MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1461-2. Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja"

Transkripsi

1 Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja a. Standar Pelayanan Evaluasi, Penyusunan, dan Penyempurnaan Organisasi di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN ANALISIS, EVALUASI, PENYUSUNAN, DAN PENYEMPURNAAN ORGANISASI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2010 tentang Kementerian Sekretariat Negara, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 8 Tahun 2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyusunan Standar Pelayanan Sekretariat Negara Republik Indonesia 3. Peraturan Menteri Sekretaris Negara Nomor 2 Tahun 2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sekretariat Negara B. Latar Belakang Dalam rangka menciptakan organisasi Kementerian Sekretariat Negara yang proporsional, tepat fungsi, dan tepat ukuran (right sizing), serta untuk melaksanakan Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 1998 tentang Prosedur Pengusulan, Penetapan, dan Evaluasi Organisasi Pemerintah yang mengamanatkan agar setiap Kementerian/Lembaga harus melakukan evaluasi pelaksanaan organisasi dan tata kerja sekurang-kurangnya setiap tahun dan/atau sesuai dengan perkembangan kelembagaan, maka perlu dilakukan kegiatan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan secara tertib, efisien, dan efektif, maka diperlukan standar pelayanan. C. Maksud

2 C. Maksud dan Tujuan MENTERI SEKRETARIS NEGARA Maksud penetapan Standar Pelayanan Evaluasi, Penyusunan, dan Penyempurnaan Organisasi di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara adalah sebagai pedoman bagi pelaksana pelayanan dan sebagai informasi bagi pengguna pelayanan dalam pelaksanaan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. Tujuannya adalah untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja dalam melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara, sehingga diperoleh hasil kajian sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan penataan organisasi dan tata kerja Kementerian Sekretariat Negara. D. Ruang Lingkup 1. Unit pelayanan yang melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara adalah Bagian Organisasi, Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja. 2. Pelaksana pelayanan adalah Kepala Bagian Organisasi, Kepala Subbagian Organisasi, beserta staf yang memiliki tugas dan tanggung jawab langsung melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. 3. Penanggung jawab pelayanan adalah Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja. 4. Sasaran yang hendak dicapai adalah terwujudnya acuan baku dalam melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara, sehingga pelaksanaannya dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. 5. Pengguna pelayanan adalah seluruh satuan organisasi/unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan unit organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. 6. Keluaran (output) pelayanan adalah a. Naskah Akademik Penataan Organisasi; b. Daftar

3 b. Daftar Inventarisasi Masalah (DIM); c. laporan hasil evaluasi organisasi; d. Rancangan Peraturan Presiden tentang organisasi Kementerian Sekretariat Negara; e. Rancangan Peraturan Presiden tentang organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara; f. Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sekretariat Negara; g. Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara tentang organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. 7. Kemanfaatan (outcome) pelayanan adalah sebagai bahan pertimbangan pimpinan dalam merumuskan kebijakan penataan organisasi dan tata kerja Kementerian Sekretariat Negara dan unit organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. 8. Standar kompetensi pelaksana: a. Memiliki pengetahuan tentang peraturan perundang-undangan dan kebijakan pemerintah di bidang kelembagaan b. Memiliki pengetahuan tentang teori organisasi c. Mampu menganalisis, mengevaluasi, dan memberikan saran pertimbangan mengenai organisasi d. Memahami teknik penyusunan peraturan perundang-undangan e. Mampu berkoordinasi dengan baik f. Mampu mengoperasikan komputer program Microsoft Office dan internet g. Memiliki kemampuan presentasi h. Mampu menjaga rahasia organisasi BAGIAN

4 BAGIAN KEDUA KERANGKA PROSEDUR DAN STANDAR PELAYANAN A. Kerangka Prosedur Inisiatif Bagian Organisasi Pemberian arahan oleh Karo Ortala-AK kepada Kabag Organisasi (30 menit) Penugasan kepada Kasubbag Analisis Organisasi (1 jam) Penyusunan rencana kegiatan (1 hari) Usulan dari satuan organisasi/unit kerja/ Lembaga lain Pengumpulan data, telaahan PUU dan arah kebijakan di bidang organisasi (3 hari) Penyusunan draf Naskah Akademik dan DIM (1-2 minggu) Pemeriksaan draf Naskah Akademik dan DIM oleh Karo Ortala-AK (1 hari) Pemeriksaan draf Naskah Akademik dan DIM oleh Deputi SDM (1 hari) Naskah Akademik dan DIM Pembentukan Tim (2 minggu) Presentasi Naskah Akademik dan DIM di hadapan Tim (1 hari) Penyusunan Draf Rancangan Perpres/Permensesneg oleh Tim (3-10 hari) Persiapan administrasi rapat/raker (1-3 hari) Pembahasan Rancangan Perpres/Permensesneg oleh Tim (dalam kota 5 jam, luar kota 2 3 hari) Penyusunan laporan evaluasi kelembagaan (1 minggu) Penyampaian laporan evaluasi kelembagaan kepada Kementerian PAN dan RB (3 jam) Finalisasi Rancangan Perpres/Permensesneg (3 hari) Pemeriksaan Rancangan Perpres/Permensesneg oleh Ketua Tim (3 hari) Permohonan persetujuan Rancangan Perpres/Permensesneg kepada Mensesneg (3 jam) Diperbaiki Persetujuan Mensesneg disetujui Permohonan

5 Permohonan pertimbangan Rancangan Perpres/Permensesneg kepada Kementerian PAN dan RB (3 hari) Pembahasan Rancangan Perpres/Permensesneg dengan Kementerian PAN dan RB (6 3 jam) Penerimaan persetujuan Rancangan Perpres dari Kementerian PAN dan RB oleh Setkab Proses penyelesaian Rancangan Perpres oleh Setkab Penerimaan Perpres Harmonisasi Rancangan Permensesneg oleh Deputi Bidang PUU (4 hari) Penerimaan persetujuan Rancangan Permensesneg dari Kementerian PAN dan RB oleh Mensesneg Penyiapan Rancangan Permensesneg (2 hari) Pemeriksaan Rancangan Permensesneg oleh Ketua Tim (1 hari) Pengajuan Rancangan Permensesneg kepada Mensesneg untuk mendapat persetujuan (4 jam) Penandatanganan Permensesneg Penomoran dan pengagendaan oleh Biro TU dan Humas, Setkemsetneg Penyiapan Salinan Permensesneg (3 hari) Pencetakan Permensesneg oleh Biro Umum Pengajuan permohonan pencetakan Permensesneg (3 jam) Distribusi Permensesneg (2 hari) B. Prosedur

