INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL"

Transkripsi

1 LAMPIRAN IV PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL Bagian A : INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA Bagian B : INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN PEMASARAN PARIWISATA Bagian C : INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN INDUSTRI PARIWISATA Bagian D : INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN KELEMBAGAAN PARIWISATA

2 - 2 - Bagian A INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA LINGKUP PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA: 1. PERWILAYAHAN PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL; 2. PEMBANGUNAN DAYA TARIK WISATA; 3. PEMBANGUNAN AKSESIBILITAS PARIWISATA; 4. PEMBANGUNAN PRASARANA UMUM, FASILITAS UMUM DAN FASILITAS PARIWISATA; 5. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KEPARIWISATAAN; DAN 6. PENGEMBANGAN INVESTASI DI BIDANG PARIWISATA

3 PERWILAYAHAN PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA NASIONAL LINGKUP ARAH KEBIJAKAN : ARAH KEBIJAKAN 1. : PERENCANAAN PEMBANGUNAN DPN DAN KSPN; ARAH KEBIJAKAN 2. : PENEGAKAN REGULASI PEMBANGUNAN DPN DAN KSPN; DAN ARAH KEBIJAKAN 3. : PENGENDALIAN IMPLEMENTASI PEMBANGUNAN DPN DAN KSPN

4 - 4 - INDIKASI PROGRAM Perwilayahan Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional meliputi : NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 1. Indikasi program Pasal 13 ayat (1) huruf a 1.1. Pengembangan Rencana Induk Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional yang mencakup : Kementerian yang membidangi urusan 1. DPN. Bali Nusa Lembongan dan 12. DPN. Toraja Lorelindu dan 23. DPN. Ambon Bandaneira dan 2. DPN. Komodo Ruteng dan 13. DPN. Kelimutu Meumere dan 24. DPN. Banda Aceh Weh dan 3. DPN. Borobudur Yogyakarta 14. DPN. Jakarta Kep Seribu dan 25. DPN. Krakatau Ujungkulon dan dan 4. DPN. Lombok Gili Tramena dan 15. DPN. Palembang Babel dan 26. DPN. Togean Gorontalo dan 5. DPN. Batam Bintan dan 16. DPN. Palangkaraya Tanjung 27. DPN. Semarang Karimunjawa dan Puting dan 6. DPN. Medan Toba dan 17. DPN. Makassar Takabonerate 28. DPN. Alor Lembata dan dan 29. DPN. Kupang Rotendao dan 7. DPN. Padang Bukittinggi dan 18. DPN. Mentawai Siberut dan 30. DPN. Sumba Waikabubak dan 8. DPN. Bromo Malang dan 19. DPN. Nias Simeulue dan 31. DPN. Moyo Tambora dan 9. DPN. Manado Bunaken dan 20. DPN. Kendari Wakatobi dan 10. DPN. Sorong Raja Ampat dan 21. DPN. Derawan Kayan Mentarang dan 11. DPN. Pangandaran 22. DPN. Sentarum Betung Nusakambangan dan Kerihun dan

5 - 5 - NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 32. DPN. Bandung Ciwidey dan 33. DPN. Solo Sangiran dan 34. DPN. Halmahera Morotai dan 35. DPN. Sentani Wamena dan 36. DPN. Jambi Kerinci Seblat dan 37. DPN. Bogor Halimun dan 38. DPN. Surabaya Madura dan 39. DPN. Pekanbaru Rupat dan 40. DPN. Timika Lorenzt dan 41. DPN. Bengkulu Enggano dan 42. DPN. Natuna Anambas dan 43. DPN. Banjarmasin Martapura dan 44. DPN. Tenggarong Balikpapan dan 45. DPN. Biak Numfor dan 46. DPN. Ijen Alaspurwo dan 47. DPN. Pontianak Singkawang dan 48. DPN. Long Bagun Melak dan 49. DPN. Manokwari Fak fak dan 50. DPN. Merauke Wazur dan 1.2. Pengembangan Rencana Detail Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: 1. KSPN. Kintamani Danau 9. KSPN. Bunaken dan 17. KSPN. Dieng dan Batur dan 10. KSPN. Raja Ampat dan 18. KSPN. Wakatobi dan 2. KSPN. Komodo dan 11. KSPN. Pangandaran dan 19. KSPN. Pantai Selatan Lombok dan 3. KSPN. Borobudur dan 12. KSPN. Toraja dan 20. KSPN. Siberut dan 4. KSPN. Rinjani dan 13. KSPN. Ende Kelimutu dan 21. KSPN. Derawan Sangalaki dan 5. KSPN. Nongsa - Pulau Abang dan 14. KSPN. Kota Tua Sunda Kelapa 22. KSPN. Bitung Lembeh dan 6. KSPN. Toba dan dan 7. KSPN. Bukittinggi dan 15. KSPN. Tanjung Puting dan 23. KSPN. Singkarak dan 24. KSPN. Sentarum dan 8. KSPN. Bromo Tengger Semeru 16. KSPN. Teluk Dalam-Nias dan 25. KSPN. Bandaneira dan dan Kementerian membidangi yang urusan

6 - 6 - NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 26. KSPN. Weh dan 27. KSPN. Kep Seribu dan 28. KSPN. Ujung Kulon- Tanjung Lesung dan 29. KSPN. Togean Tomini dan 30. KSPN. Merapi Merbabu dan 31. KSPN. Karimunjawa dan 32. KSPN. Tambora dan 33. KSPN. Tangkahan dan 34. KSPN. Palembang Kota dan (Sungai Musi) 35. KSPN. Tanjung Kelayang dan 36. KSPN. Muaro Jambi dan 37. KSPN. Kerinci Seblat dan 38. KSPN. Trowulan dan 39. KSPN. Way Kambas dan 40. KSPN. Prambanan Kalasan dan 41. KSPN. Kuta Sanur Nusa Dua dan 42. KSPN. Morotai dan 43. KSPN. Sentani dan 44. KSPN. Sangiran dan 45. KSPN. Takabonerate dan 46. KSPN. Rupat dan 47. KSPN. Agats Asmat dan 48. KSPN. Pagaralam dan 49. KSPN. Krakatau dan 50. KSPN. Natuna dan 51. KSPN. Alor Kalabahi dan 52. KSPN. Yogyakartakarta Kota dan 53. KSPN. Lhoksado dan 54. KSPN. Karst Pacitan dan 55. KSPN. Bali Utara / Singaraja dan 56. KSPN. Gili Tramena dan 57. KSPN. Moyo dan 58. KSPN. Kota Bangun Tanjung Isuy dan 59. KSPN. Kayan Mentarang dan 60. KSPN. Ciwidey dan 61. KSPN. Tomohon Tondano dan 62. KSPN. Danau Ranau dan 63. KSPN. Biak dan 64. KSPN. Tangkuban Perahu dan 65. KSPN. Maninjau dan 66. KSPN. Nemberala Rotendao dan 67. KSPN. Pantai Selatan Yogyakarta 68. KSPN. Karst Gunung Kidul dan 69. KSPN. Halimun dan 70. KSPN. Ijen Baluran dan 71. KSPN. Waikabubak Manupeh Tanah Daru dan 72. KSPN. Karangasem Amuk dan 73. KSPN. Lagoi dan 74. KSPN. Enggano dan 75. KSPN. Bandung Kota dan 76. KSPN. Puncak Gede Pangrango dan 77. KSPN. Teluk Cenderawasih dan 78. KSPN. Menjangan Pemuteran dan

7 - 7 - NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 79. KSPN. Taman Nasional Bali Barat dan 80. KSPN. Tulamben Amed dan 81. KSPN. Bedugul dan 82. KSPN. Nusa Penida dan 83. KSPN. Ubud dan 84. KSPN. Besakih Gunung Agung dan 2. Indikasi program Pasal 13 ayat (1) huruf b 85. KSPN. Long Bagun dan 86. KSPN. Sambas dan 87. KSPN. Gorontalo Kota Limboto dan 88. KSPN. Wazur Merauke dan 2.1. Pengembangan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan pada daya tarik wisata prioritas di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: 1. KSPN. Kintamani Danau 9. KSPN. Bunaken dan 17. KSPN. Dieng dan Batur dan 10. KSPN. Raja Ampat dan 18. KSPN. Wakatobi dan 2. KSPN. Komodo dan 19. KSPN. Pantai Selatan Lombok dan 11. KSPN. Pangandaran dan 3. KSPN. Borobudur dan 20. KSPN. Siberut dan 12. KSPN. Toraja dan 21. KSPN. Derawan Sangalaki dan 4. KSPN. Rinjani dan 13. KSPN. Ende Kelimutu dan 5. KSPN. Nongsa - Pulau Abang 22. KSPN. Bitung Lembeh dan dan 14. KSPN. Kota Tua Sunda Kelapa 6. KSPN. Toba dan dan 23. KSPN. Singkarak dan 7. KSPN. Bukittinggi dan 15. KSPN. Tanjung Puting dan 24. KSPN. Sentarum dan 25. KSPN. Bandaneira dan 8. KSPN. Bromo Tengger 16. KSPN. Teluk Dalam-Nias dan 26. KSPN. Weh dan Semeru dan 27. KSPN. Kep Seribu dan Kementerian membidangi pekerjaan umum yang urusan

