BAB 3 METODE PENELITIAN. Bab ini akan menjelaskan metode penelitian yang mencakup definisi

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB 3 METODE PENELITIAN. Bab ini akan menjelaskan metode penelitian yang mencakup definisi"

Transkripsi

1 28 BAB 3 METODE PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan metode penelitian yang mencakup definisi operasional variabel penelitian, subyek penelitian, desain penelitian, lokasi penelitian, instrumen penelitian, serta prosedur selama penelitian berlangsung. 3.1 Definisi Operasional Definisi operasional atas variabel penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut Sikap Indikator sikap adalah aspek-aspek yang dijadikan sebagai penentu kecenderungan individu dalam melakukan evaluasi terhadap obyek sikap yaitu praktik khitan perempuan. Pada penelitian ini sikap mengarah pada pilihan setuju dan tidak setuju. Dalam Bernstein, dkk, Banaji & Heiphetz (2010) mengelompokkan sikap ke dalam tiga komponen penting yaitu Kognisi (Cognitive) Komponen yang mencakup penerimaan informasi dari lingkungan melalui panca indra, memprosesnya, mengenali yang dipersepsikan, membandingkannya dengan data yang

2 29 telah dimiliki, mengklasifikasikan, menyimpan dalam ingatan, serta menggunakannya dalam merespons rangsangan. Afeksi (Affective) Indikator yang mewakili perasaan dan emosi individu mengenai fenomena praktik khitan pada perempuan. Perilaku (Behavior) Indikator yang mewakili penilaian yang menjelaskan mengenai kecenderungan tindakan individu terhadap objek sikap yang dipengaruhi oleh masa lalu Praktik Khitan Perempuan Praktik khitan perempuan adalah segala prosedur yang dilakukan dengan membuang seluruh maupun sebagian alat kelamin perempuan, atau melukai organ kelamin perempuan baik untuk alasan budaya, agama, maupun alasan non-therapeutic lainnya Laki-laki dan Perempuan Relasi seksual adalah hubungan antara kaum laki-laki dan perempuan yang didasarkan pada tuntutan dan kategori biologis. 3.2 Subyek Penelitian Fokus subjek dalam penelitian ini adalah penduduk yang berdomisili di Jakarta Populasi Populasi merupakan semua bagian atau anggota dari objek yang akan diamati, dapat berupa orang, benda, objek, atau peristiwa (Eriyanto,

3 30 dkk, 2007). Menurut Mustafa (2000), populasi adalah unsur atau elemen yang akan diteliti dan memiliki jumlah yang banyak. Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di Provinsi DKI Jakarta Sampel Sampel atau sering disebut contoh, yaitu himpunan bagian dari suatu populasi. Dengan kata lain, sampel memberikan gambaran yang benar dari populasi (W.Gulo, 2000). Menurut Riduwan (2008), terdapat beberapa keuntungan menggunakan sampel, di antaranya memudahkan peneliti karena jumlah sampel lebih sedikit dibandingkan jumlah populasi, penelitian lebih efisien dalam penggunaan uang, waktu, dan tenaga. Selain itu, keuntungan lainnya adalah penulis dapat lebih meneliti dan mencermati dalam melakukan pengumpulan data, yang artinya jika subyek terlalu banyak dikhawatirkan terdapat bias dari orang yang mengumpulkan data karena mengalami kelelahan dan pencatatan tidak menjadi akurat, dan keuntungan yang terakhir adalah penelitian dapat lebih efektif. Sesuai dengan New Research Paradigm, wujud penelitian yang diwarnai oleh perspektif psikologi feminis, para pihak yang menjadi responden dalam penelitian disebut sebagai partisipan. Partisipan dalam penelitian ini mencakup jenis kelamin laki-laki dan perempuan yang berdomisili di Jakarta. Dalam Atmowiloto (2006), Budiyanta mengemukakan ciri khas kedudukan laki-laki dan perempuan di mata sosial. 1. Laki-laki

4 31 Laki-laki sering diidentikkan sebagai golongan kelas atas atau superior, sehingga memiliki pilihan mandiri yang diakui dan menjadi prioritas dalam lingkungan sosial. 2. Perempuan Perempuan sering diindentikkan sebagai golongan kelas bawah atau inferior dalam lingkungan sosial, sehingga membawa dampak bagi perempuan yaitu perlakukan kurang adil atau diskriminasi dalam menentukan peran dan posisi dibandingkan kaum laki-laki (Nasaruddin Umar, 2010) Penentuan jumlah partisipan dalam riset ini didasarkan pada pendapat Guilford (dalam Indria dan Nindyati, 2007) yang menjelaskan kriteria penentuan jumlah sampel dalam populasi yang besar, yaitu dengan jumlah yang tidak kurang dari tiga puluh sampel dari populasi. Adapun jumlah laki-laki dan perempuan yang menjadi target penyebaran kuesioner dalam penelitian ini sejumlah seratus partisipan, dengan rincian laki-laki sebanyak lima puluh partisipan dan jumlah perempuan sebanyak lima puluh partisipan Teknik Sampling Teknik sampling disebut juga sebagai teknik pengambilan sampling, yaitu suatu cara pengambilan sampel yang representatif dari populasi. Pengambilan sampel dilakukan sedemikian rupa sehingga nantinya diperoleh sampel yang benar-benar mewakili dan menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya (Riduwan, 2008).

