PENGUATAN INTEGRASI NASIONAL TERHADAP MASYRAKAT DESA DI ERA DISRUPSI BERLANDASKAN ASAS PANCASILA

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGUATAN INTEGRASI NASIONAL TERHADAP MASYRAKAT DESA DI ERA DISRUPSI BERLANDASKAN ASAS PANCASILA"

Transkripsi

1 PENGUATAN INTEGRASI NASIONAL TERHADAP MASYRAKAT DESA DI ERA DISRUPSI BERLANDASKAN ASAS PANCASILA Rian Sacipto KKN LPPM Universitas Ngudiwaluyo Abstrak: Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keanekaragaman (suku, budaya, pendapat, kepercayaan, hubungan, dan sebagainya) memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu untuk memelihara keutuhan negaranya. Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan citacita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi masyarakat, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah. Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Integrasi nasional merupakan suatu kesadaran dan bentuk upaya yang membuat masyrakat untuk memperkuat rasa persatuan sebagai satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. Berlandaskan pengamalan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila yaitu sila ke 3, persatuan Indonesia diharapkan masyarakat mampu untuk mengondisikan serta menjaga dari segala bentuk ancaman dan faham-faham radikal yang akan masuk ke Indonesia di era disrupsi. Dimana dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin cepat dan bergejolak, diharapkan seluruh lapisan mampu bersaing untuk memerangi dan ikut serta dalam pengembangan IPTEK yang sedang berjalan di era disrupsi terutama masyrakat desa. Perkembangan dan persaingan yang saling berlomba di era disrupsi ini, diharapkan bisa menyuluruh untuk dirasakan manfaatnya terutama bagi masyrakat yang ada di desa. Diharapkan pula masyrakat desa juga perlu untuk memahami serta menjaga persatuan dan penguatan integrasi nasional yang berlandaskan pancasila untuk dijadikan dasar dalam meghadapi perubahan maupun kemjauan zaman seiring berjalannya waktu. Untuk itulah perlu adanya pemahaman maupun sosialisasi yang terus menerus dilakukan pemerintah melalui programprogramnya terhadap masyarakat desa untuk saling berjuang, bersatu dalam pengembangan dan ikut berperan memanfaatkan untuk kemajauan dan perastuan bangsa dalam era disrupsi ini. Kata Kunci: Penguatan, Integrasi Nasional, Masyrakat Desa, Pancasila PENDAHULUAN Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keanekaragaman (suku, budaya, pendapat, kepercayaan, hubungan, dan sebagainya) memerlukan suatu perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersatu untuk memelihara keutuhan negaranya. Identitas adalah representasi diri seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk kebudayaan yang berlangsung demikian kompleks. Identitas dilihat dari aspek waktu bukanlah suatu wujud yang sudah ada sejak semula dan tetap bertahan dalam suatu esensi yang abadi. Sedangkan dilihat dari aspek ruang juga bukan hanya satu atau tunggal, tetapi terdiri dari berbagai lapisan identitas. Lapis-lapis identitas itu tergantung pada peran-peran yang dijalankan, keadaan objektif yang dihadapi, serta ditentukan pula dari cara menyikapi keadaan dan peran tersebut Pendapat tersebut telah diungkapkan oleh Agus Maladi Irianto melalui makalah berjudul Kebudayaan Indonesia dan Kita Hari Ini pada acara Roundtable Discussion. ( Jakarta. 2 September 2010 ) 156 ǀ Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila

2 Suatu bangsa dalam menyelenggarakan kehidupannya tidak terlepas dari pengaruh lingkungannya, yang didasarkan atas hubungan timbal balik atau kait-mengait antara filosofi bangsa, idiologi, aspirasi, dan cita-cita yang dihadapkan pada kondisi sosial masyarakat, budaya dan tradisi masyarakat, keadaan alam dan wilayah serta pengalaman sejarah. Upaya pemerintah dan rakyat menyelenggarakan kehidupannya, memerlukan suatu konsepsi yang berupa wawasan nasional yang dimaksudkan untuk menjamin kelangsungan hidup, keutuhan wilayah serta jati diri. Bangsa Indonesia termasuk bangsa menegara, dimana bangsa ini merupakan bangsa buatan atau bentukan, bukan bangsa alami. 11 Sejak proklamasi kemerdekaan hingga saat ini telah mempunyai sejumlah pengalaman. Di antara sejumlah pengalaman itulah, bangsa Indonesia mengalami berbagai perubahan azas, paham, ideologi dan doktrin dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di masa awal Indonesia merdeka, identitas nasional ditandai oleh bentuk fisik dan kebijakan umum bagi seluruh rakyat Indonesia (di antaranya adalah penghormatan kepada Sang Saka Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, Bahasa Indonesia, dan seterusnya). Akan di era yang berkembang pada saat ini, apakah identitas nasional dapat ditandai dari ekspresi fisikal tersebut atau dibutuhkan reinterpreasi tentang tentang identitas nasional. Identitas dan karakter bangsa sebagai sarana bagi pembentukan pola pikir (mindset) dan sikap mental, memajukan adab dan kemampuan bangsa merupakan tugas utama pembangunan kebudayaan nasional. Identitas sebagai sarana pembentukan pola pikir masyarakat diperlukan adanya suatu kesadaran nasional yang dipupuk dengan menanamkan gagasan nasionalisme dan pluralisme. Kesadaran nasional selanjutnya menjadi dasar dari keyakinan adanya integrasi nasional yang mampu memelihara dan mengembangkan harga diri bangsa, harkat dan martabat bangsa sebagai upaya melepaskan bangsa dari subordinasi (ketergantungan, ketertundudukan, keterhinaan) terhadap bangsa asing. Dengan demikian, integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia. Bertolak dari gambaran tersebut, maka pada dasarnya pluralitas bagi bangsa Indonesia adalah takdir. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidak selalu memisahkan, apalagi menimbulkan pertentangan sepanjang masing-masing anggota masyarakat menyadari akan pluralitas tersebut. Gambaran pluralitas ini, kendati sudah merupakan takdir, namun akhir-akhir ini justru semakin memicu pertentangan di antara sejumlah anggota masyarakat. Bahkan, muncul adagium yang memicu konflik: Kami versus kalian, aku versus kamu, dan seterusnya. Maka munculah faham sentrisme yang kemudian melahirkan misalnya, etnosentrisme, religisentrisme, politksentrisme, dan seterusnya. Setiap warga negara Republik Indonesia haruslah menguasai ilmu pengetahuan teknologi, yang merupakan misi atau tanggung jawab warga negara dalam perdamaian, bela negara, persatuan yang bersendikan nilai-nilai pancasila. 12 Terwujudnya integrasi nasional dari masa kemerdekaan dapat dilihat dari adanya suatu dasar Negara yaitu Pancasila, Bahasa Indonesia dan landasan hukum yaitu UUD Saat ini yang perlu dilakukan oleh kita sebagai warga Negara Indonesia adalah berperilaku yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 agar tetap terintegrasi secara nasional dan dapat terus mencapai tujuan bangsa Indonesia. Namun sekarang dimana era teknologi dan 11 Ms Bakry Noor, Pendidikan Kewarganegaraan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,2014, Hlm Ibid., Hlm. 20 PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURUSAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN ǀ 157

3 komunikasi yang sangat maju memiliki dampak yang sangat negatif bagi Indonesia karena masyarakatnya cenderung selalu mengikuti alur tanpa disaring terlebih dahulu. Dampak yang paling terlihat adalah nasionalisme yang sangat berkurang sehingga budaya bangsa cenderung terkikis. Masyarakat Indonesia sangat lemah terhadap arus globalisasi dan suka mengikuti apa yang kekinian sehingga malas untuk berinovasi dan cenderung mengikuti arus. Untuk itu upaya nyata untuk mengkongritkan Pancasila agar warga negara Indonesia tidak kehilangan jati diri sebagai manusia Pancasila. Dimana untuk mengkongritkan Pancasila salah satunya dengan meyakini (baik, benar, tepat) Pancasila,yang kemudian diamalkan secara konsisten. 