PT ARMIDIAN KARYATAMA Tbk

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "PT ARMIDIAN KARYATAMA Tbk"

Transkripsi

1 Laporan keuangan tanggal 30 September 2018 dan untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal tersebut (tidak diaudit)/ Financial statements as of September 30, 2018 and for the nine-month period then ended (unaudited)

2

3 The original report included herein is in LAPORAN KEUANGAN TANGGAL 30 SEPTEMBER 2018 DAN UNTUK PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT (tidak diaudit) FINANCIAL STATEMENTS AS OF SEPTEMBER 30, 2018 AND FOR THE NINE-MONTH PERIOD THEN ENDED (unaudited) Daftar Isi/ Table of Contents Halaman/ Pages Surat Pernyataan Direksi Directors Statement Letter Laporan Posisi Keuangan Statement of Financial Position Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain... 3 Statement of Profit or Loss and Other.....Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Statement of Changes in Equity Laporan Arus Kas Statement of Cash Flows Catatan atas Laporan Keuangan Notes to the Financial Statements

4 The original financial statements included herein are in LAPORAN POSISI KEUANGAN STATEMENT OF FINANCIAL POSITION September 30, 2018 (unaudited) 30 September 2018/ September 30, 2018 Catatan / Notes 31 Desember 2017/ December 31, 2017 ASET ASSETS ASET LANCAR CURRENT ASSETS Kas dan setara kas ,26, Cash and cash equivalents Piutang lain-lain - 5, Other receivables Persediaan Inventories Biaya dibayar dimuka Prepaid expenses Uang muka kontraktor Advances to contractors Pajak dibayar dimuka a Prepaid taxes Jumlah Aset Lancar Total Current Assets ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS Dana yang dibatasi penggunaannya ,26, Restricted funds Uang muka Advances Aset tetap neto Fixed assets - net Properti investasi - neto Investment properties - net Tanah untuk pengembangan Land for development Piutang pihak berelasi ,28, Due from related parties Jumlah Aset Tidak Lancar Total Non Current Assets JUMLAH ASET TOTAL ASSETS Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

5 The original financial statements included herein are in LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan) STATEMENT OF FINANCIAL POSITION (continued) September 30, 2018 (unaudited) 30 September 2018/ September 30, 2018 Catatan / Notes 31 Desember 2017/ December 31, 2017 LIABILITAS DAN EKUITAS LIABILITIES AND EQUITY LIABILITAS JANGKA PENDEK CURRENT LIABILITIES Utang usaha ,26, Trade payables Utang lain-lain ,26, Other payables Utang pajak b Taxes payable Akrual Accrued liabilities Utang bank jangka pendek ,26, Short-term bank loan Current maturities Bagian yang akan direalisasi dalam waktu satu tahun: to be realized within one year: Uang muka pelanggan Deposits from customers Jumlah Liabilitas Jangka Pendek Total Current Liabilities LIABILITAS JANGKA PANJANG NON-CURRENT LIABILITIES Utang pihak berelasi ,26,27, Due to related parties Uang muka pelanggan Deposits from setelah dikurangi bagian customers net of to be yang akan direalisasi dalam realized within one year waktu satu tahun Liabilitas imbalan kerja Employee benefits liability Jumlah Liabilitas Jangka Panjang Total Non-Current Liabilities JUMLAH LIABILITAS TOTAL LIABILITIES EKUITAS EQUITY Modal saham - nilai nominal Share capital Rp 100 per saham Rp 100 par value per Modal saham, shares ditempatkan dan disetor Authorized, issued and penuh fully paid saham ,187,500,000 shares Tambahan modal Disetor Additional paid in capital Saldo laba/(deficit) ( ) Retained earning/(deficit) Rugi komprehensif Other comprehensive lain ( ) ( ) loss JUMLAH EKUITAS TOTAL EQUITY JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS TOTAL LIABILITIES AND EQUITY Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

6 The original financial statements included herein are in LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN STATEMENT OF PROFIT OR LOSS AND OTHER COMPREHENSIVE INCOME Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada For The Nine-Month Period Ended 30 September Tanggal 2018 (tidak diaudit) September 30, 2018 (unaudited) 2018 Catatan / Notes 2017 PENJUALAN NETO NET REVENUES BEBAN POKOK PENJUALAN ( ) 22 ( ) COST OF REVENUES LABA BRUTO GROSS PROFIT Beban penjualan ( ) 23 ( ) Selling expenses Beban umum dan General and administrasi ( ) 23 ( ,137) administrative expenses Penghasilan operasi lainnya Other operating income LABA OPERASI OPERATING PROFIT Penghasilan keuangan Finance income Biaya keuangan ( ) ( ) Finance charges LABA OPERASI SEBELUM PAJAK FINAL DAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN OPERATING INCOME BEFORE FINAL TAX AND INCOME TAX EXPENSE Pajak final ( ) - Final tax LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN BEBAN PAJAK PENGHASILAN - - LABA PERIODE BERJALAN RUGI KOMPREHENSIF LAIN Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi dalam periode berikutnya Pengukuran kembali program imbalan pasti - neto setelah pajak PROFIT BEFORE INCOME TAX EXPENSE INCOME TAX EXPENSE PROFIT FOR THE PERIOD OTHER COMPREHENSIVE LOSS Item that will not be reclassified to profit or loss in subsequent periods Remeasurement of defined benefit program - net of tax Rugi komprehensif lain Other comprehensive loss TOTAL LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN TOTAL COMPREHENSIVE INCOME FOR THE PERIOD LABA NETO PER SAHAM DASAR v 0,69 BASIC EARNING PER SHARE Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

7 LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS STATEMENT OF CHANGES IN EQUITY Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Period Ended 30 September Tanggal 2018 (tidak diaudit) September 30, 2018 (unaudited) Tambahan modal Saldo laba (defisit) / Rugi komprehensif Modal Saham / disetor / Additional Retained Earning lain / Other Share Capital Paid in Capital (deficit) Comprehensive Loss Jumlah / Total Saldo 1 Januari ( ) ( ) Balance as of January 1, 2017 Reklasif ikasi ( ) Reclassification Penerbitan saham (Catatan 19) Laba periode berjalan ( ) Profit for the period Saldo 31 Desember ( ) ( ) Balance as of December 31, 2017 Saldo 1 Januari ( ) ( ) Balance as of January 1, 2017 Uang muka tambahan Advance fo additional modal disetor ( ) paid-in capital Setoran modal Dana IPO Laba periode berjalan Profit for the period Saldo 30 September ( ) ( ) Balance as of September 30, 2017 Saldo 1 Januari ( ) ( ) Balance as of January 1, 2018 Laba periode berjalan paid-in capital Rugi komprehensif lain periode berjalan Profit for the period Saldo 30 September ( ) Balance as of September 30, 2018 Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

8 The original financial statements included herein are in LAPORAN ARUS KAS STATEMENT OF CASH FLOWS Untuk Periode Sembilan Bulan Yang Berakhir Pada Period Ended 30 September Tanggal 2018 (tidak diaudit) September 30, 2018 (unaudited) Periode yang Berakhir pada Tanggal 30 September/ Period Ended September 30, Catatan/ 2018 Notes 2017 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI CASH FLOWS FROM OPERATING ACTIVITIES Penerimaan kas dari: Cash receipts from: Pelanggan Customers Pendapatan operasi lainnya Other operating income Pendapatan bunga Interest income Pembayaran kas untuk: Cash disbursements for: Kontraktor, pemasok dan karyaw an ( ) ( ) Contractors, suppliers and employees Beban operasi lainnya - ( ) Other operating expenses Bunga dan beban keuangan lainnya ( ) ( ) Interest and other financing cost Pajak ( ) ( ) Tax Kas neto yang diperoleh dari ( ) Net cash provided by (digunakan untuk) aktivitas operasi (used in) operating activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI CASH FLOWS FROM INVESTING ACTIVITIES Pembelian aset tetap ( ) 9 ( ) Purchase of fixed assets Penambahan/Pengurangan uang muka Additional/(Dedection) advance for tanah untuk pengembangan ( ) ( ) land acquistion Penjualan tanah Sale of land Pengurangan kas yang dibatasi penggunaannya ( ) ( ) Additional of restricted cash Kas neto yang digunakan untuk aktivitas investasi ( ) ( ) Net cash used in investing activities ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN CASH FLOWS FROM FINANCING ACTIVITIES Penerimaan kas dari IPO saham Cash received from IPO Penerimaan/Pembayaran kepada pihak berelasi ( ) Payment to related parties Kas neto yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Net cash provided by financing activities PENURUNAN NET DECREASE IN NETO KAS DAN SETARA KAS ( ) ( ) CASH AND CASH EQUIVALENTS - KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS AT PADA AWAL TAHUN BEGINNING OF THE YEAR KAS DAN SETARA KAS CASH AND CASH EQUIVALENTS PADA AKHIR TAHUN AT END OF THE YEAR Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan. The accompanying notes to the financial statements form an integral part of these financial statements taken as a whole.

9 1. UMUM 1. GENERAL a. Pendirian Perusahaan dan Informasi Umum a. The Company s Establishment and General Information PT Armidian Karyatama Tbk ( Perusahaan ) didirikan berdasarkan Akta Notaris Endang Irawati Ekaputri, S.H., No. 47 tanggal 6 Agustus Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C HT TH.95 tanggal 30 Oktober 1995 dan diumumkan dalam Berita Negara No. 9 Tambahan No. 1232/1996 tanggal 30 Januari Anggaran Dasar Perusahaan telah disesuaikan terhadap Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 berdasarkan Akta Notaris Vera Dewi Rochyati, S.H., No. 02 tanggal 5 Agustus Perubahan tersebut telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 2 September 2008 dan didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU AH Tahun 2008 tanggal 2 September Perubahan terakhir Anggaran Dasar Perusahaan adalah berdasarkan Akta Notaris Tri Firdaus Akbarsyah, S.H., M.H., No. 09 tanggal 20 November 2017 sehubungan dengan perubahan Direksi dan Komisaris Perusahaan. Keputusan tersebut telah diberitahukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan No. AHU-AH tanggal 13 Desember Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang jasa, pembangunan dan perdagangan. Perusahaan memulai kegiatan komersialnya pada tahun Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jalan Raya Kopi Sangiang No. 21, Desa Pasirkembang, Maja, Banten. Sementara itu, kantor korespondensi Perusahaan berlokasi di Mayapada Tower 1, Lt. 21, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 28, Jakarta Selatan PT Mandiri Mega Jaya dan PT Hanson International Tbk adalah merupakan entitas induk dan entitas induk terakhir yang memiliki pengendalian atas Perusahaan. 6 PT Armidian Karyatama Tbk ( the Company ) was established based on Notarial Deed No. 47 of Endang Irawati Ekaputri, S.H., dated August 6, The Deed of Establishment was approved by the Ministry of Justice of Republic of Indonesia in its Decision Letter No. C HT TH.95 dated October 30, 1995 and was published on the State Gazette No. 9 Additional No. 1232/1996 dated January 30, The Company s Articles of Association has adjusted according to the Corporate Law No. 40 Year 2007 based on Notarial Deed No. 02 of Vera Dewi Rochyati, S.H., dated August 5, This amendment has been reported to and accepted by the Ministry of Law and Human Rights in its Acknowledgement Letter No. AHU AH Tahun 2008 dated September 2, 2008 and was registered in the Company Register No. AHU AH Tahun 2008 dated September 2, The latest amendment of the Company s Articles of Association is based on Notarial Deed No. 09 of Tri Firdaus Akbarsyah, S.H., M.H., dated November 20, 2017 regarding to the changes of Board of Directors and Board of Commissioner. The decision has been notified to the Ministry of Law and Human Rights with a letter of Acceptance Notification No. AHU-AH dated December 13, In accordance with Article 3 of the Company s Articles of Association, the Company is mainly engaged in services industry, construction and trading. The Company has started its commercial activities in The Company's head office is located at Jalan Raya Kopi - Sangiang No. 21, Desa Pasirkembang, Maja, Banten. Meanwhile, the Company s correspondence office is located at Mayapada Tower 1, 21st floor, Jalan Jenderal Sudirman, Kav. 28, South Jakarta PT Mandiri Mega Jaya and PT Hanson International Tbk are the parent entity and ultimate parent entity which have control over the Company. b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan b. The Company s Share Public Offering Saham Perusahaan ditawarkan perdana kepada masyarakat dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Juni 2017 dengan harga penawaran sebesar Rp 300 per lembar saham sejumlah saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Sehubungan dengan penawaran umum tersebut, Perusahaan memperoleh Surat Pernyataan Efektif pada tanggal 7 Juni 2017 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan suratnya No. S- 308/D.04/2017. The Company s shares of stock were initially offered to the public and listed on the Indonesia Stock Exchange on June 14, 2017 of 1,637,500,000 shares with a par value of Rp 100 per share with offering price at Rp 300 per share. Related to the Initial Public Offering, the Company otained the Effective Statement Letter on June 7, 2017 by the Financial Services Authority (OJK) in its letter No. S-308/D.04/2017.

