MENGUKUR DAN MELETAKKAN UKURAN (ALAT PENGUKUR) GEOMETRY INSTRUMENT BEACON (BEACON) VIEWER (WATERLEVEL) TONGKAT (STICK)

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENGUKUR DAN MELETAKKAN UKURAN (ALAT PENGUKUR) GEOMETRY INSTRUMENT BEACON (BEACON) VIEWER (WATERLEVEL) TONGKAT (STICK)"

Transkripsi

1 MEASURING AND PROJECTING MENGUKUR DAN MELETAKKAN UKURAN (ALAT PENGUKUR) GEOMETRY INSTRUMENT BEACON (BEACON) VIEWER (WATERLEVEL) TONGKAT (STICK)

2

3 TECHNICAL COOPERATION PDAM PONTIANAK - OASEN drinkwater GOUDA Basic handbook / presentation Measuring and Projecting of water pipe systems Buku presentasi / pegangan Mengukur dan Meletakkan Ukuran sistim pipa air With thanks to: The Netherlands OASEN drinkingwater: Managing Director Director Operations Oasen Project Manager Instructors : Ir. A.B.I.M Vos de Wael : Ing. H.Ardesch : Ir. A.Haasnoot : Mr. T.Stolwijk, Mr. A.Schouten Republic of Indonesia PDAM Pontianak Managing Director Technical Director PDAM : Ir. Syahril : Mr. Masriyatno Copyright 2006, All Rights Reserved By OASEN drinkwater Compiled by: Disusun oleh: Mr. H.W. Nuijten OASEN drinkwater Gouda, februari 2007 The Netherlands.

4

5 Chapter 1 Bab 1 Measuring (and projecting) Mengukur dan Menempatkan ukuran What will you learn In part one of measuring and projecting some basic terminology and techniques will be described for performing simple measurements and projections. You will learn how to project straight lines on level planes using nail steaks, and how to set up perpendicular lines on these straight lines using optical squares. Apa yang akan dipelajari... Pada bagian pertama ini akan dijelaskan beberapa pengertian dasar dan cara dalam pengukuran (teknik) untuk mengambil ukuran sederhana dan memproyeksikan ukuran. Selanjutnya akan dipelajari bagaimana menempatkan ukuran pada tanah yang datar dengan menggunakan nail steak (tongkat lancip) serta menarik garis tegak lurus pada garis lurus ini dengan menggunakan optical squares (alat semacam kompas). Goal When a drinking water distribution network is constructed underground, it is essential to register its layout. This is done to make it possible to retrieve the location of these network pipes when, for example, a new house connection or a new pipe branch needs to be applied. Registering of the location of these pipes is also useful to provide information when, for example, a new house is being constructed and it needs to know where the pipes network is. The registering is always done during the construction phase of the network pipes. Besides, this registration is exceptionally useful when someone is searching for a specific valve which cannot be found, can be retrieved by using the registering. Tujuan Apabila sebuah jaringan air minum dirancang (akan dibuat) dibawah tanah, maka perlu dicatat daftar rinciannya. Hal ini dilakukan untuk memungkinkan mendapat kembali lokasi/tempat letaknya jaringan pipa-pipa ini kalau seumpamanya, sebuah sambungan-rumah atau cabang pipa air akan dipasang. Daftar rincian dari lokasi pipapipa tersebut juga berguna dalam melengkapi informasi, misalnya sebuah rumah baru sedang dibangun dan diperlukan untuk mengetahui dimana letak jaringan-jaringan pipa itu. Daftar rincian harus selalu dibuat pada waktu pemasangan jaringan pipa. Lagi pula, hal ini sangat berguna karena andaikata petugas mencari sebuah katup yang tidak diketahui letaknya, dengan bantuan daftar rincian, lokasi dari katup tersebut dapat diketemukan. Accuracy is very important when it comes to measuring and registering. If the surveyor does not work accurately, this will significant impact on the registration of the network. Ketepatan merupakan hal sangat penting pada saat pengukuran dan registrasi (membuat catatan). Jika seorang surveyor tidak bekerja dengan akurat maka akan mempengaruhi proses pemasangan sambungan jaringan kelak.

6 1.1 Measuring equipment The following tools can be used for measuring distribution networks. The measuring tape (rolmaat) or folding meter: 1.1 Perlengkapan alat pengukuran Alat-alat dibawah ini merupakan alat yang diperlukan untuk mengukur jaringan-jaringan pipa. Meteran gulung atau meteran lipat: Measuring tape meteran gulung meter Foldingmeter meteran lipat meteran gulung (2-5 meter) Roll meter The measuring tape or folding meter is only suitable for measuring small distances (a few meters maximum). These measuring tools are often quite handy to their small size. Meteran gulung atau meteran lipat sangat sesuai untuk mengukur jarak yang pendek. (maksimum beberapa meter saja). Alat pengukur seperti ini mudah dibawa karena bentuknya yang kecil. The measuring tape: The measuring tape usually has a length of 25 or 30 meters and is equipped with a winch. The division is usually in meters, decimeters and centimeters. The measuring tape is by far the most used measuring instrument. Meter gulung: Alat ini biasanya sepanjang meter dan dilengkapi dengan sebuah pemutar. Pembagian ukuran biasanya menggunakan meter, decimeter dan sentimeter. Jenis ini lebih sering digunakan sebagai alat pengukur. The measuring wheel: The measuring wheel consists of a wheel which is connected to a calculator. It is equipped with an arm, which makes it easy to measure great distances by just walking them, pushing the wheel as you go along. The use of this measuring wheel for measuring and registration distribution pipe networks should be avoided as much as possible, as it is quite inaccurate. It can, however, be used when distances exceeding 100 meters have to be measured. Meteran roda: Meteran roda terdiri dari sebuah roda yang dihubungkan dengan sebuah kalkulator. Alat ini dilengkapi dengan sebuah pegangan sehingga memudahkan untuk mengukur jarak jauh dimana hanya dengan berjalan sambil mendorongnya. Penggunaan meteran roda sebagai pengukur dan pencatatan jaringan-jaringan pipa haruslah dihindari sedapat mungkin, karena kurang akurat. Namun alat ini dapat digunakan untuk jarak ukuran yang melebihi 100 meter.

7 Measuring Wheel Roda meteran Nail steaks Tongkat lancip Nail steaks: Nail steaks are red-white round wooden sticks and are usually 2 meters long. They usually consist of four sections: 2 red, 2 white, each 50 centimeters long. They have a steel tip which makes it easier to put them in the ground. When a nail steak cannot be put in the ground, for example on an asphalt road, a tripod can be used. Tongkat lancip: Alat ini berwarna merah-putih dari bahan kayu yang dibulatkan dan biasanya berukuran panjang 2 meter. Tongkat ini terdiri atas 4 bagian: 2 merah, 2 putih berselang seling dan setiap bagian 50 cm. Setiap ujung tongkat kayu ini dipasang besi yang lancip agar mudah ditancapkan kedalam tanah. Apabila tongkat tersebut tidak dapat ditancapkan, misalnya pada jalan aspal, maka dapat digunakan bantuan tripot (standar kaki tiga) untuk menegakkannya. Optical squares: When measuring using 90 degrees angles optical squares are often used. There are many different types of optical squares, but we will focus on the double optical squares or double pentagon prism. A double pentagon prism consist of two pentagon prisms that are located one above the other, at a 90 degree angle. Viewers are located at the top prism as well as at the bottom prism, and even in between. This enables the viewer to project an angle of 2 x 90 degrees. In other words, a point can be determined on a measuring line between two points and in this point the perpendicular line can also be determined. Optical squares (alat semacam kompas): Ketika mengukur dengan bantuan sudut 90 derajat, sudut optical square ini sering dipergunakan. Ada banyak jenis optical squares, namun disini hanya akan dibahaskan jenis optical squares dobel atau prisma segi lima dobel saja. (Pentagon prisma=pentagon bersisi lima) Pentagon prisma dobel terdiri dari dua pentagon prisma yang ditempatkan satu diatas yang lain dengan membentuk sudut 90 derajat. Baik diatas maupun dibawah dan kadang-kadang diantara prisma-prisma diletakkan sebuah viewer (teropong). Hal ini memudahkan teropong untuk memproyeksi sebuah sudut 2 x 90 derajat. Dengan kata lain, sebuah titik dapat ditentukan pada garis pengukuran antara dua titik dan pada titik itu garis tegak lurus dapat juga ditentukan.