5 32 Teknik sampling terdiri dari pengambilan sampel secara acak dan tidak acak. Teknik sampel secara acak disebut juga sebagai random sampling atau probability sampling. Sedangkan pada pengambilan sampel secara tidak acak disebut juga sebagai nonrandom sampling atau non-probability sampling (Mustafa, 2000). Probability sampling adalah metode pengambilan sampel dengan memberikan kesempatan yang sama untuk diambil dari elemen populasi yang ada, yang tergolong teknik probability sampling adalah simple random sampling, proportionate stratified random sampling, disproportionate stratified random sampling, dan area sampling (Riduwan, 2008). Sedangkan non-probability sampling memiliki arti bahwa tidak semua elemen populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel (Mustafa, 2000). Riduwan (2008), membagi penelitian non probability sampling menjadi empat kategori teknik pengambilan sampel, yaitu. 1. Judgmental sampling Merupakan teknik penelitian dengan menggunakan pertimbangan tertentu terhadap elemen populasi yang dipilih peneliti sebagai sampel. Tidak ada peluang bagi anggota populasi untuk menjadi sampel bila di luar pertimbangan peneliti. 2. Coincidence/Incidental sampling Merupakan teknik penelitian yang menarik anggota populasi berdasarkan kemudahan ditemui atau ketersediaan anggota populasi tertentu saja. 3. Quota sampling Merupakan teknik penelitian yang menetapkan kuota atau jumlah tertentu untuk sampel yang memiliki karakteristik yang diinginkan dengan mengetahui komposisi populasi yang ada.

6 33 4. Snowball sampling Merupakan teknik penelitian yang memilih beberapa responden yang cocok untuk riset. Setelah para responden pertama berpartisipasi dalam riset, para responden akan diminta untuk memberikan daftar anggota atau referensi sebagai partisipan berikutnya. Dengan teknik snowball sampling, peluang untuk menjadi sampel hanya dimiliki oleh anggota-anggota populasi yang menjadi referensi kelompok sampel awal, sehingga menutup anggota lain. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pengambilan secara tidak acak atau non-probability sampling dengan jenis pengambilan sampling yaitu Coincidence/Incidental sampling. Coincidence/Incidental sampling merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan faktor kemudahan, dengan kata lain siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai dengan karakteristik sampel penelitian, maka orang tersebut dapat dijadikan sebagai sampel atau responden (Riduwan, 2008) Karakteristik Partisipan Karakteristik partisipan dalam penelitian ini yaitu laki-laki dan perempuan berusia 20 hingga 40 tahun. Dalam Lahey (2007), Erikson mengelompokkan individu berdasarkan tahap perkembangan masingmasing usia. Erikson menjelaskan individu berusia 20 hingga 40 tahun telah memasuki fase dewasa muda (young adulthood) yaitu ketika individu telah dapat berfikir secara kritis (cognitive development), memiliki

7 34 kepekaan terhadap perasaan dengan sesama (emotional development), serta dapat membuat keputusan mandiri yang mengarah pada kecenderungan perilaku (social development). Oleh karena itu, peneliti memasukkan kriteria usia 20 hingga 40 tahun (young adulthood) dengan asumsi bahwa fase usia tersebut merupakan fase terbaik dalam menentukan sikap secara mandiri, baik dari sudut pandang kognisi, emosi, maupun perilaku sosial. 3.3 Desain Penelitian Kumar dalam Seniati, Yulianto dan Setiadi (2009), mengelompokkan jenis-jenis penelitian berdasarkan tiga perspektif, yaitu Perspektif Tipe Informasi Berdasarkan perspektif tipe informasi yang akan diperoleh penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Dalam Sarwono, Sugiyono (2003) menjelaskan penelitian kuantitatif sebagai penelitian yang meneliti status kelompok manusia, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun kelas peristiwa pada waktu tertentu. Melalui metode ini akan diperoleh suatu fenomena, fakta, sifat, serta hubungan fenomena tertentu secara komprehensif dan integral. Kerlinger & Lee (dalam Arnold, 2008) menambahkan, penggunaan sampel yang besar dalam pendekatan kuantitatif akan menghasilkan perhitungan statistik yang lebih akurat. Distribusi frekuensi akan semakin mendekati bentuk normal, ketika jumlah sampel tidak sedikit. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data kuantitatif berupa desain survei melalui kuesioner sikap. Kuesioner sikap pada penelitian ini bertujuan untuk

8 35 mendeskripsikan sikap subyek penelitian terhadap praktik khitan perempuan yang mengandung unsur kekerasan Perspektif Tujuan Waluya (2007), menyusun tiga kategori dalam mementukan tujuan penelitian, yaitu sebagai berikut: 1. Penelitian Eskploratif Penelitian bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dirumuskan terlebih dahulu atau mengembangkan hipotesis untuk penelitian lanjutan. 2. Penelitian Deskriptif Penelitian yang bertujuan untuk mengungkap masalah atau keadaan yang sebenarnya atau berdasarkan fakta-fakta yang ada. Penelitian deskriptif memerlukan interpretasi atau analisis. 3. Penelitian Uji Hipotesis Penelitian bertujuan untuk menguji satu atau beberapa hipotesis yang telah dirumuskan terlebih dahulu. Sampel yang akan diambil harus benar-benar mewakili populasi, guna mengetahui hubungan sebab akibat. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif untuk mengungkap fenomena serta menganalisa permasalahan pemberlakuan praktik khitan pada perempuan yang mengandung unsur kekerasan yang masih sangat jarang untuk diangkat dan dibahas di lingkungan masyarakat.