6 B. Prosedur Pelayanan MENTERI SEKRETARIS NEGARA Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memberikan arahan kepada Kepala Bagian Organisasi untuk melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi (30 menit). Arahan tersebut dapat juga berdasarkan inisatif dari Bagian Organisasi atau usulan dari satuan organisasi/unit kerja terkait di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara. 2. Kepala Bagian Organisasi menugaskan Kepala Subbagian Analisis Organisasi untuk menyusun jadwal kegiatan, mengumpulkan data yang berkaitan dengan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara, serta menyiapkan pembentukan Tim (1 jam). 3. Penyusunan rencana kerja (1 hari). a. Kepala Subbagian Analisis Organisasi menugaskan staf untuk menyusun rencana kegiatan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi. b. Staf Subbagian Analisis Organisasi menyusun konsep rencana kegiatan. c. Kepala Subbagian Analisis Organisasi memeriksa konsep rencana kegiatan. d. Kepala Bagian Organisasi memeriksa dan memberikan persetujuan terhadap rencana kegiatan. 4. Kepala Subbagian Analisis Organisasi berserta staf mengumpulkan dan mempelajari data, peraturan perundang-undangan dan arah kebijakan pimpinan yang berkaitan dengan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan unit organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara (3 hari). 5. Penyusunan draf Naskah Akademik dan DIM (1-2 minggu). a. Kepala Bagian Organisasi menugaskan Kepala Subbagian Analisis Organisasi untuk menyusun draf Naskah Akademik dan DIM. b. Kepala Subbagian Analisis Organisasi menugaskan staf untuk mengumpulkan data dan peraturan perundang-undangan di bidang kelembagaan. c. Staf Subbagian Analisis Organisasi mengumpulkan, mempelajari, dan menganalisis peraturan perundang-undangan, kebijakan pemerintah, referensi, atau dokumen terkait. d. Kepala Subbagian Analisis Organisasi merumuskan outline draf awal Naskah Akademik dan DIM. e. Kepala Bagian Organisasi memeriksa draf Naskah Akademik dan DIM. f. Kepala

7 f. Kepala Bagian Organisasi beserta staf menyusun memorandum/surat Deputi Bidang Sumber Daya Manusia/Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja kepada pimpinan satuan organisasi/unit kerja/unit organisasi lain untuk meminta masukan tentang usulan penataan organisasi. g. Kepala Bagian Organisasi memimpin pembahasan draf Naskah Akademik dan DIM di internal Bagian Organisasi, serta menyampaikan hasilnya kepada Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja. 6. Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa draf Naskah Akademik dan DIM (1 hari). 7. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia memeriksa draf Naskah Akademik dan DIM (1 hari). 8. a. Dalam hal belum ada ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan adanya penyempurnaan organisasi atau sesuai dengan arahan pimpinan, maka Naskah Akademik dan DIM cukup didokumentasikan sebagai bahan penyusunan laporan evaluasi kelembagaan serta penyusunan Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara mengenai penataan organisasi berikutnya. b. Dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 13 Tahun 1998, disusun laporan evaluasi kelembagaan (1 minggu) yang selanjutnya disampaikan kepada Kementerian PAN dan RB dengan surat Deputi Bidang Sumber Daya Manusia. c. Dalam hal terdapat ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengharuskan adanya penyempurnaan organisasi atau sesuai dengan arahan pimpinan, maka dilakukan proses penyusunan Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara dengan prosedur sebagaimana tersebut pada tahapan 9 s.d. selesai. 9. Pembentukan Tim (2 minggu) a. Penyiapan memorandum tentang permintaan usulan keanggotaan Tim kepada pimpinan satuan organiasi/unit kerja terkait. 1) Kepala Subbagian Organisasi menugaskan staf untuk menyusun konsep memorandum Deputi Bidang Sumber Daya Manusia/Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja kepada pimpinan satuan organisasi/unit kerja terkait. 2) Staf menyusun konsep memorandum. 3) Kepala

8 ) Kepala Subbagian Organisasi memeriksa konsep memorandum. 4) Kepala Bagian Organisasi memeriksa konsep memorandum. 5) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa/menandatangani memorandum. 6) Deputi Bidang Sumber Daya Manusia memeriksa dan menandatangani memorandum. 7) Staf menyampaikan memorandum kepada pimpinan satuan organisasi/unit kerja. b. Penyiapan Rancangan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia tentang Pembentukan Tim. 1) Kepala Subbagian Analisis Organisasi menugaskan staf untuk menyusun Rancangan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum pengantarnya. 2) Staf Subbagian Analisis Organisasi menyusun Rancangan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum pengantarnya. 3) Kepala Subbagian Analisis Organisasi memeriksa Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum pengantarnya. 4) Kepala Bagian Organisasi memeriksa Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum pengantarnya. 5) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum pengantarnya. 6) Deputi Bidang Sumber Daya Manusia memeriksa Rancangan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/menandatangani Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia. 7) Menteri Sekretaris Negara memeriksa dan menandatangani Keputusan Menteri Sekretaris Negara tentang Pembentukan Tim. 8) Staf Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat memberikan penomoran terhadap Keputusan Menteri Sekretaris Negara tentang Pembentukan Tim. c. Penyiapan dan pendistribusian Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia tentang Pembentukan Tim 1) Kepala

9 ) Kepala Subbagian Analisis Organisasi menugaskan staf untuk menyusun draf Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum pendistribusiannya. 2) Staf Subbagian Analisis Organisasi menyusun draf Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum. 3) Kepala Subbagian Analisis Organisasi memeriksa draf Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum. 4) Kepala Bagian Organisasi memeriksa draf Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta konsep memorandum. 5) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa dan menandatangani Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta memorandum. 6) Staf Subbagian Analisis Organisasi menggandakan dan menyampaikan Salinan Keputusan Menteri Sekretaris Negara/Keputusan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia beserta memorandum kepada Anggota Tim dan pihak terkait. 10. Penyiapan Bahan dan Presentasi Naskah Akademik dan DIM di hadapan Tim (2 hari) a. Kepala Bagian Organisasi beserta staf menyiapkan bahan presentasi dan surat undangan Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja, serta mendistribusikannya kepada anggota Tim. b. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia/Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana mempresentasikan Naskah Akademik dan DIM di hadapan Tim. 11. Tim menyusun Draf Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara mengenai penataan organisasi (3-10 hari). 12. Persiapan administrasi pembahasan Draf Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara baik di dalam kota maupun di luar kota (1-3 hari) a. Persiapan administrasi pembahasan di dalam kota (1 hari): 1) Kepala Subbagian Analisis Organisasi menugaskan staf untuk menyusun konsep surat undangan rapat pembahasan dan konsep memorandum permintaan konsumsi rapat. 2) Staf Subbagian Analisis Organisasi menyusun konsep surat undangan rapat pembahasan dan konsep memorandum permintaan konsumsi rapat. 3) Kepala

