BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM EDISI V

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM EDISI V"

Transkripsi

1 BUKU AJAR ILMU PENYAKIT DALAM EDISI V SPESIKASI: 1. Ukuran : 21 x 27, 5 cm (tertutup) 2. Jumlah halaman : 3039 halaman + xxx 3. Tahun terbit : Nopember Editor : Aru W. Sudoyo, BambanG Setiyohadi, Idrus Alwi, Marcellus : Simadibrata, Siti Setiati, 5. Daftar Isi: JILID I DASAR-DASAR ILMU PENYAKIT DALAM 1. Pengembangan Ilmu dan Profesi Penyakit Dalam Samsuridjal Djauzi 2. Perkembangan Ilmu Penyakit Dalam sebagai Suatu Disiplin Ilmu Nurhay Abdurachman 3. Empati dalam Berkomunikasi Dokter-Pasien Samsuridjal Djauzi 4. Cost-effectiveness dalam praktik Ilmu Penyakit Dalam Supartondo 5. Masa Depan Ilmu Penyakit Dalam dan Spesialis Penyakit Dalam Slamet Suyono 6. Pendekatan Holistik di Bidang Ilmu Penyakit Dalam H.M.S.Markum, E.Mudjaddid 7. Evidence Based Medicine Zubairi Djoerban 8. Catatan Medik Berdasarkan Masalah (POMR) Lukman H. Makmun 9. Anamnesis Bambang Setiyohadi 10. Pemeriksaan Fisis Umum Bambang Setiyohadi, Imam Subekti 1

2 11. Pemeriksaan Fisis Dada dan Paru Cleopas Martin Rumende 12. Pemeriksaan Fisis Jantung Lukman H. Makmun, Nurhay Abddurachman 13. Pemeriksaan Abdomen, Urogenital dan Anorektal Marcellus Simadibrata K. 14. Dasar-Dasar Nutrisi Klinik pada Proses Penyembuhan Penyakit Daldiyono, Ari F. Syam 15. Nutrisi Enteral Marcellus Simadibrata K. 16. Nutrisi Perenteral: Cara Pemilihan Kapan dan Bagaimana Imam Subekti 17. Genetika Medik dan Biologi Molekular Bambang Setiyohadi, Nyoman Gde Suryadhana 18. Psikoneuro Imunoendokrinologi E.Mudjaddid, Hamzah Shatri, R. Putranto 19. Dasar-dasar Farmakologi Klinik Nafrialdi 20. Masalah Kesehatan Akibat Alkohol dan Merokok Budiman 21. Kesehatan Remaja Bambang Setiyohadi 22. Kesehatan Perempuan Siti Setiati, Purwita W. Laksmi 23. Kesehatan Keluarga Bambang Setiyohadi 24. Dasar-dasar Penyakit Akibat Kerja Teguh H. Karjadi, Samsuridjal Djauzi KEGAWATDARURATAN MEDIK 25. Terapi Oksigen Anna Uyainah Z. N. 26. Dukungan Ventilator Mekanik Ceva W. Pitoyo, Zulkifli Amin 27. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Parlindungan Siregar 28. Gangguan Keseimbangan Asam Basa Bambang Setiyohadi, Simon Salim 2

3 29. Dukungan Nutrisi pada Penyakit Kritis Arif Mansjoer, Marcellus Simadibrata K. 30. Rehidrasi Soebagyo Loehoeri, Moefrodi Wirjoatmodjo 31. Penatalaksanaan Umum Koma Budiman 32. Sinkop Kasim Rasjidi, Sally Aman Nasution 33. Gagal Napas Akut Zulkifli Amin, Johanes Purwoto 34. Resusitasi Kardio-Pulmoner Junus Alkatiri, Syakib Bakri 35. Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS) Zulkifli Amin, Johanes Purwoto 36. Syok Hipovolemik Ika Prasetya Wijaya 37. Syok Kardiogenik Idrus Alwi, Sally Aman Nasution 38. Penatalaksanaan Syok Septik Khie Chen, Herdiman T. Pohan 39. Renjatan Anafilaktik Iris Rengganis, Heru Sundaru, Nanang Sukmana, Dina Mahdi 40. Kegagalan Multi Organ (Disfungsi Organ Multipel) Aryanto Suwondo 41. Sindrom Termal dan Sengatan Listrik Budiman 42. Sengatan serangga Budiman 43. Penatalaksanaan Keracunan Bisa Kalajengking Djoni Djunaedi 44. Penatalaksanaan Gigitan Ular Berbisa Djoni Djunaedi 45. Intoksikasi Narkotika (Opiat) Nanang Sukmana 46. Keracunan Bahan Kimia, Obat dan Makanan Widayat Djoko, Djoko Widodo 47. Hemoptisis Ceva W. Pitoyo 48. Penatalaksanaan Perdarahan Varises Esofagus Hernomo Kusumobroto 3

4 49. Ileus Paralitik Ali Djumhana, Ari F. Syam 50. Trombosis Arterial Tungkai Akut Murnizal Dahlan 51. Diagnosis dan Penatalaksanaan Sindrom Lisis Tumor Zakifman Jack 52. Kegawatan Onkologi dan Sindrom Paraneoplastik Aru W. Sudoyo, Sugiyono Somoastro ALERGI IMUNOLOGI KLINIK 53. Imunologi Dasar Karnen Garna Baratawidjaja, Iris Rengganis 54. Prosedur Diagnostik Penyakit Alergi Azhar Tanjung, Evy Yunihastuti 55. Asma Bronkial Heru Sundaru, Sukamto 56. Alergi Obat Samsuridjal Djauzi, Heru Sundaru, Dina Mahdi, Nanang Sukmana 57. Rinosinusitis Alergi Heru Sundaru, Erwanto Budi Winulyo 58. Urtikaria dan Angiodema Ari Baskoro, Gatot Soegiarto, Chairul Effendi, P.G. Konthen 59. Alergi Makanan Iris Rengganis, Evy Yunihastuti 60. Penyakit kompleks Imun Edy Mart Salim, Nanang Sukmana 61. Respons Imun Infeksi HIV Tuti Parwati Merati, Samsuridjal Djauzi 62. Imunisasi Dewasa Erwanto Budi, Samsuridjal Djauzi 63. Vaskulitis Nanang Sukmana GASTROENTEROLOGI 64. Pendekatan Klinis Penyakit Gastrointestinal Dharmika Djojoningrat 4

5 65. Pengelolaan Perdarahan Saluran Cerna Bagian Atas Pangestu Adi 66. Perdarahan Saluran Cerna Bagian Bawah (Hematokezia) dan Perdarahan Samar (Occult) Murdani Abdullah 67. Gangguan Motilitas Saluran Cerna Bagian Bawah Marcellus Simadibrata K. 68. Nyeri Abdomen Akut Daldiyono, Ari Fahrial Syam 69. Pemeriksaan Endoskopi Saluran Cerna Marcellus Simadibrata K. 70. Malabsorpsi Ari Fahrial Syam 71. Malnutrisi Ari Fahrial Syam 72. Penyakit Refluks Gastroesofageal Dadang Makmun 73. Akalasia HA. Fuad Bakry F. 74. Striktur/Stenosis Esofagus Marcellus Simadibrata K. 75. Tumor Esofagus. A. Abdurachman 76. Infeksi Helicobacter Pylori dan Penyakit Gastro-Duodenal A.Aziz Rani, Achmad Fauzi 77. Gastritis Hirlan 78. Tukak Gaster Pengarapen Tarigan 79. Tukak Doudenum H.A.M. Akil 80. Tumor Gaster Julius 81. Dispepsia Fungsional Dharmika Djojoningrat 82. Pendekatan Diagnostik Diare Kronik Marcellus Simadibrata K. 83. Penyakit Divertikular H.A.M.Akil 84. Polip Kolon H.A. Fuad Bakry F 5

6 85. Kolitis Infeksi Nizam Oesman 86. Tumor Kolorektal Murdhani Abdullah 87. Kolitis Radiasi Dadang Makmun 88. Irritable Bowel Syndrome Chudahman Manan, Ary Fahrial Syam 89. Inflammatory Bowel Disease Alur Diagnosis dan Pengobatannya di Indonesia Dharmika Djojoningrat 90. Pankreatitis Kronik Marcellus Simadibrata K. 91. Penyakit Tropik Infeksi Gastrointestinal Marcellus Simadibrata K., Ahmad Fauzi 92. Hemoroid Marcellus Simadibrata K. 93. Penyakit Vaskular Mesentrika Syadra Bardiman Rasyad 94. Diare Akut Marcellus Simadibrata K., Daldiyono HEPATOBILIER 95. Fisiologi dan Biokimiawi Hati Rifai Amirudin 96. Pendekatan Klinis pada Pasien Ikterus Ali Sulaiman 97. Kelainan Enzim pada Penyakit Hati Nurul Akbar 98. Hepatitis Viral Akut Andri Sanityoso 99. Hepatitis B Kronik Soewignjo Soemohardjo, Stephanus Gunawan 100. Hepatitis C Rino A.Gani 101. Sirosis Hati Siti Nurdjanah 102. Asites Hirlan 103. Koma Hepatik Nasrul Jubir 6

