Metamorfosa. (Journal of Biological Sciences) ISSN:

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Metamorfosa. (Journal of Biological Sciences) ISSN:"

Transkripsi

1

2 Metamorfosa (Journal of Biological Sciences) ISSN: Penanggung Jawab Koordinator Program Studi Magister Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana EDITORIAL TEAM Chief Editor Deputy Chief Editor : Dr. I Ketut Ginantra, S.Pd., M.Si. : Dr. Iriani Setyawati, S.Si., M.Si. Co Editor 1. Dr. Bayu Aji, M.Sc (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) 2. Dr. I Wayan Suana, S.Si., M.Si. (Universitas Mataram) 3. Luh Arpiwi, S.Si., M.Sc., Ph.D. (Universitas Udayana) 4. Dr. Drs. Ida Bagus Gede Darmayasa, M.Si. (Universitas Udayana) 5. Ni Wayan Sudatri, M.Si. (Universitas Udayana) Staff Editor 1. Ida Bagus Ngurah Surya Darma, S.Tp 2. Ni Luh Putu Ariwathi, S.Pt., M.Si. 3. Pasek Agus Ariawan S.Kom. Alamat Redaksi Sekretariat Prodi Magister Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana Jalan PB. Sudirman, Denpasar, Bali Telp. (0361) Website:

3 Metamorfosa (Journal of Biological Sciences) ISSN: Vol. 5, No. 1, Maret 2018 DAFTAR ISI STUDI HISTOPATOLOGI INSANG IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn.) DITINJAU DARI KADAR AMMONIA (NH3) DI DANAU BATUR, BALI THE STUDY OF HISTOPATOLOGY GILL TILAPIA (Oreochromis niloticus, Linn.) IN TERMS OF LEVELS OF AMMONIA (NH3) IN BATUR LAKE, BALI Desak Wira Triana Wandari, I Wayan Restu, Endang Wulandari Suryaningtyas UJI AKTIVITAS EKSTRAK BIJI KAPUK RANDU (Ceiba pentandra Gaertn.) TERHADAP PERILAKU KAWIN TIKUS (Rattus norvegicus) JANTAN THE ACTIVITY TEST OF KAPOK SEED (Ceiba pentandra Gaertn.) EXTRACT ON MALE RATS (Rattus norvegicus) MATING BEHAVIOR Dessy Sukma Wirastuti, Ngurah Intan Wiratmini, Sang Ketut Sudirga POLA AKTIVITAS TAPIR (Tapirus indicus Desmarest 1819) DI HUTAN KALAWEIT SUPAYANG, KABUPATEN SOLOK, PROVINSI SUMATERA BARAT ACTIVITY PATTERN OF MALAYAN TAPIRS (Tapirus indicus Desmarest 1819) IN SUPAYANG KALAWEIT FOREST, SOLOK REGENCY, WEST SUMATRA PROVINCE Erik Marlius, Wilson Novarino, Rizaldi, Asferi Ardiyanto AGAS SCIARID (DIPTERA: SCIARIDAE): SUATU KAJIAN PUSTAKA SCIARIDE GNAT (DIPTERA: SCIARIDAE): A LITERATURE REVIEW I Gede Ketut Susrama PENGARUH EKSTRAK KELENJAR HIPOFISA AYAM BROILER DALAM MEMPERCEPAT RESPON OVULASI IKAN KOI Cyprinus carpio L THE EFFECT OF BROILER CHICKEN PITUITARY EXTRACT IN SPEEDING UP THE OVULATION RESPONSE OF KOI FISH Hidayah Mardhatillah, Efrizal, Resti Rahayu PENGARUH KARAKTERISTIK PASIR PANTAI TERHADAP PERSENTASE KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DALAM UPAYA KONSERVASI PENYU DI BALI CHARACTERISTIC INFLUENCE OF SAND BEACH ABOUT PERCENTAGE HATCHING SUCCESS OLIVE RIDLEY SEA TURTLE EGG ON CONSERVATION EFFORT SEA TURTLE IN BALI I Nyoman Yoga Parawangsa, I Wayan Arthana, Rani Ekawaty PERBANYAKAN IN VITRO TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) DENGAN PENAMBAHAN META-TOPOLIN PADA MEDIA MODIFIKASI MS (Murashige & Skoog) IN VITRO PROPAGATION OF POTATO (Solanum tuberosum [L.] cv. Granola) BY ADDITION OF META-TOPOLIN ON MODIFIED MS (Murashige & Skoog) MEDIA Tia Setiawati, Auliya Zahra, Rully Budiono, Mohamad Nurzaman

4 KARAKTERISTIK BUAH, BIJI DAN KANDUNGAN MINYAK DARI TANAMAN NON PANGAN DI PULAU SERANGAN BALI FRUITS, SEEDS TRAITS AND OIL CONTENT OF NON FOOD PLANTS FROM SERANGAN ISLAND, BALI Ramdhoani, Ni Luh Arpiwi, A. A. Ketut Darmadi AKTIVITAS HARIAN ELANG BRONTOK (Nisaetus cirrhatus) DI PUSAT KONSERVASI ELANG KAMOJANG DAILY ACTIVITY OF CHANGEABLE HAWK-EAGLE (Nisaetus cirrhatus) IN KAMOJANG EAGLE CONSERVATION CENTER Nabila Ghitha Safanah, Ruhyat Partasasmita, Zaini Rakhman PEMANFAATAN TUMBUHAN PEKARANGAN SEBAGAI BAHAN OBAT ALTERNATIF DI DESA JIMBARAN, KECAMATAN KUTA SELATAN, KABUPATEN BADUNG, BALI UTILIZATION OF YARD PLANTS AS ALTERNATIVE MEDICINE IN JIMBARAN VILLAGE, SOUTH KUTA, BADUNG, BALI Irawati, Eniek Kriswiyanti, A.A. Ketut Darmadi KANDUNGAN MINYAK, HUBUNGAN KEKERABATAN DAN POTENSI BIODIESEL DARI KEPUH (Serculia foetida L.) DI KABUPATEN BADUNG, KOTA DENPASAR DAN ROTE (NTT) OIL CONTENT, KINSHIP RELATIONSHIPS AND BIODIESEL POTENCY OF Sterculia foetida L. IN BADUNG REGENCY, DENPASAR AND ROTE (NTT) Midel Delfi Wehelmina Ndolu, Ni Luh Arpiwi, Ni Luh Suriani TINGKAT KESUBURAN PERAIRAN BERDASARKAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI DANAU BATUR, KINTAMANI, BALI AQUATIC PRODUCTIVITY BASED ON THE ABUNDANCE OF PHYTOPLANKTON IN BATUR LAKE, KINTAMANI, BALI I Gusti Ayu Novie Sidaningrat, I Wayan Arthana, Endang Wulandari Suryaningtyas STUDI PENDAHULUAN KADAR TIMBAL DAN KADMIUM DALAM AIR DAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus, Linn.) SEBAGAI KAJIAN KUALITAS AIR DI BENDUNGAN TELAGA TUNJUNG, BALI A PRELIMINARY STUDY OF LEAD AND CADMIUM CONTENT IN WATER AND TILAPIA (Oreochromis niloticus, Linn.) FOR WATER QUALITY ASSESSMENT OF TELAGA TUNJUNG DAM, BALI Made Octiya Arimardewi, I Wayan Restu, Suprabadevi Ayumayasari Saraswati IDENTIFIKASI DAN PREVALENSI ENDOPARASIT PADA KAMBING DIKOTA PADANG, SUMATERA BARAT IDENTIFICATION AND PREVALENCE OF ENDOPARASITE IN GOAT IN PADANG, WEST SUMATERA Marta Yufa, Mairawita, Henny Herwina ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Streptomyces spp. PENGHASIL ENZIM KITINASE DARI LUMPUR SELOKAN ISOLATION AND IDENTIFICATION OF Streptomyces spp. PRODUCING CHITINASE ENZYME FROM SEWAGE MUD Putu Ayu Parwati, Retno Kawuri, Ni Luh Watiniasih

5 TEKNIK PERANCANGAN PRIMER UNTUK SEKUEN GEN MDR-1 VARIAN 1199 PADA SAMPEL BUFFY COAT PASIEN ANAK DENGAN LLA MDR-1 GENE 1199 VARIANT PRIMER DESIGN TECHNIQUES IN PEDIATRIC PATIENT BUFFY COAT SAMPLES WITH LLA Putu Desy Yustinadewi, Putu Sanna Yustiantara, Inna Narayani STUDI JAMUR POLYPORUS LIAR YANG BISA DIKONSUMSI (CENDAWAN ELANG) DI KECAMATAN KAYU ARO BARAT, KABUPATEN KERINCI, JAMBI STUDY OF WILD EDIBLE POLYPORUS (CENDAWAN ELANG) FROM WEST KAYU ARO SUBDISTRICT, KERINCI REGENCY, JAMBI Dalli Yulio Saputra, Nurmiati, Periadnadi KARAKTERISTIK SARANG TEMPUA Ploceus philippinus (Linnaeus, 1766) DI AREA PERSAWAHAN GURUN AUR, KECAMATAN BANUHAMPU, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT NEST CHARACTERISTICS OF BAYA WEAVER Ploceus philippinus (Linnaeus, 1766) AROUND RICEFIELD IN GURUN AUR, BANUHAMPU, AGAM REGENCY, WEST SUMATERA Merry, Wilson Novarino, Rizaldi DIVERSITY OF LICHEN CRUSTOSE OF Plumeria spp. IN BALI ISLAND INDONESIA Junita Hardini, Rina Sri Kasiamdari, Santosa, Purnomo VARIASI MORFOLOGI ULAR CANTIK MANIS, Tropidolaemus wagleri Wagler, 1830 (SERPENTES: VIPERIDAE) DI SUMATERA BARAT, INDONESIA MORPHOLOGICAL VARIATION OF TEMPLE PIT-VIPER Tropidolaemus Wagleri Wagler, 1830 (SERPENTES: VIPERIDAE) IN WEST SUMATRA, INDONESIA Hadi kurniawan, Djong Hon Tjong, Wilson Novarino