8 - 8 - NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 28. KSPN. Ujung Kulon- Tanjung Lesung dan 29. KSPN. Togean Tomini dan 30. KSPN. Merapi Merbabu dan 31. KSPN. Karimunjawa dan 32. KSPN. Tambora dan 33. KSPN. Tangkahan dan 34. KSPN. Palembang Kota dan (Sungai Musi) 35. KSPN. Tanjung Kelayang dan 36. KSPN. Muaro Jambi dan 37. KSPN. Kerinci Seblat dan 38. KSPN. Trowulan dan 39. KSPN. Way Kambas dan 40. KSPN. Prambanan Kalasan dan 41. KSPN. Kuta Sanur Nusa Dua dan 42. KSPN. Morotai dan 43. KSPN. Sentani dan 44. KSPN. Sangiran dan 45. KSPN. Takabonerate dan 46. KSPN. Rupat dan 47. KSPN. Agats Asmat dan 48. KSPN. Pagaralam dan 49. KSPN. Krakatau dan 50. KSPN. Natuna dan 51. KSPN. Alor Kalabahi dan 52. KSPN. Yogyakartakarta Kota dan 53. KSPN. Lhoksado dan 54. KSPN. Karst Pacitan dan 55. KSPN. Bali Utara / Singaraja dan 56. KSPN. Gili Tramena dan 57. KSPN. Moyo dan 58. KSPN. Kota Bangun Tanjung Isuy dan 59. KSPN. Kayan Mentarang dan 60. KSPN. Ciwidey dan 61. KSPN. Tomohon Tondano dan 62. KSPN. Danau Ranau dan 63. KSPN. Biak dan 64. KSPN. Tangkuban Perahu dan 65. KSPN. Maninjau dan 66. KSPN. Nemberala Rotendao dan 67. KSPN. Pantai Selatan Yogyakarta 68. KSPN. Karst Gunung Kidul dan 69. KSPN. Halimun dan 70. KSPN. Ijen Baluran dan 71. KSPN. Waikabubak Manupeh Tanah Daru dan 72. KSPN. Karangasem Amuk dan 73. KSPN. Lagoi dan 74. KSPN. Enggano dan 75. KSPN. Bandung Kota dan 76. KSPN. Puncak Gede Pangrango dan 77. KSPN. Teluk Cenderawasih dan 78. KSPN. Menjangan Pemuteran dan

9 - 9 - NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 79. KSPN. Taman Nasional Bali Barat dan 80. KSPN. Tulamben Amed dan 81. KSPN. Bedugul dan 82. KSPN. Nusa Penida dan 83. KSPN. Ubud dan 3. Indikasi program Pasal 13 ayat (2) 84. KSPN. Besakih Gunung Agung dan 85. KSPN. Long Bagun dan 86. KSPN. Sambas dan 87. KSPN. Gorontalo Kota Limboto dan 88. KSPN. Wazur Merauke dan 3.1. Penyiapan rancangan peraturan tentang rencana induk Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional, yang mencakup: Kementerian yang membidangi urusan 1. DPN. Bali Nusa Lembongan dan 10. DPN. Sorong Raja Ampat dan 18. DPN. Mentawai Siberut dan 2. DPN. Komodo Ruteng dan 11. DPN. Pangandaran 19. DPN. Nias Simeulue dan Nusakambangan dan 3. DPN. Borobudur Yogyakarta Dan 12. DPN. Toraja Lorelindu dan 20. DPN. Kendari Wakatobi dan 4. DPN. Lombok Gili Tramena dan 13. DPN. Kelimutu Meumere dan 21. DPN. Derawan Kayan Mentarang dan 5. DPN. Batam Bintan dan 14. DPN. Jakarta Kepulauan Seribu 22. DPN. Sentarum Betung 6. DPN. Medan Toba dan dan Kerihun dan 7. DPN. Padang Bukittinggi dan 15. DPN. Palembang Babel dan 23. DPN. Ambon Bandaneira dan 8. DPN. Bromo Malang dan 16. DPN. Palangkaraya Tanjung 24. DPN. Banda Aceh Weh dan Puting dan 9. DPN. Manado Bunaken dan 17. DPN. Makassar Takabonerate dan 25. DPN. Krakatau Ujungkulon dan

10 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 26. DPN. Togean Gorontalo dan 27. DPN. Semarang Karimunjawa dan 28. DPN. Alor Lembata dan 29. DPN. Kupang Rotendao dan 30. DPN. Sumba Waikabubak dan 31. DPN. Moyo Tambora dan 32. DPN. Bandung Ciwidey dan 33. DPN. Solo Sangiran dan 34. DPN. Halmahera Morotai dan 35. DPN. Sentani Wamena dan 36. DPN. Jambi Kerinci Seblat dan 37. DPN. Bogor Halimun dan 38. DPN. Surabaya Madura dan 39. DPN. Pekanbaru Rupat dan 40. DPN. Timika Lorenzt dan 41. DPN. Bengkulu Enggano dan 42. DPN. Natuna Anambas dan 43. DPN. Banjarmasin Martapura dan 44. DPN. Tenggarong Balikpapan dan 45. DPN. Biak Numfor dan 46. DPN. Ijen Alaspurwo dan 47. DPN. Pontianak Singkawang dan 48. DPN. Long Bagun Melak dan 49. DPN. Manokwari Fak fak dan 50. DPN. Merauke Wazur dan 3.2. Penyiapan rancangan peraturan tentang rencana detail Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: 1. KSPN. Kintamani Danau 7. KSPN. Bukittinggi dan 14. KSPN. Kota Tua Sunda Kelapa dan Batur dan 2. KSPN. Komodo dan 8. KSPN. Bromo Tengger Semeru dan 15. KSPN. Tanjung Puting dan 3. KSPN. Borobudur dan 9. KSPN. Bunaken dan 16. KSPN. Teluk Dalam-Nias dan 4. KSPN. Rinjani dan 10. KSPN. Raja Ampat dan 11. KSPN. Pangandaran dan 17. KSPN. Dieng dan 5. KSPN. Nongsa - Pulau Abang 12. KSPN. Toraja dan 18. KSPN. Wakatobi dan dan 13. KSPN. Ende Kelimutu dan 19. KSPN. Pantai Selatan Lombok dan 6. KSPN. Toba dan Kementerian membidangi yang urusan

11 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 20. KSPN. Siberut dan 21. KSPN. Derawan Sangalaki dan 22. KSPN. Bitung Lembeh dan 23. KSPN. Singkarak dan 24. KSPN. Sentarum dan 25. KSPN. Bandaneira dan 26. KSPN. Weh dan 27. KSPN. Kep Seribu dan 28. KSPN. Ujung Kulon- Tanjung Lesung dan 29. KSPN. Togean Tomini dan 30. KSPN. Merapi Merbabu dan 31. KSPN. Karimunjawa dan 32. KSPN. Tambora dan 33. KSPN. Tangkahan dan 34. KSPN. Palembang Kota dan (Sungai Musi) 35. KSPN. Tanjung Kelayang dan 36. KSPN. Muaro Jambi dan 37. KSPN. Kerinci Seblat dan 38. KSPN. Trowulan dan 39. KSPN. Way Kambas dan 40. KSPN. Prambanan Kalasan dan 41. KSPN. Kuta Sanur Nusa Dua dan 42. KSPN. Morotai dan 43. KSPN. Sentani dan 44. KSPN. Sangiran dan 45. KSPN. Takabonerate dan 46. KSPN. Rupat dan 47. KSPN. Agats Asmat dan 48. KSPN. Pagaralam dan 49. KSPN. Krakatau dan 50. KSPN. Natuna dan 51. KSPN. Alor Kalabahi dan 52. KSPN. Yogyakartakarta Kota dan 53. KSPN. Lhoksado dan 54. KSPN. Karst Pacitan dan 55. KSPN. Bali Utara / Singaraja dan 56. KSPN. Gili Tramena dan 57. KSPN. Moyo dan 58. KSPN. Kota Bangun Tanjung Isuy dan 59. KSPN. Kayan Mentarang dan 60. KSPN. Ciwidey dan 61. KSPN. Tomohon Tondano dan 62. KSPN. Danau Ranau dan 63. KSPN. Biak dan 64. KSPN. Tangkuban Perahu dan 65. KSPN. Maninjau dan 66. KSPN. Nemberala Rotendao dan 67. KSPN. Pantai Selatan Yogyakarta 68. KSPN. Karst Gunung Kidul dan 69. KSPN. Halimun dan 70. KSPN. Ijen Baluran dan 71. KSPN. Waikabubak Manupeh Tanah Daru dan 72. KSPN. Karangasem Amuk dan 73. KSPN. Lagoi dan 74. KSPN. Enggano dan