13 Di era digital seperti ini faham sentralisme lebih banyak karena informasi-informasi mudah dengan menyebar lewat sosial media yang merusak persatuan masyarakat. Di era Revolusi digital dan era disrupsi teknologi adalah istilah lain dari industri 4.0. Disebut revolusi digital karena terjadinya proliferasi komputer dan otomatisasi pencatatan di semua bidang. Industri 4.0 dikatakan era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas di sebuah bidang akan membuat pergerakan dunia industri dan persaingan menjadi tidak linear. Sehingga dapat mengganggu dalam hal integrasi nasional. Bukan hanya itu saja integrasi nasional juga tergambarkan pada landasan negara kita yaitu pancasila, dimana dalam dasar negara rakyat indonesia terdapat ayat yang menggambarkan mengenai integrasi nasional yaitu sila ke 3 dan 4, persatuan indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyawaratn / perwakilan. Adapun penguatan dan pemahaman terkait integrasi nasional yang harus diketahui oleh seluruh lapisan masyrakat, khususnya oleh masyrakat desa yang jauh dari pengetahuan dan berita informasi maupun kemajuan teknplogi. Contohnya di Desa Kemambang, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Hingga saat ini pun masih kental dalam menerapkan integrasi nasional walupun mereka tidak mengetahui secara mendalam masksud dari integrasi nasional. Akan tetapi dalam penerapan praktek bermasyrakat, di sini juga banyak kebudayaan dimana mereka tetap saling menghargai satu sama lain dan juga bisa melestarikan budaya yang ada di desa ini agar kebudayaan yang ada tetap terjaga. Kultur atau dalam asas persatuan di desa ini juga bagus karena masyrakat di desa ini sangat kental terutama pada sifat ramah dan sopan sesuai sila yang ada di pancsila yaitu sila ke 3 dan 4. Persatuan dan gotong royong di era distrubtion ini juga sangat cepat berkembang, salah satunya masyrakat desa ini menggalangkan objek desa wisata di desa kemambang. Untuk itulah diharapkan menghadapi era disrupsi dalam masyarakat desa yang masih jauh dari perkembangan teknologi, perlunya penguatan integrasi nasional yang harus tetap terjaga dan dilestarikan agar tidak masuknya faham-faham yang dapat merusak persatuan masyarakat untuk berbangsa dan bernegara. Hakikat Integrasi Nasional di Era Disrupsi Berlandaskan Pancasila Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Untuk menciptakan pergaulan dalam pembentukan integrasi nasional tersebut identitas justru berfungsi secara ganda. Pada suatu sisi integrasi terbentuk kalau ada identitas yang mendukungnya seperti kesamaan bahasa, kesamaan dalam nilai sistem budaya, kesamaan cita-cita politik, atau kesamaan dalam pandangan hidup atau orientasi keagamaan. Pada pihak lain, integrasi yang lebih luas hanya mungkin terbentuk apabila sekelompok orang menerobos identitasnya dan mengambil jarak dari segala yang selama ini dianggap membentuk watak dirinya atau watak 13 E.Y. Lestari Membangun Kesadaran Berbangsa - Proceedings. Integralistik. Unnes Semarang 158 ǀ Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila

4 kelompoknya. Dengan demikian ia meninggalkan identitasnya, yang kemudian membuka kemungkinan untuk pembentukan integrasi yang lebih luas. Integrasi nasional sangat penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena dengan terintegrasinya masyarakat dalam suatu bangsa akan mudah untuk membangun bangsa yang sejahtera dan akan mudah untuk mencapai tujuan bersama. Dengan integrasi nasional, banyaknya suku bangsa dan budaya tidaklah menjadi halangan dalam mencapai cita-cita suatu Negara. Integrasi nasional terjadi juga akibat terbentuknya kelompok-kelompok yang dipersatukan oleh suatu isu bersama, baik yang bersifat ideologis, ekonomis, maupun sosial. integrasi nasional adalah jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terusmenerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. 