart city di Kota Tangerang, dan dengan pengembangan konsep smart city tersebut, masyarakat Kota Tangerang diharapkan menjadi lebih maju di bidang teknologi. Media sosial dapat mendukung dan menjadi salah satu alat komunikasi yang tepat untuk menyampaikan informasi pembangunan kepada 71

85 72 masyarakat luas, di samping sebagai upaya mendekatkan diri kepada masyarakat, dan juga digunakan untuk menjaring aspirasi masyarakat Kota Tangerang 1. Berperan penting sebagai penghubung antara pemerintah dan masyarakat, Bagian Humas Pemkot Tangerang mulai memanfaatkan platform media sosial pada tahun 2016 dengan menggunakan (Twitter), (Facebook) untuk percepatan informasi yang dinilai tepat dalam penyebaran informasi yang sifatnya massal. Selain itu, sebagai komunikator yang bertanggungjawab dalam peliputan dan pemberitaan Walikota/Wakil Walikota/ Sekeretaris Daerah Kota Tangerang, Bagian Humas Pemkot membutuhkan media yang sifatnya up to down serta cepat dan mudah dalam menjangkau setiap lapisan masyarakat (komunikan) di era milenial ini. Oleh sebab itu, media sosial seperti Instagram, Facebook, dan Twitter dipilih sebagai alat konversasi digital antara Pemkot Tangerang dengan warganya. Dengan jumlah warga 1,587,272 jiwa yang beragama Islam 2, Pemkot Tangerang memiliki beberapa program kerja atau kegiatan yang berkaitan dengan Agama Islam, namun kegiatan tersebut seimbang dengan kegiatan umum sehingga 1 Pemkot Tangerang, Pemkot Tangerang Pertahankan Tradisi Anugerah Media Humas (AMH) ( diakses pada 02 November 2018 pukul 09.30). 2 Badan Pusat Statistik Republik Indonesia, Data Sensus Penduduk 2010.

86 73 tidak membuat kelompok atau agama lain merasa terdiskriminasi. Kegiatan keislaman tersebut salah satunya adalah Festival Al-Azhom yang diadakan setahun sekali setiap kali menyambut tahun baru Islam. Dalam sebuah artikel dikatakan oleh Dedi Suhada (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga) selaku penyelenggara, bahwa acara rutin yang sudah diselenggarakan selama tujuh tahun terakhir ini merupakan bagian dari syi ar Islam dan juga bagian dari cerminan motto Kota Tangerang yakni kota Akhlakul Karimah 3. Bagian Humas selaku komunikator Pemkot Tangerang turut menyebarkan informasi tentang kegiatan-kegiatan Islami tersebut baik di media luring maupun daring. Instagram sendiri merupakan media sosial yang paling dimaksimalkan penggunaannya oleh Bagian Humas karena dinilai lebih populer dan lebih kekinian untuk warga milenial, sebagaimana dijelaskan oleh admin medsos Bagian Humas Pemkot Tangerang, Syifa Ismiyati, kalau sekarang lebih ke instagram deh, karena emang lagi hitsnya instagram tuh, terus juga karena instagram itu kayanya lebih gampang dan gak lebih ribet gitu kan, dan instagram juga lebih gampang untuk connect ke twitter atau facebook, jadinya kita gak usah dua kali upload gitu. 4 3 Pemkot Tangerang, Festival Al-Azhom: Hijrah, Bekah dan Sejahtera, ( diakses 09 Oktober 2018 pukul 17.45). 4 Hasil wawancara II dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, tanggal 13 Agustus 2018.

87 74 Bagian Humas Pemkot Tangerang sadar akan setiap keuntungan dan resiko dari media sosial. Sebagai komunikator penghubung antara pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang, Bagian Humas sebisa mungkin memaksimalkan media sosial sebagai media penyebaran informasi dan semaksimal mungkin meminimalisir kemungkinan adanya komentar kebencian berita-berita hoaks di media sosial mereka. Dalam memilh konten media sosial sendiri pun mereka sangat berhati-hati, hal tersebut dilakukan agar tidak disalahartikan oleh masyarakat ataupun berkesan memihak suatu kelompok tertentu. B. Strategi PR Pemerintah Kota Tangerang dalam Berkomunikasi dan Menyosialisasikan Program Festival Al Azhom melalui Media Sosial Sebagaimana melihat kepada konsep pelaksanaan strategi Public Relation atau kehumasan dalam berkomunikasi menurut Cutlip, Center & Broom 7-Cs PR Communications, berikut ini adalah penjelasan dan temuan peneliti di lapangan: 1. Credibility (Kredibilitas) Kredibilitas merupakan sebuah tahap komunikasi dimana telah terciptanya suasana saling percaya yang antara pihak komunikator atau dalam penelitian ini adalah Bagian Humas, secara sungguh-sungguh untuk melayani publiknya yang memiliki keyakinan dan respek. Dalam hal ini, Bagian Humas sebagai sebagai

88 75 wajah dari pimpinan Pemkot Tangerang, juga sebagai komunikator dan penghubung antara Walikota/ Wakil Walikota dan masyarakat kota Tangerang, menjaga kredibilitas informasi, apalagi di media sosial yang rawan dari berita-berita hoaks. Untuk membangun sebuah kepercayaan masyarakat tersebut, apalagi di media daring yang mana audiensinya tak terbendung dan tidak dapat pula diseleksi kepada siapa informasi tersebut disampaikan, Bagian Humas beserta dinas-dinas lain di Pemkot Tangerang membangun kepercayaan masyarakat di media sosial dengan cara mengolah akun media sosial tersebut secara maksimal, aktif menyampaikan informasi aktual secara terus menerus, serta selalu menyosialisasikan ataupun memperkenalkan kepada masyarakat sehingga terbentuknya kredibilitas di tengah masyarakat. Sebagai pemerintah dari kota yang penduduk muslimnya lebih banyak, Pemkot Tangerang juga memiliki beberapa program kegiatan yang berkaitan dengan Agama Islam. Bagian Humas sebagai komunikator setiap kegiatan pimpinan juga tak luput dari aktif dalam diseminasi informasi, keislaman tersebut kepada masyarakat di media daring sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Yunita Virdianti selaku Kepala Sub Bagian Informasi dan Layanan Publik Humas dalam wawancara sebagai berikut,

89 76 Sebenarnya kan yang jadi kunci bermedia sosial itu kan maintance ya, biar update terus kan informasinya, jadi kalo misalkan dia stuck sehari padahal kan upload kan minimal dua atau tiga kali sehari, nah kalo misalnya dia stuck kan ya bisa hilang gitu aja ya. Jadi menurut saya untuk memperkenalkan ya mantenance aja terus upload terus banyak bagiin informasi, terus repost aja tentang pimpinan lah segala macem, jadinya aktif intinya, dan saling memperkenalkan hal ini melalui medsos pribadi anggota humas, jadinya ya intinya digital conversation nya, lewat akun official pemkot, dan diskominfo, saling repost aja, kan nantinya ketahuan asal post nya dari mana aja, ya itulah makanya harus aktif. 5 Dan ditambahkan pula penjelasan Kepala Administrasi Unit Pelaksana Teknis Pengelola Ruang Kota Diskominfo sebagai pengelola website Kota Tangerang dan media sosial Kota Tangerang, Ronald Titon, Kita tiap medsos juga sih jelasinnya, terus kita juga ada brosur-brosur ya, event- event gitu, jadi setiap kalau ada event gitu kaya festival cisadane, terus culinary night, kita biasanya buka stand dinas kominfo, nanti kan disitu biasanya ada brosur tuh dan nanti kita bagiin ke masyarakat masyarakat, terus juga biasanya setiap bulan ramadhan tuh kita ada kegiatan taraweh keliling, itu kan disebar seluruh kepala SKPD ya selain menjelaskan kegiatan kota, kegiatan SKPD nya juga ya 5 Hasil wawancara I dengan Kepala Sub.Bagian Humas Pelayanan Informasi Publik Yunita Virdianti Prasetya, tanggal 13 Agustus 2018.

90 77 menyalipkan informasi media sosial yang ada di kota. 6 Dari hasil wawancara diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dalam bermedia sosial, baik itu Bagian Humas maupun Diskominfo mempunyai strategi untuk membangun kredibilitas di media sosial, yakni dengan cara bekerjasama saling membantu dalam menyebarkan informasi umum Pemkot Tangerang maupun informasi keislaman seperti Festival Al Azhom, dan mempromosikan atau mensosialisasikan akun-akun media sosial yang dikelola oleh Pemkot Tangerang kepada masyarakat secara langsung (off line) ataupun tidak langsung (on line). Gambar 4.1 Informasi Festival Al Azhom di Instagram Sumber Gambar : Homepage 6 Hasil wawancara III dengan Kepala Administrasi Unit Pelaksana Teknis Pengelola Ruang Kota Diskominfo Ronald Titon, tanggal 13 Agustus 2018.

91 78 Dengan keaktifan Bagian Humas dan Diskominfo di media sosial dalam diseminasi informasi, maka dengan sendirinya masyarakat Kota Tangerang serta masyarakat luas lainnya akan mulai menaruh kepercayaan dan respek, yang nantinya akan menarik masyarakat lain untuk melihat informasi-informasi yang disajikan oleh Pemkot Tangerang di media sosial, baik itu informasi tentang kebijakan dan kegiatan pimpinan, maupun informasi tentang program keislaman seperti Festival Al Azhom. Respek dan kepercayaan masyarakat tersebut terjadi karena masyarakat mulai menaruh kepercayaan pada setiap informasi yang disajikan oleh Bagian Humas, hal itu mulai terlihat dari jumlah pengikut media sosial Humas baik di platform Instagram dan Twitter yang bertambah setiap waktunya, dari pengguna internet di Tangerang sebanyak pengguna aktif. Sebagaimana temuan penelitian sebagai berikut, Gambar 4.2 Akun resmi Instagram Bagian Humas Kota Tangerang

92 79 Sumber Gambar : Homepage Gambar ini diambil pada tanggal 21 September Jika dilihat pada tanggal tersebut, jumlah pengikut (followers) akun Instagram Bagian Humas adalah 2941 pengikut. Jika dibandingkan dengan gambar akun sosmed Bagian Humas yang diambil pada tanggal 27 September 2018 berikut ini, Gambar 4.3 Akun resmi Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage Hal tersebut juga berlaku bagi akun sosmed Bagian Humas Pemkot Tangerang di Twitter sebagaimana berikut ini, Gambar 4.4 Akun resmi Twitter Bagian Humas Kota Tangerang

93 80 Sumber Gambar : Homepage Dapat dilihat dari data gambar-gambar sebelumnya, jumlah pengikut (followers) medsos Instagram Bagian Humas bertambah dari pengikut menjadi dari pengguna aktif di Tangerang. Begitu juga dengan akun medsos Twitter yang semula pada tanggal 16 Maret 2018 berjumlah pengikut (followers), kini pada tanggal 28 September 2018 jumlah pengikut tersebut bertambah menjadi pengguna Twitter. Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa semakin banyak masyarakat di media sosial yang mulai mempercayai dan respek terhadap akun medsos Bagian Humas, meskipun jumlah tersebut masih sangat jauh dibandingkan dengan pengguna aktif internet di Tangerang. 2. Contex (Konteks) Konteks disini merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sosial, pesan yang