12 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 75. KSPN. Bandung Kota dan 76. KSPN. Puncak Gede Pangrango dan 77. KSPN. Teluk Cenderawasih dan 78. KSPN. Menjangan Pemuteran dan 79. KSPN. Taman Nasional Bali Barat dan 80. KSPN. Tulamben Amed dan 81. KSPN. Bedugul dan 82. KSPN. Nusa Penida dan 83. KSPN. Ubud dan 84. KSPN. Besakih Gunung Agung dan 85. KSPN. Long Bagun dan 86. KSPN. Sambas dan 87. KSPN. Gorontalo Kota Limboto dan 88. KSPN. Wazur Merauke dan 3.3. Penyiapan rancangan peraturan tentang tata bangunan dan lingkungan pada daya tarik wisata prioritas di Kawasan Kementerian Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: membidangi 1. KSPN. Kintamani Danau 10. KSPN. Raja Ampat dan 19. KSPN. Pantai Selatan Lombok dan pekerjaan umum Batur dan 2. KSPN. Komodo dan 11. KSPN. Pangandaran dan 20. KSPN. Siberut dan 3. KSPN. Borobudur dan 21. KSPN. Derawan Sangalaki dan 12. KSPN. Toraja dan 4. KSPN. Rinjani dan 13. KSPN. Ende Kelimutu dan 22. KSPN. Bitung Lembeh dan 5. KSPN. Nongsa - Pulau Abang 23. KSPN. Singkarak dan dan 14. KSPN. Kota Tua Sunda Kelapa 24. KSPN. Sentarum dan 6. KSPN. Toba dan dan 25. KSPN. Bandaneira dan 7. KSPN. Bukittinggi dan 15. KSPN. Tanjung Puting dan 26. KSPN. Weh dan 27. KSPN. Kep Seribu dan 8. KSPN. Bromo Tengger Semeru 16. KSPN. Teluk Dalam-Nias dan 28. KSPN. Ujung Kulon- Tanjung Lesung dan dan 9. KSPN. Bunaken dan 17. KSPN. Dieng dan 29. KSPN. Togean Tomini dan 18. KSPN. Wakatobi dan yang urusan

13 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 30. KSPN. Merapi Merbabu dan 31. KSPN. Karimunjawa dan 32. KSPN. Tambora dan 33. KSPN. Tangkahan dan 34. KSPN. Palembang Kota dan (Sungai Musi) 35. KSPN. Tanjung Kelayang dan 36. KSPN. Muaro Jambi dan 37. KSPN. Kerinci Seblat dan 38. KSPN. Trowulan dan 39. KSPN. Way Kambas dan 40. KSPN. Prambanan Kalasan dan 41. KSPN. Kuta Sanur Nusa Dua dan 42. KSPN. Morotai dan 43. KSPN. Sentani dan 44. KSPN. Sangiran dan 45. KSPN. Takabonerate dan 46. KSPN. Rupat dan 47. KSPN. Agats Asmat dan 48. KSPN. Pagaralam dan 49. KSPN. Krakatau dan 50. KSPN. Natuna dan 51. KSPN. Alor Kalabahi dan 52. KSPN. Yogyakartakarta Kota dan 53. KSPN. Lhoksado dan 54. KSPN. Karst Pacitan dan 55. KSPN. Bali Utara / Singaraja dan 56. KSPN. Gili Tramena dan 57. KSPN. Moyo dan 58. KSPN. Kota Bangun Tanjung Isuy dan 59. KSPN. Kayan Mentarang dan 60. KSPN. Ciwidey dan 61. KSPN. Tomohon Tondano dan 62. KSPN. Danau Ranau dan 63. KSPN. Biak dan 64. KSPN. Tangkuban Perahu dan 65. KSPN. Maninjau dan 66. KSPN. Nemberala Rotendao dan 67. KSPN. Pantai Selatan Yogyakarta 68. KSPN. Karst Gunung Kidul dan 69. KSPN. Halimun dan 70. KSPN. Ijen Baluran dan 71. KSPN. Waikabubak Manupeh Tanah Daru dan 72. KSPN. Karangasem Amuk dan 73. KSPN. Lagoi dan 74. KSPN. Enggano dan 75. KSPN. Bandung Kota dan 76. KSPN. Puncak Gede Pangrango dan 77. KSPN. Teluk Cenderawasih dan 78. KSPN. Menjangan Pemuteran dan 79. KSPN. Taman Nasional Bali Barat dan

14 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 80. KSPN. Tulamben Amed dan 81. KSPN. Bedugul dan 82. KSPN. Nusa Penida dan 83. KSPN. Ubud dan 84. KSPN. Besakih Gunung Agung dan 85. KSPN. Long Bagun dan 86. KSPN. Sambas dan 87. KSPN. Gorontalo Kota Limboto dan 88. KSPN. Wazur Merauke dan 3.4. Penetapan Regulasi rencana induk Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional, yang mencakup: Kementerian yang membidangi urusan 1. DPN. Bali Nusa Lembongan 10. DPN. Sorong Raja Ampat 18. DPN. Mentawai Siberut dan dan dan 2. DPN. Komodo Ruteng dan 11. DPN. Pangandaran 19. DPN. Nias Simeulue dan Nusakambangan dan 3. DPN. Borobudur Yogyakarta 20. DPN. Kendari Wakatobi dan Dan 4. DPN. Lombok Gili Tramena 12. DPN. Toraja Lorelindu dan 21. DPN. Derawan Kayan Mentarang dan 13. DPN. Kelimutu Meumere dan 5. DPN. Batam Bintan dan dan 22. DPN. Sentarum Betung Kerihun 14. DPN. Jakarta Kep Seribu dan 6. DPN. Medan Toba dan dan 23. DPN. Ambon Bandaneira dan 15. DPN. Palembang Babel dan 7. DPN. Padang Bukittinggi dan 24. DPN. Banda Aceh Weh dan 16. DPN. Palangkaraya Tanjung 8. DPN. Bromo Malang dan Puting dan 25. DPN. Krakatau Ujungkulon dan 17. DPN. Makassar 9. DPN. Manado Bunaken dan Takabonerate dan 26. DPN. Togean Gorontalo dan

15 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 27. DPN. Semarang Karimunjawa dan 28. DPN. Alor Lembata dan 29. DPN. Kupang Rotendao dan 30. DPN. Sumba Waikabubak dan 31. DPN. Moyo Tambora dan 32. DPN. Bandung Ciwidey dan 33. DPN. Solo Sangiran dan 34. DPN. Halmahera Morotai dan 35. DPN. Sentani Wamena dan 36. DPN. Jambi Kerinci seblat dan 37. DPN. Bogor Halimun dan 38. DPN. Surabaya Madura dan 39. DPN. Pekanbaru Rupat dan 40. DPN. Timika Lorenzt dan 41. DPN. Bengkulu Enggano dan 42. DPN. Natuna Anambas dan 43. DPN. Banjarmasin Martapura dan 44. DPN. Tenggarong Balikpapan dan 45. DPN. Biak Numfor dan 46. DPN. Ijen Alaspurwo dan 47. DPN. Pontianak Singkawang dan 48. DPN. Long Bagun Melak dan 49. DPN. Manokwari Fak fak dan 50. DPN. Merauke Wazur dan 3.5. Penetapan Regulasi Rencana Detail Pembangunan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: 1. KSPN. Kintamani Danau 8. KSPN. Bromo Tengger Semeru 15. KSPN. Tanjung Puting dan Batur dan dan 2. KSPN. Komodo dan 9. KSPN. Bunaken dan 16. KSPN. Teluk Dalam-Nias dan 3. KSPN. Borobudur dan 10. KSPN. Raja Ampat dan 11. KSPN. Pangandaran dan 17. KSPN. Dieng dan 4. KSPN. Rinjani dan 18. KSPN. Wakatobi dan 5. KSPN. Nongsa - Pulau Abang 12. KSPN. Toraja dan 19. KSPN. Pantai Selatan Lombok dan dan 13. KSPN. Ende Kelimutu dan 6. KSPN. Toba dan 20. KSPN. Siberut dan 7. KSPN. Bukittinggi dan 14. KSPN. Kota Tua Sunda Kelapa 21. KSPN. Derawan Sangalaki dan dan Kementerian membidangi yang urusan

