ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 7 KOTA JAMBI. Oleh: UNDARI SULUNG NIM: ERA 1D

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 7 KOTA JAMBI. Oleh: UNDARI SULUNG NIM: ERA 1D 009143"

Transkripsi

1 ARTIKEL ILMIAH HUBUNGAN KEMANDIRIAN DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 7 KOTA JAMBI Oleh: UNDARI SULUNG NIM: ERA 1D PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI JULI 2014

2 HUBUNGAN KEMANDIRIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 7 KOTA JAMBI Oleh :Undari Sulung Program Studi Bimbingan Dan Konseling FKIP Universitas Jambi Kemandirian dapat di artikan seseorang mampu berpikir dan dapat melakukan sesuatu untuk dirinya sediri, dalam hal emosinal, tingkah laku ataupun nilai-nilai moral, yang tidak tergantung pada orang lain, tidak takut mengambil resiko dan percaya diri. Siswa yang mandiri dapat dilihat dari individu yang mampu menyelesaikan sesuatu untuk dirinya sendiri, melaksanakan tugas-tugas dan dapat menentukan tujuan pribadinya. kemandirian perlu ditanamkan sejak anak berusia sangat dini dan mulai dari rumah sendiri, melalui pembiasaan dan latihan-latihan, sehingga akan menjadikan anak berprilaku positif dan hasil belajarnyapun dapat meningkat. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dekerjakan. Prestasi adalah prestasi belajar siswa yang di wujudkan dalam bentuk anggka atau nilai yang di cantumkan pada buku rapor semester genap tahun ajaran 2013/2014.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagai mana kemandirian dalam aspek (emosinal, tingkah laku, dan nilai moral ), prestasi siswa ( leger nilai siswa semester genap tahun ajaran, 2013/2014 ), dan bagai mana hubungan kemandirian dengan prestasi belajar siswa. Penelitian ini di batasi pada hubungan kemandirian dan prestasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP N 7 Kota Jambi. Kemandirian yang di maksud di sini adalah kemandiran emosinal hubungan antara anak dan orang tua nya, tingkah laku yang membuat keputusan-keputusan yang tidk tergantung pada orang lain, dan kemandirian nilai moral, tau mana yang salah dan benar. Prestasi belajar yang di maksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang siswa dengan ukuran penarikan sebesar 20 % dari populasi sebanyak 313 siswa. Dengan mengunakan intrapolasi, dan random sampling, kemudian di olah dengan teknik presentase. Untuk memperoleh datadata yang diperlukan, mengunakan angket yang di isi siswa sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi yang berusaha mencari hubungan antara kamandirian dan prestasi belajar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemandiran dan prestasi belajar siswa memiliki nilai korelasi 0,708 yang menunjukan korelasi sedang, hubungan memadai pada siswa kelas VIII di SMP N 7 Kota Jambi. Berdasarkan temuan tersebut disaran kan agar siswa dapat mempertahan kan dan meningkatkan kemandirian yang di miliki nya dan di bimbing oleh guru pembimbing yang ada desekolah. Kata Kunci: I. PEDAHULUAN II. TINJAUAN ATAU KAJIAN PUSTAKA III. KESIMPULAN IV. HASIL PEMBAHASAN V. DAFTAR PUSTAKA

