HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELUANG BISNIS RUMAHAN BERBASIS ONLINE SHOP

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELUANG BISNIS RUMAHAN BERBASIS ONLINE SHOP"

Transkripsi

1 HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELUANG BISNIS RUMAHAN BERBASIS ONLINE SHOP DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA ANGKATAN 2013 PRODI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS JAMBI SKRIPSI OLEH SAMSIDAR RRA1A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2016

2 HUBUNGAN PERSEPSI MAHASISWA TENTANG PELUANG BISNIS RUMAHAN BERBASIS ONLINE SHOP DENGAN MINAT BERWIRAUSAHA MAHASISWA ANGKATAN 2013 PRODI PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNIVERSITAS JAMBI SKRIPSI Diajukan kepada Universitas Jambi untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Ekonomi OLEH SAMSIDAR RRA1A PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS JAMBI 2016

3 ii HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi berjudul Hubungan Persepsi mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi yang disusun oleh Samsidar, NIM. RRA1A telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan dalam Sidang Dewan Penguji. Jambi, 17 April 2016 Pembimbing I Drs. Irzal Anderson, M. Si NIP Jambi, 7 April 2016 Pembimbing II Facruddinansyah Muslim, S.pd. M. pd NIP

4 iii HALAMAN PENGESAHAN Skripsi berjudul Hubungan Persepsi mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi yang disusun oleh Samsidar, NIM. RRA1A telah dipertahankan dan disidangkan di depan Dewan Penguji pada tanggal 7 April Dewan Penguji: 1. Drs. Irzal Anderson,M.Si NIP Ketua Facruddiansyah Muslim,S.Pd,M.Pd NIP Sekretaris Dr. Dra. Hj. Muazza, M.Si NIP Penguji Utama Dra. Hj. May Maemunah, M.E NIP Anggota Iwan Putra, S.E, M.SAk NIDN Anggota 5. Jambi, April 2016 Mengesahkan Dekan FKIP, Ketua Jurusan PIPS, Prof. Dr. M. Rusdi, M.Sc NIP Dr. Hj. Farida Kohar, M.P NIP Terdaftar Tanggal Nomor : :

5 iv

6 HALAMAN PERSEMBAHAN Yang Utama dari segalanya. Sembah sujud serta syukur kepada Allah SWT. Taburan cinta dan kasih sayang-mu telah memberikanku kekuatan, membekaliku dengan ilmu serta memperkenalkanku dengan cinta. Atas karunia serta kemudahan yang Engkau berikan akhirnya skripsi yang sederhana ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam selalu terlimpahkan kehariban Rasullah Muhammad SAW. Dengan hati yang tulus dan ikhlas serta rasa bangga kupersembahkan skripsi ini kepada orang yang sangat kukasihi dan kusayangi. Ibunda dan Ayahanda tercinta Sebagai tanda bakat, hormat, dan rasa terima kasih yang tiada terhingga kepersembahkan skripsi ini kepada ibu dan ayah yang telah memberikan kasih sayang, segala dukungan, motivasi dan cinta kasih yang tiada terhingga yang tidak mungkin dapat kubalas hanya dengan selembar kertas yang tetuliskan kata cinta dan persembahan Semoga ini menjadi langkah awal untuk membuat ibu dan ayah yang selalu membuatku termotivasi dan selalu menyirami kasih sayang, selalu mendo akanku, selalu menasehatiku menjadi lebih baik, Terima Kasih Ibu..Terima Kasih ayah. My Brother s and Sister Tiada yang paling mengharukan saat berkumpul bersama kalian, walaupun sering bertengkar tapi hal itu selalu menjadi warna yang tak akan bisa tergantikan, terima kasih atas do a dan bantuan kalian selama ini, hanya skripsi ini yang dapat aku persembahkan. Maaf belum bisa menjadi panutan seutuhnya, tapi aku akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk kalian semua Sahabat sahabatku Angkatan 2011 Tanpa semangat, dukungan dan bantuan kalian semua tak kan mungkin aku sampai disini, Terima kasih untuk canda tawa, tangis, dan perjuangan yang kita lewati bersama dan terima kasih untuk kenangan termanis yang telah mengukir selama ini. Dengan perjuangan dan kebersamaan kita pasti bisa! Semangat!!!. Terima kasih yang sebesar besarnya untuk kalian semua, akhir kata saya persembahkan skripsi ini untuk kalian semua, orang orang yang saya sayangi. Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat dan berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan di masa yang akan datang, Aamiinnn.

7 iv PERNYATAAN Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama : Samsidar Nim : RRA1A Program Studi : Pendidikan Ekonomi Jurusan : Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Dengan ini menyatakan sesungguhnya bahwa skripsi ini benar-benar karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan dari hasil penelitian pihak lain. Apabila di kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa skripsi ini merupakan jiplakan atau plagiat, baik itu sebagian maupun seluruhnya, saya bersedia menerima sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku. Demikianlah pernyataan ini dibuat dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Jambi, April 2016 Yang membuat pernyataan, Samsidar RRA1A111001

8 v ABSTRAK Samsidar, Hubungan Persepsi mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Jambi. Pembimbing (1) Drs. Irzal Anderson, M. Si Pembimbing (II) Fachruddiansyah Muslim, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: Persepsi Mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop, Minat Berwirausaha. Didasarkan pada kenyataan bahwa lulusan perguruan tinggi dewasa ini masih memiliki ketergantungan yang kuat terhadap instansi pemerintah maupun swasta, lulusan perguruan tinggi kurang mampu melihat peluang pasar yang ada. Berwirausaha merupakan hal yang tidak mudah namun jika memiliki kemauan dan kemampuan maka mahasiswa yang notabenenya merupakan warga terpelajar akan mampu menjadi wirausaha yang tangguh. Dewasa ini internet sudah menjadi gaya hidup. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul istilah online shop sebagai aplikasi populer dalam e-commerce. Online shop adalah situs online penjualan produk, dapat berupa barang dan jasa. Peluang bisnis online shop dapat dijadikan pilihan bagi mahasiswa dalam berwirausaha. Akan tetapi minat berwirausaha mahasiswa tidak semuanya tinggi. Hal ini disebabkan banyak faktor diantaranya persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha mahasiswa mengingat peluang bisnis ini masih berkembang pesat. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional, dilaksanakan pada mahasiswa angkatan 2013 prodi pendidikan ekonomi FKIP Universitas Jambi yang masih terdaftar dan aktif sebagai mahasiswa dengan objek penelitian 85 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui angket, diolah menggunakan rumus korelasi sederhana dengan bantuan program SPSS versi Hasil analisis menunjukkan persepsi tentang peluang bisnis dalam kategori baik sedangkan minat berwirausaha masiswa cukup tinggi. Selanjutnya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis Online Shop dengan minat berwirausaha mahasiswa yaitu sebesar 0,672 dengan t hitung = 8,261 > t tabel = 2,000 atau nilai sig. 0,000 < 0,05 artinya hipotesis Ha diterima. Berdasarkan penelitian ini disarankan kepada mahasiswa angkatan 2013 prodi Pendidikan Ekonomi agar memanfaatkan peluang bisnis online shop yang ada karena jika mengandalkan bekerja sebagai karyawan maka waktu dan pendapatannyapun tidak seperti yang diharapkan.

9 vi KATA PENGANTAR Assalamu alaikumwaromatullahiwabarokatuh... Alhamdulillahirobila alamin, puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, dzat yang tak pernah lalai mengatur kehidupan dunia dan seisinya. Berkat rahmat, karunia-nya yang memberikan limpahan rezeki-nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Hubungan Persepsi mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi. Penulisan skripsi ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh setiap mahasiswa yang akan menyelesaikan akhir pendidikannya untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada program studi pendidikan ekonomi di Fakultas Kegurunan dan Ilmu Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu baik moril maupun materiil, terutama kepada: 1. Bapak Prof. Johni Najwan, S.H, M.H, Ph.D selaku Rektor Universitas Jambi. 2. Bapak Prof. Dr. M. Rusdi, M.Sc selaku dekan FKIP Universitas Jambi. 3. Ibu Dr. Hj. Farida Kohar, M.P selaku ketua Jurusan PIPS Universitas Jambi. 4. Ibu Rosmiati, S. Pd, M. Pd selaku ketua program studi FKIP Universitas Jambi. 5. Bapak Drs. Irzal Anderson, M.Si selaku pembimbing skripsi (PS) I, yang telah membimbing dan mengarahkan penulis sampai selesainya skripsi ini.

