Cara Pengisian Lampiran 1

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Cara Pengisian Lampiran 1"

Transkripsi

1 Cara Pengisian Lampiran 1 1. Kolom 1 Diisi nomor urut 1 dst sesuai jumlah PA/MSy di wilayah hukum masing masing PTA/MSy Aceh 2. Kolom 2 Diisi nama satuan kerja 3. Kolom 3 Diisi Rencana Kinerja sebagaimana tertuang dalam DIPA/RKA-KL/POK 4. Kolom 4 Diisi pagu anggaran sebagaimana tercantum dalam RKA-KL/POK 5. Kolom 5 Diisi jumlah perkara prodeo yang diterima oleh PA/MSy dari Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan Untuk pelaporan bulan Januari diisi sbb : - Jika perkara prodeo diterima tahun lalu dan belum diputus pada tahun ini, tapi sudah dimasukkan dalam laporan seperti ini pada tahun lalu, maka kolom 5 diisi 0 (nol) - Jika perkara prodeo diterima tahun lalu dan belum diputus pada tahun ini, serta belum dimasukkan dalam laporan seperti ini pada tahun lalu, maka kolom 5 diisi dengan sisa perkara prodeo yang belum dilaporkan tersebut 6. Kolom 6 Diisi jumlah perkara prodeo yang diterima PA/MSy bulan ini 7. Kolom 7 Diisi jumlah perkara prodeo yang diterima PA/MSy s.d bulan ini (kolom 5 + kolom 6) 8. Kolom 8 Diisi realisasi anggaran (untuk perkara prodeo) dari bulan Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 8 diisi 0 (nol) 9. Kolom 9 Diisi realisasi anggaran (untuk perkara prodeo) bulan ini berdasarkan SP2D atau yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN 10. Kolom 10 Diisi realisasi anggaran s.d bulan ini (kolom 8 + kolom 9) 11. Kolom 11 Diisi sisa perkara prodeo (tertuang dalam RKAKL) yang belum terealisasi (kolom 3 - kolom 7) 12. Kolom 12 Diisi sisa anggaran dalam DIPA yang belum digunakan (kolom 4 - kolom 10)

2 Cara Pengisian Lampiran 2 1. Kolom 1 Diisi nomor urut 1 dst sesuai jumlah PA/MSy pelaksanaan sidang keliling di wilayah hukum masing masing PTA/MSy Aceh 2. Kolom 2 Diisi nama PA/MSy penyelenggara sidang keliling 3. Kolom 3 Diisi jumlah lokasi sebagaimana tertuang dalam RKA-KL/POK/matrik RKA Ditjen 4. Kolom 4 Diisi jumlah sidang setiap lokasi selama satu tahun berjalan sesuai yang tercantum dalam RKA-KL/POK/matrik RKA Ditjen 5. Kolom 5 Diisi pagu anggaran sebagaimana tercantum dalam RKA-KL/POK 6. Kolom 6 Diisi nama kecamatan/desa/kota lokasi pelaksanaan sidang keliling 7. Kolom 7 Diisi jumlah sidang pada setiap lokasi sidang keliling dari Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 7 diisi angka 0 8. Kolom 8 Diisi jumlah perkara yang disidangkan pada setiap lokasi sidang keliling dari Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan Contoh : Pada bulan Januari di kec. Manggis telah dilakukan sidang keliling 1 kali dengan jumlah perkara di sidangkan sebanyak 20 perkara, pada bulan Pebruari di kec. Manggis telah dilakukan sidang keliling 1 kali dengan jumlah perkara di sidangkan sebanyak 15 perkara maka pada pelaporan bulan Maret, kolom 8 diisi 35 Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 8 diisi angka 0 9. Kolom 9 Diisi jumlah perkara sidang keliling yang diputus dari Januari s.d bulan sebelum pelaporan Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 9 diisi angka Kolom 10 Diisi jumlah sidang, di setiap lokasi sidang keliling pada bulan pelaporan 11. Kolom 11 Diisi jumlah perkara yang disidangkan di setiap lokasi sidang keliling pada bulan pelaporan 12. Kolom 12 Diisi jumlah perkara sidang keliling yang diputus pada bulan pelaporan 13. Kolom 13 Diisi jumlah sidang, di setiap lokasi sidang keliling dari Januari s.d bulan pelaporan (kolom 7 + kolom 10) 14 Kolom 14 Diisi jumlah perkara yang disidangkan di setiap lokasi sidang keliling dari Januari s.d bulan pelaporan (kolom 8 + kolom 11) 15 Kolom 15 Diisi jumlah perkara sidang keliling yang diputus dari Januari s.d bulan pelaporan (kolom 9 + kolom 12) 16 Kolom 16 Diisi realisasi anggaran sidang keliling dari bulan Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 16 diisi 0 17 Kolom 17 Diisi realisasi anggaran sidang keliling bulan ini (bulan pelaporan) yang sudah diterbitkan SP2D atau yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN 18 Kolom 18 Diisi realisasi anggaran sidang keliling dari Januari s.d bulan pelaporan (kolom 16 + kolom 17) 19 Kolom 19 Diisi sisa anggaran sidang keliling yang belum digunakan (kolom 5 - kolom 18)

