PROSPEK BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN NGAWI

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PROSPEK BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN NGAWI"

Transkripsi

1 PROSPEK BUDIDAYA IKAN AIR TAWAR DALAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN NGAWI Darmawan Soecahyo ABSTRACT The decrease of fish catch from the sea will open up opportunities for freshwater fish cultivation The increase of fish production from freshwater fish farm has increased quite high, that is 11 percent every year. This indicates high willingness of the community to conduct freshwater fish farming. The purpose of this research is to know the potential of freshwater fish cultivation in the research location, to know the constraints faced by the freshwater fish farmers in the research location. The method used is the Z test, BEP test. Ngawi Regency with an area of 129,598 Ha with the availability of water from large rivers and from wells. Community supportive human resources based on HDI reach Fish production reached 2, tons in In Kabupaten Ngawi for the cultivation of catfish as much as 800 Kg with an income of Rp million with profit of Rp. Rp. 2,274,000 3 months maintenance period, carcass cultivation of 1,600 Kg with revenue of Rp million with a profit of Rp. 23,125,000 with a maintenance period of 12 months. Government of Ngawi Regency to program the addition of fishery power to assist farmers in conducting freshwater fish farming, guidance and provide information related to how to get capital assistance with a light interest. Department of Cooperatives and SMEs East Java Province facilitate in the formation of cooperatives or specialized financial institutions in the field of fisheries that will help farmers in terms of capital needs for the development of freshwater fish farming in East Java. East Java Provincial Government to schedule the mapping of freshwater fish production and market as a synergy between the Provincial Government and Ngawi District Government. Keyword : freshwater fish, cultivation prospects, income increase ABSTRAK Semakin menurunnya hasil tangkapan ikan dari laut akan membuka peluang bagi usaha budidaya ikan air tawar Kenaikan produksi ikan hasil budidaya ikan air tawar mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu 11 persen tiap tahun. Hal tersebut menandakan cukup tinggi kemauan masyarakat melakukan usaha budidaya ikan air tawar. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui potensi usaha budidaya ikan air tawar di lokasi penelitian, mengetahui kendala yang dihadapi oleh pembudidaya ikan air tawar di lokasi penelitian. Metode yang digunakan adalah uji BEP. Kabupaten Ngawi dengan luas wilayah Ha dengan ketersediaan air dari sungai besar dan dari sumur. SDM masyarakat yang mendukung berdasarkan IPM mencapai 68,32. Produksi ikan mencapai 2.278,88 ton pada tahun Di Kabupaten Ngawi untuk budidaya ikan lele panen sebanyak 800 Kg dengan pendapatan sebesar Rp dengan keuntungan sebesar Rp. Rp masa pemeliharaan 3 bulan, budidaya ikan gurami panen Kg dengan pendapatan Rp dengan keuntungan sebesar Rp dengan masa pemeliharaan 12 bulan. Pemerintah Kabupaten Ngawi agar memprogramkan penambahan tenaga perikanan untuk 233

