BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA"

Transkripsi

1 xxi BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.. Sejarah Kelapa Sawit Kelapa sawit bukanlah tanaman asli di Indonesia. Tanaman ini dimasukkan pertama kali dari Afrika sebagai sentra plasma nutfah pada tahun 848, ditanam di kebun raya bogor. Percobaan percobaan banyak dilakukan di berbagai tempat di Jawa dan Sumatera. Disumatera selatan misalnya ditanam di Muara Enim (869) Musi Ulu (878), di Belitung (890) dan lain lain. Semuanya dilaporkan tumbuh dengan baik namun belum ada yang memulai membuka perkebunan sacara komersial. Kebun pertama dibuka pada tahun 9 di tanah Itam Ulu ( Sumatera Utara) oleh maskapai Olie Palm Cultuur dan Pulau Raja oleh maskapai Huilleries de a Sumatra-RCMA, kemudian oleh Seumadem Cultuur Mij, Sungai Liput Culuur Mij, Mapoli, Tanjung Genteng oleh Palmbomer Cuultur Mij, Medang Ara Cultuur Mij, Deli Muda oleh Helleris de Deli lain lain. Sampai tahun 95 baru mencakup areal seluas 275 ha, ditanam rsama kiltur lain seperti kopi, karet, dan tembakau. Pada tahun 96 ada 6 perusahaan di sumatera utara dan 3 di pulau Jawa. Pada tahun 920 sudah ada sebanyak 25 perusahaan yang menanam kelapa sawit di sumatera Timur, 8 di Aceh dan di Sumatera Selatan yaitu Taba Pingin dekat Lubuk Linggau. Sampai tahun 939 telah tercatat ada 66 perkebunan dengan luas areal ±

2 xxii 00 ha. Maskapai utama yang tercatat adalah HVA, RCMA, Socfin, Asahan Cultuur Mij, LCB Mayang, Deli Mij, dan S.Liput Cultuur Mij. (naibaho,998). Berdasarkan bukti bukti yang ada, kelapa sawit diperkirakan berasal dari nigeria, Afrika Barat. Namun ada pula yang menyatakan bahwa tanaman tersebut berasal dari Amerika, yakni dari Brazilia. Zeven menyatakan bahwa tanaman kelapa sawit berasal dari daratan tersier, yang merupakan daratan penghubung antara Afrika dan Amerika. Kedua daratan ini kemudian terpisah oleh lautan menjadi benua Afrika dan Amerika sehingga tempat asal komoditas kelapa sawit ini tidak lagi dipermasalahkan orang. Kelapa sawit (Elaeis guineesis) saat ini telah berkembang pesat di Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, dan justru bukan di Afrika barat atau Amerika yang dianggap sebagai daerah asalnya. Masuknya bibit kelapa sawit di indonesia pada tahun 948 hanya sebanyak 4 batang yang berasal dari Bourbon (Mauritius) dan Amsterdam. Ke-empat batang bibit kelapa sawit tersebut ditanam di Kebun Raya Bogor dan selanjutnya disebarkan ke Deli Sumatra Utara. Luas perkebunan kelapa sawit di indonesia hingga tahun 993 diperkirakan telah mencapai,6 juta hektar dan jumlah produksi minyak kelapa sawit Indonesia pada tahun 993 dalam bentuk CPO berkisar 3,7 juta Ton.

3 xxiii 2.2. Industri Minyak Kelapa Sawit. Minyak dan lemak termasuk salah satu anggota golongan lipid, yaitu lipid netral. Lipid itu sendiri dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelas, yaitu ) lipid netral, 2) fosfatida, 3) spingolipid, 4) glikolipid. Semua jenis lipid ini banyak terdapat di alam. Minyak kelapa sawit dapat dihasilkan dari inti kelapa sawit yang dinamakan minyak inti kelapa sawit (palam kernel oil) dan sebagai hasil hasil samping ialah bungkil inti kelapa sawit (palm kernel meal atau pellet). Di indonesia pabrik yang menghasilkan minyak inti kelapa sawit dan bungkil inti kelapa sawit adalah pabrik Ekstaksi minyak kelapa sawit di Belawan- Deli.sifat fisiko-kimia minyak kelapa sawit meliputi warna, bau, dan flavour, kelarutan, dan polimorphism, titik didih (boiling point), titik pelonakan, slipping point, shot melting point; bobot jenis, indeks bias, titik kekeruhan ( turbidity poin), titk asap, titik nyala, titik api.

