BAB III PERANCANGAN SISTEM

Save this PDF as:

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III PERANCANGAN SISTEM"

Transkripsi

1 BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini menjelaskan perancangan dan perealisasian keseluruhan sistem dalam skripsi ini. Perancangan dan perealisasian meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perancangan perangkat keras terdiri dari rangkaian pembaca suhu, rangkaian pembaca arus, rangkaian penampil, dan pengalamatan pengendali mikro Arduino Mega Perancangan perangkat lunak terdiri dari program pada Arduino Mega Cara Kerja Sistem Sistem otomatisasi yang dibuat menerima parameter yang dimasukkan oleh operator berupa batas bawah suhu, batas atas suhu, besarnya arus, dan juga lama pewaktu dalam menit. Parameter ini diolah oleh pengendali mikro Arduino Mega 2560 yang membandingkan titik atur pada parameter dengan kondisi aktual yang didapatkan dari rangkaian pembaca arus dan pembaca suhu. Alarm 1 akan aktif apabila pewaktu telah tercapai dan atau 80% nilai arus dari titik atur tercapai. Proses akan selesai ketika arus yang diatur pada parameterisasi telah tercapai, ditandai dengan aktifnya alarm 2. Suhu pada ruang mikser selama motor pengaduk aktif akan terjaga di antara batas bawah suhu dan batas atas suhu yang dimasukkan pada saat parameterisasi. Sistem otomatisasi secara keseluruhan dapat dilihat melalui diagram pada Gambar

2 Start Saklar utama on Ya - Nilai suhu (batas bawah dan atas) - Nilai arus listrik -Nilai pewaktu Ubah parameter? Tidak Tombol mulai ditekan -Motor listrik on -Pewaktu berjalan Katup solenoid terbuka <=nilai suhu batas bawah Nilai suhu aktual? Arus listrik tercapai? Belum Pewaktu/ 80% arus tercapai? Belum >=nilai suhu batas atas Sudah Sudah Katup solenoid tertutup -Motor listrik off -Katup solenoid tertutup -Alarm 2 aktif Alarm 1 aktif Tombol stop ditekan Ya Proses diulang? Tidak Saklar utama off End Gambar 3.1. Diagram Alir 16

3 3.2. Diagram Blok Sistem Arduino Mega 2560 sebagai pusat pengolah data yang berfungsi mengolah masukan dari rangkaian sensor maupun tombol dan juga mengatur keluaran yang berupa tampilan 7 segmen dan pengaktifan serta penonaktifan perangkat aktuator. Pengaktifan aktuator yang berupa katup solenoid dan motor listrik juga dapat dilakukan secara manual menggunakan sakar putar. Susunan perangkat keras dalam sistem digambarkan sesuai dengan diagram blok pada Gambar 3.2. Tombol Emergency Register PIPO 7 segmen Tombol Start Tombol Stop Keypad 4x4 Arduino Mega 2560 LED Standby Relay Alarm 1 Alarm 2 Rangkaian Sensor Suhu Rangkaian Sensor Arus Motor Mikser Solenoid Saklar Putar (Operasi Manual) Gambar 3.2. Diagram Blok Sistem 3.3. Rangkaian Pembaca Suhu Pembacaan suhu pada ruang mesin mikser dilakukan dengan memanfaatkan termokopel tipe K. Prinsip kerja dari termokopel adalah memanfaatkan adanya beda potensial dari 2 logam berbeda yang mengalami kontak satu sama lain. Apabila terjadi perubahan suhu pada 2 logam tersebut, beda potensial yang dihasilkan juga akan berubah. Perubahan beda potensial inilah yang dipakai untuk menentukan nominal suhu yang sedang dialami gabungan logam tersebut. Termokopel tipe K merupakan jenis termokopel yang terbuat dari gabungan antara nikel kromium dan nikel aluminium. Termokopel tipe K dapat digunakan untuk mengukur suhu pada rentang 0 o C sampai dengan 1000 o C. Pada perancangan skripsi ini, rentang suhu tersebut memenuhi syarat yang dibutuhkan. Secara fisik, 17

4 termokopel tipe K juga memenuhi syarat untuk digunakan mengukur suhu ruang pada mesin mikser adonan bahan pembuat makaroni. Termokopel tipe K akan menghasilkan beda potensial sebesar + 4,095 mv pada suhu 100 o C. Setiap terjadi perubahan suhu, termokopel tipe K akan menunjukkan perbedaan potensial sebesar + 40 µv/ o C. Keluaran termokopel terlalu kecil untuk dapat dijadikan masukan pengendali mikro Arduino Mega 2560 yang pembacaan terkecilnya berkisar pada 4,88mV. Maka digunakan Op Amp yang dirangkai menjadi penguat non inverting (tak membalik) karena keluaran yang diharapkan dalam kondisi seperti aslinya (tidak terbalik). Penguatan yang dihasilkan rangkaian sesuai Gambar 2.5. dirumuskan dengan: = 1 + ( Persamaan 3.1.) = 1 + ( Persamaan 3.2.) Suhu maksimal yang akan diukur pada ruang mikser bahan adonan makaroni adalah 150 o C, sehingga diperkirakan keluaran termokopel pada suhu tersebut adalah 6,1425mV. Nilai tersebut akan dibaca pengendali mikro sebagai 150 o C, maka untuk memperbesar resolusi, dikuatkan hingga mencapai 3,5V sebelum masuk ke pengendali mikro. 3,5 = 6, (Persamaan 3.3.) 3,5 = = 569,8 6, Nilai yang dipilih adalah 10 ohm, maka nilai yang digunakan dihitung dengan rumus sebagai berikut: = (10 ) 10 (Persamaan 3.4.) = (10 569,8) 10 = = 5688 Trimmer potensiometer (trimpot) senilai 10kΩ dipasang secara seri dengan resistor 4,7 kω sebagai pada rangkaian penguat termokopel agar nilai penguatan 18