3 Cara Pengisian Lampiran 3 1. Kolom 1 Diisi nomor urut 1 dst PA/MSy penyelenggara Posbakum 2. Kolom 2 Diisi nama PA/MSy penyelenggara Posbakum 3. Kolom 3 Diisi rencana jumlah lokasi sebagaimana tertuang dalam RKA-KL/POK 4. Kolom 4 Diisi pagu anggaran Posbakum sebagaimana tercantum dalam RKA-KL/POK 5. Kolom 5 Diisi jumlah laki laki yang dilayani oleh Posbakum bulan Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 5 diisi angka 0 6. Kolom 6 Diisi jumlah perempuan yang dilayani oleh Posbakum bulan Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 6 diisi angka 0 7. Kolom 7 Diisi jumlah perempuan dan laki laki yang dilayani oleh Posbakum mulai bulan Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan (kolom 5 + kolom 6) Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 7 diisi angka 0 8. Kolom 8 Diisi jumlah laki laki yang dilayani oleh Posbakum pada bulan pelaporan 9. Kolom 9 Diisi jumlah perempuan yang dilayani oleh Posbakum pada bulan pelaporan 10. Kolom 10 Diisi jumlah laki laki dan perempuan yang dilayani oleh Posbakum pada bulan pelaporan (kolom 8 + kolom 9) 11. Kolom 11 Diisi jumlah laki laki yang dilayani oleh Posbakum s.d bulan pelaporan (kolom 5 + kolom 8) 12. Kolom 12 Diisi jumlah perempuan yang dilayani oleh Posbakum s.d bulan pelaporan (kolom 6 + kolom 9) 13. Kolom 13 Diisi jumlah laki laki dan perempuan yang dilayani oleh Posbakum s.d bulan pelaporan (kolom 7 + kolom 10) 14 Kolom 14 Diisi realisasi anggaran (untuk Posbakum) bulan Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 14 diisi angka 0 15 Kolom 15 Diisi realisasi anggaran (untuk Posbakum) bulan ini (bulan pelaporan) berdasarkan SP2D atau yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN 16 Kolom 16 Diisi realisasi anggaran (untuk Posbakum) Januari s.d bulan ini (bulan pelaporan) berdasarkan SP2D atau yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN (kolom 14 + kolom 15) 17 Kolom 17 Diisi sisa anggaran Posbakum yang belum direalisasikan (kolom 4 - kolom 16)

4 Cara Pengisian Lampiran 4 1. Kolom 1 Diisi nomor urut 1 dst sesuai jumlah PA/MSy yang memiliki alokasi anggaran kegiatan peningkatan manajemen peradilan agama (1053) pada wilayah hukum PTA/MSy masing masing 2. Kolom 2 Diisi nama PTA/Msy Aceh/PA/MSy yang memiliki alokasi anggaran kegiatan peningkatan manajemen peradilan agama (1053) pada wilayah hukum PTA/MSy masing masing 3. Kolom 3 Diisi nama output sebagaimana yang tertuang dalam DIPA/RKA-KL/TOR/RAB 4. Kolom 4 Diisi volume output sebagaimana yang tertuang dalam DIPA/RKA-KL/TOR/RAB 5. Kolom 5 Diisi pagu anggaran sebagaimana tercantum dalam RKA-KL/POK 6. Kolom 6 Diisi nama output 7. Kolom 7 Diisi volume output dari Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 7 diisi angka 0 8. Kolom 8 Diisi realisasi volume output bulan pelaporan 9. Kolom 9 Diisi realisasi volume output s.d bulan sebelum bulan pelaporan (kolom 7 + kolom 8) 10. Kolom 10 Diisi realisasi anggaran kegiatan dari Januari s.d bulan sebelum bulan pelaporan yang sudah rekonsiliasi dengan KPPN Untuk pelaporan bulan Januari, kolom 10 diisi angka Kolom 11 Diisi realisasi anggaran kegiatan bulan pelaporan yang sudah diterbitkan SP2D atau sudah rekonsiliasi dengan KPPN 12. Kolom 12 Diisi realisasi anggaran kegiatan s.d bulan pelaporan (kolom 10 + kolom 11) 13. Kolom 13 Diisi sisa anggaran yang belum direalisasikan (kolom 5 - kolom 12)

5 Cara Pengisian Lampiran 5 1. Kolom 1 Diisi nomor urut 1 dst sesuai jumlah PA/MSy di wilayah hukum masing masing PTA/MSy Aceh 2. Kolom 2 Diisi nama satuan kerja 3. Kolom 3 Diisi Rencana Kinerja sebagaimana tertuang dalam DIPA/RKA-KL/POK 4. Kolom 4 Diisi pagu anggaran sebagaimana tercantum dalam RKA-KL/POK 5. Kolom 5 Diisi estimasi/perkiraan jumlah perkara prodeo yang diterima oleh PA/Msy dari Januari s.d Desember dengan cara menjumlahkan perkara yang sudah diterima dan perkiraan yang mungkin akan masuk s.d Desember 6. Kolom 6 Diisi estimasi/perkiraan realisasi anggaran (untuk perkara prodeo) dari Januari s.d Desember dengan cara menjumlahkan anggaran yang sudah direalisasikan dan kebutuhan biaya prodeo s.d Desember 7. Kolom 7 Diisi estimasi/perkiraan jumlah perkara prodeo yang tidak terealisir/lebih dari RKT s.d Desember (kolom 3 kolom 5/selisih lebih/kurang) 8. Kolom 8 Diisi estimasi/perkiraan anggaran yang tidak bisa direalisasikan/kurang s.d Desember (kolom 4 kolom 6/selisih lebih/kurang) 9. Kolom 9 Diisi lebih apabila Estimasi Realisasi lebih kecil dari Rencana Diisi kurang apabila Estimasi Realisasi lebih besar dari Rencana 10. Total jumlah perkara dan anggaran pada kolom 7 dan 8 dihitung dengan menjumlahkan estimasi tidak tercapai/lebih dan kekurangan-nya

