PENGARUH AGLOMERASI, INVESTASI, ANGKATAN KERJA DAN HUMAN DEVELOPMENT INDEX TERHADAP PENDAPATAN KOTA SUNGAI PENUH

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PENGARUH AGLOMERASI, INVESTASI, ANGKATAN KERJA DAN HUMAN DEVELOPMENT INDEX TERHADAP PENDAPATAN KOTA SUNGAI PENUH"

Transkripsi

1 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x PENGAUH AGLOMEASI, INVESTASI, ANGKATAN KEJA DAN HUMAN DEVELOPMENT INDEX TEHADAP PENDAPATAN KOTA SUNGAI PENUH Hppi Syofya STIE Sakti Alam Krinci ABSTACT Economic growth is a major sourc of incrasing living standards of th population, so it can b said that th ability of a country to rais th standard of living of its popl is highly dpndnt and dtrmind by its long run rat growth growth, an important indicator to know th conomic condition in a rgion or provinc within a crtain priod indicatd by rgional incom. Gross gional Domstic Product will provid an ovrviw of how th rgion's ability to manag and utiliz xisting production factors, not only natural rsourcs, but also human rsourcs also hav an important rol in incrasing local rvnus, simultanously variabls agglomration, invstmnt, labor forc and human dvlopmnt indx hav a significant ffct on conomic growth of Sungai Pnuh city Kywords: gional conomic growth ABSTAK Prtumbuhan konomi mrupakan sumbr utama pningkatan standar hidup pnduduk yang jumlahnya smakin mningkat, shingga dapat dikatakan bahwa kmampuan dari suatu ngara untuk mningkatkan standar hidup pnduduknya sangat trgantung dan ditntukan olh laju prtumbuhan jangka panjangnya (long run rat conomic growth), indikator pnting untuk mngtahui kondisi konomi di suatu wilayah atau provinsi dalam suatu priod trtntu ditunjukkan olh pndapatan darah. Produk Domntik gional Bruto (PDB) akan mmbrikan gambaran bagaimana kmampuan darah dalam mnglola srta mmanfaatkan faktor produksi yang ada, bukan hanya sumbr daya alam, namun juga sumbr daya manusia juga sangat mmiliki pran pnting dalam pningkatan pndapatan darah, scara simultan variabl aglomrasi, invstasi, angkatan krja dan human dvlopmnt indx brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. Kata kunci : Prtumbuhan konomi wilayah

2 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x 1. Pndahuluan Pmbangunan konomi darah adalah suatu pross dimana pmrintah darah dan masyarakatnya mnglola sumbrdaya yang ada dan mmbntuk suatu pola kmitraan antara pmrintah darah dngan sktor swasta untuk mnciptakan suatu lapangan krja baru dan mrangsang prkmbangan kgiatan konomi (prtumbuhan konomi) dalam wilayah trsbut (Lincolin,2004). Dalam mlaksanakan kgiatan pmbangunan, pmrintah darah mmanfaatkan sgala sumbr daya yang trsdia di darah itu dan dituntut untuk bisa lbih mandiri. Trlbih dngan dibrlakukannya otonomi darah, maka pmrintah darah harus bisa mngoptimalkan pmbrdayaan smua potnsi yang dimiliki dan prlu diingat bahwa pmrintah darah tidak bolh trlalu mngharapkan bantuan dari pmrintah pusat sprti pada tahuntahun sblumnya. Pnggalian sumbr daya sndiri prlu dioptimalkan agar dapat digunakan sbagai input pmbangunan prkonomian darah yang mandiri. Dsntralisasi kkuasaan dalam rangka pningkatan kmampuan darah untuk mngoptimalkan sumbr daya lokal diharapkan akan mndorong mmajukan pmbangunan darah masingmasing shingga diharapkan akan mmiliki tujuan akhir untuk mningkatkan ksjahtraan masyarakat pada tingkat darah maupun nasional. Salah satu indikator kbrhasilan plaksanaan pmbangunan yang dapat dijadikan tolak ukur scara makro adalah prtumbuhan konomi. Kgiatan pmbangunan nasional tidak lpas dari pran sluruh pmrintah Darah yang tlah brhasil mmanfaatkan sgala sumbr daya yang trsdia di darah masingmasing, Prtumbuhan konomi mrupakan suatu prubahan tingkat kgiatan konomi yang brlangsung dari tahun k tahun (Sukirno, 2000). Untuk mngtahui tingkat prtumbuhan konomi harus dibandingkan pndapatan dari brbagai tahun yang dihitung brdasarkan harga brlaku atau harga konstan. Shingga prubahan dalam nilai pndapatan hanya disbabkan olh suatu prubahan dalam tingkat kgiatan konomi. Suatu prkonomian dikatakan mngalami suatu prubahan akan prkmbangannya apabila tingkat kgiatan konomi adalah lbih tinggi daripada yang dicapai pada masa sblumnya. Mnurut Lincolin (2004), prtumbuhan konomi diartikan sbagai knaikan GDP/GNP tanpa mmandang apakah knaikan itu lbih bsar atau lbih kcil dari tingkat prtumbuhan pnduduk atau apakah prubahan struktur konomi trjadi atau tidak. Tlah diktahui brsama bahwa prtumbuhan konomi adalah bagian dari pross pmbangunan suatu ngara. Prtumbuhan konomi yang mrupakan syarat kharusan (ncssary condition) maupun syarat kcukupan (sufficint condition) dalam mngurangi kmiskinan. Untuk dapat tumbuh scara cpat suatu ngara prlu mmilih satu atau lbih pusatpusat prtumbuhan rgional yang mmiliki potnsi paling kuat. Apabila rgion ini kuat maka akan trjadi prmbtan prtumbuhan bagi rgionrgion yang lmah. Prtumbuhan ini brdampak positif (trickl down ffct) yaitu adanya prtumbuhan di rgion yang kuat akan mnyrap potnsi tnaga krja di rgion yang lmah atau mungkin rgion yang lmah mnghasilkan produk yang sifatnya komplmntr dngan produk rgion yang kuat (Trisnawati, 2003). Prtumbuhan konomi sndiri mrupakan konsp yang mnjlaskan mngnai faktorfaktor apa saja yang mnntukan knaikan output dalam jangka panjang srta pnjlasan mngnai bagaimana faktorfaktor trsbut brintraksi satu sama lain (Bodiono, 1999). Output yang dimiliki suatu wilayah yang nantinya digunakan dalam pngukuran 13