5 dapat diatur dengan mengubah nilai trimpot yang terpasang. Rangkaian penguat sinyal termokopel ini dapat dilihat pada Gambar 3.3. Nilai 5V yang masuk ke pengendali mikro dibaca sebagai 1024 oleh Analog to Digital Converter (ADC) yang terintegrasi dengan pengendali mikro. Nilai ini perlu dipetakan agar menghasilkan pembacaan suhu dari o C. Nilai 3,5V yang diinginkan sebagai 150 o C akan dibaca sebagai 717, maka digunakan fungsi map atau pemetaan yang terdapat pada pengendali mikro Arduino Mega Gambar 3.3. Rangkaian Penguat Sinyal dari Termokopel 3.4. Rangkaian Pembaca Arus Pembacaan arus yang mengalir pada motor penggerak pengaduk dalam perancangan skripsi ini menggunakan sensor arus non invasi SCT Prinsip kerja sensor arus non invasi adalah mengukur medan magnet yang berada di sekitar kabel yang teraliri arus. Besarnya medan magnet yang dihasilkan di sekitar kabel akan sebanding dengan besarnya arus yang mengalir dalam kabel tersebut. Keluaran dari sensor ini berupa arus nilainya berbanding lurus terhadap hasil pembacaan sensor. Prinsip kerja sensor ini adalat dilihat pada Gambar 3.4. Sensor arus non invasi merupakan sensor arus yang dalam pemasangannya tidak diperlukan untuk mengubah rangkaian yang sudah ada sebelumnya. Pemakaian sensor ini cukup praktis, dengan cara memposisikan badan sensor mengelilingi kabel yang akan diukur besar aliran arus di dalam kabel tersebut. Rentang arus yang dihasilkan adalah 0 50mA untuk arus 0 100A. Keluaran sensor ini berupa gelombang sinus sesuai dengan arus yang terukur, maka 19

6 dibutuhkan pengkondisi sinyal yang mengubah arus keluaran sensor ini menjadi tegangan sesuai rentang masukan pengendali mikro (0 5VDC) agar pengendali mikro dapat memproses nilai yang terbaca. Gambar 3.4. Prinsip Kerja SCT Arus bolak-balik yang dihasilkan sensor harus dikonversi menjadi tegangan dengan memanfaatkan resistor ( ) yang dipasang paralel terhadap SCT , seperti ditunjukkan Gambar 3.5. Nilai maksimum yang dapat diukur oleh SCT adalah 100A. Nilai tersebut merupakan nilai RMS (Root Mean Square) dari arus yang mampu dibaca oleh sensor, maka arus puncak yang diukur dihitung dengan rumus: = 2 = 1, = 141,4 (Persamaan 3.5.) Perbandingan arus terukur dengan arus yang dihasilkan sensor sesuai dengan lembaran data spesifikasi SCT adalah 100 /50 = 2000, maka dapat dihitung arus pada koil sekundernya dengan rumus: = / (100 / 0,05) = 141,4 / 2000 = 0,0707 (Persamaan 3.6.) Tegangan yang mampu diterima oleh pengendali mikro Arduino Mega 2560 adalah 5VDC, maka arus keluaran sensor harus pada kondisi pembacaan maksimum dikonversi menajdi tegangan 5 / 2 = 2,5. Nilai tegangan yang diinginkan ini digunakan untuk menghitung nilai yang dipilih dengan rumus: = / = 2,5 / 0,0707 = 35,4Ω (Persamaan 3.7.) 20

7 Gambar 3.5. Konversi Arus Keluaran Sensor Menjadi Tegangan Pengendali mikro Arduino Mega 2560 tidak dapat membaca tegangan negatif, maka tegangan hasil konversi menggunakan harus dikondisikan dalam rentang 0 5VDC, seperti ditunjukkan Gambar 3.6. Gambar 3.6. Konversi Tegangan Sensor agar Terbaca Pengendali Mikro Nilai untuk RA dan RB dipilih 10kΩ untuk menghindari konsumsi energi yang besar. Nilai untuk C1 adalah 10µF, memiliki reaktansi yang rendah dan membuat jalur untuk arus bolak-balik memotong (bypass) resistor. Rangkaian total penguat sinyal dari sensor arus seperti ditunjukkan Gambar

