Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download ""

Transkripsi

1

2 أ

3 ب

4 ت

5 ث

6 ج

7 .1.2 ح

8 خ

9 1

10 2 3 عبد الغزيزبن إبراهين العصيلي, أساسيا تعلين اللغة العربية للناطقين بلغات أخرى,)الرياض: جاهعة اإلهام هحود بن سعود اإلسالهية هعهد تعلين اللغة العربية(, ص. 192.

11 3 6 Muhbib Abdul Wahab, Pemikiran Linguistik TAMAM HASSAN dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (UIN Jakarta Press, 2009)hal.192

12 4 7

13 5

14 6

15 7 نى ص يعهىو الو جد في اللغح جاألعالم ب روث ): دار ان شرق 1896(, ص, 389 صانح عبذ انعس س, الترتيح وطروق التدريس )يصر : دار ان عارف 1896( ص Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1899), cet.1, hal

16 8 4 يح ذ عه انخىن أسالية تدريس اللغح العرتيح )انر اض: ان هكت انعرب ت انطعىد ت 1896( ص عباش يحبىب, يشكالث تعه ى انهغت انعرب ت حهىل ظر ت وتطبق ت, )قطر انذوحت: دار انثقافت, 1896 (.ص. 148

17 9 6 عباش يحبىب هشكالخ تعلين اللغح العرتيح حلىل ظريح وتطثقيح )قطرة انذوحت : دار انثقافت 1896( ص عبذ انعس س ب إبراه ى انعصص ه أساسياخ تعلين اللغح العرتيح لل اطقيي تلغاخ أخري )انر اض: جايعت اإلياو يح ذ ب ضعىد اإلضالي ت يعهذ تعه ى انهغت انعرب ت( ص. 244

18 01 9 نى ص يعهىو الو جد في... ص إبراهى إض اع م, األسس ال فسيح لتعلين اللغح العرتيح لغير ال طقيي تها, )يكتبت اال جهى ان صر (, ص. 14

19 00 10 Ali imron, Belajar mengajar,(jakarta: Dunia Pustaka Jaya, 1887 ), Cet1 Hlm Abdurrahman Abror, psikologi Pendidikan, hlm Muhibbin Syah, Psikologi Pedidikan Suatu Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja Rosadkarya, 1885), hal.136

20 01 13 عبذ انرح ب إبراهى انفرزا إعداد هىاد تعلين اللغح العرتيح لغير ال اطقيي تها, )1429( ص يصطف فه سيكىلىجيح التعلن ص يح ذ عث ا جات القرآى و علن ال فس )انقاهرة : دار انشروق 1869 ( ط. 2.ص Zikri Neni Iska, Perkembangan Peserta didik (Perspetif Psikologi), (Jakarta: Kizi Brother s 2011), hal.76.

21 يصطف فه سيكىلىجيح التعلن )انقاهرة: يكتبت = 19 يصري دث( ص يح ذ يح ىد علن ال فس الوعاصر في ضىء اإلسالم )انقاهرة: دار انشروق 1894 و( ص. 135

22 فاد ت كايم ح او, علن ال فس والترتىي في ضىع اإلسالم, )انر اض: دار انسهراء(, ص يح ذ اب أح ذ انباري األهذل الكىاكة الدريح شرح هتووح اآلجروهيح )ضىربا ا: انحري جا ا دث( ج. 1 ص يح ذ عان انخان أسالية تدريس اللغح العرتيح )انر اض: ج ع انحقىق يحفىظت نه ؤنف 1892 و( ص. 19. حط جعفر انخه فت فصىل في تدريس اللغح العرتيح ( انر اض: يكتبت انرشذ 2004( ص. 341.

23 04 23 ح ذا دراسح تحليليح عي عرض الوىاد الدراسيح في كتاب اآلجروهيح )جاكرتا : يكتبت كه ت انترب ت جايعت شر ف هذا ت اهلل اإلضالي ت انحكىي ت جاكرتا, 2001(. ص عه أح ذ يذكىر تدريس ف ىى اللغح العرتيح )انقاهرة: دار انفكر انعرب 2000 و(.ص. 293

24 رشذي أح ذ طع ت تعلين العرتيح والديي تيي اللون والفي )انقاهرة: دار انفكر انعرب ( ص عه أح ذ يذكىر تدرس الف ىى اللغح العرتيح )انقاهرة: انفكر انعرب 2000 و( ص. 291

25 07

26 81 8 Moch, Ainin, Metodologi Penelitian Baahasa Arab, (malang: hilal Fajar`Keilmuan,7002)cet.8, hal 96

27 86 (Suharismi Arikunto 7 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka Cipta 7007), cet 87, hal Winarno, Surahmad, Pengantar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 8660) hal. 810

28 70

29 22

30 23 P = F x 100 N 1 إنده المقابلة بين خليفة و إنده ديبوك 22 ديسمبير 2213.

31 24

32 25

33 26

34 22

35 22

36 22

37 32

38 31

39 32

40 33

41 34

42 35

43 36

44 32

45 32

46 32

47 42

48 34

49 33

50

51 Fachrurrozi, Aziz dan Mahyuddin, Erta, Teknik Pembelajaran Bahasa Arab, Jakarta: LB YASSARNA YBMQ, Cet 1, Zikri Neni Iska, Perkembangan Peserta didik (Perspetif Psikologi), (Jakarta: Kizi Brother s 2011), Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek, (Jakarta : Rineka Cipta 2002), cet 22, Muhbib Abdul Wahab, Pemikiran Linguistik TAMAM HASSAN dalam Pembelajaran Bahasa Arab, (UIN Jakarta Press, 2009) Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pusataka, 1988) Ainin,Moch, Metodologi Penelitian Baahasa Arab, (malang: hilal Fajar`Keilmuan,2007) cet.1, hal 69 Surahmad, Winarno, Pengantar Penelitian Ilmiah, (Bandung: Tarsito, 1990) hal. 180 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan skripsi, (Jakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah, 2007.

