PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN"

Transkripsi

1 PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O IV 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.6.A Jakarta Selatan 1

2 KATA PENGANTAR Pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha. Pelaksanaan pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional dan/atau Standar Khusus dapat dilakukan secara berjenjang dengan mengacu kepada jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) maupun tidak berjenjang yang disusun berdasarkkan unit kompetensi atau kelompok unit kompetensi. Dalam melakukan pembinaan teknis terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di seluruh Indonesia disusun berbagai pedoman sebagai acuan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja. Salah satu pedoman tersebut yaitu Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Dengan telah disusunnya pedoman ini diharapkan LPK dapat mengembangkan program PBK ini dan dapat mengimplementasikannya. Program PBK ini dibuat untuk dijadikan salah satu acuan dalam pelaksanaan pelatihan agar dalam proses pelatihan dapat menghasilkan SDM yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan di pasar kerja dan dunia usaha. Demikian program pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan kerja bagi LPK. Jakarta, Desember 2008 Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Ir. Abdul Wahab Bangkona, M.Sc NIP

3 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI 1. Judul/Nama Pelatihan : Pengelola Usaha Pakaian 2. Kode Program Pelatihan : O IV Jenjang Program Pelatihan : IV 4. Tujuan Pelatihan : Setelah mengikuti pelatihan ini peserta kompeten: 4.1 Membuat analisis SWOT 4.2 Membuat strategi pengembangan usaha 4.3 Mengelola dan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) 4.4 Mengelola produksi pakaian 4.5 Mengelola pemasaran perusahaan 4.6 Mengelola keuangan perusahaan 4.7 Menghitung harga produksi 4.8 Menetapkan harga jual 4.9 Mempersiapkan komunikasi dengan bahasa Inggris 4.10 Melaksanakan komunikasi dengan bahasa Inggris 4.11 Menyiapkan perangkat komputer 4.12 Membuat dokumen dalam komputer 4.13 Mengamankan dan mencetak dokumen 4.14 Mematikan komputer 5. Unit Kompetensi yang ditempuh: 5.1. Membuat rencana strategis kegiatan usaha 5.2. Melakukan komunikasi internal dan eksternal 5.3. Mengelola usaha 5.4. Menetapkan harga 5.5. Melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris 5.6 Mengoperasikan komputer 6. Lama Pelatihan : menit 7. Persyaratan Peserta Pelatihan : 7.1 Pendidikan : Minimal SLTA 7.2 Pelatihan/Pengalaman Kerja : Umur/Usia : Minimal 18 Tahun 7.4 Jenis Kelamin : Pria / wanita 7.5 Kesehatan : Berbadan sehat dan tidak buta warna 7.6 Test Kemampuan : General Test dan RPL 2

4 KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI NO UNIT KOMPETENSI I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI UMUM 1.1 Membuat rencana strategis kegiatan usaha KODE UNIT TBS.MP JAM PELATIHAN PENGE- KETERA JUMLAH TAHUAN MPILAN Jumlah I II. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI 2.1 Mengelola usaha TBS.MP Menetapkan harga TBS.MP Jumlah II III. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI KHUSUS 3.1 Melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris TBS.MP Mengoperasikan komputer TBS.MP Jumlah III IV. PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT) 4.1 Membuat rencana strategis kegiatan usaha TBS.MP Mengelola usaha TBS.MP Menetapkan harga TBS.MP Melakukan komunikasi dengan TBS.MP03 bahasa Inggris Mengoperasikan komputer TBS.MP Jumlah IV V. EVALUASI PROGRAM LATIHAN 5.1 Evaluasi pelaksanaan pelatihan Jumlah V Jumlah I s/d V

5 SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI UMUM 1.1. Unit Kompetensi : Membuat rencana strategis kegiatan usaha Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 60 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Membuat analisis SWOT 2.Membuat strategi pengembangan usaha KRITERIA UNJUK KERJA 1.1 Kekuatan yang dimiliki perusahaan diidentifikasi 1.2 Kelemahan yang dimiliki perusahaan diidentifikasi 1.3 Kesempatan/peluang yangdimiliki perusahaan diidentifikasi 1.4 Ancaman yang dihadapi perusahaan diidentifikasi 2.1 Rencana strategi pengembangan usaha jangka pendek, menengah dan panjang dibuat dengan sistematis dan realistis MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Kemampuan produksi perusahaan - Mesin produksi - Quality barang jadi - Planning produksi - Pelaksanaan produksi (hasil produksi) - Kemampuan menganalisa order yang akan diproduksi - Kemampuan mesin berproduksi - Standart qualitas perusahaan - Planning chart - Laporan hasil produksi - Tertib dalam waktu pembuatan planning JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Rencana strategi pengembangan usaha jangka pendek, menengah dan panjang dilaksanakan 4

6 II. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI 2.1. Unit Kompetensi : Mengelola usaha Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 280 menit ELEMEN KOMPETENSI 1.Mengelola dan meningkatka n kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Penerimaan karyawan yang selektif dilakukan agar perusahaan dapat berjalan sesuai visi, misi dan tujuan awal perusahaan 1.2. Pemberian motivasi dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan 1.3. Pemberian pelatihan dilakukan secara berkala untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi karyawan 1.4 Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala untuk mengetahui standar prestasi karyawan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Karyawan yang berqualitas - Pengujian Penerimaan karyawan - Pelatihan karyawan - Evaluasi karyawan - Melakukan penerimaan, pelatihan dan pengujian serta evaluasi karyawan Tertib dan sopan serta sesuai prosedur JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Mengelola produksi pakaian 2.1. Daftar keluar masuk barang diperiksa secara rutin sesuai data inventaris 2.2. Daftar desain dan ukuran pelanggan diperiksa dengan cermat sebelum melaksanakan - Check barang - Desain dan ukuran - Standart prosedur menjahit - Perhitungan waktu / target - Melakukan pengecekan barang - Memeriksa desain dan ukuran - Melakukan menjahit sesuai Sesuai prosedur