8 Double pentagon prisma Pentagon prisma dobel 1.2 Setting up a straight line in a level plane 1.2 Membuat garis lurus diatas tanah yang datar. When installing a main pipe in a straight line of approximately 100 meters, it is essential to set up multiple points along this line to ensure that the digging proceeds in a proper, straight line. The following is done: A nail is placed vertically in location A and B. This can be checked with the so called nail steak leveler. When the bubble is centered, the nail steak is vertical. It is, however, essential that the nail steak itself is straight. Apabila pemasangan sebuah pipa induk (tersier) pada sebuah garis lurus yang mendekati jarak 100 m, sebaiknya membuat beberapa titik sepanjang garis tersebut untuk meyakinkan penggalian tersebut dilakukan dengan tepat dan lurus. Perhatikan Caranya: Sebuah nail steak ditempatkan secara tegak lurus dilokasi A dan B. Ini dapat diperiksa dengan Nail Steak Leveler (tongkat pelurus/perata). Apabila gelembung tersebut berada ditengah-tengah, berarti posisi tongkat tersebut lurus. Tongkat tersebut juga seharusnya lurus.

9 If the nail steak leveler is missing it can always be checked using corners of existing buildings. To do this, stand behind the nail steak and check if it coincides with the corner of a building. Kalau tidak ada tongkat pelurus, maka dapat di periksa dengan menggunakan sudut dari gedunggedung disekitar pengukuran. Untuk melakukan hal ini, berdirilah dibelakang tongkat dan pastikan dengan seksama bahwa tongkat ini bertepatan dengan sudut sebuah gedung. When the nail steak A and B is properly vertical the surveyor positions himself approximately 3 meters behind the nail steak A, while the assistant positions himself in location C, on the line AB. The assistant must hold nail steak C slightly above the middle between his thumb and index finger, so that its tip does not touch the ground. The surveyor behind the nail steak A gives a sign that his assistant can place the nail steak C. Assistant must hold the nail steak at his side, so that his body does not interrupt the surveyors view of line AB. Ketika tongkat A dan B sudah benar-benar tegak lurus, surveyor menempatkan dirinya sekira 3 m dibelakang tongkat A, sementara asisten berdiri pada titik C, yang terletak digaris AB. Perlu diingat bahwa Asisten harus memegang tongkat C agak sedikit diatas (dibagian tengah) dengan mempergunakan ibu jari dan jari telunjuk sehingga ujungnya tidak menyentuh tanah. Surveyor memberikan tanda bahwa tongkat C dapat ditancapkan. Asisten harus memegang tongkat itu disampingnya sehingga badannya tidak mengganggu pandangan surveyor terhadap garis AB. When the nail steak is properly placed its position can always be checked by looking passed nail steak A (left and right) at nail steak B. In both cases nail steak C should be invisible as it disappears behind nail steak A. The OK -signal can be given. Apakah nail steak ditempatkan secara tepat pada posisinya, hal ini akan selalu dapat diperiksa dengan memperhatikan lewat nail steak A (kiri dan kanan) kearah nail steak B. Dalam kedua hal ini, posisi nail steak C seharusnya tidak kelihatan karena dilindungi oleh nail steak A. Kemudian dapat diberikan tanda OK. It is unusual to shout at each other when indicating that a nail steak must be relocated. It is far more useful to use sign language when setting up. To properly understand each other it is essential that everyone involved knows and understands this sign language. Umumnya antara Surveyor dan asisten tidak perlu berteriak untuk menyatakan perintah pemindahan tongkat. Lebih sering digunakan aba-aba/kode. Supaya tidak ada salah pengertian antara petugas, hendaknya setiap orang yang terlibat, mengetahui dan mengerti akan tanda-tanda/abaaba yang digunakan tersebut. Figure 5 / gambar 5 Figure 6 / gambar no 6

10 Figure 7 / gambar no 7 The most common signs are: 1. Attention. When starting the surveyor will indicate this by raising one of his arms (figure 5). 2. Move in the indicated directions. The surveyor points to the intended directions (figure 6). 3. Adjust the nail steak vertically. Stretch an arm in the directions similar to the direction of the nail steak and move it towards vertical (figure 7). 4. Ok. Move an arm in front of the body in a horizontal direction. Tanda-tanda yang sangat lazim dipakai adalah. 1. Perhatian. Apabila mulai surveyor akan menunjukkan ini dengan mengangkat salah satu tangannya (gambar no 5). 2. Gerakan kearah yang diminta. Surveyor itu menunjuk kearah yang dimaksudkan. (gambar no. 6). 3. Menyetel tongkat lancip supaya tegak lurus. Merentangkan satu tangan searah dengan tongkat kemudian merubah gerakan tangan kearah tegak lurus (gambar no. 7) 4. OK. Gerakan satu tangan didepan badan dengan arah mendatar/horizontal. 1.3 Setting up 90 degrees angles Three methods are known to set up 90 degrees angles: a. the perpendicular line construction; b. the steek; c. mirror instruments. 1.3 Membentuk sudut-sudut 90 derajat Tiga metode yang lazim dipakai untuk membentuk sudut-sudut 90 derajat yaitu: a. Konstruksi garis tegak lurus b. Instruk steek c. Mirror instruments/alat cermin.

11 a. The perpendicular line construction If a perpendicular line ( figure 8) has to be set up from a location A on existing line l, a measuring tape is used to project locations B and C on line l at equal distances from A. In the B and C a circle is projected with a radius of approximately twice the distance AB. The intersection of these two circles is location P. The line AP is perpendicular to line l. If the intersection of the two circles on the other side of the line l is called R. The distance of BR is equal to CR. Then the line PR (through A) is perpen dicular to line l. (The distance BR and BP is not necessarily the same). a. Konstruksi garis tegak lurus. Jika pada sebuah garis yang sudah ada diletakkan titik A dan sebuah garis tegak lurus harus didirikan dari titik tersebut. Maka dengan bantuan meteran gulung dibentuk titik B dan C dengan jarak yang sama dari titik A. Pada titik B dan C diproyeksikan lingkaran dengan radius/jari-jari yang kira-kira dua kali jarak AB. Pertemuan dari kedua lingkaran ini adalah. titik potong P. Garis AP adalah garis tegak lurus pada garis l. Jika sebelah lain dari garis l dibuat hal yang serupa maka terdapatlah titik potong R. Jarak BR sama dengan jarak CR. Titik A dan titik P terletak disatu garis yang tegak lurus pada garis l. (Jarak BR dan BP tidak perlu sama). b. The method is based on the mathematical Pythagoras theorem (figure 9). Point B is located 4 meters from location A along line l. It can be useful to place a nail steak in both locations. Next a circle,using a measuring tape, with a radius of 3 meters is projected from point A, and a circle with a 5 meter radius is projected from point B. when the intersection of these two circles is called point C, then the line AC is perpendicular to line l. b. Instruksi steek Metode steek didasarkan pada teori matematika Pitagoras ( gambar 9). Tariklah dari titik A jarak 4 m kearah titik B pada garis l. Ada baiknya menempatkan tongkat lancip pada kedua titik tersebut. Selanjutnya buatlah lingkaran dengan meteran gulung dari titik A dengan jarak 3m. (AC) Kemudian buat lingkaran dari titik B dengan jari-jari 5m. Kedua lingkaran itu saling memotong dititik C. Maka garis AC itu tegak lurus pada garis l.