7 104. Sindrom Hepatorenal Poernomo Budi Setiawan, Hernomo Kusumobroto 105. Karsinoma Hati Unggul Budihusodo 106. Abses Hati Piogenik Nelly Tendean Wenas, B.J. Waleleng 107. Perlemakan Hati Non Alkoholik Irsan Hasan 108. Penyakit Hati pada Kehamilan Hariono Achmad 109. Hepatotoksisitas Imbas Obat Putut Bayupurnama 110. Hiperbilirubinemia Non Hemolitik Familial A. Fuad Bakry F Kolesistitis Pridady 112. Penyakit Batu Empedu Laurentius A. Lesmana 113. Tuberkulosis Peritoneal Lukman Hakim Zain 114. Pankreatitis Akut A. Nurman 115. Tumor Pankreas F. Soemanto Padmomartono 116. Tindakan Intervensi pada Penyakit Hati Agus Sudiro Waspodo 117. Biopsi Hati Agus Sudiro Waspodo 118. Transplantasi Hati Iswan A. Nusi GINJAL HIPERTENSI 119. Pemeriksaaan Penunjang pada Penyakit Ginjal Imam Effendi, H.M.S. Markum 120. Edema Patofisiologi dan Penanganannya Ian Effendi, Restu Pasaribu 121. Hematuria Lestariningsih 122. Proteinuria Lucky Aziza Bawazier 7

8 123. Sindrom Poliuria Shofa Chasani 124. Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Parlindungan Siregar 125. Glomerulonefritis Wiguno Prodjosudjadi 126. Amyloidosis Ginjal M. Rachmat Soelaeman 127. Penyakit Ginjal Diabetik Harun Rasyid Lubis 128. Nefritis Lupus Lucky Aziza Bawazier, Dharmeizar, H.M.S. Markum 129. Nefropati IgA Idiopatik Enday Sukandar, Parlindungan Siregar 130. Nefritis Herediter Jodi Sidharta Loekman 131. Sindrom Nefrotik Wiguno Prodjosudjadi 132. Vaskulitis Renal Aida Lydia 133. Infeksi Saluran Kemih Pasien Dewasa Enday Sukandar 134. Penyakit Tubulointerstisial I Gde Raka Widiana 135. Batu Saluran Kemih Mochammad Sja bani 136. Penyakit Ginjal dan Kehamilan Jose Roesma 137. Penyakit Ginjal Kronik Ketut Suwitra 138. Gagal Ginjal Akut H.M.S. Markum 139. Hemodialisis J. Pudji Rahardjo, Endang Susalit, Suhardjono 140. Dialisis Peritoneal Imam Parsudi, Parlindungan Siregar, Rully M.A Roesli 141. Terapi Pengganti Ginjal Berkesinambungan (CRRT) Rully M.A. Roesli 142. Transplantasi Ginjal Endang Susalit 8

9 143. Hipertensi Esensial Mohammad Yogiantoro 144. Hipertensi pada Penyakit Ginjal Agus Tessy 145. Hipertensi Renovaskular Syakib Bakri 146. Hiperaldosteronisme Primer Ginova Nainggolan 147. Feokromositoma Imam Effendi 148. Hipertensi pada Kehamilan Suhardjono 149. Krisis Hipertensi Jose Roesma JILID II HEMATOLOGI 150. Hemopoiesis Soebandiri 151. Pendekatan Terhadap Pasien Anemia I Made Bhakta 152. Anemia Aplastik Aru W.Sudoyo, Hans Salonder 153. Anemia Defiensi Besi I Made Bakta, Ketut Suega, Tjokorda Gde Dharmayuda 154. Anemia pada Penyakit Kronis Iman Supandiman, Heri Fadjari 155. Anemia Megaloblastik Soenarto 156. Anemia Hemolitik Autoimun Elias Parjono, Kartika Widayati 157. Anemia Hemolitik Non Imun Ikhwan Rinaldi, Aru W. Sudoyo 158. Purpura Trombositopenia Idiopatik Ibnu Purwanto 159. Paroxysmal Nocturnal Hemoglobinuria (PNH) Made Putra Sedana 9

10 160. Kelainan Hematologi pada Lupus Eritematosus Sistemik Zubairi Djoerban 161. Hipersplenisme Budi Muljono 162. Dasar-Dasar Transfusi Darah Zubairi Djoerban 163. Darah dan Komponen: Komposisi, Indikasi dan Cara Pemberian Harlinda Haroen 164. Pencegahan dan Penanganan Komplikasi Transfusi Darah M. Tantoro Harmono 165. Aferesis Donor dan Terapeutik Ronald A. Hukom 166. Leukemia Granulositik Kronis Heri Fadjari 167. Polisitemia Vera M. Darwin Prenggono 168. Trombositosis Esensial Irza Wahid 169. Mielofibrosis Suradi Maryono 170. Leukemia Mieloblastik Akut Johan Kurnianda 171. Sindrom Dismielopoetik Ami Ashariati 72. Dasar-dasar Biologis Limfoproliferatif Amaylia Oehadian, Trinugroho Heri Fadjari 173. Limfoma Non Hodgkin (LNH) A Harryanto Reksodiputro, Cosphiadi Irawan 174. Penyakit Hodgkin Rachmat Sumantri 175. Leukemia Limfoblastik Akut Panji Irani Fianza 176. Leukemia Limfositik Kronik Linda W. A. Rotty 177. Mieloma Multipel dan Penyakit Gamopati Lain Mediarty Syahrir 178. Transplantasi Sel Asal /Induk Darah A Harryanto Reksodiputro 179. Dasar-dasar Hemostasis C. Suharti 10

11 180. Patogenesis Trombosis Karmel L. Tambunan 181. Hemofilia A dan B Linda W.A. Rotty 182. Penyakit Von Willebrand Sugianto 183. Koagulasi Intravaskular Diseminata Lugyanti Sukrisman 184. Fibrinolisis Primer Boediwarsono 185. Gangguan Hemostasis pada Sirosis Hati Karmel L. Tambunan 186. Gangguan Hemostasis pada Diabetes Melitus Andi Fachruddin Benyamin, Reno Gustaviani 187. Kondisi Hiperkoagulabilitas Hilman Tadjoedin 188. Sindrom Antibodi Antifosfolipid : Aspek Hematologik dan Penatalaksanaan Shufrie Effendy 189. Trombosis Vena Dalam dan Emboli Paru Lugyanti Sukrisman 190. Pemakaian dan Pemantauan Obat-obatan Antitrombosis Nusirwan Acang 191. Trombositopenia pada Wanita Hamil Yenny Dian Andayani 192. Trombosis pada Kanker Cosphiadi Irawan 193. Sitogenetika Aru W. Sudoyo ONKOLOGI MEDIK 194. Pendekatan Diagnostik Tumor Padat Budi Darmawan Machsoos 195. Aspek Selular dan Molekular Kanker Bambang Karsono 196. Teknik-teknik Biologi Molekular dan Selular pada Kanker Bambang Karsono 197. Penanda Tumor dan Aplikasi Klinik Ketut Suega, I Made Bakta 198. Penggunaan Obat-obatan Antikoagulan Antitrombotik, Trombolitik dan Fibrinolitik Soenarto 11

12 199. Peran Flow Cytometric Immunophenotyping di Bidang Keganasan Hematologi dan Onkologi Cosphiadi Irawan, Zubairi Djoerban 200. Terapi Nutrisi pada Pasien Kanker Noorwati Sutandyo, Ririn H 201. Prinsip Dasar Terapi Sistemik pada Kanker Abdulmuthalib 202. Teknik-teknik Pemberian Kemoterapi Adiwijono 203. Terapi Hormonal Pada Kanker Noorwati Sutandyo 204. Terapi Biologi pada Kanker Johan Kurnianda 205. Pengobatan Suportif pada Pasien Kanker A Harryanto Reksodiputro 206. Niutropeni Febril pada Kanker Dody Ranuhardy 207. Manajemen Metastase Kanker ke Tulang Nugroho Prayogo 208. Penanggulangan Nyeri pada Kanker Asrul Harsal 209. Sindrom Paraneoplastik Soegiyono Somoastro, Abdulmuthalib 210. Penatalaksanaan Pasien Kanker Terminal dan Perawatan Rumah Hospis Asrul Harsal PSIKOSOMATIK 211. Kedokteran Psikosomatik: Pandangan dari Sudut Ilmu Penyakit Dalam S.Budihalim 212. Gangguan Psikomatik : Gambaran Umum dan Patofisiologi E.Mudjaddid, Hamzah Shatri 213. Ketidakseimbangan Vegetatif (Vegetative Imbalance) S. Budihalim, D. Sukatman, E.Mudjaddid 214. Psikofarmaka dan Psikosomatik E.Mudjaddid, S.Budihalim, D. Sukatman 215. Pemahaman dan Penanganan Psikosomatik Gangguan Ansietas dan Depresi di Bidang Ilmu Penyakit Dalam E.Mudjaddid 216. Disfepsia Fungsional E.Mudjaddid 12