9 Perspektif Aplikasi Maryati (2001) membedakan aplikasi penelitian ke dalam dua kategori. Pertama, penelitian murni (basic research) merupakan penelitian yang mengumpulkan informasi untuk menyusun konsep dan hubungan, serta teoritis untuk menemukan prinsip-prinsip umum mengenai suatu topik atau permasalahan tertentu yang nyata dalam kehidupan. Kedua, penelitian terapan (applied research) merupakan pengumpulan informasi untuk membantu usaha memecahkan suatu persoalan di dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian murni (basic research) guna memahami sikap partisipan penelitian terhadap praktik khitan perempuan, serta perbedaan pembentukan dan implikasi sikap terhadap kognisi, afeksi, dan perilaku pada jender. 3.4 Lokasi Lokasi dalam penelitian ini meliputi lokasi dan waktu penelitian, yang dijelaskan sebagai berikut Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di wilayah Provinsi Jakarta dengan partisipan yang berdomisili di wilayah Jakarta. Dalam pengumpulan data, peneliti berpindah dari suatu wilayah ke wilayah Jakarta lainnya (coincidence/incidental sampling).

10 Waktu Penelitian Penelitian ini dimulai dengan studi pustaka, mempersiapkan proposal penelitian, uji coba pengambilan data (try out), pengambilan data lapangan, hingga penyusunan laporan akhir. Pengerjaan penelitian ini dilakukan selama 5 bulan yaitu sejak September 2011 hingga Januari Pengambilan data dilakukan selama 1 bulan, yaitu pengambilan data untuk try out dilakukan pada awal bulan Desember 2011 dan pengambilan data untuk penelitian dilakukan pada pertengahan bulan Desember Prosedur Penelitian dan Pengukuran Prosedur dalam penelitian ini dilakukan secara bertahap yaitu persiapan penelitian, pengumpulan data, pengolahan data, dan tahap penyajian hasil penelitian yang dijelaskan sebagai berikut Persiapan Penelitian Tahap persiapan penelitian dimulai dengan menentukan topik, menentukan desain penelitian, menentukan subjek penelitian, kemudian tahap penentuan instrumen penelitian dan diakhiri dengan uji coba alat ukur (pilot study) guna menguji validitas-reabilitas alat ukur Penentuan Topik, Desain Penelitian, Subjek Penelitian Penentuan topik, desain penelitian, dan subjek penelitian dilakukan dengan mencari literatur-literatur yang mendukung diadakannya penelitian ini. Penentuan topik dilakukan dengan mencari tahu fenomena atau permasalahan yang terjadi di sekitar ruang lingkup masyarakat sosial. Setelah mengetahui rumusan masalah, kemudian

11 38 dilakukan desain penelitian yang digunakan sebagai acuan pengerjaan dan pengolahan penelitian. Pada tahap persiapan penelitian ini, peneliti menentukan laki-laki dan perempuan berusia 20 hingga 40 tahun yang berdomisili di Jakarta sebagai partisipan penelitian. Penentuan partisipan penelitian dimaksudkan agar dapat menjadi patokan langkah berikutnya dalam menentukan instrumen penelitian Penentuan Instrumen Penelitian dan Uji Coba Alat Ukur Penentuan instrumen penelitian dilakukan dengan cara membuat dan menguji coba alat ukur sikap yaitu Afrigthea Ragieltrinanda s Scale of Acceptance on Clitoridectomy (ARt-SAC). Art-SAC diadaptasi dari tiga komponen yang dibuat oleh Banaji & Heiphetz (2010) yang ditujukan untuk melihat gambaran pola sikap individu dengan memperhatikan tiga komponen indikator penting didalamnya yaitu, indikator kognisi (cognitive), indikator Afeksi (affective), dan indikator perilaku (behavior). Indikator sikap pada ARt-SAC menggunakan bentuk dikotomi yang menyatakan pilihan setuju dan tidak setuju mengenai kondisi yang paling menggambarkan diri partisipan saat ini. ARt-SAC terdiri dari tiga indikator (kognisi, afeksi, perilaku) dengan total pernyataan berjumlah tiga puluh item. Terdiri dari sepuluh item penyataan untuk indikator kognisi (cognition), sepuluh item pernyataan untuk indikator afeksi (affection), serta sepuluh item pernyataan untuk indikator perilaku (behavior). Rincian mengenai item-item yang yang digunakan dalam uji coba (try out) alat ukur sikap ARt-SAC, dapat dilihat pada tabel berikut:

12 39 Tabel Item untuk uji coba (try out) ARt-SAC Indikator Item Favorable Item Unfavorable Jumlah Item Cognitive 1,4,7,10,13,16, 28 19,22,25 10 Try Out Affective 2,8,11,23,26,17 5,14,21,29 10 Behavior 9,12,15,18,24, 30 3,6,20,27 10 Sumber: Hasil Pengolahan Data. Total Uji Validitas dan Reliabilitas Untuk menguji validitas dan reliabilitas alat ukur sikap, peneliti meminta bantuan dosen pembimbing Reza Indragiri Amriel sebagai expert judgement untuk memeriksa item-item yang dianggap tidak sesuai dengan konstruk alat ukur. Setelah mendapatkan hasil dari expert judgement, lalu peneliti melakukan uji coba (try out) kepada tiga puluh partisipan, yaitu laki-laki sejumlah lima belas partisipan dan perempuan sejumlah lima belas partisipan. Uji coba alat ukur dilakukan pada tanggal 12 Desember 2011 kepada tiga puluh partisipan yang berdomisili di Jakarta. Setelah data terkumpul, data tersebut diolah dengan menggunakan SPSS Data dari variabel sikap berupa data ordinal, yaitu adanya tingkatan ketika satu nilai data yang satu lebih tinggi dibandingkan dengan data yang lain, tetapi tidak diketahui jarak antar nilai data dan tidak menyiaratkan jarak atau nilai yang sama antar tingkatan tersebut. Oleh karena itu, pengujian validitas menggunakan uji korelasi Spearman.