52

53 Pedoman Wawancara dengan Guru Bahasa Arab Di Ma had al-awwabin 1. Apa pendidikan terakhir ibu? 2. Sudah berapa lama ibu mengajar nahwu dipesantren ini? 3. Kitab apa yang ustazah gunakan dalam mengajar nahwu? 4. Tujuan apa yang hendak ustazah capai dalam pembelaran nahwu? 5. Langkah apa saja yang ustazah lakukan untuk mencapai tujuan terebut? 6. Metode apa saja yang sering ustazah gunakan dalam mengajar nahwu? 7. Media apa saja yang ustazah gunakan dalam mengajarkan nahwu? 8. Menurut ustazah, Bagaimana minat siswa terhadap pelajaran nahwu? 9. Langkah-langkah apa saja yang ibu lakukan dalam rangka meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran nahwu? 10. Menurut ustazah, Bagaimana motivasi siswa terhadap pelajaran nahwu? 11. Langkah-langkah apa saja yang ibu lakukan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran nahwu? 12. Apakah ada kewajiban bagi siswa dalam menghafal qaidah-qaidah nahwu? 13. Jika ada, adakah target yang harus dicapai oleh siswa dalam menghafal? 14. Menurut ustazah, Bagaimana minat siswa terhadap penghafalan qaidah-qaidah nahwu? 15. Dalam proses pembelajaran nahwu, kendala apa saja yang sering ustazah hadapi? 16. Lalu upaya apa yang ustazah lakukan dalam menghadapi kendala tersebut?

54 1. Apa pendidikan terakhir ibu? Pendidan terakhir Madrasah Aliyah atau SMA 2. Sudah berapa lama ibu mengajar nahwu di pesantren ini? Mengajar sejak tahun Kitab apa yang ustadzah gunakan dalam mengajar nahwu? Kitab Nahwu al-wadhih, karya Ali al-jarim dan Mustofa Amin 4. Tujuan apa yang hendak ustadzah capai dalam pembelajaran nahwu? Tujuan memperkenalkan kepada siswa tentang dasar-dasar dalam gramatika Arab. 5. Langkah apa saja yang ustadzah lakukan untuk mencapai tujuan tersebut? Langkah untuk mencapai tujuannya ialah dengan memperkenalkan kepada siswa kelas satu MTs mengenai pengenalan terhadap kata dalam bahasa Arab, itu meliputi Isim (kata benda), fi`il (kata kerja), dan dhomir (kata ganti) serta perbedaan di antara ketiganya. Dan juga dengan pengenalan posisi jabatan kata itu dalam dua pola pembentukan kalimat sederhana dalam gramatika bahasa Arab, jumlah ismiyah (mubtada & khabar, subjek-predikat) dan jumlah fi`liyah (fi`il-fa`il-maful bih, predikat, subjek, objek). 6. Metode apa yang saja yang sering ustadzah gunakan dalam mengajarkan nahwu? Metodenya dengan metode monologis dan dialogis. Yang pertama ialah dengan mengartikan kaidah Nahwul Wadhih, siswa mencatatnya kemudian memberikan penjelasannya dengan amtsilat atau contoh-contoh yang terdapat di dalam kitab itu. 7. Media apa saja yang ustadzah gunakan dalam mengajarkan nahwu? Media yang digunakan adalah papan tulis dan kitab Nahwul Wadhih. 8. Menurut ustadzah, bagaimana minat siswa terhadap pelajaran nahwu? Secara umum, minat siswa terbilang rendah terhadap pelajaran nahwu. Meski begitu ada satu atau dua siswa yang punya minat besar belajar nahwu. 9. Langkah-langkah apa saja yang ibu lakukan dalam rangka meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap pelajaran nahwu? Untuk mendorong motivasi belajar siswa dilakukan dengan cara memberikan pengetahuan dan penjelasan kepada mereka mengenai arti penting belajar ilmu nahwu dalam belajar bahasa Arab sebagai bahasa memahami al-quran sekaligus usaha untuk mendalami ilmu agama secara langsung melalui kitab-kitab kuning. 10. Menurut ustadzah, bagaimana motivasi siswa terhadap pelajaran nahwu? Secara umum, motivasi belajar siswa untuk benar-benar belajar nahwu atau bahasa Arab belum terlihat.

55 11. Apakah ada kewajiban bagi siswa dalam menghapal qaidah-qaidah nahwu? Iya ada kewajiban bagi siswa untuk menghapal qaidah-qaidah nahwu? 12. Jika ada, adakah target yang harus dicapai oleh siswa dalam menghapal? Sebagai guru ada target hapalan bagi siswa, minimal mereka harus hapal qoidah sampai dengan qoidah yang tengah dipelajari. Tapi untuk ujian halaqoh, siswa wajib menghapal sejumlah kaidah dengan jumlah tertentu semisal qaidah pada juz pertama kitab Nahwul Wadhih untuk kelas satu Mts. Jumlah hafalan qaidah untuk ujian halaqoh biasanya ditentukan oleh pengurus madrasah diniyah. 13. Menurut ustadzah, bagaimana minat siswa terhadap penghapalan qaidah-qaidah nahwu? Secara umum, minat siswa untuk menghapal terbilang rendah. Kalaupun mereka mampu menghapal banyak qaidah, itu lebih karena dipaksa bukan atas kesadaran sendiri akan pentingnya menghapal qaidah tersebut dalam belajar nahwu. 14. Dalam proses pembelajaran nahwu, kendala apa saja yang sering ustadzah hadapi? Kendalanya minat siswa yang rendah untuk belajar nahwu yang bisa dilihat dari beberapa hal antara lain, malas buka kitab, tidak pernah mutholaah pelajaran sebelumnya, tidak memperhatikan penjelasan guru sewaktu belajar, mengobrol waktu pelajaran berlangsung, tidur. 15. Lalu upaya apa yang ustadzah lakukan dalam menghadapi kendala tersebut? Langkahnya untuk mengadapinya dengan menegur, memberi tazir dan menasehati. Dan terakhir sebagai guru terus mengembangkan diri dan belajar lagi tentang metode mengajar dengan cara baik, kreatif dan inovatif.