13 217. Psikosomatk pada Saluran Cerna Bagian Bawah Sujono Hadi 218. Sindrom Kolon Iritabel E.Mudjaddid 219. Aspek Psikosomatik Hipertensi S. Budihalim, D.Sukatman, Hamzah Shatri 220. Gangguan Jantung Fungsional Hamzah Shatri 221. Aspek psikosomatik pada Gangguan Irama Jantung S. Budihalim, D.Sukatman, Hamzah Shatri 222. Sindrom Hiperventilasi E. Mudjaddid, Rudi Putranto, Hamzah Shatri 223. Aspek Psikosomatik pada Asma Bronkial E.Mudjaddid 224. Gangguan Psikosomatik Penyakit Reumatik dan Sistem Muskuloskeletal D. Sukatman, S. Budihalim, Rudi Putranto, Hamzah Shatri 225. Fibromialgia E.Mudjaddid 226. Nyeri Psikogenik E. Mudjaddid 227. Sindrom Lelah Kronik Hamzah Shatri, E.Mudjaddid 228. Migren dan Sakit Kepala Ahmad A. Asdie, Pernodjo Dahlan 229. Psikosomatik Pada Kelainan Tiroid R Djokomoeljanto 230. Aspek Psikosomatik Pasien Diabetes Melitus E.Mudjaddid, Rudi Putranto 231. Gangguan Psikosomatik Obesitas Hamzah Shatri, Rudi Putrant, Z. Arsyad, S. Syahbuddin 232. Gangguan Makan Pasien Psikosomatik Hamzah Shatri, Hanum Nasution 233. Gangguan Seksual Psikosomatik R. Sutadi, Rudi Purtranto, Hamzah Shatri, E. Mudjaddid 234. Gangguan Tidur Pasien Psikosomatik Hanum Nasution, H.E.Mudjaddid 235. Gangguan Psikosomatik Saluran Kemih S. Budihalim, D. Sukatman, 236. Aspek Psikososial AIDS Samsuridjal Djauzi, Rudi Putranto, E. Mudjaddid 13

14 237. Masalah Psikosomatik Pasien Kanker Zoebairi Djoerban, Hamzah Shatri PULMONOLOGI 238. Manifestasi Klinik dan Pendekatan pada Pasien dengan Kelainan Sistem Pernapasan Zulkifli Amin 239. Pneumonia Zul Dahlan 240. Pneumonia Bentuk Khusus Zul Dahlan 241. Transplantasi Paru Zulkifli Amin 242. Obstruksi Saluran Pernafasan Akut Bambang Sigit Riyanto, Barwani Hisyam 243. Tuberkulosis Paru Zulkifli Amin, Asril Bahar 244. Pengobatan Tuberkulosis Mutakhir Zulkifli Amin, Asril Bahar 245. Penyakit Mediastinum Zulkifli Amin 246. Kanker Paru Zulkifli Amin 247. Penyakit Paru karena Mikobakterium Atipik Azhar Tandjung, E.N. Keliat 248. Penyakit Paru karena Jamur Azhar Tandjung, E.N. Keliat 249. Fibrosis Kistik (Cystic Fibrosis) Alwinsyah A., E.N.Keliat, Azhar Tandjung 250. Pneumonitis dan Penyakit Paru Lingkungan Pasiyan Rahmatullah 251. Bronkiektasis Pasiyan Rahmatullah 252. Tromboemboli Paru Pasiyan Rahmatullah 253. Penyakit Paru Interstisial Ceva Wicaksono Pitoyo 254. Abses Paru Ahmad Rasyid 255. Penyakit-penyakit Pleura Hadi Halim 14

15 256. Hipertensi Pulmonal Primer (HPP) Zulkarnain Arsyad 257. Pneumotoraks Spontan Barmawi Hisyam, Eko Budiono 258. Sleep Apnea (Gangguan Bernapas Saat Tidur) Sumardi, Barwani Hisjam, Bambang Sigit Ryanto,Eko Budiono REUMATOLOGI 259. Introduksi Reumatologi A.R.Nasution, Sumariyono 260. Penerapan Evidence Based Medicine Dalam Bidang Reumatologi Joewono Soeroso 261. Metrologi Dalam Bidang Reumatologi Rizasyah Daud 262. Struktur Sendi, Otot, Saraf dan Endotel Vaskular Sumariyono, Linda K. Wijaya 263. Struktur dan Biokimia Tulang Rawan Sendi Harry Isbagio 264. Struktur dan Metabolisme Tulang Bambang Setiyohadi 265. Inflamasi Soenarto 266. Apoptosis Linda Kurniaty Wijaya 267. Peran Protease, Derivat Asam Arakidonat dan Oksida Nitrit pada Patogenesis Penyakit Reumatik B.P. Putra Suryana 268. Imunogenetika Penyakit Reumatik Joewono Soeroso 269. Interaksi Neuroimunoendokrinologi pada Proses Inflamasi Kusworini Handono, Handono Kalim, Meddy Setiawan 270. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis Penyakit Muskuloskeletal Harry Isbagio, Bambang Setiyohadi 271. Artrosentesis dan Analisis Cairan Sendi Sumariyono 272. Pemeriksaan CRF, Faktor Reumatoid, Autoantibodi dan Komplemen Arnadi Taslim, N.G. Suryadhana, Yoga I. Kasjmir 273. Pemeriksaan Pencitraan Dalam Bidang Reumatologi Zuljasri Albar 15

16 274. Pemeriksaan Densitometri Tulang Bambang Setiyohadi 275. Nyeri Bambang Setiyohadi, Sumariyono, Yoga I. Kasjmir, Harry Isbagio, Handono Kalim 276. Artritis Reumatoid Rizasyah Daud 277. Sindrom Sjogren Yuliasih 278. Artritis Rumatoid Juvenil (Artritis Idiopati Juavenil/ Artritis Kronis Juvenil) Yuliasih 279. Spondiloatropati Seronegatif Zuljasri Albar 280. Osteoartritis Joewono Soeroso, Harry Isbagio, Handono Kalim, Rawan Broto, Riardi Pramudiyo 281. Hiperurisemia Tjokorda Raka Putra 282. Artritis Pirai (Artritis Gout) Edward Stefanus Tehupeiory 283. Kristal Artropati Selain Gout Faridin 284. Lupus Eritematosus Sistemik Harry Isbagio, Zuljasri Albar, Yoga I. Kasjmir, Bambang Setiyohadi 285. Kehamilan Pada Lupus Eritematosus Sistemik Yuliasih 286. Sindrom Vaskulitis Handono Kalim, C. Singgih Wahono 287. Sindrom Antifosfolipid -Antibodi Soenarto 288. Sklerosis Sistemik Bambang Setiyohadi 289. Miologi Bambang Setiyohadi 290. Infeksi Tulang dan Sendi Bambang Setiyohadi, A. Sanusi Tambunan 291. Osteoporosis Bambang Setiyohadi 292. Osteomalasia Nyoman Kertia 293. Penyakit Paget Nyoman Kertia 16

17 294. Hiperkalsemia dan Hipokalsemia Bambang Setiyohadi 295. Nyeri Tulang Bambang Setiyohadi 296. Reumatik Ekstra-Artikular Blondina Marpaung 297. Gangguan Muskuloskeletal Akibat Kerja Zuljasri Albar 298. Fibromialgia dan Nyeri Miofasial OK Moehad Sjah 299. Nyeri Spinal Yoga I. Kasjmir 300. Penyakit Jaringan Ikat Herediter Faridin 301. Displasia Tulang dan Sendi Nyoman Kertia 302. Neoplasma Tulang dan Sendi Edward Stefanus Tehupeior 03. Obat Anti Inflamasi Non Steroid Najirman 304. Opioid, Anti Depresan dan Anti Konvulsan pada Terapi Nyeri Riardi Pramudiyo 305. Peran Kortikosteroid di Bidang Reumatologi A.M..C Karena-Kaparang, Chandra Wibowa 306. Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs (DMARD) Hermasyah 307. Agen Biologik Dalam Terapi Penyakit Reumatologi (B. P. Suryana) JILID III GERIATRI 308. Proses Menua dan Implikasi Klinis Siti Setiati, Kuntjoro Haarai Murti, Arya Govinda Roosheroe 309. Regulasi Suhu pada Usia Lanjut Siti Setiati, Nina Kemala Sari 310. Dehidrasi dan Gangguan Elektrolit R A.Tuty Kuswardhani, Nina Kemala Sari 311. Gangguan Tidur pada Usia Lanjut Rejeki Andayani 17