2 membantu pembudidaya dalam melakukan usaha budidaya ikan air tawar, melakukan bimbingan dan memberikan informasi terkait cara mendapatkan bantuan modal dengan bunga yang ringan. Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi jawa Timur memfasilitasi dalam pembentukan koperasi atau lembaga keuangan khusus di bidang perikanan yang akan membantu pembudidaya dalam hal kebutuhan modal guna pengembangan usaha budidaya ikan air tawar di Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar mengagendakan pemetaan produksi ikan air tawar dan pasar sebagai bentuk sinergitas program antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi. Kata kunci : ikan air tawar, prospek budidaya, peningkatan pendapatan PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak pulau, 7870 pulau yang bernama dan 9634 pulau belum memiliki nama (Data Departemen dalam Negeri Tahun 2004). Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki garis pantai km dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah Canada. Indonesia memiliki sumber daya perikanan meliputi, perikanan tangkap di perairan umum seluas 54 juta hektar dengan potensi produksi 0,9 juta ton/tahun. Budidaya laut terdiri dari budidaya ikan, budidaya moluska (kerang kerangan) dan budidaya rumput laut, budidaya air payau yang potensi pengembangannya mencapai sekitar Ha, dan budidaya air tawar terdiri dari perairan umum (danau, waduk, sungai dan rawa), kolam air tawar, dan mina padi di sawah, serta bioteknologi kelautan untuk pengembangan industri bioteknologi kelautan seperti industri, penyediaan benih, industri bahan pangan dan lain sebagainya. Pertambahan jumlah penduduk dunia semakin tahun relatif cukup semakin pesat, begitu juga Indonesia yang merupakan salah satu negara di dunia mempunyai jumlah penduduk besar. Peningkatan jumlah penduduk ini mengakibatkan semakin bertambahnya kebutuhan akan makanan yang dikonsumsi. Pemenuhan kebutuhan makanan salah satunya ditunjang dari hasil perikanan baik berupa ikan segar ataupun dari hasil olahan berbahan ikan. Di Indonesia khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan ikan sebagian besar masih mengandalkan dari laut dengan kata lain bergantung pada usaha penangkapan ikan yang dilakukan nelayan. Hal tersebut dirasakan tidak akan bertahan lama karena kondisi perairan laut kita semakin turun sehingga mengakibatkan hasil tangkapan ikan juga semakin menurun. Bahkan ditakutkan apabila tidak ada perubahan model usaha penangkapan ikan diprediksi tahun 2048 ikan yang berada di lautan akan habis, sehingga tidak ada lagi ikan yang bisa ditangkap. Semakin menurunnya hasil tangkapan ikan dari laut akan membuka peluang bagi usaha budidaya ikan air tawar, dengan kata lain diperlukan peningkatan produksi budidaya ikan air tawar sebagai pengganti ikan air laut dan secara langsung juga memberikan kesempatan biota laut untuk berkembang biak kembali. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar merupakan pasar yang sangat potensial untuk produk produk perikanan. Walaupun tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih cukup rendah berdasarkan data Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2011, Indonesia mempunyai tingkat konsumsi ikan per kapita sebesar 31,5 kg per tahun masih di bawah negara tetangga kita Malaysia yang mencapai 55,4 kg per tahun. Akan tetapi pertumbuhan rata rata tingkat konsumsi ikan di Indonesia mencapai 16,7 persen dibandingkan Malaysia yang hanya 1,26 persen per tahun. Dengan melihat kondisi tersebut maka peluang masih terbuka untuk usaha budidaya ikan air tawar. 234

3 Dari segi produksi, berdasarkan data Kementrian Kelautan dan Perikanan tahun 2011, produksi perikanan mencapai 12,39 juta ton. Dari jumlah tersebut hasil produksi perikanan tangkap mencapai 5,41 juta ton dan nilai produksi perikanan budidaya sebesar 6,98 juta ton. Dari 6,98 juta ton usaha budidaya, 1,1 juta ton merupakan ikan air tawar sisanya terbagi atas beberapa jenis usaha budidaya yaitu budidaya tambak air payau, budidaya jaring apung, budidaya dalam karamba dan budidaya di laut. Potensi perikanan di Indonesia menurut data Kementrian kelautan dan Perikanan tahun 2014 menyebutkan mencapai 3000 triliun per tahun, akan tetapi yang baru bisa dimanfaatkan hanya sekitar 225 triliun atau hanya sekitar 7,5% saja. Dengan melihat data diatas maka peluang dalam kegiatan perikanan sungguh sangat terbuka lebar dan sangat tinggi, hal tersebut juga dilihat dengan upaya pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia yang semakin mengalami peningkatan pada tiap tahunnya. Kenaikan produksi ikan hasil budidaya ikan air tawar mengalami peningkatan yang cukup tinggi yaitu 11 persen tiap tahun. Hal tersebut menandakan cukup tinggi kemauan masyarakat melakukan usaha budidaya ikan air tawar. Pengembangan usaha perikanan sebenarnya bisa digunakan sebagai pendorong pemulihan ekonomi yang diperkirakan membutuhkan dana sekitar 82 miliar dolar per tahun. Dimana indonesia diharapkan mampu menjadi penghasil produk perikanan terbesar didunia hal ini bisa dikatakan karena melihat peningkatan kontribusi perikanan indonesia pada tahun 2004 sampai Untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi Sumberdaya Kelautan dan perikanan dan menjadikan sektor ini sebagai prime mover pembangunan ekonomi nasional khususnya di Jawa Timur, sehingga diperlukan upaya percepatan dan terobosan dalam pembangunan Kelautan dan Perikanan. Oleh karena itu perlu kiranya dilakukan penelitian Prospek Budidaya Ikan Air Tawar Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dengan harapan hasil penelitian ini memberikan informasi penting kepada masyarakat seberapa besar prospek usaha melakukan usaha budidaya ikan air tawar. TUJUAN Tujuan dari penelitian ini adalah: Mengetahui potensi usaha budidaya ikan air tawar di lokasi penelitian, Melakukan analisa usaha budidaya Ikan air tawar dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di lokasi penelitian. HASIL YANG DIHARAPKAN Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah tersusunnya rekomendasi teridentifikasinya potensi usaha budidaya ikan air tawar di lokasi penelitian, hasil analisa usaha budidaya ikan air tawar dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di lokasi penelitian. ANALISA DATA Untuk menganalisa secara ekonomi budidaya ikan air tawar tiap jenis ikan maka dilakukan perhitungan biaya produksi dalam satu proses budidaya. Komparasi dilakukan dengan menghitung keuntungan atau margin pendapatan pembudidaya ikan dan perhitungan keuntungan dalam prosentase dalam satu kali proses budidaya ikan dengan menggunakan uji Z untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pendapatan antar jenis ikan yang dibudidayakan. Untuk kelayakan usaha digunakan uji BEP produksi dan BEP harga untuk mengetahui batas produksi dan batas harga apabila pembudidaya tidak mengalami kerugian atau mendapatkan keuntungan. 235