6 Cara Pengisian Lampiran 6 1. Kolom 1 Diisi nomor urut 1 dst sesuai jumlah PA/MSy pelaksana sidang keliling di wilayah hukum masing masing PTA/MSy Aceh 2. Kolom 2 Diisi nama PA/MSy penyelenggara sidang keliling 3. Kolom 3 Diisi jumlah lokasi sidang keliling sebagaimana tertuang dalam RKA-KL/POK/matrik RKA Ditjen 4. Kolom 4 Diisi jumlah sidang pada setiap lokasi sidang keliling yang sudah direncanakan 5. Kolom 5 Diisi pagu anggaran sidang keliling sebagaimana tercantum dalam RKA-KL/POK 6. Kolom 6 Diisi nama kecamatan/desa/kota lokasi sidang keliling, baik yang sudah dilaksanakan dan perkiraan yang bisa dilaksanakan s.d Desember 7. Kolom 7 Diisi estimasi/perkiraan jumlah sidang pada sidang keliling selama satu tahun dengan menjumlahkan jumlah sidang yang sudah dilaksanakan dan perkiraan jumlah sidang yang bisa dilaksanakan s.d Desember 8. Kolom 8 Diisi estimasi/perkiraan jumlah perkara yang disidangkan pada setiap kali sidang keliling dengan menjumlahkan seluruh perkara yang sudah disidangkan setiap kali sidang keliling dan perkiraan jumlah perkara yang bisa disidangkan pada setiap kali sidang keliling s.d Desember 9. Kolom 9 Diisi estimasi/perkiraan jumlah perkara yang diputus pada setiap kali sidang keliling dengan menjumlahkan seluruh perkara yang sudah diputus dan perkiraan yang bisa diputus melalui sidang keliling s.d Desember 10. Kolom 10 Diisi estimasi/perkiraan realisasi anggaran sidang keliling s.d Desember dengan menjumlahkan biaya sidang keliling yang sudah direalisasikan dan perkiraan biaya sidang keliling yang bisa direalisasikan s.d Desember 11. Kolom 11 Diisi estimasi jumlah lokasi sidang keliling yang tidak dapat dilaksanakan/akan dilaksanakan s.d Desember (kolom 3 kolom 6) 12. Kolom 12 Diisi estimasi jumlah sidang pada setiap lokasi sidang keliling yang tidak bisa dilaksanakan/akan dilaksanakan s.d Desember (kolom 4 kolom 7) 13. Kolom 13 Diisi estimasi/perkiraan anggaran yang tidak bisa direalisasikan/kekurangan biaya s.d Desember (kolom 5 kolom 10) 14 Kolom 14 Diisi lebih apabila Estimasi Realisasi lebih kecil dari Rencana Diisi kurang apabila Estimasi Realisasi lebih besar dari Rencana 15 Total jumlah lokasi sidang, jumlah sidang setiap lokasi dan anggaran pada kolom 11, 12, dan 13 dihitung dengan menjumlahkan estimasi tidak tercapai/lebih dan kekurangan-nya

Lampiran 1 SATUAN KERJA RKT PAGU ANGGARAN S.D. BULAN LALU BULAN INI S.D BULAN INI S.D. BULAN LALU BULAN INI S.D BULAN INI

Lampiran 1 SATUAN KERJA RKT PAGU ANGGARAN S.D. BULAN LALU BULAN INI S.D BULAN INI S.D. BULAN LALU BULAN INI S.D BULAN INI REKAPITULASI REALISASI KINERJA DAN ANGGARAN PENANGANAN PERKARA PRODEO KEGIATAN PELAYANAN DAN BANTUAN HUKUM DI WILAYAH PTA... BULAN SEPTEMBER TAHUN 2012 Lampiran 1 NO REALISASI JML PERKARA ANGGARAN S.D.

Lebih terperinci

Juknis Perencanaan dan Penganggaran DIPA 04 Ditjen Badilag MA RI

Juknis Perencanaan dan Penganggaran DIPA 04 Ditjen Badilag MA RI i TATA CARA PENELAAHAN RKA K/L PAGU INDIKATIF 2017 DIPA 04 Ditjen Badan Peradilan Agama A. Tata cara Penelaahan Rencana Kinerja dan Anggaran Dalam Matriks 1) Tata cara Penelaahan Rencana Kinerja dan Anggaran

Lebih terperinci

JUMLAH PENERIMAAN PENGELUARAN (Rp)

JUMLAH PENERIMAAN PENGELUARAN (Rp) KEUANGAN PERKARA TAHUN 2010 Bulan Desember 2010 1 1 Hakhak Kepaniteraan 1016000 645000 338000 59000 300.000 85000 50000 95000 720.000 Jumlah 1661000 630000 Saldo 103000 Jumlah 1661000 1661000 * Prodeo,

Lebih terperinci

Elemen rekonsiliasi: BA, Eselon 1, Satker, Kewenangan, Program, Kegiatan, Output, Dana, Nomor Dokumen, Tanggal Dokumen

Elemen rekonsiliasi: BA, Eselon 1, Satker, Kewenangan, Program, Kegiatan, Output, Dana, Nomor Dokumen, Tanggal Dokumen Elemen rekonsiliasi:,, Satker, Kewenangan, Program, Kegiatan, Output, Dana, Nomor Dokumen, Tanggal Dokumen Jenis Rekonsiliasi Belanja 350100 026 521115 0670811 5511007 A0 4 03 06708 33,680,000 33,680,000

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG RI DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA

MAHKAMAH AGUNG RI DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA MAHKAMAH AGUNG RI DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN AGAMA Nomor : 1207/DJA/HK.00.7/SK/VII/2012 TENTANG PEDOMAN PEMBERDAYAAN HAKIM TINGGI SEBAGAI

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian 4.1.1 Unit yang Terkait Unit yang terkait pada pengguna software aplikasi SIA pada Satker KPU Kabupaten Bandung, KPU Kota Bandung, dan KPU Kota

Lebih terperinci

Rencana Strategik Tahun 2010 s/d 2014

Rencana Strategik Tahun 2010 s/d 2014 PENGADILAN AGAMA TANGERANG Rencana Strategik Tahun 2010 s/d 2014 Visi Misi : Menuju TERWUJUDNYA PENGADILAN AGAMA TANGERANG YANG TERHORMAT DAN BERMARTABAT : 1. Terwujudnya pelayanan prima dengan cara memperbaiki

Lebih terperinci

LAPORAN REALISASI PENYERAPAN ANGGARAN DIPA PENGADILAN AGAMA BREBES BULAN JANUARI TAHUN 2011

LAPORAN REALISASI PENYERAPAN ANGGARAN DIPA PENGADILAN AGAMA BREBES BULAN JANUARI TAHUN 2011 BULAN JANUARI TAHUN 2011 NO KODE JENIS BELANJA/MAK PAGU DIPA BULAN LALU BULAN INI JUMLAH S/D BULAN INI SISA DANA 1066 Belanja Pegawai 2.684.496.000-0% 135.109.121 5% 135.109.121 5% 2.549.386.879 95% 1066

Lebih terperinci

PEDOMAN PENILAIAN IMPLEMENTASI SIADPA PLUS PENGADILAN AGAMA / MAHKAMAH SYAR IYAH TAHUN 2012

PEDOMAN PENILAIAN IMPLEMENTASI SIADPA PLUS PENGADILAN AGAMA / MAHKAMAH SYAR IYAH TAHUN 2012 PEDOMAN PENILAIAN IMPLEMENTASI SIADPA PLUS PENGADILAN AGAMA / MAHKAMAH SYAR IYAH TAHUN 2012 A. Latar Belakang Dalam pemanfaatan Teknologi Informasi pada proses administrasi peradilan di pengadilan agama,

Lebih terperinci

Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal.

Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. - 101-1. NAMA JABATAN : Kepala Bagian Keuangan 2. IKHTISAR JABATAN : Melaksanakan urusan keuangan di lingkungan Direktorat Jenderal. 3. TUJUAN JABATAN : Terwujudnya pengelolaan keuangan yang efektif dan

Lebih terperinci

Oleh: Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI

Oleh: Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Badan Urusan Administrasi Mahkamah Agung RI 1 5/22/2012 22/05/2012 be created by DJOKO SARWOKO, Created by Djoko Sarwoko, SH., MH. be created by DJOKO SARWOKO TUADAWAS MAHKAMAH AGUNG RI TUADA PIDSUS MARI 5/22/2012 1 1 1 Oleh: Kepala Biro Perencanaan

Lebih terperinci

Siklus Anggaran. Pertemuan 6 Nurjati Widodo, S.AP, M.AP

Siklus Anggaran. Pertemuan 6 Nurjati Widodo, S.AP, M.AP Siklus Anggaran Pertemuan 6 Nurjati Widodo, S.AP, M.AP Siklus APBN 1. Penyusunan APBN (Januari-Juli tahun n-1) 2. Penetapan APBN (16 Agustus-Oktober tahun n-1) 3. Pelaksanaan APBN (Januari-Desember tahun

Lebih terperinci

Kelengkapan Waktu Output Keterangan SEKRETARIS. PERENCANAAN Melakukan Rapat dalam rangka sinkronisasi dan

Kelengkapan Waktu Output Keterangan SEKRETARIS. PERENCANAAN Melakukan Rapat dalam rangka sinkronisasi dan SOP DIBIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN 1. SOP Perencanaan Anggaran PELAKSANA MUTU BAKU No Uraian Prosedur PANITERA/ STAF TIM Kelengkapan Waktu Output Keterangan SEKRETARIS PERENCANAAN 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Lebih terperinci

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN JAKSA AGUNG MUDA PEMBINAAN KEJAKSAAN AGUNG RI --------------------------------------------------- (BIDANG HUKUM, HAM DAN KEAMANAN)

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 66/PMK.02/2006 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 66/PMK.02/2006 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 66/PMK.02/2006 TENTANG TATA CARA PENYUSUNAN, PENGAJUAN, PENETAPAN, DAN PERUBAHAN RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA DOKUMEN PELAKSANAAN

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2017 NOMOR : SP DIPA /2017 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 18 Tahun

Lebih terperinci

BAHAN AJAR Pelaporan dan Evaluasi Kinerja

BAHAN AJAR Pelaporan dan Evaluasi Kinerja DIKLAT PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BAGI KASUBBAG UMUM BAHAN AJAR Pelaporan dan Evaluasi Kinerja Oleh: Mukhtaromin, SST., Ak., MM. KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN

Lebih terperinci

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN II TA 2011

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN II TA 2011 LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN II TA 2011 FORMULIR A Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 Tanggal 29 November 2006 DIISI OLEH PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN I. DATA UMUM 1. Unit

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 44 /PMK.05/2009 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 44 /PMK.05/2009 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 44 /PMK.05/2009 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM MENTERI KEUANGAN, Menimbang

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 269/PMK.05/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 269/PMK.05/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 269/PMK.05/2014 TENTANG TATA CARA PENYEDIAAN, PENCAIRAN, PENYALURAN, DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA ANGGARAN

Lebih terperinci

BAB III AKU TABILITAS KI ERJA TAHU 2011

BAB III AKU TABILITAS KI ERJA TAHU 2011 BAB III AKU TABILITAS KI ERJA TAHU 2011 A. PE GUKURA CAPAIA KI ERJA TAHU 2011 Pengukuran tingkat capaian kinerja Pengadilan Agama tahun 2011 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER-20/PB/2006 TENTANG PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA JAMINAN SOSIAL PENYANDANG

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 27 Tahun

Lebih terperinci

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN BAB III AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITAS KEUANGAN A. Capaian IKU No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target Realisasi % (1) (1) (2) (3) (4) (5) 1 2 3 4 5 6 7 Pelaksanaan Belanja Negara Yang Efektif

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 120/PMK.05/2009 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN TRANSFER KE DAERAH MENTERI KEUANGAN,

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 120/PMK.05/2009 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN TRANSFER KE DAERAH MENTERI KEUANGAN, 1 of 8 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 120/PMK.05/2009 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN TRANSFER KE DAERAH MENTERI KEUANGAN, Menimbang : bahwa untuk melaksanakan

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT TRIWULAN II TAHUN 2014

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT TRIWULAN II TAHUN 2014 Nomor 01/2014 Tahun Pertama PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT TRIWULAN II TAHUN 2014 Alokasi anggaran pusat yang dikelola oleh Kanwil

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 92/PMK.05/2011 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 92/PMK.05/2011 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 92/PMK.05/2011 TENTANG RENCANA BISNIS DAN ANGGARAN SERTA PELAKSANAAN ANGGARAN BADAN LAYANAN UMUM DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA

Lebih terperinci

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN

RANCANGAN KESIMPULAN/KEPUTUSAN 1 RANCANGAN LAPORAN SINGKAT RAPATDENGAR PENDAPAT KOMISI III DPR RI DENGAN SESTAMA BNPT, SEKJEN MAHKAMAH KONSTITUSI, SEKJEN KOMISI YUDISIAL, KEPALA PPATK DAN KETUA KOMNAS HAM ---------------------------------------------------

Lebih terperinci

Penyusunan & Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL)-SKPD

Penyusunan & Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL)-SKPD LAMPIRAN B.3. : PERATURAN BUPATI BANGKA BARAT NOMOR : TANGGAL: Penyusunan & Pengesahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Lanjutan (DPAL)-SKPD Pihak Terkait 1. SKPD Dalam kegiatan ini, SKPD memiliki tugas sebagai