7 ELEMEN KOMPETENSI 3.Mengelola pemasaran perusahaan KRITERIA UNJUK KERJA MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja proses menjahit - Quality control prosedur 2.3. Menjahit pakaian dilakukan - Melakukan sesuai standar prosedur penyelesaian 2.4. Penyelesaian pakaian sesuai target dilakukan sesuai standar - Mengawasi prosedur dan waktu yang qualitas telah ditetapkan 2.5 Pengawasan mutu hasil jahitan dilaksanakan pada setiap pakaian yang telah selesai dibuat 3.1 Promosi yang jujur dan terbuka dilakukan untuk menarik perhatian pelanggan - Cara berpromosi - Cara menjual - Cara melayani - Lakukan promosi - Lakukan menjual - Lakukan melayani JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Mengelola keuangan perusahaan 3.2 Penjualan produk/jasa menjahit pakaian dilakukan dengan menerapkan harga yang kompetitif disertai kualitas produk/jasa yang prima 3.3 Layanan purna jual dilaksanakan untuk kenyamanan pelanggan 4.1 Pembukuan keuangan dibuat setiap hari 4.2 Laporan keuangan dibuat secara berkala - Pembukuan keuangan penjualan dan promosi - Membuat pembukuan penjualan dan promosi Tertib membuat laporan assesmen assesmen assesmen 6

8 2.2. Unit Kompetensi : Menetapkan harga Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 120 menit ELEMEN KOMPETENSI 1.Menghitung harga produksi KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Bahan baku utama dan bahan pelengkap dihitung biaya pengeluarannya 1.2. Ongkos jasa menjahit dihitung sesuai upah kerja yang ditetapkan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Perhitungan biaya produksi - menghitung biaya produksi Menghitung dengan benar JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Overhead Cost dihitung sesuai pengeluaran 2.Menetapkan harga jual 2.1. Laba dihitung untuk menetapkan harga jual 2.2. Pajak dihitung sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku 2.3 Harga jual ditetapkan setelah menghitung harga bahan,ongkos jasa, overhead cost, laba dan pajak - Perhitungan rugi laba - Perhitungan pajak - Perhitungan harga jual - Menghitung rugi laba - Menghitung pajak - Menghitung harga jual assesmen assesmen assesmen

9 III. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI KHUSUS 3.1. Unit Kompetensi : Melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 330 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiap kan komunikasi dengan bahasa Inggris KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Penggunaan tata bahasa (grammar) dalam bahasa Inggris dilatih secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi 1.2. Kosa Kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris diperbanyak untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam bahasa Inggris 1.3 Percakapan (conversation) dalam bahasa Inggris dilatih secara terus menerus untuk memperlancar komunikasi MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Tata bahasa - Kosa kata - Percakapan - Menerapkan bahasa Inggris dengan baik dan benar JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan - Sopan Melaksanak an komunikasi dengan bahasa Inggris 2.1. Komunikasi dengan bahasa Inggris dilakukan dengan pelanggan dan mitra kerja dari dalam dan luar negeri secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan - Bahasa Inggris lisan dan tulisan - Berkomunikasi dengan pelanggan menggunakan bahasa Inggris - sopan

10 ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 2.2 Komunikasi dengan bahasa Inggris dilakukan dalam presentasi sesuai kebutuhan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja assesmen assesmen assesmen JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan 9

11 3.2. Unit Kompetensi : Mengoperasikan komputer Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 99 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Menyiapkan perangkat komputer 2. Membuat dokumen dalam komputer KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Perangkat keras dan lunak diidentifikasi 1.2 Perangkat keras dan lunak disiapkan sesuai kebutuhan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Alat dan perlengkapan computer - Jenis Software komputer 2.1. Komputer dihidupkan - Mengoperasikan computer 2.2. Prosedur pembuatan dokumen dilaksanakan sesuai pedoman 2.3. Penyajian dokumen diteliti kebenarannya 2.4. Dokumen dibuat sesuai kebutuhan - Membuat dokumen dengan komputer - Menyiapkan alat dan peralatan computer - Menggunakan software yang benar - Mengoperasikan computer - Membuat dokumen dengan komputer - Meletakan alat dan perlengkapa n computer dengan benar - Dengan sikap sopan - Hasil dokumen baik JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Mengamanka n dan mencetak dokumen 3.1. Dokumen disimpan sesuai prosedur 3.2. Back-up file dokumen dibuat 3.3 Dokumen dicetak sesuai kebutuhan - Teori Menyimpan dokumen - Teori Back-up dokumen - Teori Mencetak dokumen - Menyimpan dokumen - Back-up dokumen - Mencetak dokumen

12 ELEMEN KOMPETENSI 4.Mematikan komputer KRITERIA UNJUK KERJA 4.1. Semua piranti lunak aplikasi dan tools ditutup 4.2. Data antrian menuju peripheral ditetapkan sudah tidak ada 4.3. Shutdown ditekan 4.4 Pelaksanaan mengoperasikan komputer dievaluasi dan dilaporkan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Teori Mematikan komputer - Mematikan komputer Assesmen assesmen assesmen JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan

13 IV. PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT) 4.1. Unit Kompetensi : Membuat rencana strategis kegiatan usaha Kode Unit : TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 1. Membuat analisis SWOT - mendemontrasikan Kemampuan menganalisa order yang akan diproduksi - menunjukan Kemampuan pengetahuan tentang mesin berproduksi 2. Membuat strategi pengembangan usaha - melaksanakan Standart qualitas perusahaan - membuat Planning chart/ planning produksi - membuat Laporan hasil produksi 4.2. Unit Kompetensi : Mengelola usaha Kode Unit : TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 1. Mengelola dan meningkatkan - Melakukan penerimaan, pelatihan dan pengujian serta evaluasi karyawan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) 2. Mengelola produksi pakaian - Melakukan pengecekan barang - Memeriksa desain dan ukuran - Melakukan menjahit sesuai prosedur - Melakukan penyelesaian sesuai target - Mengawasi qualitas 3. Mengelola pemasaran perusahaan - Melakukan promosi - Melakukan menjual - Melakukan melayani 4. Mengelola keuangan perusahaan - Membuat pembukuan penjualan dan promosi 12

14 4.3. Unit Kompetensi : Menetapkan harga Kode Unit : TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI 1. Menghitung harga produksi - menghitung biaya produksi 2. Menetapkan harga jual - Menghitung rugi laba - Menghitung pajak - Menghitung harga jual INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 4.4. Unit Kompetensi : Melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris Kode Unit : TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI 1. Mempersiapkan komunikasi dengan bahasa Inggris 2. Melaksanakan komunikasi dengan bahasa Inggris INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA - menerapkan komunikasi berbahasa inggris dengan baik dan benar - Berkomunikasi dengan pelanggan menggunakan bahasa Inggris 4.5. Unit Kompetensi : Mengoperasikan komputer Kode Unit : TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI 1. Menyiapkan perangkat komputer - Menyiapkan alat dan peralatan computer - Menggunakan software yang benar 2. Membuat dokumen dalam - Mengoperasikan computer komputer - Membuat dokumen dengan komputer 3. Mengamankan dan mencetak - Menyimpan dokumen dokumen - Back-up dokumen - Mencetak dokumen 4. Mematikan komputer - mendemontrasikan cara Mematikan komputer INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 13

15 DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Judul/Nama Pelatihan : Pengelola Usaha Pakaian 2. Kode Program Pelatihan : O IV 01 NO UNIT KOMPETENSI KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETE- RANGAN 1. Membuat rencana strategis kegiatan usaha 2. Mengelola usaha 3. Menetapkan harga TBS.MP TBS.MP TBS.MP Alat Tulis - Computer - Alat tulis kantor - komputer - Alat tulis kantor - kalkulator - komputer - Data internal - Data eksternal - Buku catatan SDM - Pembuatan, pemasaran produk Dan keuangan perusahaan - Buku catatan kebutuhan dan biaya 4. Melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris 5. Mengoperasikan komputer TBS.MP TBS.MP Kamus Inggris-Indonesia - Peralatan komunikasi - Kamus Indonesia -Inggris - Buku manual pengoperasian komputer - Perangkat komputer - Alat tulis kantor - Pengetahuan bahasa Inggris - Data yang akan dikerjakan 14

16 RANCANGAN PELATIHAN DI TEMPAT KERJA Judul/Nama Pelatihan :... Nama Peserta Pelatihan :... Nama Lembaga/Perusahaan :... Kegiatan di Tempat Kerja :... NO HARI/ TANGGAL AREA KERJA UNIT/ ELEMEN KOMPETENSI KEGIATAN JAM HASIL PEMBIMBING ,..... Pimpinan

17 EVALUASI PROGRAM PELATIHAN Judul/Nama Pelatihan :.. NO. UNSUR YANG DINILAI Penilaian (Assessment) A (91-100) B (71-90) Nilai C (61-70) D (<50) 1. MASUKAN : 1.1 Peserta Pelatihan 1.2 Pelatih 1.3 Assessor Pelatihan 1.4 Tenaga Pendukung 1.5 Fasilitas Peralatan 1.6 Bahan Pelatihan 1.7 Modul PBK/Job Sheet/ Diktat 1.8 Biaya/Dana Pelatihan (0-100) 2. PROSES : 2.1 Kurikulum dan Silabus 2.2 Unit Kompetensi yang ditempuh 2.3 Metode Pelatihan 2.4 Jadwal Pelatihan 2.5 Pelatihan di Tempat Kerja (0-100) 3. KELUARAN : 3.1 Penguasaan Pengetahuan 3.2 Penguasaan Keterampilan 3.3 Sikap Kerja 3.4 Kedisiplinan 3.5 Motivasi Kerja 3.6 Jumlah Lulusan (0-100), tgl. Penanggung Jawab Program (menerima hasil evaluasi) Evaluator Program Pelatihan