10 vii 6. Bapak Fachruddiansyah Muslim, S. Pd, M. Pd selaku pembimbing skripsi (PS) II, yang telah membimbing dan mengarahkan penulis sampai selesainya skripsi ini. 7. Ibu Dr. Dra. Hj. Muazza, M.Si selaku penguji utama yang telah memberikan kritik dan saran serta masukan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 8. Ibu Dra. Hj. May Maemunah, M.E selaku penguji anggota I yang telah memberikan kritik dan saran serta masukan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 9. Bapak Iwan Putra, S.E, M.SAk selaku penguji anggota II yang telah memberikan kritik dan saran serta masukan sehingga skripsi ini dapat diselesaikan. 10. Bapak Drs. H. Amin Saib, MM selaku Pembimbing Akademik (PA), yang telah membimbing dan mengarahkan penulis selama mengikuti perkuliahan. 11. Bapak dan Ibu dosen Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Kegurunan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi yang telah membekali penulis dengan berbagai ilmu pengetahuan yang bermanfaat. 12. Bapak Pembantu Dekan, Staf TU, Staf Perpustakaan Universitas Jambi, dan Staf Perpustakaan wilayah Jambi yang telah membantu selama penulisan skripsi ini. 13. Terima kasih yang tak terhingga buat Ayahanda (Samsudin) dan Ibunda (Adauyah) tercinta, kakak kakakku (Zandariah, M.Syamsuriadi, Toni Syaputra Yadi, Desi Marlina) paman pamanku (Lukmen, Ali Alian, M.Munzir, M.Idris) beserta seluruh keluarga besarku yang telah memberikan do a, dukungan, semangat, motivasi, dan bantuan yang sangat berarti bagi penulis dalam upaya membantu memperlancar penulisan skripsi ini. 14. Terima kasih buat teman teman mahasiswa Jurusan PIPS yang telah meluangkan waktunya pada saat observasi awal.

11 viii 15. Terima kasih buat sahabat sahabatku angkatan 2011, yang telah memberikan motivasi, semangat, dan meluangkan waktunya untuk membantu dalam penyelesaian skripsi ini. 16. Terima kasih buat adek adek angkatan 2012 dan angkatan 2013 yang telah membantu dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga amal baik Bapak/Ibu dan Saudara/i semua mendapatkan imbalan yang berlimpah dari Allah SWT. Aamiin!! Terima kasih untuk semua yang telah kalian berikan. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat saya harapkan hinggga skripsi ini dapat terselesaikan sehingga pada akhirnya dapat bermanfaat bagi kita semua. Amin yarabbal alamiin.... Wassalamualaikum Wr. Wb. Jambi, April 2016 Penulis

12 ix DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL... i HALAMAN PERSETUJUAN... ii HALAMAN PENGESAHAN... iii HALAMAN PERSEMBAHAN... iv PERNYATAAN... v ABSTRAK... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... viii DAFTAR TABEL... x DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I BAB II PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Rumusan Masalah Batasan Masalah Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Definisi Operasional KAJIAN PUSTAKA 2.1 Minat Berwirausaha Pengertian Minat Berwirausaha Jenis-jenis dan Manfaat Berwirausaha Faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Indikator Minat Berwirausaha Persepsi tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop... 26

13 x Pengertian Persepsi Peluang Bisnis Perumahan Online Shop Keuntungan dan Kerugian Bisnis Online shop Hal-hal yang PerluDiperhatikandalam BisnisOnline shop Faktor yang mempengaruhi persepsi Indikator persepsipeluangbisnis rumahanberbasisonline shop HubunganPersepsi Mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shopdengan Minat Berwirausaha Penelitian yang Relevan Kerangka Berfikir Hipotesis penelitian BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Variabel Penelitian Tempat dan Waktu Penelitian Populasi dan Sampel Populasi Sampel Teknik Pengumpulan Data Penyebaran Instrumen Penarikan Instrumen Instrumen Penelitian Uji Coba Instrumen Uji Validitas Instrumen Uji Reliabilitas Instrumen Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif... 60

14 xi Uji Persyaratan Analisis Uji Hipotesis BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian Hasil Analisis deskriptif Variabel X HasilAnalisisTabelTeoritikQuisionerPersepsi MahasiswatentangPeluangBisnis Online Shop(X) Hasil Analisis Deskriptif Variabel Y HasilAnalisisTabelTeoritikQuisioner Minat Berwirausaha (Y) Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Data Uji Homogenitas Uji Hipotesis Pembahasan Hasil Penelitian BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN... 86

15 xii DAFTAR TABEL Tabel Halaman 3.1 Kriteria Jawaban Angket Penyebaran Validitas Item Pedoman Interprestasi Koefisien Korelasi Descriptive Statistics Persepsi Peluang Bisnis Distribusi Data PersepsiterhadapPeluangBisnis Teoritik Quisioner Persespsi Mahasiswa Descriptive StatisticsMinatBerwirausaha(Y) Distribusi Data Minat Berwirausaha (Y) Teoritik Quisioner Minat Berwirausaha Uji Normalitas Uji Homogenitas Analisis Korelasi Sederhana Koefisien Korelasi Koefisien Determinan... 76

16 xiii DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1 Kerangka Berfikir Diagram Persepsi Peluang Bisnis Diagram Minat Berwirausaha... 71

17 xiv DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Kisi-kisi Angket Butir Soal Uji Validitas Persepsi Peluang Bisnis Contoh Uji Validitas Persepsi Peluang Bisnis Tabulasi Uji Coba Angket Persepsi Peluang Bisnis Uji Reliabilitas Persepsi Peluang Bisnis Uji Validitas Minat Berwirausaha Contoh Uji Validitas Minat Berwirausaha Tabulasi Uji Coba Angket Minat Berwirausaha Uji Reliabilitas Minat Berwirausaha Tabel Penelitian Persepsi Peluang Bisnis Tabel Penelitian Minat Berwirausaha Lampiran Hasil Pengolahan Data Surat Hasil Seminar Surat Penelitian Surat Balasan Penelitian

18 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Didasarkan pada kenyataan bahwa lulusan perguruan tinggi dewasa ini masih memiliki ketergantungan yang kuat terhadap instansi pemerintah maupun swasta, lulusan perguruan tinggi kurang mampu melihat peluang pasar yang ada sehingga tidak mampu berkreasi dan memanfaatkan peluang untuk memberdayakan potensi pada dirinya dan sumber daya di sekelilingnya secara efektif dan efisien guna pemenuhan kebutuhan hidup. Mahasiswa lebih bangga bila menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga kerja profesional di perusahaan-perusahaan besar, dibandingkan memilih terjun di dunia usaha dan menjadi seorang entrepreneur muda. Menanamkan jiwa kewirausahaan sejak masih kuliah atau belajar wirausaha sejak kuliah adalah target perguruan tinggi masa kini, sudah banyak perguruan tinggi mulai mengajarkan mata kuliah kewirausahaan untuk mencetak entrepreneur muda yang siap berkarya dan mau belajar dalam membuka lapangan kerja sendiri. Jumlah lulusan sarjana yang terus bertambah, ternyata masih belum dibarengi dengan banyaknya lapangan kerja yang terbuka di negara kita. Kondisi ini tentunya menimbulkan sebuah kekhawatiran baru. Sebab, dipastikan angka pengangguran di Indonesia semakin hari kian meningkat pesat apabila masyarakatnya kurang berinisiatif untuk menciptakan peluang bisnis atau lapangan kerja baru sedini mungkin. 1

19 2 Strategi belajar wirausaha sejak kuliah sengaja dijalankan pemerintah untuk meningkatkan semangat entrepreneurship dikalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga kedepannya diharapkan lulusan sarjana di Indonesia tidak hanya mengandalkan kesempatan kerja yang datang kepada dirinya, namun juga mulai tergerak untuk berkarya dan belajar menciptakan lapangan kerja atau peluang bisnis baru guna mengurangi angka pengangguran yang masih sangat tinggi di Indonesia. Kewirausahaan merupakan salah satu bidang ilmu yang diajarkan di prodi Pendidikan Ekonomi, jurusan PIPS, FKIP Universitas Jambi yaitu dikenal dengan mata kuliah pengantar bisnis dan kewirausahaan. Dari pembelajaran tersebut diharapkan nantinya dapat dijadikan sebagai tuntunan dan pedoman bagi mahasiswa agar memiliki minat, kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan. Mahasiswa dibawa ke dalam pemikiran yang berbeda dengan pemikiran sebelumnya, yaitu diharapkan para mahasiswa termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah. Mereka juga dibekali teknik untuk mendirikan usaha, cara membaca peluang usaha, dan menjalankan usaha secara profesional, dengan demikian para mahasiswa dapat merancang usaha ke depan, dimulai dari ketika kuliah hingga selesai kuliah (Kasmir, 2010:5). Dalam menekuni dunia wirausaha tidaklah semudah yang dibayangkan. Persaingan antar wirausahawan, situasi yang tidak menentu, keharusan untuk menjalin hubungan baik dengan banyak orang sebagai relasi bisnisnya. Banyak kondisi dan keadaan yang membuat individu tidak dapat menyesuaikan diri dan mengendalikan lingkungannya, seperti keinginan pasar yang berubah, ide yang