16 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 22. KSPN. Bitung Lembeh dan 23. KSPN. Singkarak dan 24. KSPN. Sentarum dan 25. KSPN. Bandaneira dan 26. KSPN. Weh dan 27. KSPN. Kep Seribu dan 28. KSPN. Ujung Kulon- Tanjung Lesung dan 29. KSPN. Togean Tomini dan 30. KSPN. Merapi Merbabu dan 31. KSPN. Karimunjawa dan 32. KSPN. Tambora dan 33. KSPN. Tangkahan dan 34. KSPN. Palembang Kota dan (Sungai Musi) 35. KSPN. Tanjung Kelayang dan 36. KSPN. Muaro Jambi dan 37. KSPN. Kerinci Seblat dan 38. KSPN. Trowulan dan 39. KSPN. Way Kambas dan 40. KSPN. Prambanan Kalasan dan 41. KSPN. Kuta Sanur Nusa Dua dan 42. KSPN. Morotai dan 43. KSPN. Sentani dan 44. KSPN. Sangiran dan 45. KSPN. Takabonerate dan 46. KSPN. Rupat dan 47. KSPN. Agats Asmat dan 48. KSPN. Pagaralam dan 49. KSPN. Krakatau dan 50. KSPN. Natuna dan 51. KSPN. Alor Kalabahi dan 52. KSPN. Yogyakartakarta Kota dan 53. KSPN. Lhoksado dan 54. KSPN. Karst Pacitan dan 55. KSPN. Bali Utara / Singaraja dan 56. KSPN. Gili Tramena dan 57. KSPN. Moyo dan 58. KSPN. Kota Bangun Tanjung Isuy dan 59. KSPN. Kayan Mentarang dan 60. KSPN. Ciwidey dan 61. KSPN. Tomohon Tondano dan 62. KSPN. Danau Ranau dan 63. KSPN. Biak dan 64. KSPN. Tangkuban Perahu dan 65. KSPN. Maninjau dan 66. KSPN. Nemberala Rotendao dan 67. KSPN. Pantai Selatan Yogyakarta 68. KSPN. Karst Gunung Kidul dan 69. KSPN. Halimun dan 70. KSPN. Ijen Baluran dan 71. KSPN. Waikabubak Manupeh Tanah Daru dan 72. KSPN. Karangasem Amuk dan 73. KSPN. Lagoi dan 74. KSPN. Enggano dan

17 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 75. KSPN. Bandung Kota dan 76. KSPN. Puncak Gede Pangrango dan 77. KSPN. Teluk Cenderawasih dan 78. KSPN. Menjangan Pemuteran dan 79. KSPN. Taman Nasional Bali Barat dan 80. KSPN. Tulamben Amed dan 81. KSPN. Bedugul dan 82. KSPN. Nusa Penida dan 83. KSPN. Ubud dan 84. KSPN. Besakih Gunung Agung dan 85. KSPN. Long Bagun dan 86. KSPN. Sambas dan 87. KSPN. Gorontalo Kota Limboto dan 88. KSPN. Wazur Merauke dan 3.6. Penetapan Regulasi tentang tata bangunan dan lingkungan pada daya tarik wisata prioritas di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: 1. KSPN. Kintamani Danau Batur dan 2. KSPN. Komodo dan 3. KSPN. Borobudur dan 4. KSPN. Rinjani dan 5. KSPN. Nongsa - Pulau Abang dan 6. KSPN. Toba dan 7. KSPN. Bukittinggi dan 8. KSPN. Bromo Tengger Semeru dan 9. KSPN. Bunaken dan 10. KSPN. Raja Ampat dan 11. KSPN. Pangandaran dan 12. KSPN. Toraja dan 13. KSPN. Ende Kelimutu dan 14. KSPN. Kota Tua Sunda Kelapa dan 15. KSPN. Tanjung Puting dan 16. KSPN. Teluk Dalam-Nias dan 17. KSPN. Dieng dan 18. KSPN. Wakatobi dan 19. KSPN. Pantai Selatan Lombok dan 20. KSPN. Siberut dan 21. KSPN. Derawan Sangalaki dan 22. KSPN. Bitung Lembeh dan 23. KSPN. Singkarak dan 24. KSPN. Sentarum dan 25. KSPN. Bandaneira dan 26. KSPN. Weh dan 27. KSPN. Kep Seribu dan 28. KSPN. Ujung Kulon- Tanjung. Lesung dan 29. KSPN. Togean Tomini dan Kementerian membidangi yang urusan

18 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 30. KSPN. Merapi Merbabu dan 31. KSPN. Karimunjawa dan 32. KSPN. Tambora dan 33. KSPN. Tangkahan dan 34. KSPN. Palembang Kota dan (Sungai Musi) 35. KSPN. Tanjung Kelayang dan 36. KSPN. Muaro Jambi dan 37. KSPN. Kerinci Seblat dan 38. KSPN. Trowulan dan 39. KSPN. Way Kambas dan 40. KSPN. Prambanan Kalasan dan 41. KSPN. Kuta Sanur Nusa Dua dan 42. KSPN. Morotai dan 43. KSPN. Sentani dan 44. KSPN. Sangiran dan 45. KSPN. Takabonerate dan 46. KSPN. Rupat dan 47. KSPN. Agats Asmat dan 48. KSPN. Pagaralam dan 49. KSPN. Krakatau dan 50. KSPN. Natuna dan 51. KSPN. Alor Kalabahi dan 52. KSPN. Yogyakartakarta Kota dan 53. KSPN. Lhoksado dan 54. KSPN. Karst Pacitan dan 55. KSPN. Bali Utara / Singaraja dan 56. KSPN. Gili Tramena dan 57. KSPN. Moyo dan 58. KSPN. Kota Bangun Tanjung Isuy dan 59. KSPN. Kayan Mentarang dan 60. KSPN. Ciwidey dan 61. KSPN. Tomohon Tondano dan 62. KSPN. Danau Ranau dan 63. KSPN. Biak dan 64. KSPN. Tangkuban Perahu dan 65. KSPN. Maninjau dan 66. KSPN. Nemberala Rotendao dan 67. KSPN. Pantai Selatan Yogyakarta 68. KSPN. Karst Gunung Kidul dan 69. KSPN. Halimun dan 70. KSPN. Ijen Baluran dan 71. KSPN. Waikabubak Manupeh Tanah Daru dan 72. KSPN. Karangasem Amuk dan 73. KSPN. Lagoi dan 74. KSPN. Enggano dan 75. KSPN. Bandung Kota dan 76. KSPN. Puncak Gede Pangrango dan 77. KSPN. Teluk Cenderawasih dan 78. KSPN. Menjangan Pemuteran dan 79. KSPN. Taman Nasional Bali Barat dan

19 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 80. KSPN. Tulamben Amed dan 81. KSPN. Bedugul dan 82. KSPN. Nusa Penida dan 83. KSPN. Ubud dan 84. KSPN. Besakih Gunung Agung dan 4. Indikasi program Pasal 13 ayat (3) 85. KSPN. Long Bagun dan 86. KSPN. Sambas dan 87. KSPN. Gorontalo Kota Limboto dan 88. KSPN. Wazur Merauke dan 4.1. Penyebarlusan informasi dan publikasi Peraturan tentang Pembangunan Destinasi Pariwisata Nasional, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, yang mencakup: 1. DPN. Bali Nusa Lembongan dan 2. DPN. Komodo Ruteng dan 3. DPN. Borobudur Yogyakarta Dan 4. DPN. Lombok Gili Tramena dan 5. DPN. Batam Bintan dan 6. DPN. Medan Toba dan 7. DPN. Padang Bukittinggi dan 8. DPN. Bromo Malang dan 9. DPN. Manado Bunaken dan 10. DPN. Sorong Raja Ampat dan 11. DPN. Pangandaran Nusakambangan dan 12. DPN. Toraja Lorelindu dan 13. DPN. Kelimutu Meumere dan 14. DPN. Jakarta Kep Seribu dan 15. DPN. Palembang Babel dan 16. DPN. Palangkaraya Tanjung Puting dan 17. DPN. Makassar Takabonerate dan 18. DPN. Mentawai Siberut dan 19. DPN. Nias Simeulue dan 20. DPN. Kendari Wakatobi dan 21. DPN. Derawan Kayan Mentarang dan Kementerian yang membidangi urusan