18 STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KODE UNIT : TBS.MP JUDUL UNIT : Membuat rencana strategi kegiatan usaha DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap tentang membuat strategi pengembangan usaha ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 5 Membuat analisis SWOT 1.2. Kekuatan yang dimiliki perusahaan diidentifikasi 1.3. Kelemahan yang dimiliki perusahaan diidentifikasi 1.4. Kesempatan/peluang yang dimiliki perusahaan diidentifikasi 1.5. Ancaman yang dihadapi perusahaan diidentifikasi 6 Membuat strategi pengembangan usaha 2.1 Rencana strategi pengembangan usaha jangka pendek, menengah dan panjang dibuat dengan sistematis dan realistis 2.2 Rencana strategi pengembangan usaha jangka pendek, menengah dan panjang dilaksanakan BATASAN VARIABEL 1. Kontek Variabel Unit ini berlaku untuk membuat analisis SWOT dan membuat strategi pengembangan usaha yang digunakan untuk menerapkan strategi pengembangan usaha pada sektor/bidang menjahit pakaian. 2. Perlengkapan untuk membuat strategi pengembangan usaha, meliputi : 2.1 Alat tulis 2.2 Data internal dan eksternal yang berkaitan dengan usaha 3. Tugas pekerjaan unit kompetensi ini : 3.1. Mengumpulkan dan menganalisa data 3.2. Membuat rencana dan melaksanakan strategi pengembangan 4. Peraturan 4.1. Tata tertib kerja PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dilihat dari tugas tugas (praktek) dan teori mengenai pembuatan rencana strategis : 1.1. Melaksanakan pelayanan prima 1.2. Melakukan komunikasi internal dan exsternal 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi membuat rencana strategis. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Pengetahuan manajemen strategi 3.2. Pengetahuan budaya perusahaan 4. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.1. Keterampilan mengidentifikasi dan menganalisa situasi internal maupun eksternal yang ada dilingkungan perusahaan 5. Aspek kritis penilaian : 5.1. Pembuatan rencana strategis yang realistis dan sesuai visi, misi dan tujuan perusahaan 17

19 KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 18

20 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.MP : Mengelola usaha : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk mengelola usaha pakaian ELEMEN KOMPETENSI 1.6. Mengelola dan meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) KRITERIA UNJUK KERJA 1.4. Penerimaan karyawan yang selektif dilakukan agar perusahaan dapat berjalan sesuai visi, misi dan tujuan awal perusahaan 1.5. Pemberian motivasi dilakukan untuk meningkatkan kinerja karyawan 1.6. Pemberian pelatihan dilakukan secara berkala untuk mempertahankan dan meningkatkan kompetensi karyawan 1.7. Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala untuk mengetahui standar prestasi karyawan 1.7. Mengelola produksi pakaian 7 Daftar keluar masuk barang diperiksa secara rutin sesuai data inventaris 8 Daftar desain dan ukuran pelanggan diperiksa dengan cermat sebelum melaksanakan proses menjahit 9 Menjahit pakaian dilakukan sesuai standar prosedur 10 Penyelesaian pakaian dilakukan sesuai standar prosedur dan waktu yang telah ditetapkan 11 Pengawasan mutu hasil jahitan dilaksanakan pada setiap pakaian yang telah selesai dibuat 1.8. Mengelola pemasaran perusahaan 11.1 Promosi yang jujur dan terbuka dilakukan untuk menarik perhatian pelanggan 11.2 Penjualan produk/jasa menjahit pakaian dilakukan dengan menerapkan harga yang kompetitif disertai kualitas produk/jasa yang prima 11.3 Layanan purna jual dilaksanakan untuk kenyamanan pelanggan 1.9. Mengelola keuangan perusahaan Pembukuan keuangan dibuat setiap hari Laporan keuangan dibuat secara berkala BATASAN VARIABEL 1. Kontek Variabel Unit ini berlaku untuk mengelola dan meningkatkan kompetensi Sumber Daya manusia (SDM), mengelola produksi pakaian, mengelola pemasaran perusahaan, mengelola keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengelola usaha pada sektor/bidang Pembuatan Pakaian 2. Perlengkapan untuk mengelola usaha meliputi : 2.1. ATK 2.2. Buku catatan mengenai SDM, pembuatan, pemasaran produk/jasa dan keuangan perusahaan 2.3. Komputer 3. Tugas pekerjaan 3.1. Melakukan rekruitment dan pembinaan SDM sesuai kebutuhan 3.2. Menganalisa laporan proses pembuatan pakaian dari supervisor 3.3. Melakukan pemasaran produk/jasa dengan baik 3.4. Mengelola keuangan dengan cermat, efektif dan efisien 4. Peraturan 4.1. Tata tertib 19

21 PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara teori dan praktek mengenai mengelola usaha 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi mengelola usaha. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi, simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Manajemen sumber daya manusia 3.2. Manajemen produksi 3.3. Manajemen pemasaran 3.4. Manajemen keuangan 4. Ketrampilan yang dibutuhkan : 4.1. Ketrampilan bekerjasama dengan karyawan 4.2. Ketrampilan bernegosiasi dengan mitra kerja 5. Aspek kritis penilaian : 5.1. Pengelolaan usaha yang sesuai dan sejalan dengan visi, misi dan tujuan perusahaan KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 20

22 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.MP : Menetapkan harga : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk menetapkan harga ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 1. Menghitung harga produksi 1.3. Bahan baku utama dan bahan pelengkap dihitung biaya pengeluarannya 1.4. Ongkos jasa menjahit dihitung sesuai upah kerja yang ditetapkan 1.5. Overhead Cost dihitung sesuai pengeluaran 2. Menetapkan harga jual 2.1. Laba dihitung untuk menetapkan harga jual 2.2. Pajak dihitung sesuai dengan peraturan pajak yang berlaku 2.3. Harga jual ditetapkan setelah menghitung harga bahan,ongkos jasa, overhead cost, laba dan pajak BATASAN VARIABEL 1. Konteks Variabel Unit ini berlaku untuk menghitung harga produksi, menghitung dan menetapkan harga jasa produksi, menetapkan harga jual yang digunakan untuk menetapkan harga pada sektor/bidang Pembuatan Pakaian 2. Perlengkapan untuk menetapkan harga meliputi : 2.1.ATK 2.2.Kalkulator 2.3.Komputer 2.4.Buku catatan kebutuhan dan biaya 3. Tugas pekerjaan 3.1.Menghitung keperluan dan biaya sesuai kebutuhan 3.2.Menghitung laba, pajak, dan jasa pembuatan 4. Peraturan 4.1 Estimasi harga PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara teori dan praktek mengenai penetapan harga.: 1.1 TBS PP Mengelola usaha 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi menetapkan harga. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Pengetahuan manajemen keuangan 3.2. Pengetahuan mengenai pajak 4. Keterampilan yang dibutuhkan : 4.1. Keterampilan menganalisa pasar 4.2. Keterampilan pengoperasian komputer merupakan nilai tambah 5. Aspek kritis penilaian : 5.1. Ketelitian dan ketepatan dalam menghitung setiap komponen biaya 21