94 81 disampaikan harus dengan jelas serta sikap partisipatif. Komunikasi sangkil diperlukan untuk mendukung lingkungan sosial melalui pemberitan di berbagai media massa. Bagian Humas sebagai salah satu pemanfaat media sosial untuk berkomunikasi dengan warga, dalam hal ini telah memaksimalkan media sosial untuk menginformasikan kegiatan-kegiatan dan kebijakan pimpinan Pemkot Tangerang, salah satunya dengan strategi konteks. Untuk menjaga dan membangun citra baik di masyarakat, Pemkot Tangerang sudah tentu mempunyai program-program kegiatan yang berhubungan dengan kemasyarakatan, baik itu kegiatan umum maupun kegiatan keagaamaan. Sebagai komunikator atau penjembatan antara pimpinan pemerintah dan masyarakat Kota Tangerang, Bagian Humas juga menggunakan seluruh kanal media untuk diseminasi informasi Pemkot Tangerang. Dalam hal penyebaran di media sosial sendiri, Bagian Humas memamksimalkan konteks dalam setiap informasi-informasi yang dibagikan di kanal medsos mereka. Setiap konteks dalam setiap informasi di akun medsos mereka dijabarkan secara jelas dan lugas sebagaimana temuan data berikut ini, Gambar 4.5 Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang

95 82 Sumber Gambar : Selain menggunakan bahasa yang jelas, dalam strategi konteks juga sebaiknya digunakan bahasa yang menunjukkan partisipatif sehingga masyarakat pun mau ikut berpartisipasi dalam hal tersebut. Sebagaimana dikatakan oleh Yunita Virdianti, Kasubbag Humas Pemkot Tangerang, Jadi sebenarnya tantangannya adalah bagaimana caranya kita mengemas informasi itu biar menarik, biar masyarakat juga mau lihat, biar masyarakat juga selain melihat juga bisa lebih peduli sampai masyarakat mau ikut berperan aktif dengan apa yang kita sampaikan, misalkan kalau memang kita bilang ayo buang sampah pada tempatnya, terus masyarakat seperti oh iya, kita memang harus membuang sampah gara-gara apa bagaimana dan seperti apa, itu tantangan juga. Jadi dengan adanya medsos, kan ada beberapa format misalkan di youtube dengan bentuk visualnya, misalkan di instagram itu dengan bentuk foto dan video beberapa detik, nah itu harus bisa kita manfaatkan secara baik, bagaimana caranya kita mengemas

96 83 informasi dan menyampaikannya kepada masyarakat. 7 Seperti dalam wawancara di atas, Bagian Humas Pemkot Tangerang merilis informasi yang sifatnya partisipatif, sehingga nantinya masyarakat umum di media sosial dan masyarakat Kota Tangerang simpati hingga turut ikut andil dalam kegiatan tersebut. Sebagaimana temuan penelitian berikut ini Gambar 4.6 Informasi di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage kota tangerang Dalam informasi tersebut, Bagian Humas menyebarluaskan himbauan Walikota Pemkot Tangerang di media sosial untuk salat ghaib kepada korban-korban meninggal dalam bencana gempa dan tsunami Palu dan sekitarnya yang dilakukan di masjidmasjid terdekat. Sebagaimana kita tahu bahwa musibah 7 Hasil wawancara I dengan Kasubag Humas Pelayanan Informasi Publik Yunita Virdianti Prasetya, tanggal 13 Agustus 2018.

97 84 tersebut merupakan musibah yang membuat masyarakat menjadi iba dan sedih, dengan rasa kemanusiaan yang meninggi dan berempati menjadikan masyarakat muslim turut aktif untuk berpartisipasi dengan himbauan tersebut, begitu pula dengan warga yang beragama selain Islam berdoa di tempat peribadatan masing-masing. 3. Content (Konten) Maksud dari konten disini merupakan pesannya menyangkut kepentingan orang banyak sehingga informasi dapat diterima sebagai sesuatu yang bermanfaat secara umum bagi masyarakat. Dalam rangka menarik minat warga di medsos melalui kontennya, Bagian Humas sendiri menerapkan beberapa hal atau strategi dalam membagikan setiap informasi di media sosial mereka. Sebagaimana dijelaskan oleh Syifa Ismiyati, admin medsos Humas yakni, Kalau setiap udpate paling nambahin kaya hastag tuh, sama kaya patenin lokasi, jadi semua upload an itu maupun dimanapun itu pasti lokasinya Humas Kota Tangerang, ya maksudnya bikin branding sendiri gitu 8 Adapun hastag atau tagar yang seringkali dipakai oleh Humas di medsos antara lain, #humaskotatangerang #humaskuy #kotatangerang #tangerangayo #tangeranglive #kitangerang #ilovetng #kagumkotang, 8 Hasil wawancara II dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, tanggal 13 Agustus 2018.

98 85 Gambar 4.7 Tagar di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage kota tangerang Tagar sendiri digunakan untuk memudahkan pegguna medsos untuk mencari konten serupa, yang dimanfaatkan pula oleh akun medsos Humas membuat ciri khas mereka sendiri. Selain itu, hal yang dilakukan Bagian Humas dalam setiap informasi di medos agar menarik perhatian adalah membuat bingkai di setiap gambar akun medsos Bagian Humas. Gambar 4.8 Bingkai di Media Sosial Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage Meskipun tidak selalu memakai desain frame yang sama setiap gambar di medsos, tapi untuk informasi keislaman terkait rangkaian acara Festival Al Azhom ini, Bagian Humas menggunakan frame tersebut diatas. Dalam desainnya, di dalam frame terdapat ikon Kota

99 86 Tangerang antara lain Jembatan Merah dan Jembatan Kaca yang menambah daya tarik terhadap informasi tersebut. Konten Bagian Humas secara umum pun dijelaskan dalam wawancara bersama Kasubbag Humas Yunita Virdianti, Fokus informasinya selain kegiatan pimpinan seperti Walikota, Wakil Walikota dan Sekda, ya tentang aktifitas pemerintah kota aja, selain itu ya yang berhubungan secara luas aja sih yang ada hubungannya dengan kehidupan masyarakat aja lah yang sekiranya penting untuk masyarakat Kota Tangerang. Jadi misalkan potensi yang ada di wilayah A seperti apa, ya gitu-gitu sih, intinya informasi tentang kota Tangerang lah. Jadi sebenarnya tantangannya adalah bagaimana caranya kita mengemas informasi itu biar menarik, biar masyarakat juga mau lihat, biar masyarakat juga selain melihat juga bisa lebih peduli sampai masyarakat mau ikut berperan aktif dengan apa yang kita sampaikan, misalkan kalau memang kita bilang ayo buang sampah pada tempatnya, terus masyarakat seperti oh iya, kita memang harus membuang sampah gara-gara apa bagaimana dan seperti apa. 9 Lalu ditambahkan pula oleh admin media sosial Bagian Humas, yakni Syifa Ismiyati, Kontennya itu yang pertama sekarang ada konten qoutes dari kata-kata atau pidatonya pak Walikota, pak Wakil Walikota sama pak Sekertaris Daerah, itu yang baru. Terus yang kedua itu biasa ada release, cuman releasenya itu bukan make bahasa baku, kita lebih ke bahasa yang santai, yang lebih anak muda 9 Hasil wawancara I dengan Kasubag Humas Pelayanan Informasi Publik Yunita Virdianti Prasetya, tanggal 13 Agustus 2018.

100 87 banget lah. Terus juga biasa ada konten liputan spesial, upload nya hari sabtu atau minggu, dan ada konten infografis juga. 10 Dari wawancara tersebut di atas dan dari data Bagian Humas, dapat disimpulkan bahwa konten-konten medsos Bagian Humas adalah sebagai berikut 11, A. Berita (Release) Berita di media sosial Bagian Humas sebagian besar tentang kegiatan dan kebijakan Walikota, Wakil Walikota dan Sekretaris Daerah. Sebagaimana data temuan berikut, Gambar 4.9 Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : 10 Hasil wawancara II dengan Admin media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, tanggal 13 Agustus Dokumen Bagian Humas Pemkot Tangerang 2018

101 88 Gambar 4.10 Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Gambar diatas merupakan berita (release) informasi yang dibagikan oleh Bagian Humas di media sosial Instagram mereka, dan informasi tersebut berkaitan dengan kegiatan keislaman yang dilakukan oleh jajaran pimpinan Pemkot Tangerang. Kegiatan keislaman tersebut juga berkaitan dengan kepentingan masyarakat khususnya mayarakat yang beragama Islam, sehingga bisa membuat mereka merasa tertarik dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan kurban tersebut. B. Featured Featured merupakan informasi tentang suatu kejadian, aspek kehidupan seseorang yang bersifat menghibur dan mengandung human interest. Feature

102 89 dapat dikatakan tulisan khas yang lebih ringan dibandingkan artikel atau opini. Kekhasannya terletak pada unsur kreativitas (dalam penciptaannya), informatif (isinya), menghibur (gaya penulisannya), dan boleh subjektif (cara penuturannya). 12 Bagian Humas dalam featured ini sebagaimana di dalam wawancara, membagikan informasi di media sosial yang berkaitan dengan potensi-potensi yang ada di Kota Tangerang seperti tempat-tempat wisata, baik kampung wisata maupun wisata religi. Sebagaimana temuan data berikut, Gambar 4.11 Informasi di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : kota tangerang 12 Aep Kusnawan. Komunikasi dan Penyiaran Islam: Mengembangkan Tabligh Melalui Mimbar, Media Cetak, Radio, Televisi, Film dan Media Digital, (Bandung: Benang Merah Press, 2004), h. 143.

103 90 Gambar 4.12 Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage Gambar 4.13 Informasi di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar :

104 91 Dengan menggunakan konten seperti tersebut di atas, Bagian Humas mencoba untuk menarik minat masyarakat dengan cara mempromosikan tempat wisata ataupun kegiatan keislaman yang ada dan diselenggarakan di Kota Tangerang. Walikota Tangerang, Arief Wismansyah mengatakan dalam sebuah artikel, bahwa kampung-kampung wisata yang ada di Kota Tangerang dibuat untuk menjadi inspirasi agar kampung lain di Kota Tangerang mengikuti jejak kampung wisata tersebut 13. C. Video Featured Sama seperti featured, video featured merupakan konten Bagian Humas Tangerang yang berkaitan dengan liputan spesial. Liputan spesial sendiri merupakan liputan tim medsos Bagian Humas yang mengandung human interest dan berkaitan dengan Kota Tangerang namun dalam bentuk video seperti berikut ini, 13 Pemkot Tangerang. Wali Kota Resmikan Kampung Bekelir Sebagai Kampung Wisata, ( diakses pada 04 Oktober 2018 pukul 23.21).

