SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2010

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2010"

Transkripsi

1 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL & LEMBAGA KEUANGAN ( BAPEPAM-LK ) SIARAN PERS AKHIR TAHUN 2010 Jakarta, 30 Desember 2010

2 DAFTAR ISI I. KONDISI UMUM PASAR MODAL INDONESIA SEPANJANG TAHUN Indeks Harga Saham Gabungan Nilai Kapitalisasi Pasar dan Transaksi Saham di BEI 1 3. Transaksi Obligasi... 1 II. PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL DI TAHUN Perkembangan Emisi Efek Perkembangan Industri Pengelolaan Investasi Pasar Modal Perijinan / Pencabutan Ijin Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek 9 4. Perijinan Lainnya Persetujuan dan Pendaftaran III. AKTIVITAS PENGATURAN INDUSTRI PASAR MODAL & LEMBAGA KEUANGAN Peraturan Menteri Keuangan Penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan Penerbitan Peraturan Baru Bapepam-LK Penyempurnaan Peraturan Bapepam-LK Penerbitan Surat Edaran Persetujuan Bapepam-LK atas Perubahan Peraturan, Kebijakan, dan Anggaran Dasar SROs Litigasi dan Kegiatan Pelayanan Hukum.. 16 IV. AKTIVITAS PENGAWASAN Pengawasan terhadap Emiten / Perusahaan Publik Uji Kepatuhan Perusahaan Efek dan Lembaga Efek Pengawasan Perdagangan Pengawasan terhadap Manajer Investasi Pengawasan terhadap Reksa Dana dan Agen Penjual Reksa Dana.. 23 V. PENEGAKAN HUKUM Pemeriksaan dan Penyidikan Pengenaan Sanksi Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi VI. KAJIAN DAN SOSIALISASI KEBIJAKAN STRATEGIS Studi tentang Kesiapan dan Kebutuhan Infrastruktur On-Line di Pasar Modal Indonesia Studi tentang Kajian Inisiatif Integrasi Pasar Sekunder ASEAN Studi tentang Pola Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa Koordinasi Pengembangan Pasar Sekunder Surat Berharga Negara (SBN) Koordinasi Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal Studi tentang Biaya dan Komisi Reksa Dana Studi tentang Biaya Pemenuhan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal Studi tentang Peran Regulator dan Pihak Terkait dalam Mendorong Perusahaan Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal Indonesia Studi tentang Potensi Perusahaan Modal ventura sebagai Alternatif Investasi Studi tentang Potensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai Penyelenggara Dana Pensiun Lembaga Keuangan Kajian Standar Akuntansi Internasional Penyusunan Buletin Akuntansi Staf (BAS) Sosialisasi Konvergensi PSAK ke IFRS Kajian Revisi Peraturan VIII.G.7 30

3 15. Penyusunan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum Financial Sector Assesment Program (FSAP) Analisis Pelaksanaan Tata Kelola Yang Baik Bagi Emiten dan Perusahaan Publik Kajian Lanjutan Praktik Backdoor Listing Penyusunan Draft Peraturan Kepemilikan Saham oleh Karyawan Kajian tentang Perilaku Perusahaan Efek yang Menjalankan Kegiatan sebagai Perantara Pedagang Efek (PPE) Kajian Penyusunan Parameter untuk mengevaluasi Kegiatan Manajer Investasi dalam Mengelola Nasabah 33 VII. PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DI BAPEPAM-LK Penyempurnaan Proses Bisnis. 34 VIII. PASAR MODAL SYARIAH Implementasi Kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah Perkembangan Produk Syariah di Pasar Modal. 37 IX. UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN & PELAYANAN PUBLIK Peningkatan Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Unit Eselon II Bapepam-LK Peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia di lingkungan Bapepam-LK Edukasi dan Pelayanan Informasi Publik Pelayanan Pengaduan X. PENGAWASAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK Perasuransian a. Pemberian dan pencabutan Ijin Perusahaan Perasuransian b. Kekayaan, Investasi, Premi, dan Klaim Perusahaan Asuransi c. Pencatatan Produk Baru dan Persetujuan Kerjasama Pemasaran dengan Bank (Bancassurance) d. Pengesahan Cadangan Premi Perusahaan Asuransi Jiwa e. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian f. Pemeriksaan Perusahaan Perasuransian g. Sanksi terhadap Perusahaan Perasuransian h. Usaha Asuransi dengan Prinsip Syariah Dana Pensiun a. Perkembangan Industri Dana Pensiun b. Aktivitas pengawasan Pembiayaan dan Penjaminan a. Perusahaan Penjaminan b. Lembaga Pembiayaan Khusus c. Lembaga Pembiayaan d. Pemeriksaan XI. KERJASAMA KELEMBAGAAN Kerjasama Kelembagaan Domestik Kerja Sama Kelembagaan Internasional. 64 XII. PENGEMBANGAN SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI.. 72 XIII. DUKUNGAN PEMERINTAH TERHADAP UPAYA PENGEMBANGAN PASAR MODAL XIV. PENUTUP 73

4 I. KONDISI UMUM PASAR MODAL INDONESIA SEPANJANG TAHUN Indeks Harga Saham Gabungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada akhir perdagangan hari Rabu, 29 Desember 2010, ditutup pada posisi 3.699,22 atau menguat sebesar 45,96% dibandingkan posisi penutupan pada hari perdagangan terakhir tahun 2009 yang berada pada posisi 2.534,36. Dengan demikian, IHSG Bursa Efek Indonesia merupakan indeks saham dengan kinerja terbaik pada tahun 2010, dibandingkan dengan indeks-indeks saham lain di kawasan Asia Pasifik. Tabel berikut menunjukkan perkembangan indeks saham di beberapa bursa utama di Asia Pasifik. Indeks Negara 31 Desember Desember 2010 Perubahan (%) IHSG BEI Indonesia 2.534, ,22 45,96 Bangkok SET Thailand 734, ,59 40,85 Philippine SE Filipina 3.052, ,31 37,56 Korea Composite Korea Selatan 1.682, ,49 21,44 Bursa Malaysia KLCI Malaysia 1.272, ,34 19,77 Sensex 30 India , ,03 15,98 Straits Times Singapura 2.897, ,91 10,71 Taiwan SE/TAIEX Taiwan 8.188, ,35 8,28 Hang Seng Hongkong , ,30 5,02 Shenzhen Composite China 1.201, ,66 4,52 Nikkei 225 Jepang , ,54 1,91 S&P/ASX 200 Australia 4.870, ,20 1,96 Shanghai Composite China 3.277, ,53 16,04 Sumber: BEI, Bloomberg 2. Nilai Kapitalisasi Pasar dan Transaksi Saham di Bursa Efek Indonesia Seiring penguatan IHSG, nilai kapitalisasi pasar saham BEI juga mengalami peningkatan sebesar 60,63%, dari Rp 2.019,38 triliun pada akhir tahun 2009 menjadi Rp 3.243,77 triliun pada akhir perdagangan tanggal 29 Desember Total nilai transaksi saham di BEI sepanjang tahun 2010 hingga 29 Desember 2010 mencapai Rp 1.249,27 triliun. Angka ini meningkat sebesar 28,10% dari total nilai transaksi saham sepanjang tahun 2009 sebesar Rp 975,21 triliun. Demikian juga, nilai transaksi rata-rata harian mengalami peningkatan dari Rp 4,05 triliun per hari pada tahun 2009 menjadi Rp 5,12 triliun per hari pada tahun Dilihat dari nilai bersih transaksi saham yang dilakukan oleh investor asing, sepanjang tahun 2009 terjadi aliran masuk dana asing (net inflow of foreign capital) sebesar Rp 13,78 triliun. Angka ini meningkat cukup signifikan sepanjang tahun 2010 menjadi Rp 26,74 triliun hingga 29 Desember Transaksi Obligasi Berdasarkan data dari sistem Penerimaan Laporan Transaksi Efek (PLTE), total nilai pelaporan dan tingkat kepatuhan pelaporan partisipan periode 4 Januari s/d. 28 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Halaman 1

5 Total Nilai Pelaporan No. Instrumen Total Nilai Pelaporan (Milyar Rp) Rata-rata Nilai Pelaporan Harian 1. Surat Berharga Negara *) , ,49 2. Surat Utang Negara **) , ,68 3. Sukuk Negara (IFR) ,54 51,80 4. Obligasi Negara Ritel ,50 268,80 5. Sukuk Ritel (SR) ,28 81,01 6. Obligasi Korporasi Konvensional ,55 353,71 7. Obligasi Syariah & Sukuk Korporasi 2.097,45 8,56 8. Efek Beragun Aset (EBA) 174,00 0,71 Catatan : *) Surat Berharga Negara terdiri dari Obligasi Negara (FR & VR), ORI, SPN, SBSN **) Surat Utang Negara terdiri dari Obligasi Negara (FR & VR), SPN dan ORI II. PERKEMBANGAN INDUSTRI PASAR MODAL DI TAHUN Perkembangan Emisi Efek. No. Uraian 31 Des Des 2010 Δ % 1 Emisi Saham Perdana 12 emiten 22 emiten 83,33 2 Nilai Emisi Saham Perdana Rp.3,72 triliun Rp.29,30 triliun 687,37 3 Emisi HMETD 14 emiten 31 emiten 121,43 4 Nilai Emisi HMETD Rp. 10,83 triliun Rp.48,67 triliun 349,39 5 Emisi Obligasi Korporat 28 emiten 24 emiten -14,29 6 Nilai Emisi Obligasi Korporat Rp. 29,31 triliun Rp.34,70 triliun 23,53 7 Emisi Sukuk Korporat 8 emiten 2 emiten -75,00 8 Nilai Emisi Sukuk Korporat Rp. 1,78 triliun Rp. 700 miliar -60,67 Dalam periode yang sama, Bapepam-LK juga telah mengeluarkan 12 surat Pernyataan Efektif terkait dengan aksi korporasi berupa: - Penggabungan usaha (2 Pernyataan Pendaftaran); dan - Penawaran Tender (10 Pernyataan Pendaftaran). 2. Perkembangan Industri Pengelolaan Investasi Pasar Modal Industri pengelolaan investasi di tahun 2010 diawali dengan diberlakukannya 2 peraturan baru terkait Manajer Investasi, yaitu Peraturan Nomor V.A.3 tentang Perizinan Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Usaha sebagai Manajer Investasi dan Peraturan Nomor V.D.11 tentang Pedoman Pelaksanaan Fungsi-Fungsi Manajer Investasi. Menindaklanjuti hal tersebut maka selama tahun 2010 Bapepam-LK melakukan evaluasi terhadap capacity building seluruh Manajer Investasi yang telah Halaman 2

6 mendapat izin dari Bapepam-LK. Adapun evaluasi tersebut mencakup antara lain perkembangan dana kelolaan, permodalan, kompetensi sumber daya manusia, kecukupan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan Manajer Investasi, strategi manajemen risiko atas pelaksanaan kegiatan Manajer Investasi, kecukupan fungsifungsi Manajer Investasi, dan penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (KYC). Evaluasi tersebut bertujuan untuk mengetahui kesiapan Manajer Investasi terhadap pemenuhan Peraturan Nomor V.A.3 dan Peraturan Nomor V.D.11 serta Keputusan Menteri Keuangan Nomor: 153/PMK.010/2010 tanggal 31 Agustus 2010 tentang Kepemilikan Saham dan Permodalan Perusahaan Efek dimana Manajer Investasi diwajibkan untuk mempunyai modal disetor sebesar Rp. 25 miliar dengan ketentuan: a. paling lambat pada tanggal 31 Desember 2010 wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp ,00; b. paling lambat pada tanggal 31 Desember 2011 wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp ,00; c. paling lambat pada tanggal 31 Desember 2012 wajib memiliki modal disetor paling sedikit sebesar Rp ,00. Selain itu, dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pada Manajer Investasi, Bapepam-LK bekerja sama dengan Australasian Compliance Institute (ACI) melakukan workshop Developing Compliance Plan for Investment Managers. Dengan diadakannya workshop diharapkan terdapat peningkatan pemahaman Manajer Investasi atas strategi manajemen risiko dan strategi kepatuhan yang harus disusun oleh Manajer Investasi dalam rangka memenuhi Peraturan Nomor V.A.3 tentang Perizinan Perusahaan Efek Sebagai Manajer Investasi. Salah satu hasil dari serangkaian proses penataan Manajer Investasi yang telah dilakukan selama tahun 2010 tersebut adalah dengan dicabutnya Keputusan Ketua Bapepam-LK nomor KEP-69/BL/2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek yang Melakukan Kegiatan Sebagai Manajer Investasi. Dengan demikian maka per tanggal 9 Desember 2010, perusahaan yang akan melakukan kegiatan usaha di bidang Manajer Investasi dapat kembali mengajukan permohonan izin usaha ke Bapepam-LK. Selanjutnya dari sisi produk pengelolaan investasi, selama tahun 2010 terjadi pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Melanjutkan tren pada tahun 2009 jumlah Reksa Dana sampai dengan tanggal 28 Desember 2010 mengalami peningkatan dari 672 Reksa Dana pada akhir Desember 2009 menjadi 714 Reksa Dana (termasuk di dalamnya 97 Reksa Dana Penyertaan Terbatas) atau mengalami peningkatan sebesar 6,25%. Sementara itu, Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. NAB Reksa Dana (belum termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas) meningkat dari Rp 116,73 triliun pada akhir Desember 2009 menjadi Rp 142,81 triliun pada tanggal 28 Desember 2010 atau meningkat sebesar 22,34%. Sedangkan jumlah Unit Penyertaan Reksa Dana meningkat dari 69,98 miliar unit pada akhir Desember 2009 menjadi 81,59 miliar unit atau meningkat sebesar 16,6%. Dalam rangka meningkatkan kepastian hukum bagi Manajer Investasi yang melakukan pengelolaan Portofolio Efek untuk kepentingan nasabahnya (Kontrak Pengelolaan Dana), pada tahun 2010 Bapepam-LK telah menerbitkan Peraturan Nomor V.G.6 tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. Peraturan ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi Manajer Investasi dalam memberikan jasa pengelolaan dana kepada para nasabah dengan berdasar pada prinsip kehati-hatian dan penerapan manajemen risiko. Halaman 3

7 Selain itu, dalam rangka pengembangan basis investor domestik, Bapepam-LK bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) secara konsisten memberikan pemahaman maupun sosialisasi kepada masyarakat pemodal khususnya yang berada di daerah-daerah yang berpotensi secara ekonomi. Sementara itu untuk menekan maraknya investasi ilegal sekaligus merintis pengawasan bersama terhadap produk-produk investasi keuangan, Bapepam-LK secara intens telah menjalin kerjasama dan koordinasi dengan instansi terkait seperti Bank Indonesia, Kepolisian, Kejaksaan, PPATK dan Kementerian Perdagangan. Pengawasan Terhadap Reksa Dana Sampai dengan tanggal 28 Desember 2010, jumlah Reksa Dana yang ada mencapai 714 Reksa Dana, yang terdiri dari: No Jenis Reksa Dana Jumlah Nilai Aktiva Bersih 1 Reksa Dana Pendapatan Tetap 101 Rp 26,392 triliun 2 Reksa Dana Saham 63 Rp 44,769 triliun 3 Reksa Dana Pasar Uang 27 Rp 7,388 triliun 4 Reksa Dana Campuran 93 Rp 17,743 triliun 5 Reksa Dana Terproteksi 282 Rp 42,120 triliun 6 Reksa Dana Indeks 1 Rp 0,177 triliun 7 Reksa Dana Syariah Pendapatan Tetap 8 Rp 0,515 triliun 8 Reksa Dana Syariah Saham 10 Rp 1,625 triliun 9 Reksa Dana Syariah Campuran 16 Rp 0,901 triliun 10 Reksa Dana Syariah Terproteksi 13 Rp 0,692 triliun 11 Reksa Dana Syariah Indeks 1 Rp 0,080 triliun 12 Reksa Dana ETF 2 Rp 0,409 triliun 13 Reksa Dana Penyertaan Terbatas* 97 Rp 28,117 triliun Total 714 Rp 170,928 triliun Catatan: a. Reksa Dana Penyertaan Terbatas merupakan Reksa Dana yang khusus ditawarkan secara terbatas kepada Pemodal Profesional dan tidak ditawarkan melalui Penawaran Umum. Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana Penyertaan Terbatas dilaporkan setiap 3 bulan sekali. b. Pada tahun 2010 Bapepam-LK juga telah memberikan pernyataan efektif terhadap Efek Beragun Aset (EBA) yang ketiga, yaitu EBA Danareksa BTN01 KPR, yang diterbitkan oleh PT. Danareksa Investment Management. Seperti halnya 2 EBA sebelumnya, EBA kali ini juga merupakan transaksi sekuritisasi atas tagihan KPR milik PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk. dengan total nilai sekuritisasi mencapai sekitar Rp 750 miliar. Selama periode tahun 2010 Bapepam-LK juga telah memberikan: - Pernyataan Efektif kepada 144 Reksa Dana yang meliputi 26 Reksa Dana Konvensional dan 118 Reksa Dana Terproteksi, dengan perincian sebagai berikut: Reksa Dana Konvensional No Nama Reksa Dana No Nama Reksa Dana 1 Fortis Maxi Saham 14 Lautandhana Liquid 2 Bahana Quant Strategy 15 Brent Value Fund 3 Si Dana Batavia CPI 16 Cipta Dinamika Halaman 4

8 4 Danareksa Seruni Pasar Uang III 17 Danareksa Pendapatan Prima Plus 5 SAM Sukuk Syariah Sejahtera 18 Phillip Money Market Fund 6 SAM Syariah Berimbang 19 BNP Paribas Prima USD 7 Pasar Uang BNIS Pas 20 OSK Nusadana Alpha Sector Rotation 8 Natpac Dana Berimbang 21 BNP Paribas Pro Balance 9 Pratama Equity 22 BNP Paribas Prima Asia USD 10 Danareksa Mawar Fokus Mandiri Investa Dana Pendapatan Optimal Seri 2 11 Mandiri Investa Optimal 24 AAA Equity Fund 12 Schroder 90 Plus Equity Fund 25 Batavia USD Balanced Asia 13 Danareksa Melati Pendapatan Tetap 26 Reksa Dana Terproteksi First State Indonesian Money Market Fund No Nama Reksa Dana No Nama Reksa Dana 1 Terproteksi Fortis Kapital VII 60 Terproteksi BNP Paribas Kapital IX 2 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala Terproteksi CIMB-Principal CPF XI 3 Danareksa Proteksi Melati Optima Syariah 62 Danareksa Proteksi Melati Optima XXII 4 Danareksa Proteksi Melati Optima XV 63 Danareksa Proteksi Melati Optima XXI 5 Recapital Proteksi III Seri 1 64 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 7 6 OSK Nusadana Capital Protected Mandiri Investa Terproteksi 65 Fund II Pendapatan Berkala Seri 5 7 Recapital Proteksi IV Seri 1 66 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 4 8 NISP Proteksi Dinamis Seri 7 67 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 3 9 NISP Proteksi Dinamis Seri 8 68 Mandiri Investasi Terproteksi Seri 3 10 Terproteksi Schroder Regular Income Plan IX 69 Batavia Proteksi Ultima USD 2 11 Batavia Proteksi Prima I 70 BNIS Proteksi XXIII-ORI07 12 Si Dana Proteksi Batavia XIX 71 Mega Dana Terproteksi VII 13 AAA Reksa Premium Proteksi IV 72 OSK Nusadana Capital Protected Fund IV 14 Batavia Proteksi Utama 1 73 Batavia Proteksi Utama 6 15 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala Mandiri Investa Terproteksi 2010 Seri 1 16 BNIS Proteksi XIX 75 Terproteksi BNP Paribas Selaras II Bahana B Optima Protected Fund USD 1 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 1 Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Dollar Seri 1 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Dollar Seri 8 78 NISP Proteksi Income Plus IX 20 Mandiri Terproteksi Dana 79 Lautandhana Proteksi Dollar Halaman 5

9 Pendapatan Berkala Schroder Regular Income Plan X 80 BNIS Proteksi XXII 22 Mandiri Investasi Terproteksi Seri 2 81 NISP Proteksi Dinamis Seri Bahana B Optima Protected Fund NISP Proteksi Dinamis Seri Bahana B Optima Protected Fund Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 6 25 Schroder Regular Income Plan XI 84 CIMB-Principal CPF CB II 26 CIMB Islamic Sukuk II Syariah 85 Batavia Proteksi Utama 7 27 Fortis Kapital VIII 86 Batavia Proteksi Utama Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Seri 2 Danareksa Proteksi Melati Optima XIV 87 Terproteksi Schroder Regular Income Plan XII 88 Mandiri Investa Terproteksi 2010 Seri 2 30 Gani Proteksi 3 89 Batavia Proteksi Prima 3 31 Batavia Proteksi Utama 2 90 Bahana B Optima Protected Fund Batavia Proteksi Ultima USD 1 91 Danareksa Proteksi Melati Optima XXIII 33 BNIS Proteksi XXI 92 HPAM Proteksi Dollar-1 34 Bahana Reksa Panin Terproteksi XII 93 Batavia Proteksi Utama Mandiri Investasi Terproteksi Syariah Seri 1 Mandiri Investa Terproteksi Pendapatan Berkala Syariah Seri 1 94 BNP Paribas Protekplus XI 95 Nikko Terproteksi I 37 Lautandhana Proteksi Dinamis III 96 Nikko Terproteksi III 38 Bahana Reksa Panin Terproteksi XIII 97 Nikko Terproteksi III 39 Bahana B Optima Protected Fund Bahana Reksa Panin Terproteksi A XVI 40 CIMB-Principal CPF X 99 Bahana Reksa Panin Terproteksi XV 41 NISP Proteksi Income Plus VIII 100 Bahana Reksa Panin Terproteksi XIV 42 NISP Proteksi Dinamis Seri Lautandhana Proteksi VII 43 NISP Proteksi Dinamis Seri BNP Paribas Proteksi Selaras III 44 Premier Capital Protected I 103 Bahana A Opttima Protected Fund Bahana B Optima Protected Fund Bahana Reksa Panin Terproteksi A XVII 46 BNIS Proteksi XXI 105 Trim Terproteksi Prima IV 47 Terproteksi BNP Paribas Selaras 106 Mandiri Investa Terproteksi 2010 Seri 3 48 Bahana B Optima Protected Fund Danareksa Melati Platinum Dollar Amerika Serikat 49 Bahana B Optima Protected Fund Danareksa Proteksi Maxima II 50 Bahana B Optima Protected Fund Danareksa Proteksi Maxima I Bahana Optima Protected Fund USD 3 Bahana Optima Protected Fund USD 4 Danareksa Proteksi Melati Optima XIX 110 AAA Reksa Premium Proteksi V 111 AAA Reksa Premium Proteksi VI 112 Terproteksi CIMB-Principal CPF CB III Halaman 6

10 54 CIMB-Principal CPF CB I 113 Bahana C Optima Protected Fund Danareksa Proteksi Melati Optima XVIII 114 Lautandhana Proteksi VIII 56 Batavia Proteksi Utama Danareksa Proteksi II 57 Batavia Proteksi Prima HPAM Proteksi-2 58 Bahana B Optima Protected Fund TRIM Terproteksi Lestari 4 59 OSK Nusadana Capital Protected Fund III 118 TRIM Terproteksi Prima V - mencatatkan sebanyak 36 Reksa Dana Penyertaan Terbatas. - persetujuan untuk pembubaran 138 Reksa Dana, meliputi: No Nama Reksa Dana No Nama Reksa Dana 1 Synergy Jiwasraya Terproteksi 70 Danareksa Proteksi Global Prospektif 2 BNIS Proteksi III 71 Fortis Protekplus IX 3 Danareksa Melati Dinamis 72 Mandiri Capital Protected Income Fund 9 4 BNI Dana Berbunga Dua 73 Mahanusa Dana Lestari 5 Si Dana Proteksi Batavia VI 74 Makinta Fleksi 6 Bahana Reksa Panin Terproteksi V 75 Jisawi Mix 7 Terproteksi Schroder Fixed Maturity 76 Optima Seimbang Plan VI 8 Bahana Optima Protected Fund Optima Likuid 9 Si Dana Batavia Saham 78 Telur Emas 10 BIG Dana Likuid 79 Valbury Terproteksi II 11 Danareksa Investasi Bersama 80 Capital Fleksi 12 Danareksa Proteksi Melati II 81 Star Fixed Income 13 BNIS Proteksi XVIII 82 Capital Equity Fund 14 Nikko Cemerlang Nusantara 83 Optima Dollar 15 Dhanawibawa Progresif 84 NISP Dana Mantab 16 Danareksa Proteksi Dinamis 85 NISP Dana Mantab 3 17 Mandiri Protected Extra 86 NISP Proteksi Dinamis Seri I 18 Schroder Regular Income Plan VI 87 NISP Proteksi Income Plus V 19 Si Dana Batavia Terproteksi Div. I 88 Terproteksi Si Dana Batavia IX 20 Si Dana Proteksi Batavia Div. IV 89 Panin Tetap Menghasilkan 21 Si Dana Proteksi Batavia Div. V 90 X-Tra Dana Tetap 22 Si Dana Proteksi Batavia Div. VI 91 NISP Proteksi Dinamis USD 23 Si Dana Proteksi Batavia DIV. X 92 Mandiri Dana Protected Berkala Seri 7 24 Si Dana Proteksi Batavia II 93 Mandiri Investa Optimal 25 Tiga Pilar Dana Fleksi 94 Batavia Obligasi 26 NISP Proteksi 95 Bahana Optima Protected Fund Schroder Index Linked Fund II 96 Bahana Reksa Panin Terproteksi III 28 Si Dana Proteksi Nusantara Seri I 97 Cipta Proteksi I 29 Si Dana Kas Optimal 98 Bahana Reksa Panin Terproteksi X Halaman 7