10 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut: c. Board of Commissioners, Directors, Audit Committee, Corporate Secretary and Employees The Company s Boards of Commissioner and Director as of September 30, 2018 and December 31, 2017 were as follows: Komisaris Komisaris Utama : Komisaris : Komisaris Independen : Direktur Direktur Utama : Direktur Independen : Raden Agus Santosa Rony Agung Suseno Monang Situmeang Wiwik Sukarno Ar Bambang Irianto Devi Henita Commissioners : President Commissioner : Commissioner : Independent Commissioner Directors : President Director : Independent Director Susunan Komite Audit, Audit Internal dan Sekretaris Perusahaan pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut: The composition of the Company s Audit Committee, Internal Audit and Corporate Secretary as of September 30, 2018 and December 31, 2017 were as follows: Ketua : Anggota : Anggota : Ketua Audit Internal : Sekretaris Perusahaan : Komite Audit / Audit Committee Wiwik Sukarno Ar Hendrik Siahaan Maya Tirani Audit Internal dan Sekretaris Perusahaan / Internal Audit and Corporate Secretary Hartono Santoso Yudi Darmawan : Chief : Member : Member : Chief of Internal Audit : Corporate Secretary Jumlah beban kompensasi bruto bagi manajemen kunci Perusahaan periode/tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut: 30 September 2018/ September 30, 2018 The amount of gross compensation for the key management of the Company for the period/year ended as of September 30, 2018 and December 31, 2017 were as follows: 31 Desember 2017/ December 31, 2017 Dewan Komisaris Board of Commissioners Direksi Board of Directors Jumlah Total Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, Perusahaan memiliki masing-masing sebanyak 11 orang karyawan (tidak diaudit). As of September 30, 2018 and December 31, 2017, the Company has 11 permanent employees, respectively (unaudited). d. Penerbitan Laporan Keuangan d. Issuance of Financial Statements Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal 29 Oktober The financial statements have been authorized for issue by the Directors of the Company, as the party who responsible for the preparation and completion of financial statements, on October 29,

11 1. UMUM (lanjutan) 1. GENERAL (continued) e. Pengaturan Bersama e. Joint Arrangements Perusahaan bersama PT Harvest Time ( HT ), (entitas sepengendali) dan PT Mandiri Mega Jaya ( MMJ ) (entitas induk), mengadakan perjanjian pengaturan bersama yang dituangkan di dalam Perjanjian Kerjasama Pengembangan Lahan dengan PT Citra Benua Persada ( CBP ) tanggal 6 September Berdasarkan perjanjian, pengaturan bersama tersebut berbentuk operasi bersama yang diberi nama Citra Maja Raya JO. Komposisi partisipasi dan pembagian keuntungan antara Perusahaan dan HT sebagai satu pihak dengan CBP sebagai pihak lainnya masing-masing adalah sebesar 50%. MMJ sebagai pemegang saham Perusahaan, ditunjuk dan diberi kuasa penuh bertindak atas nama Perusahaan dan HT berkaitan dengan perjanjian kerjasama ini. Tujuan pembentukan Citra Maja Raya JO adalah untuk mengembangkan tanah menjadi suatu kawasan hunian dan properti komersial, dalam bentuk perumahan, rumah toko dan rumah kantor maupun jenis properti komersial lain, fasilitas prasarana dan sarana pendukungnya di lahan milik Perusahaan dan HT di Maja, Lebak. Citra Maja Raya JO mulai beroperasi secara komersial pada tahun Berdasarkan perjanjian, Perusahaan dan HT berkewajiban menyediakan tanah dalam keadaan siap untuk dikembangkan dengan luas keseluruhan 430 hektar yang terletak di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. Sedangkan CBP berkewajiban mengelola, mengembangkan tanah, menyediakan technical know-how dan menyediakan dukungan keuangan untuk proyek tersebut. Pembagian keuntungan bersih antara Perusahaan dan HT masing-masing adalah sebesar 53% dan 47%, dari pembagian keuntungan 50% dengan CBP. Perusahaan dan HT menyetujui pembayaran atas brand royalty dan management fee kepada CBP masing-masing sebesar 0,75% dan 2% dari penjualan neto pada saat pembayaran harga pokok tanah kepada Perusahaan dan HT. Pada tanggal 23 September 2016, MMJ mengundurkan diri dari kerjasama operasi dan mengalihkan semua hak dan kewajibannya kepada Perusahaan dan HT. The Company, together with PT Harvest Time ( HT ), (under common control entity), and PT Mandiri Mega Jaya ( MMJ ) (parent entity), entered into joint arrangement which was set forth in the Cooperation Agreement of Land Development with PT Citra Benua Persada ( CBP ) dated September 6, Under the agreement, the joint arrangement was identified in the form of joint operations was named as Citra Maja Raya JO. The composition of participation and profit sharing between the Company and HT as a party with CBP as the other party are 50%, respectively. MMJ, as the Company s shareholder, is appointed and given full authority to act on behalf of the Company and HT in connection with this agreement. The purpose of the establishment of Citra Maja Raya JO is to develop a residential and commercial properties, among others, residential, shop houses and office houses and other commercial properties, infrastructure and supporting facilities project development of land area owned by the Company and HT, in Maja, Lebak. Citra Maja Raya JO has started its commercial operations in Based on the agreement, the Company and HT are obliged to provide land which is ready to be developed with total area of 430 hectares located in the Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten. While CBP is obliged to manage, develop land, provide advisory technical know-how and provides financial support for the project. Net profit sharing between the Company and HT amounted to 53% and 47%, respectively, of 50% profit sharing with CBP. The Company and HT agreed the payment of brand royalty and management fee to CBP to amounting 0.75% and 2% respectively, from net revenues, at payment of cost of revenues to the Company and HT. On September 23, 2016, MMJ resigned from the joint operation and transferred its rights and obligation to the Company and HT. 8

12 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES a. Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK) Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK), yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Indonesia dari Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK - IAI) dan peraturan terkait yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya Peraturan No. VIII.G.7, Lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Kep 347/BL/2012 tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik ". b. Dasar Pengukuran Dalam Penyusunan Laporan Keuangan Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha dan biaya perolehan, kecuali untuk akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi terkait. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017, kecuali untuk penerapan beberapa amendemen dan penyesuaian PSAK dan ISAK baru yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2018 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini. Laporan keuangan kecuali untuk laporan arus kas, disusun dengan dasar akrual. Laporan arus kas disusun berdasarkan metode langsung dengan mengelompokan arus kas atas dasar aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan. Mata uang yang digunakan di dalam penyajian laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional bagi Perusahaan. a. Compliance with Financial Accounting Standards (SAK) The financial statements have been prepared and presented in accordance with Indonesian SAKam, which comprise of the Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and the Interpretation of Financial Accounting Standards (ISAK), issued by Indonesian Accounting Standards Board of the Indonesian Institute of Accountants (DSAK - IAI) and the related Financial Services Authority s (OJK) regulation particularly Rules No. VIII.G.7, Appendix of the Decision Decree of the Chairman of BAPEPAM-LK No. Kep 347/BL/2012 on Presentation and Disclosure of Financial Statements of Issuers or for Public Companies. b. Basis of Measurement in Preparation of the Financial Statements The financial statements are prepared based on going-concern assumption and basis of the historical cost, except for certain accounts which are measured on the basis described in the related accounting policies. The accounting policies adopted in the preparation of the financial statements are consistent with those adopted in the preparation of the financial statements for the year ended December 31, 2017, except for the adoption of several amendments and improvements to PSAK and new ISAK effective January 1, 2018 as disclosed in this Note. The financial statements except for the statement of cash flows, are prepared under the accrual basis of accounting. The statement of cash flows has been prepared based on the direct method by classifying cash flows on the basis of operating, investing and financing activities. The preparation of financial statements in conformity with Indonesian SAK requires management to make judgment, estimates and assumptions that affect the application of accounting policies and the reported amounts of assets, liabilities, income and expenses. Although these estimates are based on management s best knowledge and judgment of current events and actions, actual results may ultimately differ from those estimates. The areas involving a higher degree of judgment or complexity, or areas where assumptions and estimates are significant to the financial statements are disclosed in Note 3 to the financial statements. The presentation currency used in the preparation of the financial statements is Rupiah, which is the functional currency of the Company. 9

13 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) c. Penerapan Amendemen dan Penyesuaian PSAK dan ISAK Baru Perusahaan telah menerapkan amendemen dan penyesuaian PSAK dan ISAK baru, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari Penerapan atas amendemen dan penyesuaian PSAK dan ISAK baru berikut tidak menghasilkan perubahan yang mendasar atas kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak mempunyai dampak material atas nilai yang yang dilaporkan pada periode keuangan periode berjalan dan tahun sebelumnya. Amendemen PSAK No. 2, Laporan Arus Kas: Prakarsa Pengungkapan Amendemen PSAK No. 13, Properti Investasi tentang Pengalihan Properti Investasi Amendemen PSAK No. 46, Pajak Penghasilan: Pengakuan Aset Pajak Tangguhan untuk Rugi yang Belum Direalisasi PSAK No. 15 (Penyesuaian 2017), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK No. 67 (Penyesuaian 2017), Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) c. Penerapan Amendemen dan Penyesuaian PSAK dan ISAK Baru The Company have adopted several amendments and improvements to PSAK and new ISAK that are mandatory for application effective January 1, The adoption of the following amendments and improvements to PSAK and new ISAK did not result in substantial changes to the Company accounting policies and had no material effect on the amounts reported for the current or prior financial period/year: Amendments to PSAK No. 2, Statement of Cash Flows: Disclosure Initiative Amendments to PSAK No. 13, Investment Properties on Transfer of Investment Properties Amendments to PSAK No. 46, Income Taxes: Recognition of Deferred Tax Assets for Unrealized Losses PSAK No. 15 (Improvements 2017), Investments in Associates and Joint Ventures PSAK No. 67 (Improvements 2017), Disclosure of Interests in Other Entities d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi d. Transactions with Related Parties Sesuai dengan PSAK No. 7, Pengungkapan Pihakpihak Berelasi, suatu pihak dianggap berelasi jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 26 atas laporan keuangan. In accordance with PSAK No. 7, Related Party Disclosures, parties are considered to be related if one party has the ability to control (by way of ownership, directly or indirectly) or exercise significant influence (by way of participation in the financial and operating policies) over the other party in making financial and operating decisions. All significant transactions with related parties are disclosed in Note 26 to the financial statements. e. Instrumen Keuangan e. Financial Instruments Aset Keuangan Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan di mana pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan. Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori berikut: (i) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan piutang, (iii) investasi yang dimiliki hingga jatuh tempo dan (iv) aset keuangan yang tersedia untuk dijual. Financial Assets All financial assets are recognized and derecognized on trade date where the purchase or sale of a financial asset is under a contract whose terms require delivery of the financial asset within the timeframe established by the market concerned. The Company classifies its financial assets in the following categories: (i) financial assets at fair value through profit or loss, (ii) loans and receivables, (iii) held to maturity investment and (iv) available for sale financial assets. 10

