Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian 2014

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian 2014"

Transkripsi

1 Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian 2014

2 SASARAN STRATEGIS PROGRAM PENINGKATAN NILAI TAMBAH, DAYA SAING, MUTU, PEMASARAN HASIL DAN INVESTASI PERTANIAN MENGACU PADA EMPAT SASARAN STRATEGIS KEMENTAN Meningkatnya Ketahanan Pangan Meningkatnya Ekspor dan Substitusi Impor Produk Pertanian Meningkatnya ketersediaan bahan baku bio- industri dan bio- energi Meningkatnya penyediaan infrastruktur pertanian SASARAN Meningkatnya ekspor produk pertanian sebesar 10% per tahun Meningkatnya penguasaan pasar domestik produk pertanian Nusantara sebanyak 15 % per tahun Meningkatnya nilai investasi sektor pertanian PMA 8% per tahun dan PMDN 6% per tahun INDIKATOR KINERJA UTAMA 1. Nilai ekspor produk andalan ekspor 2. Nilai ekspor produk potensial ekspor 1. Nilai impor produk pertanian 2. Volume produksi produk segar dan olahan komoditas strategis 1. Nilai investasi PMDN 2. Nilai investasi PMA

3 SASARAN Meningkatnya ekspor produk pertanian sebesar 10% per tahun. STRATEGI Pengembanga n Market Inteligence Mambangun diplomasi perdagangan Pengawalan mutu produk pertanian Promosi perdagangan di luar negeri KEBIJAKAN Kebijakanpengembangan komoditas dan pasar ekspor melalui : Peningkatan kerjasama perdagangan bilateral,regional, dan multilateral, Peningkatan harmonisasi standar mutu, Peningkatan promosi dan advokasi menghadapi persaingan global, Penyediaan sarana yang mendorong peningkatan ekspor produk pertanian

4 Lanjutan... SASARAN Meningkatnya penguasaan pasar domestik produk pertanian Nusantara sebanyak 15 %per tahun STRATEGI Marketinteligence pasar domsetik Public awarness terhadap produk nusantara Promosi produk pertanian disalam negeri Pengawalan mutu produk pertanian Fasilitasi kemitraan usaha KEBIJAKAN Kebijakanpengembangan pengolahan hasil pertanian dan komoditas substitusi impor melalui : Pengembangan infrastrukturdan kelembagaan pasar, Peningkatan fasilitasi sarana pengolahan hasil pertanian, Pengembangan bio-energi, Penerapan standar dan keamanan pangan, Pengembangan kelembagaan dan pengawasan mutu, Kerjasama dan jaringan pemasaran, Promosi dan advokasi, Pengembangan informasi pasar, Insentif harga, Peningkatan SDM

5 Lanjutan... SASARAN Meningkatnya nilai investasi sektor pertanian PMA 8% per tahun dan PMDN 6% per tahun. STRATEGI Promosi investasi pengembangan sektor pertanian Penyediaan informasi prosedur dan area investasi pertanian KEBIJAKAN Kebijakaninvestasi pertanian melalui : Promosi investasi di dalam dan luar negeri, Kerjasama dan kemitraan usaha, Pengembangan kawasan agribisnis, Pengembangan agrowisata Pengembangan informasi potensi daerah dan investasi.

6 FOKUS KOMODITAS PPHP Produk Pangan Utama Beras, Jagung, Kedelai, Gula dan Daging Sapi Produk Andalan Ekspor Produk Potensial Ekspor Produk Substitusi Impor Produk Pangan Khusus Kelapa Sawit, Karet, Kakao, Kopi, Lada, Cengkeh, Teh, Tembakau, Nilam, Rempah, Manggis, Mangga, Nanas dan Salak Pisang, Anggrek, Krisan dan Tanaman Hias Lainnya, Temulawak dan Biofarmaka Lainnya, Sayuran dan Buah Tropika Lainnya, Minyak Atsiri, Produk Specialty dan Mete Susu, Kapas, Jeruk, Ubi Kayu, Sagu (Tepung) dan Durian Bawang Merah, Cabe, Telur dan Daging Ayam