3 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x prtumbuhan konomi di wilayah trsbut dipngaruhi olh banyak faktor baik dari dalam maupun dari luar wilayah itu sndiri. Indikator pnting untuk mngtahui kondisi konomi di suatu wilayah atau provinsi dalam suatu priod trtntu ditunjukkan olh data Produk Domntik gional Bruto (PDB). Nilai PDB akan mmbri suatu gambaran bagaimana kmampuan darah dalam mnglola srta mmanfaatkan sumbr daya yang ada. Lmahnya kmampuan pihak swasta domstik dalam pmbangunan konomi mnybabkan pmrintah harus brpran aktif sbagai pnggrak dalam pmbangunan konomi nasional. Prtumbuhan konomi dibutuhkan dan mrupakan sumbr utama pningkatan standar hidup pnduduk yang jumlahnya smakin mningkat, shingga dapat dikatakan bahwa kmampuan dari suatu ngara untuk mningkatkan standar hidup pnduduknya sangat trgantung dan ditntukan olh laju prtumbuhan jangka panjangnya (long run rat conomic growth) pada dasarnya ada mpat faktor yang mmpngaruhi prtumbuhan konomi yaitu: (1) jumlah pnduduk, (2) jumlah stok barang modal. (3) luas tanah dan kkayaan alam, dan (4) tingkat tknologi yang digunakan (Sukirno, 2000). Suatu prkonomian dikatakan mngalami prtumbuhan atau brkmbang apabila tingkat kgiatan konominya lbih tinggi daripada apa yang dicapai pada masa sblumnya. Aglomrasi dinyatakan sbagai proporsi laju prtumbuhan PDB prkotaan (urban ara) trhadap prtumbuhan PDB provinsi trsbut (Suryaningrum, 2000). Aglomrasi dapat di ukur dngan bbrapa cara, yakni dngan mnggunakkan proporsi jumlah pnduduk prkotaan dalam suatu provinsi trhadap jumlah pnduduk provinsi trsbut, atau dngan cara mnggunakan konsp aglomrasi produksi yang diukur mnggunakan proporsi PDB sub.darah/wilayah trhadap PDB Darah (Bont dalam Sigalingging, 2008). Tujuan pnlitian ini adalah untuk mngtahui pngaruh srta bsarnya pngaruh aglomrasi, invstasi, angkatan krja dan human dvlopmnt indx trhadap PDB Kota Sungai Pnuh baik scara simultan maupun scara parsial. 2. LANDASAN TEOI Mnurut Djojohadikusumo, (1994) mngnai prkmbangan prkonomian di suatu wilayah, bahwa prkmbangan prkonomian akan mnybabkan trjadinya transformasi strukutur konomi. Transformasi struktur konomi ditandai dngan trjadinya pralihan dan prgsran dari kgiatan sktor primr (prtanian, prtambangan) k sktor produksi skundr (industri manufaktur, konstruksi) dan sktor trsir (jasa). Trdapat prbdaan tingkat produksi dan pada laju prtumbuhan diantara sktorsktor yang brsangkutan. Dalam hubungan ini trjadi prgsran diantara pranan masingmasing sktor dalam komposisi produk nasional. Transformasi struktur konomi juga dapat dilihat dari sudut prgsran dalam ksmpatan krja. Jumlah tnaga krja di sktor prtanian cndrung mnurun sbagai prsntas scara mnyluruh dan sbaliknya, jumlah tnaga krja di sktor skundr dan trsir mningkat baik scara absolut maupun sbagai prsntas dari jumlah total angkatan krja. Kuznts juga mngmukakan bahwa ada stidaknya nam karaktristik atau ciri pross prtumbuhan konomi yang ditmui di hampir smua ngara yang skarang tlah mnjadi ngara maju (dvlopd countris) atau wilayah maju apabila brbicara dalam kontks konomi rgional yaitu : 1). Tingkat prtumbuhan 14