12 a. There are three different mirror instruments: 1. the optical square; 2. the triangular, or Bauernfeind prism; 3. the pentagon prism. ( figure 10) b. Ada 3 alat cermin yang berbeda: 1. Optical square (alat semacam kompas); 2. Segi tiga atau prisma bauernfeind; 3. Prisma segi lima (gambar 10) The first and second instrument is hardly ever used nowadays, so only the third will be described. How does a pentagon prism work: If a perpendicular line must be set up in point D, located in line with the measuring line AC, then the next procedure can be followed: position the prism directly above point D; position the glass pane FG approximately parallel to line AC; nail steaks A and C should coincide in the glass viewer; look over the top of the prism and place a nail steak E in such a manner that it coincides with the image of nail steaks A and C in the prism. If the points A, C and D are known then the next procedure can be followed: position the prism approximately above point E; adjust the position of the prism so that the nail steaks A and C coincide. This implies that you are positioned on the measuring line; adjust the prism along the measuring line until nail steak D (seen over the prisms) is in line with the image of A and C. Alat yang pertama dan kedua hampir tidak pernah digunakan jaman sekarang, sehingga alat yang ketiga akan dijelaskan secara lebih lanjut. Bagaimana cara kerja sebuah pentagon prisma: Kalau sebuah garis tegak lurus harus didirikan pada titik D, yang terletak pada perpanjangan garis pengukur AC, prosedur selanjutnya seperti berikut: tempatkan posisi prisma lurus diatas titik D; tempatkan dinding kaca F G kurang lebih sejajar dengan garis AC; nail steak A dan C harus tepat segaris dalam kaca viewer lihat dalam prisma dan tempatkan nail steak E disuatu tempat sehingga nail steak tersebut bertepatan dengan bayangan dari steak A dan C didalam prisma. Sekarang jika titik A, C dan D telah diketahui, dan dari titik D yang terletak diperpanjangan garis AC diturunkan sebuah garis lurus, prosedurnya sebagai berikut: tempatkan prisma dan pen pemegangnya kira-kira dititik E. atur posisi prisma pada garis pengukur sedemikian rupa sehingga nail steak A & C bertepatan. atur prisma pada garis pengukur sampai letak nail steak D (lihat dalam prisma) segaris dengan bayangan titik A dan C.

13 1.4 Exercises Exercise 1: Place two nail steaks A and B approximately 25 meters apart. The surveyor, with the help of an assistant place a nail steak C exactly in between A and B by using sign language. This exercise must be repeated but this time the surveyor and the assistant exchange roles. 1.4 Latihan-latihan Latihan 1: Tempatkan dua nail steak A dan B kira-kira 25 m jaraknya. Kemudian surveyor dengan bantuan asistennya menempatkan nail steak C diantara A dan B dengan menggunakan kode/aba-aba. Latihan ini harus diulang dimana kali ini surveyor dan asistennya bertukar peranan. Exercise 2: Place two nail steaks A and B approximately 15 meters apart, and place a third nail steak C in the extension line of these two nail steaks A and B. Latihan 2: Tempatkan dua nail steak A dan B berjarak kirakira 15 m dan tempatkan nail steak yang ketiga C diperpanjangan garis dari kedua nail steak A dan B. Exercise 3: Place two nail steaks A and B approximately 25 meters apart and have the surveyor and the assistant place two nail steaks C and D in between these two nail steaks, without having them position themselves behind the nail steaks A and B. Latihan 3: Tempatkan dua nail steak A dan B berjarak kirakira 25 m, dan perintahkanlah surveyor dan asistennya menempatkan nail steak C dan D diantara kedua nails steak tersebut tanpa berdiri dibelakang nail steak A dan B.

14 Exercise 4: Projecting a perpendicular line Place two nail steaks A and B approximately 25 meters apart. The surveyor must position himself approximately centered between these nail steaks (point C), and have the assistant position a third nail steak so that the optical square is exactly on line AB and that line CD is its perpendicular line. Latihan 4: Proyeksikan sebuah garis tegak lurus. Tempatkan dua nail steak A dan B kira-kira 25 m jaraknya. Berdirilah dipertengahan garis ini (titik C) dan perintahkan asisten menempatkan nail steak ketiga D sedemikian rupa sehingga lewat cermin sudut yang terletak persis diatas garis AB terlihat sebuah garis CD tegak lurus pada garis AB.

15 Exercise 5: Dropping a perpendicular line Place two nail steaks A and B approximately 25 meters apart. Next place nail steaks D. use an optical square to determine the intersection point C. Latihan 5: Menurunkan garis tegak lurus Tempatkan dua nail steak A dan B berjarak sekitar 25 m. Kemudian tempatkan nail steak D. Gunakan sebuah optical square/cermin sudut untuk menentukan titik potong C.

16 Chapter 2 The practice Bab 2 Praktek The real world What will you learn In part two the theory discussed in part one will be put to practice. Among other thing a right decision must be made how a service pipe will be measured. Service pipe sketches are made and agreements must be reached on how to obtain an optimal level of uniformity in these sketches. Also, long distance measurements will be made by using optical squares. Draft revisions of main pipe data will be made, so that they can be processed in the drawing department. Pada situasi sebenarnya (dunia nyata) Apa yang akan dipelajari... Dalam bab kedua ini, teori yang dijelaskan dalam bab satu akan dipraktekkan. Antara lain sebuah keputusan yang tepat harus diambil apabila sebuah pipa dinas akan diukur. Sket/bagan pipa dinas dibuat dan persetujuan harus dicapai untuk memperoleh tingkat optimal/tinggi dari keseragaman didalam sket tersebut. Juga ukuran jarak jauh akan dibuat dengan menggunakan optical square. Konsep perbaikan dari data pipa induk (tersier) akan dibuat, sehingga dapat diproses dibagian/ruang gambar. 2.1 Measuring service pipe When a new connection is made it is desirable to note its location. This ensures you that it can always be recovered when it is necessary. In this case it is essential to know what to be measured. First of all we want to know the exact location of the service pipe to the main pipe. We also determine the location of the water meter, and if the location of a pipe shows a deviating pattern it is also useful to determine specific locations. This measuring must be reacted to fixed buildings as much as possible. This means, in the first place looking for concrete or stone structures. This does not necessarily imply houses. Bridges or power stations made of concrete can also be used. It is useful to use these concrete objects because it is relatively safe to assume that they will remain there for years. This means that our measurements will remain accurate and up to date for quite a long time. When no fixed structures are available it means that another option must be considered. It must be taken into 2.1 Mengukur sambungan pipa dinas Apabila membuat sambungan baru, sepatutnya mencatat lokasinya untuk meyakinkan bahwa lokasi itu selalu dapat ditemukan kembali bilamana perlu. Dalam hal ini perlu diketahui apa yang akan atau perlu diukur. Pertama tama kita ingin mengetahui lokasi dan ukuran dari sambungan pipa dinas kepipa induk (tertier). Selanjutnya meteran air juga diukur dan jika letak dari pipa sambungan rumah menunjukkan suatu pola penyimpangan, perlu kiranya untuk juga dicatat. Ukuran ini sebanyak mungkin dihubungkan dengan gedunggedung yang permanen. Berarti pertamatama mencari bangunan beton atau batu. Ini tidak hanya terlibat dengan rumahrumah. Jembatan-jembatan dan pembangkit tenaga listrik dari beton dapat juga digunakan. Sangat penting untuk menggunakan obyek-obyek beton karena obyek itu cukup aman untuk selanjutnya dan akan tetap tinggal bertahun-tahun. Ini berarti bahwa ukuran-ukuran akan tetap akurat dan aktuil untuk waktu yang cukup lama. Apabila tidak ada bangunan-

