INSTITUT PERTANIAN BOGOR BIRO ADMINISTRASI PERENCANAAN DAN SISTEM INFORMASI

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "INSTITUT PERTANIAN BOGOR BIRO ADMINISTRASI PERENCANAAN DAN SISTEM INFORMASI"

Transkripsi

1 PEDOMAN PENYUSUNAN USULAN RENCANA PROGRAM DAN ANGGARAN (URPA) D LNGKUNGAN PB NSTTUT PERTANAN BOGOR BRO ADMNSTRAS PERENCANAAN DAN SSTEM NFORMAS 1997

2 KATA PENGANTAR Buku Pedoman Usulan Program dan Anggaran dibuat untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang mekanisme perencanaan di lingkungan PB dengan menggunakan Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran (SP4), siklus perencanaan lingkup nasional dan lingkup PB, struktur program yang mengacu kepada paradigma Penataan Sistem Pendidikan Tinggi, Peningkatan Relevansi dan Kualitas, serta Pemerataan Pendidikan Tinggi. Buku Pedoman ini terdiri atas 5 bab dan dilengkapi dengan lampiran-lampiran berupa tabel-tabel serta formulir-formulir usulan untuk anggaran pembangunan, anggaran rutin dan dana masyarakat. Buku Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelola perencanaan program dan anggaran serta pimpinan unit kerja di lingkungan PB Bogor, Januari 1997 BAPS-PB

3 ii DAFTAR ls halaman KATA PENGANTAR... DAFTAR ls... zr DAFT ART ABEL... zu DAFf AR LAMP~... iv. PENDAULUAN ll. ACUAN POKOK PERENCANAAN... 1 A Dasar... 1 B. St:ruktur Program Jenjang Program Kerangka Dasar Struktur Program,Kegiatan dan Anggaran... 3 ll. :MEKANS:ME PERENCANAAN, SKLUS DAN PENJADW ALAN... 4 A. Mekanisme B. PenjadwaJan V. JENS PERENCANAAN PROORAM DAN PENGANGGARAN... S A Perencanaan Anggaran Pernbangunan T olok Ukur sebagai mata rantai kegiatan Merangkai Tolok Ukur dalam program... 7 B. Perencanaan Anggaran Rutin... 7 C. Dana Masyarakat... 7 V. PENYUSUNANDOKUMEN SP A. Dokumen dan Data Pendukung... 8 B. Rencana Operasional Tahunan... 8 C. Dokumen Anggaran Pernbangunan... 9 D. Dokumen Anggaran Rutin dan Dana Masyarakat E. Dokumen UsuJan Anggaran Terpadu LAMPRAN - LAMPRAN.... C/BWD.,.V,7

4 iii DAFTAR TABEL halaman Tabel 1. Tabel2. Tabel3 Kerangka Dasar Struktur Program dan Kegiatan... 3 Rekapitulasi Usulan Anggaran Terpadu menurut kategori Program Utama... 3 Macam Dokumen Usulan Rencana Program dan Anggaran.. 8 C/BwWDad/97

5 tv DAFT AR LAMP RAN halaman Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Lampiran 10 Lampiran 11 Lampiran 12 Lampiran 13 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lamp iran Strul...'tur Program menurut KPPTJP Gambar Jadwal Penyusunan Usulan Rencana Program dan Anggaran (URP A) dan Pelaksanaannya di PB Matrik jadwal Penyusunan Rencana Program dan Anggaran (URP A) serta pelaksanaannya di PB Standarisasi T olok Ukur Ditjen Pendidi.kan Tinggi Daftar Usulan Proyek Tahun 1997/ Formulir Usulan Program Anggaran Pembangunan Formulir Konsep Program Operasional Formulir Usulan Lembaran Kerja Kerangka Acuan (TOR) Formulir Sasaran Usulan Anggaran Proyek Formulir Perhitungan Usulan Anggaran Rutin Formulir Usulan Anggaran Rutin F ormulir Proyeksi Anggaran Rutin F ormulir Rencana Penerimaan Dana Masyarakat Formulir Daftar Usulan Kerja Formulir Rekapitulasi Usulan Anggaran Terpadu Menurut Jenis Pengeluaran C/Bonz/Dasl/97

6 . PENDAHULUAN Setiap hari atau setiap periodik pada setiap aspek kehidupan bcrorganisasilberlembaga memerlukan perencanaan. nstitut Pertanian Bogor sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi yang ragam kegiatannya kompleks dan dinamis memerlukan suatu perencanaan yang dapat mengatur dan memanfaatkan swnberdaya secara menyeluruh, terpadu, sangkil (efisien) dan mangkus (efektif), sehingga tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dapat terlaksana. Pola perencanaan di nstitut Pertanian Bogor (PB) menggunakan Sistem Perencanaan Penyusurum Program dan Penganggaran (SP4) yang merupakan sistem terpadu, baik untuk anggaran rutin, anggaran pembangunan, maupun dana perolehan dari masyarakat Hasil SP4 meskipun berupa dokwnen usulan untuk tiap macam anggaran, namun dalam penyusunannya ketiga macam usulan anggaran tersebut dipandang sebagai suatu kesatuan rencana yang terpadu. J Karakteristik Sistem Perencanaan Penyusurum Program di PB adalah sebagai berikut: (1) Menggunakan pendekatan sistem, yaitu suatu pengkajian masalah dan proyeksi kebutuhan yang barns dilakukan secara menyeluruh dan terpadu dengan memperhatikan semua aspek intern dan ekstem yang mempunyai kaitan langsung maupun tidak langsung dengan masalah yang harus ditanggulangi. (2) Berorientasi pada basil (output oriented), yaitu suatu rencana program dan penganggaran harus mempertimbangkan basil yang akan diperoleh, serta setiap rencana harus memiliki tujuan dan sasaran yang jelas, spesifik dan dinyatakan pula secara kuantitatif. (3) Berorientasi pada prinsip perencanaan bottom up top down, yaitu mempertimbangkan keseimbangan otoritas pusat, perguruan tinggj, unit akademik dasar dan sivitas akademika. ( 4) Berorientasi pada prinsip rencana bergulir (rolling plan), yaitu rencana bersifat dinamis yang harus selalu disesuaikan dengan perkembangan yang tetjadi dan kebutuhan setiap tahun. (5) Lingkup perencanaan mencakup aspek tridarma perguruan tinggi yang berlandaskan pada strategi dasar pendidikan sebagai isu strategis dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yaitu perluasan dan pemerataan pendidikan, relevansi pendidikan, mutu pendidikan dan efisiensi pendidikan. su Strategis Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dijabarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi berupa program induk penataan sistem pendidikan tinggi, peningkatan relevansi dan kualitas; serta pemerataan pendidikan.. ACUAN POKOK PERENCANAAN A DASAR Perencanaan PB mengacu kepada sistem perencanaan pendidikan tinggi yang berdasarkan pada :