18 312. Gangguan Akibat Nutrisi pada Usia Lanjut Nina Kemala Sari 313. Dizzines dan Syncope Wasilah Rochmah, Probosuseno 314. Demensia Wasilah Rochmah, Kuntjoro Hari Murti 315. Depresi pada pasien Usia Lanjut Czeresna H. Soejono, Probosuseno, Nina Kemala Sari 316. Penyakit Parkinson Rejeki Andayani 317. Gangguan Keseimbangan Jatuh dan Fraktur Siti Setiati, Purwita W. Laksmi 318. Imobilisasi pada Usia Lanjut Siti Setiati, Arya Govinda Roosheroe 319. Inkontinensia Urin dan Kandung Kemih Hiperaktif Siti Setiati, Dewa Putu P Konstipasi dan Inkontinensia AlviKris Pranarka, Rejeki Andayani 321. Penatalaksanaan Infeksi Pada Usia Lanjut Secara Menyeluruh Asril Bahar, Rejeki Andayani 322. Strok dan Penatalaksanaannya Oleh Internis Hadi Martono, R.A.Tuty Kuswardhani 323. Pengkajian Paripurna Pada Pasien Geriatri Czeresna Heriawan Soejono 324. Kegawatdaruratan di Bidang Geriatri Lukman Hakim Makmun 325. Sindrom Delirium (Acute Confusional State) Czeresna H.Soejono, Dewa Putu P Pedoman Memberi Obat Pada Pasien Geriatri Serta Mengatasi Masalah Polifarmasi (Supartondo, Arya Govinda Roosheroe) 327. Iatrogenesis R.A.Tuty Kuswardhani, Nyoman Astika 328. Asuhan Pada Kondisi Terminal Supartondo 329. Pelayanan Kesehatan Sosial dan Kesejahtraan Usia Lanjut Hadi Martono, I Dewa Putu Pramantana S Gerontologi dan Geriatri di Indonesia R. Boedhi Darmojo 331. Elderly mistreatment (Salah Perlakuan Pada Usia Lanjut) Supartondo, Nina Kemala Sari 18

19 332. Hipertensi pada Usia lanjut Suhardjono KARDIOLOGI 333.Elektrokardiografi Sunoto Pratanu, M. Yamin, Sjaharuddin Harun 334. Radiologi Jantung Idrus Alwi 335. Elektrokardiografi Pada Uji Latih Jantung Ika Prasetya Wijaya 336. Pemantauan Irama Jantung (Holter Monitoring) M. Yamin, Daulat Manurung 337. Pengantar Diagnosis Ekokardiografi Ali Ghani 338. Ekokardiografi Transesofageal Lukman Hakim Makmun 339. Pemeriksaan Kardiologi Nuklir Ika Prasetya Wijaya 340. Penyadapan Jantung (Cardiac Catheterization) Hanafi B.Trisnohadi 341. Intervensi Koroner Perkutan T.Santoso 342. Gagal Jantung Marulam M. Panggabean 343. Tatalaksana Gagal Jantung Akut D. Manurung 344. Tatalaksana Gagal Jantung Kronik Ali Ghani 345. Resusitasi Kardio-Pulmoner Junus Alkatiri, Syakib Bakri 346. Mekanisme Klasifikasi Aritmia A. Muin Rachman 347. Gangguan Irama Jantung yang Spesifik Hanafi B. Trisnohadi 348. Fibrilasi Atrial Sally Aman Nasution, Dasna Ismail 349. Aritmia Supraventrikular Lukman Hakim Makmun 350. Aritmia Ventrikel M. Yamin, S. Harun 19

20 351. Bradikardia M. Yamin, A. Muin Rachman 352. Kardioversi Hanafi B. Trisnohadi 353. Pacu jantung Sementara A. Muin Rachman 354. Elektrofisiologi M. Yamin, Lukman Hakim, Sjaharuddin Harun 355. Pacu Jantung Menetap (Permanen) Muhamad Yamin 356. Demam Reumatik dan Penyakit Jantung Reumatik Saharman Leman 357. Stenosis Mitral Taufik Indrajaya, Ali Ghanie 358. Regurgitasi Mitral Daulat Manurung 359. Stenosis Aorta Marulam M. Panggabean 360. Regurgitasi Aorta Saharman Leman 361. Kelainan Katup Pulmonal Bambang Irawan M 362. Penyakit Katup Trikuspid Ali Ghanie 363. Endokarditis Idrus Alwi 364. Miokarditis Idrus Alwi, Lukman Hakim 365. Kardiomiopati Sally Aman Nasution 366. Perikarditis Marulam M. Panggabean 367. Angina Pektronis Tak Stabil Hanafi B.Trisnohadi 368. Angina Pektoris Stabil A. Muin Rachman 369. Tatalaksana Infark Miokard Akut dengan Elevasi ST Idrus Alwi 370. Tatalaksana Infark Miokard Akut Tanpa Elevasi ST S. Harun, Idrus Alwi 20

21 371. Antitrombolitik dan Trombolitik pada Penyakit Jantung Koroner Iwang Gumiwang, Ika Prasetya W, Dasnan Ismail 372. Edema Paru Akut Sjaharuddin Harun, Saly Nasution 373. Penyakit Jantung Hipertensi Marulam M. Panggabean 374. Penyakit Jantung Kongenital pada Dewasa Ali Ghanie 375. Penyakit Jantung pada Usia Lanjut Lukman H. Makmun 376. Manifestasi Jantung pada Penyakit Sistemik Idrus Alwi 377. Penyakit Jantung Tiroid Dono Antono, Yahya Kisyanto 378. Penyakit Jantung pada Penyakit Jaringan Ikat Idrus Alwi 379. Tumor Jantung Idrus Alwi 380. Kehamilan pada Penyakit Jantung Sally Aman Nasution 381. Penyakit Arteri Perifer Dono Antono, Dasnan Ismail 382. Kor Pulmonal Kronik S. Harun, Ika Prasetya W 383. Hipertensi Pulmonar Primer Muhammad Diah, Ali Ghanie 384. Penyakit Jantung dan Operasi non Jantung S. Harun, Abdul Majid 385. Kompetensi Klinis Penyakit Kardiovaskular Ali Ghanie TROPIK INFEKSI 386. Demam: Tipe dan Pendekatan R..H.H. Nelwan 387. Pemakaian Antimikroba Secara Rasional di Klinik R.H.H. Nelwan 388. Resistensi Antibiotik Usman Hadi 389. Influenza dan Pencegahannya R.H.H.Nelwan 21

22 390. Demam Berdarah Dengue Suhendro, Leonard Nainggolan, Khie Chen, Herdiman T. Pohan 391. Rabies Paul N. Harijanto, Carta A. Gunawan 392. Influenza Burung (Avian Influenza) Leonard Nainggolan, Cleopas Martin Rumende, Herdiman T. Pohan 393. Severe Acute Respiratory Sindrome (SARS) Khie Chen, Clepas Martin Rumende 394. Kolera Paul N. Harijanto 395. Malaria Khie Chen, Suhendro, Leonard Nainggolan 396. Malaria Berat Iskandar Zulkarnain, Budi Setiawan 397. Infeksi Nosokomial Iskandar Zulkarnain 398. Demam Tifoid Djoko Widodo 399. Toksoplasmosis Herdiman T. Pohan 400. Penyakit Cacing yang Ditularkan Melalui Tanah Herdiman T. Pohan 401. Filariasis Herdiman T. Pohan 402. Diare Akut Karena Infeksi Budi Setiawan 403. Tetanus Gatoet Ismanoe 404. Trypanosomiasis Niniek Burhan 405. Amebiasis Eddy Soewandojo Soewondo 406. Infeksi Jamur Nasronudin 407. Penyakit Sampar Triwibowo 408. HIV / AIDS di Indonesia Zubairi Djoerban, Samsuridjall Djauzi 409. Taeniasis I Made Bakta 22

23 410. Penyakit Prion A. Nugroho, PN.Harijanto 411. Disentri Basiler Akmal Sya roni 412. Bruselosis Akmal Sya roni 413. Leptospirosis Umar Zein 414. Cacing Hati Yosia Ginting 415. Antraks Hadi Yusuf 416. Demam Kuning (Yellow Fever) Primal Sudjana 417. Difteri Nuzirwan Acang 418. Sepsis A. Guntur H Sistosomiasis (Bilharziasis) A. Halim Mubin METABOLIK ENDOKRIN 420. Sindrom Metabolik Sidartawan Soegondo, Reno Gustaviani 421. Diabetes Melitus di Indonesia Slamet Suyono 422. Diagnosis dan Klasifikasi Diabetes Melitus Reno Gustaviani 423.Farmakoterapi pada Pengendalian Glikemia Diabetes Melitus Tipe 2 Sidartawan Soegondo 424. Terapi non Farmakologi pada Diabetes Melitus M. Yunir, Suharko Soebardi 425. Insulin: Mekanisme Sekresi dan Aspek Metabolisme Asman Manaf 426. Hipoglikemia Iatrogenik Djoko Wahono Soemadji 427. Ketoasidosis Diabetik Pradana Soewondo 23

24 428. Koma Hiperosmolar Hiperglikemik non Ketotik Pradana Soewondo 429. Asidosis Laktat Pradana Soewondo, Hari Hendarto 430. Komplikasi Kronik Diabetes: Mekanisme Terjadinya, Diagnosis dan Strategi Pengelolaan Sarwono Waspadji 431. Retinopati Diabetik Karel Pandelaki 432. Komplikasi Kronik DM Penyakit Jantung Koroner Diabetik Alwi Shahab 433. Nefropati Diabetik Hendromartono 434. Neuropati Diabetik Imam Subekti 435. Diabetes Melitus Gestasional John MF Adam 436. Diabetes Melitus dalam Pembedahan Supartondo 437. Kaki Diabetes Sarwono Waspadji 438. Diabetes Melitus pada Usia Lanjut Wasilah Rochmah 439. Obesitas Sidartawan Sugondo 440. Dislipidemia John MF Adam 441. Kelenjar Tiroid, Hipotiroidisme, dan Hipertiroidisme R. Djoko Moeljanto 442. Gangguan Akibat Kurang Iodium R. Djoko Moeljanto 443. Tiroiditis Paulus Wiyono 444. Nodul Tiroid Johan S. Masjhur 445. Karsinoma Tiroid Imam Subekti 446. Tumor Hipofisis Pradana Soewondo 24