17 account that the data you are gathering must remain dependable for a longer period of time and also can be used by a number of different people. This implies that using temporary structures must be avoided as much as possible when measuring. Try to keep the distance to be measured to a minimum. Excessively long distances can lead to inaccuracies, and will also increase the chance of some building or structure being constructed over the measurement line, rendering your data useless. Besides, short distances can be measured without the use of optical squares, which makes the whole measuring procedure faster and easier. bangunan yang memungkinkan, berarti obyek pilihan lain harus dipertimbangkan. Hal ini harus dipertanggung-jawabkan bahwa data2 yang sedang dikumpulkan harus dapat dipertahankan untuk jangka waktu yang lebih lama, dan juga dapat dipergunakan oleh petugas-petugas yang lain nantinya. Secara tidak langsung berarti hindarilah sedapat mungkin bangunan-bangunan sementara itu untuk digunakan sebagai patokan dalam pengukuran. Usahakan jarak yang akan diukur sependek mungkin. Jarak yang terlalu panjang dapat memungkinkan ukuran tidak akurat dan juga menimbulkan kemungkinan didirikan suatu gedung atau banguan diatas garis pengukur tersebut, mengakibatkan data tersebut menjadi tidak berguna. Disamping itu, jarak-jarak pendek dapat diukur tanpa menggunakan optical squares, yang mempercepat dan mempermudah seluruh prosedur pengukuran. 2.2 Making sketch of the service pipes 2.2 Pembuatan sket dari pipa dinas A number of agreements must be made up before developing a service pipes sketch, to ensure an optimal level of uniformity. Sejumlah persetujuan harus dibuat sebelum meluaskan sket dari sebuah pipa dinas untuk meyakinkan satu keseragaman bertingkat tinggi/optimal.

18

19 First of all the street name and house number of the new connection is logged. The next step starts with the drawing of the main transport pipe. This main transport pipe must be drawn horizontally as much as possible. Also include the diameter and material of main transport pipe. Next the intended house is sketched. Add the house number to the sketch. If the location is determined using another house or object as reference then this must also be added. Include what kind of object it is, for example bridge. Next, draw the connection pipe with the water meter. The connection point of the pipe to the main transport pipe is schematized as an X. The pipe itself is sketched using a dashed line. This clarifies the difference between the service pipe and the main pipe. The diameter and material of the service pipe is written parallel to the service pipe. Of the water meter only the valve and the meter is sketched. Pertama-tama kartu sket diisi dengan nama jalan dan nomor rumah dari sambungan baru tersebut. Selanjutnya mulailah membuat sket dengan gambar dari pipa induk (tertier). Pipa induk ini harus selalu digambar secara mendatar pada bagian bawah dari sket itu. Bersamaan itu gambar juga diameter dan jenis bahan dari pipa induk ini. Kemudian gambar pula rumah yang dimaksudkan pada sket. Berikanlah nomor rumah tersebut dalam sket. Jika lokasi ditentukan dengan menggunakan rumah lain atau obyek penunjuk lain, maka ini juga harus ditambahkan. Sertakan juga nomor rumah atau jenis obyek apakah itu, umpamanya jembatan. Berikutnya gambarkan sambungan pipa dengan meteran air. Titik sambungan pipa ke transport pipa utama ditandai X. Pipa itu sendiri di sket dengan menggunakan garis penghubung (-). Ini menjelaskan perbedaan antara pipa dinas dan pipa induk (tersier). Diameter dan bahan pipa dinas ditulis sejajar dengan pipa dinas. Meteran air hanya katup dan meter saja yang disket. Keep in mind that a sketch can always be read from the lower right hand corner. This mainly relevant when adding measurements and descriptions, and ensures that all the vertically written data is written in similar direction on the sketch. Ingatlah bahwa sebuah sket selalu dapat dibaca dari sudut kanan bawah. Hal ini berkaitan dengan jika ada penambahan ukuran-ukuran dan keterangan-keterangan dan yakinkan bahwa semua data yang ditulis secara tegak akan ditulis dengan arah yang sama dalam sket.

20 Legend Legend/legenda (dinyatakan sebagai tanda seperti berikut) Main pipe Pipa induk (tersier) Service pipe Pipa dinas Connection to main pipe X Sambungan ke pipa induk (tersier) X Measurements line < > Garis ukuran < > Main cock Keran induk Water meter Meteran air 2.3 Setting up a main pipe When a new main pipe is installed its location will have been determined in advance. This alignment can be made visible in the field by placing nail steaks. By digging along these nail steaks the pipe can be realized exactly as planned. When work ceases at the end of the day it can be useful to replace the nail steaks with pickets, which are short wooden poles, with a pointed end that can be driven into the ground. This enables the constructor to set the entire alignment up again in the morning without having to measure everything again. 2.3 Meletakkan ukuran pipa induk Apabila sebuah pipa induk dipasang, lokasinya telah ditentukan sebelumnya. Pelurusan ini dilakukan dengan menempatkan tongkat-tongkat dilapangan agar kelihatan. Dengan penggalian sepanjang jarak tongkattongkat tersebut maka pipa yang dipasang akan terpasang persis seperti direncanakan. Apabila pekerjaan selesai pada sore hari, gantilah tongkat-tongkat tersebut dengan pancang-pancang dari kayu bulat dengan ukuran yang hampir sama dan berujung lancip untuk mempermudah penancapan kedalam tanah. Hal ini dibuat untuk memudahkan pekerja yang memulai seluruh pekerjaan itu lagi keesokkan harinya tanpa mengulang pengukuran kembali.

21 The construction depth of the main pipe is essential during realization. A pipe with insufficient soil coverage is more susceptible for top loads (e.g. traffic) than a pipe with sufficient soil coverage. On average it can be assumed that a soil coverage of 0.80 meters offers sufficient protection against pressure influences from the surface. It is also important that the main pipe is Constructed as horizontally as possible. This can be checked by using a level during the realization phase. This tool enables us to horizontally adjust each installed length of pipe. The main pipe can also be leveled using a leveling instrument. How this instrument works will be described in the following modules and exercises. Penting sekali untuk memperhatikan letak kedalaman pipa induk saat dipasang. Sebuah pipa yang ditimbun kurang dalam sangat mudah tertindih oleh barangbarang berat yang lewat diatasnya (lalu lintas). Rata-rata penimbunan sekurangnya 0.80 meter didalam tanah untuk menghindari pengaruh tekanan dari permukaan. Sangat penting bahwa pemasangan pipa induk secara mendatar/rata. Hal ini dapat dicek dengan waterpass disaat pelaksanaannya. Alat ini memungkinkan kita untuk menyesuaikan secara mendatar setiap panjangnya pipa yang dipasang. Pipa induk dapat juga diratakan dengan mempergunakan alat perata (leveling instrument). Untuk mengetahui bagaimana cara bekerja alat ini maka akan dijelaskan beberapa petunjuk-petunjuk dan latihan-latihan berikut ini. 2.4 Revising the main pipe 2.4 Perbaikan pipa induk (tersier) When the main pipes are located, it is desirable to register the condition of the pipes. After all, it can be rather useful, when for example a new connection must be made, to know exactly where the main pipe is located. It is no longer necessary to search for it, which minimizes the amount of test holes, and thereby the amount of time and expences. Measuring main pipes uses a procedure very similar to measuring service pipes. The only difference is that the use of optical squares is more common. Again, it is essential to know what you want to measure. It is useful to realize that someone else (the architect) must translate your work to a drawing. The more precise and structured your data is, the more accurate it is transferred to the drawing. Pay attention to this! Apabila pipa-pipa induk dipasang maka perlu juga dibuat catatan mengenai keadaan pipa-pipa tersebut. Bagaimanapun juga hal ini agak berguna, apabila sebagai contoh sebuah sambungan baru harus dilakukan, tempat dan letaknya pipa induk sudah persis diketahui. Tidak perlu lebih lama lagi untuk menyelidiki hal itu, yang berarti pengurangan jumlah lobang-lobang pengetes, begitu pula jumlah waktu dan biaya dapat dihemat. Pengukuran pipa induk menggunakan prosedur yang sama dengan pengukuran pipa-pipa dinas. Hanya perbedaannya disini adalah lebih sering digunakan optical squares. Sekali lagi, yang penting diketahui dulu apa yang ingin diukur. Perlu disadari bahwa seseorang (juru gambar) harus menterjemahkan pekerjaan tersebut diatas gambar. Semakin akurat dan tersusun data tersebut, maka semakin akurat pula hasil gambar. Perhatikan hal ini dengan seksama!