7 CARA PENCAPAIAN SASARAN Kegiatan Pusat, Dekonsentrasi + TP PENGEMBANGAN USAHA & INVESTASI Kegiatan Pusat, Dekonsentrasi + TP PENGEMBANGAN PEMASARAN DOMESTIK Kegiatan Pusat, Dekonsentrasi + TP MUTU DAN STANDARDISASI IKK = Indikator Kinerja Kegiatan IKK (Output) Sasaran danindikator KinerjaUtama (IKU) PPHP (Outcome) Kegiatan Pusat, Dekonsentrasi + TP PEMASARAN INTERNASIONAL Kegiatan Pusat, Dekonsentrasi + TP PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN

8

9 KEGIATAN UNTUK PENCAPAIAN SASARAN PENINGKATAN EKSPOR PRODUK PERTANIAN Kegiatan Sasaran 1. Membangun sarana akselerasi ekspor (packing house dan peralatan, cold storage, sarana transportasi) (D, TP) Indikator Output Kelompoktani/gapoktan yang memasok ke pasar ekspor (kelompok) Target Pembinaan, pendampingan dan fasilitasi sertifikasi IG (P, D) Sertifikasi IG (sertifikat) 1 3. Promosi Produk Pertanian (P, D) Fasilitasi Promosi produk Pertanian di luar negeri (kegiatan) 8

10 KEGIATAN UNTUK PENCAPAIAN SASARAN PENINGKATAN PENGUASAAN PASAR DOMESTIK PRODUK PERTANIAN NUSANTARA Kegiatan 1. Fasilitasi pengolahan hasil pertanian : - Fasilitasi sarana pengolahan hasil pertanian dan introduksi alat(tp) - Pengawalan, pendampingan dan bimbingan teknis pengolahan berbasis zerowaste dan diversifikasi produk (P,D) Sasaran Indikator Output Jumlah unit usaha PH TP (unit) Jumlah unit usaha PH hortikultura (unit) Jumlah unit usaha PH perkebunan (unit) Jumlah unit usaha PH peternakan (unit) Target Penerapan jaminan mutu dan pengawasan keamanan pangan - Sosialisasi standar mutu(p,d) - Penerapan jaminan mutu(d,tp) - Fasilitasi laboratorium pengujian dan OKKPD (P,D) - Pengawasan jaminan mutu (P,D) Penerapan sistem jaminan mutu hasil pertanian (unit) Pengembangan Lembaga Penilaian Kesesuaian (Laboratorium pengujian, OKKPD dan LS) (unit) Pengawasan jaminan mutu dan keamanan pangan (unit)

11 Kegiatan 3. Pengembangan Pasar Domestik - Pengembangan sarana dan kelembagaan pasar (STA, Pasar Ternak, Pasar Tani) (TP) - Pengembangan kebijakan pemantauan pasar dan stabilisasi harga(p,d) - Optimalisasi sistem pemasaran produk pertanian (P,D) - Pengembangan akses pemasaran(p,d) - Pengembangan database dan analisis pemasaran dalam negeri(p,d) - Pengembangan Pelayanan Informasi Pasar(P,D) 4. Fasilitasi pelaksanaan promosi produk di dalam negeri (P,D) Sasaran Indikator Output Optimalisasi sarana dan kelembagaan pemasaran bagi petani (unit) Fasilitasi kebijakan stabilisasi harga (dokumen) Pengembangan akses pemasaran (kelompok) Lanjutan... KEGIATAN UNTUK PENCAPAIAN SASARAN PENINGKATAN PENGUASAAN PASAR DOMESTIK PRODUK PERTANIAN NUSANTARA Target Pasar lelang (unit) 5 Pengembangan informasi 60 pasar (unit) Fasilitasi promosi produk pertanian di dalam negeri (kegiatan) 10

12 KEGIATAN UNTUK PENCAPAIAN SASARAN PENINGKATAN INVESTASI SEKTOR PERTANIAN Kegiatan 1. Pengembangan kawasan dan agrowisata(p, D, TP) 2. Pembinaan kemitraan, kewirausahaan dan ekonomi kreatif(p,d) 3. Pengembangan kerjasama/kemitraan(tp) 4. Pelayanan pengembangan investasi sektor pertanian (P,D) 5. Promosi investasi PMA dan PMDN (P,D) Sasaran Indikator Output Kawasan kapemba dan agrowisata (lokasi) Peningkatan Jumlah Kerjasama/Kemitraan Pengembangan Usaha Agribisnis (dokumen MOU) Fasilitasi promosi investasi Sektor Pertanian (kegiatan) Target