7 2 (1) Kebijaksanaan Dasar Pengembangan Pendidikan Tinggi (1975) (2) Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang (KPPT - JP) yang diprogramkan melalui 3 (tiga) kunm waktu, yaitu: (a) KPPT- JP (b) KPPT- JP (c) KPPT- JP (3) Memo Program Koordinatif (MPK) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, yang merupakan bahan pokok untuk penyusunan SP4 di Ditjen Dikti, Pergwuan Tinggi dan Kopertis. ( 4) Rencana nduk Pengembangan (RP) PB yang disusun menurut pendekatan rencana strategis yang mengacu kepada Kerangka Pengembangan Pendidikan Tinggi Jangka Panjang berupa Rencana Strategis (Renstra) berkurun waktu 10 (sepuluh) tahun, serta Rencana Operasional (Renop) 5 (lima) tahunan dan Renop tahunan. B. STRUKTJR PROGRAM \ ' 1. Jenjang Program Salah satu unsur pokok SP4 adalah adanya struktur program, yaitu suatu susunan rencana ketja dalam perangkat ketja program yang saling mendukung untuk mencapai tujuan pengembanganjangka panjang. Struktur program Pengembangan Pendidikan Tinggi dalam KPPT- JP sebangun dengan hierarkhi permasalahan yang dihadapi pendidikan tinggi dan tersusun secara berjenjang dalam Program nduk (P), Kategori Program Utama (KPU) dan Program Utama (PU). Susunan struktur program mencerminkan secara menyeluruh arab strategi dan sasaran pembangunan sistem pendidikan tinggi, agar mampu menjalankan fungsi dan perannya dalam menanggapi tuntutan dan tantangan kemajuan Pembangunan Nasional. Program nduk dalam herarkhi program menempati jenjang pertama, yang kemudian dibagi dalam beberapa KPU sebagai program jenjang kedua. Program jenjang ketiga adalah PU. Jenjang berikutnya adalah program yang terinci. Kategori Program Utama terdiri atas PU yang disusun sedemikan rupa, sehingga dalam setiap KPU terlihat jelas tujuan yang ingin dicapai untuk menangani masalah yang besar. Perbedaan antara satu KPU dengan yang lain dirumuskan secara jelas, sehingga dengan demikian penggolongan KPU berbagai program besar terpisah secara tegas. Perumusan dan ragam PU cukup memberikan keleluasan untuk menyusun program sesuaui dengan keadaan atau perkembangan baru. Penyususnan program ketjalkegiatan mengacu pada PU, jadi tidak ada program yang langsung mengacu kepada KPU atau PL Oleh karena semua program mengacu ke struktur program yang sama, maka pada hakekatnya struktur program yang dilaksanakan oleh semua satuan organisasi dalam lingkup Sistem Pendidikan Tinggi menuju pada pencapaian Tujuan Umum Pengembangan -... ;w.-~... 'r~u!pn-~- '1Pf1

8 3 Pendidikan Tinggi. Pengernbalian keputusan dalam memilih program merupakan suatu proses tersendiri, yang akan melibatkan unsur keakhlian dan kepemimpinan. Struktur Program menurut KPPT- JP disajikan pada Lampiran 1 2. Kerangka Dasar Struktur Program, Keglatan dan Anggaran Klasi.fikasi anggaran di dalam Anggaran Rutin (AR) dan Dana Masyarakat (DM) dititik beratkan kepada jenis mata anggaran atau jenis pengeluaran. Cara Klasifikasi Anggaran Pernbangunan (AP) dalam rancangan SP4 berbeda dengan AR dan/atau DM, tetapi hal tersebut perlu dipadukan menjadi satu cara klasifikasi yang dapat menunjukan suatu keterkaitan seperti tarnpak pada Tabel1 Tabell. KERANGKA DASAR STRUKTUR PROGRAM DAN KEGAT AN JENS ANO{JARAN NO. STRUKTUR PROGRAMKEGATAN RUTN/DM PEMBANGUNAN 1. Fungsi - fungsi utama..j 1/..J 2. Pr~nduk..J 3. Kategori Program Utama..J 4. Program Utama..J 5. Program..J 6. Kegiatan..J..J Keterangan :..J Dari segi anggaran terkait langsung Dari segi anggaran tidak terkait langsung Tabel 1 menunjukan bahwa kegiatan yang dibiayai dengan AP dikaitkan langsung dengan Program, PU,.KPU, P dan fungsi-fungsi. Sedangkan kegiatan AR dan DM hanya dapat dikaitkan langsung dengan fungsi-fungsi, yaitu Pendidikan, Penelitian, Pangabdian kepada Masyarakat, Kemahasiswaan dan Kerumahtanggaan. Walaupun demikian fungsi-fungsi tersebut merupakan bagian integral dari struktur program pengembangan pendidikan tinggi dan jika dikaitkan dengan pola perencanaan anggaran terpadu harus tercermin seperti dalam Tabel2 Tabel2. REKAPTULAS USULAN ANGGARAN TERPADU :MENURUT KATEGOR PROGRAM UT AMA No. JENS/SUMBER ANGGARAN KODE KATEGOR PROGRAM PEMBANGUNAN RUTN DRK JUMLAH UTAMA Penataan Peningkatan Kualitas Berkelanjutan 1.2. Penataan Aktualisasi Asas Otonomi ~~-~- '!Pr

9 Penataan Peningkatan Akun tabilitas 1.4. Penataan Akreditasi 1.5. Penataan Evaluasi 2.1. Peningkatan Relevansi dan Kualitas Pendidilcan Srujana &Diploma 2.2. Peningkatan Relevansi dan Kualitas Pendidikan Pasca Sarjana 2.3. Peningkatan Relevansi dan Kualitas Lembaga Pen-. didikan Tenaga Kependidikan 2.4. Peningkatan Relevansi dan Kualitas Penelitian 2.5. Peningkatalt Relevansi dan Kualitas Pelayanan kepada Masyarnkat 2.6. Peningkatan Relevansi dan Kualitas Fasilitas Bersama Pendidikan Tinggi 2.7. Peningkatan Mutu Pembinaan Kemahasiswaan 3.1. Perluasan Kesempatan Bela jar 3:2. Penyebaran Pendidikan Tinggi Melalui Pusat Pertumbuhan 3.3. Peningkatan Peran Perguruan Tinggi dalam Menyiapkan T enaga untuk keperluan setempat. MEKANSME PERENCANAAN, SKLUS DAN PENJADW ALAN A. MEKANSME Berpedoman pada prinsip bottom up dan top down planning. mekanisme usulan rencana program anggaran barns mewujudkan keseimbangan kebutuhan masing-masing unit ketja baik di tingkat bawah menengah mauptm di tingkat atas. Setiap unit ketja di PB yaitu unit ketja di lingkungan Fakultas,Lembaga, Pusat-pusat, Biro, UPT, Proyek PB dan bagian Proyek OPF setiap tahtm harus membuat rencana -... ~\a'llt1ep91-,..-"l'n