4 xxiv tabel 2.8 Beberapa sifat fisiko-kimia dari kelapa sawit nilainya dapat dilihat pada Tabel. Nilai sifat fisiko-kimia Minyak Sawit Dan Minyak Inti sawit. Sifat minyak sawit minyak inti sawit - Bobot jenis pada suhu kamar 0,900 0,900-0,93 Indeks bias D 40º C,4565-,4585,495-,45 Bilangan Iod Bilangan penyabunan (Ketaren,2005) Salah satu tujuan pembangunan pertanian di Indonesia adalah meningkatkan produktifitas perusahaan dan nilai tambah produktivitasnya. Industri komoditas miyak sawit memungkinkan terciptanya mata rantai pengolahan dari dalam negeri. Hal ini diharapkan berdampak positif terhadap perluasan kesempatan berusaha disamping menciptakan tambahan lapangan kerja. Agroindustri merupakan salah satu cabang industri yang punya prospek cerah dimasa yang akan datang. Hal ini didukung dengan adanya sumber daya alam

5 xxv dan sumber daya manusia serta tersedianya peluang pasar yang cukup besar baik di dalam maupun di luar negeri. Pemasaran komoditas perkebunan selama ini masih terkonsentrasi pada upaya Ekspor berupa bahan mentah. Pola pemasaran seperti ini mempunyai posisi yang lemah ditengah tengah ketatnya persaingan dalam perdagangan dunia. Posisi ini juga akan semakin sulit dengan banyaknya barang substitusi sebagai hasil kemajuan teknologi di negara maju yang diciptakan untuk mengurangi ketergantungannya terhadap negara negara berkembang. Oleh karena itu pemerintah telah memulai mengambil langkah-langkah kebijaksanaan untuk mengembangkan kegiatan agroindustri. Beberapa pengembangan agroindustri yang sudah dilakukan oleh perkebunan kelapa sawit adalah Margarine, Oleochemical, Gliserin, Fatty Acid dan lain-lain. (risza,993) Komponen Kimia Minyak Kelapa Sawit. Kelapa sawit mengandung lebih kurang 80 persen perikarp dan 20 persen buah yang dilapisi kulit yang tipis; kadar minyak dalam perikarp sekitar persen. Minyak kelapa sawit adalah lemak semi padat yang mempunyai komposisi yang tetap.

6 xxvi Rata-rata komposisi asam lemak minyak kelapa sawit dapat dilihat pada tabel 2.7. Bahan yang tidak dapat disabunkan jumlahnya sekitar 0,3 persen. Tabel 2.Komposisi asam lemak minyak kelapa sawit da minyak inti kelapa sawit. Asam lemak minyak kelapa sawit minyak inti sawit (persen) (persen) Asam kapilat Asam kaproat Asam laurat Asam miristat,-2,5 4-7 Asam palmitat ,5-9 Asam stearat 3, ,5 Asam oleat Asam linoleat 7-0,5-2 (Deperindag,2007)

7 xxvii Minyak kelapa sawit tersusun atas lemak dan minyak alam yang terdiri atas trigliserida, digliserida, dan mono digliserida, asam lemak bebas, moisture, pengotor, dan komponen-komponen minor bukan minyak / lemak yang secara umum disebut dengan senyawa yang tidak dapat disabunkan (Sekjen deperindag,2007). Disamping komponen utama penyusun minyak kelapa sawit berupa asam lemak jenuh dan tak jenuh (Stearin dan Olein), juga terdapat komponen minor yang terdapat pada minyak kelapa sawit dalam jumlah kecil. Minyak kelapa sawit mengandung sekitar % komponen minor diantaranya: karoten, vitemin E (tokoferol dan tokotrienol), sterol, fosfolipid, glikiolipid, terpen, dan hidrokarbon alifatik.kegunaan yang terpenting dari karoten dan vitamin E adalah memberikan kontribusi sifat fisiologis yang penting pada tubuh (Choo Yen,994)

