PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN"

Transkripsi

1 PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI PENYELIA PROSES PEMBUATAN PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O III 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot Subroto Kav.51 Lt.6.A Jakarta Selatan

2 KATA PENGANTAR Pelatihan kerja diselenggarakan dan diarahkan untuk membekali, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi kerja guna meningkatkan kemampuan, produktivitas, dan kesejahteraan tenaga kerja dengan memperhatikan kebutuhan pasar kerja dan dunia usaha. Pelaksanaan pelatihan kerja diselenggarakan berdasarkan program pelatihan yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Standar Internasional dan/atau Standar Khusus dapat dilakukan secara berjenjang dengan mengacu kepada jenjang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) maupun tidak berjenjang yang disusun berdasarkkan unit kompetensi atau kelompok unit kompetensi. Dalam melakukan pembinaan teknis terhadap Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di seluruh Indonesia disusun berbagai pedoman sebagai acuan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja. Salah satu pedoman tersebut yaitu Penyusunan Program Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK). Dengan telah disusunnya pedoman ini diharapkan LPK dapat mengembangkan program PBK ini dan dapat mengimplementasikannya. Program PBK ini dibuat untuk dijadikan salah satu acuan dalam pelaksanaan pelatihan agar dalam proses pelatihan dapat menghasilkan SDM yang sesuai dengan standar yang dibutuhkan di pasar kerja dan dunia usaha. Demikian program pelatihan berbasis kompetensi ini kami susun, semoga bermanfaat untuk menunjang proses pelaksanaan pelatihan kerja bagi LPK. Jakarta, Desember 2008 Direktur Standardisasi Kompetensi dan Program Pelatihan Ir. Abdul Wahab Bangkona, M.Sc NIP

3 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI 1. Judul/Nama Pelatihan : Penyelia Proses Pembuatan Pakaian 2. Kode Program Pelatihan : O III Jenjang Program Pelatihan : III 4. Tujuan Pelatihan : Setelah mengikuti pelatihan ini peserta kompeten: Membimbing karyawan ( pekerja ) dalam proses bekerja Menjalin kerja yang baik dengan pekerja Menganalisa peta kerja berdasarkan teknik sample, membuat sample dan menjahit dengan mesin secara utuh dan mengperasikan mesin, jarum satu (singgle needle), jarum dua ( double needle),mesin obras, mesin pasang kancing dan mesin pasang kancing. Mangawasi mutu pekerjaan yang akan, sedang dan telah dikerjakan oleh operator. 5. Unit Kompetensi yang ditempuh: Membimbing karyawan (TBS.MP ) Menetapkan teknik pembuatan pakaian (TBS.MP ) Membuat sample (TBS.MP ) Menjahit dengan mesin III (TBS.MP ) Mengawasi mutu pekerjaan (TBS.MP ) Membuat presesntasi (TBS.MP ) 6. Lama Pelatihan : 275 menit 7. Persyaratan Peserta Pelatihan : Pendidikan : Minimal SLTA Pelatihan/Pengalaman Kerja : Minimal 3 tahun pengalaman kerja dibidang busana / mempunyai sertifikat 2 Umur/Usia : Minimal 20 tahun Jenis Kelamin : Laki-laki dan Perempuan Kesehatan : Berbadan sehat dan tidak buta warna Test Kemampuan : General test dan PRL 2

4 NO KURIKULUM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI UNIT KOMPETENSI KODE UNIT I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI UMUM 1.1 Membimbing Karyawan TBS.MP PENGE- TAHUAN JAM PELATIHAN KETERA MPILAN JUMLA H Jumlah I II. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI 2.1 Menetapkan teknik pembuatan pakaian TBS.MP Membuat sample TBS.MP Menjahit dengan mesin III TBS.MP Mengawasi mutu pekerjaan TBS.MP Jumlah II III. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI KHUSUS Jumlah III IV. PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT) 4.1. Mengawasi proses pembuatan pakaian Jumlah IV V. EVALUASI PROGRAM LATIHAN 5.1 Evaluasi pelaksanaan pelatihan Jumlah V Jumlah I s/d V

5 SILABUS PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI I. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI UMUM 1.1. Unit Kompetensi : Membimbing karyawan Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 4 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan bimbingan terhadap karyawan dalam proses pembuatan dan pelayanan prima 1.1. Karyawan diberi pengarahan dalam melaksanakan pekerjaannya sesuai teknik dan langkah kerja yang telah ditetapkan 1.2. Karyawan diberi pengarahan untuk mencapai kecepatan dan ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya 1.3. Karyawan diberi bimbingan dalam melayani kebutuhan pelanggan dengan baik 1.4. Karyawan diberi bimbingan dalam menanggapi keluhan, kritik dan saran dari pelanggan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Dasar kepemimpinan - Prosedur perusahaan - Kebutuhan pelanggan - keluhan pelanggan - Bimbingan tugas - Kerjasama yang baik - memberi pengarahan dalam melaksanakan pekerjaan - Untuk mencapai ketepatan dan ketepatan - Melayani kebutuhan pelanggan - menanggapi keluhan, saran dan kritik - Mengerjakan pembagian tugas - bekerjaengerjakan - langkahkerja susuai prosedur - Menyelesiakan pekerja dengan cepat dantepat - Baik dan sopan - menerima saran dan keluhan pelanggan dengan sopan - Dengan kerjasama yang baik dengan sesama karyawan JAM PELATIHAN Peng Keter etahu ampil an an 2 2 4

6 ELEMEN KOMPETENSI 2. Melakukan bimbingan terhadap karyawan dalam menjalin hubungan kerja yang baik dengan sesama rekan kerja 2.1. Karyawan diberi bimbingan dalam pembagian tugas kerja sesama karyawan 2.2. Karyawan diberi bimbingan untuk bekerjasama dalam tim MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja JAM PELATIHAN Peng Keter etahu ampil an an Asesmen Asesmen Asesmen 5

7 II. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI INTI 2.1. Unit Kompetensi : Menetapkan teknik pembuatan pakaian Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 11 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan teknik penjahitan pakaian sesuai dengan bahan, ukuran dan model dari pelanggan 1.1. Kampuh dipilih sesuai kebutuhan 1.2. Teknik menjahit kupnat dan sisi dipilih sesuai kebutuhan 1.3. Teknik menjahit lengan dipilih sesuai dengan kebutuhan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Tiori menjahit pakaian - Tiori teknik penyelesaian pakaian - Mengetahui bahan tekstil - Menjahit pakaian - Mengatur pekerjaan. - Menerapkan peringatan keselamatan yang sesuai dengan tugas JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Teknik menjahit kerah dipilih sesuai kebutuhan 1.5. Teknik menjahit lapisan dipilih sesuai kebutuhan 1. Menetapkan teknik penyelesaian pakaian sesuai dengan ukuran dan model dari pelanggan 2.1. Teknik penyelesaian keliman dipilih dalam penyelesaian pakaian 2.2. Teknik penyelesaian kancing dipilih dalam penyelesaian pakaian - mesin jahit dan alat penyelesaian pakaian - memahami gambar - penyelesaian pakaian - Menyelesaikan tugas. - Mengidentifikasi peningkatan

8 ELEMEN KOMPETENSI 2.3. Teknik penyelesaian hiasan pakaian dipilih dalam penyelesaian pakaian MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Asesmen Asesmen Asesmen 7

