RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER"

Transkripsi

1 Nama sekolah Mata pelajaran Kelas/semester Alokasi waktu Penyusun : MIM Lubuk Kembang : siaga bencana : VI/I : 2 x 35 menit : Ida Laila, S. Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI Mengenal gunung api dan kesiapan menghadapi letusan gunung api KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER 1.1 gunung api dan kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi bencana letusan gunung api 1.2 melakukan percobaan sederhana tentang letusan gunung api 1. menjelaskan pengertian gunung api 2. menyebutkan bentuk-bentuk gunung api 3. menjelaskan jenis-jenis letusan gunung api 4. menunjukkan nama-nama gunung api yang aktif di indonesia 5. mengidentifikasi kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi bahaya letusan gunung api 6. menunjukkan alat-alat yang digunakan dalam percobaan letusan gunug api Diskusi kelompok Tanya jawab Ceramah Pemberian tugas Gambar gunung Gunung api LKS Buku lain yang relevan Buku sains kelas VI SD (Ganeca)

2 MATERI PEMBELAJARAN 1. Gunung api adalah suatu tempat di bumi dimana batuan cair dan panas menyembur melalui permukaannya, ketika gunung meletus berbagai macam batuan, cairan, dan gas berbahaya dimuntahkan yaitu asap gas vulkanik, thepra, lahar, dan abu vulkanik. Aktifitas gunung api ada 4 keadaan, yaitu: normal, waspada, awas dan awas 2. Gunung api ada 3 bentuk yaitu strato, kaldera dan basalt 3. Jenis letusan gunung api ada 4 yaitu; Erupsi Hawain, Erupsi Strombolin, Erupsi Vulkanik, Erupsi Plinian 4. menulis QS 77 ayat 14 tentang peristiwa letusan gunung api 5. Dalam menghadapi bencana ktusan gunung api kita dapat melakukan hal-hal sebagai berikut a. Menulis nomor telepon/hp keluarga dan sanak famili b. Menyiapkan alat pelindung dari debu dan gas seperti helm, sepatu bot, jaket c. Melindungi alat-alat elektronik d. Menutup ventilasi udara dan menutup saluran air e. Menyelamatkan hewan ternak f. Mencari informasi melalui koran, radio, televisi g. Mengetahui jalan aman dan tempat aman yang akan dituju h. Menuliskan/menghafal doa dalam menghadapi musibah

3 KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid - guru membagikan LKS kepada masingmasing 1. letusan gunung api sangat Evaluasi - guru menempelkan gambar gunung anak berbahaya bagi manusia Pemberian tugas (PR) yaitu api di papan tulis - guru membagi siswa menjadi beberapa 2. perlu persiapan dalam menghadapi memperbaikai jawaban LKS - membangkitkan minat siswa melalui kelompok yang heterogen letusan gunung api yang salah apersepsi dengan pertanyaan - siswa berdiskusi tentang gunung api dalam a. pernahkah kalian melihat kelompoknya masing-masing gunung api? b. Dimanakah gunung api yang aktif di rejang lebong? Apa - guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok secara bergantian namanya? - guru dan siswa membahas isi LKS - melalui hasil diskusi guru mulai menjelaskan materi tentang gunung api dan melengkapi hal-hal yang belum diketahui siswa - guru membimbing peserta untuk menyimpulkan materi gunung api

4 Pertemuan II Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid - guru memeriksa LKS siswa satu persatu, 1. aliran lava sangat cepat mengalir Evaluasi - membangkitkan minat siswa melalui apersepsi dengan pertanyaan sudah diperbaika atau belum sebagai PR di rumah mengenai daerah sekitar gunung api Pemberian tugas (PR) c. pernahkah kalian melihat gunung api meletus? - guru mengulangi materi pada pertemuan I dengan tanya jawab 2. perlu diadakan persiapan penyelamatan sebelum letusan d. Apa saja yang dikeluarkannya pada saat - guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok gunung api yang sangat berbahaya 3. bila gunung api meletus tidak terjadi letusan? - siswa mulai melakukan kegiatan membuat letusan gunung api dalam kelompok masingmasing seorang pun bisa selamat karena gunung api mengeluarkan bendabenda yang berbahaya

5 EVALUASI Bentuk Tes Jenis Tes Alat Tes Jawaban Soal Skor Penilaian Pedoman Penilaian Post test (tes akhir) Tes tertulis Soal-soal Soal 1 8 = 1 N.A= jumlah skor yang didapat x Apa yang dimaksud dengan gunung api? 2. Sebutkan 3 macam bentuk gunung api! 3. Jelaskan 4 jenis letusan gunung api! 4. Tulislah nama 5 gunung api yang aktif di indonesia! 5. Apa yang kamu lakukan jika terjadi letusan gunung api? 6. Dalam menghadapi bahaya letusan gunung api apa saja yang dapat kamu lakukan sebelumnya? 7. Sebutkan alat/bahan yang kamu gunakan dalam mempraktekkan letusan gunung api 8. Apa nama gunung api yang aktif di Rejang Lebong ini? 1. gunung api adalah suatu tempat di bumi dimana batuan cair dan panas menyembur melalui permukaannya 2. strato, kaldera, dan basalt 3. Erupsi Hawain, Erupsi Strombolin, Erupsi Vulkanik, Erupsi Plinian 4. gunung kelud, anak krakatau, gunung merapi, gunung kaba, gunung slamet 5. sesuai jawaban anak 6. sesuai jawaban anak 7. alat/bahan: pasir, botol bekas, soda, spritus, gincu 8. gunung kaba poin Skor maksimum

6 Nama sekolah Mata pelajaran Kelas/semester Alokasi waktu Penyusun : MIM Lubuk Kembang : siaga bencana : VI/I : 2 x 35 menit : Ida Laila, S. Pd RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI Mengenal gempa bumi dan kesiapan yang dilakukan KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER 1.3 mengenal gempa bumi dan kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi gempa bumi 1.4 mendemostrasikan terjadinya gempa bumi melalui simulasi gempa 1. menjelaskan terjadinya gempa bumi 2. menjelaskan lapisan bumi dan lempengan bumi dengan menggunakan alat peraga telur rebus 3. mengetahui alat pengukur gempa 4. menjelaskan dua macam gempa berdasarkan penyebabnya 5. mengetahui bencana yang timbul setelah gempa 6. menunjukkan daerah rawan gempa di Indonesia Diskusi kelompok Tanya jawab Ceramah Pemberian tugas Telur rebus LKS Buku lain yang relevan Buku sains kelas VI SD (Ganeca)

7 MATERI PEMBELAJARAN 1. Gempa bumi terjadi karena pergeseran lempengan bumi, ada yang bergeser ke atas, ke bawajh, dan kesamping. Menurut cerita legenda gempa dari yunani, gempa disebabkan oleh dewa tuli yang membawa bumi dengan kereta yang ditarik oleh srigala 2. Bumi terdiri dari lempeng-lempeng terpisah, kalau diibaratkan seperti cangkang telur yang retak-retak. Setiap lempeng biasanya diberikan nama, misalnya Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia. Jika bumi kita belah kita ibaratkan seperi telur: Lapisan Telur Lapisan Bumi - Cangkang Telur - Kulit Mantel/Bumi - Putih Telur - Inti Luar - Kuning Telur - Inti Dalam 3. Gempa bumi dapat kita ukur getarannya dengan intensitas gempa dan magnitude gempa atau seismograf 4. lempengan bumi juga bisa bergerak menghujam masuk ke dalam lempengan dunia, ini dinamakan subduksi 5. Gempa bumi ada dua, yaitu a. gempa bumi tektonik, yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh kekuatan pergeseran batuan didalam bumi b. gempa bumi vulkanik, yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi 6. setelah gempa terjadi bisa menimbulkan bencana susulan yaitu kebakaran karena aliran listrik, banjir dan longsor 7. daerah rawan gempa di Indonesia yaitu: Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Padang, Jawa Tengah, Bengkulu 8. dalam menghadapi gempa bumi, kita perlu melakukan persiapan seperti a. pengamanan benda di dalam rumah b. membuat alat sederhana untuk mendeteksi gempa c. simulasi gempa di rumah, sekolah dan tempat umum d. mengetahui jalan dan tempat yang aman bila terjadi gempa e. menyalin QS 73 ayat 14 f. menulis doa ketenangan dalam menghadapi musibah