20 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 22. DPN. Sentarum Betung Kerihun dan 23. DPN. Ambon Bandaneira dan 24. DPN. Banda Aceh Weh dan 25. DPN. Krakatau Ujungkulon dan 26. DPN. Togean Gorontalo dan 27. DPN. Semarang Karimunjawa dan 28. DPN. Alor Lembata dan 29. DPN. Kupang Rotendao dan 30. DPN. Sumba Waikabubak dan 31. DPN. Moyo Tambora dan 32. DPN. Bandung Ciwidey dan 33. DPN. Solo Sangiran dan 34. DPN. Halmahera Morotai dan 35. DPN. Sentani Wamena dan 36. DPN. Jambi Kerinci Seblat dan 37. DPN. Bogor Halimun dan 38. DPN. Surabaya Madura dan 39. DPN. Pekanbaru Rupat dan 40. DPN. Timika Lorenzt dan 41. DPN. Bengkulu Enggano dan 42. DPN. Natuna Anambas dan 43. DPN. Banjarmasin Martapura dan 44. DPN. Tenggarong Balikpapan dan 45. DPN. Biak Numfor dan 46. DPN. Ijen Alaspurwo dan 47. DPN. Pontianak Singkawang dan 48. DPN. Long Bagun Melak dan 49. DPN. Manokwari Fak fak dan 50. DPN. Merauke Wazur dan

21 PEMBANGUNAN DAYA TARIK WISATA LINGKUP ARAH KEBIJAKAN : ARAH KEBIJAKAN 1. : PERINTISAN PENGEMBANGAN DAYA TARIK WISATA DALAM RANGKA MENDORONG PERTUMBUHAN DPN DAN PENGEMBANGAN DAERAH; ARAH KEBIJAKAN 2. ARAH KEBIJAKAN 3. : PEMBANGUNAN DAYA TARIK WISATA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS DAN DAYA SAING PRODUK DALAM MENARIK MINAT DAN LOYALITAS SEGMEN PASAR YANG ADA; : PEMANTAPAN DAYA TARIK WISATA UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK DALAM MENARIK KUNJUNGAN ULANG WISATAWAN DAN SEGMEN PASAR YANG LEBIH LUAS; DAN ARAH KEBIJAKAN 4. : REVITALISASI DAYA TARIK WISATA DALAM UPAYA PENINGKATAN KUALITAS, KEBERLANJUTAN DAN DAYA SAING PRODUK DAN DPN.

22 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 1. Indikasi program Pasal 16 ayat (1) huruf a Fasilitasi perintisan pengembangan daya tarik wisata alam, budaya dan khusus/ buatan bagi segmen wisata massal (mass market) maupun bagi segmen ceruk pasar (niche market) di destinasi pariwisata nasional yang belum berkembang Fasilitasi perencanaan dan perintisan pengembangan sarana prasarana dasar di destinasi pariwisata nasional yang belum berkembang Fasilitasi pengembangan jejaring manajemen kunjungan terpadu dengan daya tarik wisata yang telah berkembang di sekitar lokasi baik dalam konteks regional maupun nasional. 2. Indikasi program Pasal 16 ayat (1) huruf b Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang alam hutan dan pegunungan) di sekitar lokasi daya tarik wisata Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang laut/perairan) di sekitar lokasi daya tarik wisata Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang budaya) di sekitar lokasi daya tarik wisata. 3. Indikasi program Pasal 16 ayat (2) huruf a Penguatan interpretasi dan inovasi produk dalam upaya meningkatkan kualitas daya tarik, keunggulan kompetitif dan komparatif serta daya saing daya tarik wisata alam, budaya dan khusus/buatan yang sedang berkembang Pengembangan jejaring manajemen kunjungan terpadu dengan dengan daya tarik wisata terkait di sekitar lokasi dalam konteks regional, maupun nasional dan internasional Peningkatan kualitas dan kapasitas sarana prasarana dasar untuk meningkatkan kualitas kegiatan di sekitar lokasi daya tarik wisata. urusan urusan pekerjaan umum urusan urusan kehutanan urusan kelautan dan perikanan urusan urusan urusan urusan pekerjaan umum

23 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 4. Indikasi program Pasal 16 ayat (2) huruf b Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang alam hutan dan pegunungan) di sekitar lokasi daya tarik wisata Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang laut/perairan) di sekitar lokasi daya tarik wisata Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang budaya) di sekitar lokasi daya tarik wisata. urusan kehutanan urusan kelautan dan perikanan urusan 4.4. Pengawasan pembangunan sumber daya dan lingkungan spesifik di lokasi daya tarik wisata. urusan pekerjaan umum 5. Indikasi program Pasal 16 ayat (3) huruf a Pengembangan daya tarik khusus dan rentang aktifitas wisata dalam berbagai skala (hard - soft attraction) pada manajemen atraksi daya tarik wisata alam, budaya dan buatan/ khusus untuk menarik segmen wisatawan massal (mass market) dan segmen ceruk pasar (niche market), secara khusus mencakup: a. pengembangan kawasan geopark Kintamani Danau Batur dalam meningkatkan kualitas dan diversifikasi daya tarik destinasi pariwisata; b. pengembangan kawasan geopark Danau Toba dalam meningkatkan kualitas dan diversifikasi daya tarik destinasi pariwisata; c. pengembangan kawasan eco-karst Pacitan (geopark) dalam meningkatkan kualitas dan diversifikasi daya tarik destinasi pariwisata; d. pengembangan kawasan geopark Kepulauan Wayag Raja Ampat dalam meningkatkan kualitas dan diversifikasi daya tarik destinasi pariwisata; dan e. destinasi pariwisata lain sesuai kebutuhan dan perkembangan pasar Pengembangan jenis-jenis atraksi lain dengan berbagai tema di sekitar lokasi daya tarik wisata utamanya serta jejaringnya dalam manajemen kunjungan terpadu yang saling melengkapi. urusan urusan

24 NO INDIKASI PROGRAM PENANGGUNGJAWAB 5.3. Peningkatan kualitas dan kapasitas sarana prasarana dasar untuk meningkatkan kualitas kegiatan di sekitar lokasi daya tarik wisata. 6. Indikasi program Pasal 16 ayat (3) huruf b Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang alam hutan dan pegunungan) di sekitar lokasi daya tarik wisata Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang laut/perairan) di sekitar lokasi daya tarik wisata Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang budaya) di sekitar lokasi daya tarik wisata Peningkatan pengawasan pembangunan dan pengendalian pemanfaatan sumber daya untuk mendukung keberlanjutan sumber daya dan kegiatan di lokasi daya tarik wisata. 7. Indikasi program Pasal 16 ayat (4) huruf a Inovasi manajemen atraksi dengan pengembangan tema dan even khusus (soft atraction) yang menjadi kekuatan utama penggerak kunjungan. urusan pekerjaan umum urusan kehutanan urusan kelautan dan perikanan urusan urusan pekerjaan umum urusan 7.2. Pengembangan program-program interpretasi termasuk yang berbasis teknologi. urusan 7.3. Pengembangan jejaring manajemen kunjungan terpadu dengan daya tarik wisata pendukung di sekitar lokasi dalam konteks regional, nasional dan internasional Peningkatan kualitas dan kapasitas sarana prasarana dasar untuk meningkatkan kualitas kegiatan di sekitar lokasi daya tarik wisata. 8. Indikasi program Pasal 16 ayat (4) huruf b. urusan urusan pekerjaan umum 8.1. Penguatan upaya pelestarian terhadap sumber daya dan lingkungan spesifik (bentang alam hutan

PETA PERWILAYAHAN PEMBANGUNAN 50 (LIMA PULUH) DESTINASI PARIWISATA NASIONAL

PETA PERWILAYAHAN PEMBANGUNAN 50 (LIMA PULUH) DESTINASI PARIWISATA NASIONAL LAMPIRAN II PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 PETA PERWILAYAHAN PEMBANGUNAN 50 (LIMA PULUH) DESTINASI

Lebih terperinci

Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis

Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis Koordinasi Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata i Nasional Oleh : Ir. Henky Hermantoro, MURP/MPA Sekditjen Pengembangan Destinasi Pariwisata KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH 1 PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2012 2027 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG BUPATI PANDEGLANG,

PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG BUPATI PANDEGLANG, BUPATI PANDEGLANG PROVINSI BANTEN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PANDEGLANG NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN KABUPATEN PANDEGLANG TAHUN 2015-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH TAHUN

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH TAHUN PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH TAHUN 2013-2028 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT,

Lebih terperinci

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG WALIKOTA SURAKARTA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KOTA SURAKARTA NOMOR 13 TAHUN 2016 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH TAHUN 2016-2026 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1. Kesimpulan Sesuai dengan tujuan dan fokus penelitian yang dikaji dan berdasarkan pada hasil analisis yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga ditarik kesimpulan sebagai

