b, bahit'a dala-ln mernilih der-n rnenetapkan calon Pirnpinan Tinggi Utama darr Pimpirian Tinggi Maclya, Pre sitlen dapa,t

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "b, bahit'a dala-ln mernilih der-n rnenetapkan calon Pirnpinan Tinggi Utama darr Pimpirian Tinggi Maclya, Pre sitlen dapa,t"

Transkripsi

1 PRgSIDEN REPUBLIK INDONESIA PERA,TURAN PRESIDE].f RF:PUBLIH IhIDO) ESIA NOMOR 177 TAHUN TEI'ITANG TII\,1 PENILAI AITHIR PEI{GAN G Ii{'I'A N, PEN,II N DA }ia N, DAN PE N,IB ERI] E NTIA N DALAM DAN DAR] JAIJA'IAI,I PI]\,fPIIVAN T]NiiGT TJTAi\,IA DAh' PiMPINAN TINGC I NIT\DYT\ DtrNCAN RATIN{AT TUI-{AN YANG I",TAFIA ESA PRESIDEN REPUBLII{ INDONESIA, Ivierrinrbang: a. bahrva se$llai derrgu: ketenruan Pasal 53 Undang-Undang Nomor 5 Tatrurr 20i4 Lcrrtarrg Apariirur Sipil Negara, Presiden selaktr perrlcgfllrg kelilrasaarr Lcrtirrggi pembinaan Apar-atur Stpil Negara b:cr-rvcnang nr-nerapkan pengarrgkatarr dtrn Fcmirerhentian pejatbar Pimpirran Tinggi Utarnia dan I' irrrprriarn'['in ggi N,laci5ra; b, bahit'a dala-ln mernilih der-n rnenetapkan calon Pirnpinan Tinggi Utama darr Pimpirian Tinggi Maclya, Pre sitlen dapa,t dibancu oleh T'irn: c, bahri'a berdasarkan ;lcrtir-nharrgan st:l,ragainlal1a cli:rritksuri dalaln huruf a clan humf b, perlr-t nrenetapkan Peratur-an Presiclcn tentang 'l'lm Penrlai Akhir Pe ngangiiatan, Pernindahan dan Per-nberhentian Dalam clan Ilari Jabatan Pirn;:inan Tinggi Lltama dirn Pimpirrarr Tirrggi Ntaclya; Merigingat : 1, 2. Pasai 4 ayat (1) Undang-UncLang Dasar Indonesia'l'ahun I945; Undang-Undang Nontor 5 Tahurr 2014 $ipil Ittregara (Lerrrbaran Ncgara Republik 2C i+ Nomor 6, Tambairan Lernbaran It egara Repr"rblik terrtarrg Aparatur Indonesia Tahun Negara Republi:* Incic,ncsia l.lornor 5494) ; 3, Pe raturan,..

2 F\.,# b"{+if PRE SI DEN REPUBLlK IND ONES ia.a J- PeraLLlrarI Pemerintalr Nurrror I00 lahurn 2Ct00 tentarlg Fengarngkatar: Pe gaw'ai Negeri Sipii Dalarn Jabatarr $truktr-rral (Lembaran Ncgara Rcpublik indonesia'l'ahr,rn 2000 Nornor rc;7, Tarnbaharr Lc'rnbaran Ncgara RepuF-ilik In.lonesiar Nornor 4 0 l8) sebagaiinanr{ teiair diuba}r dengan Fsriaturatr Pernerinrah Ncmi:r I3 Tahun 2002 [Le mbaran N+gara Reprrblik Irrclone sia Tahun Nomor S 3. 1'anrb,r,han Lembaran Negara Republik Indon esia I'lonor a l9+); f'et'aturan Per:rerirrtah N,ruror I 'lrrirun 2003 tentang Wert'ena-rrg Pengangkatarr, Peminclahie.n. ciia.n Pernberhenrian Fegar.vai Negeri liipil (Lembaran I'Iegara Repu'niik Inrlonesia Tahun 2003 Nornor 15, Tan:bahan I-ernbaran Negara Republik Indonesia Nom'tr 4263) set-:agairrrarra Lela*r clir-rbah dcngart Perafurart Perr-,:r'irrl.i+li Nerrrcrr (]3 Tal'run 2009 il.errrbirrarn Negr+ra Repuhlik Indonesia Tahurr 2OOq lrtrornor 1 6a); UIBI''IUTUSIi{N : fu[ciie ta.6rkarr PERATURAI{ PRE$lDEN TEI{TANG TIIvI PIII{iI,Ai AKHIR PENGANT}I{AT'AN. PENTINI)AHAN, DAN PtrMBERHENTIAN DALAI\{ DA}I DARI JABATAN PIN,IPIFIAhI TINGCI UTAIUA DAN PII\{PINAN TING G] N,{ADYA. BAB I KETENTUAN U]IIUful Pasgl 1 Dalarrr Pela[uran Presiderr ini '',,pi1,* dirnitksud ciengan; I. Pirrrpiniin instansi ada-lah Ircj.ibat frernbina Kepc-gawaian d,r plrsarr rnaripun di dae rah yang bt3 t-\\'cnarig untuk rncngllsulkan Irrngangka[ar:, r:e rrrinclahan oarl pemberhentiarr clalam clan dari jatralan Pirnpinzur Tinggi Uta.nla dan Pimpirran Tinggi N,larclya. 2. Jabatarr Pinrpinirn 'i.irrggi [-ltarrra aclalah jaba tan kepala IcrnLraga ocrncriritah.rrrj11 kerrrertteriarr,,1/ang setilra derrgan jalraran struktural eselon I,a. 3. Jabartan Pimpinan Tinggi fulad5,'a adalah jaba.ran _\.ang setzu'a clengarr jabatan sur-il{tr-rral eselon I.a. clan I.b. BAB II..