8 KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok - guru membagikan LKS tentang gempa bumi - siswa berdiskusi tentang gempa bumi dalam kelompoknya masing-masing - guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok secara bergantian - melalui hasil diskusi guru mulai menjelaskan materi tentang gempa bumi dan melengkapi hal-hal yang belum diketahui siswa - guru membimbing dan menyimpulkan materi gempa bumi - mengabsen murid - apersepsi dengan pertanyaan a. pernahkah kalian merasakan gempa? b. Bagaimana perasaan kalian jika terjadi gempa? c. Apa yang kalian lakukan jika terjadi gempa bumi? Evaluasi Tindak lanjut (PR) - Membuat alat sederhana untuk mengehui adanya gempa dengan bahan kaleng dan kaleng bekas yang digantung di atas pintu - Memperbaiki jawaban LKS yang salah

9 Pertemuan II Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen siswa Evaluasi - mengumpulkan pekerjaan rumah Tindak lanjut - guru mengingatkan kembali tentang materi sebelumnya dengan memberikan pertanyaanpertanyaan - guru memilih siswa untuk memimpin simulasi gempa - siswa mengadakan simulasi gempa, salah satu siswa menepuk-nepuk meja sambil berteriak Gempa.!!! Gempa.!!! Gempa.!!! Siswa yang lain berusaha menyelamatkan diri dengan caranya masingmasing - dengan simulasi tadi, guru menjelaskan kegiatan siswa yang benar dan yang salah jika terjadi gempa - guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan 1. jika terjadi gempa jangan diam atau berdiri di pintu atau tempat benda yang mudah jatuh 2. segera kari jekuar ruangan menuju lapangan terbuka

10 EVALUASI Bentuk Tes Jenis Tes Alat Tes Jawaban Soal Skor Penilaian Pedoman Penilaian Post test (tes akhir) Tes tertulis Soal-soal Soal 1 6 = 1 N.A= jumlah skor yang didapat x bumi kita terdiri dari 3 lapisan. Sebutkan! 2. Indonesia di apit oleh 3 lempengan dunia sehingga mudah terjadi gempa. Sebutkan nama 3 lempengan tersebut! 3. sebutkan nama alat pengukur gempa yang ada di kepahiang! 4. apa yang dimaksud dengan subduksi? 5. sebutkan dua macam gempa berdasarkan sebabnya! 6. sebutkan bencana yang bisa timbul akibat gempa! 7. apa yang kalian lakukan bila terjadi gempa katika kalian sedang belajar? 8. apa yang kalian lakukan untuk menguangi resiko gempa? 1. kulit/mantel bumi, inti luar, inti dalam 2. lempeng Eurasia, lempeng Pasifik, lempeng Indo-Australia 3. seismograf 4. peristiwa masuknya lempengan bumi, bergerak masuk menghujam ke lempengan dunia 5. gempa tektonik dan vulkanik 6. longsor, banjir, kebakaran 7. sesuai jawaban siswa 8. sesuai jawaban siswa poin Soal 7 8 = 2 poin Skor maksimum

11 Nama sekolah Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas/semester Alokasi waktu Penyusun : MIM Lubuk Kembang : Siaga Bencana : Gunung Api : IV/I : 4 x 30 menit : Supriyadi, S. Pd I RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN STANDAR KOMPETENSI gunung api dan bahayanya terhadap makhluk hidup KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER 1.1 mendeskripsikan bahaya gunung api dan upaya yang dilakukan terhadap ancaman bencana letusan gunung api 1. Menceritakan kembali legenda gunung api di daerah tertentu 2. Menjelaskan proses terbentuknya gunung api 3. Mengidentifikasi bentuk-bentuk gunung api 4. Menyebutkan tanda-tanda bahaya gunung api 5. Menunjukkan kegiatan evakuasi dalam menghadapi bahaya gunung api 6. Menulis QS 77 Ayat Menjelaskan fungsi bahan yang digunakan dalam simulasi 8. Mampu melakukan simulasi gunung api dalam kelompoknya masingmasing Diskusi kelompok Tanya jawab Ceramah Pemberian tugas Laptop, LCD, film Gunung api PP Muhammadiyah (MDMC), LKS Bencana kelas IV, Kanigara, Bandung, 2007 buku IPA Kelas IV semester 2 Majalah/Koran/media elektronik Depag RI, Al-Quran dan Terjemahan

12 MATERI PEMBELAJARAN 1. Dahulu kala ada seorang yang bernama Muning Raib yang pergi ke Gunung Kaba dan hilang tak kembali lagi sampai saat. Ada kepercayaan pemuda/pemudi yang belum menikah disuatu desa tertentu tidak boleh pergi ke Gunung Kaba karena tidak akan kembali atau hilang di Gunung Kaba. Gunung kaba adalah gunung api yang berada di rejang lebong, provinsi bengkulu 2. Gunung api terbentuk karena adanya desakan cairan panas yang ada dalam perut bumi. Ketika gunung meletus berbagai macam batuan, cairan dan ges berbahaya dimuntahkan, yaitu asap gas vulkanik, thepra, lahar, dan abu vulkanik. Aktivitas gunung api ada 4 keadaan yaitu normal, waspada, siaga dan awas 3. Gunung api ada 3 bentuk yaitu strato, kaldera dan basalt 4. Gunung api yang akan meletus mengeluarkan awan panas, hujan abu dan asap panas 5. Apabila kita telah melihat adanya tanda-tanda gunung api kaba akan meletus maka segeralah mencari tempat pengungsian bersama keluarga dan masyarakat Sebelum gunung kaba meletus, kita harus tahu sejauh mana dampak letusan yang akan ditimbulkan sehingga dapat membuat peta penyelamatan. Disanalah kita menyelamatkan diri 6. Menulis QS 77 ayat 10 tentang peristiwa letusan gunung api

13 KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid - guru membagikan LKS kepada masingmasing 1. letusan gunung api sangat berbahaya Evaluasi - guru menempelkan gambar gunung anak bagi manusia Pemberian tugas (PR) yaitu api di papan tulis - guru membagi siswa menjadi beberapa 2. perlu persiapan dalam menghadapi memperbaikai jawaban LKS - membangkitkan minat siswa melalui kelompok yang heterogen letusan gunung api yang salah apersepsi dengan pertanyaan - siswa dan guru menyaksikan film gunung api a. pernahkah kalian melihat gunung api? - siswa berdiskusi tentang film gunung api dalam kelompoknya masing-masing b. Adakah gunung api di daerahmu? - guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok secara bergantian - guru dan siswa membahas isi LKS - melalui hasil diskusi guru mulai menjelaskan materi tentang gunung api dan melengkapi hal-hal yang belum dikuasai siswa - guru membimbing peserta untuk menyimpulkan materi

14 Pertemuan II Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid Evaluasi - membangkitkan minat siswa melalui apersepsi dengan pertanyaan 1. pernahkah kalian melihat gunung api meletus? 2. Apa saja yang dikeluarkannya pada saat terjadi letusan? Penutup - Siswa menyaksikan kembali film gunung api - guru memeriksa LKS siswa satu persatu, sudah diperbaika atau belum sebagai PR di rumah - guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok - siswa mulai melakukan kegiatan membuat letusan gunung api dalam kelompok masingmasing - guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan hasil kegiatan 1. aliran lava sangat cepat mengalir mengenai daerah sekitar gunung api 2. perlu diadakan persiapan penyelamatan sebelum letusan gunung api yang sangat berbahaya 3. bila gunung api meletus tidak seorang pun bisa selamat karena gunung api mengeluarkan bendabenda yang berbahaya