20 3 berbeda dengan rekan bisnis, persaingan yang semakin ketat, dan pelanggan yang tidak puas. Menurut Meredith (2004:50) bahwa para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses wirausaha merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan secara intuisi dalam melihat dan mengelola setiap peluang yang ada, yaitu kesempatan usaha yang dimanfaatkannya untuk meraih keuntungan menuju kesuksesan. Peluang bisnis saat ini terbuka lebar bagi siapa saja yang mau menjalankannya. Selama ini kita selalu takut berwirausaha dengan alasan tidak memiliki modal atau pengalaman, atau bahkan takut gagal. Namun, bisnis saat ini bahkan ada yang tidak membutuhkan modal besar. Salah satunya yaitu bisnis yang berbasis online shop. Bisnis online shop merupakan bisnis yang digerakkan melalui media internet. Bisnis ini sering kita kenal dengan istilah Business to Business (B2B) atau Business to Costumer (Echdar, 2013:55). Bisnis onlien shop merupakan peluang bisnis yang menjanjikan keuntungan dan kinerja yang baik. Menurut Serfiani, dkk. (2013: ) banyak contoh bisnis online yang sudah menjadi besar, contoh yang kita kenal secara nasional adalah blibli.com, rakuten, dinomarket, open trollry, berniaga, bhinneka, toko bagus, kaskus, gramedia online, alfa online, toko pedia, OLX, elevenia dan masih banyak lainnya. Selain yang disebutkan, bisnis ini masih banyak menjamur dimasyarakat dalam skala lokal khususnya di Jambi, sebagai contoh Delisya Kosmetik milik mahasiswa Nurdin Hamzah yang menjual

21 4 berbagai alat kecantikan, kesehatan, aneka pakaian, sepatu, tas, dan dompet. Selain itu, Anisa mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNJA yang menjual berbagai produk hijabbers. Bisnis online shop dapat berkembang pesat karena didukung oleh kemajuan teknologi yang semakin terus berkembang. Hampir seluruh masyarakat Indonesia menggunakan teknologi yang memiliki akses dengan internet. Menurut Sarfiani, dkk. (2013:1), perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat cepat di seluruh dunia membuka peluang bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan kegiatan bisnis melalui media elektronik. Keunggulan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Apalagi mahasiswa merupakan manusia yang terdidik. Mereka bersentuhan dengan media tersebut. Dilihat dari prospek bisnis online shop sendiri, sebagai konsumen saya melihat peluang ini cukup besar. Mahasiswa khususnya sebagai warga kampus setiap harinya membutuhkan pakaian, buku, makanan, alat kosmetik dan lain sebagainya. Hal ini dapat dijadikan sebagai konsumen yang aktif. Mahasiswa juga merupakan pengguna mobile phone dengan fitur canggih. Melalui media tersebut menjadi nilai tambah pemasaran yang menarik untuk memasarkan produk/jasa yang akan kita tawarkan. Selain itu bergesernya gaya hidup masyarakat yang mulai gemar berbelanja melalui media online tanpa harus ke toko/swalayan langsung. Pendapat saya ini didukung oleh penelitian Sarfiani, dkk. (2013:3) yang menyatakan bahwa belanja lewat internet semakin diminati di Indonesia. Berkembangnya sistus jejaring sosial turut meningkatkan prospek belanja online. Selanjutnya, hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis, di Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Jambi khususnya angkatan 2013 pada

22 5 bulan Agustus 2015 dengan jumlah mahasiswa yang ditanyakan sebanyak 15 orang, saat ditanyakan tentang aktivitas belanja online, hampir semua mahasiswa tersebut pernah melakukan belanja secara online (atau sekitar 86,67%). Alasan mereka beragam, diantaranya karena akses mudah, cepat, produk yang ditawarkan bagus dan beragam pilihan, konsumen tidak harus meluangkan waktu untuk jauhjauh mencari produk yang diinginkan. Dari pernyataan tersebut maka bisnis ini merupakan peluang yang menjanjikan untuk diwujudkan sebagai usaha. Namun, sangat disayangkan, dari mahasiswa yang ditanyakan hanya terdapat 2 orang mahasiswa menjalankan bisnis online shop. Peluang bisnis yang dapat dijadikan pilihan usaha bagi mahasiswa sangat banyak, diantaranya yang memerlukan modal kecil tentunya sesuai dengan keuangan mahasiswa adalah bisnis menjual pulsa, menjual makanan ringan, menjual pakaian/sepatu/tas, jilbab, peralatan kosmetik, dan lain-lain. Bisnis ini dapat digerakkan sambil kuliah, artinya tidak memakan waktu yang banyak. Bisnis ini juga tidak mengharuskan mahasiswa untuk berkecimpung langsung, maksudnya seperti makanan ringan, mahasiswa tidak harus membuatnya sendiri melainkan dapat melakukan kerja sama dengan agen atau produsen. Mahasiswa dapat memposting foto produk yang ingin dipasarkan. Jika ada peminat, mahasiswa dapat memesan produk tersebut. Hal ini juga berlaku untuk produk lainnya. Jadi, dalam hal ini bisnis online shop memberikan keunggulan yang mempermudah mahasiswa dalam menjalankan bisnis. Dengan demikian, seharusnya tidak ada alasan lagi bagi mahasiswa untuk tidak berwirausaha. Berbicara mengenai bisnis onlie shop, saat ini bisnis tersebut sedang menjamur dan peluangnya pun cukup menjanjikan. Dewasa ini internet sudah

23 6 menjadi gaya hidup. Internet merupakan kebutuhan banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala macam informasi sampai ke seluruh dunia. Internet tidak dapat dipisahkan dari kehidupan karena internet sekarang bukan hanya sebagai trend tetapi merupakan kebutuhan. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, muncul istilah online shop sebagai aplikasi populer dalam e-commerce. Online shop adalah situs online penjualan produk, dapat berupa barang dan jasa. Melalui online shop pembelian dapat dilakukan tanpa terbatas oleh tempat dan waktu. Peluang bisnis rumahan berbasis online sangat banyak. Akan tetapi mahasiswa tidak memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan pada bulan Agustus 2015 lalu, dengan pertanyaan: setelah lulus, jika diberi pilihan, Anda lebih memilih berwirausaha atau mencari pekerjaan, apa alasannya?. Dari 30 orang mahasiswa yang ditanyakan, hanya 5 orang yang memilih untuk menggeluti bisnis (memilih berwirausaha). Alasanya adalah karena memang minatnya untuk berwirausaha. Berwirausaha dapat dilakukan dimana saja, kapan saja dan banyak jenis usaha yang tidak memerlukan banyak modal. Sementara mahasiswa yang lain lebih memilih untuk melanjutkan kuliah, atau bekerja diperusahaan atau bahkan honor meskipun mengandalkan gaji yang rendah dengan spekulasi suatu saat bisa diangkat menjadi PNS. Dari hasil observasi tersebut, rendahnya minat berwirausaha mahasiswa dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya persepsi mahasiswa terhadap peluang bisnis. Melalui minat berwirausaha akan menjadikan seseorang lebih giat mencari dan memanfaatkan peluang bisnis dengan mengoptimalkan potensi

24 7 yang dimiliki. Minat tidak cukup dibawa sejak lahir tetapi tumbuh dan berkembang sesuai dengan faktor-faktor yang memengaruhinya. Hal ini karena minat diartikan sebagai suatu usaha dan kemauan individu untuk mempelajari dan mencari sesuatu baik individu itu mempunyai bakat atau tidak (Iskandar, 2001). Minat seseorang dipengaruhi oleh persepsi terhadap peluang yang ada dilingkungannya. Menurut Hanum (2012:29) persepsi tentang peluang usaha merupakan suatu tanggapan/penerimaan lansung melalui panca inderanya tentang adanya peluang usaha dan minat berwirausaha berdasarkan pengalaman, minat, pengetahuan dan penerimaannya. artinya, respon yang diberikan sesuai dengan penerimaan masing-masing individu. Persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis dapat bermakna positif maupun negatif. Mahasiswa yang berpikiran positif tentang peluang bisnis online tentu akan merealisasikannya dalam bentuk bisnis yang menguntungkan. Sebaliknya mahasiswa yang berpikir negatif akan merasa takut sehingga tidak berani untuk menjadikan peluang tersebut sebagai lahan pendapatannya. Dari uraian di atas disimpulkan bahwa mahasiswa pendidikan ekonomi di Universitas Jambi dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri dengan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki atau dengan kata lain memilih berwirausaha sebagai pilihan kerja. Akan tetapi, kenyataannya lebih banyak mahasiwa yang senang dan memilih pegawai atau buruh bahkan tidak bekerja sama sekali dibanding menjadi wirausaha. Rendahnya minat berwirausaha mahasiswa karena takut gagal dan tidak siap menghadapi rintangan yang ada. Disisi lain mahasiswa tahu banyak peluang bisnis yang masih terbuka lebar di

25 8 Jambi khususnya peluang bisnis rumahan berbasis online shop. Namun peluang tersebut diabaikan. Berdasarkan uraian di atas, terdapat ketimpangan minat berwirausaha mahasiswa dengan peluang bisnis yang masih terbuka. Kurangnya minat berwirausaha mahasiswa Pendidikan Ekonomi khususnya mahasiswa angkatan 2013 dalam merealisasikan persepsi tentang peluang bisnis online shop membuat mereka lebih memilih menjadi konsumen dibanding pelaku usaha. Mereka takut gagal, takut bangkrut dan masih banyak ketakutan lainnya. Dengan demikian penulis tertarik untuk meneliti kondisi yang terjadi dan menetapkan judul penelitian ini adalah: Hubungan Persepsi mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop dengan Minat Berwirausaha Mahasiswa Angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana persepsi mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop? 2. Bagaimana minat berwirausaha mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi? 3. Apakah terdapat hubungan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha pada