8 xxviii Tabel 3. Komponen minor dari minyak kelapa sawit No Senyawa Konsentrasi (ppm) Karotenoid Tokoperol dan Tokotrienol Sterol Phospolipid Triterpen Alkohol Metil Sterol Squalen Alkohol Alifatik Hidrokarbon Alifatik 50 (Tan,98) Minyak kelapa sawit (crude palm oil) dan inti minyak kelapa sawit (palm kernel oil) merupakan susunan dari fatty acid, asrified, serta glyerol yang masih banyak lemaknya. Didalam keduanya tinggi serta penuh dengan fatty acid, antara 50% dan 80% dari masing-masingnya.minyak kelapa sawit mempunyai 6 nama carbon yang penuh asam lemak palmitic acid berdasarkan dalam minyak kelapa sawit. Sebagian besar minyak kelapa sawit berisikan lauric acid. Didalam minyak sawit banyak mengandung vitamin K dan Magnesium.(Sekjen Deperindag,2007)

9 xxix 2.4. Dampak Lingkungan Industri Kelapa Sawit Pembangunan industri di indonesia berdasarkan konsepsi wilayah pusat pertumbuhan industri yang mencerminkan keterpaduan dan keterkaitan serta bertumpu pada potensi sumber daya alam dan energi. Atas dasar ini dilakukan dua macam pendekatan yaitu pendekatan Sektoral dan pendekatan Regional. Pencemaran terjadi akibat adanya bahan beracun dan berbahaya dalam limbah lepas yang masuk lingkungn hingga terjadi perubahan kualitas lingkungan. Sumbaer bahan beracun dan berbahaya dapat diklasifikasikan: () industri kimia organik maupun anorganik, (2) penggunaan bahan beracun dan berbahya sebagai bahan baku atau bahan penolong dan (3) peristiwa kimia-fisika, bologi dalam pabrik. Lingkungan sebagai bahan penerima akan menyerap bahan tersebut sesuai dengan kemampuanya. Sebagai bahan penerima adalah udara, permukaan tanah, air sungai, danau, dan lautan yang masing-masing mempunyai karakteristik berbeda. Air di suatu waktu dan tempat tertentu berbeda karakteristiknya dengan air pada tempat yang sama dengan waktu yang berbeda. Air berbeda karakteristiknya akibat peristiwa alami serta pengaruh faktor lain. Limbah yang mengandung bahan pencemar akan merubah kualitas lingkungan bila lingkungan tersebut tidak mampu memulihkan kondisinya sesuai dengan daya dukung lingkungan yang ada padanya. Oleh karena itu penting diketahui sifat limbah dan komponen bahan pencemar yang terkandung. Pengaruh pencemaran lingkungan diukur dengan perubahan kualitas lingkungan. Kualitas

10 xxx lingkungan di tetapkan pada satu periode dan tempat tertentu. Kualitas adalah suatu numerik yang di tetapkan berdasarkan situasi dan kondisi tertentu dengan mempertimbangkan banyak faktor yang mempengaruhi lingkungan. Kualitas lingkungan mengalami perubahan pada suatu periode tertentu sesuai dengan interaksi komponen lingkungan. Kualitas limbah menunjukkan spesifikasi limbah yang diukur dari kandungan pencemar dalam limbah. Kandungan pencemar dalam limbah terdiri dari berbagai parameter. Semakin sedikit parameter dan semakin kecil konsentrasi, menunjukkan peluang pencemar terhadap lingkungan semakin kecil. Limbah yang diproduksi oleh pabrik berbeda satu dengan yang lain, masing masing memiliki karakteristik tersendiri pula. Karakter ini diketahui berdasarkan parameternya. ( Agusnar, 2008). Limbah dapat dianggap sebagai bahan atau bentuk energi yang tidak bias dimanfaatkan secara ekonomis, diperoleh kembali dan di daur ulang pada waktu dan tempat tertentu. Pertumbuhan populasi manusia umumnya di imbangi dengan pembentukan jenis-jenis produk limbah yang lebih luas, dan banyak diantaranya menyebabkan pencemaran lingkungan yang serius dila dibiarkan bertumpuk dalam ekosistem.pelaksanaan sistem penanggulangan limbah dari beberapa abad dahulu bermacam macam dan yang kesemunya itu bertujuan menghilangkan ancaman yang berbahaya bagi kesehatan dan mengurangi jumlah senyawa organik yang bias teroksidasi sehingga dihasilkan air buangan akhir yang bisa dialirkan keluar