14 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Aset Keuangan (lanjutan) Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi (fair value through profit or loss) (FVTPL). Adapun aset keuangan yang diukur pada FVTPL pada saat pengakuan awal juga diukur sebesar nilai wajar namun biaya transaksi yang timbul seluruhnya langsung dibebankan ke laba rugi. Setelah pengakuan awal, pengukuran aset keuangan tergantung pada bagaimana aset keuangan tersebut dikelompokkan. Aset keuangan dapat diklasifikasikan dalam empat kategori berikut: i. Aset keuangan yang diukur pada FVTPL merupakan aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan (held for trading) atau pada saat pengakuan awal telah ditetapkan oleh manajemen (apabila memenuhi kriteria-kriteria tertentu seperti mempertimbangkan bahwa aset keuangan atau liabilitas keuangan atau keduanya dikelola dan kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar sebagaimana didokumentasikan di dalam manajemen risiko atau strategi investasi Perusahaan untuk diukur pada kelompok ini. Aset keuangan dalam kelompok ini selanjutnya diukur pada nilai wajarnya dan seluruh keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar tersebut (termasuk bunga dan dividen) diakui pada laba rugi. Financial Assets (continued) At initial recognition, financial assets are measured at fair value plus transaction costs that are directly attributable, except for financial assets measured at fair value through profit or loss (FVTPL). The financial assets carried at FVTPL are initially recognized at fair value but the transaction costs are expensed in the profit or loss. After the initial recognition, measurement of financial assets depends on how financial assets are classified. Financial assets can be classified in the following four categories: i. Financial assets at fair value through profit or loss are financial assets classified as trading (held for trading) or upon their initial recognition are designated by management (if certain criterias are met such as taking into consideration that the financial assets or financial liabilities or both are managed and its performance) is evaluated based on the fair value as documented in risk management or investment strategy of the Company to be measured at this category. Financial assets in this category are subsequently measured at fair value and any gain or loss arising from changes in fair value (including interest and dividend) is recognized in profit or loss. Perusahaan tidak memilik aset keuangan yang dikelompokkan dalam kategori ini. The Company doesn t have financial assets which are classified under this category. ii. Pinjaman yang diberikan dan piutang (loans and receivables) merupakan aset keuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak memiliki kuotasi di pasar aktif. Kelompok aset keuangan ini diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Kelompok aset keuangan ini meliputi akun kas dan setara kas, piutang lain-lain, piutang pihak berelasi dan dana yang dibatasi penggunaannya. ii. Loans and receivables are non-derivative financial assets with fixed or determinable payments that are not quoted in an active market. This asset category is subsequently measured at amortized cost using the effective interest method less any impairment. This category of financial asset comprises cash and cash equivalents, other receivables, due from related parties and restricted funds. 11

15 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Aset Keuangan (lanjutan) iii. Investasi dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity) yaitu aset keuangan non-derivatif dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan serta Perusahaan mempunyai intensi positif dan kemampuan untuk memiliki aset keuangan tersebut hingga jatuh tempo. Kelompok aset ini selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang dikelompokkan dalam kategori ini. iv. Aset keuangan yang tersedia untuk dijual (available for sale) adalah aset keuangan nonderivatif yang tidak dikelompokkan ke dalam tiga kategori di atas. Aset keuangan yang tersedia untuk dijual selanjutnya diukur pada nilai wajar tanpa adanya pengurangan biaya transaksi yang mungkin muncul pada saat penjualan. Perubahan nilai wajar aset keuangan ini diakui sebagai penghasilan komprehensif lain, kecuali kerugian akibat penurunan nilai, perubahan nilai tukar dan bunga yang dihitung menggunakan metode suku bunga efektif, sampai aset keuangan tersebut dihentikan pengakuannya. Pada saat penghentian pengakuan, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain harus direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai sebagai penyesuaian reklasifikasi. Perusahaan juga tidak memiliki aset keuangan yang dikelompokkan dalam kategori ini. Penghentian Pengakuan Aset Aset keuangan dihentikan pengakuannya jika dan hanya jika, hak kontraktual untuk menerima arus kas dari aset keuangan telah kedaluwarsa atau Perusahaan telah secara substansial mentransfer aset keuangan dan transfer telah memenuhi kriteria penghentian pengakuan. Dari penghentian pengakuan aset keuangan, selisih antara nilai tercatat dan jumlah dari 1) pertimbangan diterima (termasuk aset baru yang diperoleh dikurangi dengan kewajiban baru diasumsikan) dan 2) setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain diakui dalam laba atau rugi. Financial Assets (continued) iii. Held-to-maturity investments are nonderivative financial assets with fixed or determinable payments and fixed maturities that the Company has the positive intention and ability to hold the assets to maturity. This financial asset category is subsequently measured at amortized cost using the effective interest method less impairment. The Company does not have financial asset which is classified under this category. iv. Available-for-sale financial assetsare nonderivative financial assets which are not assigned to any of the above categories. Available-for-sale financial assets are subsequently measured at fair value without any deduction for transaction costs that might occur on sale or other disposal. Changes in the fair value of these financial assets are recognized in other comprehensive income, except for impairment losses, foreign exchange gains or losses and interest calculated using effective interest method, until the financial asset is derecognized. At derecognition, the cumulative gain or loss previously recognized in other comprehensive income is reclassified from equity to profit or loss as a reclassification adjustment. The Company does not have financial asset which is classified under this category. Derecognition of Financial Assets Financial assets is derecognized when, and only when, the contractual rights to receive cash flows from the financial assets has expired or Company has substantially transfer the financial assets and the transfer has fulfilled the derecognition criteria. On derecognition of financial asset, the difference between the carrying amount and the sum of 1) consideration received (including new assets acquired less new liabilities assumed) and 2) any cumulative gain or loss that had been recognized in other comprehensive income is recognized in profit or loss. 12

16 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Penghentian Pengakuan Aset (lanjutan) Pengakuan aset keuangan dihentikan, jika dan hanya jika, hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut telah berakhir atau Perusahaan telah, secara substansial, mentransfer aset keuangan dan transfer tersebut berikut dengan seluruh risiko dan manfaat yang terkait kepada entitas lain. Liabilitas Keuangan Perusahaan mengakui liabilitas keuangan pada saat timbulnya liabilitas kontraktual untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lainnya kepada entitas lain. Pada saat pengakuan awal, dalam hal liabilitas keuangan tidak diukur pada FVTPL, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Selanjutnya, semua liabilitas keuangan Perusahaan, terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain, utang pembelian aset tetap, akrual, utang sewa pembiayaan, utang pihak berelasi, pinjaman konversi dan utang obligasi subordinasi di diamortisasi biaya dengan menggunakan metode bunga efektif. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya, jika dan hanya jika, liabilitas kontraktual telah dilepaskan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Ketika suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara substansial persyaratan dari suatu liabilitas yang saat ini ada, maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlukan sebagai penghapusan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi, termasuk setiap beban atau fee yang timbul. Jika pertukaran atau modifikasi tersebut tidak dicatat sebagai suatu penghapusan, maka setiap biaya atau fee yang timbul akan menyesuaikan jumlah tercatat liabilitas dan diamortisasi selama sisa umur liabilitas yang telah dimodifikasi tersebut. Derecognition of Financial Assets (continued) Financial assets is derecognized when, and only when, the contractual rights to receive cash flows from the financial assets has expired or Company has substantially transfer the financial assets and the transferred the financial assets together with its risks and rewards to other entity. Financial Liabilities Financial liabilities are recognized when the Company has a contractual obligation to transfer cash or other financial asset to another entity. Financial liabilities, which are not measured at fair value through profit or loss, are initially recognized at fair value plus transaction costs that are directly attributable to the financial liabilities. Subsequently, the Company measures all financial liabilities, comprise short-term bank loans, trade payables, other payables, borrowing for purchases of fixed assets, accrued expenses, obligation under finance lease, due to related parties, convertible loans and subordinated loans at amortized cost using the effective interest method. Financial liabilities are derecognized when, and only when, the obligation specified in the contract is discharged or cancelled or expired. Where an existing financial liability is replaced by another from the same lender on substantially different terms, or the terms of an existing liability are substantially modified, such an exchange or modification is treated as an extinguishment of the original liability and the recognition of a new liability, and the difference in the respective carrying amounts is recognized in profit or loss, including any costs or fees incurred. If the exchange or modification is not accounted for as an extinguishment, any costs or fees incurred adjust the carrying amount of the liability and are amortised over the remaining term of the modified liability. 13

17 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) e. Instrumen Keuangan (lanjutan) e. Financial Instruments (continued) Saling hapus antara aset dan liabilitas keuangan Aset keuangan dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan, jika dan hanya jika, 1) Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan 2) berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan. Hak yang dapat dipaksakan secara hukum harus tidak bersifat kontinjen atas peristiwa di masa depan, dan hak tersebut hanya dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal, atau dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa kepailitan atau kebangkrutan, dari salah satu atau seluruh pihak lawan. Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur (orderly transaction) antara pelaku pasar (market participants) pada tanggal pengukuran di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut. Nilai wajar liabilitas mencerminkan risiko wanprestasinya. Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif, Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Offsetting financial assets and financial liabilities Financial assets and financial liabilities are offset and the net amount is presented in the statement of financial position when, and only when, 1) the Company currently has a legally enforceable right to offset the recognized amounts and 2) intends either to settle on a net basis, or to realize the asset and settle the liability simultaneously. The legally enforceable right must not be contingent on future events and must be enforceable in the normal course of business and in the event of default, insolvency or bankruptcy of the Company or the counterparty. Estimation of Fair Value The fair value is the price that would be received to sell an asset or paid to transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date in the principal market or, in its absence, the most advantageous market to which the Company has access at that date. The fair value of a liability reflects its non-performance risk. When available, the Company measures the fair value of a financial instrument using the quoted price in an active market for that instrument. If there is no quoted price in an active market, then the Company uses valuation techniques that maximize the use of relevant observable inputs and minimize the use of unobservable inputs. f. Penurunan Nilai Aset Keuangan f. Impairment of Financial Assets Seluruh aset keuangan, kecuali yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dievaluasi terhadap kemungkinan penurunan nilai. Pada setiap tanggal laporan, manajemen mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Penurunan nilai dan kerugian penurunan nilai diakui, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang objektif mengenai penurunan nilai. All financial instruments, except those measured at fair value through profit or loss, are subject to review for impairment. At each reporting date, management assesses whether there is any objective evidence that a financial asset or a group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred if, and only if, there is an objective evidence of impairment where. 14