26 9 mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi Jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi? 1.3 Batasan Masalah Adapun pembatasan masalah yang diteliti adalah sebagai berikut: 1) Subjek penelitian adalah mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi kelas reguler dan reguler mandiri yang telah lulus mata kuliah pengantar bisnis dan kewirausahaan. Hal ini dikarenakan mahasiswa angkatan di atas 2013 sudah banyak yang tidak aktif dikampus atau perkuliahan. 2) Penelitian ini mengukur persepsi mahasiswa dalam melihat peluang bisnis rumahan berbasis online shop. 3) Minat berwirausaha dalam hal ini ketertarikan mahasiswa untuk memanfaatkan peluang bisnis rumahan berbasis online shop. 1.4 Tujuan Penelitian Sejalan dengan rumusan masalah tersebut maka penelitian ini memiliki tujuan yaitu: 1. Untuk mengetahui persepsi mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop. 2. Untuk mengetahui minat berwirausaha mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi. 3. hubungan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha pada mahasiswa

27 10 angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi Jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi. 1.5 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dengan adanya penelitian ini adalah: 1) Secara Teoritis Diharapkan penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan mengenai gambaran hubungan persepsi peluang bisnis rumahan khususnya berbasis online shop dengan minat berwirausaha mahasiswa prodi pendidikan ekonomi fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. 2) Secara Praktis a. Bagi mahasiswa Dapat digunakan sebagai informasi tentang pentingnya melihat dan memanfaatkan peluang bisnis. b. Bagi dosen/perguruan tinggi Dapat digunakan sebagai informasi tentang perlunya mata kuliah pengantar bisnis dan kewirausahaan diberikan guna mendapatkan lulusan-lulusan sarjana yang tidak bergantung pada pekerjaan yang sudah tersedia akan tetapi mampu menciptakan lapangan usaha baru. Selain itu, diharapkan pada pihak perguruan tinggi untuk senantiasa memberikan pengetahuan dan motivasi yang mampu mendorong minat wirausaha mahasiswa tanpa kenal lelah. c. Bagi peneliti lainnya

28 11 Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dan bahan acuan untuk melakukan penelitian selanjutnya. 1.6 Definisi Operasional Definisi operasional untuk lebih mengarah pelaksanaan penelitian sebagai berikut: 1. Minat berwirausaha adalah suatu kecenderungan hati seseorang untuk memperhatikan, menyukai, dan menginginkan terhadap suatu kegiatan bisnis khususnya pada bisnis rumahan berbasis online shop tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi. Adapun indikatornya adalah: (1) frekuensi meliputi: mengikuti kegiatan tentang wirausaha menyukai objek tentang wirausaha (2) melakukan atau memiliki sesuatu meliputi: melakukan atau memiliki sesuatu tentang wirausaha mandiri/tidak bergantung pada orang lain (3) usaha yang dilakukan meliputi: merealisasikan keinginan berwirausaha inovatif dan kreatif berorientasi pada masa depan 2. Persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop adalah suatu tanggapan/penerimaan mahasiswa melalui panca inderanya tentang kesempatan untuk melakukan kegiatan usaha yang dijalankan

29 12 dari rumah atau seluruh kegiatannya dilakukan diluar rumah dengan memanfaatkan internet sebagai media pemasarannya. Adapun indikator yang digunakan adalah:. 1) Penyerapan Selektif melihat peluang bisnis rumahan berbasis online shop. Memanfaatkan informasi yang diperoleh. 2) Pemahaman Memahami seluk beluk bisnis rumahan berbasis online shop. Memahami resiko bisnis rumahan berbasis online shop. 3) Penilaian Menjadikan peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebagai kesempatan membuka bisnis. Membentuk relasi. Menjadikan peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebagai pemenuhan kebutuhan. Mempelajari strategi dalam mendirikan bisnis rumahan berbasis online shop.

30 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Minat Berwirausaha Pengertian Minat Bewirausaha Minat berwirausaha terdiri dari dua suku kata yaitu minat dan berwirausaha. Minat sebagai suatu keinginan yang kuat, kecenderungan hati yang sangat tinggi terhadap sesuatu, gairah, keinginan (Wojowasito, 2002:916). Selanjutnya Slameto (Djaali, 2013:121) minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan suatu di luar diri.semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, maka semakin besar minat. Susanto (2013:16) minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Sedangkan Slameto (2013:180) mengatakan bahwa minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Sardiman (dalam Susanto, 2013:55) menyatakan bahwa minat merupakan kecenderungan jiwa seseorang terhadap suatu objek, biasanya disertai dengan perasaan senang karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu. Minat merupakan dorongan dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan atau perhatian secara efektif yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan, dan lama-kelamaan akan mendatangkan kepuasan dalam dirinya (Susanto, 2013:58). 13

31 14 Adapun wirausaha, ditinjau dari etimologinya wirausaha berasal dari kata wira dan usaha. Kata wira berarti teladan atau patut dicontoh, sedangkan usaha berarti kemauan keras. Jadi, seorang wirausaha dapat diartikan sebagai seorang yang berkemauan keras dalam melakukan tindakan yang bermanfaat dan patut menjadi teladan hidup (Tarmudji dalam Putra, 2014:14). Wirausaha juga dapat diartikan sebagai suatu kemampuan untuk melihat dan menilai peluang-peluang bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna menghasilkan keuntungan dari peluang tersebut (Meredith dalam Putra, 2014:14-15). Menurut Saiman (2015:43) wirausaha adalah orang-orang yang memiliki sifat-sifat kewirausahaan dan umumnya memiliki keberanian dalam mengambil resiko terutama dalam menangani usaha atau perusahaannya dengan bijak pada kemampuan dan atau kemauan sendiri. Meredith (dalam Anoraga, 2011:27) mengemukakan bahwa wirausaha adalah orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengelolan sumber daya guna dibutuhkan guna mengambil keuntungan darinya serta mengambil tindakan yang tepat guna memastikan kesuksesan. Sementara Bygrave (dalam Suparyanto, 2013:5) wirausawan adalah seorang yang mencari peluang dan menciptakan organisasi untuk mengejarnya. Prawirokusumo (2010:5) mendefinisikan wirausaha sebagai orang yang melakukan kegiatan dalam proses mendapatkan laba dan nilai tambah melalui inkubasi gagasan, meramu sumber daya dan membuat gagasan tersebut terwujud dengan cara kreatif dan inovatif. Sedangkan J. Kao (dalam Saiman, 2014:41)

32 15 menyatakan berkewirausaan adalah usaha untuk menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis. Adapun Saiman (2014:43) berkewirausahaan adalah hal-hal atau upayaupaya yang berkaitan dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauan sendiri dan atau mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan atau tanpa kemauan sendiri. Selanjutnya Mulyasa (2008:111) berwirausaha berarti memadukan kepribadian, peluang, keuangan, dan sumber daya yang ada di lingkungan. Sementara Suryaman (2006:23-24) menyatakan minat berwirausaha adalah keinginan dan kemampuan untuk memberanikan diri dalam memenuhi kebutuhan hidup, memecahkan permasalahan hidup serta memajukan usaha atau menciptakan usaha baru dengan kekuatan yang ada pada diri sendiri. Ruhaili (2013:15) mendefinisikan minat berwirausaha sebagai suatu rasa suka, rasa keterikatan dalam diri seseorang terhadap suatu objek, situasi, orang atau kegiatan wirausaha yang diikuti dengan usaha aktif untuk mempelajari dan mendapatkan pengalaman untuk berwirausaha tanpa paksaan sehingga pada akhirnya mampu memenuhi kebutuhannya. Subandono (2007:18) mendefinisikan minat berwirausaha adalah kecenderungan hati dalam diri subjek untuk tertarik menciptakan suatu usaha yang kemudian mengorganisir, mengatur, menanggung resiko dan mengembang-kan usaha yang diciptakannya tersebut. Minat berwirausaha berasal dari dalam diri seseorang untuk menciptakan sebuah bidang usaha. Fuadi (2009:93), minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan, serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha secara

33 16 maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, serta berkemauan keras untuk belajar dari kegagalan. Sama halnya dengan Diansari (dalam Putra, 2014:17) yang menyatakan minat berwirausaha adalah keinginan atau ketertarikan serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan untuk berusaha memenuhi kebutuhannya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi serta senantiasa belajar dari kegagalan yang dialami. Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa minat adalah suatu rasa suka, dorongan atau ketertarikan dari dalam diri seseorang yang mengarahkannya kepada objek yang diminatinya. Sedangnkan wirausaha dimaksudkan suatu kegiatan yang mengarah pada suatu keteladanan dan keberanian untuk menjadikan sesuatu lebih bermanfaat, sehingga berwirausaha sebenarnya dapat dilakukan oleh siapa saja yang memiliki kemampuan untuk menjadikan sesuatu itu lebih bermanfaat dan menambah nilai dalam usaha. Adapun minat berwirausaha adalah suatu kecenderungan hati dan kesediaan seseorang melalui ide-ide yang dimiliki untuk memajukan usaha atau menciptakan usaha baru tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, dapat menerima tantangan, percaya diri, kreatif, dan inovatif. Berdasarkan pengertian minat, wirausaha dan minat berwirausaha yang telah dipaparkan di atas maka minat berwirausaha yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah suatu kecenderungan hati seseorang untuk memperhatikan, menyukai, dan menginginkan terhadap suatu kegiatan bisnis khususnya pada bisnis perumahan tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi. Minat berwirausaha ini timbul karena partisipasinya ataupun pengalaman setelah