4 HASIL DAN PEMBAHASAN Potensi Perikanan di Kabupaten Ngawi Kabupaten Ngawi mempunyai luas daerah sebesar 1.295,98 Km 2 atau Ha dengan topografi yang berupa dataran tinggi dan tanah datar, luas lahan pertanian sawah mencapai (38,95 persen), lahan pertanian bukan sawah seluas Ha (46,65 persen) dan lahan bukan pertanian seluas Ha (14,40 persen). Penggunaan lahan pertanian bukan sawah terbagi yaitu sebagai lahan tegal/kebun seluas Ha, ladang/huma seluas 233 Ha, kebun seluas Ha, ditanami pohon/hutan rakyat seluas 852 Ha, padang penggembalaan/rumput seluas 6 Ha, serta penggunaan lainnya (tambak, kolam, empang, hutan negara) seluas Ha, sehingga Kabupaten Ngawi sangat berpotensi dalam usaha pengembangan usaha budidaya ikan air tawar yang mempunyai ketersediaan lahan cukup luas. Kabupaten Ngawi dilalui sungai besar yaitu sungai Bengawan Solo dengan debit air mencapai 11,97 liter per detik dan Sungai Madiun dengan debit air mencapai 6,44 liter per detik, serta banyak sungai sungai kecil yang berada di Kabupaten Ngawi. Untuk ketersediaan air dalam mendukung proses usaha Budidaya ikan air tawar sangat cukup. Selain kebutuhan air bisa didapatkan dari sungai yang mengalir di Kabupaten Ngawi, pihak Pemerintah Daerah khususnya Dinas Perikanan banyak memberikan bantuan berupa sumur sumur pompa beserta alat pompa dalam upaya mendukung masyarakat dalam melakukan usaha budidaya ikan air tawar. Disamping itu didukung tingkat curah hujan yang cukup yaitu sebesar 56,25 mm 3 per tahun pada tahun Sumber Daya Manusia dalam melakukan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Ngawi terbilang cukup mendukung, dari data yang ada penduduk berusia 15 tahun keatas yang bekerja di bidang pertanian,kehutanan dan perikanan mencapai orang. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Ngawi mencapai angka 68,32 ini berarti masuk dalam kategori skala Menengah keatas, sehingga sangat memungkinkan dalam mendukung usaha budidaya ikan air tawar. Potensi Pasar ikan air tawar di Kabupaten Ngawi masih sangat terbuka luas, selain memenuhi kebutuhan di Kabupaten Ngawi itu sendiri dan Provinsi Jawa Timur, akan tetapi juga banyak permintaan akan ikan dari Provinsi Jawa Tengah yang dirasa masih kurang bisa memenuhi pasar yang ada. Maka masih sangat dibutuhkan produksi yang lebih besar lagi guna memenuhi permintaan pasar yang telah terbuka lebar tersebut. Produksi ikan air tawar di Kabupaten Ngawi berdasarkan data dari Dinas Perikanan tahun 2015 mencapai 2.728,88 ton termasuk penangkapan di perairan umum serta melalui usaha budidaya ikan. Kabupaten Ngawi sendiri mempunyai danau atau waduk yang juga sangat berpotensi untuk dimanfaatkan usaha budidaya ikan air tawar. Analisa Usaha Analisa usaha budidaya ikan Lele di Kabupaten Ngawi dengan penebaran bibit ikan lele sebanyak ekor sebagai berikut: Tabel 1. Analisa Usaha Ikan Lele di Kabupaten Ngawi No 1 2 Biaya Operasional 236 Rupiah Bibit Ikan lele ukuran 3-5 cm ekor x 70 Rp Pakan 820 Kg x Rp