11 30 NISP Proteksi Dinamis Seri 5 99 Optima Stabil 31 Premier Fixed 100 Jatim Treasury Fund 32 Terproteksi CIMB-Principal CPF V 101 Saham BUMN 33 Mandiri Capital Protected Income 102 Synergy Stabil Fund Portofolio Optimal 103 Bahana Reksa Panin Terproteksi IV 35 Mandiri Terproteksi Dana 104 Si Dana Proteksi Nusantara Seri IV Pendapatan Berkala 9 36 Fortis Prima 105 Terproteksi Fortis Kapital III 37 Mandiri Capital Protected Income 106 MSAM Gemilang Fund Mandiri Terproteksi Dana 107 Valbury Terproteksi I Pendapatan Berkala Premier Optima 108 Brent Value Fund 40 Terproteksi Schroder Regular 109 Batasa Equity Syariah Income Plan V 41 Schroder Dana Terpadu 110 Anam Pendapatan Kombinasi 42 Optima Obligasi 111 AAA Reksa Premium Proteksi II 43 Optima Pasar Uang 112 Berlian Dana Terproteksi 44 Jakarta Blue Chip 113 Berlian Dana Terproteksi II 45 Terproteksi CIMB-Principal CPF III 114 Danareksa Proteksi Global Prospektif II 46 Mandiri Protected Regular Income 115 Danareksa Proteksi Melati Optima II Fund 2 47 Bahana Optima Protected Fund Danareksa Proteksi Melati Optima VII 48 Mandiri Capital Protected Income 117 Terproteksi Prima Fund 8 49 Mandiri Capital Protected Income 118 Si Dana Proteksi Nusantara Seri V Fund Mandiri Terproteksi Dana Pendapatan Berkala Terproteksi CIMB-Principal CPF Climate Change 51 Terproteksi Ultima 120 NISP Proteksi Dinamis Seri 3 52 Mahanusa Dana Kapital 121 Danareksa Proteksi Melati Optima VI 53 Mahanusa Dana Ekuitas 122 Premier Capital Protected I 54 Terproteksi HPAM Proteksi Mandiri Capital Protected Fund I 55 Terproteksi Si Dana Batavia VII 124 Samuel Dana Pasti 56 Optima Campuran Syariah 125 OSK Nusadana Capital Protected Fund III 57 Optima Obligasi Syariah 126 OSK Nusadana Capital Protected Fund IV 58 Mandiri Protected Regular Income 127 Save-2-Prosper Fund 4 59 Mandiri Investa Dana Prima 128 Bangun Indonesia 60 Dana Tetap Arjuna 129 Danareksa Proteksi Melati Optima III 61 Si Dana Proteksi Nusantara Seri II 130 Trim Syariah Terproteksi Prima I 62 Trim Terproteksi Prima III 131 Batavia Proteksi Ultima USD 1 63 BNI Dana Lancar Dua 132 Ekofix Halaman 8

12 64 Universitas Indonesia 133 Ekomix 65 BNIS Proteksi VIII 134 Batavia Proteksi Pertiwi Seri II 66 AAA Reksa Premium Proteksi III 135 Terproteksi BNP Paribas Kapital IX 67 Terproteksi Si Dana Batavia VIII 136 AIM Trust-JS Pro Kedua 68 Terproteksi Fortis Kapital VII 137 TFI [X]-tra Ordinary II 69 Pundi Reksa Dollar 138 TFI [X]-tra Ordinary III 3. Perijinan / Pencabutan Ijin Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek No. Uraian Jumlah 1. Pemberian Ijin Usaha Baru untuk Perusahaan Efek - Perantara Pedagang Efek (PPE) - Penjamin Emisi Efek (PEE) Pencabutan Ijin Usaha Perusahaan Efek - Perantara Pedagang Efek (PPE) - Manajer Investasi (MI) Pemberian Ijin Orang Perseorangan Baru untuk Wakil PE - Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) - Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) - Wakil Manajer Investasi (WMI) 4. Pencabutan Ijin Orang Perseorangan untuk Wakil PE - Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) - Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) - Wakil Manajer Investasi (WMI) Catatan: - Hingga akhir tahun 2010 total jumlah Perusahaan Efek yang telah memiliki ijin usaha sebagai PPE dan PEE dari Bapepam-LK tercatat 157 Perusahaan Efek. - Selama tahun 2010 Bapepam-LK mengeluarkan 2 ijin usaha baru untuk Perusahaan Efek yaitu: 1. PT Woori Korindo Securities Indonesia sebagai Penjamin Emisi Efek melalui Kep-01/BL/PEE/2010 tanggal 18 Agustus PT Valbury Asia Securities sebagai Penjamin Emisi Efek melalui Kep- 02/BL/PEE/2010 tanggal 24 Agustus dan mengeluarkan 2 ijin usaha untuk Perusahaan Efek baru yaitu: 1. PT Capital Bridge Indonesia sebagai Perantara Pedagang Efek melalui Kep- 01/BL/PPE/2010 tanggal 2 Nopember PT Garuda Nusantara Capital sebagai Perantara Pedagang Efek melalui Kep- 02/BL/PPE/2010 tanggal 10 Nopember Selama tahun 2010 Bapepam-LK telah mencabut ijin untuk Perusahaan Efek sebagai berikut: 1. PT Capital One sebagai Perantara Pedagang Efek melalui Kep-27/BL/2010 tanggal 19 Februari Halaman 9

13 2. PT. Eurocapital Peregrine Securities sebagai Perantara Pedagang Efek, Penjamin Emisi Efek dan Manajer Investasi melalui Kep-01/BL/PPE/S.5/2010, Kep-01/BL/PEE/S.5/2010, dan Kep-03/BL/MI/S.5/2010 tanggal 10 Juni Selama tahun 2010 Bapepam-LK tidak mengeluarkan izin baru Perusahaan Efek sebagai Manajer Investasi sejak bulan April 2007, berdasarkan SK Ketua Bapepam dan LK Nomor Kep-69/BL/2007 tanggal 13 April 2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Manajer Investasi. - Di tahun 2010 juga tercatat 8 Manajer Investasi dicabut ijin usahanya oleh Bapepam-LK. Dengan demikian, total jumlah Manajer Investasi hingga akhir 2010 ini adalah 85 Manajer Investasi. - Di tahun 2010, Bapepam dan LK mengeluarkan surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: KEP-541/BL/2010 tanggal 9 Desember 2010 tentang Pencabutan Keputusan Ketua Bapepam dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-69/BL/2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi. - Sampai dengan akhir 2010, Bapepam-LK telah memberikan ijin orang perseorangan sebagai WPPE dan WPEE sebanyak ijin. Sedangkan total ijin orang perseorangan sebagai WMI yang telah dikeluarkan Bapepam-LK adalah sejumlah ijin WMI (termasuk pencabutan ijin WMI secara keseluruhan sebanyak 17 orang dimana untuk tahun 2010 dilakukan pencabutan ijin WMI sebanyak 12 orang). Dalam rangka meningkatkan kualitas pelaku pasar modal, dalam tahun 2010 ini Bapepam-LK telah melakukan kegiatan edukasi berupa pembekalan kepada Wakil Perantara Pedagang Efek dan Wakil Penjamin Emisi Efek di 9 kota yang diikuti oleh WPE dari 108 Perusahaan Efek. - Bapepam-LK terus meningkatkan kehati-hatian dalam memberikan persetujuan terhadap perubahan manajemen dan pengendali dari Perusahaan Efek yang menjalankan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi, antara lain melalui kegiatan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap calon Direktur, Komisaris, dan Pemegang Saham dari SRO, Perusahaan Efek, dan Manajer Investasi, dengan perincian sebagai berikut: a. SRO: Calon Komisaris PT KPEI pada tanggal 14 Mei 2010; Calon Direktur PT KSEI pada tanggal 29 April b. Perusahaan Efek: Calon Direktur sebanyak 76 orang; Calon Komisaris sebanyak 50 orang; Calon Pemegang Saham atau Pengendali sebanyak 5 Pihak. c. Manajer Investasi: Calon Direktur sebanyak 39 orang (23 orang disetujui, 7 orang belum dapat disetujui, dan 9 orang masih dalam proses); Calon Komisaris sebanyak 20 orang (9 orang disetujui, 4 orang belum dapat disetujui, dan 7 orang masih dalam proses); Calon Pemegang Saham atau Pengendali sebanyak 3 pihak 4. Perijinan lainnya. a. Penasihat Investasi Halaman 10

14 Selama tahun 2010 Bapepam-LK tidak memberikan ijin baru sebagai Penasihat Investasi dikarenakan sedang dilakukannya revisi peraturan terkait Perijinan Penasihat Investasi. b. Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD) dan Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) Selama tahun 2010, Bapepam-LK memproses 2 pengajuan ijin baru APERD yaitu PT. Bank Chinatrust dan PT. Bank Windu Kentjana namun belum dapat mempertimbangkan kedua pengajuan ijin tersebut. Sementara itu pada periode yang sama 5 APERD mengembalikan ijin yaitu PT. Bank Bumiputera, Deutsche Bank A.G, PT. Bank Victoria Internasional, PT. Bank Mayapada, dan PT. RBS ABN Amro Bank sehingga jumlah seluruh APERD sampai dengan Desember 2010 sebanyak 22 Bank. Pemegang izin orang perseorangan sebagai Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD) mengalami pertumbuhan dari orang pada tahun 2009 menjadi orang atau mengalami kenaikan sebesar 10,3%. Pada tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan pencabutan izin WAPERD dari tahun secara keseluruhan sebanyak orang atau sebesar 9,6% dari seluruh pemegang izin WAPERD, pencabutan ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketentuan Peraturan Nomor V.B.2 Tentang Permohonan Izin Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana. 5. Persetujuan dan Pendaftaran a. Sepanjang tahun 2010 ini, Bapepam-LK telah mengeluarkan Surat Tanda Terdaftar (STTD) untuk 180 Profesi Penunjang Pasar Modal, dengan rincian: STTD Notaris; - 7 STTD untuk Konsultan Hukum - 34 STTD untuk Akuntan; dan - 25 STTD untuk Penilai. Sehingga sampai dengan akhir bulan Desember 2010, jumlah profesi yang telah terdaftar di Bapepam-LK adalah 674 Konsultan Hukum, Notaris, 572 Akuntan, dan 135 Penilai. b. Untuk lembaga penunjang pasar modal, hingga akhir Desember 2010 terdapat data-data sebagai berikut: - 20 bank telah memperoleh persetujuan sebagai Bank Kustodian; - 10 perusahaan sebagai BAE; - 14 in-house BAE; - 14 Wali Amanat; Selama tahun 2010 Bapepam-LK tidak menerbitkan STTD sebagai Wali Amanat. - 3 Pemeringkat Efek. Selama tahun 2010 telah bertambah 1 (satu) Perusahaan Pemeringkat Efek yaitu PT ICRA Indonesia. III. AKTIVITAS PENGATURAN INDUSTRI PASAR MODAL & LEMBAGA KEUANGAN Dalam kurun waktu 4 Januari 2010 hingga 29 Desember 2010, Bapepam-LK telah: - memproses penerbitan 5 peraturan Menteri Keuangan di bidang lembaga keuangan; Halaman 11

15 - memproses penyempurnaan 2 peraturan Menteri Keuangan di bidang lembaga keuangan dan 1 peraturan Menteri Keuangan di bidang pasar modal; - menerbitkan 4 peraturan baru di bidang pasar modal dan 1 peraturan baru di bidang lembaga keuangan; - melakukan penyempurnaan atas 5 peraturan di bidang pasar modal; - menerbitkan 1 surat edaran di bidang pasar modal; - memberikan persetujuan terhadap perubahan 3 peraturan, 2 Anggaran Dasar, dan 1 kebijakan SRO. Berikut informasi lengkap mengenai penerbitan, penyempurnaan peraturan dan persetujuan atas perubahan peraturan dan anggaran dasar SRO: 1. Penerbitan Peraturan Menteri Keuangan No. Nomor Keputusan/ Peraturan Tentang 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 18/PMK.010 tanggal 25 Januari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.10/2010 tanggal 9 Februari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 37/PMK.010/2010 tanggal 12 Februari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.010/2010 tanggal 16 September Peraturan Ketua Nomor PER- 03/BL/2010 tanggal 28 September 2010 Penerapan Prinsip Dasar Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Usaha Asuransi Dengan Prinsip Syariah Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah Bagi Lembaga Keuangan Non Bank Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Calon pengurus Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Calon Pelaksana Tugas Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan Pemeriksanaan Perusahaan Perasuransian Bentuk, Susunan, Dan Penyampaian Laporan Keuangan Triwulanan Dan Laporan Kegiatan Usaha Semesteran Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur 2. Penyempurnaan Peraturan Menteri Keuangan No. Nomor Keputusan/ Peraturan Tentang 1. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 36/PMK.010/2010 tanggal 12 Februari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.010/2010 tanggal 1 September 2010 Perubahan KMK Nomor 513/KMK.06/2002 Tentang Persyaratan Pengurus dan Dewan Pengawas Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Pelaksana Tugas Pengurus Dana Pensiun Lembaga Keuangan Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.010/2009 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Halaman 12

16 3. Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor: 153/PMK.010/2010, 1 Oktober Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia Kepemilikan Saham Dan Permodalan Perusahaan Efek. 3. Penerbitan Peraturan Baru Bapepam-LK No. Nomor Keputusan/ Peraturan Tentang 1. Peraturan Nomor VI.C.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor:Kep-412/BL/2010 tanggal 6 September Peraturan Nomor IX.D.6 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor:Kep-432/BL/2010 tanggal 1 Oktober Peraturan Nomor V.G.6 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-112/BL/2010 tanggal 16 April Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep- 541/BL/2010 Tanggal 9 Desember PER-02/BL/2010 tanggal 14 September Penyempurnaan Peraturan Bapepam-LK No. Nomor Keputusan/ Peraturan Tentang 1. Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-26/BL/2010 tanggal 18 Februari Peraturan Nomor XI.B.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-105/BL/2010 tanggal 13 April 2010 Ketentuan Umum dan Kontrak Perwaliamanatan Efek Bersifat Utang Pengeluaran Saham Biasa Dengan Nilai Nominal Berbeda Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. Pencabutan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: Kep-69/BL/2007 tentang Penghentian Sementara Pemberian Izin Usaha Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Sebagai Manajer Investasi. Dana Pensiun Yang Wajib Memiliki Pengurus dan Pelaksana Tugas Pengurus Dana Pensiun Yang Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Perubahan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor: Kep- 479/BL/2009 tentang Perizinan Perusahaan Efek Yang Melakukan Kegiatan Usaha Sebagai Manajer Investasi. Pembelian Kembali Saham yang Dikeluarkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik 3. Peraturan Nomor V.D.3 Lampiran Pengendalian Internal Halaman 13

17 Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-548/BL/2010 tanggal 28 Desember Peraturan Nomor V.D.4 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-549/BL/2010 tanggal 28 Desember Peraturan Nomor V.D.5 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-550/BL/2010 tanggal 28 Desember 2010 Perusahaan Efek Yang menjalankan Kegiatan Usaha Sebagai Perantara Pedagang Efek. Pengendalian dan Perlindungan Efek Yang Disimpan Oleh Perusahaan Efek. Pemeliharaan dan Pelaporan Modal Kerja Bersih Disesuaikan 5. Penerbitan Surat Edaran No. Nomor Keputusan/ Peraturan Tentang 1. Surat Edaran Nomor: SE-04/BL/2010, 21 Juli Penjelasan Atas Peraturan Bapepam dan LK Nomor V.G.6 Tentang Pedoman Pengelolaan Portofolio Efek Untuk Kepentingan Nasabah Secara Individual. 6. Persetujuan atas Perubahan Peraturan, Kebijakan dan Anggaran Dasar SRO 1) Peraturan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Nomor VI tentang Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Efek EBA dan Peraturan Nomor VII tentang Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana Berbentuk KIK di Bursa Perubahan peraturan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) tersebut dilakukan untuk mengakomodasi surat Bapepam-LK Nomor S-33/BL.06/2009 tanggal 25 Februari 2009 perihal Perubahan Surat Edaran KPEI Menjadi Peraturan yang meminta KPEI untuk menjadikan Surat Edaran KPEI sebagai peraturan KPEI agar memiliki dasar hukum yang lebih kuat dan sejalan dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Surat Edaran KPEI tersebut adalah Surat Edaran Nomor: SE-001/DIR/KPEI/0209 tanggal 12 Februari 2009 tentang Pelayanan Jasa Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Perdagangan Efek Beragun Aset di Bursa dan Surat Edaran Nomor: SE-002/DIR/KPEI/1207 tanggal 17 Desember 2007 perihal Pelaksanaan Jasa Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Perdagangan Unit Penyertaan Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa. Bapepam-LK memberikan persetujuan atas kedua peraturan tersebut melalui surat No. S-473/BL/2010 tanggal 20 Januari ) Perubahan Proses Bisnis Penyelesaian Transaksi Bursa PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia Sehubungan dengan rencana KPEI mengimplementasikan sistem Continous Settlement pada proses penyelesaian transaksi bursa, yang dapat meningkatkan efisiensi dalam proses tersebut, KPEI mengajukan perubahan proses bisnis penyelesaian transaksi bursa melalui surat Nomor: KPEI- 1176/DIR/1209 tanggal 10 Desember 2009 perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Bisnis Proses Penyelesaian Transaksi Bursa. Dengan Halaman 14

18 implementasi sistem ini, Anggota Kliring (AK) memperoleh manfaat yaitu kepastian pemenuhan hak terima dana tanpa harus menunggu pembayaran dari AK serah dana apabila AK serah efek tersebut telah menyelesaikan seluruh kewajibannya di T+3 pagi. Bapepam-LK melalui surat nomor: S- 1637/BL/2010 tanggal 22 Februari 2010 menyatakan tidak keberatan atas perubahan proses bisnis tersebut mengingat perubahan bisnis proses tersebut tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan mendukung pelaksanaan fungsi KPEI sebagai Central Counter Party (CCP). 3) Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia Dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor III.A.3 tentang Direktur Bursa Efek, melalui surat Nomor S-04790/BEI.HKM/ tanggal 14 September 2009 perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia dan terakhir melalui surat nomor S /BEI.HKM/ tanggal 29 Desember 2009 perihal Permohonan Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia, BEI mengajukan permohonan persetujuan perubahan Anggaran Dasar. Bapepam dan LK melalui surat Nomor: S-1457/BL/2010 tanggal 16 Februari 2010 perihal Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Bursa Efek Indonesia telah memberikan persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar BEI tersebut. 4) Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar PT Kustodian Sentral Efek Indonesia Dalam rangka menyesuaikan dengan Peraturan Bapepam-LK Nomor III.C.3 tentang Direktur Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan Nomor III.C.8 tentang Komisaris Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), melalui surat Nomor: KSEI- 1370/DIR/0709 tanggal 28 Juli 2009 perihal permohonan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian dan terakhir melalui surat nomor Nomor: KSEI-1719/DIR/1010 tanggal 8 Oktober 2010 perihal permohonan persetujuan atas perubahan Anggaran Dasar Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian (PT KSEI), KSEI mengajukan permohonan persetujuan perubahan Anggaran Dasar. Bapepam-LK melalui surat Nomor S-10235/BL/2010 tanggal 10 November 2010 perihal persetujuan perubahan Anggaran Dasar PT Kustodian Sentral Efek Indonesia telah memberikan persetujuan terhadap perubahan Anggaran Dasar KSEI tersebut. 5) Persetujuan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas Dalam rangka harmonisasi peraturan pasca merger PT Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan PT Bursa Efek Surabaya (BES), guna memperkuat dasar hukum pengaturan beberapa ketentuan yang selama ini ditetapkan dalam Surat Edaran atau Surat Keputusan Direksi, dan guna penyesuaian dengan kebutuhan dan dinamika pasar saat ini, BEI mengajukan permohonan Persetujuan atas Draft Peraturan Nomor II-A Tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas melalui surat nomor: S-05583/BEI.PSH/ tanggal 28 Oktober 2008 dan terakhir melalui surat nomor: S-05366/BEI.PSH/ tanggal 27 Agustus Terhadap permohonan tersebut, Bapepam-LK telah memberikan persetujuan melalui surat Nomor S-11058/BL/2010 tanggal 13 Desember 2010 perihal Persetujuan Perubahan Peraturan BEI Nomor II.A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. 6) Persetujuan Peraturan PT Bursa Efek Indonesia Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa Halaman 15

19 Dalam rangka harmonisasi peraturan pasca merger BEJ-BES, guna memperkuat dasar hukum pengaturan beberapa ketentuan yang selama ini ditetapkan dalam Surat Edaran atau Surat Keputusan Direksi, dan guna penyesuaian dengan kebutuhan dan dinamika pasar saat ini, BEI mengajukan permohonan Persetujuan atas Draft Peraturan Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa melalui surat nomor: S-05626/BEI.ANG/ tanggal 29 Oktober 2008 dan terakhir melalui surat nomor: S-5331/BEI.ANG/ tanggal 26 Agustus 2010 perihal Permohonan Persetujuan Atas Konsep Final Perubahan Peraturan Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa. Atas permohonan tersebut, Bapepam-LK telah memberikan persetujuan melalui surat Nomor S-11059/BL/2010 tanggal 13 Desember 2010 perihal Persetujuan Perubahan Peraturan BEI Nomor III-A tentang Keanggotaan Bursa. 7. Litigasi dan Kegiatan Pelayanan Hukum Selama tahun 2010, Bapepam-LK menangani perkara-perkara di Pengadilan sebagai berikut: 1) Perkara Nomor: 331/Pdt.G/2008/PN.JKT.PST antara Rudi Wirawan Rusli sebagai Pembanding melawan Ahmad Fuad Rahmany, cs sebagai Terbanding. Majelis Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memberikan putusan yang menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yaitu menyatakan gugatan Pembanding tidak dapat diterima. 2) Perkara Nomor: 142/G/2008/PTUN.JKT antara PT. Euro Peregrine Sekurities sebagai Pemohon Kasasi melawan Menteri Keuangan RI Cq Bapepam-LK sebagai Termohon Kasasi. Majelis Hakim Mahkamah Agung Republik Indonesia telah memberikan putusan yang menyatakan menolak permohonan kasasi PT EPS. 3) Perkara Nomor: 159/G/2008/PTUN.JKT antara PT. Putra Mandiri Finance sebagai Pemohon Kasasi melawan Ketua Bapepam-LK sebagai Termohon Kasasi. Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. 4) Perkara Nomor: 88/G/2008/PTUN.JKT antara Ketua Bapepam-LK sebagai Pemohon Kasasi melawan Soeseno Haryo Saputro sebagai Termohon Kasasi. Terhadap putusan tersebut, Bapepam-LK sedang mempersiapkan pengajuan permohonan Peninjauan Kembali. 5) Perkara Nomor: 794/PDT.G/2007/PN.JKT.SEL antara PT. Bank Global Internasional sebagai Pemohon Kasasi melawan Maria Susianti dan Uung sebagai Termohon Kasasi, Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI Cq Direktur Perbankan dan Usaha Jasa Pembiayaan sebagai Turut Termohon Kasasi I, Gubernur Bank Indonesia sebagai Turut Termohon Kasasi II dan Bapepam-LK sebagai Turut Termohon Kasasi III. Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Mahkamah Agung Republik Indonesia. 6) Perkara Nomor: 1356/PDT.G/2009/PN.JKT.SEL antara Para Nasabah PT Sarijaya Permana Sekuritas (PT SPS) sebagai Para Penggugat melawan PT Sarijaya Permana Sekuritas sebagai Tergugat I, Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI sebagai Tergugat II, Bapepam-LK sebagai Tergugat III, PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat I, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat II. Para Penggugat mengajukan Banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 7) Perkara Nomor: 1604/PDT.G/2009/PN.JKT.SEL antara Nasabah PT SPS atas nama Rudy Setiawan, dkk. sebagai Para Penggugat melawan PT SPS sebagai Tergugat I, Pemerintah RI Cq Menteri Keuangan RI sebagai Tergugat II, Halaman 16