10 5 program dan anggaran yang dikoordinasikan oleh pimpinan masing-masing unit ketja ( Fakultas oleh Dekan!Pembantu Dekan ll; Lembaga oleh Ketua/Sekretaris Lembaga; Pusat-pusat oleh Kepala Pusat, Biro-biro oleh Kepala Biro, Proyek oleh Pemimpin Proyek) diusulkan kepada Rektor/Pembantu Rektor ll yang pengusulannya dikoordinasikan oleh BAPS. Usulan rencana program dan anggaran tersebut harus disesuaikan dengan analisis dan prioritas kebutuhan serta harus pula berpedoman pada strategi dasar pengembangan pendidikan tinggi, arahan dan kebijaksanaan pimpinan. B. PENJADW ALAN Mekanisme penyusunan usulan rencana program dan anggaran serta pelaksanaannya merupakan suatu siklus tetjadwal yang berpedoman kepada siklus perencanaan lingkup nasional dan lingkup Direl1orat Jenderal Pendidikan Tinggi yang disajikan pada Gambar 1. Penyusunan usulan rencana program dan anggaran lingkup PB disajikan pada Lampiran 2 dan3 V. JENS PERENCANAAN PROGRAM DAN PENGANGGARAN A. PERENCANAAN ANGGARAN PEMBANGUNAN Dasar melakukan penyusunan program yang dibiayai melalui anggaran pembangunan adalah arahan seperti tertuang dalam GBHN dan target-target yang telah ditetapkan dalam Repelita. Penjabaran target-target Repelita ke dalam sasaran-sasaran kuantitatif, oleh Bappenas telah dituangkan dalam bul'u pedoman Sasaran Repelita Tahunan (Sarlita) yang dimulai pada Repelita V. Dari penjabaran target menjadi sasaran tersebut, dirumuskan melalui kebijaksanaan yang disampaikan dalam bentuk Memorandum Program Koordinatif (MPK) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi yang berupa sasaran tahunan. Perencanaan terbagi dalam tiga macam, yaitu perencanaan jangkan panjang berupa Perencanaan Strategis untuk kurun waktu 10 tahun, perencanaan jangka menengah 5 tahun yang disebut Rene ana Operasional (Renop) 5 tahun, dan perencanaan jangka pendek yang disebut Renop T ahunan. Semua perencanaan dari Perguruan Tinggi harus mengacu kepada, GBHN, Repelita, Peraturan Pemerintah, Keputusan Presiden, Keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Kebijaksanaan Ditjen Dikti berupa MPK dan kebijaksanaan Rel1or ten tang Rencana Program dan Anggaran T ahunan. 1. Tolok Ukur Sebagai Mata Rantai Kegiatan Tolok Ukur adalah mata rantai suatu kegiatan-kegiatan yang bersistem mengikuti suatu program. T olok Ukur yang satu pada umumnya terkait dengan yang lain dalam suatu rantai kegiatan pada suatu program, yang dalam bahasa format penganggaran disebut proyeklkegiatan. T olok Ukur satu dengan yang lain perlu diungkapkan dalam satu rantai kegiatan yang jelas, jenis tolok ukur disajikan pada Lampiran 4... ~... r>m~tt~ ~ '!n

11 GAMBAR 1 SKLUS PERENCANAAN TS (BULAN) LN"V.:W AP~ 1 ~.1 ~ 1 ~ auru=:r-sun;rnrr j okr~neji T No~Elt j o~~ ] la!>~ BAPDAS : : : : : A, DTJEN ~~ ~ ~ ~ ANOOAR.AN : : : : TS (BUUN') ' ( ~~l '' : SJ!Xl!:W BilK : : : ~ }--~==~~~~~~~~f r- DTJEN OKT PTNJ:OP. 1 1 N'f'()R, TEJtN. ~ PENYUS.llDC. PROOR.AM~ RA -DP PE.'OANQ. ~- 000 OAitAN. U( t OAR.\.~ : :~ : ' _;,1 ; ' ' u :( OW~K~RX PO OAERAJ ' APR.L.---- ~ ' ~ PE!.AK- SANA ~ PFLU:- Keterangan : TS Tahun Sel:arang MPK : Memo Prognm Koordinatif RBNK Rancangan Bahan Nota Keuangan MK : Memorandum Ke~ Ul.K : Urulan Lembar Kelja... ~$'?~" 0\

12 7 2. Merangkai Tolok Ukur dalam Program Pengertian merangkai tolok ukur ke dalam program dapat pula dipandang dari sisi penjabaran program ke dalam kegiatan - kegiatan dengan tolok ukur yang sesuai. Program - program tahunan yang merupakan penyabaran dari Program Utama, Kategori Program Utama dalam Struktur Program (lihat Lampiran 1 ) akhirnya harus dijabarkan ke dalam tolok ukur dan atau kegiatan beserta pembiayaannya. Setiap program mempunyai tujuan dan sasaran, selanjutanya penyabaran program ke dalam tolok ukur atau kegiatan akan berorientasi kepada pencapaian sasaran. Untuk mencapai sasaran dengan cara melakukan kegiatan tolok ukur yang ditetapkan, rangkaian. tolok ukur harus diperlratikan dengan cermat. Rangkain tersebut perlu tanpak mengikuti suatu sistem yang ditinjau secara komprehersif dan terpadu. Keterpaduan tersebut dapat memberikan keyakinan tentang kemungkinan tercapainya sasaran dengan optimal. B. PERENCANAAN ANGGARAN RUTN Sesuai dengan prinsip perencanaan terpadu di lingkungan Direktorat Jenderal Pendidikan, maka SP4 PB akan mencakup pula kegiatan-kegiatan fungsional rutin. Sistematika keuangan untuk anggaran rutin disusun atas dasar jenis pengeluaran yaitu Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Pemeliharaan, Belanja Peijalanan. Tujuan Pembiayaannya untuk menunjang efisiensi dan efektivitas dengan target sasaran berdasarkan pada fungsi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kemahasiswaan dan Kerumahtanggaan. C. DANA MASY ARAKA T Kegiatan - kegiatan fungsional yang bersumber dari dana masyarakat terdiri atas 2 (dua) kategori sumber dana, yaitu SPP (Swnbangan Pembinaan Pendidikan ) dan Non SPP. Dana ini mendungkung anggaran rutin yang menunjang efisiensi penyelenggaraan pendidikan. Sistematika dokumen keuangan untuk dana masyarakat disusun atas dasar jenis pengeluran, yaitu Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Pemeliharaan dan Belanja Petjalanan sama seperti anggaran rutin, hanya uraian kegiatannya untuk membiayai kegiatan-kegiatan yang tidak tetjangkau oleh anggaran rutin. Perlu diperhatikan dalam penyusunan DURK (Daftar Usulan Rencana Ketja) perlu diperhatikan saldo yang akan diluncurkan sebagai uang muka ketja pada tahun berikutnya untuk membiayai kegiatan yang akan dilaksanakan. lr... """'"~'w.~- &.rw-?pr

13 8 V. PEYUSUNAN DOKUMEN SP4 A DOKUMENDANDATAPENDUKUNG Dokumen merupakan w-at nadi sistem perencanaan dan data pendukung sebagai perangkat dasar untuk menganalisis permasalahan pokok serta memproyeksikan kebutuhan yang dapat diprogramkan untuk tahun mendatang. Penyusunan usulan pprogram dan pcnganggaran tahunan PB dilakukan dengan mengacu pada pengarahan dari pusat berupa KPPT - JP, Repelita V, Sarlita dan :MPK serta usulan dari masing-masing unit ketja yang mengacu kepada basil evaluasi kegiatan yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya. Macam dokumen usulan PB yang diusulkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dapat dilihat pada Tabel 3 Tabel 3 Macam Dokumen Usulan Rencana Program dan Anggaran No, Tahap Kegiatan Jenis Anggaran Anggaran Anggaran Dana Pembangunan Rutin Masyarakat 1. Usulan!nformasi Dokumen Rencana /Evaluasi Usulan Pengembangan Tahunan Kegiatan Terpadu Usulan UsulanDUP UsulanDUK Rancangan DURK Dokumen Usulan DUP DUK Rancangan Anggaran DURK 2. Evaluasi Akhir PraDP PraDK DURK 3. Persetujuan PO/DP PO/DK PO!DRK B. RENCANA OPERASONAL T AHUNAN Penyusunan rencana operasional tahunan senantiasa disusun secara terpadu. Keterpaduan penyusunan usulan program dan anggaran dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara, yaitu (1) Cara 1, dimulai dengan menyusun usulan tiap anggaran secara terpisah (sendirisendiri). Hasilnya diakumulasikan dan dievaluasikan keterpaduannya. Hasil evaluasi ini kemudian digunakan untuk merevisi usulan tiap anggaran. Demikian seterusnya dilakukan pengulangan (iterasi) sehingga tercapai konsistensi antara rencana operasional tahunan terpadu dengan usulan ketiga macam anggaran (Anggaran Rutin, Pembangunan dan Dana Masyarakat). - L l~~aoio -o.~... ~-a.,..-'jn