14 Keanekaragaman Indonesia yang sangat banyak, mulai dari budaya, suku, nilai dan norma, akan menjadikan banyak konflik apabila terdapat pihak yang ingin memberontak dan keluar dari bangsa Indonesia. Untuk itulah dalam menghadapi revolusi digital dan era disrupsi teknologi adalah istilah lain dari industri 4.0. Disebut revolusi digital karena terjadinya proliferasi komputer dan otomatisasi pencatatan di semua bidang. Industri 4.0 dikatakan era disrupsi teknologi karena otomatisasi dan konektivitas di sebuah bidang akan membuat pergerakan dunia industri dan persaingan menjadi tidak linear. Salah satu karakteristik unik dari industri 4.0 adalah pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelligence (Tjandrawinata, 2016). Lee et al (2013) menjelaskan, industri 4.0 ditandai dengan peningkatan digitalisasi manufaktur yang didorong oleh empat faktor: 1) peningkatan volume data, kekuatan komputasi, dan konektivitas; 2) munculnya analisis, kemampuan, dan kecerdasan bisnis; 3) terjadinya bentuk interaksi baru antara manusia dengan mesin; dan 4) perbaikan instruksi transfer digital ke dunia fisik, seperti robotika dan 3D printing. Lifter dan Tschiener (2013) menambahkan, prinsip dasar industri 4.0 adalah penggabungan mesin, alur kerja, dan sistem, dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang rantai dan proses produksi untuk mengendalikan satu sama lain secara mandiri. Hermann et al (2016) menambahkan, ada empat desain prinsip industri 4.0. Pertama, interkoneksi (sambungan) yaitu kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things (IoT) atau Internet of People (IoP). 15 Prinsip ini membutuhkan kolaborasi, keamanan, dan standar. Kedua, transparansi informasi merupakan kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan virtual dunia fisik dengan memperkaya model digital dengan data sensor termasuk analisis data dan penyediaan informasi. Ketiga, bantuan teknis yang meliputi; (a) kemampuan sistem bantuan untuk mendukung manusia dengan menggabungkan dan mengevaluasi informasi secara sadar untuk membuat keputusan yang tepat dan memecahkan masalah mendesak dalam waktu singkat; (b) kemampuan sistem untuk mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang tidak menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman; (c) meliputi bantuan visual dan fisik. 14 Pendapat ini pernah diungkapkan Agus Maladi Irianto pada Seminar Nasional Penguatan Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara Sebagai Kesiapan Eksistensi Menuju Kejayaan Masa Depan Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya bekerja sama dengan Deputi Bidang Politik Sekretariat Wakil Presiden RI, di Hotel Dafam Semarang, tanggal 29 September diakses pada 28 Agustus 2018 PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURUSAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN ǀ 159

5 Keempat, keputusan terdesentralisasi yang merupakan kemampuan sistem fisik maya untuk membuat keputusan sendiri dan menjalankan tugas seefektif mungkin. Era disrupsi adalah suatu zaman yang diwarnai oleh perilaku inovasi, dan perubahan yang sangat cepat yang berdampak pada organisasi dan kehidupan masyarakat luas. 16 Pada era ini, suatu badan, lembaga, organisasi, perkumpulan, atau apa namanya yang berbentuk aliansi akan segera mati, bila tidak melakukan perubahan sistem, pola, strategi, cara, metode yang sesuai dengan perkembangan IPTEKS dan kebutuhan masyarakat global. Di pihak lain, kebutuhan masyarakat global berjalan se-arah jarum jam dengan perkembangan IPTEKS. Dengan demikian, hakikat era disrupsi adalah suatu zaman yang penuh dengan inovasi yang disertai perubahan yang sangat cepat, yang berdampak positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat Dalam era ini, suatu organisasi yang kreatif dan inovasi dapat mematikan pihak yang bersifat konvensional. Jika seluruh komponen bangsa Indonesia mengamalkan dengan benar nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, dapat dikatakan bahwa tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan, terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian pula, apabila