15 EVALUASI Bentuk Tes Jenis Tes Alat Tes Jawaban Soal Skor Penilaian Pedoman Penilaian Post test (tes akhir) Tes tertulis Soal-soal 1. Apa yang dimaksud dengan gunung api? 2. Apa nama gunung api yang kamu ketahui? 3. Sebutkan 3 macam bentuk gunung api! 4. apa tanda-tanda gunung berapi akan meletus? 5. sebutkan aktifitas gunung api! 6. Apa saja yang dikeluarkan gunung berapi ketika meletus? 7. apabila kamu melihat tandatanda gunung api akan meletus, apa yang dapat kamu lakukan? 8. Sebutkan alat/bahan yang kamu gunakan dalam mempraktekkan letusan gunung api! Soal 1 7 = 1 poin Soal 8 = 3 poin 1. gunung api adalah suatu tempat di bumi dimana batuan cair dan panas menyembur melalui permukaannya 2. gunung kelud, anak krakatau, gunung merapi, gunung kaba, gunung slamet 3. strato, kaldera, dan basalt 4. gunung api yang akan meletus mengeluarkan awan panas, hujan abu dan asap panas 5. aktivitas gunung api ada 4 yaitu, normal, waspada, siaga, awas 6. asap gas vulkanik, thepra, lahar, dan abu vulkanik 7. analisa jawaban siswa 8. alat/bahan: pasir, botol bekas, soda, spritus, gincu N.A= jumlah skor yang didapat x 100 Skor maksimum

16 Nama sekolah Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas/semester Alokasi waktu Penyusun : MIM Lubuk Kembang : Siaga Bencana : Gempa Bumi : IV/I : 4 x 30 menit : Supriyadi, S. Pd I STANDAR KOMPETENSI Gempa bumi dan kesiapan menghadapinya KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER 2.1 mengenal gempa bumi dan kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi gempa bumi 1. Memahami isi cerita terjadinya gempa dalam suatu keluarga 2. Mengetahui letak kepulauan indonesia 3. Memahami lapisan bumi dan lempengan di indonesia 4. Mengetahui proses terjadinya gempa berdasarkan sumbernya 5. Mengetahui jenis kerusakan akibat gempa 6. Mengetahui kegiatan yang dilakukan saat terjadi gempa 7. Mampu melakukan kegiatan setelah gempa 8. Mengetahui alat ukur dan skala gempa 9. Mampu melakukan percobaan pergerakan lempengan 10. Mampu menyelamatkan dirinya masing-masing Diskusi kelompok Tanya jawab Ceramah Pemberian tugas Laptop, LCD - PP Muhammadiyah (MDMC), LKS Bencana kelas IV, Kanigara, Bandung, buku IPA Kelas IV semester 2 - Majalah/Koran/media elektronik - Depag RI, Al-Quran dan Terjemahan

17 MATERI PEMBELAJARAN 1. saat terjadi gempa dalam suatu kelaurga, hal yang perlu dilakukan adalah jangan panic dan mencari tempat yang aman dari reruntuhan bangunan atau jatuhnya barang-barang 2. Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng yaitu lempeng Eurasia, lempeng pasifik, lempeng indo-australia 3. Bumi terdiri dari lempeng-lempeng terpisah, kalau diibaratkan seperti cangkang telur yang retak-retak. Setiap lempeng biasanya diberikan nama, misalnya Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng yaitu lempeng Indo-Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia. Jika bumi kita belah kita ibaratkan seperi telur: Lapisan Telur Lapisan Bumi - Cangkang Telur - Kulit Mantel/Bumi - Putih Telur - Inti Luar - Kuning Telur - Inti Dalam 4. gempa bumi ada dia yaitu; - gempa bumi tektonik yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh kekuatan pergeseran batuan di dalam bumi - gempa bumi vulkanik yaitu gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunung berapi 5. saat terjadinya gempa bumi kunci utamanya adalah jangan panik, karena segala sesuatu adalah kehendak allah, sebagaimana firmannya Pada hari bumi dan gunung-gunung berguncangan, dan menjadilah gunung-gunung itu tumpukan-tumpukan pasir yang beterbangan (QS Al-Muzammil: 14) Selanjutnya segera mematikan aliran listrik atau sumber api lainnya, mencari tempat berlindung yang aman, diantaranya di kolong meja, melindungi kepala dari reruntuhan, berlindung dibawah dinding yang sempit 6. setelah gempa terjadi segera keluar dan memilih tempat yang aman. Setelah situasi benar-benar aman maka segeralah memeriksa anggota keluarga dan selanjutnya membersihkan kerusakan akibat gempa 7. setelah gempa terjadi, bisa menimbulkan bencana susulan yaitu kebakaran karena aliran listrik, banjir, dan longsor 8. gempa bumi dapat diukur getarannya dengan intensitas gempa dan megnitut gempa. Skala gempa dapat diketahui melalui alat ukur gempa yang disebut dengan seismograf. Satuan yang digunakan adalah skala richter 9. pergerakan lempengan diibaratkan dengan alat peraga 2 buah batu bata yang digerakkan ke samping kiri dan kanan dan bertubrukan 10. psikomotorik siswa

18 KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid - guru membagi siswa menjadi beberapa 3. Evaluasi - apersepsi dengan pertanyaan kelompok Tindak lanjut (PR) a. pernahkah kalian merasakan - guru membagikan LKS tentang gempa bumi - menyalin dan mengahafal gempa? - siswa berdiskusi tentang gempa bumi dalam surat al-muzammil ayat 14 b. Bagaimana perasaan kalian kelompoknya masing-masing - memperbaiki jawaban LKS jika terjadi gempa? - guru memberikan kesempatan kepada setiap yang salah c. Apa yang kalian lakukan jika terjadi gempa bumi? kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok secara bergantian - melalui hasil diskusi guru mulai menjelaskan materi tentang gempa bumi dan melengkapi hal-hal yang belum diketahui siswa - guru membimbing dan menyimpulkan materi gempa bumi

19 Pertemuan II Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen siswa Evaluasi - mengumpulkan pekerjaan rumah Penutup - apersepsi - guru mengingatkan kembali tentang materi sebelumnya dengan memberikan pertanyaanpertanyaan - guru memilih siswa untuk memimpin simulasi gempa - siswa mengadakan simulasi gempa, salah satu siswa menepuk-nepuk meja sambil berteriak Gempa.!!! Gempa.!!! Gempa.!!! Siswa yang lain berusaha menyelamatkan diri dengan caranya masingmasing - dengan simulasi tadi, guru menjelaskan kegiatan siswa yang benar dan yang salah jika terjadi gempa - guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil kegiatan 1. jika terjadi gempa jangan diam atau berdiri di pintu atau tempat benda yang mudah jatuh 2. segera kari keluar ruangan menuju lapangan terbuka

20 EVALUASI Bentuk Tes Jenis Tes Alat Tes Jawaban Soal Skor Penilaian Pedoman Penilaian Post test (tes akhir) Tes tertulis Soal-soal Soal 1 6= 1 N.A= jumlah skor yang didapat x Indonesia di apit oleh 3 1. lempeng Eurasia, poin Skor maksimum lempengan dunia sehingga lempeng pasifik, Soal 7 8 = 2 mudah terjadi gempa. Sebutkan tiga lempengan tersebut! 2. bumi kita terdiri dari 3 lapisna. lempeng indo-australia 2. kulit/mantel bumi, inti luar, inti dalam poin Sebutkan! 3. gempa tektonik dan 3. sebutkan dua macam gempa vulkanik berdasarkan sebabnya! 4. sebutkan alat ukur gempa! 5. sebutkan satuan ukurannya! 4. seismograf 5. skala richter 6. kerusakan yang 6. apa saja kerusakan yang ditimbulkan gempa dapat ditimbulkan akibat gempa? berupa rusaknya 7. apa yang kalian lakukan bila pemukiman penduduk, terjadi gempa pada saat kalian jalan raya, jembatan, sedang belajar? Jelaskan! 8. setelah gempa benar-benar reda, kerugian harta benda dan meninggalnya manusia apa yang kalian lakukan? 7. apabila terjadi gempa Jelaskan! bumi segera mencari tempat untuk berlindung dari kemungkinan jatuhnya benda-benda atau runtuhnya bangunan, dapat bersembunyi di bawah meja, menutup kepala guna melindungi dari

21 jatuhnya benda atau berlindung pada bagian yang kemungkinan tidak terkena reruntuhan 8. setelah gempa terjadi segera keluar dan memilih tempat yang aman, setelah situasi benar-benar aman maka segera memeriksa anggota keluarga dan selanjutnya membersihkan kerusakan akibat gempa