25 447. Gangguan Pertumbuhan Syafril Syahbuddin 448. Diabetes Insipidus Asman Boedi Santoso Ranakusuma, Imam Subekti 449. Hormon Steroid Sjafii Piliang, Chairul Bahri 450. Hiperkortisolisme Sjafii Piliang, Chairul Bahri 451. Penyakit Korteks Adrenal Lainnya Sjafii Piliang 452. Metabolisme Kalsium Agus P. Sambo, John MF Adam 453. Menopause, Andropause, dan Somatopause Perubahan Hormonal pada Proses Menua Pradana Soewondo 25

DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM

DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM STANDAR PROFESI DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM PERHIMPUNAN DOKTER SPESIALIS PENYAKIT DALAM INDONESIA (PAPDI) Standar Profesi Penyakit Dalam i Standar Profesi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Perhimpunan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang ditandai dengan fibrosis,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang ditandai dengan fibrosis, BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sirosis Hati 2.1.1 Definisi Sirosis hati merupakan penyakit kronis hati yang ditandai dengan fibrosis, disorganisasi dari lobus dan arsitektur vaskular, dan regenerasi nodul

Lebih terperinci

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO

ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO ASUHAN KEPERAWATAN TENTANG DIABETES MELLITUS ( DM ) YAYASAN PENDIDIKAN SETIH SETIO AKADEMI KEPERAWATAN SETIH SETIO MUARA BUNGO Kata Pengantar Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat

Lebih terperinci

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus:

Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit. Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II. Catatan Fasilitator. Rangkuman Kasus: Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit Bab 4 Batuk dan Kesulitan Bernapas Kasus II Catatan Fasilitator Rangkuman Kasus: Agus, bayi laki-laki berusia 16 bulan dibawa ke Rumah Sakit Kabupaten dari sebuah

Lebih terperinci

Formulir Pernyataan Kesehatan

Formulir Pernyataan Kesehatan Formulir Pernyataan Kesehatan Saya yang bertanda-tangan di bawah ini: PEMEGANG POLIS NAMA TERTANGGUNG NOMOR POLIS Beri tanda silang (X) pada bagian sebelah kanan, bila jawaban "YA" harap berikan keterangan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kardiovaskuler secara cepat di negara maju dan negara berkembang.

BAB I PENDAHULUAN. kardiovaskuler secara cepat di negara maju dan negara berkembang. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini perubahan pola hidup yang terjadi meningkatkan prevalensi penyakit jantung dan berperan besar pada mortalitas serta morbiditas. Penyakit jantung diperkirakan

Lebih terperinci

FORMULIR TAMBAHAN PEMULIHAN POLIS DAN PENAMBAHAN PRODUK ASURANSI UNTUK MANFAAT RAWAT INAP DAN PEMBEDAHAN

FORMULIR TAMBAHAN PEMULIHAN POLIS DAN PENAMBAHAN PRODUK ASURANSI UNTUK MANFAAT RAWAT INAP DAN PEMBEDAHAN > Mohon formulir diisi LENGKAP dengan menggunakan huruf CETAK dan pastikan Anda melengkapi persyaratan yang wajib dilampirkan. > Mohon tidak menandatangani formulir ini dalam keadaan kosong dan pastikan

Lebih terperinci

Chronic Hearth Disease (CHD)/ Gagal Jantung

Chronic Hearth Disease (CHD)/ Gagal Jantung Chronic Hearth Disease (CHD)/ Gagal Jantung I. DEFINISI Chronic Hearth Disease (CHF)/gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat untuk memenuhi kebutuhan jaringan akan

Lebih terperinci

CAIRAN DIALISAT PERITONEAL EXTRANEAL Dengan Icodextrin 7,5% Hanya untuk pemberian intraperitoneal

CAIRAN DIALISAT PERITONEAL EXTRANEAL Dengan Icodextrin 7,5% Hanya untuk pemberian intraperitoneal CAIRAN DIALISAT PERITONEAL EXTRANEAL Dengan Icodextrin 7,5% Hanya untuk pemberian intraperitoneal SELEBARAN BAGI PASIEN Kepada pasien Yth, Mohon dibaca selebaran ini dengan seksama karena berisi informasi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Gagal ginjal kronik 2.1.1 Definisi Gagal ginjal kronik adalah kerusakan ginjal yang terjadi selama lebih dari 3 bulan, berdasarkan kelainan patologis atau petanda kerusakan ginjal

Lebih terperinci

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN

BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN BAB 28 PENINGKATAN AKSES MASYARAKAT TERHADAP KESEHATAN YANG BERKUALITAS Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan

Lebih terperinci

Efikasi terhadap penyebab kematian ibu

Efikasi terhadap penyebab kematian ibu 203 Efikasi terhadap penyebab kematian ibu Intervensi Efikasi (%) Perdarahan (ante partum) PONED 90 PONEK 95 Perdarahan (post partum) Manajemen aktif kala tiga 27 PONED 65 PONEK 95 Eklamsi/pre- eklamsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 1,2 milyar. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia

BAB I PENDAHULUAN. mencapai 1,2 milyar. Pada tahun 2000 diperkirakan jumlah lanjut usia 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Saat ini, di seluruh dunia jumlah orang lanjut usia diperkirakan ada 500 juta dengan usia rata-rata 60 tahun dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai 1,2 milyar.

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Infark miokard akut (IMA) adalah nekrosis miokard akibat

BAB 1 PENDAHULUAN. Infark miokard akut (IMA) adalah nekrosis miokard akibat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Infark miokard akut (IMA) adalah nekrosis miokard akibat ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen otot jantung (Siregar, 2011). Penyebab IMA yang

Lebih terperinci

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN

Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN panduan praktis Program Rujuk Balik Bagi Peserta JKN 07 02 panduan praktis Program Rujuk Balik Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN)

Lebih terperinci

panduan praktis Penjaminan Pelayanan Kesehatan Darurat Medis di Faskes yang Tidak Bekerjasama Dengan BPJS Kesehatan

panduan praktis Penjaminan Pelayanan Kesehatan Darurat Medis di Faskes yang Tidak Bekerjasama Dengan BPJS Kesehatan panduan praktis Penjaminan Pelayanan Kesehatan Darurat Medis di Faskes yang Tidak Bekerjasama Dengan BPJS Kesehatan 08 02 panduan praktis Penjaminan Pelayanan Kesehatan Kata Pengantar Sesuai amanat Undang-Undang

Lebih terperinci

CEGAH KANTOR MENJADI LADANG PENYAKIT, KENALI KONDISI PEKERJAAN ANDA

CEGAH KANTOR MENJADI LADANG PENYAKIT, KENALI KONDISI PEKERJAAN ANDA Pernahkan anda merasa kurang sehat ketika pulang dari kantor, padahal sewaktu berangkat ke kantor anda merasa sehat? Jika pernah, bisa jadi anda terkena PAK atau penyakit akibat kerja, yang disebabkan

Lebih terperinci

POLA HIDUP SEHAT. Oleh : Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes. Page 1

POLA HIDUP SEHAT. Oleh : Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes. Page 1 POLA HIDUP SEHAT Oleh : Rizki Nurmalya Kardina, S.Gz., M.Kes Page 1 Usia bertambah Proses Penuaan Penyakit bertambah Zat Gizi Seimbang Mengenali kategori aktivitas NUTRISI AKTIVITAS TUBUH SEHAT Dengan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Aktivitas fisik yang teratur mempunyai banyak manfaat kesehatan dan merupakan salah satu bagian penting dari gaya hidup sehat. Karakteristik individu, lingkungan sosial,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kondisi hiperglikemia pada saat masuk ke rumah. sakit sering dijumpai pada pasien dengan infark miokard

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Kondisi hiperglikemia pada saat masuk ke rumah. sakit sering dijumpai pada pasien dengan infark miokard BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi hiperglikemia pada saat masuk ke rumah sakit sering dijumpai pada pasien dengan infark miokard akut (IMA) dan merupakan salah satu faktor risiko kematian dan

Lebih terperinci

MATERI PEMBEKALAN CALON PPDS I ILMU BEDAH. Kolegium Ilmu Bedah Indonesia

MATERI PEMBEKALAN CALON PPDS I ILMU BEDAH. Kolegium Ilmu Bedah Indonesia MATERI PEMBEKALAN CALON PPDS I ILMU BEDAH 1) Address: pustanserdik 2) Deskripsi: Kolegium Ilmu Bedah Indonesia Alamat : Menara Era, Lantai 1-01 Jalan Senen Raya 135-137 Jakarta 10410, Indonesia Tilp: 021-34830387,

Lebih terperinci

Laporan Kasus Hands-On (7/2008) Insufisiensi Vena Kronik dan Ulkus Vena Tungkai

Laporan Kasus Hands-On (7/2008) Insufisiensi Vena Kronik dan Ulkus Vena Tungkai Laporan Kasus Hands-On (7/2008) Insufisiensi Vena Kronik dan Ulkus Vena Tungkai Laporan Khusus Hands-On Insufisiensi Vena Kronik dan Setidaknya 70 % dari semua ulkus pada tungkai berawal dari insufisiensi

