PEMGARUH TINGKAT PEMBERlAN TEPUNG DAUN GAMAL (Gliricidia maculata H.B.K.) DALAM RAHSUM TERHADAP KOMPOHEN TUBUH DAM KARKAS AYAM PEDAGING JAMTAN

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PEMGARUH TINGKAT PEMBERlAN TEPUNG DAUN GAMAL (Gliricidia maculata H.B.K.) DALAM RAHSUM TERHADAP KOMPOHEN TUBUH DAM KARKAS AYAM PEDAGING JAMTAN"

Transkripsi

1

2 PEMGARUH TINGKAT PEMBERlAN TEPUNG DAUN GAMAL (Gliricidia maculata H.B.K.) DALAM RAHSUM TERHADAP KOMPOHEN TUBUH DAM KARKAS AYAM PEDAGING JAMTAN KARYA ILMIAH - SRI SULASTRI

3 RINGKASAN SRI SULASTRI, Penaaruh Tinakat Pemberian Tepune: Daun G a u (Gliricidia mculata H.B.K,) Dalam Ransum Terhadap Kouponen Tubuh dan Karkas Avam Peda~in~ Jantan. Karya Ilmiah Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Pembimbing Utama : Drh. Baihaqi H. Ahmad Pembimbing Anggota : Drh. Rachmat Herman M.V.Sc. Penelitian untuk mempelajari Pengaruh Tingkat Pemberian Tepung Daun Gamal (Gliricidia maculata H.B.K.) Dalam Ransum Terhadap Komponen Tubuh dan Karkas Ayam Pedaging Jantan telah dilakukan di Laboratorium Unggas, Jurusan 11- mu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, dimulai tanggal 12 November 1983 sampai dengan 23 Desember Dalam penelitian ini digunakan dua ratus ekor D.O.C. jantan strain CP 707, yang merupakan ayam tipe pedaging. Empat ransum sebagai perlakuan yang diberikan kepada ayam selama penelitian adalah: Perlakuan I merupakan ransum kontrol diberikan 100 persen ransum basal, Perlakuan I1 diberikan 95 persen ransum basal dan lima persen tepung daun gamal, Perlakuan I11 diberikan 90 persen ransum ba - sal dan 10 persen tepung daun gamal dan Perlakuan IV diberikan 85 persen ransum basal dan 15 persen tepung daun gamal. Untuk mencegah stress, penyakit ND dan Coccidiosis, masing-masing digunakan Nopstress, vaksin ND dan Quinoxa - lin. Kandang yang dipergunakan sebanyak 20 buah yang beralaskan sekam dan berdinding kawat dengan ukuran 1 x 1 x 0.5 m. Penelitian dilaksanakan dalam rancangan acak lengkap. Anak ayam dibagi secara acak menjadi 20 grup untuk 20 kandang, masing-masing terdiri atas 10 ekor. Penempatan perlakuan dilakukan secara acak, sehingga didapatkan 4 perlau. Untuk mendapatkan data bobot badan dan konsumsi ransum, maka dilakukan penimbangan ayam dan ransum sekali seminggu. Setelah ayam berumur lima minggu, dari setiap perlakuan diambil 10 ekor, atau setiap ulangan diambil sebanyak 2 ekor untuk dipotong dzn diseksi. Pengambilan tersebut dilakukan secara acak. Sebelum penyembelihan, ayam dipuasakan selama 12 jam terhadap ransum, sedangkan air minum tetap diberikan dblibitum. Analisis peragam (co-variance) model Y = T. a X digunakan untuk mempelajari penga - ruh perlakuan terdadap komponen tubuh dan karkasnya. kuan dan 5 ulangan. Ransum dan air minum diberikan & u-