56 Angket Penelitian Nama : Kelas : Jenis Kelamin : L/P Petunjuk pengisian: 1. Bacalah setiap pernyataan dengan cermat, kemudian pilihlah salah satu jawaban dengan cara memberi tanda ( ) pada jawaban yang menurut anda sesuai. Dengan alternative jawaban sebagai berikut: SS (Sangat Setuju) S (Setuju) TS (Tidak Setuju) STS (Sangat Tidak Setuju) 2. Jawaban yang anda berikan tidak akan mempengaruhi nilai/prestasi anda. Terima kasih atas bantuan dan kerjasamanya. No. Pertanyaan SS S TS STS 1. Saya senang belajar nahwu 2. Pelajaran nahwu merupakan pelajaran yang mudah dimengerti 3. Saya selalu merasa bosan ketika belajar nahwu 4. Saya selalu hadir tepat waktu untuk mengikuti pelajaran nahwu 5. Saya selalu memperhatikan disetiap penjelasan materi yang diberikan oleh guru ketika belajar nahwu 6. Saya selalu mencatat semua penjelasan materi yang diberikan oleh guru 7. saya selalu berdiskusi dengan teman ketika mendapatkan kesulitan pada saat belajar nahwu 8. Saya tidak pernah mencatat penjelasan materi yang diberikan oleh guru

57 9. Saya mengulang kembali pelajaran nahwu diluar kelas 10. Saya selalu bertanya kepada guru bila belum memahami pelajaran nahwu 11. Dalam belajar nahwu, apabila saya tidak mengerti bagi saya tidak masalah 12. Saya tidak suka belajar nahwu karena merupakan pelajaran yang sulit 13. Saya menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru tepat waktu 14. Saya malas ketika harus mengulang kembali pelajaran nahwu diasrama 15 Setiap belajar nahwu saya selalu mempersiapkannya terlebih dahulu diasama 16. Kenyamanan kelas mendukung saya belajar nahwu dengan baik 17. Sikap ramah guru membuat saya senang belajar nahwu 18. Suasana kelas yang tidak nyaman membuat saya malas belajar nahwu 19. Sikap kiler (galak) guru membuat saya malas belajar nahwu 20. Pujian dari teman terhadap prestasi saya memotivasi(mendorong) saya untuk terus belajar nahwu lebih giat 21. Pujian guru terhadap prestasi saya, memotivasi (mendorong) saya untuk terus belajar lebih giat 22. Sikap acuh tak acuh teman terhadap nilai nahwu saya membuat saya malas belajar 23. Tidak ada pujian dari guru terhadap prestasi belajar nahwu membuat saya malas belajar 24. Motivasi yang dibeikan oleh guru membuat saya lebih giat dalam belajar

58 25. Saya selalu bersemangat menghafal kaidah nahwu ketika mengetahui teman saya lebih banyak jumlah hafalannya 26. Tidak ada hadiah dari orang tua atas prestasi yang saya raih membuat saya malas belajar 27. Saya tetap malas ketika mengetahui hafalan kaidah nahwu teman lebih banyak dari saya 28. Saya selalu belajar dengan giat untuk mencapai hasil yang lebih bagus dari temen saya 29. Pemberian hadiah dari guru atas nilai yang bagu membuat saya termotivasi untuk belajar lebih giat 30. saya tetap malas belajar walaupun guru selalu memotivasi saya untuk memperoleh prestasi dalam pelajaran nahwu

DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman, Mulyono, Pendidikan Bagi Anak yang berkesulitan Belajar, (Jakarta: Pusat Perbukuan Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan dengan Rineka Cipta, 2003). Adrian, Willa, Loedji, Soekotjo,

Lebih terperinci

Petunjuk Pengisian ( ) SS TS STS

Petunjuk Pengisian ( ) SS TS STS LAMPIRAN LAMPIRAN SKALA Nama : Kelas : Jenis Kelamin : Usia : Petunjuk Pengisian a. Isilah angket ini sesuai dengan keadaan anda yang sebenarnya b. Berilah tanda ( ) pada jawaban yang anda berikan c. Jawablah

Lebih terperinci

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA

ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA 107 ANGKET KEPERCAYAAN DIRI SISWA Asalamualaikum wr. Wb. Pada kesempatan ini saya ingin melakukan penelitian tentang kepercayaan diri siswa. Untuk itu saya mohon bantuan dan partisipasinya untuk mengisi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sebagai pendidik, sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau murid.

Lebih terperinci

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. and Satisfaction) ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom

BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN. and Satisfaction) ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (classroom BAB III METODE DAN RENCANA PENELITIAN A. Metode Penelitian Penelitian yang berjudul; Peningkatan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Matematika pada Siswa Kelas V MI H. Achmad Ali Benowo - Surabaya melalui

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dimilikinya. Usaha tersebut bisa optimal jika sekolah sebagai pusat belajar

BAB I PENDAHULUAN. yang dimilikinya. Usaha tersebut bisa optimal jika sekolah sebagai pusat belajar 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sekolah sebagai institusi pendidikan pada dasarnya untuk mempersiapkan anak didik menghadapi kehidupan masa depan dengan cara mengembangkan prestasi yang dimilikinya.

Lebih terperinci

KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM

KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM MODUL PENGENALAN KAIDAH BAHASA ARAB DASAR BAHASA ARAB KUNCI MENGENAL ISLAM LEBIH DALAM Diterbitkan oleh: MA HAD UMAR BIN KHATTAB YOGYAKARTA bekerjasama dengan RADIO MUSLIM YOGYAKARTA 1 ال م ف ر د ات (Kosakata)

Lebih terperinci

BAB V PENUTUP. Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan, setelah dianalisa

BAB V PENUTUP. Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan, setelah dianalisa 55 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian yang penulis lakukan, setelah dianalisa dapat disimpulkan bahwa mengulang pelajaran siswa (variabel X) dengan prestasi belajar (variabel

Lebih terperinci

Oleh: Faqih Amri, Bambang Sudarsono. Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas MuhammadiyahPurworejo.

Oleh: Faqih Amri, Bambang Sudarsono. Pendidikan Teknik Otomotif, FKIP, Universitas MuhammadiyahPurworejo. ISSN: 2303-3738 Vol.05/No.01/Januari 2015 PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN CHASIS OTOMOTIF DENGAN PEMBELAJARAN E LEARNING PADA SISWA KELAS XI TKR SMK MA ARIF 4 KEBUMEN TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan pokok manusia, mereka akan berusaha mencari pengetahuan dimana saja sebagai bekal hidupnya di dunia maupun di akhirat nanti. Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kompleks sehingga sulit dipelajari dengan tuntas. Oleh sebab itu masalah

BAB I PENDAHULUAN. kompleks sehingga sulit dipelajari dengan tuntas. Oleh sebab itu masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam ajaran Islam pembinaan kepribadian kepada generasi muda sangat dibutuhkan karena sebagai penerus yang nantinya akan memegang masa depan bangsa dan agama, yaitu

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam pembelajaran, motivasi memegang peranan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Dalam pembelajaran, motivasi memegang peranan penting dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Dalam pembelajaran, motivasi memegang peranan penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Motivasi belajar mempunyai peranan penting dalam memberi rangsangan,

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata Kunci: guided inquiry, hasil belajar, kooperatif

ABSTRAK. Kata Kunci: guided inquiry, hasil belajar, kooperatif MUST: Journal of Mathematics Education, Science and Technology Vol. 1, No. 1, Juli 2016. Hal. 1 9 PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GUIDED INQUIRY POKOK BAHASAN

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT

PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN STRATEGI QUICK ON THE DRAW PADA MATERI GARIS DAN SUDUT Budi Santoso 1, Susanah 2 1 Jurusan Matematika, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Surabaya 2 Jurusan Matematika,

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA

PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA Atik Dwi Kurniati Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo e-mail: atikdwi_kurniati@gmail.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. karena dari pendidikan menggambarkan betapa tingginya peradaban suatu bangsa.

BAB I PENDAHULUAN. karena dari pendidikan menggambarkan betapa tingginya peradaban suatu bangsa. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah dan Penegasan Judul Pendidikan adalah suatu hal yang sangat mendasar bagi suatu bangsa karena dari pendidikan menggambarkan betapa tingginya peradaban suatu

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUANMATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis)

PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUANMATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis) PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA MODEL PYTHAGORAS TERHADAP KEMAMPUANMATEMATIKA SISWA (Studi Eksperimen di SMP Negeri 4 Pamarican Kabupaten Ciamis) Hj. Indah Nursuprianah, Mahsusin Jurusan Pendidikan Matematika,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk

BAB I PENDAHULUAN. tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Selama pendidikan masih ada, maka selama itu pula masalah-masalah tentang pendidikan akan selalu muncul dan orangpun tak akan berhenti untuk membicarakan dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dijenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD sampai pada tingkat SMA

BAB I PENDAHULUAN. dijenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD sampai pada tingkat SMA 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang dipelajari siswa dijenjang pendidikan formal mulai dari tingkat SD sampai pada tingkat SMA bahkan di perguruan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh lagi

BAB I PENDAHULUAN. menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh lagi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun lebih jauh lagi pengertian bahasa adalah

Lebih terperinci

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI

ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI ANALISIS PRESTASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN INTERNET PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS XI IPA SMA NEGERI 1 MUARO JAMBI SKRIPSI OLEH YUNI KARTIKA A1C409014 FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD, MI, dan SDLB, hlm. 417

BAB I PENDAHULUAN. Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD, MI, dan SDLB, hlm. 417 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu pelajaran di Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berhubungan dengan cara mencari tahu tentang alam secara sistematis,

Lebih terperinci

UJI VALIDITAS DUKUNGAN WALI KELAS. Koefisien Validitas

UJI VALIDITAS DUKUNGAN WALI KELAS. Koefisien Validitas L A M P I R A N UJI VALIDITAS DUKUNGAN WALI KELAS Variabel Dukungan Sosial Wali Kelas (X) No Item Koefisien Validitas Titik Kritis Keterangan 1 0,788 0,300 Valid 2 0,487 0,300 Valid 3 0,629 0,300 Valid

Lebih terperinci

KOMPETENSI BERBICARA DAN MENYIMAK MELALUI CERITA BERANTAI Oleh: Aziz Syafrudin Syafrawi, MA. Abstrak

KOMPETENSI BERBICARA DAN MENYIMAK MELALUI CERITA BERANTAI Oleh: Aziz Syafrudin Syafrawi, MA. Abstrak KOMPETENSI BERBICARA DAN MENYIMAK MELALUI CERITA BERANTAI Oleh: yafrudin Syafrawi, MA Abstrak يتكون تعليم اللغة العربية من أربع مهارات وهي مهارة االستماع ومهارة الكالم ومهارة القراءة ومهارة الكتابة. ومن

Lebih terperinci

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1

Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1 Prosiding Seminar Nasional Volume 01, Nomor 1 PENINGKATAN MOTIVASI, AKTIVITAS, DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING KELAS VIIF SMP NEGERI

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dibuktikan dari hasil belajar siswa terhadap materi yang dipelajari yang

BAB I PENDAHULUAN. dibuktikan dari hasil belajar siswa terhadap materi yang dipelajari yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan sebuah proses kegiatan yang disengaja atas input siswa untuk menimbulkan suatu hasil yang diinginkan sesuai tujuan yang ditetapkan. 1 Sebagai sebuah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Dikatakan edukatif karena terjadi interaksi antara guru dengan peserta didik yang diarahkan untuk mencapai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Demikian juga piranti pendidikan yang semakin canggih, oleh

BAB I PENDAHULUAN. sangat pesat. Demikian juga piranti pendidikan yang semakin canggih, oleh 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan kebutuhan manusia sepanjang hidup dan selalu berubah lantaran mengikuti perkembangan zaman, teknologi, dan budaya masyarakat, karena dari masa