4 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x output prkapita dan prtumbuhan pnduduk yang tinggi, 2). Tingkat knaikan total produktivitas faktor yang tinggi, 3). Tingkat transformasi struktural konomi yang tinggi, 4). Tingkat transformasi sosial dan idologi yang tinggi, 5). Adanya kcndrungan ngarangara yang mulai atau yang sudah maju prkonomiannya untuk brusaha mnambah bagianbagian dunia lainnya sbagai darah pmasaran dan sumbr bahan baku yang baru, dan 6). Trbatasnya pnybaran prtumbuhan konomi yang hanya mncapai skitar sprtiga bagian pnduduk yang ada. Mnurut Jhingan (2002), ada prbdaan dalam istilah prkmbangan konomi dan prtumbuhan konomi. Prkmbangan konomi mrupakan prubahan spontan dan trputusputus dalam kadaan stasionr yang snantiasa mngubah dan mngganti situasi ksimbangan yang ada sblumnya, sdangkan prtumbuhan konomi adalah prubahan jangka panjang scara prlahan dan mantap yang trjadi mlalui knaikan tabungan dan pnduduk. Tujuan pmbangunan konomi diantaranya yakni: pningkatan ktrsdiaan srta brbagai macam kbutuhan hidup, pningkatan standart hidup, dan pningkata pilihanpilihan konomis dan sosial bagi stiap individu (Todaro, 2000). Aglomrasi dinyatakan sbagai proporsi jumlah pnduduk prkotaan (urban ara) trhadap jumlah pnduduk provinsi trsbut (Suryaningrum, 2000). Aglomrasi dapat di ukur dngan bbrapa cara, yakni dngan mnggunakkan proporsi jumlah pnduduk prkotaan dalam suatu provinsi trhadap jumlah pnduduk provinsi trsbut, atau dngan cara mnggunakan konsp aglomrasi produksi yang diukur mnggunakan proporsi PDB sub.darah/wilayah trhadap PDB Darah (Bont dalam Sigalingging, 2008). Aglomrasi yang digunakan adalah aglomrasi produksi, dimana manfaat aglomrasi ini adalah katgori pnghmatan skala, dimana trdapat pnghmatan dalam produksi scara intrnal bila skala produksinya ditingkatkan. Biayattap yang bsar sbagai akibat invstasi dalam bntuk pabrik dan pralatan. Sbagai konskunsinya, unit biaya produksi mnjadi lbih rndah shingga dapat brsaing dngan prusahaanprusahaan lain. Hal ini dapat diprtanggungjawabkan hanya pada lokasilokasi yang mlayani pnduduk dalam jumlah bsar atau dngan prkataan lain, mmpunyai suatu pasar yang luas. Jadi dapat disimpulkan, bahwa trjadinya pnghmatan skala intrnal mmbrikan manfaat pada konsntrasi pnduduk dalam jumlah bsar daripada jumlah pnduduk yang sdikit, industri dan kgiatankgiatan lainnya (Adisasmita, 2005). Aglomrasi produksi dapat mnybabkan ktimpangan pndapatan apabila ada halangan trhadap migrasi pkrja antar rgional, atau sprti yang prnah ditliti pada ngara brkmbang, bahwa ada surplus tnaga krja dalam prkonomian. Invstasi adalah pngluaran atau prblanjaan pnanampnanam modal atau prusahaan untuk mmbli barangbarang modal dan prlngkapanprlngkapan produksi untuk mnambah kmampuan mmproduksi barangbarang dan jasajasa yang trsdia dalam prkonomian (Sukirno, 2000). Untuk mningkatkan invstasi prsdiaan modal dalam modal baru harus lbih dari cukup untuk mnutupi dprsiasi yang biasanya timbul ktika modal yang diprgunakan untuk tujuantujuan produktif. Saat invstasi modal lbih bsar daripada dprsiasi, prsdiaan modal mningkat dan dmikian halnya dngan output. Modal mrupakan salah satu faktor produksi yang mmpunyai pranan cukup pnting untuk mningkatkan pmbangunan konomi suatu ngara/darah. Ktrbatasan modal mrupakan salah satu pnghambat kgiatan pmbangunan, dan ini adalah 15