Lebih terperinci

Kepada Yth : Para Dokter di Jepang

Kepada Yth : Para Dokter di Jepang Kepada Yth : Para Dokter di Jepang Saya tidak mengerti istilah-istilah medis dalam bahasa Jepang. Melalui buku ini, saya ingin menyampaikan gejala penyakit yang saya rasakan. Mohon bantuannya. BUKU PEGANGAN

Lebih terperinci

Perencanaan Program Kesehatan: na i lisis M asa h a Kesehatan Tujuan Metode

Perencanaan Program Kesehatan: na i lisis M asa h a Kesehatan Tujuan Metode Perencanaan Program Kesehatan: Analisis i Masalah Kesehatan Bintari Dwihardiani 1 Tujuan Menganalisis masalah kesehatan secara rasional dan sistematik Mengidentifikasi aktivitas dan strategi yang relevan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Rasa nyeri merupakan masalah yang umum terjadi di masyarakat dan salah satu penyebab paling sering pasien datang berobat ke dokter karena rasa nyeri mengganggu fungsi

Lebih terperinci

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT)

LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) LAMPIRAN 1 50 LAMPIRAN 2 SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN UNTUK IKUT SERTA DALAM PENELITIAN (INFORMED CONSENT) Yang bertanda tangan dibawah ini: N a m a : U s i a : Alamat : Pekerjaan : No. KTP/lainnya: Dengan

Lebih terperinci

Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA)

Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA) Waspada Keracunan Phenylpropanolamin (PPA) Penyakit flu umumnya dapat sembuh dengan sendirinya jika kita cukup istirahat, makan teratur, dan banyak mengkonsumsi sayur serta buah-buahan. Namun demikian,

Lebih terperinci

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1. Atopi, atopic march dan imunoglobulin E pada penyakit alergi

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. 2.1. Atopi, atopic march dan imunoglobulin E pada penyakit alergi BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Atopi, atopic march dan imunoglobulin E pada penyakit alergi Istilah atopi berasal dari bahasa Yunani yaitu atopos yang berarti out of place atau di luar dari tempatnya, dan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan dalam segala bidang kehidupan. Perkembangan perekonomian di Indonesia yang

Lebih terperinci

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KARANGANYAR NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagian persyaratan Mencapai derajat Sarjana

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2012 TENTANG PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSKLUSIF KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 DAFTAR ISI Peraturan

Lebih terperinci

PROFIL PERUSAHAAN. Rawat Inap/Inpatient Rawat jalan/outpatient Gigi/Dental Melahirkan/Maternity

PROFIL PERUSAHAAN. Rawat Inap/Inpatient Rawat jalan/outpatient Gigi/Dental Melahirkan/Maternity PROFIL PERUSAHAAN PT Asuransi Central Asia atau yang lebih dikenal sebagai ACA berdiri sejak tanggal 29 Agustus 1956. Sesuai dengan motto kami Perlindungan kami adalah Kenyamanan Anda ACA telah mengembangkan

Lebih terperinci

KOMUNIKASI EFEKTIF DAN ANAMNESIS LEARNING OUTCOME: PENDAHULUAN

KOMUNIKASI EFEKTIF DAN ANAMNESIS LEARNING OUTCOME: PENDAHULUAN KOMUNIKASI EFEKTIF DAN ANAMNESIS LEARNING OUTCOME: Mahasiswa mampu melakukan anamnesis, menggunakan ketrampilan komunikasi efektif berdasarkan paradigma komunikasi ilmiah untuk memperoleh riwayat medis

Lebih terperinci

KOMUNIKASI EFEKTIF DAN ANAMNESIS

KOMUNIKASI EFEKTIF DAN ANAMNESIS KOMUNIKASI EFEKTIF DAN ANAMNESIS LEARNING OUTCOME: Mahasiswa mampu melakukan anamnesis, menggunakan ketrampilan komunikasi efektif berdasarkan paradigma komunikasi ilmiah untuk memperoleh riwayat medis

Lebih terperinci

ANALGETIKA. dr. Agung Biworo, M.Kes

ANALGETIKA. dr. Agung Biworo, M.Kes ANALGETIKA dr. Agung Biworo, M.Kes Analgetika dikelompokkan menjadi 2 : Analgetika opioid NSAID/Non Non-Steroidal Antiinflamatory Drugs (OAINS/Obat Antiinflamasi Non-Steroid) Analgetika opioid Mengurangi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Rhinitis berasal dari dua kata bahasa Greek rhin rhino yang berarti hidung dan itis yang berarti radang. Demikian rhinitis berarti radang hidung atau tepatnya radang

Lebih terperinci

Az Rifki RS Islam Siti Rahmah, Padang

Az Rifki RS Islam Siti Rahmah, Padang Mengenal Syok Az Rifki RS Islam Siti Rahmah, Padang MINI SIMPOSIUM EMERGENCY IN FIELD ACTIVITIES HIPPOCRATES EMERGENCY TEAM PADANG, SUMATRA BARAT MINGGU, 7 APRIL 2013 1 Curiculum Vitae Nama : dr. Az Rifki,

Lebih terperinci

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 -

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA - 1 - LAMPIRAN I PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 34 IPMK. 05 I 2014 TENTANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM RUMAH SAKIT UMUM PUSAT NASIONAL Dr.CJP'fO MANGUNKUSUMO JAKARTA PADA KEMENTERIAN KESEHATAN MENTERIKEUANGAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Luka ialah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh atau rusaknya kesatuan/komponen jaringan, di mana secara spesifik terdapat substansi jaringan yang rusak atau

Lebih terperinci

HIV/AIDS di Indonesia: Masa Kini dan Masa Depan. Zubairi Djoerban

HIV/AIDS di Indonesia: Masa Kini dan Masa Depan. Zubairi Djoerban HIV/AIDS di Indonesia: Masa Kini dan Masa Depan Zubairi Djoerban Pidato pada Upacara Pengukuhan Sebagai Guru Besar Tetap dalam Ilmu Penyakit Dalam Pada Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta,

Lebih terperinci

baik berada di atas usus kecil (Kshirsagar et al., 2009). Dosis yang bisa digunakan sebagai obat antidiabetes 500 sampai 1000 mg tiga kali sehari.

baik berada di atas usus kecil (Kshirsagar et al., 2009). Dosis yang bisa digunakan sebagai obat antidiabetes 500 sampai 1000 mg tiga kali sehari. BAB I PENDAHULUAN Saat ini banyak sekali penyakit yang muncul di sekitar lingkungan kita terutama pada orang-orang yang kurang menjaga pola makan mereka, salah satu contohnya penyakit kencing manis atau

Lebih terperinci

4 th Report Of Indonesian Renal Registry 2011

4 th Report Of Indonesian Renal Registry 2011 Program Indonesian Renal Registry Indonesian Renal Registry (IRR) adalah suatu program dari Perkumpulan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) berupa kegiatan pengumpulan data berkaitan dengan dialisis, transplantasi

Lebih terperinci

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG

LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG LILIK SUKESI DIVISI GUNJAL HIPERTENSI DEPARTEMEN ILMU PENYAKIT DALAM R.S. HASAN SADIKIN / FK UNPAD BANDUNG OUTLINE PENDAHULUAN TENAGA KESEHATAN MENURUT UNDANG-UNDANG TUGAS & WEWENANG PERAWAT PENDELEGASIAN

Lebih terperinci

PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA )

PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA ) PANDUAN PELAKSANAAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI APOTEKER ( SKPA ) PENGURUS PUSAT IKATAN APOTEKER INDONESIA JAKARTA 2014 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR I. PENDAHULUAN II. MAKSUD DAN TUJUAN III. RUANG LINGKUP

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Delirium didefinisikan dalam American Psychiatric Association's (APA)

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. Delirium didefinisikan dalam American Psychiatric Association's (APA) BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN 1. ICU Delirium 1.1. Definisi ICU Delirium Delirium didefinisikan dalam American Psychiatric Association's (APA) Diagnostik dan Statistik Manual of Mental Disorders (DSM)-IV

Lebih terperinci

ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN

ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN ILUSTRASI PELAYANAN HEMODIALISIS DENGAN FASILITAS JKN AFIATIN PELAYANAN TERAPI PENGGANTI GINJAL PADA ERA JKN JKN menanggung biaya pelayanan : Hemodialisis CAPD Transplantasi Ginjal HEMODIALISIS Dapat dilaksanakan

Lebih terperinci

HUBUNGAN OBESITAS, AKTIVITAS FISIK, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DR

HUBUNGAN OBESITAS, AKTIVITAS FISIK, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DR HUBUNGAN OBESITAS, AKTIVITAS FISIK, DAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE PADA PASIEN RAWAT JALAN RUMAH SAKIT DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Anugrah 1, Suriyanti Hasbullah, Suarnianti

Lebih terperinci

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT

Mulyadi *, Mudatsir ** *** ABSTRACT Hubungan Tingkat Kepositivan Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Toraks pada Penderita Tuberkulosis Paru yang Dirawat Di SMF Pulmonologi RSUDZA Banda Aceh Mulyadi *,

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA

II. TINJAUAN PUSTAKA II. TINJAUAN PUSTAKA A. Senam Jantung Sehat Senam jantung sehat adalah olahraga yang disusun dengan selalu mengutamakan kemampuan jantung, gerakan otot besar dan kelenturan sendi, serta upaya memasukkan

Lebih terperinci

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus.

