Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download ""

Transkripsi

1

2 أ

3 ب

4 ت

5 ث

6 ج

7 .1.2 ح

8 خ

9 1

10 2 3 عبد الغزيزبن إبراهين العصيلي, أساسيا تعلين اللغة العربية للناطقين بلغات أخرى,)الرياض: جاهعة اإلهام هحود بن سعود اإلسالهية هعهد تعلين اللغة العربية(, ص. 192.

11 3 6 Muhbib Abdul Wahab, Pemikiran Linguistik TAMAM HASSAN dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (UIN Jakarta Press, 2009)hal.192

12 4 7

13 5

14 6

15 7 نى ص يعهىو الو جد في اللغح جاألعالم ب روث ): دار ان شرق 1896(, ص, 389 صانح عبذ انعس س, الترتيح وطروق التدريس )يصر : دار ان عارف 1896( ص Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1899), cet.1, hal

16 8 4 يح ذ عه انخىن أسالية تدريس اللغح العرتيح )انر اض: ان هكت انعرب ت انطعىد ت 1896( ص عباش يحبىب, يشكالث تعه ى انهغت انعرب ت حهىل ظر ت وتطبق ت, )قطر انذوحت: دار انثقافت, 1896 (.ص. 148

17 9 6 عباش يحبىب هشكالخ تعلين اللغح العرتيح حلىل ظريح وتطثقيح )قطرة انذوحت : دار انثقافت 1896( ص عبذ انعس س ب إبراه ى انعصص ه أساسياخ تعلين اللغح العرتيح لل اطقيي تلغاخ أخري )انر اض: جايعت اإلياو يح ذ ب ضعىد اإلضالي ت يعهذ تعه ى انهغت انعرب ت( ص. 244

18 01 9 نى ص يعهىو الو جد في... ص إبراهى إض اع م, األسس ال فسيح لتعلين اللغح العرتيح لغير ال طقيي تها, )يكتبت اال جهى ان صر (, ص. 14

19 00 10 Ali imron, Belajar mengajar,(jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1887 ), Cet1 Hlm Abdurrahman Abror, psikologi Pendidikan, hlm Muhibbin Syah, Psikologi Pedidikan Suatu Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosadkarya, 1885), hal.136

20 01 13 عبذ انرح ب إبراهى انفرزا إعداد هىاد تعلين اللغح العرتيح لغير ال اطقيي تها, )1429( ص يصطف فه سيكىلىجيح التعلن ص يح ذ عث ا جات القرآى و علن ال فس )انقاهرة : دار انشروق 1869 ( ط. 2.ص Zikri Neni Iska, Perkembangan Peserta didik (Perspetif Psikologi), (Jakarta: Kizi Brother s 2011), hal.76.

21 يصطف فه سيكىلىجيح التعلن )انقاهرة: يكتبت = 19 يصري دث( ص يح ذ يح ىد علن ال فس الوعاصر في ضىء اإلسالم )انقاهرة: دار انشروق 1894 و( ص. 135

22 فاد ت كايم ح او, علن ال فس والترتىي في ضىع اإلسالم, )انر اض: دار انسهراء(, ص يح ذ اب أح ذ انباري األهذل الكىاكة الدريح شرح هتووح اآلجروهيح )ضىربا ا: انحري جا ا دث( ج. 1 ص يح ذ عان انخان أسالية تدريس اللغح العرتيح )انر اض: ج ع انحقىق يحفىظت نه ؤنف 1892 و( ص. 19. حط جعفر انخه فت فصىل في تدريس اللغح العرتيح ( انر اض: يكتبت انرشذ 2004( ص. 341.

23 04 23 ح ذا دراسح تحليليح عي عرض الوىاد الدراسيح في كتاب اآلجروهيح )جاكرتا : يكتبت كه ت انترب ت جايعت شر ف هذا ت اهلل اإلضالي ت انحكىي ت جاكرتا, 2001(. ص عه أح ذ يذكىر تدريس ف ىى اللغح العرتيح )انقاهرة: دار انفكر انعرب 2000 و(.ص. 293

24 رشذي أح ذ طع ت تعلين العرتيح والديي تيي اللون والفي )انقاهرة: دار انفكر انعرب ( ص عه أح ذ يذكىر تدرس الف ىى اللغح العرتيح )انقاهرة: انفكر انعرب 2000 و( ص. 291

25 07

26 81 8 Moch, Ainin, Metodologi Penelitian Baahasa Arab, (malang: hilal Fajar`Keilmuan,7002)cet.8, hal 96

27 86 (Suharismi Arikunto 7 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka Cipta 7007), cet 87, hal Winarno, Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 8660) hal. 810

28 70

29 22

30 23 P = F x 100 N 1 إنده المقابلة بين خليفة و إنده ديبوك 22 ديسمبير 2213.

31 24

32 25

33 26

34 22

35 22

36 22

37 32

38 31

39 32

40 33

41 34

42 35

43 36

44 32

45 32

46 32

47 42

48 34

49 33

50

51 Fachrurrozi, Aziz dan Mahyuddin, Erta, Teknik Pembelajaran Bahasa Arab, Jakarta: LB YASSARNA YBMQ, Cet 1, Zikri Neni Iska, Perkembangan Peserta didik (Perspetif Psikologi), (Jakarta: Kizi Brother s 2011), Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka Cipta 2002), cet 22, Muhbib Abdul Wahab, Pemikiran Linguistik TAMAM HASSAN dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (UIN Jakarta Press, 2009) Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pusataka, 1988) Ainin,Moch, Metodologi Penelitian Baahasa Arab, (malang: hilal Fajar`Keilmuan,2007) cet.1, hal 69 Surahmad, Winarno, Pengantar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 1990) hal. 180 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan skripsi, (Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2007.

