NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh: NANDA HASRI PERMATASARI A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "NASKAH PUBLIKASI. Disusun Oleh: NANDA HASRI PERMATASARI A510110084 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN"

Transkripsi

1 PERSEPSI MAHASISWA PEROKOK MENGENAI GAMBAR PERINGATAN BAHAYA MEROKOK PADA KEMASAN ROKOK BAGI MAHASISWA PRODI PGSD FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2014/2015 NASKAH PUBLIKASI Disusun Oleh: NANDA HASRI PERMATASARI A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015

2

3 PERSEPSI MAHASISWA PEROKOK MENGENAI GAMBAR PERINGATAN BAHAYA MEROKOK PADA KEMASAN ROKOK BAGI MAHASISWA PRODI PGSD FKIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2014/2015 Oleh: NANDA HASRI PERMATASARI A ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa perokok mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok. Penelitian ini termasuk Penelitian dekriptif kualitatif yaitu merupakan suatu jenis penelitian yang dilakukan dengan cara memanfaatkan wawancara mendalam untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan, dan perilaku individu atau sekelompok orang. Subyek penelitian adalah mahasiswa perokok prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan analisis interaktif yang terdiri dari tiga tahap yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa perokok prodi PGSD FKIP Universita Muhammadiyah Surakarta mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok tergolong kebijakan pemerintah yang cukup baik, namun dengan adanya gambar bahaya merokok pada kemasan rokok tersebut tidak dapat mengurangi intensitas merokok bahkan berhenti merokok bagi mahasiswa prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mahasiswa prodi PGSD memiliki cara-cara tersendiri untuk menghindari sikap jijik dan takut terhadap gambar tersebut. Mereka tidak menghiraukan adanya gambar bahaya merokok yang tertera pada kemasan rokok meskipun sudah dicantumkan gambar bahaya merokok yang menyeramkan bahkan mahasiswa prodi PGSD sendiri juga telah mengetahui bahaya-bahaya yang timbul akibat merokok serta mereka juga sudah sedikit merasakan akibat yang ditimbulkan dari rokok bagi kesehatannya masing-masing. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peraturan pemerintah mengenai aturan pencantuman gambar bahaya merokok pada kemasan rokok tersebut merupakan usaha yang bagus namun masih kurang efektif untuk membuat para mahasiswa perokok prodi PGSD dapat mengurangi intensitas merokok bahkan berhenti merokok. Kata kunci: Persepsi, mahasiswa, gambar, bahaya, merokok

4 1 A. Pendahuluan Manusia merupakan makhluk sosial, serta makhluk hidup yang memiliki segala macam hal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kehidupan manusia tentu tak lepas dari sebuah pendidikan. Manusia mengenal pendidikan sejak dini hingga akhir hayat. Pendidikan bertujuan menumbuhkembangkan potensi manusia agar menjadi manusia dewasa, beradab dan normal. Manusia selain sebagai makhluk sosial dan makhluk yang memerlukan suatu pendidikan, pada hakekatnya manusia tersebut memiliki unsur hakekat yang terdiri dari unsur jasmani dan rohani. Di dalam unsur rohani terdapat cipta, rasa dan karsa. Sedangkan dipandang dari unsur jasmani, manusia sebagai makhluk biologis yang memiliki. Agar jasmani dapat tumbuh memerlukan makanan dan minuman yang disebut dengan kebutuhan primer. Selain itu, untuk menjaga kesehatan dan kebugaran jasmani, manusia juga mementingkan satu hal yang dinamakan kesehatan. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. 23 Tahun 1992 Bab 1 Pasal 1 menyatakan bahwa Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya penanggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan atau perawatan. Oleh karena itu untuk menjaga kesehatan diperlukan beraneka ragam cara yang dilakukan oleh setiap individu. Namun, masih terdapat individu yang kurang bahkan tidak terlalu mementingkan kesehatan pada tubuhnya. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi tetapi di lain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok (silinder dari kertas berukuran panjang antara mm dengan diameter 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah) ke paru-paru mereka. Perilaku merokok adalah menyengaja menghisap asap rokok padahal asap rokok tersebut mengandung nikotin dan tar yang membahayakan kesehatan.

5 2 Di Indonesia sendiri rokok menjadi perbincangan di semua kalangan baik dari segi pro maupun kontra. Hal utama yang dibahas sudah tentu tentang berbagai masalah yang disebabkannya, baik bagi kesehatan ataupun kualitas hidup pencandunya. Hal tersebut disebabkan karena rokok memberikan dampak buruk yang cukup banyak bagi kesehatan. Banyak perokok di Indonesia yang sudah menyadari akan bahaya merokok. Namun, kesadaran bahaya merokok tidak lantas membuat mereka berhenti untuk merokok. Untuk itu pemerintah mengeluarkan PP No 19 Tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan yang harus dipenuhi oleh produsen. Di dalam PP tersebut telah dicantumkan indikator-indikator yang harus dipenuhi oleh produsen. Upaya untuk menyadarkan para pecandu rokok untuk meninggalkan rokok memang tidak mudah. Banyak hal yang telah dilakukan, bahkan yang terkini dan menjadi bahan perbincangan saat ini yaitu tertera gambar bahaya atau penyakit-penyakit yang disebabkan oleh merokok yang sangat mengerikan pada kemasan rokok. Akan tetapi gambar mengerikan tersebut tidak terlalu dihiraukan oleh para pecandu rokok, termasuk para remaja masa kini. Remaja adalah generasi penerus bangsa, pelopor gerakan pembaharuan. Jika remaja merokok dibiarkan merajalela, maka amat berbahaya bagi diri remaja sendiri, lingkungan sekitar dan masa depan bangsa. Dikhususkan bagi para mahasiswa yang seharusnya sudah mengetahui bahaya dari kandungan yang terdapat di dalam rokok. Berdasarkan uraian di atas, tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan persepsi Mahasiswa PGSD mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokkok, (2) Untuk mendeskripsikan perbedaanintensitas dalam merokok bagi Mahasiswa PGSD setelah terdapat gambar peringatan bahaya merokok, (3) Untuk mendeskripsikan pandangan Mahasiswa perokok terkait kesehatan akibat merokok bagi mahasiswa prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta Tahun 2014/2015.