3 PRESlUb.l'l REFUIILIK INDONtrSIA r) -\J HAB I1 Ptri',IBEII{TUI.I.AN, TUGAS DA}V FUNGSI Pasal 2 lvlcrrrbentuk Tim p ngr.rngl<er[arn, pemindaliarr Can pernberhentiar: dalarn dan dari Pimpirrarr "iirbatan Tirrggi l.jrarrra dan Pirnpinan Tinggi lvlaciya yang $elanjuurya dalam Peiatural Ilresicien ini disebtrt dengari Tirn Penilai Akhir. Pasnl 3 Tirn Fenilai A}<hir milnpun5'u.i rlrglrs nrembeurlu presider: derllim dalzurr mcrnilih dan mener.apkan calon Pimpinan Tinggi ljtanra dan Pirrrpinarr't'inggi Nladya, Pasrr.l 4 Dalam rtre laksanakan tugars scbagairnana dirnaksucl dalarn f'asal 3, Tinr Perrilai Akirir menvele nggalakzur fungsi rnelakurkan pe niiaian rlart nrentbcri-kan pertinrbarrgarr ter'hacleipr r;ak-ln pcjabar Pimpinan Tinggi Ufarna dan Pirnpinan Tinggi I\,lad_va yang rliusrtikan oleh Pirripirran irrstarr.:i, BAB III S U SU}IAN I{trA}.IGGOTAAN Pa sal 5 $r-rsttnan kearrggotaau, J' in: Perirlar r\khrr ferdiri dan ; a., Iietr-ia b. Wakil Ketua c Sekrctaris d. Anggota tetap e. Fr,rifgtlta tidak tetap F\ esider-r lval<rl Presiden Selire Laris I{al-lirrc t- I. Iv{enteri Selileiaris Negru"a; 2. Mcrit-cr i Ncgala PcnclatyaglrrIHaIi Aparatur lt{egara. 3. Iiepala Baclan Iiepegarvaian Itle gara. Nlerrteri Tekrris/Pirrrpina.n Instarrsi Penglt s rtl BAR IV..

4 PIIESIOEN REPUBLIK INDONESIA + BAB i\i TATA I{ERJA pasa] ti usulan pengangkatan, l:no f.ierrrindahan deur pernberhcntian 'xarenr ctin dari jabatan rlimpinan Tiniigi Lrtama Pitnpir:an dan/arau Tinggi fuiadya yang dlajr,rli"rn oteh pimpinan insr.rrsi ciisampaikan kepacla Fresiden melalui Sekretaris Habinet selaku Sekre tans 'fim penilai Akh ir.. Paserl 7 (l) Irirnpinan instansi mcngi.rsulkan 3 (ur;a) flf,nra calon Pinrpinan Ti'ggi urarna,cr*rr/ atau pirrrpinan "l.rnggi Madya keptrda Presiden berd*sartian hasii pemilihan y.o,rg clilakukan oleh paniria $elelisi. (2i Penrilihan calon Pirnpinani Tiirggi urame di,rn pirnpinarr Ti*ggi Macl5'61 l'ang dilakr.rkarr oleh - Fanitia $eieks: sebagaimana dirnaksud ayar (l ) dilakr-rkan se cara terbulirr clan kompetitii sesuai perafuran r)erundarrgzur. Pasal I (1) Sek ctaris liabine r selakl-t Sekretaris Tirn penilai Akhir d.apar menyaurpaikan r-rallla-na-rtra calon pejabat pinrpinan Tinlgi utanra clan/atau pinrpinan Tirrggi Madya ),ang cirusurlkan oleh pirnpinan insransr kepacra K*paia Badan Intelije* Negara rrntuk nrendapat pcnelitian. (2] FIasiJ penelitian ole h Raclrrrr Irrrelijen Ne gara sebagaimarla ciirnaksurl pacla ayat (1,l disampaikan secara terrulis oleh Kepula Badan Intelijen Ncgara kepada Tinr perrilai Akhir sebelum sidang Tim Penilai Akhir r-rntr-rk cigunakan scbagai berlran pertimb Lnsan d,alarn mernbahas us.,jian name,nanna calon pejabat Fimpinan Tinggi utarna dan/ atarr pirr:pirran Tinggi I\,1ad1,a. Fasal g 'l'itn lrentlai Ahhir dapat menrinta rnlormasi terkait calcrrr ),a.rrg diusulkarr kep:r-da Kepara Eacan Interijen Ncga'a cja'kepala Fusat Pelaporan dan Anarisis Triinsaksi Keiangan, sebagai b,ahan pe'ti'rbangan bagi sidang Tirn penilai Akhrr, P:rs;rl 10,,,