23 KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 22

24 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.PW : Melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap tentang melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris ELEMEN KOMPETENSI 3. Mempersiapkan komunikasi dengan bahasa Inggris 4. Melaksanakan komunikasi dengan bahasa Inggris KRITERIA UNJUK KERJA 1.1. Penggunaan tata bahasa (grammar) dalam bahasa Inggris dilatih secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi 1.2. Kosa Kata (vocabulary) dalam bahasa Inggris diperbanyak untuk meningkatkan kualitas komunikasi dalam bahasa Inggris 1.3. Percakapan (conversation) dalam bahasa Inggris dilatih secara terus menerus untuk memperlancar komunikasi 2.2. Komunikasi dengan bahasa Inggris dilakukan dengan pelanggan dan mitra kerja dari dalam dan luar negeri secara lisan maupun tertulis sesuai kebutuhan 2.3. Komunikasi dengan bahasa Inggris dilakukan dalam presentasi sesuai kebutuhan BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk mempersiapkan dan melaksanakan komunikasi dengan bahasa Inggris yang digunakan untuk melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris pada sektor/bidang menjahit pakaian 2. Perlengkapan untuk melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris meliputi : 2.1. Kamus Inggris - Indonesia 2.2. Kamus Indonesia - Inggris 2.2. Peralatan komunikasi 3. Tugas pekerjaan 3.1. Mempersiapkan kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris 3.2. Berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris 4. Peraturan untuk melaksanakan unit ini meliputi : 4.1. Etika komunikasi PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara teori dan praktek mengenai melakukan komunikasi dengan bahasa Inggris. 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Pengetahuan dasar komunikasi 3.2. Pengetahuan bahasa Inggris 4. Ketrampilan yang dibutuhkan : 4.1. Ketrampilan berkomunikasi dengan berbagai pihak 4.2. Ketrampilan berbicara dalam bahasa Inggris 23

25 5. Aspek kritis penilaian : 1.1. Melakukan komunikasi dengan tata bahasa, kosa kata dan percakapan yang baik dan benar dalam bahasa Inggris KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 24

26 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.MP : Mengoperasikan komputer : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam mengoperasikan komputer ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 3. Menyiapkan perangkat komputer 1.1. Perangkat keras dan lunak diidentifikasi 1.2. Perangkat keras dan lunak disiapkan sesuai kebutuhan 4. Membuat dokumen dalam komputer 2.4. Komputer dihidupkan 2.5. Prosedur pembuatan dokumen dilaksanakan sesuai pedoman 2.6. Penyajian dokumen diteliti kebenarannya 2.7. Dokumen dibuat sesuai kebutuhan 5. Mengamankan dan mencetak dokumen 3.3. Dokumen disimpan sesuai prosedur 3.4. Back-up file dokumen dibuat 3.5. Dokumen dicetak sesuai kebutuhan 6. Mematikan komputer 4.4. Semua piranti lunak aplikasi dan tools ditutup 4.5. Data antrian menuju peripheral ditetapkan sudah tidak ada 4.6. Shutdown ditekan 4.7. Pelaksanaan mengoperasikan komputer dievaluasi dan dilaporkan BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk menyiapkan perangkat komputer, membuat, mengamankan, dan mencetak dokomen, dan mematikan komputer yang digunakan untuk mengoperasikan komputer. 2. Perlengkapan untuk mengoperasikan komputer, mencakup : 2.1. Manual pengoperasian komputer Perangkat komputer Alat tulis kantor. 3. Tugas pekerjaan untuk mengoperasikan komputer meliputi : 3.1. Menghidupkan komputer Membuat dokumen dengan microsoft word, excel, dan power point Mengamankan dan mencetak dokumen Mematikan komputer. 4. Peraturan untuk mengoperasikan komputer adalah : 4.1. Standard Operation Procedure (SOP) PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan secara teori dan praktek mengenai pengoperasian komputer 2. Kondisi Penilaian: 2.1. Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan penyiapan perangkat komputer, pembuatan, pengamanan dan pencetakan dokumen serta pematian komputer Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/praktek, dan simulasi di workshop/bengkel kerja dan atau di tempat kerja. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan: Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut : 3.1. Pengetahuan tentang komputer 25

27 4. Keterampilan yang dibutuhkan : Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut : 4.1. Mengoperasikan komputer 4.2. Membuat, menyimpan, membuat backup dan mencetak dokumen 5. Aspek kritis: Aspek kritis untuk menemukenali kondisi pekerjaan mengoperasikan komputer yang merupakan kondisi kerja dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut : 5.1. Proses pengoperasian komputer Aliran listrik padam 5.3. Komputer kena virus KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 1 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 1 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 1 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 1 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 1 7 Menggunakan teknologi 2 26

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O 9 3 0 9 1 1 3 III 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) KODE PROGRAM PELATIHAN : C.11.20.0.3.4.1.II.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK KODE PROGRAM PELATIHAN C 11 20 0 1 1 1 II 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01 PELATIHAN BERBASIS JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton KODE PROGRAM PELATIHAN C.11. 20. 0 3.1.1. II. 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER KODE PROGRAM PELATIHAN :... DEPARTEMEN TENAGA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jln. Jenderal Gatot Subroto