6 3 B. Metode Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif.penelitian kualitatif ini menghasilkan data yang bersifat deskriptif untuk mendeskripsikan segala hal yang diteliti. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan naturalistik untuk mencari dan menemukan pengertian atau pemahaman tentang suatu fenomena dimana dalam penelitian ini memanfaatkan wawancara terbuka untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu ataupun kelompok.sugiyono (2013:15) mendefinisikan bahwa : Penelitian kualitatif adalah penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowbaal, teknik pengumpulan data dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Penelitian ini dilaksanakan di lingkungan kampus 1 yaitu prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Peneliti mencari informan penelitian ini yaitu dengan indikator bahwa mahasiswa terebut tergolong mahasiswa perokok prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. Informan pada penelitian ini sebanyak 7 mahasiswa. Penelitian ini membutuhkan waktu dari perencanaan hingga pelaporan. Waktu yang dibutuhkan dari awal sampai akhir dimulai dari akhir bulan Oktober 2014 hingga awal bulan Januari Untuk memperoleh data penelitian ini, digunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Menurut Moleong (2006:186), Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Wawancara dilakukan dengan informan yaitu mahasiswa prodi PGSD yang tergolong perokok. Observasi adalah pengamatan langsung di lapangan yang dilakukan oleh peneliti. Observasi dilakukan dengan cara mengamati kegiatan mahasiswa PGSD jika di luar ruang perkuliahan, mengamati cara merokok yang dilakukan mahasiswa perokok prodi PGSD

7 4 dan untuk mencari informan yang benar-benar sering merokok di area kampus. Sedangkan dokumentasi adalah metode pengumpulan data dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang lain tentang objek. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumentasi pada penelitian ini didapatkan dari peraturan pemerintah mengenai pencantuman gambar bahaya merokok pada kemasan rokok, jenis-jenis gambar yang diwajibkan untuk dicantumkan di kemasan rokok serta dokumentasi foto. Dalam tahap analisis data, penelitian ini menggunakan teknik analisis data interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data (penarikan kesimpulan). Reduksi data merupakan proses pengumpulan data penelitian, seorang peneliti dapat menemukan kapan saja waktu untuk mendapatkan data yang banyak, apabila peneliti mampu menerapkan metode observasi, wawancara atau dari berbagai dokumen yang berhubungan dengan subjek yang diteliti. Maknanya pada tahap ini, peneliti harus bisa merekam data lapangan dalam bentuk catatan-catatan lapangan (field note), harus ditafsirkan atau diseleksi masing-masing data yang relevan dengan fokus masalah yang diteliti. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya, dan membuang yang tidak perlu. Tahap yang kedua adalah penyajian data. Dengan menyajikan data peneliti akan mudah memahami apa yang sedang terjadi, apa yang harus dilakukan, dan juga menganalisis serta mengambil tindakan berdasarkan atas pemahaman yang didapat dari penyajian tersebut. Dalam penyajian data disusun secara sistematis atau simultan sehingga data yang diperoleh dapat menjelaskan atau menjawab masalah yang diteliti. Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Hubermen (dalam Sugiyono, 2013:345) adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan yang diambil akan ditangani secara longgar dan tetap terbuka sehingga kesimpulan yang semula belum jelas, kemudian akan meningkat menjadi lebih rinci dan mengakar dengan kokoh. Kesimpulan ini juga diverifikasi selama penelitian

8 5 berlangsung dengan maksud-maksud menguji kebenaran, kekokohan dan kecocokannya yang merupakan validitasnya. C. Hasil Penelitian Dan Pembahasan 1. Hasil Penelitian a. Persepsi mahasiswa perokok pada prodi PGSD mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok Mengingat Peraturan Pemerintah mengenai gambar bahaya merokok bagi kesehatan pada kemasan rokok, peneliti melakukan penelitian mengenai persepsi gambar bahaya merokok tersebut dengan mahasiswa pada prodi PGSD. Setelah melakukan kegiatan wawancara, maka peneliti memperoleh suatu data yang berkaitan dengan fokus penelitian tersebut. Data dari hasil wawancara yang telah diperoleh peneliti dari informan tersebut menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta dalam menanggapi gambar bahaya merokok pada kemasan rokok termasuk peraturan yang baik dari pemerintah, menurut Mahasiswa perokok pada prodi PGSD, dengan adanya peraturan pemerintah mengenai pencantuman gambar bahaya merokok pada kemasan rokok tersebut dapat menurunkan jumlah perokok aktif di Indonesia, dapat membuat perokok yang tergolong pemula bisa berhenti merokok dan dapat mencegah masyararakat umum khususnya pelajar dan mahasiswa yang belum mencoba atau mengkonsumsi rokok. Selain tanggapan dari informan mengenai peraturan pemerintah peringatan gambar bahaya merokok tersebut, informan (mahasiswa perokok pada prodi PGSD) mengaku memiliki perasaan yang jijik dan takut saat melihat gambar bahaya merokok yang menyeramkan tersebut Persepsi mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok berbeda-beda. Berdasarkan paparan di atas, peneliti

9 6 mengungkapan terdapat temuan-temuan dalam penelitian ini sebagai berikut: 1) Pemberian gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok dapat mengurangi intensitas perokok pada masyarakat umum atau dapat mencegah masyarakat umum yang belum merokok, namun tidak dapat mengurangi intensitas merokok bagi mahasiswa prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2) Gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok memberikan kesan menakutkan dan menjijikkan bagi perokok. 3) Terdapat persepsi mahasiswa yang mengungkapkan bahwa intensitas merokok akan dapat berkurang jika harga rokok dinaikkan. b. Perbedaan intensitas dalam merokok bagi mahasiswa PGSD setelah terdapat gambar peringatan bahaya merokok Hasil penelitian pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan intensitas dalam merokok bagi mahasiswa PGSD antara sebelum dan sesudah terdapat gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok. Mereka mengaku hal tersebut masih kurang efektif dan tidak dapat mempengaruhi dirinya sendiri. Menurut hasil penelitian, perbedaan intensitas merokok itu dapat berkurang dari dirinya sendiri bukan dari orang lain, apa lagi hanya dengan adanya gambar peringatan bahaya merokok. Berdasarakan penelitian tersebut, peneliti mengungkapkan beberap temuan sebagai berikut: 1) Mahasiswa perokok pada prodi PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta tidak mampu mengurangi intensitas merokoknya meskipun tertera gambar peringatan bahaya merokok bagi kehesatan pada kemasan rokok. 2) Banyak cara yang beraneka ragam dilakukan oleh mahasiswa perokok pada prodi PGSD untuk mengatasi adanya gambar bahaya merokok tersebut sebelum ia menghisap rokok. Hal tersebut