105 92 Gambar 4.14: Video di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage Gambar 4.15: Video di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar :

106 93 D. Infografis Infografis berasal dari kata Infographics dalam Bahasa Inggris yang merupakan singkatan dari Information + Graphics 14, adalah suatu bentuk penyajian data dengan konsep visual yang terdiri dari teks dengan tambahan gambar-gambar ilustrasi yang menarik 15. Gambar 4.16 Infografis di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : 14 House Of Infographics. Apa itu Infografis, ( diakses pada 5 Oktober 2018 pukul 12.40) 15 Maxmanroe. Mengenal Pengertian Infografis dan Jenisnya, ( diakses pada 5 Oktober 2018 pukul 12.40)

107 94 Gambar 4.17 Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage Pada era digital ini banyak sekali portal berita atau akun akun medsos berita yang memakai infografis ini, hal ini dinilai karena infografis lebih tepat dalam menarik audiensi di medsos karena menyajikan gambar dengan informasi dan data secara ringkas, namun tidak membosankan. Bagian Humas Pemkot Tangerang sendiri dalam konten ini membagikan informasi berupa kebijakan atau himbauan dari pemeritah seperti tertera diatas. Mereka mengemas himbauan tersebut ke dalam infografis dengan gambar yang menarik agar audiensi di medsos baik itu warga Kota Tangerang maupun bukan dapat tertarik untuk melihat, sehingga akhirnya mereka terinformasikan dengan infografis tersebut.

108 95 E. Kutipan (Quotes) Kutipan atau quote ini merupakan konten baru Bagian Humas di medsos. Kutipan atau quote sendiri merupakan inti pidato atau himbauan yang dikatakan oleh Walikota/ Wakil Walikota Tangerang. Sebagaimana dalam wawancara bersama Syifa Ismiyati, admin medsos Bagian Humas, Kontennya itu yang pertama sekarang ada konten qoutes dari kata-kata atau pidatonya pak Walikota, pak Wakil Walikota sama pak Sekertaris Daerah, itu yang baru. Paling cari kontennya kaya misal konten quotes itu yang menarik sih, sekarang lagi in apa nih, kaya misal kemarin ada sidak ke Taman Gajah, nah itu pak Walikota turun langsung tuh, ngeliat lokasinya kaya gimana, terus juga kan sebelumnya mungkin karena ada keluhan masyarakatnya yang bilang pak nih masih kotor nih sampahnya gini-gini, nah disitu tuh pak Wali bilang saya tugaskan ginigini.. gitu, terus juga kemarin pak Wakil kemarin sempet sidak juga liat ban-ban bekas juga banyak sampah berserakan, dan bilang di kota Tangerang itu boleh berjualan asal jangan buang sampah sembarangan 16. Sebagaimana data temuan berikut, 16 Hasil wawancara II dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, tanggal 13 Agustus 2018.

109 96 Gambar 4.18: Informasi di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang. Sumber Gambar : Homepage Gambar 4.19: Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage

110 97 Gambar 4.20: Informasi di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Gambar 4.21: Informasi di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage

111 98 F. Kuis dan Trivia Kuis maupun trivia merupakan konten Bagian Humas yang ditujukan untuk menarik rasa partisipatif masyarakat khususnya warga Kota Tangerang, sehingga turut aktif dan meramaikan kuis tersebut di media sosial. Gambar 4.22: Kuis di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : kota tangerang Gambar 4.23: Kuis di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage

112 99 Dapat dilihat bahwa kuis-kuis yang diadakan di medsos Bagian Humas tersebut di atas merupakan kuis yang bersangkutan dengan pengetahuan dasar seputar Kota Tangerang. Hal tersebut mengundang perhatian warga medsos untuk turut aktif ikut serta dalam kuis, apalagi Bagian Humas menjanjikan imbalan yang tentunya mudah untuk menarik minat warga. 4. Clarity (Kejelasan) Dalam clarity, pesan atau informasi harus disusun dengan kata-kata yang jelas, mudah dimengerti, serta memiliki pemahaman yang sama antara komunikator dan komunikan dalam hal kesamaan maksud, tema, dan tujuan semua pihak. Bagian Humas dalam menyebarkan informasiinformasi baik informasi umum maupun informasi terkait keislaman selalu menggunakan bahasa santai namun tidak mengurangi kejelasan konteksnya, sebagaimana dijelaskan oleh admin medsos Humas, Syifa Ismiyati, jadi kontennya itu ada release, cuman release nya itu bukan pake bahasa baku, kita lebih ke bahasa yang santai, yang lebih anak muda banget gitu lah 17. Lalu ditambahkan pula oleh Ronald Titon, pengelola akun medsos official Kota Tangerang, kan setiap segmen media sosial kan ada macem macem yah, penggunaannya, jadi kita buka semua kanal medsos, jadi kan kalo facebook kan misal untuk rentang usia sekian hingga sekian, kan kalau yang kekinian kan kaya Instagram dan Twitter, jadi kita buka semua lapisan. Targetnya begitu kali ya, jadi kita di Facebook 17 Hasil wawancara dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, 13 Agustus 2018.

113 100 penggunaan bahasanya beda, di Instagram beda, di Twitter juga beda 18. Dapat disimpulkan dari wawancara tersebut bahwa penggunaan bahasa di medsos sesuai dengan kanal medsos itu sendiri. Karena Bagian Humas memaksimalkan medsos Instagram dalam penyebaran informasi, maka bahasa santai sering dipakai dalam setiap informasi yang dibagikan. Untuk kegiatan atau program keislaman sendiri, disampaikan oleh medsos Bagian Humas secara jelas sebagaimana temuan berikut, Gambar 4.24 Informasi program Gerak Jalan Sarungan di Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : kota tangerang 18 Hasil wawancara dengan Kepala Administrasi Unit Pengelola Teknis Pelaksana Ruang Kota Diskominfo Ronald Titon, 13 Agustus 2018.

114 101 Gambar 4.25: Informasi Festival Al Azhom di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Dalam informasi yang berkaitan dengan kegiatan keislaman tersebut di atas, terlihat bahwa informasinya dibagikan dengan bahasa yang jelas sesuai dengan 5W 1H (what, why, who, where, when and how) baik di dalam caption maupun videonya, jika dirinci dari gambar diatas maka menjadi, (what) Festival Al Azhom nama acaranya, (why) dalam rangka menyambut tahun baru Islam sebab diselenggarakannya, (who) Pemkot Tangerang penyelenggaranya, (Where) di masjid Al-Azhom tempat diadakannya, (when) tanggal September waktu penyelenggaraannya, (how) dan banyak serta menarik rangkaian acaranya. 5. Continuity and Consistency (Kontinuitas dan Konsistensi) Komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir, oleh karena itu dilakukan berulang-ulang dengan berbagai variasi pesan. Cara demikian digunakan untuk

115 102 mempermudah proses belajar, serta membujuk dan tema dari pesan tersebut harus konsisten. Festival Al-Azhom dan Gerak Jalan Sarungan merupakan kegiatan tahunan Pemkot Tangerang dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam. Oleh karena itu, Bagian Humas turut berperan dalam diseminasi informasi terkait kegiatan keislaman tersebut. Bagian Humas dalam hal ini memanfaatkan medsos untuk media diseminasi informasi sesuai dengan intruksi atasan. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibu Yunita, kalau sekarang ya kan ada program tentang kegiatan keislaman ya di kita, ya pasti itu akan kita sosialisasikan, dan misalnya tadi pagi tuh baru mengaji, kita nih pemerintahan kota tangerang mengaji di masjid Al Azhom, dan nanti siang pasti beritanya sudah naik di Instagram dan Youtube. Jadi intinya kegiatan kita (pemkot), karena kita juga banyak kegiatan keislamiannya juga banyak, yang pasti kita akan naikin, gak mungkin enggak. Yang pasti kalau itu jadi kebijakan pasti kita akan bantu sosialisaikan lewat sosial media 19. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa sebenarnya informasi tentang kegiatan keislaman tersebut akan dipublikasikan atau disosialisasikan hanya ketika adanya kebijakan dan intruksi dari pimpinan Pemkot. Sedangkan untuk kontinuitas sosialisasi program keislaman di medsos di update antara satu sampai tiga berita per hari, itupun hanya tergantung dari jumlah berita kegiatan Pemkot dalam satu hari 19 Hasil wawancara dengan Kasubag Humas Pelayanan Informasi Publik Yunita Virdianti Prasetya, pada 13 Agustus 2018.

116 103 tersebut. sebagaimana dijelaskan oleh Syifa Ismiyati dan ditambahkan pula oleh Yunita Virdiyanti, Sebenernya per hari itu pak Muallim (Kasubbag Liputan dan Pemberitaan) menyuruh upload minimal satu, maksimalnya paling tiga dan tidak boleh terlalu banyak, untuk jeda waktunya paling kaya sekarang jam siang harusnya udah ada upload an, jeda lagi nanti sore nah abis maghrib upload lagi, itu kalo lagi banyak kalau misalnya cuma satu paling abis dzuhur uploadnya. Untuk target waktunya sih tergantung kalo lagi adanya berita dan foto, dan kalo sekarang itu bener-bener kalau habis liputan nih, release kan dibikin langsung, nah sebelum di acc beritanya, biasanya kan sudah dikirim ke Whatsapp, nah biasanya itu saya sudah mulai bikin caption dari release itu walaupun belum di acc. Terus juga udah milih foto, minta foto nih sama bagian peliputan, kalau misalnya sudah di acc, baru deh di tayangin atau dinaikin beritanya di medsos. Karena festival Al Azhom itu acaranya dilakukan hampir satu bulan, jadi tanggepannya positif apalagi pas kita mengundang bintang tamu yang terkenal seperti Sabyan Gambus dan Ustad Abdul Somad. Untuk festival Al- Azhom itu antusias warganya tuh bagus banget dari pawai obor sampai adanya Sabyan yang bikin macet, da juga pas ustad abdul somad itu massanya banyak banget, jadi ya ga Cuma warga Kota Tangerang doang tapi masyarakat di luar Tangerang pun mengetahui informasi Festival Al-Azhom 20. Sedangkan untuk kontituitas program Festival Al Azhom sendiri, Bagian Humas mensosialisasikannya setiap hari di media sosial selama festival berlangsung. Hal tersebut terlihat sebagaimana data berikut, 20 Hasil wawancara dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, 13 Agustus 2018.

117 104 Gambar 4.25 Informasi Festival Al Azhom di Instagram Bag. Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage Gambar di atas merupakan informasi terkait festival Al- Azhom selama acara itu berlangsung, dengan menggunakan tema Hijrah dalam Berkah dan format informasi yang sama, hal itu telah menunjukkan kontinuiti dan konsistensi Bagian

118 105 Humas dalam diseminasi informasi terkait program keislaman tersebut 6. Channels ( Saluran) Pemanfaatan saluran media informasi yang tepat dan terpercaya serta dipilih oleh target khalayak sebagai target sasarannya. Berikut ini merupakan media-media sosial yang dimanfaatkan oleh Bagian Humas sebagai media diseminasi informasi Pemkot Tangerang, 1) Instagram Gambar 4.26: Akun Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage kota tangerang Instagram merupakan media sosial yang paling dimaksimalkan pemanfaatannya dibanding yang lain oleh Bagian Humas sebagai media diseminasi informasi. Hal itu dikarenakan menurut Bagian Humas Instagram adalah salah satu medsos yang sedang populer, serta dapat memudahkan penyebaran karena setiap informasi dapat terhubung dengan sosial media lain. Sebagaimana dijelaskan oleh Syifa,

119 106 Kayaknya kalau sekarang lebih ke Instagram deh, karena emang lagi hitsnya instagram tuh, terus juga karena instagram itu kayanya lebih gampang dan gak lebih ribet gitu kan, dan Instagram juga lebih gampang untuk connect ke Twitter atau Facebook, jadinya kita gak usah dua kali upload gitu 21. 2) Facebook Gambar 4.27 Akun Facebook Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage kota tangerang Dengan memiliki 457 orang pengikut dan 427 orang yang menyukai halaman Facebook Bagian Humas saja, diseminasi informasi di Facebook sama halnya dengan di Instagram. 21 Hasil wawancara dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, 13 Agustus 2018.