13 RENCANA ALOKASI SATKER DITJEN PPHP NO URAIAN SATKER 1 PUSAT 2 2 DAERAH PROPINSI (Dekonsentrasi) 80 KABUPATEN/KOTA(Tugas Pembantuan) 80 TOTAL 162

14 HASIL PENILAIAN EPROPOSALTAHUN 2015

15 DATA EPROPOSAL KEGIATAN TP DITJEN PPHP 200 (10%) TA Proposal teregistrasi (90%) Proposal Tak Teregistrasi Total Proposal =1.933 Diusulkan Ke Propinsi =1.733 Tidak diusulkan ke Propinsi = 200

16 JUMLAH E-PROPOSAL 2015 PER SUB SEKTOR TAN. PANGAN = 456 PROPOSAL(23,6%) HORTIKULTURA = 366 PROPOSAL(18,9%) PERKEBUNAN = 448 PROPOSAL(23,2%) PETERNAKAN = 463 PROPOSAL(23,9%)

17 SANDINGAN RENJA DAN E-PROPOSAL PER KEGIATAN TP NO KEGIATAN RENJA 2015 PROPOSAL A Pengolahan Hasil Pertanian PHP Tanaman Pangan 263 UPH Revitalisasi Penggilingan Padi (RMU) Revitalisasi dan Fasilitasi Agroindustri Tanaman Pangan Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) 5 4. Fasilitasi Agroindustri Tepung-Tepungan 37 - PHP Hortikultura 74 UPH Fasilitasi Pengemasan Hasil Hortikultura Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) 2 3. Fasilitasi agroindustri hortikultura PHP Perkebunan 155 UPH Agroindustri coklat Agroindustri gula tebu 4 3. Agroindustri kelapa Agroindustri kopi bubuk Revitalisasi dan Fasilitasi agroindustri perkebunan Fasilitasi Pengemasan Hasil Perkebunan Fasilitasi Pengembangan Bokar Bersih Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) 3

18 Lanjutan... NO KEGIATAN RENJA 2015 PROPOSAL - PHP Peternakan 185 UPH Fasilitasi Pengolahan Pakan Ternak Fasilitasi Pengolahan biogas limbah ternak Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) 1 4. Fasilitas Pengolahan lainnya (telur, daging unggas, kulit,dll) Revitalisasi dan Fasilitasi agroindustri peternakan(susu, daging) 99 B Pengembangan Mutu dan Standarisasi 44 Fasilitasi sistem dan Jaminan Mutu Keamanan Pangan 60 Unit 44 C Pemasaran Domestik Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan STA 15 Unit Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pasar Tani 5 Unit Fasilitasi Sarana unit pemasar Poktan dan Gapoktan 5 Unit Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pasar Ternak 25 Unit Pasar Lelang Karet 5 Unit 12 D Pemasaran Internasional 13 Fasilitasi sarana penunjang ekspor 35 Kelompok 13

19 Lanjutan... NO KEGIATAN RENJA 2015 PROPOSAL E Pengembangan Usaha dan Investasi Fasilitasi Pemanfaatan Limbah hasil ikutan Pertanian Fasilitasi Pengembangan Agrowisata lokasi 3. Pengembangan Kapemba 2 4. Fasilitasi Pengembangan Inkubator Agribisnis 9 5. Fasilitasi Pengembangan Usaha Kelompok bermitra 50 MOU Pilot Model Produksi Kopi Luwak 1

20 RERATA UNIT COST PER KEGIATAN NO A KEGIATAN UNIT COST (Rp. juta) Pengolahan Hasil Pertanian - PHP Tanaman Pangan 1. Revitalisasi Penggilingan Padi (RMU) Revitalisasi dan Fasilitasi Agroindustri Tanaman Pangan Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) Fasilitasi Agroindustri Tepung-Tepungan PHP Hortikultura 1. Fasilitasi Pengemasan Hasil Hortikultura Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) Fasilitasi agroindustri hortikultura PHP Perkebunan 1. Agroindustri coklat Agroindustri gula tebu Agroindustri kelapa Agroindustri kopi bubuk Revitalisasi dan Fasilitasi agroindustri perkebunan (atsiri, gula palma) Fasilitasi agroindustri teh Fasilitasi Pengemasan Hasil Perkebunan Fasilitasi Pengembangan Bokar Bersih Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) 750