22 Nama sekolah Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas/semester Alokasi waktu Penyusun : MIM Lubuk Kembang : Siaga Bencana : Banjir : IV/I : 4 x 30 menit : Supriyadi, S. Pd I STANDAR KOMPETENSI Banjir dan akibatnya terhadap komunitas KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER 3.1 pencemaran lingkungan dan hubungan terhadap bahaya banjir 1. Memahami bahwa musibah banjir dalam kisah Nabi Nuh karena Allah Swt 2. Mengetahui jenis musim yang ada di indonesia dan pengaruhnya terhadap lngkungan 3. Mengetahui penyebab banjir 4. Menjelaskan kerusakan yang terjadi akibat banjir 5. Mengetahui kegiatan yang dilakukan saat terjadi banjir 6. Mampu melakukan kegiatan setelah terjdai banjir 7. Mampu melakukan percobaan banjir dalam kelompoknya masing-masing Diskusi kelompok Tanya jawab Ceramah Pemberian tugas Bahan simulasi - PP Muhammadiyah (MDMC), LKS Bencana kelas IV, Kanigara, Bandung, buku IPA Kelas IV semester 2 - Majalah/Koran/media elektronik - Depag RI, Al-Quran dan Terjemahan

23 MATERI PEMBELAJARAN a. nabi nuh mendapat firman dari allah SWT agar segera membuat kalap karena akan dating banjir besar sebagai azab allah kepada mereka yang inkar kepada- Nya. Kisah ini mengandung makna bahwa segala musibah dari allah adalah kemurkaan allah kepada ummatnya yang inkar b. indonesia terletak di daerah garis khatulistiwa sehingga ada 2 musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada bulan september-maret biasanya musim hujan, sedangkan bulan april agustus biasanya musim kemarau c. banjir terjadi pada musim hujan karena air di sungai, danau, rawa, parit akan maluap sehingga sangat rawan terjadi banjir. Apabila drainase tidak berfungsi dengan baik, saluran air tersumbat oleh sampah-sampah maka air akan meluap. Banjir biasanya disebabkan oleh ulah manusia yang menyebabkan saluran air bisa tersumbat karena sampah. Hal ini disebabkan oleh kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke sungai, danau da parit. Selain itu banjir juga dapat disebabkan oleh gundulnya hutan, apabila hujan, maka air akan diserap oleh akar pohon. Dengan gundulnya hutan maka akan mempercepat aliran air menuju tempat yang datar yaitu pemukiman penduduk d. banjir menyebabkan korban harta benda bahkan nyawa manusia. Selain itu juga menyebabkan berjangkitnya penyakit kulit, muntaber, sakit perut, demam, dan sebagainya karenaingkungan yang kotor e. saat terjadi banjir segeralah selamatkan benda-benda berharga, seperi ijazah, buku-buku dan sebagainya. Matikan saluran listrik agar tidak terjadi konslet. Tindakan penyelamatan dapat juga dilakukan sebelum terjadi banjir dengan cara menyimpan benda-benda berharga di tempat yang tahan terhadap air, seperti peti besi. Selanjutnya segera berlari ke tempat yang lebih tinggi sehingga tidak terjangkau luapan air f. setelah banjir reda, maka harus berhati-hati terhadap aliran listrik, jangan bermain di genangan. Gunakanlah air yang bersih agar tidak terkena penyakit

24 KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan I a. Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid - guru membagikan LKS kepada masingmasing 1. banjir terjadi karena ulah tangan Evaluasi - apersepsi dengan pertanyaan anak manusia Pemberian tugas (PR) yaitu a. pernahkah kalian mengalami musibah banjir? - guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang heterogen 2. musibah banjir dapat diatasi dengan membuat saluran drainase yang baik memperbaiki jawaban LKS yang salah b. Adakah sungai di daerahmu yang dapat menyebabkan banjir? - siswa berdiskusi tentang musibah banjir dalam kelompoknya masing-masing - guru memberikan kesempatan kepada setiap kelompok untuk membacakan hasil diskusi kelompok secara bergantian - guru dan siswa membahas isi LKS - melalui hasil diskusi guru mulai menjelaskan materi tentang gempa bumi dan melengkapi hal-hal yang belum diketahui siswa - guru membimbing dan menyimpulkan materi gempa bumi

25 Pertemuan II Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen siswa - guru membagi siswa menjadi beberapa - aliran air akan tersumbat oleh Evaluasi - apersepsi kelompok yang heterogen sampah sehingga terjadi banjir Penutup - guru membimbing siswa dalam kelompoknya masing-masing melakukan simulasi secara sederhana dengan membuat peta desa di tanah, terjadi penyyumbatan pada saluran air, kemudian air disiramkan secara terus menerus sehingga desa dicapai oleh luapan air - guru membimbing siswa untuk menyimpulkan hasil simulasi

26 EVALUASI Bentuk Tes Jenis Tes Alat Tes Jawaban Soal Skor Penilaian Pedoman Penilaian Post test (tes akhir) Tes tertulis Soal 1 10 = 1 poin Soal-soal 1. indonesia terletak di daerah garis khatulistiwa sehingga terdapat dua musim, sebutkan! 2. pada bulan apa saja pergantian musim di indonesia terjadi? 3. apa fungsi hutan di indonesia? 4. apa penyebab banjir? 5. apa saja kerusakan yang disebabkan oleh banjir? 6. apa saja kegiatan yang harus dilakukan saat terjadi banjir? 7. kemana kita berlari saat terjadi banjir? 8. apa yang harus dilakukan setelah banjir? 9. setelah banjir akan timbul penyakit karena lingkungan yang kotor. Sebutkan 3 macam penyakit tersebut! 10. apa yang dilakukan untuk menghindari banjir? musibah 1. musim kemarau dan musim hujan 2. bulan september maret dan bulam april agustus 3. sebagai saluran drainase 4. air di sungai, danau, rawa parit meluap 5. banjir menyebabkan korban harta benda, bahkan nyawa manusia 6. menyelamatkan bendabenda berharga, seperti ijazah, buku-buku dan sebagainya. Matikan aliran listrik agar tidak terjadi konslet 7. ketempat yang lebih tinggi 8. membersihkan lingkungan dari kotoran akibat banjir 9. gatal-gatal, muntaber, sakit perut, demam 10. memlihara aliran air agar tetap baik, tidak merusak hutan dan tidak membuang sampah ke sungai atau parit N.A= jumlah skor yang didapat x 100 Skor maksimum

27 Nama sekolah Mata pelajaran Pokok bahasan Kelas/semester Alokasi waktu Penyusun : MIM Lubuk Kembang : Siaga Bencana : Longsor : IV/I : 2 x 30 menit : Supriyadi, S. Pd I STANDAR KOMPETENSI Bahaya longsor dan akibat yang ditimbulkan KOMPETENSI DASAR INDIKATOR METODE ALAT SUMBER 4.1 bahaya longsor bagi makhluk hidup dan upaya mengatasinya 1. Mengetahui daerah terjadinya longsor di suatu daerah 2. Mengetahui pengertian longsor 3. Mampu menyebutkan urutan proses terjadinya longsor 4. Menyebutkan faktor penyebab longsor 5. Mennyebutkan kegiatan yang dilakukan untuk menghindari longsor 6. Mengetahui kegiatan yang dilakukan pasca terjadi longsor Diskusi kelompok Tanya jawab Ceramah Pemberian tugas LKS, Gambar 1. PP Muhammadiyah (MDMC), LKS Bencana kelas IV, Kanigara, Bandung, buku IPA Kelas IV semester 2 3. Majalah/Koran/media elektronik 4. Depag RI, Al-Quran dan Terjemahan