11 xxxi kedalam lingkungan alam tanpa menimbulkan efek apapun yang merugikan (Smith,995) Limbah Cair Kelapa Sawit Limbah cair juga dihasilkan pada proses pengolahan kelapa sawit. Ini berasal dari kondensat, satsiun klarifikasi dan dari Hydrocyclone. Limbah kelapa sawit memiliki kadar bahan organik yang tinggi. Tingginya kadar bahan tersebut menimbulkan beban pencemaran yang besar, karena diperlukan degredasi bahan organik yang lebih besar pula. Lumpur (sludge) disebut juga lumpur primer yang berasal dari proses klarifikasi merupakan salah satu limbah cair yang dihasilkan dalam proses pengolahan kelapa sawit, sedangkan lumpur yang mengalami proses sedimentasi disebut lumpur sekunder. Kandungan bahan organiik lumpur juga tinggi yaitu ph berkisar 3-5. (Fauzi,2004) Undang Undang Lingkungan Hidup Pencemaran lingkungan berakibat terhadap kesehatan manusia, tata kehidupan, pertumbuhan flora dan fauna yang berada dalam jangkauan pencemaran. Gejala pencemaran dapat terlihat pada jangka waktu singkat maupun panjang, yaitu pada tingkah laku dan pertumbuhan. Pencemaran dalam waktu yang relatif singkat, terjadi seminggu sampai dengan setahun sedangkan pencemaran dalam waktu yang panjang terjadi setelah masa 20 tahun lebih.

12 xxxii Tanda-tanda pencemaran ini gampang terlihat pada komponen lingkungan yang terkena pencemaran. Berbeda halnya dengan pencemaran yang terjadi dalam waktu yang cukup lama. Bahan pencemar sedikit demi sedikit terakumulasi. Jangkauan pencemar dalam jangka pendek maupun panjang tergantung pada sifat limbah, jenis, volume limbah, frekuensinya dan lamanya limbah berperan. (Agusnar,2008). Peraturan keselamatan (safety), keselamatan (Health), dan lingkungan Hidup (environmental) dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu : Peraturan Luar Negeri, dan penetapan ISO 400 Peraturan dalam negeri Peraturan luar negri sebagai pembanding Beberapa contoh peraturan luar negeri dikeluarkan oleh pihak Amerika Serikat, yaitu: Peraturan occupation safety and Health Act yang di terbit-kan di amerika serikat pada tanggal 29 Desember 970 bertujuan untuk mengurangi kecelakan di tempat kerja menyebabkan luka-luka, sakit dan meninggal dunia. Occupation safety and health standart bekerja sama dengan instansi Department of labour Occupation safety and Health Administration (OSHA) dan national Institute for Occupational safety and Health (NIOSH).

13 xxxiii Undang-undang lingkungan hidup di Amerika Serikat National Enviromental Policy Act of 970 (NEPA) Clean Air Act of 970 (CAA) Federal Water Pollution Control Act of 970 (FWCPA) Comprehensive Environmental Response, Compensation and Liability Act of 980 (CERCLA). Undang undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 4 Tahun 982 tentang pokok-pokok pengelolaan lingkungan hidup dan diikuti beberapa Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Peraturan Menteri, Surat Keputusan Menteri sampai dengan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup harus disosialisasikan dan ditaati oleh dunia industri, masyarakat, dan pengusaha. Undang- Undang (UU) Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 997 sebagai pembaruan UU RI Nomor 4 Tahun 982, sehingga sehingga proses pembuktian dan Penentuan subyek Hukumnya sudah di atur dalam pasal 30 s/d 48 mulai dari penyelesaian sengketa lingkungan hidup, tanggung jawab mutlak, penyidikan dan ketentuan pidananya. Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 977 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup telah disahkan pada Tanggal 9 September 997 merupakan Revisi Undang-Undang RI Nomor 4 tahun 982 (Suharto,20).