18 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) f. Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan) f. Impairment of Financial Assets (continued) i. Untuk kelompok aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi, kerugian penurunan nilai diukur sebagai selisih antara jumlah tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskonto menggunakan suku bunga efektif pada saat pengakuan awal dari aset tersebut. Jumlah tercatat aset keuangan tersebut, disajikan setelah dikurangi baik secara langsung maupun menggunakan pos penyisihan. Kerugian yang terjadi diakui pada laba rugi. Manajemen awalnya menentukan apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual. Jika manajemen menentukan tidak terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai aset keuangan individual, terlepas aset tersebut signifikan ataupun tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam kelompok aset keuangan dengan risiko kredit yang serupa dan menentukan penurunan nilai secara kolektif. Aset yang penurunan nilainya diakui secara individual, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara kolektif. ii. Untuk kelompok aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan, investasi dalam instrumen ekuitas yang tidak memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal dicatat pada biaya perolehan. Kerugian penurunan nilai atas aset keuangan tersebut diukur berdasarkan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dengan nilai kini dari estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan dengan tingkat pengembalian yang berlaku di pasar untuk aset keuangan serupa. Kerugian penurunan tersebut tidak dapat dipulihkan. iii. Untuk kelompok aset keuangan yang tersedia untuk dijual, kerugian kumulatif atas aset keuangan yang tersedia untuk dijual yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain harus diakui ke laba rugi meskipun aset keuangan tersebut belum dihentikan pengakuannya. Jumlah kerugian kumulatif yang direklasifikasikan dari ekuitas ke laba rugi merupakan selisih antara biaya perolehan (setelah dikurangi pelunasan pokok dan amortisasi) dan nilai wajar kini, dikurangi kerugian penurunan nilai aset keuangan yang sebelumnya telah diakui dalam laba rugi. i. For financial assets carried at amortized cost, loss is measured as the difference between the asset s carrying amount and the present value of estimated future cash flows discounted at original effective interest rate of the financial assets. The carrying amount of the asset shall be reduced either directly or through the use of an allowance account. The amount of the loss is recognized in profit or loss. Management initially assesses whether objective evidence of impairment exists individually for financial assets that are individually significant. If the management determines that no objective evidence of impairment exists for an individually assessed financial asset, it includes the asset in a group of financial assets with similar credit risk characteristics and collectively assesses them for impairment. Asset for which impairment is recognized on an individual basis, is not included in a collective assessment of impairment. ii. For financial assets carried at cost (which are investments in equity instruments that have no quoted market price in an active market and whose fair value cannot be reliably measured) the impairment loss is measured as the difference between the carrying amount of the financial asset and the present value of estimated future cash flows discounted at the current market rate of return for a similar financial asset. Such impairment loss shall not be reversed. iii. For available-for-sale financial assets, the cumulative loss that had been recognized in other comprehensive income is reclassified from equity to profit or loss as a reclassification adjustment even though the financial asset has not been derecognized. The amount of the cumulative loss that is reclassified from equity to profit or loss is the difference between the acquisition cost (net of any principal repayment and amortization) and current fair value, less any impairment loss on that financial asset previously recognized profit or loss. 15

19 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) g. Aset yang dicatat berdasarkan biaya perolehan diamortisasi 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) g. Assets carried at amortized cost Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan mengevaluasi apakah terdapat bukti yang objektif bahwa aset keuangan atau suatu kelompok aset keuangan mengalami penurunan nilai. Aset keuangan atau kelompok aset keuangan diturunkan nilainya dan kerugian penurunan nilai terjadi, hanya jika terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai tersebut adalah sebagai akibat dari satu peristiwa atau lebih yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut ( peristiwa kerugian ) dan peristiwa kerugian tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal. The Company assesses at the end of each reporting period whether there is objective evidence that a financial asset or group of financial assets is impaired. A financial asset or a group of financial assets is impaired and impairment losses are incurred only if there is objective evidence of impairment as a result of one or more events that occurred after the initial recognition of the asset ( a loss event ) and that loss event (or events) has an impact on the estimated future cash flows of the financial asset or a group of financial assets that can be reliably estimated. h. Kas dan Setara Kas h. Cash and Cash Equivalents Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya. i. Dana yang dibatasi penggunaannya i. Restricted funds Kas di bank dan deposito berjangka yang dijaminkan untuk fasilitas utang jangka panjang disajikan sebagai Dana yang Dibatasi Penggunaannya dalam aset tidak lancar. j. Persediaan j. Inventories Persediaan terdiri dari properti yang diperoleh atau yang sedang dalam penyelesaian untuk dijual dalam kegiatan usaha normal, tidak untuk sewa atau kenaikan nilai. Cash and cash equivalents represent cash on hand, cash in banks and time deposits with maturities of 3 (three) months or less at the time of placement, and neither used as collateral nor restricted. Cash in bank accounts and time deposits which are pledged as security for long-term loans are presented as Restricted Funds under noncurrent assets. Inventories consisting of properties acquired or being constructed for sale in the ordinary course of business, rather than to be held for rental or capital appreciation. Persediaan dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan dihitung dengan menggunakan harga pembelian tanah yang telah disepakati dalam perjanjian kerjasama pengembangan lahan. Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah untuk pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat diatribusikan pada kegiatan pengembangan real estat serta biaya-biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan dipindahkan ke tanah yang tersedia untuk dijual pada saat pengembangan tanah telah selesai. Semua biaya dialokasikan secara proporsional ke tanah yang dapat dijual berdasarkan luas area masingmasing. Biaya pengembangan tanah, termasuk tanah yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan kepada luas area yang dapat dijual. Inventories is stated based on the lower of cost or net realizable value. Acquisition cost is the cost of land as agreed in the land development agreement. The cost of land under development consists of cost of land for development, direct and indirect development costs related to real estate development activities and borrowing costs. Land under development is transferred to lots available for sale when the land development is completed. Total project cost is allocated proportionately to the saleable lots based on their respective areas. The cost of land development, including land is used for roads and infrastructure or other unsaleable area, is allocated to the saleable area. 16

20 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) The original in financial statements included herein are in 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) j. Persediaan (lanjutan) j. Inventories (continued) Bangunan dalam pengembangan merupakan akumulasi biaya pembangunan yang masih dalam penyelesaian pada tanggal pelaporan. Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke rumah, ruko dan apartemen (strata title) tersedia untuk dijual pada saat pembangunan telah selesai secara substansial. Untuk proyek properti residensial, pada saat dimulainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur, akun ini dipindahkan ke persediaan. Untuk proyek properti komersial, pada saat selesainya pengembangan tanah dan pembangunan infrastruktur, akun ini akan tetap sebagai bagian dari persediaan, atau direklasifikasi ke aset tetap atau properti investasi, mana yang lebih sesuai. Biaya yang dialokasikan sebagai beban proyek adalah (i) biaya pra-perolehan tanah atas tanah yang tidak berhasil diperoleh dan (ii) kelebihan biaya dari hasil yang diperoleh atas pembangunan sarana umum yang dikomersialkan, yang dijual, atau dialihkan, sehubungan dengan penjualan unit. Perusahaan tetap melakukan akumulasi biaya ke proyek pengembangan walaupun realisasi pendapatan pada masa depan lebih rendah dari nilai tercatat proyek, atas perbedaan yang terjadi Perusahaan melakukan penyisihan secara periodik. Jumlah penyisihan tersebut akan mengurangi nilai tercatat proyek dan dibebankan ke laba rugi berjalan. Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasikan ke setiap unit real estat dengan dasar luas area. Nilai realisasi neto adalah taksiran harga penjualan dalam kegiatan usaha normal yang didasarkan pada harga pasar pada tanggal pelaporan dan didiskontokan untuk nilai waktu uang, jika material, dikurangi taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan. Penurunan nilai persediaan ditetapkan untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto dan penurunannya diakui sebagai rugi pada laporan laba rugi komprehensif tahun yang bersangkutan. Pengkajian atas estimasi dan alokasi biaya dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan sampai proyek selesai secara substansial, jika terjadi perubahan mendasar Perusahaan akan melakukan revisi dan realokasi biaya. Beban yang diakui pada saat terjadinya adalah biaya yang tidak berhubungan dengan proyek real estat seperti biaya umum dan administrasi. Building under development is an accumulated cost of housing construction that is still under completion at the reporting date.the cost of buildings under construction is transferred to houses, shop houses and apartments (strata title) available for sale when the construction is substantially completed. For residential property project, upon the commencement of development and construction of infrastructure, this account is reclassified to inventories. For commercial property project, upon the completion of development and construction of infrastructure, this account either remains as part of inventories, or is reclassified to fixed assets or investment property, whichever is more appropriate. Costs which allocated as project expenses are (i) pre-acquisition costs of land which is not successfully acquired and (ii) excess of costs resulting from development of commercial public utilities, sale, or transferred public utilities, in connection with the sale of units. The Company accumulates the costs of project development although the realization of projected revenue is lower than the capitalized project costs, however, the Company recognizes provisions periodically for the difference that may arise. The provision is accounted for as a reduction in capitalized project costs and is charged to expense as incurred. Costs capitalized to real estate project development are allocated to each real estate unit using area basis. Net realizable value is the estimated selling price in the ordinary course of business, based on market prices at the reporting date and discounted for the time value of money if material, less estimated costs to complete and the estimated costs to sell. The decline in value of inventories is determined to write down the carrying amount of inventories to their net realizable value and the decline is recognized as a loss in the statements of profit or loss and other comprehensive income. Estimates and cost allocation are reviewed at each reporting period until the project is substantially completed. If there are fundamental changes on the basis of current estimates, the Company will revise and reallocate the cost. Expenses are not related to the development of real estate are charged to expenses when incurred i.e. general and administration expenses. 17

21 <<<<< The original in financial statements included herein are in 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) k. Beban Dibayar dimuka k. Prepaid Expenses Beban dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus. Prepaid expenses are amortized over the periods benefited using the straight-line method. l. Aset Tetap l. Fixed Assets Perusahaan menerapkan PSAK No. 16, Aset Tetap dan ISAK No. 25, Hak atas Tanah dimana Perusahaan telah memilih model biaya sebagai dasar pengukuran aset tetap. Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha ( HGU ), Hak Guna Bangunan ( HGB ) dan Hak Pakai ( HP ) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah pada akun Aset Tetap dan tidak diamortisasi. Sementara biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha ( HGU ), Hak Guna Bangunan ( HGB ) dan Hak Pakai ( HP ) diakui sebagai bagian dari akun Beban Ditangguhkan atas Tanah, neto pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara umur hukum hak dan umur ekonomi tanah. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Perusahaan menghitung penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus, berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian sebagai berikut: The Company applied PSAK No. 16, Fixed Assets and ISAK No. 25, Land Right whereby the Company has chosen the cost model for fixed assets measurement. Legal cost of land rights in the form of Business Usage Rights ( Hak Guna Usaha or HGU ), Building Usage Right ( Hak Guna Bangunan or HGB ) and Usage Rights ( Hak Pakai or HP ) when the land is initially acquired is recognized as part of the cost of the land under the Fixed Assets account and not amortized. Meanwhile, the extension or the legal renewal costs of land rights in the form of Business Usage Rights ( Hak Guna Usaha or HGU ), Building Usage Right ( Hak Guna Bangunan or HGB ) and Usage Rights ( Hak Pakai or HP ) are recognized as part of Deferred Charges on Land, net account in the statements of financial position and are amortized over the shorter of the legal rights' life and useful lifes of land. Fixed assets are stated at cost less accumulated depreciation and impairment in value. Such cost includes the cost of replacing part of the fixed assets when that cost is incurred, if the recognition criteria is met. All other repairs and maintenance costs that do not meet the recognition criteria are recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income as incurred. The Company computes depreciation using the straight-line method, based on the estimated useful lifes of the fixed assets as follows: Tahun/Years Bangunan 20 Buildings Kendaraan 4-10 Vehicles Perlengkapan dan perabotan 4-10 Furniture and fixtures Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi komprehensif pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya. 18 The carrying amount of fixed assets is derecognized upon disposal or when no future economic benefits are expected from its use or disposal. Any gain or loss arising on derecognition of the asset (calculated as the difference between the net disposal proceeds and the carrying amount of the asset) is included in the statements of profit or loss and other comprehensive income in the year the asset is derecognized.