52

53 Pedoman Wawancara dengan Guru Bahasa Arab Di Ma had al-awwabin 1. Apa pendidikan terakhir ibu? 2. Sudah berapa lama ibu mengajar nahwu dipesantren ini? 3. Kitab apa yang ustazah gunakan dalam mengajar nahwu? 4. Tujuan apa yang hendak ustazah capai dalam pembelaran nahwu? 5. Langkah apa saja yang ustazah lakukan untuk mencapai tujuan terebut? 6. Metode apa saja yang sering ustazah gunakan dalam mengajar nahwu? 7. Media apa saja yang ustazah gunakan dalam mengajarkan nahwu? 8. Menurut ustazah, Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran nahwu? 9. Langkah-langkah apa saja yang ibu lakukan dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran nahwu? 10. Menurut ustazah, Bagaimana motivasi siswa terhadap pelajaran nahwu? 11. Langkah-langkah apa saja yang ibu lakukan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran nahwu? 12. Apakah ada kewajiban bagi siswa dalam menghafal qaidah-qaidah nahwu? 13. Jika ada, adakah target yang harus dicapai oleh siswa dalam menghafal? 14. Menurut ustazah, Bagaimana minat siswa terhadap penghafalan qaidah-qaidah nahwu? 15. Dalam proses pembelajaran nahwu, kendala apa saja yang sering ustazah hadapi? 16. Lalu upaya apa yang ustazah lakukan dalam menghadapi kendala tersebut?

54 1. Apa pendidikan terakhir ibu? Pendidan terakhir Madrasah Aliyah atau SMA 2. Sudah berapa lama ibu mengajar nahwu di pesantren ini? Mengajar sejak tahun Kitab apa yang ustadzah gunakan dalam mengajar nahwu? Kitab Nahwu al-wadhih, karya Ali al-jarim dan Mustofa Amin 4. Tujuan apa yang hendak ustadzah capai dalam pembelajaran nahwu? Tujuan memperkenalkan kepada siswa tentang dasar-dasar dalam gramatika Arab. 5. Langkah apa saja yang ustadzah lakukan untuk mencapai tujuan tersebut? Langkah untuk mencapai tujuannya ialah dengan memperkenalkan kepada siswa kelas satu MTs mengenai pengenalan terhadap kata dalam bahasa Arab, itu meliputi Isim (kata benda), fi`il (kata kerja), dan dhomir (kata ganti) serta perbedaan di antara ketiganya. Dan juga dengan pengenalan posisi jabatan kata itu dalam dua pola pembentukan kalimat sederhana dalam gramatika bahasa Arab, jumlah ismiyah (mubtada & khabar, subjek-predikat) dan jumlah fi`liyah (fi`il-fa`il-maful bih, predikat, subjek, objek). 6. Metode apa yang saja yang sering ustadzah gunakan dalam mengajarkan nahwu? Metodenya dengan metode monologis dan dialogis. Yang pertama ialah dengan mengartikan kaidah Nahwul Wadhih, siswa mencatatnya kemudian memberikan penjelasannya dengan amtsilat atau contoh-contoh yang terdapat di dalam kitab itu. 7. Media apa saja yang ustadzah gunakan dalam mengajarkan nahwu? Media yang digunakan adalah papan tulis dan kitab Nahwul Wadhih. 8. Menurut ustadzah, bagaimana minat siswa terhadap pelajaran nahwu? Secara umum, minat siswa terbilang rendah terhadap pelajaran nahwu. Meski begitu ada satu atau dua siswa yang punya minat besar belajar nahwu. 9. Langkah-langkah apa saja yang ibu lakukan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran nahwu? Untuk mendorong motivasi belajar siswa dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan dan penjelasan kepada mereka mengenai arti penting belajar ilmu nahwu dalam belajar bahasa Arab sebagai bahasa memahami al-quran sekaligus usaha untuk mendalami ilmu agama secara langsung melalui kitab-kitab kuning. 10. Menurut ustadzah, bagaimana motivasi siswa terhadap pelajaran nahwu? Secara umum, motivasi belajar siswa untuk benar-benar belajar nahwu atau bahasa Arab belum terlihat.

55 11. Apakah ada kewajiban bagi siswa dalam menghapal qaidah-qaidah nahwu? Iya ada kewajiban bagi siswa untuk menghapal qaidah-qaidah nahwu? 12. Jika ada, adakah target yang harus dicapai oleh siswa dalam menghapal? Sebagai guru ada target hapalan bagi siswa, minimal mereka harus hapal qoidah sampai dengan qoidah yang tengah dipelajari. Tapi untuk ujian halaqoh, siswa wajib menghapal sejumlah kaidah dengan jumlah tertentu semisal qaidah pada juz pertama kitab Nahwul Wadhih untuk kelas satu Mts. Jumlah hafalan qaidah untuk ujian halaqoh biasanya ditentukan oleh pengurus madrasah diniyah. 13. Menurut ustadzah, bagaimana minat siswa terhadap penghapalan qaidah-qaidah nahwu? Secara umum, minat siswa untuk menghapal terbilang rendah. Kalaupun mereka mampu menghapal banyak qaidah, itu lebih karena dipaksa bukan atas kesadaran sendiri akan pentingnya menghapal qaidah tersebut dalam belajar nahwu. 14. Dalam proses pembelajaran nahwu, kendala apa saja yang sering ustadzah hadapi? Kendalanya minat siswa yang rendah untuk belajar nahwu yang bisa dilihat dari beberapa hal antara lain, malas buka kitab, tidak pernah mutholaah pelajaran sebelumnya, tidak memperhatikan penjelasan guru sewaktu belajar, mengobrol waktu pelajaran berlangsung, tidur. 15. Lalu upaya apa yang ustadzah lakukan dalam menghadapi kendala tersebut? Langkahnya untuk mengadapinya dengan menegur, memberi tazir dan menasehati. Dan terakhir sebagai guru terus mengembangkan diri dan belajar lagi tentang metode mengajar dengan cara baik, kreatif dan inovatif.