13 40 Uji korelasi Spearman merupakan alat ukur untuk menguji variabel data yang berskala ordinal. Nilai korelasi Spearman disimbolkan ρ dengan nilai korelasi berada diantara -1 ρ 1. Bila nilai = 0, maka tidak terdapat korelasi atau tidak ada hubungan antara variabel independen dan dependen (Martono, 2010). Uji validitas item dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing skor item dengan skor total item (Priyatno, 2011). Semakin tinggi nilai koefisien korelasinya, maka semakin valid item tersebut. Kekuatan hubungan atau nilai korelasi yang terjadi antara skor item dan skor total, dapat dilihat dari tabel nilai dan makna korelasi Spearman (dalam Martono, 2010), yaitu. 0,00 0,19 : Sangat Rendah / Sangat Lemah 0,20 0,39 : Rendah / Lemah 0,40 0,59 : Sedang 0,60 0,79 : Tinggi / Kuat 0,80 1,00 : Sangat Tinggi / Sangat Kuat Berikut hasil uji validitas alat ukur sikap ARt-SAC dengan menggunakan uji validitas Spearman Tabel Hasil Uji Korelasi Uji Coba Per Indikator ARt-SAC Indikator Koefisien Korelasi Nilai Spearman s Rho Cognitive 0,868 Sangat Tinggi Affective 0,912 Sangat Tinggi Behavior 0,828 Sangat Tinggi Sumber: Hasil Pengolahan Data.

14 41 Secara keseluruhan setiap indikator sikap memiliki nilai koefisien korelasi yang tinggi dengan total skor dari semua indikator, ini menunjukkan bahwa alat ukur sikap (ARt-SAC) valid dan dapat digunakan. Meskipun demikian, terdapat juga beberapa item yang harus dihapus karena nilai item dari indikator sangat rendah atau sangat lemah. Dari 30 item yang ada, terhapus 8 item saat pengujian validitas dengan menggunakan uji Spearman. Sehingga, jumlah item untuk alat ukur sikap adalah 22 item. Tabel Item untuk Pengambilan Data ARt-SAC Indikator Item Favorable Item Unfavorable Jumlah Item Cognitive 1,4,7,10,13, 15 17,21 8 Pengambilan Data Affective 2,8,9,18,20 5,11 7 Behavior 12,14,19,22, 3,6,16 7 Total Sumber: Hasil Pengolahan Data. Nilai reliabilitas alat ukur ARt-SAC sebelum dan setelah item dihapus, dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel Hasil Uji Reliabilitas ARt-SAC N of Items Nilai Reliabilitas Sebelum Item Dihapus Setelah Item Dihapus 30 0, ,875 Sumber: Hasil Pengolahan Data.

15 42 Dari hasil uji reliabilitas alat ukur, didapatkan nilai reliabilitas > 0.80, yang artinya reliabilitas alat ukur tergolong tinggi. Klasifikasi nilai reliabilitas yang diperoleh, didapatkan berdasar pada nilai klasifikasi milik Guilford (dalam Indria dan Nindyati, 2007), yaitu nilai reliabilitas termasuk dalam nilai reliabilitas tinggi. Hasil uji reliabilitas sebesar 0,875 pada alat ukur sikap, dapat dikatakan alat ukur ini valid dan reliabel. Nilai 0,875 menandakan sebanyak 87,5% kebervariasian true score lebih besar dibanding dengan kebervariasian error yaitu sebanyak 12,5% Pengumpulan data Setelah melakukan tahap uji validitas dan reliabilitas alat ukur, peneliti melakukan tahap selanjutnya yaitu pengumpulan data. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Pengumpulan data dilakukan setelah kuesioner disebarkan kepada sebanyak 100 partisipan yaitu, 50 partisipan laki-laki dan 50 partisipan perempuan yang berdomisili di Jakarta. Proses penyebaran dan pengambilan kuesioner dilakukan selama lima hari Pengolahan data Menurut Supardi (2007), pengolahan data terdiri dari tahap editing dan tahap tabulating. Tahap editting pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program Microsoft Excel 2007 dan dilanjutkan dengan tahap tabulating dengan menggunakan program aplikasi statistik, SPSS Pengolahan data dimulai dengan proses editing, yaitu melakukan pemeriksaan terhadap seratus kuesioner yang telah terkumpul, kemudian

16 43 melakukan pemeriksaan satu persatu item jawaban yang terdapat pada kuesioner penelitian. Dari hasil editting, seluruh kuesioner memiliki jawaban yang lengkap dan tidak ditemukan adanya kuesioner yang tidak lengkap. Setelah mengetahui hasil editting, peneliti melakukan tabulating. Pada tahap tabulating, keseluruhan kuesioner diskor sesuai dengan skala yang telah ditentukan yaitu skala ordinal. Untuk pilihan yang menunjukkan persetujuan atau setuju terhadap khitan perempuan memiliki nilai skor 0. Untuk pilihan yang menunjukkan tidak setuju atau menolak khitan perempuan memiliki nilai skor 1. Begitu pula sebaliknya pada pilihan item unfavorable. Setelah memberikan skor untuk tiap-tiap item, data yang telah dikelompokkan dalam tabel indikatornya masing-masing dengan menggunakan program SPSS 19.0 untuk dianalisa secara statistik deskriptif Penyajian hasil penelitian Setelah melakukan pengolahan data, tahap selanjutnya adalah penyelesaian penelitian. Tahap penyelesaian penelitian ini merupakan tahap dimana peneliti melakukan penulisan laporan penelitian, yaitu merangkum dan menyimpulkan hasil data yang telah didapatkan dari hasil analisis. Hasil kesimpulan yang didapatkan akan menjawab pertanyaan penelitian yang telah diajukan sebelum penelitian dilakukan dan hasil penelitian dikaitkan ke bab dua serta diperkaya dengan telaah dari beberapa disiplin non psikologi.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini menjelaskan mengenai definisi operasional, subyek penelitian, desain