120 107 3) Twitter Gambar 4.28 Akun Twitter Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage kota tangerang Sedangkan Twitter Bagian Humas tidak dimanfaatkan semaksimal medsos Instagram. Rata-rata informasi yang ada di Twitter merupakan link-link yang terhubung dengan informasi di Instagram maupun Youtube. Sebagaimana gambar berikut, Gambar 4.29: Informasi di Twitter Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage 7. Capability of the Audience (Kapabilitas Khalayak)

121 108 Yakni memperhitungkan kemampuan yang dimiliki khalayak, dan komunikasi tersebut dapat efektif jika berkaitan dengan faktor-faktor bermanfaat, kebiasaan, kemampuan membaca dan mengembangkan pengetahuan bagi khayalaknya. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) melakukan survei pada tahun 2017 tentang perilaku pengguna internet di Indonesia, dan mengungkapkan bahwa 87,13% pengguna mengakses media sosial sebagai layanan internet yang sering digunakan 22. Hal tersebut yang memberikan peluang kepada Bagian Humas Pemkot Tangerang untuk memberikan informai kepemerintahan di media yang diminati oleh masyarakat. Bagian Humas sendiri dalam hal ini telah mendiferensiasi audiensi berdasarkan konten yang akan dibagikan di medsos Humas sebagaimana data berikut 23, 22 Agus Tri Haryanto, Perilaku Pengguna Internet Indonesia: Hobi Chatting, ( diakses pada 18 Oktober 2018 pukul 00:06). 23 Dokumen Bagian Humas Pemkot Tangerang 2018.

122 109 Gambar 4.30 Diferensiasi Audiens Media Sosial Bagian Humas Kota Tangerang Sumber: Dokumen Bagian Humas Kota Tangerang 2018 Segmentasi pengikut medsos Humas sendiri sebesar 40% diikuti oleh rentang usia tahun dan didominasi oleh laki-laki sebagaimana dijelaskan oleh Syifa, Kisaran umur yang mengikuti akun medsos Humas paling banyak itu rentang umur itu 40%, yang kedua itu rentang umur tahun itu 32%, yang ketiga itu kisaran umur tahun. Untuk gendernya itu kebanyakan laki-laki sekitar 70%, kalo perempuan itu cuma 30% Hasil wawancara dengan Admin Media Sosial Bagian Humas Pemkot Tangerang Syifa Ismiyati, 13 Agustus 2018.

123 110 Dalam penyebaran informasi terkait Festival Al- Azhom, Bagian Humas sebagaimana telah dijelaskan dalam sub konten menggunakan infografis pada setiap informasi mengenai kegiatan atau acara Festival Al- Azhom setiap harinya. Hal itu dapat menarik minat warga di media sosial, karena menurut sebuah penelitian, pembaca lebih mudah memahami informasi dalam bentuk visual seperti infografis dengan tingkat pemahaman sebesar 95% dibanding dengan artikel biasa yang tingkat pemahamannya hanya 70% 25. Dalam sosialisasi informasi Festival Al- Azhom sendiri Pemkot Tangerang mengundang bintang tamu yang akhir-akhir ini sering dibicarakan masyarakat di media sosial, antara lain grup Gambus Sabyan dan Ustad Abdul Somad. Dengan kemasan informasi menggunakan infografis dan visual yang menarik, tentunya dapat menarik minat warga Kota Tangerang bahkan di luar Kota Tangerang untuk berpartisipasi dalam kegiatan keislaman ini, sebagaimana data berikut, 25 Rina Nurjanah, Perihal Membuat Konten Infografis. ( diakses pada 18 Oktober 2018 pukul 06.30).

124 111 Gambar 4.31 Informasi Festival Al Azhom di Instagram Bagian Humas Kota Tangerang Sumber Gambar : Homepage kota tangerang

125 BAB V PEMBAHASAN Pada BAB V ini akan diuraikan pembahasan penelitian yang telah dilakukan peneliti melalui kegiatan wawancara dan dokumentasi. Uraian pembahasan penelitian yang peneliti lakukan berkaitan dengan strategi Humas Pemkot Tangerang dan upaya yang dilakukan dalam mensosialisasikan program pemerintah melalui media sosial. A. Strategi Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Tangerang Melalui Media Sosial Pada dasarnya humas pemerintahan pada setiap departemen mempunyai dua tugas, yakni: pertama, menyebarkan informasi secara teratur mengenai kebijaksanaan, perencanaan, dan hasil yang telah dicapai; kedua, mendidik publik mengenai perundang-undangan, peraturan-peraturan, dan hal-hal yang bersangkutan dengan kehidupan warga sehari-hari. 1 Humas pemerintah tidak hanya menyebarkan kebijakan atau kegiatan pemerintah di media cetak, tapi juga di media digital seiring perkembangan zaman. Dalam penelitian ini, peneliti memilih Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang untuk diteliti karena mereka menyebarkan program-program pemerintahnya di media sosial terkait program keislaman. Dengan fokus kepada program keislaman seperti Festival Al- 1 Onong Uchjana Effendy. Hubungan Masyarakat suatu Studi Kounikologis. h

126 114 Azhom dan Gerak Jalan Sarungan, peneliti mencoba menjelaskan bagaimana Bagian Humas melaksanakan aktivitas kehumasan dalam menyosialisasikan program keislaman tersebut di media sosial. Program Festival Al Azhom dan Gerak Jalan Sarungan sendiri merupakan kegiatan Pemerintah Kota Tangerang yang dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 2010 dalam menyambut datangnya tahun baru Islam. Festival Al Azhom sendiri diaksanakan selama dua minggu itu diisi dengan kegiatan-kegiatan islami seperti santunan anak yatim dan lomba-lomba yang keislaman. Bagian Humas sebagai jembatan informasi antara Pemerintah Kota Tangerang dan masyarakat, menyebarkan tentang informasi kegiatan-kegiatan keislaman tersebut baik di media daring maupun luring. B. Strategi PR Pemerintah Kota Tangerang dalam Berkomunikasi dan Menyosialisasikan Program Festival Al Azhom melalui Media Sosial Dalam penelitian ini, media daring menjadi fokus peneliti dalam melihat strategi yang dilakukan humas dalam menyebarkan informasi terkait Festival Al Azhom tersebut. Disamping itu, agar pesan tersampaikan dengan baik dalam berkomunikasi, tentunya srategi-strategi diperlukan apalagi di media sosial. Maka dari itu, peneliti mencoba menjelaskan aktivitas humas Bagian Humas Pemkot Tangerang dengan melihat kepada pelaksanaan strategi Public Relation atau kehumasan dalam berkomunikasi menurut Cutlip, Center &

127 115 Broom yang disebut 7-Cs PR Communications 2, 1. Credibility (Kredibilitas) Kredibilitas merupakan sebuah tahap komunikasi dimana telah terciptanya suasana saling percaya yang antara pihak komunikator atau dalam penelitian ini adalah Bagian Humas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dalam menyebarkan informasi program keislaman ataupun informasi lain, Bagian Humas bekerjasama dengan Diskominfo Pemkot Tangerang dalam menyosialisasikan hal tersebut kepada masyarakat Kota Tangerang maupun masyarakat di media sosial. Bagian Humas turut aktif dalam menyebarkan informasiinformasi di media sosial resmi mereka baik itu informasi kebijakan umum maupun kebijakan terkait kegiatan keislaman. Selain itu Bagian Humas dan Diskominfo juga mempromosikan akun medsos resmi masing-masing baik di media sosial maupun ketika ada kegiatan kepemerintahan bersama warga. dalam memperoleh kredibilitas di media sosial, Bagian Humas aktif menyebarkan informasi secara aktual tentang kegiatan walikota/ wakil walikota/ sekretaris derah dan bukan merupakan berita bohong. Begitu pula dengan informasi mengenai Festival Al Azhom yang aktif dibagikan secara jelas dan aktual, menjadikan masyarakat percaya atas informasi tersebut 2 Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan Glen M. Broom. Effective Public Relations (edisi sembilan). (Jakarta: Kencana, 2009), h. 408.

128 116 terbukti dengan banyaknya pengunjung festival baik itu dari masyarakat Kota Tangerang sendiri maupun kotakota lain. 2. Contex (Konteks) Konteks merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan sosial, pesan yang disampaikan harus dengan jelas serta sikap partisipatif. Dalam berkomunikasi apalagi di media sosial, konteks merupaka faktor penting agar sebuah pesan atau informasi dapat diterima dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, konteks yang dibagikan di media sosial Bagian Humas terkait program keislaman merupakan informasi yang bersifat partisipatif. Hal itu bisa dilihat dari pengemasan informasi Festival Al Azhom yang berupa ajakan agar masyarakat datang dan turut berpartisipasi meramaikan acara, juga kegiatan seperti shalat berjamaah, ajakan mengaji bersama di masjid, ataupun ajakan untuk berdoa bersama ketika ada musibah menimpa suatu daerah. 3. Content (Konten) Maksud dari konten disini merupakan pesannya menyangkut kepentingan orang banyak sehingga informasi dapat diterima sebagai sesuatu yang bermanfaat secara umum bagi masyarakat. Seperti halnyaa konteks, konten juga merupakan faktor yang menentukan apakah pesan tersebut diterima dengan baik atau tidak.