Lebih terperinci

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI)

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) SEKTOR JASA PENDIDIKAN LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNTUK KEPARIWISATAAN (SUB BIDANG TATA GRAHA)

Lebih terperinci

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

Draft Kaji Ulang SKKNI Operasi Produksi

Draft Kaji Ulang SKKNI Operasi Produksi LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI... GOLONGAN POKOK... PADA JABATAN KERJA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Lantai VI Blok A Telepon 52901142 Fax. 52900925 Jakarta Selatan

Lebih terperinci

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) Judul Pelatihan : AHLI DESAIN HIDRO MEKANIK (HYDRO MECHANICAL DESIGN ENGINEER) Kode Jabatan Kerja : INA. 5220.112.09 Kode Pelatihan :... DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA KEMASYARAKATAN DAN PERORANGAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI LUAR NEGERI MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 A. LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 08/MEN/V/2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN

Lebih terperinci

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 >

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Panduan Pelatih I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih Panduan Pelatih I SBN 979357517-4 9 789793 575179 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN AKUNTANSI

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN AKUNTANSI STANDAR KOMPETENSI LULUSAN AKUNTANSI DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 A. Latar Belakang

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010 DRAFT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA PENDIDIKAN SUB SEKTOR JASA PENDIDIKAN SWASTA LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA SUB BIDANG BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI Jl. Jend. Getot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan 1 Komitmen

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI Berdasarkan Permendikbud no. 49/2014 Standar yang diatur di lingkup DIKTI STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 1. Standar Kompetensi Lulusan 2. Standar Isi 3. Standar Proses 4.

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. Karyawan sebagai sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat

PENDAHULUAN. Karyawan sebagai sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karyawan sebagai sumber daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting bagi kelangsungan sebuah organisasi/perusahaan. Karyawan yang memiliki kualitas yang baik

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

Hiryanto, M.Si Dosen PLS FIP UNY. Peningkatan Mutu PKBM.PPM

Hiryanto, M.Si Dosen PLS FIP UNY. Peningkatan Mutu PKBM.PPM MUTU ADMINISTRASI LEMBAGA PKBM (TATA KELOLA) Hiryanto, M.Si Dosen PLS FIP UNY 1 PERENCANAAN MUTU LEMBAGA PKBM Hakikat Perencanaan Mutu Secara luas mutu dapat diartikan sebagai agregat karakteristik dari

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

Lebih terperinci

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 Dokumen Kebidajakan Mutu SPMI Poltekkes Kemenkes SBY_2014 1 POLTEKKES KEMENKES

Lebih terperinci

HARGA POKOK PRODUKSI

HARGA POKOK PRODUKSI HARGA POKOK PRODUKSI Suatu perusahaan perlu menetukan harga pokok bagi produksi yang dihasilkan, karena harga pokok itu merupakan salah satu faktor yang ikut mempengaruhi penentuan harga jual dasar penentuan

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS 1. RUANG LINGKUP DAN ACUAN Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14 SATUAN ACARA PERKULIAHAN TM 13-14 Jurusan/Program Studi : Manajemen / S1 Manajemen Mata Kuliah : Statistik Bisnis Kode Mata Kuliah : 22008 Bobot : 3 sks Jumlah Tatap Muka (TM) : 2 (TM 13-14) Deskripsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pedoman SAI Universitas Galuh merupakan suatu organisasi profesional yang bergerak di dunia pendidikan. Di Indonesia status perguruan tinggi dikelompokan pada Perguruan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 56 TAHUN 2013 TENTANG ORIENTASI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN

Lebih terperinci

- 524-1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara

- 524-1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara - 524 - C. Biro Tata Usaha 1. Standar Pelayanan Pengkoordinasian Penyusunan Acara dan Pelaksanaan Keprotokolan Menteri Sekretaris Negara STANDAR PELAYANAN PENGKOORDINASIAN PENYUSUNAN ACARA DAN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat

Pilihlah satu jawaban yang paling tepat Naskah Soal Ujian Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Petunjuk: Naskah soal terdiri atas 7 halaman. Anda tidak diperkenankan membuka buku / catatan dan membawa kalkulator (karena soal yang diberikan tidak

Lebih terperinci

PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 1 PANDUAN PENGAJUAN IJIN PENYELENGGARAAN PROGRAM STUDI BARU DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA 2 1. 2. 3. 4. Latar Belakang Tujuan Kewenangan. Tata

Lebih terperinci

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM)

BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) BAB V APLIKASI, FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) A. Aplikasi Total Quality Management (TQM) dalam Meningkatkan Mutu Pelayanan Jama ah Haji Memasuki usianya yang ke-20 tahun

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR PARIWISATA BIDANG PIMPINAN PERJALANAN

Lebih terperinci

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014

STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 NASIONAL PENDIDIKAN TINGGI (Permendikbud no 49/2014) Hotel Harris, Bandung, 18 Agustus 2014 Doktor (S3) Doktor (S3) Terapan 9 Magister (S2) Magister (S2) Terapan 8 7 Sarjana (S1) Diploma 4 (D4) 6 Fokus

Lebih terperinci

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH

LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH PROSEDUR IJIN KERJA No. Dokumen : PT-KITSBS-19 No. Revisi : 00 Tanggal : April Halaman : i dari iv LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN DIBUAT OLEH No Nama Jabatan Tanda Tangan 1. RM. Yasin Effendi PLT DM ADM Umum

Lebih terperinci

B H A A H N A N A J A A J R

B H A A H N A N A J A A J R BAHAN AJAR BENCHMARKING KE BEST PRACTICE DIKLATPIM TINGKAT II I.Pengantar Tujuan Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat struktural eselon II

Lebih terperinci

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana pemerintah Kabupaten Natuna mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif

Lebih terperinci

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai

LeIP. Peraturan Lembaga Manajemen Kepegawaian. Peraturan LeIP Tentang Manajemen Kepegawaian. 1. Kategorisasi Pegawai Peraturan Tentang 1. Kategorisasi Pegawai 1.1. Pegawai dibagi dalam kategori sebagai berikut : a. Pegawai Tetap b. Pegawai Tidak Tetap 1.2. Pegawai Tetap adalah pegawai yang diangkat Lembaga untuk bekerja

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER ATAU DOKTER GIGI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

KODE MODUL 072.KK02. PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd.