56 Angket Penelitian Nama : Kelas : Jenis Kelamin : L/P Petunjuk pengisian: 1. Bacalah setiap pernyataan dengan cermat, kemudian pilihlah salah satu jawaban dengan cara memberi tanda ( ) pada jawaban yang menurut anda sesuai. Dengan alternative jawaban sebagai berikut: SS (Sangat Setuju) S (Setuju) TS (Tidak Setuju) STS (Sangat Tidak Setuju) 2. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai/prestasi anda. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya. No. Pertanyaan SS S TS STS 1. Saya senang belajar nahwu 2. Pelajaran nahwu merupakan pelajaran yang mudah dimengerti 3. Saya selalu merasa bosan ketika belajar nahwu 4. Saya selalu hadir tepat waktu untuk mengikuti pelajaran nahwu 5. Saya selalu memperhatikan disetiap penjelasan materi yang diberikan oleh guru ketika belajar nahwu 6. Saya selalu mencatat semua penjelasan materi yang diberikan oleh guru 7. saya selalu berdiskusi dengan teman ketika mendapatkan kesulitan pada saat belajar nahwu 8. Saya tidak pernah mencatat penjelasan materi yang diberikan oleh guru

57 9. Saya mengulang kembali pelajaran nahwu diluar kelas 10. Saya selalu bertanya kepada guru bila belum memahami pelajaran nahwu 11. Dalam belajar nahwu, apabila saya tidak mengerti bagi saya tidak masalah 12. Saya tidak suka belajar nahwu karena merupakan pelajaran yang sulit 13. Saya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru tepat waktu 14. Saya malas ketika harus mengulang kembali pelajaran nahwu diasrama 15 Setiap belajar nahwu saya selalu mempersiapkannya terlebih dahulu diasama 16. Kenyamanan kelas mendukung saya belajar nahwu dengan baik 17. Sikap ramah guru membuat saya senang belajar nahwu 18. Suasana kelas yang tidak nyaman membuat saya malas belajar nahwu 19. Sikap kiler (galak) guru membuat saya malas belajar nahwu 20. Pujian dari teman terhadap prestasi saya memotivasi(mendorong) saya untuk terus belajar nahwu lebih giat 21. Pujian guru terhadap prestasi saya, memotivasi (mendorong) saya untuk terus belajar lebih giat 22. Sikap acuh tak acuh teman terhadap nilai nahwu saya membuat saya malas belajar 23. Tidak ada pujian dari guru terhadap prestasi belajar nahwu membuat saya malas belajar 24. Motivasi yang dibeikan oleh guru membuat saya lebih giat dalam belajar

58 25. Saya selalu bersemangat menghafal kaidah nahwu ketika mengetahui teman saya lebih banyak jumlah hafalannya 26. Tidak ada hadiah dari orang tua atas prestasi yang saya raih membuat saya malas belajar 27. Saya tetap malas ketika mengetahui hafalan kaidah nahwu teman lebih banyak dari saya 28. Saya selalu belajar dengan giat untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari temen saya 29. Pemberian hadiah dari guru atas nilai yang bagu membuat saya termotivasi untuk belajar lebih giat 30. saya tetap malas belajar walaupun guru selalu memotivasi saya untuk memperoleh prestasi dalam pelajaran nahwu

Correlation Product Moment

Correlation Product Moment أ Correlation Product Moment ب ج د ج د ه.1.2.3... ه . أ.1.2.3.4.5.6.7.8.9 و ب ج. أ.. ز ب. أ. ح 1 نبيه إبراهيى إس اعيم األسس النفسية لتعلين اللغة العربية لغيرالناطقين بها )انقاهرة: يكتبت األنجهى ان صريت

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak yang berkesulitan Belajar, (Jakarta: Pusat Perbukuan Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Rineka Cipta, 2003). Adrian, Willa, Loedji, Soekotjo,

Lebih terperinci

اإلهداء *** s- 80002221 196205052001121002 196810081994032004 : 28 23 24 23 21 881 Abstrak Alvia Putri Prima Sari, 2014.Penggunaan Pendekatan Komunikatif berasaskan Pemahaman Lintas Budaya

Lebih terperinci

ANALISIS DESKRIPTIF BUKU AJAR BAHASA ARAB KELAS XI MA KARANGAN KEMENAG. Muchammad Huud Almuafa

ANALISIS DESKRIPTIF BUKU AJAR BAHASA ARAB KELAS XI MA KARANGAN KEMENAG. Muchammad Huud Almuafa ANALISIS DESKRIPTIF BUKU AJAR BAHASA ARAB KELAS XI MA KARANGAN KEMENAG Muchammad Huud Almuafa 103211031 ABSTRAK Nama : Muchammad Huud Almuafa NIM : 103211031 Judul : Analisis Deskriptif buku ajar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bunyi, kosakata, tata tulisan, maupun yang bersifat non linguistik, yaitu. menyangkut sosio-kultural atau sosial budaya.