PIPELINE EQUIPMENT WATER PIPE SYSTEMS

PIPELINE EQUIPMENT WATER PIPE SYSTEMS PIPELINE EQUIPMENT OF WATER PIPE SYSTEMS TECHNICAL COOPERATION PDAM PONTIANAK - OASEN drinkwater GOUDA Basic handbook pipeline equipment of water pipe systems Buku pegangan, bahan dan alat-alat yang dipakai

Lebih terperinci

Research = experiment

Research = experiment Disain Riset Purwiyatno Hariyadi Departemen Ilmu & Teknologi Pangan Fateta IPB Bogor RISET = RESEARCH RISET = RE + SEARCH there is no guaranteed recipe for success at research / Research = experiment 1

Lebih terperinci

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. v Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Sekarang ini banyak dilakukan pembangunan oleh banyak pihak seperti pembangunan tempat tinggal atau kantor. Proses pembangunan pada lokasi daerah memerlukan denah lokasi daerah yang akurat dan

Lebih terperinci

LED Display Screen Indoor / Outdoor FAQ (Frequently Asked Questions)

LED Display Screen Indoor / Outdoor FAQ (Frequently Asked Questions) LED Display Screen Indoor / Outdoor FAQ (Frequently Asked Questions) Unpacking: Thank you for purchasing the AZTEC LED Display Full Color Indoor / Outdoor by AZTECELECTRONIC. Below are the Lists of Frequently

Lebih terperinci

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar

PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN. Merry Marshella Sipahutar PERJANJIAN BAKU PEMESANAN RUMAH SUSUN DIHUBUNGKAN DENGAN ASAS KESEIMBANGAN BAGI KONSUMEN Merry Marshella Sipahutar 1087013 Perumahan merupakan kebutuhan utama bagi manusia di dalam kehidupan untuk berlindung

Lebih terperinci

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc)

Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) Passive Type 2 (Uang itu saya ambil, etc) In Unit 1 we learned how make a passive sentence in this way: Uang itu diambil oleh Rina. But we can only do that if the Actor is a third person. (as with Rina

Lebih terperinci

KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR

KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR, KASUS PENCEMARAN UDARA AKIBAT KENDARAAN BERMOTOR Just about everything that you find or searching comes with. Quite often we go through the manual once,

Lebih terperinci

Lembar data harian tekanan darah. Blood pressure diary

Lembar data harian tekanan darah. Blood pressure diary Lembar data harian tekanan darah Blood pressure diary The World Health Organisation (WHO) and the International Society of Hypertension (ISH) have developed the following classification for blood pressure

Lebih terperinci

Comprehension Test I Uji Latih Pemahaman 1 I. Give a cross mark (x) on A, B, C, or D for the correct answer. Berilah tanda silang (x) pada huruf A,

Comprehension Test I Uji Latih Pemahaman 1 I. Give a cross mark (x) on A, B, C, or D for the correct answer. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, Comprehension Test I Uji Latih Pemahaman 1 I. Give a cross mark (x) on A, B, C, or D for the correct answer. Berilah tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D untuk jawaban yang benar! 1. A sack of a

Lebih terperinci

PENENTUAN ARUS JENUH DAN WAKTU HILANG DENGAN METODE IRISAN PADA SIMPANG BERSINYAL IR.H.JUANDA-DIPATIUKUR ABSTRAK

PENENTUAN ARUS JENUH DAN WAKTU HILANG DENGAN METODE IRISAN PADA SIMPANG BERSINYAL IR.H.JUANDA-DIPATIUKUR ABSTRAK PENENTUAN ARUS JENUH DAN WAKTU HILANG DENGAN METODE IRISAN PADA SIMPANG BERSINYAL IR.H.JUANDA-DIPATIUKUR Wretifa Rekanada Syifa NRP : 0821025 Pembimbing : Silvia Sukirman, Ir. ABSTRAK Arus jenuh didefinisikan

Lebih terperinci

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.

A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN. Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail. A UNIFIED ANALYSIS OF KE-/-AN IN INDONESIAN Benedict B. Dwijatmoko Sanata Dharma University Yogyakarta Indonesia b.b.dwijatmoko@gmail.com INDONESIAN PASSIVES With the Prefix di- Rumah itu akan dijual.

Lebih terperinci

BAB 8 RENCANA TES PENERIMAAN

BAB 8 RENCANA TES PENERIMAAN BAB 8 RENCANA TES PENERIMAAN 8.1. PENDAHULUAN Tujuan dari penerimaan adalah mendapatkan pernyataan tertulis dari user bahwa produk (dalam hal ini sistem) yang dikirim sesuai dengan yang dijanjikan. Mendapatkan

Lebih terperinci

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban :

SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN. Related Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban : Reading and Free Access soal essay tentang animalia kelas x serta jawaban Page : 1 SOAL ESSAY TENTANG ANIMALIA KELAS X SERTA JAWABAN [Download] Soal Essay Tentang Animalia Kelas X Serta Jawaban.PDF The

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK. Kata kunci : Fluktuasi kurs, Ekspor, Impor, Peramalan. iii. Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK Beberapa tahun terakhir ini kurs tukar IDR/USD terus mengalami fluktuasi yang tidak dapat diprediksi. Akibatnya para pelaku pasar sulit untuk menentukan pada saat kapan mereka harus melakukan ekspor

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PENGUKURAN KANDUNGAN AIR PADA KAYU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Pendidikan Diploma III (D3) Disusun Oleh : Clarissa Chita Amalia J0D007024

Lebih terperinci

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL)

ABSTRAK. Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi. Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) ABSTRAK Pengaruh Tindak Lanjut Rekomendasi Audit Internal Bidang Kredit Investasi Terhadap Tingkat Non Performing Loans (NPL) Permasalahan kredit bermasalah merupakan masalah serius yang masih menghantui

Lebih terperinci

TEKNIK PRODUK (TK 7362)

TEKNIK PRODUK (TK 7362) TEKNIK PRODUK (TK 7362) Dr. Eng. Agus Purwanto Chemical Engineering Department Faculty of Engineering Sebelas Maret University Kisi-Kisi 1. Peranan sarjana teknik kimia dalam inovasi produk. 2. Eksplorasi

Lebih terperinci

PERBANDINGAN HARGA DAN KEKUATAN STRUKTUR ANTARA RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA BERBAGAI JENIS PENUTUP ATAP

PERBANDINGAN HARGA DAN KEKUATAN STRUKTUR ANTARA RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA BERBAGAI JENIS PENUTUP ATAP TUGAS AKHIR PERBANDINGAN HARGA DAN KEKUATAN STRUKTUR ANTARA RANGKA ATAP KAYU DENGAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN PADA BERBAGAI JENIS PENUTUP ATAP (Study Kasus Pada Proyek PT. PRIMA ANDALAN GROUP) Diajukan Kepada

Lebih terperinci

PENGAWASAN PROSES WAKTU JENIS. SAMPLING PENERIMAAN *single *double *sequential. X-Chart R- Chart. By Variable. *single *double *sequential

PENGAWASAN PROSES WAKTU JENIS. SAMPLING PENERIMAAN *single *double *sequential. X-Chart R- Chart. By Variable. *single *double *sequential I. PENGERTIAN Kualitas adalah sesuatu yang cocok/sesuai dengan selera seseorang (fitness for use) Kualitas adalah barang atau jasa yang dapat menaikkan status pemakai Kualitas adalah barang atau jasa yang

Lebih terperinci

Sistem Informasi. Akademik. (SIKAD Mahasiswa)

Sistem Informasi. Akademik. (SIKAD Mahasiswa) Sistem Informasi Akademik (SIKAD Mahasiswa) DAFTAR ISI BAGIAN 1 TINGKATAN PEMAKAI... 5 1.1.MAHASISWA... 5 BAGIAN 2 FASILITAS UTAMA... 6 2.1.HALAMAN DEPAN... 6 2.1.1. Melihat Pengumuman... 6 2.1.2. Menanggapi