129 117 Dalam penelitian ini, peneliti melihat bahwa konten yang dibuat di media sosial Bagian Humas terkait informasi keislaman merupakan informasi bermanfaat yang bersangkutan dengan masyarakat Kota Tangerang. Karena konten Bagian Humas merupakan informasi yang bersangkutan dengan kegiatan jajaran pimpinan Kota Tangerang, hal tersebut juga menjadi salah satu faktor agar masyarakat Kota Tangerang turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan tersebut. Contohnya seperti saat Walikota Tangerang turut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong ke salah satu taman di Kota Tangerang, atau ketika turut meramaikan Festival Al Azhom, Bagian Humas sebagai informan masyarakat Kota Tangerang memberitakan hal tersebut di media sosial mereka dengan harapan agar masyarakat juga turut berpartisipasi dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemkot Tangerang. Dalam mengemas konten yang baik, Bagian Humas juga melakukan beberapa hal agar konten tersebut dapat menarik minat masyarakat untuk melihat. Hal tersebut adalah pengemasan gambar-gambar, foto-foto, ataupun gambar yang sudang termasuk data atau informasi di dalamnya seperti infografis 3. Selain itu juga setiap gambar dikemas dengan bingkai menarik yang terdiri atas ikon-ikon Kota Tangerang seperti jembatan merah 3 Maxmanroe. Mengenal Pengertian Infografis dan Jenisnya, ( diakses pada 5 Oktober 2018 pukul 12.40)

130 118 dan jembatan kaca, juga pemakaian warna-warna di setiap latar gambarnya, seperti pada setiap konten Festival Al Azhom, latar yang dipakai didominasi dengan percampuran warna biru tua dan hijau muda. Penggunaan tagar-tagar tertentu juga dimaksimalkan oleh Bagian Humas Pemkot Tangerang di setiap kontenkonten yang dibagikan. Hal tersebut dilakukan sebagai branding Kota Tangerang agar selain membuat pengguna medsos tertarik, para pengguna media sosial juga mudah dalam menemukan konten serupa. Tagartagar tersebut antara lain seperti #humaskuy #humaskotatangerang #tangerangayo #tangeranglive #ilovtng # kagumkotang, dan tagar tambahan seperti #1muharram #1440H #festival #alazhomtangerang ketika Festival Al Azhom berlangsung. 4. Clarity (Kejelasan) Dalam clarity, pesan atau informasi harus disusun dengan kata-kata yang jelas, mudah dimengerti, serta memiliki pemahaman yang sama antara komunikator dan komunikan dalam hal kesamaan maksud, tema, dan tujuan semua pihak. Berdasarkan hasil penelitian, bahasa yang digunakan dalam menyampaikan informasi keislaman seperti Festival Al Azhom merupakan bahasa yang sederhana namun tidak hilang subtansi dan mudah dipahami. Kanal media sosial juga memengaruhi bahasabahasa yang digunakan di setiap konten, misalnya

131 119 Instagram yang penggunanya didominasi oleh anak muda, maka bahasa yang digunakan merupakan bahasa yang santai. Begitu pula dengan Facebook, karena penggunanya rata dari yang muda hingga yang tua, maka pemakaian bahasa dan pemilihan katanya lebih jelas, tidak terlalu baku namun tidak pula keluar konteks. Dalam informasi yang berkaitan dengan kegiatan keislaman tersebut dibagikan dengan bahasa yang jelas sesuai dengan 5W 1H (what, why, who, where, when and how), yakni apa acaranya, kenapa sebab diselenggarakannya, siapa penyelenggaranya, dimana tempat acaranya, kapan diselenggarakannya, dan bagaimana acaranya. 5. Continuity and Consistency (Kontinuitas dan Konsistensi) Komunikasi merupakan proses yang tidak pernah berakhir, oleh karena itu dilakukan berulang-ulang dengan berbagai variasi pesan. Cara demikian digunakan untuk mempermudah proses belajar, serta membujuk dan tema dari pesan tersebut harus konsisten. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti melihat selama acara Festival Al Azhom berlangsung, Bagian Humas Pemkot Tangerang aktif membagikan informasi kegiatan keislaman tersebut baik sebelum acara berlangsung maupun pasca acara selesai. Namun untuk informasi tentang kegiatan keislaman yang lainnya, informasi tersebut akan dipublikasikan atau disosialisasikan hanya

132 120 ketika adanya kebijakan dan intruksi dari pimpinan Pemkot, seperti himbauan magrib mengaji atau shalat berjamaah di Masjid Al Azhom. Sedangkan untuk kontinuitas sosialisasi program keislaman di medsos di update antara satu sampai tiga berita per hari, itupun hanya tergantung dari jumlah berita kegiatan Pemkot dalam satu hari tersebut. Pada kegiatan festival Al Azhom sendiri, karena diadakan selama dua minggu lebih dari tanggal 10 September hingga 28 September 2018, dan setiap hari terdapat lomba-lomba keislaman maupun ceramah dan pertunjukan musik Islami, Bagian Humas turut aktif menginformasikan dari sebelum berlangsungnya acara, juga berlaku untuk pasca acara sebagai dokumentasi di media sosial mereka. Dengan menggunakan tema Hijrah dalam Berkah dan format informasi yang sama, hal itu telah menunjukkan kontinuiti dan konsistensi Bagian Humas dalam diseminasi informasi terkait program keislaman tersebut. 6. Channels ( Saluran) Pemanfaatan saluran media informasi yang tepat dan terpercaya serta dipilih oleh target khalayak sebagai target sasarannya. Dinas-dinas di Pemerintahan Kota Tangerang sendiri banyak yang menggunakan media sosial sebagai media konversasi digitalnya, seperti halnya Bagian Humas dan Dinas Komunikasi dan Informasi. Bagian Humas sendiri memiliki beberapa

133 121 akun resmi di beberapa media sosial, seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Instagram sendiri merupakan media sosial yang paling dimaksimalkan pemanfaatannya dibanding yang lain oleh Bagian Humas sebagai media diseminasi informasi. Hal itu dikarenakan menurut Bagian Humas, Instagram adalah salah satu medsos yang sedang populer, serta dapat memudahkan penyebaran karena setiap informasi dapat terhubung dengan sosial media lain. Sedangkan Twitter merupakan kanal medsos yang paling minimal penggunaannya, informasi-informasi yang dibagikan di Twitter sendiri hanya berupa link-link informasi yang dihubungkan dari Instagram. 7. Capability of the Audience (Kapabilitas Khalayak) Yakni memperhitungkan kemampuan yang dimiliki khalayak, dan komunikasi tersebut dapat efektif jika berkaitan dengan faktor-faktor bermanfaat, kebiasaan, kemampuan membaca dan mengembangkan pengetahuan bagi khayalaknya. Pengikut medsos Bagian Humas Pemkot Tangerang sendiri sebesar 40% diikuti oleh pengguna rentang usia tahun dan didominasi oleh laki-laki sebesar 70% dan pengikut medsos perempuan sebesar 30%. Dalam rentang usia tersebut Bagian Humas mendiferensiasi pemberian konten berdasarkan audiensi atau pengikutnya, seperti audiens orang tua konten yang dibagikan berupa informasi kepemerintahan dan

134 122 ekonomi daerah, dan pariwisata daerah. Audiens anak muda diberi konten berupa informasi kegiatan komunitas di Kota Tangerang, kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah. Dalam pemberian konten terkait keislaman, karena target audiensnya di segala umur, informasinya juga bersifat umum dan tidak berdasarkan rentang usia. Hal itu juga berlaku dengan acara Festival Al-Azhom, informasi terkait acara tersebut bersifat umum karena acaranya memang ditujukan kepada segala umur, yang membedakan hanya agenda di setiap hari berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan oleh penyelenggara. Sedangkan program Gerak Jalan Sarungan dan Magrib Mengaji memang ditujukan kepada audiens muda dengan tujuan membekali mereka dengan pengeahuan agama.

135 BAB VI SIMPULAN, IMPLIKASI, SARAN A. Simpulan Berdasarkan uraian dari bab-bab sebelumnya sebagai upaya dari hasil pembahasan dan penulisan skripsi ini, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Bagian Humas Pemkot Tangerang dinilai peneliti berjalan sesuai dengan strategi kehumasan Cutlip, Center & Broom 7-CS Communication. Aktivitas komunikasi yang mereka lakukan dalam menyosialisikan program keislaman Kota Tangerang seperti Festival Al-Azhom dan Gerak Jalan Sarungan dan informasi keislaman lainnya dinilai peneliti cukup sangkil dan mangkus dalam menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi dalam acara Festival Al- Azhom karena memanfaatkan berbagai kanal media sosial dan pengemasan informasi yang menarik, 2. Strategi PR Pemerintah Kota Tangerang dalam berkomunikasi dan menyosialisasikan program festival Al Azhom melalui media sosial adalah sebagai berikut: a. Strategi Bagian Humas Pemkot Tangerang dalam membangun kredibilitas di media sosial, yakni dengan cara turut aktif dalam memberikan informasi yang sifatnya partisipatif, juga saling bekerja sama dengan dinas-dinas lain dalam menyosialisasikan informasi umum maupun keislaman. 123

136 124 b. Bagian Humas Pemkot Tangerang memaksimalkan konteks untuk Festival Al Azhom sendiri dipaparkan secara lugas di media sosial tanpa keluar subtansi programnya. c. Isi konten dalam setiap informasi keislaman yang mereka bagikan di medsos, dengan cara mengemas infomasi yang sifatnya partisipatif dan menyangkut kepentingan masyarakat. d. Informasi tersebut juga mengandung aspek kejelasan, terlihat bagaimana mereka menyederhanakan pemakaian bahasa sehingga dapat dipahami oleh setiap lapisan masyarakat tanpa mengurangi nilai substansi dalam informasi tersebut. e. Strategi yang dilakukan Bagian Humas Pemkot Tangerang dalam menyosialisasikan program keislaman di media sosial dinilai peneliti aktif dalam diseminasi informasi terkait dengan program tersebut, dilihat dari bagaimana mereka secara terus menerus aktif selama kegiatan berlangsung menginformasikan kegiatan Festival Al-Azhom dengan konteks dan tema konten yang sama di kanal medsos mereka. f. Bagian Humas dan Diskominfo Pemkot Tangerang memanfaatkan media sosial sebagai media penyalur informasi sebagai langkah dalam rangka mendekatkan diri, juga untuk menyaring aspirasi masyarakat yang nantinya menjadi pertimbangan dalam kebijakan pemerintah selanjutnya. Adapun

137 125 media sosial yang digunakan oleh Bag. Humas Pemkot Tangerang adalah Instagram, Facebook, dan Twitter, sedangkan Instagram merupakan medsos yang difokuskan penggunaannya dinilai dari tingkat kepopuleran dibanding yang lain. g. Bagian Humas Pemkot Tangerang dalam mengetahui kapabilitas audiensinya untuk menerima konten yakni dengan cara mendiferensiasi mereka. Diferensiasi tersebut antara lain, dari segi umur diberikan konten berupa asistensi diri, segi gender kontennya berkaitan dengan jati diri dan kekuatan gender, segi pendidikan kontennya berupa ide segar yang inspiratif, dari segi pekerjaan kontennya berupa peningkatan dan alternatif penguatan ekonomi, dan dari segi minat kontennya berupa hubungan inter dan antarkomunitas. B. Implikasi Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti dapat dikemukakan implikasi secara teoritis dan praktis sebagai berikut: 1. Implikasi Teoritis Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam berkomunikasi di media sosial, strategi yang tepat seyogyanya dilakukan oleh sebuah instansi seperti pemerintahan agar pesan yang disampaikan diterima dengan baik di media daring maupun luring, sehingga menjadikan citra yang baik pula

138 126 pada instansi tersebut. 2. Implikasi Praktis Hasil penelitian ini digunakan sebagai masukan bagi Bagian Humas Pemerintah Kota Tangerang dalam mensosialisasikan setiap program atau kegiatan keislaman di media sosial mereka. C. Saran Berikut pesan dan saran yang peneliti dapat berikan untuk dijadikan bahan masukan dan evaluasi. Saran-saran ini ditujukan kepada: 1. Pengelola Akun Media Sosial Pemerintah Adapun saran untuk semua pengelola akun medsos Pemerintah ialah, agar mereka lebih aktif lagi pengelolaannya sehingga terciptanya keterbukaan informasi tentang pemeritah Kepada Bagian Humas Pemkot Tangerang juga untuk memaksimalkan lagi terkait diseminasi informasi keislaman di media sosial. 2. Pengguna Jaringan Komputer dan Media Sosial Saran yang ingin diberikan adalah, agar semua pemanfaat jejaring komputer dan media sosial lebih teredukasi dan bijak dalam menggunakan medsos, sehingga nantinya dapat memilah mana informasi yang benar dan mana yang hoaks belaka. Kepada masyarakat Kota Tangerang juga untuk lebih pasrtisipatif dalam setiap informasi kebijakan pemerintah di medsos agar lebih teriformasi tentang setiap kegiatan pemerintah juga potensi yang ada di Kota Tangerang.