20 Bapepam-LK sebagai Tergugat III, PT Kliring dan Penjaminan Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat I, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai Turut Tergugat II. Perkara tersebut masih dalam proses banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. 8) Perkara Nomor: 192/PTUN.G/2009/PTUN-JKT antara PT CSM Corporatama sebagai Penggugat melawan Ketua Bapepam-LK sebagai Tergugat. Perkara tersebut masih dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta. 9) Perkara Nomor: 182/Pdt.G/2010/PN.JKT Sel. antara Nasabah PT SPS atas nama Rudi Setiawan dkk. sebagai Para Penggugat melawan PT Sarijaya Permana Sekuritas sebagai Tergugat I, Yusuf Rusli sebagai Tergugat II, Zulpiyan Alamsyah sebagai Tergugat III, Teguh Jaya sebagai Tergugat IV, Herman Ramli sebagai Tergugat V, dan Bapepam-LK sebagai Turut Tergugat. Perkara tersebut sedang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. 10) Perkara Nomor: 135/Pdt.G/2010/PN.Jak.Sel antara Sdr. R.H Wuryanto Sutaryo melawan PT Semen Nusantara Cq PT Semen Holcim Tbk selaku Tergugat, Bapepam-LK selaku Turut Tergugat I, PT Bursa Efek Indonesia selaku Turut Tergugat II, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal selaku Turut Tergugat III. Perkara tersebut telah mendapatkan putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta yang menyatakan bahwa gugatan Penggugat tidak diterima. 11) Perkara Nomor: 115/ G/2010/PTUN.JKT antara Rudi Wirawan Rusli sebagai Penggugat melawan Ketua Bapepam-LK sebagai Tergugat. Perkara tersebut sedang dalam proses pemeriksaan di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta. Bantuan Keterangan Ahli Atau Saksi Selain menangani perkara-perkara baik perdata maupun tata usaha negara, Bapepam-LK juga melakukan kegiatan pelayanan hukum yaitu menjadi ahli atau saksi dari kasus-kasus perdata maupun pidana yang diproses baik di kepolisian, kejaksaan maupun di pengadilan. Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK melakukan kegiatan pelayanan hukum menjadi ahli/saksi dengan rincian sebagai berikut: 1) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Management, di Kepolisian Daerah Jawa Barat pada tanggal 12 Januari ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Securities, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada tanggal 12 Januari ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 14 Januari ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Securities, di Kepolisian Daerah Metro Jaya pada tanggal 9 Februari ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Investindo Sekuritas cabang Semarang, pada tanggal 17 Maret ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Management, di Badan Reserse Kriminal Polri pada tanggal 17 Maret Halaman 17

21 7) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), pada tanggal 5 April ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 22 April ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT DBS Vickers Indonesia Securities, di Kepolisian Daerah Metro Jaya pada tanggal 17 Mei ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara perdata terkait dengan PT Danareksa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 22 Juni ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), pada tanggal 24 Juni ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara Dana Pensiun PT Dirgantara Indonesia (IPTN), di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada tanggal 6 Juli ) memberikan keterangan Saksi dalam perkara pidana asuransi terkait dengan Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 10 Maret ) memberikan keterangan sebagai Saksi dalam perkara pidana terkait dengan PT Banten Java Persada, Pengalihan Aset Eks Golden Key di Kejaksaan Agung pada tanggal 1 Februari ) memberikan keterangan sebagai Saksi dalam perkara pidana terkait dengan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 7 Mei ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara perdata terkait dengan sengketa antara nasabah dengan PT Danareksa, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 26 Agustus ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Mandiri Sekuritas, di Polda Metro Jaya pada tanggal 24 September ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Securities, di Polda Metro Jaya pada tanggal 22 Oktober ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Optima Kharya Capital Management dan PT Optima Kharya Capital Securities, di Kejaksaan Agung pada tanggal 4 November ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Asjaya Indosurya Securities, di Polda Metro Jaya pada tanggal 10 Nopember ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan PT Baliconsultant Insurance, di Polda Bali pada tanggal 22 Nopember ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana asuransi terkait dengan PT (Persero) Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI), di Pengadilan Negeri Tangerang pada tanggal 29 Nopember ) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Kembang 88 Multifinance, di Polresta Barelang pada tanggal 8 Desember Halaman 18

22 24) memberikan keterangan sebagai Ahli dalam perkara pidana terkait dengan PT Investindo Nusantara Sekuritas, di Polrestabes Semarang pada tanggal 14 Desember IV. AKTIVITAS PENGAWASAN 1. Pengawasan terhadap Emiten / Perusahaan Publik. Sepanjang tahun 2010, terdapat 123 aksi korporasi yang dilakukan Emiten/ Perusahaan Publik dengan rincian: a. 2 Penggabungan Usaha (merger). b. 10 Penawaran Tender (Tender Offer). c. 12 emiten melakukan Transaksi Material. d. 2 emiten melakukan Perubahan Nama. e. 6 emiten melakukan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. f. 53 emiten melakukan transaksi afiliasi dan atau transaksi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. g. 11 emiten melakukan Penambahan Modal Tanpa HMETD. h. 12 emiten melakukan Transaksi Material sekaligus Transaksi Afiliasi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. i. 8 emiten melakukan Pembelian Kembali Saham. j. 5 emiten melakukan Pembelian Kembali Obligasi. k. 2 emiten melakukan Kuasi Reorganisasi. Berikut informasi lengkap atas aksi korporasi Emiten dan Perusahaan Publik: a. 2 Penggabungan Usaha (Merger). - PT Tri Polyta Tbk. merger dengan PT Chandra Asri. - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. merger dengan PT Multiphala Agrinusa dan PT Bintang Terang Gemilang. b. 10 Penawaran Tender (Tender Offer), yaitu: No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT Mutiara Timur Pratama 6. PT Teijin Indonesia Fiber Tbk. 2. PT Meadow Indonesia 7. PT Allbond Makmur Usaha Tbk. 3. PT Ramba Energy Indonesia Limited 8. PT Aqua Golden Mississippi Tbk. 4. PT Multi Bintang Indonesia Tbk. 9. PT Aneka Kemasindo Utama Tbk. 5. PT Kageo Igar Jaya Tbk. 10. PT Titan Kimia Nusantara Tbk. c. 12 emiten melakukan Transaksi Material, dengan rincian: No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT Allbond Makmur Usaha Tbk. 7. PT Intiland Development Tbk. 2. PT Eterindo Wahanatama Tbk. 8. PT Petrosea Tbk. 3. PT Bumi Resources Tbk. 9. PT Sona Topas Toursm Industry Tbk. 4. PT Indal Aluminium Industry Tbk. 10. PT Nusantara Infrastruktur Tbk. 5. PT Matahari Department Store Tbk. 11. PT Bank Mayapada Tbk. 6. PT Matahari Putra Prima Tbk. 12. PT Dharmindo Adhiduta Tbk. d. 2 emiten melakukan perubahan nama, yakni: Halaman 19

23 No. Nama Semula Nama Baru 1. PT Teijin Indonesia Fiber Tbk. PT Tifico Fiber Indonesia Tbk. 2. PT Kageo Igar Jaya Tbk. PT Champion Pacific Indonesia Tbk. e. 6 emiten melakukan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, yaitu: No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT Barito Pasific Tbk. 4. PT Akasha Wira International Tbk. 2. PT Eterindo Wahanatama Tbk. 5. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. 3. PT Cita Mineral Investindo Tbk. 6. PT Modern Internasional Tbk. f. 53 emiten melakukan transaksi afiliasi dan atau transaksi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu, yaitu: No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT Indonesia Prima Property Tbk. 28. PT Dynaplast Tbk. 2. PT Petrosea Tbk. 29. PT AKR Corporindo Tbk. 3. PT Indoexchange Tbk. 30. PT Central Proteinaprima Tbk. 4. PT Catur Sentosa Adiprna Tbk. 31. PT SMART Tbk. 5. PT Central Omega Resources Tbk. 32. PT Bayan Resources Tbk. 6. PT Bank Negara Indonesia (Pesero) 33. PT Barito Pacific Tbk. Tbk. 7. PT Bank Himpunan Saudara PT HM Sampoerna Tbk. Tbk. 8. PT Bank Permata Tbk. 35. PT Kimia Farma Tbk. 9. PT Bank OCBC NISP Tbk. 36. PT Indofarma Tbk. 10. PT Centrin Online Tbk. 37. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. 11. PT Jasa Marga Tbk. 38. PT BISI International Tbk. 12. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. 39. PT Astra Otoparts Tbk. 13. PT Sona Topas Tourism Industry 40. PT Sekar Bumi Tbk. Tbk. 14. PT Matahari Department Store Tbk. 41. PT Bentoel Internasional Investama Tbk. 15. PT Matahari Putra Prima Tbk. 42. PT Citra Tubindo Tbk. 16. PT Intiland Development Tbk. 43. PT Sucaco Tbk. 17. PT Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. 44. PT Dharmindo Adhiduta Tbk. 18. PT First Media Tbk. 45. PT Sumalindo Lestari Jaya Tbk. 19. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. 46. PT Keramika Indonesia Assosiasi Tbk. 20. PT Bank Eksekutif Internasional Tbk. 47. PT Resources Alam Indonesia Tbk. 21. PT Star Pacific Tbk. 48. PT Indal Aluminium Industry Tbk. 22. PT Bumi Serpong Damai Tbk. 49. PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk. 23. PT Bank Himpunan Saudara PT Berlina Tbk Tbk. 24. PT Bank Central Asia Tbk. 51. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. 25. PT Sara Lee Body care Indonesia 52. PT Ciputra Surya Tbk. Halaman 20

24 Tbk. 26. PT Bank Mayapada Tbk. 53. PT.Mandom Indonesia Tbk. 27. PT Nusantara Infrastruktur Tbk. g. 11 emiten melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yakni: No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT Indonesia Air Transport Tbk. 7. PT Tunas Baru Lampung Tbk. 2. PT Metrodata Electronik Tbk. 8. PT Bumi Resources Tbk. 3. PT Agis Tbk. 9. PT ATPK Reosurces Tbk. 4. PT Inter Delta Tbk. 10. PT Bukaka Teknik Utama Tbk. 5. PT Mobile 8 Telecom Tbk. 11. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. 6. PT Teijin Indonesia Fiber Tbk. h. 12 emiten melakukan Transaksi Material sekaligus Transaksi Afiliasi yang mengandung unsur Benturan Kepentingan. No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT Matahari Departement Store Tbk 7. PT Bank Mayapada Tbk 2. PT Matahari Putra Prima Tbk 8. PT Dharmindo Adhiduta Tbk 3. PT Intiland Development Tbk 9. PT Cipendawa Tbk 4. PT Petrosea Tbk 10. PT Pelat Timah Nusantara Tbk. 5. PT Sona Topas Toursm Industry Tbk. 11. PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. 6. PT Nusantara Infrastruktur Tbk. 12. PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. i. 8 emiten melakukan Pembelian Kembali Saham, yakni: No. Nama Perusahaan Keterangan 1. PT Jaya Real Property Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 2. PT Global Mediacom Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 3. PT Kalbe Farma Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 4. PT Argha Karya Prima Industry Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 5. PT Kageo Igar Jaya Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 6. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.2 7. PT Media Nusantara Citra Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.3 8. PT Global Mediacom Tbk. Melalui prosedur Peraturan XI.B.3 j. 5 emiten melakukan Pembelian Kembali Obligasi No. Nama Perusahaan No. Nama Perusahaan 1. PT BNI Securities 4. PT Lautan Luas Tbk. 2. PT Bhakti Finance 5. PT Aetra Air Jakarta 3. PT Mobile 8 Telecom Tbk. k. 2 emiten melakukan Kuasi Reorganisasi, yakni PT Suryamas Duta Makmur Tbk. dan PT Holcim Indonesia Tbk. Halaman 21

25 2. Uji Kepatuhan Perusahaan Efek dan Lembaga Efek Uji kepatuhan lembaga efek dilakukan melalui pemeriksaan rutin kepada para pelaku pasar modal khususnya Lembaga Efek. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari tugas dan fungsi Bapepam-LK dalam melakukan pembinaan dan pengawasan pasar modal. Pemeriksaan rutin bertujuan untuk memastikan kepatuhan Lembaga Efek terhadap peraturan perundang-undangan pasar modal yang berlaku. Selama periode Januari hingga Desember 2010, Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap: - 34 Perusahaan Efek (PE), yang terdiri dari 14 Kantor Pusat PE Anggota Bursa, 15 Kantor Cabang PE Anggota Bursa, 4 PE Non Anggota Bursa dan 1 Kantor Cabang PE Non Anggota Bursa. - 1 SRO, yaitu PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Dalam melakukan uji kepatuhan PE, pemeriksaan dilakukan terhadap antara lain organisasi PE, pengendalian dan pengawasan internal, penyelenggaraan pembukuan, perlindungan aset-aset nasabah, Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) khususnya dalam hal kesesuaian dalam perhitungan dan penyajiannya. Sedangkan dalam pemeriksaan rutin SRO, pemeriksaan dilakukan terhadap antara lain organisasi, operasional, pelaporan dan pemeliharaan dokumen. Dari hasil pemeriksaan kepatuhan terhadap 34 PE, 2 PE dikenakan sanksi penghentian sementara (suspensi) kegiatan usaha sebagai Perusahaan Efek, 12 PE diberikan teguran tertulis dan 20 PE masih dalam proses penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Disamping itu, pada periode yang sama, Bapepam-LK telah melakukan monitoring terhadap : - 14 Perusahaan Efek (PE), yang terdiri dari 10 Kantor Pusat PE Anggota Bursa dan 4 Kantor Cabang PE Anggota Bursa Biro Administrasi Efek (BAE) Bank Kustodian (BK). Monitoring dilakukan guna memastikan bahwa perbaikan-perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan berkesinambungan hingga saat ini. 3. Pengawasan Perdagangan Dalam rangka melaksanakan amanat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, Bapepam-LK secara rutin melakukan tugas pengawasan terhadap kegiatan pasar modal berupa pemantauan transaksi perdagangan saham harian terhadap 421 emiten dan 39 waran, serta perdagangan obligasi meliputi obligasi perusahaan (corporate bonds) sebanyak 287 seri dan Surat Berharga Negara sebanyak 95 seri disamping juga melakukan pengawasan terhadap perdagangan Kontrak Opsi Saham (KOS) dan Exchange Trade Funds (ETF). Selanjutnya Bapepam-LK juga telah melakukan penelaahan dan pemeriksaan teknis terhadap dugaan transaksi tidak wajar. Penelaahan dan pemeriksaan teknis dilakukan guna memperoleh petunjuk awal yang memadai sehingga dapat dilanjutkan pemeriksaan lebih lanjut sebagaimana dimaksud dalam pasal 100 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal. Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK telah menyelesaikan penelaahan dan pemeriksaan teknis terhadap indikasi perdagangan tidak wajar atas sejumlah kasus dengan rincian: Halaman 22

26 - 16 kasus dugaan pelanggaran pasal 91 dan 92 tentang perdagangan semu dan manipulasi pasar, dan - 2 kasus dugaan Penggunaan Informasi Orang Dalam Dari keselurahan kasus tersebut, 10 memiliki petunjuk awal yang kuat untuk ditindaklanjuti menjadi pemeriksaan oleh Biro Pemeriksaan dan Penyidikan, sementara 4 kasus lainnya tidak ditemukan petunjuk lebih awal untuk diteruskan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan. Adapaun saat ini, Bapepam-LK sedang melakukan penelaahan terhadap 4 kasus dugaan perdagangan tidak wajar. 4. Pengawasan Terhadap Manajer Investasi Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah mencabut 8 izin usaha Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Manajer Investasi karena tidak memenuhi ketentuan sebagai Manajer Investasi, yaitu: a. PT. Brahma Capital; b. PT. Danpac Asset Management; c. PT. Eurocapital Peregrine Securities; d. PT. TDM Aset Manajemen; e. PT. AmCapital Indonesia; f. PT. Synergy Asset Management; g. PT. Masindo Artha Securities; h. PT. Majapahit Securities Tbk. (d/h PT. Asia Kapitalindo Securities, Tbk.). 5. Pengawasan terhadap Reksa Dana dan Agen Penjual Efek Reksa Dana Pada tahun 2010, Bapepam-LK melakukan pemeriksaan terhadap 28 Manajer Investasi. Dari 28 Manajer Investasi yang dilakukan pemeriksaan kepatuhan, 6 Manajer Investasi diberikan sanksi pembatasan kegiatan usaha dan 3 Manajer Investasi dilimpahkan kepada Biro Pemeriksaan dan Penyidikan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena diduga melakukan tindakan pelanggaran atas ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (KYC) oleh Manajer Investasi. Pemeriksaan kepatuhan terhadap APERD pada tahun 2010 dilakukan terhadap 21 APERD pada 3 kantor pusat dan 81 kantor cabang APERD yang berada di 18 kota yaitu Jakarta, Palu, Balikpapan, Semarang, Solo, Denpasar, Surabaya, Makasar, Bandung, Palembang, Yogyakarta, Jambi, Manado, Lampung, Malang, Batam, Pekanbaru, dan Banjarmasin. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan dipenuhinya Peraturan Bapepam-LK serta memastikan kecukupan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh APERD baik di kantor pusat maupun di kantor cabang. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepatuhan, terdapat 2 APERD yang diberikan sanksi pembekuan kegiatan usaha, penutupan 1 kantor cabang sebagai penjual Reksa Dana, dan pemberian sanksi pembinaan. Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan kepatuhan terhadap 206 Reksa Dana termasuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas dan Reksa Dana Terproteksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan kepatuhan terhadap Reksa Dana, beberapa Manajer Investasi selaku pengelola Reksa Dana diberikan sanksi pembinaan berupa perintah untuk melakukan tindakan tertentu dalam rangka perbaikan pemenuhan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pemeriksaan kepatuhan terhadap Bank Kustodian selaku Bank Kustodian Reksa Dana dilakukan terhadap 1 Bank Kustodian. Selain itu Bapepam-LK juga melakukan pemeriksaan terhadap 2 Efek Beragun Aset (EBA) yang dilakukan terhadap pihakpihak seperti Manajer Investasi selaku pengelola EBA, Bank Kustodian selaku Halaman 23

27 administrator, dan servicer selaku pemberi jasa penagihan di 4 kantor cabang servicer. Dalam pemeriksaan EBA ditemukan beberapa hal yang harus dilakukan perbaikan secara administrasi oleh Manajer Investasi, Bank Kustodian, dan juga Servicer. V. PENEGAKAN HUKUM 1. Pemeriksaan dan Penyidikan Sampai dengan diterbitkannya siaran pers ini, Bapepam-LK telah melakukan Pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 100 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal atas 129 kasus dugaan pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal dan melakukan Penyidikan sebagaimana dimaksud dalam pasal 101 Undang-undang Pasar Modal terhadap 12 kasus dugaan tindak pidana di bidang Pasar Modal. Kasus-kasus dugaan pelanggaran Pasar Modal yang ditangani Bapepam-LK adalah kasus-kasus yang berkaitan dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik, perdagangan Efek, dan pengelolaan investasi. Kasus-kasus yang berkaitan dengan keterbukaan Emiten dan Perusahaan Publik antara lain dugaan pelanggaran atas ketentuan Transaksi yang mengandung Benturan Kepentingan, Transaksi Material, Keterbukaan Pemegang Saham Tertentu, Informasi atau Fakta Material Yang Harus Segera Diumumkan Kepada Publik, Penyajian Laporan Keuangan, Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum dan lain-lain. Kasus-kasus yang berkaitan dengan perdagangan Efek antara lain dugaan pelanggaran manipulasi pasar, perdagangan semu, dan perdagangan orang dalam. Kasus-kasus yang berkaitan dengan pengelolaan investasi antara lain pelanggaran perilaku oleh Manajer Investasi. Dari 129 kasus Pemeriksaan, 73 kasus telah selesai diproses dan sisanya masih dalam proses pengenaan sanksi maupun dalam proses pemeriksaan lanjutan. Selanjutnya, dari 73 kasus yang telah selesai diproses tersebut, 33 kasus telah dikenakan sanksi oleh Bapepam-LK dalam bentuk sanksi administratif dan atau perintah untuk melakukan tindakan tertentu kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran. Dalam rangka penegakan hukum, Bapepam-LK telah dan akan terus bekerjasama dengan aparat penegak hukum lainnya antara lain Kejaksaan Agung dan Kepolisian demi terciptanya kepastian hukum di bidang Pasar Modal. 2. Pengenaan Sanksi Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan upaya penegakan hukum, termasuk didalamnya menetapkan sanksi administratif kepada para pelaku pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Bentuk sanksi yang ditetapkan cukup beragam, yaitu pencabutan izin usaha, baik kepada institusi maupun kepada perorangan, pembekuan izin usaha, sanksi denda, serta peringatan tertulis. Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, Bapepam-LK selalu melakukan paparan publik (melalui press release) atas sanksi yang telah ditetapkan, khususnya terhadap kasus-kasus yang menjadi perhatian publik. Adapun secara ringkas penetapan sanksi yang dilakukan sepanjang tahun 2010 adalah sebagai berikut: a. Sanksi Denda, dengan nilai total sebesar Rp ,00 dijatuhkan kepada 420 Pihak: Emiten/PP dengan total denda sebesar Rp , Manajer Investasi dengan total denda sebesar Rp ,00 Halaman 24

28 - 64 Perusahaan Efek dengan total denda sebesar Rp ,00-2 Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Perantara Pedagang Efek dengan total denda sebesar Rp ,00-16 Perusahaan Efek yang melakukan kegiatan usaha sebagai Penjamin Emisi Efek dengan total denda sebesar Rp ,00-1 Perusahaan Pemeringkat Efek dengan total denda sebesar Rp ,00-1 Penerbit Efek Syariah dengan total denda sebesar Rp ,00-3 Bank Kustodian dengan total denda sebesar Rp ,00-5 Biro Administrasi Efek dengan total denda sebesar Rp ,00-1 Wakil Perantara Pedagang Efek dengan total denda sebesar Rp ,00-31 Akuntan Publik dengan total denda sebesar Rp ,00-24 Perusahaan Penilai dengan total denda sebesar Rp ,00 b. Pencabutan Izin Usaha dan Pencabutan Ijin Orang Perseorangan diberikan kepada 25 Pihak: - 2 Manajer Investasi - 1 Perantara Pedagang Efek - 1 Penjamin Emisi Efek - 13 Wakil Manajer Investasi - 4 Wakil Perantara Pedagang Efek - 4 Wakil Penjamin Emisi Efek c. Pembekuan Izin Orang Perseorangan kepada 3 Pihak: - 1 Wakil Manajer Investasi - 2 Wakil Perantara Pedagang Efek d. Peringatan Tertulis kepada 62 Pihak: - 11 Perusahaan Efek - 1 Direktur Manajer Investasi - 2 Wakil Perusahaan Efek - 47 Emiten dan Perusahaan Publik - 1 Akuntan Publik e. Larangan melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal kepada 2 Pihak: - 1 Komisaris Utama MI - 1 Waki Perusahaan Efek f. Perintah untuk membubarkan Reksa Dana yang dikelolannya,kepada 1 Pihak: - 1 Manajer Investasi. g. Perintah untuk menyelesaikan permasalahan dengan nasabah KPD, kepada 1 Pihak: - 1 Manajer Investasi h. Larangan menjadi Direktur dan/atau Komisaris pada Perusahaan yang melakukan kegiatan di bidang Pasar Modal, kepada 1 Pihak - 1 Orang i. Larangan untuk melakukan tindakan pengendalian Perusahaan Efek, kepada 1 Pihak: - 1 Pemegang Saham, 3. Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi Dengan mempertimbangkan reaksi positif dari masyarakat dan mengingat keberadaan Satuan Tugas Penanganan Dugaan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Halaman 25

