LAMPIRAN 1 DATA PENELITIAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "LAMPIRAN 1 DATA PENELITIAN"

Transkripsi

1 LAMPIRAN 1 DATA PENELITIAN L1.1 Data Berat, Volume dan Yield Minyak Biji Alpukat Run Tabel L1.1 Data Berat, Volume dan Yield Minyak Biji Alpukat Massa (gram) Volume (ml) Suhu ( o C) Berat Minyak (gram) Volume Minyak (ml) Yield (%) ,40 7,5 18, ,4 5,80 8,00 19, ,40 7,5 18, ,40 7,5 18, ,40 5,0 8, ,6 3,70 6,5 12, ,40 7,5 18, ,69 5,6 18, ,4 2,2 7, ,81 4,0 14, , ,10 6,2 8, ,9 90 5,20 7,5 17, , ,00 2,4 15, ,51 11,0 13, ,2 5,0 8, ,1 90 4,50 7,0 15, ,40 7,5 18, ,80 7,0 24, ,40 7,5 18, ,90 4,8 7,25 47

2 L1.2 Data Analisis Densitas Minyak Biji Alpukat Tabel L1.2 Data Analisis Densitas Minyak Biji Alpukat Run Massa Volume Suhu Densitas (gram) (ml) ( o C) (gram/ml) , ,4 0, , , , ,6 0, , , , , , , ,9 90 0, , , , , ,1 90 0, , , , ,87 48

3 L1.3 Data Analisis Viskositas Minyak Biji Alpukat Tabel L1.3 Data Analisis Viskositas Minyak Biji Alpukat Run Massa Volume Suhu Viskositas (gram) (ml) ( o C) (cp) , ,4 0, , , , ,6 0, , , , , , , ,9 90 0, , , , , ,1 90 0, , , , ,68 49

4 L1.4 Data Analisis FFA Minyak Biji Alpukat Tabel L1.4 Data Analisis FFA Minyak Biji Alpukat Run Massa Volume Suhu V NaOH FFA (gram) (ml) ( o C) 0,25 N (ml) (%) ,20 1, ,4 0,20 1, ,20 1, ,20 1, ,40 2, ,6 0,30 2, ,20 1, ,30 2, ,20 1, ,20 1, , ,20 1, ,9 90 0,20 1, , ,60 4, ,40 2, ,40 2, ,1 90 0,40 2, ,20 1, ,20 1, ,20 1, ,20 1,38 50

5 LAMPIRAN 2 CONTOH PERHITUNGAN L2.1 Perhitungan Yield Minyak Biji Alpukat massa minyak biji alpukat Yield (%) 100% massa biji alpukat Contoh perhitungan untuk Run I : Massa minyak biji alpukat = 5,4 gram Massa biji alpukat = 30 gram 5,4 gram Yield (%) 100% 18,00% 30 gram Untuk data berikutnya mengikuti contoh perhitungan di atas. L2.2 Perhitungan Densitas Minyak Biji Alpukat Berat piknometer Berat piknometer + air Berat air = 15,9 gram = 17,8 gram = 1,9 gram Berat piknometer + minyak = 17,20 gram Berat minyak Densitas air (20 o C) = 1,3 gram = 0,99823 gram/ml Densitas minyak berat minyak densitas air berat air Densitas minyak 1,3 gram 1,9 gram 0,99823 gram/ml 0,68 gram/ml Untuk data berikutnya mengikuti contoh perhitungan di atas. L2.3 Perhitungan Viskositas Minyak Biji Alpukat k sg t Dimana: μ k = viskositas (cp) = konstanta viskosimeter 51

6 sg t = spesifik graviti = waktu alir minyak dari batas bawah hingga batas atas (detik) ρ minyak 20 o C ρ air 20 o C = 0,68 gram/ml = 0,99823 gram/ml ρ sg ρ minyak air C C sg 0,68 gram/ml 0,99823 gram/ml 0,68 k = 0,0043 t = 188,00 detik 0,0043 0, ,55cP Untuk data berikutnya mengikuti contoh perhitungan di atas. L2.4 Perhitungan FFA Minyak Biji Alpukat TVBM Kadar FFA berat sampel 10 Dimana: T = normalitas larutan NaOH (N) = 0,25 N V = volum larutan NaOH terpakai (ml) M = berat molekul FFA minyak biji alpukat = 276,224 gram/mol volum larutan NaOH terpakai = 0,2 ml Kadar FFA 0,250,2 276,224 1, Untuk data berikutnya mengikuti contoh perhitungan di atas. 52