10 7 membuat para perokok tidak mampu berhenti untuk merokok ataupun mengurangi intensitas dalam merokok. c. Pandangan mahasiswa perokok pada prodi PGSD terkait kesehatan akibat merokok Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandangan mahasiswa perokok pada prodi PGSD terkait kesehatan akibat merokok itu pun beragam, banyak yang sudah mengetahui bermacam-macam penyakit yang timbul akibat merokok, namun ada juga yang hanya memiliki pengetahuan kecil mengenai akibat merokok bagi kesehatan. Gangguan-gangguan kesehatan yang timbul pada mahasiswa perokok pada prodi PGSD masih tergolong ringan, yang dirasakan pada kesehatannya seperti pusing dan sesak nafas. Berdasarkan paparan tersebut, maka terdapat temuan penelitian sebagai berikut: 1) Mahasiswa perokok pada prodi PGSD sudah paham bahwa merokok dapat membayahakan kesehatannya. 2) Mahasiswa perokok pada prodi PGSD mampu menyebutkan bahaya-bahaya yang ditimbulkan karena merokok. 3) Mahasiswa perokok pada prodi PGSD mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan kesehatan dan kondisi tubuh antara perokok dan bukan perokok. 2. Pembahasan Hasil Penelitian a. Persepsi mahasiswa perokok pada prodi PGSD mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok Persepi merupakan gagasan atau pendapat yang timbul karena suatu rangsangan yang didapat melalui pengalaman atau pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya oleh reseptor. Pada penelitian ini, yang dikaji dan diteliti adalah mengenai persepsi mahasiswa perokok pada prodi PGSD mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok. Sejauh ini Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No.109/2014 tentang pencatuman gambar bahaya rokok pada kemasan rokok yang ditujukan kepada produsen rokok.

11 8 Gambar peringatan tersebut cukup beraneka ragam karena terdapat berbagai macam gambar yang menyeramkan dan menjijikkan. Gambar peringatan bahaya merokok yang telah dibuat oleh pemerintah tersebut meliputi gambar kanker paru-paru kronis, kanker mulut, kanker tenggorokan, gambar seseorang menggendong bayi yang menandakan bahwa merokok berbahaya bagi anak serta gambar merokok membunuhmu yang terdapat gambar tengkorak. Mahasiswa PGSD menganggapi Peraturan Pemerintah mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok tersebut tergolong baik, namun menurut mereka hal tersebut masih belum bisa dilihat keefektifannya. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa mahasiswa PGSD FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta masih tetap merokok, dan faktanya rokok masih sangat laku di kalangan masyarakat umum juga. Mahasiswa PGSD mengaku memiliki perasaan yang jijik dan takut saat melihat gambar bahaya merokok yang menyeramkan tersebut. b. Perbedaan intensitas dalam merokok bagi mahasiswa PGSD setelah terdapat gambar peringatan bahaya merokok Merokok secara terus-menerus akan membuat perokok itu menjadikan perilaku tersebut sebagai suatu kebiasaan dalam kehidupannya. Maka sudah banyak sekali perokok yang sudah mengalami kecanduan terhadap rokok. Bagi mereka yang sudah kecanduan rokok, tentu sangat sulit dan membutuhkan usaha yang keras untuk bisa berhenti merokok. Harapan pemerintah dalam mengeluarkan Peraturan Pemerintah No.109/2014 mengenai pencantuman gambar bahaya merokok bagi setiap produsen rokok tentu saja untuk menekan angka perokok aktif di Indonesia. Namun, pada kenyataannya tidak ada perbedaan intensitas merokok bagi mahasiswa perokok prodi PGSD. Mereka masih tetap merokok seperti semula. Mahasiswa PGSD tergolong kreatif dalam menyikapi hal ini. Beragam cara yang dilakukan oleh mahasiswa PGSD karena

12 9 mereka merasa jijik dan takut melihat gambar tersebut maka ada yang ketika merokok gambar bahaya merokok tersebut ditutupi, menyobek bagian gambar, bahkan ada yang menyobek bagian gambar beserta tutupnya. Hal ini dilakukan tentu agar mereka tidak melihat, tidak mempedulikan sehingga tidak timbul rasa takut dan jijik. c. Pandangan mahasiswa perokok pada prodi PGSD terkait kesehatan akibat merokok Mahasiswa PGSD tentu sudah memahami bahaya merokok bagi kesehatan. Bahaya merokok bagi kesehatan dapat diperoleh dengan cara yang beragam. Mereka dapat mengetahui bahaya tersebut dari bahaya-bahaya yang tercantum pada label maupun gambar pada kemasan rokok, melalui media informasi baik media cetak maupun media elektronik, bahkan ada juga yang sudah mengalami sedikit gangguan kesehatan yang disebabkan oleh merokok tersebut. Gangguan kesehatan yang dialami oleh mahasiswa PGSD belum begitu parah seperti gambar peringatan pada kemasan rokok. Hanya saja yang dirasakan adalah sering pusing dan sesak napas pada waktu tertentu. Sedangkan penyakit umum lainnya yang dapat ditimbulkan akibat merokok diantaranya dapat menyebabkan kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, jantung, bibir dan struktur gigi yang rusak, bahkan bisa mengakibatkan perokok berat kehilangan pita suaranya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Sugeng (2014), yang mengungkapkan bahwa merokok dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kanker, gangguan pernapasan, gangguan janin, penyakit jantung, penyakit paru-paru, diabetes, menyebabkan kebutaan, penyakit mulut, dan impotensi. D. Simpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil penelitian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan

13 10 1. Persepsi mahasiswa perokok pada prodi PGSD mengenai gambar bahaya merokok pada kemasan rokok Persepsi Mahasiswa perokok prodi PGSD dalam menanggapi gambar bahaya merokok pada kemasan rokok merupakan hal baik yang dibuat oleh pemerintah, karena dapat menekan jumlah perokok di Indonesia dan dapat mencegah masyarakat umum termasuk mahasiswa untuk tidak mencoba mengkonsumsi rokok. Mahasiswa perokok prodi PGSD mengakui bahwa dengan adanya pencantuman gambar tersebut mereka juga merasa jijik dan takut dengan gambar tersebut. 2. Perbedaan intensitas dalam merokok bagi mahasiswa prodi PGSD setelah terdapat gambar peringatan bahaya merokok Tidak terdapat perbedaan intensitas dalam merokok bagi mahasiswa PGSD baik sebelum maupun sesudah tertera gambar peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok. Mereka masih tetap mengkonsumsi rokok seperti sebelumnya. 3. Pandangan mahasiswa perokok prodi PGSD terkait kesehatan akibat merokok Mahasiswa perokok prodi PGSD dalam menanggapi terkait kesehatan akibat merokok tergolong cukup. Dalam arti mereka mengetahui bahaya yang ditimbulkan akibat merokok seperti kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru, gangguan jantung, dan sebagainya. Namun, mereka sendiri belum memiliki pemahaman yang tinggi terkait akibat merokok bagi kesehatan. Hal ini dikarenakan selama mereka merokok, mereka belum merasakan sakit serius, diantara mereka mengaku pusing-pusing dan gangguan pada pernapasan saat maupun sesudah merokok. Mahasiswa PGSD FKIP yang merokok memandang bahwa merokok merupakan hal yang dapat membuat mereka enjoy dan merokok tidak akan menimbulkan penyakit serius apabila diimbangi dengan olahraga yang teratur.

14 11 DAFTAR PUSTAKA Sugeng, Diakses pada tanggal 18 November 2014, pukul 14:20 WIB. Istiqomah, Umi Upaya Menuju Generasi Tanpa Merokok. Surakarta : Seti- Aji. Lahir, Muhammad dan Zuldafrial Penelitian Kualitatif. Surakarta : Yuma Pustaka. Lenardi, Melissa Label Visual Peringatan Pada Bungkus Rokok : Upaya Mutakhir Penekanan Angka Perokok di Indonesia. Diakses pada tanggal 5 November 2014, pukul WIB. Mahmudin, Persepsi Perokok Aktif dalam Menanggapi Label Peringatan Bahaya Merokok. digilib.uin-suka.ac.id. Diakses pada tanggal 4 September 2014, pukul 17:22 WIB. Moleong, J. Lexy Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya. Nainggolan, Anda Mau Berhenti Merokok? Pasti Berhasil!. Bandung : Indonesia Publishing House. Notoatmodjo, Soekidjo Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. Oktarianto, Dedy Dampak Kebiasaan Merokok terhadap Perubahan Emosi Orang Dewasa. digilib.uin-suka.ac.id. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2014, pukul 11:24 WIB. Sugeng, Bahaya Merokok yang Dapat Mengancam Kesehatan. Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta. Target, George Cara Berhenti Merokok. Jakarta : Arcan.

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian yang akan dilaksanakan, jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kasus. Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian adalah cara ilmiah yang dilakukan untuk mendapatkan data dengan tujuan tertentu.(lasa,2009:207). Kata ilmiah dalam Kamus Besar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Bogdan dan Taylor sebagaimana dikutip Lexy J.Moloeng, medefinisikan metodologi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapat data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam metodologi penelitian harus didasarkan pada ciri-ciri

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan.

BAB III METODE PENELITIAN. data yang ada dalam ini adalah upaya guru PAI dalam pengembangan. data untuk memberi gambaran penyajian laporan. 52 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang peneliti angkat, maka penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, fenomenologis dan berbentuk diskriptif.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian BAB III METODE PENELITIAN III.1 Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif yaitu untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan

BAB III METODE PENELITIAN. Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Setiap karya ilmiah yang dibuat disesuaikan dengan metodologi penelitian. Dan seorang peneliti harus memahami metodologi penelitian yang merupakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Penggunaan metode yang tepat dalam penelitian adalah syarat utama dalam mencari data. Mengingat penelitian merupakan suatu proses pengumpulan sistematis dan analisis logis terhadap

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian 35 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yaitu jenis penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah,

Lebih terperinci

kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan

kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Fokus kajian dalam penelitian ini menyangkut perilaku organisasi, maka metode yang dianggap tepat adalah metode deskriptif pendekatan kualitatif. Sejalan

Lebih terperinci

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047

(Analisis Isi 2014/2015) persyaratan. Sarjana S-1. Diajukan Oleh: A220110047 MUATAN MATERI PANCASILA SEBAGAI PANDANGAN HIDUP BANGSA DAN PELAKSANAANNYA DALAM PROSESS PEMBELAJARAN (Analisis Isi Buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk Siswa Kelas VIII Terbitan Kemendikbud

Lebih terperinci

III. METODE PENELITIAN. dalam penyusunan program bimbingan dan konseling, hal tersebut merupakan

III. METODE PENELITIAN. dalam penyusunan program bimbingan dan konseling, hal tersebut merupakan 43 III. METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian ini meneliti mengenai unjuk kerja guru bimbingan dan konseling dalam penyusunan program bimbingan dan konseling, hal tersebut merupakan masalah

Lebih terperinci

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam

Bab III. Metode Penelitian. Muslim Peserta Didik Di MA Al- Ma arif. Maka pendekatan dalam 78 Bab III Metode Penelitian A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Sesuai dengan judul yang dikemukakan yakni Pelaksanaaan Pembelajaran GuruAqidah Akhlak dalam Meningkatkan Kepribadian Muslim Peserta Didik

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2003 TENTANG PENGAMANAN ROKOK BAGI KESEHATAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa rokok merupakan salah satu zat adiktif yang bila digunakan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode

BAB III METODE PENELITIAN. pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan suatu metode. Jadi metode 51 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Tahap-Tahap Penelitian Metode ialah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu, yang mempunyai langkah-langkah sistematis. Sedangkan metodelogi