Lebih terperinci

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc)

Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) Adverbials of manner with dengan and secara ( dengan cepat, secara formal, etc) We can show how an action is done by using dengan with an adjective. Examples: Mereka bebas. Minuman keras dijual dengan

Lebih terperinci

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks)

Klasifikasi dan Manfaat RAID (Redundant Array of Inexpensive Disks) Klasifikasi dan Manfaat (Redundant Array of Inexpensive Disks) Basuki Winoto, Agus Fatulloh Politeknik Negeri Batam Parkway, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia bas@polibatam.ac.id, agus@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di  2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia

REPCON Kelautan. Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Kelautan Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON Skema Pelaporan Sukarela dan Rahasia REPCON adalah skema pelaporan sukarela dan rahasia. REPCON memungkinkan siapapun yang memiliki perhatian

Lebih terperinci

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM

SKRIPSI MENURUT PASAL. N P M Program. Hukum Program FAKULTAS HUKUM SKRIPSI TINJAUAN YURIDIS PELAYANAN KESEHAT TAN YANGG BERMUTU MENURUT PASAL 5 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2009 BERKAITAN DENGAN KEKECEWAAN PASIEN TERHADAP PERILAKU DOKTER Diajukan oleh : ELLEN

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET

IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET TESIS IDENTIFIKASI DAN VERIFIKASI TANDA TANGAN STATIK MENGGUNAKAN BACKPROPAGATION DAN ALIHRAGAM WAVELET ROSALIA ARUM KUMALASANTI No. Mhs. : 135302014/PS/MTF PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK INFORMATIKA PROGRAM

Lebih terperinci

Melakukan Operasi Logika

Melakukan Operasi Logika Melakukan Operasi Logika Hampir semua statemen C++ adalah ekspresi. Operator C++ selain +, -, /, * yakni operator logika. Pada dasarnya orang2 menghitung menggunakan operasi AND dan OR Mengapa Menggunakan

Lebih terperinci

modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual

modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual Our nationwide network of modifikasi kopling shogun r 110 menjadi manual is dedicated to providing you with the perfect service. With these kinds of manual

Lebih terperinci

Geometri: Aturan-aturan yang Mengikat

Geometri: Aturan-aturan yang Mengikat Geometri: Aturan-aturan yang Mengikat Hardyanthony Wiratama Geometri secara Makro Geometri merupakan suatu dasar pemikiran akan bentuk, mulai dari bentuk yang ada pada alam hingga bentuk yang merupakan

Lebih terperinci

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054

PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET. Oleh : RHOBI ROZIEANSHAH NIM : 13203054 PENENTUAN LOKASI GANGGUAN HUBUNG SINGKAT PADA SALURAN TRANSMISI MENGGUNAKAN TRANSFORMASI WAVELET LAPORAN TUGAS AKHIR Dibuat sebagai Syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institut Teknologi

Lebih terperinci

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY

TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 2 ENGINEERING ECONOMY TUGAS 3 A manufacturer of off-road vehicles is considering the purchase of dual-axis inclinometers for installation in a new line of tractors. The distributor of the inclinometers

Lebih terperinci

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking.

Petunjuk GetRate. 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. Petunjuk GetRate 1. Masuk ke situs HSBC di www.hsbc.co.id. 2. Login ke Business Internet Banking. 1 3. Masukkan data data yang diminta pada halaman Security Logon. 4. Anda akan masuk ke halaman Internet

Lebih terperinci

TUTORIAL DESAIN MULTIMEDIA

TUTORIAL DESAIN MULTIMEDIA TUTORIAL DESAIN MULTIMEDIA www.desainmultimedia.com Membuat Model Keyboard Membuat model objek Keyboard dengan Operasi Boolean Langkah 1 (Menampilkan Gambar Keyboard sebagai Guideline) Tampilkan dahulu

Lebih terperinci

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI DIKLAT KEPEMIMPINAN TINGKAT II LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA - RI 1 Kemampuan membangun tim efektif untuk mewujudkan STRATEGI organisasi melalui pembelajaran identifikasi stakeholder, pemetaan nilai dan

Lebih terperinci

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor Bab 5 Sumber: www.in.gr Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah; menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi invers

Lebih terperinci

PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ABSTRACT

PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON ABSTRACT Pengaruh Kadar Air.. Kuat Tekan Beton Arusmalem Ginting PENGARUH KADAR AIR AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN BETON Arusmalem Ginting 1, Wawan Gunawan 2, Ismirrozi 3 1 Dosen Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,

Lebih terperinci

PENGGUNAAN TEKNIK DAN ALAT KUALITAS DALAM PROSES PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS

PENGGUNAAN TEKNIK DAN ALAT KUALITAS DALAM PROSES PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS JURNAL TEKNIK INDUSTRI VOL. 2, NO. 1, JUNI 2000: 22-27 PENGGUNAAN TEKNIK DAN ALAT KUALITAS DALAM PROSES PERBAIKAN DAN PENINGKATAN KUALITAS Daniel Indarto Prajogo Dosen Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri

Lebih terperinci

Perbandingan Hasil Pengolahan Data GPS Menggunakan Hitung Perataan Secara Simultan dan Secara Bertahap

Perbandingan Hasil Pengolahan Data GPS Menggunakan Hitung Perataan Secara Simultan dan Secara Bertahap Perbandingan Hasil Pengolahan Data GPS Menggunakan Hitung Perataan Secara Simultan dan Secara Bertahap BAMBANG RUDIANTO, RINALDY, M ROBBY AFANDI Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Lebih terperinci

KONSEP DASAR PERKAPALAN RENCANA GARIS C.20.02

KONSEP DASAR PERKAPALAN RENCANA GARIS C.20.02 KONSEP DASAR PERKAPALAN RENCANA GARIS C.20.02 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIIDIIKAN

Lebih terperinci

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti

Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pronouns Kata Ganti-Kata Ganti Pembahasan tentang pronoun mencakup beberapa topic yaitu: Personal, possessive and reflexive pronouns Personal, possessive and reflexive pronoun menjelaskan tentang kata

Lebih terperinci

Indonesian Section 28 - Online activitites

Indonesian Section 28 - Online activitites No. 01 Cuaca The weather Hujan. Cerah. Turun salju. Saya basah. Saya kepanasan. Saya kedinginan. Tolong! It's raining. It's sunny. It's snowing. I'm wet. I'm hot. Help! No. 02 Permainan daya ingat Memory

Lebih terperinci

4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH

4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH 4.1.3 PERALATAN PENDUKUNG SURVEY UKUR TANAH Program D3/D4 Teknik Sipil FTSP ITS ILMU UKUR TANAH 1 Materi ini menerangkan peralatan yang digunakan didalam praktikum ukur tanah Tujuan Instruksional Khusus:

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Tema/Mapel : I Love My Town/ Bahasa Inggris Kelas/Semester : VII/1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Tema/Mapel : I Love My Town/ Bahasa Inggris Kelas/Semester : VII/1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP Tema/Mapel : I Love My Town/ Bahasa Inggris Kelas/Semester : VII/1 Waktu : 1 40 menit Hari : I. Kompetensi Inti 1. Menanggapi dan mengamalkan ajaran

Lebih terperinci

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center)

Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Peran Kemenkes dalam Pembinaan Pendidikan Tinggi Bidang Kesehatan (Termasuk Academic Center) Drg. Usman Sumantri, M. Sc Ka. Pusdiklatnakes Badan PSDM Kesehatan, Kemenkes RI Disampaikan pada : Lokakarya

Lebih terperinci

Mempersiapkan. dunia kerja. Maharsi Anindyajati, MPsi

Mempersiapkan. dunia kerja. Maharsi Anindyajati, MPsi Mempersiapkan diri i memasuki dunia kerja Maharsi Anindyajati, MPsi Nice impression on the first day Your performance and demeanor on the first working day always leave an unforgettable impression on