5 PRE SI DEN REFUIlLIK INDONESIA -D (i) l')l (3) Pasal 1 O Setiap r.rsul pengangkaian clalanr jabatarn Pirnpinan Ting4i U tarna cizur Pirrprrra.rr Tirrggi I!{ari_va yarg diajtrkan cle }r Pirupinan instanrsi dibahars dalam sidang Tim Pcntlai Aklrir, Siciiing dipirrrtr,irr oleh Prcsiden dan dihadrn oleir Anggota Tetap dan Anggota Tidak Tetap. Presiden selakur Kctua Tir:r Pcnilrn Akhir dapat men,-lelegasikan kcu'erri.rrrsari prc:r;,'elenggaraalr sidang Tim Penriai Akhir kepada Werl<il Presiden, (+) Apabile ciipand ang perlu, Tirn Penilai Aktrir clal-ra L rr-rc-rigllrrdang Iielrrtla Badan tn telij err Negara dalam siclang Tim Penilai Akhir. Pasal I 1 t1) (?) (3) Dalaun sicang yang rnenbahas mengenai usul pengangkalan clalam labatan Prmprnarr 'i'irrggi Utama dani alall Prmpinan Tinggi lvladya, Tim Penii.ri Akhir rrreurilih I (satu) rlrurra clari 3 (tiga; calorr yang ctiusulkan oleh pimpinan instansi, Nama cal:n pejabat Pirnpinan Tinggi U Larna d*ri atlar-r Pirnprnan 'I'inggi Nladya ]rang terpilih sebagaimana dirnal.;sud ayat (1) diangkat seh:agai Pirrrpirran Tirrggi [Jtema dan/atau Pimprnan Tinggr tulaclya clengan Keputusan Presiden. Rzursangr{n Kcpuf usan Pr csicleri Lerrtalrg perlgarlgkrrtair d;rlam jabatan Pimpinan Tinggi Utama clatrr/atair. Pimpinan Tin-qgj Madya sebagairnana dimaksud pada ayat (2) diajr-rkan kepada Presiden selambat-larnbatny,-a daiarn waktu 3 (tiga) liari kerja setelah pelaksalaan sicang Tinr Penilai Akhir. BAB V,.

6 PRFSI DEN REPUELIK IND(JNE$IA -b (1) RAB V SEKRtrTARIAT Pasal 1! UntUk mcmperlancar pelaksarlasn tugas dan lungsi Tim Penilai Akhir, dibcnruk kesckrctariertarr 'firn yang bertarrg$rng jarvab l,angsung ke pada $ekreterris liabinet selaku Sekretaris Tinr Penilai Akhir. t2) {.3 } Sekre tariae Tim Penilai Akhir clipirn;rin oleh Iiepala Sck:'etarial Tirn Penilai Akliir _\,arrg sec:a:'a ex':tf,riri clijabr-rr olclr pejabat Fturpinan Tinggi NIadr'a dr biciang Adnrinistrasi di lingkungan Sekretariar Iiabinet, Selirelaria[ Tim Peni]ai Alihir clibentuli clan ditetai-rlian dengan Keputusarn Se krcrarjs Kahrnet. Pasal i 3 Sekrerariat Tim Perrilrri Akhir rntrnrpllflf ili tugas rnernberilran dutkrtngan cekrris dan adrninistrasi kepada Tim Pe nilai Akhir'. BAB VI ANGGARAN Fasal I 4 Segala Lriaya,\'ang dipe rlrtk ar i Lragi lielalisarre{an tr-rgas Tirn Penilei Akhir dgn Sekrerariat Tim Penilai Akhir dibebarrkan kcpacla Anggaran FsndaFaran dan Belalja Negara c.q Anggerran Belanja Sekretariat liabinet, Pasarl 15...

7 ffi F RESIDEN R HP UB L IK INi)ONES I,A- -7 (1i (3) Pasal 1 5 Iictua, Wakil Ke[ua, Ar:ggr-rt.ii J'irn Penrlai A]c.trrr dan S*kretarial- T'irn Pcnilai Akhir clil:erikan honor sesuai keten [uan cla]arrr pe f'a turarr ;re rundarg-undangan yang berlakur. Besaran honor Ketrla, Wakrl Kelura, Arrfgota Tinr Perrilai Akhir da.rr Sekrerariat Tirn Periilai Akhir ctifelapkarr dcrrg.lrr Keputusarr Sel+fstaris Kabinet. EAB VII KtrTENTUAN PIiNUTUP Pa$;rl I fl Fictentuarl lebih lanjut yang dipe rlukan brrgi pelaksanaan Perafuran Preside rr ini, clite tapkan ole tr Sekreraris ltabinel selakr.i Sekretaris Tirn Pcnilai Akirir. Pasal 1 7 Penggullaarl nomenl,<latrrr- ;nbatarr stu:ktural eselon I.a. darr eselon Lb. :etap berlaku sarnpai derrgan bcriakr-irr_ya 1-icrtrtLrrarr pelaksanaan tne ngenai jabatan Aparatur sipil Negara, berdasarlcan Urrciang.Urrdang Ni"lmor s Tahun 2014 ren[ang Aperatur Sipil Negara, Pasal 1 I Dengau berlakunya Pe ratr-rran Presiden ini, maka Peralr-rran Presiden Nornor 5 Tahun 200+ tentang pembentuka:r Tim Perrilai z\khir Pengangkatrur, Pernind.ritan ian Pemberhentian Daianr clart Dari Jabatan Struktural Eselon l, drnyataka:r ticak ber Jaku. Pasai I 9.,.