Lebih terperinci

PANDUAN PENGUKURAN REALISASI FISIK OUTPUT KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN

PANDUAN PENGUKURAN REALISASI FISIK OUTPUT KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN PANDUAN PENGUKURAN REALISASI FISIK OUTPUT KEGIATAN BADAN KETAHANAN PANGAN Kementerian Pertanian 2016 KATA PENGANTAR Pada tahun 2016, pelaksanaan Program Peningkatan Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat

Lebih terperinci

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN I TA 2011

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN I TA 2011 FORMULIR A Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2006 Tanggal 29 November 2006 DIISI OLEH PENANGGUNGJAWAB KEGIATAN LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN TRIWULAN I TA 2011 I. DATA UMUM 1. Unit

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN OKTOBER TAHUN 2014

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN OKTOBER TAHUN 2014 Nomor 05 Bulan Oktober 2014 PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN OKTOBER TAHUN 2014 Alokasi anggaran pusat yang dikelola oleh Kanwil

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 156 /PMK.07/2007 TENTANG

PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 156 /PMK.07/2007 TENTANG PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 156 /PMK.07/2007 TENTANG PENETAPAN ALOKASI KURANG BAYAR DANA BAGI HASIL PAJAK TAHUN ANGGARAN 2005 DAN 2006 YANG DIALOKASIKAN DALAM ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA NEGARA

Lebih terperinci

KAK/ TOR PER KELUARAN KEGIATAN TAHUN DOKUMEN PERENCANAAN/PENGANGGARAN/PELAPORAN/MONITORING DAN EVALUASI

KAK/ TOR PER KELUARAN KEGIATAN TAHUN DOKUMEN PERENCANAAN/PENGANGGARAN/PELAPORAN/MONITORING DAN EVALUASI F-3.1.0.1 Rev.0 KAK/ TOR PER KELUARAN KEGIATAN TAHUN 2015 184.005 DOKUMEN PERENCANAAN/PENGANGGARAN/PELAPORAN/MONITORING DAN EVALUASI Kementerian Negara/Lembaga : KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN (019) Unit Eselon

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 272/PMk.05/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA. NOMOR 272/PMk.05/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 272/PMk.05/2014 TENTANG PELAKSANAAN LIKUIDASI ENTITAS AKUNTANSI DAN ENTITAS PELAPORAN PADA KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

Lebih terperinci

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 15/PB/2006 TENTANG MEKANISME PEMBAYARAN/PENYALURAN DAN PELAPORAN DANA PENYESUAIAN

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 14 Tahun

Lebih terperinci

Peningkatan Penyelesaian Perkara. Persentase mediasi yang diselesaikan 95 % 94,2 % 99,2 % Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100 % 100 % 100 %

Peningkatan Penyelesaian Perkara. Persentase mediasi yang diselesaikan 95 % 94,2 % 99,2 % Persentase sisa perkara yang diselesaikan 100 % 100 % 100 % RINGKASAN EKSEKUTIF Dengan berakhirnya Tahun Anggaran 2015 menandai Pengadilan Agama Watampone telah menyelesaikan Rencana Kinerjanya dari tahun pertama Rencana Strategis Pengadilan Agama Watampone Tahun

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 90 TAHUN 2010010 TENTANG PENYUSUNAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Menimbang

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN PENGADILAN AGAMA MAJALENGKA TAHUN 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN PENGADILAN AGAMA MAJALENGKA TAHUN 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN PENGADILAN AGAMA MAJALENGKA TAHUN 2014 SASARAN PROGRAM KEGIATAN KET URAIAN INDIKATOR KINERJA TARGET URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN TARGET 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Peningkatan pelayanan

Lebih terperinci

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 01/PJ.

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PAJAK LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 01/PJ. KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN I SURAT EDARAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK NOMOR SE - 01/PJ.01/2012 TENTANG PENYUSUNAN DAN PENYAMPAIAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP)

Lebih terperinci

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA C. PENJELASAN ATAS POS POS NERACA C.1. PENJELASAN UMUM NERACA Neraca adalah Laporan Keuangan yang menginformasikan/menggambarkan harta kekayaan, kewajiban dan pembiayaan dalam bentuk equitas dana suatu

Lebih terperinci

SISTEMATIKA LAPORAN. BAB IV : PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN DAN ANGGARAN a. Realisasi Pelaksanaan Program Kegiatan; b. Realisasi Anggaran.

SISTEMATIKA LAPORAN. BAB IV : PELAKSANAAN PROGRAM KEGIATAN DAN ANGGARAN a. Realisasi Pelaksanaan Program Kegiatan; b. Realisasi Anggaran. 2013, No.1349 8 Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Lampiran Daftar Tabel Daftar Gambar LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 9 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM LAPORAN

Lebih terperinci

Revisi ke : 01 Tanggal : 19 Maret 2014

Revisi ke : 01 Tanggal : 19 Maret 2014 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : SATU SET DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN A. DASAR HUKUM : 1. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2. UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 203 No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA 2 3. Terwujudnya penyelesaian perkara yang tepat waktu, transparan dan akuntabel.a. Prosentase pendaftaran

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN

RENCANA KINERJA TAHUNAN RENCANA KINERJA TAHUNAN Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 202 No. SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA. Terwujudnya penyelesaian perkara yang tepat waktu, transparan dan akuntabel.a. Prosentase pendaftaran

Lebih terperinci

PROGRAM KERJA PADA PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK TAHUN 2014

PROGRAM KERJA PADA PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK TAHUN 2014 KERJA PADA PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK TAHUN 2014 A. KEPANITERAAN (Penyelenggaraan peradilan) 1. Terwujudnya pelayanan - Menyelenggarakan 1. Menyelesaikan perkara 1. Menyelesaikan sisa perkara tahun

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK NOMOR SP DIPA-15.3-/216 A. DASAR HUKUM 1. 2. 3. UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara.

Lebih terperinci

BAB II SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN

BAB II SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN BAB II SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN A. Sistem Akuntansi Keuangan SAK merupakan subsistem SAI yang digunakan untuk memproses transaksi anggaran dan realisasinya, sehingga menghasilkan Laporan Realisasi Anggaran.

