PT MUTUAGUNG LESTARI RESUME HASIL KEPUTUSAN AKHIR VERIFIKASI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT MUTUAGUNG LESTARI RESUME HASIL KEPUTUSAN AKHIR VERIFIKASI"

Transkripsi

1

2

3

4

5 RESUME HASIL KEPUTUSAN AKHIR VERIFIKASI (1) Identitas LVLK : a. Nama Lembaga : b. Nomor Akreditasi : LVLK-003-IDN c. Alamat : Jl. Raya Bogor Km. 33,5 No. 19 Cimanggis Depok d. Nomor telepon/faks. : (021) Fax. (021) /46 ; / e. Direktur : Ir. H. Arifin Lambaga, MSE. f. Standar : 1. Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI No: P.30/Menlhk/Setjen/PHPL.3/3/2016 : tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin, Hak Pengelolaan atau pada Hutan Hak. 2. Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari Nomor: P.14/PHPL/SET/4/2016 tentang Standard dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK), Lampiran 2.5. mengenai Standar Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) pada pemegang IUIPHHK kapasitas >6000 m 3 /tahun dan/atau IUI dengan nilai Investasi >500 Juta. g. Auditor : Wahidan Bunayya Rachman (Auditor) h. Tim Pengambil Keputusan : 1. Didik Heru Untoro 2. Bambang Gunardjito Halaman1dari10

6 (2) Identitas Auditee : a. Nama Pemegang Izin : PD. Rahmat b. Nomor & Tanggal SK : c. Luas dan Lokasi : d. Alamat Kantor : Jl. Baru Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi e. Alamat Pabrik : Jl. Baru Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi f. Nomor telepon/faks/ - g. Pengurus : Direktur Utama : Junaidi (Pemilik) h. Izin Industri dan Kapasitas Produksi : IUIPHHK Jenis Industri Produk Surat Keputusan Gubernur Jambi Nomor: 09/IUIPHHK/BPMD- PPT.4/II/2015 tanggal 09 Februari 2015 Kapasitas (M 3 /thn) Penggergajian Kayu Kayu Gergajian Rotary Mill Veneer Halaman2dari10

7 (3) Ringkasan Tahapan: Tahapan Waktu dan Tempat Ringkasan Catatan Konsultasi Publik (bila dibutuhkan) Pertemuan Pembukaan Verifikasi Dokumen dan Observasi Lapangan Pertemuan Penutupan Pengambilan Keputusan - - Senin 2 April 2018 Kantor Admin Pabrik PD. Rahmat 2 4 April 2018 Kantor, Pabrik Rabu 4 April 2018 Kantor admin Pabrik PD. Rahmat 25 April 2018 Kantor LVLK PT. Mutuagung Lestari a. Memperkenalkan anggota tim audit yang akan melakukan audit di PD. Rahmat. Meminta Perusahaan menunjukkan Surat Penunjukan/Kuasa Management Representatif. b. Konfirmasi tentang ruang lingkup pelaksanaan audit dan kriteria audit yang akan digunakan sesuai dengan aplikasi yang sudah disampaikan perusahaan kepada PT Mutuagung Lestari. c. Menjelaskan Standar Verifikasi yang menjadi acuan. d. Konfirmasi isi dari rencana audit/ Audit Plan yang sudah disampaikan kepada perusahaan oleh Tim Auditor. e. Metode Pelaksanaan Audit. f. Sumberdaya dan fasilitas yang diperlukan dalam pelaksanaan audit. g. Konfirmasi tentang seluruh keter-sediaan data yang dibutuhkan oleh tim auditor. h. Konfirmasi tentang kebutuhan akan personil dari perusahaan yang akan mendampingi seluruh kegiatan audit. i. Meminta agar perusahaan dan tim auditor dapat melakukan koordinasi dan kerjasama yang baik guna memperlancar pelaksanaan audit. j. Meminta agar Unit Manajemen menunjuk petugas berwenang yang akan dikonfirmasi berkaitan yang dibutuhkan pada masing-masing. Legalitas Usaha Legalitas Bahan Baku/SLK Pemasok Dok. Penjualan Domestik K3 dan Ketenagakerjaan a. Penyampaian ucapan terima kasih atas kerjasama perusahaan dalam pelaksanaan audit. b. Penjelasan prosedur dan tata waktu proses sertifikasi legalitas kayu baik jika hasil verifikasi menyatakan memenuhi ataupun tidak memenuhi standar yang ditetapkan. c. Pemaparan hasil verifikasi sementara dan temuan di lapangan. d. Penjelasan atas ketidaksesuaian terhadap standar yang diakibatkan belum lengkapnya materi audit, serta batas waktu penyelesaiannya. e. Tanggapan dari pihak manajemen PD. Rahmat f. Ketidaklengkapan diselesaikan dalam waktu 21 hari kalender ke depan. g. Penandatanganan Berita Acara Penutupan. Komite Pengambilan Keputusan memutuskan bahwa PD. Rahmat "" persyaratan dan standar untuk mendapatkan Sertifikat Legalitas Kayu. Halaman3dari10