14 9 (2) Cara 2, di.mulai dengan menyusw rencana tahwian terpadu yang mengacu pada rencana operasional lima tahwian dan rencana strategis (sepuluh tahwian). Dalam rencana terpadu ini ( ditetapkan kegiatan apa saja yang akan dibiayai oleh Anggam Rutin, Pembangunan atau Dana Masyarakat). Berdasarkan rencana alokasi tersebut, kemudian disusun usulan Wltuk tiap macam anggaran. Hasilnya diakumulasikan dan dievaluasikan kembali keterpaduannya. Demikian seterusnya sehingga tercapai konsistensi antara rencana terpadu dengan ketiga macam anggaran. C. DOKUMEN ANGGARAN PEMBANGUNAN Dokumen usulan Anggaran Pembangwt.an terdiri atas (1) Dokumen DUP (Daftar Usulan Proyek yang disusw dengan mengacu kepada buku petunjuk penyuswian DUP yang diterbitkan oleh Bappenas. Formulir isian DUP disa jikan pada Lampiran 5. (2) Dokumen usulan untuk tahw sekarang + 1 (TS + 1) berupa Usulan Program (UP) yang merupakan dasar bagi penyuswian programlkegiatan dan anggaran yang direncanakan pada tahw tersebut. Formulir UPl sampai dengan UP7 disajikan pada Lampiran 6 (3) Dokumen usulan untuk (TS + 2) berupa Konsep Program Operasional (KPO), yang merupakan dasar bagi penyuswian program yang diperkirakan dan dipertimbangkan akan dilaksanakan dalam kurun waktu tersebut. Formulir KPO 1 sampai dengan KPO 8 disajikan pada Lampiran 7 (4) Dokumen Usulan Lembar Ketja (ULK) yang merupakan dasar bagi penyuswian Pra DP (Daftar sian Proyek). Dokumen ini dipersiapkan setelah proses evaluasi DUP, UP dan KPO yang dilakukan oleh Ditjen Dikti!Depdikbud dan Bappenas. F ormulir ULK disajikan pada Lampiran. 8 ( 5) Data pendukwlg yang harus dipersiapkan dalam penyuswian program dan anggaran pembangunan terdiri atas (a) Peta, denah, gambar kontruksi dan rencana anggaran biaya. Spesifikasi peralatan, kuantitas, dll Wituk kegiatan berkategori fisik. (b) Kerangka Acuan atau Term of Reference (TOR), data keadaan mahasiswa, dosen, tenaga lainnya, unit ketja, dll Wltuk kegiatan yang berkategori non fisik. Format TOR disajikan pada Lampiran 9 D. DOKUMEN ANGGARAN RUTN DAN DANA MASY ARAKA T Dokumen Usulan Anggaran Rutin terdiri atas : (1) Sasaran Usulan Anggaran Rutin (SUAR 01 sampai dengan SUAR 05). Formulir SUAR disajikan pada Lampiran ~~... ~-,..-?P

15 10 (2) Perhitungan Usulan Anggaran Rutin (PUAR 01 sampai dengan PUAR 11). Formulir PUAR disajikan pada Lampiran 11 (3) Usulan Anggaran Rutin (UAR 01 sampai dengan UAR 06). Formulir UAR disajikan pada Lampiran 12 (4) Proyeksi Anggaran Rutin/Data Pendukung (PAR/01 sampai dengan PARDP 05). Formulir P ARDP disajikan pada Lampiran 13 (5) Dokumen Dana Masyarakat dapat menggunakan formulir DURK yang disajikan pada Lampiran 14 E. DOKUMEN USULAN ANGGARAN TERP ADU Dokumen Usulan Rencana Program dan Anggaran Tahunan yang mencerminkan keterpaduan ketiga jenis anggaran, yaitu dapat menggunakan formulir yang disajikan pada Tabel2 (Rekapitulasi Usulan Anggaran Terpadu Menurut Kategori Program Utama) dan Lampiran 15 (Rekapitulasi Usulan Anggaran Terpadu Menurut Jenis Pengeluaran).... ~.''Jitw.... ~-~ - '""

16

17 LAMPRAN 1 STRUKTUR PROGRAM MENURUT KPPTJP PENATAAN SSTEM PENDDKAN TNGG KATEGOR PROGRAM UTAMA PROGRAM UTAMA PROGRAM 1.1. Penataan peningkatan kualitas Peningkatan kualitas dan pengembangan staf berkelanjutan Akademik Peningkatan kemampuan tenaga pengajar Peningkatan kualitas tenaga pengajar melalui pendidikan S2/S3, Seminar /Lokakarya pelatihan, pencangkokan dan yang scjenis Penataan persyaratan penyelenggaraan program S-1 & Diploma Pcningkatan fungsi pembelajaran di pergun1an tinggi ' Peningkatan Manajernen pergun1 an tinggi Penyusunan kriteria penilaian Pengembangan mekanisme penilaian Penilaian program S yang sedang berjalan Penilaian program diploma yang sedang berjalan Pcnilaian usulan program S & Diploma Peningkatan kemampuan staf akademik dalam proses belajar mengajar Peningkatan pembinaan studi pemantauan kerja dan karya lulusan perguruan tinggi Penataan sistem SKS untuk fleksibilitas Peningkatan kemampuan pengelola melalui pendidikan, S2/S3 dan pelatihan manajemen Pembinaan organisasi dan administrasi perguruan tinggi, tatacara kerja dan pelatihan personil Pcngcmbangan SM-PT Pernbinaan keterkaitan antar perguruan tinggi dan dengan Dikti

18 KATEGOR PROGRAM UTAMA PROGRAM UTAMA PROGRAM Pembinaan suasana Akademik Sosialisasi konsep pembinaan dan dukungan administratif Peningkatan kerjasama regional Penataan kelembagaan Optimalisasi tata kerja Peningkatan kualitas kinerja sivitas akademika Peningkatan kuaiitas kinerja lembaga dan un it kerja Peningkatan dukungan administratif 1.2. Penataan aktuaiisasi asas Fungsionaiisasi Badan Normatif Peningkatan fungsi senat perguruan tinggi dan otonomi yang sejenis Pembinaan embaga normatif perguruan tinggi dan yang sejenis Pengembangan mekanisme pengelolaan staf Peningkatan kinerja staf akadem ik Akademik Peningkatan sistem komunikasi akademis Peningkatan pcran pcrguruan tinggi dalam Penyusunan rcncana strategik (Renstra) perguperencanaan dan pengembangan ruan tinggi Penyusunan rencana operasionai (Renop) perguruan tinggi Peningkatan kemampuan personil, meialui pelatihan perencanaan dan yang sejenis Penataan peningkatan Pengembangan pengeiolaan sumberdaya terpadu Pengembangan sistem penganggaran beianja akuntabilitas di perguruan tinggi terpadu Koordinasi pemanfaatan sumberdaya laboratorium, peralatan, perpustakaan, kelas, dosen dan lainnya.... tv