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 Desember 2016 s/d 01 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 Desember 2016 s/d 01 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 Desember 2016 s/d 01 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 28 Desember 2016 Rabu, 28 Desember 2016 LAMPUNG, SELAT SUNDA

Lebih terperinci

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG Jakarta, 1 April 2015 KAMIS, 2 APRIL 2015 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : SAMUDERA HINDIA SELATAN NTB, LAUT SULAWESI BAGIAN TIMUR, PERAIRAN BITUNG-MANADO, PERAIRAN KEP. SANGIHE, PERAIRAN SELATAN

Lebih terperinci

BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PENCAPAIAN SASARAN 2016 per-bidang PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN

BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PENCAPAIAN SASARAN 2016 per-bidang PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN BUTIR-BUTIR KONSOLIDASI PENYATUAN LANGKAH AKSELERASI PENCAPAIAN SASARAN 2016 per-bidang PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN RAPAT KERJA NASIONAL PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN 2015 Jakarta, 30 OKTOBER 2015 BUTIR-BUTIR

Lebih terperinci

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH PROVINSI BALI TAHUN

GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH PROVINSI BALI TAHUN GUBERNUR BALI PERATURAN DAERAH PROVINSI BALI NOMOR 10 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH PROVINSI BALI TAHUN 2015-2029 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BALI, Menimbang

Lebih terperinci

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian POKOK-POKOK MASTER PLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) TAHUN

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian POKOK-POKOK MASTER PLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) TAHUN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian POKOK-POKOK MASTER PLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3EI) TAHUN 2011-2025 Disampaikan Pada acara: RAKERNAS KEMENTERIAN KUKM Jakarta,

Lebih terperinci

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 RANCANGAN: PENDEKATAN SINERGI PERENCANAAN BERBASIS PRIORITAS PEMBANGUNAN PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 PRIORITAS PEMBANGUNAN 2017 Meningkatkan kualitas infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah

Lebih terperinci

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG Jakarta, 08 Desember 2011 JUMAT, 09 DESEMBER 2011 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : PERAIRAN KEPULAUAN PALAWAN, SAMUDERA HINDIA BARAT ENGGANO, PERAIRAN SULAWESI UTARA, LAUT SULU, PERAIRAN SANGIHE

Lebih terperinci

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG Jakarta, 31 Januari 2014 SABTU, 1 FEBRUARI 2014 PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG WARNING : 1. POTENSI HUJAN LEBAT DISERTAI PETIR BERPELUANG TERJADI DI : GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : PERAIRAN

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 21 Desember 2015 s/d 26 Desember 2015 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 21 Desember 2015 s/d 26 Desember 2015 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 21 Desember 2015 s/d 26 Desember 2015 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 21 Desember 2015 Senin, 21 Desember 2015 SELAT MALAKA, PERAIRAN

Lebih terperinci

PENJELASAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN

PENJELASAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN PENJELASAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN NASIONAL TAHUN 2010-2025 I. UMUM Pariwisata sebagai suatu sektor kehidupan, telah

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 01 Desember 2016 s/d 05 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 01 Desember 2016 s/d 05 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 01 Desember 2016 s/d 05 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 30 November 2016 Kamis, 1 Desember 2016 Laut Cina Selatan bagian

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 09 Januari 2017 s/d 13 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 09 Januari 2017 s/d 13 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 09 Januari 2017 s/d 13 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 09 Januari 2017 Senin, 9 Januari 2017 PERAIRAN SABANG - ACEH,

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 29 Desember 2016 s/d 02 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 29 Desember 2016 s/d 02 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 29 Desember 2016 s/d 02 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 29 Desember 2016 Kamis, 29 Desember 2016 Laut Andaman, Perairan

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH )

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2008 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 65.095.787.348 29.550.471.790 13.569.606.845 2.844.103.829 111.059.969.812 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 64.772.302.460

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.583.925.475 29.611.683.617 8.624.554.612 766.706.038 105.586.869.742 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.571.946.166

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 2 TAHUN 2013 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH TAHUN 2013-2028 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR

Lebih terperinci

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN

BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN BAB II TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG WILAYAH PROVINSI BANTEN 2.1 Tujuan Penataan Ruang Dengan mengacu kepada Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang, khususnya Pasal 3,

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN Rencana program prioritas dan kebutuhan pendanaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kabupaten Wakatobi tahun

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 17 Januari 2017 s/d 21 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 17 Januari 2017 s/d 21 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 17 Januari 2017 s/d 21 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 17 Januari 2017 Selasa, 17 Januari 2017 PERAIRAN SABANG - ACEH,

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2009 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 66.396.506.021 27.495.554.957 7.892.014.873 639.818.161 102.423.894.012 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 66.384.518.779

Lebih terperinci

1. Karakteristik wilayah kepulauan & pulau-pulau kecil; 2. Pemanfaatan potensi SDA belum maksimal (dibawah 40 %); 3. Kurangnya dukungan sarana &

1. Karakteristik wilayah kepulauan & pulau-pulau kecil; 2. Pemanfaatan potensi SDA belum maksimal (dibawah 40 %); 3. Kurangnya dukungan sarana & 1. Karakteristik wilayah kepulauan & pulau-pulau kecil; 2. Pemanfaatan potensi SDA belum maksimal (dibawah 40 %); 3. Kurangnya dukungan sarana & prasarana pendukung investasi; 4. Produktifitas masih rendah

Lebih terperinci

SATUAN BIAYA UANG HARIAN LUAR DAERAH / DALAM DAERAH LUAR KOTA

SATUAN BIAYA UANG HARIAN LUAR DAERAH / DALAM DAERAH LUAR KOTA LAMPIRAN I BIAYA PERJALANAN DINAS DALAM DAERAH DAN LUAR DAERAH UNTUK GUBERNUR/WAKIL GUBERNUR, PIMPINAN/ANGGOTA DPRD/PNS/TOKOH MASYARAKAT/ANGGOTA MASYARAKAT DAN PEGAWAI TIDAK TETAP SATUAN BIAYA UANG HARIAN

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 01 Januari 2017 s/d 05 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 01 Januari 2017 s/d 05 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 01 Januari 2017 s/d 05 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 01 Januari 2017 Minggu, 1 Januari 2017 ROTE, LAUT SAWU, LAUT TIMOR,

Lebih terperinci

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 2 TAHUN 2012

PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 2 TAHUN 2012 PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 2 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH TAHUN 2012 2022 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1

RINCIAN ANGGARAN BELANJA PEMERINTAH PUSAT TAHUN 2010 MENURUT FUNGSI, SUBFUNGSI, PROGRAM DAN JENIS BELANJA ( DALAM RIBUAN RUPIAH ) Halaman : 1 Halaman : 1 01 PELAYANAN UMUM 70.623.211.429 31.273.319.583 8.012.737.962 316.844.352 110.226.113.326 01.01 LEMBAGA EKSEKUTIF DAN LEGISLATIF, MASALAH KEUANGAN DAN FISKAL, SERTA URUSAN LUAR NEGERI 70.609.451.524

Lebih terperinci

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T)

DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERLUAR DAN TERDEPAN (3T) Daftar Daerah Terdepan dan Terluar (Perbatasan) No Provinsi No Kabupaten / Kota Status 1 Sambas Perbatasan 2 Bengkayang Perbatasan 1 Kalimantan Barat

Lebih terperinci

Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat disekitar 15 Danau Prioritas

Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat disekitar 15 Danau Prioritas Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata dan Pemberdayaan Masyarakat disekitar 15 Danau Prioritas Di presentasikan pada : Konferensi Nasional Danau Indonesia (KNDI) II MINISTRY OF CULTURE AND TOURISM REPUBLIC

Lebih terperinci

Daftar Daerah Tertinggal

Daftar Daerah Tertinggal DAFTAR DAERAH TERTINGGAL, TERDEPAN DAN TERLUAR (PERBATASAN) TAHUN 2015 Dalam rangka pelaksanaan Beasiswa Afirmasi, Khususnya pemilihan Daerah yang termasuk dalam katagori Daerah Tertinggal, Terdepan dan

Lebih terperinci

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG Jakarta, 22 April 2015 KAMIS, 23 APRIL 2015 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : LAUT TIONGKOK SELATAN, PERAIRAN BENGKULU, PERAIRAN BAGIAN BARAT LAMPUNG, SELAT SUNDA BAGIAN SELATAN, PERAIRAN SELATAN

Lebih terperinci

Berikut tempat uji kompetensi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2014 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Berikut tempat uji kompetensi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2014 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tabel Wilayah Tempat Uji Kompetensi Berikut tempat uji kompetensi pelaksanaan seleksi CPNS Tahun 2014 di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Wila yah Unit Kerja TUK Provinsi Kabupaten/Kota

Lebih terperinci

ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM

ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM ALOKASI ANGGARAN SATKER PER PROVINSI MENURUT SUMBER PEMBIAYAAN KEMENTERIAN KESEHATAN RI TAHUN 2011 PADA UNIT ESELON I PROGRAM (dalam ribuan rupiah) RUPIAH MURNI NO. SATUAN KERJA NON PENDAMPING PNBP PINJAMAN

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 Januari 2017 s/d 09 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 Januari 2017 s/d 09 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 Januari 2017 s/d 09 Januari 2017 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 05 Januari 2017 Kamis, 5 Januari 2017 PERAIRAN LHOKSEUMAWE, PERAIRAN

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 19 April 2016 s/d 23 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 19 April 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 19 April 2016 s/d 23 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 19 April 2016 PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 19 April 2016 s/d 23 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 19 April 2016 Selasa, 19 April 2016 Laut Andaman, Samudera Hindia

Lebih terperinci

41. Direktur Pemolaan Dan Informasi Konservasi Alam 42. Direktur Kawasan Konservasi 43. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati 44.