29 Masyarakat dan Pengelolaan Investasi ( Satgas Waspada Investasi ) masih dibutuhkan pada tahun 2010 untuk menyelesaikan dan melanjutkan program-program yang telah ditetapkan, Satgas Waspada Investasi diperpanjang masa kerjanya berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam dan LK Nomor: Kep-328/BL/2010 tanggal 21 Juli Saat ini keanggotaan Satgas Waspada Investasi terdiri dari perwakilan pejabat/pegawai pada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri - Kementerian Perdagangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Negara Koperasi dan UKM. Satgas Waspada Investasi memiliki 2 program kerja yaitu Program Pencegahan dan Program Penanganan. Program Pencegahan dilakukan melalui sosialisasi yang berupa Public Expose, penayangan iklan layanan masyarakat, penyebaran brosur dan poster, serta menyelenggarakan seminar/workshop di kota besar mengenai tindakan melawan hukum di bidang penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi. Tujuan pokok dari kegiatan pencegahan adalah memberikan penjelasan kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat mengidentifikasi bentuk-bentuk penghimpunan dana dan pengelolaan investasi, baik yang legal maupun yang ilegal. Dengan demikian diharapkan akan timbul sikap kritis dan waspada pada masyarakat terhadap berbagai bentuk penawaran investasi. Penanganan atas kasus yang dilaporkan masyarakat diwujudkan dalam bentuk pertemuan antar instansi anggota Satgas Waspada Investasi untuk membahas kasuskasus yang masuk, tindakan pemeriksaan atau penyidikan kasus, serta pemeriksaa/investigasi bersama atas suatu dugaan pelanggaran. Selama tahun 2010, sampai dengan akhir tahun Satgas Waspada Investasi telah melaksanakan 4 kali seminar/sosialisasi Waspada Investasi di 4 kota besar di Indonesia. Untuk lebih menyebarluaskan keberadaan Satgas Waspada Investasi dan program-programnya, sosialisasi juga dilaksanakan melalui talkshow Radio, penayangan iklan layanan masyarakat terkait Waspada Investasi di media cetak dan elektronik, serta 5 kali pameran/sosialisasi waspada investasi di pusat perbelanjaan. Dalam bidang penanganan kasus, selama tahun 2010 Satgas Waspada Investasi telah menangani 30 pengaduan masyarakat yang masuk. VI. KAJIAN DAN SOSIALISASI KEBIJAKAN STRATEGIS 1. Studi tentang Kesiapan dan Kebutuhan Infrastruktur On-line Trading di Pasar Modal Indonesia Perkembangan teknologi informasi dan tuntutan pelayanan cepat dan efisien merupakan bagian tantangan yang mesti dihadapi pelaku Pasar Modal. Perdagangan Efek melalui jaringan internet atau media lain yang memungkinkan investor menyampaikan order secara langsung kepada intermediari (disebut online trading) merupakan salah satu cara menjawab tantangan tersebut. Praktik online trading merupakan sesuatu yang lazim yang dilaksanakan di luar negeri, dan mendapat perhatian dan dukungan dari IOSCO melalui beberapa rekomendasi yang diterbitkannya sejak tahun Dalam menghadapi ketatnya persaingan online trading lintas negara maka menuntut kesiapan pelaku dan regulator. Hal ini akan diikuti dengan upaya penyiapan infrastruktur yang dibutuhkan pelaku dalam penerapan online trading. Studi ini dilakukan untuk mendapatkan referensi dan Halaman 26

30 acuan yang komprehensif terkait penerapan online trading di Indonesia berupa kesiapan pelaku, praktik yang umum dilakukan, rekomendasi lembaga internasional, praktik dan pengaturan di luar negeri, hambatan yang dihadapi, dan kebutuhan infrastruktur sistem dan regulasi. 2. Studi Tentang Kajian Inisiatif Integrasi Pasar Sekunder Asean Integrasi Pasar Sekunder Asean melalui ACE (Asean Common Exchange) Linkage merupakan strategi kerangka aliansi Bursa Efek di negara-negara anggota ASEAN (Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Phillipina, dan Vietnam) untuk menyediakan gateway yang memungkinkan Perusahaan Efek anggota Bursa Efek dari negara ASEAN dapat melakukan akses ke Bursa Efek domestik melalui pengembangan sistem order routing. Kajian yang mendalam perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk mempersiapkan diri dalam rangka mewujudkan kerjasama bursa efek regional yang lebih baik bagi pengembangan pasar modal domestik di masa depan. Studi ini dimaksudkan untuk menganalisa manfaat dan biaya serta kesiapan inisitif ACE bagi perkembangan pasar modal Indonesia. Pada akhirnya pasar modal Indonesia diharapkan dapat menghadapi persaingan regional dan global serta memiliki peran yang sangat diperhitungkan baik secara regional maupun global. 3. Studi tentang Pola Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa Beberapa kasus yang terjadi dan juga perbedaan penafsiran atas beberapa ketentuan terkait dengan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa merupakan tantangan dan permasalahan yang berpotensi memberikan ketidakpastian hukum di Pasar Modal Indonesia. Tim reviu SRO yang terdiri dari Bapepam-LK dan SRO pada laporannya di tahun 2007 telah mengidentifikasikan kelemahan yang terjadi dalam proses penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa terutama dalam proses penanganan transaksi gagal bayar yang dilakukan oleh KPEI. Studi ini dimaksudkan untuk mengkaji ulang peraturan terkait dengan praktik penjaminan Transaksi Bursa yaitu Peraturan Bapepam-LK Nomor: III.B.6 tentang Penjaminan Penyelesaian Transaksi Bursa dan Peraturan Nomor: III.B.7 tentang Dana Jaminan jika dibandingkan dengan praktik penjaminan saat ini dan untuk mendapatkan referensi yang komprehensif terkait pola penjaminan dan penanganan kegagalan penyelesaian Transaksi Bursa berupa rekomendasi lembaga internasional dan praktik di luar negeri. Hasil studi ini akan dijadikan sebagai salah satu acuan dan referensi dalam melakukan perubahan kedua peraturan Bapepam-LK di atas. 4. Koordinasi Pengembangan Pasar Sekunder Surat Berharga Negara (SBN) Dalam melakukan pengembangan pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN) Bapepam-LK perlu melakukan koordinasi dan pembahasan penyusunan kebijakan dengan semua pihak terkait khususnya BEI sehingga pengembangan pasar SBN dapat dilaksanakan secara komprehensif dan terkoordinasi. Koordinasi ini diharapkan dapat meningkatkan efektifitas pengaturan dan pengawasan perdagangan SBN. Pada tahun 2010, koordinasi pengembangan pasar SBN difokuskan pada upaya untuk mencapai efektifitas pengaturan dan pengawasan perdagangan SBN berupa pengembangan sistem pelaporan, perdagangan/kuotasi SBN melalui Centralized Trading Platform (CTP), pemantauan efektifitas implementasi peraturan X.M.3, dan pembahasan Global Master Repo Agreement (GMRA). Hasil koordinasi dan pembahasan dituangkan dalam satu bentuk Laporan Hasil Koordinasi Pengembangan Pasar Sekunder SBN yang disusun oleh Tim yang dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Bapepam-LK. Halaman 27

31 5. Koordinasi Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal Dalam rangka menindaklanjuti hasil review terhadap SRO yang dilakukan Bapepam-LK tahun 2007, dan dalam rangka meningkatkan efektifitas pengawasan Bapepam-LK dan SROs sejak tahun 2009 telah dicanangkan pengembangan infrastruktur Pasar Modal dari segala dimensi yang terkait dengan pasar sekunder. Pengembangan dilaksanakan oleh satu Tim dibawah koordinasi Bapepam-LK yaitu Tim Pengembangan Infrastruktur Pasar Modal. Terdapat 3 kegiatan utama dan 9 proyek penunjang dalam rangka pengembangan infrastruktur Pasar Modal. Proyek utama terdiri dari pengembangan Identitas Tunggal Pemodal (Single Investor Identity/SID), pengembangan Straight Through Processing (STP), dan pengembangan Data dan Informasi Warehouse. Sedangkan proyek penunjang merupakan kegiatan yang langsung terkait dan menjadi prasyarat suksesnya kegiatan utama di atas antara lain pelaporan Delivery Free of Payment (DFoP), kajian partisipasi kliring dan penjaminan dengan skema baru, pembentukan dana perlindungan pemodal, pelaporan MKBD dan penyusunan Pedoman Akuntasi Perusahaan Efek (PAPE). Pada tahun 2010 terdapat beberapa kegiatan penunjang yang sudah diimplementasikan antara lain analisis dormant account, pemberian fasilitas intraday dalam penyelesaian Transaksi Bursa oleh KPEI, dan pengembangan investor Area (AKSes). Disamping itu terdapat beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2010 namun berkelanjutan pada tahun Kegiatan pengembangan ini akan terus berlangsung sampai dengan tahun Studi tentang Biaya dan Komisi Reksa Dana Dalam menjalankan aktivitasnya mengelola portofolio investasi para Pemegang Unit Penyertaan, Manajer Investasi memerlukan berbagai biaya operasional serta mengenakan biaya dan komisi tertentu kepada pemodal. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai praktik pengungkapan dan pengenaan biaya dan komisi Reksa Dana di pasar modal Indonesia yang ada saat ini. Selain itu, studi ini menghimpun pandangan pemodal Reksa Dana dan Manajer Investasi mengenai biaya dan komisi Reksa Dana. Regulasi yang dikeluarkan oleh negaranegara lain juga dibahas untuk dapat dibandingkan dengan praktik yang berlaku di Indonesia. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk penyempurnaan peraturan yang ada saat ini dalam rangka memperkuat industri Reksa Dana serta memastikan perlindungan terhadap pemodal Reksa Dana di pasar modal Indonesia. 7. Studi tentang Biaya Pemenuhan Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal Indonesia Pemodal wajib dilindungi dari kecurangan dan tindak pidana pasar modal serta mendapat jaminan atas penyampaian informasi material dan tepat waktu. Salah satu upaya perlindungan adalah melalui kewajiban pemenuhan prinsip keterbukaan. Khusus untuk Emiten dan Perusahaan Publik, kewajiban pemenuhan prinsip keterbukaan tersebut akan berlangsung selama perusahaan tersebut menggunakan dana masyarakat baik itu melalui penjualan bersifat ekuitas maupun utang. Kewajiban pemenuhan prinsip keterbukaan tersebut tentunya akan menimbulkan beban biaya bagi Emiten atau Perusahaan Publik. Idealnya beban biaya yang harus ditanggung ini harus dipertimbangkan secara matang oleh Emiten dan Perusahaan Publik sebelum perusahaan tersebut mempertimbangkan untuk melakukan penawaran umum dan juga menjadi pertimbangan bagi regulator sebelum mengeluarkan suatu peraturan sehingga ada keseimbangan antara manfaat yang diperoleh bagi dan biaya yang harus ditanggung oleh industri secara keselurahan. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi keterbukaan informasi apa saja Halaman 28

32 yang harus ditanggung oleh Emiten dan Perusahaan Publik serta menghitung besarnya biaya yang harus ditanggung dalam rangka pemenuhan kewajiban keterbukaan informasi tersebut. 8. Studi tentang Peran Regulator dan Pihak Terkait dalam Mendorong Perusahaan Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Pasar Modal Indonesia Studi ini bertujuan untuk menyusun database perusahaan yang berpotensi melakukan IPO serta menetapkan skema sosialisasi bagi perusahaan yang berpotensi IPO. Dalam studi ini, selain studi kepustakaan, juga dilakukan studi lapangan dengan melakukan wawancara dan diskusi intensif dengan narasumber dan beberapa pihak terkait serta melakukan penyebaran kuesioner. Adapun responden penelitian ini adalah Perseroan Terbatas (PT) yang belum melakukan Initial Public Offering (IPO) atau belum masuk pasar modal Indonesia. Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan Bapepam-LK dalam membuat kebijakan pengembangan pasar modal Indonesia. 9. Studi tentang Potensi Perusahaan Modal Ventura sebagai Alternatif Investasi Studi ini bertujuan untuk memetakan karakteristik Modal Ventura Indonesia sebagai sumber pembiayaan ekonomi dan melakukan kajian terhadap aspek potensi Perusahaan Modal Ventura sebagai alternatif tujuan investasi dalam Lembaga Keuangan Indonesia. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan informasi aspek-aspek pendukung yang mempengaruhi keputusan investasi guna pengembangan Perusahaan Modal Ventura baik dari sisi internal maupun sisi eksternal. 10. Studi tentang Potensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai Penyelenggara Dana Pensiun Lembaga Keuangan Studi ini dilakukan untuk mengetahui potensi Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk bertindak sebagai pendiri Dana Pensiun, khususnya Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Selanjutnya, studi ini juga menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat BPD untuk menggunakan pengalaman mereka sebagai pengelola Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan keahlian mereka dalam mengelola keuangan. Hasil studi ini diharapkan dapat berkontribusi untuk mengembangkan industri Dana Pensiun di Indonesia. 11. Kajian Standar Akuntansi Internasional Program Konvergensi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) ke International Financial Reporting Standards (IFRS) telah menjadi program nasional, dan ditargetkan bahwa program tersebut akan tercapai pada tahun Sebagai regulator di bidang Pasar Modal dan industri keuangan non bank, Bapepam-LK secara aktif turut mendukung upaya pencapaian target tersebut baik secara langsung dan tidak langsung. Salah satu hal yang dilakukan Bapepam-LK adalah melakukan kajian terhadap standar akuntansi internasional yang dijadikan dasar dalam menyusun PSAK revisi, yaitu International Accounting Standards (IAS) dan IFRS. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya Bapepam-LK juga telah melakukan kajian serupa, dan hasilnya menjadi kontribusi dalam merevisi PSAK 1 tentang Penyajian Laporan Keuangan, PSAK 22 tentang Kombinasi Bisnis dan PSAK 53 tentang Pembayaran Berbasis Saham. Untuk tahun 2010 ini Bapepam- LK melakukan kajian terhadap IAS 33 tentang Earning per Share. Hasil kajian dimaksud nantinya diharapkan dapat digunakan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia sebagai bahan untuk merevisi PSAK 56 tentang Laba Per Saham. Selanjutnya, hasil PSAK 56 revisi tersebut Halaman 29

33 akan dijadikan acuan dalam merevisi peraturan Bapepam-LK terkait, antara lain Peraturan No. VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan. 12. Penyusunan Buletin Akuntansi Staf (BAS) BAS merupakan interpretasi dan praktik terhadap suatu ketentuan di bidang akuntansi dan auditing yang dilaksanakan oleh staf di biro teknis dan Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan dalam melaksanakan tugasnya. Pada tahun 2010 dilakukan penyusunan 2 BAS yaitu BAS 12 dan BAS 13. BAS 12 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi oleh Emiten atas transaksi akuisisi suatu entitas yang merupakan entitas sepengendali dari pembeli siaga dalam penawaran umum terbatas yang dilakukan oleh Emiten tersebut. Sedangkan BAS 13 menyajikan pandangan staf mengenai perlakuan akuntansi atas menara telekomunikasi, apakah diperlakukan sebagai aset tetap atau properti investasi. 13. Sosialisasi Konvergensi PSAK ke IFRS Dalam rangka mendukung program konvergensi PSAK ke IFRS, salah satu hal yang penting dilakukan adalah sosialisasi dari standar akuntansi yang telah berbasis IFRS kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan utama dari sosialisasi ini adalah memberikan kesadaran dan pemahaman kepada peserta bahwa terdapat perubahan atas sejumlah standar akuntansi yang akan berlaku efektif per 1 Januari Sampai dengan akhir tahun 2010 Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) telah menerbitkan 16 PSAK dan 7 Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang akan berlaku efektif per 1 Januari 2010 serta beberapa standar akuntansi lainnya yang akan berlaku efektif per 1 Januari Kegiatan sosialisasi tersebut dilaksanakan bekerjasama dengan SRO dan asosiasi industri. Adapun peserta yang menjadi target dari sosialisasi ini adalah perusahaan yang berada dalam ruang lingkup pengawasan Bapepam-LK, yang meliputi Emiten, Perusahaan Publik, Perusahaan Efek, Manajer Investasi, Perusahaan Pembiayaan dan Penjaminan, Perusahaan Perasuransian dan Dana Pensiun. Di samping itu sosialisasi juga diberikan kepada pegawai Bapepam-LK dan SRO sebagai regulator yang mengawasi kepatuhan perusahaan dalam menyusun laporan keuangannya. Selama bulan Juli sampai dengan November 2010 telah dilaksanakan sebanyak 9 kali sosialisasi yaitu untuk Perusahaan Efek, Manajer Investasi dan Bank Kustodian, pegawai Bapepam-LK serta SRO, Emiten dan Perusahaan Publik, Perusahaan Pembiayaan dan Penjaminan, Perusahaan Perasuransian, dan Dana Pensiun. Program ini direncanakan akan berkelanjutan di tahun 2011, dengan materi sosialisasi berupa standar akuntansi yang akan berlaku efektif per 1 Januari Kajian Revisi Peraturan VIII.G.7 Peraturan Nomor VIII.G.7 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep- 06/PM/2000 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan (VIII.G.7) yang dikeluarkan pada tanggal 13 Maret 2000 merupakan pedoman penyajian laporan keuangan bagi Emiten dan Perusahaan Publik. Dalam perkembangannya, selama kurun waktu telah banyak dilakukan revisi atas PSAK dan ISAK yang disesuaikan dengan standar akuntansi internasional, yaitu IAS/IFRS. Revisi atas PSAK yang paling signifikan dilakukan selama tahun 2009 dan 2010, sejalan dengan target pencapaian konvergensi di tahun Halaman 30

34 Dengan adanya revisi atas PSAK dan ISAK menjadikan beberapa bagian dari peraturan VIII.G.7 tidak relevan lagi dengan perkembangan standar yang ada. Untuk itu perlu dilakukan kajian untuk melihat sejauh mana pengaruh dari perubahan standar akuntansi dimaksud terhadap peraturan VIII.G.7. Adapun fokus kajian pada tahun 2010 adalah untuk memetakan perubahan PSAK dan ISAK yang telah diterbitkan dan membandingkannya dengan peraturan VIII.G.7. Hasil kajian diharapkan akan mempermudah dalam proses revisi peraturan VIII.G.7 yang direncanakan di tahun Penyusunan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) Penyusunan Pedoman Akuntansi Perusahaan Efek (PAPE) merupakan kegiatan pendukung Strategic Management Office (SMO) Bapepam-LK mengenai pengembangan infrastruktur Pasar Modal. Penyusunan dilatarbelakangi oleh adanya keberagaman pencatatan transaksi yang terkait dengan kegiatan yang dilakukan oleh Perusahaan Efek baik sebagai Penjamin Emisi Efek, Perantara Pedagang Efek maupun sebagai Manajer Investasi sehingga laporan keuangan Perusahaan Efek akan sulit diperbandingkan satu sama lain. Sejalan dengan program konvergensi PSAK ke IFRS, telah banyak standar akuntansi yang telah mengalami perubahan sesuai dengan perkembangan standar akuntansi internasional. Hal yang paling berpengaruh terhadap Perusahaan Efek adalah diterbitkannya PSAK 50 dan PSAK 55 yang mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapan terkait instrumen keuangan. Selain itu pencabutan beberapa PSAK berbasis industri seperti PSAK 42 tentang Akuntansi Perusahaan Efek yang selama ini dijadikan pedoman bagi Perusahaan Efek menyebabkan keberadaan PAPE semakin penting sebagai acuan. Kegiatan penyusunan PAPE dilakukan dengan membentuk tim yang anggotanya berasal dari Bapepam-LK, SRO serta IAI. Dalam penyusunan PAPE ini Tim dibantu oleh konsultan yang ditunjuk yaitu Kantor Akuntan Publik Osman Bing Satrio & Rekan. Sampai dengan akhir 2010 telah disusun draft PAPE, dan diharapkan draft ini akan diterbitkan sebagai peraturan pada tahun Partisipasi Bapepam-LK dalam Forum Financial Sector Assessment Program (FSAP) Financial Sector Assessment Program (FSAP) merupakan joint program antara International Monetary Fund (IMF) dan World Bank. FSAP digunakan sebagai diagnostic test untuk memetakan kondisi sistem keuangan suatu negara dan infrastrukturnya serta mengidentifikasi daya tahan/kerentanan sistem keuangan. FSAP merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh Indonesia sesuai dengan hasil G-20 Leaders Summit di Washington DC tanggal 15 November FSAP di Indonesia dilaksanakan berdasarkan permintaan dari Pemerintah Indonesia melalui surat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia kepada IMF dan World Bank pada tanggal 23 Desember Dengan pelaksanaan FSAP diharapkan dapat disusun rekomendasi sebagai dasar melakukan reformasi sektor keuangan dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Dalam rangka pelaksanaan FSAP telah dibentuk Tim Pendukung Pelaksanaan FSAP melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia Nomor 110/KMK.01/2009 dan Nomor 11/18/KEP.GBI/2009 sebagaimana telah diperpanjang dengan SKB Nomor 73/KMK.01/2010 dan Nomor 12/9A/KEP.GBI/2010. Mengingat bahwa sebagian besar ruang lingkup FSAP di Kementerian Keuangan terkait dengan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non Halaman 31

35 Bank, maka Bapepam-LK ditunjuk sebagai koordinator Tim FSAP Kementerian Keuangan. Ruang lingkup FSAP yang dilakukan di Kementerian Keuangan terdiri dari: 1. Formal Assessment: a. International Organization of Securities Commissions Objectives and Principles of Securities Regulation (IOSCO), including government bond b. Core Principles for Systematically Important Payment Systems for Securities Settlement Systems (CPSS-IOSCO) 2. Update: a. ROSC on Accounting and Auditing (AA) b. ROSC on Corporate Governance (CG) 3. Informal Assessment: a. IAIS Insurance Principles Dalam pelaksanaan FSAP di Kementerian Keuangan, Tim FSAP telah melakukan self assessment atas materi yang dicakup dalam ruang lingkup di atas. Di samping itu, untuk memberikan penjelasan tentang pelaksanaan FSAP secara umum dan kemungkinan keterlibatan mereka dalam pelaksanaannya, Tim juga telah melakukan sosialisasi kepada pihak-pihak terkait seperti Emiten, SRO, Perusahaan Efek, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pembiayaan, Manajer Investasi, Reksa Dana, Akuntan Publik, Konsultan Hukum, asosiasi terkait dan regulator. Selama tahun , pihak assessor telah melakukan beberapa kunjungan ke Indonesia untuk melakukan assessment dan mengadakan pertemuan baik dengan regulator maupun dengan pelaku pasar yang difasilitasi oleh Bapepam-LK. Sampai dengan akhir 2010, Tim FSAP World Bank telah mengirimkan beberapa draft reports terkait dengan hasil assessment yang dilakukannya, dan Tim FSAP telah memberikan tanggapan terhadap beberapa draft dimaksud. Adapun hasil FSAP yang telah dipublikasikan adalah summary hasil FSAP yang disusun IMF dalam bentuk Financial System Stability Assessment (FSSA) dan telah dibahas dalam IMF Board Meeting, yang dipublikasikan pada bulan September Sedangkan final report untuk ROSC CG telah dipublikasikan pada bulan Desember Analisis Pelaksanaan Tata Kelola yang Baik bagi Emiten dan Perusahaan Publik Kegiatan analisis pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik bagi Emiten dan Perusahaan Publik dilakukan dalam rangka memperoleh gambaran mengenai sejauh mana Emiten dan Perusahaan Publik telah menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dalam pengelolaan perusahaan. Data yang digunakan bersumber dari Laporan Tahunan 2009 dengan menitikberatkan pada aspek-aspek yang dipersyaratkan dalam Peraturan No. X.K.6, seperti jumlah Dewan Komisaris, Komisaris Independen, Dewan Direksi, jumlah rapat dan frekuensi kehadiran Komisaris, jumlah rapat dan frekuensi kehadiran Dewan Direksi, Komite Audit dan komite lainnya, pengungkapan Komite Audit yang merupakan Komisaris Independen, Unit Internal Audit, struktur pemegang saham perseroan, serta keterbukaan informasi mengenai remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi. 18. Kajian Lanjutan Praktik Backdoor Listing 2010 Dalam Kajian ini dilakukan analisa terhadap Emiten yang melakukan praktik backdoor listing melalui RTO (Reverse Takeover) dengan pemenuhan kriteria berdasarkan referensi dari beberapa negara. Berdasarkan pengujian kriteria Halaman 32