19 .J:(AT~GOR PROGRAM UTAMA PROGRAM UTAMA PROGRAM Aktualisasi otonomi keilmuan dan kebebasan Pengembangan mekanisme dan kegiatan Akademik fungsional sivitas akademika Peningkatan Akuntabilitas mengenai kualitas Pembinaan dan pengelolaan pelaksanaan kegiatpelaksanaan kegiatan fungsional an fungsional sivitas akademika Pembinaan hubungan dengan masyarakat Pengukuran dan pen ilaian kinerja perguruan tinggi Penataan akreditasi Dukungan terhadap pelnksanaan akreditasi Pelaksanaan akreditasi progran1 studi & lembaga Pengadaan sarana penunjang Monitoring & evaluasi pelaksanaan akreditasi Peningkatan kesiapan PTN dan PTS terhadap Peningkatan SM - Perguruan Tinggi fungsi dan pelaksanaan fungsi BAN Peningkatan koordinasi penyelenggaraan Pembinnan keman1puan tenaga akreditasi melalui pelatihan Tindak lanjut terhadap hasil dan saran proses Evaluasi dan penyempurnaan rencana pengemakreditasi bangan perguruan tinggi Action program kelengkapan persyaratan Studi/kajian atas basil akreditasi -w

20 KATEGOR PROGRAM UTAMA PROGRAM UT AMA PROGRAM 1.5. Penataan evaluasi Peningkatan kemampuan staf Akademik dalam Pembinaan kemampuan staf akademik dalam evaluasi hasil pcmbelajaran evaluasi proses belajar mengajar Peng~mbangan metoda evaluasi hasil pembelajaran Peningkatan kemampuan perguruan tinggi dalam Peningkatan kemampuan evaluasi diri evaluasi-diri Pembinaan validasi sejawat Peningkatan kemampuan simulasi programlkegiatan ~

21 2. PENNGKA TAN RELEV ANS DAN KUALT AS KA TEGOR PROGRAM UT AMA PROGRAM UT AMA PROGRAM 2.1. Peningkatan relevansi dan Peningkatan kualitas kinerja perguruan tinggi Pengadaan prasarana untuk efisiensi internal kualitas pendidikan sarjana dan dalam menghasilkan lulusan yang laik secara Pengadaan sarana untuk efisiensi internal diploma tepa! waktu Perbaikan proses belajar mengajar Pernbinaan sistem penerimaan mahasiswa baru Penyesuaian perirnbangan populasi rnahasiswa Penataan program studi dalam kelompok bidang studi & jalur Pernbinaan jalur pendidikan pendidikan dengan keperluan pernbangunan Penataan daya tampung tiap program studi Pemenuhan syarat standar untuk Pengadaan prasarana untuk memenuhi standar menyelenggarakan program pendidikan S-1 minimal penyelenggaraan pend. S-1 & Diploma dan diploma Pengadaan sarana untuk memenuhi standar minimal penyelenggaraan pend. S-1 & Diploma Peningkatan jumlah tenaga Akademik dan Pendidikan Magister (S2) dan Doktor (S3) peningkatan proporsi yang berpendidikan Pembinaan sistem rekrutmen dan penempatan pasca sarjana kembali tenaga akademik Peningkatan kesepadanan antara keahlian dan Peningkatan relevansi kurikulum programs kemampuan kerja lulusan dengan tuntutan Peningkatan relevansi kurikulum program dunia kerja Diploma Pengembangan dan peningkatan kualitas Pendidikan bidang-bidang unggu1an program studi terpilih S-1 dan diploma dalarn Pengernbangan bidang-bidang unggulan menyambut globalisasi Pengembangan saranalprasarana -Vt

22 KA TEGOR PROGRAM UT AMA PROGRAM UTAMA PROGRAM : Pengembangan program studi sarjana & pasca Pengembangan bidang iptek sarjana dalam lmu & Pengetahuan dan Pendidikan bidang-bidang strategis Teknologi yg strategis 2.2. Peningkatan relevansi dan Pemantapan pengelolaan pola pengembangan Pembinaan tenaga pengajar program pascasarjana kualitas pendidikan pasca sarjana program pasca sarjana Pembinaan tenaga pengelola program pascasarjana Peningkatan kualitas program Doktor dgn Pengembangan prasarana untuk program Doktor evaluasi eksternal sejawat sbg mekanisme Pengembangan sarana untuk program Doktor perencanaan pengembangannya Peningkatan kerjasama antar program Doktor Peningkatan sarana bagi penyelenggaraan Pengembangan prasarana untuk pendidikan pendidikan pasca sarjana melalui alokasi pascasarjana bersaing yang berlapis Pengembangan sarana untuk pendidikan pascasarjana Pcngembangan program lnternasional Peningkatan kerjasama nternasional bidang pendidikan pasca sarjana pendidikan Peningkatan kerjasama nternasional bidang penelitian Kemitraan dalam mengembangkan program Peningkatan pcndidikan profesional diatas sarjana pendidikan tenaga profesional berkemampuan tinggi '1

23 KATEGOR PROGRAM UTAMA PROGRAM UTAMA PROGRAM 2.3. Peningkatan relevansi dan Perluasan mandat Akademik LPTK Pengembangan tugas institusi kualitas lembaga pendidikan Pernbinaan perluasan peran LPTK tenaga kependidikan Pembinaan akreditasi LPTK Penataan fakultas keguruan dan ilmu Penataan program studi di FKP pendidikan di lingkungan universitas Peningkatan sumberdaya akademik di LPTK Peningkatan kemampuan dosen LPTK Pengembangan kemampuan penelitian pendidikan Pembinaan pendidikan pra-jabatan dan dalam jabatan Peningkatan kerjasama antara LPTK dan Pembinaan hubungan LPTK dengan sekolah lingkungan seko1ah rnenengah 2.4. Peningkatan relevansi dan Peningkatan kegiatan penelitian yang Peningkatan kemampuan tenaga peneliti kualitas penelitian menunjang pe1aksanaan pembangunan nasiona Peningkatan prasarana penelitian Peningkatan penelitian untuk penguasaan llmu Meningkatkan jum1ah & mutu pene1itian Pasca dan Pengetahuan dan Teknologi Dasar terpilih Sarjana Pe1aksanaan penelitian PTEK dasar !