139 Mahasiswa Untuk mahasiswa, khususnya untuk peneliti selanjutnya yang memiliki minat terhadap tataran hubungan masyarakat, diharapkan lebih memahami konsep hubungan masyarakat dengan lebih detail dan mendalam. Strategi hubungan masyarakat sendiri telah menjadi bidang kajian penelitian pada ilmu komunikasi yang penting, sehingga kedepannya akan banyak penelitian-penelitian terbaru mengenai hubungan masyarakat ini.

140

141 DAFTAR PUSTAKA BUKU: Akbar, Purnomo Setiady dan Husaini Usman Pengantar Statistika. (Jakarta: Bumi Aksara). Alim, Muhammad. Pendidikan Agama Islam Upaya Pembentukan Pemikiran dan Kepribadian Muslim (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006) Arifin, Zainal. Penelitian Pendidikan Metode dan Paradigma Baru, (Bandung: Rosdakarya, 2012) Berger, Peter L dan Thomas Luckman.1990.Tafsir Sosial atas Kenyataan: sebuah risalah tentang sosiologi pengetahuan /Peter L. Berger dan Thomas Luckmann. (Jakarta: LP3ES, 1990). Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010) Brogan, Chris Social Media 101:Tactics and Tips to Develop Your Business Online. John Wiley & Sons. Cutlip, Scott M. Allen H. Center, Glen M. Broom, Effective Public Relations, (New Jersey: Pearson Prentice Hall, 2006), 9 th Edition David, Fred R, Manajemen Strategi dan Konsep. (Jakarta: Prenhalindo, 2012). Eriyanto,.Analisis Isi: Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu Ilmu Sosial Lainnya, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011). Effendy, Onong Uchjana. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007). Jefkins, Frank, Public Relation, (Jakarta: Erlangga, 2003), Edisi ke-5. Widjaja, H.A.W. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2002). 129

142 130 Holmes, David Teori Komunikasi Media, Teknologi, dan Masyarakat. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung; Remaja Rosdakarya,1996). Mulyana, Rohmat. Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. (Bandung: Alfabeta, 2011) Nasrullah, Rulli. (2017). Media Sosial Perspektif Komunikasi, budaya dan Sosioteknologi. (Bandung: PT Remaja Rosdakarya) Nata, Abudin. Metodologi Studi Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2003) Rachmadi, F Public Relations dalam Teori dan Praktek. Penerbit : PT.Gramedia Pustaka Utama, Bandung. Ruslan, Rosady Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Sinaga, Zahruddin Hasanuddin. Pengantar Studi Akhlak (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004). Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. (Jakarta: Rajawali Pers, 2010) Departemen Pendidikan Nasional RI, Pusat Bahasa. Kamus besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. (Jakarta: Balai Pustaka, 2005). Kamus Pusat, Tim Penyusun. Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ke-3 Cet1. (Jakarta:Balai Pustaka, 2001) Widjaja, A.W. Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), Cet ke-2 JURNAL DAN SKRIPSI : Anditya Y Angwarmase, Ike Devi Sulistyaningtyas. Implementasi Cyber Public Relation dalam Meningkatkan Reputasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta sebagai Universitas Riset Berkelas Dunia. (Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 2014). Rosyidah, Ibtisamah Nur. Efektivitas Komunikasi Humas Pemkot

143 131 Tangerang Dalam Implementasi Aplikasi Tangerang Live. (Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta, 2017). Suardi. Antara Media Sosial Dalam Komunikasi Politik. (Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Suska Riau, 2016) Sufyanto. Humas Sebagai Pengelola Opini Publik Studi Deskriptif Pengelolaan Isu EtnisTiong Hoa Pasca Penertiban Lahan Di Bantaran Sungai Cisadane Oleh Humas Pemerintah Kota Tangerang. (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 2010). Wahyudi, Ferdiyansyah Tri. Strategi Komunikasi Humas Pemerintah Kota Makassar dalam Menyosialisasikan Program Makassar Tidak Rantasa. (Universitas Hasanuddin Makassar, 2015). LAMAN JEJARING: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Kamus Besar Bahasa Indonesia V Beta ah-penduduk-menurut kecamatan-di-kota-tangerang-menurutkepemilikan-kartu-keluarga-2016.html

144 132 sejahtera diakses pada 09/10/18 pukul 17:

145 A. Lampiran Wawancara LAMPIRAN-LAMPIRAN Transkrip wawancara dengan Ibu Yunita Virdianti Prasetya (Kepala Sub Bagian Humas Pelayanan Informasi Publik) tanggal 13 Agustus Bagaimana awalnya humas kota tangerang mulai menggunakan media sosial? J: Aktif sekitar satu tahun sampe dua tahun belakangan 2016 an. Sebelumnya memang sudah ada media sosial, dan itu adanya di yang besar, yang punya pemerintah kota tangerang. Nah sekarang kita mengelola sendiri itu tujuannya untuk percepatan informasi sama untuk digital conversation, jadi dengan media sosial yang besarnya yang punya pemkot tangerang bisa saling repost, untuk memperkaya konten sama untuk digital conversationnya aja. 2. Apa faktor/sebab yang memengaruhi humas pemkot tangerang untuk menggunakan media sosial sebagai media penyebaran informasi? J: Awal mulanya ya itu, sebetulnya sudah ada punya Pemkot Tangerang, cuman kan mereka dari isinya juga ngambil-ngambil data dari dinas atau opd. Nah terus biar untuk memperkaya, juga untuk mempercepat karena kan fokusnya adalah kegiatan pimpinan dan sekda, jadi biar langsung pas kita bikin rilis, langsung juga bikin konten sosmed, jadi data tentang liputan bisa langsung nyampe di sosmed, tau sendiri kan sosmed itu cepet ya jadi informasinya gak boleh pending. 3. Bagian Humas dan dinas-dinas lain seperti Diskominfo di Pemerintah Kota Tangerang memiliki akun media sosial masing-masing, apa yang membedakan antara medsos Bag. Humas dengan yang lain? J: Beda medsos humas dengan media lain ya itu tadi, karena kita kan salah satu tugas fungsinya adalah meliput ya, liputan tentang walikota dan, jadi untuk medsos humas lebih update tentang informasinya kegiatan pimpinan. Terus kan kita dengan dinas dinas lebih spesifik, contohnya kaya dinas pendidikan atau dinas pariwisata kan fokusnya tentang budaya dan pariwisata,

146 nah kalo kita kan lebih luas, lebih mencerminkan bahwa pimpinan ini begini, jadi ya bisa tentang apa aja, terus kan ini lebih update dan lebih cepet karena kan kita mengikuti kegiatan mereka, pasti ada yang di upload setiap hari karena pasti kan mereka punya aktifitas kan, hadir dimana-mana, jadi bisa lebih cepet kalo di sosmed kita. 4. Dalam operasionalnya, Siapa saja yang berperan dalam membentuk dan mengelola media sosial Humas? J: Dalam pengelolaannya itu ada dibawah kendali sub bag pemberitaan dan peliputan, jadi kalo saya di bagian informasi itu untuk suply data atau biasanya juga kita diskusi bareng untuk menentukan konsep konsepnya harus seperti apa, yang koordinator isi sosmed juga punya jobdesk tersendiri, jadi misalnya untuk hari ini harus upload apa, tipa hari ini atau ini kontennya apa, kan biar gak monoton ya, terus yang di upload di jam tertentu juga ada semua jobdesknya. 5. Siapakah sasaran yang humas targetkan dalam bermedia sosial? J: Sasaran yang ditargetkan dalam medsos humas itu ya masyarakat luas sih, ya khususnya masyarakat kota tangerang biar terinformasikan tentang pimpinan, tentang kebijakan pimpinan, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kota, jadi intinya itu. Untuk selanjutnya kan ya masyarakat luas aja sih, dan juga untuk dokumentasi kita juga, tentang kegiatan kegiatan pimpinan dan kebijakan pemerintah kota. Karena kalo di media sosial kan tidak bisa dibendung ya target-targetnya gitu ya target audiencnya gak bisa dibendung, tapi terutama yang kita targetkan itu ya masyarakat kota, biar mereka tau tuh kita ngapain aja, dan ada dukungan juga dari mereka. 6. Bagaimana cara Humas Pemkot Tangerang membangun kepercayaan masyarakat melalui media sosial? J: Sebenarnya kan yang jadi kunci bermedia sosial itu kan maintance ya, biar update terus kan informasinya, jadi kalo misalkan dia stuck sehari padahal kan upload kan minimal dua atau tiga kali sehari, nah kalo misalnya dia stuck kan ya bisa hilang gitu aja ya. Jadi menurut saya untuk memperkenalkan ya mantenance aja terus upload

147 terus banyak bagiin informasi, terus repost repost aja tentang pimpinan lah segala macem, jadinya aktif intinya, dan saling memperkenalkan hal ini melalui medsos pribadi anggota humas, jadinya ya intinya digital conversation nya, lewat akun official pemkot, dan diskominfo, saling repost aja, kan nantinya ketahuan asal post nya dari mana aja, ya itulah makanya harus aktif. 7. Apa fokus informasi yang dibagikan oleh Humas di medsos? J: Fokus informasinya selain kegiatan pimpinan seperti walikota wakil walikota dan sekda, ya tentang aktifitas pemerintah kota aja, selain itu ya yang berhubungan secara luas aja sih yang ada hubungannya dengan kehidupan masyarakat aja lah yang sekiranya penting untuk masyarakat kota Tangerang. Jadi misalkan potensi yang ada di wilayah A seperti apa, ya gitu-gitu sih, intinya informasi tentang kota tangerang lah. 8. Karena kota tangerang memiliki motto kota berakhlakul karimah, apakah Humas Kota tangerang juga mengimplementasikan motto tersebut atau nilai-nilai keislaman di dalam media sosial? J: Jadi gini, sebetulnya apapun yang dilakukan di humas itu pasti semuanya berdasarkan Perwal tentang tugas pokok dan fungsi, jadi di dalam Perwal sendiri tidak pernah disebutkan untuk mensosialisasikan kota tangerang sebagai kota yang berakhlakul karimah, gak juga. Jadi akhlakul karimah itu sebutan semenjak dulu, jadi ibaratnya bukan motto juga, jadi orang tuh mengenal kota Tangerang itu sebagai kota akhlakul karimah, itu juga karena pimpinan kita yang dulu waktu zaman walikotanya pak Wahidin Halim, jadi waktu itu ada perwal yang dibikin sama beliau tentang minuman keras dll, yang termasuk dalam akhlakul karimah tersebut, jadi sebetulnya tidak ada kekhususan untuk mensosialisasikan kota tangerang sebagai kota akhlakul karimah, karena itu kan sudah menjadi sebutan untuk masyarakat, tapi di dalam tugas fungsi kita adalah untuk menpublikasikan, memberitakan, dan menginformasikan kegiatan-kegiatan pemerintah, nah kalau di dalamnya berkaitan dengan akhlakul karimah itu sebetulnya gak harus, tapi akan