10 ) Kepala Subbagian Analisis Organisasi memeriksa konsep surat undangan dan memorandum. 4) Kepala Bagian Organisasi memeriksa konsep surat undangan dan memorandum. 5) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa dan menandatangani surat undangan dan memorandum. 6) Staf Subbagian Analisis Organisasi mengagendakan, menggandakan, dan menyampaikan surat undangan kepada Anggota Tim dan memorandum kepada Kepala Biro Umum, Sekretariat Kementerian. b. Persiapan administrasi pembahasan di luar kota (3 hari): 1) Kepala Subbagian Analisis Organisasi menugaskan staf untuk menyusun konsep surat undangan dan Surat Perintah, serta menyiapkan dokumen administrasi permohonan pencairan biaya perjalanan dinas. 2) Staf Subbagian Analisis Organisasi menyusun konsep surat undangan dan Surat Perintah, serta menyiapkan dokumen administrasi permohonan pencairan biaya perjalanan dinas. 3) Kepala Subbagian Analisis Organisasi memeriksa konsep surat undangan, Surat Perintah, dan dokumen administrasi permohonan pencairan biaya perjalanan dinas. 4) Kepala Bagian Organisasi memeriksa konsep surat undangan, Surat Perintah, dan dokumen administrasi permohonan pencairan biaya perjalanan dinas. 5) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa dan menandatangani surat undangan, Surat Perintah, dan dokumen administrasi permohonan pencairan biaya perjalanan dinas. Apabila terdapat pejabat Eselon I sebagai Anggota Tim, Surat Perintah Perjalanan Dinas ditandatangani oleh Deputi Bidang Sumber Daya Manusia. 6) Staf Subbagian Analisis Organisasi mengagendakan, menggandakan dan menyampaikan surat undangan dan Surat Perintah kepada Anggota Tim, serta menyampaikan dokumen administrasi permohonan pencairan biaya perjalanan dinas kepada Kepala Biro Keuangan, Sekretariat Kementerian. 7) Kepala Subbagian Analisis Organisasi/staf melakukan konfirmasi kehadiran dan koordinasi dengan pihak terkait. 13. Anggota Tim melaksanakan pembahasan Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara (dalam kota 5 2,5 jam, luar kota 2 3 hari). a. Ketua Tim memimpin pembahasan. b. Tim melaksanakan pembahasan. c. Sekretariat

11 c. Sekretariat Tim menyempurnakan Rancangan Peraturan Presiden/ Peraturan Menteri Sekretaris Negara berdasarkan hasil pembahasan. 14. Tim melaksanakan finalisasi Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara berdasarkan hasil pembahasan untuk dilaporkan kepada Ketua Tim (3 hari). 15. Ketua Tim memeriksa substansi dan teknis Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara (3 hari). 16. Permohonan persetujuan Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara kepada Menteri Sekretaris Negara (3 jam). a. Berdasarkan arahan Ketua Tim, Sekretariat Tim menyusun konsep memorandum Ketua Tim kepada Menteri Sekretaris Negara. b. Sekretaris Tim memeriksa konsep memorandum beserta lampirannya. c. Ketua Tim memeriksa dan menandatangani memorandum. d. Sekretariat Tim menyampaikan memorandum beserta Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara kepada Menteri Sekretaris Negara 17. Menteri Sekretaris Negara memeriksa dan memberikan persetujuan atas Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara. Apabila ada perbaikan dari Menteri Sekretaris Negara, maka Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara akan diperbaiki sesuai dengan arahan. 18. Permohonan pertimbangan Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN dan RB) (3 hari). a. Berdasarkan arahan Menteri Sekretaris Negara, Tim menyusun konsep surat Menteri Sekretaris Negara kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PAN dan RB) beserta konsep memorandum pengantar dari Ketua Tim (2 jam). b. Sekretaris Tim memeriksa konsep surat dan memorandum beserta lampirannya (30 menit). c. Ketua Tim memeriksa konsep surat dan menandatangani memorandum (30 menit). d. Menteri Sekretaris Negara memeriksa dan menandatangani surat kepada Menteri Negara PAN dan RB. e. Sekretariat Tim menyampaikan surat beserta Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara kepada Menteri Negara PAN dan RB (2 jam). 19. Tim

12 Tim menghadiri rapat pembahasan Rancangan Peraturan Presiden/ Peraturan Menteri Sekretaris Negara dengan Kementerian PAN dan RB (6 3 jam). 20. Penerimaan persetujuan Rancangan Peraturan Presiden/Peraturan Menteri Sekretaris Negara dari Kementerian PAN dan RB a. Rancangan Peraturan Presiden 1) Sekretariat Kabinet menerima Rancangan Peraturan Presiden mengenai penataan organisasi yang telah mendapatkan persetujuan/pertimbangan dari Kementerian PAN dan RB untuk ditindaklanjuti. 2) Sekretariat Kabinet memproses penyelesaian Peraturan Presiden mengenai penataan organisasi. 3) Menteri Sekretaris Negara menerima Peraturan Presiden mengenai penataan organisasi untuk diproses lebih lanjut. b. Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara 1) Menteri Sekretaris Negara menerima Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara mengenai penataan organisasi yang telah mendapatkan persetujuan/pertimbangan dari Kementerian PAN dan RB. 2) Berdasarkan persetujuan/pertimbangan dari Kementerian PAN dan RB yang telah mendapatkan arahan pimpinan, Sekretaris Tim menyiapkan Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara untuk dimintakan paraf Ketua Tim (2 hari). 3) Ketua Tim memeriksa dan memaraf pada Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara (1 hari). 4) Sebelum diajukan kepada Menteri Sekretaris Negara, terlebih dahulu dilaksanakan harmonisasi Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara oleh Deputi Bidang Perundang-undangan (4 hari). 5) Pengajuan Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara kepada Menteri Sekretaris Negara untuk mendapat persetujuan (4 jam) a) Berdasarkan arahan Ketua Tim, Sekretaris Tim menyusun konsep memorandum penyampaian Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara dari Ketua Tim kepada Menteri Sekretaris Negara (1 jam). b) Ketua