8 REPUFLIK INDONE9IA -8 Pasal I9 Peraturan Presiderr irrj rur-rl.rj berlakrr pada rr+nggal citetaplian, Agar scriap orang rnengetirhuin5,e, memerinta6ke.rr pengltl_ dangirn Peraturan Presiderr rni dc'nga.n penemiratan rryir drdam Lernbaran Negara Republilt Inclone riia. Diuuclu,irgkal di Jakana pacla tanggal er Desember 2D I-{ h1]interi HUI{LI\I DAN HAIi ASASI MANUSIA RtrPUBLIK II{DOIVESIA, Ttcl YAST] ]VhIA HAfuI O}JANGAN LAO LY Ditetapkan di Jakarra pada ranggal 4 Dcsembcr PRtrSIDHN REPUBLII( INDL)NHSIA, tt,j JOHO \ilidoiju LEr"''IBAR{N n*egara REPUEL,IK IIVDONESI/I'I'AH UN ZO l,+ NOIi{OR Sg t,balinan srsuai dc'ngan aslinl'a seiir ETARTA' fi,{ein ET Ri Adminisrrasi,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190 TAHUN 2014 TENTANG UNIT STAF KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190 TAHUN 2014 TENTANG UNIT STAF KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 190 TAHUN 2014 TENTANG UNIT STAF KEPRESIDENAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka kelancaran penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA REPUBLIK TNDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 1OO TAHUN 2012 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENELITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN RtrPUBLIK INDONESIA. Menimbang : a. b. bahwa Pegawai

Lebih terperinci

Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437)

Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437) :- J*n tsupati BLITAR PE[?ATURAN BUPATI BLITAR I r.. NOMOR 14 raxuru ZOtZ ' r TENTANG P ETU N J tj :.( PE LAI{SANAAN P ENYELEI.IGGARAAN PARKI R BERLANGGANAN Dl I'TABUPATEN BLlTAlt DEI.JGAN RAHT'IAT TUI"IAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2012 TENTANG ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, WEWENANG, DAN TATA KERJA SEKRETARIAT JENDERAL BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM, SEKRETARIAT BADAN PENGAWAS PEMILIHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG UTUSAN KHUSUS PRESIDEN, STAF KHUSUS PRESIDEN, DAN STAF KHUSUS WAKIL PRESIDEN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG UTUSAN KHUSUS PRESIDEN, STAF KHUSUS PRESIDEN, DAN STAF KHUSUS WAKIL PRESIDEN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG UTUSAN KHUSUS PRESIDEN, STAF KHUSUS PRESIDEN, DAN STAF KHUSUS WAKIL PRESIDEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang: a bahwa harapan rakyat

Lebih terperinci

('it \VALIKOTA LANGSA. Nlengir-rgat y' " QANUN KOTALANGSA NOMOR 17 TAHUN 2OO3 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA (RDTRK) LANGSA TAHUN 2W3-2013

('it \VALIKOTA LANGSA. Nlengir-rgat y'  QANUN KOTALANGSA NOMOR 17 TAHUN 2OO3 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA (RDTRK) LANGSA TAHUN 2W3-2013 ṭ, \VALIKOTA LANGSA t ('it a QANUN KOTALANGSA NOMOR 17 TAHUN 2OO3 TENTANG RENCANA DETAIL TATA RUANG KOTA (RDTRK) LANGSA TAHUN 2W3-2013 DENGAN RAHMAT ALLAH SUBHANAHLWATA'ALA WALIKOTA LANGSA, Menimbang a.