8 (4) Resume Hasil Penilaian : Kriteria/Indikator/ Diterapkan Ringkasan Justifikasi Kriteria 1.1. Unit usaha dalam bentuk (a) Industri memiliki izin yang sah (b) Eksportir produk olahan memiliki izin yang sah. Indikator Unit usaha adalah produsen yang memiliki izin yang sah. Tersedia dokumen Akta Pendirian dan perubahan terakhir a. Akta Pendirian Perusahaan PD. Rahmat yang telah disahkan/disetujui oleh dan/atau Perubahan pejabat/instansi yang berwenang. Nama, tempat, ruang terakhir. lingkup dan organisasi usaha yang dijalankan saat ini sesuai. PD. Rahmat memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan yang b. Surat Izin Usaha sesuai dengan kegiatan usahanya. Perdagangan (SIUP) atau Izin Perdagangan yang tercantum dalam Izin Usaha Industri. c. Izin HO (Izin gangguan lingkungan sekitar). d. Tanda Daftar Perusahaan (TDP). e. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). f. Dokumen lingkungan hidup (AMDAL/UKL UPL/SPPL/ dokumen lingkungan hidup lain yang setara). g. IUIPHHK, Izin Usaha Industri (IUI) PD. Rahmat sudah tersedia izin HO (izin gangguan lingkungan sekitar industri) yang masih berlaku sesuai dengan ruang lingkup usahanya. PD. Rahmat memiliki dokumen TDP yang sah yang diterbitkan oleh instansi dan pejabat berwenang serta masih berlaku. Data dan informasi yang termuat pada dokumen TDP sesuai dengan dokumen legal lainnya NPWP (9 digit awal), SKT dan / atau SPPKP unit usaha tersedia dan sesuai dengan dokumen lainnya. Tersedia dokumen lingkungan hidup yang lengkap dan sah sesuai dengan kegiatan usahanya (untuk SPPL diperlukan bukti penyerahan ke instansi terkait). Tersedia laporan/catatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai / merujuk pada catatan temuan penting. IUIPHHK diterbitkan oleh instansi yang berwenang dan sesuai dengan dokumen terkait lainnya. Jenis usaha yang dijalankan sesuai dengan IUIPHHK. h. Rencana Pemenuhan Bahan Baku Industri (RPBBI) untuk IUIPHHK RPBBI terakhir (tahun berjalan) telah dilaporkan ke instansi yang berwenang. Realisasi pemenuhan bahan baku sesuai dengan RPBBI terakhir (tahun berjalan) yang telah dilaporkan. Halaman4dari10