13 b) Ketua Tim memeriksa dan menandatangani memorandum (30 menit). c) Sekretariat Tim menyampaikan memorandum beserta Rancangan Peraturan Menteri Sekretaris Negara kepada Menteri Sekretaris Negara (10 menit). 6) Menteri Sekretaris Negara memeriksa dan menandatangani Peraturan Menteri Sekretaris Negara mengenai penataan organisasi. 7) Staf Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat, Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara memberikan nomor dan mengagendakan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. 7) Penyiapan Salinan Peraturan Menteri Sekretaris Negara tentang Organisasi dan Tata Kerja (3 hari) a) Berdasarkan arahan pimpinan secara berjenjang, staf Subbagian Analisis Organisasi menyiapkan draf Salinan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. b) Kepala Subbagian Analisis Organisasi memeriksa dan memaraf draf Salinan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. c) Kepala Bagian Organisasi memeriksa dan memaraf draf Salinan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. d) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja memeriksa dan menandatangani Salinan Peraturan Menteri Sekretaris Negara. 8) Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja mengajukan permohonan pencetakan Peraturan Menteri Sekretaris Negara mengenai penataan organisasi melalui memorandum kepada Kepala Biro Umum, Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara (3 jam). 9) Proses pencetakan Peraturan Menteri Sekretaris Negara oleh Biro Umum, Sekretariat Kementerian Sekretariat Negara. 10) Staf Subbagian Analisis Organisasi mendistribusikan Peraturan Menteri Sekretaris Negara mengenai penataan organiasi kepada pimpinan satuan organisasi/unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara dan unit organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara (2 hari). C. Persyaratan

14 C. Persyaratan 1. Persyaratan administratif/teknis yang harus dipenuhi oleh pelaksana pelayanan: a. Adanya arahan pimpinan untuk melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara b. Adanya inisiatif Bagian Organisasi untuk melaksanakan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara c. Adanya usulan penataan organisasi dari satuan organisasi/unit kerja di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara atau dari unit organisasi lain yang pembentukan organisasi dan tata kerjanya ditetapkan dengan Peraturan Menteri Sekretaris Negara d. Memiliki kompetensi sesuai dengan jenjang masing-masing 2. Persyaratan administratif/teknis bagi pengguna pelayanan: Pimpinan satuan organisasi/unit kerja menyampaikan usulan penataan organisasi kepada Menteri Sekretaris Negara/Deputi Bidang Sumber Daya Manusia/Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja. D. Sarana dan Prasarana Pelayanan Alat tulis kantor, komputer, printer, mesin fotokopi, scanner, notebook, LCD projector, kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, dan ruang rapat E. Biaya Pelayanan Tidak ada F. Tempat Pelayanan Pelayanan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara diselenggarakan di Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja, Deputi Bidang Sumber Daya Manusia. G. Jadwal

15 G. Jadwal Pelayanan Pelayanan analisis, evaluasi, penyusunan dan penyempurnaan organisasi diselenggarakan selama jam kerja kedinasan, dan apabila diperlukan dapat dilaksanakan diluar hari dan jam kerja. H. Penanganan/Tindak Lanjut Pengaduan/Keluhan/Masukan 1. Pengaduan/keluhan/masukan dari unit kerja terkait dengan pengusulan, penyempurnaan, dan evaluasi organisasi disampaikan kepada Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja. 2. Kepala Biro Organisasi, Tata Laksana, dan Akuntabilitas Kinerja dapat mendelegasikan wewenang kepada Kepala Bagian Organisasi untuk menindaklanjuti pengaduan/keluhan/masukan. 3. Kepala Bagian Organisasi beserta staf menindaklanjuti pengaduan/keluhan/ masukan. b. Standar

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1502 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1502 - - 1502 - d. Standar Pelayanan Penyusunan Sistem dan Prosedur Kerja di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN SISTEM DAN PROSEDUR KERJA DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SEKERETARIAT

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1549 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1549 - - 1549 - h. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Rencana Kinerja Tahunan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENGKOORDINASIAN PENYUSUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN KEMENTERIAN SEKRETARIAT

Lebih terperinci

- 734-2. Standar Pelayanan Penyusunan Sistem dan Prosedur Kerja di Lingkungan Sekretariat Negara

- 734-2. Standar Pelayanan Penyusunan Sistem dan Prosedur Kerja di Lingkungan Sekretariat Negara - 734-2. Standar Pelayanan Penyusunan Sistem dan Prosedur Kerja di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN SISTEM DAN PROSEDUR KERJA DI LINGKUNGAN SEKERETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Pengusulan dan Evaluasi Organisasi di lingkungan Sekretariat Negara

Standar Pelayanan Pengusulan dan Evaluasi Organisasi di lingkungan Sekretariat Negara - 727 - B. Biro Organisasi dan Humas 1. Standar Pelayanan Pengusulan dan Evaluasi Organisasi di lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENGUSULAN DAN EVALUASI ORGANISASI DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT

Lebih terperinci

E. Standar Pelayanan di Lingkungan Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Hubungan Kelembagaan

E. Standar Pelayanan di Lingkungan Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Hubungan Kelembagaan - 169 - E. Standar Pelayanan di Lingkungan Deputi Menteri Sekretaris Negara Bidang Hubungan Kelembagaan 1. Biro Hubungan Organisasi Kemasyarakatan a. Standar Pelayanan Penyiapan Saran dan Masukan tentang

Lebih terperinci

B. Biro Peraturan Perundang-Undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat

B. Biro Peraturan Perundang-Undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat - 885 - B. Biro Peraturan Perundang-Undangan Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat 1. Standar Pelayanan Analisis dan Penyelesaian Rancangan Undang- Undang Inisiatif Dewan Perwakilan Rakyat di Bidang

Lebih terperinci

- 950-3. Standar Pelayanan Analisis Dan Penyusunan Pendapat Hukum Atas Permasalahan Hukum Berkaitan Dengan Pengaduan Masyarakat