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Bab ini menjelaskan mengenai definisi operasional, subyek penelitian, desain BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Bab ini menjelaskan mengenai definisi operasional, subyek penelitian, desain penelitian, instrumen penelitian, pengukuran, dan prosedur penelitian. 3.1 Variabel Penelitian &

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada Sub-bab ini, akan dipaparkan mengenai Variable penelitian yang

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada Sub-bab ini, akan dipaparkan mengenai Variable penelitian yang BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis Pada Sub-bab ini, akan dipaparkan mengenai Variable penelitian yang dijadikan sebagai alat ukur dan hipotesis yang digunakan peneliti sebagai

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian & Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian & Definisi Operasional Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yang akan digunakan. Pertama adalah variabel persepsi

Lebih terperinci

ANALISIS SIKAP LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PRAKTIK KHITAN PEREMPUAN (SEBUAH STUDI DESKRIPTIF)

ANALISIS SIKAP LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PRAKTIK KHITAN PEREMPUAN (SEBUAH STUDI DESKRIPTIF) ANALISIS SIKAP LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP PRAKTIK KHITAN PEREMPUAN (SEBUAH STUDI DESKRIPTIF) AFRIGTHEA RAGIELTRINANDA 1200989664 ABSTRAK Ketidaksetaraan laki-laki dan perempuan serta kekerasan perempuan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam metode penelitian ini akan diuraikan mengenai identifikasi variable

BAB 3 METODE PENELITIAN. Dalam metode penelitian ini akan diuraikan mengenai identifikasi variable BAB 3 METODE PENELITIAN Dalam metode penelitian ini akan diuraikan mengenai identifikasi variable penelitian, definisi operasional variable penelitian, populasi dan sampel, metode pengambilan sampel, desain

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini peneliti akan memaparkan tentang metode penelitian yang digunakan. Akan dipaparkan secara singkat variabel penelitian, definisi operasional dari variabel, karakterisitik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.1.1.1 Variabel Penelitian Variabel penelitian merupakan karakteristik atau fenomena

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. ilmiah, karena metode yang digunakan dalam penelitian dapat. menentukan apakah peneltian tersebut dapat dipertanggungjawabkan

BAB 3 METODE PENELITIAN. ilmiah, karena metode yang digunakan dalam penelitian dapat. menentukan apakah peneltian tersebut dapat dipertanggungjawabkan BAB 3 METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan unsur yang penting dalam penelitian ilmiah, karena metode yang digunakan dalam penelitian dapat menentukan apakah peneltian tersebut dapat dipertanggungjawabkan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini beberapa variabel yang akan dikaji adalah :

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Dalam penelitian ini beberapa variabel yang akan dikaji adalah : BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Variabel Penelitian & Hipotesis Dalam penelitian ini beberapa variabel yang akan dikaji adalah : 1. Variabel ( X ) : Kesepian (loneliness) 2. Variabel ( Y ) : Kesehjateraan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel adalah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang

BAB III METODE PENELITIAN. Variabel adalah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel adalah konstruk-konstruk atau sifat-sifat yang sedang dipelajari

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Setelah peneliti menguraikan teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini,

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Setelah peneliti menguraikan teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini, BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Setelah peneliti menguraikan teori-teori yang digunakan dalam penelitian ini, selanjutnya peneliti akan memaparkan hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian. Pada bab

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional

BAB III METODOLOGI PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di kampus Universitas Pendidikan Indonesia. Alasan pengambilan data pada lokasi ini dikarenakan

Lebih terperinci

Bab III Metode Penelitian. Metode adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Arikunto

Bab III Metode Penelitian. Metode adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Arikunto 37 Bab III Metode Penelitian Metode Penelitian Metode adalah cara-cara yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Arikunto :2002). Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan membahas mengenai metode penelitian yang digunakan oleh peneliti. Hal yang dibahas diantaranya subjek penelitian, desain penelitian, variabel dan definisi operasional,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini akan dibahas mengenai metode yang digunakan dalam penelitian, mulai dari lokasi penelitian, populasi, sampel, teknik penelitian, teknik analisis data, dan prosedur pelaksanaan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional. Variabel penelitian adalah atribut atau sifat yang dimiliki oleh objek,

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional. Variabel penelitian adalah atribut atau sifat yang dimiliki oleh objek, BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel penelitian dan definisi operasional Variabel penelitian adalah atribut atau sifat yang dimiliki oleh objek, individu, ataupun

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian sangat penting dalam penelitian. Penentuan metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian sangat penting dalam penelitian. Penentuan metode BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian sangat penting dalam penelitian. Penentuan metode penelitian akan terkait dengan cara ilmiah yang digunakan untuk mencapai tujuan penelitian.sugiyono

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan salah satu elemen penting dalam suatu penelitian, sebab metode penelitian menyangkut cara yang benar dalam pengumpulan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini, jenis penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini, jenis penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah

Lebih terperinci

BAB 3 Metode Penelitian

BAB 3 Metode Penelitian BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Variabel penelitian & hipotesis 3.1.1 Definisi operasional variabel penelitian Variabel penelitian menurut Hatch dan Farhady (dalam Iskandar, 2013) adalah atribut dari objek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dengan variabel lain yang ada pada suatu objek

BAB III METODE PENELITIAN. variabel dengan variabel lain yang ada pada suatu objek 72 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan jenis desain penelitian korelasi yaitu penelitian yang dilakukan untuk melihat hubungan atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. data dan diakhiri dengan menjelaskan waktu dan tempat penelitian.