9 Kriteria/Indikator/ Diterapkan Ringkasan Justifikasi Kriteria 1.2.Importir kayu dan produk kayu. Indikator Importir adalah importir yang memiliki izin yang sah PD. RAHMAT tidak terdaftar sebagai importir Dokumen pengakuan / pengenal sebagai importir. Indikator Importir memiliki sistem uji tuntas (due diligence) PD. RAHMAT tidak terdaftar sebagai importir Panduan/pedoman/ prosedur pelaksanaan dan bukti pelaksanaan sistem uji tuntas (due diligence) importir. Kriteria 1.3.Unit usaha dalam bentuk kelompok. Indikator 1..Kelompok memiliki akte notaris pembentukan kelompok atau dokumen pembentukan kelompok PD. Rahmat tidak membentuk kelompok dan tidak Akte notaris pembentukan termasuk unit usaha dalam bentuk kelompok kelompok atau dokumen pembentukan kelompok. PD. Rahmat tidak membentuk kelompok dan tidak Internal audit anggota termasuk unit usaha dalam bentuk kelompok kelompok Halaman5dari10

10 Kriteria/Indikator/ Diterapkan Ringkasan Justifikasi Kriteria Keberadaan dan penerapan sistem penelusuran bahan baku (termasuk kayu impor) dan hasil olahannya. Indikator Unit usaha mampu membuktikan bahwa bahan baku yang diterima berasal dari sumber yang sah. a. Kontrak suplai bahan baku dan/atau dokumen jual beli. b. Daftar Pemeriksaan Kayu Bulat (DPKB) c. Berita acara serah terima kayu dan/atau bukti serah terima kayu selain kayu bulat dari hutan negara, dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah. d. Dokumen angkutan Hasil Hutan yang sah. Seluruh penerimaan bahan baku kayu dilengkapi dengan dokumen kontrak suplai bahan baku dan / atau dokumen jual beli Seluruh penerimaan kayu bulat dari hutan negara terdapat : (a) DPKB yang telah dicetak dan ditandatangani oleh yang berwenang dan sesuai dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah (SKSHHK), (b) Label ID Barcode pada kayu bulat Seluruh penerimaan kayu selain kayu bulat dari hutan negara dilengkapi dengan bukti serah terima kayu dan dilengkapi dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah Seluruh penerimaan bahan baku kayu didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Hasil uji petik stock bahan baku di lapangan harus sesuai antara fisik kayu (jenis dan ukuran) dengan dokumen. Jumlah batang/keping dan volume di dalam dokumen angkutan hasil hutan yang sah sesuai dengan stok LMHH pada periode yang sama. Kartu tenaga teknis masih berlaku dan sesuai dengan SK lokasi penempatan. IUIPHHK PD. Rahmat tidak membeli, menerima dan mengolah kayu lelang atas sitaan aparat berwenang sebagai barang bukti dari hasil tindak kejahatan lingkungan. e. Nota dan Dokumen Keterangan (Berita Acara dari petugas kehutanan kabupaten/kota atau dari Aparat Desa / Kelurahan) yang dapat menjelaskan asal usul untuk kayu bekas/hasil bongkaran, serta Deklarasi Kesesuaian Pemasok. Selama periode Audit PD. Rahmat tidak menggunakan kayu bekas/hasil bongkaran Halaman6dari10