3 HUBUNGAN KEMANDIRIAN DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMPN 7 KOTA JAMBI Oleh : Undari Sulung Program Studi Bimbingan Dan Konseling FKIP Universitas Jambi RINGKASAN Kemandirian dapat di artikan seseorang mampu berpikir dan dapat melakukan sesuatu untuk dirinya sediri, dalam hal emosinal, tingkah laku ataupun nilai-nilai moral, yang tidak tergantung pada orang lain, tidak takut mengambil resiko dan percaya diri. Siswa yang mandiri dapat dilihat dari individu yang mampu menyelesaikan sesuatu untuk dirinya sendiri, melaksanakan tugas-tugas dan dapat menentukan tujuan pribadinya. kemandirian perlu ditanamkan sejak anak berusia sangat dini dan mulai dari rumah sendiri, melalui pembiasaan dan latihan-latihan, sehingga akan menjadikan anak berprilaku positif dan hasil blajarnyapun dapat meningkat. Prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dilakukan atau dekerjakan. Prestasi adalah prestasi belajar siswa yang di wujudkan dalam bentuk anggka atau nilai yang di cantumkan pada buku rapor semester genap tahun ajaran 2013/2014.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagai mana kemandirian dalam aspek (emosinal, tingkah laku, dan nilai moral ), prestasi siswa ( leger nilai siswa semester genap tahun ajaran, 2013/2014 ), dan bagai mana hubungan kemandirian dengan prestasi belajar siswa.. Penelitian ini di batasi pada hubungan kemandirian dan prestasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP N 7 Kota Jambi. Kemandirian yang di maksud di sini adalah kemandiran emosinal hubungan antara anak dan orang tua nya, tingkah laku yang membuat keputusan-keputusan yang tidk tergantung pada orang lain, dan kemandirian nilai moral, tau mana yang salah dan benar. Prestasi belajar yang di maksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada semester genap tahun ajaran 2013/2014. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 62 orang siswa dengan ukuran penarikan sebesar 20 % dari populasi sebanyak 313 siswa. Dengan mengunakan intrapolasi, dan random sampling, kemudian di olah dengan teknik presentase. Untuk memperoleh datadata yang diperlukan, mengunakan angket yang di isi siswa sebagai subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian korelasi yang berusaha mencari hubungan antara kamandirian dan prestasi belajar. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kemandiran dan prestasi belajar siswa memiliki nilai korelasi 0,708 yang menunjukan korelasi sedang, hubungan memadai, pada siswa kelas VIII di SMP N 7 Kota Jambi. Berdasarkan temuan tersebut disaran kan agar siswa dapat mempertahan kan dan meningkatkan kemandirian yang di miliki nya dan di bimbing oleh guru pembimbing yang ada desekolah.

4 I. PENDAHULUAN Manusia merupakan makhluk sosial yang lemah dilahirkan dalam kondisi tidak berdaya. Ia akan tergantung pada orangtua dan orang-orang yang berada di sekitarnya hingga waktu tertentu.dengan berlalunya waktu dan proses perkembangan pada anak, seorang anak perlahan-lahan akan melepaskan ketergantungannya pada orangtua atau orang lain di sekitarnya dan belajar untuk hidup mandiri. Hal ini merupakan suatu proses alamiah yang dialami oleh semua makhluk hidup, tidak terkecuali manusia. Mandiri atau sering juga disebut berdiri diatas kaki sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk tidak tergantung pada orang lain serta bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Beberapa ahli menyatakan betapa pentingnya peran kemandirian dalam hidup seseorang. Menurut Stinberg (dalam cindy, 2013) kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan yang fundamental pada tahun-tahun perkembangan masa remaja. Di sebut fundamental karena mencapai kemandirina pada remaja sangat penting artinya dalam kerangka menjadi individu dewasa. Bahkan pentingnya kemandirian yang di peroleh individu pada masa remaja sama pentingnya dengan mencapai identitas diri oleh mereka. Kemudian Nuryoto (2013, jurnal.utag-sby.ac.id/index.php/persona/article/view/51) menyatakan bahwa individu yang memiliki kemandirian yang kuat akan mampu bertanggung jawab, berani menghadapi masalah dan resiko, dan tidak mudah terpengaruh dan tergantung pada orang lain. Mencapai kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan pada remaja. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Mappiare (dalam walidrahmanto, 2011 ) bahwa remaja di tuntut untuk tidak selalu tergantung pada orang tua atau orang dewasa lainya secara emosional, maupun mengatur keuangan sendiri dan dapat memilih serta mempersiapkan dirinya kearah pekerjaan atau jabatan. Sementara itu, Steiberg (Dalam Depi Andriani 2012) membedakan kareteristik kamandirian atas tiga bentuk, yaitu: 1. Kemndirian emosional, yaitu aspek kemandirian yang menyatakan perubahan kedekatan hubungan emosinal antara individu, seperti hubungan emosional peserta didik dengan guru atau oranng tua