Lebih terperinci

PENGADILAN NEGERI MEDAN (NIAGA, HAM, PHI, PERIKANAN DAN TIPIKOR) JL. PENGADILAN NO.8 MEDAN

PENGADILAN NEGERI MEDAN (NIAGA, HAM, PHI, PERIKANAN DAN TIPIKOR) JL. PENGADILAN NO.8 MEDAN PENGADILAN NEGERI MEDAN (NIAGA, HAM, PHI, PERIKANAN DAN TIPIKOR) JL. PENGADILAN NO.8 MEDAN - 20112 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) 2011 KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 259/PMK.05/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 259/PMK.05/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 259/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN PENGELOLAAN PENERUSAN PINJAMAN DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KETUA MUDA URUSAN LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA DAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR: 04/TUADA-AG/II/2011 NOMOR: 020/SEK/SK/H/2011 TENTANG

KEPUTUSAN KETUA MUDA URUSAN LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA DAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR: 04/TUADA-AG/II/2011 NOMOR: 020/SEK/SK/H/2011 TENTANG KEPUTUSAN KETUA MUDA URUSAN LINGKUNGAN PERADILAN AGAMA DAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR: 04/TUADA-AG/II/2011 NOMOR: 020/SEK/SK/H/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SURAT EDARAN MAHKAMAH AGUNG RI NOMOR

Lebih terperinci

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015

KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN LAPORAN KINERJA SEKRETARIAT DEWAN PERTIMBANGAN PRESIDEN TAHUN 2015 JAKARTA, FEBRUARI 2016 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR... i DAFTAR

Lebih terperinci

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 PENGADILAN NEGERI PUTUSIBAU PENGADILAN NEGERI PUTUSSIBAU JL. ANTASARI NO. 3 Telp. (0567) 21015-22494 PUTUSSIBAU 78711 ` BAB I PENDAHULUAN

Lebih terperinci

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA C.1. Penjelasan Umum Neraca Komposisi Neraca per 30 Juni 2012 adalah sebagai berikut :

C. PENJELASAN ATAS POS- POS NERACA C.1. Penjelasan Umum Neraca Komposisi Neraca per 30 Juni 2012 adalah sebagai berikut : C. PENJELASAN ATAS POS POS NERACA C.1. Penjelasan Umum Neraca Komposisi Neraca per 30 Juni 2012 adalah sebagai berikut : Tabel 9 Perbandingan Neraca Semester I dan Semester I Uraian Semester I % Kenaikan/

Lebih terperinci

ANGGARAN PENGADILAN MAUPUN UNIT PELAKSANA TEKNIS SERTA LAPORAN KEUANGANNYA TAHUN 2011

ANGGARAN PENGADILAN MAUPUN UNIT PELAKSANA TEKNIS SERTA LAPORAN KEUANGANNYA TAHUN 2011 ANGGARAN PENGADILAN MAUPUN UNIT PELAKSANA TEKNIS SERTA LAPORAN KEUANGANNYA TAHUN 2011 Kegiatan urusan keuangan adalah menjadi tanggung jawab Kepala Sub. Bagian Keuangan yaitu Sdri. Dartik, S.PdI akan tetapi

Lebih terperinci

LAPORAN REALISASI PENYERAPAN ANGGARAN DIPA SATUAN KERJA BULAN SEPTEMBER TAHUN 2016

LAPORAN REALISASI PENYERAPAN ANGGARAN DIPA SATUAN KERJA BULAN SEPTEMBER TAHUN 2016 005.01.2900.400823 BADAN URUSAN ADMINISTRASI 5.764.099.000,00 5.764.099.000,00 4.231.167.974,00 75,13 429.760.188,00 7,46 4.667.328.162,00 80,97 1.096.770.838,00 19,03 005.01.01 Program Dukungan Manajemen

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2015 NOMOR : SP DIPA /2015 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 27 Tahun

Lebih terperinci

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KERJA

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KERJA BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KERJA A. RENCANA STRATEGIS Mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 201 Mahkamah Agung RI telah mencanangkan Rencana Strategis 5 tahunan yang berarti tahun 2011 merupakan tahun

Lebih terperinci

Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan good governance dalam

Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan good governance dalam P R O P O S A L PROGRAM APLIKASI KOMPUTER SISTEM INFORMASI KEUANGAN - SISKA (Micro Treasury System) LATAR BELAKANG Dalam rangka mendukung program Pemerintah untuk mewujudkan good governance dalam penyelenggaraan

Lebih terperinci

1. Indikator Kinerja Utama

1. Indikator Kinerja Utama 1. Indikator Kinerja Utama No. Indikator Kinerja Target 1. 1. Prosentase Jumlah Penyelesaian Perkara 2. Jumlah Perkara Bagi Masyarakat Miskin dan Terpinggirkan yang diselesaikan tepat waktu. 3. Jumlah

Lebih terperinci

MONITORING DAN EVALUASI KINERJA ATAS PELAKSANAAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DIREKTORAT JENDERAL POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM KEMENTERIAN DALAM NEGERI

MONITORING DAN EVALUASI KINERJA ATAS PELAKSANAAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DIREKTORAT JENDERAL POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM KEMENTERIAN DALAM NEGERI KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN MONITORING DAN EVALUASI KINERJA ATAS PELAKSANAAN RENCANA KERJA DAN ANGGARAN DIREKTORAT JENDERAL POLITIK DAN PEMERINTAHAN UMUM KEMENTERIAN

Lebih terperinci

II. PROSEDUR PENYUSUNAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DIPA )

II. PROSEDUR PENYUSUNAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN ( DIPA ) STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP ) URUSAN KEUANGAN PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT I. PROSEDUR PERENCANAAN ANGGARAN PENGADILAN TINGGI SAMARINDA PENGADILAN NEGERI TANAH GROGOT Jalan Jenderal Sudirman No.