Lebih terperinci

PENGARUH SUASANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA

PENGARUH SUASANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PENGARUH SUASANA BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SERTA DAMPAKNYA PADA PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA (Pada Siswa Kelas VIII Semester Gasal SMP N 1 Trangkil Tahun Ajaran2014/2015)

Lebih terperinci

LAMPIRAN A-1 SKALA DEPRESI PADA REMAJA

LAMPIRAN A-1 SKALA DEPRESI PADA REMAJA LAMPIRAN A-1 SKALA DEPRESI PADA REMAJA A. IDENTITAS Kelas : B. PETUNJUK PENGISIAN SKALA 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian kerjakan dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran guru Sekolah Dasar Negeri se Gugus Diponegoro di Kecamatan

Lebih terperinci

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN IPS DI SDN SAWOJAJAR 04 KOTA MALANG

PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN IPS DI SDN SAWOJAJAR 04 KOTA MALANG Ana Nuz miah, Peningkatan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa... 1 PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN IPS DI SDN SAWOJAJAR 04 KOTA

Lebih terperinci

BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR AN HADITS. kurang tepat, karena belajar adalah perubahan yang terjadi di dalam

BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR AN HADITS. kurang tepat, karena belajar adalah perubahan yang terjadi di dalam BAB II PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN AL-QUR AN HADITS A. Pengertian Belajar Mengajar Seseorang beranggapan bahwa belajar adalah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yang tersaji dalam bentuk

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 2009), hlm.3. di Abad Global, (Malang: UIN-Maliki Press, 2012), hlm. 4. Remaja Rosdakarya, 2006), Cet. 19, hlm. 4.

BAB 1 PENDAHULUAN. 2009), hlm.3. di Abad Global, (Malang: UIN-Maliki Press, 2012), hlm. 4. Remaja Rosdakarya, 2006), Cet. 19, hlm. 4. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Belajar mengajar merupakan dua konsep yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Belajar adalah suatu usaha sadar yang dilakukan oleh individu dalam perubahan tingkah

Lebih terperinci

Syahriani S.Pd.,M.Pd Dosen Non PNS Jurusan Biologi Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar. Abstrak

Syahriani S.Pd.,M.Pd Dosen Non PNS Jurusan Biologi Fakultas Tarbiyah dan keguruan UIN Alauddin Makassar. Abstrak Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TAI untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Biologi pada Siswa Kelas XI MA Madani Alauddin Pao-Pao Kabupaten Gowa Syahriani S.Pd.,M.Pd Dosen Non PNS Jurusan Biologi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Dengan adanya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Dengan adanya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Dengan adanya pendidikan, sumber daya manusia dapat berkembang menuju ke arah yang lebih baik. Untuk mengwujudkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan

BAB I PENDAHULUAN. yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Penelitian Rendahnya kualitas pendidikan merupakan salah satu bentuk permasalahan yang dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Pemerintah telah melakukan berbagai

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data Penelitian 1. Penilaian Kelas Digunakan Dalam Mata Pelajaran Fiqih di MTs N 02 Kudus Tahun Pelajaran 2016/2017. Penilaian menjalankan kelas proses merupakan

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 7 BANDA ACEH ABSTRAK

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 7 BANDA ACEH ABSTRAK PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CARD SORT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU SISWA KELAS VII SMPN 7 BANDA ACEH Winda Fahrunnisa 1, Syamsul Bardi 2, Thamrin 3 1 Email: dekwiin@gmail.com 2 Pendidikan

Lebih terperinci

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA ARAB SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) / MADRASAH ALIYAH (MA)

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA ARAB SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) / MADRASAH ALIYAH (MA) DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1 PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA ARAB SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) / MADRASAH ALIYAH (MA) I. KELAYAKAN ISI A. KESESUAIAN MATERI DENGAN KI DAN KD Butir 1 Butir 2 Butir 3 Kelengkapan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menurut Arikunto (2002) penelitian korelasi bertujuan untuk menemukan ada tidaknya hubungan dan apabila

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari ilmu-ilmu lain, dikatakan demikian karena buku-buku. bermacam-macam ilmu pengetahuan pada zaman dahulu banyak ditulis

BAB I PENDAHULUAN. mempelajari ilmu-ilmu lain, dikatakan demikian karena buku-buku. bermacam-macam ilmu pengetahuan pada zaman dahulu banyak ditulis 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Arab merupakan bahasa Alquran, bahasa komunikasi dan informasi umat islam, Bahasa Arab juga merupakan kunci untuk mempelajari ilmu-ilmu lain, dikatakan demikian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang didik. 2 Demi mencapai kedewasaan diperlukan kemandirian dalam segala hal. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan prasyarat mutlak untuk mencapai tujuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan siswa dalam belajar. Guru harus mampu berperan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. keberhasilan siswa dalam belajar. Guru harus mampu berperan sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan di sekolah atau yang sering disebut dengan proses belajar mengajar merupakan interaksi antara guru dengan siswa. Jika guru telah memahami siswanya

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN. Ibtidaiyah (MI) Sekecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek

BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN. Ibtidaiyah (MI) Sekecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek 1 BAB V PEMBAHASAN PENELITIAN a.i.a. Pengaruh pola asuh terhadap di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sekecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek Ada pengaruh yang positif signifikansi pola asuh terhadap prestasi

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Strategi Think Talk Write

Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Strategi Think Talk Write Upaya Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Matematika Dengan Strategi Think Talk Write (TTW) Siswa Kelas VIIIB SMP Negeri 1 Bulukerto Wonogiri Tahun Pelajaran 2013/2014 Ferika Handsayani Email: Ferika.handayani@yahoo.com

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Maka seorang pemimpin selain perlu memikirkan gaya kepemimpinannya, dia

BAB I PENDAHULUAN. Maka seorang pemimpin selain perlu memikirkan gaya kepemimpinannya, dia BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling vital dalam sebuah organisasi. Karena dalam organisasi, sumber daya manusia menjadi penentu dan tokoh utama untuk

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS TENTANG PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MAHARAH AL- KITABAH DI SMP ISLAM YMI WONOPRINGGO PEKALONGAN