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PROSES MIXING PADA SISTEM OTOMATISASI PENYAJIAN KOPI SUSU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN OTOMATISASI PROSES MIXING PADA SISTEM OTOMATISASI PENYAJIAN KOPI SUSU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN OTOMATISASI PROSES MIXING PADA SISTEM OTOMATISASI PENYAJIAN KOPI SUSU BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Diajukan guna melengkapi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan tingkat

Lebih terperinci

Cara Penggunaan email KEMENHUB :

Cara Penggunaan email KEMENHUB : Cara Penggunaan email KEMENHUB : 1. Untuk membuka halaman login Mail KEMENHUB dilakukan dengan 2 Cara : a. Membuka halaman depan web KEMENHUB dengan mengetik alamat website http://www.dephub.go.id pada

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD

PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD PERANCANGAN SISTEM PEMBAYARAN ALAT TRANSPORTASI SUBWAY DENGAN MENGGUNAKAN MAGNETIC CARD Kiki Chentiano / 0122076 Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jl. Prof. Drg. Suria Sumantri 65, Bandung 40164,

Lebih terperinci

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13

Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 Bab 1 BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN MYOB ACCOUNTING PLUS V.13 A. MENJALANKAN PROGRAM MYOB ACCOUNTING Setelah yakin komputer Saudara dipasang dan diinstal Software MYOB Accounting Plus versi 13, maka ada 2

Lebih terperinci

PENGARUH PERSILANGAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRAIN GIFT DENGAN STRAIN NIFI TERHADAP NILAI HETEROSIS PANJANG, LEBAR, DAN BERAT BADAN

PENGARUH PERSILANGAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) STRAIN GIFT DENGAN STRAIN NIFI TERHADAP NILAI HETEROSIS PANJANG, LEBAR, DAN BERAT BADAN ARTIKEL ILMIAH Oleh Ikalia Nurfitasari NIM 061810401008 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS JEMBER 2012 ARTIKEL ILMIAH diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

Fishing Methods: Gillnetting. By. Ledhyane Ika Harlyan

Fishing Methods: Gillnetting. By. Ledhyane Ika Harlyan Fishing Methods: Gillnetting By. Ledhyane Ika Harlyan Tujuan Instruksional Khusus (Semoga) Mahasiswa dapat: 1. Menyebutkan macam-macam gillnet 2. Teknis tertangkapnya ikan dengan menggunakan gillnet 3.

Lebih terperinci

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS)

ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS) ANALISIS FAKTOR (FACTOR ANALYSIS) Dr. Widayat, SE. MM. Outline Apa analisis faktor? Syarat dan asumsi yang diperlukan? Bagaimana caranya? Aplikasi analisis faktor Factor Analysis Prosedur analisis yang

Lebih terperinci

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD

KNOWING HUMAN PERSONALITY FROM THE HEIGHT OF HANDWRITING MIDDLE ZONE USING LINEAR REGRESSION METHOD AND AVERAGE OF INTEGRAL PROJECTION COLUMN METHOD ABSTRAK MENGETAHUI SIFAT SESEORANG DARI TINGGI MIDDLE ZONE TULISAN TANGAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE REGRESI LINEAR DAN METODE RATA-RATA INTEGRAL PROYEKSI KOLOM Disusun oleh : Livin (1022015) Jurusan Teknik

Lebih terperinci

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS

APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS APLIKASI UNTUK PEMETAAN POSISI DENGAN MENGGUNAKAN GPS DAN SMARTPHONE BERBASIS ANDROID DENGAN STUDI KASUS PETA KAMPUS Ferdian Usman (0922025) Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Kristen

Lebih terperinci

RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PENGERINGAN PROSES PRODUKSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PENGERINGAN PROSES PRODUKSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR RANCANG BANGUN PROTOTIPE BUKA TUTUP ATAP OTOMATIS UNTUK PENGERINGAN PROSES PRODUKSI BERBASIS MIKROKONTROLER AT89S51 TUGAS AKHIR Disusun Oleh : Ridwan Anas J0D007063 PROGRAM STUDI DIII INSTRUMENTASI DAN

Lebih terperinci

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint.

: PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT. I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. MATA TATARAN : PEMBUATAN BAHAN AJAR INTERAKTIF DENGAN POWERPOINT I. Tujuan Pembelajaran A. Peserta dapat membuat bahan ajar dengan menggunakan powerpoint. B. Peserta dapat mengaplikasikan bahan ajar dalam

Lebih terperinci

OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217

OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217 PERANCANGAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) SISTEM PENJUALAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN AKTIVIAS PENGENDALIAN INTERNAL (Studi Kasus Distributor Besi Beton di Sidoarjo) OLEH: IRINA KUSUMA DEWI 3203010217

Lebih terperinci

PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM KONTROL POSISI BEBAN PADA MINIATURE PLANT CRANE DENGAN KONTROL PID MENGGUNAKAN PLC ABSTRAK

PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM KONTROL POSISI BEBAN PADA MINIATURE PLANT CRANE DENGAN KONTROL PID MENGGUNAKAN PLC ABSTRAK PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM KONTROL POSISI BEBAN PADA MINIATURE PLANT CRANE DENGAN KONTROL PID MENGGUNAKAN PLC Hardi Email : hardi.sumali@gmail.com Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Jalan Prof.

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1. Metode

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan

Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan Perancangan Sistem Informasi Persediaan Bahan Baku Pada PT. Anugrah Lestari Medan Marwa Halim 1), Chalvin Eko 2) STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail : marwa127@yahoo.com

Lebih terperinci

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI

ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI ANALISIS BREAK EVENT SEBAGAI DASAR KEBIJAKSANAAN PENETAPAN HARGA JUAL YANG TEPAT DALAM MENGOPTIMALKAN PROFITABILITAS PADA PT. MAYA MUNCAR BANYUWANGI SKRIPSI diajukan guna melengkapi tugas akhir dan memenuhi

Lebih terperinci

Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah

Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah IES Bulletin Maret 2012 KPMG Hadibroto Potensi Kenaikan Biaya Pajak Bila SPT Terpisah Hal- hal untuk diketahui pasangan dengan NPWP Terpisah Q & A berikut bertujuan untuk menyediakan informasi perpajakan

Lebih terperinci

Practice Managing Internet Connection Campus Network Area (CAN) With Firewall & Address List MikroTik Router

Practice Managing Internet Connection Campus Network Area (CAN) With Firewall & Address List MikroTik Router Practice Managing Internet Connection Campus Network Area (CAN) With Firewall & Address List MikroTik Router By Juniar Sinaga Jakarta MUM Indonesia, April 2011 Speaker Profile Studied Pasca Sarjana major

Lebih terperinci

PENDAFTARAN TANAH HAK MILIK ADAT SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM

PENDAFTARAN TANAH HAK MILIK ADAT SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM PENDAFTARAN TANAH HAK MILIK ADAT SEBAGAI UPAYA MEMPEROLEH KEPASTIAN HUKUM TESIS Oleh : FAHMI HASJMY NIM. 99105074 PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 00 Pendaftaran Tanah Hak A d a t

Lebih terperinci

English for Study in Australia BAHASA INGGRIS UNTUK STUDI DI AUSTRALIA Lesson 22: Exam time

English for Study in Australia BAHASA INGGRIS UNTUK STUDI DI AUSTRALIA Lesson 22: Exam time English for Study in Australia BAHASA INGGRIS UNTUK STUDI DI AUSTRALIA Lesson 22: Exam time Pelajaran 22: Masa ujian L1 Male L1 Female L1 Male L1 Female Halo saya Tito Ambyo dan saya Sylvia Yassid dari

Lebih terperinci

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur

Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Perangkat Lunak Simulasi Langkah Kuda Dalam Permainan Catur Hartono 1) Liva Junter 2) STMIK IBBI Medan Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 Email: hartonoibbi@gmail.com 1 Abstrak