5 Biaya lain lain Rp Total Rp Dari penebaran bibit ikan lele sebanyak ekor mampu menghasilkan ikan lele sebanyak 800 Kg dengan masa pemeliharaan selama 3 bulan dan harga jual ikan lele tiap Kg sebesar Rp , maka didapatkan hasil sebesar x 800 = Rp Sehingga pendapatan bersih pembudidaya ikan lele sebesar Rp Rp = Rp BEP Produksi yang didapatkan adalah : = 637,5 yang berarti dengan produksi ikan lele sebesar 637,5 Kg akan mampu menutupi biaya produksi ikan lele selama proses budidaya ikan lele dan dapat dikatakan budidaya ikan lele di Kabupaten Ngawi masih layak diusahakan karena hasil yang didapatkan lebih besar dari BEP produksi yaitu 800 Kg. BEP harga yang didapatkan adalah : 800 = Rp yang berarti jika harga ikan lele Rp maka pembudidaya tidak akan mendapatkan keuntungan dan juga tidak akan mengalami kerugian. Analisa usaha budidaya ikan gurami di Kabupaten Ngawi dengan penebaran bibit ikan gurami sebanyak ekor sebagai berikut : o Tabel 2. Analisa Usaha Ikan Gurami di Kabupaten Ngawi Biaya Operasional Rupiah Bibit Ikan gurami 5000 ekor x 1000 Rp Pakan 2125 Kg x Rp Biaya lain lain Rp Total Rp Dari hasil penebaran bibit ikan gurami sebanyak ekor didapatkan hasil produksi sebesar Kg dengan masa pemeliharaan selama bulan dan harga jual Rp Sehingga nilai produksi ikan gurami sebesar x = Rp Pendapatan bersih pembudidaya ikan gurami sebesar = Rp dengan masa pemeliharaan antara bulan. Nilai BEP Produksi sebesar : = 854 yang berarti dengan penebaran sebanyak ekor, hasil produksi sebesar 854 Kg sudah mampu menutupi biaya produksi ikan gurami selama proses budidaya ikan. Sehingga usaha budidaya ikan gurami di Kabupaten Ngawi layak diusahakan karena mampu memproduksi diatas nilai BEP produksi. Sedangkan nilai BEP harga adalah : = Rp yang berarti dengan harga jual ikan gurami senilai Rp tiap kilogam pembudidaya ikan gurami tidak akan mendapatkan keuntungan dan tidak akan mengalami kerugian. Hasil analisa diatas menunjukkan untuk biaya sarana budidaya ikan dalam hal ini adalah ketersediaan air dianggap bernilai sangat minimal, maka untuk melihat prospek kedepan apabila air yang didapatkan sudah sulit maka bisa dilakukan beberapa cara untuk mengurangi atau menyingkapi ketersediaan air yang digunakan dalam usaha budidaya ikan. Air yang digunakan dalam usaha budidaya ikan bisa menggunakan sistem tidak ada air yang terbuang atau disebut dengan sistem sirkulasi air, dimana air yang dibuang selama proses budidaya ikan diolah kembali 237