BAB IV ANALISIS TENTANG PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MAHARAH AL- KITABAH DI SMP ISLAM YMI WONOPRINGGO PEKALONGAN BAB IV ANALISIS TENTANG PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MAHARAH AL- KITABAH DI SMP ISLAM YMI WONOPRINGGO PEKALONGAN Dalam bab ini akan diuraikan analisis hasil penelitian. Analisis yang dilakukan meliputi analisis

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 28 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini terfokus dalam kegiatan di kelas sehingga penelitiannya berupa penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu penelitian tindakan yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1999), hlm. 4 2 Trianto, Model-model pembelajaran inovatif berorientasi kontruktivistik, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1999), hlm. 4 2 Trianto, Model-model pembelajaran inovatif berorientasi kontruktivistik, (Jakarta: Prestasi Pustaka, 2007), hlm. BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan Agama Islam adalah sebutan yang di berikan pada salah satu subjek pelajaran yang harus di pelajari oleh peserta didik muslim dalam menyelesaikan pendidikannya

Lebih terperinci

DATA PRIBADI. 2. Menurut anda kesulitan dalam mempelajari Fisika A. Ada, yaitu. B. Tidak ada, alasan..

DATA PRIBADI. 2. Menurut anda kesulitan dalam mempelajari Fisika A. Ada, yaitu. B. Tidak ada, alasan.. Lampiran 1. Alat ukur DATA PRIBADI No. Absen : Jenis Kelamin : (L / P) Usia : Kelas : DATA PENUNJANG Berilah tanda silang (X) pada salah satu dari beberapa kemungkinan jawaban yang paling sesuai dengan

Lebih terperinci

Kata kunci: Minat, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head

Kata kunci: Minat, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Head UPAYA MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP SISWA KELAS VIII E TAHUN AJARAN 2015/ 2016 DI SMP N 1 NANGGULAN Oleh:

Lebih terperinci

Penerapan Metode Teknik Tugas Individual Dalam Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres 2 Ampibabo

Penerapan Metode Teknik Tugas Individual Dalam Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres 2 Ampibabo Penerapan Metode Teknik Tugas Individual Dalam Pembelajaran PKn Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV SDN Inpres 2 Ampibabo Asmawati Mahasiswa Program Guru Dalam Jabatan Fakultas Keguruan dan

Lebih terperinci

DAFTAR RIWAYAT PENDIDIKAN. Yang bertanda tangan di bawah ini : Tempat & Tanggal Lahir : Kudus, 2 Agustus 1989

DAFTAR RIWAYAT PENDIDIKAN. Yang bertanda tangan di bawah ini : Tempat & Tanggal Lahir : Kudus, 2 Agustus 1989 DAFTAR RIWAYAT PENDIDIKAN Yang bertanda tangan di bawah ini : Nama : Maulana Syarif Hidayatullah Tempat & Tanggal Lahir : Kudus, 2 Agustus 1989 Jenis Kelamin : Laki laki Agama : Islam Bangsa/Suku : Indonesia/Jawa

Lebih terperinci

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 5 No. 8 ISSN X. Indri

Jurnal Kreatif Tadulako Online Vol. 5 No. 8 ISSN X. Indri Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Operasi Hitung Penjumlahan Dan Pengurangan Bilangan Bulat Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD di Kelas V MI Wali Songo Sidondo Indri Mahasiswa Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah Dasar dari kelas I sampai kelas VI. Dalam pembelajaran di sekolah dasar ada

BAB I PENDAHULUAN. Sekolah Dasar dari kelas I sampai kelas VI. Dalam pembelajaran di sekolah dasar ada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Belajar adalah kewajiban dari setiap orang tidak terkecuali diikuti oleh siswa Sekolah Dasar dari kelas I sampai kelas VI. Dalam pembelajaran di sekolah dasar

Lebih terperinci

Nomor : Usia : PETUNJUK PENGISIAN

Nomor : Usia : PETUNJUK PENGISIAN Nomor : Usia : PETUNJUK PENGISIAN 1. Bacalah pernyataan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian kerjakanlah dengan sungguh-sungguh sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. 2. Kerjakanlah semua nomor dan

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Abdul Aziz Wahab; 2010, Metode dan Modul-Modul Mengajar IPS, Jakarta : Alfabeta.

DAFTAR PUSTAKA. Abdul Aziz Wahab; 2010, Metode dan Modul-Modul Mengajar IPS, Jakarta : Alfabeta. DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA Abdul Aziz Wahab; 2010, Metode dan Modul-Modul Mengajar IPS, Jakarta : Alfabeta. Arikunto, Suharsini; 2006, Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Jakarta : Bumi Aksara. Asep Herry

Lebih terperinci

Oleh: Winarsih SDN 3 Malasan, Trenggalek

Oleh: Winarsih SDN 3 Malasan, Trenggalek Winarsih, Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Materi Menjaga... 203 MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN MATERI MENJAGA KEUTUHAN NKRI PADA SISWA KELAS V SDN 3 MALASAN KABUPATEN TRENGGALEK MELALUI GROUP INVESTIGATION

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif. adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif. adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar 10 BAB II KAJIAN TEORI A. Kerangka Teoritis 1. Pengertian Strategi Pembelajaran Aktif Hisyam Zaini menjelaskan bahwa strategi pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk

Lebih terperinci

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Segiempat

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Segiempat Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Materi Segiempat PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA MATERI SEGIEMPAT DI KELAS VII A MTS AL-HIDAYAH KENDAL NGAWI Khoiri 1)

Lebih terperinci

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Hak Asasi Manusia (HAM) Dengan Menggunakan Metode Make A Match

Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Hak Asasi Manusia (HAM) Dengan Menggunakan Metode Make A Match Upaya Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Hak Asasi Manusia (HAM) Dengan Menggunakan Metode Make A Match Pada Mata Pelajaran PKn Siswa Kelas X A SMA Negeri 1 Balong Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan jabatan profesi, sebagai pihak pendidik dan pengajar