11 Kriteria/Indikator/ f. Dokumen angkutan berupa Nota untuk kayu limbah industri. g. Dokumen S-LK/ S- PHPL yang dimiliki pemasok dan/atau DKP dari pemasok. h. Informasi terkait VLBB untuk pemasok yang belum memiliki SLK/ S-PHPL / DKP yang dimiliki pemasok dan/atau DKP i. Dokumen pendukung RPBBI Diterapkan Ringkasan Justifikasi Selama periode Audit PD. Rahmat diketahui bahwa perusahaan tidak menggunakan kayu limbah industri. Seluruh pemasok menerbitkan DKP. Tersedia prosedur pemeriksaan terhadap pemasok yang menerbitkan DKP. Tersedia personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam pemeriksaan terhadap dokumen DKP yang diterima dari pemasok (beserta bukti surat penunjukan). Tersedia laporan hasil pemeriksaan kepada pemasok yang menerbitkan DKP. Informasi terkait VLBB sudah tidak diterapkan sejak akhir tahun 2017, hal ini sesuai ketentuan dalam Perdirjen PHPL Nomor: P.14/PHPL/SET/4/2016, Pasal 7. RPBBI terakhir (tahun berjalan) yang telah dilaporkan didukung dokumen sumber bahan baku yang lengkap sesuai dengan sumber bahan baku. Indikator Importir mampu membuktikan bahwa kayu yang diimpor berasal dari sumber yang sah. a. Pemberitahuan Impor PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri Barang (PIB). b. Bill of Lading. PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri c. Packing List (P/L). PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri d. Invoice. PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri e. Dokumen Deklarasi Kesesuaian Pemasok untuk kayu impor. PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri f. Rekomendasi Impor. g. Bukti pembayaran bea PD. Rahmattidak melakukan impor Bahan Baku Industri masuk bila terkena bea masuk. h. Dokumen lain yang relevan PD. Rahmattidak melakukan impor Bahan Baku Industri (diantaranya CITES) untuk jenis kayu yang dibatasi perdagangannya. i. Bukti Penggunaan kayu PD. Rahmat tidak melakukan impor Bahan Baku Industri impor. Halaman7dari10

12 Kriteria/Indikator/ Diterapkan Indikator Unit usaha menezrapkan sistem penelusuran kayu. a. Tally sheet penggunaan bahan baku dan hasil produksi. b. Laporan Produksi Hasil Olahan. c. Produksi industri tidak melebihi kapasitas produksi yang diizinkan. d. Hasil produksi yang berasal dari kayu lelang dipisahkan. e. Dokumen Ringkasan Justifikasi Tersedia tally sheet/ rekaman/ laporan produksi. Tally sheet/ rekaman/laporan awal produksi dapat memberikan informasi ketelusuran asal usul bahan baku Laporan hasil produksi PD. Rahmat sesuai dengan LMKB/LMHHOK serta terdapat hubungan yang logis antara input-output dan rendemen. Jenis produk yang dihasilkan sesuai dengan IUIPHHK yang dimiliki dan realisasi produksi tidak melebihi kapasitas yang diizinkan. PD. Rahmat tidak menggunakan bahan baku dari kayu lelang Dokumen catatan/laporan mutasi kayu sesuai dengan dokumen pendukung LMKB/LMKBK/LMHHOK. Indikator Proses pengolahan produk melalui jasa dengan pihak lain (industri lain atau pengrajin/industri rumah tangga) a. Dokumen S-LK atau DKP. Tidak ada penjasaan b. Kontrak jasa pengolahan produk antara auditee dengan pihak penyedia jasa (pihak lain). c. Berita acara serah terima kayu yang dijasakan. d. Ada pemisahan produk yang dijasakan pada perusahaan penyediajasa. e. Adanya pendokumentasian bahan baku, proses dan produksi dan ekspor apabila ekspor dilakukan melalui industri penyedia jasa. Tidak ada penjasaan Tidak ada penjasaan Tidak ada penjasaan Tidak ada penjasaan Halaman8dari10