BAB III METODE PENELITIAN. data dan diakhiri dengan menjelaskan waktu dan tempat penelitian. BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dijelaskan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penjelasan dimulai dengan menjelaskan mengenai rancangan penelitian, populasi dan sample penelitian,

Lebih terperinci

Lokasi penelitian dilakukan pada Perpustakaan SMP Negeri 15 Bandung yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 89.

Lokasi penelitian dilakukan pada Perpustakaan SMP Negeri 15 Bandung yang terletak di Jalan Dr. Setiabudhi Nomor 89. BAB III METODE PENELITIAN Penelitian hubungan ketersediaan fasilitas perpustakaan dengan minat kunjung siswa ke perpustakaan ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan

Lebih terperinci

C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, dengan dua variabel X dan Y. Kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut :

C. Variabel Penelitian Dalam penelitian ini terdiri dari tiga variabel, dengan dua variabel X dan Y. Kedua variabel tersebut adalah sebagai berikut : BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Desain penelitian korelasional dipilih oleh peneliti karena desain

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian/ Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri obat-obatan, yang terletak

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian & Definisi Operasional Definisi Operasional Komunikasi Interpersonal

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian & Definisi Operasional Definisi Operasional Komunikasi Interpersonal BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian & Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian & Definisi Operasional 3.1.1.1 Definisi Operasional Komunikasi Interpersonal Menurut Devito (dalam Abriyoso, 2012),

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian korelasional. Pendekatan kuantitatif menekankan analisa pada data angka yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut.

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan cara atau metode yang benar dalam penelitian tersebut. 70 BAB III METODE PENELITIAN Agar memperoleh hasil penelitian yang baik dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya, maka seorang peneliti harus dapat memahami dan menggunakan cara atau metode yang benar

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh

BAB III METODE PENELITIAN. Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rencana atau metode yang akan ditempuh dalam penelitian, sehingga rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dijawab dan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini, akan dibahas mengenai metodelogi penelitian yang meliputi Variabel Penelitian & Definisi Operasional, Subyek Penelitian & Tehnik Sampling, Desain Penelitian, Alat

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah menyusun permasalah dan hipotesis, selanjutnya perlu menentukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah menyusun permasalah dan hipotesis, selanjutnya perlu menentukan BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian, Definisi Operasional dan Hipotesis Setelah menyusun permasalah dan hipotesis, selanjutnya perlu menentukan variabel yang terlibat dalam penelitian.

Lebih terperinci

Bab 3 Metode Penelitian. 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesa Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional

Bab 3 Metode Penelitian. 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesa Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional Bab 3 Metode Penelitian 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesa 3.1.1 Variabel Penelitian dan Devinisi Operasional Variabel 1 (V1) dalam penelitian ini adalah motivasi kerja.definisi operasional dari motivasi

Lebih terperinci

4. METODOLOGI PENELITIAN

4. METODOLOGI PENELITIAN 4. METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penjelasan mengenai metodologi dimulai dengan menjelaskan populasi dan sampel dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Peneliti menggunakan dua variabel dalam penelitian ini, yaitu:

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Peneliti menggunakan dua variabel dalam penelitian ini, yaitu: BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Peneliti menggunakan dua variabel dalam penelitian ini, yaitu: A. Variabel X: academic locus

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian & Hipotesis 3.1.1 Variabel penelitian & definisi operasional Variabel adalah sebuah karakteristik atau kondisi yang berubah atau memiliki nilai yang berbeda

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Metode korelasional yaitu suatu cara untuk menemukan hubungan antara variabel-variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi. Menurut Sugiyono (2011), korelasi merupakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Seperti hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di yang beralamatkan di Jl. Penghulu KH. Hasan Mustapa No. 23 kota Bandung Provinsi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, sedangkan jenis penelitiannya adalah penelitian korelasional. Menurut Kuncoro (2003) penelitian

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel kecemasan trait dan variabel

BAB 3 METODE PENELITIAN. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel kecemasan trait dan variabel BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian & Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian & Definisi Operasional Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel kecemasan trait dan variabel acceptance

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Nusantara. Jumlah seluruh subyek yang terlibat dalam penelitian ini adalah

BAB III METODE PENELITIAN. Nusantara. Jumlah seluruh subyek yang terlibat dalam penelitian ini adalah 15 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Subyek penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur yang dinilai penting berdasarkan persepsi mahasiswa Universitas Bina Nusantara tentang unsurunsur yang

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional

BAB III METODE PENELITIAN Variabel penelitian dan definisi operasional BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel penelitian dan definisi operasional Variabel yang akan diteliti pada penelitian ini adalah prokrastinasi akademik sebagai

Lebih terperinci

3. METODE PENELITIAN

3. METODE PENELITIAN 25 3. METODE PENELITIAN Pada bagian ketiga ini, peneliti akan menjelaskan mengenai permasalahan penelitian, hipotesis penelitian, variabel-variabel penelitian, tipe dan desain penelitian, partisipan penelitian,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 33 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Metode Penelitian 1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu suatu pendekatan yang memungkinkan