148 kebawa-bawa gitu. Jadi kalau akhlakul karimah sih karena sudah nempel ya ga ada kekhususannya ya, khusus sosialisasi untuk akhlakul karimah, kan itu himbauan sejak dulu ya karena ada larangan minuman keras itu, kalau sekarang ya kan ada program tentang kegiatan keislaman ya di kita, ya pasti itu akan kita sosialisasikan, dan tadi pagi tuh baru mengaji, kita nih pemerintahan kota tangerang mengaji di masjid Al Azhom, dan nanti siang pasti beritanya sudah naik di instagram dan youtube. Jadi intinya kegiatan kita (pemkot), karena kita juga banyak kegiatan keislamiannya juga banyak, yang pasti kita akan naikin, gak mungkin enggak. Yang pasti kalau itu jadi kebijakan pasti kita akan bantu sosialisaikan lewat sosial media. 9. Pemkot tangerang memiliki program kerja yang berkaitan dengan kegiatan keislaman, Adakah strategi tertentu yang dilakukan humas dalam mensosialisasikan hal tersebut di media sosial? J: Jadi gini, program magrib mengaji itu awalnya bentuknya surat edaran, yang bentuknya tidak mengikat, jadi itu hanya saran dari pak Walikota agar anak-anak pada waktu jam magrib untuk mengaji, dan untuk yang non muslim agar belajar di rumah, jadi ya intinya itu, karena kalo tidak mengikat ya karena himbauan bentuknya. Jadi pas waktu diturunin himbauan tersebut, kita bantu juga untuk mrnginformasikannya, lewat pemberitaan, medsos, dan beberapa saluran yang kita pakai, tapi ya untuk mengingatkannya lagi memang lewat beberapa hal yang pernah kita lakukan juga ada, seperti waktu itu kita bikin film pendek, dan itu masuk ke dalam sambutan walikota itu juga ada khusus ketika hal tersebut diturunkan, ya karena bentuknya himbuan. 10. Kendala apa saja yg dialami selama mengelola media sosial humas? J: Kendala dalam bermedsos itu ya karna dalam bermedia sosial itu kan tidak bisa lagi diseleksi untuk siapa saja yang bisa baca dan melihat, karena kita membuka saluran ya kita juga harus siap dengan segala saran, masukan, pertanyaan, jadi untuk masyarakat kota tangerang juga banyak bertanya yang seperti memancing gitu ya, jadi

149 utnuk itu kita harus siap janagn sampe dalam bermedsos, yang awalnya kita berniat untuk memberikan informasi malah berbalik malah jadi bomerang untuk respon yang negatif dari masyarakat, jadi untuk apa yang disipakan harus ada anti narasinya gitu, misalnya kalau kita menginformasi bahwa buanglah sampah pada tempatnya, eh malah diserang seperti mana tempat sampahnya gak ada gak dibikinin? Ya seperti gitulah, makanya kita harus siap dengan yang seperti itu 11. Tujuan atau target apa saja yang ingin dicapai oleh humas dengan memanfaatkan medsos? J: Sebetulnya sama aja dengan tujuan humas pemerintah dan secara global, kalao yang namanya kehumasan maunya membentuk citra instansi dan organisasi, dan membentuk citra juga mendapat dukungan positif dari masyarakat, jadi setiap kita menginformasikan kebijakan masyarakat paham, mengerti dan mendukung. Jadinya itu intinya media sosial kita sangat terbantu, karena pertama ya medsos itu tidak berbayar ya, dan lebih masif, jadi dengan memanfaatkan medsos ini mudah-mudahan dengan memanfaatkan sosial media bisa membantu untuk membangun citra positif dan dukungan dari masyarakat terhadap apa yang kita lakukan dan apa yang jadi kebijakan kita. 12. Bagaimana ibu melihat fenomena media sosial seperti saat ini? Apalagi setiap pemerintahan di indonesia juga memanfaatkan medsos ini juga. J: Jadi sebenarnya tantangannya adalah bagaimana caranya kita mengemas informasi itu biar menarik, biar masyarakat juga mau lihat, biar masyarakat juga selain melihat juga bisa lebih peduli sampai masyarakat mau ikut berperan aktif dengan apa yang kita sampaikan, misalkan kalau memang kita bilang ayo buang sampah pada tempatnya, terus masyarakat seperti oh iya, kita memang harus membuang sampah gara gara apa bagaimana dan seperti apa, itu tantangan juga. Jadi dengan adanya medsos, kan ada beberapa format misalkan di youtube dengan bentuk visualnya, misalkan di instgram itu dengan bentuk foto dan video beberapa detik, nah itu harus bisa kita manfaatkan secara baik, bagaimana

150 caranya kita mengemas informasi dan menyampaikannya kepada masyarakat. Jadi tamtangannya itu sih sebenarnya, jadi jangan kalah dengan konten-konten media sosialnya perusahaan perusahaan swasta lah ya. Jadi humas pemerintah juga harus bisa lebih kreatif dari segi visual, dari segi pengelolaan datanya, terus pelayanan informasinya. Transkrip wawancara dengan Syifa Ismiyati (Admin media sosial Humas Pemkot Tangerang) tanggal 13 Agustus Bagaimana awal mula terjadinya Humas menggunakan media sosial? J: Humas memiliki medsos sebelum saya kerja di sini, tapi sepengetahuan saya, humas menggunakan medsos ya itu awalnya cuma ikut-ikut sih, kan sekrang lagi kekinian tuh medsos kan, jadi ya udah eh humas juga ikutan bikin, kaya gitu awalnya. 2. Media sosial apa saja yang menjadi fokus humas pemkot tangerang dalam penyebaran informasi? Mengapa? J: Kayaknya kalau sekarang lebih ke instagram deh, krena emang lagi hitsnya instagram tuh, terus jug karena instagram itu kayanya lebih gampang dan gak lebih ribet git kan, dan instagram juga lebih gampang untuk connect ke twitter aau facebook, jadinya kita gak usah dua kali upload gitu. 3. Seberapa besar intensitas humas pemkot dalam membagikan informasi di medsos? Adakah waktu waktu tertentu yang ditargetkan? J: Sebenernya per hari itu pak muallim menyuruh upload minimal satu, maksimalnya paling tiga dan tidak boleh terlalu banyak, untuk jeda waktunya paling kaya sekarang jam siang harusnya udah ada upload an, jeda lagi nanti sore nah abis maghrib upload lagi, itu kalo lagi banyak kalo misalnya cuma satu paling abis dzuhur uploadnya. Untuk target waktunya sih tergantung kalo lagi adanya berita dan foto, dan kalo sekarang itu bener-bener kalau habis liputan nih, release kan dibikin langsung, nah sebelum di acc beritanya, biasanya kan sudah dikirim ke whatsapp, nah biasanya itu saya sudah mulai bikin caption

151 dari release itu walaupun belum di acc. Terus juga udah milih foto, minta foto nih sama bagian peliputan, kalau misalnya sudah di oke in, baru deh di tayangin. 4. Konten apa saja yang dibagikan oleh humas pada media sosial? J: Kontennya itu yang pertama sekarang ada konten qoutes dari kata-kata atau pidatonya pak Walikota, pak Wakil Walikota sama pak Sekertaris Daerah, itu yang baru. Terus yang kedua itu biasa ada release, cuman releasenya itu bukan make bahasa baku, kita lebih ke bahasa yang santai, yang lebih anak muda banget lah. Terus juga biasa ada konten liputan spesial, uploadnya hari sabtu atau minggu. Ada konten infografis juga, cuman gak tau kenapa infografis itu makin kesini lebih dikit jumlah like nya, saya juga sedikit rada males gitu cari datanya, paling kaya hari hari besar gitu konten infografisnya masih ada. Sejauh ini konten yang disukai sama masyarakat sih kalau ada quotes pak Wali/Wakil tuh, itu masih banyak sih, karena mungkin baru kali. 5. Adakah ketentuan tertentu dalam memilih konten yang akan dibagikan? J: Paling cari kontennya kaya misal konten quotes itu yang menarik sih, sekarang lagi in apa nih, kaya misal kemarin ada sidak ke taman gajah, nah itu pak Walikota turun langsung tuh, ngeliat lokasinya kaya gimana, terus juga kan sebelumnya mungkin karena ada keluhan masyarakatnya yang bilang pak nih masih kotor nih sampahnya gini-gini, nah disitu tuh pak Wali bilang saya tugaskan gini-gini.. gitu, terus juga kemarin pak Wakil kemarin sempet sidak juga liat ban-ban bekas juga banyak sampah berserakan, dan bilang di kota Tangerang itu boleh berjualan asal jangan buang sampah sembarangan, kaya gitu-gitu sih. 6. Adakah strategi tertentu yang dilakukan humas untuk menarik minat masyarakat di medsos humas? J: Strateginya mungkin banyakin link sama temen-temen dari akun sosmed dinas lain kaya Tangerang TV, akun Kota Tangerang, yang suka saling repost atau request untuk repost, saling kerjasama atau minta tolong repost sama mereka, atau nge tag ke kita, cuman kalau saya

152 untuk medsos humas itu jarang tag/mention orang tuh kecuali pimpinan, ke saya juga tergantung atasan kan. Sama paling kaya hastag tuh, sama kaya patenin lokasi, jadi semua upload an itu maupun dimanapun itu pasti lokasinya Humas Kota Tangerang, ya maksudnya bikin branding sendiri gitu. 7. Karena kota tangerang memiliki motto kota berakhlakul karimah, apakah Humas Kota tangerang juga mengimplementasikan motto tersebut atau nilai-nilai keislaman di dalam bermedia sosial? J: Setau saya, kalau misalnya yang akhlakul karimah itu lebih ke pegawainya sih, malah itu jamannya pak Wahidin Halim kalau gak salah, jadi kaya misalkan kaya pakai hijab untuk pegawai-pegawai perempuannya, setau saya. Cuma kalau untuk media sosialnya itu enggak sih karena kan sekarang kan udah ada tagline Tangerang LIVE, jadi kita lebih mempromosikan Tangerang LIVE nya gitu. Jadi alau untuk nilai-nilai Islamnya itu gak ngaruh sih, ngalir aja dan sesuai sikon aja, jadi kalau misalnya ada upload an pengajian ya pengajian itu beritanya kita upload ke medsos. 8. Pemkot tangerang memiliki program kerja yang berkaitan dengan kegiatan keislaman, Adakah strategi tertentu yang dilakukan humas dalam mensosialisasikan program keislaman ataupun program program lain di media sosial? J: Kalau untuk program magrib mengaji dan sarungan itu kita belom sih, paling kaya kemarin bikin video, dan itupun buat Pak Walikota, kita masukin program itu, karena kalau magrib mengaji itu punyanya Dinas Kesejahteraan masyarakat sih kalau gak salah, kalau Humas sejauh ini paling belum sih, belum terlalu upload tentang magrib mengaji, paling kaya upload tentang pegawai aja yang sih mengaji bareng-bareng, kaya pengajian bareng untuk pegawai, jadi ya lebih ke pegawainya. Dan kalau itu beritanya jatuhnya ke realese bukan medsos, berita tentang pak Walikota kalau misalnya dia dateng, itu kita liput. Kalau untuk upload ke medsos humas ya tergantung ini sih, kalau misalnya ada acara yang terkait program itu ya kita upload, terus kalau misalkan pak Wali lagi negur masalah tentang magrib