6 JURNAL METAMORFOSA V (1): (2018) J U R N A L M E T A M O R F O S A Journal of Biological Sciences ISSN: ISOLASI DAN IDENTIFIKASI Streptomyces spp. PENGHASIL ENZIM KITINASE DARI LUMPUR SELOKAN ISOLATION AND IDENTIFICATION OF Streptomyces spp. PRODUCING CHITINASE ENZYME FROM SEWAGE MUD Putu Ayu Parwati*, Retno Kawuri, Ni Luh Watiniasih Program Studi Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana * INTISARI Streptomyces merupakan bakteri dari kelompok Actinomycetes. Genus ini diketahui dapat memproduksi berbagai senyawa aktif diantaranya antibiotik, antiviral, dan enzim. Enzim yang dapat ditemukan pada bakteri dan jamur yaitu salah satunya enzim kitinase. Enzim kitinase yang diproduksi oleh bakteri lebih baik dibandingkan kitinase dari sumber lain karena dengan waktu yang relatif singkat dapat melakukan proses perkembangbiakan. Bakteri kitinolitik merupakan agen pengendalian hayati terhadap jamur patogen maupun serangga hama yang sangat potensial karena aktivitas kitinase yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengetahui karakteristik Streptomyces spp. dari lumpur selokan dan uji aktivitas enzim kitinase. Aktivitas enzim kitinase diketahui melalui zona bening yang terbentuk pada media uji. Hasil penelitian diperoleh lima spesies Streptomyces spp. dari sampel lumpur selokan yang diisolasi dengan karakteristik yang berbeda-beda. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari lima spesies Streptomyces spp., dua spesies yaitu Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 mampu memproduksi enzim kitinase, sementara tiga spesies Streptomyces lainnya tidak memproduksi enzim kitinase. Streptomyces sp.3 memproduksi enzim kitinase dengan terbentuknya zona bening sebesar 1,85±0,07 cm dan pada Streptomyces sp.5 terbentuk zona bening sebesar 0,65 ±0,14 cm. Berdasarkan data tersebut Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 memiliki potensi sebagai bakteri kitinolitik yang memiliki manfaat sebagai agen pengendalian hayati. Kata kunci : Streptomyces sp., Enzim kitinase ABSTRACT Streptomyces is a bacterium of the Actinomycetes group. This genus is known to produce various active compounds including antibiotics, antivirals, and enzymes. Enzymes that can be found in bacteria and fungi is one of them chitinase enzyme. The production of chitinase enzyme from bacteria is better than chitinase from other sources because of its proliferation occurs in a relatively short time. Chitinase activity of chitinolitic bacteria is potentially to be used as a biological control agent against pathogenic fungi and insect pests. This study aims to isolate, characterized and identify the chitin enzyme activity of Streptomyces spp. collected from sewage slurry. The activity of chitinase enzymes is known through the clear zone formed on the medium. Five Streptomyces species were isolated from the sewage slurry collected 3 different places. Out of 5 species, two species, Streptomyces sp.3 and Streptomyces sp.5, were able to produce chitinase enzyme, while three others were not. The species of Streptomyces sp.3 producing chitinase enzyme was performed a clear zone in chitin media with average of 1.85±0.07 cm 99

7 JURNAL METAMORFOSA V (1): (2018) ISSN: and Streptomyces sp.5 was 0.65±0.14 cm. Therefore, Streptomyces sp.3 and Streptomyces sp.5 are a potential source of bacteria producing chitinase enzyme for a biological control agent. Keywords: Streptomyces sp., chitinase enzyme PENDAHULUAN Indonesia sangat kaya dengan plasma nutfah termasuk mikroorganisme yang hidup didalamnya sehingga mampu menyediakan isolat-isolat mikroba yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penelitian isolat-isolat mikroba secara umum bertujuan mencari mikroba penghasil isolat yang dapat bermanfaat bagi manusia misalnya antibiotik, enzim, dan senyawa antitumor atau substansi bioaktif lainnya (Natsir dkk, 1999). Dibandingkan dengan tanaman dan hewan, mikroba merupakan sumber enzim yang paling banyak. Hal tersebut dikarenakan keuntungan dari mikroba yang memiliki pertumbuhan cepat, tumbuh pada substrat yang murah dan hasilnya lebih mudah ditingkatkan melalui pengaturan kondisi pertumbuhan (Suryadi dkk, 2013). Kitinase adalah enzim yang mampu menghidrolisi polimer kitin menjadi oligomer kitin. Kitin merupakan polimer linier karbohidrat yang tersusun dari monomer N- asetil-glukosami dengan ikatan 1,4-β-glikosidik. Bakteri yang mengandung kitin sebagai sumber karbon dan nitrogen umumnya mengandung enzim kitinase ekstraseluler (Itoi et al, 2007). Enzim kitinase saat ini banyak dieksplorasi karena kebutuhan enzim kitinase dalam bidang kesehatan dan pertanian sangat dibutuhkan. Sowmya et al. (2012) menyatakan genus Actinomycetes yang menghasilkan enzim kitinase adalah Streptomyces. Genus Streptomyces ditetapkan sebagai salah satu mikroorganisme terbaik untuk mempelajari produksi serta aspek biokimia kitinase melalui berbagai kondisi dan lingkungan karena hampir semua anggota Genus Streptomyces menghasilkan kitinase (Soeka, 2015). Kemampuan yang dimiliki bakteri kitinolitik yaitu memproduksi enzim kitinase dan sebagai sumber karbon serta nitrogen dimanfaatkan enzim kitinase untuk asimilasi kitin (Wu et al, 2001). Secara intra maupun ekstraseluler dengan acak dari dalam (endokitinase) atau dari ujung nonreduksi (eksokitinase) molekul kitin, kitinase yang termasuk kelompok enzim hydrolase dapat mendegradasi kitin secara langsung menjadi produk bermolekul kecil (Wang and Chang, 1997). Kitin didegradasi menjadi oligosakarida kitin (diasetilkitobiosa dan N-asetilglukosamin) oleh enzim kitinase, Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui karakteristik bakteri Streptomyces spp. yang ditemukan pada lumpur selokan serta kemampuannya memproduksi enzim kitinase. BAHAN DAN METODE Isolasi bakteri Streptomyces spp. dilakukan menggunakan sampel dari lumpur selokan yang terdapat di kawasan Tabanan, Denpasar dan Badung. Isolasi Streptomyces sp. dilakukan dengan metode pengenceran (serial dilution method) yaitu dengan menimbang 10 gram lumpur selokan kemudian dihomogenkan pada 90 ml air steril. Sampel yang telah homogen dilakukan pengenceran berseri hingga 10-3 dan ditanam secara pour plate pada media Yeast Extract Malt Agar (ISP4/International Standar Project 4). Pengamatan secara makroskopis dan mikroskopis dilakukan pada koloni yang tumbuh pada media. Pengamatan makroskopis berupa warna koloni, bentuk koloni dan ada tidaknya pertumbuhan hifa aerial. Pengamatan mikroskopis berupa pengamatan terhadap struktur hifa dan konidia, uji pewarnaan tahan asam dan uji pewarnaan Gram. Buku kunci determinasi Guide to the Classification and Identification of the Actinomyces and Their Antibiotics dari Lechevalier and Waksman (1973) dan Bergey s Manual of Determinative Bacteriology dari Holt et al. (1994) digunakan untuk identifikasi penentuan genus Streptomyces. Uji aktivitas enzim kitinase dilakukan dengan menggunakan media kitin agar. Masing- 100