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Problematic internet use merupakan salah satu variabel (x) yang diteliti dalam

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Problematic internet use merupakan salah satu variabel (x) yang diteliti dalam BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Definisi Operasional Problematic Internet Use Problematic internet use merupakan salah satu variabel (x) yang diteliti dalam penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Pendidikan Indonesia, yang beralamat di Jalan Setiabudhi No. 229 Bandung, Jawa

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variabel-variabel yang

BAB III METODE PENELITIAN. Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variabel-variabel yang BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian & Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian & Definisi Operasional Definisi operasional adalah definisi yang menjadikan variabel-variabel yang sedang diteliti

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya pencatatan data

BAB III METODE PENELITIAN. kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya pencatatan data 57 BAB III METODE PENELITIAN A. Pendekatan penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang memungkinkan dilakukannya pencatatan data hasil

Lebih terperinci

BAB 3 Metode Penelitian

BAB 3 Metode Penelitian BAB 3 Metode Penelitian 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel penelitian dan definisi operasional a. Perceived social support Perceived social support biasanya didefinisikan sebagai persepsi

Lebih terperinci

3. MASALAH, HIPOTESIS DAN METODE PENELITIAN

3. MASALAH, HIPOTESIS DAN METODE PENELITIAN 30 3. MASALAH, HIPOTESIS DAN METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan tentang masalah dan metode penelitian yang terdiri dari masalah penelitian, variabel penelitian, hipotesis penelitian, subyek

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu

BAB III METODE PENELITIAN. Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu 5 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis atau Rancangan Penelitian Rancangan penelitian ini adalah Descriptive Correlation yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengungkapkan hubungan korelatif antara variabel

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel) dan Variabel Terikat (Dependent Variabel). Variabel bebas dalam

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian dan Definisi Operasional. Variabel) dan Variabel Terikat (Dependent Variabel). Variabel bebas dalam BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian dan Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Penelitian ini melibatkan dua variabel yaitu Variabel bebas (Independent Variabel) dan Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menekankan pada data data numerial (angka), mulai dari

BAB III METODE PENELITIAN. penelitian yang menekankan pada data data numerial (angka), mulai dari BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Penelitian dalam skripsi ini menggunakan penelitian kuantitatif explanatif. Adapun yang dimaksud dengan penelitian kuantitatif adalah penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 36 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Arikunto (2010: 118), objek penelitian adalah variabel penelitian, yaitu sesuatu yang merupakan inti dari problematika penelitian. Objek dari penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. yaitu sebuah metode yang datanya dinyatakan dalam bentuk nilai atau angka (Sugiyono, 2009). Desain ini sangat

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan dan Metode Penelitian 3.1.1. Pendekatan Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, untuk dapat mengetahui hubungan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN Pada bab ini akan dipaparkan mengenai variabel penelitian dan hipotesis, subjek penelitian dan teknik sampling, desain penelitian, alat ukur penelitian, dan prosedur penelitian

Lebih terperinci

3.1. Partisipan Penelitian Teknik Pengambilan Sampel

3.1. Partisipan Penelitian Teknik Pengambilan Sampel 3. METODE PE ELITIA Pada bagian ketiga ini, penulis akan memaparkan metode dari penelitian ini yang meliputi partisipan penelitian (didalamnya terdapat karakteristik partisipan, teknik pengambilan sampel,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Lokasi Penelitian ini dilakukan di Kota Bandung yang meliputi 30 kecamatan. Dasar pertimbangan memilih Kota Bandung sebagai

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan di Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia yang berlokasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang)

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang) BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional (potong lintang) yaitu jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi data variabel

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian & Definisi Operasional. (2010), variabel adalah konstrak yang diukur

BAB 3 METODE PENELITIAN Variabel Penelitian & Definisi Operasional. (2010), variabel adalah konstrak yang diukur BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian & Hipotesis 3.1.1 Variabel Penelitian & Definisi Operasional Menurut Sangadji (2010), variabel adalah konstrak yang diukur dengan berbagai macam nilai untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab ini membahas tentang lokasi dan subjek populasi / sampel penelitian, desain penelitian, metode penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, proses pengembangan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN

BAB 3 METODE PENELITIAN BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Variabel Penelitian 3.1.1 Variabel Penelitian & Definisi Operasional Variabel 1 adalah faktor - faktor penyebab terjadinya bullying. Faktor - faktor penyebab terjadinya bullying

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Bab III metode penelitian menguraikan desain penelitian, partisipan, lokasi, populasi dan sampel, instrumen penelitian, prosedur penelitian, dan analisis data. 3.1 Desain Penelitian

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. fenomena atau masalah penelitian yang telah diabstraksi menjadi suatu konsep

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. fenomena atau masalah penelitian yang telah diabstraksi menjadi suatu konsep BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Menurut Suharsimi Arikunto (2006:118) Objek penelitian adalah fenomena atau masalah penelitian yang telah diabstraksi menjadi suatu konsep atau

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 35 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Pada dasarnya desain penelitian merupakan rancangan suatu penelitian agar mencapai tujuan yang ingin dicapai secara efektif. Menurut Uhar (2014, hlm.

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Jenis penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan metode korelasional. Kerangka penelitian ini menggambarkan korelasi

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Ciri penelitian korelasional mengkaji hubungan antar variabel.