28 MATERI PEMBELAJARAN a. longsor sering terjadi di daerah pegunungan atau bukit atau daerah galian yang tidak terdapat pepohonan, seperti di Bantul yang menimbulkan tertimbunnya pemukiman penduduk, bahkan manusia b. longsor juga dapat terjadi di daerah pinggiran pantai karena tebing yang terus menerus terkena tekanan ombak c. longsor adalah perpindahan atau pergerakan batuan, tanah secara menurun menuju bagian bawah suatu lereng d. longsor terjadi melalui tahapan sebagai berikut - kontur tanah yang terkena sinar matahari mengalami retakan pada tebingnya - tanah tersebut terkena hujan, sehingga air yang meresap semakin menambah berat beban tanah - maka terjadilah runtuhnya tanah atau longsor e. longsor terjadi pada tebing yang gundul. Apabila hutan dijaga dengan baik maka tidak akan terjadi longsor karena akar pohon dapat menahan tanah. Salah satu penyebab longsor adalah curah hujan yang tinggi. Tanah tidak dapat menahan banyaknya serapan air yang masuk ke dalam tanah dan tanah melepaskannya f. karena padatnya penduduk di suatu daerah maka seringkali penduduk membuat pemukiman di bawah tebing. Sebaiknya pemukiman jauh dari tebing dengan pindasi yang kokoh sehingga aman dari bahaya longsor g. apabila terjadi longsor di suatu daerah maka segara membersihkan benda-benda yang tertimbun longsor. Pada saat ini sering terjadi musibah susulan karena longsor susulan. Oleh karena itu jangan bermain di bawah tebing

29 b. KEGIATAN PEMBELAJARAN Kegiatan awal Kegiatan inti Kesimpulan Kegiatan akhir - mengabsen murid - guru membagikan LKS tentang longsor Evaluasi - apersepsi dengan pertanyaan, misalnya - - guru bersama siswa membahas isi LKS guru memberikan kesempatan kepada siswa Penutup a. pernahkan kalian melihat longsor didaerahmu? untuk bertanya tentang materi yang belum dikuasai siswa b. Apakah rumah kalian aman dari bahaya longsor? - siswa mulai mengerjakan LKS tentang longsor - guru membimbing siswa untuk menyimpulkan materi

Jenis Bahaya Geologi

Jenis Bahaya Geologi Jenis Bahaya Geologi Bahaya Geologi atau sering kita sebut bencana alam ada beberapa jenis diantaranya : Gempa Bumi Gempabumi adalah guncangan tiba-tiba yang terjadi akibat proses endogen pada kedalaman

Lebih terperinci

Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang)

Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang) Bahaya Tsunami Apa itu Tsunami? Tsu = pelabuhan Nami = gelombang (bahasa Jepang) Tsunami adalah serangkaian gelombang yang umumnya diakibatkan oleh perubahan vertikal dasar laut karena gempa di bawah atau

Lebih terperinci

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA

INFORMASI KEHIDUPAN BERBAGAI BAHASA 2 Waktu Terjadinya Bencana Alam 2-6 Akses Informasi yang Dapat Diterima Mengenai Bencana Untuk mencegah keadaan mengenai bencana alam, yang pertama adalah mendapatkan info dari badan perkiraan cuaca tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Model Genesi dalam Jurnal : Berkala Ilmiah Teknik Keairan Vol. 13. No 3 Juli 2007, ISSN 0854-4549.

BAB I PENDAHULUAN. Model Genesi dalam Jurnal : Berkala Ilmiah Teknik Keairan Vol. 13. No 3 Juli 2007, ISSN 0854-4549. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Wilayah pesisir merupakan pertemuan antara wilayah laut dan wilayah darat, dimana daerah ini merupakan daerah interaksi antara ekosistem darat dan ekosistem laut yang

Lebih terperinci

Asal Usul Alam Semesta

Asal Usul Alam Semesta Kontroversi Islam dan Sains? Asal Usul Alam Semesta Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat terbentuk. Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuwan di setiap

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

World Conference on Disaster Reduction (WCDR) kesebelas mengakhiri perundingan-perundingan tentang Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005-2015 (Hyogo

World Conference on Disaster Reduction (WCDR) kesebelas mengakhiri perundingan-perundingan tentang Kerangka Kerja Aksi Hyogo 2005-2015 (Hyogo Pedoman Hasil Konferensi Sedunia tentang Pengurangan Risiko Bencana pd tanggal 18-22 Januari 2005 di Kobe, Hyogo, Jepang; dan dalam rangka mengadopsi Kerangka Kerja Aksi 2005-2015 dengan tema Membangun

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA

PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA PENJELASAN ATAS RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG PENANGANAN BENCANA I. Umum Indonesia, merupakan negara kepulauan terbesar didunia, yang terletak di antara dua benua, yakni benua Asia dan benua Australia,

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi. Bab

Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi. Bab Bab IX Interpretasi Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi Sumber: hiemsafiles.wordpress.com Gb.9.1 Lembah dan pegunungan merupakan contoh bentuk muka bumi Perlu kita ketahui bahwa bentuk permukaan bumi

Lebih terperinci

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA

TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN BERBASIS MITIGASI BENCANA TPL 106 GEOLOGI PEMUKIMAN PERTEMUAN 13 PERENCANAAN TATA RUANG BERBASIS MITIGASI BENCANA GEOLOGI 1. Pendahuluan Perencanaan tataguna lahan berbasis mitigasi bencana geologi dimaksudkan untuk mengantisipasi

Lebih terperinci

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA)

REPUBLIK INDONESIA 47 TAHUN 1997 (47/1997) 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Menimbang : PP 47/1997, RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL Bentuk: PERATURAN PEMERINTAH (PP) Oleh: PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor: 47 TAHUN 1997 (47/1997) Tanggal: 30 DESEMBER 1997 (JAKARTA) Sumber:

Lebih terperinci

CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR

CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR CARA MERAWAT LAPTOP YANG BENAR Muller Situmorang muller.situmorang@ymail.com Abstrak Memang sangat penting untuk diketahui. Laptop memang merupakan salah satu mahakarya kecanggihan teknologi yang begitu

Lebih terperinci

DAFTAR INFORMASI PUBLIK SESUAI KEPUTUSAN BUPATI. TANAH DATAR NOMOR 065/377/Dishubkominfo-2014

DAFTAR INFORMASI PUBLIK SESUAI KEPUTUSAN BUPATI. TANAH DATAR NOMOR 065/377/Dishubkominfo-2014 DAFTAR INFORMASI PUBLIK SESUAI KEPUTUSAN BUPATI TANAH DATAR NOMOR 065/377/Dishubkominfo-2014 I. Informasi yang wajib disediakan dan diumumkan secara berkala 1. Informasi tentang Profil SKPD a. Nama SKPD

Lebih terperinci

Tahan diguncang gempa

Tahan diguncang gempa Tahan diguncang gempa Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling menakutkan bagi manusia. Ini karena kita selalu mengandalkan tanah tempat kita berpijak di bumi ini sebagai landasan yang paling stabil

Lebih terperinci

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN KANTOR PERWAKILAN PROVINSI SULAWESI UTARA PENANGGULANGAN BENCANA ALAM Dibuat oleh Direviu oleh Disetujui oleh Kasubbag Umum Kepala Bagian Tata Usaha Kepala Perwakilan

Lebih terperinci

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida Rumah Sehat edited by Ratna Farida Rumah Adalah tempat untuk tinggal yang dibutuhkan oleh setiap manusia dimanapun dia berada. * Rumah adalah struktur fisik terdiri dari ruangan, halaman dan area sekitarnya

Lebih terperinci

ANALISIS TEMPAT KERJA

ANALISIS TEMPAT KERJA II. ANALISIS TEMPAT KERJA Untuk dapat membuat rencana kerja yang realistis, rapi, dan teratur, sebelum menjatuhkan pilihan jenis alat yang akan digunakan, perlu dipelajari dan penelitian kondisi lapangan

Lebih terperinci

Mari Bersiapsiap. www.getreadysydney.com.au. Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di. Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk,

Mari Bersiapsiap. www.getreadysydney.com.au. Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di. Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk, Mari Bersiapsiap Sydney Bagaimana bersiap-siap untuk situasi darurat di Kota Sydney. Informasi penting bagi penduduk, karyawan dan pengunjung. Panduan ini memberikan garis besar beberapa langkah mudah

Lebih terperinci

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR PEGUNUNGAN udara bersih, bebas polusi air hujan mengandung CO 2, O 2, N 2, debu & partikel dr atmosfer AIR

Lebih terperinci

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Pasal 6 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 12 TAHUN 2009 TENTANG PEMANFAATAN AIR HUJAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : a. bahwa air hujan merupakan sumber air yang dapat dimanfaatkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 10 TAHUN 2000 (10/2000) TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 10 TAHUN 2000 (10/2000) TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA (PP) NOMOR 10 TAHUN 2000 (10/2000) TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK PENATAAN RUANG WILAYAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost)

PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost) PETUNJUK PENGGUNAAN Lemari Pendingin 2 pintu Bebas Bunga Es (No Frost) DAFTAR ISI FITUR 2 PEMASANGAN 5 PENGOPERASIAN 6 MEMBERSIHKAN 8 PERINGATAN 9 PEMECAHAN MASALAH 10 No. Pendaftaran: PEMECAHAN MASALAH

Lebih terperinci

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Dengan lincah, Amirizal (33 tahun) mengangkat saringan pembuat kopi. Gerakannya gesit dan penuh semangat. Meskipun, pada saat tsunami terjadi di Aceh di penghujung 2004,

Lebih terperinci

Sumber : Manual Pembibitan Tanaman Hutan, BPTH Bali dan Nusa Tenggara.