8 Gambar 3.7. Rangkaian Pengkondisi Sinyal dari SCT Rangkaian Penampil Dalam sistem otomatis ini terdapat 2 set penampil yang masing-masing terdiri dari 3 digit 7 segmen. Tampilan ini digunakan untuk menampilkan nilai atur yang dilakukan saat parameterisasi dan juga nilai aktual yang terbaca saat mesin beroperasi. Register PIPO (Parallel In Parallel Out) digunakan untuk mengendalikan sebuah 7 segmen, sehingga dibutuhkan 3 buah register pipo pada setiap set penampil, seperti ditunjukkan Gambar 3.8. Masukan IC (Integrated Circuit) didapat langsung dari pengendali mikro Arduino Mega Nilai masukan pada kaki input akan diteruskan pada kaki output ketika IC mendapatkan detak pada tepian positif. Pendetakan juga dilakukan oleh pengendali mikro Arduino Mega 2560, sehingga pengubahan tampilan pada setiap 7 segmen dilakukan bergantian. Gambar 3.8. Rangkaian Penampil 7 Segmen 22

9 3.6. Pengalamatan Pengendali Mikro Arduino Mega 2560 Pengendali mikro Arduino Mega 2560 dipilih karena jumlah masukan dan keluaran pada pengendali mikro ini dapat memenuhi kebutuhan perancangan sistem otomatisasi mesin mikser pada perancangan skripsi ini. Berikut adalah daftar masukan dan keluaran dari pengendali mikro Arduino Mega 2560 yang digunakan dalam skripsi ini: Tabel 3.1. Daftar Masukan dan Keluaran Pengendali Mikro Arduino Mega 2560 No PORT/ Nomor PORT Jenis Fungsi 1 50 Masukan Tombol Mulai (start), aktif positif 2 51 Masukan Tombol Stop, aktif positif 3 2 Masukan Tombol Emergency, aktif negatif Masukan Papan Tombol 4x4 5 A0 Masukan 6 A1 Masukan 7 PORT A Keluaran Keluaran 9 PORT C Keluaran Keluaran Tegangan termokopel yang sudah dikuatkan Tegangan sensor arus yang sudah dikondisikan Data biner untuk penampil 7 segmen set pertama Pendetak untuk penampil 7 segmen set pertama Data biner untuk penampil 7 segmen set kedua Pendetak untuk penampil 7 segmen set kedua Keluaran LED standby Keluaran Motor mikser Keluaran Solenoid Keluaran Alarm Keluaran Alarm 2 23

10 3.7. Tata Letak Komponen pada Kotak Panel Rangkaian yang dibuat dan komponen penyusun kendali otomatis dalam perancangan disusun dalam kotak panel. Susunan yang dibuat dapat dilihat pada Gambar 3.9. Pengendali mikro Arduino Mega 2560 diletakkan di bagian kanan atas dalam panel di bawah papan keluaran dan masukan. Papan relay diletakkan di bawah pengendali mikro dan rangkaian pembaca suhu serta arus diletakkan di atas papan relay. Terminal untuk tegangan tinggi diletakkan di sebelah kiri papan pengendali mikro dan papan relay. Rangkaian penampil, lampu indikator, tomboltombol, dan sakar-saklar diletakkan pada bagian pintu panel seperti terlihat pada Gambar Lampu alarm 1 dan 2 masing-masing ditempatkan pada bagian atas luar panel kiri untuk alarm 1 dan kanan untuk alarm 2. Gambar 3.9. Bagian Dalam Kotak Kendali Otomatis 24

11 Gambar Bagian Luar Kotak Kendali Otomatis 25

BAB II DASAR TEORI. Tegangan operasi Tegangan masukan (rekomendasi via soket DC) : 7V - 12V Tegangan masukan (batas via soket DC) : 6V - 20V

BAB II DASAR TEORI. Tegangan operasi Tegangan masukan (rekomendasi via soket DC) : 7V - 12V Tegangan masukan (batas via soket DC) : 6V - 20V BAB II DASAR TEORI Bab ini menjelaskan tentang dasar teori dan penjelasan detail peralatan yang digunakan dalam skripsi ini. Peralatan dan teori yang dibahas adalah Arduino Mega 2560, keypad 4x4, sensor

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bab ini menjelaskan tentang latar belakang masalah dan spesifikasi alat skripsi. Latar belakang masalah berisi tentang gambaran umum permasalahan yang ada, peralatan yang akan digunakan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN ALAT

BAB IV PENGUJIAN ALAT BAB IV PENGUJIAN ALAT Bab ini berisi hasil pengujian terhadap alat dan perangkat lunak yang sudah dikerjakan serta analisa sistem yang telah direalisasikan pada skripsi ini. Pengujian terdiri dari pengujian

Lebih terperinci

Perancangan dan Pembuatan Sistem Otomatisasi pada Mesin Mikser Adonan Bahan Pembuat Makaroni Berbasis Pengendali Mikro Arduino

Perancangan dan Pembuatan Sistem Otomatisasi pada Mesin Mikser Adonan Bahan Pembuat Makaroni Berbasis Pengendali Mikro Arduino Perancangan dan Pembuatan Sistem Otomatisasi pada Mesin Mikser Adonan Bahan Pembuat Makaroni Berbasis Pengendali Mikro Arduino Oleh: Hilarius Prin Pujianto NIM: 612012801 Skripsi Untuk melengkapi syarat-syarat

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perancangan sistem pemanasan air menggunakan SCADA software dengan Wonderware InTouch yang terdiri dari perangkat keras (hardware)

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Dalam bidang teknologi, orientasi produk teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan manusia adalah produk yang berkualitas, hemat energi, menarik, harga murah, bobot ringan,

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM 4.1 Pengujian Perangkat Keras (Hardware) Pengujian perangkat keras sangat penting dilakukan karena melalui pengujian ini rangkaian-rangkaian elektronika dapat diuji

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013.