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 Doktor (S3) Doktor (S3) Terapan 9 Magister (S2) Magister (S2) Terapan 8 7 Sarjana (S1) Diploma 4 (D4) 6 Fokus

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DAN PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN

Proses Evaluasi. Keterbatasan mampuan Negara. imo Masyarakat PRUDEN Proses Evaluasi Keterbatasan mampuan Negara imo Masyarakat PRUDEN Kesatuan kegiatan pendidikan dan pembelajaran yang memiliki kurikulum dan metode pembelajaran tertentu dalam satu jenis pendidikan akademik,

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM

PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM PERATURAN REKTOR UNIVERSITAS MATARAM NOMOR 1333/UN18/LK.00.04/2012 Tanggal 31 Januari 2012 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KERJASAMA UNIVERSITAS MATARAM REKTOR UNIVERSITAS MATARAM, Menimbang: a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

RENCANA OPERASIONAL SEKOLAH PASCASARJANA

RENCANA OPERASIONAL SEKOLAH PASCASARJANA RENCANA OPERASIONAL SEKOLAH PASCASARJANA R e n c a n a O p e r a s i o n a l S P S 2 0 1 3 2 0 2 3 H a l a m a n 0 d a r i 20 DAFTAR ISI PENGANTAR.. Pendahuluan.. 2 Tujuan dan Manfaat.. 3 Landasan Hukum

Lebih terperinci

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Ridwan Roy T, Deputi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Insitusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan,

Lebih terperinci

PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK

PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK JOB DESCRIPTION PEMBANTU KETUA I BIDANG AKADEMIK SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KUNINGAN (STIKKU) Nama Jabatan : Pembantu Ketua I Bidang Akademik Unit Kerja Atasan : Ketua STIKes Kuningan (STIKKU) Rumusan

Lebih terperinci

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1i6 TAHUN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS MATARAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10

Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 Manual Mutu Sumber Daya Manusia Universitas Sanata Dharma MM.LPM-USD.10 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 3 1.2 Tujuan 3 Halaman BAB 2 PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

KEBIJAKAN NON AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA TAHUN 2007 2012 JAKARTA

KEBIJAKAN NON AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA TAHUN 2007 2012 JAKARTA KEBIJAKAN NON AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA TAHUN 2007 2012 JAKARTA 2007 KATA PENGANTAR Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) adalah sebuah universitas swasta yang didirikan pada tahun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2006 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PENATAAN AKUN DAN JUMLAH PENERIMAAN PERGURUAN TINGGI

PENATAAN AKUN DAN JUMLAH PENERIMAAN PERGURUAN TINGGI PENATAAN AKUN DAN JUMLAH PENERIMAAN PERGURUAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN YOGYAKARTA, 22-23 JUNI 2012 DASAR PELAKSANAAN PENATAAN AKUN PENERIMAAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015

RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015 RENCANA KINERJA BALAI BESAR PULP DAN KERTAS TAHUN ANGGARAN 2015 KATA PENGANTAR R encana Kinerja merupakan dokumen yang berisi target kinerja yang diharapkan oleh suatu unit kerja pada satu tahun tertentu

Lebih terperinci

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA 2010 RENCANA OPERASIONAL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA Kode

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

- 2 - MEMUTUSKAN: PERA TURAN MENTER! KEBUDAYAAN TENTANG PERGURUAN TINGGI. BAB I KETENTUAN UMUM i. Pasal 1

- 2 - MEMUTUSKAN: PERA TURAN MENTER! KEBUDAYAAN TENTANG PERGURUAN TINGGI. BAB I KETENTUAN UMUM i. Pasal 1 SALN AN PERA TURAN MENTER! PENDDKAN DAN KEBUDA Y AAN REPUBLK NDONESA NOMOR 14 TA HUN 20 14 TENTANG KERJA SAMA PERGURUAN TNGG DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA MENTER! PENDDKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLK NDONESA,

Lebih terperinci

PENYELENGGARAAN PERGURUAN TINGGI. Dedi Mulyasana

PENYELENGGARAAN PERGURUAN TINGGI. Dedi Mulyasana PENYELENGGARAAN PERGURUAN TINGGI Dedi Mulyasana PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana,

Lebih terperinci

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA JAKARTA 2007 KATA PENGANTAR Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ( ) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia,

Lebih terperinci

PERATURAN REKTOR Nomor: 627/PRN/I1.3. AU lf 12013

PERATURAN REKTOR Nomor: 627/PRN/I1.3. AU lf 12013 UNIVE RSTTAS II,IUH AIiITADIYA H SU RA BAYA Fakultas Teknik - Fakultas Ekonomi - Fakultas Keguruan dan llmu Pendidikan Fakultas Agama lslam - Fakultas Hukum Fakultas llmu Kesehatan Jln. Sutorejo No.59

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 1. 2. 3. 4. Latar Belakang Tujuan Kewenangan. Tata

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI EDISI IX DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PANDUAN PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI EDISI IX DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PANDUAN PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DI PERGURUAN TINGGI EDISI IX DIREKTORAT PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR PER.12/MEN/2010 TENTANG MINAPOLITAN

PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR PER.12/MEN/2010 TENTANG MINAPOLITAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER.12/MEN/2010 TENTANG MINAPOLITAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mendorong percepatan

Lebih terperinci

tentang BEBAN TUGAS TENAGA PENGAJAR PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

tentang BEBAN TUGAS TENAGA PENGAJAR PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI K E P U T U S A N DIREKTUR JENDERAL PENDIDIKAN TINGSI DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA No.48/DJ/Kep/1983 tentang BEBAN TUGAS TENAGA PENGAJAR PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DIREKTUR

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07 1

BAB I PENDAHULUAN. A.Latar Belakang. Pedoman Akreditasi final 06/dir.pedoman dan bodang akred 07 1 BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu sektor penting dalam pembangunan di setiap negara. Menurut Undang -undang No.20 tahun 2003 pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana

Lebih terperinci

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU

PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU Revisi 2013 PEDOMAN KERJA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU Jl. HR. Soebrantas No. 155 KM. 15 Simpang Baru Panam Pekanbaru Email: bppm_uinsuskariau@uin-suska.ac.id

Lebih terperinci

Panduan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) 2015. Tenaga Kependidikan. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Panduan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) 2015. Tenaga Kependidikan. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Panduan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) 2015 Tenaga Kependidikan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi I. PENDAHULUAN Sebagai lembaga penyelenggara pendidikan tinggi,

Lebih terperinci

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH

PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH PEDOMAN PENETAPAN ANGKA KREDIT DAN KENAIKAN JABATAN/PANGKAT PENGAWAS MADRASAH Oleh : Team Penyusun KEMENTERIAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM DIREKTORAT PENDIDIKAN MADRASAH JAKARTA 2014

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL STUDI LANJUT BAGI PNS DOSEN DALAM KAITANNYA DENGAN KENAIKAN JABATAN, KEPANGKATAN, SERTIFIKASI DOSEN DAN EVALUASI BEBAN KERJA DOSEN Oleh : Trisno Zuardi, SH., MM Kepala Bagian Mutasi Dosen KEMENTERIAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN USULAN PROGRAM INSENTIF PENULISAN BUKU AJAR PERGURUAN TINGGI TAHUN 2015

PANDUAN PENGAJUAN USULAN PROGRAM INSENTIF PENULISAN BUKU AJAR PERGURUAN TINGGI TAHUN 2015 PANDUAN PENGAJUAN USULAN PROGRAM INSENTIF PENULISAN BUKU AJAR PERGURUAN TINGGI Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi,

Lebih terperinci

Oleh: Tim Pengembang SPMI Ditjen Dikti, Kemdikbud

Oleh: Tim Pengembang SPMI Ditjen Dikti, Kemdikbud Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Eksternal atau Akreditasi Berdasarkan UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No. 87 Tahun 2014 Tentang Akreditasi Program Studi dan Perguruan

Lebih terperinci

Manual Prosedur PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN

Manual Prosedur PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN Manual Prosedur PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (LPPM) UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2014 PENGELOLAAN PUSAT STUDI DAN PUSAT PELAYANAN Lembaga

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.

Lebih terperinci

PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR. Oleh : Tim LPM UNJ

PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR. Oleh : Tim LPM UNJ PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR Oleh : Tim LPM UNJ LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2014 LEMBAR PENGESAHAN Tim Penyusun Ketua Anggota : Dr. Etin Solihatin, M.Pd : Drs.