36 tersebut maka praktik backdoor listing melalui RTO telah dilakukan di Pasar Modal Indonesia. Praktik backdoor listing dilakukan melalui serangkaian aksi perusahaan seperti HMETD, Penggabungan dan Restrukturisasi utang. Selanjutnya, kajian ini merekomendasikan perlunya penyusunan peraturan khusus tentang backdoor listing melalui RTO dengan fokus pada kriteria sebagai kategori backdoor listing melalui RTO, penentuan besaran kriteria dan keterbukaan informasi disesuaikan dengan keterbukaan perusahaan yang melakukan IPO. 19. Penyusunan Draft Peraturan Kepemilikan Saham oleh Karyawan Penyusunan Draft Peraturan Kepemilikan Saham oleh Karyawan yang dilakukan tahun 2010 merupakan tindak lanjut dari Penyempurnaan draft tahun 2006 dengan dukungan Kajian 2009 mengenai Program Kepemilikan Saham oleh Karyawan. Penyempurnaan draft tersebut dilengkapi dengan naskah akademik dengan fokus pengaturan antara lain adalah pembatasan perusahaan yang eligible, perlunya pengajuan Pernyataan Penerbitan Program yang ditekankan pada aspek keterbukaan informasi. 20. Kajian Tentang Perilaku Perusahaan Efek yang Menjalankan Kegiatan Sebagai Perantara Pedagang Efek Kegiatan ini dilakukan untuk menganalisis penerapan Code of Conduct Perusahaan Efek mengacu kepada ketentuan International Organization of Securities Commissions (IOSCO), prinsip Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Code dari The Financial Markets Association ACI Code of Conduct, serta ketentuan dari negara lain dan pengaturan berdasarkan Undang-Undang Perseroan Terbatas (UUPT). Dari kajian yang dilakukan diketahui bahwa: Prinsip IOSCO dan OECD telah diimplementasikan atau direfleksikan di peraturan Bapepam-LK, Pengaturan dan tanggung jawab Direksi dan Dewan Komisaris telah mengacu UUPT dan implementasi kode etik yang masih bersifat umum. Kajian merekomendasikan bahwa guna meningkatkan integritas pasar maka perlu diatur secara khusus perilaku Direksi dan Dewan Komisaris untuk meminimalkan penyalahgunaan kewenangan, penyempurnaan kode etik Perusahaan Efek dan Wakil Perusahaan Efek sebagai Perantara Pedagang Efek serta perlunya Pendidikan berkelanjutan bagi Direksi dan Dewan Komisaris. 21. Kajian Penyusunan Parameter untuk Mengevaluasi Kegiatan Manajer Investasi (MI) dalam Mengelola Nasabah Kajian ini dilakukan dengan menggunakan parameter yang berkaitan dengan pemenuhan persyaratan perusahaan dalam melakukan kegiatan sebagai Manajer Investasi untuk mengevaluasi kegiatan MI dalam mengelola dana nasabah. Metode yang dilakukan dalam kajian ini adalah dengan mengambil data hasil assessment kegiatan Manajer Investasi oleh Tim Pemeriksa Biro Teknis. Kajian merekomendasi perlunya penerapan peraturan yang berkaitan dengan fungsi-fungsi di perusahaan MI disesuaikan dengan kondisi perusahaan. Selanjutnya perlu adanya kajian lebih lanjut untuk menentukan pemenuhan kriteria parameter yang lebih tepat sejalan dengan perkembangan perusahaan baik dari segi dana pengelolaan maupun bisnis conduct-nya. Halaman 33

37 VII. PELAKSANAAN REFORMASI BIROKRASI DI BAPEPAM-LK Pelaksanaan kegiatan reformasi birokrasi di lingkungan Bapepam-LK tidak terlepas dari program reformasi birokrasi Kementerian Keuangan yang diprioritaskan pada penyempurnaan proses bisnis dan peningkatan manajemen sumber daya manusia. Melalui reformasi birokrasi, diharapkan Bapepam-LK mampu menciptakan aparatur negara yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab serta menjadi regulator yang profesional, efektif dan efisien, sehingga dapat memberikan pelayanan publik yang prima Adapun kegiatan reformasi birokrasi Bapepam-LK sepanjang periode 1 januari 2010 sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut : 1. Penyempurnaan Proses Bisnis Penyempurnaan proses bisnis difokuskan dan diarahkan pada upaya meningkatkan layanan publik. Bapepam-LK berusaha mengubah citra dari proses yang cenderung kurang memberi kepastian menuju proses yang pasti pada setiap tahapannya, sehingga publik mendapat kepastian mengenai waktu, persyaratan administrasi, dan biaya (jika ada). Sebagai organisasi yang pro publik, maka penyempurnaan proses bisnis di Bapepam-LK diarahkan untuk menghasilkan proses bisnis yang akuntabel dan transparan, serta mempunyai kinerja yang cepat dan ringkas. Untuk itu, Bapepam- LK senantiasa menyempurnakan Standard Operating Procedures (SOP) yang dapat menggambarkan setiap jenis keluaran pekerjaan secara komprehensif, melakukan analisis dan evaluasi jabatan pelaksana untuk memperoleh gambaran rinci mengenai tugas yang dilakukan oleh setiap jabatan pelaksana, serta melakukan analisis beban kerja untuk dapat memperoleh informasi mengenai waktu dan jumlah pejabat yang dibutuhkan untuk melaksanakan suatu pekerjaan. a. Penyempurnaan Standard Operating Procedures (SOP) Untuk menunjang pelaksanaan tugas secara efisien, efektif, transparan dan akuntabel, serta menindaklanjuti hasil penelaahan dan penilaian internal atas SOP, serta memperhatikan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.01/2008 tanggal 11 Juli 2008 tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Keuangan, Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP- 71/BL/2007 tanggal 30 April 2007 tentang SOP di lingkungan Bapepam-LK dan telah disempurnakan dengan Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP- 10/BL/2010 tanggal 13 Januari 2010, maka Bapepam-LK sebagai organisasi yang melayani publik senantiasa perlu melakukan penyempurnaan SOP yang ada. Adapun seluruh SOP yang disempurnakan secara garis besar berjumlah sebagai berikut: Penyempurnaan SOP No. Unit Revisi Usulan Baru Jumlah 1. Sekretariat Badan = 16 SOP 6 SOP 22 SOP 2. Biro Pengelolaan Investasi = 2 SOP - 2 SOP 3. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa = - 1 SOP 1 SOP 4. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil = - 1 SOP 1 SOP 5. Biro Standar Akuntasi dan = - 5 SOP 5 SOP Halaman 34

38 Keterbukaan 6. Biro Kepatuhan Internal. = - 2 SOP 2 SOP Total = 18 SOP 15 SOP 33 SOP Selanjutnya melalui persetujuan Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan, maka penyempurnaan SOP di lingkungan Bapepam-LK tersebut di atas akan ditetapkan dengan keputusan Ketua Bapepam-LK. b. Analisis dan Evaluasi Jabatan Fungsional Pelaksana Berdasarkan Surat Kepala Biro Organisasi dan Ketatalaksanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan Nomor SR-34/SJ.2/2010 tanggal 22 September 2010 perihal Inventarisasi Jabatan Pelaksana, maka diminta kepada seluruh unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan agar mengevaluasi dan menyampaikan kembali inventarisasi jabatan pelaksana yang telah disusun pada tahun 2009 untuk disesuaikan dengan format yang telah disepakati. Selanjutnya Bapepam-LK telah melakukan penyesuaian terhadap Konsep jabatan fungsional pelaksana terutama dimaksud terhadap nama nomenklatur Jabatan Pelaksana. Konsep jabatan fungsional pelaksana di lingkungan Bapepam-LK yang telah disempurnakan telah disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan melalui surat Sekretaris Badan Nomor: S-418/BL.01/2010 tanggal 24 November c. Pengukuran Beban Kerja Kegiatan Analisis Beban Kerja (ABK) pada tahun 2010 di Bapepam-LK merupakan kegiatan analisis lanjutan sebagaimana diamanatkan dalam Bab IV Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.01/2006 yang secara garis besar tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ABK dimulai dari pengumpulan data pada periode bulan Maret sampai dengan Juli Selanjutnya data beban kerja diolah menggunakan formulir berdasarkan ketentuan PMK tersebut dan hasilnya telah dipresentasikan di hadapan Forum Komunikasi Reformasi Birokrasi (FKRB) pada tanggal 28 September Pembahasan draft final laporan hasil ABK Bapepam-LK tahun 2010 yang melibatkan perwakilan analis ABK masingmasing unit eselon II di lingkungan Bapepam-LK telah dilaksanakan pada 26 November Dari hasil pengolahan data beban kerja dihasilkan besaran beban kerja, besaran efektivitas dan efisiensi unit, prestasi unit dan kebutuhan pegawai, sebagai berikut : 1). Total beban kerja Bapepam-LK selama tahun 2009 adalah 1,284, jam. Beban kerja tersebut di hitung berdasarkan jumlah pegawai yang aktif. Hasil pengolahan beban kerja Bapepam-LK secara umum menunjukkan prestasi unit yang sangat baik (A) dengan efisiensi dan efektifitas kerja unit sebesar 1,06. 2). Total kebutuhan pegawai Bapepam-LK berdasarkan beban kerja tahun 2009 adalah sebanyak 847 orang, sementara jumlah pegawai yang ada sebanyak 786 orang. Dengan demikian, terdapat kekurangan pegawai Bapepam-LK, berdasarkan ABK sebanyak 61 orang. 3). Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan dan kenaikan beban kerja adalah volume kerja dan perubahan organisasi disamping adanya Halaman 35

39 perubahan standar norma waktu sebagai akibat perbaikan proses bisnis yang terus berjalan seiring dengan Reformasi Birokrasi di lingkungan Kementerian Keuangan, termasuk Bapepam-LK. VIII. PASAR MODAL SYARIAH 1. Implementasi kebijakan Pengembangan Pasar Modal Syariah Dalam rangka pengembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia dan untuk lebih mendorong akselerasi pertumbuhan industri Pasar Modal Syariah di Indonesia, kegiatan pengembangan Pasar Modal Syariah pada tahun 2010 difokuskan pada tiga hal utama yaitu Pengembangan Kerangka Hukum Penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal, Pengembangan Produk Syariah, dan Sosialisasi tentang Prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal. a. Pengembangan Kerangka Hukum Penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal Dalam rangka pengembangan kerangka hukum Pasar Modal Syariah, Bapepam-LK secara berkelanjutan melakukan pemantauan terhadap implementasi peraturan terkait dengan penerapan prinsip syariah di Pasar Modal. Bapepam-LK saat ini sedang melakukan revisi Peraturan Nomor IX.A.13 yang bertujuan untuk menyederhanakan peraturan berdasarkan Efek yang diterbitkan melalui Pasar Modal. Revisi dilakukan dengan membagi (split) Peraturan Nomor IX.A.13 tentang Penerbitan Efek Syariah menjadi 5 (lima) peraturan baru. Selain itu, Bapepam-LK juga sedang menyusun Master Plan Pengembangan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Non Bank ( ) termasuk didalamnya Penyusunan Strategi Pengembangan Pasar Modal Syariah. Penyusunan tersebut bertujuan untuk memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan Pasar Modal Syariah di Indonesia sehingga dapat mendorong akselerasi pertumbuhan industri Pasar Modal Syariah di Indonesia dan menjadi panduan untuk menjamin terlaksananya kebijakan yang telah ditetapkan secara tepat waktu, tepat sasaran, efisien dan efektif. b. Pengembangan Produk Syariah di Pasar Modal Sebagai salah satu implementasi upaya strategi pengembangan produk berbasis syariah di Pasar Modal, Bapepam-LK pada tahun 2010 telah menerbitkan Daftar Efek Syariah (DES) periodik sebanyak 2 kali yaitu melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP-208/BL/2010 pada tanggal 27 Mei 2010 dan melalui Surat Keputusan Ketua Bapepam-LK Nomor KEP 523/BL/2010 tanggal 29 November Efek yang termasuk dalam DES periodik terakhir terdiri dari 11 SBSN, 31 Sukuk, 49 Reksa Dana dan 221 saham yang termasuk dalam kategori Efek Syariah. Disamping penerbitan DES periodik tersebut, Bapepam-LK juga secara berkelanjutan menerbitkan DES insidentil terkait dengan Emiten yang melakukan Penawaran Umum Saham. Penerbitan DES insidentil ini bertujuan untuk memberikan kesempatan yang sama bagi Reksa Dana Syariah dan investor lainnya yang memilih produk syariah untuk melakukan pemesanan Efek tersebut pada masa penawaran pasar perdana. Selain penerbitan Daftar Efek Syariah (DES), saat ini Bapepam-LK telah menyelesaikan kajian pengembangan produk terkait Sekuritisasi Aset yaitu Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK-EBA Syariah). Halaman 36

40 Kajian ini bertujuan untuk mengkaji tentang penerapan aspek syariah yang menyangkut pengaturan, pengawasan, mekanisme dan struktur sekuritisasi aset serta kemungkinan penerbitannya di Pasar Modal Indonesia. Hasil kajian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi regulator dalam rangka menyusun kebijakan terkait dengan pengembangan produk syariah di bidang Pasar Modal khususnya menyangkut Sekuritisasi Aset Syariah (EBA Syariah) sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif pembiayaan bagi perusahaan dan sarana investasi bagi investor di Pasar Modal. Bapepam-LK juga telah menyelesaikan kajian Pasar Sekunder untuk Efek Syariah di Pasar Modal. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme perdagangan Efek Syariah di Pasar Modal yang sesuai dengan prinsip syariah. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi masukan kepada pimpinan Bapepam-LK dalam rangka melakukan pengaturan mekanisme perdagangan Efek Syariah di Pasar Modal. c. Sosialisasi Penerapan Prinsip-prinsip Syariah di Pasar Modal Sosialisasi penerapan prinsip-prinsip syariah di Pasar Modal merupakan program berkelanjutan yang dilakukan oleh Bapepam-LK dalam rangka akselerasi pengembangan Pasar Modal Syariah. Program tersebut diselenggarakan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait baik internal Bapepam-LK maupun pihak eksternal. Program Sosialisasi yang telah dilaksanakan selama Tahun 2010 antara lain sebagai berikut: 1). Melakukan kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dalam rangka pengembangan Pasar Modal Syariah dengan mengadakan Seminar Pasar Modal Syariah Potensi Pengembangan Sukuk Korporasi di Indonesia pada tanggal 6 Juli 2010; 2). Kegiatan sosialisasi ke masyarakat khususnya terkait Reksa Dana Syariah yang diadakan di Banjarmasin, Solo, Batam, Surabaya dan Manado; 3). Diskusi Terbatas dengan Manajer Investasi dan Penjamin Emisi Efek; 4). Kegiatan sosialisasi kepada civitas akademika (kampus) baik yang diadakan di Bapepam-LK maupun melalui kunjungan langsung ke kampuskampus di daerah antara lain Yogjakarta, Purwokerto, Semarang, Gresik dan Bandung; 5). Sosialisasi melalui kegiatan acara pameran Investor Summit yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia pada tanggal November 2010; dan 6). Melakukan kerjasama dengan Bursa Efek Indonesia dalam rangka pengembangan Pasar Modal Syariah dengan mengadakan Edukasi dan Sosialisasi Pasar Modal Syariah yang diselenggarakan di Jakarta, Makassar dan Yogyakarta pada bulan Desember Perkembangan Produk Syariah di Pasar Modal Selama tahun 2010 terdapat 3 sukuk yang diterbitkan oleh 2 Emiten yang memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK dengan total nilai emisi dari penerbitan sukuk tersebut sebesar Rp 700,00 miliar. Secara kumulatif, sampai dengan Desember 2010 jumlah sukuk yang telah diterbitkan mencapai 46 sukuk, meningkat sebesar 6,98 % dibanding akhir tahun 2009 yang mencapai 43 sukuk. Sementara total nilai emisi sukuk mencapai Rp 7,71 triliun pada Desember 2010, meningkat 9,98 % dibanding akhir tahun 2009 yang mencapai Rp 7,01 triliun. Selanjutnya, jumlah sukuk yang masih beredar (outstanding) sampai dengan 29 Desember 2010 mencapai 31 sukuk dengan nilai Rp 6,01 triliun. Proporsi jumlah Halaman 37

41 sukuk mencapai 14,83% dari total Jumlah Efek bersifat utang yang beredar, hal ini meningkat jika dibandingkan dengan akhir tahun 2009 yang baru mencapai 12,12%. Namun dari sisi nilai, proporsi sukuk dari total Efek bersifat utang yang beredar tidak mengalami perubahan yaitu sebesar 3%. Dalam periode yang sama, terdapat 6 Reksa Dana Syariah yang memperoleh pernyataan Efektif dari Bapepam-LK. Secara kumulatif sampai dengan 28 Desember 2010 terdapat 48 Reksa Dana Syariah, meningkat sebesar 6,5 % dibanding akhir tahun 2009 yang berjumlah 46 Reksa Dana. Proporsi jumlah Reksa Dana Syariah mencapai 7,8% dari total Reksa Dana yang aktif, menurun dibandingkan akhir tahun 2009 yang mencapai 8,2%. Ditinjau dari Nilai Aktiva Bersih (NAB), total NAB Reksa Dana Syariah pada Desember 2010 mencapai Rp 5,17 triliun, meningkat 9,71 % dari NAB akhir tahun 2009 sebesar Rp 4,63 triliun. Proporsi NAB Reksa Dana Syariah terhadap total NAB Reksa Dana sebesar 3,56 %, menurun dibandingkan pada akhir tahun 2009 yang mencapai 4,09%. Sukuk yang masih Beredar Per 29 Desember 2010 No Nama Sukuk Struktur/ Akad Nama Penerbit Efek Tanggal Efektif Tanggal Jatuh Tempo Nilai Nominal (Rp) 1 OS Ijarah Indosat Tahun 2005 Ijarah PT Indosat Tbk 13-Jun Jun OS Ijarah PLN I Tahun 2006 Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 12-Jun Jun Sukuk Ijarah Indosat II Tahun 2007 Ijarah PT Indosat Tbk 29-Mei Mei Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker Tahun 2007 Ijarah PT Berlian Laju Tanker Tbk 5-Jul-07 5-Jul Sukuk Mudharabah I Adhi Tahun 2007 Mudharabah PT Adhi Karya (Persero) Tbk 6-Jul-07 6-Jul Sukuk Ijarah PLN II Tahun 2007 Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 10-Jul Jul Sukuk Ijarah Indosat III Tahun 2008 Ijarah PT Indosat Tbk 27-Mar Apr Sukuk Mudharabah I Mayora Indah Tahun 2008 Mudharabah PT Mayora Indah Tbk 28-Mei Jun Halaman 38

42 9 Sukuk Ijarah I Summarecon Agung Tahun 2008 Ijarah PT Summarecon Agung Tbk 13-Jun Jun Sukuk Ijarah Aneka Gas Industri I Tahun 2008 Ijarah PT Aneka Gas Industri 26-Jun Jul Sukuk Ijarah Metrodata Eletronics I Tahun 2008 Ijarah PT Metrodata Electronics Tbk 26-Jun Jul Sukuk Subordinasi Mudharabah Bank Muamalat Tahun 2008 Mudharabah PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk 30-Jun Jul Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri A Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 31-Des Jan Sukuk Ijarah PLN III Tahun 2009 seri B Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 31-Des Jan Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri A Ijarah PT Matahari Putra Prima Tbk 1-Mar Apr Sukuk Ijarah Matahari Putra Prima II Tahun 2009 Seri B Ijarah PT Matahari Putra Prima Tbk 1-Mar Apr Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri A Ijarah PT Berlian Laju Tanker Tbk 15-Mei Mei Sukuk Ijarah Berlian Laju Tanker II Tahun 2009 Seri B Ijarah PT Berlian Laju Tanker Tbk 15-Mei Mei Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th seri A Ijarah PT Bakrieland Development Tbk 29-Jun Jul Sukuk Ijarah I Bakrieland Development Th seri B Ijarah PT Bakrieland Development Tbk 29-Jun Jul Halaman 39

43 21 Sukuk Ijarah Salim Ivomas Pratama I tahun 2009 Ijarah PT Salim Ivomas Pratama 20-Nov Des Sukuk Ijarah Pupuk Kaltim I Tahun 2009 Ijarah PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) 24-Nov Des Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri A 24 Sukuk Ijarah Indosat IV Tahun 2009 Seri B Ijarah PT Indosat Tbk 30-Nov- 09 Ijarah PT Indosat Tbk 30-Nov Des Des Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri A Ijarah PT Mitra Adiperkasa Tbk 8-Des Des Sukuk Ijarah Mitra Adiperkasa I Tahun 2009 Seri B Ijarah PT Mitra Adiperkasa Tbk 8-Des Des Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri A Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 31-Des Jan Sukuk Ijarah PLN IV Tahun 2010 Seri B Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 31-Des Jan Sukuk Ijarah Titan Nusantara I Tahun 2010 Ijarah PT Titan Petrokimia Nusantara 2-Jun-10 2-Jun Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 Seri A Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 30-Jun Jul Sukuk Ijarah PLN V Tahun 2010 Seri B Ijarah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 30-Jun Jul Jumlah Halaman 40

44 Sukuk Yang Sudah Dilunasi Pada Tahun 2010 Per 29 Desember 2010 No Nama Sukuk Struktur/ Akad Nama Penerbit Efek Tanggal Efektif Tanggal Jatuh Tempo Nilai Nominal (Rp) 1 OS Mudharabah Indosat Tahun 2002 Mudharabah PT Indosat Tbk 30-Okt-02 6-Nov OS Berlian Laju Tanker Syariah Mudharabah Th Mudharabah PT Berlian Laju Tanker Tbk 12-Mei Mei OS Mudharabah Bank Bukopin Tahun 2003 Mudharabah PT Bank Bukopin Tbk 30-Jun Jul OS I Subordinasi Bank Muamalat Tahun 2003 Mudharabah PT Bank Syariah Muamalat Indonesia Tbk 30-Jun Jul OS Mudharabah Ciliandra Perkasa Tahun 2003 Mudharabah PT Ciliandra Perkasa 18-Sep Sep OS Mudharabah Bank Syariah Mandiri Tahun 2003 Mudharabah PT Bank Syariah Mandiri 22-Okt Okt OS Mudharabah PTPN VII Tahun 2004 Mudharabah PT PTPN VII (Persero) 18-Mar Mar OS Ijarah I Matahari Putra Prima Tahun 2004 Ijarah PT Matahari Putra Prima Tbk 28-Apr Mei OS Ijarah Sona Topas Tourism Industry Tahun 2004 Ijarah PT Sona Topas Tourism & Industry Tbk 14-Jun Jun OS Citra Sari Makmur I Syariah Ijarah Tahun 2004 Ijarah PT Citra Sari Makmur 30-Jun-04 9-Jul OS Ijarah Indorent I Tahun 2004 Ijarah PT CSM Corporatama 1-Nov Nov OS Ijarah Berlina I Tahun 2004 Ijarah PT Berlina Tbk 2-Des Des OS Ijarah I HITS Tahun 2004 Ijarah PT Humpus Intermoda Transportasi Tbk 10-Des Des OS Ijarah Apexindo Pratama Duta I Tahun 2005 Ijarah PT Apexindo Pratama Duta Tbk 30-Mar-05 8-Apr OS Ijarah I Ricky Putra Globalindo Tahun 2005 Ijarah PT Ricky Putra Globalindo Tbk 7-Jul Jul Jumlah Halaman 41

45 Profil Reksa Dana Syariah Tahun 2010 Per 22 Desember 2010 No Nama Reksadana Manajer Investasi Bank Kustodian 1 PNM SYARIAH 2 DANAREKSA SYARIAH BERIMBANG PT. PNM Investment Management PT. Danareksa Investment Management 3 BNI DANA SYARIAH PT. BNI Securities 4 BNI DANAPLUS SYARIAH PT. BNI Securities 5 PNM AMANAH SYARIAH 6 MANDIRI INVESTA SYARIAH BERIMBANG 7 BIG DANA MUAMALAH 8 I-HAJJ SYARIAH FUND 9 AAA AMANAH SYARIAH FUND 10 CAPITAL SYARIAH FLEKSI 11 IPB SYARIAH 12 DANAREKSA INDEKS SYARIAH 13 MEGA DANA SYARIAH CIMB-PRINCIPAL ISLAMIC BALANCED GROWTH SYARIAH EURO PEREGRINE SYARIAH BALANCED PLUS 16 TRIM SYARIAH BERIMBANG 17 TRIM SYARIAH SAHAM PT. PNM Investment Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Bhakti Asset Management PT. Insight Investments Management PT. Andalan Artha Advisindo Sekuritas PT. Recapital Asset Management PT. Kresna Graha Sekurindo, Tbk. PT. Danareksa Investment Management PT. Mega Capital Indonesia PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Eurocapital Peregrine Securities PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Trimegah Securities, Tbk. 18 SYARIAH BATASA KOMBINASI PT. Batasa Capital SYARIAH BNP PARIBAS PESONA AMANAH MEGA DANA OBLIGASI SYARIAH BATAVIA DANA SAHAM SYARIAH 22 PNM EKUITAS SYARIAH CIMB-PRINCIPAL ISLAMIC EQUITY GROWTH SYARIAH MANDIRI INVESTA ATRAKTIF- SYARIAH SYARIAH BNP PARIBAS EQUITRA AMANAH PT. BNP Paribas Investment Partners PT. Mega Capital Indonesia PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen PT. PNM Investment Management PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. BNP Paribas Investment Partners Deutsche Bank AG Standard Chartered Bank PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG PT. BNI (Persero), Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. BRI (Persero), Tbk. Standard Chartered Bank PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG Standard Chartered Bank Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG Tanggal Efektif Jenis Total NAV 15-May-00 Campuran 102,561,002, Nov-00 Campuran 51,136,237, Apr-04 Pendapatan Tetap 27,349,501, Apr-04 Campuran 29,522,814, Aug-04 Pendapatan Tetap 111,115,307, Oct-04 Campuran 158,940,219, Oct Jan-05 Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap 109,254,295, ,352,159, Jun-05 Campuran 29,393,229, Aug-05 Campuran 19,886,348, Dec-05 Campuran 35,387,502, Mar-06 Indeks 184,775,174, Sep-06 Campuran 9,779,946, Sep-06 Campuran 7,922,690, Nov-06 Campuran 1,166,240, Dec-06 Campuran 64,195,257, Dec-06 Saham 152,954,621, Mar-07 Campuran 26,178,631, HSBC 09-Apr-07 Campuran 175,585,564, Standard Chartered Bank PT. Bank Permata, Tbk. 21-May-07 Pendapatan Tetap 34,229,488, Jul-07 Saham 43,048,976, HSBC 26-Jul-07 Saham 101,752,114, Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG 06-Aug-07 Saham 112,319,728, Dec-07 Saham 679,056,888, HSBC 24-Mar-08 Saham 20,794,098, Halaman 42