4 Hasil Penelitian menunjukkan 1. Pertambahan bobot badan dan konsumsi ransum relatif menurun dengan meningkatnya kadar tepung daun gamalnya dalam ransum. Konversi ransum paling baik diperoleh pada ransum kontrol dan yang paling buruk pada ransum dengan tepung daun gamal 15 persen. 2. Bobot tubuh rata-rata yang dicapai pada akhir penelitian untuk kontrol, tepung daun gamal 5, 10 dan 15 persen masing-masing , , dan gram. Bobot tubuh kosong 97.40, 97.49, dan persen, bobot kzrkas 63.82, 63.66, 62.60, persen terhadap bobot tubuh dan 65.54, 65.29, 64.66, persen terhadap bobot tubuh kosong. Analisis statistik menunjukkan pengaruh perlakuan terhadap bobot tubuh kosong sangat nyata (PL 0.01), dan terhadap bobot karkas pengaruh perlakuan tidak nyata baik pada bobot tubuh yang sama maupun pada bobot tubuh kosong yang sama. Bobot tubuh kosong dari ayam yang mendapat perlakuan I dan 11 sangat nyata (PL 0.01) dan yang mendapat perlakuan I11 nyata (PL 0.05) lebih tinggi dari pada ayam yang mendapat perlakuan IV. Bobot tubuh kosong antara ayam yang mendapat perlakuan I, I1 dan I11 tidak nyata pada bobot tubuh yang sama. Bobot karkas ayam yang mendapat perlakuan I,II, I11 dan IV tidak menunjukkan perbedaan yang nyata baik pada bobot tubuh yang sama maupun pada bobot tubuh kosong yang sama. 3. Ketelitian penguraian karkas memperlihatkan besarnya persentase penyusutan masing-masing 3.8, 7.0, berturut-turut untuk perlakuan I, 11, I11 dan IV. 4. Bobot karkas rata-rata yang dicapai pada akhir penelitian untuk kontrol, tepung daun gamal 5, 10 dan 15 persen masing-masing , , dan gr. Bobot urat daging 58.01, 58.40, dan persen, bobot tulang 18.79, 19.10, 19.70, persen, bobot lemak 12.13, 10.98, 8.75, 9.07 persen dan bobot kulit 11.07, 11.52, 11.92, persen terhadap bobot karkas. Analisis statistik menunjukkan perlakuan tidak memperlihatkan pengaruh yang nyata terhadap bobot urat da - ging, tulang dan kulit baik pada bobot karkas yang sama maupun pada bobot tubuh yang sama, kecuali terhadap bo- dan bot lemak pengaruhnya sangat nyata (PL 0.01) pada bobot karlsas yang sama dan terhadap bobot tubuh kosong yang sama pengaruhnya nyata (PD.05). Bobot lemak dari ayam yang mendapat perlakuan I sangat nyata (PL 0.01) lebih tin gi dari perlakuan I11 dan IV, dan perlakuan I1 nyata?pl 0.05) lebih tinggi dari perlakuan 111. Bobot lemak antara perlakuan I dan 11, I1 dan IV serta I11 dan IV tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata pada bobot karkas yang sama.

5 Terhadap bobot tubuh kosong yan sama, lemak yang mendapat perlakuan I sangat nyata 7 PL 0.01) lebih tinggi dari perlakuan 111. Terhadap perlakuan IVY perlakuan I nyata (PL 0.05) lebih ting i, dan bobot lemak yang mendapat perlakuan I1 nyata 7 PL 0.05) lebih tinggi dari perlakuan 111. Antara perlakuan I dan 11, I1 dan IVY I11 dan IV bobot lemak tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata. Bobot urat daging, tulang dan kulit tidak berbeda nyata antara perlakuan I, 11, I11 dan IVY baik pada bobot karkas yang sama maupun pada bobot tubuh kosong yang sama. 5. Bobot darah rata-rata yang dicapai pada akhir peneli- tian untuk kontrol, tepung daun gamal 5, 10 dan 15 persen masing-masing 3.25, 3.37, 3.69, 3.58 persen dan bobot bulu 6.09, 5.91, 5.75 dan 6.76 persen terhadap bobot hidup. Analisis statistik menunjukkan bbot darah dan bobot bulu tidak memperlihatkan perbedaan yang nyata dengan adanya pengaruh perlakuan. Pada bobot tubuh yang sama, bobot bulu dan bobot darah tidak berbeda nyata antara perlakuan I, 11, I11 dan IV. Selama penelitian ayam yang diberi ransum dengan campuran tepung daun gamal tidak menunjukkan perontokan bulu.