9 2.2. Unit Kompetensi : Membuat sample Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 18 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Menyiapkan tempat dan alat kerja 1.1. Tempat kerja disiapkan secara ergonomis 1.2. K3 diterapkan sesuai prosedur 1.3. Alat jahit layak pakai disiapkan sesuai kebutuhan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Aspek-aspek keselamatan dan kesehatan, peraturan, kode etik, kebijakan dan prosedur yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan perusahaan. - Menerjemahkan dan melaksanakan prosedur yang telah ditentukan. - Berkomunikasi secara efektif dengan individu, kelompok kerja maupun pengawas. - Mengatur pekerjaan. - Menerapkan peringatan keselamatan yang sesuai dengan tugas JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Menjahit pakaian sesuai dengan ukuran, desain dan teknik jahit 1.4. Meja dan kursi disiapkan dalam keadaan bersih 2.1. Ukuran setik mesin disesuaikan dengan jenis bahan tekstil 2.2. Bagian bagian potongan bahan diperiksa kelengkapannya sesuai dengan pola - Mesin jahit - Gambar pakaian - Alat jahit - Teknik menjahit - Pola pakaian - Menjahit dengan mesin - Menjahit dengan tangan - Memeriksa kelengkapan - Menjahit dengan benar sesuai dengan prosedur kerja - Memeriksa kelengkapan potongan sesuai dengan pola Melakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan 2.3. Bagian bagian potongan bahan di jahit sesuai prosedur 3.1. Ketepatan ukuran disesuaikan dengan ukuran pelanggan - Ukuran pelanggan - Desain - Bentuk pakaian - Kerapihan jahitan - Mengukur pelanggan - Kerapihan jahitan - Memeriksa hasil jahitan - Menyesuaikan ukuran pelanggan - Memper hatikan 4 6 8

10 ELEMEN KOMPETENSI 4. Menyelesaikan penyelesaian akhir 3.2. Bentuk bagian bagian pakaian sesuai desain 3.3. Ketepatan dan kerapihan jahitan diperiksa sesuai prosedur 3.4. Kebersihan hasil pekerjaan diperhatikan 4.1. Kancing dipasang pada pakaian sesuai desain 4.2. Benang benang dibersihkan 4.3. Tepi kelim disoom dengan rapi 4.4. Pakaian disetrika MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Prosedur jahitan - Kebersihan hasil jahitan - Teknik penyelesaian akhir - Tempat penyimpanan - Macam-macam kancing - Jenis kancing - Macam-macam benang - Jenis benang - Memperhatiakan hasil jahitan - Memasang kancing - Membersihkan benang - Menyimpan pakaian desain - Rapi dengan memasang kancing - Membuang benang dengan bersih - Merapikan pakaian dengan strika JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Merapikan tempat dan alat kerja 4.5. Pakaian digantung/disimpan dengan rapi 5.1. Alat jahit dirawat dan disimpan sesuai prosedur inventaris 5.2. Tempat kerja dirapikan sesuai prosedur - Alat jahit - Tempat kerja rapi - Merawat alat jahit - Menyimpan alat jahit - Merapiakan - Tempat kerja rapi sesuai dengan prosedur kerja 1 1 Asesmen Asesmen Asesmen 9

11 2.3. Unit Kompetensi : Menjahit dengan mesin III Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 18 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Menyiapkan tempat dan alat kerja 1.1. Tempat kerja disiapkan secara ergonomis 1.2. K3 diterapkan sesuai prosedur 1.3. Alat jahit layak pakai disiapkan sesuai kebutuhan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Aspek-aspek keselamatan dan kesehatan, peraturan, kode etik, kebijakan dan prosedur yang sesuai dengan kegiatan-kegiatan perusahaan. - Menerjemahkan dan melaksanakan prosedur yang telah ditentukan. - Berkomunikasi secara efektif dengan individu, kelompok kerja maupun pengawas. - Mengatur pekerjaan. - Menerapkan peringatan keselamatan yang sesuai dengan tugas JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Mengoperasikan mesin jahit 3. Menjahit bagian bagian potongan pakaian 1.4. Meja dan kursi yang bersih Disiapkan 2.1. Setikan mesin dicobakan pada garis kain yang lurus sesuai prosedur 2.2. Hasil jahitan diperiksa, disesuaikan dengan standar jahitan dan siap dioperasikan 3.1. Bagian potongan pakaian (safari,jas,jaket) diperiksa kelengkapannya sesuai desain - Garis kain - Standar jahitan - Potongan pakaian - Penerapan K3 - Mencoba mesin - Memeriksa hasiljahitan - Potongan kain di periksa - Kerja sama dengan karyawan lain - Mencoba mesin sesuai dengan setandar kerja - Hasil jahitan diperiksa sesuai dengan standar - Memeriksa kelengkapan potongan dengan baik Bagian potongan pakaian dijahit sesuai prosedur 10

12 ELEMEN KOMPETENSI 4. Merapikan tempat dan alat kerja 3.3. Sikap kerja diterapkan sesuai K Alat jahit dirawat dan disimpan sesuai prosedur inventaris MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Tempat kerja dirapikan sesuai prosedur Asesmen Asesmen Asesmen 11

13 2.4. Unit Kompetensi : Mengawasi mutu pekerjaan Kode Unit : TBS.MP Durasi Pelatihan : 38 menit ELEMEN KOMPETENSI 1. Menyiapkan tempat dan alat kerja 2. Melaksanakan pengecekan bahan utama dan bahan pelengkap 1.1. Tempat kerja disiapkan secara ergonomis 1.2. K3 diterapkan sesuai prosedur 1.3. Alat untuk mengawasi mutu yang layak pakai disiapkan sesuai kebutuhan 1.4. Meja dan kursi disiapkan secara bersih 2.1. Kualitas bahan utama diperiksa sesuai standar mutu 2.2. Kualitas bahan pelengkap diperiksa sesuai standar mutu MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja - Kulitas bahan utama - Kulitas bahan pelengkap - Referensi sample - Teknik memeriksa - Menggunting sample JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan Memeriksa pola dan kain yang dipotong 2.3. Bahan utama dan pelengkap digunting untuk sampel sebagai referensi 3.1. Kelengkapan pola diperiksa sesuai analisis desain - Macam-macam pola - Macam-macam ukuran - Cara memeriksa pola - Cara mengukur - Teknik membuat pola - Teknik mengecek pola - Memriksa pola sesuai dengan prosedur kerja

14 ELEMEN KOMPETENSI 3.2. Ukuran pola diperiksa sesuai pesanan MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan 3.3. Tanda tanda pola, arah benang, jumlah potongan dan identitas model diperiksa 3.4. Jumlah potongan bahan diperiksa sesuai jumlah pola 4. Memeriksa kualitas mutu hasil jahitan dan hasil penyelesaian pakaian 3.5. Kelengkapan pemindahan tanda tanda pola ke atas bahan diperiksa pemindahannya 4.1. Urutan langkah kerja menjahit diawasi sesuai prosedur 4.2. Teknik jahitan diperiksa sesuai prosedur 4.3. Ukuran pakaian diperiksa sesuai dengan desain dan ukuran pesanan - Peta kerja - Ukuran pakaian - Kelengkapan bahan - Kerapihan pakaian - Mengawasi langkah kerja menjahit - Memeriksa jahitan, ukuran, krapihan - Langkah kerja di awasi sesuai dengan prosedur kerja - Memeriksa pekerjaan sesuai dengan prosedur Ketepatan pemasangan bahan pelengkap diperiksa sesuai desain 13

15 ELEMEN KOMPETENSI 5. Mengemas tempat dan alat kerja 4.5. Kerapihan penyelesaian pakaian diperiksa sesuai prosedur 5.1. Alat jahit dirawat dan disimpan sesuai prosedur inventaris MATERI PELATIHAN Pengetahuan Keterampilan Sikap Kerja JAM PELATIHAN Peng Keterampi etahu -an -lan 5.2. Tempat kerja dirapikan hingga bersih Asesmen Asesmen Asesmen III. KELOMPOK UNIT KOMPETENSI KHUSUS 14