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PKn Studi Kasus: Siswa Kelas VII B MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mendapatkan Gelar Sarjana Sains Terapan Fisioterapi Disusun Oleh : DIMAS SONDANG IRAWAN J 110050028

Lebih terperinci

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar)

FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) FAKTOR PENYEBAB PUTUS SEKOLAH DAN DAMPAK NEGATIFNYA BAGI ANAK (Studi Kasus di Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar) NASKAH PUBLIKASI untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Tembakau pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh bangsa Belanda

BAB 1 PENDAHULUAN. Tembakau pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh bangsa Belanda BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Tembakau pertama kali diperkenalkan di Indonesia oleh bangsa Belanda sekitar dua abad yang lalu dan penggunaannya pertama kali oleh masyarakat Indonesia dimulai ketika

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Matematika

NASKAH PUBLIKASI Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat Sarjana S-1 Jurusan Pendidikan Matematika PENINGKATAN PERCAYA DIRI DAN KEMANDIRIAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN ATTENTION RELEVANCE CONFIDENCE SATISFACTION (ARCS) (PTK Pada Siswa Kelas VIIA SMP Muhammadiyah 1 Surakarta

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. 40 BAB III METODE PENELITIAN Metodologi penelitian dalam suatu penelitian sangat penting, sebab dengan menggunakan metode yang tepat maka akan mendapatkan hasil yang tepat pula. Artinya apabila seseorang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam

BAB III METODE PENELITIAN. Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Paradigma dan Pendekatan Sesuai dengan sifat dan karakter permasalahan data yang diangkat dalam penelitian ini, maka paradigma yang relevan dalam penelitian ini adalah paradigma

Lebih terperinci

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai

PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai PESAN NILAI KESETIAKAWANAN SOSIAL PADA FILM RUMAH TANPA JENDELA (Analisis Semiotik Pada Film Rumah Tanpa Jendela) NASKAH PUBLIKASI KARYA ILMIAH Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian 141 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Berdasarkan gambaran permasalahan yang diuraikan pada bagian sebelumnya maka peneliti merumuskan penelitian ini sebagai jenis penelitian

Lebih terperinci

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH

HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH HUBUNGAN IBU HAMIL PEROKOK PASIF DENGAN KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RSU MEURAXA BANDA ACEH NURLAILA RAMADHAN 1 1 Tenaga Pengajar Pada STiKes Ubudiyah Banda Aceh Abtract

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku,

BAB III METODE PENELITIAN. fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek penelitian misalnya perilaku, BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Dalam penggalian data dan informasi, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius sesuai dengan kapasitas dan proporsinya.

BAB I PENDAHULUAN. perhatian yang serius sesuai dengan kapasitas dan proporsinya. BAB I PENDAHULUAN A.LATAR BELAKANG MASALAH Prinsip-prinsip manajemen modern yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan telah diadopsi dan digunakan dalam praktek penyelenggaraan

Lebih terperinci

PROSIDING ISBN : 978-979-16353-3-2

PROSIDING ISBN : 978-979-16353-3-2 P-6 PEMBELAJARAN FPB DAN KPK DENGAN DAN TANPA ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V SD NEGERI BLENGORKULON KECAMATAN AMBAL KABUPATEN KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2008/2009 Abu Syafik dan Siti Khanifah Program Studi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan analis isi ( content analysis). Pendekatan analisis isi merupakan suatu langkah

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis isi secara kuantitatif dan kualitatif. Dimana analisis

Lebih terperinci

BAB 1 SIKAP (ATTITUDE)

BAB 1 SIKAP (ATTITUDE) Psikologi Umum 2 Bab 1: Sikap (Attitude) 1 BAB 1 SIKAP (ATTITUDE) Bagaimana kita suka / tidak suka terhadap sesuatu dan pada akhirnya menentukan perilaku kita. Sikap: - suka mendekat, mencari tahu, bergabung

Lebih terperinci

GAMBARAN CARA PERAWATAN TALI PUSAT DAN LAMA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKI SUKOHARJO

GAMBARAN CARA PERAWATAN TALI PUSAT DAN LAMA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKI SUKOHARJO GAMBARAN CARA PERAWATAN TALI PUSAT DAN LAMA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKI SUKOHARJO SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Meraih Derajat Sarjana

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan saat ini mereka hanya tinggal memilih dan membeli berbagai. bias dilihat dari segi kemasan, isi maupun rasanya.

BAB I PENDAHULUAN. sedangkan saat ini mereka hanya tinggal memilih dan membeli berbagai. bias dilihat dari segi kemasan, isi maupun rasanya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sejak dahulu orang telah mengenal rokok tetapi dengan kemasan yang sangat berbeda dari kemasan saat ini. Rokok pada zaman dahulu lebih rumit dibandingkan sekarang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode deskriptif. Data yang dianalisis dan hasil analisisnya berupa

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan metode deskriptif. Data yang dianalisis dan hasil analisisnya berupa 26 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Penelitian ini mengkaji tentang sebuah fenomena maka peneliti menggunakan metode deskriptif. Data yang dianalisis dan hasil analisisnya berupa deskriptif

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari

BAB III METODE PENELITIAN. wawancara antara peneliti dan informan. Penelitian kualitatif bertolak dari 19 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian diskriptitf kualitatif yaitu penelitian tentang data yang dikumpulkan dan dinyatakan

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A.