8 JURNAL METAMORFOSA V (1): (2018) ISSN: masing isolat Streptomyces sp. yang berusia 5 hari diambil koloninya dengan menggunakan cork borer (diameter koloni yang diambil 5 mm) sebanyak 2 buah lalu diletakkan pada permukaan media kitin sebagai media uji. Kemudian media uji tersebut diinkubasi pada suhu 37 0 C selama jam. Zona bening yang terbentuk pada sekitar koloni menunjukkan adanya aktivitas enzim kitinase. Zona bening yang semakin besar menunjukkan aktivitas enzim kitinase yang dimiliki Streptomyces sp. tersebut semakin besar (Rostinawati, 2008). Pengukuran zona hambat terbentuk pada cawan Petri diukur sebanyak 2 kali yaitu pengukuran berdasarkan garis tengah diagonal dan hasilnya dirata- ratakan. HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Isolasi Bakteri Streptomyces Hasil isolasi diperoleh 5 isolat yang memiliki perbedaan karakteristik makroskopis dan termasuk Gram positif, katalase positif serta bakteri tidak tahan asam. Streptomyces sp.1 memiliki koloni berbentuk bulat dengan pinggiran tidak merata. Koloni melekat erat pada media dengan permukaan seperti kapas. Hifa aerial berwarna abu keemasan dan secara mikroskopis hifa tidak berseptat dengan diameter 0,12-0,24 µm. Konidia berbentuk bulat, tersusun berantai dengan diameter 0,08-0,10 µm (Gambar 1). A B 0,21 µm. Konidia berbentuk bulat, tersusun berantai dengan diameter 0,07-0,21 µm. (Gambar 2). A Gambar 2. Bakteri Streptomyces sp.2. (A) Koloni pada media YEMA, (B) gambar mikroskopis, (a) konidia dan (b) hifa Streptomyces sp.3 memiliki koloni berbentuk bulat dengan pinggiran merata. Koloni melekat erat pada media dengan struktur permukaan seperti kapas dengan hifa aerial berwarna putih. Secara mikroskopis hifa tidak berseptat dengan ukuran 0,08-0,09 µm. Konidia tersusun lurus berantai, berbentuk oval dengan diameter 0,07-0,08 µm (Gambar 3). A Gambar 3. Bakteri Streptomyces sp.3. (A) Koloni pada media YEMA, (B) gambar mikroskopis, (a) konidia dan (b) hifa B B A B Gambar 1. Bakteri Streptomyces sp.1. (A) Koloni pada media YEMA, (B) gambar mikroskopis, (a) konidia dan (b) hifa Streptomyces sp.2 memiliki koloni berbentuk bulat melekat erat pada media dengan miselia vegetatif berwarna merah pada media YEMA. Pertumbuhan hifa aerial berwarna putih dan secara mikroskopis memiliki diameter 0,18- Gambar 4. Bakteri Streptomyces sp.4. (A) Koloni pada media YEMA, (B) gambar mikroskopis, (a) konidia dan (b) hifa Streptomyces sp.4 memiliki koloni bulat dengan permukaan koloni seperti beludru. Koloni melekat erat di media dengan hifa aerial 91

9 JURNAL METAMORFOSA V (1): (2018) ISSN: berwarna abu keemasan. Secara mikroskopis hifa tidak berseptat berdiameter 0,07-0,08 µm. Konidia bulat, tersusun berantai berdiameter 0,08-0,10 µm (Gambar 4). Streptomyces sp.5 memiliki koloni bulat dengan permukaan seperti bertepung. Koloni melekat erat pada media dengan hifa aerial berwarna abu keemasan. Secara mikroskopis hifa tidak berseptat dengan diameter 0,20-0,24 µm. Konidia berbentuk bulat, tersusun berantai dengan diameter 0,09-0,11 µm (Gambar 5). Gambar 5. Bakteri Streptomyces sp.5. (A) Koloni pada media YEMA, (B) gambar mikroskopis, (a) konidia dan (b) hifa Karakteristik dari kelima isolat tersebut diantaranya koloni merekat erat pada media, membentuk hifa aerial, Gram positif, tidak tahan asam, katalase positif, konidia dengan ukuran rata-rata 0,07-0,21 µm dan memiliki hifa vegetative. Keseluruhan isolat dapat tumbuh dengan baik pada media YEMA dengan kisaran suhu pertumbuhan 28±2 0. Beberapa karakteristik genus Streptomyces menurut Holt et al. (1994) dan Lechevalier and Waksman (1973) diantaranya memiliki hifa vegetatif dengan diameter 0,50-2,00 µm. Hifa vegetatif dalam pertumbuhannya akan membentuk hifa aerial, dimana hifa aerial yang matang akan membentuk susunan rantai spora. 2. Uji Enzim Kitinase Uji aktivitas enzim kitinase dilakukan untuk mengetahui kandungan enzim kitinase dari isolat Streptomyces spp. Isolat Streptomyces sp.3 (Gambar 6C) memiliki kandungan enzim kitinase paling besar dengan diameter zona bening sebesar 1,85±0,07 cm. Isolat Streptomyces sp.5 (Gambar 6E) memiliki kandungan enzim kitinase yang kecil dengan diameter zona bening sebesar 0,65±0,14 cm. Isolat Streptomyces sp.4 (Gambar 6D) terlihat tidak adanya zona bening yang terbentuk, tetapi terbentuk koloni bakteri yang tumbuh di area pengujian enzim kitinase. Isolat Streptomyces sp.1 (Gambar 6A) dan Streptomyces sp.2 (Gambar 6B) menunjukkan tidak ada zona bening terbentuk tersebut. Tabel 1. Zona bening isolat Streptomyces spp. pada media kitin No. Isolat Streptomyces Diameter zona bening (cm) 1. Streptomyces sp.1 0,00 ± 0,00 2. Streptomyces sp.2 0,00 ± 0,00 3. Streptomyces sp.3 1,85 ± 0,07 4. Streptomyces sp.4 0,00 ± 0,00 5. Streptomyces sp.5 0,65 ±0,14 Keterangan: Nilai rata-rata zona bening ± standar deviasi dari dua kali ulangan Menurut Gohel et al. (2006) secara kualitatif aktivitas kitinase ditunjukkan bila di sekitar koloni isolat yang tumbuh pada medium agar kitin terbentuk zona bening. Aktivitas enzim kitinase yang terbentuk keluar sel memecah makromolekul kitin menjadi molekul lebih kecil mengakibatkan terbentuknya zona bening (Suryadi dkk., 2013). Jumlah monomer N-asetil glukosamin yang dihasilkan dari proses hidrolisis kitin dengan memutus ikatan β 1,4 homopolimer N-asetilglukosamin menentukan besarnya zona bening yang dihasil-kan oleh enzim kitinase. Makin besar zona bening yang terbentuk di sekitar koloni menandakan makin besar jumlah monomer N-asetilglukosamin yang dihasilkan (Wijaya, 2002). 92

10 JURNAL METAMORFOSA V (1): (2018) ISSN: A B C D E Gambar 6. Hasil uji aktivitas enzim kitinase Keterangan: (A) Streptomyces sp.1, (B) Streptomyces sp.2, (C) Streptomyces sp.3, (D) Streptomyces sp.4, (E) Streptomyces sp.5. Berdasarkan penelitian, waktu produksi enzim kitinase dari isolat Streptomyces sp. adalah 6 hari (Narayana and Vijayalakshmi, 2009). Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi enzim kitinase adalah pada fase eksponensial, yang berbeda-beda tergantung pada tiap mikroba (Matsumoto et al., 2006). Kondisi ph dan suhu produksi enzim kitinase bervariasi. Aktivitas kitinase juga dipengaruhi oleh faktor lain seperti suplemen nutrisi yang ditambahkan, konsentrasi koloidal kitin, penambahan sumber karbon, penambahan sumber nitrogen, dan penggunaan detergen (Bhattacharya et al., 2012) Enzim kitinase yang berperan dalam pengendalian jamur, nematoda dan serangga mampu menguraikan kitin pada dinding sel jamur, nematoda dan eksoskeleton serangga menjadi N-asetil glukosaminida. Mikroorganisme kitinolitik mendegradasi kitin dengan cara melibatkan enzim kitinase. Sebagian besar mikroorganisme ini ialah dari kelompok bakteri, misalnya Streptomyces, Bacillus, Aeromonas, Serratia, dan Enterobacter. Streptomyces sp. memiliki kemampuan untuk menghasilkan enzim kitinase (Dewi, 2008). Streptomyces alivaceoviridis menginduksi sintesis kitinase dengan cara mengenal struktur fisik kitin seperti susunan rantai. Bakteri ini memproduksi protein seperti lektin yang mengikat secara khusus pada kristal α-kitin dan selama degradasi kitin sel juga dapat mengenal derajat deasitilasi dari jumlah glukosamin dan G1cNac relatif yang dibebaskan (Dewi, 2008). Okasaki et al. (1995) melaporkan Streptomyces sp. J-13-3 menghasilkan dua jenis kitinase yaitu Chi A dan Chi B yang stabil pada ph optimum 6 dan suhu optimum yaitu 45 0 C. KESIMPULAN Isolasi yang dilakukan dari sampel lumpur selokan diperoleh lima isolat Streptomyces spp. dengan karakteristik yang berbeda-beda. Dari lima spesies Streptomyces, dua spesies yaitu Streptomyces sp.3 dan Streptomyces sp.5 mampu memproduksi enzim kitinase, sementara tiga spesies Streptomyces lainnya tidak memproduksi enzim kitinase. Streptomyces sp.3 memproduksi enzim kitinase dengan terbentuknya zona bening sebesar 1,85±0,07 cm dan pada Streptomyces sp.5 terbentuk zona bening sebesar 0,65 ±0,14 cm. DAFTAR PUSTAKA Bhattacharya S., S. Chakrabortty, and A. Das Optimization of Process Parameters for Chitinase Production by a Marine Isolate of Serratia marcescens. J. Pharm. Biol. Sci, 2(2):