21 Lanjutan... NO KEGIATAN UNITCOST (Rp. Juta) - PHP Peternakan 1. Fasilitasi Pengolahan Pakan Ternak Fasilitasi Pengolahan biogas limbah ternak Fasilitasi Pengolahan berbasis zero waste (Pilot program) Fasilitas Pengolahan lainnya (telur, daging unggas, kulit) Revitalisasi dan Fasilitasi agroindustri peternakan(susu, daging) 350 B Pengembangan Mutu dan Standarisasi Fasilitasi sistem dan Jaminan Mutu Keamanan Pangan 400 C Pemasaran Domestik 1. Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan STA Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pasar Tani Fasilitasi Sarana unit pemasar Poktan dan Gapoktan Fasilitasi Sarana dan Kelembagaan Pasar Ternak Pasar Lelang Karet 300 D Pemasaran Internasional Fasilitasi sarana penunjang ekspor 500

22 Lanjutan... NO KEGIATAN UNITCOST (Rp. Juta) E Pengembangan Usaha dan Investasi 1. Fasilitasi Pemanfaatan Limbah hasil ikutan Pertanian Fasilitasi Pengembangan Agrowisata Pengembangan Kapemba Fasilitasi Pengembangan Inkubator Agribisnis Fasilitasi Pengembangan Usaha Kelompok bermitra Pilot Model Produksi Kopi Luwak 500

23 Target alokasi tahun 2015 : 30 % dari APBN 2015 untuk Pengembangan Kawasan Pertanian Ditjen PPHP sebagai eselon I yang bergerak di off farm menyelaraskan dengan kebijakan pengembangan kawasan Ditjen Produksi

24 CONTOH DUKUNGAN KEGIATAN DITJEN PPHP UNTUK MASING MASING KLASIFIKASI Kelas 1 : Hulu (Investasi) Kelas 2 : on farm/produksi (GHP, Indikasi Geografis, pengembangan usaha dan pendampingan kemitraan, GAP, pengembangan pasar/akselerasi ekspor produk segar) Kelas 3 : Hilir (pengolahan, GMP, SNI, fasilitasi sarana penunjang ekspor, optimalisasi sarana dan kelembagaan pasar) Kelas 4 : Hilir/Penunjang (pemasaran, promosi, GMP) Kelas 5 : Hulu, on farm, Hilir, reguler (pengolahan berbasis zero waste dan pemasaran )

25 DUKUNGAN PENGEMBANGAN KAWASAN TANAMAN PANGAN Padi Jagung Kedelai Ubi Jalar Ubi Kayu Lampung Banyu Asin Grobogan Lamongan Jayawijaya Tengah Lampung Subang Garut Kuningan Wonogiri Tengah Karawang Simalungun Bireuen Sumedang Pati Bojonegoro Pohuwato Bone Timor Tengah Selatan Ogan Komering Ilir Bogor Cianjur Kegiatan : 1. Fasilitasi pengolahan (diversifikasi produk, berbasis zerowaste) 2. Fasilitasi Pemasaran 3 Fasilitasi penerapan sistem jaminan mutu

26 DUKUNGAN PENGEMBANGAN KAWASAN HORTIKULTURA Bw Merah Cabe Jeruk Besar Kentang Mangga Manggis Pisang Salak Brebes Nganjuk Probolinggo Majalengka Tegal Garut Pangkep (besar) Tasikmalaya Karo (Siam) Minahasa Selatan Sambas (Siam) Bandung Indramayu Tasikmalaya Pesawaran Tapanuli Selatan Tan. Hias Tan. Rimpang Malang Wonogiri Pasuruan Ciamis Sleman Bogor Semarang Malang Cirebon Lebak Probolinggo Lima Puluh Kota Tapanuli Selatan Kutai Kartanegara Karang Asem Magelang Cianjur Sukabumi Lampung Tengah Kegiatan: 1. Fasiitasi pengolahan (diversifikasi produk, berbasis zerowaste) 2. Fasilitasi sarana penunjang ekpor 3. Fasilitasi Kemitraan 4. Pengawalan pemasaran dan ekonomi kreatif (tanaman hias) 5. Fasilitasi penerapan sistem jaminan mutu