41. Direktur Pemolaan Dan Informasi Konservasi Alam 42. Direktur Kawasan Konservasi 43. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati 44. 41. Direktur Pemolaan Dan Informasi Konservasi Alam 42. Direktur Kawasan Konservasi 43. Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati 44. Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi 45. Direktur

Lebih terperinci

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun

RPJMD Kota Pekanbaru Tahun RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 BAB V VISI, MISI, DAN V - 1 Revisi RPJMD Kota Pekanbaru Tahun 2012-2017 5.1. VISI Dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang sebagaimana tercantum di dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 14 Maret 2016 s/d 19 Maret 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 14 Maret 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 14 Maret 2016 s/d 19 Maret 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 14 Maret 2016 PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 14 Maret 2016 s/d 19 Maret 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 14 Maret 2016 Senin, 14 Maret 2016 SELATAN PULAU JAWA, PERAIRAN SELATAN

Lebih terperinci

KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA. Rencana Proyek Infrastruktur di Indonesia BUKU PPP 2011 PROYEK SIAP UNTUK DITAWARKAN. Angkutan Udara

KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA. Rencana Proyek Infrastruktur di Indonesia BUKU PPP 2011 PROYEK SIAP UNTUK DITAWARKAN. Angkutan Udara KERJASAMA PEMERINTAH SWASTA Rencana Proyek Infrastruktur di Indonesia BUKU PPP 2011 PROYEK SIAP UNTUK DITAWARKAN Angkutan Udara 1. Bandara Banten Selatan, Pandeglang, Banten Angkutan Laut 1. Perluasan

Lebih terperinci

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG Jakarta, 24 Agustus 2012 PRAKIRAAN SABTU, 25 AGUSTUS 2012 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : LAUT CHINA SELATAN, PERAIRAN VIETNAM, LAUT NATUNA BAGIAN SELATAN, PERAIRAN KALIMANTAN BARAT, SELAT

Lebih terperinci

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG

PRAKIRAAN TINGGI GELOMBANG Jakarta, 15 Juni 2015 SELASA, 16 JUNI 2015 GELOMBANG DAPAT TERJADI 2,0 M S/D 3,0 M DI : PERAIRAN SABANG-BANDA ACEH, PERAIRAN SELATAN BANTEN DAN JAWA BARAT, LAUT JAWA BAGIAN TIMUR, SELAT MAKASAR BAGIAN

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi pembangunan daerah dirumuskan untuk menjalankan misi guna mendukung terwujudnya visi yang harapkan yaitu Menuju Surabaya Lebih Baik maka strategi dasar pembangunan

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 04 Desember 2016 s/d 08 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 04 Desember 2016 s/d 08 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 04 Desember 2016 s/d 08 Desember 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 04 Desember 2016 Minggu, 4 Desember 2016 PERAIRAN KEP. SIMEULUE,

Lebih terperinci

GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA

GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA GEOMORFOLOGI BALI DAN NUSA TENGGARA PULAU BALI 1. Letak Geografis, Batas Administrasi, dan Luas Wilayah Secara geografis Provinsi Bali terletak pada 8 3'40" - 8 50'48" Lintang Selatan dan 114 25'53" -

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 03 November 2016 s/d 07 November 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 03 November 2016 s/d 07 November 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 03 November 2016 s/d 07 November 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 03 November 2016 Kamis, 3 November 2016 Laut Andaman, Teluk

Lebih terperinci

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah)

No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) E. PAGU ANGGARAN BERDASARKAN PROGRAM No. Program Sasaran Program Instansi Penanggung Jawab Pagu (Juta Rupiah) Sub Bidang Sumber Daya Air 1. Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau, dan

Lebih terperinci

BAPPEDA KAB. LAMONGAN

BAPPEDA KAB. LAMONGAN BAB V ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH 5.1 Sasaran Pokok dan Arah Kebijakan Pembangunan Jangka Panjang Untuk Masing masing Misi Arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Lamongan tahun

Lebih terperinci

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN

BAB V VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN BAB V VISI, MISI, DAN 5.1. VISI Dalam rangka mewujudkan pembangunan jangka panjang sebagaimana tercantum di dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Pekanbaru 2005-2025, Visi Kota Pekanbaru

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Rencana program dan kegiatan Prioritas Dearah Tahun 2013 yang dituangkan dalam Bab V, adalah merupakan formulasi dari rangkaian pembahasan substansi

Lebih terperinci

REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005

REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005 BOKS REKOMENDASI SEMINAR STRATEGI DAN TANTANGAN PEMBANGUNAN EKONOMI JANGKA MENENGAH PROVINSI JAMBI 22 DESEMBER 2005 I. PENDAHULUAN Dinamika daerah yang semakin kompleks tercermin dari adanya perubahan

Lebih terperinci

JABATAN LOWONG PENERIMAAN CPNS DEPARTEMEN KEHUTANAN FORMASI TAHUN 2008

JABATAN LOWONG PENERIMAAN CPNS DEPARTEMEN KEHUTANAN FORMASI TAHUN 2008 JABATAN LOWONG PENERIMAAN CPNS DEPARTEMEN KEHUTANAN FORMASI TAHUN 2008 No. 1. 901 Analis Kepegawaian 203 S1 Administrasi Negara 3 Biro Kepegawaian (DKI Jakarta), Biro Hukum dan Organisasi RLPS (DKI Jakarta).

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN MENTERI PARIWISATA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 September 2016 s/d 02 Oktober 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 September 2016 s/d 02 Oktober 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 28 September 2016 s/d 02 Oktober 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 28 September 2016 Rabu, 28 September 2016 Laut Andaman bagian

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/02/53/Th. XVIII, 2 Februari 2015 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI JANUARI 2015 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,61 PERSEN Pada uari 2015, Nusa Tenggara Timur

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 25 Juli 2016 s/d 29 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 25 Juli 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 25 Juli 2016 s/d 29 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 25 Juli 2016 PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 25 Juli 2016 s/d 29 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 25 Juli 2016 Senin, 25 Juli 2016 SELAT MALAKA BAGIAN UTARA, SELAT MAKASSAR

Lebih terperinci

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PEMBANGUNAN KEPARIWISATAAN DAERAH KOTA YOGYAKARTA TAHUN 2015 2025 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

DIREKTORAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN

DIREKTORAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN DIREKTORAT PERENCANAAN PEMBANGUNAN KAWASAN PERDESAAN LOKASI KEGIATAN DIREKTORAT PERENCANAAN KAWASAN PERDESAAN SELURUH KABUPATEN/KOTA YANG ADA KAWASAN PERDESAAN UNTUK PENETAPAN KAWASAN PERDESAAN MINIMAL

Lebih terperinci

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, INSTRUKSI PRESIDEN NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PRESIDEN, Dalam rangka keterpaduan pembangunan kebudayaan dan pariwisata, dengan ini menginstruksikan : Kepada

Lebih terperinci

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PARIWISATA KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS BAB IV ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS A. Permasalahan Pembangunan Dari kondisi umum daerah sebagaimana diuraikan pada Bab II, dapat diidentifikasi permasalahan daerah sebagai berikut : 1. Masih tingginya angka

Lebih terperinci

Perkembangan Jumlah Penelitian Tahun

Perkembangan Jumlah Penelitian Tahun Pada tahun anggaran 2012, Badan Litbang Perhubungan telah menyelesaikan 368 studi yang terdiri dari 103 studi besar, 20 studi sedang dan 243 studi kecil. Perkembangan jumlah studi dari tahun 2008 sampai