46 26 CIPTA SYARIAH BALANCE 27 CIPTA SYARIAH EQUITY PT. Ciptadana Asset Management PT. Ciptadana Asset Management 28 BNIS SAHAM SYARIAH PT. BNI Securities 29 BATAVIA PROTEKSI SYARIAH MATARAM 30 MEGA DANA SAHAM SYARIAH PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen PT. Mega Capital Indonesia 31 SYARIAH BATASA SUKUK PT. Batasa Capital MANDIRI INVESTA DANA SYARIAH MANULIFE SYARIAH SEKTORAL AMANAH CIMB ISLAMIC SUKUK I SYARIAH MANDIRI SYARIAH TERPROTEKSI PENDAPATAN PRIMA 1 MANDIRI SYARIAH TERPROTEKSI PENDAPATAN PRIMA 3 MANDIRI SYARIAH TERPROTEKSI PENDAPATAN PRIMA 2 SCHRODER SYARIAH BALANCED FUND TRIM SYARIAH TERPROTEKSI PRIMA I TRIM SYARIAH TERPROTEKSI PRIMA II MANDIRI AMANAH SYARIAH PROTECTED DOLLAR FUND MANDIRI AMANAH SYARIAH PROTECTED RUPIAH FUND LAUTANDHANA PROTEKSI SYARIAH I DANAREKSA PROTEKSI MELATI OPTIMA SYARIAH SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi PT Schroder Investment Management Ind. PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Trimegah Securities, Tbk. PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Lautan Dana PT Danareksa Investment Management PT Samuel Aset Manajemen Deutsche Bank AG Deutsche Bank AG PT. Bank Mega, Tbk. PT. Bank Permata, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG 16-Apr-08 Campuran 31,190,086, Apr-08 Saham 44,541,107, Jul-08 Saham 0 *) 20-Aug-08 Terproteksi 0 *) 03-Sep-08 Saham 14,639,361, Sep Dec-08 Pendapatan Tetap Pendapatan Tetap 13,771,280, ,295,073, HSBC 16-Jan-09 Saham 408,328,333, Deutsche Bank AG Standard Chartered Bank 01-Feb-09 Terproteksi 64,206,743, Feb-09 Terproteksi 523,885,175, HSBC 27-Feb-09 Terproteksi 253,945,455, HSBC 27-Feb-09 Terproteksi 133,835,661, Deutsche Bank AG PT. Bank Permata, Tbk. PT. BNI (Persero), Tbk. 22-Apr-09 Campuran 154,265,994, May-09 Terproteksi 0 *) 19-May-09 Terproteksi 31,691,240, HSBC 01-Jul-09 Terproteksi 70,678,776, HSBC 01-Jul-09 Terproteksi 111,912,668, PT. Bank Permata, Tbk. 03-Aug-09 Terproteksi 38,361,647, PT Citibank N.A. 20-Jan-10 Terproteksi 99,329,830, PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. 20-Jan-10 Pendapatan Tetap 23,991,270, SAM SYARIAH BERIMBANG CIMB ISLAMIC SUKUK II SYARIAH MANDIRI INVESTASI TERPROTEKSI SYARIAH SERI 1 MANDIRI INVESTA TERPROTEKSI PENDAPATAN BERKALA SYARIAH SERI 1 PT Samuel Aset Manajemen PT. CIMB-Principal Asset Management PT. Mandiri Manajemen Investasi PT. Mandiri Manajemen Investasi Sumber : e-monitoring reksa dana (diolah) Keterangan : PT. Bank CIMB Niaga, Tbk. Deutsche Bank AG 20-Jan-10 Campuran 104,087,734, Mar-10 Terproteksi 57,787,536, HSBC 22-Apr-10 Terproteksi 371,390,862, HSBC 22-Apr-10 Terproteksi 78,438,060, Total 5,078,231,942, *) data tidak ada di e-monitoring Reksa Dana Halaman 43

47 IX. UPAYA PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN & PELAYANAN PUBLIK 1. Peningkatan Kepatuhan Pelaksanaan Tugas Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK Dalam kurun waktu Januari sampai dengan Desember 2010, Biro Kepatuhan Internal telah melakukan beberapa kegiatan dalam rangka peningkatan kepatuhan pelaksanaan tugas Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK yaitu: a. Pelaksanaan 11 Penelaahan dan Penilaian pelaksanaan tugas Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK, dengan rincian 7 penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas telah disampaikan ke Ketua dan 4 penelaahan dan penilaian pelaksanaan tugas masih dalam proses penyusunan laporan. b. Pelaksanaan audit khusus pada beberapa unit Eselon II di lingkungan Bapepam- LK terkait dugaan pelanggaran disiplin dan kode etik pegawai. c. Pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil penelaahan dan penilaian yang dilakukan oleh Biro Kepatuhan Internal pada tahun d. Pelaksanaan Survei Kepuasan Stakeholder Bapepam-LK 2010 dilakukan terhadap pelayanan yang diberikan secara triwulanan. Sampai dengan triwulan III 2010, jumlah kuestioner yang dikirim kepada responden adalah sebanyak kuestioner, sementara hasil kuestioner yang telah diisi dan diterima adalah sebanyak 244 kuestioner. Hasil survey baru akan ditabulasi pada triwulan IV tahun 2010 dan akan dilaporkan dalam Laporan Hasil Survei Tahun e. Pelaksanaan pengelolaan Indikator Kinerja Utama di lingkungan Bapepam-LK yang meliputi beberapa kegiatan utama, yaitu: 1) Penandatanganan Kontrak Kinerja Kemenkeu-One Bapepam-LK antara Ketua dengan Menteri Keuangan. 2) Penandatanganan Kontrak Kinerja Kemenkeu-Two Bapepam-LK antara Ketua dengan Para Pimpinan Unit Eselon II di lingkungan Bapepam-LK. 3) Penandatanganan Kontrak Kinerja Kemenkeu-Three Bapepam-LK antara Para Pimpinan Unit Eselon II dengan Para Pimpinan Unit Eselon III di lingkungan Bapepam-LK. 4) Penandatanganan Kontrak Kinerja seluruh pejabat dan pelaksana di lingkungan Biro Kepatuhan Internal sebagai pilot project Bapepam-LK. 5) Pelaporan secara berkala (triwulanan) Capaian IKU Depkeu-One dan Depkeu- Two Bapepam-LK termasuk penyampaian capaian IKU Kontrak Kinerja Bapepam-LK kepada Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan (Pushaka) selaku Strategic Management Office (SMO) Departemen Keuangan. 6) Pelaksanaan Refinement Balanced Scorecard Depkeu-One dan Depkeu-Two Bapepam-LK. f. Pelaksanaan pengelolaan manajemen risiko Bapepam-LK yang meliputi beberapa kegiatan utama, yaitu: 1) Sosialisasi penerapan PMK Nomor 191/PMK.09/2008 tentang penerapan manajemen risiko di lingkungan Departemen Keuangan kepada koordinator dan administrator di setiap unit Eselon II, pejabat unit eselon III dan sebagian pejabat unit eselon IV. 2) Pelaporan profil risiko Bapepam-LK kepada Menteri Keuangan c.q Inspektur Jenderal Inspektorat Jenderal Departemen Keuangan. 3) Analisa efektifitas rencana mitigasi risiko dan berkoordinasi dengan Itjen terkait pengembangan manajemen risiko di lingkungan Kementerian Keuangan. Halaman 44

48 g. Peningkatan Capacity Building pegawai di Biro Kepatuhan Internal melalui: 1) Workshop mengenai Risk Management for Securities Regulator yang diselenggarakan oleh Asian Development Bank, di Manila, Philipina dari tanggal Mei 2010 yang diikuti oleh 3 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 2) Study Visit ke Australian National Audit Office, Australian Prudential Regulation Authority and Australian Securities and Investments Commission di Sidney, Australia dari tanggal 20 s.d. 24 September 2010 yang diikuti oleh 5 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 3) International Workshop for Internal Auditor yang diselenggarakan oleh Institute Internal Auditor (IIA) di Kuala Lumpur, Malaysia dari tanggal 3 s.d. 8 Oktober 2010 yang diikuti oleh 6 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 4) Internal Audit Quality Assurance yang diselenggarakan oleh M I S Training Institute di London, UK dari tanggal 13 sampai 15 Desember 2010 yang diikuti oleh 2 orang pegawai Biro Kepatuhan Internal. 5) Pelatihan dan seminar di dalam negeri yang terkait dengan internal audit bagi para pegawai di Biro Kepatuhan Internal Pelatihan Audit Kinerja untuk Sektor Publik. 2. Peningkatan Manajemen Sumber Daya Manusia di lingkungan Bapepam-LK Program Kerja Strategis yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut: a. Ikut berpartisipasi dalam Rekrutmen CPNS Kementerian Keuangan lulusan S1/S2 T.A yang diselenggarakan Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan: 1). Melaksanakan Program Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal dan Program Penjajakan Minat dan Karir di Universitas terkemuka di Indonesia. 2). Menugaskan pejabat dan pegawai Bapepam-LK menjadi Tim Wawancara Seleksi Penerimaan CPNS T.A b. Melaksanakan Program Orientasi bagi Pegawai baru lulusan S1/S2: 1). Melaksanakan Program Secondment Tahap III bagi Pegawai lulusan S1/S2 Penerimaan T.A ). Melaksanakan Seminar Secondment Tahap III Concluding The Experience: Owning Your Future bagi Pegawai lulusan S1/S2 Penerimaan T.A ). Melaksanakan Program Orientasi bagi pegawai baru lulusan S1/S2 Penerimaan T.A ). Melaksanakan program Magang bagi pegawai baru lulusan S1/S2 Penerimaan T.A c. Melaksanakan Assessment Center: 1). Penyusunan dan penetapan Standar Kompetensi Jabatan Eselon II, III dan IV di lingkungan Bapepam-LK. 2). Melaksanakan Assessment Center untuk pejabat Eselon IV bekerja sama dengan Biro SDM, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan. 3). Menugaskan pegawai Bagian Kepegawaian untuk mengikuti Pelatihan Assessor Internal yang diselenggarakan oleh Biro SDM, Sekretariat Jenderal, Kementerian Keuangan. 4). Menugaskan pegawai Bagian Kepegawaian dalam kegiatan magang Assessment Center dengan supervisi dari Associate Assessor Kementerian Keuangan. d. Melaksanakan Capacity Building Program (Program Pembelajaran dan Pengembangan): 1). Capacity Building melalui pelatihan, seminar dan internship: Halaman 45

49 - Melaksanakan Pelatihan HR for Non HR Managers. - Melaksanakan Pelatihan Atitude Change. - Melaksanakan Pelatihan Leadership Transformation. - Melaksanakan Seminar Organizational Development and Change Management. - Melaksanakan Pelatihan Peningkatan Kerja sama Tim Para Pejabat di lingkungan Bapepam-LK. - Melaksanakan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaan Barang dan Jasa bekerjasama dengan LKPP. - Menugaskan pegawai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh BPPK. - Menugaskan pegawai untuk mengikuti pelatihan, seminar dan internship di luar negeri, yang merupakan hasil kerja sama Bapepam-LK dengan beberapa institusi di negara lain seperti Australia, USA, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, India, UEA, China, Singapura, serta beberapa organisasi internasional seperti IOSCO, APEC, OECD, ADB, dan World Bank. 2). Capacity Building melalui pendidikan formal: - Menugaskan pegawai untuk melanjutkan pendidikan Diploma III dan IV di STAN. - Menugaskan pegawai untuk melanjutkan pendidikan Strata 2 baik di dalam maupun luar negeri melalui program ADS dari Pemerintah Australia dan PPSDM dari BPPK Kementerian Keuangan. - Menugaskan pegawai untuk melanjutkan pendidikan Strata 3 di Australia melalui program ADS dan ALA dari Pemerintah Australia. 3. Edukasi dan Pelayanan Informasi Publik a. Bidang Pasar Modal Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK telah menerima 22 kunjungan dari Perguruan Tinggi/Sekolah. Bapepam-LK telah menerbitkan surat keterangan riset kepada 54 pihak yang telah melakukan penelitian tentang pasar modal di Bapepam-LK, serta melayani 349 pihak yang datang langsung ke Bapepam-LK untuk mendapatkan informasi dan penjelasan, 631 pertanyaan masyarakat mengenai pasar modal melalui telepon dan 269 pertanyaan melalui . Selama tahun 2010, Bapepam-LK juga telah mengirimkan pembicara atau narasumber dalam kuliah umum sebanyak 1 kali, seminar sebanyak 5 kali, workshop sebanyak 3 kali (terdiri dari workshop wartawan 1 kali, dan workshop Pasar Modal 2 kali), serta telah berpartisipasi dalam pameran pasar modal dan lembaga keuangan non bank sebanyak 3 kali, dan layanan Pojok Informasi Pasar Modal di kampus yang sedang mengadakan seminar sebanyak 3 kali. Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal dan lembaga keuangan nonbank, dalam tahun 2010 ini Bapepam-LK telah melaksanakan kegiatan Roadshow Campus to Campus untuk memperkenalkan industri pasar modal dan lembaga keuangan non-bank kepada civitas akademika yakni: - Universitas Negeri Lampung, Bandar Lampung; - Universitas Tanjungpura, Pontianak; - Universitas Tadulako, Palu; - Universitas Sam Ratulangi, Manado; - STIE Musi, Palembang; - Universitas Bangka Belitung, - Universitas Mulawarman, Banjarmasin; - Universitas Islam Negeri Syarif Kasim, Pekan Baru, Riau; Halaman 46

50 - Universitas Fajar, Makasar; Kegiatan Penyuluhan Pasar Modal Roadshow Mall to Mall, Pameran, dan Stand Informasi Pasar Modal 21% Talkshow 7% Kunjungan ke Bapepam 38% Roadshow to Campus & to School 17% Workshop Pasar Modal 5% Seminar dan Kuliah Umum 12% Dalam rangka menyampaikan konsep akhir rencana perubahan Modal Kerja Bersih Disesuaikan (MKBD) Perusahaan Efek dan hasil simulasi penghitungan MKBD seluruh Perusahaan Efek, Bapepam-LK kembali melakukan sosialisasi mengenai rencana perubahan MKBD tersebut kepada para Anggota Bursa pada tanggal 14 Juli b. Bidang Dana Pensiun Terkait dengan aktivitas pelayanan kepada masyarakat dan stakeholder dana pensiun, sepanjang tahun 2010 telah dilaksanakan kegiatan layanan informasi kepada yang meliputi, antara lain: - melayani 45 permintaan data dan 254 permohonan informasi mengenai hal-hal terkait dengan dana pensiun. Permintaan data umumnya datang dari berbagai institusi di luar Bapepam-LK seperti Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bappenas, dan Dana Pensiun, mahasiswa, wartawan majalah dan surat kabar. Sedangkan permohonan layanan informasi mengenai hal-hal terkait dana pensiun umumnya datang dari konsultan hukum, Dana Pensiun, dan masyarakat umum. Jumlah permintaan layanan informasi terbanyak datang melalui telepon dan , khususnya mengenai permasalahan seputar aplikasi Data Digital Dana Pensiun (D3P) versi 4.0 yang baru saja dipublikasikan. - melaksanakan kegiatan pembinaan (edukasi) di bidang akuntansi dana pensiun dan cara penggunaan aplikasi D3P versi 4.0. kepada para pegawai dana pensiun. Aplikasi D3P adalah aplikasi yang dirancang untuk dana pensiun guna melakukan pengiriman data laporan berkala dana pensiun secara elektronik. Laporan berkala dana pensiun tersebut terdiri atas laporan keuangan, laporan investasi, laporan teknis dan laporan aktuaris. - melaksanakan kegiatan sosialisasi di 6 kota di Indonesia (Jakarta, Batam, Pekanbaru, Semarang, Solo dan Kupang). Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkenalkan program pensiun pada pekerja di daerah tersebut yang belum memiliki program pensiun di perusahaannya. c. Layanan Khusus tentang Informasi Reksa Dana Di bidang pelayanan informasi kepada masyarakat mengenai industri pengelolaan investasi, Bapepam-LK telah menyediakan website Pusat Informasi Reksa Dana (www.bapepam.go.id/reksadana) dan Aplikasi Industri Reksa Dana/ARIA (www.bapepam.go.id/aria). Pusat Informasi Reksa Dana ditujukan untuk menyediakan segala informasi yang berkaitan dengan industri Reksa Dana Halaman 47

51 sehingga seluruh pihak, terutama para investor dan publik mudah mendapatkan informasi atau referensi tentang industri Reksa Dana beserta perkembangannya. Selain itu website ini juga akan terus mengembangkan dirinya dengan menyajikan bahan-bahan edukasi dan sosialisasi, sehingga di masa mendatang keinginan untuk menciptakan investor yang well-informed dapat segera terwujud. Sedangkan Aplikasi Industri Reksa Dana (ARIA) merupakan sistem yang dikembangkan oleh Bapepam-LK dan didukung oleh PT. KSEI untuk mempermudah pelaporan dan pengawasan industri Reksa Dana secara elektronik. Pelaporan dimaksudmeliputi data Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana (WAPERD), profil Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), dan profil Bank Kustodian. Sejalan dengan diterbitkannya Peraturan Bapepam-LK No. V.B.4 tentang Perilaku Agen Penjual Efek Reksa Dana dan Peraturan Bapepam-LK No. V.D.10 tentang Prinsip Mengenal Nasabah oleh Penyedia Jasa Keuangan di Bidang Pasar Modal, Bapepam-LK dan KSEI telah mengembangkan aplikasi lebih lanjut dari ARIA untuk pengembangan Sistem Database Investor Reksa Dana guna memperoleh informasi mengenai perkembangan jumlah investor riil Reksa Dana serta pemetaan profil investor Reksa Dana. 4. Pelayanan Pengaduan a. Bidang Pasar Modal Pada tahun 2010 Sekretariat Badan melalui Sub Bagian Pengaduan telah menerima sejumlah 167 pengaduan. Dengan rincian, pengaduan secara langsung sebanyak 39 pengaduan, melalui surat, , dan faksimil sebanyak 89 pengaduan, dan melalui telepon sebanyak 39 pengaduan. Dimana seluruh pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti oleh Bapepam-LK melalui biro teknis terkait. Adapun pengaduan masyarakat yang masuk tersebut mayoritas terkait dengan kasus PT. Optima Kharya Capital Securities (PT. OKCS). Selain itu secara khusus, Bapepam-LK juga menerima 10 pengaduan nasabah Perusahaan Efek, dimana telah diselesaikan penanganan 14 pengaduan, 7 diantaranya merupakan penyelesaian pengaduan yang diterima pada tahun Saat ini masih ditangani sejumlah 3 pengaduan. b. Bidang Dana Pensiun Bapepam-LK menangani 49 pengaduan terkait dana pensiun. Pengaduan tersebut terdiri atas 10 pengaduan secara langsung dan 39 pengaduan secara tidak langsung. Pengaduan secara tidak langsung ini jenisnya terdiri dari surat langsung, surat tembusan, telepon dan . X. PENGAWASAN LEMBAGA KEUANGAN NON BANK 1. Perasuransian Sampai dengan 29 Desember 2010, terdapat 376 perusahaan perasuransian di Indonesia yang terdiri dari 142 perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi serta 234 perusahaan penunjang usaha asuransi. Struktur pasar perasuransian secara lengkap disajikan dalam tabel berikut: Perusahaan Jumlah Perusahaan Asuransi dan Reasuransi 142 Perusahaan Asuransi Jiwa 46 Halaman 48

52 Perusahaan Asuransi Umum 87 Perusahaan Penyelenggara Program Asuransi dan Jamsostek 2 Perusahaan Penyelenggara Asuransi untuk PNS dan TNI/Polri 3 PerusahaanReasuransi 4 Perusahaan Penunjang Usaha Perasuransian 234 Perusahaan Pialang Asuransi 136 Perusahaan Pialang Reasuransi 24 Perusahaan Konsultan Aktuaria 28 Perusahaan Penilai Kerugian 28 Perusahaan Agen 18 TOTAL 376 a. Pemberian dan pencabutan Ijin Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan izin baru kepada 15 perusahaan perasuransian serta melakukan pencabutan izin usaha terhadap 17 perusahaan perasuransian dengan rincian sebagai berikut: Pemberian Izin Perusahaan Perasuransian No Nama Perusahaan Jenis Usaha 1 PT Asuransi Jiwa Syariah Al-Amin Asuransi Jiwa Syariah 2 PT Asuransi Jaya Proteksi Takaful Asuransi Umum Syariah 3 PT Sehati Mitra Realita Indonesia Pialang Asuransi 4 PT Penta Pro Indonesia Pialang Asuransi 5 PT Anugrah Medal Broker Pialang Asuransi 6 PT Andromeda International Pialang Asuransi 7 PT Cipta Colemont Asia Reinsurance Broker Pialang Reasuransi 8 PT United Pialang Reasuransi Pialang Reasuransi 9 PT Best One Asia Reinsurance Brokers Pialang Reasuransi 10 PT Quattro Asia Consulting Konsultan Aktuaria 11 PT Tiara Pertiwi Agen 12 PT Dial Agency Agen 13 PT Ernest Lentera Indonesia Agen 14 PT Rezeki Andriyani Perkasa Agen 15 PT Eka Agency Management Agen Pencabutan Izin Perusahaan Perasuransian No Nama Perusahaan Jenis Usaha 1 PT Asuransi Jiwa Bumi Masyarakat Mandiri Asuransi Jiwa 2 PT Andika Raharja Putera Asuransi Umum 3 PT Asia Reliance General Insurance Asuransi Umum 4 PT Pacific International Indonesia Insurance Asuransi Umum 5 PT Global Inti Caraka Pialang Asuransi 6 PT Asia Ins Direct Broker Pialang Asuransi 7 PT Marga Insurance Broker Pialang Asuransi 8 PT CIB Indonesia Ins Broker Pialang Asuransi 9 PT Serpihan Pialang Asuransi Pialang Asuransi 10 PT Dana Landung Perkasa Pialang Asuransi Halaman 49

53 11 PT Mitra Suksestama Pialang Asuransi 12 PT Pratama Karya Insurance Broker Pialang Asuransi 13 PT Siusar Insurance Service Company Pialang Asuransi 14 PT Malindo International Insurance Broker Pialang Asuransi 15 PT Surya Sejahtera Makmur Perdana Pialang Reasuransi 16 PT Jasa Aktuaria Mandiri Utama Konsultan Aktuaria 17 PT Bintang Kencana Sejahtera Agen b. Kekayaan, Investasi, Premi, dan Klaim Perusahaan Asuransi Selama lima tahun terakhir, kekayaan yang dimiliki dan investasi yang dihasilkan oleh perusahaan asuransi selalu mengalami pertumbuhan. Premi yang didapat juga mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Meningkatnya pendapatan premi perusahaan asuransi diimbangi dengan meningkatnya klaim yang dibayarkan. Data mengenai pertumbuhan kekayaan, investasi, premi, dan klaim secara lengkap disajikan dalam tabel berikut: Data Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransian dalam Triliun Rupiah Triwulan III * Kekayaan % Growth 17% 12% 19% 17% 33% 18% Investasi % Growth 20% 14% 17% 19% 37% 19% Premi % Growth 18% 3% 14% 25% 17% 16% Klaim % Growth 36% 1% 21% 6% 23% 30% * Premi dan Klaim sampai dengan September 2010 yang disetahunkan Portofolio Investasi Perusahaan Asuransi dan Reasuransi Per 30 September 2010 dalam Triliun Rupiah No. Jenis Investasi PAJ PAK&PR Jumlah % 1 Deposito Berjangka & Sertifikat Deposito % 2 Saham % 3 Obligasi & MTN % 4 SUN % 5 SBI % 6 Reksadana % 7 Penyertaan Langsung % Bangunan, Tanah dengan 8 Bangunan % 9 Pinjaman Hipotik % 10 Pinjaman Polis % Halaman 50

54 11 Pembiayaan Murabahan % 12 Pembiayaan Mudharabah % 13 Investasi Lain % Total Investasi % c. Pencatatan Produk Baru dan Persetujuan Kerjasama Pemasaran dengan Bank (Bancassurance) Selama tahun 2010, terdapat 524 produk baru yang telah dicatat oleh Bapepam-LK dan satu produk yang dihentikan pemasarannya. Rincian pencatatan produk asuransi baru adalah sebagai berikut: Perusahaan Konvensional Syariah Jumlah Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Total Selain melakukan pencatatan produk baru, tahun ini Bapepam-LK juga telah memberikan persetujuan pemasaran produk asuransi melalui kerjasama dengan bank (bancassurance) dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan Konvensional Syariah Jumlah Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Total d. Pengesahan Cadangan Premi Perusahaan Asuransi Jiwa Dalam rangka kepentingan perpajakan, selama tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan pengesahan cadangan premi kepada perusahaan asuransi jiwa dengan rincian sebagai berikut: Halaman 51