BAB I PENDAHULUAN. bunyi, kosakata, tata tulisan, maupun yang bersifat non linguistik, yaitu. menyangkut sosio-kultural atau sosial budaya. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa dunia, dan telah mengalami perkembangan sejalan dengan perkembangan sosial masyarakat dan ilmu pengetahuan. 1 Mempelajari

Lebih terperinci

DEPARTEMEN AGAMA RI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA

DEPARTEMEN AGAMA RI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA (S.Pd.I) DEPARTEMEN AGAMA RI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) SALATIGA Jl. Stadion 03 Telp. (0298) 323706, 323433 Fax 323433 Salatiga 50721 Website: www.stainsalatiga.ac.id Email:administrasi@stainsalatiga.ac.id

Lebih terperinci

أ ب ج د ه و ز ح ط ي 1 عس س فخرالراز هحصي ا كيف علن العزبيت لآلجا ب.. )جاكرتا: جاهعت شر ف ذا ت اهلل اإلساله ت الحك ه ت 2002 ص(.66 1 2 2 Aziz fachrurrozi dan Erta Mahyuddin, Pembelajaran Bahasa Asing, (Jakarta,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1996, hlm Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, Cet. XII,

BAB I PENDAHULUAN. 1996, hlm Suharsimi Arikunto, Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, Cet. XII, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dari makna lazimnya, pendidikan adalah suatu proses transfer of knowledge dari seorang guru kepada murid, namun ketika dicermati dari subtansi pendidikan itu

Lebih terperinci

KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM

KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM MODUL PENGENALAN KAIDAH BAHASA ARAB DASAR BAHASA ARAB KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM Diterbitkan oleh: MA HAD UMAR BIN KHATTAB YOGYAKARTA bekerjasama dengan RADIO MUSLIM YOGYAKARTA 1 ال م ف ر د ات (Kosakata)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika merupakan ilmu yang mendasari perkembangan teknologi modern mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin, dan memajukan daya pikir manusia. Sampai

Lebih terperinci

Oleh: Faqih Amri, Bambang Sudarsono. Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas MuhammadiyahPurworejo.

Oleh: Faqih Amri, Bambang Sudarsono. Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas MuhammadiyahPurworejo. ISSN: 2303-3738 Vol.05/No.01/Januari 2015 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN CHASIS OTOMOTIF DENGAN PEMBELAJARAN E LEARNING PADA SISWA KELAS XI TKR SMK MA ARIF 4 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan, setelah dianalisa

BAB V PENUTUP. Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan, setelah dianalisa 55 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan, setelah dianalisa dapat disimpulkan bahwa mengulang pelajaran siswa (variabel X) dengan prestasi belajar (variabel

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan penting, karena pendidikan akan mampu meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, sehingga sumber daya alam di tanah air akan terolah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai. Maka yang merupakan

BAB I PENDAHULUAN. menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai. Maka yang merupakan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan sebagai bentuk kegiatan manusia dalam kehidupannya juga menempatkan tujuan sebagai sesuatu yang hendak dicapai. Maka yang merupakan masalah masalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu bahasa tidak terlepas dari morfologi, sintaksis, dan semantik. Dalam Bahasa

BAB I PENDAHULUAN. Ilmu bahasa tidak terlepas dari morfologi, sintaksis, dan semantik. Dalam Bahasa BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu bahasa tidak terlepas dari morfologi, sintaksis, dan semantik. Dalam Bahasa Arab juga tidak terlepas dari ilmu Shorof, Nahwu, dan Balagah. Ilmu-ilmu tersebut sangat

Lebih terperinci

(Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2013), hlm ), hlm. 29

(Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2013), hlm ), hlm. 29 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh pengetahuan agar mencapai perubahan tingkah laku dan guru bertindak sebagai pengajar yang berusaha

Lebih terperinci

BLUE PRINT SKALA MOTIVASI BELAJAR

BLUE PRINT SKALA MOTIVASI BELAJAR BLUE PRINT SKALA MOTIVASI BELAJAR No KOMPONEN INDIKATOR Favorabel Unfavorable Jumlah. Tekun menghadapi tugas Dapat bekerja terus menerus dalam waktu lama, tidak 3, 2 8, 4 4 1. berhenti sebelum selesai.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dimilikinya. Usaha tersebut bisa optimal jika sekolah sebagai pusat belajar

BAB I PENDAHULUAN. yang dimilikinya. Usaha tersebut bisa optimal jika sekolah sebagai pusat belajar 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai institusi pendidikan pada dasarnya untuk mempersiapkan anak didik menghadapi kehidupan masa depan dengan cara mengembangkan prestasi yang dimilikinya.

Lebih terperinci

Petunjuk Pengisian ( ) SS TS STS

Petunjuk Pengisian ( ) SS TS STS LAMPIRAN LAMPIRAN SKALA Nama : Kelas : Jenis Kelamin : Usia : Petunjuk Pengisian a. Isilah angket ini sesuai dengan keadaan anda yang sebenarnya b. Berilah tanda ( ) pada jawaban yang anda berikan c. Jawablah

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI PADA PELAJARAN MENGHAFAL AL QUR AN MELALUI STRATEGI PEER LESSON PADA SISWA KELAS IA SDIT NURUL ISTIQLAL 2013/2014

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI PADA PELAJARAN MENGHAFAL AL QUR AN MELALUI STRATEGI PEER LESSON PADA SISWA KELAS IA SDIT NURUL ISTIQLAL 2013/2014 UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI PADA PELAJARAN MENGHAFAL AL QUR AN MELALUI STRATEGI PEER LESSON PADA SISWA KELAS IA SDIT NURUL ISTIQLAL 2013/2014 NASKAH PUBLIKASI Diajukan kepada Program Studi Pendidikan Agama

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Fahmiati SMP Negeri 33 Makassar Abstrak

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Fahmiati SMP Negeri 33 Makassar Abstrak PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA TERPADU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Fahmiati SMP Negeri 33 Makassar Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar IPA Terpadu