5 2. Kemandirian tingkah laku, yaitu suatu kemnadirian untum membuat keputusan-keputusan tanpa tergantung pada orang lain dan melakukan nya secara bertanggung jawab 3. Kemandirian nilai, yaitu kempuan memangnai seperangkat prinsip tenang benar dan salah, dan tentang pa yang penting dan apa yang tidak penting. Pencapain kemandirian tersebut sangat penting bagi remaja, karena hal itu sebagian tanda kesiapan untuk memasuki fase berikutnya dengan berbagai tuntutan yang lebih beragam sebagai orang dewasa, kegagalan dalam mencapai kemandirian dapat berdampak negatif pada diri remaja. Ketergantungan pada orang lain menyebabkan seorang remaja ragu-ragu dalam mengambil keputusan sendiri tidak percaya diri mudah terpengaruh oleh orang lain hingga ahirnya mengalami kesulitan untuk menemukan identitas diri dalam usaha pencapain kemandirian remaja. Sangat membutuhkan dukungan dari orang sekitarnya, terutama lingkungan kelurga sebagai lingkungan terdekat. Tanpa kemandirian, individu tidak mungkin bisa mempengaruhi dan menguasai lingkungan, tetapi justru akan banyak menerima pengaruh dari lingkungan dan dikuasai oleh lingkungannya. Kemandirian mendorong setiap individu untuk berkreasi dan berprestasi serta mengantarkan seseorang menjadi individu yang produktif dan efisien. Widjaja (dalam Mariana 2012) menjelaskan bahwa kemandirian merupakan salah saty cirri kematangan yang memungkinkan seorang anak berfungsi otonom, berusaha kearah kearah terujudnya prestasi pribadi dan tercapainya tujuan. Prestasi belajar sangat dipengaruhi oleh factor intern dan factor ekstern Slameto (2013, 54). Namun demikian dalam proses belajar mengajar, kepercayaan akan kemampuan diri sendiri menjadi dasar keberhasilan seseorang dalam meraih prestasi belajarnya. Penguasaan materi yang diberikan untuk menghadapi ujian, akan membantu dalam meningkatkan kepercayaan dirinya. Menurut rola (dalam ardimivis, 2012) salah satu factor yang bisa mempengaruhi prestasi belajar adalah peranan konsep diri, konsep diri merupakan bagaimana individu berpikir tentang dirinya sendiri. Apabila individu percaya

6 bahwa dirinya mampu untuk malekukan sesuatu, maka individu akan termotivasi untuk melekukan hal tersebut sehingga berpengaruh dari tingkah lakukanya. Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti merasa ada hubungan antara kemandirian dan prestasi belajar yang penting untuk di teliti. Alasan inilah yang mengarahkan peneliti untuk mengambil judul dari penelitian ini adalah Hubungan kemandirian dan Prestasi belajar pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Kota Jambi Dipilihnya SMP di SMP Negeri 7 Kota Jambi sebagi lokasi penelitian, sepengetahuan peneliti yang pernah melaksanakan praktek lapangan di SMP N 7, peneliti mengamati kemandirian seorang siswa bisa mempengeruhi prestasi belajar siswa tersebut, dari penomena lapangan maka peneliti tertarik malaksanakan penelitian dengan judul : Hubungan kemandirian dengan pertasi belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 7 Kota Jambi II. TINJAUAN PUSTAKA a. Kemandirian Berdasarkan kamus bahasa Indonesia kata mandiri di artikan sebagia suatu keadaan dapat berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain. Kata kemandirian adalah kata benda dari kata mandiriyang di artikan sebagai hal atau keadaan dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada orang lain Mencapai kemandirian merupakan salah satu tugas perkembangan pada remaja. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Mappiare ( dalam walidrahmanto, 2011 ) bahwa remaja di tuntut untuk tidak selalu tergantung pada orang tua atau orang dewasa lainya secara emosional, maupun mengatur keuangan sendiri dan dapat memilih serta mempersiapkan dirinya kearah pekerjaan atau jabatan. Sementara itu, Steiberg(Dalam Depi Andriani 2012) membedakan kareteristik kamandirian atas tiga bentuk, yaitu: 1. Kemndirian emosional, yaitu aspek kemandirian yang menyatakan perubahan kedekatan hubungan emosinal antara individu, seperti hubungan emosional peserta didik dengan guru atau oranng tua 2. Kemandirian tingkah laku, yaitu suatu kemnadirian untum membuat keputusan-keputusan tanpa tergantung pada orang lain dan melakukan nya secara bertanggung jawab 3. Kemandirian nilai, yaitu kempuan memangnai seperangkat prinsip tenang benar dan salah, dan tentang pa yang penting dan apa yang tidak penting.