16 IV. PELATIHAN DI TEMPAT KERJA (OJT) 4.1. Unit Kompetensi :Membimbing karyawan Kode Unit :TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI 1. Melakukan bimbingan terhadap karyawan dalam proses pembuatan dan pelayanan prima 2. Melakukan bimbingan terhadap karyawan dalam menjalin hubungan kerja yang baik dengan sesama rekan kerja INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA - Mendemontrasikan kemampuan bimbingan terhadap karyawan - Mendemontrasikan kemampuan terhadap layanan prima - Mendemontrasikan terhadap karyawan untuk menjalin kerjasama yang baik 4.2. Unit Kompetensi :Menetapkan teknik pembuatan pakaian Kode Unit :TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan teknik penjahitan pakaian sesuai dengan bahan, ukuran dan model dari pelanggan 2. Menetapkan teknik penyelesaian pakaian sesuai dengan ukuran dan model dari pelanggan INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA - Menerapkan teknik menjahit pakaian disesuaiakan dengan bahan - Menerapkan teknik menjahit pakaian disesuaikan dengan ukuran dan model dari pelanggan - menerapkan teknik mengerjakan penyelesaian pakaindisesuaikan dengan ukuran dan model dari pelanggan 15

17 4.3. Unit Kompetensi :Membuat sample Kode Unit :TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 1. Menyiapkan tempat dan alat kerj - Menyiapkan tempat kerja dan pekerjaan sebelum pelaksanaan pengoperasian mesin jahit. 2. Menjahit pakaian sesuai dengan ukuran, desain dan teknik jahit 3. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan 4. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan - Menerapkan teknik penjahitan pakaian terhadap ukuran dan desain. - Mengoperasikan high speed jarum 1 dan 2, obras, penempatan pekerjaan mungkin dikontrol oleh alat panduan lainnya atau dimana ada pengisian kain yang tidak sulit. - Menerapkan dasar pemeriksaan terhadap hasil jahitan berdasakan setandar dari pelanggan - Memeriksa pekerjaan disesuaikan dengan informasi dan standar kerja. 5. Menyelesaikan penyelesaian akhir - Penyelesaian ahir dikerjakan menurut setandar dari pelanggan 6. Merapikan tempat dan alat kerja - Menyimpan catatan yang akurat. - Menyimpan alat dan tempat kerja sesuaidengan prosedur 4.4. Unit Kompetensi :Menjahit dengan mesin III Kode Unit :TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 1. Menyiapkan tempat dan alat kerja - Menyiapkan tempat kerja dan alat kerjaa sebelum pelaksanaan pengoperasian mesin jahit. 2. Mengoperasikan mesin jahit - Mesin jahit diuji coba sebelum dioperasikan 3. Menjahit bagian bagian - Bagian-bagian potongan pakaian di jahit sesuai denga prosedur potongan pakaian 4. Merapikan tempat dan alat kerja - Menyimpan catatan yang akurat. - Menyimpan alat dan tempat kerja sesuaidengan prosedur 16

18 4.5. Unit Kompetensi :Mengawasi mutu pekerjaan Kode Unit :TBS.MP ELEMEN KOMPETENSI INDIKATOR PELAKSANAAN PELATIHAN DITEMPAT KERJA 1. Menyiapkan tempat dan alat kerja - Menyiapkan tempat kerja dan alat kerja sebelum pelaksanaan pengawasan mutu. 2. Melaksanakan pengecekan bahan utama dan bahan pelengkap 3. Memeriksa pola dan kain yang dipotong - Mengecek bahan utama dan bahan pelengkap - Pola diperiksa di sesuaikan dengan kain yang akan di potong 4. Memeriksa kualitas mutu hasil - Kualitas mutu jahitan dan hasil penyelesaian pakaian diperiksa jahitan dan hasil penyelesaian pakaian 5. Mengemas tempat dan alat kerja - Tempat dan alat kerja dirapikan 17

19 DAFTAR PERALATAN DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Judul/Nama Pelatihan : Penyelia Proses Pembuatan Pakaian 2. Kode Program Pelatihan: O III 01 NO UNIT KOMPETENSI KODE UNIT DAFTAR PERALATAN DAFTAR BAHAN KETE- RANGAN 1. Membimbing karyawan 2. Menetapkan teknik pembuat pakaian TBS.MP TBS.MP Buku panduan - Pembagian tugas - Gambar model - Sample - Peta kerja 3. Membuat sample 4. Menjahit dengan mesin III 5. Mengawasi mutu pekerjaan TBS.MP TBS.MP TBS.MP Mesin jahit - Mesin obras - Gunting - Skoci - Spul - Jarum jahit - Mesin lubang kancing - Mesin pasang kancing - Mesin jahit - Mesin obras - Gunting - Skoci - Spul - Jarum jahit - Mesin lubang kancing - Mesin pasang kancing - Prosedur kerja - Ukuran pelanggan - Buku kerja Kain bahan utama - Bahan pendukung - Benang - Kancing - Kain keras(fislin) - Kain bahan utama - Bahan pendukung - Benang - Kancing - Kain keras fislin 18

20 RANCANGAN PELATIHAN DI TEMPAT KERJA Judul/Nama Pelatihan :... Nama Peserta Pelatihan :... Nama Lembaga/Perusahaan :... Kegiatan di Tempat Kerja :... NO HARI/ TANGGAL AREA KERJA UNIT/ ELEMEN KOMPETENSI KEGIATAN JAM HASIL PEMBIMBING ,..... Pimpinan

21 EVALUASI PROGRAM PELATIHAN Judul/Nama Pelatihan :.. NO. UNSUR YANG DINILAI Penilaian (Assessment) A (91-100) B (71-90) Nilai C (61-70) D (<50) 1. MASUKAN : 1.1 Peserta Pelatihan 1.2 Pelatih 1.3 Assessor Pelatihan 1.4 Tenaga Pendukung 1.5 Fasilitas Peralatan 1.6 Bahan Pelatihan 1.7 Modul PBK/Job Sheet/ Diktat 1.8 Biaya/Dana Pelatihan (0-100) 2. PROSES : 2.1 Kurikulum dan Silabus 2.2 Unit Kompetensi yang ditempuh 2.3 Metode Pelatihan 2.4 Jadwal Pelatihan 2.5 Pelatihan di Tempat Kerja (0-100) 3. KELUARAN : 3.1 Penguasaan Pengetahuan 3.2 Penguasaan Keterampilan 3.3 Sikap Kerja 3.4 Kedisiplinan 3.5 Motivasi Kerja 3.6 Jumlah Lulusan (0-100), tgl. Penanggung Jawab Program (menerima hasil evaluasi) Evaluator Program Pelatihan

22 STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.MP : Membaca sketsa / paham gambar : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap dalam membaca sketsa gambar ELEMEN KOMPETENSI 1. Menganalisa sketsa / paham gambar 1.1. Gambar pakaian dianalisa secara tepat dan benar 1.2. Gambar kerja dibuat sesuai hasil analisa 2. Memilih bahan dan pelengkap pakaian 2.1 Bahan pakaian dipilih sesuai gambar 2.2 Perlengkapan pakaian dipilih sesuai gambar BATASAN VARIABEL 1. Unit ini berlaku untuk menganalisa gambar dan memilih bahan serta pelengkap yang digunakan untuk membaca sketsa / paham gambar pada sektor/bidang menjahit pakaian 2. Perlengkapan,meliputi : 2.1. Sketsa 2.2. Alat gambar 3. Tugas pekerjaan 3.1. Menganalisa sketsa 3.2. Memilih bahan dan pelengkap pakaian 4. Peraturan PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diuji secara individu dalam penilaian yang dilihat dari tugas tugas yang diberikan serta penilaian dalam ujian teori. 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja. 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Pengetahuan desain busana 3.2. Pengetahuan tekstil 4. Ketrampilan yang dibutuhkan : 4.1. Dapat menganalisa keinginan pelanggan 4.2. Dapat memberi saran tentang pemilihan bahan sesuai kebutuhan pelanggan 5. Aspek kritis penilaian : 5.1. Ketepatan menganalisai desain yang tertera pada sketsa/paham gambar 5.2. Ketepatan mengidentifikasi bahan dan pelengkap pakaian KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 2 21