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 73 TAHUN 2014 TENTANG PENYESUAIAN GAJI POKOK PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 22 TAHUN 2013 KE DALAM GAJI POKOK PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA TATA CARA PERMINTAAN, PEMBERIAN, DAN PENGHENTIAN TUNJANGAN UMUM BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : 18 TAHUN 2006 TANGGAL : 30 JUNI 2006

Lebih terperinci

FRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. peningkatan pengabdian pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional pengawas

FRESIDEN REPUBLIK INDONESIA. peningkatan pengabdian pegawai Negeri Sipil yang menduduki Jabatan Fungsional pengawas FRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 70 TAHUN 2013 TENTANG PERPANJA}IGAN BATAS USIA PENSIUN BAGI PEGA\MAI NEGBRI SIPIL YANG MENDUDUKI JABATAN FUNGSIONAL PENGAWAS PFNYELENGGAITT{TU\i

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEEMPAT ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 9 TAHUN 2005 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, FUNGSI, SUSUNAN ORGANISASI, DAN TATA KERJA KEMENTERIAN NEGARA DENGAN

Lebih terperinci

NOMOR : K.26-30 lv.7-3199 TANGGAL : 17 JANUARI 2OI4 BATAS USIA PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA

NOMOR : K.26-30 lv.7-3199 TANGGAL : 17 JANUARI 2OI4 BATAS USIA PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA BATAS USIA PENSIUN PEGAWAI NEGERI SIPIL SURAT KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : K.26-30 lv.7-3199 TANGGAL : 17 JANUARI 2OI4 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA Nomor : K.26-30N.7-3199

Lebih terperinci

t::iresiden PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2015

t::iresiden PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2015 SA LINAN t::iresiden REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 30 TAHUN 2015 TENT ANG PERUBAHAN KETUJUH BELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 7 TAHUN 1977 TENTANG PERATURAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

PRE SI OEN REPUBLIK INOONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 170 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL

PRE SI OEN REPUBLIK INOONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 170 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ,.... PRE SI OEN REPUBLIK INOONESIA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 170 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENGENDALI EKOSISTEM HUTAN DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

SALINAN. Mengingat : 1. Menimbang :

SALINAN. Mengingat : 1. Menimbang : SALINAN PRE SID E N PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 21 TAHUN 2OI4 TENTANG PEMBERHENTIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL YANG MENCAPAI BATAS USIA PENSIUN BAGI PEJABAT FUNGSIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABU'PATEN JAYAWJAYA N'OMOR 04 TAHUN 2012

PERATURAN DAERAH KABU'PATEN JAYAWJAYA N'OMOR 04 TAHUN 2012 PERATURAN DAERAH KABU'PATEN JAYAWJAYA N'OMOR 04 TAHUN 2012 TENTANG PENYERTAAN M'ODAL. DAERAH PADA PIHAK KETIGA OEN GAN RAH MAT TUHAN 'fang MAHA ESA BUI'ATI JA'fAWIJAYA Me11imbang Mengingat a. bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menibang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS PASAR HASIL PERTANIAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS PASAR HASIL PERTANIAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS PASAR HASIL PERTANIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a.

Lebih terperinci

f"rd"d PERATI'RAI{ MENTERI PENDIDII{AN DAI{ KEBUDAYAAI{ REPT'BLIK INDONESIA TEI{TANG NOMOR 58 TAHUN 2012 DISELENGGARAKAN OLEH PEM ERINTAH

frdd PERATI'RAI{ MENTERI PENDIDII{AN DAI{ KEBUDAYAAI{ REPT'BLIK INDONESIA TEI{TANG NOMOR 58 TAHUN 2012 DISELENGGARAKAN OLEH PEM ERINTAH MILII( NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN f"rd"d PERATI'RAI{ MENTERI PENDIDII{AN DAI{ KEBUDAYAAI{ REPT'BLIK INDONESIA NOMOR 58 TAHUN 2012 TEI{TANG BANTUATiI OPERASIONAL PERGURUAN TINGGI YANG DISELENGGARAKAN OLEH

Lebih terperinci

I FJ'LJ13LII< INDONESI/\ SURAT KUASA KHUSUS WAJIB PAJAK... (1)

I FJ'LJ13LII< INDONESI/\ SURAT KUASA KHUSUS WAJIB PAJAK... (1) LAMPI RAN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 229/PMK.03/2014 TENTANG PERSYARATAN SERTA PELAKSANAAN HAK DAN KEWAJIBAN SEORANG KUASA MENTER! I

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.741, 2013 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN KESEHATAN. Organisasi. Tata Kerja. Perubahan. PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2015 TENTANG LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2015 TENTANG LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 49 TAHUN 2015 TENTANG LEMBAGA PENERBANGAN DAN ANTARIKSA NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, - 1 - PERATURAN PRESIDEN NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 17 Undang-Undang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL ANALIS KEPEGAWAIAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Pegawai

Lebih terperinci

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PRESIDEN NOMOR 72 TAHUN 2014 TENTANG PENGGUNAAN TENAGA KERJA ASING SERTA PELAKSANAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN TENAGA KERJA PENDAMPING DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2013 TENTANG BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 100 TAHUN 2000 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2015 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka mewujudkan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 47 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENATA RUANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Pegawai Negeri

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG KOMISI KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 156 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 156 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 156 TAHUN 2014 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAliA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013. DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAliA ESA PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR NOMOR 16 TAHUN 2012 TENTANG ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAliA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TIMUR, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2013

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2013 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2013 TENTANG DANA ALOKASI UMUM DAERAH PROVINSI DAN KABUPATEN/KOTA TAHUN ANGGARAN 2013 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2007 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PRANATA KOMPUTER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : a. bahwa Pegawai Negeri Sipil yang diangkat

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN PERGURUAN TINGGI NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