55 Keterangan Pengesahan Cadangan Premi Tahun 2008 Tahun 2009 Total Jumlah Perusahaan Asuransi Jiwa e. Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Perasuransian, dengan rincian sebagai berikut: Perusahaan Direksi Komisaris Jumlah Asuransi Jiwa Asuransi Kerugian Asuransi Sosial Reasuransi Pialang Asuransi Pialang Reasuransi Agen Penilai Kerugian Perusahaan Agen Total f. Pemeriksaan Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan pemeriksaan rutin terhadap 40 perusahaan (100% dari target) dan pemeriksaan khusus terhadap 11 perusahaan (137,50% dari yang dicadangkan). Rincian pelaksanaan pemeriksaan selama tahun 2010 adalah sebagai berikut: Keterangan Target/ Dicadangkan Realisasi Persentase Pemeriksaan Rutin ,00% Asuransi Jiwa ,00% Asuransi Kerugian ,00% Reasuransi ,00% Pialang Asuransi ,00% Pemeriksaan Khusus ,50% Total ,25% g. Sanksi terhadap Perusahaan Perasuransian Selama tahun 2010, masih banyak perusahaan perasuransian yang dikenakan sanksi karena belum memenuhi ketentuan yang berlaku. Rincian pengenaan, pencabutan dan pembatalan sanksi terhadap perusahaan perasuransian adalah sebagai berikut: Jenis Sanksi Pengenaan Total Asuransi Jiwa Asuransi Umum Pialang Asuransi Pialang Reasuransi Konsultan Aktuaria Penilai Kerugian SP SP 1 dan Terakhir Halaman 52

56 SP SP 2 dan Terakhir SP Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha Penegasan SPKU Pencabutan SP SP 1 dan Terakhir 2 2 SP SP 2 dan Terakhir 4 4 SP Sanksi Pembatasan Kegiatan Usaha h. Usaha Asuransi dengan Prinsip Syariah Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan jumlah pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah mencerminkan kondisi yang relatif menjanjikan. Sampai dengan tahun 2010 total pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah sampai adalah sejumlah 46 perusahaan. Adapun rincian perkembangan jumlah pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah adalah sebagai berikut: NO KETERANGAN *) Perusahaan Asuransi Jiwa Syariah Perusahaan Asuransi Kerugian Syariah Perusahaan Asuransi Jiwa yang memiliki Unit Syariah Perusahaan Asuransi Kerugian yang memiliki Unit Syariah Perusahaan Reasuransi yang memiliki Unit Syariah T O T A L *) data per 14 Desember 2010 Selain dari jumlah pelaku usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah yang berkembang cukup pesat, selama tahun 2010 pangsa pasar usaha asuransi dan reasuransi dengan prinsip syariah juga mengalami peningkatan yang cukup pesat. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut : Halaman 53

57 No Keterangan Premi Bruto (Milyar Rp) Klaim (Milyar Rp) Kekayaan (Milyar Rp) I II *) *) *) Seluruh Asuransi Jiwa 53, , , , , , , , ,193.1 Asuransi Jiwa Syariah 1, , , , , ,999.7 Persentase Asuransi Jiwa Syariah 2.14% 3.19% 3.38% 0.80% 1.57% 2.24% 1.13% 1.55% 1.76% Seluruh Asuransi Kerugian & Reasuransi 25, , , , , , , , ,746.0 Asuransi Kerugian & Reasuransi Syariah ,119.2 Persentase Asuransi Kerugian dan Reasuransi Syariah 1.94% 1.80% 2.06% 1.64% 1.91% 2.70% 2.04% 2.25% 2.50% Seluruh Asuransi 79, , , , , , , , , III Asuransi Syariah 1, , , , , , , Persentase Asuransi Syariah 2.08% 2.79% 3.01% 0.98% 1.65% 2.36% 1.36% 1.71% 1.92% *) Data sampai dengan 30 September Dana Pensiun A. Perkembangan Industri Dana Pensiun a. Sepanjang tahun 2010 tidak ada pengesahan pembentukan dana pensiun baru. Meski demikian, ada beberapa permohonan pembentukan dana pensiun yang masuk di tahun 2010 dan sampai dengan Siaran Pers ini disusun permohonan tersebut masih diproses. Kondisi sebaliknya, sepanjang tahun yang sama terdapat 4 pengesahan pembubaran dana pensiun, yang terdiri dari 3 Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan 1 Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Dari ke 3 DPPK tersebut 2 diantaranya menyelenggarakan Program Pensiun Manfaat Pasti (PPMP) dan 1 menyelenggarakan Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP). Dengan bubarnya ke-4 dana pensiun tersebut, maka jumlah dana pensiun yang masih beroperasi saat ini menjadi 272 dana pensiun, terdiri dari 208 DPPK PPMP, 40 DPPK PPIP dan 24 DPLK. b. Berdasarkan laporan keuangan Dana Pensiun Semester I 2010 (posisi per tanggal 30 Juni 2010), jumlah kekayaan (aktiva bersih) dana pensiun adalah sebanyak Rp120,15 trilyun atau meningkat 6,79% dibandingkan dengan kekayaan (aktiva bersih) dana pensiun per tanggal 31 Desember Untuk DPPK, pada posisi tersebut jumlah kekayaannya adalah sebesar Rp103,95 trilyun atau meningkat 6,59% dibandingkan dengan kekayaan DPPK per tanggal 31 Desember Sedangkan untuk DPLK jumlah kekayaan per tanggal 30 Juni 2010 adalah sebesar Rp16,19trilyun atau meningkat sebesar 8,01% dari jumlah kekayaan DPLK per tanggal 31 Desember c. Berdasarkan laporan keuangan Dana Pensiun Semester I 2010 (posisi per tanggal 30 Juni 2010), jumlah investasi dana pensiun adalah sebanyak Rp115,56 triliun atau meningkat 6,94% dibandingkan dengan investasi dana pensiun per tanggal 31 Desember Untuk DPPK, jumlah investasi pada posisi tersebut adalah sebesar Rp 99,53 triliun atau meningkat 6,78% dibandingkan dengan nilai investasi DPPK per tanggal 31 Desember Sedangkan untuk DPLK jumlah investasinya per tanggal 30 Juni 2010 adalah sebesar Rp 16,03 triliun atau meningkat sebesar 7,95% dari nilai investasi DPLK per tanggal 31 Desember Halaman 54

58 d. Pada posisi per tanggal 30 Juni 2010, investasi dana pensiun pada Surat Berharga Negara menempati urutan teratas dengan nilai sebesar Rp 29,50 trilyun (25,52% dari total investasi dana pensiun), diikuti oleh obligasi korporasi sebesar Rp26,51 triliun (22,94% dari total investasi dana pensiun) dan deposito berjangka sebesar Rp24,92 triliun (21,57% dari total investasi dana pensiun). e. Bila dikaitkan dengan Pasar Modal, nilai penempatan investasi dana pensiun per tanggal 30 Juni 2010 di Pasar Modal (termasuk surat berharga negara) besarnya mencapai Rp79,73 triliun (68,99% dari total investasi dana pensiun). Sedangkan di Pasar Uang, nilai penempatan investasi dana pensiun adalah sebesar Rp28,44 trilyun (24,61% dari total investasi dana pensiun). B. Aktivitas Pengawasan dan Pengembangan Sepanjang tahun 2010 telah dilaksanakan berbagai kegiatan terkait pengawasan dan pengembangan industri dana pensiun yang meliputi, antara lain: a. kegiatan survey mengenai penerapan manajemen dan pengendalian dana pensiun. Survey dilakukan terhadap 55 dana pensiun yang dipilih sesuai dengan rencana kegiatan analisis SPERIS (Sistem Pemeringkatan Risiko) tahun Hasil survey digunakan sebagai salah satu bahan analisis SPERIS pada periode yang sama. b. melaksanakan 55 kegiatan analisis SPERIS. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rencana kegiatan analisis SPERIS tahun 2010 sebanyak 55 kegiatan. c. berkaitan dengan kewajiban pengurus untuk memiliki sertifikat penguasaan pengetahuan dasar di bidang dana pensiun, hasil pemantauan atas kewajiban tersebut, diketahui bahwa sampai dengan Desember 2010, jumlah Jumlah pengurus yang telah memiliki sertifikat tersebut adalah sebanyak 94% dari total pengurus dana pensiun. d. pelaksanaan kegiatan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan dana pensiun telah menyelesaikan sebanyak 450 rekomendasi dan/atau saran yang dituangkan pemeriksa di dalam laporan hasil pemeriksaan. Sampai dengan bulan Desember 2010, jumlah dana pensiun yang sedang dalam pemantauan penyelesaian tindak lanjut rekomendasi adalah sebanyak 134 dana pensiun. e. kegiatan pemeriksaan langsung berbasis risiko terhadap 44 dana pensiun, terdiri dari 40 DPPK dan 4 DPLK. 3. Pembiayaan dan Penjaminan a. Perusahaan Penjaminan Perusahaan Penjaminan adalah perusahaan yang kegiatan utamanya untuk menjamin pemenuhan kewajiban finansial Penerima Kredit dan/atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank atau lembaga keuangan lainnya berdasarkan perjanjianyang telah disepakati. Adapun dasar hukum Perusahaan Penjaminan adalah Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2008 tentang Lembaga Penjaminan (Perpres) Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 222/PMK.010/2008 tentang Perusahaan Penjaminan Kredit dan Perusahaan Penjaminan Ulang Kredit. Saat ini di Indonesia terdapat 3 (tiga) Perusahaan Penjaminan, yaitu Perum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo), PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia (PT PKPI) dan PT Jamkrida Jatim. Selain itu, terdapat pula 11 kantor cabang dan 6 kantor anak cabang Perusahaan Penjaminan yang tersebar di seluruh Indonesia. Halaman 55

59 Adapun data perkembangan kinerja keuangan industri Perusahaan Penjaminan sampai dengan periode bulan November 2010 disajikan dalam Grafik 1 dan Grafik 2 sebagai berikut: Grafik 1 Perkembangan Neraca Keuangan Perusahaan Penjaminan Periode 2009 November 2010 (dalam juta rupiah) Berdasarkan data pada tabel tersebut diketahui bahwa total aset Perusahaan Penjaminan pada periode November 2010 sebesar Rp2,00 triliun atau meningkat 19,63% dibandingkan dengan periode bulan Desember 2009, yang tercatat sebesar Rp1,67 triliun. Selain itu, total kewajiban Perusahaan Penjaminan pada periode yang sama diketahui sebesar Rp0,25 triliun atau naik 12,48% dibandingkan dengan periode bulan Desember 2009, yaitu sebesar Rp0,23 triliun. Di lain pihak, nilai ekuitas Perusahaan Penjaminan mencapai Rp1,74 triliun atau meningkat 20,75% dibandingkan dengan periode bulan Desember 2009, yang tercatat sebesar Rp1,44 triliun. Adapun data perkembangan kinerja operasional industri Perusahaan Penjaminan sampai dengan periode bulan November 2010 disajikan dalam Grafik 2 sebagai berikut: Grafik 2 Perkembangan Outstanding Penjaminan Perusahaan Penjaminan Periode 2010 November 2010 (dalam miliar rupiah) Halaman 56

60 Berdasarkan Grafik 2 tersebut, dapat diketahui bahwa pada bulan November 2010 industri Perusahaan Penjamin secara total memiliki nilai outstanding penjaminan sebesar Rp63,85 triliun, yang terdiri dari penjaminan usaha produktif sebesar Rp14,40 triliun (meningkat 95,83% dari periode bulan Desember 2009, yaitu tercatat sebesar Rp7,35 triliun) dan penjaminan bukan usaha produktif yang sebesar Rp49,44 triliun (meningkat 16,36% dari periode bulan Desember 2009, yaitu tercatat sebesar Rp42,49 triliun). Dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Penjaminan, pada tahun 2010 telah dilakukan pemeriksaan terhadap kantor pusat PT Jamkrida Jatim, PT Penjamin Kredit Pengusaha Indonesia, kantor Pusat Perum Jamkrindo, dan kantor cabang Perum Jamkrindo di Pekanbaru, Surabaya, Bali, dan Palembang. Selanjutnya, terkait penyempurnaan ketentuan Perusahaan Penjaminan, Biro Pembiayaan dan Penjaminan sedang melakukan pembahasan untuk menyempurnakan PMK Nomor 222/PMK.010/2008 terutama terkait dengan ketentuan modal disetor minimum, kegiatan usaha Perusahaan Penjaminan, penguatan ketentuan prudential, dan optimalisasi kegiatan pembinaan dan pengawasan. Terkait upaya penyusunan RUU Usaha Penjaminan, Biro Pembiayaan dan Penjaminan pun sedang melakukan penyusunan naskah akademik dan draft awal RUU tentang Usaha Penjaminan. Upaya penyempurnaan peraturan ini diharapkan akan memberikan suatu perangkat hukum yang lebih kuat terhadap industri Perusahaan Penjaminan di masa yang akan datang. b. Lembaga Pembiayaan Khusus Pembentukan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (Indonesia Eximbank) Dalam rangka mendorong pengembangan ekspor nasional, Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat telah membentuk Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang LPEI pada tanggal 12 Januari Dengan adanya Indonesia Eximbank ini berarti Indonesia memiliki suatu bank exim atau sering juga dikenal dengan istilah Export Credit Agency (ECA) dalam format yang sama dengan yang dimiliki oleh negara lain, yaitu lembaga yang dapat memberikan pembiayaan, penjaminan, dan asuransi terkait ekspor. Modal awal Indonesia Eximbank ditetapkan paling sedikit Rp 4 triliun yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan yang tertanam pada Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Ekspor Indonesia (BEI). Sebagai lembaga yang merupakan kepanjangan tangan Pemerintah, Indonesia Eximbank diharapkan dapat membantu memberikan pembiayaan di area yang tidak dimasuki oleh bank atau lembaga keuangan (fill the market gap), seperti pemberian fasilitas pembiayaan kepada pembeli di luar negeri untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi di Indonesia (buyer s credit). Selain itu, Indonesia Eximbank juga dapat menerima penugasan khusus dari Pemerintah untuk menyediakan pembiayaan bagi transaksi atau proyek yang secara komersial sulit dilaksanakan, baik oleh lembaga keuangan komersial maupun oleh Indonesia Eximbank sendiri, tetapi dinilai perlu oleh Pemerintah untuk menunjang kebijakan atau program ekspor nasional (national interest account/nia). Untuk mendukung peran strategis tersebut di atas, Indonesia Eximbank mempunyai sifat sovereign status sehingga dapat mengakses sumber pendanaan di pasar keuangan global dengan biaya yang relatif lebih rendah. Pada tahun 2010, untuk meningkatkan peran Indonesia Eximbank dalam pemberian fasilitas asuransi dan penjaminan terkait ekspor, telah diterbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.010/2010 Tentang Perubahan Atas Halaman 57

61 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 140/PMK.010/2009 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia. Perubahan-perubahan mendasar yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan dimaksud, antara lain yaitu: 1). Meningkatkan nilai retensi sendiri untuk setiap penutupan Asuransi atau Penjaminan dari sebelumnya sebesar 2,5 0 / 00 dari Modal menjadi sebesar 10% dari Modal; 2). Meingkatkan jumlah retensi sendiri untuk seluruh aktivitas Asuransi dan Penjaminan dari sebelumnya paling tinggi 10% dari Modal menjadi paling tinggi 2 kali Modal; 3). Menambahkan ketentuan mengenai batas maksimum retensi sendiri penutupan Asuransi dan Penjaminan; dan 4). Menambahkan ketentuan mengenai manajemen risiko dalam pelaksanaan kegiatan Asuransi dan Penjaminan oleh Indonesia Eximbank. Selain itu, dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 161/PMK.010/2010 tersebut juga dituangkan mengenai kebijakan transisi bagi Indonesia Eximbank dalam menerapkan pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai secara kolektif atas piutang pembiayaannya. Selama tahun 2010, telah dilakukan pula kajian mengenai skema Penugasan Khusus kepada Indonesia Eximbank (National Interest Account) yang melibatkan beberapa stakeholders di Kementerian Keuangan di antaranya Direktorat Sistem Penganggaran (DJA), Direktorat Sistem Manajemen Investasi (DJA), Direktorat Penyusunan APBN (DJA), Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (BKF), Direktorat Barang Milik Negara II (DJKN), Biro Hukum (Setjen Kemenkeu), dan Indonesia Eximbank sendiri. Adapun perkembangan kegiatan Indonesia Eximbank selama tahun 2010 (per 30 November 2010) yaitu total aset sebesar Rp17,78 triliun, outstanding pembiayaan (termasuk pembiayaan berdasarkan prinsip syariah) sebesar Rp13,39 triliun, dan nilai pertanggungan Asuransi sebesar Rp1,35 miliar dengan nilai retensi sendiri sebesar Rp405 juta. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur Dalam rangka mempercepat pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Indonesia, Pemerintah mendorong peran serta pihak swasta termasuk lembaga keuangan multilateral melalui mekanisme Public Private Partnership (PPP). Peran serta pihak swasta tersebut diperlukan untuk memobilisasi sumber-sumber pendanaan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Untuk mendukung keterlibatan pihak swasta dalam pembiayaan pembangunan proyek infrastruktur tersebut, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan yang merupakan penyempurnaan dari Keputusan Presiden Nomor 61 Tahun 1988 tentang Lembaga Pembiayaan. Selanjutnya, Menteri Keuangan pada tanggal 27 Mei 2009 telah menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.010/2009 tentang Perusahaan Pembiayaan Infrasruktur yang merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun Sampai dengan tahun 2010, terdapat 2 (dua) Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur yang telah memperoleh izin usaha dari Menteri Keuangan yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Indonesia Infrastructure Finance. PT Indonesia Infrastructure Finance (PT IIF) diberikan izin usaha sebagai Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur pada tanggal 6 Agustus 2010dengan Keputusan Menteri Keuangan Nomor KEP-439/KM.10/2010. Selanjutnya, dalam rangka pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur, telah diterbitkan Peraturan Ketua Bapepam LK Nomor Halaman 58

62 Per-03/BL/2010 Tentang Bentuk, Susunan, Dan Penyampaian Laporan Keuangan Triwulanan dan Laporan Kegiatan Usaha Semesteran Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur. Adapun perkembangan kegiatan Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur sampai dengan triwulan III 2010 adalah total aset sebesar Rp1,75 triliun dan nilai outstanding pembiayaan sebesar Rp613,39 miliar. c. Lembaga Pembiayaan Kelembagaan 1) Jumlah perusahaan Pada akhir 2010, Bapepam-LK membina dan mengawasi 192 perusahaan pembiayaan yang membawahi kantor cabang di seluruh Indonesia. a) Izin baru Sepanjang tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan 7 izin usaha baru sebagai berikut: No. Nama Perusahaan Izin Usaha 1 PT Jasra International Multifinance KEP-124/KM.10/2010 tanggal 1 Maret PT Sarana Global Finance Indonesia KEP-205/KM.10/2010 tanggal 19 April PT PPA Finance KEP-319/KM.10/2010 tanggal 15 juni PT SMFL Leasing Indonesia KEP-336/KM.10/2010 tanggal 6 juli PT Central Santosa Finance KEP-523/KM.10/2010 tanggal 3 September PT IBJ Verena Finance KEP-594/KM.10/2010 tanggal 25 Oktober PT Maxima Inti Finance KEP-635/KM.10/2010 tanggal 30 November 2010 b) Pencabutan Sedangkan untuk kegiatan pembinaan, telah dicabut 12 perusahaan pembiayaan sepanjang tahun Daftar perusahaan pembiayaan yang telah dicabut adalah sebagai berikut: No. Nama Perusahaan Pencabutan Izin Usaha 1 PT Mandiri Intifinance Tbk. 2 PT Artha Sedaya Finance 3 PT Primadana Putra Finance 4 PT Hana Risjad Finance 5 PT Suprawira Finance 6 PT Arthasaka Inti Finance KEP-85/KM.10/2010 tanggal 19 Januari 2010 KEP-91/KM.10/2010 tanggal 28 Januari 2010 KEP-123/KM.10/2010 tanggal 1 Maret 2010 KEP-216/KM.10/2010 tanggal 27 April 2010 KEP-233/KM.10/2010 tanggal 19 Mei 2010 KEP-232/KM.10/2010 tanggal 19 Mei 2010 Halaman 59

63 7 PT Pacific International Finance KEP-335/KM.10/2010 tanggal 6 Juli PT Ometraco Multiartha KEP-389/KM.10/2010 tanggal 29 Juli PT Perdana Cipta Multi Finance KEP-392/KM.10/2010 tanggal 29 Juli PT Alindo Internusa Finance KEP-390/KM.10/2010 tanggal 29 Juli PT SMBC Indonesia Finance KEP-546/KM.10/2010 tanggal 20 September PT Sarijaya Multidana Finance KEP-547/KM.10/2010 tanggal 20 September 2010 c) Kantor cabang Untuk perizinan pembukaan kantor cabang, telah diberikan izin pembukaan kantor cabang baru sebanyak 415 kantor cabang bagi 34 perusahaan selama tahun d) Perubahan anggaran dasar Selama tahun 2010, 29 perusahaan pembiayaan telah melakukan perubahan modal dan 5 perusahaan pembiayaan telah berganti nama. Bapepam-LK juga telah memproses 57 permohonan perubahan pengurus, 139 permohonan perpindahan alamat baik kantor pusat maupun kantor cabang. Perkembangan Industri Lembaga Pembiayaan Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengawas lembaga pembiayaan, Bapepam-LK telah memantau perkembangan industri perusahaan pembiayaan setelah sukses melewati krisis keuangan global pada tahun sebelumnya. Dari data perusahaan yang telah disampaikan dapat disimpulkan bahwa industri perusahaan pembiayaan selama tahun 2010 menunjukkan kinerja yang sangat bagus dengan rata-rata pertumbuhan aset setiap bulannya sebesar 2,64%. Pada akhir tahun 2010 total aset industri Perusahaan Pembiayaan mencapai Rp 226 triliun atau naik sebesar 29,77% dari aset tahun (data Oktober 2010) Halaman 60

64 Grafik 1 Total Aset Perusahaan Pembiayaan periode (dalam triliun rupiah) Sepanjang tahun 2010, penyaluran piutang pembiayaan menunjukkan kinerja yang menggembirakan dengan rata-rata pertumbuhan bulanan sebesar 2,39% sehingga nilai piutang pembiayaan sebesar Rp 180 triliun atau sekitar 80% dari total aset industri pada akhir tahun Sebagaimana periode-periode sebelumnya, piutang pembiayaan yang disalurkan oleh industri Perusahaan Pembiayaan masih didominasi oleh pembiayaan konsumen sebesar Rp 125 triliun dan sewa guna usaha sebesar Rp 53 triliun. Sedangkan nilai anjak piutang dan usaha kartu kredit relatif stagnan dengan hanya menguasai nilai pembiayaan masing-masing sebesar Rp 2 triliun dan Rp 1 triliun (data Oktober 2010). Grafik 2 Piutang Pembiayaan per Jenis Usaha (dalam triliun rupiah) Sepanjang tahun 2010, sumber pendanaan yang digunakan oleh Perusahaan Pembiayaan terutama berasal dari pinjaman sebesar Rp 136 triliun atau sebesar 67% dari total pendanaan, penerbitan obligasi sebesar Rp 19 triliun, dan modal sendiri sebesar Rp 47 triliun. Halaman 61

65 Grafik 3 Sumber Pendanaan Perusahaan Pembiayaan (dalam triliun rupiah) *) data Oktober 2010 Pelaksanaan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan Bagi Direksi dan Komisaris Perusahaan Pembiayaan Selama tahun 2010, Bapepam-LK telah melakukan penilaian kemampuan dan kepatutan (fit and proper) terhadap 161 calon direksi dan calon komisaris perusahaan pembiayaan yang mengajukan permohonan untuk dilakukan penilaian kemampuan dan kepatutan dengan rincian sebagai berikut: calon direksi; dan - 53 calon komisaris Dari jumlah tersebut, 8 orang calon direksi dan 4 orang calon komisaris dinyatakan tidak lulus penilaian kemampuan dan kepatutan. d. Pemeriksaan Pembinaan dan Pengawasan Perusahaan Pembiayaan Berdasarkan Pasal 36 Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan, maka Menteri melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan. Pengawasan terhadap Perusahaan Pembiayaan dilakukan baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyampaian Laporan Keuangan Audit Pada tahun 2010, Bapepam-LK telah memberikan sanksi berupa Surat Peringatan Pertama sampai dengan Surat Peringatan Ketiga dan Pembekuan Kegiatan Usaha terhadap Perusahaan Pembiayaan karena belum menyampaikan Laporan Keuangan Audit tahun 2009 sampai dengan selambat-lambatnya akhir April tahun 2010 sebagaimana diatur dalam Pasal 33 Peraturan Menteri Keuangan No. 84/PMK.012/2006 tentang Perusahaan Pembiayaan. Rincian jumlah Perusahaan Pembiayaan yang telah dikenakan sanksi adalah sebagaimana tercantum dalam tabel berikut: Halaman 62

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UU R.I No.8/1995 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 1995 TENTANG PASAR MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa tujuan pembangunan nasional

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PUNGUTAN OLEH OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG PENYELENGGARAAN KEGIATAN DI BIDANG PASAR MODAL PP. No. : 45 Tahun 1995 PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 1995 TENTANG

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-181/BL/2009 TENTANG PENERBITAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- 179/BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN Menimbang SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 314/BL/2007 TENTANG

Lebih terperinci

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DRAFT AWAL DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP- /BL/2008 TENTANG POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-208/BL/2012 TENTANG KRITERIA DAN

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN. MNC MNC Financial Center, Lt. 9 & 10 10. Telepon (021) 9600. Faksimili (021) 3983 6853. Telp. (62-21) 2970-9600. Fax.