23 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.MP : Menetapkan teknik pembuatan pakaian : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk menetapkan teknik pembuatan pakaian ELEMEN KOMPETENSI 1. Menetapkan teknik penjahitan pakaian sesuai dengan bahan, ukuran dan model dari pelanggan 2. Menetapkan teknik penyelesaian pakaian sesuai dengan ukuran dan model dari pelanggan 1.1. Kampuh dipilih sesuai kebutuhan 1.2. Teknik menjahit kupnat dan sisi dipilih sesuai kebutuhan 1.3. Teknik menjahit lengan dipilih sesuai dengan kebutuhan 1.4. Teknik menjahit kerah dipilih sesuai kebutuhan 1.5. Teknik menjahit lapisan dipilih sesuai kebutuhan 2.1. Teknik penyelesaian keliman dipilih dalam penyelesaian pakaian 2.2. Teknik penyelesaian kancing dipilih dalam penyelesaian pakaian 2.3. Teknik penyelesaian hiasan pakaian dipilih dalam penyelesaian pakaian BATASAN VARIABEL] 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk memilih teknik penjahitan pakaian dan memilih teknik penyelesaian pakaian yang digunakan untuk menetapkan teknik pembuatan pakaian 2. Perlengkapan untuk menetapkan teknik pembuatan pakaian meliputi : 2.1.Gambar model 2.2.Sampel teknik pembuatan dan penyelesaian 3. Tugas pekerjaan 3.1.Memilih teknik penjahitan pakaian 3.2.Memilih teknik penyelesaian pakaian 4. Peraturan 4.1.Tertib kerja PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai teknik penjahitan dan penyelesaian pakaian 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi menetapkan teknik pembuatan pakaian. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Teori teknik menjahit pakaian 3.2. Teori teknik penyelesaian pakaian 3.3. Pengetahuan bahan tekstil 3.4. Pengetahuan mesin jahit dan alat penyelesaian pakaian 3.5. Pengetahuan paham gambar 4. Ketrampilan yang dibutuhkan : 4.1. Ketrampilan menjahit pakaian 4.2. Ketrampilan penyelesaian pakaian 22

24 5. Aspek kritis penilaian : 5.1. Pemilihan teknik pembuatan busana dengan hasil jadi akhir 5.2. Pemilihan teknik pembuatan busana harus sesuai dengan bahan tekstil yang digunakan KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 2 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 23

25 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.PP : Membuat sampel : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk membuat sampel ELEMEN KOMPETENSI 4. Menyiapkan tempat dan alat kerja 1.1. Tempat kerja disiapkan secara ergonomis 1.2. K3 diterapkan sesuai prosedur 1.3. Alat jahit layak pakai disiapkan sesuai kebutuhan 1.4. Meja dan kursi disiapkan dalam keadaan bersih 5. Menjahit pakaian sesuai dengan ukuran, desain dan teknik jahit 2.3. Ukuran setik mesin disesuaikan dengan jenis bahan tekstil 2.4. Bagian bagian potongan bahan diperiksa kelengkapannya sesuai dengan pola 2.5. Bagian bagian potongan bahan di jahit sesuai prosedur 6. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan 3.4. Ketepatan ukuran disesuaikan dengan ukuran pelanggan 3.5. Bentuk bagian bagian pakaian sesuai desain 3.6. Ketepatan dan kerapihan jahitan diperiksa sesuai prosedur 3.7. Kebersihan hasil pekerjaan diperhatikan 7. Menyelesaikan penyelesaian akhir 4.1. Kancing dipasang pada pakaian sesuai desain 4.2. Benang benang dibersihkan 4.3. Tepi kelim disoom dengan rapi 4.4. Pakaian disetrika 4.5. Pakaian digantung/disimpan dengan rapi 8. Merapikan tempat dan alat kerja 5.1. Alat jahit dirawat dan disimpan sesuai prosedur inventaris 5.2. Tempat kerja dirapikan sesuai prosedur BATASAN VARIABEL 1. Konteks Variabel Unit ini berlaku untuk, menyiapkan tempat dan alat kerja, menjahit pakaian sesuai dengan ukuran, teknik jahit dan bentuk desain pakaian, melakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan, penyelesaian akhir, mengemas tempat dan alat kerja yang digunakan untuk membuat sampel pada sektor/bidang Pembuatan Pakaian 2. Perlengkapan untuk membuat contoh sesuai kebutuhan meliputi : 2.1. Mesin jahit 2.2. Alat jahit 2.3. Potongan bagian bahan untuk contoh 3. Tugas pekerjaan 3.1. Menyiapkan tempat dan alat kerja 3.2. Membuat contoh bagian pakaian 3.3. Melakukan pemeriksaan terhadap hasil jahitan 3.4. Merapikan tempat dan alat kerja 4. Peraturan 4.1. Tertib kerja membuat contohh PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diujikan secara individu yang dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mengenai pembuatan sampel 24

26 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi membuat sampel. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : 3.1. Paham gambar 3.2. Pengetahuan tekstil 3.3. Pengetahuan alat jahit 3.4. Pengetahuan teknik menjahit 3.5. Pengetahuan teknik penyelesaian akhir 4. Ketrampilan yang dibutuhkan : 4.1. Ketrampilan menjahit dengan mesin 4.2. Ketrampilan menjahit dengan tangan 4.3. Ketrampilan membuat pola dan pecah model 4.4. Ketrampilan memberi hiasan pakaian 5. Aspek kritis penilaian : 5.1. Kerapihan pekerjaan 5.2. Ketepatan memilih teknik pembuatan pakaian 5.3. Kebersihan pekerjaan KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 2 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 3 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 2 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 3 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 25

27 KODE UNIT JUDUL UNIT DESKRIPSI UNIT : TBS.MP : Menjahit dengan mesin III : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dibutuhkan untuk menjahit dengan mesin III ELEMEN KOMPETENSI 4. Menyiapkan tempat dan alat kerja 1.1. Tempat kerja disiapkan secara ergonomis 1.2. K3 diterapkan sesuai prosedur 1.3. Alat jahit layak pakai disiapkan sesuai kebutuhan 1.4. Meja dan kursi yang bersih Disiapkan 5. Mengoperasikan mesin jahit 2.1. Setikan mesin dicobakan pada garis kain yang lurus sesuai prosedur 2.2. Hasil jahitan diperiksa, disesuaikan dengan standar jahitan dan siap dioperasikan 6. Menjahit bagian bagian potongan 3.1. Bagian potongan pakaian (safari,jas,jaket) pakaian diperiksa kelengkapannya sesuai desain 3.2. Bagian potongan pakaian dijahit sesuai prosedur 3.3. Sikap kerja diterapkan sesuai K3 7. Merapikan tempat dan alat kerja 4.1. Alat jahit dirawat dan disimpan sesuai prosedur inventaris 4.2. Tempat kerja dirapikan sesuai prosedur BATASAN VARIABEL 1. Unit kompetensi ini berlaku untuk menyiapkan tempat dan alat kerja, mengoperasikan mesin jahit, menjahit bagian bagian pakaian dan merapikan tempat dan alat kerja yang digunakan untuk menjahit dengan mesin III pada sektor/bidang menjahit pakaian. 2. Perlengkapan untuk menjahit dengan mesin III meliputi : 2.1. Berbagai jenis mesin jahit 2.2. Alat bantu khusus menjahit 2.3. Bagian pakaian yang akan dijahit 3. Tugas pekerjaan 3.1. Menyiapkan tempat dan alat kerja, 3.2. Mengoperasikan mesin jahit 3.3. Menjahit bagian bagian pakaian 3.4. Merapikan tempat dan alat kerja 4. Peraturan 4.1.Tertib kerja PANDUAN PENILAIAN 1. Penjelasan prosedur penilaian : Kompetensi ini diuji secara individu dalam penilaian yang dilihat dari tugas tugas yang diberikan (praktek) serta penilaian dalam ujian teori.: 4.1. Menjahit dengan mesin I 4.2. Menjahit dengan mesin II 4.3. Mengoperasikan beberapa jenis mesin jahit 2. Kondisi penilaian : Kondisi penilaian merupakan aspek penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi menjahit dengan mesin III. Penilaian dapat dilakukan dengan cara demonstrasi,simulasi di bengkel kerja dan atau tempat kerja 3. Pengetahuan yang dibutuhkan : Pengetahuan alat dan mesin jahit Pengetahuan tekstil Pengetahuan teknik menjahit 26