153 mengaji, itu ya kita upload. Jadi jatuhnya ya tergantung atasan, kalau misal disuruh upload ya upload. 9. Apakah tujuan serta harapan Humas dengan memanfaatkan media sosial? J: Pengennya sih lebih bisa berita itu masuk ke semua kalangan, gak hanya kalagan karyawan tapi juga bisa masuk ke kalangan anak-anak kampus, anak-anak sekolahan, dengan cara yang lebih santai, terus juga masyarakat juga bisa tau nih, pak walikota dan pak wakil walikota itu kegiatan setiap harinya apa, kaya seperti apa, kaya gitu sih. Terus juga meliat humas tuh bukan dari sisi, seakan-akan kita tuh beritain pemerintah mulu tapi kita juga beritain tapi punya sisi lain, kita bisa lebih ke masyarakat, kaya adanya postingan liputan spesial, nah itu salah satunya. 10. Kalau setiap postingan itu semuanya kan atas intruksi pimpinan, nah kalau setiap ada program itu kira-kira kalau disosialisasikan setiap ada beritanya saja atau di sosialisasikan berulang-ulang oleh humas? J: Kaya program Kampung Markisa gitu, Kampung Markisa itu kan program gitu ya, dan baru launching, jadi ya udah kita sosialisasikan juga biar banyak pengunjung juga kan, kaya program Kampung Bekelir juga, ya tergantung pimpinan sih, terus kaya harus dipromosiin nih kampung kita, biar banyak orang yang tau, dan kampungkampung itu lebih masuk ke program pariwisata ya, masuk ke Disbud. 11. Kisaran umur berapa yang mengikuti medsos Humas? Apakah ada segmentsi umur sesuai dengan medsosnya antara pengikut di facebook dan Instagram? J: Kisaran umur yang mengikuti akun medsos Humas paling banyak itu rentang umur itu 40%, yang keduaa itu thun itu 32%, yang ketiga itu kisaran umur tahun. Untuk gendernya itu kebanyakan lakilaki sekitar 70%, kalo perempuan itu cuma 30%. Kalo untuk segmentasi umur antara pengikut di medsos Instagram dan Facebook itu sama. 12. Konten apa saja yang paling disukai oleh masyarakat dari media sosial Bagian Humas?

154 J: Konten medsos yang paling disukai masyarakat itu, kan kita baru aja bikin storyboard baru, itu ada meme, yang paling disukai itu ada Humaskuy, dan di Humaskuy itu ada video, postingan Humaskuy itu memenya yang berbau tetang taman tematik, terus juga sama wisata-wisata kuliner atau jajanan-jajanan khas Tangerang. Terus untuk Humaskuy itu videonya liputan khusus, terus sekarang kita udah punya games, itu mungkin konten yang sedang disukai oleh pengikut di medsos. 13. Bagaimana tanggapan masyarakat mengenai informasi tentang festival Al- Azhom? J: Karena Festival Al Azhom itu acaranya dilakukan hampir satu bulan, jadi tanggepannya positif apalagi pas kita mengundang bintang tamu yang terkenal seperti Sabyan Gambus dan Ustad Abdul Somad. Untuk festival Al- Azhom itu antusias warganya tuh bagus banget dari pawai obor sampai adanya Sabyan yang bikin macet, da juga pas ustad Abdul Somad itu massanya banyak banget, jadi ya ga cuma warga Kota Tangerang doang tapi masyarakat di luar Tangerang pun mengetahui informasi Festival Al-Azhom. Transkrip wawancara dengan Bapak Ronald Titon (Kepala Administrasi Unit Pelaksana Teknis Pengelola Ruang Kota Diskominfo) tanggal 13 Agustus Bagaimana awalnya kota tangerang mulai memanfaatkan platform media sosial? Awal mulanya ya mungkin semenjak karena pemerintahan kan berusaha ngikutin tren ya, terus juga kita berusaha untuk lebih dekat ke masyarakat, jadi kalo masyarakat kan menggunakan sosial media, jadi tujuan utama ya ide untuk menjaring informasi, aspirasi layanan masyarakat, sama untuk memberitakan kegiatan-kegiatan pemkot, kaya terakhir kan itu kita nonton bareng, gerak jalan, terus juga ya intinya kegiatan-kegitan pemkot lah. Jadi ya pemkot tangerang memakai media sosial untuk mengkuti tren ya enggak juga, tapi ya mau ga mau harus ngikutin ya, ya salah satu strateginya itu, kita berusaha mendekatkan ke masyarakat, kan kalo misal melapor atau menyampaikan aspirasi kan kalo harus langsung datang ke kantor kan perlu biaya ya, waktu, tenaga juga. Jadi kan kalo lewat

155 medsos warga juga ga gaptek lagi ya, apalagi kebanyakan udah jaman milenial gini, masyarakat juga punya gadget ya kan, dan punya akun media sosial juga kan lebih enak lagi, kita juga gak perlu setiap saat harus turun ke wilayah untuk menjaring aspirasi, ya cukup dengan membuka kanal-kanal medsos gitu, jadi kita bisa tau apa nih yang masyarakat keluhin, laporin. 2. Apa yang membedakan media sosial milik diskominfo dan media sosial milik Bagian/divisi lain di pemkot tangerang? J: Seperti tadi kita bilang ya, ya kalo humas fokus ke pr nya ya, untuk mensosialisasikan kegiatan kota, khususnya pak walikota, wakil, dan pak sekda. nah kalau kita lebih global, tapi intinya kita menjaring aspirasi pengaduan masyarakat itu sih. Soalnya di kita kan gak cuma, jadi yang di kita nih di diskominfo itu sebenarnya ada lagi yang untuk memproduksi berita, seperti di humas itu di kita ada bidang DIKP, bidang upt pengendali ruang kota ini hanya untuk menjaring aspirasi masyarakat. Untuk berita-beritanya itu kita di supply dari Humas dan DIKP. Kita juga membantu menyebarkan informasi kegiatankegiatan di wilayah, kan biasanya wilayah juga kan punya akun-akun sosmed kan, nah kita membantu menyebarluaskan informasi yang ada di wilayah. 3. Media sosial apa saja yang digunakan pemkot tangerang dalam penyebaran informasi? Mengapa? J: Kita ada Path, ada Facebook, ada Instagram, Twitter, Whatsapp, dan Call Center, dan itu kan setiap segmen media sosial kan ada macem macem yah, penggunaannya, jadi kita buka semua kanal medsos, jadi kan kalo Facebook kan misal untuk rentang usia sekian hingga sekian, kan kalau yang kekinian kan kaya Instagram dan Twitter, jadi kita buka semua lapisan. Targetnya begitu kali ya, jadi kita di facebook penggunaan bahasanya beda, di instagram beda, di Twitter juga beda. Terus juga kan setiap medsos itu kan punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing, jadinya kita buka semua kanal medsos gitu. 4. Apa fokus informasi atau konten yang dibagikan oleh Pemkot Tangerang di medsos?

156 J: Kita mah gak ada fokus ya, jadi semua berita yang ada di kota terus juga dari SKPD, ya kita bantu broadcast gitu. Jadi semua yang bersangkutan dengan pemerintahan Kota Tangerang, terus juga kita kalau untuk ya selain itu juga tempat-tempat pariwisata, ya tergantung beritanya kita dapet dari Humas atau dari temen-temen SKPD atau apa gitu kita bantu, kan SKPD juga kan kaya Dinas pariwisata misalnya, mereka juga pasti banyak kan tentang tempattempat wisata, kaya Humas tentang kegiatan-kegiatan walikota, jadi kita semuanya gitu, gak ada pengkhususan, jadi ya kita mah intinya yang semua berkaitan dengan pemerintahan kota tangerang. 5. Bagaimana cara pemkot Tangerang mengenalkan atau mensosialisasikan media sosial pemkot tangerang kepada masyarakat? J: Kita tiap medsos juga sih jelasinnya, terus kita juga ada brosur-brosur ya, event- event gitu, jadi setiap kalau ada event gitu kaya Festival Cisadane, terus culinary night, kita biasanya buka stand dinas kominfo, nanti kan disitu biasanya ada brosur tuh dan nanti kita bagiin ke masyarakat masyarakat, terus juga biasanya setiap bulan ramadhan tuh kita ada kegiatan taraweh keliling, itu kan disebar seluruh kepala SKPD ya selain menjelaskan kegiatan kota, kegiatan SKPD nya juga ya menyalipkan informasi media sosial yang ada di kota, terutama sih aplikasi LAKSA ya, kita kan iconnya an koor nya LAKSA nya. 6. Karena kota tangerang memiliki motto kota berakhlakul karimah, apakah pemkot tangerang juga mengimplementasikan motto tersebut atau nilai-nilai keislaman di dalam bermedia sosial? J: Kita gak terlalu itu yah kaya mengkhususkan ke arah itu, jadi kita mah sifatnya global aja, takutnya kan kalo kita begitu ada nanti yang merasa terdiskriminasikan, kenapa ada agama aja yang kita inikan, yang lain engga, kita menjaga hal tu sih, jadinya kita global. 7. Pemkot tangerang memiliki program kerja yang berkaitan dengan kegiatan keislaman, Adakah strategi tertentu yang dilakukan diskominfo dalam mensosialisasikan hal tersebut di media sosial?

157 J: Program magrib mengaji tuh ada, tapi kalau kita kan tidak memproduksi berita, jadi kita hanya membantu menyebarluaskan, dari SKPD nya bua berita, ya kita bantu nyebarin, kalau gak ada berita ya kita enggak. Soalnya ya sekali lagi kita gak ada tupoksi untuk membuat berita, jadi tergantung berita dari masing-masing SKPD terkait aja kita bantu share. 8. Bagaimana ibu/bapak melihat fenomena media sosial seperti saat ini? Apalagi setiap pemerintahan di indonesia juga memanfaatkan medsos ini juga. J: Ya bagus sih kalo pada ikut menggunakan, cuman ya jangan sekedar bikin tapi gak dikelola dengan baik, soalnya kita juga kalo misalnya ada pengaduan salah alamat gitu, lalu kita informasikan silahkan melakukan pengaduan ke akun medsos ini untuk pemerintah sebelah, tapi giliran pas udah dihubungi si pegadu ini malah lapor lagi ke kita katanya akunnya gak aktif, kan kita ga bisa ngapa-ngapain. Jadi kalo bisa sih setiap pemerintah kota lain kalau buat akun medsos itu ya dikelola dengan baik, jangan cuma bikin doang tapi gak dikelola dengan baik.

158 B. Lampian Surat

159

160 C. Lampiran Dokumentasi