7 Kemandirian, yang di maksud dalam penelitian ini adalah kemandirian yang di lihat dari aspek, kemandirian emosional, kemandirian tingkah laku, dan kemandirian nilai. b. Prestasi belajar Menurut siti (dalam Azhar 2012) prestasi belajar adalah hasil yang di capai oleh seseorang dalam kegiatan belajar. Sejalan dengan pendapat Sunarya (dalam Azhar 2012), menyatakan prestasi belajar Keberhasilan murid dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau skor dari hasil tes mengenai sejumlah pelajaran tertentu. Dari penjelasan di atas prestasi belajar yang di maksud dalam penelitian ini adalah hasil belajar setelah mengikuti tes atau ujian.(leger nilai) III. METODOLIGI PENELITIN Berdasarkan pertanyaan dan tujuan penelitian maka penelitian yang di lakukan ini termasuk jenis penelitian korelasional. Sebagai mana yang di kemukakan oleh sutja (2005:52) bahwa penelitian korelasoinal adalah mencari hubungan atau saling ketergantungan di antara dua variable atau lebih Berdasarkan pendapat di atas dapat di simpulkan bahwa penelitian ini mencari hubungan antara kemandirian dan prestasi belajar siswa di SMP Negeri 7 Kota Jambi IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penyebaran angket tentang, kemandirian yang mencakup dalam aspek, kemandirian emosional, tingkah laku dan nilai, adalah tinggi (80,73) dan prestasi belajar siswa dengan rata-rata 3,19 ( 79,80 % ). Berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang telah di lakukan di peroleh hasil korelasi sebesar 0,708 yang menunjukan korelasi sedang, hubungan memadai, hal tersebut dapat dinyatakan bahwa kemandirian memiliki hubungna yang memadai dengan prestasi belajar siswa di SMPN 7 Kota Jambi

8 V. KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dapat dapat di simpulkan sebagi berikut 1. Hasil dari penyebaran anggket kemandirian yang mencakup dalam aspek, kemandirian emosional, tingkah laku dan nilai, adalah tinggi (80,73). Hal ini dapat di artikan bahwa pada umum nya siswa kelas VIII di SMPN 7 Kota Jambi memiliki tingkat kemandirian yang tinggi 2. Hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat hubungna antara kemandirian dan prestasi belajar siswa kelas VIII di SMPN 7 Kota Jambi dapat di terima. Artinya terdapat hubungna antara kemandirian dan prestasi belajar siswa di SMPN 7 Kota Jambi. Hubungan tersebut berada pada taraf sedang, bahwa dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang sedang dan hubungan memadai. Hasil penelitian yang menyatakan bahwa terdapat hubungna antara kemandirian dan prestasi belajar siswa di SMPN 7 Kota Jambi. Hubungan tersebut berada pada taraf sedang, bahwa dapat dikatakan bahwa terdapat korelasi yang sedang dan hubungan memadai, maka hasil penelitian tersebut dapat di implikasikan ke dalam bimbingan konseling. Layanan yang dapat diselenggarakan berdasarkan hasil penelitian tersebut antara lain layanan konseling individu bagi siswa yang memiliki prestasi di bawah rata dan bagi siswa yang memiliki kemandirian yang rendah, layanan konseling kelompok, layanan informasi dan sebagianya.

9 DAFTAR PUSTAKA Andriani, Depi Makalah psikologi perkembangan tentang kemandirian peserta didik. (online). (depiandriani.blogspot.com/2012/makalahpsikologi perkembangan tentang.html?m=1) Ardimivis,hitamandbiru.blogspot.com/2012/06/faktor-faktor-yangmempengaruhi.html Azharm2k.wordoress.com/2012/05/09/definisi-pengertian-danfaktor-faktor-yangmempengaruhi-prestasi-belajar/ Cindywidhiastuti.blogspot,com/2013/12/kemandirian-pada-anak-remaja.html Mariana17.blogspot.com/2012/12/perkembangan-kemandirian-remaja.html Nuryoto (jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/view/51) Slameto belajar dan factor-faktor yang mempengaruhi.jakarta: PT.renika cipta Sutja. A. Dkk Panduan penulisan skripsi program ektensi bimbingan dan konseling, FKIP Universitas Jambi Walidrahmanto.blogspot.com/2011/06/perkembandan-peserta-didik-tugas tugas.html

SKRIPSI. Oleh: Nama NIM PGPAUD

SKRIPSI. Oleh: Nama NIM PGPAUD SKRIPSI UPAYA PENINGKATANN KEMANDIRIAN ANAK MELALUI METODE BERMAIN PERAN PADAA KELOMPOK A TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI JATIROKEH SONGGOM BREBES Di ajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Lebih terperinci

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI

HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI HUBUNGAN MINAT BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR IPS DI SD GUGUS 1 KABUPATEN KEPAHIANG SKRIPSI Oleh: RESSA ARSITA SARI NPM : A1G009038 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

Lebih terperinci

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Matematika. Diajukan Oleh : WAHYU VITA LESTARI A 410 060 130

SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai Derajat S-1 Pendidikan Matematika. Diajukan Oleh : WAHYU VITA LESTARI A 410 060 130 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA (Untuk Kelas VIII SMP N 1 Tirtomoyo Semester Genap Pokok Bahasan Prisma) SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

SKRIPS. Oleh : AMIRUL HIKAM_ NIM : G 000 070 103 FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA SDIT MUHAMMADIYAH SINAR FAJAR CAWAS KLATEN TAHUN PELAJARAN 2009/2010 SKRIPS Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian dari

Lebih terperinci

penting dalam pengertian belajar, yaitu sebagai berikut:

penting dalam pengertian belajar, yaitu sebagai berikut: BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Deskripsi Teori 1. Hasil Belajar Akuntansi a. Pengertian Hasil Belajar Akuntansi Belajar merupakan suatu kebutuhan mutlak setiap manusia. Tanpa belajar manusia tidak dapat bertahan

Lebih terperinci

MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL BERBASIS SELF-MANAGEMENT

MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL BERBASIS SELF-MANAGEMENT MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR DENGAN LAYANAN KONSELING INDIVIDUAL BERBASIS SELF-MANAGEMENT PADA SISWA KELAS XI DI SMK NEGERI 1 PEMALANG TAHUN PELAJARAN 2013/2014 SKRIPSI diajukan dalam rangka menyelesaikan

Lebih terperinci

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006

STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 1 STUDI TENTANG CARA BELAJAR SISWA DALAM UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS II DI SMK BATIK 2 SURAKARTA TAHUN DIKLAT 2005/2006 SKRIPSI OLEH: PUTRI ARUMINGTYAS NIM : K 2402529 Skripsi

Lebih terperinci

KREATIVITAS GURU DALAM MERANCANG LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK KOTA GORONTALO

KREATIVITAS GURU DALAM MERANCANG LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK KOTA GORONTALO KREATIVITAS GURU DALAM MERANCANG LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PRODUKTIF DI SMK KOTA GORONTALO SAPIA HUSAIN Dinas Pendidikan Kota Gorontalo Abstract: Creative thinking, be creative,

Lebih terperinci

Oleh : Yustiana K2303068

Oleh : Yustiana K2303068 PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF SISWA SMA TAHUN AJARAN 2006/2007 Oleh : Yustiana K2303068 Skripsi Ditulis dan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam

BAB I PENDAHULUAN. Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Akhir masa kanak-kanak (late childhood) berlangsung dari usia enam tahun sampai tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Pada awal dan akhirnya,

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI. masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang. yang sangat penting baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan

BAB II LANDASAN TEORI. masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang. yang sangat penting baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan 15 BAB II LANDASAN TEORI A. Guru dan Orang Tua 1. Pengertian Guru dan Orang Tua a. Pengertian Guru Guru atau disebut juga dengan tenaga kependidikan adalah; anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan

Lebih terperinci

Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Formal Anak OLEH: RINI ANA WATI 07081002044

Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Formal Anak OLEH: RINI ANA WATI 07081002044 Persepsi Orang Tua Terhadap Pendidikan Formal Anak ( Studi Pada Jenjang Pendidikan SD Ke SMP Di Desa Rantau Alih Kecamatan Lintang Kanan Kabupaten Empat Lawang ) SKRIPSI Dibuat Untuk Memenuhi Syarat Mendapatkan

Lebih terperinci

HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 2006/2007

HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 2006/2007 HUBUNGAN MOTIVASI ORANG TUA DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA KELAS IV SD TANGGEL WINONG PATI TAHUN AJARAN 006/007 Skripsi Oleh AGUS P. ANDI W. NIM. K5103003 FAKULTAS KEGURUAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Internet sebagai salah satu media pembelajaran sangat dibutuhkan saat ini,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Internet sebagai salah satu media pembelajaran sangat dibutuhkan saat ini, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Internet sebagai salah satu media pembelajaran sangat dibutuhkan saat ini, baik secara langsung, sebagai media pembelajaran jarak jauh atau sebagai sarana bagi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi terjadi dimana-mana; di rumah, di kampus, di kantor, dan

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi terjadi dimana-mana; di rumah, di kampus, di kantor, dan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Komunikasi terjadi dimana-mana; di rumah, di kampus, di kantor, dan bahkan di masjid. Komunikasi menyentuh segala aspek kehidupan manusia. Sebuah penelitian

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069

SKRIPSI OLEH : LUH PUTU DIANI SUKMA NPM : 07.8.03.51.30.1.5.1069 i SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TAI PADA SISWA KELAS V SDN 8 DAUH PURI