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013. III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2012 sampai dengan Januari 2013. Perancangan alat penelitian dilakukan di Laboratorium Elektronika, Laboratorium

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis

BAB III PERANCANGAN Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis BAB III PERANCANGAN 3.1. Deskripsi Model Sistem Monitoring Beban Energi Listrik Berbasis Mikrokontroler Arduino 3.1.1 Spesifikasi Detektor Tegangan Detektor tegangan ini berperan sebagai pendeteksi besaran

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Blok Diagram Blok diagram ini dimaksudkan untuk dapat memudahkan penulis dalam melakukan perancangan dari karya ilmiah yang dibuat. Secara umum blok diagram dari

Lebih terperinci

Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller

Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller Clamp-Meter Pengukur Arus AC Berbasis Mikrokontroller Tanu Dwitama, Daniel Sutopo P. Politeknik Batam Parkway Street, Batam Centre, Batam 29461, Indonesia E-mail: tanudwitama@yahoo.co.id, daniel@polibatam.ac.id

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro

III. METODE PENELITIAN. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro 22 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat. Pelaksanaan tugas akhir ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Jurusan Teknik Elektro Fakultas Tekik, Universitas Lampung, yang dilaksanakan mulai bulan Oktober

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA SISTEM Dalam bab ini penulis akan mengungkapkan dan menguraikan mengenai persiapan komponen komponen dan peralatan yang digunakan serta langkahlangkah praktek, kemudian menyiapkan

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN

BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN BAB IV PENGUJIAN ALAT DAN ANALISA HASIL PENGUJIAN Pada bab ini dilakukan proses akhir dari pembuatan alat Tugas Akhir, yaitu pengujian alat yang telah selesai dirancang. Tujuan dari proses ini yaitu agar

Lebih terperinci

BAB II SISTEM PEMANASAN AIR

BAB II SISTEM PEMANASAN AIR BAB II SISTEM PEMANASAN AIR Konsep dasar sistem pemanasan air ini memiliki 3 tahapan utama yang saling berhubungan. Tahapan pertama, yaitu operator menjalankan sistem melalui HMI InTouch. Operator akan

Lebih terperinci

BAB III RANCANG BANGUN ALAT

BAB III RANCANG BANGUN ALAT BAB III RANCANG BANGUN ALAT 3.1 Umum Dalam pembuatan suatu alat, rancang bangun merupakan bagian atau tahapan yang sangat penting untuk dilakukan. Pada rancang bangun ini terdapat tahap perencanaan dimana

Lebih terperinci

BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan

BAB III PEMBUATAN ALAT Tujuan Pembuatan Tujuan dari pembuatan alat ini yaitu untuk mewujudkan gagasan dan BAB III PEMBUATAN ALAT 3.. Pembuatan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul dapat ditekan

Lebih terperinci

Gambar 3.1. Diagram alir metodologi perancangan

Gambar 3.1. Diagram alir metodologi perancangan 19 BAB 3 METODOLOGI PERANCANGAN 3.1. Metode Perancangan Berikut merupakan diagram alur kerja yang menggambarkan tahapantahapan dalam proses rancang bangun alat pemutus daya siaga otomatis pada Peralatan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1 BLOK DIAGRAM Pada perancangan tugas akhir ini saya merancang sistem dengan blok diagram yang dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Blok Diagram Dari blok diagram pusat

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Pemotong Rumput Lapangan Sepakbola Otomatis dengan Sensor Garis dan Dinding ini, terdapat beberapa masalah

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bagian ini akan dijelaskan mengenai bagaimana alat dapat menampikan dan menghitung hasil dari nilai nilai inputan sensor sensor dan gambaran Rancang Bangun Alat Pengukuran

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM BAB 3 PERACAGA SISTEM Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perencanaan modul pengatur mas pada mobile x-ray berbasis mikrokontroller atmega8535 yang meliputi perencanaan dan pembuatan rangkaian

Lebih terperinci

A/D, D/A CONVERTER ASSEMBLY USER S MANUAL

A/D, D/A CONVERTER ASSEMBLY USER S MANUAL A/D, D/A ASSEMBLY USER S MANUAL Apa itu converter? Untuk menghubungkan sistem komputer dengan alat-alat peripheral lain dibutuhkan interface. Kentac 825 adalah sebuah konverter yang bisa merubah sinyal