27 DUKUNGAN PENGEMBANGAN KAWASAN PERKEBUNAN Cengkeh Jambu Mete Merauke Flores Timur Kakao Karet Kelapa Kelapa Sawit Kopi Arabika Tebu Kolaka Utara Ogan Komering Ilir Garut Ogan Komering Ilir Simalungun Lampung Tengah Minahasa Wonogiri Luwu Muara Enim Brebes Indragiri Hilir Enrekang Pati Luwu Sikka Kolaka Konawe Selatan Jember Mamuju Polewali Mandar Poso Kuantan Singingi Sukabumi Sanggau Tasikmalaya Musi Banyuasin Kegiatan : 1. Fasilitasi pengolahan, agroindustri cokelat 2. Fasilitasi sarana penunjang ekpor 3. Fasilitasi Kemitraan 4. Pengawalan harga TBS 5. Fasilitasi Kemitraan dan akses pasar 6. Fasilitasi penerapan sistem jaminan mutu. Humbang Hasundutan Lampung Utara

28 DUKUNGAN PENGEMBANGAN KAWASAN PETERNAKAN Sapi Perah Kerbau Kambing/ Domba Babi Ayam Buras Malang Lebak Garut Buleleng Bogor Karawang Pasuruan Aceh Besar Tasikmalaya Kupang Tangerang Indramayu Klaten Sukabumi Tasikmalaya Sidoarjo Padang Pariaman (dadih) Itik Ciamis Tabanan Ciamis Brebes Kegiatan : 1. Pengolahan berbasis zerowaste 2. Fasilitasi sarana penunjang ekpor produk olahan 3. Fasilitasi Kemitraan 4. Fasilitasi sarana, kelembagaan dan jaringan pemasaran. 5. Fasilitasi penerapan sistem jaminan mutu dan halal Hulu Sungai Selatan Serang Blitar Lombok Tengah

29 ... Semoga hari esok lebih baik...

BAB. VI. PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN

BAB. VI. PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN A. Pendahuluan BAB. VI. PENGOLAHAN DAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN Sektor pertanian telah dan terus dituntut berperan dalam perekonomian nasional melalui pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), perolehan

Lebih terperinci

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015 BAB I. PENDAHULUAN

Renstra Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat 2011-2015 BAB I. PENDAHULUAN BAB I. PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Pembangunan pertanian secara umum dan pembangunan sub sektor Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura telah memberikan sumbangan besar dalam pembangunan daerah Propinsi

Lebih terperinci

BAB 12 SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP

BAB 12 SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP BAB 12 SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup (SDA dan LH) mempunyai peranan yang sangat penting dalam pembangunan nasional, baik sebagai penyedia bahan baku bagi pembangunan

Lebih terperinci

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI

INDIKASI KAWASAN HUTAN DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI INDIKASI DAN LAHAN YANG PERLU DILAKUKAN REHABILITASI PUSAT PERPETAAN KEHUTANAN BADAN PLANOLOGI KEHUTANAN DEPARTEMEN KEHUTANAN MEI 2002 TABEL 1. REKAPITULASI LUAS INDIKASI RHL PER PULAU/KELOMPOK PULAU (JUTA

Lebih terperinci

INDONESIA 2005-2025 BUKU PUTIH

INDONESIA 2005-2025 BUKU PUTIH Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia INDONESIA 2005-2025 BUKU PUTIH Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Bidang Ketahanan Pangan Jakarta, 2006 KATA

Lebih terperinci

PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015

PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 PENDUDUK SASARAN PROGRAM PEMBANGUNAN KESEHATAN TAHUN 2015 No Provinsi Jumlah Penduduk Ibu Hamil (1,1 x Ibu Melahirkan (1,05 x Kelahiran Bayi/Surviving Infant (0Tahun) Laki-Laki Perempuan Total kelahiran

Lebih terperinci

PENETAPAN TARIF PREMI RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014

PENETAPAN TARIF PREMI RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 PENETAPAN TARIF PREMI RISIKO KHUSUS GEMPA BUMI PADA LINI USAHA ASURANSI HARTA BENDA DAN ASURANSI KENDARAAN BERMOTOR TAHUN 2014 I. KETENTUAN UMUM 1. Otoritas Jasa Keuangan yang selanjutnya disingkat OJK

Lebih terperinci

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL/ BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA JALAN PROKLAMASI NOMOR 70 JAKARTA 10320 TELEPON (021) 31928280, 31928285; FAKSIMILE (021) 3103705

Lebih terperinci

PedomanTeknis Pengelolaan Produksi Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Aneka Kacang

PedomanTeknis Pengelolaan Produksi Kacang Tanah, Kacang Hijau dan Aneka Kacang KATA PENGANTAR Kacang tanah, kacang hijau dan aneka kacang merupakan komoditi strategis sebagai sumber pendapatan bagi petani yang memiliki arti dan peran dalam peningkatan kesejahteraan petani. Kacang