KODE MODUL 072.KK02. PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd. KODE MODUL 072.KK02 Memahami Alir Proses Produksi Produk Multimedia PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd. PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 1 PENGASIH Jl. Pengasih 11 Kulon

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA INGGRIS DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 1 A. Latar

Lebih terperinci

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi

Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Kebijakan Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Ridwan Roy T, Deputi Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Insitusi Pendidikan Tinggi Tenaga Kesehatan,

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Barang Milik/Kekayaan Negara bertujuan untuk menyeragamkan tata cara

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN

PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-17/MEN/VI/2007 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENDAFTARAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA MENTERI

Lebih terperinci

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG

PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG PERSEPSI GURU TENTANG KINERJA KEPALA SMA NEGERI 10 CIPONDOH KOTA TANGERANG SKRIPSI Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Gelar Serjana Pendidikan (S.Pd)

Lebih terperinci

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD

DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD DAFTAR STANDAR KOMPETENSI TENAGA TEKNIK KETENAGALISTRIKAN BIDANG PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK SUB BIDANG PERENCANAAN OPERASI PLTD LEVEL 2.. 1 Kode Unit : KMD.ROK.001 (2) A...3 Judul Unit : Membuat Rencana

Lebih terperinci

BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP)

BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) BAHAN AJAR (MINGGU KE 1) MATA KULIAH EVALUASI PEMBELAJARAN FISIKA STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN (SNP) VISI PENDIDIKAN NASIONAL Terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa

Lebih terperinci

DOKUMEN LEVEL PROGRAM DIPLOMA III

DOKUMEN LEVEL PROGRAM DIPLOMA III 1. TUJUAN : 1. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang substansi materi PKL I 2. Membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan PKL I. 3. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa

Lebih terperinci

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH

KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH KEPEMIMPINAN PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF BAGI KEPALA SEKOLAH OLEH A. MULIATI, AM Kepala sekolah dalam meningkatkan profesonalisme guru diakui sebagai salah satu faktor yang sangat penting dalam organisasi

Lebih terperinci

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN OKTOBER 2012 1. Krisis ekonomi Tahun 1997 berkembang menjadi krisis multidimensi.

Lebih terperinci

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3 DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 2 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 2 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3 G. URAIAN PROSEDUR KERJA 5 LAMPIRAN 1 : ALUR PROSEDUR KERJA ANALISIS

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 52 Undang- Undang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007 tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : 1. bahwa proses

Lebih terperinci

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN 1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.

Lebih terperinci

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL

PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL PEDOMAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS KATOLIK INDONESIA JAKARTA 2007 KATA PENGANTAR Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya ( ) sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi di Indonesia,

Lebih terperinci

Alat Evaluasi Diri Sekolah

Alat Evaluasi Diri Sekolah Alat Evaluasi Diri Sekolah Instrumen untuk Evaluasi Diri Sekolah Pedoman Penggunaan di Sekolah Daftar Isi Nomor Bagian Halaman 1. Standar Sarana dan Prasarana 8 1.1. Apakah sarana sekolah sudah memadai?

Lebih terperinci

PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR. Oleh : Tim LPM UNJ

PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR. Oleh : Tim LPM UNJ PEDOMAN 3 POLA KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR Oleh : Tim LPM UNJ LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA 2014 LEMBAR PENGESAHAN Tim Penyusun Ketua Anggota : Dr. Etin Solihatin, M.Pd : Drs.

Lebih terperinci

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia.

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN. Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 1.1 Karakteristik Responden Penelitian Responden dalam Penelitian ini adalah karyawan PT. Telkom Indonesia. Tbk Divisi Acess Makassar sebanyak 50 orang terpilih berdasarkan populasinya.

Lebih terperinci

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL ROPOSAL PERMOHONAN PENYELENGARAAN PENGAKUAN PEMBELAJARAN LAMPAU (PPL) PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA DIREKTORAT PEMBELAJARAN DAN KEMAHASISWAAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

Lebih terperinci

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. caca.e.supriana@unpas.ac.id Kantor virtual 2 Kantor

Lebih terperinci

Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Aset. Nomor : 005/I1.B03.1/SP/2014. Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber daya dan Organisasi

Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Aset. Nomor : 005/I1.B03.1/SP/2014. Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber daya dan Organisasi Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Aset Nomor : 005/I1.B03.1/SP/2014 Kantor Wakil Rektor Bidang Sumber daya dan Organisasi InstitutTeknologi Bandung 2014 Halaman : 1 dari 6 RIWAYAT REVISI SOP

Lebih terperinci

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14

http://padamu.siap.web.id Page 1 of 14 1. http://padamu.siap.web.id/ 2. klik: aktifasi akun PTK 3. isi NUPTK 4. isi kode aktifasi 5. klik: lanjut 6. isi password 7. ulangi password 8. isi email (WAJIB ADA) 9. klik: lanjut 10. klik: simpan 11.