Sumber : Manual Pembibitan Tanaman Hutan, BPTH Bali dan Nusa Tenggara. Penyulaman Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya. Penyiangan Penyiangan terhadap gulma dilakukan

Lebih terperinci

BENCANA ALAM KARENA GEJALA ALAM

BENCANA ALAM KARENA GEJALA ALAM BENCANA ALAM KARENA GEJALA ALAM Bencana alam bisa terjadi karena faktor alam itu sendiri maupun karena ulah manusia. Bencana alam karena faktor alam terjadi murni karena berbagai proses yang terjadi di

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi wilayah PT. Cipta Frima Jaya adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam penanganan pasca panen (pembekuan) untuk hasil perikanan, yang merupakan milik Bapak

Lebih terperinci

Undang-undang Nomor I Tahun 1970

Undang-undang Nomor I Tahun 1970 KESELAMATAN KERJA Undang-undang Nomor I Tahun 1970 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk

Lebih terperinci

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER

PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER PEDOMAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENANGANAN TANGGAP DARURAT BENCANA MUHAMMADIYAH DISASTER MANAGEMENT CENTER BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam situasi keadaan Darurat bencana sering terjadi

Lebih terperinci

Nokia Mini Speakers MD-8. Edisi 1

Nokia Mini Speakers MD-8. Edisi 1 Nokia Mini Speakers MD-8 Edisi 1 7 Nokia, Nokia Connecting people, dan logo Nokia Original Accessories adalah merek dagang atau merek dagang terdaftar dari Nokia Corporation. Pendahuluan Selamat Anda telah

Lebih terperinci

PRODUK DAUR ULANG LIMBAH

PRODUK DAUR ULANG LIMBAH PERTEMUAN MINGGU KE 17 PRODUK DAUR ULANG LIMBAH Standar Kompetensi: 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Kompetensi

Lebih terperinci

Daftar Isi. Daftar Pustaka... 33

Daftar Isi. Daftar Pustaka... 33 Daftar Isi Kata Pengantar... Kata Sambutan... Daftar Isi... Daftar Tabel... Daftar Gambar... Pendahuluan Latar Belakang... 2 Tujuan Umum... 2 Tujuan Khusus... 2 Pengguna Modul dan Peserta Pelatihan...

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111 Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111 Edisi 1.0 2 Pendahuluan Tentang headset Dengan Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111, Anda dapat menangani panggilan secara handsfree serta menikmati musik favorit

Lebih terperinci

MAKANAN SIAP SANTAP DALAM KEADAAN DARURAT

MAKANAN SIAP SANTAP DALAM KEADAAN DARURAT MAKANAN SIAP SANTAP DALAM KEADAAN DARURAT Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI 2014 Wilayah Indonesia Rawan Bencana Letak geografis Wilayah Indonesia Pertemuan 3 lempengan

Lebih terperinci

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang...

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang... SODIS BOTOL AJAIB Seru sekali lomba lari itu! Mereka berlari sekencang-kencangnya untuk memenangkan perlombaan. 4 5 Pada suatu pagi di hari Minggu, Ani dan Ayah berjalan-jalan. Sesampai di dekat lapangan,

Lebih terperinci

Polisi 110. Kebakaran 119. Ambulans 119

Polisi 110. Kebakaran 119. Ambulans 119 Ⅰ-1 Daftar Nomor Telepon Penting Polisi 110 Kebakaran 119 Ambulans 119 Dokter Langganan Rumah Sakit Terdekat Kebocoran Gas Perbaikan Pipa Air Kantor Listrik Terdekat Kedutaan/Konsulat Sekolah/Kantor Rukun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2009 TENTANG KEPELABUHANAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 78,

Lebih terperinci

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu

KALOR. Keterangan Q : kalor yang diperlukan atau dilepaskan (J) m : massa benda (kg) c : kalor jenis benda (J/kg 0 C) t : kenaikan suhu KALOR Standar Kompetensi : Memahami wujud zat dan perubahannya Kompetensi Dasar : Mendeskripsikan peran kalor dalam mengubah wujud zat dan suhu suatu benda serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi waktu : SMA Negeri 1 Sukasada : Matematika : X/1 (Ganjil) : 2 x 4 menit (1 pertemuan) I. Standar Kompetensi

Lebih terperinci

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 200 di PPPG Matematika Oleh: Dra. Sukayati, M.

Lebih terperinci

KAKUS/JAMBAN SISTEM CEMPLUNG ATAU GALIAN

KAKUS/JAMBAN SISTEM CEMPLUNG ATAU GALIAN KAKUS/JAMBAN SISTEM CEMPLUNG ATAU GALIAN 1. PENDAHULUAN Jamban atau kakus merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia. Pembuatan jamban merupakan usaha manusia untuk memelihara kesehatan dengan membuat

Lebih terperinci

MENGUBAH BENCANA MENJADI BERKAH (Studi Kasus Pengendalian dan Pemanfaatan Banjir di Ambon)

MENGUBAH BENCANA MENJADI BERKAH (Studi Kasus Pengendalian dan Pemanfaatan Banjir di Ambon) MENGUBAH BENCANA MENJADI BERKAH (Studi Kasus Pengendalian dan Pemanfaatan Banjir di Ambon) Happy Mulya Balai Wilayah Sungai Maluku dan Maluku Utara Dinas PU Propinsi Maluku Maggi_iwm@yahoo.com Tiny Mananoma

Lebih terperinci

Langkah-langkah Anti Nyamuk

Langkah-langkah Anti Nyamuk Nasehat untuk rumah tangga Langkah-langkah Anti Nyamuk Arahan 1. Informasi di bawah ini adalah untuk membantu masyarakat mencegah dan mengendalikan pembiakan nyamuk Aedes albopictus, di rumah dan lingkungan

Lebih terperinci

TEHNIK HIDUP ALAM BEBAS. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dpt dipertangungjawabkan bila mengadakan kegiatan di alam bebas

TEHNIK HIDUP ALAM BEBAS. Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dpt dipertangungjawabkan bila mengadakan kegiatan di alam bebas TEHNIK HIDUP ALAM BEBAS Memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dpt dipertangungjawabkan bila mengadakan kegiatan di alam bebas Problem di Alam Bebas Alam ( cuaca, medan, dll) Diri sendiri (fisik,

Lebih terperinci

Buletin Kemanusiaan Indonesia

Buletin Kemanusiaan Indonesia Buletin Kemanusiaan Indonesia Januari Maret 2014 SOROTAN Dampak bencana alam meningkat Ribuan telah diungsikan berbulanbulan karena letusan vulkanik Gunung Sinabung Harmonisasi klaster berlanjut Penutupan

Lebih terperinci

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL

PERAN PEREMPUAN DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL PERAN PEREMPUAN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR, SANITASI DAN HIGIENE UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT ETTY HESTHIATI LPPM UNIV. NASIONAL JAKARTA A PERAN PEREMPUAN Perempuan sangat berperan dalam pendidikan

Lebih terperinci

Informasi Produk Asuransi Allianz

Informasi Produk Asuransi Allianz Informasi Produk Asuransi Allianz Nama Produk Permata Proteksi Ku Permata Proteksi Plus Permata KTA Proteksi Jenis Produk Asuransi jiwa berjangka untuk perlindungan tagihan kartu kredit Asuransi jiwa berjangka