Lebih terperinci

SUCCESS STORY PRIMA TANI DESA SEKATA BANGUN KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH. Saleh Mokhtar, Elmi Kamsiati, Rachmadi R,Salfina NA, dan Andriansyah

SUCCESS STORY PRIMA TANI DESA SEKATA BANGUN KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH. Saleh Mokhtar, Elmi Kamsiati, Rachmadi R,Salfina NA, dan Andriansyah SUCCESS STORY PRIMA TANI DESA SEKATA BANGUN KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH Saleh Mokhtar, Elmi Kamsiati, Rachmadi R,Salfina NA, dan Andriansyah 1.1. Latar Belakang Program Rintisan dan Akselerasi Pemasyarakatan

Lebih terperinci

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 19/Permentan/OT.140/2/2010 TENTANG

MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA. PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 19/Permentan/OT.140/2/2010 TENTANG MENTERI PERTANIAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERTANIAN NOMOR : 19/Permentan/OT.140/2/2010 TENTANG PEDOMAN UMUM PROGRAM SWASEMBADA DAGING SAPI 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERTANIAN,

Lebih terperinci

faw_cover_laku_susi_ak0040.indd 1 12/6/2014 11:16:29 PM

faw_cover_laku_susi_ak0040.indd 1 12/6/2014 11:16:29 PM faw_cover_laku_susi_ak0040.indd 1 12/6/2014 11:16:29 PM faw_cover_laku_susi_ak0040.indd 2 12/6/2014 11:16:44 PM KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunianya

Lebih terperinci

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI SERTA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI SERTA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH BAB 20 PEMBERDAYAAN KOPERASI SERTA USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH Pemberdayaan koperasi usaha mikro, kecil, dan menengah (KUMKM) merupakan upaya strategis dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat

Lebih terperinci

STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM TIPE A BALAI BESAR KSDA SUBBAG UMUM BIDANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM WILAYAH I

STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM TIPE A BALAI BESAR KSDA SUBBAG UMUM BIDANG KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM WILAYAH I LAMPIRAN I. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P. 02/Menhut-II/2007 STRUKTUR ORGANISASI BALAI BESAR TIPE A BALAI BESAR KSDA BAGIAN TATA USAHA SUBBAG UMUM SUBBAG PERENCANAAN DAN KERJASAMA SUBBAG DATA,

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN TAHUN 2012

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) BALAI BESAR PENGEMBANGAN MEKANISASI PERTANIAN TAHUN 2012 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) TAHUN 2012 Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian, Serpong BADAN PENELITIAN DAN PENGEMB BANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2013 LAPORAN

Lebih terperinci

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada

Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada GRAND DESIGN PERCEPATAN PEMBANGUNAN EKONOMI DAN INFRASTRUKTUR BERBASIS 5 (LIMA) WILAYAH ADAT DI PROVINSI PAPUA Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada MASALAH-MASALAH POKOK PEMBANGUNAN PAPUA

Lebih terperinci

Rencana Operasional Tahunan 2009 10 Ulasan tentang Indonesia

Rencana Operasional Tahunan 2009 10 Ulasan tentang Indonesia Rencana Operasional Tahunan 2009 10 Ulasan tentang Indonesia Daftar Isi Pesan dari Menteri dan Sekretaris Parlemen iv Kata Pengantar dari Ketua Umum dan Ketua Pelaksana 1 Pokok-pokok kegiatan 2 Program

Lebih terperinci

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, 4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 5.

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH 2.1. KONDISI SAAT INI Gambaran umum kondisi daerah saat ini selain menyajikan kondisi geografis, juga memaparkan perkembangan pembangunan Kabupaten Tegal di berbagai

Lebih terperinci

Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2014 PT Rajawali Nusantara Indonesia

Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2014 PT Rajawali Nusantara Indonesia REVISI Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2014 PT Rajawali Nusantara Indonesia Informasi yang terdapat dalam dokumen ini merupakan rencana perusahaan sehingga bersifat rahasia dan tidak boleh

Lebih terperinci

BANGKITNYA PARA PENGHASIL KAKAO INDONESIA:

BANGKITNYA PARA PENGHASIL KAKAO INDONESIA: gratis edisi maret-mei 2014 CokelaT the advancement of communication BANGKITNYA PARA PENGHASIL KAKAO INDONESIA: sebuah laporan lengkap Maret-Mei 2014 cokelat 1 CaTaTan editor 18 menemukan kembali kejayaan

Lebih terperinci

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015

RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016. DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 RANCANGAN AWAL RKP 2016 DAN PAGU INDIKATIF 2016 DEPUTI BIDANG PENDANAAN PEMBANGUNAN Jakarta, 15 April 2015 OUTLINE 1 Rancangan Awal RKP 2016 2 3 Pagu Indikatif Tahun 2016 Pertemuan Tiga Pihak 4 Tindak

Lebih terperinci

Kebijakan-kebijakan dalam bidang Pertanian: Pemantauan dan Evaluasi 2013 Negara-negara OECD dan Negara-negara Berkembang.

Kebijakan-kebijakan dalam bidang Pertanian: Pemantauan dan Evaluasi 2013 Negara-negara OECD dan Negara-negara Berkembang. Kebijakan-kebijakan dalam bidang Pertanian: Pemantauan dan Evaluasi 2013 Negara-negara OECD dan Negara-negara Berkembang Indonesia 2 BRAZIL Hasil karya ini diterbitkan di bawah tanggung jawab Sekretaris

Lebih terperinci

MODEL PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DENGAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA

MODEL PENGEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DENGAN ONE VILLAGE ONE PRODUCT UNTUK MENGURANGI KEMISKINAN DI INDONESIA MAKALAH CALL FOR PAPER DALAM PROSIDING SEMINAR NASIONAL DAN CALLFOR PAPER PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI UMKM: KOMPARASI MODEL INDONESIA DAN MALAYSIA YOGYAKARTA, 5 DESEMBER 2012 ISBN 978-602-9018-66-0

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA PADANGSIDIMPUAN

BAB II GAMBARAN UMUM KOTA PADANGSIDIMPUAN BAB II GAMBARAN UMUM KOTA PADANGSIDIMPUAN 2.1 Kondisi Geografis 2.1.1 Luas dan Letak Geografis Kota Padangsidimpuan merupakan salah satu Kabupaten / Kota dari 28 Kabupaten / Kota di Provinsi Sumatera Utara.

Lebih terperinci

Iklim Usaha di Provinsi NTT: Kasus Perdagangan Hasil Pertanian di Timor Barat

Iklim Usaha di Provinsi NTT: Kasus Perdagangan Hasil Pertanian di Timor Barat Laporan Penelitian Widjajanti I. Suharyo Nina Toyamah Adri Poesoro Bambang Sulaksono Syaikhu Usman Vita Febriany Iklim Usaha di Provinsi NTT: Kasus Perdagangan Hasil Pertanian di Timor Barat Maret 2007

Lebih terperinci

R E N C A N A U M U M P E N A N A M A N M O D A L P R O V I N S I K A L I M A N TA N T I M U R TA H U N 2 0 1 4-2025

R E N C A N A U M U M P E N A N A M A N M O D A L P R O V I N S I K A L I M A N TA N T I M U R TA H U N 2 0 1 4-2025 R E N C A N A U M U M P E N A N A M A N M O D A L P R O V I N S I K A L I M A N TA N T I M U R TA H U N 2 0 1 4-2025 N A S K A H A K A D E M I S B A D A N P E R I J I N A N D A N P E N A N A M A N M O

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH

BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH A. Kondisi Geografis 1. Batas Administrasi Kabupaten Semarang secara geografis terletak pada 110 14 54,75 sampai dengan 110 39 3 Bujur Timur dan 7 3 57 sampai dengan

Lebih terperinci

PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER BIBIT TAHUN 2015

PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER BIBIT TAHUN 2015 PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER BIBIT TAHUN 2015 DIREKTORAT PERBIBITAN TERNAK DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2015 PEDOMAN PELAKSANAAN PEWILAYAHAN SUMBER

Lebih terperinci

KONDISI IKLIM KALSEL 1996-2005

KONDISI IKLIM KALSEL 1996-2005 24 2.2 Prediksi Kondisi Umum Daerah 2.2.1 Geomorfologis dan Iklim Kondisi iklim di Kalimantan Selatan sejak tahun 1996 sampai dengan tahun 2005 dapat dilihat pada grafik berikut ini: Gambar 2.1 Kondisi

Lebih terperinci