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI... GOLONGAN POKOK... PADA JABATAN KERJA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SANKSI ADMINISTRATIF DALAM PELAKSANAAN PENEMPATAN

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA 2011 PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

- 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03

- 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03 - 436-11. Standar Pelayanan Pembayaran Tagihan Pihak Ketiga pada Bagian Anggaran 007.01 dan Bagian Anggaran 069.03 STANDAR PELAYANAN PEMBAYARAN TAGIHAN PIHAK KETIGA PADA BAGIAN ANGGARAN 007.01 DAN BAGIAN

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010 SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010 TENTANG SERTIFIKASI KOMPETENSI PENYUSUN DOKUMEN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAN PERSYARATAN LEMBAGA PELATIHAN KOMPETENSI

Lebih terperinci

Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi

Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Kebijakan Nasional Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi Berdasarkan Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi Dr. Illah Sailah, MS Direktur BELMAWA Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan

Lebih terperinci

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG

STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG STANDAR KEMAHASISWAAN SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALEMBANG SPMI-UMP SM 03 09 PALEMBANG 2O13 Standar KEMAHASISWAAN 1 Standar Penilaian Pendidikan Sistem Penjaminan Mutu Internal

Lebih terperinci

Standar Pelayanan [SP]

Standar Pelayanan [SP] Standar Pelayanan [SP] Pusat Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan Perencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2013 KATA PENGANTAR Pusbindiklatren mengemban fungsi sebagai pembina perencana dan

Lebih terperinci

ISO 1001 By: Ryan Torinaga

ISO 1001 By: Ryan Torinaga ISO 1001 By: Ryan Torinaga Daftar Isi Arti ISO Tujuan ISO 9001 Klausul ISO 9001 Kunci Penerapan ISO Cara Penerapan ISO Arti dari ISO Berarti Sama Badan standarisasi dunia Didirikan sejak tahun 1947 Terdiri

Lebih terperinci

MANAJER TEKNIK PEMBANGUNAN JALAN REL (TECHNICAL MANAGER OF RAILROAD CONSTRUCTION)

MANAJER TEKNIK PEMBANGUNAN JALAN REL (TECHNICAL MANAGER OF RAILROAD CONSTRUCTION) Nomor Registrasi.... SKKNI STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA MANAJER TEKNIK PEMBANGUNAN JALAN REL (TECHNICAL MANAGER OF RAILROAD CONSTRUCTION) B A D A N P E M B I N A A N K O N S T R U K S I

Lebih terperinci

TAHAPAN PENYUSUNAN SOP

TAHAPAN PENYUSUNAN SOP 11 LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BNN NOMOR 3 TAHUN 2013 TANGGAL 18 APRIL 2013 TAHAPAN PENYUSUNAN SOP Tahapan penyusunan SOP meliputi: 1. Persiapan a. Membentuk Tim dan kelengkapannya 1) Tim terdiri dari

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA

PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA 1 PENGARUH KUALITAS PELAYANAN SIMPAN PINJAM TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN PADA KOPERASI NUSANTARA SKRIPSI Program Studi Manajemen Nama : KAMJA NIM : 03103-114 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA

Lebih terperinci

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data elektronik dan manual

Pencatatan dan Pendataan: Disimpan sebagai data elektronik dan manual mor SOP gl.pembuatan gl.revisi gl.efektif Disahkan Oleh Direktur Jenderal Pengundang, Publikasi, dan Kerjasama Peraturan Perundang-undangan KEMENERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA DIREKORA JENDERAL PERAURAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat

BAB 1 PENDAHULUAN. sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam upaya mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih terperinci

Daftar Isi. Ka t a Pe n ga n ta r... i. Da ftar Isi... i i. Bab Area Standart Parameter Halaman

Daftar Isi. Ka t a Pe n ga n ta r... i. Da ftar Isi... i i. Bab Area Standart Parameter Halaman KATA PENGANTAR Buku Standar Akademik Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga disusun berdasarkan Buku Standar Akademik Universitas Airlangga. Ketentuan-ketentuan yang termuat didalamnya berisi ketentuan

Lebih terperinci

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA Kualitas didefinisikan dalam banyak cara. Menurut James Martin, konsultan komputer terkenal, mendeskripsikan kualitas perangkat lunak sebagai tepat

Lebih terperinci

06/PP/DITDIKTENDIK/2015 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN TENAGA ADMINISTRASI AKADEMIK BERPRESTASI

06/PP/DITDIKTENDIK/2015 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN TENAGA ADMINISTRASI AKADEMIK BERPRESTASI 06/PP/DITDIKTENDIK/2015 PEDOMAN UMUM PEMILIHAN TENAGA ADMINISTRASI AKADEMIK BERPRESTASI KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA

Lebih terperinci

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan

Kata-kata kunci: Sumber daya sekolah Sumber daya manusia Sumber daya fisik Sumber daya keuangan Pengembangan Sumber Daya Sekolah Oleh: Ruswandi Hermawan Abstrak Sekolah memiliki sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuantujuan pendidikan. Sumber daya pendidikan di sekolah dapat dikelompokkan

Lebih terperinci

PENDAHULUAN. mencapai tujuannya. Agar perusahaan lebih mudah mencapai tujuannya, dimiliki perusahaan. Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat

PENDAHULUAN. mencapai tujuannya. Agar perusahaan lebih mudah mencapai tujuannya, dimiliki perusahaan. Sumber daya manusia merupakan faktor yang sangat 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan atau organisasi didirikan dengan tujuan tertentu dan berusaha untuk mencapai tujuannya. Agar perusahaan lebih mudah mencapai tujuannya, diperlukan manajemen

Lebih terperinci