semua warga Indonesia dan khususnya para pemegang kebijakan yang diposisikan sebagai panutan bangsa ini menjalankan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, bisa jadi bangsa ini akan terhindar dari berbagai permasalahan, misalnya perpecahan atau disintegrasi, penjualan aset-aset negara, demokrasi klise, kemiskinan, korupsi, ketergantungan pada Bank Dunia dan IMF, dan tentu bangsa ini akan menjadi bangsa yang berwibawa dan mandiri. Melihat fenomena sekarang ini, mestinya perlu dipertanyakan betulkah rasa dan nilai nasionalisme sudah benar-benar diamalkan dalam bentuk perbuatan dan tidak hanya dikatakan dalam lisan. Banyak warga masyrakat belum mengetahui kelebihan dari era ini apalagi di era digital seperti ini, arus pertukara informasi sangatlah cepat karena hampir semuanya sekarang dibuat digital agar mempermudah pekerjaan manusia, tetapi abnyk sekali manfaat dari era digital ini tetapi juga ada kelebihan ada kekurangan juga, seperti di desa ini masih banyak yang mengeluhakan di era digital ini di kareanakan mungkin kurang adanya sosialisasi mengenai era yang serba canggih ini, sehingga masyrakat tau nya hanya efek dari era canggih ini yaitu khususnya kepada anak-anak mereka karena dengan semakin canggihnya alat kita pun susah mengendalikan contoh saja pada hp, di desa ini pada mengeluhkan mengenai susahnya mengendalikan penggunaan gadget di kalangan anak-anak. Gadget juga biasanya di salahkangunakan untuk keperluan yang tidak baik sehingga ini lah yang di khawatirkan oleh para orang tua di desa ini. Beberapa saat kemarin juga ada sosialisasi masalah gadget sasaran pada TK Mardisiwi di sana banyak yang telah disampaikan dan di diskusikan mengenai masalah gadget ini, sebenarnya peran orangtua pun juga penting dalam fase ini karena orang tua yang bisa megendalikan anaknya, semisal orang tua tegas dalam arti bukan emosi anakpun juga akan nurut pada perintah dari orangtua. Sehingga aspek keluarga pun sangat mendukung dalam fase ini. Bukan hanya bicara pada integrasi nasioanl dan era distrubtion saja, Secara nyata dapat dilihat bila berbicara Pancasila sebagai dasar negera, maka yang terjadi seharusnya adalah bagaimana negara ini berusaha dengan berbagai upaya untuk menegakkan masyarakat yang berketuhanan, adil dan bermoral, mempunyai jiwa ukhuwah (persaudaraan) atau kebersamaan, demokrasi, dan menciptakan kemakmuran masyarakat sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa ini. Jadi, sudah menjadi suatu keharusan apabila bangunan nasionalisme yang ditegakkan, baik 16 Pendapat tersebut telah diungkapkan oleh Prof Ali Gufron melalui Kuliah Umum Peran PTS menghadapi Revolusi Industri pada acara Dies Natalis Universitas Ngudi Waluyi. ( Semarang. 29 Agustus 2018 ) 160 ǀ Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila

6 sekarang maupun ke depan sampai waktu yang tidak terbatas, adalah tetap berpegang pada nilainilai nasionalisme yang telah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa ini. Ini juga tercermin pada Ketiga, dari sila Persatuan Indonesia tampak bahwa para pendiri bangsa ini sadar bahwa tanpa persatuan dan kesatuan langkah, maka tujuan bersama, yang pada waktu itu dijadikan alat untuk melepaskan dari dari cengkraman kolonialisme, tidak akan terwujud Mereka juga sadar bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk dan plural, yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai pulau, suku, bahasa, agama, dan kepercayaan. Sunatullah yang dalam hal ini berarti bahwa keberadaan manusia di muka bumi ini adalah plural, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa yang tidak dapat ditolak keberadaanya telah disadari oleh mereka Dengan demikian, agar terwujud bangsa yang mandiri dan mempunyai harga diri maka harus tercipta ukhuwah dan persatuan tanpa memandang suku atau keyakinan apa yang dianutnya. Didalam Pancasila yaitu sila ke 3 persatuan indonesia, saling berintegrasi dan berhubungan pada sila ke 4, dapat dikemukakan