ANALISIS KOMPARASI SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING ( IPO) TERHADAP PROFITABILITAS BANK PANIN SYARIAH PERIODE

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ANALISIS KOMPARASI SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING ( IPO) TERHADAP PROFITABILITAS BANK PANIN SYARIAH PERIODE"

Transkripsi

1 ANALISIS KOMPARASI SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING ( IPO) TERHADAP PROFITABILITAS BANK PANIN SYARIAH PERIODE Skripsi Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (S.E) Oleh : RIA HANDAYANI NIM PERBANKAN SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 1439H/2018

2 ii

3 iii

4 iv

5 ABSTRAK Ria Handayani, Analisis Komparasi Sebelum dan Sesudah Initial Public Offering (IPO) terhadap Profitabilitas Bank Panin Syariah Periode tahun Konsentrasi Perbankan Syari ah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 1439H/2018M Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keuangan pada Bank BNI Syariah periode tahun bila diukur berdasarkan rasio profitabilitas (ROE, ROI, OPM, dan GPM) sejak melakukan Initial Public Offering (IPO) dan menjadi PT Bank Panin Syariah, Tbk pada tahun Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan membandingkan rasio profitabilitas Bank Panin Syariah sebelum dan sesudah IPO. Data yang diperlukan penulis untuk melakukan penelitian ini adalah data sekunder berupa laporan laporan keuangan Bank Panin Syariah dari tahun yang didapat dari website resmi Bank Panin Syariah. Uji lanjutan untuk melihat apakah perubahan profitabilitas ini dipengaruhi oleh adanya IPO atau tidak, maka dilakukan uji beda Paired-Sample T Test. Hasil dari Paired-Samples T Test dengan SPSS 22, ROE diperoleh t hitung < t tabel (- 0,163 < 2,036) dan signifikansi (0,874 > 0,05) sehingga H0 diterima, ini artinya tidak ada perbedaan rata-rata profitabilitas antara sebelum IPO dengan setelah IPO. Maka dapat disimpulkan bahwa IPO tidak mempengaruhi profitabilitas Bank Panin Syariah untuk periode tahun 2011 hingga Kata kunci Pembimbing : IPO, Profitabilitas, ROE, ROI, OPM, GPM : Fitri Damayanti, SE, M. Si v

6 ABSTRACT Ria Handayani, Comparative Analysis Before and After Initial Public Offering (IPO) on Profitability of Bank Panin Syariah Period of Concentration of Syari'ah Banking, Faculty of Economics and Business, State Islamic University Syarif Hidayatullah, Jakarta, 1439H / 2018M. The purpose of this study is to analyze the financial at Bank BNI Syariah period when measured based on profitability ratios (ROE, ROI, OPM, and GPM) since Initial Public Offering (IPO) and PT Bank Panin Syariah, Tbk in 2014 The type of research used is quantitative research by comparing the profitability ratios of Bank Panin Syariah before and after IPO. The data required by the author to conduct this research is secondary data in the form of Bank Panin Syariah financial report report from obtained from Bank Panin Syariah official website. Further test to see if the change of profitability is influenced by the existence of IPO or not, then tested different Paired-Sample T Test. Result from Paired- Samples T Test with SPSS 22, ROE obtained t count <t table (-0,163 <2,036) and significance (0,874> 0,05) so that H0 accepted, this means there is no difference of profitability average between before IPO with after the IPO. It can be concluded that the IPO does not affect the profitability of Bank Panin Syariah for the period of 2011 to Keywords : IPO, Profitability, ROE, ROI, OPM, GPM vi

7 KATA PENGANTAR Alhamdulilah, segala puji syukur atas limpahan karunia allah SWT yang telah mempermudah penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya yang selalu istiqamah dalam menegakkan agama islam. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk mendapat gelar S1 (Strata- Satu), yang di pandang sebagai salah satu proses untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dan mahasiswinya. Pada penulisan skripsi ini membuat penulis berfikir secara ilmiah untuk dapat menyampaikan apa yang penulis bahas dalam penelitian ini. Dalam penulisan skripsi ini banyak hambatan yang penulis rasakan namun dengan dukungan dan motivasi dari para pihak yang membuat penulis merasatidak terbebani dalam menulis skripsi ini. Penulis juga ingin menyampaikan ungkapan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada para pihak yang telah membantu penulis hingga skripsi ini selesai. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada: 1. Bapak Asep Saepudin Jahar, MA, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Syari ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2. Bapak Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 3. Bapak AM. Hasan Ali, MA, selaku Ketua Program Studi Muamalat dan Bapak Abdurrauf, Lc, MA selaku Sekretaris Program Studi Muamalat fakultas Syari ah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 4. Ibu Cut Erika Ananda Fatimah, SE., MBA, selaku Ketua Program Studi Perbankan Syari ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 5. Ibu Fitri Damayanti, SE, M. Si selaku Dosen Pembimbing yang selalu memberikan waktu luangnya untuk memberikan banyak arahan kepada penulis. vii

8 6. Segenap dosen Fakultas Syari ah dan hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terima kasih atas segala ilmu yang diberikan kepada penulis, semoga ilmu ini dapat bermanfaat dunia dan akhirat 7. Orangtua, khususnya ibu saya, Kewi Siti Aisyah yang selalu mendoakan dan memberikan motivasi kepada anaknya, dan doa yang tiada hentinya untuk anaknya agar menjadi orang sukses. 8. Kakak Yulia Kartika, Adik Maudina Augtaviana, dan pendamping saya M. Akbar Rafsanzani, teman pembimbing Ika Yulita serta seluruh keluarga besar penulis yang selalu memberikan dukungan moril dan materil sehingga dapat terselesaikannya skripsi ini.. Jakarta, 31 Mei 2018 Penulis viii

9 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI... i LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN... ii LEMBAR PERNYATAAN... iii ABSTRAK... iv KATA PENGANTAR... vi DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... xi DAFTAR GAMBAR... xii BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Identifikasi Masalah... 6 C. Pembatasan Masalah... 6 D. Perumusan Masalah... 7 E. Tujuan Penelitian... 8 F. Manfaat Penelitian... 8 BAB II TINJAUAN TEORITIS... 9 A. Landasan Teori Perbankan Syariah... 9 a) Fungsi dan Peran Perbankan Syariah... 9 b) Sumber Dana Bank Syariah c) Penggunaan Dana Bank Syariah d) Sumber Pendapatan Bank Syariah Profitabilitas a) Return On Equity (ROE) b) Operating Profit Margin (OPM) c) Return On Investment (ROI) d) Gross Profit Margin (GPM) ix

10 3. Initial Public Offering (IPO) B. Penelitian Terdahulu C. Keterkaitan variabel dan Pengembangan Hipotesis D. Kerangka Pemikiran BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian B. Jenis Penelitian C. Jenis dan Sumber Data D. Populasi dan Sampel E. Teknik Pengumpulan Data F. Metode Analisis Data Analisis Rasio Profitabilitas Uji Beda Paired-sampel T Test BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bank Panin Syariah B. Keadaan Keuangan Bank Syariah Sebelum IPO Profitabilitas Bank Panin Syariah Sebelum IPO C. Keadaan Keuangan Bank Panin Syariah Sesudah IPO Profitabilitas Bank Panin Syariah Sesudah IPO D. Analisis Perbedaan Rata-rata Paired-Sampels T Test Sebelum dan Sesudah IPO Hasil Perhitunagn Uji Beda Paired-Sampels T Test Imterpretasi Hasil Uji Beda Paired-sampel T Test BAB V PENUTUP A. Kesimpulan B. Rekomendasi DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN x

11 DAFTAR TABEL Tabel 1.1 Pertumbuhan Aset Perbankan Nasional... 2 Table 4.1 Corporate Values Bank Panin Syariah Table 4.2Kepemilikan Saham Bank Panin Syariah Table 4.3 Output Perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM, dengan SPSS Table 4.4 Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Sebelum dan Sesudah IPO xi

12 DAFTAR GAMBAR Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Penelitian Gambar 4.1 Perkembangan Total Aset Bank Panin Syariah tahun Gambar 4.2 Perkembangan Total Pembiayaan Yang Diberikan Bank Panin Syariah tahun Gambar 4.3 Perkembangan Total Ekuitas Bank Panin Syariah tahun Gambar 4.4 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1-Q4 tahun Gambar 4.5 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1-Q4 tahun Gambar 4.6 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1-Q4 tahun Gambar 4.7 Perkembangan Total Aset Bank Panin Syariah tahun Gambar 4.8 Perkembangan Total Pembiayaan Yang DIberikan Bank Panin Syariah tahun Gambar 4.9 Perkembangan Total Ekuitas Bank Panin Syariah tahun Gambar 4.10 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1-Q4 tahun Gambar 4.11 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1-Q4 tahun Gambar 4.12 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1-Q4 tahun xii

13 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan bisnis perbankan syariah di Indonesia dalam 10 tahun terakhir mempunyai trend positif, terlihat pembiayaan mencapai Rp249,09 triliun atau naik 16,40% dari tahun sebelumnya sebesar Rp213,99 triliun. Sedangkan dari perolehan dana pihak ketiga pada Desember 2016 mencapai Rp279,33 triliun atau tumbuh 20,83% dari posisi Desember 2015 sebesar Rp231,17 Triliun. Adapun posisi laba bersih per Desember 2016 mencapai Rp2,09 triliun, atau tumbuh 17,36% dari posisi Desember 2015 sebesar Rp1,78 triliun. 1 Terutama terlihat dari peningkatan aset dari posisi Desember 2015 sebesar Rp296,26 triliun atau meningkat 20,33% menjadi sebesar Rp356,50 triliun di Desember Walaupun trend pemanfaatan produk bank syariah terus mengalami peningkatan, namun pertumbuhan industri keuangan syariah tidak seperti yang diharapkan. Yakni sempat mengalami penurunan nilai pertumbuhan pada tahun seperti yang ditunjukkan Tabel 1.1. Angka pertumbuhan industri keuangan syariah nasional selalu berada di bawah 5%. Meski sudah berjalan lebih dari dua dekade sejak Bank Syariah pertama kali didirikan di Republik ini, tetapi pertumbuhan lembaga keuangan syariah masih minim. 3 1 Agus Sudiarto, Lily Rusna Fjriah, Mayoritas Penduduk Muslim, RI Masih Terbelakang dalam Industri Syariah, ( 8 Juni Kunthi Fahmar Shandy, Kinerja Perbankan Syariah 2016 Tumbuh Positif, ( 2 Maret Erfanto Linangkung, Industri Keuangan Syariah Jalan di Tempat, ( 9 Februari

14 Tabel 1.1 Pertumbuhan Aset Perbankan Nasional Dalam upaya meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah Tim Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah meluncurkan Roadmap Perbankan Syariah yang dijabarkan dalam tujuh arah kebijakan, yaitu: Pertama, memperkuat sinergi kebijakan antara otoritas dengan pemerintah dan stakeholder lainnya. Kedua, memperkuat permodalan dan skala usaha serta memperbaiki efisiensi. Ketiga, memperbaiki struktur dana untuk mendukung perluasan segmen pembiayaan. Keempat, memperbaiki kualitas layanan dan keragaman produk. Kelima, memperbaiki kuantitas dan kualitas SDM & TI, serta infrastruktur lainnya. Keenam, meningkatkan literasi dan preferensi masyarakat. Dan ketujuh, memperkuat serta harmonisasi pengaturan dan pengawasan. Namun sampai saat ini, penerapan kebijakan belum menciptakan pertumbuhan asset yang meningkat dengan pesat. Memang pertumbuhan lembaga keuangan syariah sempat menembus angka di atas 5% lebih sedikit dua tahun lalu, yaitu ketika Bank BPD Aceh dikonversi menjadi 2

15 bank syariah. Namun, kembali menurun pada periode Pertumbuhan yang selalu stagnan pada angka 5% menjadi semacam momok bagi industri ini. Fenomena stagnansi pertumbuhan asset ini menjadi penyebab mengapa lembaga keuangan syariah sulit berkembang di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Malaysia pangsa pasar industri perbankan syariah di tanah air saat ini hanya sekitar 5,33%. Sementara Malaysia saat ini sudah mencapai 21,3%. 4 Sebagai negara berpenduduk mayoritas beragama Islam semestinya Indonesia mampu melebihi Malaysia dan menjadi kiblat keuangan syariah dunia. Melihat fakta bahwa pangsa pasar perbankan syariah kita masih jauh tertinggal, maka dibutuhkan upaya maksimal dan serius agar kita bisa jadi pemain utama di industri keuangan syariah. Terlebih lagi di tahun 2017 ini, tingkat kompetisi bisnis jasa keuangan semakin ketat, karena sudah diberlakukannya masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) dimana untuk industri perbankan hal ini tertuang dalam ASEAN Banking Integration Framework (ABIF). 5 Untuk menghadapi permasalahan dan tantangannya, perbankan syariah perlu memasifkan kebijakan kedua dalam Roadmap yaitu, memperkuat modal secara signifikan agar memiliki skala usaha yang memadai untuk melakukan ekspansi serta memperbaiki efisiensi. Bahkan modal yang kuat menjadi dasar untuk mewujudkan kebijakan Roadmap lainnya sehingga perbankan syariah mampu meningkatkan jangkauan layanan yang lebih luas, menginovasi produk, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan teknologi, serta meningkatkan infrastruktur. 6 4 Emma Sri Martini, Lily Rusna Fjriah, Mayoritas Penduduk Muslim, RI Masih Terbelakang dalam Industri Syariah, ( 8 Juni Paulus Yoga, Tantangan Perbankan Syariah di 2016, ( 4 Januari Yudi Suharso, Ini Roadmap Perbankan Syariah OJK!, ( 19 November

16 Pengelolaan perusahaan perbankan secara modern, terbuka tanpa harus menghilangkan sifat dan citra kekeluargaan, salah satu caranya adalah dengan menjual sebagian sahamnya melalui penawaran umum perdana yang disebut Initial Public Offering (IPO). Selain memiliki manajemen yang lebih profesional dan disilpin, serta transparan dalam pengelolaan perusahaan, keuntungan IPO yaitu sebagai sumber pendanaan, sarana restrukturisasi permodalan, serta sarana menciptakan nilai dan promosi citra perusahaan. Namun, dengan bergabung di bursa saham maka akan ada konsekuensi yang harus diterima oleh perusahaan IPO, yaitu kewajiban keterbukaan (full disclosure), gaya manajemen informal menjadi formal, kewajiban membayar dividen, keharusan menyampaikan sistem pelaporan sesuai dengan peraturan-peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam), dan mempertahankan tingkat pertumbuhan. Alternatif pengelolaan perusahaan ini pun telah diprogramkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka memperkuat permodalan, perbankan syarah diharapkan lebih aktif menawarkan sahamnya kepada publik, khususnya kepada investor ritel yang diperkirakan semakin bertambah seiring peningkatan kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Sejalan dengan penawaran kepada publik, pemegang saham bank institusi diharapkan tetap menjadi pengendali dengan turut memberikan tambahan modal. Selain kepemilikan publik, prioritas kepemilikan modal juga akan diberikan kepada partner strategis atau investor dengan kapasitas besar, dalam arti mampu meningkatkan modal BUS hingga Rp 5 Triliun, serta memiliki track record investasi dengan skala minimal setara yang berjalan baik di bank atau lembaga keuangan lain. Salah satu bank konvensional yang telah sukses menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesia adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Initial Public Offering (IPO) merupakan pilihan yang tepat untuk menjadi Regional Champion. Manfaat yang didapat bankjatim 4

17 setelah IPO pada tahun 2012 diantaranya, perolehan dana segar, optimalisasi struktur keuangan dan permodalan, serta peningkatan kinerja perusahaan. 7 Bank Jatim memperoleh dana segar pada saat IPO sebesar 1,2 triliun. Rudie Hardiono menambahkan sebesar 80 % dana itu digunakan untuk ekspansi kredit, 10% untuk perluasan jaringan, dan sisanya untuk pengembangan teknologi dan informasi. Sedangkan pada lembaga keuangan perbankan syariah, bank yang telah melakukan pencatatan saham di bursa efek adalah Bank Panin Syariah. Tepatnya pada tanggal 15 Januari 2014 Bank Panin Syariah resmi mencatatkan namanya di Bursa Efek Indonesia dan berubah bentuk hukum menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas. Bank Panin Syariah menuangkan tujuan perusahaannya melakukan IPO dalam laporan tahunan Hal ini dilakukan untuk terus mewujudkan konsistensi Bank Panin Syariah dalam meningkatkan implementasi Tata Kelola Perusahaan yang baik (GCG). Bukan hanya mengikuti kepatuhan terhadap regulasi namun juga terkait tranparansi dan keterbukaan pengelolaan perusahaan sehubungan IPO yang telah dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan seluruh nasabah, masyarakat dan pemangku kepentingan. Sebagai perusahaan yang telah melakukan IPO, akuntabilitas Bank Panin Syariah akan meningkat dan secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas kinerja sehingga laba yang diperoleh perusahaan meningkat. Laba perusahaan dapat dihitung melalui rasio profitabilitas, apabila ternyata setelah IPO rasio profitabilitas tidak mengalami peningkatan maka dapat dikatakan bahwa stategi perusahaan melalui IPO tidak berjalan efektif untuk meningkatkan keuntungan yang diperoleh dalam hubungannya dengan penjualan maupun investasi. Hal 7 Rudie Hardono, Bank Jatim Berbagi Cerita Sukses Di IPO Fair 2016, ( 2016), 29 April

18 ini menimbulkan pertanyaan, apakah rasio profitabilitas mengalami peningkatan atau tidak. Oleh karena itu, penulis melihat hal ini perlu dikaji secara mendalam untuk merealisasikan kebijakan Roadmap Perbankan Syariah , khususnya yang kedua serta memberikan data konkrit agar bank syariah lainnya dapat melengang di Bursa Efek Indonesia. Peneliti akan melakukan analisis terkait dengan bagaimana pengaruh kebijakan IPO yang dilakukan Bank Panin Syariah terhadap profitabilitas. Penelitian dilakukan dengan membandingkan laporan keuangan sebelum dilakukan IPO (periode ) dan laporan keuangan sesudah dilakukan IPO (periode ). Adapun judul dalam penelitian ini yaitu ANALISIS KOMPARASI SEBELUM DAN SESUDAH INITIAL PUBLIC OFFERING (IPO) TERHADAP PROFITABILITAS BANK PANIN SYARIAH PERIODE TAHUN B. Identifikasi Masalah Perkembangan perbankan syariah di Indonesia bergerak cukup cepat. Begitupula negara-negara tetangga lainnya yang telah berada di posisi lebih depan dibandingkan negara kita. Hal ini menunjukkan upaya pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia belum maksimal dan efisien. Lemahnya permodalan menjadi salah satu faktor utama ketertinggalan ini, maka dari itu perlu adanya evaluasi terkait pengembangan dan penguatan modal perbankan syariah dipengaruhi oleh proses penawaran umum perdana pada Bursa Efek Indonesia. C. Pembatasan Masalah Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas, maka peneliti akan membatasi permasalahan dengan tujuan untuk mencegah pembahasan yang terlalu meluas, yakni: 6

19 1. Variabel penelitian ini adalah profitabilitas sebelum IPO yang dibandingkan dengan profitabilitas setelah IPO. IPO tidak dijadikan variabel, melainkan hanya sebagai proses pembeda antar variabel. 2. Objek dalam penelitian ini adalah laporan keuangan sebelum IPO dan laporan keuangan setelah IPO pada Bank Panin Syariah. 3. Jangka waktu penelitian dari tahun (sebelum IPO) dan tahun dilakukan (setelah IPO). 4. Profitabilitas dianalisis dengan rasio keuangan yang diuji beda dengan Paired-Samples T Test dan dianalisis juga dengan analisis deskriptif. D. Perumusan Masalah Perubahan status perseroan yang dilakukan Bank Panin Syariah yaitu sebagai upaya pengembangan perseroan untuk mendorong peningkatan kinerja perseroan, sehingga untuk mempertahankan dan bahkan menambah investor, perseroan harus dapat menunjukkan profitabilitas khususnya pada profitabilitas. Maka diharapkan manajemen Bank Panin Syariah setelah IPO dapat memberikan gambaran kepada investor berupa nilai lebih bagi para pemegang saham. Adapun rumusan masalah yang diangkat pada penelitian ini ada empat macam terkait dengan sebelum IPO dan setelah IPO dilihat dari segi profitabilitasnya, yaitu: 1. Apakah ada perbedaan antara profitabilitas Bank Panin Syariah sebelum dan setelah IPO? 2. Bagaimana tingkat profitabilitas Bank Panin Syariah sebelum dan setelah IPO? 7

20 E. Tujuan Penelitian Atas dasar rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui kondisi keuangan Bank Panin Syariah sebelum dan setelah IPO. 2. Menganalisis tingkat profitabilitas Bank Panin Syariah sebelum dan setelah IPO dengan analisis rasio keuangan dan uji beda dan analisis deskriptif. F. Manfaat Penelitian Adapun manfaat atau kegunaan yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: 1. Manfaat Praktis a) Bagi pihak investor Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam melakukan prediksi harga saham, sehingga dapat memberikan sumbangan informasi bagi pihak investor untuk mengambil keputusan membeli atau tidak saham tersebut. b) Bagi pihak perseroan Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan informasi bagi pihak manajemen perseroan dalam penetapan kebijakan terutama menyangkut keuangan dan kebijakan lain berdasarkan analisis rasio keuangan. 2. Manfaat Teoritis Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai sumber informasi dan referensi untuk memungkinkan penelitian lebih lanjut mengenai topik yang berkaitan, baik yang bersifat melanjutkan maupun melengkapi. 8

21 BAB II TINJAUAN TEORITIS A. Landasan Teori 1. Perbankan Syariah Menurut Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Bank Syariah didefinisikan sebagai bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan Prinsip Syariah dan menurut jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah. 1 Accounting and Auditing Standard for Islamic Financial Institution (AAS-IFI) menyebutkan bank syariah sebagai suatu lembaga yang didirikan dengan konsep bagi hasil atas keuntungan atau kerugian sesuai dengan konsep Islam dimana profit diperuntukkan bagi mereka yang siap menanggung risiko. a. Fungsi dan Peran Perbankan Syariah Fungsi dan peran bank syariah adalah sebagai berikut: 2 1. Manajer Investasi Bank syariah dapat mengelola dana masyarakat. Dengan kata lain, bank syariah berfungsi pengelola investasi atas dana nasabah dengan menggunakan akad mudharabah atau sebagai agen investasi. 1 Ismail, Manajemen Perbankan: Dari Teori Menuju Aplikasi, Ed 1 Cet. 2, Jakarta: Kencana, 2011, h Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Yogyakarta: Ekonisia h. 9. 9

22 2. Investor Bank syariah dapat menginvestasikan dana yang dimilikinya maupun dana nasabah yang dipercayakan kepadanya. 3. Penyedia jasa keuangan dan lalu lintas pembayaran Bank syariah dapat melakukan kegiatan-kegiatan jasa-jasa layanan perbankan sebagaimana lazimnya seperti transfer, kliring, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. 4. Pelaksanaan kegiatan sosial Sebagai ciri yang melekat pada entitas keuangan syariah, bank Islam juga memiliki kewajiban untuk mengeluarkan dan mengelola (menghimpun, mengadministrasikan, mendistribusikan) zakat serta dana-dana sosial lainnya seperti infak dan shadaqah, serta pinjaman kebajikan (qardul hasan) sesuai ketentuan yang berlaku. Prinsip-prinsip bank syariah adalah sebagai berikut: 3 a) Prinsip Titipan atau Simpanan (Al-Wadiah). Al- Wadiah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak lain, baik individu maupun badan hukum, yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendaki. b) Prinsip Bagi Hasil. Sistem ini adalah suatu sistem yang meliputi tatacara pembagian hasil usaha antara penyedia dana dengan pengelola dana. c) Prinsip Jual Beli. Prinsip ini merupakan suatu sistem yang menerapkan tata cara jual beli, dimana bank akan membeli terlebih dahulu barang yang dibutuhkan atau mengangkat nasabah sebagai agen bank melakukan pembelian barang atas nama bank, kemudian bank menjual barang tersebut kepada 3 Muhammad Syafi i Antonio Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press h

23 nasabah dengan harga sejumlah harga beli ditambah keuntungan. d) Prinsip Sewa (Al-Ijarah). Al-ijarah adalah akad pemindahan hak guna atas barang atau jasa, melalui pembayaran upah sewa, tanpa diikuti dengan pemindahan hak kepemilikan atas barang itu sendiri. e) Prinsip Jasa (Fee-Based Service). Prinsip ini meliputi seluruh layanan non-pembiayaan yang diberikan bank. b. Sumber Dana Bank Syariah Sumber dana bank syariah terdiri dari: 4 1. Modal inti (core capital) Modal inti adalah dana modal sendiri yaitu dana yang berasal dari para pemegang saham bank, yakni pemilik bank. Pada umumnya dana modal inti terdiri dari: a) Modal yang disetor oleh para pemegang saham. b) Cadangan, yaitu sebagian laba bank yang tidak dibagi, yang disisihkan untuk menutup timbulnya risiko kerugian di kemudian hari. c) Laba ditahan, yaitu sebagian laba yang seharusnya dibagikan kepada para pemegang saham, tetapi oleh para pemegang saham sendiri diputuskan untuk ditanam kembali dalam bank. 2. Kuasi Ekuitas (mudharabah account) Bank menghimpun dana berbagi hasil atas dasar prinsip mudharabah, yaitu akad kerjasama antara pemilik dana (shahib 4 Arifin, Zainul Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Tangerang:Azkia Publisher. 11

24 al maal) dengan pengusaha (mudharib) untuk melakukan suatu usaha bersama, dan pemilik dana tidak boleh mencampuri pengelolaan bisnis sehari-hari. Berdasarkan prinsip ini, bank menyediakan jasa bagi investor berupa: a) Rekening investasi umum, dimana bank menerima simpanan dari nasabah yang mencari kesempatan investasi atas dana mereka dalam bentuk investasi berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah (unrestricted investment account). Dalam hal ini bank bertindak sebagai mudharib dan nasabah bank bertindak sebagai Shahib al Maal, sedang keduanya menyepakati pembagian laba (bila ada) yang dihasilkan dari penanaman dana tersebut dengan nisbah tertentu. Dalam hal terjadi kerugian, nasabah menanggung kerugian tersebut dan bank kehilangan keuntungan. b) Rekening investasi khusus, dimana bank bertindak sebagai manajer investasi bagi nasabah institusi (pemerintah atau lembaga keuangan lain) atau nasabah korporasi untuk menginvestasikan dana mereka pada unit-unit usaha atau proyek-proyek tertentu yang mereka setujui atau mereka kehedaki. c) Rekening tabungan mudharabah. Dalam aplikasinya bank syariah melayani tabungan mudharabah dalam bentuk targeted saving, seperti tabungan korban, tabungan haji atau tabungan lain yang dimaksudkan untuk suatu pencapaian target kebutuhan dalam jumlah dan atau jangka waktu tertentu. 12

25 3. Dana Titipan (wadi ah / non remunerated deposit) Dana titipan adalah dana pihak ketiga yang dititipkan pada bank, yang umumnya berupa giro atau tabungan. Dana titipan ini dikembangkan dalam bentuk berikut: a) Rekening Giro wadi ah Dalam hal ini bank menggunakan prinsip wadiah yad dhamanah. Dengan prinsip ini bank sebagai custodian harus menjamin pembayaran kembali nominal simpanan wadi ah. Dana tersebut dapat digunakan oleh bank untuk kegiatan komersial dan bank berhak atas pendapatan yang diperoleh dari pemanfaatan harta titipan tersebut dalam kegiatan komersial. b) Rekening tabungan wadi ah Dalam hal ini nasabah dapat menarik sebagian atau seluruh saldo simpanannya sewaktu-waktu atau sesuai dengan perjanjian yang disepakati. Bank menjamin pembayaran kembali simpanan mereka. Semua keuntungan atas pemanfaatan dana tersebut adalah milik bank, tetapi atas kehendaknya sendiri, bank dapat memberikan imbalan keuntungan yang berasal dari sebagian keuntungan bank. Bank menyediakan buku tabungan dan jasa-jasa yang berkaitan dengan rekening tersebut. c. Penggunaan Dana Bank Syariah Bank dalam menjalankan aktivitasnya berfungsi sebagai financial intermediary. Sehingga setelah berhasil menghimpun dana pihak ketiga, bank syariah berkewajiban untuk menyalurkan dana tersebut untuk pembiayaan. Menurut Muhammad, alokasi penggunaan dana bank syariah pada dasarnya dapat dibagi dalam dua bagian penting yaitu: 13

26 1. Aktiva yang menghasilkan (Earning Asset) Aktiva yang dapat menghasilkan atau earning asset adalah aset bank yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Aset ini disalurkan dalam bentuk investasi yang terdiri atas: a) Pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (Mudharabah). b) Pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan (Musyarakah). c) Pembiayaan berdasarkan prinsip jual beli (Al Bai ) d) Pembiayaan berdasarkan prinsip sewa (Ijarah dan Ijarah wa Iqtina) e) Surat-surat berharga syariah dan investasi lainnya. 2. Aktiva yang tidak menghasilkan (Non Earning Asset) a) Aktiva dalam bentuk tunai (cash Asset), terdiri dari uang tunai, cadangan likuiditas (primary reserve) yang harus dipelihara pada bank sentral, giro pada bank dan item - item tunai lain yang masih dalam proses penagihan (collections). b) Pinjaman (qard), merupakan salah satu kegiatan bank syariah dalam mewujudkan tanggung jawab sosialnya sesuai dengan ajaran Islam. c) Penanaman dana dalam aktiva tetap dan inventaris (premises dan equipment). d. Sumber Pendapatan Bank Syariah Portofolio pembiayaan pada bank komersial menempati porsi terbesar, pada umumnya sekitar 55%-60% dari total aktiva. Dari pembiayaan yang dikeluarkan atau disalurkan bank diharapkan dapat mendapatkan hasil. Menurut Arifin, tingkat penghasilan dari pembiayaan (yield on financing) merupakan tingkat penghasilan 14

27 tertinggi bagi bank. Dengan demikian, sumber pendapatan bank syariah dapat diperoleh dari: 1. Bagi hasil atas kontrak mudharabah dan kontrak musyarakah. 2. Keuntungan atas kontrak jual-beli (al bai ) 3. Hasil sewa atas kontrak ijarah dan ijarah wa iqtina 4. Fee dan biaya administrasi atas jasa-jasa lainnya. 2. Profitabilitas Profitabilitas bank adalah suatu kemampuan bank untuk memperoleh laba yang dinyatakan dalam persentase. Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dalam hubungannya dengan penjualan, total aktiva, maupun modal sendiri. Semakin tinggi profitabilitas perusahaan semakin tinggi kinerja perusahaan tersebut dalam memanfaatkan fasilitas perusahaan. 5 Profitabilitas menjadi begitu penting untuk mengetahui apakah perusahaan telah menjalankan usahanya secara efisien atau tidak. Efisiensi sebuah usaha baru dapat diketahui setelah membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Ukuran profitabilitas yang digunakan dalam perbankan syariah adalah Return on Equity (ROE), Gross Profit Margin (GPM), Return of Investment (ROI), Operating Profit Margin (OPM). Rasio-rasio ini digunakan untuk mengukur profitabilitas bank karena Bank Indonesia sebagai pembina dan pengawas perbankan lebih mengutamakan nilai profitabilitas suatu bank, diukur dengan asset yang dananya sebagian besar dari dana simpanan masyarakat. a. Return on Equity (ROE) 5 Malayu Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Bumi Aksara h. 100,

28 Rasio ini digunakan untuk mengukur kinerja manajemen lembaga keuangan dalam mengelola modal yang tersedia untuk menghasilkan laba setelah pajak. Semakin besar ROE, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai lembaga keuangan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil. Laba setelah pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional setelah dikurangi pajak sedangkan rata-rata total ekuitas adalah rata-rata modal inti yang dimiliki lembaga keuangan, perhitungan modal inti dilakukan berdasarkan ketentuan kewajiban modal minimum yang berlaku. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut. 6 ROE = Laba Setelah Pajak / Ekuitas x 100 Return on Equity mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini dipengaruhi oleh besar kecilnya utang persahaan, apabila proporsi utang makin besar maka rasio ini juga akan besar. Perhitungan ROE adalah laba bersih (laba setelah pajak) dibagi ratarata ekuitas. Rata-rata ekuitas diperoleh dari ekuitas awal periode ditambah akhir periode dibagi dua. Rasio ini berguna untuk mengetahui seberapa besar kembalian yang diberikan oleh perusahaan untuk setiap rupiah modal dari pemilik. b. Operating Profit Margin (OPM) Operating Profit Margin (OPM) merupakan ukuran tingkat laba operasi dibandingkan dengan penjualan bersih. Laba operasi merupakan kemampuan perusahaan di dalam menjalankan operasi. Laba operasi juga mencerminkan seberapa besar efisiensi dan efektivitas dari operasi perusahaan untuk mendapatkan laba. OPM = Laba sebelum pajak (EBIT) / Penjualan Bersih x Ahmad Rodoni & Herni Ali, Manajemen Keuangan Modern. Jakarta: Mitra Wacana Media. h. 27,

29 Laba operasi merupakan indikator fundamental pencapaian laba perusahaan. laba operasi mencerminkan pencapaian laba sebelum dipengaruhi hal apapun, baik terkait bunga, pajak ataupun pendapatan atau biaya lain-lain. Jadi laba operasi menunjukkan tingkat laba tanpa dipengaruhi oleh keputusan investasi dan tingkat pajak. c. Return on Investment (ROI) Return On Invesment menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang dipergunakaan. Dengan mengetahui rasio ini, akan dapat diketahui apakah perusahan efesien dalam memanfaatkan aktivanya dalam kegiatan operasional perusahan rasio ini juga memberikan ukuran yang lebih baik atas profitabilitas perusahaan karena menunjukan efektivitas manajemen dalam menggunakan aktiva untuk memperoleh pendapatan. Analisa Return On Invesment (ROI) dalam analisa keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu teknik analisa keuangan yang bersifat menyeluruh. Analisa ROI ini sudah merupakaan teknik analisa yang lazim digunakan oleh pemimpinan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. ROI itu sendiri adalah salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang diinvestasikan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian Return On Invesment (ROI) menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut. 7 Rumus yang digunakan untuk mencari Return On Investment (ROI) adalah sebagai berikut: ROI = Laba Bersih setelah Pajak / Total Aktiva x S. Munawir. Analisa Laporan Keuangan. Edisi keempat. Yogyakarta: Liberty

30 d. Gross Profit Margin (GPM) Gross Profit Margin mencerminkan atau menggambarkan Hak Bagi Hasil Milik Bank (Hak Bagi Hasil Milik Bank) yang dapat dicapai setiap rupiah penjualan/pendapatan. Data GPM dari beberapa periode akan dapat memberikan informasi tentang kecenderungan Gross Profit Margin yang diperoleh dan bila dibandingkan standar rasio akan diketahui apakah margin yang diperoleh bank bersangkutan sudah tinggi atau sebaliknya. GPM = Hak Bagi Hasil Milik Bank / Total Pendapatan x Initial Profit Offering (IPO) Initial Public Offerings (selanjutnya disebut sebagai IPO) adalah penawaran atau penjualan saham suatu perusahaan untuk pertama kalinya kepada masyarakat (atau publik) di pasar modal atau bursa. 8 Ada banyak keunggulan menjadi perusahaan IPO, diantaranya: 1. Peningkatan potensi untuk mendapatkan sumber pendanaan baru dibandingkan harus mendapatkan modal melalui kredit pembiayaan (debt financing). 2. Peningkatan likuiditas perusahaan terhadap kepentingan pemegang saham utama dan pemegang saham minoritas. 3. Dapat melakukan penawaran efek di pasar sekunder. 4. Kemampuan untuk mengadopsi karyawan kunci dengan menawarkan opsi (option) 5. Meningkatkan prestise dan publisitas perusahaan. 8 Suci Indah Lestari, Pengaruh Initial Public Offering (IPO) terhadap Kinerja Keuangan Pada PT Bank Jawa Barat dan Banten Periode Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB)

31 Sedangkan konsekuensi dari IPO adalah: 1. Adanya tambahan biaya untuk mendaftarkan efek pada penawaran umum. 2. Meningkatkan pengeluaran dan pemaparan potensi kewajiban berkenaan dengan registrasi dan laporan berkala. 3. Hilangnya control terhadap persoalan manajemen karena terjadi dilusi kepemilikan saham Keharusan untuk mengumumkan besarnya pendapatan perusahaan dan pembagian deviden 4. Efek yang diterbitkan mungkin saja tidak terserap oleh masyarakat sesuai dengan perhitungan perusahaan Perusahaan yang kondisi awalnya dikelola dengan sumber daya sendiri serta pertanggungjawaban hanya di lingkup internal, setelah IPO akan terdapat banyak perubahan, seperti struktur perusahaan, adanya pembagian dividen yang telah ditetapkan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta perubahan-perubahan lain yang berimbas pada kinerja perusahaan yang di dalamnya termasuk profitabilitas. Penilaian profitabilitas yang tercermin dari laporan keuangan dari tahun ke tahun merupakan salah satu faktor untuk mengetahui tingkat profitabilitas perusahaan. Profitabilitas juga dapat diartikan sebagai prestasi perusahaan dalam mengelola sumber daya keuangannya di dalam usahanya. Gambaran mengenai profitabilitas suatu perusahaan dapat diperoleh dengan cara melakukan interpretasi atau analisis terhadap laporan keuangannya, sehingga laporan keuangan tersebut bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Modal dikelompokkan dalam dua jenis, yakni: utang jangka panjang dan ekuitas (modal sendiri). Menurut Brigham and Gapenski terdapat beberapa keuntungan dari utang jangka panjang, yaitu: 1) kreditur memperoleh return terbatas sehingga pemegang saham tidak perlu 19

32 berbagi keuntungan ketika kondisi bisnis sedang maju; 2) bunga mengurangi pajak sehingga biaya utang rendah; 3) kreditur tidak memiliki hak suara sehingga pemegang saham dapat mengendalikan perusahaan dengan penyertaan dana yang kecil. Meskipun demikian, terdapat pula kerugian dari utang jangka panjang, yaitu: 1) karena utang (bunga ditambah cicilan pokok dijadwalkan) adalah biaya tetap, penurunan pendapatan dapat mengakibatkan arus kas tidak cukup untuk memenuhi persyaratan utang. Hal ini dapat menyebabkan ebangkrutan; 2) rasio utang yang tinggi akan meningkatkan risiko yang selanjutnya akan meningkatkan biaya modal; 3) utang biasanya berjangka waktu tertentu untuk dilunasi tepat waktu; 4) dalam perjanjian kredit jangka panjang diperlukan ketentuan-ketentuan yang jauh lebih ketat daripada dalam perjanjian kredit jangka pendek. Dengan demikian, perusahaan akan dikenakan pembatasan lebih dibanding jika meminjam secara jangka pendek atau telah mengeluarkan saham biasa. Bauran utang dan ekuitas untuk pendanaan perusahaan merupakan bahasan utama dari keputusan struktur modal (capital structure decision). Bauran modal yang efisien dapat menekan biaya modal (cost of capital), yang dapat meningkatkan kembalian ekonomi netto dan meningkatkan nilai perusahaan. B. Penelitian Terdahulu Berikut ini akan dipaparkan beberapa penelitian yang telah dilakukan yang berkaitan baik langsung atau tidak dengan penelitian pada skripsi ini: 20

33 No. Penelitian Isi Penelitian Terdahulu Perbedaan dengan Penulis 1. Ary Yunanto dan Daryono, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman (2011) Penelitian ini membahas kondisi sebelum dan sesudah IPO pada UKM dengan rasio NPF, ROA, dan ROE. Penulis meneliti pengaruh IPO terhadap profitabilitas dengan rasio keuangan (ROE,ROI,GPM, dan OPM) serta Analisis Komparasi Profitabilitas UKM Sebelum dan objek Bank Syariah penelitian Panin Sesudah Go Public di Bursa Efek Indonesia 2. Hening Asih Widyaningrum, dkk. Jurnal Administrasi Hasil penelitian ini menunjukkan dari ROA masih ada bank Penelitian penulis meneliti yang buat tentang Bisnis. Universitas yang tidak sehat. profitabilitas Brawijaya (2014) Analisis Tingkat Kesehatan Bank Dengan Menggunakan Metode Risk Based Penilaian NIM dan CAR menunjukan seluruhan bank sehat. Jurnal ini meneliti tentang NIM pada bank yang ada di perbankan syariah dan menggunakan variabel ROE, ROI, GPM, dan OPM sebagai variabel 21

34 Bank Rating bursa efek dan independennya. (RBBR) (Studi kasus menggunakan pada Bank yang variabel ROA, CAR, Terdaftar di Bursa dan NIM sebagai Efek Indonesia variabel dalam IHSG Sub independennya. Sektor Perbankan Tahun 2012 Analisis Tingkat Kesehatan Bank. 3. Indah Suci Lestari. Skripsi. IPB (2011) Hasil penelitian dari penelitian ini adalah Skripsi ini penulis meneliti tentang IPO tidak IPO perbankan Pengaruh Initial Public Offering (IPO) Terhadap Profitabilitas Pada PT Bank Jawa Barat dan Banten Periode mempengaruhi profitabilitas bank BJB untuk periode 2009 hingga Variabel yang diteliti dalam skripsi tersebut adalah IPO perbankan syariah dengan menggunakan variabel independen yaitu ROE, ROI, GPM, dan OPM konvensional, 4. James C. Brau dan Stanley E. Fawcett. Journal of Finance Berdasarkan penelitian dilakukan, ditemukan hasil yang maka bahwa Penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif motif utama deskriptif perusahaan melakukan IPO 22

35 Initial Public adalah untuk Offerings : An menfasilitasi akuisisi. Analysis of Theory and Sebelumctice Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif 5. Arta Kusuma. Jurnal. Universitas Brawijaya (2012) Analisis Rasio Profitabilitas sebagai alat ukur Kinerja pada Bank BNI Syariah Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, nilai ROA, ROE, dan GPM pada periode mengalami peningkatan. Hal ini berarti Bank Objek penelitian yang berbeda. menghasilkan hasil lebih akurat. Dan variabel independen yang digunakan berbeds dengan penulis. BNI Syariah pada tahun 2012 lebih efisien dalam penggunaan biaya operasional perusahaannya jika dibandingkan tahun Jurnal ini hanya meneliti hubungan variabel dari rasio profitabilitas terhadap kinerja bank. 23

36 C. Keterkaitan Variabel dan Pengembangan Hipotesis Penelitian ini akan memperlihatkan keterkaitan yang membandingkan variabel dalam dua kondisi yang berbeda. Dua perlakuan yang berbeda dalam penelitian ini adalah sampel pertama sebelum dilakukan IPO dan sampel kedua setelah dilakukan IPO, sehingga output-nya akan terlihat ada atau tidaknya perbedaan ratarata dari profitabilitas Bank Panin Syariah sebelum dan setelah IPO. Berdasarkan rumusan masalah dan kerangka pemikiran yang telah dipaparkan sebelumnya, maka hipotesis penelitian yang dapat dibuat adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh kebijakan IPO terhadap rasio ROE Bank Panin Syariah H0 : Tidak ada perbedaan rata-rata rasio ROE sebelum IPO dan setelah IPO Ha : Ada perbedaan rata-rata rasio ROE sebelum IPO dan setelah IPO 2. Pengaruh kebijakan IPO terhadap rasio ROI Bank Panin Syariah H0 : Tidak ada perbedaan rata-rata rasio ROI sebelum IPO dan setelah IPO Ha : Ada perbedaan rata-rata rasio ROI sebelum IPO dan setelah IPO 3. Pengaruh kebijakan IPO terhadap rasio OPM Bank Panin Syariah H0 : Tidak ada perbedaan rata-rata rasio OPM sebelum IPO dan setelah IPO Ha : Ada perbedaan rata-rata rasio OPM sebelum IPO dan setelah IPO 4. Pengaruh kebijakan IPO terhadap rasio GPM Bank Panin Syariah H0 : Tidak ada perbedaan rata-rata rasio GPM sebelum IPO dan setelah IPO 24

37 Ha : Ada perbedaan rata-rata rasio GPM sebelum IPO dan setelah IPO Pengujian ini menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi α = 5%. Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam pengambilan keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5%. Signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian. Setelah penentuan hipotesis dan tingkat signifikansi, proses dilanjutkan dengan menentukan t hitung dengan menggunakan software SPSS 22 dan t tabel dengan melihat pada tabel distribusi t. Pada tabel distribusi t, dicari α = 5%, dengan menggunakan pengujian 2 sisi serta menggunakan derajat kebebasan (df). Adapun rumus untuk mencari df adalah: df = n 1. D. Kerangka pemikiran Penelitian ini hanya bertujuan untuk menganalisis adanya pengaruh IPO terhadap profitabilitas, dalam hal ini Bank Panin Syariah. Adapun analisis yang diperlukan adalah dengan rasio profitabilitas (ROE, ROI, GPM, dan OPM) sebelum dan sesudah IPO. Selanjutnya digunakan uji beda Paired-Sample T Test untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh IPO terhadap profitabilitas. Adapun kerangka pemikiran penelitian tersaji dalam gambar berikut ini. 25

38 Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Penelitian PT BANK PANIN SYARIAH, Tbk Laporan Keuangan sebelum IPO Laporan Keuangan sesudah IPO Profitabilitas sebelum IPO Profitabilitas sesudah IPO Uji Paired T Test Analisis Deskriptif Kesimpulan Rekomendasi 26

39 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini termasuk pada ruang lingkup manajemen keuangan yang bertujuan untuk menganalisis antara dua kondisi keputusan yang diambil sebuah perusahaan dalam meningkatkan profitabilitasnya. Penelitian ini memfokuskan pada apakah IPO berpengaruh terhadap profitabilitas atau tidak, dengan membandingkan kondisi keuangan sebelum IPO dengan setelah IPO periode 2011 hingga Profitabilitas akan dianalisis dengan rasio-rasionya dengan analisis deskriptif. Selanjutnya untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh IPO terhadap profitabilitas digunakan analisis dengan uji beda Paired- Samples T Test. B. Jenis Penelitian Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang bersifat induktif, objektif dan ilmiah di mana data yang di peroleh berupa angka-angka (score, nilai) atau pernyataan-pernyataan yang di nilai, dan dianalisis dengan analisis statistik. Penelitian Kuantitatif biasanya di gunakan untuk membuktikan dan menolak suatu teori penelitian kausal karena tujuannya adalah meneliti hubungan sebab akibat antara dua variabel, yaitu variabel independen terhadap dependen. Penelitian bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai perbandingan antara profitabilitas sebelu dan sesudah IPO. 27

40 C. Jenis dan Sumber Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh secara tidak langsung dari laporan keuangan Bank Panin Syariah. D. Populasi dan Sampel Populasi diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. 1 Tidak hanya sekedar jumlah subyek atau obyek yang kemudian dipelajari dan diteliti. Tapi populasi juga harus bisa menunjukkan sifatsifat dan semua karakter yang dimiliki oleh subyek atau obyek yang akan diteliti tersebut. Sedangkan sampel adalah sebagian dari subyek dalam populasi yang diteliti, yang sudah tentu mampu secara representative dapat mewakili populasinya. 2 Populasi dan sampel memiliki keterkaitan satu sama lain. Karena sampel merupakan bagian dari populasi. Sampel adalah sebagian karakteristik atau ciri yang dimiliki oleh suatu populasi. Bisa juga dikatakan bahwa sampel merupakan bagian kecil yang diambil dari anggota populasi berdasarkan prosedur yang sudah ditentukan sehingga bisa digunakan untuk mewakili populasinya. Sampel diambil karena jumlah populasi yang terlalu besar sehingga sangat sulit jika peneliti mempelajarinya semua. Hal ini tentu saja terbatas pada tenaga, waktu dan biaya penelitian yang dikeluarkan. Dalam penelitian ini yang dijadikan sampel adalah laporan keuangan Bank Panin Syariah sebelum IPO pada tahun periode Dr. Prof. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan ( Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Penerbit Alfabeta Sabar Rutoto. Pengantar Metedologi Penelitian. FKIP: Universitas Muria Kudus

41 2013 dan laporan keuangan Bank Panin Syariah setelah IPO pada periode tahun E. Teknik Pengumpulan Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat time series. Data sekunder yakni data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media antara atau diperoleh dan dicatat oleh pihak lain. Data sekunder yang diambil umumnya berupa bukti, catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip data dokumenter yang dipublikasikan. Serangkaian kegiatan untuk memperoleh data sekunder untuk kelengkapan penelitian ini antara lain: 1. Pengumpulan Data Secara Kepustakaan (Library Research) Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh data yang bersifat teoritis dan dapat menunjang materi pembahasan penelitian melalui beberapa sumber rujukan, seperti buku, jurnal, artikel, dan sumber informasi lain yang relevan dengan penelitian ini. 2. Penelitian Internet (Internet Research) Pencarian informasi dan data melalui situs-situs ekonomi syariah terpercaya serta laporan keuangan gabungan perbankan syariah yang terdapat dalam kolom Publikasi Laporan Statistik Perbankan Indonesia di situs Otoritas Jasa Keuangan. F. Metode Analisis Data 1. Analisis Rasio Profitabilitas Rasio profitabilitas merupakan pengukuran kemampuan dalam memperoleh laba dengan menggunakan asset atau modal perusahaan. Pengukuran terhadap rasio profitabilitas ini 29

42 menjadi begitu penting sebab dengan rasio ini maka dapat diprediksikan seberapa besar profit yang akan diperoleh bank. 3 Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan profitabilitas sebelum dan sesudah IPO pada Bank Panin Syariah. Nilai-nilai rasio profitabilitas yang ada dalam tabel di bawah ini secara tidak langsung mewakilkan kemampuan bank dalam memperoleh laba. Adapun rumusan rasio profitabilitas yang dianalisis dalam penelitian ini adalah ROE, ROI, GPM, dan OPM secara umum, sebagi berikut: NO. RASIO (Formula X 100) 1. ROE (Return On Equity) Laba Setelah Pajak Ekuitas KETERANGAN 1. Laba setelah pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional setelah dikurangi pajak 2. Rata-rata total ekuitas adalah rata-rata modal inti yang dimiliki lembaga keuangan. 2. ROI (Return On Investment) Laba Bersih Setelah Pajak Total Aktiva 1. Laba setelah pajak adalah laba bersih dari kegiatan operasional setelah dikurangi pajak 2. Rata-rata total aset adalah rata-rata total aset dalam laporan posisi keuangan tertera pada. 3 Dermawan dan Djahotman. Analisis Rasio Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media

43 3. OPM (Operating Profit Margin) Laba Sebelum Pajak (EBIT) Penjualan Bersih 1. Laba operasi juga mencerminkan seberapa besar efisiensi dan efektivitas dari operasi perusahaan untuk mendapatkan laba. 2. Total pendapatan penjualan dikurangi faktor-faktor pengurang dari kegiatan operasional lainnya. GPM (Gross Profit Margin) Hak Bagi Hasil Bank Total Pendapatan 1. Hak Bagi Hasil Milik Bank (Hak Bagi Hasil Milik Bank) yang dapat dicapai setiap rupiah penjualan/pendapatan 2. Total pendapatan yang didapat dari seluruh kegiatan operasional bank 2. Uji Beda Paired-sampel T Test Data yang telah dikumpulkan dan dihitung terkait dengan tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini, penulis kemudian mengolahnya dengan uji beda rata-rata, yaitu uji beda dua sampel berpasangan (Paired-sample t test). 4 Hal ini dilakukan peneliti untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan rata-rata antara dua kelompok sampel yang berpasangan (berhubungan). Artinya, sebuah sampel tetapi mengalami dua perlakuan dan kondisi yang berbeda. 4 Duwi Priyatno. Buku Saku Analisis Statistik Data SPSS. Mediakom: Yogyakarta

44 Bank Panin Syariah sebelum IPO adalah sampel pertama dan Bank Panin Syariah setelah IPO adalah sampel kedua, sehingga output-nya akan terlihat ada atau tidaknya perbedaan rata-rata dari profitabilitas Bank Panin Syariah yang diwakili dengan rasio ROE, ROI, OPM, dan GPM. 32

45 BAB IV PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Bank Panin Syariah Bank Panin Syariah yang kini berganti nama menjadi Dubai Syariah Tbk (PNBS) didirikan di Malang tanggal 08 Januari 1972 dengan nama PT Bank Pasar Bersaudara Djaja. Kantor pusat PNBS beralamat di Gedung Panin Life Center Lt.3 Jl. Letjend S. Parman Kav.91 Jakarta Barat Indonesia dan memiliki 25 kantor cabang. Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Panin Dubai Syariah Bank, ruang lingkup kegiatan Panin Dubai Syariah Bank adalah menjalankan kegiatan usaha di bidang perbankan dengan prinsip bagi hasil berdasarkan syariat Islam. Panin Dubai Syariah Bank mendapat ijin usaha dari Bank Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.11/52/KEP.GBI/DpG/2009 tanggal 6 Oktober 2009 sebagai bank umum berdasarkan prinsip syariah dan mulai beroperasi sebagai Bank Umum Syariah pada tanggal 2 Desember Dalam menjalankan kegiatan usahanya seperti perbankan lain, Bank Panin Syariah memiliki visi yang berbunyi, Menjadi Bank Syariah progresif di Indonesia yang menawarkan produk dan layanan keuangan komprehensif dan inovatif untuk semua yaitu: Bank Panin Syariah juga memiliki misi untuk mewujudkan visinya, 1. Menyediakan produk dan layanan yang kreatif, komprehensif dan inovatif sesuai dengan kebutuhan nasabah 33

46 2. Berkontribusi dalam pertumbuhan industri perbankan Syariah di Indonesia 3. Mengembangkan kompetensi SDI sejalan dengan kebutuhan industri melalui pelatihan dan pemenuhan tenaga ahli perbankan syariah 4. Menerapkan kerangka kerja tata kelola perusahaan dan pengendalian internal yang kuat dalam rangka perlindungan nasabah dan para pemangku kepentingan. 5. Menciptakan nilai bagi shareholder Dalam rangka perwujudan visi dan misi bank BJB, perusahaan ini memiliki 5 perilaku utama yang mencerminkan semangat perusahaan. Nilainilai tersebut termuat dalam nilai-nilai perusahaan (corporate values) yang disingkat dengan I CARE. Tabel 4.1 Corporate Values Bank Panin Syariah Corporate Values Integrity Collaboration Accountability Respect Excellence Perilaku Sumber Daya Insani Jujur, amanah dan beretika Pro aktif, sinergi dan solusi Terukur, akurat, obyektif dan bertanggungjawab Rendah hati, empati dan saling menghargai Cepat, tepat dan ramah Sumber: 34

47 Seiring dengan penambahan porsi kepemilikan saham Dubai Islamic Bank (DIB) di tahun 2016 seperti pada tabel 4.2, yaitu sebesar 39,50% lebih besar dibanding tahun 2015 sebesar 24,67% menjadikan DIB sebagai salah satu pemegang saham pengendali di Bank Panin Syariah. Sejalan dengan hal tersebut maka telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19 April 2016 bahwa akan ada perubahan nama PT Bank Panin Syariah Tbk menjadi PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk dan akan berlaku setelah Bank Panin Syariah mendapat izin regulator. Berikut tabel posisi 31 Maret 2018, komposisi kepemilikan Saham Panin Dubai Syariah Bank adalah sebagai berikut : Tabel 4.2 Kepemilikan Saham PT Bank Panin Syariah 2018 NO. PEMILIK SAHAM PORSI SAHAM 1 PT Bank Panin Tbk 42.85% 2 Dubai Islamic Bank 38,25% 3 Dana Pensiun Karyawan Bank Panin 7,43% 4 Masyarakat 11,47% Sumber: PT Bank Panin Syariah merupakan bank syariah pertama yang menjadi perusahaan publik dengan melakukan penawaran umum perdana saham di Bursa atau dikenal dengan istilah IPO. Bank Panin Syariah melakukan IPO pada tanggal 15 Januari 2014 dengan mengeluarkan sejumlah saham dengan harga Rp100,-/lembar dan disertai dengan Waran Seri I. Dimana rencana penggunaan dana yang di peroleh dari hasil penawaran umum tersebut akan digunakan sebagai modal kerja untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang dan mendukung ekspansi pembiayaan serta pengembangan jaringan Bank Panin Syariah termasuk infrastruktur didalamnya. 35

48 B. Keadaaan Keuangan Bank Panin Syariah Sebelum IPO Kondisi keuangan suatu perusahaan/bank dapat dilihat dari laporan keuangan perusahaan/bank tersebut. Informasi yang ada pada laporan keuangan juga dapat menilai kinerja manajemen bank yang bersangkutan sehingga diharapkan dapat menjaga kepercayaan dan meningkatkan transparansi kondisi keuangan kepada publik. Kondisi Bank Panin Syariah yang akan dilihat adalah jumlah aset, pembiayaan yang diberikan, pendapatan bunga bersih, pendapatan operasional lainnya, ekuitas, penghimpunan dana, dan laba bersih. Dalam laporan keuangan Bank Panin Syariah terlihat kenaikan total aset yang terjadi pada tahun Pada tahun 2011, aset Bank Panin Syariah mencapai Rp 1,01 miliar. Dan tahun 2013 naik mencapai Rp 4,05 miliar. Gambar 4.1 Perkembangan Total Aset Bank Panin Syariah Tahun Total Aset Sumber: Annual Report Bank Panin Syariah (data diolah) 36

49 Dari data juga terlihat kenaikan total pembiayaan yang diberikan mengalami perkembangan. Pada tahun 2011, pembiayaan Bank Panin Syariah mencapai Rp 701,7 jt. Dan tahun 2013 naik mencapai Rp 2,58 miliar. Gambar 4.2 Perkembangan Total Pembiayaan Yang Diberikan Bank Panin Syariah Tahun Total Pembiayaan Yang Diberikan Sumber: Annual Report Bank Panin Syariah (data diolah) Kenaikan ini juga diikuti oleh naiknya jumlah ekuitas. Total ekuitas berasal dari modal disetor dan saldo laba. Pada tahun 2011, total ekuitas mencapai Rp 452,6 juta, angka ini naik sebesar Rp 73,3 juta dari tahun 2013 yang total ekuitasnya sebesar Rp 525,9 juta. Berikut ini grafik total ekuitas dari tahun 2011 hingga

50 Gambar 4.3 Perkembangan Total Ekuitas Bank Panin Syariah Tahun Total Ekuitas Total Ekuitas Sumber: Annual Report Bank Panin Syariah (data diolah) Secara keseluruhan kondisi keuangan Bank Panin Syariah dari tahun 2011 hingga 2013 mengalami peningkatan, mulai dari jumlah asetnya yang meningkat, pembiayaan yang diberikan, total ekuitas hingga laba bersih. Walaupun di laba bersih terjadi sekali tahun penurunan.hal ini menjadi bukti bahwa Bank Panin Syariah serius dalam mewujudkan visi dan misinya, sehingga kondisi keuangan tersebut dapat menjadi gerbang kesuksesan saat IPO pada tahun berikutnya yaitu tahun 2014 karena sudah melakukan persiapan yang matang. 38

51 1. Profitabilitas Bank Panin Syariah Sebelum IPO Profitabilitas suatu perusahaan/bank dilihat melalui nilai rasio-rasionya, yaitu Return On Equity (ROE), Return On Investment (ROI), Operating Profit Margin (OPM), dan Gross Profit Margin (GPM). Berikut tabel-tabel data yang menunjukkan nilai-nilai rasio tersebut selama periode tahun 2011 sampai Gambar 4.4 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1 Q4 tahun , ,47 49,77 59, ,42 2,21 3,18 6,58-4,68-2,91-15,84-8,3 6,05 1,16 Mar Jun Sep Des 7,37 2,8-40 ROE ROI OPM GPM Sumber: Laporan Keuangan Bank Panin Syariah (data diolah) 39

52 Hasil perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM pada grafik di atas secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. ROE pada Q1 tahun 2011 berarti setiap Rp 100 ekuitas yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp -4,68 lalu meningkat menjadi 2,8% pada Q4. Pada Q1 ROI menunjukkan bahwa setiap Rp 100 aktiva yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 2,21. Dan meningkat menjadi 7,37 % pada Q4. Dari hasil perhitungan grafik, OPM Q1 sebesar -15,84%. Ini berarti setiap Rp 100 penjualan bersih Bank Panin Syariah menghasilkan laba operasi sebesar Rp -15,84. Nilai nya semakin membaik di Q4 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 16,42 dari setiap Rp 100 aktiva. Sedangkan hasil perhitungan GPM menunjukkan bahwa pada tahun Q1, setiap Rp 100 penjualan/pendapatan, Bank Panin Syariah menghasilkan Hak Bagi Hasil Milik sebesar Rp 46,47. Dan di tahun 2013 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 63,91 dari setiap Rp 100 aktiva. Gambar 4.5 Perkembangan Rasio Profitabilitas 40

53 Bank Panin Syariah Q1 Q4 tahun ,08 69,25 65, ,43 9,07 10,61 8,84 4,64 2,62 6,03 3,73 5,35 6,05 Mar Jun Sep Des ROE ROI OPM GPM 0,06 7,14 7,75 Sumber: Laporan Keuangan Bank Panin Syariah (data diolah) Hasil perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM pada grafik Perkembangan Rasio Profitabilitas Q1 Q4 tahun 2012 di atas secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. Hanya GPM dan OPM yang terjadi penurunan pada Q4. ROE pada Q1 tahun 2012 berarti setiap Rp 100 ekuitas yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 3,73 lalu meningkat menjadi 7,75% pada Q4. Pada Q1 ROI menunjukkan bahwa setiap Rp 100 aktiva yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 2,62. Dan meningkat menjadi 7,14 % pada Q4. Dari hasil perhitungan grafik, OPM Q1 sebesar 14,43%. Ini berarti setiap Rp 100 penjualan bersih Bank Panin Syariah menghasilkan laba 41

54 operasi sebesar Rp 14,43. Dan pada Q4 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 0,06 dari setiap Rp 100 aktiva. Sedangkan hasil perhitungan GPM menunjukkan bahwa pada tahun Q1, setiap Rp 100 penjualan/pendapatan, Bank Panin Syariah menghasilkan Hak Bagi Hasil Milik sebesar Rp 69,68. Dan di Q4 terjadi penurunan yang besar, Bank Panin Syariah hanya menghasilkan Rp 63,91 dari setiap Rp 100 aktiva. Gambar 4.6 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1 Q4 tahun ,89 59,31 56,04 48, ,9 21,15 2,75 4,96 20,08 10, ,5 9,97 8,92 8,94 4,44 Mar Jun Sep Des ROE ROI OPM GPM Sumber: Laporan Keuangan Bank Panin Syariah (data diolah) Hasil perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM pada grafik Perkembangan Rasio Profitabilitas Q1 Q4 tahun 2013 di atas secara 42

55 keseluruhan mengalami fluktuasi. Hanya ROI yang setiap kuartalnya mengalami kenaikan. ROE pada Q1 tahun 2013 berarti setiap Rp 100 ekuitas yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 9,97 lalu turun menjadi 4,44% pada Q4. Hasil perhitungan ROI menunjukkan peningkatan pada setiap kuartal. Terlihat bahwa setiap Rp 100 aktiva yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 2,75. Dan meningkat menjadi 7,0 % pada Q4. Dari hasil perhitungan grafik, OPM Q1 sebesar 23,9%. Ini berarti setiap Rp 100 penjualan bersih Bank Panin Syariah menghasilkan laba operasi sebesar Rp 23,9. Dan pada Q4 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 10,25 dari setiap Rp 100 aktiva. Sedangkan hasil perhitungan GPM menunjukkan bahwa pada tahun Q1, setiap Rp 100 penjualan/pendapatan, Bank Panin Syariah menghasilkan Hak Bagi Hasil Milik sebesar Rp 58,89. Dan di Q4 terjadi penurunan Bank Panin Syariah hanya menghasilkan Rp 48,54 dari setiap Rp 100 aktiva. C. Keadaaan Keuangan Bank Panin Syariah Setelah IPO Dua perlakuan yang berbeda dalam penelitian ini adalah sampel pertama sebelum dilakukan IPO dan sampel kedua setelah dilakukan IPO, sehingga output-nya akan terlihat ada atau tidaknya perbedaan rata-rata dari profitabilitas Bank Panin Syariah sebelum dan setelah IPO. Bank Panin Syariah resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Januari Bank Panin Syariah menjadi bank syariah pertama yang melakukan initial public offering (IPO) di 43

56 Indonesia. Selain itu, Bank Panin Syariah juga menjadi perseroan pertama yang mencatatkan diri di bursa pada tahun Saham yang ditawarkan Bank Panin Syariah dalam penawaran umum yaitu lembar saham. Bank Panin Syariah mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan (Employee Stock Allocation atau ESA ) dengan mengalokasikan lembar saham atau 10% dari jumlah saham yang ditawarkan dalam Penawaran Umum. Jumlah seluruh saham yang dicatatkan pada BEI adalah lembar saham atau 99% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh. Hal ini sesuai dengan PP No.29 tahun 1999 tentang Pembelian Saham Bank Umum, dimana 1% dari seluruh saham perusahaan tidak dicatatkan dan dimiliki oleh PT Bank Panin Tbk. Dana hasil dari penawaran umum sebesar Rp. 475 miliar kemudian dikurangi biaya-biaya emisi efek, 80% digunakan sebagai modal kerja perseroan guna memperkuat struktur pendanaan jangka panjang dalam rangka mendukung ekspansi pembiayaan dan sekitar 20% untuk pengembangan jaringan termasuk didalamnya infrastruktur perseroan. Dalam laporan keuangan Bank Panin Syariah terlihat kenaikan total aset yang terjadi pada tahun Pada tahun 2014, aset Bank Panin Syariah mencapai Rp 6,2 miliar. Dan tahun 2016 naik mencapai Rp 8,7 miliar. 44

57 Gambar 4.7 Perkembangan Total Aset Bank Panin Syariah Tahun Column1 Sumber: Annual Report Bank Panin Syariah (data diolah) Dari data juga terlihat kenaikan total pembiayaan yang diberikan mengalami perkembangan. Pada tahun 2014, pembiayaan Bank Panin Syariah mencapai Rp 4,7 miliar. Dan tahun 2016 naik mencapai Rp 6,2 miliar. 45

58 Gambar 4.8 Perkembangan Total Pembiayaan Yang Diberikan Bank Syariah Tahun Panin Total Pembiayaan Yang Diberikan Sumber: Annual Report Bank Panin Syariah (data diolah) Kenaikan ini juga diikuti oleh naiknya jumlah ekuitas. Total ekuitas berasal dari modal disetor dan saldo laba. Pada tahun 2011, total ekuitas mencapai Rp 452,6 juta, angka ini naik sebesar Rp 73,3 juta dari tahun 2013 yang total ekuitasnya sebesar Rp 525,9 juta. Berikut ini grafik total ekuitas dari tahun 2011 hingga

59 Gambar 4.9 Perkembangan Total Ekuitas Bank Panin Syariah Tahun Total Ekuitas Sumber: Annual Report Bank Panin Syariah (data diolah) Secara keseluruhan kondisi keuangan Bank Panin Syariah dari tahun 2014 hingga 2016 semakin meningkata, mulai dari jumlah asetnya yang meningkat, pembiayaan yang diberikan, dan total ekuitas. Hal ini menjadi bukti bahwa langkah Bank Panin Syariah melakukan IPO dalam mewujudkan visi dan misinya telah mendatangkan hasil yang positif sehingga setiap tahun kondisi keuangan dapat terus membaik dan meningkat. 47

60 1. Profitabilitas Bank Panin Syariah Setelah IPO Profitabilitas suatu perusahaan/bank dilihat melalui nilai rasiorasionya, yaitu Return On Equity (ROE), Return On Investment (ROI), Operating Profit Margin (OPM), dan Gross Profit Margin (GPM). Berikut perkembangan perkembangan nilai-nilai rasio profitabilitas Bank Panin Syariah selama periode 2014 sampai Gambar 4.10 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1 Q4 tahun ,77 51,28 50,83 47, ,46 11,85 2,37 5,1 17,42 13,78 7,65 5,27 5,75 6,68 Mar Jun Sep Des ROE ROI OPM GPM 9,02 7,66 Sumber: Laporan Keuangan Bank Panin Syariah (data diolah) Hasil perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM pada grafik di atas secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. ROE pada Q1 tahun 48

61 2014 berarti setiap Rp 100 ekuitas yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 5,27 lalu meningkat menjadi 7,66% pada Q4. Pada Q1 ROI menunjukkan bahwa setiap Rp 100 aktiva yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 2,37. Dan meningkat dengan kenaikan yang cukup besar menjadi 9,02 % pada Q4. Dari hasil perhitungan grafik, OPM Q1 sebesar 2,37%. Ini berarti setiap Rp 100 penjualan bersih Bank Panin Syariah menghasilkan laba operasi sebesar Rp 2,37. Nilai ROI meningkat tajam di Q4 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 17,42 dari setiap Rp 100 aktiva. Sedangkan hasil perhitungan GPM menunjukkan bahwa pada tahun Q1, setiap Rp 100 penjualan/pendapatan, Bank Panin Syariah menghasilkan Hak Bagi Hasil Milik sebesar Rp 43,77. Dan di tahun 2013 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 47,19 dari setiap Rp 100 aktiva. 49

62 Grafik 4.11 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1 Q4 tahun ,69 29,52 32,76 39, ,43 9,07 2,65 6,46 7,59 10,61 8,84 9,01 5,44 5,16 Mar Jun Sep Des ROE ROI OPM GPM 10,29 4,94 Hasil perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM pada grafik di atas secara keseluruhan menunjukkan pergerakan yang beragam. ROE pada Q1 tahun 2015 berarti setiap Rp 100 ekuitas yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 7,59 lalu pada Q4 menjadi 4,94%. Pada Q1 ROI menunjukkan bahwa setiap Rp 100 aktiva yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 2,65. Dan meningkat dengan kenaikan yang cukup besar menjadi 10,29 % pada Q4. Dari hasil perhitungan grafik, OPM Q1 sebesar 14,43%. Ini berarti setiap Rp 100 penjualan bersih Bank Panin Syariah menghasilkan laba operasi sebesar Rp 14,43. Dan pada Q4 menjadi Rp 10,61 dari setiap Rp 100 aktiva. 50

63 Sedangkan hasil perhitungan GPM menunjukkan bahwa pada tahun Q1, setiap Rp 100 penjualan/pendapatan, Bank Panin Syariah menghasilkan Hak Bagi Hasil Milik sebesar Rp 37,69. Dan di tahun 2013 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 39,49 dari setiap Rp 100 aktiva. Gambar 4.12 Perkembangan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Q1 Q4 tahun ,61 40, ,36 41, ,86 3,49 4,64 2,64 4,09 3,83 8,19 0 6,6 0,97 1,77 2,08 Mar Jun Sep Des ROE ROI OPM GPM 1,76 Sumber: Laporan Keuangan Bank Panin Syariah (data diolah) Hasil perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM pada grafik di atas secara keseluruhan menunjukkan peningkatan. ROE pada Q1 tahun 2016 berarti setiap Rp 100 ekuitas yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 0,97 lalu pada Q4 menjadi 1,76%. 51

64 Pada Q1 ROI menunjukkan bahwa setiap Rp 100 aktiva yang dimiliki Bank Panin Syariah menghasilkan laba sebesar Rp 2,64. Dan meningkat dengan kenaikan yang cukup besar menjadi 8,19 % pada Q4. Dari hasil perhitungan grafik, OPM Q1 sebesar 1,86%. Ini berarti setiap Rp 100 penjualan bersih Bank Panin Syariah menghasilkan laba operasi sebesar Rp 1,86. Dan pada Q4 menjadi Rp 3,83 dari setiap Rp 100 aktiva. Sedangkan hasil perhitungan GPM menunjukkan bahwa pada tahun Q1, setiap Rp 100 penjualan/pendapatan, Bank Panin Syariah menghasilkan Hak Bagi Hasil Milik sebesar Rp 41,36. Dan di tahun 2013 Bank Panin Syariah menghasilkan Rp 41,14 dari setiap Rp 100 aktiva. D. Analisis Perbedaan Rata-rata Paired-Samples T Test Sebelum dan Sesudah IPO 1. Hasi Perhitungan Uji Beda Paired-sample t test Dari hasil Paired-Samples T Test dengan menggunakan SPSS 22, terlihat adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah IPO pada profitabilitas Bank Panin Syariah. Rasio profitabilitas setelah IPO secara keseluruhan terlihat terjadinya peningkatan, diantaranya pada rasio ROE, ROI, OPM, dan GPM. 52

65 Tabel 4.3 Output Perhitungan ROE, ROI, OPM, dan GPM dengan SPSS 22 Variabel t hitung t tabel Signifikansi ROE -0,163 2,036 0,874 ROI -3,402 2,036 0,006 OPM 2,123 2,036 0,057 GPM 0,745 2,036 0,472 Sumber: Output SPSS 22 (data diolah) Terllihat pada tabel 4.3, t hitung variabel ROE sebesar -0,163 dan signifikansi 0,521. Dan diperoleh t tabel pada tingkat signifikansi α = 0,05 untuk data penelitian ini sebesar 2,776. Jadi t hitung ROE (-0,163) < (2,776) t tabel dan signifikansi 0,874 > 0,05 sehingga H0 diterima, ini berarti tidak ada perbedaan rata-rata rasio ROE sebelum dan setelah IPO. Sama halnya dengan ROE, variabel OPM dan GPM juga tidak terdapat perbedaan rata-rata profitabilitas yang ditunjukkan pada hasil t hitung masing-masing variabel. Pada variabel OPM terlihat t hitung sebesar 2,123 dan signifikansi 0,057. Jadi t hitung OPM (2,123) > (2,036) t tabel dan signifikansi 0,057 > 0,05. Sedangkan variabel GPM t hitung sebesar 0,745 dan signifikansi 0,472. Jadi t hitung GPM (0,745) < (2,036) t tabel dan signifikansi 0,472 > 0,05 Sehingga kedua variabel menghasilkan H0 diterima dan Ha ditolak. Namun pada variabel ROI ada perbedaan rata-rata profitabilitas yang ditunjukan antara periode tahun sebelum IPO dan setelah IPO. Dimana t hitung variabel ROI sebesar -3,402 dan signifikansi 0,

66 Dan diperoleh t tabel sebesar 2,036 pada tingkat signifikansi α = 0,05. Jadi t hitung ROI (-3,402) < (2,036) t tabel dan signifikansi 0,006 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. 2. Interpretasi Hasil Uji Beda Paired-sample t test Berdasarkan hasil yang diperoleh dari uji beda rata-rata paired sample t test Bank Panin Syariah, hanya ada perbedaan rata-rata ROI yang mewakili faktor profitabilitas. Hal ini berarti bahwa setelah IPO modal yang dimiliki Bank Panin Syariah mengalami perubahan. Hal ini sudah semsestinya terjadi, karena kebijakan IPO memang memfokuskan perseroan untuk mendapatkan tambahan modal yang signifikan dari masyarakat/publik. Namun kebijakan IPO belum menunjukan perubahan yang signifikan terhadap faktor profitabilitas yang diwakili oleh rasio ROE, ROI, OPM, dan GPM.. Walau demikian, Bank Panin Syariah setelah IPO mengalami banyak perubahan dalam banyak hal positif demi mewujudkan visi misinya. Tabel 4.4 Perhitungan Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Sebelum dan Sesudah IPO Variabel Sebelum IPO Sesudah IPO Signifikansi ( ) ( ) ROE 4,99 4,79 0,874 ROI 7,17 9,17 0,006 OPM 8,90 10,62 0,057 GPM 37,50 42,61 0,472 Sumber: Laporan Keuangan Bank Panin Syariah dan SPSS 22 (data diolah) 54

67 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan 1. Kondisi keuangan Bank Panin Syariah pada periode tahun 2013 sampai 2013 dimana status perusahaan masih tertutup, memang telah banyak perbedaan positif terjadi setelah diberlakukannya IPO yang mengubah status Bank Panin Syariah menjadi perseroan yang bersifat publik. Terlihat dari jumlah total aset, total pembiayaan yang diberikan, dan total ekuitas yang terus meningkat setiap tahunnya. Kebijakan IPO yang diambil Bank Panin Syariah di tahun 2014 membuat bank ini menjadi bank syariah pertama yang menjadi perusahaan terbuka. Dan di tahun 2014, kondisi keuangan Bank Panin Syariah menunjukan pertumbuhan yang sangat signifikan. Terlihat dari total aset dan total pembiayaan yang meningkat. Rasio ROI yang mewakili faktor profitabilitas juga mengalami kenaikan yang signifikan. Dari nilai ROI saat Q1 di tahun 2011 hanya 2,21% menjadi 8,19 % di Q4 tahun Hal ini membuktikan bahwa Bank Panin Syariah mampu menarik investor untuk ikut serta menanamkan modal guna meningkatkan profitabilitas perusahaan. 2. Berdasarkan analisis rasio profitabilitas yang dilakukan pada Bank Panin Syariah sebelum dan sebelum IPO menunjukkan adanya peningkatan keuangan secara keseluruhan. Namun, untuk lebih memperkuat apakah perubahan yang terjadi ini dipengaruhi oleh kebijakan IPO, maka dilakukan uji lanjutan dengan uji beda paired-sample t test pada faktor profitabilitas yang diwakili oleh rasio ROE, ROI, OPM, dan GPM. Hasil dari paired-sample t test dengan SPSS 22, untuk rasio ROE 55

68 diperoleh t hitung < t tabel (-0,163 < 2,036) dan signifikansi (0,874 > 0,05) sehingga H0 diterima. Kemudian untuk rasio OPM diperoleh t hitung < t tabel (2,123 > 2,036) dan signifikansi (0,057 > 0,05) sehingga H0 diterima. Selanjutnya rasio GPM diperoleh t hitung < t tabel (0,745 < 2,036) dan signifikansi (0,472 > 0,05). Sedangkan untuk rasio ROI diperoleh t hitung < t tabel (-3,402) < (2,036) dan signifikansi 0,006 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya, pada rasio ROE, OPM, dan GPM tidak ada perbedaan rata-rata profitabilitas yang signifikan setelah diberlakukannya IPO. Tetapi pada rasio ROI terdapat perbedaan rata-rata yang berpengaruh pada profitabilitas. Maka dapat disimpulkan bahwa kebijakan IPO tidak berpengaruh besar terhadap profitabilitas hanya berpengaruh terhadap satu faktornya saja, yaitu Return On Investment (ROI) Bank Panin Syariah untuk periode B. Rekomendasi Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, saran yang dapat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya yaitu diperlukan data peneltian yang lebih banyak dan waktu lebih lama. Melihat kebijakan IPO yang dilakukan Bank Panin Syariah masih dalam tahap baru yang memerlukan waktu pengembangan dan pengaruh terhadap keuangan perusahaan. Serta diperlukannya variabel yang juga lebih luas dan komprehensif dalam menilai kondisi keuangan bank syariah. Hal tersebut guna memberikan kemungkinan yang lebih besar akan terlihatnya pengaruh yang signifikan terhadap faktor selain profitabilitas. 56

69 DAFTAR PUSTAKA Antonio, Muhammad Syafi i Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani Press. Arifin, Zainul Dasar-Dasar Manajemen Bank Syariah. Tangerang:Azkia Publisher Dermawan dan Djahotman Analisis Rasio Keuangan. Jakarta: Mitra Wacana Media. Hardono, Rudie Bank Jatim Berbagi Cerita Sukses Di IPO Fair ( Hasibuan, Drs. H. Malayu S.P Dasar-Dasar Perbankan. Jakarta: PT Bumi Aksara. Ismail Manajemen Perbankan: Dari Teori Menuju Aplikasi. Edisi 1 Cet. 2. Jakarta: Kencana. Munawir, S Analisa Laporan Keuangan. Edisi keempat. Yogyakarta: Liberty. Lestari, Suci Indah. Pengaruh Initial Public Offering (IPO) terhadap Kinerja Keuangan Pada PT Bank Jawa Barat dan Banten Periode Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB) Linangkung, Erfanto Industri Keuangan Syariah Jalan di Tempat, ( Otorisasi Jasa Keuangan, 2017 Statistik Perkembangan Perbankan Syariah, ( Priyatno, Duwi, 2011, Buku Saku Analisis Statistik Data SPSS, Mediakom, Yogyakarta. Rodoni, Ahmad & Herni Ali Manajemen Keuangan Modern. Jakarta: Mitra Wacana Media. 57

70 Rutoto, Sabar. (2007). Pengantar Metedologi Penelitian. FKIP: Universitas Muria Kudus. Sartini, Emma & Lily Rusna Fjriah Mayoritas Penduduk Muslim, RI Masih Terbelakang dalam Industri Syariah, ( Setyawan, Aditya Wira Perdana. Pengaruh Komponen Risk Based Bank Rating Terhadap Harga Saham Perusahaan Perbankan yang Go Public di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro Semarang Simbolon, Tulus Shandy, Kunthi Fahmar Kinerja Perbankan Syariah 2016 Tumbuh Positif. ( Sudarsono, Heri Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Yogyakarta: Ekonisia. Sudiarto, Agus & Lily Rusna Fjriah Mayoritas Penduduk Muslim, RI Masih Terbelakang dalam Industri Syariah, ( Sugiyono, Prof, Dr, Metode Penelitian Pendidikan ( Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D). Bandung: Penerbit Alfabeta. Suharso, Yudi Ini Roadmap Perbankan Syariah OJK!. ( Yoga, Paulus Tantangan Perbankan Syariah di ( 58

71 LAMPIRAN Lampiran 1: Neraca Bank Panin Syariah tahun 2011

72 Lampiran 2: Laporan Posisi Keuangan Bank Panin Syariah tahun 2012

73 Lampiran 2: Laporan Posisi Keuangan Bank Panin Syariah tahun 2013

74 Lampiran 3: Laporan Posisi Keuangan Bank Panin Syariah tahun 2014

75 Lampiran 5: Laporan Posisi Keuangan Bank Panin Syariah tahun 2016 Lampiran 6: Tabel Data Ikhtisar Rasio Profitabilitas Bank Panin Syariah Periode dalam (%)

76 Lampiran 7: Output hasil perhitungan data Rasio Profitabilitas dengan SPSS 22 Paired Samples Statistics Mean N Std. Deviation Std. Error Mean Pair 1 Pair 2 Pair 3 Pair 4 ROE before 4, , ,33759 ROE after 4, ,35752,68056 ROI Before 5, ,91937,55408 ROI After 6, ,73755,79026 GPM Before 53, , ,35806 GPM After 41, , ,86929 OPM Before 12, , ,07303 OPM After 8, , ,42051 Paired Samples Correlations N Correlation Sig. Pair 1 ROE before & ROE after 12 -,581,047 Pair 2 ROI Before & ROI After 12,926,000 Pair 3 GPM Before & GPM After 12 -,140,664 Pair 4 OPM Before & OPM After 12 -,221,490 Paired Samples Test Paired Differences t Df