13 Kriteria/Indikator/ Diterapkan Ringkasan Justifikasi Kriteria. Perdagangan atau pemindahtanganan hasil produksi dengan tujuan domestik Indikator.1. Unit usaha menggunakan dokumen angkutan hasil hutan yang sah untuk perdagangan atau pemindahtanganan hasil produksi dengan tujuan domestik. Dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Seluruh perdagangan atau pemindahtanganan produk dengan tujuan domestik didukung dengan dokumen angkutan hasil hutan yang sah. Kriteria 3.2. Pengapalan kayu olahan untuk ekspor Indikator Pengapalan kayu olahan untuk ekspor harus memenuhi kesesuaian dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). a. Produk hasil olahan kayu yang diekspor. b. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB). c. Packing list (P/L). d. Invoice. e. Bill of Lading (B/L). f. Dokumen V-Legal untuk produk yang wajib dilengkapi dengan Dokumen V- Legal. PD. Rahmat belum melakukan penjualan ekspor. Seluruh produk kayu gergajian masih untuk pasar domestik. g. Hasil verifikasi teknis (Laporan Surveyor) untuk produk yang wajib verifikasi teknis. h. Bukti pembayaran bea keluar bila terkena bea keluar. i. Dokumen lain yang relevan (diantaranya: CITES) Kriteria 3.3. Pemenuhan penggunaan Tanda V- Legal Indikator 3.. Implementasi Tanda V-Legal. Tanda V-Legal yang dibubuhkan sesuai ketentuan. Tanda V-Legal telah dibubuhkan pada dokumen/lampiran dokumen angkutan hasil olahan sesuai ketentuan. Tanda V-Legal tidak dibubuhkan pada produk kayu lelang (sitaan, temuan, rampasan). Halaman9dari10

14 Kriteria/Indikator/ Diterapkan Ringkasan Justifikasi Kriteria 4.1. Pemenuhan ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) Indikator Pedoman / Prosedur dan implementasi K3 a. Pedoman / prosedur K3. b. Implementasi K3. c. Catatan kecelakaan kerja Kriteria 4.2. Pemenuhan hak-hak tenaga kerja Indikator Kebebasan berserikat bagi pekerja Serikat pekerja atau kebijakan perusahaan (auditee) yang membolehkan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja. PD. Rahmat telah tersedia prosedur K3 yang terperinci pada masing-masing prosedur pendukung K3, personel yang ditunjuk untuk bertanggung jawab dalam implementasi pedoman/prosedur K3 (beserta surat penunjukannya). PD. Rahmat telah tersedia peralatan K3 sesuai ketentuan dan kebutuhan serta masih berfungsi dengan baik juga tersedia tanda/jalur evakuasi dan rambu K3 yang dapat terlihat dengan jelas. PD. Rahmat tersedia format catatan kecelakaan kerja yang digunakan untuk pencatatan setiap kejadian kecelakaan kerja secara lengkap dan upaya penanganannya Terdapat pernyataan tertulis mengenai kebijakan perusahaan yang membolehkan karyawan untuk membentuk atau terlibat dalam kegiatan serikat pekerja Indikator Adanya Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) atau Peraturan Perusahaan (PP) yang mengatur hakhak pekerja untuk IUIPHHK dan IUI yang mempekerjakan karyawan > 10 orang. PD. Rahmat telah memiliki dokumen PP dan telah Ketersediaan Dokumen KKB mendapatkan pengesahan dari Dinas Tenaga Kerja dan atau PP yang mengatur hakhak pekerja. Transmigrasi Kabupaten Bungo. Indikator Tidak mempekerjakan anak dibawah umur (di luar ketentuan). Tidak terdapat karyawan yang m a s i h di bawah umur. Tidak ada pekerja yang masih di bawah umur. Kesimpulan : Hasil pelaksanaan verifikasi di PD. Rahmat memperlihatkan bahwa dari keseluruhan verifier (56 verifier) : 1. yang memenuhi norma penilaian berjumlah 26 (dua puluh enam) verifier; 2. yang tidak diterapkan penilaian berjumlah 30 (tiga puluh ) verifier; 3. yang tidak memenuhi norma penilaian berjumlah 0 (nol) verifier. Dengan demikian PD. Rahmat dinyatakan standar verifikasi legalitas kayu. Hal ini sesuai dengan acuan standard verifikasi legalitas kayu: Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor: P.30/Menlhk/Setjen/PHPL.3/3/2016: Penilaian Kinerja PHPL dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin, Hak Pengelolaan atau pada Hutan Hak, Peraturan Dirjen Pengolahan Hutan Produksi Lestari Nomor: P.14/PHPL/SET/4/2016: Standard dan Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pengelolaan Hasil Hutan Produksi Lestari (PHPL) dan Verifikasi Legalitas Kayu (VLK) Lampiran 2.5. Halaman10dari10