Lebih terperinci

PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA ARAB

PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA ARAB PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA PENGAJARAN KOSAKATA BAHASA ARAB Ahmad Khori qirok@gmail.com Asri Widya Astuty Asri.astuty@gmail.com Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN, EMPLIKASI DAN SARAN. layanan bimbingan sebesar 33,2%, sedangkan sisanya sebesar 76,8% ditentukan

BAB V KESIMPULAN, EMPLIKASI DAN SARAN. layanan bimbingan sebesar 33,2%, sedangkan sisanya sebesar 76,8% ditentukan 65 BAB V KESIMPULAN, EMPLIKASI DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ada korelasi yang positif dan signifikan antara layanan bimbingan

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. and Satisfaction) ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. and Satisfaction) ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang berjudul; Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas V MI H. Achmad Ali Benowo - Surabaya melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. siswa. Secara ideal seorang guru semestinya memiliki kemampuan dalam

BAB I PENDAHULUAN. siswa. Secara ideal seorang guru semestinya memiliki kemampuan dalam 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesenjangan antara kemampuan guru dalam mengajar dengan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Secara ideal

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan pokok manusia, mereka akan berusaha mencari pengetahuan dimana saja sebagai bekal hidupnya di dunia maupun di akhirat nanti. Pendidikan

Lebih terperinci

LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN

LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN LAMPIRAN C ALAT UKUR YANG DIGUNAKAN SKALA KEMANDIRIAN BELAJAR DAN SKALA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Dengan hormat, Dalam rangka memenuhi persyaratan untuk menyelesaikan

Lebih terperinci

TUGAS STATISTIK PRAKTIKUM III

TUGAS STATISTIK PRAKTIKUM III TUGAS STATISTIK PRAKTIKUM III (Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen) Dosen Pengampu : Ummu Salamah, Oleh: Afif Muzayyin 11420026 Ari Lutfi 11420041 Fala Yahzunka 11420043 Muhammad Adib 11420065 M.

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi metode Amṡāl Qur ānī pada

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Berdasarkan hasil penelitian, implementasi metode Amṡāl Qur ānī pada 130 BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, implementasi metode Amṡāl Qur ānī pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas VII SMPN 40 Bandung memang dapat mengasah

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Inggris dikenal dengan Clasroom Action Research (ARC). Penelitian tindakan 35 BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Motode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode penelitian tindakan kelas dalam bahasa Inggris

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan. obyek sesuai dengan apa adanya.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan. obyek sesuai dengan apa adanya. 33 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan metode penelitian

Lebih terperinci

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR GETARAN DAN GELOMBANG 1. Haryanto 2.

PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR GETARAN DAN GELOMBANG 1. Haryanto 2. PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF CARD SORT DAN INDEX CARD MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR GETARAN DAN GELOMBANG 1 Haryanto 2 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui adakah perbedaan pengaruh

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hlm Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru,

BAB I PENDAHULUAN. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2010), hlm Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan umat manusia yang harus dipenuhi sepanjang hayat. Tanpa adanya sebuah pendidikan, maka tidak mungkin suatu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas kehidupan manusia membutuhkan

BAB I PENDAHULUAN. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas kehidupan manusia membutuhkan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Hal ini disebabkan karena segala aktivitas kehidupan manusia membutuhkan ilmu, dan salah

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. dengan kesimpulan oleh guru. 2. hasil belajar siswa menggunakan metode diskusi ini tidak memuaskan

BAB V PENUTUP. dengan kesimpulan oleh guru. 2. hasil belajar siswa menggunakan metode diskusi ini tidak memuaskan BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan uraian terdahulu, dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut : 1. Penerapan metode diskusi tidak efektif digunakan pada mata pelajaran Aqidah Akhlak

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: guided inquiry, hasil belajar, kooperatif

ABSTRAK. Kata Kunci: guided inquiry, hasil belajar, kooperatif MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol. 1, No. 1, Juli 2016. Hal. 1 9 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GUIDED INQUIRY POKOK BAHASAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa

BAB 1 PENDAHULUAN. bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Secara sosialisasi, bahasa merupakan media verbal yang paling penting bagi setiap manusia dalam aktivitas komunikasi antara sesama mereka. Tanpa adanya pemahaman tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kompleks sehingga sulit dipelajari dengan tuntas. Oleh sebab itu masalah

BAB I PENDAHULUAN. kompleks sehingga sulit dipelajari dengan tuntas. Oleh sebab itu masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam ajaran Islam pembinaan kepribadian kepada generasi muda sangat dibutuhkan karena sebagai penerus yang nantinya akan memegang masa depan bangsa dan agama, yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD, MI, dan SDLB, hlm. 417

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD, MI, dan SDLB, hlm. 417 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT Budi Santoso 1, Susanah 2 1 Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabaya 2 Jurusan Matematika,

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE THINK PAIR SHARE PADA MATERI TURUNAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE THINK PAIR SHARE PADA MATERI TURUNAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN METODE THINK PAIR SHARE PADA MATERI TURUNAN Andy Sapta Program Pendidikan Matematika, Universitas Asahan e-mail : khayla2000@yahoo.com Abstrak Tujuan penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan belajarnya dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi.