Lebih terperinci

PENGADILAN AGAMA BANGLI

PENGADILAN AGAMA BANGLI PENGADILAN AGAMA BANGLI LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKjIP) TAHUN 2015 i KATA PENGANTAR Sehubungan dengan usaha penguatan akuntabilitas kinerja sebagaimana diatur dalam Intruksi Presiden Nomor

Lebih terperinci

No Deskripsi Check KODE SATKER : Daftar Check Laporan Keuangan Tahunan 2013 untuk kode BA.ES

No Deskripsi Check KODE SATKER : Daftar Check Laporan Keuangan Tahunan 2013 untuk kode BA.ES KODE SATKER : Daftar Check Laporan Keuangan Tahunan 2013 untuk kode BA.ES1 005.01 No Check 1. Nilai saldo akhir neraca audited 2012 2. Nilai saldo awal neraca 2013 3. Kesamaan saldo akhir neraca 2012 dan

Lebih terperinci

Denpasar, 25 November Oleh : R. Wiwin Istanti, S.E., Ak., M.Laws Kakanwil DJPB Prov. Bali

Denpasar, 25 November Oleh : R. Wiwin Istanti, S.E., Ak., M.Laws Kakanwil DJPB Prov. Bali Revisi Anggaran Pada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Tahun Anggaran 2016 Denpasar, 25 November 2016 Oleh : R. Wiwin Istanti, S.E., Ak., M.Laws Kakanwil DJPB Prov. Bali 1 LANDASAN HUKUM Peraturan Menteri Keuangan

Lebih terperinci

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010

Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010 LANGKAH-LANGKAH SETELAH DITETAPKAN MENJADI SATUAN KERJA PK BLU SETELAH DITETAPKAN MENJADI SATKER BLU APA YANG HARUS DILAKUKAN Asumsi : Satker Ditetapkan pada Tahun 2010 Menyetorkan seluruh PNBP TA 2010

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO NOMOR : 57 TAHUN : 2015 PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 56 TAHUN 2015 TENTANG TATA CARA PERGESERAN ANGGARAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KULON PROGO,

Lebih terperinci

PERKARA BANDING YANG DITERIMA PADA PENGADILAN TINGGI AGAMA BANJARMASIN BULAN NOPEMBER TAHUN 2015

PERKARA BANDING YANG DITERIMA PADA PENGADILAN TINGGI AGAMA BANJARMASIN BULAN NOPEMBER TAHUN 2015 N O M O R PENGADILAN AGAMA Izin Poligami Pencegahan Perkawinan Penolakan Perk. Oleh PPN Pembatalan Perkawinan Kelalaian atas Kewajiban Sm/Is Cerai Talak Cerai Gugat Harta Bersama Penguasaan Anak Nafkah

Lebih terperinci

SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR: 59/SE/M/2015 TENTANG

SURAT EDARAN MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT NOMOR: 59/SE/M/2015 TENTANG MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA MENTERI PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAREPUBLIK INDONESIA Kepada Yth. 1. Para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya; 2. Para Kuasa Pengguna Anggaran;

Lebih terperinci

BAGAN MEKANISME PENGUSULAN PENGELOLA ANGGARAN YANG DITETAPKAN OLEH MENTERI SEKRETARIS NEGARA SELAKU PENGGUNA ANGGARAN/PENGGUNA BARANG

BAGAN MEKANISME PENGUSULAN PENGELOLA ANGGARAN YANG DITETAPKAN OLEH MENTERI SEKRETARIS NEGARA SELAKU PENGGUNA ANGGARAN/PENGGUNA BARANG SUBLAMPIRAN 1 PERATURAN MENTERI SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 3 TAHUN 2007 TANGGAL 1 OKTOBER 2007 BAGAN MEKANISME PENGUSULAN PENGELOLA ANGGARAN YANG DITETAPKAN OLEH MENTERI SEKRETARIS NEGARA

Lebih terperinci

Aplikasi SAIBA 2015 dibangun dengan VFP 7, dan Database Vfp7.

Aplikasi SAIBA 2015 dibangun dengan VFP 7, dan Database Vfp7. ===================================== Aplikasi SAIBA 2015 dibangun dengan VFP 7, dan Database Vfp7. Aplikasi tingkat UAKPA, hanya terdiri 1 Aplikasi, yaitu Aplikasi SAIBA. Aplikasi ini digunakan untuk

Lebih terperinci

BAB III PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA

BAB III PENCAIRAN DAN PENYALURAN DANA DEPARTEMEN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN PERATURAN DIREKTUR JENDERAL PERBENDAHARAAN NOMOR PER- 22/PB/2006 TENTANG PETUNJUK PENYALURAN DAN PENCAIRAN DANA BANTUAN SOSIAL

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN DESEMBER TAHUN 2014

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN DESEMBER TAHUN 2014 Nomor 07 Bulan Desember 2014 PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN DESEMBER TAHUN 2014 Alokasi anggaran pusat yang dikelola oleh Kanwil

Lebih terperinci

Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014

Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA Tata Cara Revisi Anggaran Tahun Anggaran 2014 (PMK No. 07/PMK.02/2014, tanggal 13 Januari 2014) Jakarta, 27 Januari 2014 1 Pokok Pengaturan 1 2 3 4 5 6 7 8 Hal-hal

Lebih terperinci

LAPORAN KEMAJUAN PERKEMBANGAN PROGRAM/KEGIATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA

LAPORAN KEMAJUAN PERKEMBANGAN PROGRAM/KEGIATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA LAPORAN KEMAJUAN PERKEMBANGAN PROGRAM/KEGIATAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA KONDISI BULAN DESEMBER 2014 http://lapker.dikti.go.id/ KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA BIRO ADMINISTRASI

Lebih terperinci

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN SEPTEMBER TAHUN 2014

PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN SEPTEMBER TAHUN 2014 Nomor 04 Bulan September 2014 PERKEMBANGAN PELAKSANAAN ANGGARAN PUSAT LINGKUP KANWIL DITJEN PERBENDAHARAAN PROVINSI SULAWESI BARAT BULAN SEPTEMBER TAHUN 2014 Alokasi anggaran pusat yang dikelola oleh Kanwil

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65/PMK.02/2008 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65/PMK.02/2008 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 65/PMK.02/2008 TENTANG TATA CARA PERHITUNGAN, PENYEDIAAN, PENCAIRAN DAN PERTANGGUNGJAWABAN DANA APBN YANG KEGIATANNYA DILAKSANAKAN

Lebih terperinci

BAB I. Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Negara Republik Indonesia