BAB I PENDAHULUAN. Guru merupakan jabatan profesi, sebagai pihak pendidik dan pengajar BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam proses pembelajaran, ada interaksi antara guru dan anak didik. Guru adalah "orang yang bertanggung jawab memberikan bantuan kepada anak didik dalam perkembangan

Lebih terperinci

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo

Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Tumbuhan Dan Fungsinya Dengan Menggunakan Metode Tanya Jawab Pada Siswa Kelas IV SD Inpres 2 Lemo Nikma A. Manandri, Achmad Ramadhan, dan Bustamin Mahasiswa

Lebih terperinci

STUDI KASUS PROBLEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 8 BANJARMASIN. M. Yuliansyah*

STUDI KASUS PROBLEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 8 BANJARMASIN. M. Yuliansyah* Al Ulum Vol.59 No.1 Januari 2014 halaman 24-30 24 STUDI KASUS PROBLEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 8 BANJARMASIN M. Yuliansyah* ABSTRAK Bimbingan Konseling merupakan bagian integral

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2009), Cet. 23. Hlm Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT

BAB I PENDAHULUAN. Remaja Rosda Karya, 2009), Cet. 23. Hlm Moh. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional, (Bandung: PT BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Keberhasilan proses belajar dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah strategi belajar mengajar yang digunakan oleh guru. Guru memiliki peranan yang

Lebih terperinci

DAFTAR PUSTAKA. Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa.

DAFTAR PUSTAKA. Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. DAFTAR PUSTAKA Ali, Mohammad. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung: Angkasa. Anas Sudijono. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Arikunto, Suharsimi. 2009.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Mata Pelajaran Aqidah Akhlak adalah salah satu aspek dalam pembelajaran agama Islam di Madrasah Aliyah. Aqidah Akhlak di Madrasah Aliyah merupakan peningkatan

Lebih terperinci

Fariyani Eka Kusuma Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

Fariyani Eka Kusuma Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Ponorogo. PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE PEMBELAJARAN MAKE A MATCH PADA SISWA KELAS VII SMP MA ARIF 2 PONOROGO TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Fariyani Eka Kusuma Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan, seperti halnya dengan diadakan sekolah-sekolah gratis. Karena

BAB I PENDAHULUAN. pemerintahan, seperti halnya dengan diadakan sekolah-sekolah gratis. Karena BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan saat ini sangat diperhatikan dan digalakkan oleh pemerintahan, seperti halnya dengan diadakan sekolah-sekolah gratis. Karena pendidikan itu sangat

Lebih terperinci

Oleh: Supardi SDN 2 Watulimo, Trenggalek

Oleh: Supardi SDN 2 Watulimo, Trenggalek 130 JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015 MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VI SDN 2 WATULIMO TRENGGALEK PADA BIDANG STUDI IPA MATERI KONDUKTOR DAN ISOLATOR PANAS MELALUI METODE EKSPERIMEN

Lebih terperinci

ANGKET PENELITIAN. Negeri se-kota Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. adalah yang sesuai dengan keadaan diri Anda sebenarnya.

ANGKET PENELITIAN. Negeri se-kota Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. adalah yang sesuai dengan keadaan diri Anda sebenarnya. ANGKET PENELITIAN I. Pengantar Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir, saya bermaksud mengadakan penelitian pada siswa kelas VIII SMP Negeri se-kota Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Tujuan penelitian

Lebih terperinci

PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SISWA MTS GUPPI AMBAL KEBUMEN

PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SISWA MTS GUPPI AMBAL KEBUMEN PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA DAN MINAT BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK SISWA MTS GUPPI AMBAL KEBUMEN Pujianto Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Muhammadiyah Purworejo ABSTRAK Penelitian

Lebih terperinci

Oleh: Hermiatun SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek

Oleh: Hermiatun SDN 2 Baruharjo, Durenan, Trenggalek 10 JURNAL PENDIDIKAN PROFESIONAL, VOLUME 4, NO. 3, DESEMBER 2015 PENINGKATAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR MATERI SUMBER ENERGI DAN KEGUNAANNYA MELALUI METODE KOOPERATIF PADA SISWA KELAS II SDN 2 BARUHARJO

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada hakekatnya pendidikan merupakan faktor yang berperan penting dalam

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah. Pada hakekatnya pendidikan merupakan faktor yang berperan penting dalam BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pada hakekatnya pendidikan merupakan faktor yang berperan penting dalam menentukan kompetensi seorang individu. Kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia yang berperan penting dalam kehidupan manusia. Tanpa pendidikan manusia tidak lebih seperti kelakuan binatang.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bentuk pendidikan baik pendidikan formal, non formal, maupun informal.

BAB I PENDAHULUAN. bentuk pendidikan baik pendidikan formal, non formal, maupun informal. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat menuntut tersedianya sumber daya manusia yang berkualitas. Peningkatan sumber daya manusia ini dilakukan

Lebih terperinci

JUPENDAS, Vol. 3, No. 1, Maret 2016 ISSN:

JUPENDAS, Vol. 3, No. 1, Maret 2016 ISSN: PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI MENGUBAH PECAHAN BIASA KE BENTUK DESIMAL DAN PERSEN DENGAN METODE DISCOVERY DI KELAS V SD NEGERI 1 PEUSANGAN email: raudhatuljannah183@yahoo.com email: asrulkarim@ymail.com

Lebih terperinci

A. Pendahuluan (Background) Kata kunci: menyimak, pidato, media audiovisual, Student Team Learning

A. Pendahuluan (Background) Kata kunci: menyimak, pidato, media audiovisual, Student Team Learning PENINGKATAN KETERAMPILAN MENYIMAK PIDATO DENGAN MEDIA AUDIOVISUAL BERBASIS KOOPERATIF STUDENT TEAM LEARNING PADA SISWA KELAS X SMK NEGERI I AMBAL KABUPATEN KEBUMEN TAHUN AJARAN 2012/2013 Oleh: kukuh arif

Lebih terperinci

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTs MUSLIMAT NU PALANGKARAYA

PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTs MUSLIMAT NU PALANGKARAYA PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK DI MTs MUSLIMAT NU PALANGKARAYA Oleh : Mudzalifah Mayasari * dan M. Fatchurahman ** Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui

Lebih terperinci

MENERAPKAN PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUM (QUANTUM TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA. Nurhasanah 2

MENERAPKAN PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUM (QUANTUM TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA. Nurhasanah 2 MENERAPKAN PRINSIP PEMBELAJARAN QUANTUM (QUANTUM TEACHING) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA Nurhasanah 2 Abstrak. Telah dilakukan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mengetahui ada

Lebih terperinci

PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS V DI SDN 15 LHOKSEUMAWE

PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS V DI SDN 15 LHOKSEUMAWE PEMBERIAN REWARD DAN PUNISHMENT SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS V DI SDN 15 LHOKSEUMAWE Dewi Yana, Hajidin, Intan Safiah, Yanadewi@yahoo.co.id ABSTRAK Pemberian Reward dan Punishment dalam

Lebih terperinci

Charlina Ribut Dwi Anggraini

Charlina Ribut Dwi Anggraini METODE PEMBELAJARAN TGT MELALUI PERMAINAN ULAR TANGGA SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III SD NEGERI BEDIWETAN KECAMATAN BUNGKAL KABUPATEN PONOROGO Charlina

Lebih terperinci

ii

ii ii iii iv v vi vii viii ix x xi xii xiii xiv BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar mengajar (PBM) akan terjadi interaksi antara siswa dan guru. Siswa adalah seseorang sebagai

Lebih terperinci

ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti

ABSTRAK. Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin P. Putra, Sri Amintarti ABSTRAK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 6 RSBI BANJARMASIN PADA KONSEP SISTEM GERAK MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN WORKSHEET BERBASIS WEB Oleh: Wahyuning Triyadi, Aminuddin

Lebih terperinci

71 Perpustakaan Unika LAMPIRAN

71 Perpustakaan Unika LAMPIRAN LAMPIRAN 71 72 LAMPIRAN A SKALA PENELITIAN 1. SKALA KONSEP DIRI 2. SKALA KOMUNIKASI INTERPERSONAL 73 NOMOR URUT : PETUNJUK PENGISIAN SKALA 1. Bacalah pernyatan-pernyataan pada lembar berikut, kemudian

Lebih terperinci

DINAMIKA MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA MANDIRI DI SMPN 10 BANDA ACEH

DINAMIKA MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA MANDIRI DI SMPN 10 BANDA ACEH Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan dan Konseling Volume 1 Nomor 2 Tahun 2016 Hal 73 79 Periode Wisuda November 2016 DINAMIKA MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA MANDIRI DI SMPN 10 BANDA ACEH Nurhayati, Nurhasanah,

Lebih terperinci

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP BAHASA ARAB DR 422. DR. H. Rahman, M.Pd. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd.

DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP BAHASA ARAB DR 422. DR. H. Rahman, M.Pd. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. DESKRIPSI, SILABUS, DAN SAP BAHASA ARAB DR 422 DR. H. Rahman, M.Pd. Dr. Hj. Nunuy Nurjanah, M.Pd. Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas Pendidikan Indonesia 2009

Lebih terperinci

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUMBERPUCUNG MALANG

PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUMBERPUCUNG MALANG JURNAL ILMIAH MATEMATIKA DAN PEMBELAJARANNYA Volume 1 Nomor 1 (2015) ISSN: 2460-3481 PENINGKATAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT PADA SISWA KELAS V SDN 07 SUMBERPUCUNG

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam kegiatan belajar mengajar tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. Salah satuan faktor tersebut adalah fungsi otak sebagai organ vital yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya

Lebih terperinci

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING

UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI DAN KEAKTIFAN BERKOMUNIKASI SISWA DENGAN STRATEGI SNOWBALL THROWING PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI KELAS X3 SMAN 1 SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPSI Oleh: Hardani Endarwati

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidak lepas dari permasalahan, di

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidak lepas dari permasalahan, di BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pelaksanaan pembelajaran di sekolah tidak lepas dari permasalahan, di antaranya adalah masalah belajar. Permasalahan belajar dapat dipengaruhi oleh dua faktor,

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: PUJI ASTUTI NIM

SKRIPSI. Oleh: PUJI ASTUTI NIM PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI MEDIA KERTAS LIPAT KELAS V SEMESTER GENAP DI MI MA ARIF NU PASIR WETAN KECAMATAN KARANG LEWAS KABUPATEN BANYUMAS TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI

Lebih terperinci

Identitas diri Fakultas : Angkatan : Petunjuk Pengisian

Identitas diri Fakultas : Angkatan : Petunjuk Pengisian Identitas diri Fakultas : Angkatan : Petunjuk Pengisian 1. Di bawah ini terdapat sejumlah pernyataan yang berhubungan dengan kehidupan Anda sehari-hari. Bacalah setiap pernyataan dengan seksama. 2. Kemudian

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan merupakan penjabaran tentang alasan penelitian yang

BAB I PENDAHULUAN. Pendahuluan merupakan penjabaran tentang alasan penelitian yang BAB I PENDAHULUAN Pendahuluan merupakan penjabaran tentang alasan penelitian yang meliputi latar belakang masalah, fokus masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan batasan istilah.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi yang bermaksud membuat penyandaran secara sistematis, faktual, dan akurt mengeni faktafakta dan sifat-sifat

Lebih terperinci

Dwi Ratnasari Dewi SMP Negeri 11 Madiun

Dwi Ratnasari Dewi SMP Negeri 11 Madiun PENGGUNAAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA TENTANG LINGKARAN DI KELAS VIII A SMPN 11 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Dwi Ratnasari Dewi SMP Negeri

Lebih terperinci

PERSEPSI SISWA KELAS XI IPA TENTANG KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI.

PERSEPSI SISWA KELAS XI IPA TENTANG KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI. PERSEPSI SISWA KELAS XI IPA TENTANG KREATIVITAS GURU DALAM PROSES PEMBELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 5 KOTA JAMBI Leni MAYASARI 1), Jodion SIBURIAN 1), Retni S. BUDIARTI 1) 1) Program Studi Pendidikan

Lebih terperinci