Jika ciprofloxacin tidak sesuai, Anda akan harus minum antibiotik lain untuk menghapuskan kuman meningokokus. CIPROFLOXACIN: suatu antibiotik bagi kontak dari penderita infeksi meningokokus Ciprofloxacin merupakan suatu antibiotik yang adakalanya diberikan kepada orang yang berada dalam kontak dekat dengan seseorang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Siklus seksual wanita usia 40-50 tahun biasanya menjadi tidak teratur dan ovulasi sering gagal terjadi. Setelah beberapa bulan, siklus akan berhenti sama sekali. Periode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan hormonal, yang

BAB I PENDAHULUAN. Dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan hormonal, yang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh gangguan hormonal, yang paling sering terjadi adalah diabetes militus (DM). Masyarakat sering menyebut penyakit

Lebih terperinci

badan berlebih (overweight dan obesitas) beserta komplikasinya. Selain itu, pengetahuan tentang pola makan juga harus mendapatkan perhatian yang

badan berlebih (overweight dan obesitas) beserta komplikasinya. Selain itu, pengetahuan tentang pola makan juga harus mendapatkan perhatian yang BAB 1 PENDAHULUAN Masalah kegemukan (obesitas) dan penurunan berat badan sangat menarik untuk diteliti. Apalagi obesitas merupakan masalah yang serius bagi para pria dan wanita, oleh karena tidak hanya

Lebih terperinci

IN D O N E SIA IRA JAKARTA IRA JAKARTA

IN D O N E SIA IRA JAKARTA IRA JAKARTA PERHIMPUNAN REUMATOLOGI IN D O N E SIA IRA JAKARTA PERHIMPUNAN REUMATOLOGI IN D O N E SIA IRA JAKARTA Rekomendasi Perhimpunan Reumatologi Indonesia Untuk Diagnosis dan Pengelolaan Lupus Eritematosus Sistemik

Lebih terperinci

PROTEIN. Rizqie Auliana

PROTEIN. Rizqie Auliana PROTEIN Rizqie Auliana rizqie_auliana@uny.ac.id Sejarah Ditemukan pertama kali tahun 1838 oleh Jons Jakob Berzelius Diberi nama RNA dan DNA Berasal dari kata protos atau proteos: pertama atau utama Komponen

Lebih terperinci

penglihatan (Sutedjo, 2010). Penyakit ini juga dapat memberikan komplikasi yang mematikan, seperti serangan jantung, stroke, kegagalan ginjal,

penglihatan (Sutedjo, 2010). Penyakit ini juga dapat memberikan komplikasi yang mematikan, seperti serangan jantung, stroke, kegagalan ginjal, BAB 1 PENDAHULUAN Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit yang dapat terjadi pada semua kelompok umur dan populasi, pada bangsa manapun dan usia berapapun. Kejadian DM berkaitan erat dengan faktor keturunan,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Faktor penentu kualitas tumbuh kembang anak adalah faktor genetik yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. Faktor penentu kualitas tumbuh kembang anak adalah faktor genetik yang sangat BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tumbuh kembang yang normal pada seorang individu sangat dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara pengaruh hormonal, respons jaringan dan gizi. Tingkat

Lebih terperinci

Waspada Keracunan Mikroba pada Air Minum Dalam Kemasan

Waspada Keracunan Mikroba pada Air Minum Dalam Kemasan Waspada Keracunan Mikroba pada Air Minum Dalam Kemasan Air merupakan unsur yang amat vital bagi kehidupan manusia untuk berbagai keperluan, seperti memasak, mencuci, mandi, serta minum. Kebutuhan air bersih,

Lebih terperinci

JENIS METODE KB PASCA PERSALINAN VASEKTOMI

JENIS METODE KB PASCA PERSALINAN VASEKTOMI JENIS METODE KB PASCA PERSALINAN MAL KONDOM AKDR TUBEKTOMI VASEKTOMI PIL INJEKSI IMPLAN JENIS METODE KB PASCA PERSALINAN NON HORMONAL 1. Metode Amenore Laktasi (MAL) 2. Kondom 3. Alat Kontrasepsi Dalam

Lebih terperinci

STANDAR PRAKTIK KEBIDANAN

STANDAR PRAKTIK KEBIDANAN STANDAR PRAKTIK KEBIDANAN STANDAR I : METODE ASUHAN Asuhan kebidanan dilaksanakan dengan metode manajemen kebidanan dengan langkah; Pengumpulan data dan analisis data, penentuan diagnosa perencanaan, pelaksanaan,

Lebih terperinci

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI

ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI ASUHAN KEBIDANAN PADA Ny I GII P I00I INPARTU DENGAN GEMELLI Kustini Dosen Program Studi Diploma III Kebidanan Universitas Islam Lamongan ABSTRAK Persalinan gemelli merupakan salah satu penyebab kematian

Lebih terperinci

PERSALINAN KALA I. 1. kala 1 persalinan

PERSALINAN KALA I. 1. kala 1 persalinan PERSALINAN KALA I Persalinan normal yaitu proses pengeluaran buah kehamilan cukup bulan yang mencakup pengeluaran bayi, plasenta dan selaput ketuban, dengan presentasi kepala (posisi belakang kepala),

Lebih terperinci

RENCANA INDUK PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT ( RIPPM ) STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG TAHUN 2012-2016

RENCANA INDUK PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT ( RIPPM ) STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG TAHUN 2012-2016 - 0 - RENCANA INDUK PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT ( RIPPM ) STIKES MUHAMMADIYAH GOMBONG TAHUN 2012-2016 Disiapkan, Disetujui, Disahkan, Ketua, Sarwono, SKM Eri Purwati, M.Si Giyatmo, S.Kep., Ns.

Lebih terperinci

Menggunakan alat-alat tradisional yang tidak steril seperti alat tumpul. Makan nanas dan minum sprite secara berlebihan

Menggunakan alat-alat tradisional yang tidak steril seperti alat tumpul. Makan nanas dan minum sprite secara berlebihan Agar terhindar dari berbagai persoalan karena aborsi, maka remaja harus mampu menahan diri untuk tidak melakukan hubungan seks. Untuk itu diperlukan kemampuan berpikir kritis mengenai segala kemungkinan

Lebih terperinci

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja

Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja Keputusan Presiden No. 22 Tahun 1993 Tentang : Penyakit Yang Timbul Karena Hubungan Kerja Oleh : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA Nomor : 22 TAHUN 1993 (22/1993) Tanggal : 27 PEBRUARI 1993 (JAKARTA) DENGAN

Lebih terperinci

Permintaan produk darah pada praktek

Permintaan produk darah pada praktek Artikel Asli Latar Belakang Penyakit pada Penggunaan Transfusi Komponen Darah pada Anak Yetty Movieta Nency, Dana Sumanti Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro/RSUP

Lebih terperinci

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf

Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf Siaran Pers Kontak Anda: Niken Suryo Sofyan Telepon +62 21 2856 5600 29 Mei 2012 Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) dan Merck peduli kesehatan saraf Neuropati mengancam 1 dari 4 orang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan

BAB I PENDAHULUAN. Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Persalinan adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, persalinan lahirnya bayi, placenta dan membran dari rahim ibu (Depkes, 2004). Persalinan dan kelahiran

Lebih terperinci

Strategi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Prosedur Khusus di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Strategi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Prosedur Khusus di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Strategi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi untuk Prosedur Khusus di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang cenderung menjadi epidemi dan pandemi Pedoman Acuan Ringkas Ucapan

Lebih terperinci

PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS

PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS PERAWATAN PALIATIF PASIEN HIV / AIDS Agung Nugroho Divisi Peny. Tropik & Infeksi Bag. Peny. Dalam FK-UNSRAT Manado PENDAHULUAN Jumlah pasien HIV/AIDS di Sulut semakin meningkat. Sebagian besar pasien diberobat

Lebih terperinci

SAKIT PERUT PADA ANAK

SAKIT PERUT PADA ANAK SAKIT PERUT PADA ANAK Oleh dr Ruankha Bilommi Spesialis Bedah Anak Lebih dari 1/3 anak mengeluh sakit perut dan ini menyebabkan orang tua membawa ke dokter. Sakit perut pada anak bisa bersifat akut dan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR 20 TAHUN 2012 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI NOMOR PER-12/MEN/VI/2007

Lebih terperinci

REGULASI UNIT HEMODIALISIS DI INDONESIA

REGULASI UNIT HEMODIALISIS DI INDONESIA REGULASI UNIT HEMODIALISIS DI INDONESIA Dharmeizar Divisi Ginjal Hipertensi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam, FKUI/ RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta LANDASAN HUKUM 1. Undang-undang No. 29 tahun 2004

Lebih terperinci

POLA PEMILIHAN OBAT SAKIT MAAG PADA KONSUMEN YANG DATANG DI APOTEK DI KECAMATAN DELANGGU SKRIPSI

POLA PEMILIHAN OBAT SAKIT MAAG PADA KONSUMEN YANG DATANG DI APOTEK DI KECAMATAN DELANGGU SKRIPSI 1 POLA PEMILIHAN OBAT SAKIT MAAG PADA KONSUMEN YANG DATANG DI APOTEK DI KECAMATAN DELANGGU SKRIPSI Oleh: SUSANT0 SAPUTRO K 100050039 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2009 1