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan langkah-langkah yang akan digunakan dalam menyelesaikan perangkat keras (hardware) yang berupa komponen fisik penunjang seperti IC AT89S52 dan perangkat

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas III. METODE PENELITIAN 3.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung, dari bulan Februari 2014 Oktober 2014. 3.2. Alat dan Bahan Alat

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM 3.1 Pengantar Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan perealisasian keseluruhan sistem yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak. Pada perancangan

Lebih terperinci

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada rangkaian elektronika

BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM. Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada rangkaian elektronika BAB IV ANALISA DAN PENGUJIAN SISTEM 4.1 Pendahuluan Untuk menghindari kesalahan-kesalahan yang terjadi pada rangkaian elektronika dan pemograman software, maka diperlukan suatu pengujian program dan pengukuran

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Perancangan Mekanik. Perancangan mekanik terdiri dari perancangan media tanam dan perancangan penampungan air.

BAB III PERANCANGAN Perancangan Mekanik. Perancangan mekanik terdiri dari perancangan media tanam dan perancangan penampungan air. BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan mekanik, perancangan perangkat keras, dan perancangan elektronik dari sistem hidroponik. 3.1. Perancangan Mekanik Perancangan mekanik

Lebih terperinci

PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA. Ahmad Sholihuddin Universitas Islam Balitar Blitar Jl. Majapahit no 4 Blitar.

PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA. Ahmad Sholihuddin Universitas Islam Balitar Blitar Jl. Majapahit no 4 Blitar. PENDETEKSI OTOMATIS ARAH SUMBER CAHAYA MATAHARI PADA SEL SURYA Ahmad Sholihuddin Universitas Islam Balitar Blitar Jl. Majapahit no 4 Blitar Abstrak Penerapan teknologi otomatis dengan menggunakan sistem

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT. hardware dan perancangan software. Pada perancangan hardware ini meliputi

BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT. hardware dan perancangan software. Pada perancangan hardware ini meliputi BAB III PERANCANGAN SISTEM DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Deskripsi dan Perancangan Sistem Pada bab ini akan dijelaskan mengenai sistem perancangan alat dengan konsep menghitung dan mencatat seberapa besar daya

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Dalam pembuatan sistem ini dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: perencanaan sistem kerja, perencanaan perangkat keras, perencanaan mekanik sistem, dan perencanaan software. Perencanaan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini menjelaskan tentang perancangan sistem alarm kebakaran menggunakan Arduino Uno dengan mikrokontroller ATmega 328. yang meliputi perancangan perangkat keras (hardware)

Lebih terperinci

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

BAB II DASAR TEORI. open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk. memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai BAB II DASAR TEORI 2.1 Arduino Uno R3 Arduino adalah pengendali mikro single-board yang bersifat open-source, diturunkan dari Wiring platform, dirancang untuk memudahkan penggunaan elektronik dalam berbagai

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pengukuran resistivitas dikhususkan pada bahan yang bebentuk silinder. Rancangan alat ukur ini dibuat untuk mengukur tegangan dan arus

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai perancangan perangkat keras beserta perangkat lunak dan realisasi alat peraga sistem pengisian baterai dari energi surya dengan tipe

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 3.1 Deskripsi dan Spesifikasi Alat 3.1.1 Deskripsi Bab III ini akan dibahas tentang perencanaan sistem alat ukur arus. Alat ukur arus ini menggunakan mikrokontroler arduino

Lebih terperinci

OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM :

OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM : OLEH : NAMA : SITI MALAHAYATI SARI KELAS : EL-3E NIM : 1105032111 PROGRAM STUDY TEKNIK LISTRIK JURUSAN TEKNIK ELEKTRO POLITEKNIK NEGERI MEDAN 2012 1 BAB I Rangkaian Operasi Terbuka dan Tertutup 1. Rangkaian

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat BAB III PERANCANGAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perancangan dan realisasi alat pasteurisasi susu dengan menggunakan metode LTLT (Low Temperature, Long Time). Bahasan perancangan dimulai

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat. Mulai. Tinjauan pustaka 59 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1. Flow Chart Perancangan dan Pembuatan Alat Mulai Tinjauan pustaka Simulasi dan perancangan alat untuk pengendali kecepatan motor DC dengan kontroler PID analog

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen (uji coba). Tujuan dari penelitian ini yaitu membuat suatu alat yang dapat mengontrol piranti rumah tangga yang ada pada

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011

III. METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Desember 2011 sampai dengan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Blok Diagram Berikut merupakan diagram blok alat yang dirancang untuk mempermudah dalam memahami alur kerja alat. Sensor MPX5700 Tekanan Dari tabung Kode perintah Minimum

Lebih terperinci

Input ADC Output ADC IN

Input ADC Output ADC IN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN IV.1. Hasil Dalam bab ini akan dibahas mengenai hasil yang diperoleh dari pengujian alat-alat meliputi mikrokontroler, LCD, dan yang lainnya untuk melihat komponen-komponen

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Bab ini menguraikan perancangan mekanik, perangkat elektronik dan perangkat lunak untuk membangun Pematrian komponen SMD dengan menggunakan conveyor untuk indutri kecil dengan

Lebih terperinci

BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN

BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN BAB II KONSEP DASAR SISTEM MONITORING TEKANAN BAN Konsep dasar sistem monitoring tekanan ban pada sepeda motor secara nirkabel ini terdiri dari modul sensor yang terpasang pada tutup pentil ban sepeda

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN Gambaran Alat BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan dijelaskan tentang perancangan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada pada alat ini. Bahasan perancangan akan dimulai dari penjelasan singkat cara kerja alat

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab tiga ini akan dijelaskan mengenai perancangan dari perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan pada alat ini. Dimulai dari uraian perangkat keras lalu uraian perancangan

Lebih terperinci

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair.