bahwa kandungan sila Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan ini menunjuk pada keharusan adanya kerakyatan atau demokrasi yang tentunya memperhatikan dan menghormati nilai ketuhanan dan agama. Kerakyatan atau demokrasi semacam ini berarti dalam menyelenggarakan kehidupan bernegara harus dilakukan dengan cara bermusyawarah yang secara moral dapat dipertanggung jawabkan kepada Tuhan YME. Misalnya, dalam agama Islam sendiri menganjurkan agar selalu bermusyawarah untuk memecahkan apa pun permasalahannya. Dari sila-sila ini pun sudah dapat bisa di identifikasikan dalam integrasi nasional ada hubungannya dengan sila-sila Pancasila yang tertera dalam sila ke 3 dan ke 4. Dalam sila itu sudah banyak yang menggambarkan bagaimana integrasi di negeri ini khususnya untuk masyrakat yang berada diwilayah desa dalam memperkuat persatuan serta pemahaman dalam menghadapi era disrupsi. Penguatan Integrasi Nasioanal Untuk Masyrakat Desa Di negara sebesar Indonesia, integrasi sosial tidak hanya terbatas pada sekelompok masyarakat saja, melainkan mencapai lingkup negara yang biasa disebut integrasi nasional. Pengertian integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukan perbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional. Ada dampak positif yang bisa kita rasakan bagi bangsa karena kita bisa memanfaatkan kekayaan alam yang melimpah yang pada akhirnya dikelola untuk kesejahteraan rakyat itu sendiri. Namun selain menimbulkan sebuah keuntungan, hal ini juga akhirnya menimbulkan masalah yang baru. Dampak dari luasnya wilayah dan beragamnya budaya, dapat menghasilkan berbagai macam karakter manusia yang dapat memicu konflik persatuan, kesatuan, bahkan perpecahan bangsa. Masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini disampaikan sejumlah karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka, yang bersifat umum yang selama ini masih sering ditemui. Oleh karenanya perlunya penguatan integrasi nasional ini untuk diterapkan dalam pemahaman masyarakat desa yang penting untuk diwujudkan dalam kehidupan masyrakat Indonesia dikarenakan Indonesia merupakan negara yang masih berkembang atau dapat dikatakan negara yang masih mencari jati diri. Selain itu, integrasi nasional sangat penting untuk PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURUSAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN ǀ 161

7 diwujudkan karena integrasi nasional merupakan suatu cara yang dapat menyatukan berbagai macam perbedaan yang ada di Indonesia. Indonesia sangat dikenal dengan keanekaraganm suku,budaya dan agama. Oleh sebab itu, adanya pengaruh globalisasi yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat Indonesia lebih memilih untuk suatu yang trend walaupun hal tersebut membuat upaya integrasi tidak terwujud. Masyarakat Indonesia belum sadar akan pengaruh globalilasi yang ternyata tidak baik bagi masyarakat Indonesia. Selain pengaruh globalisasi, masyarakat Indonesia bertindak atas wewenang sendiri maupun kelompok sehingga konflik terjadi dimana-mana seperti pertengkaran antar suku, pembakaran tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya. Konflik tersebutlah yang membuat integrasi nasional susah diwujudkan. Upaya integrasi terus dilakukan agar Indonesia menjadi satu kesatuan yang mana disebutkan dalam semboyan bhinneka tunggal ika yang berlambangkan pancasila sebagai dasar negaranya. Integritas nasional sebagai upaya atau proses pembauran berbagai aspek yang menjadi ciri dan atribut bangsa harus dapat menjamin terwujudnya`keselarasan, keserasian dan keseimbangan dalam mencapai`tujuan bersama sebagai satu bangsa. Keselarasan`disini menggambarkan suasana yang tertib, teratur, aman dan damai sehingga akan timbul ketentraman lahir dan batin bagi masyrakat desa. Keselarasan akan terwujud bila setiap orang melaksanakan tugas sesuai dengan kewajiban dan tanggung jawab. Benturan-benturan tidak perlu terjadi, segalanya berlangsung secara wajar