5 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x salah satu ciri Ngara sdang brkmbang, yaitu mminjam atau mminta bantuan Ngara asing. Pndkatan pmbangunan konomi yang mnkankan pntingnya pmbntukan modal atau sring disbut dngan aliran fundamntalis modal (capital fundamntalism), mnganggap bahwa pmbntukan modal mrupakan kunci bagi prtumbuhan konomi. ostow mnyatakan bahwa pmbangunan akan lbih mudah diciptakan hanya jika jumlah tabungan ditingkatkan. Pnanaman Modal dalam Ngri adalah pnggunaan modal dalam ngri di atas bagi usahausaha yang mndorong pmbangunan konomi pada umumnya. Pnanaman trsbut dapat dilakukan scara langsung, yaitu olh pmiliknya sndiri atau tidak langsung mlalui pmblian obligasiobligasi, sahamsaham dan surat brharga lainnya yang dilakukan olh prusahaan, srta dposito dan tabungan yang brjangka skurangkurangnya satu tahun. Pnanaman Modal Asing (PMA) mrupakan invstasi yang sumbr pmbiayaannya dari luar ngri. Pnanaman Modal Asing (PMA) mrupakan ssuatu yang dapat mngisi clah yang ada antara tabungan yang dapat dihimpun dari dalam ngri, cadangan dvisa pnrimaan pmrintah darah dan pngalihan skill di satu pihak dan jumlah yang dibutuhkan dan jumlah yang dibutuhkan untuk mncapai sasaran pmbangunan di pihak lain (Sukirno, 2000). Pnanaman Modal Asing dapat trjadi dalam bbrapa bntuk : 1) pnanaman modal kuangan murni; 2) usaha patungan dan 3) anak prusahaan yang sluruhnya milik asing. Sdangkan manfaat yang diharapkan pada Pnanaman Modal Asing adalah sbagai brikut : 1) sumbr modal; 2) sumbr pngtahuan; 3)sumbr pmbaharuan pross atau produk; 4) mnciptakan ksmpatan krja; 5) pngaruh yang mnguntungkan yang brsifat plngkap. Angkatan Krja didfinisikan sbagai pnduduk brumur 15 tahun atau lbih yang bkrja, mncari pkrjaan, dan sdang mlakukan kgiatan lain, sprti skolah maupun mngurus rumah tangga dan pnrimaan pndapatan (Simanjuntak, 1985). Pncari krja, brskolah dan yang mngurus rumah tangga walaupun sdang tidak bkrja dianggap scara fisik mampu dan swaktu waktu dapat ikut bkrja. Pngrtian tnaga krja dan bukan angkatan krja hanya dibdakan olh batas umur saja. Di Indonsia dipilihnya batas umur 10 tahun tanpa batas umur maksimal. Pmilihan 10 tahun sbagai batas minimum adalah brdasarkan knyataan bahwa pada umur trsbut sudah banyak pnduduk trutama di dsadsa yang sudah bkrja atau mncari pkrjaan. Pnduduk mrupakan unsur yang pnting dalam usaha untuk mningkatkan produksi dan mngmbangkan kgiatan konomi. Pnduduk mmgang pranan pnting karna mnydiakan tnaga krja, tnaga ahli, pimpinan prusahaan, tnaga usahawan yang diprlukan untuk mnciptakan kgiatan konomi. Di samping prtambahan jumlah pnduduk, mngakibatkan brtambah dan makin komplksnya kbutuhan (Sukirno, 2000). Lincolin (2004) mnjlaskan bahwa prtambahan pnduduk dan halhal yang brhubungan dngan knaikan jumlah angkatan krja (labor forc) scara tradisional tlah dianggap sbagai faktor positif dalam mrangsang prtumbuhan konomi. Artinya smakin banyak angkatan krja brarti smakin produktif tnaga krja, sdangkan smakin banyak pnduduk akan mningkatkan potnsi pasar domstik. Namun dmikian kbnarannya trgantung pada kmampuan sistm konomi trsbut untuk mnyrap dan mmprkrjakan tambahan pkrja itu scara produktif. Kmampuan itu trgantung pada tingkat dan jnis akumulasi modal dan trsdianya faktorfaktor lain yang dibutuhkan, sprti misalnya kahlian manajrial dan administratif. Suparmoko (1998) mnyatakan 16