28 4. Ketrampilan yang dibutuhkan : Menyiapkan alat dan mesin jahit sesuai prosedur Mengoperasikan alat dan mesin jahit sesuai prosedur Menerapkan teknik menjahit sesuai dengan spesifikasi bahan 5. Aspek kritis penilaian : Teknik penyelesaian yang tepat dan benar Kerapihan hasil pekerjaan KOMPETENSI KUNCI No Kompetensi Kunci Dalam Unit Ini Tingkat 1 Mengumpulkan, menganalisa dan mengorganisasikan informasi 3 2 Mengkomunikasikan informasi dan ide ide 2 3 Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan 3 4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5 Menggunakan gagasan secara matematis dan teknis 2 6 Memecahkan masalah 3 7 Menggunakan teknologi 3 27

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI MENGELOLA USAHA PAKAIAN KODE PROGRAM PELATIHAN : O 93 09114 IV 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01 PELATIHAN BERBASIS JURU CATAT LEVEL I KODE PROGRAM PELATIHAN : K.74.9.0.1.2.3.I.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend. Gatot

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR SEISMIK KODE PROGRAM PELATIHAN C 11 20 0 1 1 1 II 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl.

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL)

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR FORKLIFT (FL) KODE PROGRAM PELATIHAN : C.11.20.0.3.4.1.II.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI KRAN MOBIL PADA PESAWAT ANGKAT OPERATOR KRAN MOBIL s.d 25 Ton KODE PROGRAM PELATIHAN C.11. 20. 0 3.1.1. II. 01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI CNC WIRE CUT PROGRAMMER KODE PROGRAM PELATIHAN :... DEPARTEMEN TENAGA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jln. Jenderal Gatot Subroto

Lebih terperinci

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI JURU UKUR (SURVEYOR) KODE PROGRAM PELATIHAN : M.7110000.01.14 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Lebih terperinci

JOB SHEET. : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Program Studi : Pendidikan Tata Busana Mata Kuliah :Piranti Menjahit

JOB SHEET. : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Program Studi : Pendidikan Tata Busana Mata Kuliah :Piranti Menjahit JOB SHEET Jurusan : Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Program Studi : Pendidikan Tata Busana Mata Kuliah :Piranti Menjahit Semester :Ganjil Pokok Bahasan : Pemasangan Kancing Waktu : 3 x 60 menit (1 kali

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008 LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : KEP. /MEN/ / 2008 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA KEMASYARAKATAN DAN PERORANGAN

Lebih terperinci

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108

PROGRAM PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108 PROGRAM PELATIHAN BERBASIS TUKANG TAMAN PADA BANGUNAN GEDUNG KODE PROGRAM PELATIHAN: F.454052101108 KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS

Lebih terperinci

MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON

MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON KODE MODUL KYU.BGN.214 (2) A Milik Negara Tidak Diperdagangkan SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN BIDANG KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INDUSTRI KAYU MEMASANG RANGKA DAN PENUTUP PLAFON DIREKTORAT

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG TATA CARA PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010

DRAFT RAPAT KERJA KONSORSIUM PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA KELUARGA JAKARTA 2010 DRAFT STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR JASA PENDIDIKAN SUB SEKTOR JASA PENDIDIKAN SWASTA LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA SUB BIDANG BAHASA MANDARIN UNTUK PENATA LAKSANA RUMAH TANGGA

Lebih terperinci

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02

ASESMEN MANDIRI. SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 No. Urut 05 ASESMEN MANDIRI SKEMA SERTIFIKASI : Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat ( FPM ) FORM APL-02 Lembaga Sertifikasi Profesi Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat 2013 Nomor Registrasi Pendaftaran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 12 TAHUN 2015 TENTANG PAKAIAN DINAS HARIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI KESEHATAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih

P a n d u a n Pelatih P E L A T IH A N B B E R T A U N U K Panduan Pelatih Panduan Pelatih I SBN 979357517-4 9 789793 575179 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI)

Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) Konvensi Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (RSKKNI) SEKTOR JASA PENDIDIKAN LAINNYA BIDANG JASA PENDIDIKAN BAHASA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS UNTUK KEPARIWISATAAN (SUB BIDANG TATA GRAHA)

Lebih terperinci

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Nomor KEP. 31/LATTAS/II/2014 TENTANG KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI RI DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 51 Lantai VI Blok A Telepon 52901142 Fax. 52900925 Jakarta Selatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL DENGAN

Lebih terperinci

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN

SKEMA SERTIFIKASI AHLI TEKNIK TEROWONGAN 1. Justifikasi 1.1 Tuntutan persyaratan kompetensi Tenaga kerja untuk pekerjaan perencana, pengawas dan pelaksana jasa konstruksi harus bersertifikat keahlian kerja dan atau keterampilan kerja (UU No.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG AUDIT LINGKUNGAN HIDUP MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 52 Undang- Undang

Lebih terperinci

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku.

2. Pelaksanaan Unit Kompetensi ini berpedoman pada Kode Etik Humas/Public Relations Indonesia yang berlaku. KODE UNIT : KOM.PR01.005.01 JUDUL UNIT : Menyampaikan Presentasi Lisan Dalam Bahasa Inggris DESKRIPSI UNIT : Unit ini berhubungan dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan profesi humas

Lebih terperinci

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T.

JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T. JOOB SHEET MENGELAS TINGKAT LANJUT DENGAN PROSES LAS BUSUR KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PENGELASAN TINGKAT XII PENYUSUN : MUKHTAROM,S.T. SAMBUNGAN TUMPUL KAMPUH V POSISI DI BAWAH TANGAN ( 1G ) TUJUAN : Setelah

Lebih terperinci

Menentukan Peralatan Bantu Kerja Dengan Mesin Frais

Menentukan Peralatan Bantu Kerja Dengan Mesin Frais MATERI KULIAH PROSES PEMESINAN PROSES FRAIS Menentukan Peralatan Bantu Kerja Dengan Mesin Frais Kegiatan Belajar Oleh: Dwi Rahdiyanta Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Menentukan Peralatan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010 SALINAN PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 07 TAHUN 2010 TENTANG SERTIFIKASI KOMPETENSI PENYUSUN DOKUMEN ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP DAN PERSYARATAN LEMBAGA PELATIHAN KOMPETENSI

Lebih terperinci

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI B A K E R KODE PROGRAM PELATIHAN : H.55.26.0.0.1.4.II.01

PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI B A K E R KODE PROGRAM PELATIHAN : H.55.26.0.0.1.4.II.01 PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI B A K E R KODE PROGRAM PELATIHAN : H.55.26.0.0.1.4.II.01 DEPARTEMEN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I. DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PELATIHAN DAN PRODUKTIVITAS Jl. Jend.