Lebih terperinci

Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut

Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut Pengelolaan tanah dan air di lahan pasang surut Pengelolaan Tanah dan Air di Lahan Pasang Surut Penyusun IPG Widjaja-Adhi NP Sri Ratmini I Wayan Swastika Penyunting Sunihardi Setting & Ilustrasi Dadang

Lebih terperinci

Mempromosikan Kesehatan Lingkungan Masyarakat

Mempromosikan Kesehatan Lingkungan Masyarakat 1 Mempromosikan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Dalam bab ini: halaman Para penggerak kesehatan menghentikan kolera...2 Bekerja bersama-sama untuk perubahan...3 Apa yang membuat pengorganisasian kesehatan

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGOPERASIAN

PETUNJUK PENGOPERASIAN PETUNJUK PENGOPERASIAN LEMARI PENDINGIN MINUMAN Untuk Kegunaan Komersial SC-178E SC-218E Harap baca Petunjuk Pengoperasian ini sebelum menggunakan. No. Pendaftaran : NAMA-NAMA BAGIAN 18 17 16 1. Lampu

Lebih terperinci

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU

TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU TINGKAT PENERAPAN SISTEM BUDIDAYA MANGROVE PADA MASYARAKAT PULAU UNTUNG JAWA, KEPULAUAN SERIBU Diarsi Eka Yani (diarsi@ut.ac.id) PS Agribisnis, FMIPA, Universitas Terbuka ABSTRAK Abrasi pantai yang terjadi

Lebih terperinci

Lakukan gerakan pemanasan dengan tertib! Setelah melakukan gerakan pemanasan, berlarilah secara bersama-sama mengelilingi lapangan!

Lakukan gerakan pemanasan dengan tertib! Setelah melakukan gerakan pemanasan, berlarilah secara bersama-sama mengelilingi lapangan! Lakukan gerakan pemanasan dengan tertib! Setelah melakukan gerakan pemanasan, berlarilah secara bersama-sama mengelilingi lapangan! Ayo menulis dengan percaya diri! Tulislah aturan yang berlaku ketika

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

Banjir berdampak paling besar di Februari. Angin puting beliung hampir mencapai kisaran sepertiga dari bencana alam

Banjir berdampak paling besar di Februari. Angin puting beliung hampir mencapai kisaran sepertiga dari bencana alam Buletin Kemanusiaan Indonesia Issue 02 01 29 Februari 2012 SOROTAN 19 kejadian banjir menyebabkan 558 orang mengungsi sementara di bulan Februari. 21 dari 33 provinsi berisiko banjir sampai Maret 2012.

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Headset BH-102. Edisi 1

Nokia Bluetooth Headset BH-102. Edisi 1 Nokia Bluetooth Headset BH-102 1 2 3 4 45 46 7 8 10 119 Edisi 1 PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HS-107W telah memenuhi persyaratan utama dan ketentuan terkait

Lebih terperinci

SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG

SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG SIMULASI NUMERIK MODEL RUMAH TAHAN GEMPA TANPA BETON BERTULANG SKRIPSI Diajukan sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Strata-I pada Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Andalas

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENATAGUNAAN TANAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENATAGUNAAN TANAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2003 TENTANG PENATAGUNAAN TANAH PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 16 ayat (2) Undang-undang Nomor

Lebih terperinci

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI

DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI LAMPIRAN 24 DAFTAR KONVERSI KLASIFIKASI USAHA JASA KONSTRUKSI KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 2 TAHUN 2011 KLASIFIKASI PERATURAN LPJK NOMOR 10 TAHUN 2013 Kode Subbid Sub-bidang, bagian Sub-bidang kode

Lebih terperinci

Untuk SMA Kelas XI. Jilid 2

Untuk SMA Kelas XI. Jilid 2 PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP Untuk SMA Kelas XI Jilid 2 Pendidikan Lingkungan Hidup Untuk Sekolah Menengah Atas Kelas XI Jilid 2 Tim Penulis: 1. Drs. Yudhi Utomo, M.Si. 2. Dr. Sugeng Utaya, M.Si. 3. Dra.

Lebih terperinci

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh?

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 3. Sebutkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah! 4. Perhatikan bangun ruang di

Lebih terperinci

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT MODUL: PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan sanitasi merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu jika kebutuhan tersebut

Lebih terperinci

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang Hak Cipta 2014 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN Disklaimer: Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka

Lebih terperinci

Buletin Kemanusiaan Bulanan Indonesia. Musim hujan akhirnya hampir selesai. Isi

Buletin Kemanusiaan Bulanan Indonesia. Musim hujan akhirnya hampir selesai. Isi Buletin Kemanusiaan Bulanan Indonesia Edisi 4 Juli Agustus 2013 S O RO TA N Banjir dan gempa bumi memiliki dampak kemanusiaan tertinggi di Juli-Agustus Titik api kebakaran di hutan lahan gambut di Sumatera

Lebih terperinci

ANGKET TANGGAPAN/PENILAIAN AHLI DESAIN PEMBELAJARAN BUKU AJAR PEMBELAJARAN IPS

ANGKET TANGGAPAN/PENILAIAN AHLI DESAIN PEMBELAJARAN BUKU AJAR PEMBELAJARAN IPS FORMAT B: UJI AHLI DESAIN PEMBELAJARAN ANGKET TANGGAPAN/PENILAIAN AHLI DESAIN PEMBELAJARAN Petunjuk pengisian: BUKU AJAR PEMBELAJARAN IPS A. Berilah tnda silang (x) pada alternatif jawaban yang dianggap

Lebih terperinci

BAB III METODE & DATA PENELITIAN

BAB III METODE & DATA PENELITIAN BAB III METODE & DATA PENELITIAN 3.1 Distribusi Jaringan Tegangan Rendah Pada dasarnya memilih kontruksi jaringan diharapkan memiliki harga yang efisien dan handal. Distribusi jaringan tegangan rendah

Lebih terperinci

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat

Lebih terperinci

PEDOMAN UMUM MITIGASI BENCANA

PEDOMAN UMUM MITIGASI BENCANA LAMPIRAN PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR : 33 TAHUN 2006 TANGGAL : 18 OKTOBER 2006 PEDOMAN UMUM MITIGASI BENCANA A. UMUM 1. LATAR BELAKANG Indonesia sebagai negara kepulauan yang secara geografis

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 20 ayat (6) Undang-Undang

Lebih terperinci

1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai

1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai 1. Nilai Tempat Bilangan 10.000 s.d. 100.000 Lambang bilangan Hindu-Arab yang setiap kali kita gunakan menggunakan sistem desimal dengan nilai tempat. Menggunakan sistem desimal (dari kata decem, bahasa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Warsito Adnan MODEL Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN 2 untuk Kelas II SD dan MI Berdasarkan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Permendiknas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Air merupakan kebutuhan utama seluruh makhluk hidup. Bagi manusia selain untuk minum, mandi dan mencuci, air bermanfaat juga sebagai sarana transportasi, sebagai sarana

Lebih terperinci

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang

Warta Kebijakan. Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang. Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan tata ruang. Perencanaan Tata Ruang No. 5, Agustus 2002 Warta Kebijakan C I F O R - C e n t e r f o r I n t e r n a t i o n a l F o r e s t r y R e s e a r c h Tata Ruang dan Proses Penataan Ruang Tata Ruang, penataan ruang dan perencanaan

Lebih terperinci

KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA

KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA Lampiran IV : Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor : 01 Tahun 2009 Tanggal : 02 Februari 2009 KRITERIA, INDIKATOR DAN SKALA NILAI FISIK PROGRAM ADIPURA NILAI Sangat I PERMUKIMAN 1. Menengah

Lebih terperinci

SmartHome. Formulir Permohonan. 1. Data Tertanggung. Page 1 of 6. Nama Tertanggung* Jenis Kelamin* Laki-laki Perempuan. No KTP / SIM / Paspor / KITAS*