6 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x bahwa, faktor tnaga krja mrupakan salah satu faktor produksi trpnting dalam kaitannya dngan pningkatan PDB suatu darah. Dari sgi jumlah, smakin banyak tnaga krja yang digunakan dalam pross produksi biasanya akan smakin tinggi pula produksi dari kgiatan trsbut. Namun karna mngikuti kaidah prtambahan hasil yang smakin brkurang, shingga stlah mncapai tingkat pnggunaan tnaga krja trtntu. Jumlah produk total yang dapat dihasilkan olh tnaga krja trsbut akan brkurang. Prbaikan kualitas tnaga krja dapat mmprpanjang batas pnurunan produksi total karn prtambahan jumlah tnaga krja dapat ditunda hingga mncapai jumlah tnaga krja yang lbih bsar. Dalam studi konomi mikro, tori produksi sdrhana mnggambarkan tntang hubungan diantara tingkat produksi suatu barang dngan jumlah tnaga krja yang digunakan untuk mnghasilkan brbagai tingkat produksi barang trsbut. dalam analisis trsbut, diasumsikan satusatunya faktor produksi yang dapat brubah adalah tnaga krja, faktor produksi lainnya ttap jumlahnya. Hubungan trsbut dijalaskan dngan nilai produk marginal tnaga krja Human Dplopmnt Indx diproxy dngan tingkat pndidikan, yaitu jumlah pnduduk (siswa) baik lakilaki maupun prmpuan yang masih duduk atau blajar di tingkat SLTA pada suatu darah dari tahun k tahun (Nuryadin,dkk 2007). Istilah modal manusia (human capital) prtama kali dikmukakan olh Gary S. Bckr. Suryadi (1994) yang mngkaji lbih dalam mngnai pran pndidikan formal dalam mnunjang prtumbuhan konomi mnyatakan bahwa, smakin tinggi pndidikan formal yang diprolh, maka produktivitas tnaga krja akan smakin tinggi pula. Hal trsbut ssuai dngan tori Human Capital, yaitu bahwa pndidikan mmiliki pngaruh trhadap prtumbuhan konomi karna pndidikan brpran di dalam mningkatkan produktivitas tnaga krja. Tori ini mnganggap prtumbuhan pnduduk ditntukan olh produktivitas prorangan. Jika stiap orang mmiliki pnghasilan yang lbih tinggi karna pndidikannya lbih tinggi, maka prtumbuhan konomi pnduduk dapat ditunjang. Sjak tahun 1999, Unitd Nations Dvlopmnt Program (UNDP) mngnalkan konsp pngukuran mutu modal manusia yang dibrinama Human Dvlopmnt Indx atau disbut IPM (Indks Pmbangunan Manusia). Adanya pningkatan (IPM) dapat mmungkinkan mningkatnya output dan pndapatan dimasa yang akan datang shingga akan mningkatkan prtumbuhan konomi. 3. Mtod Pnlitian Data dalam pnlitian ini adalah data skundr tahun 2009 sampai dngan tahun 2015 yaitu data yang diprolh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Sungai Pnuh ataupun Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi. Untuk mnghitung nilai aglomrasi digunakan rumus prhitungan : Aglomrasi = Nilai PDB Kota Sungai Pnuh Nilai PDB Provinsi Jambi x 100 Sdangkan rumus prhitungan yang digunakan untuk mngtahui pngaruh srta bsarnya pngaruh aglomrasi, invstasi, angkatan krja dan human dvlopmnt indx trhadap PDBADHB Kota Sungai Pnuh baik scara simultan maupun scara parsial adalah : 17