11 JURNAL METAMORFOSA V (1): (2018) ISSN: Dewi, I.M Isolasi Bakteri dan Uji Aktifitas Kitinase Thermofilik Kasar dari Sumber Air Panas Tinggi Raja,Simalungun, Sumatera Utara (Tesis), Medan: Pascasarjana Universitas Sumatera Utara. Natsir,H., D.Tjandra, M.T. Suhartono, J.K. Hwang, dan Y.R.Pyun Eksplorasi Mikroba Asidofilik Penghasil Enzim Kitinase Asal Kawah Kamojang Jawa Barat, Prosiding II Seminar Hasil-Hasil Penelitian Bidang Ilmu Hayati Pusat Antar Universitas Ilmu Hayati Bogor Gohel V, A.Singh, M.Vimal, P.Ashwini, and H.S.Chhatpar Bioprospecting and antifungal potential of chitinolytic microorganisms. African J Biotech, 5 (2): Holt, J.G., N.R. Krieg, P.H.A. Sneath, J.T.Staley, and S.T.Williams Bergey s Manual of Determinative Bacteriology. Baltimore: Williams and Wilkins. Itoi, S., Y. Kanomata, Y. Koyama, K.Kadokura, S.Uchida, T.Nishio, and H. Sugito Identification of a Novel Endochitinase from a Marine Bacterium Vinrio proteolyticus strain No.442. J. Biochemica et Biophysica Acta : Lechevalier, H.A. and S.A.Waksman Guide to the Classification and Identification of the Actinomycetes and Their Antibiotics. Baltimore: Williams and Wilkins. Matsumoto, Y., C.Saucedo, G.Revah, and S.K.Shirai Process Biochemistry. J. Fac. Agr, 39(6): Narayana, K., and M. Vijayalakshmi Chitinase Production by Streptomyces sp. ANU J. Microbial, 40: Okazaki, K., T.Abe, K.Saruwatari, F. Kato, K. Maruyama and K. Tagawa Purification and properties of mycodextranase from Streptomyces sp. J Biosci Biotechnol Biochem, 56:1-5. Rostinawati,T Skrinning dan Identifikasi Bakteri Penghasil Enzim Kitinase dari Air Laut di Perairan Pantai Pondok Bali (penelitian mandiri). Jatinangor: Universitas Padjadjaran. Soeka, Y.S Karakterisasi Enzim Kitinase dan Identifikasi Isolat Aktinomisetes KRC 21.D berasal dari Kebun Raya Cibodas. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon, 1(5): Sowmya, B., D. Gomathi, M. Kalaiselvi, G. Ravikumar, C. Arulraj, and C. Uma Production and purification of chitinase by Streptomyces sp. from soil. J Adv Sci Res, 3(3): Suryadi, Y., T.P. Priyatno, D.N. Susilowati., I.M. Samudra., N.Yudhistira., dan E.D. Purwakusumah Isolasi dan Karakterisasi Kitinase asal Bacillus cereus 11 UJ. Jurnal Biologi Indonesia.9(1) Wang, S.L., and W.T.Chang Purification and Characterization of Two Bifunctional Chitinase/Lysozimes Extracelullarly Produce by Pseudomonas aeruginosa K- 187 in a Shrimp and Crab Shel Powder Medium. J. Appl. Environ. Microbiol. 63: Wijaya, S Isolasi Kitinase dari Scleroderma columnare dan Trichoderma harzarium. Ilmu Dasar, 3(1): Wu, M.L., Y.C. Chuang, J.P. Chen, C.S. Chen, and M.C. Chang Identification & Characterization of the Three Chitin- Binding Domains within the Multidomain Chitinase Chi92 from Aeromonas hydrophila jp 101. J. Appl. Env. Microbiol. 67:

PERNYATAAN ORISINILITAS SKRIPSI

PERNYATAAN ORISINILITAS SKRIPSI PERNYATAAN ORISINILITAS SKRIPSI Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul Pengaruh Perbedaan Karakteristik Pasir Pantai Terhadap Persentase Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Lekang (Lepidochelys

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kitin merupakan biopolimer alami kedua terbanyak setelah selulosa, merupakan komponen utama penyusun eksoskeleton Arthropoda dan dinding sel fungi (Gooday 1989; Cabib

Lebih terperinci

Isolasi dan Identifikasi Mikroorganisme Penghasil Enzim Kitinase Termofil pada Permandian Air Panas Prataan, Tuban Steven Yasaputera, Tjandra Pantjajani, Ruth Chrisnasari * Departemen Biologi, Fakultas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN Di Indonesia tanaman markisa belum banyak diteliti. Patogen dan penyakit yang menyerang tanaman markisa juga belum banyak diketahui (Semangun, 2000). Munculnya penyakit merupakan hasil

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. AKTIVITAS KUALITATIF ENZIM KITINOLITIK (INDEKS KITINOLITIK)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. AKTIVITAS KUALITATIF ENZIM KITINOLITIK (INDEKS KITINOLITIK) BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. AKTIVITAS KUALITATIF ENZIM KITINOLITIK (INDEKS KITINOLITIK) Peremajaan dan purifikasi terhadap kedelapan kultur koleksi isolat bakteri dilakukan terlebih dahulu sebelum pengujian

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kitin dan Bakteri Kitinolitik Kitin adalah polimer kedua terbanyak di alam setelah selulosa. Kitin merupakan komponen penyusun tubuh serangga, udang, kepiting, cumi-cumi, dan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kitin dan Kitinase Kitin adalah homopolimer yang tersusun dari GlcNAc yang saling berhubungan melalui ikatan linier β-1,4 dan merupakan biopolimer terbesar kedua di alam setelah

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sebagai salah satu negara yang memiliki biodiversitas sangat besar, Indonesia menyediakan banyak sumberdaya alam hayati yang tak ternilai harganya, dari bakteri hingga

Lebih terperinci

IV PEMBAHASAN. 4.1 Kandungan Protein Produk Limbah Udang Hasil Fermentasi Bacillus licheniformis Dilanjutkan oleh Saccharomyces cereviseae

IV PEMBAHASAN. 4.1 Kandungan Protein Produk Limbah Udang Hasil Fermentasi Bacillus licheniformis Dilanjutkan oleh Saccharomyces cereviseae 25 IV PEMBAHASAN 4.1 Kandungan Protein Produk Limbah Udang Hasil Fermentasi Bacillus licheniformis Dilanjutkan oleh Saccharomyces cereviseae Rata-rata kandungan protein produk limbah udang hasil fermentasi

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Produksi Kentang dan Masalahnya Kentang (Solanum tuberosum) sudah dikenal di Indonesia (Pengalengan, Lembang dan Karo) sejak sebelum perang dunia ke-2. Kentang tergolong ke dalam

Lebih terperinci

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI KITINOLITIK YANG TERDAPAT PADA CANGKANG LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI KITINOLITIK YANG TERDAPAT PADA CANGKANG LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI KITINOLITIK YANG TERDAPAT PADA CANGKANG LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) ISOLATION AND IDENTIFICATION OF CHYTINOLITIC BACTERIA FROM THE CRAYFISH (Cherax quadricarinatus)

Lebih terperinci

Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2 Juni Isolasi dan penapisan aktinomiset penghasil senyawa antibakteri dari lingkungan ABSTRAK

Riset Informasi Kesehatan, Vol. 5, No. 2 Juni Isolasi dan penapisan aktinomiset penghasil senyawa antibakteri dari lingkungan ABSTRAK Isolasi dan penapisan aktinomiset penghasil senyawa antibakteri dari lingkungan, Nur Antriana 1 1 Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor ABSTRAK Latar Belakang: : Aktinomiset merupakan bakteri Gram

Lebih terperinci

PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM LIPASE DARI Pseudomonas aeruginosa DENGAN MENGGUNAKAN INDUSER MINYAK JAGUNG SERTA KOFAKTOR Na + DAN Co 2+

PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM LIPASE DARI Pseudomonas aeruginosa DENGAN MENGGUNAKAN INDUSER MINYAK JAGUNG SERTA KOFAKTOR Na + DAN Co 2+ PRODUKSI DAN KARAKTERISASI ENZIM LIPASE DARI Pseudomonas aeruginosa DENGAN MENGGUNAKAN INDUSER MINYAK JAGUNG SERTA KOFAKTOR Na + DAN Co 2+ Dian Pratiwi (1), Firman Sebayang (1) dan It Jamilah (2) (1))

Lebih terperinci

METODELOGI PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana untuk

METODELOGI PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana untuk II. METODELOGI PENELITIAN 2.1 Metode Pengumpulan Data 2.1.1 Tempat dan waktu penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

Isolasi dan Perbaikan. Kultur. Rancang Media. Rancang Media 3/3/2016. Nur Hidayat Materi Kuliah Mikrobiologi Industri

Isolasi dan Perbaikan. Kultur. Rancang Media. Rancang Media 3/3/2016. Nur Hidayat Materi Kuliah Mikrobiologi Industri Isolasi dan Perbaikan Kultur 3/3/2016 Nur Hidayat Materi Kuliah Mikrobiologi Industri Rancang Media 1. Buat kisaran medium dengan nutrien pembatas berbeda (misal C, N, P atau O). 2. Untuk tiap tipe nutrien

Lebih terperinci

I PENDAHULUAN. nutrisi suatu bahan pakan, meningkatkan kecernaan karena ternak mempunyai

I PENDAHULUAN. nutrisi suatu bahan pakan, meningkatkan kecernaan karena ternak mempunyai 1 I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penggunaan teknologi pengolahan pakan di bidang peternakan sudah banyak dilakukan sekarang. Teknologi pengolahan pakan menjadi penting karena memiliki beberapa keuntungan,

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR Isolasi dan Identifikasi Bakteri Toleran Pestisida dengan Bahan Aktif Klorantraniliprol Asal Tanah Pertanian Baturiti Tabanan Bali