6 untuk dipergunakan lagi, hal ini memang membutuhkan biaya tambahan untuk mengolah air tersebut agar siap sebelum digunakan untuk proses budidaya ikan. Biaya tambahan untuh pengolahan air ini tidak terlalu besar, hanya menggunakan beberapa macam zat tambahan seperti arang, ijuk serta beberapa probiotik, penggunaan arang dan ijuk bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama dan penggunaan probiotik diberikan terus selama proses budidaya ikan. Dalam satu kali usaha budidaya ikan hal ini bisa dikategorikan dalam biaya tambahan dengan nilai tambahan sebanyak Rp Dengan nilai tersebut, masih dikatakan sangat sedikit biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh pembudidaya ikan. Dalam hal pakan, dimana selama ini pakan yang digunakan adalah pakan dari pakan pabrik yang harganya cukup tinggi sehingga biaya penggunaan pakan sangat besar pada biaya produksi, maka dengan beragamnya sumberdaya hayati yang ada di tiap Kabupaten, sangat dimungkinkan untuk membuat pakan buatan sendiri atau lebih dikenal dengan Pakan Mandiri. Pemerintah telah berupaya mensosialisasikan penggunaan Pakan Mandiri ini untuk mengurangi biaya produksi yang dikeluarkan pembudidaya ikan dengan mengadakan pelatihan dan bantuan berupa alat pembuatan pakan mandiri tersebut. Keanekaragaman Sumberdaya hayati yang sangat melimpah ini bisa dipergunakan sebagai bahan pembuatan Pakan Mandiri yang bisa dilakukan oleh pembudidaya berdasarkan ketersediaan bahan yang mudah didapat dan murah di tiap tiap lokasi budidaya ikan tersebut. Beberapa produk Pakan Mandiri yang dihasilkan bisa menekan biaya produksi. Kita ketahui harga pakan dari pabrik berkisar antara Rp sampai dengan Rp , sedangkan Pakan Mandiri yang dihasilkan membutuhkan biaya berkisar Rp Harga ini bisa mereduksi biaya pakan yang dikeluarkan sampai Rp rupiah per kilogramnya. Jika penggunaan Pakan mandiri digunakan pada usaha budidaya ikan,maka analisa usaha yang didapatkan adalah sebagai berikut: Tabel 3. Analisa Usaha Ikan Lele Menggunakan Pakan Mandiri di Kabupaten Ngawi No Biaya Operasional 238 Rupiah Bibit Ikan lele ukuran 3-5 cm ekor x 70 Rp Pakan 100 Kg x Rp Pakan 720 Kg x 4000 Rp Biaya lain lain Rp Total Rp Apabila dalam usaha budidaya ikan lele di kabupaten Ngawi menggunakan pakan mandiri yang digunakan setelah menggunakan pakan pabrik pada awal masa budidaya, maka akan dapat mengurangi biaya produksi dalam suatu usaha budidaya tersebut. Seperti pada tabel diatas maka dengan hasil panen sebanyak 800 Kg dan harga jual sebesar Rp per kilogram, keuntungan yang didapatkan pembudidaya ikan adalah 800 x = Rp = Rp Dengan masa pemeliharaan selama 3 bulan, maka keuntungan setiap bulannya

7 sebesar Rp nilai ini lebih besar dibandingkan keuntungan usaha budidaya ikan lele menggunakan pakan pabrik saja yaitu sebesar Rp setiap bulan. Tabel 4. Analisa Usaha ikan gurami menggunakan Pakan Mandiri di Kabupaten Ngawi No Biaya Operasional Rupiah Bibit Ikan gurami 5000 ekor x 1000 Rp Pakan 150 Kg x Rp Pakan 1975 x 4000 Rp Biaya lain lain Rp Total Rp Apabila dalam usaha budidaya ikan gurami sebagian pakan yang diberikan menggunakan pakan mandiri, maka akan mengurangi biaya produksi dari biaya penggunaan pakan yang diberikan selama proses budidaya ikan. Seperti pada tabel 5.22 diatas, dengan jumlah produksi sebesar Kg dengan masa pemeliharaan selama bulan dan harga jual Rp , sehingga keuntungan yang diperoleh pembudidaya ikan adalah x = Rp = Rp , keuntungan pembudidaya ikan setiap bulannya Rp nilai ini lebih besar dibandingkan keuntungan usaha budidaya apabila seluruhnya menggunakan pakan pabrik yaitu sebesar Rp setiap bulannya. KESIMPULAN Keuntungan pembudidaya ikan lele di Kabupaten Ngawi selama pemeliharaan 3 bulan adalah sebesar Rp , maka pendapatan setiap bulannya adalah sebesar Rp Biaya variabel pembudidaya ikan gurami di Kabupaten Ngawi dengan penebaran ekor bibit adalah sebesar Rp Keuntungan pembudidaya ikan gurami dikabupaten Ngawi dengan masa pemeliharaan 12 bulan adalah sebesar Rp , sehingga pendapatan setiap bulannya adalah sebesar Rp Terdapat perbedaan pendapatan pembudidaya ikan lele dengan pembudidaya ikan gurami di Kabupaten Ngawi, dimana pendapatan pembudidaya ikan gurami lebih besar. REKOMENDASI Perlu adanya penambahan tenaga perikanan khususnya Dinas Perikanan yang akan membantu pembudidaya dalam melakukan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Ngawi Perlunya bimbingan dan informasi dari Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mendapatkan bantuan modal dengan bunga yang ringan. 239