SKRIPSI. Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Akuntansi. Disusun oleh : ANNA NUR ELAWATI A. PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN DUA TINGGAL DUA TAMU (TWO STAY TWO STRAY) UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SAMBI TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MEDIA BENDA-BENDA NYATA PADA MATA PELAJARAN IPA SDN BOGEM BAYAT KLATEN

PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MEDIA BENDA-BENDA NYATA PADA MATA PELAJARAN IPA SDN BOGEM BAYAT KLATEN PENINGKATAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V MELALUI MEDIA BENDA-BENDA NYATA PADA MATA PELAJARAN IPA SDN BOGEM BAYAT KLATEN NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai Derajat S-1

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk ,,* N _ PENn. \. I s ^ rut r >, Wit al" BAB III 3w^v METODOLOGI PENELITIAN A. Definisi Operasional Pengawasan melekat adalah segala usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai pelaksanaan tugas atau

Lebih terperinci

STUDI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA

STUDI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB SJAHRANIE KOTA SAMARINDA ejournal Administrasi Negara, 2013, 1 (2): 788-801 ISSN 0000-0000, ejournal.ip.fisip-unmul.org Copyright 2013 STUDI TENTANG KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PASIEN KELAS III RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ABDUL WAHAB

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. hasil tes keterampilan membaca puisi untuk mengetahui kondisi awal keterampilan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang berupa hasil tes dan nontes. Hasil tes meliputi siklus I dan siklus II. Hasil

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lanjut usia merupakan suatu anugerah. Menjadi tua, dengan segenap keterbatasannya akan dialami oleh seseorang bila berumur panjang. Di Indonesia istilah untuk

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. khususnya dan bagi manusia pada umumnya tanpa harus meninggalkan. prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh syariat Islam.

BAB I PENDAHULUAN. khususnya dan bagi manusia pada umumnya tanpa harus meninggalkan. prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Islam datang dengan membawa pemahaman tentang kehidupan yang membentuk pandangan hidup tertentu dan dalam bentuk garis hukum yang global. Karenanya guna menjawab

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00-

BAB III METODE PENELITIAN. 23 April 2013. Penelitian dilakukan pada saat pagi hari yaitu pada jam 09.00- BAB III METODE PENELITIAN 1.1 Lokasi Dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian akan dilakukan di peternakan ayam CV. Malu o Jaya Desa Ulanta, Kecamatan Suwawa dan peternakan ayam Risky Layer Desa Bulango

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem. pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral,

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem. pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan komponen yang paling menentukan dalam sistem pendidikan secara keseluruan, yang harus mendapat perhatian sentral, pertama dan utama. Figur yang

Lebih terperinci

Kata kunci: otonomi Perguruan Tinggi, Tridharma.

Kata kunci: otonomi Perguruan Tinggi, Tridharma. PENERAPAN OTONOMI PERGURUAN TINGGI UNTUK MENUNJANG PELAKSANAAN TRIDHARMA DI JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG Novitasari 1), Prof. Dr. Suko Wiyono, SH., M.H

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG Umar Wirahadi Kusuma Universitas Negeri Malang Pembimbing

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Rumah merupakan kebutuhan dasar dan mempunyai fungsi yang sangat penting bagi kehidupan manusia, selain sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia, perumahan dan pemukiman

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Anak pada hakikatnya merupakan aset terpenting dalam tercapainya keberhasilan suatu negara, karena merupakan generasi penerus bangsa selanjutnya. Derajat kesehatan anak

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis dan Sumber Data 3.1.1. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian kuantitatif, karena data yang diperoleh nantinya berupa angka. Dari angka

Lebih terperinci

MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET

MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET MENGATUR POLA HIDUP SEHAT DENGAN DIET Oleh : Fitriani, SE Pola hidup sehat adalah gaya hidup yang memperhatikan segala aspek kondisi kesehatan, mulai dari aspek kesehatan,makanan, nutrisi yang dikonsumsi

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN 32 BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam bagian ini akan dipaparkan, hal-hal yang berkaitan dengan (1) pendekatan penelitian, (2) sumber data dan data (korpus), (3) teknik penelitian, (4) model kontekstualisasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 1,2 milyar. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 1,2 milyar. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini, di seluruh dunia jumlah orang lanjut usia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. ruang sisi datar, maka dengan demikian data yang akan dikumpulkan dalam

BAB III METODE PENELITIAN. ruang sisi datar, maka dengan demikian data yang akan dikumpulkan dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pada penelitian ini, peneliti berusaha mendeskripsikan bentuk pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan menerapkan pembelajaran

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasis islami yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasis islami yang BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi Penelitian Penelitian ini adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasis islami yang dilaksanakan di SMA 2 Bae Kudus. 3.2 Subjek Penelitian Subjek dalam

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam kehidupannya manusia tak pernah lepas dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan fisik,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Buku memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Buku merupakan salah satu sumber bahan ajar. Ilmu pengetahuan,

Lebih terperinci

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7

PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DALAM TALK SHOW EMPAT MATA DI TRANS 7 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah Diajukan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG Tahun

LEMBARAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG Tahun LEMBARAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG Tahun 2009 Nomor 8 Seri E.4 PERATURAN DAERAH KOTA PADANG PANJANG NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG KAWASAN TANPA ASAP ROKOK DAN KAWASAN TERTIB ROKOK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

BEER LEM. Di dalam NAPZA, juga termasuk ALKOHOL yaitu zat aktif dalam berbagai minuman keras, yang mengandung etanol dan menekan syaraf pusat.

BEER LEM. Di dalam NAPZA, juga termasuk ALKOHOL yaitu zat aktif dalam berbagai minuman keras, yang mengandung etanol dan menekan syaraf pusat. Di dalam NAPZA, juga termasuk ALKOHOL yaitu zat aktif dalam berbagai minuman keras, yang mengandung etanol dan menekan syaraf pusat. cap tikus BEER saguer whiskey LEM AIBON Berbagai jenis NAPZA 58 Jadi

Lebih terperinci

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME

POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME POLA KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK PENDERITA AUTISME (Studi Deskriptif Kualitatif Pola Komunikasi Antarpribadi Orangtua Terhadap Anak Penderita Autisme di SDLBN Bangunharjo, Pulisen, Boyolali) SKRIPSI

Lebih terperinci

PELAKSANAAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA

PELAKSANAAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA PELAKSANAAN ASAS SEDERHANA, CEPAT DAN BIAYA RINGAN DALAM PEMERIKSAAN PERKARA PERDATA DI PENGADILAN NEGERI SURAKARTA Disusun dan Diajukan untuk Melengkapi Tugas-tugas dan Syarat-syarat Guna Memperoleh Derajad

Lebih terperinci

IDENTITAS MATA KULIAH

IDENTITAS MATA KULIAH IDENTITAS MATA KULIAH Nama Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Sosial Kode Mata Kuliah : KPM398/3(2-2)5 Status Mata Kuliah : Wajib Prasyarat : Berfikir dan Menulis Ilmiah (KPM200) dan Metode Statistika