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 40 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Subjek Populasi dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 21 Bandung bertempat di Jl. Rancasawo Ciwastra Bandung 40286

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kuantitatif adalah

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/ Sampel Penelitian Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang asuransi jiwa, yaitu PT. Prudential Life Assurance (Prudential

Lebih terperinci

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODA PENELITIAN BAB III METODA PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Metode Pendekatan Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi yaitu penelitian yang dilakukan untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis dan Metode Penelitian Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang bekerja dengan angka, yang datanya

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Y, dimana variabel X dalam penelitian ini adalah relationship marketing, sebagai

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Y, dimana variabel X dalam penelitian ini adalah relationship marketing, sebagai BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek dalam penelitian yang akan dibahas adalah variabel X dan variabel Y, dimana variabel X dalam penelitian ini adalah relationship marketing,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian 3.1.1. Pendekatan penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Riset kuantitafif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu

BAB 3 METODE PENELITIAN. Riset kuantitafif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi 3.1.1 Pendekatan Penelitian Riset kuantitafif adalah riset yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Rancangan Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif menurut Usman (1996:

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Noenoeng Tisna Saputra Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya

BAB III METODE PENELITIAN. Noenoeng Tisna Saputra Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya 50 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di SMK N 2 Tasikmalaya yang berlokasi di Jalan Noenoeng Tisna Saputra Kahuripan Tawang Kota Tasikmalaya 46115. Sedangkan

Lebih terperinci

Bab 3 METODE PENELITIAN. Bab ini menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk

Bab 3 METODE PENELITIAN. Bab ini menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk Bab 3 METODE PENELITIAN Bab ini menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menganalisis sebuah model yang telah dikembangkan pada bab sebelumnya. Langkah-langkah yang akan dijelaskan dalam

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel, dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel, dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Populasi, Sampel, dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian 3.1.1 Populasi Penelitian ini bertujuan untuk 1) menginformasikan gambaran sikap tokoh agama terhadap praktik

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN. A. Tempat dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 1. Tempat Penelitian A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini mengambil lokasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Surakarta kelas VII Tahun Pelajaran 2015/2016.

Lebih terperinci

Selamat membaca, mempelajari dan memahami

Selamat membaca, mempelajari dan memahami Selamat membaca, mempelajari dan memahami Materi kuliah elearning Metode Penelitian Kuantitatif POPULASI DAN SAMPEL Oleh Dr. Triana Noor Edwina D.S Fakultas Psikologi UMBY Populasi Adalah wilayah generalisasi

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Dan Rancangan Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Metode Penelitian Dan Rancangan Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dan Rancangan Penelitian 3.1.1 Metode Penelitian Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan

Lebih terperinci

Bab 3 Desain Penelitian

Bab 3 Desain Penelitian Bab 3 Desain Penelitian Bab ini akan menjabarkan variabel penelitian (definisi operasional dan hipotesis), responden penelitian, desain penelitian, alat ukur penelitian, dan prosedur penelitian. 3.1 Variabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Jenis penelitian ini adalah level of explanation yaitu penelitian deskriptif dan asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Menurut Siregar (2013, p.15)

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Pada bab ini akan diuraikan mengenai metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Hal yang dibahas diantaranya lokasi dan sampel penelitian, desain penelitian, variabel

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian dan Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan mempergunakan pendekatan penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah penelitian yang

Lebih terperinci

BAB III METODELOGI PENELITIAN

BAB III METODELOGI PENELITIAN BAB III METODELOGI PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Penelitian 1. Lokasi penelitian : Lokasi penelitian dilaksanakan di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, prodi D-III Keperawatan Universitas Pendidikan

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Pendekatan dan Metodologi Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini tentang bagaimana peneliti melihat dunia. Jenis pendekatan yang disampaikan oleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 27 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dimana menurut Vardiansyah (2005:64) adalah jenis penelitian yang membangun pengetahuan dan memperoleh

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut terdapat empat kata kunci yang perlu

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. 1 Waktu dan Tempat Penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2009 di PT. Samawood Utama Works Industries, Medan-Sumatera Utara. Penentuan lokasi penelitian

Lebih terperinci

4. METODE PENELITIAN. Universitas Indonesia. Hubungan Antara..., Anindita Kart, F.Psi UI, 2008i

4. METODE PENELITIAN. Universitas Indonesia. Hubungan Antara..., Anindita Kart, F.Psi UI, 2008i 34 4. METODE PENELITIAN Dalam bab ini akan diuraikan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian ini. Penjelasan mengenai metode dimulai dengan partisipan penelitian, desain penelitian, metode pengumpulan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN 29 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subyek Populasi 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilakukan di Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia, Jalan Setiabudhi No.229 Bandung. 2. Populasi Penelitian

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan hubungan kausal yakni hubungan yang bersifat sebab akibat. Dalam

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan hubungan kausal yakni hubungan yang bersifat sebab akibat. Dalam BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Pendekatan Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, peneliti melakukan penelitian yang bersifat hubungan antara tiga variabel, adapun bentuk hubungannya

Lebih terperinci

3. METODOLOGI Variabel-Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

3. METODOLOGI Variabel-Variabel Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 28 3. METODOLOGI Pada bab ini dijelaskan mengenai metode yang digunakan dalam penelitian ini, dari operasionalisasi variabel masalah penelitian, penetapan populasi dan pemilihan sampel, tipe dan desain

Lebih terperinci

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian

BAB 3 METODE PENELITIAN. 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian BAB 3 METODE PENELITIAN 3.1 Populasi, Sampel dan Metodologi Pengambilan Sampel Penelitian Populasi adalah jumlah keseluruhan subyek atau obyek yang akan diteliti. Populasi dapat diartikan sebagai jumlah

Lebih terperinci