8 Perlu dibangunnya atau dibentuknya Koperasi atau lembaga keuangan lainnya khusus di bidang perikanan yang akan membantu pembudidaya dalam hal kebutuhan modal guna pengembangan usaha budidaya ikan air tawar di Jawa Timur. DAFTAR PUSTAKA Adera F, Industrial Engineering (QSPM-Quantitative Strategic Planing Matrix) Oktober Andy K, Belajar SPSS dan Statistika Oktober Anonymous, Mengenal Ikan Mas. 8 Oktober 2016 Anonymous, Kabupaten Kediri Dalam Angka, Badan Pusat Statistik Kabupaten Kediri, Anonymous, Kabupaten Blitar Dalam Angka, Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar, Anonymous, Kabupaten Ngawi Dalam Angka, Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi, Anonymous, Macam Jenis Ikan Lele Budidaya. 5 Oktober Anonymous, Sekilas Ulasan Mengenal Ikan Patin. 4 Oktober 2016 Anonymous, Lima Jenis Ikan Lele Unggul di Indonesia. 4 Oktober 2016 Anonymous, Membuat sendiri pakan lele alternatif. Alamtani Agribisnis dan Hobi Oktober 2016 Anonymous, Kamus Definisi dan Pengertian ( Terlengkap untuk anda menggali Informasi). manfaat/. 17 Oktober Anonymous, Pengertian, Definisi Analisis SWOT+Manfaat Oktober Bambang Agus Murtidjo, Beberapa Metode Pembenihan Ikan Air Tawar. Penerbit Kanisius, Cetakan ke-7 Cahyo Saparinto, Budidaya Ikan di Kolam Terpal. Penebar Swadaya, Edi Afrianto, Evi Liviawaty, Beberapa Metode Budidaya Ikan. Penerbit Kanisius, Cetakan-18 H. Rahmat Rukmana, Ikan Gurami Pembenihan dan Pembesaran. Penerbit Kanisius, Cetakan ke-1 Ir. Bambang Cahyono, Budi Daya Ikan Air Tawar. Penerbit Kanisius, Cetakan ke-9. Khairuman, SP. Dan Khairul Amri, S.Pi, M.Si, Buku Pintar Budidaya 15 Ikan Konsumsi. AgroMedia Pustaka, Cetakan pertama Khairuman, SP. Dan Khairul Amri, S.Pi, M.Si, ,5 Bulan Panen Nilai. Penerbit PT AgroMedia, Kholish Mahyuddin, S.Pi, MM, Panduan Lengkap Agribisnis Patin. Penebar Swadaya, Cetakan I M. Ghufran H. Kordi K, Panduan Lengkap Memelihara Ikan Air Tawar di Kolam Terpal. Penerbit LILY PUBLISHER,

9 M. Ghufran H. Kordi K, Budidaya Ikan Nila di Kolam Terpal. Penerbit Lily Publisher, Odang Carman dan Adi Sucipto, Pembesaran nila 2,5 bulan. Penerbit Penebar Swadaya. Cetakan I. Perwito, Matrik QSPM November Rachmatun Suyanto, Pembenihan dan Pembesaran Nila. Penerbit Penebar Swadaya. Jakarta Cetakan Pertama. Rachmatun Suyanto, Budidaya Ikan Lele edisi revisi. Penerbit Penebar Swadaya, Riawan Putra Rahmat, Budidaya Gurami (Plus mengenal standard mutu produk gurami). AgroMedia Pustaka, februari Roma P, Uji Z Oktober 2016 Surya Gunawan, Kupas Tuntas Budidaya bisnis Lele. Penebar Swadaya, 2014 Yusuf Bachtiar, Buku Pintar Budidaya dan Bisnis Gurami. Penerbit PT AgroMedia Pustaka. Jakarta Cetakan Pertama. 241