BAB I. Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Negara Republik Indonesia BAB I A. LATAR BELAKANG Berdasarkan Pasal 24 ayat (2) Undang-Undang Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang telah diamandemen bahwa Kekuasaan Kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan Badan

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 140/PMK.02/2015

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 140/PMK.02/2015 SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 140/PMK.02/2015 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI KEUANGAN NOMOR 257/PMK.02/2014 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2015

Lebih terperinci

PENETAPAN KINERJA. Pengadilan Agama Tulungagung Tahun c. Prosentase pendaftaran perkara permohonan kasasi 100%

PENETAPAN KINERJA. Pengadilan Agama Tulungagung Tahun c. Prosentase pendaftaran perkara permohonan kasasi 100% PENETAPAN KINERJA Pengadilan Agama Tulungagung Tahun 0 PROGRAM / 3 5. Terwujudnya penyelesaian perkara yang tepat waktu, transparan dan akuntabel.a. Prosentase pendaftaran perkara gugatan/permohonan pada

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 14 Tahun

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 268/PMK.05/2014

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 268/PMK.05/2014 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 268/PMK.05/2014 TENTANG TATA CARA PELAKSANAAN ANGGARAN DANA OPERASIONAL MENTERI/PIMPINAN LEMBAGA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 14 Tahun

Lebih terperinci

dilakukan proses serah terima kepada pemilik aset telah sesuai dengan posisi Neraca pada SIMAK- penambahan aset yang berasal dari pembelian dan

dilakukan proses serah terima kepada pemilik aset telah sesuai dengan posisi Neraca pada SIMAK- penambahan aset yang berasal dari pembelian dan 11 Apakah nilai persediaan pada Neraca telah sesuai antara laporan manual, Aplikasi Persediaan dan aplikasi SIMAK-BMN? pencocokan laporan manual dengan aplikasi persediaan, kemudian lakukan pengiriman

Lebih terperinci

BAB III CETAK DOKUMEN

BAB III CETAK DOKUMEN BAB III CETAK DOKUMEN Setelah melakukan kegiatan pada menu Input Data, kegiatan selanjutnya adalah menayangkan atau mencetak dokumen yang diperlukan baik ke layar monitor maupun ke printer. Menu Cetak

Lebih terperinci

PEDOMAN REKONSILIASI. A. Latar Belakang Rekonsiliasi

PEDOMAN REKONSILIASI. A. Latar Belakang Rekonsiliasi PEDOMAN REKONSILIASI A. Latar Belakang Rekonsiliasi Sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah Pasal 33 menyatakan

Lebih terperinci

yang ditindaklanjuti (dieksekusi) tidak ada realisasinya selama tahun 2015.

yang ditindaklanjuti (dieksekusi) tidak ada realisasinya selama tahun 2015. RINGKASAN EKSEKUTIF Selama tahun 2015, Pengadilan Agama Kebumen telah berhasil melaksanakan misi yang diemban dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Keberhasilan Pengadilan Agama

Lebih terperinci

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM

MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BADAN PERADILAN UMUM NOMOR : 1/DJU/OT 01.3/VIII/2011 TENTANG PETUNJUK PELAKSANAAN SURAT EDARAN MAHKAMAH

Lebih terperinci

BAB XI AKUNTANSI PADA KUASA PENGGUNA ANGGARAN

BAB XI AKUNTANSI PADA KUASA PENGGUNA ANGGARAN BAB XI AKUNTANSI PADA KUASA PENGGUNA ANGGARAN Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) adalah unit akuntansi pada tingkat Satuan Kerja sebagai entitas akuntansi. Secara definisi, satuan kerja adalah kuasa pengguna

Lebih terperinci

Pelaksanaan Likuidasi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga (PMK 272/PMK.05/2014)

Pelaksanaan Likuidasi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga (PMK 272/PMK.05/2014) Pelaksanaan Likuidasi Entitas Akuntansi dan Entitas Pelaporan pada Kementerian Negara/Lembaga (PMK 272/PMK.05/2014) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Direktorat Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Integritas

Lebih terperinci

MANUAL PENGGUNAAN! SISTEM INFORMASI PERENCANAAN! (SIMPER)!

MANUAL PENGGUNAAN! SISTEM INFORMASI PERENCANAAN! (SIMPER)! MANUAL PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PERENCANAAN (SIMPER) PENERIMAAN, BELANJA DAN REALISASI TAHUN ANGGARAN 2015 UNIVERSITAS UDAYANA A. Login ke Sistem Untuk mengakses Sistem Informasi Perencanaan maka pada

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 14 Tahun

Lebih terperinci

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 263/PMK.05/2014 TENTANG

SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 263/PMK.05/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA SALINAN PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 263/PMK.05/2014 TENTANG SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB II PERE CA AA DA PE ETAPA KI ERJA

BAB II PERE CA AA DA PE ETAPA KI ERJA BAB II PERE CA AA DA PE ETAPA KI ERJA A. RE CA A STRATEGIS Mulai tahun 2010 sampai dengan tahun 2014 Mahkamah Agung RI telah mencanangkan Rencana Strategis 5 tahunan yang berarti tahun 2011 merupakan tahun

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 14 Tahun

Lebih terperinci

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN PETIKAN TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016 KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN : Satu set DIPA Petikan A. Dasar Hukum: 1.UU No. 17 Tahun 23 tentang Keuangan Negara. 2.UU No. 1 Tahun 24 tentang Perbendaharaan Negara. 3.UU No. 14 Tahun

Lebih terperinci

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PENGADILAN AGAMA KAB. MALANG TAHUN 2014

RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PENGADILAN AGAMA KAB. MALANG TAHUN 2014 RENCANA KINERJA TAHUNAN (RKT) PENGADILAN AGAMA KAB. MALANG TAHUN 2014 PENGADILAN AGAMA KABUPATEN MALANG Jl. Panji No. 202 Kepanjen Malang Telp (0341) 397200 Faks. (0341) 395786 email. Pa.kab.malang@gmail.com

Lebih terperinci

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/PMK.02/2014 TENTANG

MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/PMK.02/2014 TENTANG MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7/PMK.02/2014 TENTANG TATA CARA REVISI ANGGARAN TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, MENTERI KEUANGAN

Lebih terperinci