PEMBAHARUAN. MNC MNC Financial Center, Lt. 9 & 10 10. Telepon (021) 9600. Faksimili (021) 3983 6853. Telp. (62-21) 2970-9600. Fax. PEMBAHARUAN MANAGER INVESTASI PT MNC PT ASSET MNC Asset MANAGEMENT Management MNC MNC Financial Center, Lt. 9 & 10 10 Jl. Kebon Jl. Kebon Sirih Sirih No. No. 21-27, Jakarta 10340 Telepon (021) 9600 Telp.

Lebih terperinci

PT MNC Asset Management. MNC Financial Center, Lt. 9 & 10. Telepon (021) 2970 9600 PT MNC ASSET MANAGEMENT MANAGER INVESTASI

PT MNC Asset Management. MNC Financial Center, Lt. 9 & 10. Telepon (021) 2970 9600 PT MNC ASSET MANAGEMENT MANAGER INVESTASI MANAGER INVESTASI PT MNC ASSET MANAGEMENT MNC Financial Center, Lt. 9 & 10 PT MNC Asset Management Jl. Kebon MNC Sirih Financial No. 21-27, Center, Lt. Jakarta 9 & 10 10340 Jl. Kebon Telp. Sirih (62-21)

Lebih terperinci

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral

Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Daftar Isi Peraturan Jasa Kustodian Sentral Bab 1 : Ketentuan Umum... 1 1.1 Definisi... 1 1.2 Layanan Jasa... 4 1.3 Peraturan dan Prosedur Operasional Layanan Jasa... 5 1.4 Tempat dan Waktu Layanan Jasa...

Lebih terperinci

ROADMAP SYARIAH 2015 2019 PASAR MODAL. Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah yang Tumbuh, Stabil, dan Berkelanjutan

ROADMAP SYARIAH 2015 2019 PASAR MODAL. Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah yang Tumbuh, Stabil, dan Berkelanjutan ROADMAP PASAR MODAL SYARIAH 2015 2019 Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah yang Tumbuh, Stabil, dan Berkelanjutan ROADMAP PASAR MODAL SYARIAH 2015 2019 Membangun Sinergi untuk Pasar Modal Syariah

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3 /POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN

PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3 /POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN PENJELASAN ATAS PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 3 /POJK.05/2015 TENTANG INVESTASI DANA PENSIUN I. UMUM Dana Pensiun merupakan badan hukum yang didirikan dengan tujuan untuk mengupayakan kesinambungan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa untuk mewujudkan perekonomian

Lebih terperinci

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap.

DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN. Tetap. Tetap. DRAFT PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT. ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DALAM RANGKA PENYESUAIAN DENGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN Anggaran Dasar Lama NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN Pasal 1 1. Perseroan terbatas ini

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK

PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK PERATURAN NOMOR IX.J.1 : POKOK-POKOK ANGGARAN DASAR PERSEROAN YANG MELAKUKAN PENAWARAN UMUM EFEK BERSIFAT EKUITAS DAN PERUSAHAAN PUBLIK I. KETENTUAN UMUM II. 1. Dalam peraturan ini yang dimaksud dengan:

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-430 /BL/2007 TENTANG PERNYATAAN

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA PASAR UANG

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA PASAR UANG PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA PASAR UANG Tanggal Efektif: 24 September 2004 Tanggal Mulai Penawaran: 17 Maret 2005 BAPEPAM & LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA DANA UTAMA Tanggal Efektif: 24 Mei 2007 Tanggal Mulai Penawaran: 17 September 2007 BAPEPAM & LK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 2/POJK.05/2014 TENTANG TATA KELOLA PERUSAHAAN YANG BAIK BAGI PERUSAHAAN PERASURANSIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

MASTER PLAN PASAR MODAL DAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK 2010-2014

MASTER PLAN PASAR MODAL DAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK 2010-2014 1 MASTER PLAN PASAR MODAL DAN INDUSTRI KEUANGAN NON BANK 2010-2014 Kementerian Keuangan Republik Indonesia Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan 2 3 MASTER PLAN PASAR MODAL DAN INDUSTRI KEUANGAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN : KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN : KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-715/BL/2012 TENTANG DANA PERLINDUNGAN

Lebih terperinci

PROSPEKTUS PEMBAHARUAN

PROSPEKTUS PEMBAHARUAN PROSPEKTUS PEMBAHARUAN REKSA DANA DANAREKSA MAWAR FOKUS 10 Prospektus ini dibuat di Jakarta pada tahun 2012 Tanggal Efektif: 22 Feb 2010 Tanggal Mulainya Penawaran Umum: 02 Mar 2010 PROSPEKTUS PEMBAHARUAN

Lebih terperinci

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana

2. Pasar Perdana. A. Proses Perdagangan pada Pasar Perdana B. Pasar Sekunder adalah pasar di mana efek-efek yang telah dicatatkan di Bursa diperjual-belikan. Pasar Sekunder memberikan kesempatan kepada para investor untuk membeli atau menjual efek-efek yang tercatat

Lebih terperinci

MEGA LINK AGGRESSIVE FUND

MEGA LINK AGGRESSIVE FUND Mega Link Aggressive Fund (MLAF) bertujuan memberikan imbal hasil jangka panjang kepada investor dalam bentuk total return (dari apresiasi harga efek maupun deviden) dengan investasi terutama pada saham-saham

Lebih terperinci

PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA EQUITY ASEAN 5 PLUS

PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA EQUITY ASEAN 5 PLUS PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA EQUITY ASEAN 5 PLUS Tanggal Efektif: 17 Juli 2013 Tanggal Mulai Penawaran: 25 Juli 2013 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI,

Lebih terperinci

BAB 1 KETENTUAN UMUM

BAB 1 KETENTUAN UMUM BAB 1 KETENTUAN UMUM 1.1. Definisi Kecuali diberikan pengertian secara khusus, maka semua kata dan atau istilah dalam peraturan ini mempunyai pengertian yang sama sebagaimana dimaksud dalam Undang- Undang

Lebih terperinci

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk

MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk MATRIKS PERUBAHAN ANGGARAN DASAR PT TELKOM INDONESIA (PERSERO) Tbk DAFTAR ISI Halaman Pasal 1 Nama dan Tempat Kedudukan... 1 Pasal 2 Jangka

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 480/BL/2009 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 429/BL/2009 TENTANG PENAMBAHAN

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA DANA OBLIGASI SERI II

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA DANA OBLIGASI SERI II PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA DANA OBLIGASI SERI II Tanggal Efektif: 14 Oktober 2004 Tanggal Mulai Penawaran: 8 Desember 2004 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI

Lebih terperinci

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL

SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL SEKILAS TENTANG PERAN LEMBAGA PEMERINGKAT EFEK DALAM INDUSTRI PASAR MODAL oleh : Sungkana Pendahuluan Seiring dengan semakin menigkatnya industri Pasar Modal, peran penting perusahaan Pemeringkat Efek

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 1997 TENTANG PERDAGANGAN BERJANGKA KOMODITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

REKSA DANA MNC DANA DOLLAR

REKSA DANA MNC DANA DOLLAR REKSA DANA MNC DANA DOLLAR UNTUK DIPERHATIKAN Reksa Dana MNC DANA DOLLAR tidak termasuk produk investasi dengan penjaminan. Sebelum membeli Unit Penyertaan, calon investor harus terlebih dahulu mempelajari

Lebih terperinci

BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK. BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN.

BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK. BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN. BULETIN AKUNTANSI STAF BAPEPAM dan LK BAS No. 9 : KEWAJIBAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN OLEH AKUNTAN. Ikhtisar: Interpretasi dalam Buletin Akuntansi Staf ini menyajikan pandangan staf mengenai kewajiban

Lebih terperinci

INVESTOR NEWS APRIL 2014

INVESTOR NEWS APRIL 2014 INVESTOR NEWS APRIL 2014 Pada bulan April 2014, BJTM menunjukkan performa yang bagus pada banyak aspek sehingga mampu membukukan kenaikan laba bersih sebelum pajak sebesar 24,84% YoY atau ekuivalen sebesar

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA EQUITY MOVEMENT

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA EQUITY MOVEMENT i PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MANDIRI INVESTA EQUITY MOVEMENT Tanggal Efektif: 10 Juli 2012 Tanggal Mulai Penawaran: 3 Oktober 2012 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN,

PERATURAN MENTERI KEUANGAN /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR /PMK.010/201... TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 8 dan Pasal

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG PERKOPERASIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa pembangunan perekonomian nasional bertujuan

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA SUCORINVEST SHARIA EQUITY FUND Tanggal Efektif: 22 Oktober 2013 Tanggal Penawaran: 8 November 2013 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK

Lebih terperinci

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM

PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM Nomor : Kep-48/PM/1996 PERATURAN NOMOR IX.A.7 : TANGGUNG JAWAB MANAJER PENJATAHAN DALAM RANGKA PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK DALAM PENAWARAN UMUM 1. Penawaran Umum Penawaran Umum dapat merupakan Penawaran

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-306/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-E TENTANG KEWAJIBAN PENYAMPAIAN INFORMASI Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan pelindungan terhadap

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN

PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN PENJELASAN ATAS UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN UMUM Industri perbankan merupakan salah satu komponen sangat penting dalam perekonomian nasional demi

Lebih terperinci

MANULIFE SAHAM SMC PLUS PROSPEKTUS PEMBAHARUAN

MANULIFE SAHAM SMC PLUS PROSPEKTUS PEMBAHARUAN Tanggal Efektif: 22 Januari 2013 Tanggal Mulai Penawaran: 27 Februari 2013 MANULIFE SAHAM SMC PLUS PROSPEKTUS PEMBAHARUAN OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-326/BL/2012 TENTANG SUB REKENING

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1997 TENTANG

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1997 TENTANG KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-49/PM/1997 TENTANG PENAWARAN UMUM SERTIFIKAT PENITIPAN EFEK INDONESIA ( INDONESIAN DEPOSITARY RECEIPT ) KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL, Menimbang

Lebih terperinci

PROSPEKTUS REKSA DANA PREMIER ETF IDX30 (REKSA DANA YANG UNIT PENYERTAANNYA DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK)

PROSPEKTUS REKSA DANA PREMIER ETF IDX30 (REKSA DANA YANG UNIT PENYERTAANNYA DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK) PROSPEKTUS REKSA DANA PREMIER ETF IDX30 (REKSA DANA YANG UNIT PENYERTAANNYA DIPERDAGANGKAN DI BURSA EFEK) Tanggal Efektif: 16 Oktober 2012 Tanggal Mulai Penawaran: 30 Oktober 2012 BAPEPAM DAN LK TIDAK

Lebih terperinci

PIHAK YANG TERLIBAT & PROSEDUR PENERBITAN OBLIGASI DAERAH

PIHAK YANG TERLIBAT & PROSEDUR PENERBITAN OBLIGASI DAERAH PIHAK YANG TERLIBAT & PROSEDUR PENERBITAN OBLIGASI DAERAH Regulator PARA PIHAK YANG TERLIBAT Emiten Pemegang Efek DEPARTEMEN KEUANGAN BAPEPAM LK PEMERINTAH DAERAH INVESTOR DJPK Perusahaan Efek Profesi

Lebih terperinci

PROSPEKTUS REKSA DANA PANIN DANA ULTIMA

PROSPEKTUS REKSA DANA PANIN DANA ULTIMA PROSPEKTUS REKSA DANA PANIN DANA ULTIMA Tanggal Efektif: 29 April 2014 Tanggal Mulai Penawaran: 13 Juni 2014 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-122/BL/2009 TENTANG TATA CARA PENDAFTARAN DALAM RANGKA PENAWARAN UMUM KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN,

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA,

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/ 3 /PBI/2009 TENTANG BANK UMUM SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, GUBERNUR BANK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam menghadapi perkembangan perekonomian nasional

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2011 TENTANG BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sistem jaminan sosial

Lebih terperinci

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA

No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA No.11/ 9 /DPbS Jakarta, 7 April 2009 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DI INDONESIA Perihal: Bank Umum Syariah Dengan telah diterbitkannya Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 tanggal

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MILLENIUM EQUITY GROWTH FUND

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MILLENIUM EQUITY GROWTH FUND PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA MILLENIUM EQUITY GROWTH FUND Tanggal Efektif: 27 Desember 2012 Tanggal Mulai Penawaran: 03 Januari 2013 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI

Lebih terperinci

Tanggal Efektif: 13 Okt 2003 Tanggal Mulai Penawaran: 16 Okt 2003

Tanggal Efektif: 13 Okt 2003 Tanggal Mulai Penawaran: 16 Okt 2003 Tanggal Efektif: 13 Okt 2003 Tanggal Mulai Penawaran: 16 Okt 2003 PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA ITB-NIAGA OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP- 423 /BL/2007 TENTANG PERNYATAAN

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 15/15/PBI/2013 TENTANG GIRO WAJIB MINIMUM BANK UMUM DALAM RUPIAH DAN VALUTA ASING BAGI BANK UMUM KONVENSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia

PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk Kegiatan Usaha: Jasa Pembiayaan Konsumen Berkedudukan di Jakarta Selatan, Indonesia JADWAL Tanggal Efektif : 21 Februari 2013 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 24 Oktober 2013 Masa Penawaran Umum : 18 dan 21 Oktober 2013 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 25 Oktober

Lebih terperinci

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi

Dasar-Dasar Obligasi. Pendidikan Investasi Dua Bulanan. Cara Kerja Obligasi September 2010 Dasar-Dasar Pasar obligasi dikenal juga sebagai pasar surat utang dan merupakan bagian dari pasar efek yang memungkinkan pemerintah dan perusahaan meningkatkan modalnya. Sama seperti orang

Lebih terperinci

MANULIFE GREATER INDONESIA FUND

MANULIFE GREATER INDONESIA FUND Tanggal Efektif: 15 Juni 2011 Tanggal Mulai Penawaran: 14 September 2011 MANULIFE GREATER PROSPEKTUS PEMBAHARUAN OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN

Lebih terperinci

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159

Kantor Pusat The Landmark I Lt. 26-31 Jl. Jenderal Sudirman No. 1 Jakarta 12910 Telp.: (021) 5296-3232, 5296-3322 (hunting) Faksimili: (021) 5296-4159 Tanggal Efektif : 9 Desember 2011 Tanggal Distribusi Obligasi Secara Elektronik : 27 Septermber 2012 Masa Penawaran : 21 24 Septermber 2012 Tanggal Pencatatan di Bursa Efek Indonesia : 28 Septermber 2012

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-104/BL/2006 TENTANG PRODUK UNIT

Lebih terperinci

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan.

7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan. 7. Memastikan sistem pengendalian internal telah diterapkan sesuai ketentuan. 8. Memantau kepatuhan BCA dengan prinsip pengelolaan bank yang sehat sesuai dengan ketentuan yang berlaku melalui unit kerja

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-17/PM/2004 TENTANG

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-17/PM/2004 TENTANG KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR: KEP-17/PM/2004 TENTANG PEDOMAN PEMERIKSAAN OLEH AKUNTAN ATAS PEMESANAN DAN PENJATAHAN EFEK ATAU PEMBAGIAN SAHAM BONUS KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL,

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/14/PBI/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/14/PBI/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 15/14/PBI/2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 11/10/PBI/2009 TENTANG UNIT USAHA SYARIAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PG SEJAHTERA

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PG SEJAHTERA PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PG SEJAHTERA Tanggal Efektif : 04 Februari 2005 Tanggal Mulai Penawaran : 07 Februari 2005 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK

Lebih terperinci

BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe,

BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN. Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe, BAB 4 ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN 4.1 Perhitungan Return Pengembalian Bebas Risiko Dalam pengukuran kinerja reksa dana saham dengan menggunakan ukuran Sharpe, Treynor, dan Jensen, digunakan suatu tingkat

Lebih terperinci

Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA. Penilaian Kualitas Aktiva Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah.

Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA. Penilaian Kualitas Aktiva Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. No.13/ 10 /DPbS Jakarta, 13 April 2011 S U R A T E D A R A N Kepada SEMUA BANK UMUM SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH DI INDONESIA Perihal: Penilaian Kualitas Aktiva Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR KEP-183/BL/2009 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN

Lebih terperinci

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia i FACTBOOK Tahun 2011 Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Keuangan Republik Indonesia Daftar

Lebih terperinci

No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA

No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN. Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA No. 16/12/DPAU Jakarta, 22 Juli 2014 SURAT EDARAN Kepada SEMUA BANK UMUM DI INDONESIA Perihal: Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital Dalam Rangka Keuangan Inklusif Melalui Agen Layanan Keuangan Digital

Lebih terperinci

BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN ( UNDANG-UNDANG OJK )

BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN ( UNDANG-UNDANG OJK ) BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN ( UNDANG-UNDANG OJK ) Dengan berlakunya Undang-undang OJK, sejak tanggal 31 Desember 2012 fungsi, tugas dan wewenang pengaturan

Lebih terperinci

PROSPEKTUS REKSA DANA TERPROTEKSI BATAVIA PROTEKSI UTAMA 3

PROSPEKTUS REKSA DANA TERPROTEKSI BATAVIA PROTEKSI UTAMA 3 PROSPEKTUS REKSA DANA TERPROTEKSI BATAVIA PROTEKSI UTAMA 3 Tanggal Efektif : 30 Agustus 2010 Masa Penawaran : Maksimal 90 Hari Bursa, terhitung sejak Tanggal Efektif Tanggal Launching : 28 Oktober 2010

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2007 TENTANG PERSEROAN TERBATAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa perekonomian nasional yang diselenggarakan

Lebih terperinci

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk.

Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. Anggaran Dasar PT BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk. www.bankmandiri.co.id 2 ANGGARAN DASAR Pendirian PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. didirikan pada tanggal 2 Oktober 1998 berdasarkan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.05/2014 TENTANG PEMERIKSAAN LANGSUNG LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.05/2014 TENTANG PEMERIKSAAN LANGSUNG LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 11/POJK.05/2014 TENTANG PEMERIKSAAN LANGSUNG LEMBAGA JASA KEUANGAN NON-BANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PROSPERA BIJAK

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PROSPERA BIJAK TANGGAL EFEKTIF:15 Juni 2011 TANGGAL MULAI PENAWARAN: 1Juli 2011 PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA PROSPERA BIJAK OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN

Lebih terperinci

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM

LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM LAPORAN UJI TUNTAS & PENDAPAT HUKUM Oleh KarimSyah Law Firm Sudirman Square Office Tower B, lantai 11 Jl. Jend. Sudirman Kav. 45-46, Jakarta 12930, INDONESIA Phone: +62 21 577-1177 (Hunting), Fax: +62

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN. Tanggal Efektif : 15 Mei 2006 Tanggal Mulai Penawaran : 12 Juni 2006

PEMBAHARUAN. Tanggal Efektif : 15 Mei 2006 Tanggal Mulai Penawaran : 12 Juni 2006 PEMBAHARUAN Tanggal Efektif : 15 Mei 2006 Tanggal Mulai Penawaran : 12 Juni 2006 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI. TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2004 TENTANG LEMBAGA PENJAMIN SIMPANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk menunjang terwujudnya perekonomian

Lebih terperinci

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA TRAM INFRASTRUCTURE PLUS

PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA TRAM INFRASTRUCTURE PLUS PEMBAHARUAN PROSPEKTUS REKSA DANA TRAM INFRASTRUCTURE PLUS Tanggal Efektif: 16 Februari 2012 Tanggal Mulai Penawaran: 28 Maret 2012 OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN : KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN : KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL EMENTERIAN EUANGAN REPUBLI INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA EUANGAN SALINAN EPUTUSAN ETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA EUANGAN NOMOR EP-689/BL/2011 TENTANG PEDOMAN AUNTANSI PERUSAHAAN

Lebih terperinci

ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU

ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PERATURAN NOMOR IX.D.3 : PEDOMAN MENGENAI BENTUK DAN ISI PROSPEKTUS DALAM RANGKA PENERBITAN HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU Suatu Prospektus harus mencakup semua rincian dan Informasi atau Fakta Material

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-692/BL/2011 TENTANG PEDOMAN MENGENAI

Lebih terperinci

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI

PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 12/ 38 /DPNP tanggal 31 Desember 2010 PEDOMAN PENYUSUNAN STANDARD OPERATING PROCEDURE ADMINISTRASI KREDIT PEMILIKAN RUMAH DALAM RANGKA SEKURITISASI Lampiran Surat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK.

PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM TENTANG RENCANA PENAMBAHAN MODAL TANPA HAK MEMESAN EFEK TERLEBIH DAHULU PT SILOAM INTERNATIONAL HOSPITALS TBK. Berkedudukan di Kabupaten Tangerang, Banten, Indonesia Kegiatan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2011 TENTANG PINJAMAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk meningkatkan efektivitas dan

Lebih terperinci

Full service integrated securities company

Full service integrated securities company PT Trimegah Securities Tbk Paparan Publik / Public Expose IDX - TRIM Bloomberg TRIM IJ 25 Juni 2009 The Sultan - Jakarta Agenda 1. Profil Perusahaan 2. Kegiatan Usaha 3. Kinerja Keuangan 4. Rencana Usaha

Lebih terperinci

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21

TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 TANYA JAWAB PERATURAN BANK INDONESIA NO.16/21 21/PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK 1. Q: Apa latar belakang diterbitkannya PBI

Lebih terperinci

BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN ( UNDANG-UNDANG OJK ) UNTUK DIPERHATIKAN

BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN ( UNDANG-UNDANG OJK ) UNTUK DIPERHATIKAN BERLAKUNYA UNDANG-UNDANG NO. 21 TAHUN 2011 TENTANG OTORITAS JASA KEUANGAN ( UNDANG-UNDANG OJK ) Dengan berlakunya Undang-undang OJK, sejak tanggal 31 Desember 2012 fungsi, tugas dan wewenang pengaturan

Lebih terperinci

MANULIFE DANA TETAP PEMERINTAH PROSPEKTUS PEMBAHARUAN

MANULIFE DANA TETAP PEMERINTAH PROSPEKTUS PEMBAHARUAN Prospektus ini Tanggal Efektif 6 Agustus 2007 Tanggal Penawaran 5 Oktober 2007 MANULIFE DANA TETAP PEMERINTAH PROSPEKTUS PEMBAHARUAN OJK TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK

Lebih terperinci

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010

MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 MEMILIH INVESTASI REKSA DANA TAHUN 2010 Indonesia cukup beruntung, karena menjadi negara yang masih dapat mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif tahun 2009 sebesar 4,4 % di tengah krisis keuangan global

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN,

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 100 /PMK.010/2009 TENTANG PERUSAHAAN PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR MENTERI KEUANGAN, Menimbang Mengingat : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 8 Peraturan Presiden Nomor

Lebih terperinci

Kewajiban Pelaporan Pajak Amerika Serikat berdasarkan FATCA

Kewajiban Pelaporan Pajak Amerika Serikat berdasarkan FATCA UNTUK DIPERHATIKAN Reksa Dana SCHRODERS tidak termasuk produk investasi dengan penjaminan. Sebelum membeli Unit Penyertaan, calon investor harus terlebih dahulu mempelajari dan memahami Prospektus dan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN SALINAN KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL DAN LEMBAGA KEUANGAN NOMOR: KEP-521/BL/2010 TENTANG TRANSAKSI

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG KEPUTUSAN DIREKSI PT BURSA EFEK JAKARTA NOMOR : Kep-305/BEJ/07-2004 TENTANG PERATURAN NOMOR I-A TENTANG PENCATATAN SAHAM DAN EFEK BERSIFAT EKUITAS SELAIN SAHAM YANG DITERBITKAN OLEH PERUSAHAAN TERCATAT

Lebih terperinci

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 16/ 20 /PBI/2014 TENTANG PENERAPAN PRINSIP KEHATI-HATIAN DALAM PENGELOLAAN UTANG LUAR NEGERI KORPORASI NONBANK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR BANK INDONESIA,

Lebih terperinci