22 << The original in financial statements included herein are in 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) l. Aset Tetap (lanjutan) l. Fixed Assets (continued) Pada setiap akhir periode pelaporan, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan di-reviu oleh manajemen Perusahaan, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif. Penilaian atas nilai tercatat aset dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai tercatat aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi. The residual values, useful lifes and methods of depreciation of fixed assets are reviewed by the Company s management, and adjusted prospectively, if appropriate, at each reporting period. The carrying values of assets are reviewed for impairment and possible impairment on their carrying amounts when events or changes in circumstances indicate that their carrying amounts may not be fully recoverable. Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Beban pemugaran dan penambahan dalam jumlah besar dikapitalisasi kepada nilai tercatat aset tetap terkait bila besar kemungkinan manfaat ekonomi masa depan menjadi lebih besar dari standar kinerja awal yang ditetapkan sebelumnya bagi Perusahaan dan disusutkan sepanjang sisa masa manfaat aset tetap terkait, jika ada. Repairs and maintenance expenses are taken to the statements of profit or loss and other comprehensive income when these incurred. The cost of major renovation and restoration is included in the carrying amount of the related fixed asset when it is probable that future economic benefits in excess of the originally assessed standard of performance of the existing asset will flow to the Company, and is depreciated over the remaining useful life of the related asset, if any. m. Properti Investasi m. Investment Property Properti investasi terdiri dari bangunan dan prasarana yang dikuasai oleh Citra Maja Raya JO untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau keduanya, dan bukan untuk digunakan dalam kegiatan produksi atau penyediaan barang atau jasa untuk tujuan administratif atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari. Properti investasi dinyatakan sebesar biaya perolehan termasuk biaya transaksi dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, jika ada, kecuali untuk tanah yang tidak disusutkan. Nilai tercatat termasuk biaya penggantian bagian dari properti investasi yang ada pada saat terjadinya, jika kriteria pengakuan terpenuhi, dan tidak termasuk biaya harian penggunaan properti investasi. Penyusutan bangunan dan prasarana dihitung dengan menggunakan metode garis lurus atas taksiran masa manfaat selama 20 tahun. Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika properti investasi tersebut tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomis di masa depan yang dapat diharapkan pada saat pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada tahun terjadinya penghentian atau pelepasan tersebut. Investment property consists of buildings and infrastructure controlled by Citra Maja Raya JO to generate rent or for value increase or both, and not for use in production activities or the supply of goods or services for administrative purposes or sold in normal business activities. Investment properties are stated at cost, including transaction costs less accumulated depreciation and impairment losses, if any, except for land which is not depreciated. The carrying amount includes the cost of replacing a portion of an existing investment property at the time it occurs, if the recognition criteria are met, and excluding the daily cost of using the investment property. Depreciation of buildings and infrastructure is computed using the straight-line method over the estimated useful lives of the Company for 20 years. Investment property is derecognized at the time of disposal or when the investment property is permanently reused and has no future economic benefits to be expected upon disposal. Gains or losses arising from the discontinuation or disposal of investment property are recognized in the statements of profit or loss and other comprehensive income in the year of termination or disposal. 19

23 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) m. Properti Investasi (lanjutan) m. Investment Property (continued) Transfer ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak lain atau selesainya pembangunan atau pengembangan. Untuk transfer dari properti investasi ke properti yang digunakan sendiri, Perusahaan menggunakan metode biaya pada tanggal perubahan penggunaan. Jika properti yang digunakan sendiri oleh Perusahaan menjadi properti investasi, Perusahaan mencatat properti tersebut sesuai dengan kebijakan aset tetap sampai dengan saat tanggal terakhir perubahan penggunaannya. Transfer to investment property is made if, and only if, there is a change in usage indicated by termination of owner usage, commencement of operating lease to another party or completion of its construction or development. For transfers from investment properties to property used alone, the Company uses the cost method on the date of change of use. If the property used by the Company to be an investment property, the Company records the property in accordance with the fixed asset policy up to the time of day n. Tanah untuk Pengembangan n. Land for Development Tanah untuk pengembangan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan tanah untuk pengembangan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan dan perolehan tanah termasuk pengurusan legal hak atas tanah. Tanah untuk pengembangan dipindahkan ke persediaan tanah dalam pengembangan pada saat pengembangan tanah akan dimulai. Land for development is stated at cost or net realizable value, whichever is lower. The cost of land for development consisting of preacquisition and acquisition cost of land including cost of land rights. Land for development is transferred to inventory of land under development upon commencement of land development. o. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan o. Impairment of Non-Financial Assets Pada setiap akhir periode pelaporan Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan nilai aset. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan atas aset tersebut. Penilaian dilakukan pada akhir setiap tanggal pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. The Company assess at each annual reporting period whether there is an indication that an asset may be impaired. If any such indication or when annual impairment testing for an asset is required, the Company makes an estimate of the asset s recoverable amount. An assessment is made at each reporting date as to whether there is any indication that previously recognized impairment losses may no longer exist or may have decreased. A previously recognized impairment is reversed only if there has been a change in the assumptions used to determine the asset s recoverable amount since the last impairment loss was recognized. If that is the case, the carrying amount of the asset is increased to its recoverable amount. The reversal is limited so that the carrying amount of the assets does not exceed its recoverable amount, nor exceed the carrying amount that would have been determined, net of depreciation, had no impairment loss been recognized for the asset in prior year. 20

24 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) p. Pengakuan Pendapatan dan Beban p. Revenue and Expense Recognition Pendapatan diakui bila besar kemungkinan manfaat ekonomi akan diperoleh oleh Perusahaan dan jumlahnya dapat diukur secara handal tanpa memperhitungkan kapan pembayaran dilakukan. Pendapatan diukur pada nilai wajar pembayaran yang diterima atau dapat diterima, tidak termasuk diskon, rabat dan Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ). Perusahaan menyimpulkan bahwa Perusahaan bertindak sebagai prinsipal pada semua perjanjian pendapatannya. Pendapatan dari penjualan bangunan rumah, rukan dan bangunan sejenis lainya beserta kaveling tanahnya diakui dengan metode akrual penuh apabila seluruh kriteria berikut terpenuhi: 1. Proses penjualan telah selesai; 2. Harga jual akan tertagih; 3. Tagihan penjual tidak akan bersifat subordinasi di masa yang akan datang terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; dan 4. Penjual telah mengalihkan risiko dan manfaat kepemilikan unit bangunan kepada pembeli melalui suatu transaksi yang secara substansi adalah penjualan dan penjual tidak lagi berkewajiban atau terlibat secara signifikan dengan unit bangun tersebut. Pendapatan dari penjualan kaveling tanah tanpa bangunan yang tidak memerlukan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan diakui dengan metode akrual penuh (full accrual method) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi: 1. Jumlah pembayaran oleh pembeli paling sedikit 20% dari harga jual yang disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; 2. Harga jual akan tertagih; 3. Tagihan penjual tidak bersifat subordinasi terhadap pinjaman lain yang akan diperoleh pembeli; 4. Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kaveling tanah yang dijual; seperti kewajiban untuk mematangkan kaveling tanah atau kewajiban membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau yang menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan perundang-undangan; dan Revenue is recognized to the extent that it is probable that the economic benefits will flow to the Company and the revenue can be reliably measured, regardless when the payment is being made. Revenue is measured at the fair value of the consideration received or receivable, excluding discounts, rebates and Value Added Taxes ( VAT ). The Company has concluded that it is acting as principal in all of its revenue arrangement. The revenue from sales of houses, shop houses and other buildings of the same type including the land should be recognized using the full accrual method, if all the following criteria are satisfied: 1. A sale is consummated; 2. The selling price is collectible; 3. The seller s receivable is not subordinated to other loan which will be obtained by the buyer in the future; and 4. The seller has transferred to the buyer the usual risks and rewards of ownership in a transaction that is in substance a sell and the seller does not have a substantial continuing involvement with the property. The revenue from the plot of land without building which has no requirement of seller involvement in build shall be recognized using the full accrual method at the time of the sales contract, if all of the following criteria are satisfied: 1. Total payment by the buyer is at least 20% of the agreed sale price and that amount is not refundable by the buyer; 2. The sale price is collectible; 3. The receivable is not subordinated to other loans that will be obtained by the buyer in the future; 4. The land development process is complete so that the seller has no further obligations related to the land sold; such as a requirement to improve the land, or to construct facilities as agreed or is the obligation of the seller based on the purchase and sale contract or the provisions of prevailing laws and regulations; and 21

25 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) p. Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan) p. Revenue and Expense Recognition (continued) 5. Proses pengembangan tanah telah selesai sehingga penjual tidak berkewajiban lagi untuk menyelesaikan kaveling tanah yang dijual; seperti kewajiban untuk mematangkan kaveling tanah atau kewajiban membangun fasilitas-fasilitas pokok yang dijanjikan oleh atau yang menjadi kewajiban penjual, sesuai dengan pengikatan jual beli atau ketentuan peraturan perundang-undangan; dan 6. Hanya kaveling tanah saja yang dijual, tanpa diwajibkan keterlibatan penjual dalam pendirian bangunan di atas kaveling tersebut. Jika ada salah satu kriteria diatas yang tidak dipenuhi, maka pembayaran uang yang diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka konsumen yang diterima sampai seluruh kriteria tersebut terpenuhi. Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual). 5. The land development process is complete so that the seller has no further obligations related to the land sold; such as a requirement to improve the land, or to construct facilities as agreed or is the obligation of the seller based on the purchase and sale contract or the provisions of prevailing laws and regulations; and 6. Only land is sold without any requirement of the seller s involvement in the construction of the building on the land. If there is one of the criteria above are not met, the payments received from buyers will recorded as deposits from customers received until all the criteria are met. Expenses are recognized when they are incurred (accrual basis). q. Perpajakan q. Taxation Pajak Final Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian. Mengacu pada PSAK No. 46, pajak final tersebut tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK No. 46. Oleh karena itu, Perusahaan memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan penjualan tanah, penghasilan sewa tanah dan jasa rekayasa dan konstruksi sebagai pos tersendiri. Perbedaan antara nilai tercatat dari aset revaluasian dan dasar pengenaan pajak merupakan perbedaan temporer sehingga menimbulkan liabilitas atau aset pajak tangguhan, kecuali untuk aset tertentu seperti tanah yang pada saat realisasinya dikenakan pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi. Final Tax Tax regulations in Indonesia determine that certain taxable income is subject to final tax. Final tax applied to the gross value of transactions is applied even when the parties carrying the transaction recognizing losses. Referring to PSAK No. 46, final tax is no longer governed by PSAK No. 46. Therefore, the Company has decided to present all of the final tax arising from sales of land, land rent revenue and engineering and construction services as separate line item. The difference between the carrying amount of a revalued asset and its tax base is a temporary difference and gives rise to a deferred tax liability or asset, except for certain asset such land, which realization is taxed with final tax on gross value of transaction. 22