34 17 mengikuti pembelajaran yang diperoleh dari mata kuliah pengantar bisnis dan kewirausahaan yang diperoleh mahasiswa regular mandiri dan reguler di prodi Pendidikan Ekonomi, jurusan PIPS FKIP Universitas Jambi serta karena adanya peluang bisnis tersebut Jenis-jenis Wirausaha dan Manfaat Berwirausaha Ada tiga jenis wirausaha berdasarkan sikap, perilaku, kemampuan serta semangat wirausaha, yaitu wirausawan andal, wirausahawan tangguh dan wirausawan unggul (Irfan dalam Anoraga, 2011:35-39). 1. Wirausawan Andal Ciri dan kemampuan wirausawan andal adalah: 1) Memiliki rasa percaya diri dan bersikap mandiri yang tinggi dalam usaha mencari penghasilan dan keuntungan melalui pengembangan usaha dan perusahaan. 2) Mau dan mampu mencari dan menangkap peluang usaha yang menguntungkan serta melakukan apa saja yang perlu untuk memanfaatkannya. 3) Mau dan mampu bekerja keras dan tekun dalam menghasilkan produk serta mencoba cara kerja yang lebih tepat dan efisien. 4) Mau dan mampu berkomunikasi melakukan tawar menawar dan musyawarah dengan berbagai pihak yang berpengaruh terutama para pembeli/pelanggan (memiliki salesmanship). 5) Menghadapi hidup dan menangani usaha secara terencana, jujur, benar, dan disiplin. 6) Mencintai kegiatan usahanya dan perusahaannya serta lugas dan tangguh tetapi cukup luwes dalam melindunginya.

35 18 7) Mau dan mampu meningkatkan kapasitas diri sendiri dan kapasitas perusahaan dengan memanfaatkan dan memotivasi orang lain (leadership/managerial skill) serta melakukan perluasan dan pengembangan usaha dengan resiko yang moderat. 8) Berusaha mengenal dan mengendalikan lingkungan serta menggalang kerjasama yang saling menguntungkan dengan berbagai pihak (networking). 2. Wirausawan Tangguh Ciri dan kemampuan wirausawan tangguh adalah: 1) Mampu berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang, keuntungan termasuk yang mengandung risiko agak besar dalam mengatasi masalah. 2) Berupaya untuk selalu memperoleh keuntungan dengan menggunakan berbagai keunggulan untuk memuaskan pelanggan (penerapan falsafah dan teknik Total Quality Control). 3) Berupaya mengenali dan mengendalikan kekuatan serta kelemahan perusahaan, dengan meningkatkan kemampuan sistem pengendalian internal. 4) Berupaya untuk selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaannya, terutama melalui pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan modal.

36 3. 19 Wirausawan Unggul Ciri dan kemampuan wirausawan unggul adalah: 1) Berani mengambil risiko serta mampu memperhitungkannya dalam pengelolaan kegiatan usaha. 2) Berupaya untuk selalu mencapai dan menghasilkan karya bakti yang lebih baik untuk pelanggan, pemilik, pemasok, pekerja, masyarakat, bangsa, dan negara. 3) Selalu berusaha antisipasif terhadap perubahan dan akomodatif terhadap lingkungan usaha. 4) Selalu bertindak kreatif, mencari dan menciptkan peluang pasar dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. 5) Selalu berusaha meningkatkan keunggulan serta citra perusahaan melalui inovasi baru di berbagai bidang usaha. Wirausaha merupakan salah satu unsur yang ikut serta dalam mencapai cita-cita nasional yaitu mencapai masyarakat adil dan makmur, oleh karena itu dengan adanya para wirausahawan merupakan potensi pembangunan baik dalam jumlah maupun kualitas para wirausahawan itu sendiri. Menurut Prawirokusumo (2010:38), manfaat kewirausahaan dalam perekonomian nasional semakin nyata yaitu antara lain meningkatnya pendapatan nasional melalui tersedianya lapangan kerja, perluasan usaha dan banyaknya kegiatan industri atau komersialisasi dalam memasarkan produknya.

37 20 Menurut Zimmerer (dalam Saiman, 2014:44-45), merumuskan manfaat berwirausaha adalah sebagai berikut: 1. Memberi peluang dan kebebasan untuk mengendalikan nasib sendiri Memiliki usaha sendiri akan memberikan kebebasan dan peluang bagi pebisnis untuk mencapai tujuan hidupnya. Pebisnis akan mencoba memenangkan hidup mereka untuk memanfaatkan bisnisnya guna mewujudkan cita-citanya. 2. Memberi peluang melakukan perubahan Semakin banyak pebisnis yang memulai usahanya karena mereka dapat menangkap peluang untuk melakukan berbagai perubahan yang menurut mereka sangat penting. 3. Memberi peluang untuk mencapai potensi diri sepenuhnya Banyak orang menyadari bahwa bekerja di suatu perusahaan sering kali membosankan, kurang menantang dan tidak ada daya tarik. Hal ini tentu tidak berlaku bagi seorang wirausahawan. Bagi mereka tidak banyak perbedaan antara bekerja dan menyalurkan hobi atau bermain, keduanya sama saja. Bisnis-bisnis yang dimiliki wirausahawan merupakan alat untuk menyatakan aktualisasi diri. 4. Memiliki peluang untuk meraih keuntungan seoptimal mungkin Walaupun pada tahap awal uang bukan daya tarik utama bagi wirausahawan, keuntungan berwirausaha merupakan faktor motivasi yang penting untuk mendirikan usaha sendiri. Kebanyakan pebisnis tidak ingin menjadi kaya raya, tetapi kebanyakan di antara mereka yang memang menjadi berkecukupan.

38 5. 21 Memiliki peluang untuk berperan aktif dalam masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usahanya Pengusaha kecil atau pemilik perusahaan kecil sering kali merupakan warga masyarakat yang paling dihormati dan paling dipercaya. 6. Memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang disukai dan menumbuhkan rasa senang dalam bekerja Hal yang dirasakan oleh pengusaha kecil atau pemilik perusahaan kecil adalah bahwa kegiatan usaha mereka sesungguhnya bukanlah kerja. Kebanyakan wirausawan yang berhasil memilih masuk dalam bisnis tertentu, sebab mereka tertarik dan menyukai pekerjaan tersebut Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Menurut Suryaman (dalam Putra, 2014:20-22), faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha dikelompokkan menjadi dua yaitu: 1. Faktor instrinsik adalah faktor-faktor yang timbul karena pengaruh rangsangan dari dalam diri individu itu sendiri. Faktor instrinsik sebagai pendorong minat berwira usaha antara lain karena adanya kebutuhan akan pendapatan, harga diri dan perasaan senang. 1) Pendapatan Pendapatan adalah penghasilan yang diperoleh seseorang baik berupa uang maupun barang. Berwirausaha dapat memberikan pendapatan yang dapat digunakan untuk memenuhi hidupnya. Keinginan untuk memperoleh pendapatan itulah yang akan menimbulkan minat seseorang untuk berwirausaha.

39 22 2) Harga Diri Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang paling mulia, karena dikaruniai akal, pikiran dan perasaan. Hal ini menyebabkan manusia merasa butuh dihargai dan dihormati oleh orang lain. Berwira usaha digunakan untuk meningkatkan harga diri seseorang karena dengan usaha tersebut seseorang akan memperoleh popularitas, menjaga gengsi dan menghindari ketergantungannya terhadap orang lain. Keinginan untuk meningkatkan harga diri tersebut akan menimbulkan minat seseorang untuk berwirausaha. 3) Perasaan Senang perasaan senang adalah suatu keadaan hati atau peristiwa kejiwaan seseorang, baik perasaan senang atau tidak sengang. Rasa senang berwirausaha akan diwujudkan dengan perhatian, kemauan, dan kepuasan dalam bidang wirausaha. Hal ini berarti rasa senang terhadap bidang wirausaha akan menimbulkan minat berwirausaha. Perasaan senang ini dapat muncul karena terpengaruh lingkungan seperti lingkungan keluarga dan lingkungan sekolahnya. 2. Faktor ekstrinsik adalah faktor-faktor yang mempengaruhi individu karena pengaruh rangsangan dari luar. Faktor ekstrinsik yang mempengaruhi minat berwira usaha anatara lain lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, peluang dan pendidikan atau pengetahuan. 1) Lingkungan Keluarga Lingkungan keluarga adalah kelompok masyarakat kecil. Minat berwirausaha akan timbul apabila keluarga memberikan pengaruh positif ter-

40 23 hadap minat tersebut, karena sikap dan aktifitas sesama anggota keluarga saling mempengaruhi secara langsung maupun tidak langsung. 2) Lingkungan masyarakat Lingkungan masyarakat merupakan lingkungan di luar lingkungan keluarga baik di kawasan tempat tinggalnya maupun dikawasan lain. 3) Peluang Peluang merupakan kesempatan yang dimiliki seseorang untuk melakukan apa yang diinginkan atau menjadi harapannya. Suatu daerah yang memberikan peluang bisnis akan menimbulkan minat seseorang untuk memanfaatkan peluang tersebut 4) Pendidikan/pengetahuan Pendidikan atau pengetahuan yang didapat merupakan modal dasar yang dapat digunakan untuk berwirausaha. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi minat terbagi atas dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari diri individu yang dibawa sejak lahir. Salah satu yang melatarbelakanginya adalah bakat yang dimilikinya. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar individu yaitu faktor lingkungan seperti orang tua, teman pendidikan, guru, teman sebaya dan sebagainya. Faktor ini mempengaruhi jiwa secara otomatis dan berdampak pada minat seseorang. Dalam penelitian ini persepsi tentang peluang bisnis rumahan termasuk faktor eksternal.