\q*s. 2oo4 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik. untuk memberikan kepastian kebijakan dalam melaksanakan

\q*s. 2oo4 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik. untuk memberikan kepastian kebijakan dalam melaksanakan \q*s PRESIDEN PERATURAN PRESIDEN NOMOR 29 TAHUN 2OT1, TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2072 DENGAN RAHMAT TUTIAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Iv{enimbang : a. b. bahwa untuk melaksanakan ketentuan PasaI

Lebih terperinci

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENTANG MENTER! KEUANGAN SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 85 /PMK.01/2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 214/PMK.01/2011 TENTANG PENEGAKAN DISIPLIN DALAM KAITANNYA DENGAN TUNJANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERTANAHAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERTANAHAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2015 TENTANG BADAN PERTANAHAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sebagai tindak lanjut ditetapkannya

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No. 398, 2012 PERATURAN MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23/Permentan/OT.140/4/2012 210/ 07/2003 TENTANG PEDOMAN PENILAIAN TENAGA HARIAN LEPAS TENAGA BANTU PENYULUH

Lebih terperinci

ORGANISASIDANTATAKERJA SEKRETARIATKOMITENASIONALKESELAMATANTRANSPORTASI

ORGANISASIDANTATAKERJA SEKRETARIATKOMITENASIONALKESELAMATANTRANSPORTASI MENTERIPERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA ORGANISASIDANTATAKERJA SEKRETARIATKOMITENASIONALKESELAMATANTRANSPORTASI : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas pe1aksanaan tugas dan fungsi dukungan teknis

Lebih terperinci

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENT ANG TATA CARA PENARIKAN PINJAMAN DAN/ ATAU HIBAH LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA TENT ANG TATA CARA PENARIKAN PINJAMAN DAN/ ATAU HIBAH LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALIN AN PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 84/PMK.05/2015 TENT ANG TATA CARA PENARIKAN PINJAMAN DAN/ ATAU HIBAH LUAR NEGERI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG BADAN NASIONAL SERTIFIKASI PROFESI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka melaksanakan ketentuan Pasal 18 ayat (5)

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29/PMK.03/2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 29/PMK.03/2015 TENTANG SALINAN PERATURAN NOMOR 29/PMK.03/2015 TENTANG PENGHAPUSAN SANKSI ADMINISTRASI BUNGA YANG TERBIT BERDASARKAN PASAL 19 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENYULUH PERTANIAN, PENGENDALI ORGANISME PENGGANGGU TUMBUHAN, PENGAWAS BENIH TANAMAN, PENGAWAS BIBIT TERNAK,

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2014 TENTANG RENCANA KERJA PEMERINTAH TAHUN 2015 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN TERPAIIU SATU PINTU DI BIDANG PENANAMAN MODAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN TERPAIIU SATU PINTU DI BIDANG PENANAMAN MODAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG PELAYANAN TERPAIIU SATU PINTU DI BIDANG PENANAMAN MODAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menirnbang : bahwa untuk rnelaksanakan ketentuan Pasal

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA 201 1-2025

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA 201 1-2025 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2011 TENTANG MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA 201 1-2025 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1i6 TAHUN TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIVERSITAS MATARAM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 43 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KOORDINATOR BIDANG POLITIK, HUKUM, DAN KEAMANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK SALINAN PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 37 TAHUN 2015 TENTANG TUNJANGAN KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL PAJAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

I,EMERINTAH KABUPA'TEI$ ACEH BESAR TAHUN 2AI2 T$NTAIUG

I,EMERINTAH KABUPA'TEI$ ACEH BESAR TAHUN 2AI2 T$NTAIUG PSRATIIT.' AN EIUPA'IT ^&CEH BESAR N()M0R gp '['A]IUN ZC,l,z T$NTAIUG PmTUtit"ilUK$)EtAKsAN,rlaIITP$NFIFJMAAN,PDNT,}MPATAT{ DAH PIDffiItr,AtrAN N(()IITPHTEIISI BIDAff KASII,PAT}I}I{ ACh}H BF,S,AR I,EMERINTAH

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENELITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENELITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2012 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PENELITI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Pegawai Negeri

Lebih terperinci

Mengingat : 1. Menimbang : 1. KA]TINGAN

Mengingat : 1. Menimbang : 1. KA]TINGAN PEN/IERINTA}I wkabupaten KA]TINGAN PERATUIIIIAN BUPATI KATING/\N NOMOII i L'4 TAHUN 2012 TENTANG PETUNJUK PELAKSANMN PENERIMMN D,,ANA HIBAH KEPADA DAERAH SEKTOIII INDUSTRI PENGOLAHITN KEI-APA SAWIT DJ

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 80 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEENAM ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 24 TAHUN 2010 TENTANG KEDUDUKAN, TUGAS, DAN FUNGSI KEMENTERIAN NEGARA SERTA SUSUNAN ORGANISASI,