- 950-3. Standar Pelayanan Analisis Dan Penyusunan Pendapat Hukum Atas Permasalahan Hukum Berkaitan Dengan Pengaduan Masyarakat - 950-3. Standar Pelayanan Analisis Dan Penyusunan Pendapat Hukum Atas Permasalahan Hukum Berkaitan Dengan Pengaduan Masyarakat STANDAR PELAYANAN ANALISIS DAN PENYUSUNAN PENDAPAT HUKUM ATAS PERMASALAHAN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 966 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 966 - - 966-3. Biro Tata Usaha dan Hubungan Masyarakat a. Standar Pelayanan Pengurusan dan Pengendalian Surat Masuk di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENGURUSAN DAN PENGENDALIAN

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Analisis dan Penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah di Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat

Standar Pelayanan Analisis dan Penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah di Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat - 921-4. Standar Pelayanan Analisis dan Penyelesaian Rancangan Peraturan Pemerintah di Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat STANDAR PELAYANAN ANALISIS DAN PENYELESAIAN RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Laporan Triwulanan)

Standar Pelayanan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Laporan Triwulanan) - 366-12. Standar Pelayanan Penyusunan Laporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Laporan Triwulanan) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN LAPORAN PELAKSANAAN RENCANA PEMBANGUNAN (LAPORAN TRIWULANAN) BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Perizinan Penggunaan Gedung Serbaguna, Ruang Rapat, dan Wisma Sekretariat Negara

Standar Pelayanan Perizinan Penggunaan Gedung Serbaguna, Ruang Rapat, dan Wisma Sekretariat Negara - 579-4. Standar Pelayanan Perizinan Penggunaan Gedung Serbaguna, Ruang Rapat, dan Wisma Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PERIZINAN PENGGUNAAN GEDUNG SERBAGUNA, RUANG RAPAT, DAN WISMA SEKRETARIAT NEGARA

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 215 - B. Standar Pelayanan di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 215 - B. Standar Pelayanan di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden - 215 - B. Standar Pelayanan di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden 1. Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Politik a. Asisten Deputi Hubungan Internasional Standar Pelayanan Pengamatan Pelaksanaan

Lebih terperinci

- 569-2. Standar Pelayanan Penyediaan Jamuan Rapat Bagi Seluruh Unit Kerja di Lingkungan Sekretariat Negara

- 569-2. Standar Pelayanan Penyediaan Jamuan Rapat Bagi Seluruh Unit Kerja di Lingkungan Sekretariat Negara - 569-2. Standar Pelayanan Penyediaan Jamuan Rapat Bagi Seluruh Unit Kerja di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENYEDIAAN JAMUAN RAPAT BAGI SELURUH UNIT KERJA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Penyusunan Standar Harga Satuan Barang/Jasa di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara)

Standar Pelayanan Penyusunan Standar Harga Satuan Barang/Jasa di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) - 375-14. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Harga Satuan Barang/Jasa di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN STANDAR HARGA SATUAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1451 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1451 - - 1451 - o. Standar Pelayanan Pengurusan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENGURUSAN LAPORAN HARTA KEKAYAAN PENYELENGGARA

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 188 - b. Standar Pelayanan Pemantauan dan Pelaporan Proses Penyusunan Undang-Undang, dan Rancangan Peraturan Pemerintah di Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Industri STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN PELAPORAN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1591 - c. Standar Pelayanan Pemantauan Kegiatan Lembaga Negara dan Lembaga Non Struktural

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1591 - c. Standar Pelayanan Pemantauan Kegiatan Lembaga Negara dan Lembaga Non Struktural - 1591 - c. Standar Pelayanan Pemantauan Kegiatan Lembaga Negara dan Lembaga Non Struktural STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN KEGIATAN LEMBAGA NEGARA DAN LEMBAGA NON STRUKTURAL BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A.

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT PRESIDEN

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT PRESIDEN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN STANDAR HARGA SATUAN BARANG/JASA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN NOMOR 19/SP/SETPRES/D-1/ADM/11/2011 BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1641 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1641 - - 1641 - b. Standar Pelayanan Pemantauan Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN TINDAK LANJUT PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

- 126 - a. Standar Pelayanan Permintaan Alat Tulis Kantor di Lingkungan Satuan Kerja Sekretariat Negara

- 126 - a. Standar Pelayanan Permintaan Alat Tulis Kantor di Lingkungan Satuan Kerja Sekretariat Negara - 126-3. Biro Umum a. Standar Pelayanan Permintaan Alat Tulis Kantor di Lingkungan Satuan Kerja Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PERMINTAAN ALAT TULIS KANTOR DI LINGKUNGAN SATUAN KERJA SEKRETARIAT

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 356-10. Standar Pelayanan Penyusunan Revisi Petunjuk Operasional Kegiatan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (POK DIPA) Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 dan Satuan Kerja Lainnya yang Berada di

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PENANGANAN PERSURATAN DI LINGKUNGAN ISTANA CIPANAS

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PENANGANAN PERSURATAN DI LINGKUNGAN ISTANA CIPANAS SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PENANGANAN PERSURATAN DI LINGKUNGAN ISTANA CIPANAS NOMOR /SP/RTK/D-/I-Cps/08/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum.

Lebih terperinci

- 524-1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara

- 524-1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara - 524 - C. Biro Tata Usaha 1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara STANDAR PELAYANAN PENGKOORDINASIAN PENYUSUNAN ACARA DAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1632 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1632 - - 1632-4. Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat a. Standar Pelayanan Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENANGANAN PENGADUAN MASYARAKAT DI LINGKUNGAN

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 350-9. Standar Pelayanan Penyusunan Revisi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 dan Satuan Kerja Lainnya yang Berada di Bawah Koordinasi Sekretariat Negara

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Pengamatan Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah di Bidang Produksi

Standar Pelayanan Pengamatan Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah di Bidang Produksi - 99-3. Biro Produksi Standar Pelayanan Pengamatan Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah di Bidang Produksi STANDAR PELAYANAN PENGAMATAN PELAKSANAAN KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG PRODUKSI BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 105-4. Biro Prasarana Dasar dan Energi Standar Pelayanan Pengamatan Perkembangan Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah di Bidang Prasarana Dasar, Perhubungan, Transportasi, Telekomunikasi, dan Energi STANDAR