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

NASKAH PUBLIKASI. Diajukan Untuk Memenuhi sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi KONTRIBUSI PEMBERIAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAHDAN KEMAMPUAN EKONOM ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR IPS EKONOMI PADA SISWA KELAS VIII SMP N 1 SAMBIREJO TAHUN AJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI Diajukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penduduk lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025

BAB I PENDAHULUAN. penduduk lansia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Di seluruh dunia pertumbuhan penduduk lansia umur 60 tahun ke atas sangat cepat, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan kelompok usia lainnya. Semakin meningkatnya usia

Lebih terperinci

PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA PANDUAN PENULISAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH STATISTICS IN ACTION 2015 IKATAN KELUARGA STATISTIKA FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA A. Deskripsi Kegiatan Kegiatan Lomba Karya Tulis Ilmiah 2015 (LKTI),

Lebih terperinci

l. Latar belakang masalah \

l. Latar belakang masalah \ DEPARTEMEN PENDIDIKAhI NASIONAL UNIYERSITAS BENGKULU FKIP - PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PENDIDIKAN Il. Raya Kandang Limun Telp/Fax (0736) 341022 Benglolu 38371A 810 Nomor Lampiran

Lebih terperinci

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG

PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG PERAN PENDIDIKAN BACA TULIS AL-QURAN SEBAGAI MUATAN LOKAL DALAM UPAYA MEMBENTUK KARAKTER KEPRIBADIAN SISWA STUDI DI SMP TRI BHAKTI NAGREG IRA YUMIRA EMAIL: http // i.yumira@yahoo.co.id STKIP SILIWANGI

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. mengambil lokasi di Matahari Department Store Mall Ratu Indah. Waktu yang 57 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Lokasi penelitian merupakan suatu tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan. Adapun penelitian yang dilakukan oleh penulis

Lebih terperinci

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko)

PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) PERAN KOPERASI UNIT DESA DALAM MEMBERIKAN KREDIT DI KALANGAN MASYARAKAT KLATEN (Studi Di KUD JUJUR Karangnongko) SKRIPSI Disusun dan Diajukan Untuk Melengkapi Syarat-syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana

Lebih terperinci

Lembar kegiatan keluarga. Apa yang Anda ketahui tentang merokok? Indonesian. Lembar kegiatan keluarga. Yang Terhormat (orang tua / pengasuh)

Lembar kegiatan keluarga. Apa yang Anda ketahui tentang merokok? Indonesian. Lembar kegiatan keluarga. Yang Terhormat (orang tua / pengasuh) ng Terhormat (orang tua / pengasuh) Aktivitas di bawah ini dapat digunakan untuk membantu Anda berdiskusi tentang masalah yang berkaitan dengan merokok dengan putra-putri Anda. Lembar ini juga dapat mendukung

Lebih terperinci

ISU LINGKUNGAN HIDUP;

ISU LINGKUNGAN HIDUP; ISU LINGKUNGAN HIDUP; Mewaspadai Dampak Kemajuan Teknologi dan Polusi Lingkungan Global yang Mengancam Kehidupan, oleh Mukhlis Akhadi Hak Cipta 2014 pada penulis GRAHA ILMU Ruko Jambusari 7A Yogyakarta

Lebih terperinci

Model Penilaian Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Karater di Sekolah Dasar

Model Penilaian Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Karater di Sekolah Dasar Model Penilaian Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Pendidikan Karater di Sekolah Dasar Oleh: Riyadi Program Studi PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk (1) Memperoleh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan perbankan syari ah mapun lembaga keuangan syari ah pada akhir-akhir ini tergolong cepat. Salah satu alasannya adalah keyakinan yang kuat di kalangan masyarakat

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA

PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN DESKRIPSI DENGAN METODE KARYA WISATA Agustian SDN 02 Curup Timur Kabupaten Rejang Lebong Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan siswa dalam

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Lokasi Penelitian Yang menjadi obyek dalam peneitian ini adalah Bait Maal Wa Tamwil (BMT Ikhlasul Amal Indramayu). Penelitian ini dilakukan di BMT Ikhlasul Amal Indramayu

Lebih terperinci

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi

SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 Program Studi Pendidikan Akuntansi PENGARUH PROMOSI DAN CITRA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI TERHADAP MINAT MASUK PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI PADA MAHASISWA FKIP AKUNTANSI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2012 SKRIPSI

Lebih terperinci

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU MENCUCI TANGAN DENGAN BENAR PADA SISWA KELAS V SDIT AN-NIDA KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2013 Zuraidah, Yeni Elviani Dosen Prodi Keperawatan Lubuklinggau Politeknik

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI (Studi Kasus: PT Coca Cola Bottling Indonesia Divisi Jawa Tengah, PT. Leo Agung Raya, PT Djarum Kudus, dan Sentra Industri

Lebih terperinci

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI

KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI DAN PEMINATAN KELOMPOK MATEMATIKA DAN ILMU-ILMU ALAM SEKOLAH MENENGAH ATAS BIOLOGI KELAS X KOMPETENSI INTI 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 1.1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan

METODE PENELITIAN. bulan, sejak bulan Oktober 2007 sampai dengan bulan April 2008. Tabel 1 Jadwal Penelitian Tahapan 14 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian Tempat pelaksanaan penelitian ini adalah di SMK Negeri 1 Ngawen Kabupaten Gunungkidul.. Waktu Penelitian Aktivitas penelitian

Lebih terperinci

ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP PRODUK POND S (STUDI KASUS PADA MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS)

ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP PRODUK POND S (STUDI KASUS PADA MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS) ANALISIS LOYALITAS PELANGGAN TERHADAP PRODUK POND S (STUDI KASUS PADA MAHASISWI POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS) Nursila Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Bengkalis e-mail:nursila_sila@rocketmail.com Yunelly

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

SKRIPSI. Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan IMPLEMENTASI KARAKTER PEDULI SOSIAL PADA PETANI (Studi Kasus di Desa Tanjungsari Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati) SKRIPSI Untuk memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai derajat Sarjana S-1 Program