41 Indikator Minat Berwirausaha Minat berwirausaha adalah suatu kecenderungan hati seseorang untuk memperhatikan, menyukai dan menginginkan terhadap suatu kegiatan/tindakan yang merupakan suatu aktivitas yang bermanfaat terutama bagi dirinya maupun orang lain yang didasari oleh kebenaran dan kebaikan terkait dengan pemenuhan kebutuhan. Sukartini (dalam Susanto, 2013:64) mengemukakan, bahwa indikatorindikator minat terlihat dari keinginan untuk mengetahui atau memiliki sesuatu, objek-objek atau kegiatan-kegiatan yang disenangi, jenis kegiatan untuk mencapai hal yang disenangi, dan usaha-usaha untuk merealisasikan keinginan atau rasa senang terhadap sesuatu. Adapun indikator-indikator minat berwirausaha tersebut lebih lanjut dikemukakan Suryaman (2006:11) sebagai berikut: 1. Frekuensi mengikuti kegiatan wirausaha. Frekuensi mengikuti kegiatan wirausaha akan mempengaruhi seseorang untuk menyukai objek yang dilakukannya. 2. Keinginan untuk melakukan atau memiliki sesuatu. Seseorang yang berminat dapat dilihat dari perkataan dan memiliki hal-hal yang disukainya. Selain ingin mengetahui, maka orang tersebut juga ingin memiliki hal yang berkaitan dengan wirausaha. 3. Objek-objek atau kegiatan yang disenangi. Untuk mengetahui hal yang diminat seseorang dapat dilihat dari objek- objek atau kegiatan yang diminati berkaitan dengan berwirausaha. 4. Jenis kegiatan untuk mencapai hal yang disenangi. Seseorang yang berminat terhadap suatu hal, maka orang tersebut akan melakukan

42 25 kegiatan untuk mencapai hal yang diminatinya dan mencari bahan yang belum diketahui tentang berwirausaha. 5. Usaha yang dilakukan untuk merealisasikan keinginan atau rasa senang terhadap sesuatu. Berbagai usaha akan dilakukan seseorang yang berminat pada suatu hal termasuk seseorang yang berminat berwirausaha. Walaupun orang tersebut harus berkorban untuk mendapatkan hal yang diminatinya tersebut. Adapun Sumadi (dalam Zulyati, 2005:12) menyatakan bahwa seseorang memperhatikan objek atau kegiatan tertentu berdasarkan empat hal pokok: 1) Perhatian berhubungan dengan kebutuhan, misalnya tukang obat akan menarik perhatian orang yang sedang mencari jenis obat tertentu yang dapat menyembuhkan penyakitnya. 2) Hal-hal yang menarik perhatian berhubungan dengan kegemaran, misalnya seorang petinju akan tertarik dengan masalah yang ada kaitannya dengan tinju. 3) Perhatian yang berhubungan dengan pekerjaan atau bidang keahlian seseorang. 4) Hal-hal yang menarik perhatian karena berhubungan dengan sejarah hidup manusia. Setiap individu memiliki kecenderungan hati terhadap sesuatu objek karena hal-hal yang melatarbelakanginya yang berasal dari diri sendiri. Dalam pengukuran minat yang perlu dicatat bahwa minat merupakan pengalaman subyektif, sehingga tidak mudah untuk mengukur minat. Berdasarkan uraian di atas peneliti menyimpulkan bahwa indikator minat berwirausaha diukur dengan cara sebagai berikut:

43 26 (4) frekuensi meliputi: mengikuti kegiatan tentang wirausaha menyukai objek tentang wirausaha (5) melakukan atau memiliki sesuatu meliputi: melakukan atau memiliki sesuatu tentang wirausaha mandiri/tidak bergantung pada orang lain (6) usaha yang dilakukan meliputi: 2.2 merealisasikan keinginan berwirausaha inovatif dan kreatif berorientasi pada masa depan Persepsi tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop Pengertian Persepsi Persepsi secara umum dapat diartikan sebagai tanggapan terhadap suatu rangsangan atas permasalahan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998:863), persepsi dinyatakan pertama adalah tanggapan (penerimaan) langsung dari serapan; kedua adalah proses seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca inderanya. Sama halnya dengan Glassman dan Hadad (dalam Irham dan Wiyani 2013:30), menyatakan persepsi merupakan sebuah proses aktif yang mencakup pemilihan atau seleksi informasi, pengorganisasian informasi, dan menterjemahkan informasi tersebut. Menurut Slameto (2013:102), persepsi adalah proses yang menyangkut masuknya pesan atau informasi ke dalam otak manusia. Melalui persepsi manusia terus menerus mengadakan hubungan dengan lingkungannya. Hubungan ini dilakukan lewat inderanya, yaitu indera penglihat, pendengar, peraba, perasa dan

44 27 pencium. Persepsi adalah proses pemahaman ataupun pemberian makna atau suatu informasi terhadap stimulus (Sumanto, 2014:52). Widyastuti (2013:34) mendefinisikan persepsi sebagai suatu proses membuat penilaian atau membangun kesan mengenai berbagai macam hal yang terdapat dalam lapangan penginderaan seseorang. Khairani (2013:62) menyatakan persepsi merupakan suatu proses pengin-deraan, stimulus yang diterima oleh individu melalui alat indera yang kemudian diinterprestasikan sehingga individu dapat memahami dan mengerti. Persepsi adalah kemampuan membedakan, mengelompokkan, memfokuskan perhatian terhadap suatu objek rangsangan (Shaleh, 2009:110). Adapun James (dalam Sumanto, 2014:53) mengatakan bahwa persepsi terbentuk atas dasar datadata yang kita peroleh dari lingkungan yang diserap oleh indera kita serta sebagian lainnya diperoleh dari pengolahan ingatan kita yang diolah kembali berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Persepsi merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan yaitu merupakan proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat indera atau juga disebut proses sensoris (Walgito, 2010:99). Menurut Ikhsan (2010:93), persepsi adalah bagaimana orang-orang melihat atau menginterpretasikan peristiwa, objek, serta manusia. Orang-orang bertindak atas dasar persepsi mereka dengan mengabaikan apakah persepsi itu mencerminkan kenyataan sebenarnya. Pada kenyataannya, setiap orang memiliki persepsinya sendiri atas suatu kejadian. Uraian kenyataan seseorang mungkin jauh berbeda dengan uraian orang lain. Suranto (2011:60) menyatakan persepsi adalah memberikan makna pada stimuli inderawi, atau menafsirkan informasi yang tertangkap oleh alat indera. Jadi persepsi merupakan inti komunikasi. Persepsi

45 28 memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan komunikasi. Artinya, kecermatan dalam mempersepsi stimuli inderawi mengantarkan kepada keberhasilan komunikasi. Sebaliknya, kegagalan dalam mempersepsi stimuli, menyebabkan mis-komunikasi. Dari beberapa pengertian di atas dapat dijelaskan bahwa persepi merupakan kecakapan seseorang untuk melihat, memahami kemudian menafsirkan suatu stimulus sehingga merupakan sesuatu yang berarti dan menghasilkan penafsiran atau dengan kata lain suatu tanggapan/penerimaan lansung melalui panca inderanya tentang sesuatu. Jadi, persepsi dalam penelitian ini adalah suatu tanggapan/penerimaan mahasiswa melalui panca inderanya tentang peluang bisnis online dari informasi atau pengalaman yang dia dapatkan dan menafsirkannya Peluang Bisnis Rumahan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1998:846) didefenisikan peluang sebagai kesempatan. Sama halnya dengan Dianawati (2007:8) mengartikan peluang sebagai kesempatan yang muncul dalam setiap hal. Sedangkan menurut Prawirokusumo (2010:19), peluang merupakan sebuah ide, agar dapat membuat kesempatan (opportunity) berpihak pada Anda, salah satunya adalah dengan membuat business plan yang benar, yaitu memadukan 3 unsur pokok untuk sukses menjadi suatu rencana strategis yang komplit: peluang (ide), ciri kewirausahaaan (manusia), sumber daya yang diperlukan. Menurut Serfiani, dkk. (2013:9) bisnis berasal dari kata bahasa Inggris business yang berarti usaha yaitu usaha yang bermotif ekonomi (mencari keuntungan). Dengan kata lain, jika usaha yang dilakukan tidak bermotif ekonomi maka usaha tersebut bukan tergolong bisnis. Binis adalah kegiatan-kegiatan