14 xxxiv Undang Undang Lingkungan Untuk Pabrik Kelapa Sawit Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa pembuangan limbah segar kebadan air penerima akan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan, oleh karena itu perlu dikendalikan agar sesuai dengan dengan persyaratan bahan baku yang diperkenankan. Mutu limbah yang diperkenankan menurut Keputusan Menteri Negara KLH No.Kep.03/MENKLH/II/99 adalah seperti tabel berikut. Tabel 4. Baku Mutu Limbah Pabrik Kelapa Sawit. Parameter Beban Maksimum ph 6-9 BOD,ppm 250 COD,ppm 500 TSS, ppm 300 NH 3 -N,ppm 20 Oil-grease, ppm 30 (Naibaho,998) Pengelolaan lingkungan hidup menjadi suatu keharusan bagi agribisnis kelapa sawit karena meningkatnya tekanan konsumen akan roduk yang ramah lingkungan (green product ). Landasan hukum yang digunakan untuk pengelolaan lingkungan hidup sebagai berikut:

15 xxxv. Undang-undang Nomor 4 tahun 982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. 2. Peraturan Pemerintah Nomor Tahun 993 sebagai penyempurnaan Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 986 tentang pengelolaan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). 3. Keputusan Presiden Nomor 23 Tahun 990 tentang pembentukan badan Penanggulangan Dampak Lingkungan (BAPEDAL). 4. Undang-undang Nomor 23 Tahun 997 tentang Pengolahan Lingkungan Hidup sebagai penyempurna UU No.4 tahun Peratura Pemerintah Nomor 27 Tahun 999 sebagai penyempurna PP No. 5 Tahun 993, dimana telah diakomodir wacana otonomi daerah sehingga memungkinkan pembahasan dan penilaian AMDAL oleh Pemerintah Daerah. Menurut keputusan Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Hidup No.9 Tahun 2000 tentang Pedoman Penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup pada Lampiran II dikemukakan bahwa studi AMDAL, terdapat empat kelompok parameter komponen lingkungan hidup, sebagai berikut : Fisik-Kimia (iklim,kualitas udara,demografi,ruang,lahan,tanah,dan hidrologi) Biologi (flora dan fauna) Sosial (budaya,ekonom,dan pertahanan/keamanan) Kesehaan masyarakat. ( Pahan,202).

16 xxxvi 2.7. Fermentasi Biogas (gas methan). Teknologi fermentasi dapat melibatkan sel-sel hidup yang lengkap (mikroba, sel-sel hewan dan tumbuhan) atau komponen sel (Enzim) dan diarahkan untuk menimbulkan perubahan kimiawi atau fisika yang spesifik pada substansi organik. Konversi bahan organik menjadi metana lewat fermentasi merupakan proses alami, yang menghasilkan energi dalam keadaan bersih, berenergi tinggi dan berbentuk gas. Produk metana terjadi secara alami pada rawa-rawa, pada endapan organik dalam sistem akuatik dan pada usus sapi. C₆H₁₂O₆ CH₄ + 3CO₂ Mikrobiologi produksi metana sangat kompleks dengan menggunakan berbagai campuran mikroorganisme anaerob. Pada prinsipnya, fermentasi anaerob dari campuran bahan organik yang kompleks diyakini akan berlangsung melalui tiga fase biokimiawi yang penting. Dengan masing-masing membutuhkan parameter mikrobiologi yang spesifik. Tahap permulaan memerlukan pelarutan molekulmolekul yang kompleks seperti molekul selulosa, lemak, dan protein, yang membentuk sebagian besar bahan organik mentah. Hasil tahap ini yang berupa produk yang dapat larut dengan berat molekul rendah kemudian diubah menjadi asam asam organik; dalam fase akhir aktifitas mikroba, asam-asam ini (yang terutama asam-asam asetat) mengalami penguraian spesifik oleh bakteri metanogen menjadi metana dan CO₂.

17 xxxvii Fase fase 2 fase 3 lemak Mikroorganisme dekomposisator lemak protein Mikroorganisme dekomposisatisator protein SENYAWA TERLARUT ASAM ORGANIK bakteri metana CH₄ + Selulosa 3CO₂ mikroorganisme dekomposisator selulosa C₆H₁₂O₆ 3 CH₄ + 3CO₂ + 20 Kkal ( Smith, 988) proses digesti Anaerob Air Limbah merupakan suatu teknik yang sudah dipraktekkan sejak lama, dan banyak sistem pembuangan air limbah perkotaan memanfaatkan berbagai cara untuk menangkap metana serta mendapatkan energi bagi kebutuhan pabrik pengolahan air limbah tersebut. Pengembalian energi itu merupakan cara sederhana dan pengembangan berskala besar kelihatan tidak mungkin terlaksana. (Smith,988).