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan

Lebih terperinci

Draft. Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat

Draft. Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat Draft Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat Lokakarya Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor Bogor, IICC 28 November 2014

Lebih terperinci

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA

STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA ATMA JAYA I. VISI, MISI, DAN TUJUAN UNIVERSITAS A. VISI 1. Visi harus merupakan cita-cita bersama yang dapat memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan

Lebih terperinci

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010 LANGKAH-LANGKAH SETELAH DITETAPKAN MENJADI SATUAN KERJA PK BLU SETELAH DITETAPKAN MENJADI SATKER BLU APA YANG HARUS DILAKUKAN Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010 Menyetorkan seluruh PNBP TA 2010

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR PER. 12/MEN/VIII/2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN TENAGA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PENDIDIKAN KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PENDIDIKAN KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PENDIDIKAN KEDOKTERAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara menjamin hak setiap warga negara

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN RENCANA STRATEGIS BADAN PEMERIKSA KEUANGAN 2006-2010 Sambutan Ketua BPK Pengelolaan keuangan negara merupakan suatu kegiatan yang akan mempengaruhi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat dan bangsa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM SARJANA PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 130/Permentan/SR.130/11/2014 TENTANG KEBUTUHAN DAN HARGA ECERAN TERTINGGI (HET) PUPUK BERSUBSIDI UNTUK SEKTOR PERTANIAN

Lebih terperinci

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015

Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 Review RENCANA STRATEGIS (RENSTRA SKPD) TAHUN 2010-2015 DINAS CIPTA KARYA KABUPATEN BADUNG Mangupura, 2013 PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG DINAS CIPTA KARYA PUSAT PEMERINTAHAN MANGUPRAJA MANDALA JALAN RAYA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia

Lebih terperinci

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU BUKU PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI

LEMBAGA PENJAMINAN MUTU BUKU PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI LEMBAGA PENJAMINAN MUTU BUKU PEDOMAN MONITORING DAN EVALUASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU 2013 SAMBUTAN REKTOR Sistem monitoring dan evaluasi diperlukan untuk menjamin agar strategi

Lebih terperinci

Daftar Isi. Ka t a Pe n ga n ta r... i. Da ftar Isi... i i. Bab Area Standart Parameter Halaman

Daftar Isi. Ka t a Pe n ga n ta r... i. Da ftar Isi... i i. Bab Area Standart Parameter Halaman KATA PENGANTAR Buku Standar Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga disusun berdasarkan Buku Standar Akademik Universitas Airlangga. Ketentuan-ketentuan yang termuat didalamnya berisi ketentuan

Lebih terperinci

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI)

PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) PEDOMAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG (REVISI) LEMBAGA PENGABDIAN KEPADA M,ASYARAKAT UNIVERSITAS LAMPUNG 2008 PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 1. Umum Program pengabdian kepada masyarakat

Lebih terperinci

1.2. Keadaan Umum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Sekarang

1.2. Keadaan Umum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Sekarang I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda didirikan pada tanggal 6 Agustus 1962. Selama perjalanannya telah mengalami perubahan pada awal berdirinya membuka Fakultas Hukum

Lebih terperinci

BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN

BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN BEASISWA DAN BANTUAN BIAYA PENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2011 1 PENGERTIAN Maret-2009 2 PP48/2008 Bantuan Biaya Pendidikan adalah dana pendidikan

Lebih terperinci

BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI DASAR HUKUM

BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI DASAR HUKUM Magdalena S. Halim Bidakara, 4 Mei 2011 BEBAN KERJA DOSEN DAN EVALUASI PELAKSANAAN TRIDHARMA PERGURUAN TINGGI DASAR HUKUM 1. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 ttg Sistem Pendidikan Nasional 2. UU Nomor RI 14 Tahun

Lebih terperinci

Rubrik Beban Kerja Dosen

Rubrik Beban Kerja Dosen No Kegiatan Bukti Fisik I. Kinerja Bidang Pendidikan (Pendidikan & Penelitian) maks 9 40 orang mahasiswa selama 1 semester, 1 jam Kuliah pada tingkat SO (Diploma) dan S1 terhadap setiap tatap muka per

Lebih terperinci

Pembangunan Desa pada semua Desa dalam wilayah

Pembangunan Desa pada semua Desa dalam wilayah BUPATI BONE PROVINS! SULAWESI SELATAN PER.t\TURAN BUPATI BONE NOMOR11 2 TAHUN 2015 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PROGRAM DANA BANTUAN PEMBANGUNAN DESA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BONE, Menimbang

Lebih terperinci

- 361-11. Standar Pelayanan Penyusunan Permohonan Anggaran Biaya Tambahan (ABT)

- 361-11. Standar Pelayanan Penyusunan Permohonan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) - 361-11. Standar Pelayanan Penyusunan Permohonan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN PERMOHONAN ANGGARAN BIAYA TAMBAHAN (ABT) BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Peraturan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG STATUTA UNIVERSITAS AIRLANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

B. Maksud dan Tujuan Maksud

B. Maksud dan Tujuan Maksud RINGKASAN EKSEKUTIF STUDI IDENTIFIKASI PERMASALAHAN OTONOMI DAERAH DAN PENANGANANNYA DI KOTA BANDUNG (Kantor Litbang dengan Pusat Kajian dan Diklat Aparatur I LAN-RI ) Tahun 2002 A. Latar belakang Hakekat

Lebih terperinci

XI. D O S E N A. DASAR HUKUM

XI. D O S E N A. DASAR HUKUM XI. D O S E N A. DASAR HUKUM 1. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999. 2. Undang-Undang Nomor 20 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2015 TENTANG BENTUK DAN MEKANISME PENDANAAN PERGURUAN TINGGI NEGERI BADAN HUKUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84 TAHUN 2013 TENTANG PENGANGKATAN DOSEN TETAP NON PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA PERGURUAN TINGGI NEGERI DAN DOSEN TETAP PADA PERGURUAN

Lebih terperinci

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003

PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 PARADIGMA BARU PENDIDIKAN NASIONAL DALAM UNDANG UNDANG SISDIKNAS NOMOR 20 TAHUN 2003 Dalam upaya meningkatkan mutu sumber daya manusia, mengejar ketertinggalan di segala aspek kehidupan dan menyesuaikan

Lebih terperinci

RENCANA KERJA ( RENJA ) BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2014

RENCANA KERJA ( RENJA ) BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2014 RENCANA KERJA ( RENJA ) BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN 2014 BAGIAN BINA PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASSET SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LAMONGAN TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN BENTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN BENTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN BENTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007 tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : 1. bahwa proses

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PENETAPAN INPASSING PANGKAT DOSEN BUKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG TELAH MENDUDUKI JABATAN AKADEMIK PADA PERGURUAN TINGGI

Lebih terperinci

BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP)

BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) VISI PENDIDIKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH TAHUN 2005-2025

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH TAHUN 2005-2025 PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG DAERAH TAHUN 2005-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 Dokumen Kebidajakan Mutu SPMI Poltekkes Kemenkes SBY_2014 1 POLTEKKES KEMENKES

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam rangka mendukung target peningkatan surplus 10 ( sepuluh ) juta ton pada tahun 2014, Kementrian Petanian melakukan refocusing kegiatan DAK Bidang Pertanian Tahun

Lebih terperinci

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU

STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI RONGGOLAWE CEPU Kode/No.: STD/SPMI/ K.01 Tanggal: STANDAR SPMI Revisi :0 Halaman : 1 dari 5 STANDAR PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT STTR CEPU PROSES PENANGGUNGJAWAB