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan belajarnya dalam menempuh pendidikan yang lebih tinggi. BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Matematika merupakan pengetahuan dasar yang diperlukan oleh semua siswa,dari jenjang Sekolah dasar sampai perguruan tinggi untuk menunjang keberhasilan belajarnya

Lebih terperinci

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING SISWA KELAS VIII SMP AL ISHLAH TAHUN AJARAN 2011 / Nugroho Adi Prayitno

PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING SISWA KELAS VIII SMP AL ISHLAH TAHUN AJARAN 2011 / Nugroho Adi Prayitno PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBING SISWA KELAS VIII SMP AL ISHLAH TAHUN AJARAN 2011 / 2012 Nugroho Adi Prayitno SMP AL ISLAH SEMARANG D fish Adi R@gmail.com ABSTRAK

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL)

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) PADA SISWA KELAS I.A SDN 9 KABAWO MATERI AJAR SUMBER ENERGI GERAK Wa Ndolawa Guru SD negeri 9 Kabawo Kabupaten Muna

Lebih terperinci

MEMAHAMI KANDUNGAN AL-QUR AN DENGAN METODE MANHAJI NAUFAL AHMAD RIJALUL ALAM

MEMAHAMI KANDUNGAN AL-QUR AN DENGAN METODE MANHAJI NAUFAL AHMAD RIJALUL ALAM MEMAHAMI KANDUNGAN AL-QUR AN DENGAN METODE MANHAJI NAUFAL AHMAD RIJALUL ALAM Banyak orang menganggap bahwa memahami kandungan isi al-qur'an itu sangat sulit.. BENARKAH??? Pertama : kata "sulit" itu bisa

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Berdasarkan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada siswa kelas VIIIC MTs Muhammadiyah Kasihan, dapat disimpulkan bahwa: 1. Untuk meningkatkan minat belajar

Lebih terperinci

PENGARUH SUASANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH SUASANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PENGARUH SUASANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA (Pada Siswa Kelas VIII Semester Gasal SMP N 1 Trangkil Tahun Ajaran2014/2015)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk

BAB I PENDAHULUAN. tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selama pendidikan masih ada, maka selama itu pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk membicarakan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh lagi

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh lagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh lagi pengertian bahasa adalah

Lebih terperinci

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KONSEP MOL MENGGUNAKAN PAPAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI PEMBELAJARAN PAIKEM

PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KONSEP MOL MENGGUNAKAN PAPAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI PEMBELAJARAN PAIKEM Vol. 17, No. 5, Oktober 2016 ISSN 2087-3557 PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR KONSEP MOL MENGGUNAKAN PAPAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI PEMBELAJARAN PAIKEM SMA Negeri 1 Batang, Kabupaten Batang, Provinsi

Lebih terperinci

Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) e-issn X Volume 2 Nomor 1 Januari 2018

Nusantara ( Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial ) e-issn X Volume 2 Nomor 1 Januari 2018 PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DEBATE TERHADAP PERESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DEGAN MATERI POKOK UANG PADA PESERTA DIDIK DI KELAS X SMA NEGERI 1 BATANG NATAL TAHUN PELAJARAN 2016-2017 Ali Nurdin

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dalam bahasa Inggris adalah Classroom Action Research (CAR). 1

Lebih terperinci

PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI METODE PRAKTIKUM PADA MATERI METABOLISME DI SMAN 3 TANGERANG SELATAN

PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI METODE PRAKTIKUM PADA MATERI METABOLISME DI SMAN 3 TANGERANG SELATAN PENINGKATAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI METODE PRAKTIKUM PADA MATERI METABOLISME DI SMAN 3 TANGERANG SELATAN Shanty Chairani shantychairani@yahoo.com SMAN 3 Tangerang Selatan Abstrak Makalah ini

Lebih terperinci

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA 107 ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA Asalamualaikum wr. Wb. Pada kesempatan ini saya ingin melakukan penelitian tentang kepercayaan diri siswa. Untuk itu saya mohon bantuan dan partisipasinya untuk mengisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dipelajari dibandingkan bahasa lainnya. Bahkan bahasa Arab selain bahasa. orang Arab juga merupakan bahasa Islam.

BAB I PENDAHULUAN. dipelajari dibandingkan bahasa lainnya. Bahkan bahasa Arab selain bahasa. orang Arab juga merupakan bahasa Islam. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa Arab merupakan bahasa yang istimewa di mata dunia. Sebagaimana kita ketahui bahwasannya bahasa Arab tidak hanya bahasa peninggalan peradaban orang Arab

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. ustadz dalam mata pelajaran fiqih pada Pondok Pesantren Al-Ikhlas Negara Desa. 1. Peran ustadz sebelum kegiatan pembelajaran

BAB V PENUTUP. ustadz dalam mata pelajaran fiqih pada Pondok Pesantren Al-Ikhlas Negara Desa. 1. Peran ustadz sebelum kegiatan pembelajaran BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan paparan dan analisis data yang telah disajikan, maka peran ustadz dalam mata pelajaran fiqih pada Pondok Pesantren Al-Ikhlas Negara Desa Sungai Mandala Kecamatan

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Atik Dwi Kurniati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: atikdwi_kurniati@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. PT. Remaja Rosdakarya, 2010), Cet. 13, hlm ), hlm. 97

BAB I PENDAHULUAN. PT. Remaja Rosdakarya, 2010), Cet. 13, hlm ), hlm. 97 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah, selain peserta didik dan tujuan. Ketiga komponen tersebut

Lebih terperinci

PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TEATER) DI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA YANG DILAKSANAKAN OLEH GURU BIDANG STUDI NON SENI ABSTRAK

PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TEATER) DI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA YANG DILAKSANAKAN OLEH GURU BIDANG STUDI NON SENI ABSTRAK PROSES PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TEATER) DI SMAN 1 KRUENG BARONA JAYA YANG DILAKSANAKAN OLEH GURU BIDANG STUDI NON SENI Dina Febriani 1*, Ahmad Syai 1, Lindawati 1 1 Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hipotesis penelitian; f) kegunaan penelitian; g) penegasan istilah.

BAB I PENDAHULUAN. hipotesis penelitian; f) kegunaan penelitian; g) penegasan istilah. 1 BAB I PENDAHULUAN Pada bab pendahuluan ini memuat tentang: a) latar belakang masalah; b) identifikasi dan pembatasan masalah; c) rumusan masalah; d) tujuan penelitian; hipotesis penelitian; f) kegunaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bimbingan dan konseling dewasa ini telah menjadi salah satu pelayanan pendidikan yang sangat dirasakan keperluan dan urgensinya. Di sekolah Indonesia mulai tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan

BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Rendahnya kualitas pendidikan merupakan salah satu bentuk permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1 Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1 PENINGKATAN MOTIVASI, AKTIVITAS, DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS VIIF SMP NEGERI

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUANMATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis)

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUANMATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis) PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUANMATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis) Hj. Indah Nursuprianah, Mahsusin Jurusan Pendidikan Matematika,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi yang bermaksud membuat penyandaran secara sistematis, faktual, dan akurt mengeni faktafakta dan sifat-sifat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian Sebelum melaksanakan penelitian, peneliti melaksanakan observasi terlebih dahulu di kelas VII MTs Uswatun Hasanah Mangkang Semarang. Penelitian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam pembelajaran, motivasi memegang peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam pembelajaran, motivasi memegang peranan penting dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran, motivasi memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Motivasi belajar mempunyai peranan penting dalam memberi rangsangan,

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999)

DAFTAR PUSTAKA. Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak Kesulitan Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999) DAFTAR PUSTAKA Abd. Latif, Abdul Aziz bin Muhammad Alu, Tauhid untuk Pemula dan Lanjutan, (Direktorat Percetakan dan Penerbitan Departemen Agama Saudi Arabia, 1424 H) Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi

Lebih terperinci

active learning strategies

active learning strategies the the power of two active learning strategies power of two the power of two tes t the power of two Ha the power of two Ho t t t o the power of two the power of two Jean Piaget s Constructivism Piaget

Lebih terperinci

LEMBAR ANGKET DISIPLIN BELAJAR SISWA

LEMBAR ANGKET DISIPLIN BELAJAR SISWA 53 55 Lampiran 1: Lembar Angket Disiplin Belajar Siswa NAMA : KELAS : No. Absen : LEMBAR ANGKET DISIPLIN BELAJAR SISWA Petunjuk pengisian : 1. Bacalah terlebih dahulu pernyataan ini dengan cermat. 2. Berilah

Lebih terperinci

KUESIONER PENELITIAN. Nama responden :... Pendidikan Tertinggi : SD SMP SMA D3 S1 S2 S3

KUESIONER PENELITIAN. Nama responden :... Pendidikan Tertinggi : SD SMP SMA D3 S1 S2 S3 Lampiran 1 Angket Nomor: KUESIONER PENELITIAN IDENTITAS RESPONDEN Nama responden :... Jenis Kelamin : Laki- laki Perempuan Usia :... Pendidikan Tertinggi : SD SMP SMA D3 Profesi : S1 S2 S3 PETUNJUK PENGISIAN

Lebih terperinci

AL-NAKIRAH WA AL-MA RIFAH

AL-NAKIRAH WA AL-MA RIFAH Volume III, Nomor 2, Januari-Juni 2015 7 AL-NAKIRAH WA AL-MA RIFAH Hamka Ilyas Dosen pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar Abstrak: Dalam pembahasan tentang isim, maka akan ditemukan

Lebih terperinci

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA ARAB SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) / MADRASAH ALIYAH (MA)

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA ARAB SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) / MADRASAH ALIYAH (MA) DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA ARAB SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) / MADRASAH ALIYAH (MA) I. KELAYAKAN ISI A. KESESUAIAN MATERI DENGAN KI DAN KD Butir 1 Butir 2 Butir 3 Kelengkapan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Demikian juga piranti pendidikan yang semakin canggih, oleh

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Demikian juga piranti pendidikan yang semakin canggih, oleh 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidup dan selalu berubah lantaran mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan budaya masyarakat, karena dari masa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. belajar. Belajar adalah usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu

BAB I PENDAHULUAN. belajar. Belajar adalah usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pembelajaran merupakan kegiatan inti dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah. Pembelajaran hakikatnya adalah usaha membuat siswa belajar. Belajar adalah usaha

Lebih terperinci

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI SKRIPSI OLEH YUNI KARTIKA A1C409014 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Dikatakan edukatif karena terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik yang diarahkan untuk mencapai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN A. SUBJEK PENELITIAN Subjek dari penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas VII C MTs NU Banat Kudus tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah peserta didik sebanyak

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo Nikma A. Manandri, Achmad Ramadhan, dan Bustamin Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan diskripsi hasil penelitian yang telah penulis lakukan di MTs. NU TBS Kudus, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut:

BAB V PENUTUP. Berdasarkan diskripsi hasil penelitian yang telah penulis lakukan di MTs. NU TBS Kudus, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: BAB V PENUTUP A. Simpulan Berdasarkan diskripsi hasil penelitian yang telah penulis lakukan di MTs. NU TBS Kudus, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut: 1. Manajemen Pembelajaran di MTs. NU TBS

Lebih terperinci

اإلقزار ج د. ABSTRAK Riza Ramdan 109012000042 Hubungan Antara Pengajaran Kosakata Harian Dan Kemahiran Berbicara Bagi Siswa Madrasah Aliyah YASMI Sukabumi. Pengajaran kosakata membutuhkan penyajian bagian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. segala aspek kehidupan. Pendidikan tidak akan terlepas dari proses

BAB I PENDAHULUAN. segala aspek kehidupan. Pendidikan tidak akan terlepas dari proses BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah modal dasar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, sehingga dituntut untuk terus berupaya mempelajari, memahami, dan menguasai berbagai

Lebih terperinci

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP MINAT BELAJAR KIMIA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG

PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP MINAT BELAJAR KIMIA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG PENGARUH KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP MINAT BELAJAR KIMIA KELAS X DI SMA MUHAMMADIYAH 1 SEMARANG 1 Ria Hadri Anti, 2 Andari Puji Astuti, 3 Bambang Hermanto 1 Pendidikan Kimia,, Universitas Muhammadiyah

Lebih terperinci

KOMPETENSI BERBICARA DAN MENYIMAK MELALUI CERITA BERANTAI Oleh: Aziz Syafrudin Syafrawi, MA. Abstrak

KOMPETENSI BERBICARA DAN MENYIMAK MELALUI CERITA BERANTAI Oleh: Aziz Syafrudin Syafrawi, MA. Abstrak KOMPETENSI BERBICARA DAN MENYIMAK MELALUI CERITA BERANTAI Oleh: yafrudin Syafrawi, MA Abstrak يتكون تعليم اللغة العربية من أربع مهارات وهي مهارة االستماع ومهارة الكالم ومهارة القراءة ومهارة الكتابة. ومن

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan baik. Hal ini semata-semata karena Allah yang menjaga Al-Quran.

BAB I PENDAHULUAN. dengan baik. Hal ini semata-semata karena Allah yang menjaga Al-Quran. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Al-Quran merupakan ayat-ayat Allah yang berupa kalamullah yang diturunkan dengan bahasa arab, yaitu satu-satunya bahasa yang terjaga dengan baik. Hal ini semata-semata

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa.

DAFTAR PUSTAKA. Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. DAFTAR PUSTAKA Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Anas Sudijono. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Arikunto, Suharsimi. 2009.

Lebih terperinci

BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR AN HADITS. kurang tepat, karena belajar adalah perubahan yang terjadi di dalam

BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR AN HADITS. kurang tepat, karena belajar adalah perubahan yang terjadi di dalam BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR AN HADITS A. Pengertian Belajar Mengajar Seseorang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH

NASKAH PUBLIKASI ILMIAH MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VI SD NEGERI 01 TANJUNGSARI PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2012/2013 NASKAH PUBLIKASI ILMIAH Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah

BAB I PENDAHULUAN tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang diberlakukan di Indonesia mulai tahun ajaran 2013/2014 (Permendikbud Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan proses panjang dalam rangka mengantarkan manusia menjadi seseorang yang memiliki kekuatan intelektual, emosional, dan spiritual sehingga

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan dan perkembangan lingkungannya,

BAB I PENDAHULUAN. dikembangkan berdasarkan pada kebutuhan dan perkembangan lingkungannya, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Seiring perkembangan zaman masalah-masalah baru akan selalu muncul dalam dunia pendidikan, karena pada dasarnya pendidikan senantiasa dikembangkan berdasarkan

Lebih terperinci

Wayan Nurkancana, dkk. Evaluasi Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional 1982) hlm.

Wayan Nurkancana, dkk. Evaluasi Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional 1982) hlm. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh pada tuntutan bahwa pendidikan diasumsikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROJECT BASED LEARNING

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROJECT BASED LEARNING UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROJECT BASED LEARNING Nurul Hidayati 1 dan Khaeroni 2 Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa yang rendah

Lebih terperinci

DAFTAR KEPUSTAKAAN. Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

DAFTAR KEPUSTAKAAN. Arikunto, Suharsimi, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi), Jakarta: Bumi Aksara, 2010. DAFTAR KEPUSTAKAAN Amalia Sawitri Wahyuningsih, Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Denganprestasi Belajar Pada Peserta Didik Kelas Di SMU Lab School Jakarta Timur, Skripsi, Jakarta: Fakultas Psikologi

Lebih terperinci

Alquran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi umat manusia dan menjadi pedoman

Alquran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW. yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi umat manusia dan menjadi pedoman BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Alquran adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW yang mengandung petunjuk-petunjuk bagi umat manusia dan menjadi pedoman hidup mereka yang ingin mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa. 2 Dengan demikian, pendidikan. berlangsung di sekolah dan di luar sekolah.

BAB I PENDAHULUAN. rohaninya untuk mencapai tingkat dewasa. 2 Dengan demikian, pendidikan. berlangsung di sekolah dan di luar sekolah. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan ialah tahapan-tahapan kegiatan mengubah sikap dan perilaku seseorang atau sekelompok orang melalui upaya pelatihan dan pengajaran. 1 Pendidikan dapat diartikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan, seperti halnya dengan diadakan sekolah-sekolah gratis. Karena

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan, seperti halnya dengan diadakan sekolah-sekolah gratis. Karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan saat ini sangat diperhatikan dan digalakkan oleh pemerintahan, seperti halnya dengan diadakan sekolah-sekolah gratis. Karena pendidikan itu sangat

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. A. Partanto, Pius dan Al Barry, M. Dahlan,. Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 2001.

DAFTAR PUSTAKA. A. Partanto, Pius dan Al Barry, M. Dahlan,. Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 2001. DAFTAR PUSTAKA A. Partanto, Pius dan Al Barry, M. Dahlan,. Kamus Ilmiah Populer, Surabaya: Arkola, 2001. Alam, Sei H. Dt. Tombak, Ilmu Tajwid Populer 17 Kali Pandai, Jakarta: Bumi Aksara, 1995, Cet. Ke-10

Lebih terperinci

Oleh: Hermiatun SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek

Oleh: Hermiatun SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek 10 JURNAL PENDIDIKAN PROFESIONAL, VOLUME 4, NO. 3, DESEMBER 2015 PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI SUMBER ENERGI DAN KEGUNAANNYA MELALUI METODE KOOPERATIF PADA SISWA KELAS II SDN 2 BARUHARJO

Lebih terperinci