26 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) q. Perpajakan (lanjutan) q. Taxation (continued) Pajak Final (lanjutan) Perbedaan nilai tercatat antara aset dan kewajiban yang terkait pajak penghasilan final dengan dasar pengenaan pajaknya tidak diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan. Beban pajak periode berjalan sehubungan dengan pajak penghasilan final dihitung secara proporsional terhadap total pendapatan menurut akuntansi yang diakui selama tahun berjalan. Perbedaan antara pajak penghasilan final yang dibayarkan dengan total yang dibebankan sebagai beban pajak penghasilan final dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak. Pajak Kini Aset dan liabilitas pajak kini untuk periode berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran laba kena pajak untuk tahun yang bersangkutan. Pengaruh pajak untuk suatu tahun dialokasikan pada usaha tahun berjalan, kecuali untuk pengaruh pajak dari transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang diambil Perusahaan sehubungan dengan situasi dimana interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan yang terkait dan menetapkan provisi jika diperlukan. Kekurangan/kelebihan pembayaran pajak penghasilan dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak Penghasilan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Perusahaan juga menyajikan bunga/denda pajak, jika ada, sebagai bagian dari Beban Pajak Penghasilan. Pajak Pertambahan Nilai Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai ( PPN ), kecuali PPN yang berasal dari pembelian aset tetap yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor pajak. Dalam hal ini, PPN diakui sebagai bagian dari aset tetap. PPN masukan dan PPN keluaran saling hapus jika terdapat hak secara hukum untuk melakukan saling hapus atas PPN pada entitas yang sama. Final Tax (continued) The differences between the carrying amounts of existing assets or liabilities related to the final income tax and their respective tax bases are not recognized as deferred tax assets or liabilities. Current tax expense related to income subject to final income tax is recognized in proportion to total income recognized during the current year for accounting purposes. The difference between the final income tax paid and the amount charged as final income tax expense in the statements of profit or loss and other comprehensive is recognized as prepaid tax or tax payable. Current Tax Current income tax assets and liabilities for the current period are measured at the amount expected to be recovered from or paid to the taxation authority. Current tax expense is provided based on the estimated taxable income for the year. The tax effects for the year are allocated to current operations, except for the tax effects from transactions which are directly charged or credited to equity. Management periodically evaluates positions taken by the Company with respect to situations in which applicable tax regulations are subject to interpretation and establishes provisions where appropriate. Underpayment/overpayment of income tax are presented as part of Income Tax Expenses in the statements of profit or loss and other comprehensive income. The Company also presented interest/tax penalty, if any, as part of Income Tax Expenses. Value Added Tax Revenues, expenses and assets are recognized net of the amount of Value Added Tax ( VAT ), except VAT derived from purchase of property, plant and equipment that can not be recovered by taxation authority. In this case, VAT is recognized as part of the acquisition cost of property, plant and equipment. VAT in and VAT out are offset when a legally enforceable right exists to offset VAT on the same taxable entity. 23

27 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) r. Kepentingan dalam Pengaturan Bersama r. Interest in Joint Arrangement Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama. Pengendalian bersama adalah persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan masyarakat persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian. Operasi bersama adalah salah satu jenis pengaturan bersama dimana para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset, kewajiban atas liabilitas, terkait dengan pengaturan tersebut. Perusahaan memiliki kepemilikan dalam suatu operasi bersama dimana Perusahaan termasuk salah satu pihak yang memiliki pengendalian bersama (operator bersama), atau pihak yang berpartisipasi tidak memiliki pengendalian bersama atas operasi bersama tersebut. Perusahaan mengakui hal berikut terkait dengan kepentingannya dalam operasi bersama: A joint arrangement is an arrangement over which two or more parties have joint control. Joint control is the contractually agreed sharing of control of an arrangement, which exist only when decisions about the relevant activities require the unanimous consent of the parties sharing control. A joint operation is a type of joint arrangement whereby the parties that have joint control of the arrangemnet have rights to the assets, and obligations for the liabilities, relating to the arrangement. The Company has interests in a joint operation whereby the Company includes as a party which have joint control of a joint operation (joint operator), or as party that participate in, but do not have joint control of, a joint operation. The Company recognizes the following in relation to its interests in joint operations: Aset, mencakup bagiannya atas setiap aset uang dimiliki bersama; Liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama; Pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama; Bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan Beban, mencakup bagiannya atas setiap beban yang terjadi secara bersama-sama. Assets, including its share of any assets held jointly; Liabilities, including its shares of any liabilities incurred jointly; Revenue from the sale of its share of the output arising from the joint operations; Share of the revenue from the sale of the output by the joint operations; and Expenses, including its shares of any expenses incurred jointly. Ketika Perusahaan melakukan transaksi dengan operasi bersama, dimana Perusahaan merupakan salah satu operator bersama, maka Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian yang dihasilkan dari transaksi tersebut hanya sebatas kepentingan para pihak lain dalam operasi bersama tersebut. Ketika Perusahaan kehilangan pengendalian bersama, Perusahaan mengakui dan mencatat investasi yang tersisa pada nilai wajar. Perbedaan antara nilai tercatat dari entitas pengendalian bersama dahulu saat kehilangan pengendalian bersama dan nilai wajar investasi yang tersisa dan pendapatan dari pelepasan dicatat dalam laba rugi. Ketika investasi tersisa menunjukkan pengaruh yang signifikan, maka investasi akan dicatat sebagai investasi pada entitas asosiasi. When the Company does a transaction with a joint operation in which it is a joint operator, the Company recognizes gains and losses resulting from such a transaction only to the extent of the other parties interests in the joint operation. Upon loss of joint control, the Company measures and recognizes its remaining investment at its fair value. Any difference between the carrying amount of the former jointly controlled entity upon loss of joint control and the fair value of the remaining investment and gain from disposal is recognized in profit or loss. When the remaining investment constitutes significant influence, it is accounted for as investment in an associates. 24

28 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) s. Imbalan Kerja s. Employee Benefits Perusahaan menerapkan PSAK No. 24, Imbalan Kerja. untuk mengakui penyisihan imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 ( Undang-undang ). Penyisihan imbalan kerja karyawan diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode Projected Unit Credit. Keuntungan (kerugian) aktuarial diakui langsung sebagai penghasilan komprehensif lain. Pengukuran kembali atas liabilitas imbalan pasti neto, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada tahun berikutnya. Biaya jasa lalu diakui dalam laba atau rugi pada saat yang lebih dulu antara ketika perubahan atau kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui. Sebagai akibatnya, biaya jasa lalu yang belum vested tidak lagi dapat ditangguhkan dan diakui selama periode vesting masa depan. Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto untuk mengukur kewajiban manfaat pasti neto atau aset pada saat awal dari tiap periode pelaporan tahunan. The Company applied PSAK No. 24, Employee Benefits. to recognized provision for employee benefits under Labor Law No. 13/2003 dated March 25, 2003 (the Act ). The cost of providing employee benefits is estimated using actuarial calculations using the Projected Unit Credit method. Actuarial gains (losses) are fully recognized on the other comprehensive income. Remeasurement on net defined benefit liabilities, which is recognized as other comprehensive income will not reclassify to profit or loss in the next year. Past service costs are recognized in profit or loss at the earlier of when the amendment or curtailment occurs and when the related restructuring or termination costs are recognized. As a result, unvested past service costs can no longer be deferred and recognized over the future vesting period. Net interest is calculated by applying the discount rate to the net defined benefit liability or asset at the start of each annual reporting period. t. Provisi t. Provisions Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, provisi tidak diakui. Provisions are recognized when the Company has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation. Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. 25

29 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan) 2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES (continued) u. Segmen Operasi u. Operating Segment Perusahaan menerapkan PSAK No. 5 (Penyesuaian 2015), Segmen Operasi. Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya. Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen tersebut. The Group adopted SFAS No. 5 (Improvement 2015), Operating Segments. A segment is a distinguishable component of the Company that is engaged either in providing certain products and services (business segment) or in providing products and services within a particular economic environment (geographical segment), which is subject to risks and rewards that are different from those in other segments. Revenues, expenses, results, assets and liabilities include items directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. v. Laba per Saham v. Earnings per Share Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar selama periode bersangkutan. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal-tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain. Pada tanggal-tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, jumlah rata-rata tertimbang saham beredar masing-masing adalah sejumlah XXX dan saham. Basic earnings (loss) per share amount are computed by dividing the loss for the period atributable to owners of the parent entity by weighted average number of outstanding common shares during the period. The Company has no outstanding dilutive potential ordinary shares as of September 30, 2018 and December 31, 2017 and accordingly, no diluted earnings per share is calculated and presented in the statements of profit or loss and other comprehensive income. As of September 30, 2018 and December 31, 2017, the weighted average number of shares are XXX and 7,451,746,575 shares, respectively. w. Biaya Penerbitan Saham w. Stock Issuance Costs Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penerbitan modal saham disajikan sebagai pengurang atas tambahan modal disetor. Costs incurred in connection with the issuance of capital stock are presented as deduction from the additional paid-in capital. 26

30 3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada setiap akhir periode pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas pada tahun berikutnya. Pertimbangan yang dibuat dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan: Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 55 dipenuhi. Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan dicatat dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan yang diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan. Penentuan Mata Uang Fungsional Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama di mana entitas tersebut beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan biaya dari masingmasing entitas. Penentuan mata uang fungsional mungkin memerlukan pertimbangan karena berbagai kompleksitas, antara lain, entitas dapat bertransaksi di lebih dari satu mata uang dalam kegiatan usahanya sehari-hari. Pengaturan Bersama Pertimbangan diperlukan untuk menentukan kapan Perusahaan memiliki pengendalian bersama terhadap sebuah pengaturan, yang memerlukan penilaian dari aktivitas yang relevan dan apabila keputusan sehubungan dengan aktivitas tersebut mengharuskan persetujuan dengan suara bulat. Perusahaan menetapkan bahwa aktivitas relevan bagi Perusahaan untuk pengaturan bersama adalah aktivitas yang berhubungan dengan keputusan keuangan, operasional dan modal dari pengaturan tersebut. Pertimbangan-pertimbangan yang dibuat dalam menentukan pengendalian bersama adalah sama dengan penentuan pengendalian atas entitas anak. 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES, ASSUMPTIONS AND JUDGMENTS The preparation of the Company s financial statements requires management to make judgments, estimates and assumptions that affect the reported amounts of revenue, expenses, assets and liabilities, and the disclosure of contingent liabilities, at the reporting date. However, uncertainty about these assumptions and estimates could result in outcomes that could require a material adjustment to the carrying amount of the asset or liability affected in future periods. Judgments Made in Applying Accounting Policies In the process of applying the Company's accounting policies, management has made the following judgments, apart from those involving estimations, which has the most significant effect on the amounts recognized in the financial statements: Classification of Financial Assets and Financial Liabilities The Company determines the classifications of certain assets and liabilities as financial assets and financial liabilities by judging if they meet the definition set forth in PSAK No. 55. Accordingly, the financial assets and financial liabilities are accounted for grouped in accordance with the Companys accounting policies disclosed in Note 2 to the financial statements. Determination of Functional Currency The functional currency of the Company is the currency from the primary economic environment where such entity operates. Those currencies are the currencies that influence the revenues and costs of each respective entity. The determination of functional currency may require judgment due to various complexity, among others, the entity may transact in more than one currency in its daily business activities. Joint Arrangements Judgment is required to determine when the Company has joint control over an arrangement, which requires an assessment of the relevant activities and when the decisions in relation to those activities require unanimous consent. The Company has determined that the relevant activities for its joint arrangements are those relating to the financial, operating and capital decisions of the arrangement. The considerations made in determining joint control are similar to those necessary to determine control over subsidiaries. 27