3.2. Tempat Penelitian Penelitian dan pengujian alat dilakukan di lokasi permainan game PT. EMI (Elektronik Megaindo) Plaza Medan Fair. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Metode Penelitian Dalam penulisan tugas akhir ini metode yang digunakan dalam penelitian adalah : 1. Metode Perancangan Metode yang digunakan untuk membuat rancangan

Lebih terperinci

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Tujuan Pengukuran 4.2. Peralatan Pengukuran

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Tujuan Pengukuran 4.2. Peralatan Pengukuran BAB IV PEMBAHASAN Setelah perancangan dan pembuatan peralatan selesai, maka tahap selanjutnya akan dibahas mengenai pembahasan dan analisa dari pengukuran yang diperoleh. Untuk mengetahui apakah rangkaian

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS Pada bab ini akan dibahas mengenai pengujian alat serta analisis dari hasil pengujian. Tujuan dilakukan pengujian adalah mengetahui sejauh mana kinerja hasil perancangan yang

Lebih terperinci

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808)

INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808) INSTRUMENTASI INDUSTRI (NEKA421) JOBSHEET 14 (DAC 0808) I. TUJUAN 1. Mahasiswa dapat memahami karakteristik pengkondisi sinyal DAC 0808 2. Mahasiswa dapat merancang rangkaian pengkondisi sinyal DAC 0808

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN III.1. Analisis Permasalahan Dalam Perancangan dan Implementasi Penyaji Minuman Otomatis Berbasis Mikrokontroler ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian 5

DAFTAR ISI. BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian 5 DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK i ii iii vi ix xi xii BAB I : PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Rumusan Masalah 4 1.3 Batasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. bogie satu sebagai perangkat pengangkut barang dimana bogie ini memiliki sensor

BAB III METODE PENELITIAN. bogie satu sebagai perangkat pengangkut barang dimana bogie ini memiliki sensor BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Pada sistem ini terdapat 3 bagian penting yaitu proses yang pertama bogie satu sebagai perangkat pengangkut barang dimana bogie ini memiliki sensor proximity

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan

BAB III METODE PENELITIAN. alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan BAB III METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, akan dilakukan beberapa langkah untuk membuat alat pendeteksi frekuensi detak jantung. Langkah langkah untuk merealisasikan alat pendeteksi frekuensi detak

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini dibahas tentang pembuatan dan pengujian komponenkomponen sensor pada konveyor berbasis Mikrokontroler Arduino Uno. Pembahasan meliputi pembuatan sistem mekanik, pembuatan

Lebih terperinci

BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL

BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL 34 BAB III SISTEM PENGUKURAN ARUS & TEGANGAN AC PADA WATTMETER DIGITAL Pada bab ini akan dijelaskan mengenai rancangan desain dan cara-cara kerja dari perangkat keras atau dalam hal ini adalah wattmeter

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari modifikasi kelistrikan pada kendaraan bermotor, perangkat keras maupun perangkat lunak dari setiap modul yang

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Proses alur penelitian Dalam penelitian ini ada beberapa tahap atau langkah-langkah yang peneliti lakukan mulai dari proses perancangan model hingga hasil akhir dalam

Lebih terperinci

2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015

2 METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015 10 2 METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2015 hingga Oktober 2015 di Laboratorium Teknik Elektronika, Jurusan Teknik Elektro, Universitas Lampung.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian tugas akhir dilaksanakan pada bulan Februari 2014 hingga Januari 2015. Perancangan dan pengerjaan perangkat keras (hardware) dan laporan

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI

BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI BAB III DESAIN DAN IMPLEMENTASI 3.1 Pendahuluan Pada tugas akhir ini akan membahas tentang pengisian batere dengan metode constant current constant voltage. Pada implementasinya mengunakan rangkaian konverter

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DESAIN POMPA AIR BRUSHLESS DC. DENGAN MENGGUNAKAN dspic30f2020

BAB III PERANCANGAN DESAIN POMPA AIR BRUSHLESS DC. DENGAN MENGGUNAKAN dspic30f2020 BAB III PERANCANGAN DESAIN POMPA AIR BRUSHLESS DC DENGAN MENGGUNAKAN dspic30f2020 3.1. Pendahuluan Pada bab III ini akan dijelaskan mengenai perancangan Pompa Air Brushless DC yang dikendalikan oleh Inverter

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas:

METODE PENELITIAN. Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari Instrumen dan komponen elektronika yang terdiri atas: III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian dan perancangan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Terpadu Teknik Elektro Universitas Lampung dilaksanakan mulai bulan Februari 2013 sampai dengan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN KARYA SENDIRI. HALAMAN PERSEMBAHAN.. PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. HALAMAN PENGESAHAN... HALAMAN PERNYATAAN KARYA SENDIRI. HALAMAN PERSEMBAHAN.. PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. HALAMAN PENGESAHAN.... HALAMAN PERNYATAAN KARYA SENDIRI. HALAMAN MOTO HALAMAN PERSEMBAHAN.. PRAKATA... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL...... DAFTAR GAMBAR... INTISARI... ABSTRACT...