dalam perkembangan lingkungan dan masyarakatnya. Untuk itulah didalam masyarakat desa perlu ditekankan dalam pemahaman Integrasi sosial budaya yang merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yang berbeda tersebur dapat meliputi ras, etnis, agama bahasa, kebiasaan, sistem nilai dan lain sebagainya. Integrasi sosial budaya juga berarti kesediaan bersatu bagi kelompok-kelompok sosial budaya di masyarakat, misal suku, agama dan ras. Adanya upaya mengintegrasikan masyrakat desa, dengan memberikan pemahaman bahwa perbedaan-perbedaan yang ada tetap harus diakui dan dihargai sehingga warga Indonesia menjadi negara yang dapat mencapai tujuannya. Selain menghargai dan mengakui berbagai macam perbedaan di Indonesia, masyarakat pun harus memliki rasa toleransi terhadap sesama sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan yang dapat merugikan Indonesia. Upaya Meningkatkan Integrasi Nasional Masyrakat Desa Menghadapi Era Disrupsi Indonesia sangat dikenal dengan keanekaraganm suku,budaya dan agama. Oleh sebab itu, adanya pengaruh globalisasi yang masuk ke Indonesia membuat masyarakat Indonesia lebih memilih untuk suatu yang trend walaupun hal tersebut membuat upaya integrasi tidak terwujud. Masyarakat Indonesia belum sadar akan pengaruh globalilasi yang ternyata tidak baik bagi masyarakat Indonesia. Selain pengaruh globalisasi, masyarakat Indonesia bertindak atas wewenang sendiri maupun kelompok sehingga konflik terjadi dimana-mana seperti pertengkaran antar suku, pembakaran tempat-tempat ibadah dan lain sebagainya. Konflik tersebutlah yang membuat integrasi nasional susah diwujudkan. Dari penguatan rasa persatuan yang kukuh untuk menjadi sebuah upaya dalam berintegrasi terus menerus agar selalu dilakukan supaya masyarakat Indonesia menjadi satu kesatuan yang mana disebutkan dalam semboyan bhinneka tunggal ika yang berlambangkan pancasila sebagai dasar negaranya. Adanya upaya mengintegrasikan Indonesia, perbedaan-perbedaan yang ada tetap harus diakui dan dihargai sehingga Indonesia menjadi negara yang dapat mencapai tujuannya. Selain 162 ǀ Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila

8 menghargai dan mengakui berbagai macam perbedaan di Indonesia, masyarakat Indonesia harus memliki rasa toleransi terhadap sesama sehingga tidak terjadi konflik yang berkepanjangan yang dapat merugikan Indonesia. Era disrupsi adalah suatu zaman yang diwarnai oleh perilaku inovasi, dan perubahan yang sangat cepat yang berdampak pada organisasi dan kehidupan masyarakat luas. Pada era ini, suatu badan, lembaga, organisasi, perkumpulan, atau apa namanya yang berbentuk aliansi akan segera mati, bila tidak melakukan perubahan sistem, pola, strategi, cara, metode yang sesuai dengan perkembangan IPTEKS dan kebutuhan masyarakat global. Dengan demikian, hakikat era disrupsi adalah suatu zaman yang penuh dengan inovasi yang disertai perubahan yang sangat cepat, yang berdampak positif dan negatif dalam kehidupan masyarakat. Dalam era ini, suatu organisasi yang kreatif dan inovasi dapat mematikan pihak yang bersifat konvensional. Dalam menghadapi fenomena disruption (disrupsi) yang perubahannya sangat cepat dan fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Diharapkan masyrakat memiliki rasa semangat persatuan untuk mengikuti sesuai dengan perkembangannya. Dimana setelah dilakukan pengamatan atau observasi langsung ke desa kemambang banyu biru yang dijadikan objek dalam penulisan ilmiah ini, bahwa kegiatan-kegiatan masyarakat yang masih dapat di kembangakan di desa menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan warga didesa itu. Tradisi-tradisi yang ada di desa pun juga masih sangat kental dikarenakan letak desa dari karamaian lumayan jauh sehingga etnik nya masih sangat kental. Banyak warga masyrakat belum mengetahui kelebihan dari era ini apalagi di era digital seperti ini, arus pertukaran informasi sangatlah cepat karena hampir semuanya sekarang dibuat digital agar