7 LAMPIRAN 3 DATA ANALISIS STATISTIK L3.1 Rancangan Penelitian Response Surface Methodology-Central Composite Design (RSM-CCD) Untuk rancangan ini digunakan CCD (Central Composite Design) yang terdiri dari rancangan faktorial 2 k ditambah titik-titik pengamatan pada center point dan aksial point (α = 2 k/4 ). Titik aksial (α) ditambahkan ke dalam percobaan untuk memenuhi titik-titik kuadratik dalam model orde kedua. Titik aksial (α) dengan 3 variabel percobaan = 2 k/4 = = 1,682. Kemudian dikodekan untuk level rendah -1,682 dan level tinggi +1,682. Sedangkan untuk menentukan nilai pada masing-masing level tersebut dapat dihitung sebagai berikut : n data(0) 1,682 range data maka : T ( 1,682 range data) data(0) ( 1,682 5) 90 81,6 T ( 1,682 range data) data(0) ( 1,682 5) 90 98,4 W ( 1,682 range data) data(0) ( 1,68210) 30 13,2 W ( 1,682 range data) data(0) ( 1,68210) 30 46,8 V ( 1,682 range data) data(0) ( 1,682 50) ,9 V ( 1,682 range data) data(0) ( 1,682 50) ,1 Tabel L3.1 Level Kode Rancangan Percobaan Variabel Satuan Kode Level dan Range -1, ,682 Suhu ekstraksi o C T 81, ,4 Massa biji alpukat gram W 13, ,8 Volume pelarut n-heptana ml V 215, ,1 Total run percobaan dengan metode ini ditentukan sebagai berikut : Faktorial = 2 k = 2 3 = 8 53

8 Titik aksial = 2k = 2.3 = 6 Center point = disesuaikan dengan titik aksial = 6 Total run = = 20 run Sehingga rancangan percobaan dihasilkan pada tabel berikut. Tabel L3.2 Rancangan Percobaan Run T W V T W V Faktorial Aksial 9-1, , , , , , , , , , , ,1 Center point

9 L3.2 Data Rancangan Percobaan Gambar L3.1 Data Rancangan Percobaan L3.3 Hasil Pengolahan Data Dengan Minitab Response Surface Regression: yield versus suhu; massa; volume The analysis was done using coded units. Estimated Regression Coefficients for yield Term Coef SE Coef T P Constant 18,0599 0, ,321 0,000 suhu 2,7622 0,4388 6,295 0,000 massa -2,6925 0,4388-6,136 0,000 volume -0,6918 0,4386-1,577 0,146 suhu*suhu -1,1534 0,4277-2,697 0,022 massa*massa -2,5228 0,4277-5,899 0,000 volume*volume -1,0314 0,4268-2,416 0,036 suhu*massa -2,1087 0,5731-3,680 0,004 suhu*volume -2,3287 0,5731-4,064 0,002 massa*volume -1,0662 0,5731-1,861 0,092 S = 1,62085 PRESS = 207,506 R-Sq = 93,95% R-Sq(pred) = 52,23% R-Sq(adj) = 88,51% Analysis of Variance for yield Source DF Seq SS Adj SS Adj MS F P Regression 9 408, ,142 45,349 17,26 0,000 Linear 3 209, ,565 69,855 26,59 0,000 55

10 suhu 1 104, , ,108 39,63 0,000 massa 1 98,920 98,920 98,920 37,65 0,000 volume 1 6,537 6,537 6,537 2,49 0,146 Square 3 110, ,523 36,841 14,02 0,001 suhu*suhu 1 10,185 19,109 19,109 7,27 0,022 massa*massa 1 84,999 91,420 91,420 34,80 0,000 volume*volume 1 15,339 15,339 15,339 5,84 0,036 Interaction 3 88,054 88,054 29,351 11,17 0,002 suhu*massa 1 35,575 35,575 35,575 13,54 0,004 suhu*volume 1 43,385 43,385 43,385 16,51 0,002 massa*volume 1 9,095 9,095 9,095 3,46 0,092 Residual Error 10 26,272 26,272 2,627 Lack-of-Fit 5 26,272 26,272 5,254 * * Pure Error 5 0,000 0,000 0,000 Total ,414 Gambar L3.2 Hasil Pengolahan Data dengan Minitab 56

11 LAMPIRAN 4 PERHITUNGAN MANUAL ANALISIS STATISTIK Dari analisis regresi diperoleh persamaan sebagai berikut: Yield (%) = 18, ,7622T 2,6925W 0,6918V 1,1534T 2 2,5228W 2 1,0314V 2 2,1087TW 2,3287TV 1,0662WV dimana T, W, dan V merupakan suhu ekstraksi, massa biji alpukat, dan volume pelarut. Hasil ANOVA yang diperoleh yaitu sebagai berikut. Tabel L4.1 Analysis of Variance (ANOVA) Sumber Variasi df (Degrees of Freedom) SS (Sum of Squares) Regresi k = 9 Y Y 2 Residual Error n-k-1 = 10 ( prediksi rata rata ) MS (Mean Square) SS regresi = 408,142 df = 45,349 SS total - SS regresi = SS residual 26,272 df = 2,627 Total n-1 = 19 2 Y Y ( penelitian rata rata ) 434,414 F hitung MS regresi MSresidual = 17,26 F tabel 3,02 dimana: n = jumlah data penelitian k = banyaknya variabel dalam regresi Y penelitian Y prediksi Y rata-rata = Y dari data hasil penelitian = Y diperoleh dari persamaan regresi = Y rata-rata dari data hasil penelitian Perhitungan manual ANOVA ditunjukkan pada tabel L4.2 berikut. 57

12 Tabel L4.2 Perhitungan Manual ANOVA T W V Y penelitian Y prediksi (Y prediksi - Y rata-rata ) 2 (Y penelitian - Y rata-rata ) ,00 18,060 10,320 9, , ,33 6,394 71,465 20, ,00 18,060 10,320 9, ,00 18,060 10,320 9, ,50 13,877 0,942 40, , ,33 15,451 0,365 6, ,00 18,060 10,320 9, ,45 15,400 0,305 12, ,00 8,471 40,662 61, ,05 22,870 64,361 0, ,682 8,76 13,978 0,755 37,058-1, ,33 10,151 22,059 6, ,682 15,17 16,306 2,126 0, ,78 10,577 18,237 1, ,00 18,961 16,924 46,888 1, ,00 19,443 21,117 0, ,00 18,060 10,320 9, ,00 9,436 29,289 83, ,00 18,060 10,320 9, ,25 7,227 58,078 57,722 Y rata-rata = 14,848 SS regresi = 408,602 SS total = 434,414 SS residual = 25,812 MS regresi = 45,40 MS residual = 2,581 F hitung = 17,59 Contoh perhitungan untuk Y prediksi pada run1 : Yield (%) = 18, ,7622(0) 2,6925(0) 0,6918(0) 1,1534(0) 2 2,5228(0) 2 1,0314(0) 2 2,1087(0)(0) 2,3287(0)(0) 1,0662(0)(0) = 18,06% Untuk data berikutnya mengikuti contoh perhitungan diatas. 58

13 LAMPIRAN 5 DOKUMENTASI PENELITIAN L5.1 Foto Bahan Baku Biji Alpukat (a) (b) Gambar L5.1 (a) Biji Alpukat sebelum dikeringkan (b) Biji Alpukat setelah dikeringkan L5.2 Foto Pengayakan Biji Alpukat Gambar L5.2 Pengayakan Biji Alpukat 59

14 L5.3 Foto Ekstraksi Minyak Biji Alpukat Gambar L5.3 Ekstraksi Minyak Biji Alpukat L5.4 Foto Minyak Biji Alpukat Gambar L5.4 Minyak Biji Alpukat 60

15 L5.5 Foto Aanalisis Densitas Minyak Biji Alpukat Gambar L5.5 Analisis Densitas Minyak Biji Alpukat L5.6 Foto Analasis Viskositas Minyak Biji Alpukat Gambar L5.6 Analisis Viskositas Minyak Biji Alpukat 61

16 L5.7 Foto Analisis FFA Minyak Biji Alpukat Gambar L5.7 Analisis FFA Minyak Biji Alpukat 62

17 LAMPIRAN 6 HASIL ANALISIS KOMPOSISI ASAM LEMAK L6.1 Hasil Analisis Komposisi Asam Lemak Minyak Biji Alpukat Gambar L6.1 Hasil Analisis Kromatogram GC-MS Minyak Biji Alpukat 63