7 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Y = log a + log b1x1 + log b2x2 + log b3x3 + log b4x4 + Dimana: Y : Prtumbuhan Ekonomi a : nilai konstanta X1 : Variabl Aglomrasi X2 : Variabl Invstasi X3 : Variabl Angkatan Krja X4 : Variabl Human Dvlopmnt Indx : rror / faktor pngganggu Kofisin Dtrminasi digunakan untuk mngtahui sbrapa bsar variabl bbas (X) dapat brpngaruh trhadap bariabl trikat (Y) dngan prsamaan sbagai brikut : KD = r 2 x 100% Dimana : KD : Kofisin Dtrminasi r : Kofisin Korlasi Dfinisi Oprasional Variabl Adapun yang mnjadi variabl bbas dan variabl trikat dalam pnlitian ini dapat di dfinisikan sbagai brikut : a. PDB (variabl Y) adalah mrupakan Produk Domstik gional Bruto (PDB) atas dasar harga brlaku Kota Sungai Pnuh tahun 2009 sampai dngan tahun 2015, b. Aglomrasi (variabl X1) adalah variabl yang diukur sbagai rasio prbandingan PDB prkotaan (urban ara) trhadap PDB Provinsi Jambi pada tahun 2009 sampai dngan tahun 2015, c. Invstasi (variabl X2) adalah variabl pngluaran atau prblanjaan, pnanampnanam modal atau prusahaan untuk mmbli barangbarang modal dan prlngkapanprlngkapan produksi Kota Sungai Pnuh tahun 2009 sampai dngan tahun 2015, d. Tnaga Krja (variabl X3), adalah jumlah angkatan krja yang brumur 15 tahun atau lbih yang bkrja, mncari pkrjaan dan sdang mlakukan kgiatan lain di Kota Sungai Pnuh tahun 2009 sampai dngan tahun 2015, dan. Human Dvlopmnt Indx (variabl X4), adalah indks pmbangunan manusia (IPM) kota Sungai Pnuh tahun 2009 sampai dngan tahun Hipotsis : Ho : r = 0 Ha: r 0 : Diduga tidak trdapat pngaruh yang signifikan variabl aglomrasi, invstasi, tnaga krja dan human dvlopmnt indx trhadap prtumbuhan konomi di kota Sungai Pnuh : Diduga trdapat pngaruh yang signifikan variabl aglomrasi, invstasi, tnaga krja dan human dvlopmnt indx trhadap prtumbuhan konomi di kota Sungai Pnuh 18

8 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Mod l 4. Hasil dan Pmbahasan Untuk mngtahui pngaruh aglomrasi, invstasi, tnaga krja dan human dvlopmnt indks di Kota Sungai Pnuh trhadap prtumbuhan pnduduk, maka dapat di jlaskan pada tabl hasil prhitungan sbagai brikut : Tabl 1 Pngaruh Aglomrasi, Invstasi dan Human Dvlopmnt Indx scara Simultan trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Modl Sum of s df Man grssion sidual Total F Sig a a. Prdictors : (constant) : Aglomrasi, Tnaga krja, Invstasi, Human Dvlopmnt Indx b. Dpndnt variabl : prtumbuhan Brdasarkan hasil prhitungan mlalui korlasi linar brganda mlalui bantuan program SPSS dngan pngujian ksluruhan variabl scara simultan di dapatkan hasil bahwa f hitung > f tabl atau 43,296 > 9,12 artinya variabl aglomrasi, invstasi, tnaga krja dan human dvlopmnt indx brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. Tabl 2 brikut mnunjukkan nilai prsntas. Diprolh nilai kofisin dtrminasi sbsar 0,989 yang mrupakan kuadratan dari kofisin korlasi (0,994) artinya konstribusi variabl aglomrasi, invstasi, tnaga krja dan human dvlopmnt indx trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sbsar 98,9 % sdangkan sisanya sbsar 1,1 % di pngaruhi olh faktor lain. Tabl 2 Bsar Pngaruh Aglomrasi, Invstasi dan Human Dvlopmnt Indx scara Simultan trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Adjust d Std.Err or of Th Estimat Chan g Chang Statistics F df df Chan 1 2 g a a. Prdictors : (constant) : Aglomrasi, Tnaga krja, Invstasi, Human Dvlopmnt Indx b. Dpndnt variabl : prtumbuhan Sig.F Chang Durbin Watso n Untuk mngtahui prsamaan dan pngaruh variabl bbas dngan variabl trikat dapat dilihat dari hasil analisis rgrsi linr brganda sprti pada tabl 3 brikut ini : 19