KATA PENGANTAR Isolasi dan Identifikasi Bakteri Toleran Pestisida dengan Bahan Aktif Klorantraniliprol Asal Tanah Pertanian Baturiti Tabanan Bali KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Isolasi dan Identifikasi

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Enzim merupakan protein yang berfungsi sebagai katalisator reaksi-reaksi kimia dalam sistem biologis. Enzim memiliki daya katalitik yang tinggi dan mampu meningkatkan

Lebih terperinci

ISOLASI DAN OPTIMASI ENZIM AMILASE DARI ISOLAT BAKTERI AMILOLITIK TANAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH TERJUN MEDAN SKRIPSI

ISOLASI DAN OPTIMASI ENZIM AMILASE DARI ISOLAT BAKTERI AMILOLITIK TANAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH TERJUN MEDAN SKRIPSI ISOLASI DAN OPTIMASI ENZIM AMILASE DARI ISOLAT BAKTERI AMILOLITIK TANAH TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) SAMPAH TERJUN MEDAN SKRIPSI FITRI YATUL MUTHOMAINNAH 120802044 DEPARTEMEN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA

Lebih terperinci

S K R I P S I OLEH : A.A NGURAH DWI ARIESTA WIJAYA PUTRA

S K R I P S I OLEH : A.A NGURAH DWI ARIESTA WIJAYA PUTRA OPTIMASI WAKTU PRODUKSI DAN PENGHAMBATAN BAKTERIOSIN DARI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI AIR SUSU IBU (ASI) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli ATCC 25922 S K R I P S I OLEH : A.A NGURAH DWI ARIESTA

Lebih terperinci

LAMPIRAN A. Karakterisasi umum isolat fungi dari tanah Bangka dan TWA Sibolangit pada media potato dextrose agar umur 7 hari

LAMPIRAN A. Karakterisasi umum isolat fungi dari tanah Bangka dan TWA Sibolangit pada media potato dextrose agar umur 7 hari LAMPIRAN A. Karakterisasi umum isolat fungi dari tanah Bangka dan TWA Sibolangit pada media potato dextrose agar umur 7 hari No. Kode Spesies Ciri-Ciri Isolat 1 BK01 Pencillium paxilli Koloni berwarna

Lebih terperinci

Denpasar, 7 Maret Penulis

Denpasar, 7 Maret Penulis iii KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Kandungan Logam Berat Timbal dan Kadmium

Lebih terperinci

II. TELAAH PUSTAKA. bio.unsoed.ac.id

II. TELAAH PUSTAKA. bio.unsoed.ac.id II. TELAAH PUSTAKA Koloni Trichoderma spp. pada medium Malt Extract Agar (MEA) berwarna putih, kuning, hijau muda, dan hijau tua. Trichoderma spp. merupakan kapang Deutromycetes yang tersusun atas banyak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Produksi perikanan dunia mengalami peningkatan hingga 11% selama 10 tahun terakhir (Van West 2006). Data FAO (2010) menyebutkan bahwa produksi perikanan di Indonesia

Lebih terperinci

PENAPISAN BAKTERI KITINOLITIK DARI LIMBAH UDANG YANG MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BEBERAPA JAMUR PATOGEN TESIS OLEH NIKMAH RIDHA BATUBARA /BIO

PENAPISAN BAKTERI KITINOLITIK DARI LIMBAH UDANG YANG MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BEBERAPA JAMUR PATOGEN TESIS OLEH NIKMAH RIDHA BATUBARA /BIO PENAPISAN BAKTERI KITINOLITIK DARI LIMBAH UDANG YANG MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BEBERAPA JAMUR PATOGEN TESIS OLEH NIKMAH RIDHA BATUBARA 117030039/BIO SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kacang Tanah Kacang tanah berasal dari Amerika Selatan, namun saat ini telah menyebar ke seluruh dunia yang beriklim tropis atau subtropis. Cina dan India merupakan penghasil

Lebih terperinci

KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA BIBIT TANAMAN KARET TESIS.

KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA BIBIT TANAMAN KARET TESIS. 1 KEMAMPUAN ISOLAT BAKTERI KITINOLITIK DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA BIBIT TANAMAN KARET TESIS Oleh: RAHMIATI 117030035/BIO PROGRAM PASCASARJANA BIOLOGI FAKULTAS

Lebih terperinci

POTENSI Streptomyces sp. PADA RIZOSFER TANAMAN ZINGIBERACEAE DALAM MENGHAMBAT MULTIDRUG RESISTANT Acinetobacter baumannii

POTENSI Streptomyces sp. PADA RIZOSFER TANAMAN ZINGIBERACEAE DALAM MENGHAMBAT MULTIDRUG RESISTANT Acinetobacter baumannii POTENSI Streptomyces sp. PADA RIZOSFER TANAMAN ZINGIBERACEAE DALAM MENGHAMBAT MULTIDRUG RESISTANT Acinetobacter baumannii Skripsi Sebagai tugas akhir untuk memenuhi syarat mencapai derajat Sarjana S-1

Lebih terperinci

POTENSI MIKROBA INDIGENUS ASAL TANAH GAMBUT DESA RIMBO PANJANG KABUPATEN KAMPAR RIAU DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Xanthomonas oryzae pv.

POTENSI MIKROBA INDIGENUS ASAL TANAH GAMBUT DESA RIMBO PANJANG KABUPATEN KAMPAR RIAU DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Xanthomonas oryzae pv. POTENSI MIKROBA INDIGENUS ASAL TANAH GAMBUT DESA RIMBO PANJANG KABUPATEN KAMPAR RIAU DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN Xanthomonas oryzae pv. oryzae N. Wizra 1, R.M. Roza 2 dan A. Martina 2 1 Mahasiswa Program

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini isolat actinomycetes yang digunakan adalah ANL 4,

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini isolat actinomycetes yang digunakan adalah ANL 4, IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Identifikasi Actinomycetes Pada penelitian ini isolat actinomycetes yang digunakan adalah ANL 4, isolat ini telah berhasil diisolasi dari sedimen mangrove pantai dengan ciri

Lebih terperinci

KAJIAN PUSTAKA. Sistematika dari jamur Trichoderma sp. (Rejeki, 2007)

KAJIAN PUSTAKA. Sistematika dari jamur Trichoderma sp. (Rejeki, 2007) KAJIAN PUSTAKA Jamur Trichoderma sp. Jamur Trichoderma sp. Mempunyai morfolog/' sebagai berikut kadidiofora, hylin (bening), tegak lurus, bercabang, bersepta, phialida tunggal atau kelompok, konidia hylin,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keragaman bakteri dapat dilihat dari berbagai macam aspek, seperti

BAB I PENDAHULUAN. Keragaman bakteri dapat dilihat dari berbagai macam aspek, seperti 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Keragaman bakteri dapat dilihat dari berbagai macam aspek, seperti morfologi, fisiologi, dan genetik. Setiap habitat yang berbeda memberikan keragaman yang berbeda

Lebih terperinci

Lampiran 1. Alur Kerja Pengambilan Sampel. Sampel Saprolegnia diambil dari telur yang terdapat pembentukan kapas pada permukaannya

Lampiran 1. Alur Kerja Pengambilan Sampel. Sampel Saprolegnia diambil dari telur yang terdapat pembentukan kapas pada permukaannya Lampiran 1. Alur Kerja Pengambilan Sampel Persiapan Alat dan bahan Sampel Saprolegnia diambil dari telur yang terdapat pembentukan kapas pada permukaannya Sampel air diambil dari kolam yang memiliki sejarah

Lebih terperinci

POTENSI AGEN BIOKONTROL UNTUK MENGENDALIKAN Fusarium sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA SEMANGKA

POTENSI AGEN BIOKONTROL UNTUK MENGENDALIKAN Fusarium sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA SEMANGKA TESIS POTENSI AGEN BIOKONTROL UNTUK MENGENDALIKAN Fusarium sp. PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA SEMANGKA ANAK AGUNG NGURAH NARA KUSUMA PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2015 TESIS POTENSI AGEN

Lebih terperinci

FAKTA INTEGRITAS. diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang

FAKTA INTEGRITAS. diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang FAKTA INTEGRITAS Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang sepengetahuan saya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. teknologi aplikasi enzim menyebabkan penggunaan enzim dalam industri semakin

BAB I PENDAHULUAN. teknologi aplikasi enzim menyebabkan penggunaan enzim dalam industri semakin BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kemajuan dalam bidang teknologi fermentasi, rekayasa genetika, dan teknologi aplikasi enzim menyebabkan penggunaan enzim dalam industri semakin meningkat. Enzim

Lebih terperinci

METODE ISOLASI FUNGI PENGHASIL KITINASE DARI SAMPEL TANAH. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus Binawidya Pekanbaru, 28293, Indonesia

METODE ISOLASI FUNGI PENGHASIL KITINASE DARI SAMPEL TANAH. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Kampus Binawidya Pekanbaru, 28293, Indonesia METODE ISOLASI FUNGI PENGHASIL KITINASE DARI SAMPEL TANAH R. Uliya 1, T. T. Nugroho 2, A. Dahliaty 2 1 Mahasiswa Program Studi S1 Kimia 2 Bidang Biokimia Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Jamur Trichoderma sp. Jamur tanah merupakan salah satu golongan yang penting dari golongangolongan populasi tanah yang tersebar secara luas. Bentuk-bentuk tertentu merupakan