Lebih terperinci

PARENTERAL NUTRISI ( PPN & TPN ) Azwinar Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan

PARENTERAL NUTRISI ( PPN & TPN ) Azwinar Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan PARENTERAL NUTRISI ( PPN & TPN ) Azwinar Badan Pelayanan Kesehatan RSU Dr. Pirngadi Kota Medan Indikasi Parenteral Nutrisi Fungsi saluran cerna terganggu (tidak mampu mencerna atau menyerap makanan) Tidak

Lebih terperinci

KEGIATAN DALAM RANGKA HARI KANKER SEDUNIA 2013 DI JAWA TIMUR

KEGIATAN DALAM RANGKA HARI KANKER SEDUNIA 2013 DI JAWA TIMUR KEGIATAN DALAM RANGKA HARI KANKER SEDUNIA 2013 DI JAWA TIMUR PENDAHULUAN Kanker merupakan salah satu penyakit yang telah menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Setiap tahun,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dermatitis alergika disebut juga dermatitis atopik yang terjadi pada orang dengan riwayat atopik. Atopik ditandai oleh adanya reaksi yang berlebih terhadap rangsangan

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 18 TAHUN 1981 TENTANG BEDAH MAYAT KLINIS DAN BEDAH MAYAT ANATOMIS SERTA TRANSPLANTASI ALAT DAN ATAU JARINGAN TUBUH MANUSIA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU

PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU PENGARUH KEBIASAAN MEROKOK TERHADAP DAYA TAHAN JANTUNG PARU SKRIPSI Disusun Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Mendapatkan Gelar Sarjana Sains Terapan Fisioterapi Disusun Oleh : DIMAS SONDANG IRAWAN J 110050028

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.25, 2008 DEPARTEMEN PERTAHANAN. RUMAH SAKIT dr Suyoto. Organisasi. Tata Kerja. PERATURAN MENTERI PERTAHANAN NOMOR: 12 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA RUMAH

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI

PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 61 TAHUN 2014 TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI I. UMUM Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang

Lebih terperinci

Apa itu HIV/AIDS? Apa itu HIV dan jenis jenis apa saja yang. Bagaimana HIV menular?

Apa itu HIV/AIDS? Apa itu HIV dan jenis jenis apa saja yang. Bagaimana HIV menular? Apa itu HIV/AIDS? Apa itu HIV dan jenis jenis apa saja yang HIV berarti virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Ini adalah retrovirus, yang berarti virus yang mengunakan sel tubuhnya sendiri

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan. mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat

BAB I PENDAHULUAN. kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan. mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Lanjut usia adalah suatu proses menghilangnya secara perlahanlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/ mengganti diri dan mempertahankan struktur dan fungsi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. mulai bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit metabolik. Dengan meningkatnya

BAB I PENDAHULUAN. mulai bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit metabolik. Dengan meningkatnya BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dewasa ini di seluruh dunia termasuk Indonesia kecenderungan penyakit mulai bergeser dari penyakit infeksi ke penyakit metabolik. Dengan meningkatnya globalisasi dan

Lebih terperinci

ABSTRAK PENATALAKSANAAN LIMFOMA NON HODGKIN S DENGAN STEM CELL. Aldo Yustianto M. Pembimbing : Freddy Tumewu A., dr., M.S.

ABSTRAK PENATALAKSANAAN LIMFOMA NON HODGKIN S DENGAN STEM CELL. Aldo Yustianto M. Pembimbing : Freddy Tumewu A., dr., M.S. ABSTRAK PENATALAKSANAAN LIMFOMA NON HODGKIN S DENGAN STEM CELL Aldo Yustianto M. Pembimbing : Freddy Tumewu A., dr., M.S. Limfoma non Hodgkin s adalah kanker pada jaringan limfoid yang merupakan bagian

Lebih terperinci

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt

100% 100% (2/2) 100% 100% (4142) (4162) (269) (307) (307) (269) (278) (263) (265) (264) 0% (638) 12 mnt. (578) 10 mnt Press Release Implementasi Standar Akreditasi Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan & Keselamatan Pasien RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang RSUD dr. R. Soetrasno Kabupaten Rembang, merupakan rumah sakit

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk. negara-negara dunia diprediksikan akan mengalami peningkatan.

BAB I PENDAHULUAN. dengan menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk. negara-negara dunia diprediksikan akan mengalami peningkatan. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lanjut usia (lansia) merupakan tahap akhir dari kehidupan dan merupakan proses alami yang tidak dapat dihindari oleh setiap individu. Proses alami ditandai

Lebih terperinci

PRODUK KESEHATAN TIENS

PRODUK KESEHATAN TIENS PRODUK KESEHATAN TIENS KONSEP KESEHATAN TIENS Detoksifikasi Pelengkap Penyeimbang Pencegahan DETOKSIFIKASI Langkah pertama untuk menjaga kesehatan adalah dengan pembersihan. Membersihkan racun di dalam

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2014 TENTANG

PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2014 TENTANG PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 97 TAHUN 2014 TENTANG PELAYANAN KESEHATAN MASA SEBELUM HAMIL, MASA HAMIL, PERSALINAN, DAN MASA SESUDAH MELAHIRKAN, PENYELENGGARAAN PELAYANAN KONTRASEPSI,

Lebih terperinci

DAYA TAHAN TUBUH & IMMUNOLOGI

DAYA TAHAN TUBUH & IMMUNOLOGI DAYA TAHAN TUBUH & IMMUNOLOGI Daya Tahan tubuh Adalah Kemampuan tubuh untuk melawan bibit penyakit agar terhindar dari penyakit 2 Jenis Daya Tahan Tubuh : 1. Daya tahan tubuh spesifik atau Immunitas 2.

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2011 TENTANG PELAYANAN DARAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, www.bpkp.go.id Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan

Lebih terperinci

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang : a. bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah

Lebih terperinci

PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00

PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00 DAFTAR INDUK DOKUMEN RSUD TUGUREJO PROVINSI JAWA TENGAH TU & HUMAS PERATURAN DIREKTUR RSUD TUGUREJO NO NOMOR DOKUMEN NAMA DOKUMEN REV. 00 1 No. 1 Tahun 2013 Kebijakan Pelayanan Rumah Sakit RSUD Tugurejo

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA TERAPI DIARE AKUT ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS BENDAN TAHUN 2012 2005).

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA TERAPI DIARE AKUT ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS BENDAN TAHUN 2012 2005). PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA TERAPI DIARE AKUT ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN PUSKESMAS BENDAN TAHUN 2012 Isti Agitsah, Siska Rusmalina, Jamaludin Al J. Ef. Abstract Diarrhea disease cause death third of

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai keadaan sehat fisik, mental, dan sosial, bukan semata-mata keadaan tanpa penyakit atau kelemahan. Definisi

Lebih terperinci

Hotel Le Grandeur, JAKARTA 30-31

Hotel Le Grandeur, JAKARTA 30-31 Management of frailty as a new Geriatric Giant : How to deal with dilemmatic health problems in elderly patient Workshop Kuliah Umum Temu Ahli Simposium Satelit Presentasi Poster Hotel Le Grandeur, JAKARTA

Lebih terperinci

IPAP PTSD Tambahan. Pilihan penatalaksanaan: dengan obat, psikososial atau kedua-duanya.

IPAP PTSD Tambahan. Pilihan penatalaksanaan: dengan obat, psikososial atau kedua-duanya. IPAP PTSD Tambahan Prinsip Umum I. Evaluasi Awal dan berkala A. PTSD merupakan gejala umum dan sering kali tidak terdiagnosis. Bukti adanya prevalensi paparan trauma yang tinggi, (termasuk kekerasan dalam

Lebih terperinci

MANUAL PROSEDUR TATALAKSANA HIPOGIKEMIA & HIPERGLIKEMIA HIPOGLIKEMI & TATALAKSANANYA

MANUAL PROSEDUR TATALAKSANA HIPOGIKEMIA & HIPERGLIKEMIA HIPOGLIKEMI & TATALAKSANANYA MANUAL PROSEDUR TATALAKSANA HIPOGIKEMIA & HIPERGLIKEMIA Tujuan Umum: Mahasiswa mampu melakukan tindakan kolaboratif untuk mengatasi hipoglikemia dan hiperglikemia dengan tepat. Tujuan Khusus: Setelah mengikuti

Lebih terperinci

RESUSITASI JANTUNG PARU ( RJP ) CARDIO PULMONARY RESUSCITATION ( CPR )

RESUSITASI JANTUNG PARU ( RJP ) CARDIO PULMONARY RESUSCITATION ( CPR ) RESUSITASI JANTUNG PARU ( RJP ) CARDIO PULMONARY RESUSCITATION ( CPR ) 1 MINI SIMPOSIUM EMERGENCY IN FIELD ACTIVITIES HIPPOCRATES EMERGENCY TEAM PADANG, SUMATRA BARAT MINGGU, 7 APRIL 2013 Curiculum vitae

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam

Lebih terperinci