Lebih terperinci

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH

PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH PERANCANGAN ALAT UKUR TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA WEB STUDENT PORTAL PALCOMTECH Febria Sri Handayani STMIK PalComTech Abstract STMIK PalComTech student portal website used as a means of promotion of academic

Lebih terperinci

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented:

PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi. Presented: PSAK 63 Pelaporan Keuangan Dalam Kondisi Hiperimplasi IAS 29 Financial i Reporting in Hyperinflationary Economies Presented: Dwi Martani 1 Latar Belakang Laporan keuangan biaya historis dalam kondisi i

Lebih terperinci

PENENTUAN MASA SIMPAN WAFER STICK DALAM KEMASAN PLASTIK LAMINASI MAKALAH KOMPREHENSIF OLEH: TANIA MULIAWATI 6103007121

PENENTUAN MASA SIMPAN WAFER STICK DALAM KEMASAN PLASTIK LAMINASI MAKALAH KOMPREHENSIF OLEH: TANIA MULIAWATI 6103007121 PENENTUAN MASA SIMPAN WAFER STICK DALAM KEMASAN PLASTIK LAMINASI MAKALAH KOMPREHENSIF OLEH: TANIA MULIAWATI 6103007121 PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA

SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA SISTEM INFORMASI PENERIMAAN MAHASISWA BARU UNIVERSITAS SAHID SURAKARTA Yocelin Anggriany (2007061022) k.celline@yahoo.co.id Dahlan Susilo (Pembimbing I) Suryono (Pembimbing II) Program Studi Teknik Informatika

Lebih terperinci

PANDUAN PRAKTIS MICROSOFT WORD 2007

PANDUAN PRAKTIS MICROSOFT WORD 2007 Bagian 1: Mengenal Microsoft Office Word 2007 1.1. Memulai Aplikasi Microsoft Office Word 2007 Untuk membuka Microsoft Word caranya adalah: Klik Tombol Start yang ada di taskbar. Pilih menu All Program

Lebih terperinci

BAB II KESETIMBANGAN BENDA TEGAR

BAB II KESETIMBANGAN BENDA TEGAR BAB II KESETIMBANGAN BENDA TEGAR Benda tegar adalah elemen kecil yang tidak mengalami perubahan bentuk apabila dikenai gaya. Struktur dua dimensi dapat diartikan sebuah struktur pipih yang mempunyai panjang

Lebih terperinci

PEMELIHARAAN HARDWARE DAN SOFTWARE KOMPUTER. Hamidah Suryani Lukman 10060207012. Asisten Rhidayansyah

PEMELIHARAAN HARDWARE DAN SOFTWARE KOMPUTER. Hamidah Suryani Lukman 10060207012. Asisten Rhidayansyah PEMELIHARAAN HARDWARE DAN SOFTWARE KOMPUTER LAPORAN PRAKTIKUM SOFTWARE 2 Diajukan untuk memenuhi tugas Organisasi Sistem Komputer Tahun Akademik 2007/2008 Oleh Hamidah Suryani Lukman 10060207012 Asisten

Lebih terperinci

diagram batang jumlah penduduk

diagram batang jumlah penduduk diagram batang jumlah penduduk Our nationwide network of diagram batang jumlah penduduk is dedicated to giving you the perfect service. With this sort of manual to use, you'll manage to produce a solution

Lebih terperinci

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR

SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR SOFTWARE MONITORING BUKA TUTUP PINTU AIR OTOMATIS BERBASIS BORLAND DELPHI 7.0 TUGAS AKHIR Untuk memenuhi persyaratan mencapai pendidikan Diploma III (D III) Program Studi Instrumentasi dan Elektronika

Lebih terperinci

Gaya Dialog MENU Deskripsi Menu merupakan sekumpulan pilihan yang dapat dipilih user sesuai dengan keinginannya. Banyak variasi dari gaya dialog Menus, diantaranya : 1/16/2010 2 Contoh 1 OFFICE AUTOMATION

Lebih terperinci

Alexa SSH Brute Force Defense Tool

Alexa SSH Brute Force Defense Tool Alexa SSH Brute Force Defense Tool Kali ini saya akan membahas tentang tool yang bernama Alexa,tapi bukan alexa traffic rank lho.. hehe, alexa yang ini beda jauh dengan alexa traffic rank karena ini fungsinya

Lebih terperinci

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK

NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK NOTICE OF CLAIM FOR LOSS OR DAMAGE TO MOVEABLE PROPERTY TUNTUTAN ATAS KEHILANGAN ATAU KERUSAKAN TERHADAP BENDA BERGERAK 1. Name of Insured : Nama Tertanggung 3. Address : Alamat Email : 5. Credit Card

Lebih terperinci

REKAPITULASI LAPORAN SITAC. Site ID Site Name Area Latitude Longitude Search Radius Rencana Type / Tinggi Tower SST-72 Meter

REKAPITULASI LAPORAN SITAC. Site ID Site Name Area Latitude Longitude Search Radius Rencana Type / Tinggi Tower SST-72 Meter Site ID Area Latitude Longitude Search Radius Rencana Type / Tinggi Tower SST-72 Meter Rencana Type / Ukuran Shelter Shelter Knock Down ALTERNATIVE P Q R Latitude -6.951120 Longtitude 113.156170 Ground

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA Deny Wiria Nugraha 1, Imat Rahmat Hidayat 2 1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah 2 Jurusan

Lebih terperinci

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Katarak pada Manusia Berbasis Web Yudi1, Yessi Nofrima2 STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, Telp. 061-4567111 Fax. 061-4527548 e-mail: ynn_linc@yahoo.com1

Lebih terperinci

Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah

Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah Kaunia, Vol. IX, No. 2, Oktober 2013 Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah Faiz Ahyaningsih Dosen FMIPA Matematika UNIMED Abstract This paper aim how to sketch the complicated curve y = f(x) easily.

Lebih terperinci

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA

SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati //Paradigma, Vol. 16 No.1, April 2012, hlm. 31-38 SIMULASI RANCANGAN ACAK KELOMPOK TAK LENGKAP SEIMBANG DAN EFISIENSINYA Agusrawati 1) 1) Jurusan Matematika FMIPA Unhalu, Kendari, Sulawesi Tenggara

Lebih terperinci

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG

KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG KELENGKAPAN DOKUMEN STANDAR OPERASIONAL MANAJEMEN (SOM) DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PADA 9 KOPERASI SIMPAN PINJAM DI KOTA SEMARANG Oleh: ADHYARANI PRISSILIA ADIWASONO NIM : 232007002 KERTAS

Lebih terperinci

LOSS PREVENTION POLICY DATE ISSUED : February 2000 AND PROCEDURE GUIDE DATE REVISED :

LOSS PREVENTION POLICY DATE ISSUED : February 2000 AND PROCEDURE GUIDE DATE REVISED : KEBIJAKSANAAN : Kecelakaan dan cedera yang berkenaan dengan penggunaan kendaraan bermotor dan alat pengangkutan lainnya harus dicegah. RUANG LINGKUP : Semua peralatan pengangkutan yang dioperasikan di

Lebih terperinci

ANALISIS SUMBER-SUMBER PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH DENGAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (GWPCA)

ANALISIS SUMBER-SUMBER PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH DENGAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (GWPCA) ANALISIS SUMBER-SUMBER PENDAPATAN DAERAH KABUPATEN DAN KOTA DI JAWA TENGAH DENGAN METODE GEOGRAPHICALLY WEIGHTED PRINCIPAL COMPONENTS ANALYSIS (GWPCA) SKRIPSI Oleh : Alfiyatun Rohmaniyah NIM : 24010210130079

Lebih terperinci

BAGIAN UTAMA MOTOR BENSIN

BAGIAN UTAMA MOTOR BENSIN BAGIAN UTAMA MOTOR BENSIN, BAGIAN UTAMA MOTOR BENSIN Almost anything which you find or searching comes with. Usually we look at the user manual once, and we put that little booklet away so that we can

Lebih terperinci