Lebih terperinci

PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP JENIS POLEN YANG DIKOLEKSI OLEH LEBAH TRIGONA. Oleh I Putu Narka Eka Pratama

PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP JENIS POLEN YANG DIKOLEKSI OLEH LEBAH TRIGONA. Oleh I Putu Narka Eka Pratama PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP JENIS POLEN YANG DIKOLEKSI OLEH LEBAH TRIGONA Skripsi Sebagai tugas akhir untuk memenuhi syarat mencapai derajat Sarjana S-1 Jurusan Biologi FMIPA Universitas Udayana

Lebih terperinci

SKRINING DAN ISOLASI BAKTERI PENGHASIL ENZIM AMILASE DARI LIMBAH TEBU YONATHAN MEIKY SEPTIAN

SKRINING DAN ISOLASI BAKTERI PENGHASIL ENZIM AMILASE DARI LIMBAH TEBU YONATHAN MEIKY SEPTIAN SKRINING DAN ISOLASI BAKTERI PENGHASIL ENZIM AMILASE DARI LIMBAH TEBU YONATHAN MEIKY SEPTIAN 2443008008 FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA 2012 ABSTRAK SKRINING DAN ISOLASI

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kitin merupakan senyawa homopolisakarida tidak bercabang yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kitin merupakan senyawa homopolisakarida tidak bercabang yang BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. KITIN Kitin merupakan senyawa homopolisakarida tidak bercabang yang terdiri dari N-asetilglukosamin. Monomer-monomer N-asetilglukosamin dihubungkan oleh ikatan β-1,4 glikosida

Lebih terperinci

SKRINING BAKTERI KITINOLITIK DAN UJI PRODUKSI KITINASE MENGGUNAKAN TEPUNG CANGKANG UDANG

SKRINING BAKTERI KITINOLITIK DAN UJI PRODUKSI KITINASE MENGGUNAKAN TEPUNG CANGKANG UDANG SKRINING BAKTERI KITINOLITIK DAN UJI PRODUKSI KITINASE MENGGUNAKAN TEPUNG CANGKANG UDANG SKRIPSI Oleh Anja Asmarany R. NIM 061810401070 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. zat kimia lain seperti etanol, aseton, dan asam-asam organik sehingga. memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi (Gunam et al., 2004).

I. PENDAHULUAN. zat kimia lain seperti etanol, aseton, dan asam-asam organik sehingga. memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi (Gunam et al., 2004). 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Enzim merupakan senyawa protein yang disintesis di dalam sel secara biokimiawi. Salah satu jenis enzim yang memiliki peranan penting adalah enzim selulase. Enzim selulase

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan. Oleh : SURYA HADI SAPUTRA H

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan. Oleh : SURYA HADI SAPUTRA H IDENTIFIKASI DAN PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIMIKROBA PADA BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI ASINAN REBUNG BAMBU BETUNG (Dendrocalamus asper) PADA SUHU 15 o C DENGAN KONSENTRASI GARAM 5% IDENTIFICATION

Lebih terperinci

BAKTERI TERMO-AMILOLITIK YANG BERASAL DARI SUMBER AIR PANAS PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR E-JURNAL

BAKTERI TERMO-AMILOLITIK YANG BERASAL DARI SUMBER AIR PANAS PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR E-JURNAL BAKTERI TERMOAMILOLITIK YANG BERASAL DARI SUMBER AIR PANAS PARIANGAN KABUPATEN TANAH DATAR EJURNAL HERMANILA NIM: 10010242 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN STKIP

Lebih terperinci

PRODUKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK B1211 ASAL AIR PANAS BORA

PRODUKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK B1211 ASAL AIR PANAS BORA PRODUKSI DAN UJI AKTIVITAS ENZIM KITINASE DARI ISOLAT BAKTERI TERMOFILIK B1211 ASAL AIR PANAS BORA [Production and Activity Assay of Chitinase Enzyme from B1211 Thermophyl Bacteria Isolates in Bora Hot

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penyakit Antraknosa pada Tanaman Kakao Di Indonesia penyakit kakao yang disebabkan oleh jamur Colletotrichum sudah lama dikenal, penyakit ini tersebar di semua negara penghasil

Lebih terperinci

UPAYA PENGENDALIAN PENYEBAB PENYAKIT BUSUK HITAM PADA TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) DENGAN ANTAGONISNYA

UPAYA PENGENDALIAN PENYEBAB PENYAKIT BUSUK HITAM PADA TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) DENGAN ANTAGONISNYA TESIS UPAYA PENGENDALIAN PENYEBAB PENYAKIT BUSUK HITAM PADA TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea var. italica) DENGAN ANTAGONISNYA NADYA TREESNA WULANSARI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR

Lebih terperinci

SKRIPSI. ANALISIS KEKERABATAN BEBERAPA TANAMAN MANGGA (Mangifera sp.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN. Oleh

SKRIPSI. ANALISIS KEKERABATAN BEBERAPA TANAMAN MANGGA (Mangifera sp.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN. Oleh SKRIPSI ANALISIS KEKERABATAN BEBERAPA TANAMAN MANGGA (Mangifera sp.) BERDASARKAN KARAKTERISTIK MORFOLOGI DAN ANATOMI DAUN Oleh Luh Putu Melandani 0908305033 Telah dipertahankan di depan tim penguji dan

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Isolasi Bakteri Endofit dari Akar Tanaman Kentang (Solanum tuberosum

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Isolasi Bakteri Endofit dari Akar Tanaman Kentang (Solanum tuberosum 42 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Isolasi Bakteri Endofit dari Akar Tanaman Kentang (Solanum tuberosum Linn. Cv. Granola). Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai September

Lebih terperinci

OPTIMASI PERTUMBUHAN ISOLAT KITINOLITIK LA 21 YANG DIISOLASI DARI TAMBAK UDANG DI LAMONGAN

OPTIMASI PERTUMBUHAN ISOLAT KITINOLITIK LA 21 YANG DIISOLASI DARI TAMBAK UDANG DI LAMONGAN OPTIMASI PERTUMBUHAN ISOLAT KITINOLITIK LA 21 YANG DIISOLASI DARI TAMBAK UDANG DI LAMONGAN OPTIMIZATION of GROWTH LA 21 ISOLATES CHITINOLYTIC ISOLATED FROM SHRIMP FARMS IN LAMONGAN Hasti Apriliana Wulandari

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan Peremajaan Aktinomiset dari Kultur Penyimpanan Perbanyakan Sclerotium rolfsii dari Kultur Penyimpanan

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan Peremajaan Aktinomiset dari Kultur Penyimpanan Perbanyakan Sclerotium rolfsii dari Kultur Penyimpanan BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bakteriologi Tumbuhan, Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB) mulai Maret 2011 sampai

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Kemurnian Isolat Bakteri Asam Laktat dan Bakteri Patogen Indikator Morfologi Sel

HASIL DAN PEMBAHASAN Pemeriksaan Kemurnian Isolat Bakteri Asam Laktat dan Bakteri Patogen Indikator Morfologi Sel HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil yang diperoleh pada penelitian ini diawali dengan pemeriksaan karakteristik morfologi dan kemurnian isolat bakteri yang digunakan. Isolat bakteri yang digunakan adalah BAL indigenous

Lebih terperinci

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN VITRO

ABSTRAK. EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN VITRO ABSTRAK EFEK ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum Linn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli SECARA IN VITRO Maysella Suhartono Tjeng, 2011 Pembimbing: Yenni Limyati,

Lebih terperinci

II. METODELOGI PENELITIAN

II. METODELOGI PENELITIAN II. METODELOGI PENELITIAN 2.1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diadakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Pengambilan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sumber karbon Media kultur harus mengandung semua elemen yang dibutuhkan untuk pertumbuhan mikroba, dalam proporsi yang serupa dengan yang ada pada sel mikroba (Hidayat et al.,

Lebih terperinci

PRODUKSI DAN APLIKASI KITINASE DARI B. licheniformis HSA3-1a DALAM MENGHIDROLISIS KITIN DARI LIMBAH UDANG DAN DINDING SEL JAMUR Ganoderma sp.