Lebih terperinci

SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN

SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN 1 SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI DAN CARA BELAJAR TEHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X PROGRAM OTOMOTIF SMK SATYA KARYA KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 007/008 A. YULI SETIAWAN K 501016 PROGRAM PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ratih Pertiwi, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Ratih Pertiwi, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Masa remaja adalah masa di mana remaja berada pada periode yang penting, periode peralihan, periode perubahan, masa mencari identitas, usia yang menimbulkan

Lebih terperinci

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012

PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 PENINGKATAN PEMAHAMAN PEMBELAJARAN PAI MATERI SHALAT MELALUI MEDIA GAMBAR KELAS III SD NEGERI SUKOREJO I MERTOYUDAN MAGELANG TAHUN 2012 OLEH SASMIYAH NIM 11410113 JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

PENGARUH EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI DI MI YASPI LOSARI 1 PAKIS MAGELANG TAHUN 2012 SKRIPSI

PENGARUH EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI DI MI YASPI LOSARI 1 PAKIS MAGELANG TAHUN 2012 SKRIPSI PENGARUH EFEKTIVITAS PROSES PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI DI MI YASPI LOSARI 1 PAKIS MAGELANG TAHUN 2012 SKRIPSI DiajukanuntukMemperolehGelar SarjanaPendidikan Islam

Lebih terperinci

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATERI POKOK SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 2 KALIKAJAR KALIGONDANG PURBALINGGA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pola Asuh Orang Tua 2.1.1 Pengertian Pola Asuh Orang Tua Menurut Hurlock (1999) orang tua adalah orang dewasa yang membawa anak ke dewasa, terutama dalam masa perkembangan. Tugas

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK SUSUN PADA ANAK KELOMPOK B TK MOJOREJO 2 KEC. KARANGMALANG KAB.

UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK SUSUN PADA ANAK KELOMPOK B TK MOJOREJO 2 KEC. KARANGMALANG KAB. UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK MELALUI PERMAINAN BALOK SUSUN PADA ANAK KELOMPOK B TK MOJOREJO 2 KEC. KARANGMALANG KAB. SRAGEN TAHUN 2014/2015 A53H111002 NASKAH PUBLIKASI Untuk memenuhi sebagaian

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG Umar Wirahadi Kusuma Universitas Negeri Malang Pembimbing

Lebih terperinci

NI KOMANG SRI YULIANTARI NPM.:

NI KOMANG SRI YULIANTARI NPM.: SKRIPSI MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN BANGUN RUANG SISI DATAR MELALUI IMPLEMENTASI CTL DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS V A SD NEGERI 10 KESIMAN TAHUN

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA MATERI USAHA DAN MOMENTUM UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI SMA

PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA MATERI USAHA DAN MOMENTUM UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI SMA PILLAR OF PHYSICS EDUCATION, Vol. 1. April 2013, 63-70 PENGEMBANGAN BUKU AJAR BERMUATAN NILAI-NILAI KARAKTER PADA MATERI USAHA DAN MOMENTUM UNTUK PEMBELAJARAN FISIKA SISWA KELAS XI SMA Mila Anggela 1,

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Tinjauan Umum Tentang Peranan Orang Tua. terkait oleh kedudukannya dalam struktur sosial atau kelompok sosial di

TINJAUAN PUSTAKA. 1. Tinjauan Umum Tentang Peranan Orang Tua. terkait oleh kedudukannya dalam struktur sosial atau kelompok sosial di 13 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teoritis 1. Tinjauan Umum Tentang Peranan Orang Tua a. Pengertian Peranan Secara umum peranan adalah perilaku yang dilakukan oleh seseorang terkait oleh kedudukannya

Lebih terperinci

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN

PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PENANAMAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB SISWA PADA PELAKSANAAN ULANGAN HARIAN DALAM MATA PELAJARAN PKn Studi Kasus: Siswa Kelas VII B MTs Muhammadiyah 07 Klego Boyolali Tahun Ajaran 2013/2014) NASKAH PUBLIKASI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beberapa peneliti sebelumnya. Maka peneliti juga diharuskan untuk

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. beberapa peneliti sebelumnya. Maka peneliti juga diharuskan untuk BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Hasil-hasil Penelitian Terdahulu Penelitian ini juga pernah di angkat sebagai topik penelitian oleh beberapa peneliti sebelumnya. Maka peneliti juga diharuskan untuk mempelajari

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada

Lebih terperinci