Lebih terperinci

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF Oleh: Dawud (Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang) http://berkarya.um.ac.id Berdasarkan jenis data dan cara pengolahannya, secara umum, penelitian dapat

Lebih terperinci

LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy)

LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy) LEBIH DEKAT & SEHAT DENGAN HYPNOTHERAPY *Oleh : Suci Riadi Prihantanto, CHt (Indigo Hypnosis & Hypnotherapy) Apakah hipnoterapi Itu? Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah tata cara bagaimana suatu penelitian dilakukan dengan cara ilmiah untuk mendapatkan informasi dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah ini tentu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah

BAB I PENDAHULUAN. Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sarana pelayanan kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Pasal 1 ayat 3 adalah tempat penyelenggaraan upaya pelayanan

Lebih terperinci

PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN LOMPAT BALOK DAN LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH

PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN LOMPAT BALOK DAN LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH ARTIKEL ILMIAH PENGARUH MODIFIKASI LATIHAN LOMPAT BALOK DAN LATIHAN BOLA GANTUNG TERHADAP KEMAMPUAN SMASH DALAM PERMAINAN BOLA VOLI PADA SISWA SMA NEGERI 6 KOTA JAMBI OLEH RUDI SAPUTRA A1D408056 PROGRAM

Lebih terperinci

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI

PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PUISI SISWA KELAS IIIB MI ALMAARIF 03 LANGLANG SINGOSARI Arlita Agustina 1 Muakibatul Hasanah 2 Heri Suwignyo 2 Email: arlitaagustina@ymail.com

Lebih terperinci

KESIMPULAN FORUM WARGA KOTA JAKARTA (FAKTA) SEBAGAI PIHAK TERKAIT DALAM PERKARA NOMOR 19/PUU-VIII/2010 DI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

KESIMPULAN FORUM WARGA KOTA JAKARTA (FAKTA) SEBAGAI PIHAK TERKAIT DALAM PERKARA NOMOR 19/PUU-VIII/2010 DI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA KESIMPULAN FORUM WARGA KOTA JAKARTA (FAKTA) SEBAGAI PIHAK TERKAIT DALAM PERKARA NOMOR 19/PUU-VIII/2010 DI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Yang terhormat Ketua Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi Konstitusi

Lebih terperinci

umat Islam terhadap praktek keuangan yang tidak sesuai dengan syari ah perbankan konvensional yang diidentikkan dengan riba. 1 Dengan demikian,

umat Islam terhadap praktek keuangan yang tidak sesuai dengan syari ah perbankan konvensional yang diidentikkan dengan riba. 1 Dengan demikian, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sebab utama kemunculan dan keberadaan lembaga keuangan syari ah di Indonesia adalah untuk menghindarkan dan menghilangkan kekhawatiran umat Islam terhadap praktek keuangan

Lebih terperinci

Perencanaan Program Kesehatan: na i lisis M asa h a Kesehatan Tujuan Metode

Perencanaan Program Kesehatan: na i lisis M asa h a Kesehatan Tujuan Metode Perencanaan Program Kesehatan: Analisis i Masalah Kesehatan Bintari Dwihardiani 1 Tujuan Menganalisis masalah kesehatan secara rasional dan sistematik Mengidentifikasi aktivitas dan strategi yang relevan

Lebih terperinci

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012

pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 pengumpulan data penelitian Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) Delayota Experiment Team (D Expert) 2012 Variabel: suatu objek yang dapat memiliki lebih dari satu nilai. Contoh variabel: Jenis kelamin: ada dua

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia!

BAB 1 PENDAHULUAN. Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Beri aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia! Siapakah yang tidak mengenal kalimat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode memiliki arti suatu jalan yang dilalui untuk mencapai tujuan.1 Sedangkan penelitian diartikan sebagai suatu proses pengumpulan dan analisis data yang dilakukan secara sistematis

Lebih terperinci

BELAJAR MINAT 2013/2014 SKRIPSI. Disusun oleh : A510100230 FAKULTA

BELAJAR MINAT 2013/2014 SKRIPSI. Disusun oleh : A510100230 FAKULTA PENGARUH PEMBELAJARAN JOYFUL LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS V MATA PELAJARAN IPA SD NEGERI TANGKIL 4 TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Guna Memperoleh Derajat

Lebih terperinci

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20

Satu Dekade komunitas Ininnawa Makassar. Oleh : Sunardi Sunardi Senin, 15 Pebruari 2010 13:20 Pewarta-Indonesia, Tepat pukul 02.00 wita, saat pagi masih buta, duduk membentuk segitiga, memori itu perlahan kembali dibuka. Memoar perjalanan yang sudah lama terpendam, tapi masih tetap eksis dikepala

Lebih terperinci

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis.

penulis adalah pendekatan sosiologis, pedagogis, dan filosofis. ( Word to PDF Converter - Unregistered ) http://www.word-to-pdf-converter.netbab III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini adalah Field Rescarch. Adapun data yang dikumpulkan dalam penelitian

Lebih terperinci

Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental. Semester genap

Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental. Semester genap Tahap-Tahap Penelitian Eksperimental Semester genap Pendahuluan Penelitian eksperimental merupakan suatu metode penelitian yang meliputi delapan tahap, yaitu: 1. Memilih ide atau topik penelitian 2. Merumuskan

Lebih terperinci

ANALISIS MAKNA DAN MAKSUD PADA UNGKAPAN STIKER HUMOR BERNILAI PENDIDIKAN NASKAH PUBLIKASI. Disusun: IRIN DWI SUSANTI A 310 080 333.

ANALISIS MAKNA DAN MAKSUD PADA UNGKAPAN STIKER HUMOR BERNILAI PENDIDIKAN NASKAH PUBLIKASI. Disusun: IRIN DWI SUSANTI A 310 080 333. ANALISIS MAKNA DAN MAKSUD PADA UNGKAPAN STIKER HUMOR BERNILAI PENDIDIKAN NASKAH PUBLIKASI Disusun: IRIN DWI SUSANTI A 310 080 333 Penguji : Prof. Dr. Abdul Ngalim, M. M, M. Hum Prof. Dr. Markhamah, M.

Lebih terperinci