31 3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Sumber Estimasi Ketidakpastian Asumsi utama terkait masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian pada tanggal pelaporan yang memiliki risiko bagi penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada acuan yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Situasi saat ini dan asumsi mengenai perkembangan di masa depan, dapat berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi yang terkait pada saat terjadinya. Penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain Perusahaan mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang bersangkutan tidak dapat memenuhi liabilitas keuangannya. Dalam hal tersebut, Perusahaan mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat provisi spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang yang diharapkan dapat diterima oleh Perusahaan. Provisi spesifik ini dievaluasi kembali dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan untuk piutang raguragu. Penyisihan atas keusangan persediaan Penyisihan atas keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan keadaan terbaik yang tersedia, termasuk tetapi tidak terbatas pada, kondisi fisik persediaan itu sendiri. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika informasi tambahan yang diterima mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Memperkirakan umur manfaat aset tetap Perusahaan mengestimasi umur manfaat aset tetap berdasarkan periode dimana aset-aset tersebut diharapkan tersedia untuk digunakan dan pengalaman historis. Estimasi umur manfaat aset tetap ditelaah setidaknya setiap tahun dan diperbaharui jika ekspektasi berbeda dari estimasi sebelumnya dikarenakan penggunaan fisik dan kerusakan dan keusangan secara teknis atau komersial dalam penggunaan aset-aset tersebut. Hasil operasi masa mendatang dapat terpengaruh secara material oleh perubahan dalam estimasi yang dibawa oleh perubahan dalam faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan dalam estimasi umur manfaat akan menambah beban penyusutan dan mengurangi aset tidak lancar. 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES, ASSUMPTIONS AND JUDGMENTS (continued) Sources of Estimation Uncertainty The key assumptions concerning the future and other key sources of estimation uncertainty at the reporting date that have a significant risk of causing a material adjustment to the carrying amounts of assets and liabilities within the next financial year are disclosed below. The Company based its assumptions and estimates on parameters available when the financial statements were prepared. Existing circumstances and assumptions about future developments, may change due to market changes or circumstances arising beyond the control of the Company. Such changes are reflected in the assumptions as they occur. Allowance for impairment of other receivables The Company evaluates specific accounts where it has information that certain customers are unable to meet their financial obligations. In these cases, the Company uses judgment, based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the length of its relationship with the customer and the customer s current credit status based on third party credit reports and known market factors, to record specific provisions for customers against amounts due to reduce the receivable amounts that the Company expects to collect. These specific provisions are re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amounts of allowance for impairment of these receivables. Provision for inventory obsolescence Provision for inventory obsolescence is estimated based on the best available facts and circumstances, including but not limited to, the inventories own physical condition. The provision is re-evaluated and adjusted as additional information received affects the estimated amount. Estimating useful lifes of property, plant and equipment The Company estimates the useful lifes of property, plant and equipment based on the period over which the assets are expected to be available for use and historical experience. The estimated useful lifes of property, plant and equipment are reviewed at least annually and are updated if expectations differ from previous estimates due to physical wear and tear and technical or commercial obsolescence on the use of these assets. It is possible that future results of operations could be materially affected by changes in these estimates brought about by changes in factors mentioned above. A reduction in the estimated useful lifes would increase depreciation expense and decrease non-current assets. 28

32 3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan) Penurunan nilai aset non-keuangan Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau Unit Penghasil Kas ( UPK ) melebihi nilai terpulihkannya, yaitu yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati, dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Proyeksi arus kas masa depan mencakup sepuluh tahun dan tidak termasuk kegiatan restrukturisasi yang belum memiliki komitmen dari Perusahaan atau investasi signifikan di masa depan yang akan meningkatkan kinerja UPK yang diuji. Nilai terpulihkan akan sangat sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang didiskontokan dan juga arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi. Liabilitas Imbalan Pascakerja Penentuan liabilitas dan beban imbalan pascakerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2o atas laporan keuangan. Meskipun Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut wajar dan telah sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas dan beban imbalan pascakerja. Jumlah tercatat liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 masingmasing adalah sebesar Rp dan Rp (Catatan 18). 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES, ASSUMPTIONS AND JUDGMENTS (continued) Sources of Estimation Uncertainty (continued) Impairment of non-financial assets An impairment exists when the carrying amount of an asset or Cash Generating Unit ( CGU ) exceeds its recoverable amount, which is the higher of its fair value less costs to sell and its value in use. The fair value less costs to sell calculation is based on available data from binding sales transactions in an arm s length transaction of similar assets or observable market prices less incremental costs attributable for disposing the asset. The value-in-use calculation is based on a discounted cash flow model. The future cash flow projection is for a period of ten years and does not include restructuring activities that the Company is not yet committed to or significant future investments that will enhance the asset s performance of the CGU being tested. The recoverable amount is very sensitive to the discount rate used for the discounted cash flow model as well as the expected future cash inflows and the growth rate used for extrapolation purposes. Post-employment Benefits Obligation Determination of the Company s liability and postemployment benefits expense is dependent on its selection of certain actuarial assumption. Those assumptions include, among others, the discount rate, annual increase salary rate, annual employee resignation rate, disability rate, retirement age and mortality rights. Actual results that differ from the prior assumptions accounted for in accordance with the accounting policies as described in Note 2o to the financial statements. Although the Company believes that the assumptions at the reporting date were reasonable and appropriate, significant differences in actual results or significant changes in assumptions may materially affect the Company s post-employment benefit obligation and employee expense. The carrying amount of postemployment benefit obligation as of September 30, 2018 and December 31, 2017 amounted to Rp and Rp 507,760,084 respectively (see Note 18). 29

33 3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN (lanjutan) Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan) Pajak Penghasilan Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada peraturan yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum terdapat ketetapan dari Direktur Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak penghasilan yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, beban pajak dan aset pajak tangguhan. Saldo utang pajak dan liabilitas pajak tangguhan Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 17 atas laporan keuangan. 3. CRITICAL ACCOUNTING ESTIMATES, ASSUMPTIONS AND JUDGMENTS (continued) Sources of Estimation Uncertainty (continued) Income Tax The Company as a tax payer calculates its tax obligation by self-assessment referring to current tax regulations. The calculation is considered correct to the extent that there is no tax assessment letter from the Director General of Tax for the tax reported amount or if within five (5) years (maximum elapse tax period) there is tax assessment letter issued. The difference in the income tax liabilities might arise from tax audit, new tax evidences and different interpretation on certain tax regulations between management and the tax officer. Any differences between the actual result and the carrying amount could affect the amount of tax claim, tax obligation, tax expense and deferred tax assets. The balance of taxes payable and net deferred tax liabilities of the Company is disclosed in Note 17 to the financial statements. 30

34 4. KAS DAN SETARA KAS 4. CASH AND CASH EQUIVALENTS Rincian kas dan setara kas adalah sebagai berikut: The details of cash and cash equivalents are as follows: 30 September 2018/ September 30, Desember 2017/ December 31, 2017 Kas Cash on hand Rupiah Rupiah Bank Cash in banks Rupiah Rupiah PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Capital Indonesia Tbk PT Bank Capital Indonesia Tbk PT Bank Mayapada International Tbk PT Bank Mayapada International Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (dahulu PT Bank Windu Kentjana International Tbk) PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (dahulu PT Bank Windu Kentjana International Tbk) PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Victoria Syariah PT Bank Victoria Syariah Sub-jumlah Sub-total Deposito Time deposits Rupiah Rupiah PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank Mayapada International Tbk PT Bank Mayapada International Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sub-jumlah Sub-total Jumlah Total Tingkat suku bunga per tahun deposito berjangka dalam Rupiah pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 masing-masing adalah 5,75% - 8,50%. Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, tidak terdapat saldo bank yang ditempatkan pada bank pihak berelasi, dibatasi penggunaannya ataupun yang digunakan sebagai jaminan. Average interest rate on time deposits are 5.75% % on September 30, 2018 and December 31, 2017, respectively. As of September 30, 2018 and December 31, 2017, there are no cash in banks which are placed in related party bank, restricted in use or pledged as collateral. 5. PIUTANG LAIN-LAIN 5. OTHER RECEIVABLES Rincian piutang lain-lain adalah sebagai berikut: 30 September 2018/ September 30, 2018 The details of other receivables are as follows: 31 Desember 2017/ December 31, 2017 Pendapatan bunga Interest income PT Citra Benua Persada PT Citra Benua Persada Lain-lain Others Jumlah Total 31

35 5. PIUTANG LAIN-LAIN (lanjutan) 5. OTHER RECEIVABLES (continued) Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai dan seluruh saldo piutang lain-lain tersebut dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai piutang. The Company s management believes that there is no objective evidence for impairment of other receivables and the entire balance is collectible. Accordingly, no provision for impairment was provided. 6. PERSEDIAAN 6. INVENTORIES Rincian persediaan adalah sebagai berikut: 30 September 2018/ September 30, 2018 The details of inventories are as follows: 31 Desember 2017/ December 31, 2017 Tanah dalam pengembangan Land under development Bangunan dalam penyelesaian Building under construction Jumlah Total Mutasi tanah dalam pengembangan adalah sebagai berikut: 30 September 2018/ September 30, 2018 The movements of land under development are as follows: 31 Desember 2017/ December 31, 2017 Saldo pada awal tahun Balance at beginning of the year Ditambah: Addition: Biaya pengembangan lahan Cost of land development Tanah dalam pengembangan Land under development Dikurangi: Beban pokok penjualan (Catatan 22) ( ) ( ) Deduction: Cost of revenues (Note 22) Saldo pada akhir tahun Balance at end of the year Mutasi bangunan dalam pengembangan adalah sebagai berikut: 30 September 2018/ September 30, 2018 The movements of building under construction are as follows: 31 Desember 2017/ December 31, 2017 Saldo pada awal tahun Balance at beginning of the year Ditambah: Addition: Biaya pembangunan Cost of construction Dikurangi: Reklasifikasi ke properti investasi (Catatan 10) ( ) ( ) Beban pokok penjualan (Catatan 22) ( ) ( ) Deduction: Reclassification to investment properties (Notes 10) Cost of revenues (Note 22) Saldo pada akhir tahun Balance at end of the year Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, seluruh persediaan tidak diasuransikan. Berdasarkan penelaahan manajemen, tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang menunjukkan adanya penurunan nilai persediaan pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember As of September 30, 2018 and December 31, 2017, the whole inventories are not insured. Based on management s review, there are no events or changes in circumstances which may indicate impairment of inventories as of September 30, 2018 and December 31,