Lebih terperinci

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI)

SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) SLK (STANDAR LATIH KOMPETENSI) Judul Pelatihan : AHLI DESAIN HIDRO MEKANIK (HYDRO MECHANICAL DESIGN ENGINEER) Kode Jabatan Kerja : INA. 5220.112.09 Kode Pelatihan :... DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM BADAN PEMBINAAN

Lebih terperinci

FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI

FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI FR-APL-02 ASESMEN MANDIRI Nama Asesi : Tanggal/Waktu : Nama Asesor : Tempat : Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri sendiri terhadap unit (unit-unit) kompetensi yang akan di-ases. 1. Pelajari

Lebih terperinci

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 >

I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Panduan Pelatih I SBN 979357519-0 9 789793 575193 > Markas Pusat Palang Merah Indonesia Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 96, Jakarta 12970 - Indonesia Telp. +62 21 7992325, Fax. +62 21 7995188 Email: pmi@palangmerah.org

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pelayanan Publik Pada Badan

KATA PENGANTAR. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pelayanan Publik Pada Badan LAMPIRAN 1 KATA PENGANTAR Kuesioner ini dibuat semata-mata untuk maksud penelitian dengan judul Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peningkatan Pelayanan Publik Pada Badan Pusat Statistik Kabupaten Tangerang

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR : 965/MENKES/SK/XI/1992 TENTANG CARA PRODUKSI KOSMETIKA YANG BAIK MENTERI KESEHATAN, Menimbang : a. bahwa langkah utama untuk menjamin keamanan kosmetika adalah penerapan

Lebih terperinci

Oleh: HARRY SULASTIANTO

Oleh: HARRY SULASTIANTO Oleh: HARRY SULASTIANTO PENGERTIAN KARYA TULIS ILMIAH Karya seorang ilmuwan (yang berupa hasil pengembangan) yang ingin mengembangkan ipteks yang diperolehnya melalui studi kepustakaan, pengalaman, penelitian,

Lebih terperinci

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG

LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP. 55/MEN/III/2009 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA SEKTOR PARIWISATA BIDANG PIMPINAN PERJALANAN

Lebih terperinci

PANDUAN UJI KOMPETENSI

PANDUAN UJI KOMPETENSI PANDUAN UJI KOMPETENSI KLASTER JUNIOR NETWORKING LSP TIK INDONESIA Jl. Pucang Anom Timur 23 Surabaya 60282, Jawa Timur Telp: +62 31 5019775 Fax: +62 31 5019776 Daftar Isi 1. Latar Belakang... 2 2. Persyaratan

Lebih terperinci

ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO. Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo

ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO. Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo ANALISA PROSES PRODUKSI SULAMAN KERAWANG KHAS GORONTALO Hariana Jurusan Teknik Kriya - Universitas Negeri Gorontalo Trifandi Lasalewo Jurusan Teknik Industri - Universitas Negeri Gorontalo ABSTRAK Setiap

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 30 TAHUN 2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN UJI KOMPETENSI MAHASISWA PROGRAM PROFESI DOKTER ATAU DOKTER GIGI DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. /MEN/ /2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN DI LUAR NEGERI MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI

Lebih terperinci

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER.

MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER. 08/MEN/V/2008 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENYELENGGARAAN PEMAGANGAN

Lebih terperinci

MEMBERI UKURAN PADA GAMBAR KERJA

MEMBERI UKURAN PADA GAMBAR KERJA MENGGAMBAR TEKNIK DASAR MEMBERI UKURAN PADA GAMBAR KERJA A.20.07 BAGIIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIIKULUM DIIREKTORAT PENDIIDIIKAN MENENGAH KEJURUAN DIIREKTORAT JENDERAL PENDIIDIIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN

Lebih terperinci

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS

PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS PERSYARATAN UMUM TEMPAT UJI KOMPETENSI LSP PPT MIGAS 1. RUANG LINGKUP DAN ACUAN Ruang lingkup: Pedoman ini menguraikan kriteria Tempat Uji Kompetensi Tenaga Kerja yang mencakup persyaratan manajemen dan

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR: 15 TAHUN 2011 TENTANG PEDOMAN UMUM PEMBINAAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN FUNGSIONAL LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA JAKARTA 2011 PERATURAN KEPALA

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER STANDAR KOMPETENSI LULUSAN KOMPUTER DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011 A. LATAR BELAKANG

Lebih terperinci

Uji Kompetensi Bahasa Mandarin (UKBM)

Uji Kompetensi Bahasa Mandarin (UKBM) Uji Kompetensi Bahasa Mandarin (UKBM) Lembaga Sertifikasi Bahasa Mandarin Indonesia (LSKBMI) Acara sosialisasi Uji Kompetensi Bahasa Mandari (UKBM) 19 September 2013 Di Tempat Uji Kompetensi ChinaLink,

Lebih terperinci

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA

MENTERI KETENAGAKERJAAN REPUBLIK INDONESIA MENTERI KETENAGAKERJAAN KEPUTUSAN MENTERI KETENAGAKERJAAN NOMOR 1 TAHUN 2015 TENTANG YANG DAPAT DIDUDUKI OLEH TENAGA KERJA INDONESIA DI LUAR NEGERI UNTUK PEKERJAAN DOMESTIK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

SURAT PERNYATAAN KUALIFIKASI BADAN USAHA

SURAT PERNYATAAN KUALIFIKASI BADAN USAHA SURAT PERNYATAAN KUALIFIKASI BADAN USAHA Saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama Chairul Novin Jabatan Direktur Utama Bertindak untuk PTProgressio Indonesia Alamat Jl no 6 bandung Telepon/Fax 022-4221871

Lebih terperinci

SYARAT DAN ATURAN TAMBAHAN AKREDITASI LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU

SYARAT DAN ATURAN TAMBAHAN AKREDITASI LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU DPLS 14 Rev. 0 SYARAT DAN ATURAN TAMBAHAN AKREDITASI LEMBAGA VERIFIKASI LEGALITAS KAYU Komite Akreditasi Nasional National Accreditation Body of Indonesia Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV, Lt. 4 Jl.

Lebih terperinci

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI

KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI KEMENTERIAN TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI R.I DIREKTORAT JENDERAL PEMBINAAN PENEMPATAN TENAGA KERJA DIREKTORAT PENEMPATAN TENAGA KERJA DALAM NEGERI Jl. Jend. Getot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan 1 Komitmen

Lebih terperinci

Total Quality Purchasing

Total Quality Purchasing Total Quality Purchasing Diadaptasi dari Total quality management, a How-to Program For The High- Performance Business, Alexander Hamilton Institute Dalam Manajemen Mutu Total, pembelian memainkan peran

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN

PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN PERATURAN MENTERI NO. 17 TH 2007 PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PER-17/MEN/VI/2007 TENTANG TATA CARA PERIZINAN DAN PENDAFTARAN LEMBAGA PELATIHAN KERJA MENTERI

Lebih terperinci

Kesinambungan Daya Saing & Tanggung Jawab Perusahaan - SCORE - Presentasi hasil implementasi. Modul 1 (Kerja sama di tempat kerja)

Kesinambungan Daya Saing & Tanggung Jawab Perusahaan - SCORE - Presentasi hasil implementasi. Modul 1 (Kerja sama di tempat kerja) Kesinambungan Daya Saing & Tanggung Jawab Perusahaan - SCORE - Presentasi hasil implementasi Modul 1 (Kerja sama di tempat kerja) Nama Perusahaan : PT. Tri Jaya Teknik Karawang Lokasi : Jl. Alternatif

Lebih terperinci

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi

Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi Standar Nasional Indonesia Pemanfaat tenaga listrik untuk keperluan rumah tangga dan sejenisnya Label tanda hemat energi ICS 13.020.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar isi...i Prakata...ii