9 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Tabl 3 Analisis Prsamaan grsi Brganda Variabl Aglomrasi, Invstasi dan Human Dvlopmnt Indx trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Modl (constant) Aglomrasi Invstasi Tnaga Krja Human Dvlopmnt Indx Unstandardizd Cofficints B Std.Erro r a. Dpndnt variabl : prtumbuhan Standardiz d Cofficints Bta t Sig Y = ,586 X 1 0,193 X 2 3,641 X 3 +17,136 X 4 Dngan nilai konstanta sbsar artinya jika smua variabl indpndnt brnilai 0 maka akan mnurunkan prtumbuhan konomi di kota Sungai Pnuh sbsar prtahun, X 1 sbsar 0,586 mnyatakan bahwa stiap knaikan nilai aglomrasi 1 prsn, maka prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh akan mnurun sbsar 0,586 prtahun, X2 sbsar 0,193 mnyatakan bahwa stiap pnurunan invstasi sbsar p.1 Milyar maka akan mnurunkan prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sbsar 0,193 milyar prtahun, X3 sbsar 3,641 mnyatakan bahwa stiap pnurunan tnaga krja 1 prsn maka akan mnurunkan prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sbsar 3,641 prtahun dan X4 sbsar 17,136 mnyatakan bahwa stiap pningkatan human dvlopmnt indx 1 prsn maka akan mningkatkan prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sbsar 17,136 prtahun. Tabl 4 Hasil Prhitungan Uji t variabl Aglomrasi trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Modl Unstandardizd Cofficints Standardiz d Cofficints Bta B Std.Erro r (constant) Aglomrasi a. Dpndnt variabl : prtumbuhan t Dari tabl di atas diprolh nilai t hitung sbsar dngan tingkat signifikansi α = 0,94. Uji dilakukan dua sisi (two taild) dan nilai t tabl sbsar 3,182 nilai t hitung < t tabl atau 0,982 < 3,182 atau dari uji signifikansi yaitu 0,37 > 0,05 artinya variabl aglomrasi tidak brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. sbsar 0,162, artinya aglomrasi scara parsial mmbri pngaruh sbsar 16,2% trhadap prtumbuhan Sig

10 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Mod l konomi kota Sungai Pnuh sdangkan sisanya sbsar 83,8% dipngaruhi olh faktor lain yang tidak di tliti dalam pnlitian ini. Tabl 5 Kofisin Dtrminasi Pngaruh Aglomrasi trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Adjust d Std.Err or of Th Estimat Chan g Chang Statistics F df df Chan 1 2 g Sig.F Chang Durbin Watso n a a. Prdictors : (constant) : Aglomrasi b. Dpndnt variabl : prtumbuhan Tabl 6 Hasil Prhitungan Uji t variabl Invstasi trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Modl Unstandardizd Cofficints Standardiz d Cofficints Bta B Std.Erro r (constant) Invstasi a. Dpndnt variabl : prtumbuhan t Sig Mod l Dari tabl di atas diprolh nilai t hitung sbsar dngan tingkat signifikansi α = 0,008. Uji dilakukan dua sisi (two taild) dan nilai t tabl sbsar 3,182 nilai t hitung > t tabl atau 4,224 > 3,182 atau dari uji signifikansi yaitu 0,00 < 0,05 artinya variabl invstasi brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. sbsar 0,781% artinya invstasi scara parsial mmbrikan pngaruh sbsar 78,1% trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sdangkan sisanya sbsar 21,9% dipngaruhi olh faktor lain yang tidak di tliti di dalam pnlitian ini. Tabl 7 Kofisin Dtrminasi Pngaruh Invstasi trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Adjust d Std.Err or of Th Estimat Chan g a a. Prdictors : (constant) : Invstasi b. Dpndnt variabl : prtumbuhan Chang Statistics F df df Chan 1 2 g Sig.F Chang Durbin Watso n