SmartHome. Formulir Permohonan. 1. Data Tertanggung. Page 1 of 6. Nama Tertanggung* Jenis Kelamin* Laki-laki Perempuan. No KTP / SIM / Paspor / KITAS* SmartHome Formulir Permohonan Customer Care Centre AXA Tower lt. GF Jl. Prof. Dr. Satrio Kav.18, Kuningan City Jakarta 12940, Indonesia Tel : +62 21 3005 9005 Fax : +62 21 3005 9008 Email : customer@axa-insurance.co.id

Lebih terperinci

BARANG PUBLIK & FREE RIDER

BARANG PUBLIK & FREE RIDER BARANG PUBLIK tejo@uny.ac.id & FREE RIDER Tejo Nurseto, M.Pd P. Ekonomi FE UNY TUJUAN: Mahasiswa mampu: tejo@uny.ac.id Menjelaskan bagaimana barang publik berbeda dengan barang privat dan mengapa pihak

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil CR-200/CR-201

Buku Petunjuk Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil CR-200/CR-201 Buku Petunjuk Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil CR-200/CR-201 Edisi 1.4 ID Tentang dudukan pengisian daya nirkabel untuk di mobil Dengan Dudukan Pengisi Daya Nirkabel Nokia Untuk di Mobil

Lebih terperinci

Pelajaran ini akan menolong saudara... Mengerti syarat-syarat utama untuk menyiapkan diri saudara bagi penginjilan pribadi.

Pelajaran ini akan menolong saudara... Mengerti syarat-syarat utama untuk menyiapkan diri saudara bagi penginjilan pribadi. Siap Sedia Ingatkah saudara waktu saudara mulai belajar membaca? Amat sukar, bukan? Mula-mula saudara tidak tahu apa-apa tentang membaca. Lalu saudara mulai diajari membaca huruf-huruf abjad yang pertama.

Lebih terperinci

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II

ANALISIS KURIKULUM & BAHAN AJAR TK A SEMESTER II 1. Berlari sambil melompat (D.3.20). 2. Meniru gerakan binatang/senam fantasi (D.3.23) 3. Berdiri dengan tumit di atas satu kaki selama 10 detik (D.3.19). 4. Mereyap dan merangkak lurus ke depan (D.3.22).

Lebih terperinci

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung

KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung MODUL PELATIHAN KONSTRUKSI DINDING BAMBU PLASTER Oleh Andry Widyowijatnoko Mustakim Departemen Arsitektur Institut Teknologi Bandung Pendahuluan Konsep rumah bambu plester merupakan konsep rumah murah

Lebih terperinci

Modul Matematika Segi Empat

Modul Matematika Segi Empat Modul Matematika Segi Empat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP-Standar Isi 2006) Berdasarkan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMP Kelas VII Semester 2 Penulis : Tutik Shahidayanti Pembimbing :

Lebih terperinci

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG KEGIATAN DEMONSTRASI CARA MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN 16 DAN SDN 19

LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG KEGIATAN DEMONSTRASI CARA MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN 16 DAN SDN 19 LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT KEGIATAN PENYULUHAN TENTANG KEGIATAN DEMONSTRASI CARA MENCUCI TANGAN YANG BENAR DI SDN 16 DAN SDN 19 KETUA: TIM PENGABMAS Ns. Neila Sulug, S.Pd, M.Kes Ns. Silviani, S.Kep

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN..

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. Kriiiing..kriiiing bel berbunyi, tanda jam pelajaran ke Sembilan sudah berbunyi, tanda masuk di dua jam terakhir. Aku berfikir

Lebih terperinci

LEMBAR KERJA SISWA PENGARUH KALOR TERHADAP SUHU DAN WUJUD ZAT

LEMBAR KERJA SISWA PENGARUH KALOR TERHADAP SUHU DAN WUJUD ZAT KELAS EKSPERIMEN FAKTA LEMBAR KERJA SISWA PENGARUH KALOR TERHADAP SUHU DAN WUJUD ZAT Pada suatu hari Ani dan Yogi pergi ke supermaket untuk membeli es krim. Ketika sampai di rumah, Ayah mengajak mereka

Lebih terperinci

BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN

BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN BAB V RENCANA DETAIL TATA RUANG KAWASAN PERKOTAAN 5.1 Umum Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan, merupakan penjabaran dari Rencana Umum Tata Ruang Wilayah Kota/Kabupaten ke dalam rencana pemanfaatan

Lebih terperinci

KEPMEN NO. 235 TH 2003

KEPMEN NO. 235 TH 2003 KEPMEN NO. 235 TH 2003 KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. 235 /MEN/2003 TENTANG JENIS - JENIS PEKERJAAN YANG MEMBAHAYAKAN KESEHATAN, KESELAMATAN ATAU MORAL

Lebih terperinci

Anita Windarini SMP Negeri 1 Sanggau anitanajori@rocketmail.com

Anita Windarini SMP Negeri 1 Sanggau anitanajori@rocketmail.com Windarini, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dan Media Manipulatif, 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN MEDIA MANIPULATIF DALAM PEMBELAJARAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 50% dari jumlah korban sengatan listrik akan mengalami kematian. 1 Banyaknya

BAB I PENDAHULUAN. 50% dari jumlah korban sengatan listrik akan mengalami kematian. 1 Banyaknya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Trauma akibat sengatan listrik merupakan jenis trauma yang bisa berakibat fatal bagi manusia karena mempunyai nilai resiko kematian yang tinggi. Sekitar 50% dari jumlah

Lebih terperinci

Buku Petunjuk Nokia Display Headset HS-69

Buku Petunjuk Nokia Display Headset HS-69 Buku Petunjuk Nokia Display Headset HS-69 Edisi 1 ID PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk HS-69 ini sudah sesuai dengan persyaratan penting dan pasal-pasal Petunjuk

Lebih terperinci

Seorang anggota Gereja yang ramah tengah

Seorang anggota Gereja yang ramah tengah PESAN PRESIDENSI UTAMA SEPTEMBER 2011 Oleh Presiden Dieter F. Uchtdorf Penasihat Kedua dalam Presidensi Utama Konferensi Umum Tidak Ada Berkat Biasa Seorang anggota Gereja yang ramah tengah bercakap-cakap

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-214. Copyright 2009 Nokia. All rights reserved.

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-214. Copyright 2009 Nokia. All rights reserved. Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-214 6 1 2 3 4 5 7 8 9 11 12 10 13 14 15 Copyright 2009 Nokia. All rights reserved. PERNYATAAN KESESUAIAN Dengan ini, NOKIA CORPORATION menyatakan bahwa produk BH-214 ini

Lebih terperinci

Bab. Tujuan Pembelajaran

Bab. Tujuan Pembelajaran Bab 8 Tujuan Pembelajaran Siswa dapat: 1. mengetahui berbagai gerak melalui percobaan, misalnya: menggelinding, jatuh, mengalir, memantul, berputar; 2. mengetahui hal-hal yang mempengaruhi gerak benda,

Lebih terperinci

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C) Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 63/PRT/1993 TENTANG GARIS SEMPADAN SUNGAI, DAERAH MANFAAT SUNGAI, DAERAH PENGUASAAN SUNGAI DAN BEKAS SUNGAI

PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 63/PRT/1993 TENTANG GARIS SEMPADAN SUNGAI, DAERAH MANFAAT SUNGAI, DAERAH PENGUASAAN SUNGAI DAN BEKAS SUNGAI PERATURAN MENTERI PEKERJAAN UMUM NOMOR : 63/PRT/1993 TENTANG GARIS SEMPADAN SUNGAI, DAERAH MANFAAT SUNGAI, DAERAH PENGUASAAN SUNGAI DAN BEKAS SUNGAI MENTERI PEKERJAAN UMUM Menimbang : a. Bahwa sebagai

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38 TAHUN 2011 TENTANG SUNGAI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : bahwa dalam rangka konservasi sungai, pengembangan

Lebih terperinci

BAB I PERUM PENDAHULUAN

BAB I PERUM PENDAHULUAN BAB I PERUM PENDAHULUAN Di dalam bab ini akan dibahas mengenai alat-alat navigasi biasa yang umumnya di kapal digunakan untuk menetapkan kedalaman air di suatu tempat di laut. Tujuan kami menyusun keterangan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 74 TAHUN 2014 TENTANG ANGKUTAN JALAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 137

Lebih terperinci