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2007 TENTANG PERUBAHAN KETUJUH ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 10 TAHUN 2005 TENTANG UNIT ORGANISASI DAN TUGAS ESELON I KEMENTERIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2014 TENTANG PENDIRIAN, ORGANISASI, DAN TATA KERJA POLITEKNIK NEGERI TANAH LAUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

P ESIDEN REPUB IK INDONESIA

P ESIDEN REPUB IK INDONESIA P ESDEN REPUB K NDONESA PERATURAN PR SDEN REPUBLK NDONESA 45 TAHUN 2012 ENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTU PRESDEN NOMOR 86 TAHUN 2002 TENTANG PEMBENTUKAN B AN PENGATUR PENYEDAAN DAN PENDSTRBUSAN BAHAN MNYAK

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2005 TENTANG PENETAPAN ANGKA KREDIT JABATAN FUNGSIONAL GURU DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 165 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN TUGAS DAN FUNGSI KABINET KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 165 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN TUGAS DAN FUNGSI KABINET KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 165 TAHUN 2014 TENTANG PENATAAN TUGAS DAN FUNGSI KABINET KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dengan adanya

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2015-2019

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2015-2019 PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH NASIONAL TAHUN 2015-2019 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang :

Lebih terperinci

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 40 TAHUN 2011 TENTANG

MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 40 TAHUN 2011 TENTANG SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 40 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN ORGANISASI DAN TATA KERJA SATUAN POLISI PAMONG PRAJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PERATUAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2006 TENTANG

PERATUAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2006 TENTANG PERATUAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 28 TAHUN 2006 TENTANG PROSEDUR PENETAPAN ORGANISASI PERGURUAN TINGGI BADAN HUKUM MILIK NEGARA PADA MASA PERALIHAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 34 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN KEENAM BELAS ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 7 TAHUN 1977 TENTANG PERATURAN GAJI PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

MENTERI NEGAM PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA,

MENTERI NEGAM PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA, MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APABAWR NEGAR.4 REPUBLIK WDONESIA PERATURANMENTERINEGARA PENDAYAGUNAANAPARATURNEGARA NBMBR: PERIO9lllllA.PAN1512007 TENTANG PEDOMAN UMUM PENETAPAN INDIKATOR KINERJA UTAMA Dl

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, TENTANG PENYESUAIAN GAJI POKOK PEGAWAI NEGERT SIPIL MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 25 TAHUN 2OIO KE DALAM GAJI POKOK PEGAWAI NEGERI SIPIL MENURUT PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 2011 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2002 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 99 TAHUN 2000 TENTANG KENAIKAN PANGKAT PEGAWAI NEGERI SIPIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH KABIJPATBN I(ARANGANYAR '..

PERATURAN DAERAH KABIJPATBN I(ARANGANYAR '.. \W PERATURAN DAERAH KABIJPATBN I(ARANGANYAR '.. a. NSMOR t5.rahrjn 9 OOa TEN'fANG PERUBAF{AN ATAS PERATURAN DAERAH KABUPA'TEN D.AEFT.AH 1!'NGKAT II KARANGANYI\R NOMOR 16 TAHUN 1998 TEIVTANG RETRIBUSI TEMPAT

Lebih terperinci

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KERINCI

ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN KERINCI LEMBARAN DAERAH KABUPATEN KERINCI TAHUN 2010 NOMOR 6 PERATURAN DAERAH KABUPATEN KERINCI NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA LAIN SEBAGAI BAGIAN DARI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN KETENAGAKERJAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan telah ditetapkannya

Lebih terperinci

MENTERI KESEF{ATAN REPI..iL]LIK ii{doi'jes IA TENTANG

MENTERI KESEF{ATAN REPI..iL]LIK ii{doi'jes IA TENTANG MENTERI KESEF{ATAN REPI..iL]LIK ii{doi'jes IA KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.O2.O2lMENKES I 49s l2or4 TENTANG PELIMPAHAN WEWENANG PENETAPAN PEJABAT YANG DIBERI WEWENANG DAN TANGGUNG

Lebih terperinci

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionall Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionall Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionall Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional KEPUTUS~l\,j' MENTERI PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONALI KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL NOMOR KEP.

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 188/PMK.01/2014 TENTANG IKATAN DINAS BAGI PEGAWAI NEGERI SIPIL LULUSAN PROGRAM DIPLOMA BIDANG KEUANGAN DAN

Lebih terperinci

BADAN STANDARDISASI NASIONAL

BADAN STANDARDISASI NASIONAL PERATURAN KEPALA BADAN STANDARDISASI NASIONAL NOMOR 1 TAHUN 2013 TENTANG PENCABUTAN 24 (DUA PULUH EMPAT) PEDOMAN BADAN STANDARDISASI NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN STANDARDISASI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG WAJIB LAPOR HARTA KEKAYAAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG WAJIB LAPOR HARTA KEKAYAAN SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2012 TENTANG WAJIB LAPOR HARTA KEKAYAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK

Lebih terperinci

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT

GUBERNUR KALIMANTAN BARAT 1 GUBERNUR KALIMANTAN BARAT PERATURAN GUBERNUR KALIMANTAN BARAT NOMOR 33 TAHUN 2010 T E N T A N G PEDOMAN PENGELOLAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN APARATUR POLA SATU PINTU DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI

Lebih terperinci

perlu pengaturan tentang Penyelenggaraan Uji

perlu pengaturan tentang Penyelenggaraan Uji PERATURAN BERSAMA MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA DAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3/Vrrr/PB l2or4 NOMOR 52 TAHUN 2014 TENTANG PENYELENGGARAAN UJI KOMPETENSI MAHASISWA

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 62 TAHUN 2013 TENTANG BADAN PENGELOLA PENURUNAN EMISI GAS RUMAH KACA DARI DEFORESTASI, DEGRADASI HUTAN DAN LAHAN GAMBUT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2000 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2000 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2000 TENTANG PENGANGKATAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM JABATAN STRUKTURAL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Pasal 17

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dengan

Lebih terperinci

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAVA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 04 TAHUN 2012

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAVA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 04 TAHUN 2012 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAVA MINERAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 04 TAHUN 2012 TENTANG HARGA PEMBELIAN TENAGA LISTRIK OLEH PT PLN (PERSERO)

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa untuk penyelenggaraan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 16 TAHUN 1994 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR32- TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DANA BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR32- TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DANA BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH BUPATI MOJOKERTO PERATURAN BUPATI MOJOKERTO NOMOR32- TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN DANA BAGI HASIL PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMATTUHAN YANG MAHA ESA BUPATI MOJOKERTO. Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2009

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 42 TAHUN 2009 PERATURAN PRESIDEN NOMOR 42 TAHUN 2009 TENTANG TUNJANGAN JABATAN FUNGSIONAL PSIKOLOG KLINIS, FISIKAWAN MEDIS, DAN DOKTER PENDIDIK KLINIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI KOMISI BANDING PATEN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI KOMISI BANDING PATEN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 2005 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, DAN FUNGSI KOMISI BANDING PATEN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 158/PMK. 01/2012 TENTANG BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 158/PMK. 01/2012 TENTANG BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR : 158/PMK. 01/2012 TENTANG BANTUAN HUKUM DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KEUANGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KEUANGAN

Lebih terperinci

tidak diminati, diperlukan ketersediaan sarana,

tidak diminati, diperlukan ketersediaan sarana, MENTERI KESEHA TAN PERATURAN NOMOR 6 TAHUN 2OL3 TENTANG KRITERIA FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN TERPENCIL, SANGAT TERPENCIL, DAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN YANG TIDAK DIMINATI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

H A Y A T I J U R N A L I L M U - I L M U H A Y A T I

H A Y A T I J U R N A L I L M U - I L M U H A Y A T I I S S N : 0 2 1 6-0382 H A Y A T I J U R N A L I L M U - I L M U H A Y A T I V o l. V N. 0 5 D e s e m b e r 2 0 0 8 A. Y U D I H E R Y A D I E X I S T I N G C O N D I T I O N K E R A G A A N A G R I B

Lebih terperinci

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH -1 LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA KEBIJAKAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH NOMOR 14 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN FORMASI JABATAN

Lebih terperinci

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 10 TAHUN 2014 TENTANG PENCABUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI PERTANAHAN

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PORNOGRAFI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PORNOGRAFI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2012 TENTANG GUGUS TUGAS PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PORNOGRAFI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA

PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA PERATURAN MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA NOMOR: 14 TAHUN 2009 TENTANG JABATAN FUNGSIONAL WIDYAISWARA DAN ANGKA KREDITNYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI NEGARA PENDAYAGUNAAN APARATUR

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA

PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDAYAGUNAAN APARATUR NEGARA DAN REFORMASI BIROKRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 45 TAHUN 2013 TENTANG JABATAN

Lebih terperinci

aparat Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa serta berdasarkan LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PATI TAHUN 2OO1 NOMOR 78

aparat Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa serta berdasarkan LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PATI TAHUN 2OO1 NOMOR 78 -- LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PATI TAHUN 2OO1 NOMOR 78 PERATURAN DAERAH KABUPATEN PATI NOMOR 10 TAHUN 2OO1 TENTANG KEDUDUKAN KEUANGAN KEPALA DESA DAN PERANGKAT DESA DENGAN RAHMAT I-UHAN YANG MAHA ESA BUPATI

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN BENTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN

PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN BENTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN BENTUK PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG KEMENTERIAN DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2005 TENTANG KOMISI KEPOLISIAN NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan

Lebih terperinci

TENTANG MENTERI KEUANGAN,

TENTANG MENTERI KEUANGAN, MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 138 /PMK.07/20A9 TENTANG BATAS MAKSIMAL KUMULATIF DEFISIT ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH, BATAS MAKSIMAL DEFISIT ANGGARAN

Lebih terperinci

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015

PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 PENGUMUMAN NOMOR: 782/KP.230/A/03/2015 SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI MADYA KEMENTERIAN PERTANIAN TAHUN 2015 Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Kementerian

Lebih terperinci

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL SALINAN MENTERI SOSIAL PERATURAN MENTERI SOSIAL NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG AKREDITASI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Menimbang : MENTERI SOSIAL, a. bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci