P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ"

Transkripsi

1 P U T U S A N No. 163/Pid.B/2014/PN.KBJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Kabanjahe yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara biasa pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan dalam perkara Terdakwa : Nama : SEDIA TARIGAN Tempat lahir : Kuta Buluh Umur/Tanggal lahir : 50 tahun/12 Desember 1985 Jenis kelamin : Laki-laki Kebangsaan : Indonesia Tempat tinggal : Desa Tanjung Merawa Kec.Tiganderket Kabupaten Karo Agama : Islam Pekerjaan : Bertani Pendidikan : SD Terdakwa tidak didampingi Penasehat Hukum ; Terdakwa ditahan berdasarkan Surat Perintah Penetapan Penahanan, sejak tanggal 19 Juni 2014 s/d saat ini; PENGADILAN NEGERI TERSEBUT Telah membaca : Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe No.163/Pen.Pid/2014/PN-Kbj., tanggal 21 Agustus 2014 Tentang penunjukan Majelis Hakim ; Penetapan Ketua Majelis Hakim No.163/Pen.Pid/2014/PN-Kbj. tentang penetapan hari sidang ; Berkas pemeriksaan pendahuluan atas nama Terdakwa tersebut diatas ; Telah mendengarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan Terdakwa dipersidangan;

2 Telah mendengar tuntutan Penuntut Umum yang telah dibacakan dan diserahkan dipersidangan pada tanggal 29 September 2014 yang pada pokoknya mohon kepada Majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini agar memutuskan : 1. Menyatakan terdakwa SEDIA TARIGAN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar pasal 351 ayat (2) KUHPidana dalam Dakwaan Tunggal; 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa SEDIA TARIGAN dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dikurangi selama berada dalam tahanan; 3. Menyatakan barang bukti berupa : - 1 (satu) potong baju warna putih berkerah warna biru les kuning dan di kantong depan bertuliskan Asiana yang telah koyak dan adanya bekas darah; - 1 (satu) potong baju kaos dalam berwarna putih merek Poly yang telah koyak dan adanya bekas darah ; Dikembalikan kepada pemiliknya ; 4. Menetapkan agar terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp 1.000,- (seribu rupiah); Menimbang, bahwa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut, terdakwa tidak mengajukan pembelaan (pledoi), hanya mengajukan permohonan secara lisan yang pada pokoknya memohon keringanan hukuman kepada Majelis Hakim dengan alasan : 1. Terdakwa belum pernah dihukum ; 2. Terdakwa bersikap sopan selama di persidangan ; 3. Terdakwa berterus terang dan mengakui perbuatannya ; 4. Terdakwa merasa bersalah dan menyesali perbuatannya ; 5. Terdakwa merupakan tulang punggung bagi keluarganya ; Menimbang, bahwa atas pembelaan terdakwa tersebut Jaksa Penuntut Umum secara lisan menyatakan tetap pada tuntutannya sedangkan Penasihat Hukum terdakwa menyatakan tetap pada permohonannya ;

3 Menimbang, bahwa Terdakwa dihadapkan ke persidangan dengan dakwaan sebagai berikut : Bahwa ia terdakwa Sedia Tarigan pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2014, bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi atau setidak-tidaknya disuatu tempat yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Kabanjahe, melakukan penganiayaan terhadap orang lain yakni saksi korban Arjo Perangin-Angin Als Arja yang mengakibatkan luka berat, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut : Bahwa pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 saksi korban Arjo Perangin- Angin Als Arja bersama beberapa orang warga Desa Sukatendel pergi ke Perladangan Juma Kenjulu/Perladangan Jabi-Jabi untuk memperbaiki saluran air ke Desa Sukatendel. Setelah selesai memperbaiki saluran air sekira pukul wib saksi korban bersama warga Desa yang lainnya pulang kerumah dan berjalan secara beriringan karena jalannya hanya jalan setapak dan pada saat itu saksi korban berjalan paling belakang diantara warga desa yang lain dimana saat itu saksi korban ada membawa bambu untuk keperluan pipa air. Sesampainya di Perladangan Juma Kenjulu/Perladangan Jabi-Jabi, dari sebelah kiri saksi korban tepatnya dari belakang saksi korban ada mendengar suara yang mengatakan?woi perindung-indung (woi pemain wanita)? mendengar suara tersebut saksi korban langsung menoleh kebelakang dan ternyata suara tersebut adalah suara terdakwa Sedia Tarigan yang saat itu langsung mengejar saksi korban dengan membawa sebilah pisau sepanjang 35 (tiga puluh lima) centi meter yang ada ditangan kanannya. Melihat terdakwa ada membawa pisau sambil berlari kearah saksi korban lalu saksi korban langsung menjatuhkan bambu yang dibawanya karena takut dan hendak berlari untuk menyelamatkan diri, namun belum sempat berlari terdakwa langsung menikam / menusuk saksi korban sebanyak tiga kali namun yang kena hanya satu kali dibagian rusuk sebelah kiri. Pada saat terdakwa melakukan penusukan/penikaman, saksi korban hendak menyelamatkan diri dan berteriak?aku enggo kenna tebak (saya sudah kena tikam)? mendengar suara saksi korban lalu warga desa yang berjalan duluan dari saksi korban menoleh kebelakang dan saat itu

4 saksi korban terjatuh sehingga langsung dipegang oleh saksi Bryan Dani Surbakti dibantu oleh saksi Janusta Tarigan, saksi Medista Purba, saksi Setia Bangsa Pandia dan saksi Kalpin Pinem serta membawa saksi korban berobat ke Rumah Sakit sedangkan terdakwa pada saat itu langsung melarikan diri ke arah Perladangan yang ada di lokasi kejadian; Bahwa sebabnya terdakwa melakukan penikaman/penusukan terhadap saksi korban karena terdakwa tidak senang dengan kelakuan saksi korban dimana pada saat berjalan dan melewati perladangan terdakwa yang saat itu sedang makan siang bersama istrinya, terdakwa melihat saksi korban mengedipkan matanya kearah istri terdakwa dan saat itu juga terdakwa berkata Perindung-indung (suka istri orang) dan saksi korban melihat kearah terdakwa sambil menggerakkan mulutnya seperti menentang lalu terdakwa mengatakan?kupegas kamu (kuhantam kamu) sambil mendatangi kearah saksi korban ; Akibat perbuatan terdakwa saksi korban mengalami pening, sakit di bagian rusuk sebelah kiri dan mendapat jahitan sebanyak 7 (tujuh) jahitan dan terhalang untuk melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan VR-4/RS-ETA/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Nelli (dokter pada Rumah Sakit Efarina Etaham) yang telah melakukan pemeriksaan terhadap TN. Arja Perangin-Angin dengan kesimpulan sebagai berikut : Telah dilakuakn pemeriksaan terhadap pasien jenis kelamin laki-laki dengan keadaan compos mentis. Pada korban ditemukan luka pada dada sebelah kiri dengan ukuran lima kali nol, lima kali tiga sentimeter. Pada korban dilakukan penanganan pembersihan luka, heacting tiga kali di bagian dalam dan tujuh kali di bagian luar. Terhadap korban dilakukan penanganan pembersihan luka, heacting tiga kali di bagian dalam dan tujuh kali di bagian luar. Korban dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi sampai dengan tanggal dua puluh satu bulan enam tahun dua ribu empat belas dengan diagnosa VL a/r thorax sinistra; Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (2) KUHPidana ;

5 Menimbang, bahwa atas dakwaaan Jaksa Penuntut Umum tersebut, terdakwa menyatakan mengerti isi dan maksudnya serta tidak menyatakan keberatan ; Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Jaksa Penuntut Umum telah mengajukan saksi-saksi yang telah disumpah menurut agama dan kepercayaan masing-masing yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. ARJO PERANGIN-ANGIN ALIAS ARJA, berjanji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : - Bahwa saksi adalah korban dalam perkara ini ; - Bahwa terdakwa Sedia Tarigan telah melakukan penganiayaan terhadap saksi pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa kejadian tersebut berawal ketika saksi bersama beberapa orang warga Desa Sukatendel pergi ke Perladangan Juma Kenjulu/Perladangan Jabi-Jabi untuk memperbaiki saluran air ke Desa Sukatendel dan setelah selesai memperbaiki saluran air sekira pukul wib saksi korban bersama warga Desa yang lainnya pulang kerumah dan berjalan secara beriringan karena jalannya hanya jalan setapak dan pada saat itu saksi korban berjalan paling belakang diantara warga desa yang lain dimana saat itu saksi korban ada membawa bambu untuk keperluan pipa air, sesampainya di Perladangan Juma Kenjulu/Perladangan Jabi-Jabi, dari sebelah kiri saksi korban tepatnya dari belakang saksi korban ada mendengar suara yang mengatakan?woi perindung-indung (woi pemain wanita)? mendengar suara tersebut saksi korban langsung menoleh kebelakang dan ternyata suara tersebut adalah suara terdakwa Sedia Tarigan yang saat itu langsung mengejar saksi korban dengan membawa sebilah pisau sepanjang 35 (tiga puluh lima) centi meter yang ada ditangan kanannya. Melihat terdakwa ada membawa pisau sambil berlari kearah saksi korban lalu saksi korban langsung menjatuhkan bambu yang dibawanya karena takut dan hendak berlari untuk menyelamatkan diri, namun belum sempat berlari terdakwa langsung menikam / menusuk saksi korban sebanyak tiga kali namun yang kena hanya satu kali dibagian rusuk sebelah kiri;

6 - Bahwa pada saat terdakwa melakukan penusukan/penikaman, saksi korban hendak menyelamatkan diri dan berteriak?aku enggo kenna tebak (saya sudah kena tikam)? mendengar suara saksi korban lalu warga desa yang berjalan duluan dari saksi korban menoleh kebelakang dan saat itu saksi korban terjatuh sehingga langsung dipegang oleh warga masyarakat lainnya dan selanjutnya membawa saksi berobat ke Rumah Sakit ; - Bahwa akibat kejadian tersebut saksi harus dirawat di Rumah Sakit selama 4 (empat) hari dan saksi terhalang untuk melakukan pekerjaan seharihari ; - Bahwa sebelum terjadinya penganiayaan tersebut, saksi pernah bertengkar mulut dengan terdakwa dikarenakan terdakwa menuduh saksi mengedipkan mata (main mata) kepada isteri terdakwa ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan ; 2. MARNI BR BARUS, berjanji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : - Bahwa saksi adalah ibu kandung saksi korban ; - Bahwa terdakwa Sedia Tarigan telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa seteahu saksi, terdakwa melakukan penganiayaan dengan cara menusukkan sebilah pisau ke tubuh korban ; - Bahwa saksi tidak melihat langsung kejadian yang menimpa korban melainkan saksi mengetahuinya dari masyarakat, dan setelah mendapat berita tersebut lalu saksi langsung menuju rumah sakit tempat korban dirawat dan setelah itu baru saksi membuat laporan ke kantor Polsek Payung ; - Bahwa saksi tidak mengetahui apa permasalahan antara saksi korban dengan terdakwa ; - Bahwa akibat penganiayaan yang dilakukan terdakwa, korban harus dirawat di Rumah Sakit selama 4 (empat) hari dan saksi terhalang untuk melakukan pekerjaan sehari-hari ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan ;

7 3. BRIAN DANI SURBAKTI, berjanji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : - Bahwa terdakwa Sedia Tarigan telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa cara terdakwa melakukan penganiayaan adalah dengan menusukkan sebilah pisau ke arah tubuh korban yang mengenai rusuk sebelah kiri korban ; - Bahwa saksi mengetahui hal tersebut karena pada waktu kejadian saksi berjalan beriringan dengan korban dan beberapa warga lainnya seusai gotong royong memperbaiki saluran air, dan pada waktu berjalan tersebut saksi mendengar korban berteriak tebakna aku (tikamnya aku), mendengar hal tersebut saksi menoleh kebelakang dan melihat korban sudah terjaduh sehingga saksi langung berlari kearah korban dan kemudian memegangi korban, sedangkan pada waktu itu saksi melihat terdakwa berlari dari tempat kejadian sambil memgang sebilah pisau; - Bahwa kemudian saksi dan warga masyarakat lainnya membawa korban ke rumah sakit untuk berobat ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan ; 4. JANUSTA TARIGAN, berjanji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: - Bahwa terdakwa Sedia Tarigan telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa cara terdakwa melakukan penganiayaan adalah dengan menusukkan sebilah pisau ke arah tubuh korban yang mengenai rusuk sebelah kiri korban ; - Bahwa saksi tidak melihat kejadian tersebut dikarenakan pada waktu berjalan beriringan posisi saksi jauh dibelakang korban, dan setelah kejadian tersebut barulah saksi melihat korban yang dipegangi oleh Brian Dani Surbakti, dimana pada saat itu bagian rusuk korban terluka dan mengeluarkan darah; - Bahwa kemudian saksi dan warga masyarakat lainnya membawa korban ke rumah sakit untuk berobat ;

8 Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan ; 5. MEDISTA PURBA, berjanji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: - Bahwa terdakwa Sedia Tarigan telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa cara terdakwa melakukan penganiayaan adalah dengan menusukkan sebilah pisau ke arah tubuh korban yang mengenai rusuk sebelah kiri korban ; - Bahwa setelah kejadian saksi melihat korban terluka pada bagian rusuknya dan mengeluarkan darah; - Bahwa kemudian saksi dan warga masyarakat lainnya membawa korban ke rumah sakit untuk berobat ; - Bahwa saksi tidak mengetahui permasalahan antara korban dan terdakwa ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan ; 6. SETIA BANGSA PANDIA, berjanji pada pokoknya menerangkan sebagai berikut: - Bahwa terdakwa Sedia Tarigan telah melakukan penganiayaan terhadap saksi korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa cara terdakwa melakukan penganiayaan adalah dengan menusukkan sebilah pisau ke arah tubuh korban yang mengenai rusuk sebelah kiri korban ; - Bahwa setelah kejadian saksi melihat korban terluka pada bagian rusuknya dan mengeluarkan darah; - Bahwa saksi tidak mengetahui permasalahan antara korban dan terdakwa ; Menimbang, bahwa atas keterangan saksi tersebut terdakwa tidak keberatan ; Menimbang, bahwa dipersidangan telah pula didengar keterangan Terdakwa SEDIA TARIGAN yang pada pokonya menerangkan sebagai berikut: - Bahwa terdakwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa

9 Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi ; - Bahwa terdakwa melakukan penganiayaan terhadap korban adalah dengan cara menusukkan sebilah pisau yang dipegang terdakwa yang mengenai bagian tubuh korban ; - Bahwa alat yang digunakan terdakwa untuk melakukan penganiayaan tersebut adalah sebilah pisau dengan panjang sekira 30 (tiga puluh) cm ; - Bahwa sewaktu kejadian, posisi terdakwa dengan korban saling berhadapan ; - Bahwa sebabnya terdakwa melakukan penikaman/penusukan terhadap saksi korban karena terdakwa tidak senang dengan kelakuan saksi korban dimana pada saat berjalan dan melewati perladangan terdakwa, terdakwa yang saat itu sedang makan siang bersama istrinya melihat saksi korban mengedipkan matanya kearah istri terdakwa dan saat itu juga terdakwa berkata Perindung-indung (suka istri orang) dan saksi korban melihat kearah terdakwa sambil menggerakkan mulutnya seperti menentang lalu terdakwa mengatakan : Kupegas kamu (kuhantam kamu) sambil mendatangi kearah saksi korban lalu menusukkan sebilah pisau yang dipegang terdakwa ke tubuh korban ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum mengajukan Barang Bukti dalam persidangan ini yaitu berupa : - 1 (satu) potong baju warna putih berkerah warna biru les kuning dan di kantong depan bertuliskan Asiana yang telah koyak dan adanya bekas darah; - 1 (satu) potong baju kaos dalam berwarna putih merek Poly yang telah koyak dan adanya bekas darah ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum dalam perkara ini ada mengajukan : Visum Et Repertum Luka Nomor : VR-4/RS-ETA/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Nelli (dokter pada Rumah Sakit Efarina Etaham) yang telah melakukan pemeriksaan terhadap TN. Arja Perangin-Angin dengan kesimpulan sebagai berikut : Telah dilakukan pemeriksaan terhadap pasien jenis

10 kelamin laki-laki dengan keadaan compos mentis. Pada korban ditemukan luka pada dada sebelah kiri dengan ukuran lima kali nol, lima kali tiga sentimeter. Pada korban dilakukan penanganan pembersihan luka, heacting tiga kali di bagian dalam dan tujuh kali di bagian luar. Terhadap korban dilakukan penanganan pembersihan luka, heacting tiga kali di bagian dalam dan tujuh kali di bagian luar. Korban dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi sampai dengan tanggal dua puluh satu bulan enam tahun dua ribu empat belas dengan diagnosa VL a/r thorax sinistra; Menimbang, bahwa berdasarkan alat-alat bukti dan barang bukti di persidangan maka dapat diperoleh fakta hukum sebagai berikut : - Bahwa benar telah terjadi penikaman yang dilakukan oleh terdakwa Setia Tarigan terhadap Arjo Perangin-angin alias Arja ; - Bahwa benar penikaman yang dilakukan terdakwa tersebut terjadi pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi; - Bahwa benar terdakwa menikam saksi korban dengan menggunakan sebilah pisau sepanjang 35 cm ke arah rusuk sebelah kiri saksi korban ; - Bahwa benar akibat perbuatan terdakwa, saksi korban mengalami 7 (tujuh) jahitan yang dilakukan oleh dr. Nelli dokter pada Rumah Sakit Efarina Etaham ; - Bahwa benar terdakwa Sedia Tarigan melakukan perbuatan tersebut karena merasa cemburu dengan saksi korban ; Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah Terdakwa dapat dipersalahkan melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum ; Menimbang, bahwa Jaksa Penuntut Umum telah mendakwa terdakwa dalam Dakwaan Tunggal melanggar pasal 351 ayat (2) KUHP yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut: 1. Barang Siapa ; 2. Melakukan penganiayaan ; 3. Mengakibatkan luka berat ;

11 Ad. 1. BARANG SIAPA Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan barang siapa adalah ditujukan kepada setiap orang yang merupakan subjek hukum yang dikontruksikan sebagai pelaku perbuatan pidana, dalam hal ini Prof. Muliyatno dan Mr. Tresna berpendapat bahwa unsur barang siapa atau yang diidentikkan oleh Wetboek Van Stafrecht sebagai Hij dinyatakan bukan sebagai unsur tindak pidana. Akan tetapi menurut Majelis Hakim hal tersebut tetap mempunyai kedudukan yang sangat penting dan menentukan dalam hubungannya dengan suatu tindak pidana itu sendiri, tanpa pelaku tidak mungkin ada tindak pidana (No Actor No Action). Oleh karena itu Barang Siapa adalah tetap menjadi elemen pokok yang tidak dapat dihilangkan begitu saja dalam usaha pembuktian terhadap adanya dugaan telah terjadinya suatu tindak pidana yang dilakukan oleh seseorang atau siapa saja sebagai perorangan atau kelompok orang guna menemukan pelaku (Dader) yang sebenarnya. Prof. Satochid Kartanegara, SH, menyatakan bahwa Pelaku adalah barang siapa yang memenuhi semua unsur unsur dari yang terdapat dalam perumusan perumusan delict (Hukum Pidana Kumpulan Kuliah), Balai Lektur Mahasiswa, bagian Dua, halaman 5 ) ; Menimbang, bahwa pengertian Barang siapa disini secara umum adalah siapa saja setiap orang yang berkedudukan sebagai subjek hukum sebagai pendukung hak dan kewajiban dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani, serta memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab (Toerekenings vaan Baarheid) atas segala perbuatan yang telah dilakukan; Menimbang, bahwa dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum telah menghadapkan orang yang bernama SEDIA TARIGAN yang setelah melalui pemeriksaan pendahuluan di tingkat Penyidikan dan Prapenuntutan dinyatakan sebagai terdakwa, dan ternyata pula dipersidangan atas pertanyaan Majelis Hakim dirinya menyatakan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta mengakui dan membenarkan identitasnya yang tertera dalam berkas perkara maupun dalam surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum tertanggal 19 Agustus 2014 No.Reg.Perkara : PDM-52/KABAN/08/2014 adalah benar sebagai identitas dirinya ; Menimbang, bahwa tentang kemampuan bertanggung jawab ditegaskan dalam Memorie Van Toelichting (MVT), bahwa setiap orang sebagai elemen barang siapa secara Historis Kronologis merupakan subjek hukum yang dengan sendirinya

12 telah melekat dengan kemampuan bertanggung jawab, kecuali secara tegas Undang- undang menentukan lain ; Menimbang, bahwa berdasarkan analisa dan pertimbangan tersebut diatas, terhadap unsur barang siapa yang disandarkan kepada terdakwa untuk sekedar memenuhi kapasitasnya sebagai Subjek hukum dalam perkara ini secara yuridis formil telah terpenuhi, akan tetapi untuk menentukan apakah dirinya secara Yuridis Materiil benar benar sebagai pelaku dari tindak pidana adalah sangat bergantung dari pembuktian terhadap unsur unsur tindak pidana yang selanjutnya ; Ad. 2. Melakukan Penganiayaan: Menimbang, bahwa menurut Yurisprudensi yang diartikan penganiayaan yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit (pijn) atau luka pada tubuh orang lain. Pengertian lain menyebutkan penganiayaan ialah sengaja merusak kesehatan orang. Kesengajaan dalam hal ini menurut Yurisprudensi adalah maksud sifat perbuatan yang menyebabkan cidera pada badan. Semuanya ini harus dilakukan dengan sengaja dan tidak dengan maksud yang patut atau melewati batas yang diijinkan; Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam pemeriksaan di persidangan berupa keterangan saksi-saksi, alat bukti surat, petunjuk dan keterangan terdakwa serta dihubungkan dengan barang bukti sebagaimana yang telah kami jelaskan diatas, diperoleh fakta-fakta bahwa pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 saksi korban Arjo Perangin-Angin Als Arja bersama beberapa orang warga Desa Sukatendel pergi ke Perladangan Juma Kenjulu/Perladangan Jabi-Jabi untuk memperbaiki saluran air ke Desa Sukatendel. Setelah selesai memperbaiki saluran air sekira pukul wib saksi korban bersama warga Desa yang lainnya pulang kerumah dan berjalan secara beriringan karena jalannya hanya jalan setapak dan pada saat itu saksi korban berjalan paling belakang diantara warga desa yang lain dimana saat itu saksi korban ada membawa bambu untuk keperluan pipa air. Sesampainya di Perladangan Juma Kenjulu/Perladangan Jabi-Jabi, dari sebelah kiri saksi korban tepatnya dari belakang saksi korban ada mendengar suara yang mengatakan woi perindung-indung (woi pemain wanita) mendengar suara tersebut saksi korban langsung menoleh kebelakang dan ternyata suara tersebut adalah suara terdakwa Sedia Tarigan yang

13 saat itu langsung mengejar saksi korban dengan membawa sebilah pisau sepanjang 35 (tiga puluh lima) centi meter yang ada ditangan kanannya. Melihat terdakwa ada membawa pisau sambil berlari kearah saksi korban lalu saksi korban langsung menjatuhkan bambu yang dibawanya karena takut dan hendak berlari untuk menyelamatkan diri, namun belum sempat berlari terdakwa langsung menikam / menusuk saksi korban sebanyak tiga kali namun yang kena hanya satu kali dibagian rusuk sebelah kiri. Pada saat terdakwa melakukan penusukan/penikaman, saksi korban hendak menyelamatkan diri dan berteriak aku enggo kenna tebak (saya sudah kena tikam) mendengar suara saksi korban lalu warga desa yang berjalan duluan dari saksi korban menoleh kebelakang dan saat itu saksi korban terjatuh sehingga langsung dipegang oleh saksi Bryan Dani Surbakti dibantu oleh saksi Janusta Tarigan, saksi Medista Purba, saksi Setia Bangsa Pandia dan saksi Kalpin Pinem serta membawa saksi korban berobat ke Rumah Sakit sedangkan terdakwa pada saat itu langsung melarikan diri ke arah Perladangan yang ada di lokasi kejadian dan akibat dari perbuatan terdakwa saksi korban mengalami pening, sakit di bagian rusuk sebelah kiri dan mendapat jahitan sebanyak 7 (tujuh) jahitan dan terhalang untuk melakukan kegiatan sehari-hari sesuai dengan VR-4/RS- ETA/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Nelli (dokter pada Rumah Sakit Efarina Etaham) yang telah melakukan pemeriksaan terhadap TN. Arja Perangin-Angin ; Menimbang, bahwa dengan demikian unsur ini terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum ; Ad.3. Mengakibatkan luka berat Menimbang, bahwa menurut Pasal 90 KUHP menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan luka berat adalah sebagai berikut : - Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali, atau yang menimbulkan bahaya maut; - Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencarian; - Kehilangan salah satu pancaindera; - Mendapat cacat berat; - Menderita sakit lumpuh; - Terganggunya daya pikir selama empat minggu lebih;

14 - Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan. Menimbang, bahwa keadaan-keadaan yang disebutkan dalam Pasal 90 KUHP tersebut bukan merupakan keseluruhan keadaan yang dapat dimasukkan ke dalam pengertian luka berat akan tetapi sebaliknya pengertian luka berat itu tidak boleh ditafsirkan secara terlalu luas. Mengenai keadaan-keadaan yang dimasukkan ke dalam pengertian luka berat di dalam Pasal 90 KUHP tersebut, Hoge Raad dalam Arrestnya tertanggal 22 Oktober 1902 dan Bijzondere Raad van Cassatie di dalam putusan kasasinya tertanggal 15 Mei 1950 telah memberikan putusan yang isinya sama, yakni yang mengatakan antara lain : Pasal ini hanya menyebutkan beberapa keadaan yang dapat dipandang sebagai luka berat pada tubuh akan tetapi pengertiannya tidak terbatas pada keadaan-keadaan itu saja. Disitu memang perlu adanya kerugian yang sifatnya berat bagi orang yang mendapat luka, akan tetapi kerugian tersebut tidak perlu bersifat tetap ; Menimbang, bahwa fakta-fakta yang terungkap di persidangan yang diperoleh dari keterangan saksi-saksi, surat dan keterangan terdakwa : Bahwa terdakwa telah melakukan penganiayaan terhadap korban pada hari Rabu tanggal 18 Juni 2014 sekira pukul wib bertempat Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo tepatnya di Perladangan Juma Kenjulu atau Perladangan Jabi-Jabi yang dilakukan terdakwa dengan cara menusukkan sebilah pisau dengan panjang sekira 30 cm yang dipegang terdakwa yang mengenai rusuk sebelah kiri korban sehingga korban menderita luka dan mengeluarkan darah sebagaimana disebutkan dalam Visium Et Repertum Luka Nomor : VR-4/RS-ETA/VI/2014 tanggal 30 Juni 2014 yang dibuat dan ditanda tangani oleh Dr. Nelli (dokter pada Rumah Sakit Efarina Etaham) yang telah melakukan pemeriksaan terhadap TN. Arja Perangin- Angin dengan kesimpulan sebagai berikut : Telah dilakuakn pemeriksaan terhadap pasien jenis kelamin laki-laki dengan keadaan compos mentis. Pada korban ditemukan luka pada dada sebelah kiri dengan ukuran lima kali nol, lima kali tiga sentimeter. Pada korban dilakukan penanganan pembersihan luka, heacting tiga kali di bagian dalam dan tujuh kali di bagian luar. Terhadap korban dilakukan penanganan pembersihan luka, heacting tiga kali di bagian dalam dan tujuh kali di bagian luar. Korban dirawat di Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi sampai

15 dengan tanggal dua puluh satu bulan enam tahun dua ribu empat belas dengan diagnosa VL a/r thorax sinistra; Menimbang, bahwa dengan demikian unsur ini telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum; Menimbang, bahwa oleh karena unsur-unsur dari pasal yang didakwakan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan, maka oleh karenanya Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum tersebut ; Menimbang, bahwa dipersidangan Majelis Hakim tidak menemukan alasan pembenar atau pemaaf sebagai alasan penghapus pidana, oleh karena itu sudah sepatutnya apabila Terdakwa dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya sebagaimana diatur pada pasal 193 KUHAP, sesuai dengan rasa kemanusiaan, rasa keadilan dan kepastian hukum ; Menimbang, bahwa bahwa sesuai dengan ketentuan pasal 22 ayat (4) KUHAP maka Majelis Hakim menetapkan agar hukuman yang akan dijalani oleh Terdakwa tersebut akan dikurangkan seluruhnya dari masa tahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa ; Menimbang, bahwa karena Terdakwa sebelum putusan ini berada dalam tahanan, sedangkan hukuman yang akan dijatuhkan melebihi dari lamanya Terdakwa berada dalam tahanan maka ada alasan yang sah memerintahkan agar Terdakwa tetap berada dalam tahanan, sebagaimana diatur pada pasal 193 ayat (2) huruf B KUHAP; Menimbang, bahwa mengenai barang bukti berupa : 1 (satu) potong baju warna putih berkerah warna biru les kuning dan di kantong depan bertuliskan Asiana yang telah koyak dan adanya bekas darah dan 1 (satu) potong baju kaos dalam berwarna putih merek Poly yang telah koyak dan adanya bekas darah ; Dikembalikan kepada pemiliknya; Menimbang, bahwa bawa sesuai dengan ketentuan pasal 222 ayat (1) KUHAP, oleh karena Terdakwa dijatuhi pidana maka Terdakwa patut dibebani untuk membayar biaya perkara ;

16 Menimbang, bahwa sebelum menjatuhkan pidana kepada Terdakwa terlebih dahulu akan dipertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan dari perbuatan Terdakwa tersebut ; Hal-hal yang memberatkan : Hal-hal yag meringankan : Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya di persidangan ; Terdakwa belum pernah dihukum ; Terdakwa adalah tulang punggung keluarga ; Mengingat pasal 351 Ayat (2) KUHP, pasal-pasal dalam KUHAP dan Peraturan-peraturan lain yang bersangkutan dengan perkara ini ; M E N G A D I L I : 1. Menyatakan terdakwa SEDIA TARIGAN telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Penganiayaan yang mengakibatkan luka berat sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum; 2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa SEDIA TARIGAN tersebut oleh karena itu dengan pidana penjara selama 1 (satu) Tahun dan 2 (dua) bulan ; 3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ; 4. Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan; 5. Menyatakan barang bukti berpa : 1 (satu) potong baju warna putih berkerah warna biru les kuning dan di kantong depan bertuliskan Asiana yang telah koyak dan adanya bekas darah; 1 (satu) potong baju kaos dalam berwarna putih merek Poly yang telah koyak dan adanya bekas darah ; Dikembalikan kepada pemiliknya ; 6. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp ,- (seribu rupiah);

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl.

P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. P U T U S A N Nomor : 142/Pid.B/2012/PN.Dgl. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Donggala yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 345/Pid.B/2014/PN.BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada peradilan tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 147 /Pid.B/2014/PN. BJ.- DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana biasa dalam peradilan tingkat pertama dengan

Lebih terperinci

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id

Direktori Putusan Pengadilan Negeri Sibolga pn-sibolga.go.id PUTUSAN Nomor 354/Pid.B/2014/PN Sbg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Sibolga yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:----------------------

P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara terdakwa:---------------------- P U T U S A N NOMOR :239 / PID B / 2013/PN. BJ. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989

P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur : 25Tahun/ 26 Desember 1989 P U T U S A N NOMOR : 392/PID.B/2014/PN.BJ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Binjai yang mengadili perkara-perkara pidana pada Peradilan Tingkat pertama dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN No : 130/Pid/Sus/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara - perkara pidana dengan acara pemeriksaan perkara biasa dalam peradilan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 763/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982.

NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Umur / Tgl.Lahir : 30 tahun / 29 Juni 1982. P U T U S A N NOMOR : 263 /PID/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ------ PENGADILAN TINGGI SUMATERA UTARA DI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor :170/Pid/2014/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara pidanadalam peradilan tingkat Banding, menjatuhkan Putusan seperti

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN.

P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. P U T U S A N NOMOR : 196/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 23 TAHUN 2004 TENTANG PENGHAPUSAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa setiap warga negara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn.

P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. P U T U S A N Nomor : 339/PID/2011/PT-Mdn. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 689/PID/2012/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU;

P U T U S A N. Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1. Nama Lengkap : SARDIAMAN PURBA ALS PANGULU; P U T U S A N Nomor : 341/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah

Lebih terperinci

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 276/Pid/2014/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding,

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. pada peradilan tingkat banding telah menjatuhkan putusan P U T U S A N NOMOR 129 / PID / 2015/ PT MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Medan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara pidana pada peradilan tingkat banding

Lebih terperinci

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

- 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA - 1 - P U T U S A N NOMOR : 628 / PID.SUS / 2014 / PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN di Medan, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA,

P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, P U T U S A N NOMOR : 386/PID/2014/PT. BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA, Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam peradilan tingkat banding telah

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 157/ Pid.Sus/2015/ PN.Stb(NARKOTIKA) Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa Pengadilan Negeri Stabat yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara pidana pada tingkat pertama

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-07 B A L I K P A P A N P U T U S A N Nomor : 33 - K/PM I-07/AD/ VI / 2013 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-07 Balikpapan yang bersidang di Balikpapan

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor:0230/Pdt.G/2007/PA.Wno BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Wonosari yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara tertentu pada

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ]

UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] UNDANG-UNDANG NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG [LN 2007/58, TLN 4720 ] BAB II TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG Pasal 2 (1) Setiap orang yang melakukan perekrutan,

Lebih terperinci

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N. Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 56/PID/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara pidana dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ;

P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Nama lengkap : SUGIANTO GIRSANG ; P U T U S A N Nomor : 334/PID/2013/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA ---- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Tinggi Medan pidana dalam peradilan tingkat

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ;

P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding, telah menjatuhkan putusan. Islam, pekerjaan Wiraswasta ; P U T U S A N Nomor : 138/PDT/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI BANDUNG di Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam Peradilan Tingkat Banding,

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 265/ Pid. B/ 2014/ PN. Stabat. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA -----------Pengadilan Negeri Stabat di Stabat mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan

Lebih terperinci

TENTANG DUDUK PERKARA

TENTANG DUDUK PERKARA P E N E T A P A N Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada tingkat

Lebih terperinci

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN Nomor : 0827/Pdt.G/2010/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

Wajib Lapor Tindak KDRT 1

Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Wajib Lapor Tindak KDRT 1 Rita Serena Kolibonso. S.H., LL.M. Pengantar Dalam beberapa periode, pertanyaan tentang kewajiban lapor dugaan tindak pidana memang sering diangkat oleh kalangan profesi khususnya

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa untuk mewujudkan upaya

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N NOMOR 111/Pid.B/2014/PN.Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara-perkara pidana dengan acara pemeriksaan secara biasa dalam Peradilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa.

BAB I PENDAHULUAN. penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi. pidana atau tidak yang dilakukan terdakwa. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Alat bukti berupa keterangan saksi sangatlah lazim digunakan dalam penyelesaian perkara pidana, keterangan yang diberikan oleh seorang saksi dimaksudkan untuk

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2006 TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : a. bahwa salah satu alat

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING

PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING PETUNJUK PENGISIAN ADVISBLAAD HAKIM BANDING I. Mempelajari Berkas Perkara 1. Bentuk Dakwaan: a. Tunggal : Adalah tehadap Terdakwa hanya didakwakan satu perbuatan yang memenuhi Uraian dalam satu Pasal tertentu

Lebih terperinci

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM PENETAPAN Nomor: 0051/Pdt.P/2013/PA.Pas. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata dalam tingkat

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL

PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2010 TENTANG MANAJEMEN PENYIDIKAN OLEH PENYIDIK PEGAWAI NEGERI SIPIL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK

Lebih terperinci

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN

JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN I. PENDAHULUAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA SURAT EDARAN JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: SE-004/J.A/11/1993 TENTANG PEMBUATAN SURAT DAKWAAN Menurut hasil eksaminasi perkara terutama perkara-perkara

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT P U T U S A N Nomor : 241 / Pid.Sus / 2015 / PN Stb. (Narkotika). DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan

Lebih terperinci

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P E N E T A P A N. Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN P E N E T A P A N Nomor : 0053/Pdt.P/2012/PA.Pas BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Pasuruan yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara

Lebih terperinci

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ;

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. Perkara Permohonan, yang diajukan oleh : 1. S U B A R I,Umur 49 tahun,pekerjaan Karyawan Swasta ; P E N E T A P A N Nomor : 151 /Pdt.P/2013/PN.Wnsb. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Wonosobo yang mengadili perkara perdata dalam tingkat pertama, telah menetapkan seperti

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia,

MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA. Presiden Republik Indonesia, MAHKAMAH AGUNG Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 Tanggal 30 Desember 1985 Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia, a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA www.legalitas.org UNDANG-UNDANG NOMOR 3 TAHUN 1997 TENTANG PENGADILAN ANAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Menimbang : a. bahwa anak adalah bagian dari generasi muda sebagai

Lebih terperinci

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg.

P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. Nomor P U T U S A N 69/Pid.Sus-Narkotika/2015/PT.Bdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara Pidana dalam tingkat banding telah

Lebih terperinci

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

SALINAN PENETAPAN. Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA SALINAN PENETAPAN Nomor : XX/Pdt.P/2011/PA.Ktb BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN AGAMA Kotabumi yang memeriksa dan mengadili perkara perdata pada

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM DISIPLIN MILITER DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa Tentara Nasional Indonesia

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA ATAU TERDAKWA PENYALAH GUNA, KORBAN PENYALAHGUNAAN, DAN PECANDU NARKOTIKA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 14 TAHUN 1985 TENTANG MAHKAMAH AGUNG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N Nomor : 98 /Pdt.G /2010/ PAME BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara enim di Muara Enim yang memeriksa dan mengadli perkara-perkara

Lebih terperinci

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi

MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI. Komisi Pemberantasan Korupsi MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI BUKU PANDUAN UNTUK MEMAHAMI TINDAK PIDANA KORUPSI KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA MEMAHAMI UNTUK MEMBASMI Penyusun Desain Sampul & Tata Letak Isi MPRCons Indonesia

Lebih terperinci

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

PUTUSAN. NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PUTUSAN NOMOR : 333/Pdt.G/2010/PAME. BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Muara Enim yang memeriksa dan mengadili perkara tertentu pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI STABAT

PENGADILAN NEGERI STABAT PUTUSAN Nomor: 252 / Pid.B /2014/ PN-Stb DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Stabat yang mengadili perkara-perkara Pidana dengan acara pemeriksaan biasa pada Peradilan tingkat

Lebih terperinci

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian.

1. PELAPORAN Proses pertama bisa diawali dengan laporan atau pengaduan ke kepolisian. KASUS PIDANA UMUM CONTOH-CONTOH KASUS PIDANA: Kekerasan akibat perkelahian atau penganiayaan Pelanggaran (senjata tajam, narkotika, lalu lintas) Pencurian Korupsi Pengerusakan Kekerasan dalam rumah tangga

Lebih terperinci

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP

KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR :02 TAHUN 2012 TENTANG PENYESUAIAN BATASAN TINDAK PIDANA RINGAN DAN JUMLAH DENDA DALAM KUHP MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PROSEDUR BERACARA DALAM PEMBUBARAN PARTAI POLITIK MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang Mengingat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, enimbang: a. bahwa negara Republik Indonesia, sebagai negara hukum

Lebih terperinci

PERBUATAN MELANGGAR HUKUM OLEH PENGUASA

PERBUATAN MELANGGAR HUKUM OLEH PENGUASA PERBUATAN MELANGGAR HUKUM OLEH PENGUASA (PMHP/OOD) disampaikan oleh: Marianna Sutadi, SH Pada Acara Bimbingan Teknis Peradilan Tata Usaha Negara Mahkamah Agung RI Tanggal 9 Januari 2009 Keputusan Badan/Pejabat

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2006 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 7 TAHUN 1989 TENTANG PERADILAN AGAMA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 08/PMK/2006 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM SENGKETA KEWENANGAN KONSTITUSIONAL LEMBAGA NEGARA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 242/PID/2013/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Tinggi Bandung, yang mengadili perkara-perkara pidana dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan

Lebih terperinci

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : HUKUM ACARA PIDANA Undang-Undang No. 8 Tahun 1981 tanggal 31 Desember 1981 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, a. bahwa negara Republik Indonesia adalah negara hukum

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 2007 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa setiap orang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN

KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPUTUSAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 144/KMA/SKNIII/2007 TENTANG KETERBUKAAN INFORMASI DI PENGADILAN KETUA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa hutan, sebagai

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam

P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam P U T U S A N Nomor : 2030 K/Pdt/2003 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G memeriksa perkara perdata dalam tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN MILITER I-04 P A L E M B A N G P U T U S A N Nomor : 161-K/PM I-04/AD/XII/2014 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer I-04 Palembang yang bersidang di Palembang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 2011 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 22 TAHUN 2004 TENTANG KOMISI YUDISIAL DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG BANTUAN TIMBAL BALIK DALAM MASALAH PIDANA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa negara Republik

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2002 TENTANG KOMISI PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa dalam rangka

Lebih terperinci

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG

NOMOR : M.HH-11.HM.03.02.th.2011 NOMOR : PER-045/A/JA/12/2011 NOMOR : 1 Tahun 2011 NOMOR : KEPB-02/01-55/12/2011 NOMOR : 4 Tahun 2011 TENTANG PERATURAN BERSAMA MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA JAKSA AGUNG REPUBLIK INDONESIA KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI REPUBLIK INDONESIA KETUA

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN KEPALA BADAN NARKOTIKA NASIONAL NOMOR 11 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PENANGANAN TERSANGKA DAN/ATAU TERDAKWA PECANDU NARKOTIKA DAN KORBAN PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA KE DALAM LEMBAGA REHABILITASI

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA.

P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. 1 P U T U S A N NOMOR : 19/PDT/2014/PT-MDN. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA. ----- PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkara Perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm

file://\\172.27.0.12\web\prokum\uu\2004\uu 8 2004.htm Page 1 of 14 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih

Menimbang : a. bahwa untuk kelancaran pemulihan kerugian Daerah agar dapat berjalan lebih RANCANGAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA NOMOR TAHUN 2013 TENTANG TUNTUTAN PERBENDAHARAAN DAN TUNTUTAN GANTI RUGI KEUANGAN DAN BARANG DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PENAJAM

Lebih terperinci

Pekerjaan : Pelajar kelas 2 Aliah.

Pekerjaan : Pelajar kelas 2 Aliah. P U T U S A N NOMOR 429/PID/2013/PTBdg. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA; Pengadilan Tinggi Bandung yang mengadili perkara-perkara pidana dalam peradilan tingkat banding, telah menjatuhkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH www.bpkp.go.id UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAHAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN

Lebih terperinci

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA P U T U S A N NOMOR : 45/PDT/2013/PT-MDN DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA PENGADILAN TINGGI MEDAN, yang memeriksa dan mengadili perkaraperkara perdata dalam tingkat banding telah menjatuhkan

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR : 04/PMK/2004 TENTANG PEDOMAN BERACARA DALAM PERSELISIHAN HASIL PEMILIHAN UMUM MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA Menimbang

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PEMBERHENTIAN DENGAN HORMAT, PEMBERHENTIAN TIDAK DENGAN HORMAT, DAN PEMBERHENTIAN SEMENTARA, SERTA HAK JABATAN FUNGSIONAL JAKSA

Lebih terperinci

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR: 05/PMK/2004 TENTANG PROSEDUR PENGAJUAN KEBERATAN ATAS PENETAPAN HASIL PEMILIHAN UMUM PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2004 MAHKAMAH

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN

Lebih terperinci

Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP

Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP Hal-Hal Penting Terkait Penangkapan Yang Harus Diatur RKUHAP Oleh : Supriyadi W. Eddyono ICJR Pada prinsipnya, segala bentuk tindakan atau upaya paksa yang mencabut atau membatasi kebebasan merupakan tindakan

Lebih terperinci

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 1999 TENTANG ARBITRASE DAN ALTERNATIF PENYELESAIAN SENGKETA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa berdasarkan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG PEMILIHAN GUBERNUR, BUPATI, DAN WALIKOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang:

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 27 TAHUN 2009 TENTANG MAJELIS PERMUSYAWARATAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 28 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN NEGARA YANG BERSIH DAN BEBAS DARI KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Presiden Republik Indonesia

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 51 TAHUN 2009 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN TATA USAHA NEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 2 TAHUN 1986 TENTANG PERADILAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang

RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang RINGKASAN PERBAIKAN PERMOHONAN KEDUA Perkara Nomor 79/PUU-XII/2014 Tugas dan Wewenang DPD Sebagai Pembentuk Undang-Undang I. PEMOHON Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dalam hal ini diwakili oleh Irman Gurman,

Lebih terperinci

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA SALINAN PERATURAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TENGAH NOMOR 4 TAHUN 2013 TENTANG TATA CARA TUNTUTAN GANTI KERUGIAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR KALIMANTAN TENGAH, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG

RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG RANCANGAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG PENETAPAN PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2010 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN PERATURAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TENTANG TATA TERTIB DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2002 TENTANG TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: a. bahwa kejahatan yang menghasilkan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS SALINAN UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2004 TENTANG JABATAN NOTARIS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA

NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA NASKAH PUBLIKASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANGGOTA MILITER YANG MELAKUKAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI WILAYAH HUKUM PENGADILAN MILITER II 11 YOGYAKARTA Disusun oleh: ADAM PRASTISTO JATI NPM : 07 05 09661

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, 1 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2001 TENTANG YAYASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa pendirian Yayasan di Indonesia selama ini dilakukan

Lebih terperinci

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn

P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn P U T U S A N Nomor : 0328/Pdt.G/2012/PA.Bn BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Agama Bengkulu Kelas I A yang mengadili perkara perdata pada tingkat pertama

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2 TAHUN 2003 TENTANG PERATURAN DISIPLIN ANGGOTA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa

Lebih terperinci