Lebih terperinci

LAMPIRAN 3 INSTRUMEN PK GURU DENGAN TUGAS TAMBAHAN YANG RELEVAN DENGAN FUNGSI SEKOLAH/MADRASAH

LAMPIRAN 3 INSTRUMEN PK GURU DENGAN TUGAS TAMBAHAN YANG RELEVAN DENGAN FUNGSI SEKOLAH/MADRASAH LAMPIRAN 3 INSTRUMEN PK GURU DENGAN TUGAS TAMBAHAN YANG RELEVAN DENGAN FUNGSI SEKOLAH/MADRASAH 139 INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA KEPALA PERPUSTAKAAN (IPKKPS/M) A. PETUNJUK PENILAIAN 1. Penilai penilaian

Lebih terperinci

- 1 - MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG

- 1 - MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 35 TAHUN 2012 TENTANG - - SALINAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA MOR 35 TAHUN 202 TENTANG ANALISIS JABATAN DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN DALAM NEGERI DAN PEMERINTAH DAERAH

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PEDOMAN PERUMUSAN STANDAR KOMPETENSI TEKNIS PEGAWAI NEGERI SIPIL

BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PEDOMAN PERUMUSAN STANDAR KOMPETENSI TEKNIS PEGAWAI NEGERI SIPIL BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PEDOMAN PERUMUSAN STANDAR KOMPETENSI TEKNIS PEGAWAI NEGERI SIPIL PERATURAN KEPALA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA NOMOR : TAHUN 2012 TANGGAL : 2012 BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA PERATURAN

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : PM. 72 TAHUN 2014 TENTANG PAKAIAN DINAS HARIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI

Lebih terperinci

ISO 1001 By: Ryan Torinaga

ISO 1001 By: Ryan Torinaga ISO 1001 By: Ryan Torinaga Daftar Isi Arti ISO Tujuan ISO 9001 Klausul ISO 9001 Kunci Penerapan ISO Cara Penerapan ISO Arti dari ISO Berarti Sama Badan standarisasi dunia Didirikan sejak tahun 1947 Terdiri

Lebih terperinci

KINERJA PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU JAMKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT CENGKARENG JAKARTA BARAT

KINERJA PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU JAMKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT CENGKARENG JAKARTA BARAT 102 Kuesioner I KUESIONER PENELITIAN Judul: PENGARUH KINERJA PERAWAT TERHADAP KEPUASAN PASIEN PENGGUNA KARTU JAMKESMAS DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT CENGKARENG JAKARTA BARAT Pengambilan data

Lebih terperinci

PANDUAN MELAMAR PROGRAM SARJANA BEASISWA TJIPTA PEMUDA BANGUN PALMA TAHUN 2015/2016 Kerjasama PT. SMART Tbk. INSTIPER EKA TJIPTA FOUNDATION

PANDUAN MELAMAR PROGRAM SARJANA BEASISWA TJIPTA PEMUDA BANGUN PALMA TAHUN 2015/2016 Kerjasama PT. SMART Tbk. INSTIPER EKA TJIPTA FOUNDATION PANDUAN MELAMAR PROGRAM SARJANA BEASISWA TJIPTA PEMUDA BANGUN PALMA TAHUN 2015/2016 Kerjasama PT. SMART Tbk. INSTIPER EKA TJIPTA FOUNDATION I. SYARAT PENDAFTARAN 1. Pria, Berumur 17 22 tahun 2. Lulusan

Lebih terperinci

KODE MODUL 072.KK02. PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd.

KODE MODUL 072.KK02. PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd. KODE MODUL 072.KK02 Memahami Alir Proses Produksi Produk Multimedia PENYUSUN Arif Gunawan, S.Pd. PEMERINTAH KABUPATEN KULON PROGO DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN 1 PENGASIH Jl. Pengasih 11 Kulon

Lebih terperinci

RSKK KHUSUS RANCANGAN STANDAR KOMPETENSI KERJA KHUSUS

RSKK KHUSUS RANCANGAN STANDAR KOMPETENSI KERJA KHUSUS Nomor Registrasi : RSKK KHUSUS RANCANGAN STANDAR KOMPETENSI KERJA KHUSUS ASESOR KEMAMPUAN BADAN USAHA JASA KONSTRUKSI LEMBAGA PENGEMBANGAN JASA KONSTRUKSI NASIONAL 2010 KATA PENGANTAR Dalam rangka penyiapan

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 13 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

Manajemen Operasi, Edisi Ketiga. Jakarta: Grasindo. 2007 Oleh: Dr. Ir. Eddy Herjanto, SE. MSc

Manajemen Operasi, Edisi Ketiga. Jakarta: Grasindo. 2007 Oleh: Dr. Ir. Eddy Herjanto, SE. MSc Manajemen Operasi, Edisi Ketiga. Jakarta: Grasindo. 2007 Oleh: Dr. Ir. Eddy Herjanto, SE. MSc PENGANTAR MANAJEMEN OPERASI Bab 1 Pengertian Kegiatan operasi merupakan kegiatan kompleks, mencakup pelaksanaan

Lebih terperinci

Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran

Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran Pengukuran Variabel (definisi operasional ) dan Skala Pengukuran Definisi Pengukuran Adalah pengukuran nilai properti dari suatu obyek. Obyek merupakan suatu entitas yang akan diteliti, dapat berupa perusahaan,

Lebih terperinci

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA

KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA KEBIJAKAN DALAM PENETAPAN HARGA JUAL JASA KAMAR PADA HOTEL BATIK YOGYAKARTA Nurhazana Administrasi Bisnis Politeknik Bengkalis Jl. Bathin Alam, Sei-Alam, Bengkalis Riau nurhazana@polbeng.ac.id Abstrak

Lebih terperinci

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG SALINAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2008 TENTANG STANDAR TENAGA PERPUSTAKAAN SEKOLAH/MADRASAH DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang

Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang Bab I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, tugas adalah kewajiban yang harus dikerjakan, pekerjaan yang merupakan tanggung jawab, pekerjaan yang dibebankan, maupun perintah

Lebih terperinci

Jangan Takut Ikut Sertifikasi

Jangan Takut Ikut Sertifikasi Jangan Takut Ikut Sertifikasi Sama dengan Ngumpulin DUPAK Kok Hendro Asmoro, SST., M.Si*) Apa kabar Penyuluh... LUAR BIASA, itulah jawaban para Penyuluh yang selalu menggema dan kompak setiap kali disapa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah BAB III METODE PENELITIAN A. Identifikasi Variabel Penelitian Dalara suatu penelitian ilmiah salah satu unsur yang cukup penting adalah metodologi karena ketepatan metodologi yang digunakan untuk memecahkan

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan

PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA. Logo perusahaan PEDOMAN MUTU PT YUSA INDONESIA Logo perusahaan DISETUJUI OLEH: PRESIDEN DIREKTUR Dokumen ini terkendali ditandai dengan stempel DOKUMEN TERKENDALI. Dilarang mengubah atau menggandakan dokumen tanpa seizing

Lebih terperinci

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA

STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) PENGHAPUSAN BARANG MILIK/KEKAYAAN NEGARA 1. Tujuan: Standard Operating Procedure (SOP) Penghapusan Barang Milik/Kekayaan Negara bertujuan untuk menyeragamkan tata cara

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK GEDUNG UTAMA LANTAI 9, JALAN JEND. GATOT SUBROTO NOMOR 40-42, JAKARTA 12190, KOTAK POS 124 TELEPON (021) 5250208, 5251609; FAKSIMILI 5732062;

Lebih terperinci

Disusun Oleh : LIA YULIANA, M.Pd LIA YULIANA FIP UNY 1

Disusun Oleh : LIA YULIANA, M.Pd LIA YULIANA FIP UNY 1 Manajemen Sarana Pendidikan Disusun Oleh : LIA YULIANA, M.Pd LIA YULIANA FIP UNY 1 PENGERTIAN MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN Manajemen Sarana (manajemen materiil) : segenap proses penataan yang bersangkutan