Lebih terperinci

- 381-15. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Biaya Khusus di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara)

- 381-15. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Biaya Khusus di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) - 381-15. Standar Pelayanan Penyusunan Standar Biaya Khusus di Lingkungan Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN STANDAR BIAYA KHUSUS DI LINGKUNGAN BAGIAN ANGGARAN 007 (SEKRETARIAT

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1034 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1034 - - 1034 - j. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari-Hari Besar Nasional di Lingkungan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENGKOORDINASIAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

- 1 - I. Standar Pelayanan di Lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan

- 1 - I. Standar Pelayanan di Lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan - 1 - I. Standar Pelayanan di Lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan A. Deputi Kepala Rumah Tangga Kepresidenan Bidang Kerumahtanggaan dan Pengelolaan Istana 1. Biro Umum Standar Pelayanan Perencanaan Bangunan

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Koordinasi Penyusunan Dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara)

Standar Pelayanan Koordinasi Penyusunan Dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) - 345-8. Standar Pelayanan Koordinasi Penyusunan Dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) STANDAR PELAYANAN KOORDINASI PENYUSUNAN DOKUMEN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGADMINISTRASIAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN NOMOR 0/SP/SETWAPRES/D-5/PERKEU/11/011 BAGIAN

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI KENAIKAN GAJI BERKALA PEGAWAI NEGERI SIPIL DI ISTANA CIPANAS NOMOR 02/SP/RTK/D-1/I-Cps/08/2009 BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

- 361-11. Standar Pelayanan Penyusunan Permohonan Anggaran Biaya Tambahan (ABT)

- 361-11. Standar Pelayanan Penyusunan Permohonan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) - 361-11. Standar Pelayanan Penyusunan Permohonan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN PERMOHONAN ANGGARAN BIAYA TAMBAHAN (ABT) BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Peraturan

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1122 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1122 - - 1122 - e. Standar Pelayanan Penanganan Administrasi Penugasan Dinas ke Luar Negeri bagi Pejabat/Pegawai/Tenaga Indonesia untuk Tugas Belajar dan Tugas Dinas Lainnya STANDAR PELAYANAN PENANGANAN ADMINISTRASI

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1214 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1214 - - 1214 - c. Standar Pelayanan Administrasi Pengangkatan dan Penarikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Negara Sahabat, dan Penerimaan Penempatan Duta Besar Luar Biasa dan

Lebih terperinci

- 339-7. Standar Pelayanan Penyusunan Konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01

- 339-7. Standar Pelayanan Penyusunan Konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 - 339-7. Standar Pelayanan Penyusunan Konsep Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN KONSEP DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN SEKRETARIAT

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1225 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1225 - - 1225 - d Standar Pelayanan Pencatatan Secara Verbatim dan Pendokumentasian Pidato/Pernyataan Presiden Republik Indonesia STANDAR PELAYANAN PENCATATAN SECARA VERBATIM DAN PENDOKUMENTASIAN PIDATO/PERNYATAAN

Lebih terperinci

- 617-1. Standar Pelayanan Pembangunan/Pengembangan Aplikasi Otomasi Perkantoran Skala Kecil di Lingkungan Sekretariat Negara

- 617-1. Standar Pelayanan Pembangunan/Pengembangan Aplikasi Otomasi Perkantoran Skala Kecil di Lingkungan Sekretariat Negara - 617 - D. Biro Dukungan Informatika 1. Standar Pelayanan Pembangunan/Pengembangan Aplikasi Otomasi Perkantoran Skala Kecil di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMBANGUNAN/PENGEMBANGAN APLIKASI

Lebih terperinci

Biro Pertahanan Negara, Keamanan, dan Ketertiban

Biro Pertahanan Negara, Keamanan, dan Ketertiban - 69-3. Biro Pertahanan Negara, Keamanan, dan Ketertiban Standar Pelayanan Pengamatan Pelaksanaan Kebijakan Pemerintah di Bidang Pertahanan Negara, Keamanan, dan Ketertiban STANDAR PELAYANAN PENGAMATAN

Lebih terperinci

b. Standar Pelayanan Pemantauan dan Analisis Berita di Lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan

b. Standar Pelayanan Pemantauan dan Analisis Berita di Lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan - 41 - b. Standar Pelayanan Pemantauan dan Analisis Berita di Lingkungan Rumah Tangga Kepresidenan STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

c. Standar Pelayanan Penyiapan Acara Kunjungan Kerja Wakil Presiden dan/atau Istri/Suami Wakil Presiden ke Luar Negeri

c. Standar Pelayanan Penyiapan Acara Kunjungan Kerja Wakil Presiden dan/atau Istri/Suami Wakil Presiden ke Luar Negeri - 170 - c. Standar Pelayanan Penyiapan Acara Kunjungan Kerja Wakil Presiden dan/atau Istri/Suami Wakil Presiden ke Luar Negeri STANDAR PELAYANAN PENYIAPAN ACARA KUNJUNGAN KERJA WAKIL PRESIDEN DAN/ATAU

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 202 - STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 202 - STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN - 202-5) Standar Pelayanan Pemantauan dan Analisis Berita di Lingkungan Sekretariat Presiden STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN DAN ANALISIS BERITA DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PENYEDIAAN PERLENGKAPAN KANTOR DAN BARANG PERSEDIAAN DI ISTANA CIPANAS NOMOR 14/SP/RTK/D-1/I-Cps/08/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

- 673 - STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI PENGANGKATAN DALAM DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

- 673 - STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI PENGANGKATAN DALAM DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 67-2. Standar Pelayanan Administrasi Pengangkatan dalam dan Pemberhentian dari Jabatan Fungsional STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI PENGANGKATAN DALAM DAN PEMBERHENTIAN DARI JABATAN FUNGSIONAL BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 715-6. Standar Pelayanan Penyelenggaraan Administrasi Keputusan Presiden tentang Pengangkatan, Pemberhentian, dan Pensiun Pejabat Negara dan Pejabat Lainnya STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN ADMINISTRASI

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN/LEMBAGA (RKA-KL) PAGU SEMENTARA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 06/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 563 - E. Biro Umum 1. Standar Pelayanan Penanganan Perbaikan atau Pengembangan Gedung Kantor, Rumah Dinas, Wisma serta Sarana dan Prasarana yang Berada dalam Penguasaan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Peminjaman Arsip di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA

Standar Pelayanan Peminjaman Arsip di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA - 531-2. Standar Pelayanan Peminjaman Arsip di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Undang-Undang

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1097 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1097 - - 1097 - c. Standar Pelayanan Penanganan Administrasi Pemberian Fasilitas Kerja Sama Teknik Bidang Perpajakan kepada Mitra Kerja Sama Asing STANDAR PELAYANAN PENANGANAN ADMINISTRASI PEMBERIAN FASILITAS

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 478-18. Standar Pelayanan Penetapan Staf Pengelola Keuangan, Pejabat/Panitia Pengadaan dan tim Pemeriksa Barang/Jasa Pada Satuan Kerja Bagian Anggaran 007.01 dan 069.03 Bagian Anggaran Pelaksana 007.01

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara

Standar Pelayanan Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara - 700-5. Standar Pelayanan Administrasi Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN ADMINISTRASI KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1066 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1066 - - 1066 - n. Standar Pelayanan Pemberian Informasi Publik kepada Masyarakat yang Berkaitan Dengan Kementerian Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMBERIAN INFORMASI PUBLIK KEPADA MASYARAKAT YANG BERKAITAN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1283 - g. Standar Pelayanan Perawatan Bahan Pustaka STANDAR PELAYANAN PERAWATAN BAHAN PUSTAKA

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 1283 - g. Standar Pelayanan Perawatan Bahan Pustaka STANDAR PELAYANAN PERAWATAN BAHAN PUSTAKA - 1283 - g. Standar Pelayanan Perawatan Bahan Pustaka STANDAR PELAYANAN PERAWATAN BAHAN PUSTAKA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum 1. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan 2. Peraturan

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAB II FORMAT SOP. Susunan SOP terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut.

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA BAB II FORMAT SOP. Susunan SOP terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut. BAB II FORMAT SOP A. Susunan SOP Susunan SOP terdiri dari unsur-unsur sebagai berikut. 1. Kepala Bagian Kepala SOP terdiri dari: a. kop naskah dinas, yang disesuaikan dengan ketentuan dalam Petunjuk Pelaksanaan

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Penyusunan dan Pengkoordinasian Rencana Kerja (Renja) Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara)

Standar Pelayanan Penyusunan dan Pengkoordinasian Rencana Kerja (Renja) Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) - 315-3. Standar Pelayanan Penyusunan dan Pengkoordinasian Rencana Kerja (Renja) Bagian Anggaran 007 (Sekretariat Negara) STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN DAN PENGKOORDINASIAN RENCANA KERJA (RENJA) BAGIAN

Lebih terperinci

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu

2016, No Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahu No.1899, 2016 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENPAN-RB. Standar Pelayanan. Perubahan. PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN 2016

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Penyimpanan Arsip Inaktif di Lingkungan Sekretariat Negara

Standar Pelayanan Penyimpanan Arsip Inaktif di Lingkungan Sekretariat Negara - 542-4. Standar Pelayanan Penyimpanan Arsip Inaktif di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PENYIMPANAN ARSIP INAKTIF DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA BAGIAN KESATU PENDAHULUAN A. Dasar Hukum

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Pemantauan Kegiatan Organisasi Kemasyarakatan STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN KEGIATAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN

Standar Pelayanan Pemantauan Kegiatan Organisasi Kemasyarakatan STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN KEGIATAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN - 821 - D. Biro Hubungan Organisasi Kemasyarakatan Standar Pelayanan Pemantauan Kegiatan Organisasi Kemasyarakatan STANDAR PELAYANAN PEMANTAUAN KEGIATAN ORGANISASI KEMASYARAKATAN BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN ARSIP DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN NOMOR 1/SP/SETWAPRES/D-5/TUPEG/11/2011 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN BIAYA PERJALANAN DINAS PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 15/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009

STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN BIAYA PERJALANAN DINAS PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 15/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN BIAYA PERJALANAN DINAS PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 15/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN

Lebih terperinci

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 333-6. Standar Pelayanan Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) Pagu Definitif Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN RENCANA KERJA

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyempurnaan di Lingkungan Arsip Nasional Republik Indonesia telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal

Lebih terperinci

b. Standar Pelayanan Penyiapan dan Perawatan Kendaraan Dinas di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden

b. Standar Pelayanan Penyiapan dan Perawatan Kendaraan Dinas di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden - 182 - b. Standar Pelayanan Penyiapan dan Perawatan Kendaraan Dinas di Lingkungan Sekretariat Wakil Presiden STANDAR PELAYANAN PENYIAPAN DAN PERAWATAN KENDARAAN DINAS DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN

Lebih terperinci

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 181 -

MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA - 181 - - 181-2) Standar Pelayanan Peliputan Kegiatan Presiden dan/atau Istri/Suami Presiden, Tamu Negara, serta Kegiatan Penting Lainnya STANDAR PELAYANAN PELIPUTAN KEGIATAN PRESIDEN DAN/ATAU ISTRI/SUAMI PRESIDEN,

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN BARANG MILIK NEGARA DI LINGKUNGAN ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 16/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT PRESIDEN

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT PRESIDEN KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT PRESIDEN STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT PRESIDEN NOMOR 36/SP/SETPRES/D-2/PMI/11/2011 BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelayanan Terhadap telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juli 2010 Plt. SEKRETARIS UTAMA, GINA MASUDAH

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PENGELOLAAN MUSEUM DAN PEMELIHARAAN BENDA-BENDA SENI DI ISTANA CIPANAS NOMOR 18/SP/RTK/D-1/I-Cps/08/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PENYIAPAN PENGGUNAAN DAN PERAWATAN KENDARAAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA. NOMOR 07/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009

STANDAR PELAYANAN PENYIAPAN PENGGUNAAN DAN PERAWATAN KENDARAAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA. NOMOR 07/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009 SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA YOGYAKARTA STANDAR PELAYANAN PENYIAPAN PENGGUNAAN DAN PERAWATAN KENDARAAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA NOMOR 07/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009 BAGIAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2013

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2013 MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2013 TENTANG TATA

Lebih terperinci

a. Standar Pelayanan Peliputan Kegiatan Presiden dan/atau Istri/Suami Presiden, Tamu Negara, serta Kegiatan Penting Lainnya

a. Standar Pelayanan Peliputan Kegiatan Presiden dan/atau Istri/Suami Presiden, Tamu Negara, serta Kegiatan Penting Lainnya - 35-2. Biro Pers dan Media a. Standar Pelayanan Peliputan Kegiatan Presiden dan/atau Istri/Suami Presiden, Tamu Negara, serta Kegiatan Penting Lainnya STANDAR PELAYANAN PELIPUTAN KEGIATAN PRESIDEN DAN/ATAU

Lebih terperinci

- 496 - BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

- 496 - BAGIAN KESATU PENDAHULUAN - 496-21. Standar Pelayanan Penyusunan Laporan Keuangan Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Eselon I (UAPPA-E1) Sekretariat Negara Bagian Anggaran 007.01 dan 069.03 STANDAR PELAYANAN PENYUSUNAN LAPORAN

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Pedoman Dalam Rangka Mempersiapkan Sarana Pengaturan Tata Naskah Dinas dan Pengurusan Surat telah saya setujui.