46 29 teratur melayani suatu kebutuhan yang sifatnya umum sambil memperoleh pendapatan (Anoraga, 2012:113). Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar-besarnya. Secara historis, bisnis berasal dari kata business yang berasal dari kata dasar busy yang berarti sibuk. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapatalis, kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya (dalam diakses tanggal 2 April 2016). Selanjutnya berbicara mengenai peluang bisnis rumahan, Dianawati (2007:1) menjelaskan bahwa bisnis rumahan adalah bisnis yang dijalankan dari rumah. Bisa jadi sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan diluar rumah, tetapi pusat dari kegiatan itu tetap dijalankan dari rumah. Bisnis berbasis perumahan ini dapat dijadikan sebagai usaha yang bisa menambah pemasukan dari pekerjaan utama bagi sebagian orang. Sebagai sebuah pekerjaan utama dan dikelola secara serius, bisnis berbasis perumahan pun bisa berkembang menjadi sebuah industri yang tidak hanya menambah pemasukan keluarga, tetapi menghidupi banyak orang. Banyak kisah sukses perusahaan besar bermula dari bisnis rumahan. Bisnis rumahan adalah usaha yang dijalankan dari rumah. Sebagian atau seluruh kegiatannya bisa saja dilakukan di luar rumah, tetapi pusat dari kegiatan itu tetap dijalankan dari rumah. Ada banyak keuntungan bekerja dari dan/atau di rumah. Selain tidak merasa pusing memikirkan biaya sewa tempat, usaha ini bisa tumbuh menjadi tidak sekedar usaha sampingan.jika dilakukan dengan serius,

47 30 usaha rumahan ternyata bisa menjadi tumpuan hidup keluarga. Biaya transportasi juga bisa diminimalisir. Menurut Longenecker (dalam Hanum 2012:32), bisnis rumahan adalah suatu bisnis yang mengurus fasilitas primernya dalam tempat tinggalnya. Daripada menggunakan atau membeli ruangan yang dijual, sejumlah wirausaha memilih untuk menggunakan ruang bawah tanah, garasi, ruangan kosong di rumah mereka untuk operasional bisnis mereka. Bisnis adalah suatu organisasi yang menghasilkan dan menjual product atau jasa yang dibutuhkan konsumen pada tingkat keuntungan tertentu. Sedangkan Bisnis rumahan adalah usaha yang kita lakukan dengan berbasis di rumah, bisnis rumahan sebenarnya membutuhkan waktu yang banyak untuk mengembangkannya (dalam yang diakses tanggal 9 Agustus 2015). Berdasarkan definisi dan pendapat para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan, yang dimaksud dengan peluang bisnis rumahan adalah suatu kesempatan untuk melakukan kegiatan usaha yang dijalankan dari rumah dan mengurus fasilitas primernya dalam tempat tinggalnya atau bisa saja sebagian atau seluruh kegiatannya dilakukan diluar rumah, tetapi pusat dari kegiatan itu tetap dijalankan dirumah Online Shop Dalam dunia bisnis, internet dapat digunakan sebagai media untuk memasarkan produk (marketing), dan dewasa ini internet juga dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual beli. Dalam proses jual beli, dengan adanya internet, orang tidak perlu lagi keluar dari rumah untuk berbelanja di toko, supermarket, ataupun pasar. Kita cukup dengan mudah mengkakses internet

48 31 menggunakan perangkat computer yang hampir dimiliki oleh banyak orang saat ini. Memilih dan memesan barang yang ingin dibeli, dan melakukan transaksi jual beli via internet disebut juga e-commerce atau online shopping (Ollie, 2008). Perkembangan bisnis online shop juga didukung oleh peningkatan produktifitas dari industri yang menyediakan berbagai macam produk untuk dipasarkan melalui media internet. Hal inilah yang memicu maraknya usaha jualbeli melalui internet (online shop) karena mudah untuk dijalankan, tidak memerlukan modal yang besar dan tidak harus membutuhkan sistem manajemen yang rumit dan tidak membutuhkan karyawan untuk mengelolanya. Cukup dengan adanya foto produk dan akses internet untuk memasarkannya, usaha ini sudah dapat berjalan (Serfiani, dkk. 2013). Menurut Echdar (2013:55) bisnis onlie shop merupakan bisnis yang menawarkan berbagai produk maupun jasa yang dilakukan secara online. Mereka yang terjun dalam bisnis ini dapat melakukan proses bisnis mulai dari promosi, penawaran, dan permintaan produk, tanyajawab antara mereka dapat dilakukan dengan cara online melalui internet atau mobile phone yang memiliki fitur untuk itu. Jadi bisnis ini tidak membutuhkan modal yang besar dan cara kerjanya tidak memakan waktu lama seperti kita bekerja di kantor sebagai pegawai atau karyawan swasta. Bisnis online merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan melalui jagad maya atau dunia virtual, dimana suatu bisnis online dapat membangun sebuah bisnis nyata dengan mudah. Istilah online inilah yang membuat bisnis ini dijalankan dengan instan. Serfiani, dkk. (2013:350) bisnis online berkaitan erat dengan transaksi menggunakan media eletronik (termasuk internet). Bisnis ini

49 32 mampu mempercepat berbagai elemen-elemen transaksi layaknya pada bisnis tradisional. Salah satunya yang terpenting adalah kemampuan dalam menghubungkan penjual dengan pembelinya dengan efektif dan efisien (Sulianta, 2012:1). Bisnis online merupakan kegiatan pemasaran yang dilakukan melalui jagad maya atau dunia virtual, dimana suatu bisnis online dapat membangun sebuah bisnis nyata dengan mudah. Istilah online inilah yang membuat bisnis ini dijalankan dengan instan. Online shop adalah toko online yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan barang-barang yang mereka cari atau inginkan. Hanya dengan membuka internet atau handphone saja kita bisa belanja tanpa harus keluar rumah. Menurut Serfiani, dkk. (2013:9) bisnis online yaitu kegiatan bisnis yang dilakukan dalam jaringan internet. Belanja online (online shop) merupakan proses pembelian barang/jasa oleh konsumen ke penjual realtime, tanpa pelayan, dan melalui internet. Berdasarkan definisi dan pendapat para ahli di atas dapat ditarik kesimpulan, yang dimaksud dengan online shop adalah proses jual beli di mana konsumen langsung membeli barang atau jasa dari penjual secara real-time, tanpa perantara layanan tetapi melalui transaksi elektronik dengan internet. Menurut Serfiani, dkk. (2013:23) produk yang dijual melalui online dapat berupa barang/jasa. Barang yang dijual dalam bentuk fisik seperti barang elektronik, buku, majalah, baju, sepatu dan sejenisnya. Barang yang dijual bisa pula berwujd non fisik. Dari pengertian persepsi, peluang usaha, bisnis rumahan dan online shop yang telah dipaparkan di atas maka yang dimaksud dengan persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop adalah suatu tanggapan/penerimaan mahasiswa melalui panca inderanya tentang kesempatan untuk melakukan

50 33 kegiatan usaha yang dijalankan dari rumah atau seluruh kegiatannya dilakukan diluar rumah dengan memanfaatkan internet sebagai media pemasarannya Keuntungan dan Kerugian Bisnis Online shop Adapun menurut Sulianta (2012:9-10) Jika dibandingkan dengan bisnis tradisional, bisnis online memiliki kelebihan sebagai berikut: 1) Akses waktu penjualan online dapat mencapai 24 jam. 2) Jangkauan bisnis yang sangat luas bahkan sampai antar negara. 3) Efisiensi waktu. 4) Proses murah, mampu menghemat sumber daya terutama transpotasi. 5) Meningkatnya privasi, terkadang orang malu untuk membeli suatu produk tertentu, tetapi dengan bisnis online pembeli tidak akan terlihat secara langsung. Namun dibalik kelebihan itu bisnis online juga memiliki kekurangan, antara lain: 1) Keberadaan barang sulit untuk dilihat secara benar. Mencakup warna, tekstur, rasa, dan besaran berat. 2) Barang tidak dapat langsung diterima setelah pembelian. 3) Membutuhkan rangkaian proses berbelanja yang melibatkan pihak lain untuk memastikan proses transaksi berhasil (jasa kurir, penyedia jasa keuangan, dsb). 4) Hilangnya sentuhan langsung manusia. 5) Rentan terjadinya penipuan.