PRODUKSI DAN APLIKASI KITINASE DARI B. licheniformis HSA3-1a DALAM MENGHIDROLISIS KITIN DARI LIMBAH UDANG DAN DINDING SEL JAMUR Ganoderma sp. PRODUKSI DAN APLIKASI KITINASE DARI B. licheniformis HSA3-1a DALAM MENGHIDROLISIS KITIN DARI LIMBAH UDANG DAN DINDING SEL JAMUR Ganoderma sp. Hasnah Natsir 1), Abd. Rauf Patong 1), Maggy T.Suhartono 2)

Lebih terperinci

KEMAMPUAN PENGHAMBATAN

KEMAMPUAN PENGHAMBATAN KEMAMPUAN PENGHAMBATAN Streptomyces spp. TERHADAP MIKROBA PATOGEN TULAR TANAH PADA BEBERAPA KONDISI PERTUMBUHAN: JENIS MEDIA, WAKTU PRODUKSI, ph, DAN SUHU JUNDATUL ULYA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN

Lebih terperinci

UJI EFEKTIFITAS BAKTERI KITINOLITIK TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH SKRIPSI. Oleh: SRI KEMALA DEWI /AGROTEKNOLOGI

UJI EFEKTIFITAS BAKTERI KITINOLITIK TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH SKRIPSI. Oleh: SRI KEMALA DEWI /AGROTEKNOLOGI UJI EFEKTIFITAS BAKTERI KITINOLITIK TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN BAWANG MERAH SKRIPSI Oleh: SRI KEMALA DEWI 120301247/AGROTEKNOLOGI PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Bacillus sp merupakan bakteri berbentuk batang, tergolong bakteri gram positif,

II. TINJAUAN PUSTAKA. Bacillus sp merupakan bakteri berbentuk batang, tergolong bakteri gram positif, 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Bacillus sp. Bacillus sp merupakan bakteri berbentuk batang, tergolong bakteri gram positif, motil, menghasilkan spora yang biasanya resisten pada panas, bersifat aerob (beberapa

Lebih terperinci

ISOLASI DAN UJI POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK ISOLAT AKTINOMISETES DARI SAMPEL TANAH ASAL TERNATE SERTA IDENTIFIKASI MOLEKULER ISOLAT AKTIF

ISOLASI DAN UJI POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK ISOLAT AKTINOMISETES DARI SAMPEL TANAH ASAL TERNATE SERTA IDENTIFIKASI MOLEKULER ISOLAT AKTIF ISOLASI DAN UJI POTENSI ANTIMIKROBA EKSTRAK ISOLAT AKTINOMISETES DARI SAMPEL TANAH ASAL TERNATE SERTA IDENTIFIKASI MOLEKULER ISOLAT AKTIF SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat mencapai derajat

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan. Oleh: KARTIKA

SKRIPSI. Diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat-syarat guna memperoleh gelar Sarjana Teknologi Pangan. Oleh: KARTIKA ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG BERPOTENSI SEBAGAI ANTIBAKTERI PADA BIJI KAKAO (Theobroma cacao L.) YANG DIFERMENTASI SECARA SPONTAN ISOLATION AND CHARACTERISATION OF LACTIC ACID BACTERIA

Lebih terperinci

Potensi Antibakteri Empat Species Lactobacillus dari Susu Fermentasi Terhadap Mikroba Patogen

Potensi Antibakteri Empat Species Lactobacillus dari Susu Fermentasi Terhadap Mikroba Patogen Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan, 8 (16) (2017) 16-20 Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan http://journal.unhas.ac.id Potensi Antibakteri Empat Species Lactobacillus dari Susu Fermentasi Terhadap Mikroba Patogen

Lebih terperinci

BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN. Percobaan 1 : Isolasi dan identifikasi bakteri penambat nitrogen nonsimbiotik

BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN. Percobaan 1 : Isolasi dan identifikasi bakteri penambat nitrogen nonsimbiotik Tahap I BAB 5. HASIL DAN PEMBAHASAN Percobaan 1 : Isolasi dan identifikasi bakteri penambat nitrogen nonsimbiotik Hasil pengukuran sampel tanah yang digunakan pada percobaan 1 meliputi ph tanah, kadar

Lebih terperinci

DEGRADASI LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN JAMUR LAPUK PUTIH Daedaleopsis eff. confragosa

DEGRADASI LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN JAMUR LAPUK PUTIH Daedaleopsis eff. confragosa TESIS DEGRADASI LIMBAH TEKSTIL MENGGUNAKAN JAMUR LAPUK PUTIH Daedaleopsis eff. confragosa NGURAH MAHENDRA DINATHA NIM 1192061002 PROGRAM MAGISTER PROGRAM STUDI KIMIA TERAPAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS

Lebih terperinci

II. METODOLOGI PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana,

II. METODOLOGI PENELITIAN. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana, II. METODOLOGI PENELITIAN 2.1. Metode Pengumpulan Data 2.1.1. Tempat dan waktu penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Lebih terperinci

AKTIVITAS ANTIBAKTERI Actinomycetes TERHADAP METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA)

AKTIVITAS ANTIBAKTERI Actinomycetes TERHADAP METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) TESIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI Actinomycetes TERHADAP METHICILLIN RESISTANT Staphylococcus aureus (MRSA) NI MADE RANINGSIH PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2015 TESIS AKTIVITAS ANTIBAKTERI

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. Enzim ini dapat mempercepat proses suatu reaksi tanpa mempengaruhi

II. TINJAUAN PUSTAKA. Enzim ini dapat mempercepat proses suatu reaksi tanpa mempengaruhi 6 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Enzim Selulase Sel hidup mensintesis zat yang bersifat sebagai biokatalisator, yaitu enzim. Enzim ini dapat mempercepat proses suatu reaksi tanpa mempengaruhi hasilnya (Mc. Kee,

Lebih terperinci

KARAKTERISASI ZAT ANTIMIKROB PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Vibrio harveyi DAN Escherichia coli DARI Bacillus sp. ASAL TAMBAK UDANG ISRAMILDA

KARAKTERISASI ZAT ANTIMIKROB PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Vibrio harveyi DAN Escherichia coli DARI Bacillus sp. ASAL TAMBAK UDANG ISRAMILDA KARAKTERISASI ZAT ANTIMIKROB PENGHAMBAT PERTUMBUHAN Vibrio harveyi DAN Escherichia coli DARI Bacillus sp. ASAL TAMBAK UDANG ISRAMILDA SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007 PERNYATAAN

Lebih terperinci

JENIS-JENIS LEBAH TRIGONA BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT DI BALI

JENIS-JENIS LEBAH TRIGONA BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT DI BALI JENIS-JENIS LEBAH TRIGONA BERDASARKAN PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT DI BALI Skripsi Oleh: Niko Susanto Putra 1108305020 JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2015

Lebih terperinci

POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI NIRA AREN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGEN ASAL PANGAN

POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI NIRA AREN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGEN ASAL PANGAN POTENSI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DARI NIRA AREN DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI PATOGEN ASAL PANGAN SKRIPSI Skripsi ini diajukan untuk melengkapi tugas dan memenuhi syarat mencapai gelar

Lebih terperinci

PENYELAMATAN EMBRIO PADA Dendrobium anosmum Lindl. MELALUI KULTUR IN VITRO

PENYELAMATAN EMBRIO PADA Dendrobium anosmum Lindl. MELALUI KULTUR IN VITRO TESIS PENYELAMATAN EMBRIO PADA Dendrobium anosmum Lindl. MELALUI KULTUR IN VITRO NI PUTU YUNI ASTRIANI DEWI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 2016 TESIS PENYELAMATAN EMBRIO PADA Dendrobium

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. enzim bersifat tahan lingkungan yang mampu melakukan aktifitas pada

BAB I PENDAHULUAN. enzim bersifat tahan lingkungan yang mampu melakukan aktifitas pada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Pemanfaatan enzim di dalam bioteknologi semakin menuntut adanya enzim bersifat tahan lingkungan yang mampu melakukan aktifitas pada kondisi ekstrim, salah satunya

Lebih terperinci

BAB I PENGANTAR. dapat menghemat energi dan aman untuk lingkungan. Enzim merupakan produk. maupun non pangan (Darwis dan Sukara, 1990).

BAB I PENGANTAR. dapat menghemat energi dan aman untuk lingkungan. Enzim merupakan produk. maupun non pangan (Darwis dan Sukara, 1990). BAB I PENGANTAR 1.1 Latar Belakang Enzim menjadi primadona industri bioteknologi karena penggunaanya dapat menghemat energi dan aman untuk lingkungan. Enzim merupakan produk yang mempunyai nilai ekonomis

Lebih terperinci

BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25

BAHAN DAN METODE. Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dengan ketinggian tempat + 25 BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Medan dengan ketinggian tempat + 25 meter di atas permukaan laut pada bulan

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Mikroorganisme Termofilik Sumber air panas merupakan salah satu hasil aktivitas geotermal. Air panas yang keluar melalui rekahan-rekahan bumi mengalir membentuk kolam-kolam kecil

Lebih terperinci

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI TERMOFILIK PENGHASIL PROTEASE DARI SUMBER AIR PANAS TANJUNG SAKTI LAHAT SUMATERA SELATAN

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI TERMOFILIK PENGHASIL PROTEASE DARI SUMBER AIR PANAS TANJUNG SAKTI LAHAT SUMATERA SELATAN Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung, 2013 ISOLASI DAN IDENTIFIKASI BAKTERI TERMOFILIK PENGHASIL PROTEASE DARI SUMBER AIR PANAS TANJUNG SAKTI LAHAT SUMATERA SELATAN Muharni, Juswardi, dan Istantina

Lebih terperinci

Sampel air panas. Pengenceran 10-1

Sampel air panas. Pengenceran 10-1 Lampiran 1. Metode kerja Sampel air panas Diambil 10 ml Dicampur dengan media selektif 90ml Di inkubasi 24 jam, suhu 50 C Pengenceran 10-1 Di encerkan sampai 10-10 Tiap pengenceran di tanam di cawan petri

Lebih terperinci

KUALITAS MIKROBIOLOGIS NASI BUNGKUS DITINJAU DARI JUMLAH TOTAL MIKROBA, COLIFORM DAN

KUALITAS MIKROBIOLOGIS NASI BUNGKUS DITINJAU DARI JUMLAH TOTAL MIKROBA, COLIFORM DAN KUALITAS MIKROBIOLOGIS NASI BUNGKUS DITINJAU DARI JUMLAH TOTAL MIKROBA, COLIFORM DAN Escherichia coli DI WILAYAH KAMPUS UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN Skripsi Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mencapai Derajat

Lebih terperinci

ISOLASI DAN POTENSI BAKTERI KERATINOLITIK DARI FESES BUAYA (Crocodylus sp.) DALAM MENDEGRADASI LIMBAH KERATIN

ISOLASI DAN POTENSI BAKTERI KERATINOLITIK DARI FESES BUAYA (Crocodylus sp.) DALAM MENDEGRADASI LIMBAH KERATIN ISOLASI DAN POTENSI BAKTERI KERATINOLITIK DARI FESES BUAYA (Crocodylus sp.) DALAM MENDEGRADASI LIMBAH KERATIN SKRIPSI OLEH MAILANI QUANTI 100805041 DEPARTEMEN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Industri pertanian seperti PT.GGP (Green Giant Pinaeple) Lampung. menggunakan nanas sebagai komoditas utama dalam produksi.