Lebih terperinci

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016

Lampiran Surat Nomor : 331/KN.320/J/07/2016 Tanggal : 14 Juli 2016 Provinsi Bali 1. Kabupaten Badung 2. Kabupaten Bangli 3. Kabupaten Buleleng 4. Kabupaten Gianyar 5. Kabupaten Jembrana 6. Kabupaten Karangasem 7. Kabupaten Klungkung 8. Kabupaten Tabanan 9. Kota Denpasar

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 Juli 2016 s/d 09 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 05 Juli 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 Juli 2016 s/d 09 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 05 Juli 2016 PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 05 Juli 2016 s/d 09 Juli 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 05 Juli 2016 Selasa, 5 Juli 2016 LAUT CINA SELATAN, LAUT JAWA BAGIAN

Lebih terperinci

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD)

BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah BAB II RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH (RPJMD) A. Visi dan Misi 1. Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Sleman 2010-2015 menetapkan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan pembangunan daerah Kabupaten Bengkulu Utara selama lima tahun, yang dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun

Lebih terperinci

PERLINDUNGAN LINGKUNGAN MARITIM KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN ANGKUTAN DI PERAIRAN KEPELABUHANAN PP NO 10/2010 JO PP NO 22/2011 PP NO 21/2010

PERLINDUNGAN LINGKUNGAN MARITIM KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN ANGKUTAN DI PERAIRAN KEPELABUHANAN PP NO 10/2010 JO PP NO 22/2011 PP NO 21/2010 Sosialisasi Rencana Induk Pelabuhan Nasional I Hotel, Batam 26 Januari 2012 ANGKUTAN DI PERAIRAN KEPELABUHANAN KESELAMATAN DAN KEAMANAN PELAYARAN PERLINDUNGAN LINGKUNGAN MARITIM PP NO 10/2010 JO PP NO

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN PARIWISATA

PEMBANGUNAN PARIWISATA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PEMBANGUNAN PARIWISATA 2015-2019 DEPUTI BIDANG EKONOMI Jakarta, Desember 2014 PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA Sasaran

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH 4.1. Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kota Ambon Pembangunan Kota Ambon tahun 2011-2016 diarahkan untuk mewujudkan Visi Ambon Yang Maju, Mandiri, Religius,

Lebih terperinci

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN MAGETAN. INDIKATOR KINERJA Meningkatkan kualitas rumah ibadah dan

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN MAGETAN. INDIKATOR KINERJA Meningkatkan kualitas rumah ibadah dan PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2016 KABUPATEN MAGETAN No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET 1 2 3 4 1 Meningkatkan kualitas rumah ibadah dan 1. Jumlah rumah ibadah yang difasilitasi 400 jumlah kegiatan

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2005 TENTANG KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Dalam rangka keterpaduan pembangunan

Lebih terperinci

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN 8.1 Program Prioritas Pada bab Indikasi rencana program prioritas dalam RPJMD Provinsi Kepulauan Riau ini akan disampaikan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI BPS PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR No. 01/11/53/Th. XIX, 1 November 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI OKTOBER 2016 NUSA TENGGARA TIMUR INFLASI 0,19 PERSEN Oktober 2016, Nusa Tenggara Timur

Lebih terperinci

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS TAHUN 2015 Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Pekalongan Tahun 2015 merupakan tahun keempat pelaksanaan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2011-2016.

Lebih terperinci

MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017

MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 MATRIKS RANCANGAN PRIORITAS RKPD PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2017 Prioritas Misi Prioritas Meningkatkan infrastruktur untuk mendukung pengembangan wilayah 2 1 jalan dan jembatan Kondisi jalan provinsi mantap

Lebih terperinci

PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA

PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL PENINGKATAN DAYA SAING PARIWISATA Kedeputian Ekonomi BAPPENAS Disampaikan dalam Multilateral Meeting Rakorbangpus Jakarta,

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 02 April 2016 s/d 06 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 02 April 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 02 April 2016 s/d 06 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 02 April 2016 PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 02 April 2016 s/d 06 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 02 April 2016 Sabtu, 2 April 2016 Kep.Mentawai, Perairan Bengkulu

Lebih terperinci

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan,

BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN. roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, BAB X PEDOMAN TRANSISI DAN KAIDAH PELAKSANAAN 10.1. Program Transisii P roses pembangunan pada dasarnya merupakan proses yang berkesinambungan, berlangsung secara terus menerus. RPJMD Kabupaten Kotabaru

Lebih terperinci

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG

BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG BUPATI TANAH BUMBU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN BUPATI TANAH BUMBU NOMOR 28 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DESTINASI PARIWISATA UNGGULAN DAERAH SECARA TERPADU KABUPATEN TANAH BUMBU DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUKAMARA (REVISI) KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN SUKAMARA (REVISI) KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH BAB 7 KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH A. KEBIJAKAN UMUM Pembangunan Daerah harus didasarkan pada sasaran tertentu yang hendak dicapai; untuk itu, kebijakan yang dibuat dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

Model Desa Konservasi

Model Desa Konservasi Putri Permatasari 82 Bab 9 Model Desa Konservasi Latar Belakang Model Desa Konservasi (MDK) berawal dari gagasan pendirian Model Kampung Konservasi (MKK) di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI ahk BPS PROVINSI KALIMANTAN TIMUR No. 98 /12/64/Th.XIX, 1 Desember 2016 PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR BULAN NOVEMBER 2016 INFLASI 0,21 PERSEN Provinsi Kalimantan

Lebih terperinci

BAB VI KEBIJAKAN UMUM

BAB VI KEBIJAKAN UMUM BAB VI KEBIJAKAN UMUM Visi sekaligus tujuan pembangunan jangka menengah Kota Semarang tahun 2005-2010 adalah SEMARANG KOTA METROPOLITAN YANG RELIGIUS BERBASIS PERDAGANGAN DAN JASA sebagai landasan bagi

Lebih terperinci

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100)

KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN (IHK TAHUN DASAR 2012=100) BPS PROVINSI LAMPUNG No. 02/03/18/Th.XVI, 1 Maret 2016 KOTA BANDAR LAMPUNG BULAN FEBRUARI 2016 DEFLASI SEBESAR 0,51 PERSEN Februari 2016, Kota Bandar Lampung kembali mengalami deflasi yaitu sebesar 0,51

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 131 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN DAERAH TERTINGGAL TAHUN 2015-2019 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN FORM DAK BIDANG AIR MINUM T.A. 2017

PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN FORM DAK BIDANG AIR MINUM T.A. 2017 PETUNJUK TEKNIS PENGISIAN FORM DAK BIDANG AIR MINUM T.A. 2017 Formulir usulan daerah untuk DAK Bidang Sanitasi T.A. 2017 terdiri dari 31 kolom. Berdasarkan cara pengisiannya, kolom-kolom ini terbagi menjadi

Lebih terperinci

Triwulan 3 Tahun 2014

Triwulan 3 Tahun 2014 Status Pengisian Data SIPKINDU Kode Unit Kerja 1000000000 Triwulan 3 Tahun 2014 s.d 22-10-2014 08:58:43 Unit Kerja BADAN KARANTINA IKAN, PENGENDALIAN MUTU DAN KEAMANAN HASIL PERIKANAN Jumlah Pegawai Pengisian

Lebih terperinci

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH

Pemerintah Daerah Provinsi Bali BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN PRIORITAS DAERAH Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan serta pencapaian target-target pembangunan pada tahun 2016, maka disusun berbagai program prioritas yang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 01 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PARIWISATA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 01 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PARIWISATA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN DAERAH KABUPATEN TABALONG NOMOR 01 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA INDUK PENGEMBANGAN PARIWISATA DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TABALONG, Menimbang : a. bahwa kondisi wilayah Kabupaten

Lebih terperinci

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 18 April 2016 s/d 22 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 18 April 2016

PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 18 April 2016 s/d 22 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA. Jakarta, 18 April 2016 PRAKIRAAN HARIAN TINGGI GELOMBANG 5 HARI KE DEPAN 18 April 2016 s/d 22 April 2016 BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA Jakarta, 18 April 2016 Senin, 18 April 2016 Laut Andaman, Laut Cina Selatan

Lebih terperinci

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH

BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH BAB IV PRIORITAS DAN SASARAN PEMBANGUNAN DAERAH Dengan memperhatikan target capaian Indikator Kinerja Utama yang termuat dalam RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019 dan capaian tahun 2014 maka ditetapkan

Lebih terperinci

Matriks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun MISI 4 : Mengembangkan Interkoneksitas Wilayah

Matriks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun MISI 4 : Mengembangkan Interkoneksitas Wilayah Matriks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2010-2015 MISI 4 : Mengembangkan Interkoneksitas Wilayah No Tujuan Indikator Kinerja Tujuan Kebijakan Umum Sasaran Indikator Sasaran Program Kegiatan

Lebih terperinci