36 6. PERSEDIAAN (lanjutan) 6. INVENTORIES (continued) Tanah dalam pengembangan Land under development Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, total luas tanah Perusahaan yang sedang dikembangkan bersama melalui Citra Maja Raya JO adalah masing-masing seluas m 2. Tanah ini berlokasi di Desa Pasir Kembang, Kecamatan Maja, Lebak, Banten dan rencananya akan diserahterimakan kepada konsumen, melalui penjualan rumah di Citra Maja Raya JO. As of September 30, 2018 and December 31, 2017, the total area of the Company's land being developed jointly by Citra Maja Raya JO is an area of 402,687m 2, respectively. This land is located in Pasir Kembang Village, Maja District, Lebak, Banten is scheduled to be hand over to consumer, through the sale of house in Citra Maja Raya JO. 7. DANA YANG DIBATASI PENGGUNAANNYA 7. RESTRICTED FUNDS Kas yang dibatasi penggunannnya merupakan deposito berjangka yang ditempatkan pada bank-bank tertentu pemberi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sehubungan dengan fasilitas kredit pemilikan rumah yang diperoleh pelanggan Citra Maja Raya JO. The escrow accounts are restricted deposits account placed in certain banks, which giving loans (mortgages) in connection to the housing loans which obtained by customer of Citra Maja Raya JO. Rincian dana yang dibatasi penggunaannya adalah sebagai berikut: The details of restricted funds are as follows: 30 September 2018/ September 30, Desember 2017/ December 31, 2017 Bank Cash in banks Rupiah Rupiah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Central Asia Tbk PT Bank Maybank Indonesia Tbk PT Bank Maybank Indonesia Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank CIMB Niaga Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk PT Bank UOB Indonesia PT Bank UOB Indonesia PT Bank PANIN PT Bank PANIN PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank OCBC NISP Tbk PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (dahulu PT Bank Windu Kentjana International Tbk) PT Bank ICBC Indonesia PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (dahulu PT Bank Windu Kentjana International Tbk) PT Bank ICBC Indonesia PT Bank Artha Graha International Tbk PT Bank Artha Graha International Tbk PT Bank BJB Tbk PT Bank BJB Tbk PT Bank Keb Hana Indonesia PT BankTabungan Negara Syariah PT Bank Tabungan Negara Syariah PT BankTabungan Negara Syariah Jumlah Total 8. UANG MUKA 8. ADVANCES Saldo uang muka yang dibayarkan oleh Perusahaan pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 masing-masing adalah sebesar Rp dan Rp Adapun rinciannya adalah sebagai berikut: 33 As of September 30, 2018 and December 31, 2017, the advances were paid by the Company amounted to Rp and Rp 354,939,985,079, respectively, with the detail as follows:

37 8. UANG MUKA (lanjutan) 8. ADVANCES (continued) a. Uang muka pembelian tanah a. Advances for land acquisition 30 September 2018 / September 30, 2018 Nama Pihak / Name of Parties Luas Tanah (Ha) / Total Area (Ha) Lokasi / Location Jumlah / Amount (Rupiah) PT Indah Semesta Perkasa 36 Maja, Lebak PT Surya Agung Maju 4 Maja, Lebak Jumlah / Total Nama Pihak / Name of Parties 31 Desember 2017 / December 31, 2017 Luas Tanah (Ha) / Lokasi / Total Area (Ha) Location Jumlah / Amount (Rupiah) PT Pro Energi Nusantara 40 Maja, Lebak PT Indah Semesta Perkasa 36 Maja, Lebak PT Surya Agung Maju 18 Maja, Lebak PT Bina Cipta Lestari 14 Maja, Lebak Jumlah / Total Perusahaan menggunakan jasa pihak-pihak tersebut untuk membantu Perusahaan dalam melakukan negosiasi dan perantaraan pembelian dan pembebasan tanah dari penjual. Perusahaan secara berkala melakukan pengawasan dan menerima pelaporan dari pihak-pihak tersebut. Perusahaan memiliki hak untuk meminta pengembalian uang muka tanah dari pihak-pihak tersebut apabila proses pembelian dan pembebasan tanah tidak mencapai target yang ditentukan. The Company used the services of these parties to assist the Company in negotiating and mediation of the purchase and acquisition of the seller. The Company regularly monitors and receives reporting from those parties. The Company has the right to request the return of an advance land of the parties when the purchasing process and land acquisition did not achieve specified targets. b. Uang muka lain-lain b. Others advance 30 September 2018/ September 30, Desember 2017/ December 31, 2017 Uang muka kontraktor Advance payments to contractors Lain-lain Others Jumlah Total Uang muka kepada kontraktor merupakan pemberian dana talangan yang dilakukan oleh Citra Maja Raya JO untuk proyek pengembangan tanah dan pembangunan rumah. Uang muka disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut: 30 September 2018/ September 30, 2018 Advance payments to contractors are down-payment from Citra Maja Raya JO for land and housing development projects. Advance payments are presented in the statements of financial position as follows: 31 Desember 2017/ December 31, 2017 Aset lancar Current assets Aset tidak lancar Non-current assets Jumlah Total 34

38 9. ASET TETAP 9. FIXED ASSETS Rincian aset tetap adalah sebagai berikut: Saldo Awal / Beginning Balance 30 September 2018 / September 30, 2018 Penambahan / Additions The details of fixed assets are as follows Pengurangan / Deductions Saldo Akhir / Ending Balance Operasi bersama Citra Maja Raya JO Join operations Citra Maja Raya JO Biaya Perolehan Acquisition Cost Bangunan Buildings Kendaraan Vehicles Perlengkapan dan perabotan Furnitures and fixtures Konstruksi dalam Pengerjaan Jumlah Biaya Perolehan Construction In Progress Total Acquisition Cost Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Bangunan Buildings Kendaraan Vehicles Perlengkapan dan perabotan Furnitures and fixtures Jumlah Akumulasi Penyusutan Total Accumulated Depreciation Nilai Buku Neto Net Book Value Saldo Awal / Beginning Balance 31 Desember 2017 / December 31, 2017 Penambahan / Additions Pengurangan / Deductions Saldo Akhir / Ending Balance Operasi bersama Citra Maja Raya JO Join operations Citra Maja Raya JO Biaya Perolehan Acquisition Cost Bangunan Buildings Kendaraan Vehicles Perlengkapan dan perabotan Furnitures and fixtures Jumlah Biaya Perolehan Total Acquisition Cost Akumulasi Penyusutan Accumulated Depreciation Bangunan Buildings Kendaraan Vehicles Perlengkapan dan perabotan Furnitures and fixtures Jumlah Akumulasi Penyusutan Total Accumulated Depreciation Nilai Buku Neto Net Book Value Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat semua aset tetap dapat direalisasi sepenuhnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan adanya penyisihan atas kerugian penurunan nilai aset tetap. As of September 30, 2018 and December 31, 2017, Management assumed that the carrying value of all fixed assets are fully recoverable, and hence, no need to write down for impairment in fixed assets value. 35

39 9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) Berdasarkan penilaian Manajemen, jumlah terpulihkan asset tetap pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017 masih di atas nilai buku aset tetap pada tanggal tersebut. Aset tetap berupa bangunan dan kendaraan telah diasuransikan terhadap semua risiko berdasarkan suatu paket polis dengan nilai pertanggungan masingmasing sebesar Rp pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian. Based on the assessment of Management, the fixed assets recoverable amount is still exceeding their respective carrying amount as of September 30, 2018 and December 31, Fixed assets include buildings and vehicles are covered by all risk and other risk under blanket policies for Rp 3,618,436,780, respectively as of September 30, 2018 and December 31, 2017 respectively. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover possible losses arising from such risks. 10. PROPERTI INVESTASI 10. INVESTMENT PROPERTIES Rincian properti invetasi adalah sebagai berikut: The details of investment properties are as follows: Operasi bersama Citra Maja Raya JO Saldo Awal / Beginning Balance Penambahan / Additions 30 September 2018 / September 30, 2018 Pengurangan / Deductions Reklasifikasi / Reclassifications Saldo Akhir / Ending Balance Join operations Citra Maja Raya JO Biaya Perolehan Acquisition Costs Bangunan (Catatan 6 Buildings dan 28) (Note 6 and 28) Aset dalam Construction in penyelesaian progress Jumlah Total Akumulasi Penyusutan Bangunan Accumulated Depreciation Buildings Nilai Buku Neto Net Book Value Operasi bersama Citra Maja Raya JO Saldo Awal / Beginning Balance Penambahan / Additions 31 Desember 2017 / December 31, 2017 Pengurangan / Deductions Reklasifikasi / Reclassifications Saldo Akhir / Ending Balance Join operations Citra Maja Raya JO Biaya Perolehan Acquisition Costs Bangunan (Catatan 6 Buildings dan 28) (Note 6 and 28) Aset dalam Construction in penyelesaian progress Jumlah Total Akumulasi Penyusutan Bangunan Accumulated Depreciation Buildings Nilai Buku Neto Net Book Value 36

40 11.TANAH UNTUK PENGEMBANGAN Akun ini merupakan tanah yang dimiliki oleh Perusahaan untuk dikembangkan di masa yang akan datang dengan rincian sebagai berikut: 11. LAND FOR DEVELOPMENT This account represents land owned by the Company for future development with the following details: 30 September 2018/ September 30, Desember 2017/ December 31, 2017 Biaya perolehan (Rp) Acquisition cost (Rp) Status tanah Sertifikat Land status Certificate Status tanah Girik Land status Girik Sub-jumlah Sub-total Dikurangi: bagian tanah yang telah dikembangkan - Sertifikat ( ) Jumlah Less: Land s portion that has been developed - Certificate Luas area (M 2 ) Scope area (M 2 ) Status tanah Sertifikat Land status Certificate Status tanah Girik Land status Girik Sub-jumlah Sub-total Dikurangi: bagian tanah yang telah dikembangkan Sertifikat ( ) Jumlah Less: Land s portion that has been developed - Certificate Lokasi tanah seluruhnya berada di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Tidak terdapat biaya pinjaman yang dikapitalisasi ke tanah untuk pengembangan untuk periode/tahun yang berakhir pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember Tanah untuk pengembangan milik Perusahaan dengan luas 230 Ha merupakan tanah yang akan dikembangkan untuk proyek Citra Maja Raya JO (Catatan 1e). Pada tanggal 30 September 2018 dan 31 Desember 2017, tidak terdapat penurunan nilai atas tanah untuk pengembangan. Tanah untuk pengembangan dinyatakan dalam laporan posisi keuangan pada nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Nilai wajar berdasarkan penilaian tanah pada tanggal 31 Desember 2017 yang dilakukan oleh KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan, penilai independen, berdasarkan laporannya tertanggal 28 Mei 2018 adalah sebesar Rp Sedangkan nilai wajar penilaian tanah pada tanggal 31 Desember 2016 yang dilakukan oleh KJPP Toto, Suharto dan Rekan, penilai independen, berdasarkan laporannya tertanggal 14 Februari 2017 adalah sebesar Rp Total area of land located Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provisi Banten. There were no borrowing costs capitalized as part of the land for development for the period/years ended September 30, 2018 and December 31, Land for development which is owned by the Company with an area of 230 Ha is the land to be developed for the project Citra Maja Raya JO (Note 1e). As of September 30, 2018 and December 31, 2017, there was no impairment in the value of land for development. Land for development is stated in the statements of financial position at cost or net realizable value, whichever is lower. The fair value based on valuation of land as of December 31, 2017 that was performed by KJPP Amin, Nirwan, Alfiantori dan Rekan, independent appraiser, based on its report dated May 28, 2018 amounted to Rp1,234,171,000,000. Meanwhile, the fair value as of December 31, 2016, based on the valuation of land that was performed by KJPP Toto, Suharto dan Rekan, independent appraiser, based on its report dated February 14, 2017 amounted to Rp 1,441,223,300,