I. PENDAHULUAN. Industri pertanian seperti PT.GGP (Green Giant Pinaeple) Lampung. menggunakan nanas sebagai komoditas utama dalam produksi. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Industri pertanian seperti PT.GGP (Green Giant Pinaeple) Lampung menggunakan nanas sebagai komoditas utama dalam produksi. Industri pengolahan nanas tidak hanya menghasilkan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR. iii ABSTRAK... ABSTRACT.

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR. iii ABSTRAK... ABSTRACT. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL.. i HALAMAN PERSETUJUAN ii KATA PENGANTAR. iii ABSTRAK... ABSTRACT. v vi DAFTAR ISI... vii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... xi xii I. PENDAHULUAN 1.1 Latar

Lebih terperinci

POTENSI JAMUR ASAL RIZOSFER TANAMAN CABAI RAWIT

POTENSI JAMUR ASAL RIZOSFER TANAMAN CABAI RAWIT POTENSI JAMUR ASAL RIZOSFER TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) SEHAT DARI DESA BUMBUNGAN KECAMATAN BANJARANGKAN KABUPATEN KLUNGKUNG DALAM UPAYA MENGENDALIKAN PENYAKIT LAYU Fusarium SECARA IN

Lebih terperinci

PENGHAMBATAN SERANGAN Sclerotium rolfsii PENYEBAB REBAH KECAMBAH PADA KEDELAI DENGAN BAKTERI KITINOLITIK

PENGHAMBATAN SERANGAN Sclerotium rolfsii PENYEBAB REBAH KECAMBAH PADA KEDELAI DENGAN BAKTERI KITINOLITIK PENGHAMBATAN SERANGAN Sclerotium rolfsii PENYEBAB REBAH KECAMBAH PADA KEDELAI DENGAN BAKTERI KITINOLITIK Novi Malinda 1, Dwi Suryanto 2, dan Kiki Nurtjahja 2 1 Mahasiswa Sarjana, Departemen Biologi, Fakultas

Lebih terperinci

aeruginosa ATCC secara in vitro Pembuatan filtrat Streptomyces sp... 25

aeruginosa ATCC secara in vitro Pembuatan filtrat Streptomyces sp... 25 DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL HALAMAN PERSETUJUAN... i KATA PENGANTAR... ii ABSTRAK... iv ABSTRACT... v DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... ix DAFTAR TABEL... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii I. PENDAHULUAN...

Lebih terperinci

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Morfologi Sel dan Pewarnaan Gram

HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Morfologi Sel dan Pewarnaan Gram HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Morfologi Sel dan Pewarnaan Karakteristik morfologi L. plantarum yang telah didapat adalah positif, berbentuk batang tunggal dan koloni berantai pendek. Karakteristik

Lebih terperinci

Produksi dan Karakterisasi Enzim Kitinase dari Bakteri Kitinolitik Asal Kerang Anadara Granosa

Produksi dan Karakterisasi Enzim Kitinase dari Bakteri Kitinolitik Asal Kerang Anadara Granosa Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan 8 (15) (2017) 14-21 Jurnal Ilmu Alam dan Lingkungan http://journal.unhas.ac.id Abstract Produksi dan Karakterisasi Enzim Kitinase dari Bakteri Kitinolitik Asal Kerang Anadara

Lebih terperinci

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Isolat Actinomycetes Amilolitik Terpilih 1. Isolat Actinomycetes Terpilih Peremajaan isolat actinomycetes dilakukan dengan tujuan sebagai pemeliharaan isolat actinomycetes agar

Lebih terperinci

POTENSI KONSORSIUM MIKROBA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BIR

POTENSI KONSORSIUM MIKROBA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BIR TESIS POTENSI KONSORSIUM MIKROBA DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES PENGOLAHAN LIMBAH CAIR BIR PUTU NIA ANGGRAENI PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR 14 TESIS POTENSI KONSORSIUM MIKROBA

Lebih terperinci

POTENSI Bacillus sp. SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT LAYU BAKTERI YANG DISEBABKAN OLEH Ralstonia sp. PADA CABAI (Capsicum annuum L.

POTENSI Bacillus sp. SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT LAYU BAKTERI YANG DISEBABKAN OLEH Ralstonia sp. PADA CABAI (Capsicum annuum L. POTENSI Bacillus sp. SEBAGAI AGEN BIOKONTROL PENYAKIT LAYU BAKTERI YANG DISEBABKAN OLEH Ralstonia sp. PADA CABAI (Capsicum annuum L.) Skripsi Sebagai tugas akhir untuk memenuhi syarat mencapai derajat

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pemotongan hewan Pacar Keling, Surabaya. dengan waktu pengamatan setiap 4 jam

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. pemotongan hewan Pacar Keling, Surabaya. dengan waktu pengamatan setiap 4 jam BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tentang skrining dan uji aktivitas enzim protease bakteri hasil isolasi dari limbah Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Pacar Keling Surabaya menghasilkan data-data sebagai

Lebih terperinci

UJI POTENSI ANTIBAKTERI ISOLAT RARE ACTINOMYCETES MATERIAL PASIR PANTAI BARON GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa

UJI POTENSI ANTIBAKTERI ISOLAT RARE ACTINOMYCETES MATERIAL PASIR PANTAI BARON GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa UJI POTENSI ANTIBAKTERI ISOLAT RARE ACTINOMYCETES MATERIAL PASIR PANTAI BARON GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa PUBLIKASI ILMIAH Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan

Lebih terperinci

KARAKTERISASI RESPON FISIOLOGIS TANAMAN BAWANG MERAH YANG DIINTRODUKSI DENGAN BAKTERI ENDOFIT INDIGENUS TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI

KARAKTERISASI RESPON FISIOLOGIS TANAMAN BAWANG MERAH YANG DIINTRODUKSI DENGAN BAKTERI ENDOFIT INDIGENUS TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI KARAKTERISASI RESPON FISIOLOGIS TANAMAN BAWANG MERAH YANG DIINTRODUKSI DENGAN BAKTERI ENDOFIT INDIGENUS TERHADAP PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI (Xanthomonas axonopodis pv. allii) ARTIKEL ILMIAH OLEH: ZURAI

Lebih terperinci

4.2. Identifikasi Morfologi dan Biokimia Bakteri Asam Laktat

4.2. Identifikasi Morfologi dan Biokimia Bakteri Asam Laktat 4. PEMBAHASAN Menurut Wiander & Palva (2011), bakteri asam laktat dapat tumbuh secara alami pada substrat yang memiliki kandungan nutrien yang dibutuhkan untuk tumbuh, terutama kandungan glukosa. Proses

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Isolasi Bakteri Selulolitik dari Tanah Mangrove

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Isolasi Bakteri Selulolitik dari Tanah Mangrove BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Isolasi Bakteri Selulolitik dari Tanah Mangrove Bakteri selulolitik diisolasi dari tanah rhizosfer yang merupakan lapisan tanah tempat perakaran tanaman yang sangat kaya

Lebih terperinci

BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA 1 PENDAHULUAN Kitin adalah polimer alam terbesar kedua setelah selulosa. Paling tidak, sekitar 10 gigaton (10 9 ton) kitin disintesis dan didegradasi setiap tahun di biosfer (Ueda et. al., 2005). Kitin

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sumber karbon dan sumber energi (Hardjo et al., 1994: 15).

BAB I PENDAHULUAN. sebagai sumber karbon dan sumber energi (Hardjo et al., 1994: 15). BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bakteri selulolitik adalah bakteri yang memiliki kemampuan menguraikan selulosa menjadi monomer glukosa dan menjadikannya sebagai sumber karbon dan sumber energi

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. uji, yaitu uji resistensi logam berat, uji TPC (Total Plate Count), dan uji AAS

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. uji, yaitu uji resistensi logam berat, uji TPC (Total Plate Count), dan uji AAS BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Pada penelitian ini, biodegradasi logam berat dilakukan dengan beberapa uji, yaitu uji resistensi logam berat, uji TPC (Total Plate Count), dan uji AAS (Atomic Absorption Spectrofotometer).

Lebih terperinci

BIONATURE. Debby Agustin. Ulfia Nurul Khikmah. Muhson Isroni. Anisa Maulidiya

BIONATURE. Debby Agustin. Ulfia Nurul Khikmah. Muhson Isroni. Anisa Maulidiya Aktivitas Bakteri Kitinolitik dari Cangkang Perna viridis sebagai Antifungi Phytophthora palmivora Penyebab Penyakit Busuk Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Debby Agustin Ulfia Nurul Khikmah Muhson Isroni

Lebih terperinci