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT 3.1 Pendahuluan Bab ini akan membahas pembuatan seluruh perangkat yang ada pada Tugas Akhir tersebut. Secara garis besar dibagi atas dua bagian perangkat yaitu: 1.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian yang dilakukan pada tugas akhir ini adalah dengan metode eksperimen murni. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat ukur untuk mengukur

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN 3.1. Gambaran Alat

BAB III PERANCANGAN 3.1. Gambaran Alat BAB III PERANCANGAN Pada bab ini penulis akan menjelaskan mengenai perancangan dan realisasi sistem monitoring pada aquarium ikan Symphysodon Discus berbasis android smartphone. Bahasan perancangan dimulai

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Programmable Logic Controller Proses di berbagai bidang industri manufaktur biasanya sangat kompleks dan melingkupi banyak subproses. Setiap subproses perlu dikontrol secara seksama

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei Adapun tempat III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan mulai pada November 2011 hingga Mei 2012. Adapun tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di Laboratorium Elektronika Dasar

Lebih terperinci

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III METODE PENELITIAN. Instrumentasi Medis Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi

ADLN - PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA BAB III METODE PENELITIAN. Instrumentasi Medis Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian dilakukan di Laboratorium Elektronika, dan Laboratorium Instrumentasi Medis Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK

BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK BAB IV ANALISIS RANGKAIAN ELEKTRONIK 4.1 Rangkaian Pengontrol Bagian pengontrol sistem kontrol daya listrik, menggunakan mikrokontroler PIC18F4520 seperti yang ditunjukkan pada Gambar 30. Dengan osilator

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat.

BAB III PERANCANGAN. Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. BAB III PERANCANGAN Pada bab ini akan menjelaskan perancangan alat yang akan penulis buat. Perancangan tersebut mulai dari: blok diagram sampai dengan perancangan rangkaian elektronik, sebagai penunjang

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM

BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM BAB III PERANCANGAN DAN REALISASI SISTEM Pada bab ini akan dijabarkan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras dan perangkat lunak dari setiap modul yang menjadi bagian dari sistem ini.

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM

BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM BAB 3 PERANCANGAN DAN PEMBUATAN SISTEM 3.1. Spesifikasi Sistem Sebelum merancang blok diagram dan rangkaian terlebih dahulu membuat spesifikasi awal rangkaian untuk mempermudah proses pembacaan, spesifikasi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK

BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK BAB IV HASIL PENGUKURAN DAN PENGUJIAN ALAT SISTEM PENGONTROL BEBAN DAYA LISTRIK 4.1 Pengukuran Alat Pengukuran dilakukan untuk melihat apakah rangkaian dalam sistem yang diukur sesuai dengan spesifikasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Diagram blok alur penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1.

BAB III METODE PENELITIAN. Diagram blok alur penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1. BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Diagram alur penelitian Diagram blok alur penelitian dapat dilihat pada gambar 3.1. Gambar 3.1. Blok diagram alur penelitian 23 24 3.1.1. Penjelasan blok diagram 1. Perancangan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Setelah memahami penjelasan pada bab sebelumnya yang berisi tentang metode pengisian, dasar sistem serta komponen pembentuk sistem. Pada bab ini akan diuraikan mengenai perancangan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. darah berbasis ATMega8 dilengkapi indikator tekanan darah yang meliputi :

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. darah berbasis ATMega8 dilengkapi indikator tekanan darah yang meliputi : 23 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Berikut rancangan penulis terkait pembuatan dari alat pengukur tekanan darah berbasis ATMega8 dilengkapi indikator tekanan darah yang meliputi : 3.1. Alat dan Bahan 3.1.1.

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. pan-tit ini menggunakan model proses V-Model yang dituangkan dalam diagram

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. pan-tit ini menggunakan model proses V-Model yang dituangkan dalam diagram 25 BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Desain penelitian untuk membuat model sistem remote kontrol aktuator pan-tit ini menggunakan model proses V-Model yang dituangkan dalam diagram berikut

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini penulis menjelaskan mengenai perancangan dan realisasi kontrol dan sistem monitoring air sampler dengan menggunakan mikrokontroler sebagai pengendali utama pada

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai perancangan dan realisasi dari skripsi meliputi gambaran alat, cara kerja sistem dan modul yang digunakan. Gambar 3.1 merupakan diagram cara

Lebih terperinci

Perancangan Model Alat Pemotong Rumput Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89C51