6 PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN TEPUNG DAUN GAMAL (Gliricidia maculata H.B.K.) DALAM RANSUM TERHADAP KOMPONEN TUBUH DAN KARKAS AYAM PEDAGING JANTAN Karya Ilmiah sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Peternakan Oleh SRI SULASTRI Tanjung karang, Lampung FAKULTAS PETERNAKAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 1984

7 PENGARUH TINGKAT PEMBERIAN TEPUNG DAUN GAMAL (Gliricidia maculata H.B.K.) DALAM RANSUM TERHADAP KOMPONEN TUBUH DAN KARKAS AYAM PEDAGING JANTAN Oleh SRI SULASTRI Karya Ilmiah ini telah disetujui dan disidangkan dihadapan Kom%si Ujian Lisan pada tanggal 15 Juni 1984 Drh. Rachmat Herman, M.V.Sc. Pembimbing Anggota Ketua 'Jurusan Ilmu Nu trisi dan. Makanan Ternak Dekan Fakultas. Pet ernakan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor Pertanian Bogor Dr. Toha Sutardi Dr. R. Eddie Gurnadi

8 RIWAYAT HIDUP Penulis adalah anak kedua dari enam bersaudara. Lahir di Magelang, Jawa Tengah pada tanggal 10 April 1962 dari ayah Gandoeng (~lmarhum) dan ibu Ariasih. Pada tahun 1973, penulis menamatkan Sekolah Dasar pada SD Panca Arga I1 (SD Suprapto) di Panca Arga, Magelang. Kemudian pada tahun 1974 penulis terdaftar sebagai siswi SMP A. Yani di Panca Arga, Magelang sampai kelas satu dan pada tahun 1976 penulis menamatkan pendidikan Sekolah Me- nengah Pertama pada SMP Budi Bhakti Persit K.C.K. Tanjung karang. Pada tahun 1977 penulis masuk Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan (SMPP) Tanjungkarang dan lulus pada tahun Pada tahun 1980 penulis terdaftar sebagai mahasiswi Institut Pertanian Bogor pada Tingkat Persiapan Bersama melalui Proyek Perintis 11. Pada tahun 1981 terdaftar memjadi mahasiswi Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor.

9 KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah yang Maha Besar dan Maha Penyayang yang telah memberi ke- sabaran dan kelancaran kepada penulis selama melakukan pe- nelitian sampai selesainya Karya Ilmiah ini. Pada kesempatan ini perkenankanlah penulis menyampaikan terima kasih kepada Bapak Drh. Baihaqi H. Ahmad seba - gai pembimbing utama dan Bapak Drh. Rachmat Herman, M.V.Sc. sebagai pembimbing anggota atas saran dan bimbingannya se- jak dimulainya penelitian hingga tersusunnya Karya Ilmiah ini. Penulis juga menyampaikan penghargaan dan terima ka- sih kepada seluruh staf pengajar Fakultas Peternakan, yang telah membimbing penulis selama menuntut ilmu di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Sri Wahyu Supininingsih dan Sri Setiawati yang telah bekerja sama selama berlangsungnya penelitian dan juga kepada re - kan-rekan seperjuangan yang telah membantu penelitian ini hingga selesai. Akhirnya penulis menyadari bahwa Karya Ilmiah ini ma- Sih jauh dari sempurna. Walaupun demikian hasil-hasil yang telah dituangkan dalam tulisan ini dapat bermanfaat bagi me- reka yang membutuhkannya. Bogor, Mei 1984 Penulis

10 DAFTAR IS1 KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL Halaman... iv... vii PENDAHULUAN... 1 TINJAUAN PUSTAKA... 3 Tepung Daun Gamal (Gliricidia maculatq H.B.K. )... 3 Ayam Pedaging... 9 Pertumbuhan Karkas Urat Daging Lemak Tulang Kulit Darah dan Bulu MATERI DAN METODA PENELITIAN Waktu dan Tempat Materi Metoda HASILDAN PEMBAHASAN Pengaruh Perlakuan Terhadap Pertumbuhan. Konsumsi dan Konversi Ransum Komponen Tubuh Komponen Karka's Bagian Yang Terbuang... 42

11 KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN ,. 55

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57

58

59

60

61

62

63

64

65

66

67

68

69

70

71

72

73

74

75

76

77

78

79

80

81

82

83

84

85

86

87

88

89

90