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 95 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN, PERUBAHAN, DAN PEMBUBARAN PERGURUAN TINGGI NEGERI SERTA PENDIRIAN, PERUBAHAN, DAN PENCABUTAN

Lebih terperinci

KANTOR PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ESA UNGGUL

KANTOR PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ESA UNGGUL S P M I KANTOR PENJAMINAN MUTU UNIVERSITAS ESA UNGGUL 2009 1 SPMI UNIVERSITAS ESA UNGGUL NOMOR :./ /.. Revisi : Tanggal : Dikaji Ulang : Dikendalikan : 2 KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb. Syukur Alhamdulillah

Lebih terperinci

SKRIPSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER. f.l'j., MILIK PERPUSTAK ti SUSIYAM

SKRIPSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JEMBER. f.l'j., MILIK PERPUSTAK ti SUSIYAM Tff~'( d r r " oll~ol '"r"'~ll...,, 11 1 'ELUAR 1 ANALSS PERBEDAAN VOLUME PENJUALAN DTNJAU DAR JENS MEKK PADA NDUSTR TAS DAN KOPER M. CHOR D DESA KEDENSAR KECAMATAN TANGGULANGN KABUPATEN SDOARJO 1998 SKRPS

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN USULAN PROGRAM INSENTIF PENULISAN BUKU AJAR PERGURUAN TINGGI TAHUN 2014

PANDUAN PENGAJUAN USULAN PROGRAM INSENTIF PENULISAN BUKU AJAR PERGURUAN TINGGI TAHUN 2014 PANDUAN PENGAJUAN USULAN PROGRAM INSENTIF PENULISAN BUKU AJAR PERGURUAN TINGGI TAHUN 2014 Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS ( PENGGANTI DP3) POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG 2013

PELAKSANAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS ( PENGGANTI DP3) POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG 2013 PELAKSANAAN PENILAIAN PRESTASI KERJA PNS ( PENGGANTI DP3) POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG 2013 REFORMASI PENATAAN SDM DI PTN Penguatan Budaya Kerja Institusi Analisis dan Evaluasi Jabatan Penataan Pegawai

Lebih terperinci

KEPUTUSAN. Nomor : HK.02.03/I/3/2/03478/2013. Tentang

KEPUTUSAN. Nomor : HK.02.03/I/3/2/03478/2013. Tentang KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN Nomor : HK.02.03/I/3/2/03478/2013 Tentang PEDOMAN PENYELENGGARAAN SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN (SIPENMARU POLTEKKES KEMENKES)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: PER/220/M.PAN/7/2008 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL AUDITOR DAN ANGKA KREDITNYA KEMENTERIAN NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

STATUTA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) DWIMULYA

STATUTA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) DWIMULYA STATUTA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) DWIMULYA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) DWIMULYA 2010 0 PERATURAN KETUA SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI DWIMULYA Nomor : 05/STIE-DM/X/2010 TENTANG STATUTA SEKOLAH

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 29 TAHUN 2008 TENTANG PENGEMBANGAN KAWASAN STRATEGIS CEPAT TUMBUH DI DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI DALAM NEGERI, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

PANDUAN PENELITIAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DAN PERGURUAN TINGGI

PANDUAN PENELITIAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DAN PERGURUAN TINGGI PANDUAN PENELITIAN KERJASAMA ANTAR LEMBAGA DAN PERGURUAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 KATA PENGANTAR.Pada tahun anggaran 2012 Direktorat Penelian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Kantor Lingkungan Hidup Kota Metro merupakan suatu. proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kantor Renstra 2011-2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Renstra Kota Metro merupakan suatu proses yang ingin dicapai pada hasil yang ingin dicapai Kota Metro selama kurun waktu 5 (lima) tahun secara sistematis

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pembangunan nasional dalam bidang pendidikan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18/PRT/M/2012 TENTANG PEDOMAN PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENGEMBANGAN SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM DENGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 2012 TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 43 TAHUN 2009 TENTANG KEARSIPAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

URAIAN TUGAS DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PASCASARJANA UNDIKNAS UNIVERSITY TAHUN 2010

URAIAN TUGAS DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PASCASARJANA UNDIKNAS UNIVERSITY TAHUN 2010 DAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) PASCASARJANA UNDIKNAS UNIVERSITY TAHUN 2010 KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat rahmatdan karunia-nya,

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014 PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2014 TENTANG KERJA SAMA PERGURUAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR PENGAJUAN DANA UANG PERSEDIAAN (UP), PENGGANTIAN UANG PERSEDIAAN (GUP) DAN DANA LANGSUNG (LS)

MANUAL PROSEDUR PENGAJUAN DANA UANG PERSEDIAAN (UP), PENGGANTIAN UANG PERSEDIAAN (GUP) DAN DANA LANGSUNG (LS) MANUAL PROSEDUR PENGAJUAN DANA UANG PERSEDIAAN (UP), PENGGANTIAN UANG PERSEDIAAN (GUP) DAN DANA LANGSUNG (LS) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Kode : 00800 04059 Revisi : 1 Tanggal : 3 Nopember

Lebih terperinci

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH

BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH BAB V ARAH KEBIJAKAN KEUANGAN DAERAH A. Pendahuluan Kebijakan anggaran mendasarkan pada pendekatan kinerja dan berkomitmen untuk menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Anggaran kinerja adalah

Lebih terperinci

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun

PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS. nama perguruan tinggi. logo perguruan tinggi. nama kota, bulan dan tahun PROPOSAL PEMBUKAAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS nama perguruan tinggi logo perguruan tinggi nama kota, bulan dan tahun DAFTAR ISI Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Tabel Daftar Gambar (jika

Lebih terperinci

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 20 TAHUN 2010 TANGGAL 31 AGUSTUS 2010 NORMA, STANDAR, PROSEDUR, DAN KRITERIA (NSPK) PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) FORMAL DAN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 152 TAHUN 2000 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS INDONESIA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 152 TAHUN 2000 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS INDONESIA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 152 TAHUN 2000 TENTANG PENETAPAN UNIVERSITAS INDONESIA SEBAGAI BADAN HUKUM MILIK NEGARA Menimbang : a. Bahwa untuk dapat berperan sebagai kekuatan moral yang

Lebih terperinci

- 381-15. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Biaya Khusus di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara)

- 381-15. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Biaya Khusus di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) - 381-15. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Biaya Khusus di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN STANDAR BIAYA KHUSUS DI LINGKUNGAN BAGIAN ANGGARAN 007 (SEKRETARIAT

Lebih terperinci

Pemerintah Kota Bengkulu BAB 1 PENDAHULUAN

Pemerintah Kota Bengkulu BAB 1 PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Perencanaan pembangunan nasional adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan yang tepat, melalui urutan pilihan dengan memperhitungkan sumber daya yang

Lebih terperinci

BAB 4 PENELITIAN TIM PASCASARJANA

BAB 4 PENELITIAN TIM PASCASARJANA BAB 4 4.1 Pendahuluan Salah satu sebab dari minimnya jumlah publikasi artikel di Indonesia adalah kurang tingginya produktivitas karya ilmiah di tingkat pendidikan pascasarjana. Upaya untuk meningkatkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2006 TENTANG TATA CARA PENGENDALIAN DAN EVALUASI PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN R encana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah untuk periode 5 (lima) tahun. RPJMD memuat visi, misi, dan program pembangunan dari Bupati

Lebih terperinci