Lebih terperinci

PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) PESERTA TES di PLTI

PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) PESERTA TES di PLTI PROSEDUR OPERASI STANDAR (POS) PESERTA TES di PLTI Pusat Layanan Tes Indonesia (PLTI) merupakan Lembaga penyelenggara Test of English Proficiency yang disingkat TOEP dengan TEFLIN sebagai penanggung jawab

Lebih terperinci

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG LEMBAGA ADMINISTRSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA NOMOR 18 TAHUN 2014 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PRAJABATAN CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL

Lebih terperinci

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL STANDAR KOMPETENSI LULUSAN BAHASA JEPANG UNTUK HOTEL DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN PELATIHAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, NONFORMAL DAN INFORMAL KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL 2011

Lebih terperinci

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK

KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK KAJIAN PELAKSANAAN REKAM MEDIS GIGI RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA PONTIANAK Sri Rezki Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Pontianak ABSTRAK Latar Belakang: Rekam medis merupakan berkas yang berisi catatan

Lebih terperinci

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN

PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR DALAM RANGKA REFORMASI BIROKRASI BIRO KEPEGAWAIAN SEKRETARIAT JENDERAL KEMENTERIAN KESEHATAN OKTOBER 2012 1. Krisis ekonomi Tahun 1997 berkembang menjadi krisis multidimensi.

Lebih terperinci

Draft Kaji Ulang SKKNI Operasi Produksi

Draft Kaji Ulang SKKNI Operasi Produksi LAMPIRAN KEPUTUSAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2014 TENTANG PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA KATEGORI... GOLONGAN POKOK... PADA JABATAN KERJA

Lebih terperinci

INDIKATOR DAN TOLAK UKUR KINERJA BELANJA LANGSUNG

INDIKATOR DAN TOLAK UKUR KINERJA BELANJA LANGSUNG I. PROGRAM DAN KEGIATAN Program : Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Aset Daerah. Kegiatan : 1. Penyusunan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah 2. Peningkatan Manajemen Aset / Barang Daerah

Lebih terperinci

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL. Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG F.45 TPB 40528 27 I 07 MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI BIDANG KONSTRUKSI SUB BIDANG SIPIL Tukang Pasang Bata PEMBUATAN PASANGAN BATA LENGKUNG BUKU PENILAIAN DAFTAR ISI DAFTAR ISI... 1 BAB I KONSEP PENILAIAN... 2 1.1. Metode

Lebih terperinci

Draft. Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat

Draft. Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat Draft Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarkat Lokakarya Sistem dan Standar Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor Bogor, IICC 28 November 2014

Lebih terperinci

PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN

PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN PANDUAN PENGISIAN FORM EVALUASI KINERJA DOSEN DIREKTORAT PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2012 I. PETUNJUK UMUM Petunjuk umum

Lebih terperinci

Report2DewanPers (Tombol Lapor ke Dewan Pers di Media Siber Indonesia)

Report2DewanPers (Tombol Lapor ke Dewan Pers di Media Siber Indonesia) Report2DewanPers (Tombol Lapor ke Dewan Pers di Media Siber Indonesia) I. Deskripsi organisasi pemohon hibah Nama organisasi: Dewan Pers Status resmi: Lembaga Independen yang dibentuk berdasar UU No.40/1999

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 11 TAHUN 2013 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN SISTEM PELATIHAN KERJA NASIONAL

Lebih terperinci

PEDOMAN PELATIHAN JARAK JAUH (LJJ) KONSELOR HIV

PEDOMAN PELATIHAN JARAK JAUH (LJJ) KONSELOR HIV PEDOMAN PELATIHAN JARAK JAUH (LJJ) KONSELOR HIV KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Prevalensi infeksi HIV di Indonesia dilaporkan terus meningkat dengan jumlah

Lebih terperinci

Desain Pembelajaran PMRI 4: "Jika Kamu Penjahit yang Pintar, Berapa cm Panjang Lingkar. Pinggang Pemesan Baju itu?"

Desain Pembelajaran PMRI 4: Jika Kamu Penjahit yang Pintar, Berapa cm Panjang Lingkar. Pinggang Pemesan Baju itu? Desain Pembelajaran PMRI 4: "Jika Kamu Penjahit yang Pintar, Berapa cm Panjang Lingkar A. Pendahuluan Pinggang Pemesan Baju itu?" Ahmad wachidul kohar 1 Fanni Fatoni 2 Wisnu Siwi Satiti 3 IMPoME, Sriwijaya

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2010 TENTANG PENDIDIKAN KEDINASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang Mengingat : bahwa dalam rangka pelaksanaan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA www.bpkp.go.id PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 16 TAHUN 2007 TENTANG PENYELENGGARAAN KEOLAHRAGAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang: bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

NAMA & JABATAN. M. Mulya Permana, ST, MT Kasubag Pemasyarakatan Standar. Dra. Enny Kusnaty, M.Si Kepala Bagian Standardisasi

NAMA & JABATAN. M. Mulya Permana, ST, MT Kasubag Pemasyarakatan Standar. Dra. Enny Kusnaty, M.Si Kepala Bagian Standardisasi NAMA & JABATAN TANDA TANGAN Konseptor Diperiksa oleh Disahkan oleh M. Mulya Permana, ST, MT Kasubag Pemasyarakatan Standar Dra. Enny Kusnaty, M.Si Kepala Bagian Standardisasi Drs. Pardino, MM Sekretaris

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG PEMBERLAKUAN SNI SEBAGIAN PARAMETER UNTUK HANDUK SECARA WAJIB

PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG PEMBERLAKUAN SNI SEBAGIAN PARAMETER UNTUK HANDUK SECARA WAJIB PERATURAN MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : TENTANG PEMBERLAKUAN SNI SEBAGIAN PARAMETER UNTUK HANDUK SECARA WAJIB DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014

(SPMI) KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL. POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 KEBIJAKAN MUTU SISTEM PENJAMINAN MUTU INTERNAL (SPMI) POLTEKKES KEMENKES SURABAYA Jl. Pucang Jajar Tengah No.56 Surabaya 2014 Dokumen Kebidajakan Mutu SPMI Poltekkes Kemenkes SBY_2014 1 POLTEKKES KEMENKES

Lebih terperinci

ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL AHASS 1662 PT. SERIMPI MAKMUR SEJATI

ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL AHASS 1662 PT. SERIMPI MAKMUR SEJATI ANALISIS DIMENSI KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PADA BENGKEL AHASS 1662 PT. SERIMPI MAKMUR SEJATI Willy Anggara - 0700687772 ABSTRAK Melihat pentingnya bagi perusahaan jasa untuk mengetahui

Lebih terperinci

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007. tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Nomor : 73/KEP/UDN-01/VII/2007 tentang STANDAR PROSES PEMBELAJARAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO Rektor Universitas Dian Nuswantoro Menimbang : 1. bahwa proses

Lebih terperinci

Tali Satin RANGKAIAN BUNGA OLGA JUSUF. dari

Tali Satin RANGKAIAN BUNGA OLGA JUSUF. dari RANGKAIAN BUNGA dari Tali Satin OLGA JUSUF RANGKAIAN BUNGA dari Tali Satin Penerbit PT Gramedia pustaka Utama Jakarta oleh: OLGA JUSUF GM 210 01100049 Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama Kompas Gramedia

Lebih terperinci

DOKUMEN LEVEL PROGRAM DIPLOMA III

DOKUMEN LEVEL PROGRAM DIPLOMA III 1. TUJUAN : 1. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang substansi materi PKL I 2. Membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan PKL I. 3. Memberikan pemahaman kepada mahasiswa

Lebih terperinci