Perancangan Model Alat Pemotong Rumput Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89C51 21 Perancangan Model Alat Pemotong Rumput Otomatis Berbasis Mikrokontroler AT89C51 Ahmad Yusup, Muchlas Arkanuddin, Tole Sutikno Program Studi Teknik Elektro, Universitas Ahmad Dahlan Abstrak Penggunaan

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENULISAN

BAB III METODOLOGI PENULISAN BAB III METODOLOGI PENULISAN 3.1 Blok Diagram Gambar 3.1 Blok Diagram Fungsi dari masing-masing blok diatas adalah sebagai berikut : 1. Finger Sensor Finger sensor berfungsi mendeteksi aliran darah yang

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM 21 BAB III PERANCANGAN SISTEM 3.1 Rangkaian Keseluruhan Sistem kendali yang dibuat ini terdiri dari beberapa blok bagian yaitu blok bagian plant (objek yang dikendalikan), blok bagian sensor, blok interface

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor perubahan suhu

BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM. kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor perubahan suhu BAB III METODE PENELITIAN DAN PERANCANGAN SISTEM 3.1 Metode Penelitian Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah cara mengatur suhu dan kelembaban di dalam rumah kaca (greenhouse), dengan memonitor

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1. Model Kontrol Pompa Pemadam Kebakaran Berbasis Arduino Simulasi ini dibuat menyesuaikan cara kerja dari sistem kontrol pompa pemadam kebakaran berbasis Arduino, perlu

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 13 BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Perancangan Sistem Aplikasi ini membahas tentang penggunaan IC AT89S51 untuk kontrol suhu pada peralatan bantal terapi listrik. Untuk mendeteksi suhu bantal terapi

Lebih terperinci

ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG

ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG ROBOT LINE FOLLOWER ANALOG ABSTRAK Dalam makalah ini akan dibahas mengenai robot Line Follower. Robot ini merupakan salah satu bentuk robot beroda yang memiliki komponen utama diantaranya, seperti resistor,

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN 42 BAB III METODA PENELITIAN 3.1. Komponen yang digunakan lain: Adapun komponen-komponen penting dalam pembuatan modul ini antara 1. Lampu UV 2. IC Atmega 16 3. Termokopel 4. LCD 2x16 5. Relay 5 vdc 6.

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 3.1. Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan pada tugas akhir ini yaitu berupa hardware dan software. Table 3.1. merupakan alat dan bahan yang digunakan. Tabel 3.1. Alat dan

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM

BAB III PERANCANGAN SISTEM BAB III PERANCANGAN SISTEM Pada bab ini akan dijelaskan perancangan sistem alat pembuat biogas dari eceng gondok. Perancangan terdiri dari perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak. 3.1.

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN

BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 37 BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN 3.1 Perancangan Dalam pembuatan suatu alat atau produk perlu adanya sebuah rancangan yang menjadi acuan dalam proses pembuatanya, sehingga kesalahan yang mungkin timbul

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 62 BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA 4.1 Umum Untuk mengetahui apakah suatu program yang telah dibuat dapat berjalan sesuai dengan fungsinya, maka dilakukan pengujian. Pengujian ini dilakukan langsung pada

Lebih terperinci

MODEL PENGENDALI OVEN SEMIOTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER

MODEL PENGENDALI OVEN SEMIOTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Widya Teknika Vol.18 No.1; Maret 2010 ISSN 1411 0660 : 34-39 MODEL PENGENDALI OVEN SEMIOTOMATIS BERBASIS MIKROKONTROLER Istiadi 1), Ngudi Tjahjono 2) Abstrak Oven konvensional yang digunakan sebagian pengusaha

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT Pada bab ini akan dijelaskan mengenai perancangan dan realisasi dari perangkat keras, serta perangkat lunak dari alat peraga Horizontal Axis Wind Turbine. 3.1 Gambaran Alat Alat

Lebih terperinci

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISA Pada bab ini akan dibahas tentang pengujian berdasarkan perencanaan dari sistem yang dibuat. Pengujian ini dilaksanakan untuk mengetahui kemampuan dari sistem dan untuk mengetahui

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN ALAT

BAB III PERANCANGAN ALAT BAB III PERANCANGAN ALAT 1.1 Blok Diagram Sensor Kunci kontak Transmiter GSM Modem Recivier Handphone Switch Aktif Sistem pengamanan Mikrokontroler Relay Pemutus CDI LED indikator aktif Alarm Buzzer Gambar

Lebih terperinci

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4.1 Blok Diagram Sistem. bau gas yang akan mempengaruhi nilai hambatan internal pada sensor gas

BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM. Gambar 4.1 Blok Diagram Sistem. bau gas yang akan mempengaruhi nilai hambatan internal pada sensor gas BAB IV CARA KERJA DAN PERANCANGAN SISTEM 4.1 Blok Diagram Sistem Sensor Gas Komparator Osilator Penyangga/ Buffer Buzzer Multivibrator Bistabil Multivibrator Astabil Motor Servo Gambar 4.1 Blok Diagram

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisis Masalah Dalam perancangan argo becak motor berbasis arduino dan GPS ini, terdapat beberapa masalah yang harus dipecahkan. Permasalahan-permasalahan tersebut

Lebih terperinci