11 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Tabl 8 Hasil Prhitungan Uji t variabl Tnaga Krja trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Modl Unstandardizd Cofficints Standardiz d Cofficints Bta B Std.Erro r (constant) Tnaga Krja a. Dpndnt variabl : prtumbuhan t Sig Mod l Dari tabl di atas diprolh nilai t hitung sbsar dngan tingkat signifikansi α = 0,319. Uji dilakukan dua sisi (two taild) dan nilai t tabl sbsar 3,182 nilai t hitung < t tabl atau 1,105 < 3,182 uji signifikansi 0,31 > 0,05 artinya variabl tnaga krja tidak brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. sbsar 0,196% artinya tnaga krja scara parsial mmbrikan pngaruh sbsar 19,6% trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sdangkan sisanya sbsar 80,4% dipngaruhi olh faktor lain yang tidak di tliti di dalam pnlitian ini. Tabl 9 Kofisin Dtrminasi Pngaruh Tnaga Krja trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Adjust d Std.Err or of Th Estimat Chan g Chang Statistics F df df Chan 1 2 g Sig.F Chang Durbin Watso n a a. Prdictors : (constant) : Tnaga krja b. Dpndnt variabl : prtumbuhan Tabl 10 Hasil Prhitungan Uji t variabl Human Dvlopmnt Indx trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Modl (constant) Human dvlopmnt indx Unstandardizd Cofficints B Std.Erro r a. Dpndnt variabl : prtumbuhan Standardiz d Cofficints Bta t Dari tabl di atas diprolh nilai t hitung sbsar dngan tingkat signifikansi α = 0,000 dan nilai t tabl sbsar 3,182 t hitung > t tabl dngan nilai 10,033 > 3,182, dari uji signifikansi yaitu 0,000 < 0,05 artinya, variabl human Sig

12 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Mod l dvlopmnt indx brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. sbsar 0,953 % artinya human dvlopmnt indx scara parsial mmbrikan pngaruh sbsar 95,3% trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh sdangkan sisanya sbsar 4,7% dipngaruhi olh faktor lain yang tidak di tliti di dalam pnlitian ini. Tabl 11 Kofisin Dtrminasi Pngaruh Human Dvlopmnt Indx trhadap Prtumbuhan Ekonomi Kota Sungai Pnuh Adjust d Std.Err or of Th Estimat Chan g a a. Prdictors : (constant) : Human dvlopmnt indx b. Dpndnt variabl : prtumbuhan Chang Statistics F df df Chan 1 2 g Sig.F Chang Durbin Watso n Simpulan 1. Scara simultan variabl aglomrasi, invstasi, tnaga krja dan human dvlopmnt indx brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh, dan 2. Scara parsial variabl aglomrasi dan tnaga krja brpngaruh tidak signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh, sdangkan variabl invstasi dan human dvlopmnt indx brpngaruh signifikan trhadap prtumbuhan konomi kota Sungai Pnuh. Daftar Pustaka Ac Suryadi Hubungan antara Pndidikan, Ekonomi, dan Pngangguran Tnaga Trdidik PISMA, Vol.8, No.5, Hal Arsyad, Lincolin Ekonomi Pmbangunan. Edisi Ktiga. Yogyakarta: BP STIE YKPN. Artur J. Sigalingging, Dampak Plaksanaan Dsntralisasi Fiskal Trhadap Prtumbuhan Ekonomi dan Ksnjangan Wilayah, Skripsi Tidak Dipublikasikan, Fakultas Ekonomi Undip, Smarang. Bodiono, 1999, Tori Prtumbuhan Ekonomi, Yogyakarta: BPFE. Esa Suryaningrum A Prtumbuhan Ekonomi gional di Indonsia Mdia Ekonomi dan Bisnis, Vol 12 No. 1, h 816, Smarang : FEUNDIP. Jhingan, M.L Ekonomi Pmbangunan dan Prncanaan : Jakarta. PT aja Grafindo Prsada. Mudradjad, Kuncoro Analisis Spasial dan gional: Studi Aglomrasi dan Klustr Industri Indonsia, UPP AMP YKPN, Yogyakarta. Simanjuntak, Payaman Pngantar Ekonomi Sumbr Daya Manusia. Jakarta : LPFE UI. Sadono, Sukirno Pngantar Tori Makrokonomi. Jakarta : PT aja Grafindo Prsada Pngantar Tori Makrokonomi. Jakarta : aja Grafindo Prsada. Tarigan, obinson Ekonomi gional : Tori dan Aplikasi. Jakarta : Bumi Aksara Ekonomi gional. Bumi Aksara, Mdan 23

13 JIPI Vol. 2 No. 2, Juli ISSN : x Todaro P. Michal Pmbangunan Ekonomi di Dunia Ktiga. Edisi klima. Surabaya : Erlangga Pmbangunan Ekonomi I Dunia Ktiga. Edisi kdlapan. Jakarta: Pnrbit Erlangga. Wiyadi dan ina Trisnawati Analisis Potnsi Darah Untuk Mngmbangkan Wilayah di Eks Karsidnan Surakarta Jurnal Fokus Ekonomi, Vol. 1 No