mempermudah pekerjaan manusia, tetapi banyk sekali manfaat dari era digital ini tetapi juga ada kelebihan ada kekurangan juga, seperti di desa ini masih banyak yang mengeluhakan di era digital ini di karenakan kurang adanya sosialisasi mengenai era yang serba canggih seprti ini, dari situlah perlunya upaya yang perlu daterapkan dalam meningkatkan penguatan integrasi sosial di era disrupsi antara nya : 1. Perlunya sosialisai kepada masyrakat 2. Program yang dilaksanakan berkelanjutan dari pemerintah yang diterapkan kepada seluruh warga negara 3. Kesadaran dari diri masyrakat serta saling memotivasi sesama 4. Pembekalan sejak dini tentang pendidikan kewarganegaraan dan pancasila 5. Selalu mengamalkan dan memegang teguh nilai-nilai yang terdapat pada pancasila dan diterapkan dalam kehidupan msyarakat. Jadi tantangan dari masyrakat desa dalam menguatkan dan terus bersatu dalam menghadapi era disrupsi ini yang terpenting adalah selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta keutuhan negara ini dari ancaman faham-faham ketidak sesuaian kebenaranya untuk terciptanya masyrakat indonesia yang siap berperang melawan ancama dari luar dan ikut serta dalam pengembangan IPTEK di era teknologi dunia yang serba canggih ini. PENUTUP Integrasi nasional sebagai suatu kesadaran dan bentuk pergaulan yang menyebabkan berbagai kelompok dengan identitas masing-masing merasa dirinya sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia. Dimana dengan memperkuat integrasi nasional bisa membawa jalan keluar untuk menghadapi masalah yang hingga saat ini masih terus-menerus melanda Indonesia. Konflik antar-etnik, konflik PROSIDING SEMINAR NASIONAL JURUSAN POLITIK DAN KEWARGANEGARAAN ǀ 163

9 antar-daerah, konflik antar-agama, konflik antar-partai politik, konflik antar-pelajar, serta sejumlah konflik kepentingan lain semestinya tidak perlu terjadi kalau masing-masing pelaku konflik menyadari bahwa pluralitas bangsa Indonesia sudah menjadi sebuah keniscayaan. Sedangkan Era disrupsi adalah suatu zaman yang diwarnai oleh perilaku inovasi, dan perubahan yang sangat cepat yang berdampak pada organisasi sosial budaya serta faktor-faktor lainya dalam kehidupan masyarakat luas. Indonesia sesungguhnya memiliki ssenjata pamungkas yang menyatukan sekian potensi lokal dalam sebuah perahu untuk mengarungi arus globalisasi era disrupsi, yakni Pancasila. namun dengan begitu derasnya arus globalisasi yang menerpa bangsa ini, seakan memudarkan nilai-nilai pancasila yang seharusnya dapat diaktualisasikan oleh seluruh masyarakat Indonesia dalam berbagai bidang. Sehingga perlulah rasa kesatuan, persatuan dengan memupuk integrasi nasional untuk selalu di bentuk dan diterapkan kepada masyarakat agar dapat beradaptasi dengan era disruption yang semakin berkembang sehingga dapat meminimalkan masalah integrasi nasional sekarang. DAFTAR PUSTAKA Erwin, Muhammad Pendidikan Kewarganegaraan Republik Indonesia. Bandung : Refika Aditama. Ms Bakry Noor, Pendidikan Kewarganegaraan, Pustaka Pelajar, Yogyakarta,2014, Hlm. 79. Santoso Budi, dkk Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Agus Maladi Irianto melalui makalah berjudul Kebudayaan Indonesia dan Kita Hari Ini pada acara Roundtable Discussion. ( Jakarta. 2 September 2010 ) Agus Maladi Irianto pada Seminar Nasional Penguatan Pilar-pilar Berbangsa dan Bernegara Sebagai Kesiapan Eksistensi Menuju Kejayaan Masa Depan Indonesia yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya bekerja sama dengan Deputi Bidang Politik Sekretariat Wakil Presiden RI, ( Semarang, 29 September 2012) Pendapat tersebut telah diungkapkan oleh Prof Ali Gufron melalui Kuliah Umum Peran PTS menghadapi Revolusi Industri pada acara Dies Natalis Universitas Ngudi Waluyi. ( Semarang. 29 Agustus 2018 ) E.Y. Lestari Membangun Kesadaran Berbangsa - Proceedings. Integralistik. Unnes Semarang diakses pada 28 Agustus ǀ Penguatan Integrasi Nasional di Era Disrupsi dalam Perspektif Pancasila