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PELIPUTAN DAN PENDOKUMENTASIAN KEGIATAN/ACARA PRESIDEN DAN/ATAU ISTRI/SUAMI PRESIDEN, WAKIL PRESIDEN DAN/ATAU ISTRI/SUAMI

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN HONORARIUM PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 01/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN HONORARIUM PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 01/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN HONORARIUM PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 01/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

Lebih terperinci

- 1 - SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS

- 1 - SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS - 1 - SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA CIPANAS STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN UANG LEMBUR PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA SATUAN KERJA ISTANA CIPANAS NOMOR 07/SP/RTK/D-1/I-Cps/08/2009 BAGIAN

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA BOGOR

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA BOGOR SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA BOGOR STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN ISTANA BOGOR NOMOR 01/SP/RTK/D-1/I-Bgr/09/2009 BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04 TAHUN 2012 TENTANG

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 04 TAHUN 2012 TENTANG PERATURAN NOMOR 04 TAHUN 2012 TENTANG PROSEDUR PENYUSUNAN NASKAH HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, Menimbang : a. bahwa dengan disahkannya Undang-Undang Nomor 12

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan di Lingkungan Sekretariat Negara

Standar Pelayanan Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan di Lingkungan Sekretariat Negara - 640-5. Standar Pelayanan Peminjaman dan Pengembalian Buku Perpustakaan di Lingkungan Sekretariat Negara STANDAR PELAYANAN PEMINJAMAN DAN PENGEMBALIAN BUKU PERPUSTAKAAN DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT NEGARA

Lebih terperinci

- 1 - SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING

- 1 - SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING - 1 - SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN TAGIHAN PIHAK KETIGA PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 10/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSEJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Penetapan Kinerja telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni 2010 Plt. SEKRETARIS UTAMA, GINA

Lebih terperinci

Standar Pelayanan Pembayaran Honorarium dan Tunjangan Kerja pada Satuan Kerja Komisi Ombudsman Nasional

Standar Pelayanan Pembayaran Honorarium dan Tunjangan Kerja pada Satuan Kerja Komisi Ombudsman Nasional - 443-12. Standar Pelayanan Pembayaran Honorarium dan Tunjangan Kerja pada Satuan Kerja Komisi Ombudsman Nasional STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN HONORARIUM DAN TUNJANGAN KERJA PADA SATUAN KERJA KOMISI OMBUDSMAN

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 05/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009

STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 05/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 05/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009 BAGIAN

Lebih terperinci

SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH

SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH SEKRETARIAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH Nomor SOP Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal Efektif Disahkan oleh Nama SOP Dasar Hukum

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas

Lebih terperinci

2 (2) Sekretariat Kabinet dipimpin oleh Sekretaris Kabinet. Pasal 2 Sekretariat Kabinet mempunyai tugas memberikan dukungan pengelolaan manajemen kabi

2 (2) Sekretariat Kabinet dipimpin oleh Sekretaris Kabinet. Pasal 2 Sekretariat Kabinet mempunyai tugas memberikan dukungan pengelolaan manajemen kabi LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.33, 2015 ADMINISTRASI. Sekretariat. Kabinet. Organisasi. Pencabutan. PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2015 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2000 TENTANG SEKRETARIAT NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2000 TENTANG SEKRETARIAT NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2000 TENTANG SEKRETARIAT NEGARA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka memberikan dukungan staf dan pelayanan administrasi kepada

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL NOMOR '6 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL NOMOR '6 TAHUN 2014 TENTANG BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA PERATURAN KEPALA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA NASIONAL NOMOR '6 TAHUN 2014 TENTANG PEMBENTUKAN PRODUK HUKUM DI LINGKUNGAN BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Laporan Khusus telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni 2010 Plt. SEKRETARIS UTAMA, GINA

Lebih terperinci

- 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03

- 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03 - 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03 STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN TAGIHAN PIHAK KETIGA PADA BAGIAN ANGGARAN 007.01 DAN BAGIAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2010 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 82 TAHUN 2010 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN NOMOR 82 TAHUN 2010 TENTANG SEKRETARIAT KABINET DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan dukungan staf, pelayanan administrasi, dan dukungan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING

SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA TAMPAKSIRING STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN UANG MAKAN PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA SATUAN KERJA ISTANA TAMPAKSIRING BALI NOMOR 11/SP/RTK/D-1/I-TS/08/2009

Lebih terperinci

STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA. NOMOR 06/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN

STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA. NOMOR 06/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009 BAGIAN KESATU PENDAHULUAN SEKRETARIAT NEGARA RI RUMAH TANGGA KEPRESIDENAN ISTANA YOGYAKARTA STANDAR PELAYANAN PENYELENGGARAAN KEAMANAN DAN KETERTIBAN DI LINGKUNGAN ISTANA YOGYAKARTA NOMOR 06/SP/RTK/D-1/I-Yog/10/2009 BAGIAN KESATU

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA - 1 - SALINAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA MEMPERSIAPKAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BIDANG KESEHATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSEJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Pelaksanaan Rapat Kerja Teknis Penyelarasan dan Anggaran telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni 2010

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2017 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN RANCANGAN PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN

Lebih terperinci

Arsip Nasional Republik Indonesia

Arsip Nasional Republik Indonesia Arsip Nasional Republik Indonesia LEMBAR PERSETUJUAN Substansi Prosedur Tetap tentang Penyusunan Laporan Berkala/Periodik telah saya setujui. Disetujui di Jakarta pada tanggal Juni 2010 Plt. SEKRETARIS

Lebih terperinci