51 34 Menurut Serfiani (2013:18-21) pengembangan bisnis online memiliki sejumlah keuntungan yang dapat dipetik oleh pengusaha, konsumen, maupun masyarakat. Namun bisnis ini juga dapat mendatangkan kerugian, baik yang bersifat teknis maupun hukum. Keuntungan bisnis online: 1) Memungkinkan para konsumen berbelanja atau melakukan transaksi selama 24 jam di seluruh dunia. 2) Memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. 3) Menawarkan barang atau jasa dengan harga yang relatif lebih murah. 4) Barang yang dipesan dapat langsung dikirimkan ke rumah konsumen. 5) Konsumen dapat melakukan tukar menukar informasi dengan konsumen lain secara interaksi melalui komunitas tertentu. 6) Konsumen mempunyai banyak waktu untuk melihat-lihat dulu semua contoh produk yang ditawarkan beserta spesifikasi masing-masing sebelum melakukan kesepakatan untuk bertransaksi. 7) Konsumen lebih mempunyai kebebasan berbelanja di dunia maya (online) dibanding berbelanja di dunia nyata. 8) Berbelanja di dunia maya (online) bersifat pribadi sehingga lebih dijamin kerahasiaan konsumen. Kerugian bisnis online 1) Kurang terjamin keamanan dan reliabilitas sistem, termasuk keamanan dan reliabilitas standar dan protokol-protokol komunikasi. 2) Kurang memadainya infrastruktur dan bandwidth telekomunikasi. 3) Vendor memerlukan web server dan infrastruktur lain serta server jaringan.

52 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Bisnis Online shop Menurut Serfiani, dkk. hal-hal yang perlu diketahui dan dipelajari adalah: 1. Pemasaran melalui media internet Anda akan belajar teknik pemasaran melalui media internet, yang lebih banyak mendatangkan calon pembeli, orang lain berinvestasi di website (masang iklan). 2. Melakukan market riset Pelajaran untuk mengetahui dan mempelajari potensi kategori bisnis online yang akan Anda jalankan, apakah nantinya akan menguntungkan atau tidak, bisa dilihat melalui teknik market riset ini, bila terlihat kurang menguntungkan, tidak perlu dijalankan dan cari potensi kategori bisnis online lainnya. 3. Menentukan keyword market bisnis anda Dalam memasarkan produk di internet baik produk sendiri maupun produk affiliasi, Anda perlu mengetahui keyword market bisnis untuk produk yang akan Anda pasarkan, Anda harus cermat dalam menentukan keyword market bisnis,sehingga tidak cuman Banyak pendatang tapi tidak ada pembeli. 4. Mengecek tingkat persaingan dan mempelajari pesaing anda Sebagai pemain baru, Anda perlu mengetahui siapa sebenarnya pesaing Anda di internet yang sudah lebih dulu ada, apa keunggulan pesaing Anda dan bagaimana agar bisa unggul bersaing dengannya. Jadi Anda harus pintarpintar dalam mempromosikan produk Anda dan banyak-banyaklah meminta kritik dan saran pada konsumen. Dari situlah kita bisa membangun lebih baik produk yang kita pasarkan.

53 5. 36 Membuat blog gratis untuk memasarkan jasa anda Ada 2 pilihan dalam membuat blog dengan domain dan hosting sendiri maupun dengan blog gratis. 6. Memasarkan produk affiliasi Bila tidak punya produk, Anda bisa memasarkan produk affiliasi untuk menciptakan penghasilan online, Anda akan diajarkan cara pemasaran produk affiliasi ada 2 yaitu fokus untuk pemasaran 1 produk affiliasi dan satu lagi untuk pemasaran banyak produk affiliasi. 7. Membuat website komunitas Anda akan diberikan cara membuat website komunitas, dimana membuat website komunitas tujuan utamanya untuk mendapatkan penghasilan online dari sponsor iklan dan program affiliasi. 8. Internet marketing Anda harus akan belajar 2 teknik internet marketing yang powerful yaitu search engine marketing dan community marketing, dalam pemasaran melalui internet, teknik ini yang paling baik untuk mendatangkan sales Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Persepsi memegang peranan penting untuk mengetahui pendapat atau tanggapan, sikap, dan penerimaan seseorang mengenai suatu objek. Agar persepsi itu baik, maka panca indera harus sangat peka terhadap rangsangan. Makin sensitif panca indera, makin dapat orang membedakan arti dari berbagai hal. Karena pada dasarnya persepsi adalah penginderaan. Persepsi seseorang tidak timbul begitu saja, ada faktor-faktor yang mempengaruhinya yang menyebabkan

54 37 tiap orang memberikan interpretasi yang berbeda meskipun objek yang dilihat sama. Menurut Slameto (2013:104), faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi adalah harapan dan kesiapan, penerima pesan akan menentukan pesan yang akan dipilih untuk diterima, selanjutnya bagaimana pesan yang dipilih itu akan ditata dan demikian pula bagaimana pesan tersebut akan diinterpretasi. Irwanto (2002:96-97), menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu: 1. Perhatian yang selektif Dalam kehidupan manusia setiap saat akan menerima banyak sekali rangsang dari lingkungannya. Meskipun demikian ia tidak harus menang-gapi semua rangsang yang diterimanya. 2. Ciri-ciri rangsang Rangsang yang bergerak di antara rangsang yang diam akan lebih menarik perhatian. Demikian juga rangsang yang paling besar di antara rangsang yang kecil, yang kontras dengan latar belakangnya, dan intensitas rangsangannya paling kuat. 3. Nilai-nilai dan kebutuhan individu Seorang anak yang berjiwa bisnis tentu mempunyai pola dan cita rasa yang berbeda dalam pengamatannya dibanding anak yang tidak mempunyai jiwa bisnis. 4. Pengalaman terdahulu Pengalaman-pengalaman terdahulu sangat mempengaruhi bagaimana seseorang mempersepsi dunianya.

55 38 Menurut khairani (2013:63), faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup: 1. Fisiologis Informasi yang masuk melalui alat indera, selanjutnya yang diperoleh ini akan mempengaruhi dan melengkapi usaha untuk memberikan arti terhadap lingkungan sekitarnya. 2. Perhatian Individu memerlukan sejumlah energi yang dikeluarkan untuk memperhatikan atau memfokuskan pada bentuk fisik dan fasilitas mental yang ada pada suatu objek. 3. Minat Persepsi terhadap suatu objek bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi yang digerakkan untuk mempersepsi. 4. Kebutuhan yang serah Faktor ini dapat dilihat dari bagaimana kuatnya seseorang individu mencari obyek-obyek atau pesan yang dapat memberikan jawaban sesuai dengan dirinya. 5. Pengalaman dan ingatan Pengalaman dapat dikatakan tergantung pada ingatan dalam arti sejauh mana seseorang dapat mengingat kejadian-kejadian lampau untuk mengetahui suatu rangsangan dalam pengertian luas.

56 6. 39 Suasana hati Keadaan emosi mempengaruhi persepsi seseorang, mood ini menunjukkan bagaimana perasaan seseorang pada waktu yang dapat mempengaruhi bagaimana seseorang menerima,bereaksi dan mengingat. Berdasarkan penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa faktor- faktor yang mempengaruhi persepsi itu terdiri dari dua faktor, yaitu: faktor internal (dalam diri yang bersangkutan): sikap individu waktu itu, kebutuhan, kepentingan, minat, harapan dan kesiapan, serta pendidikan dan faktor eksternal (dari luar diri): sasaran dan situasi Indikator tentang Persepsi Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online shop Persepsi mempunyai sifat yang subyektif karena bergantung dari kemampuan dan keadaan dari masing-masing individu sehingga sangat dimungkinkan suatu objek atau peristiwa yang sama akan ditafsirkan berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Menurut Robbin (2003:124130), indikator-indikator persepsi ada dua macam, yaitu: 1. Penerimaan Proses penerimaan merupakan indikator terjadinya persepsi dalam tahap fisiologis, yaitu berfungsinya indera untuk menangkap rangsang dari luar. 2. Evaluasi Rangsang-rangsang dari luar yang telah ditangkap indera, kemudian dievaluasi oleh individu. Evaluasi ini sangat subjektif. Individu yang satu menilai suatu rangsang sebagai sesuatu yang sulit dan membosankan. Tetapi

57 40 individu yang lain menilai rangsang yang sama tersebut sebagai sesuatu yang bagus dan menyenangkan. Menurut Walgito (2010:54-55), persepsi memiliki indikator-indikator sebagai berikut: 1) Penyerapan terhadap rangsang atau objek dari luar individu Rangsang atau objek tersebut diserap atau diterima oleh panca indera, baik penglihatan, pendengaran, peraba, pencium, dan pencecap secara sendirisendiri maupun bersama-sama. Dari hasil penyerapan atau penerimaan oleh alat-alat indera tersebut akan mendapatkan gambaran, tanggapan, atau kesan di dalam otak. Gambaran tersebut dapat tunggal maupun jamak, tergantung objek persepsi yang diamati. Di dalam otak terkumpul gambaran-gambaran atau kesan-kesan, baik yang lama maupun yang baru saja terbentuk. Jelas tidaknya gambaran tersebut tergantung dari jelas tidaknya rangsang, normalitas alat indera dan waktu, baru saja atau sudah lama. 2) Pengertian atau pemahaman Setelah terjadi gambaran-gambaran atau kesan-kesan di dalam otak, maka gambaran tersebut diorganisir, diklasifikasi, dibandingkan, diinterpretasi, sehingga terbentuk pengertian atau pemahaman. Proses terjadinya penger-tian atau pemahaman tersebut sangat unik dan cepat. Pengertian yang terbentuk tergantung juga pada gambaran-gambaran lama yang telah dimiliki individu sebelumnya (disebut apersepsi). 3) Penilaian atau evaluasi Setelah terbentuk pengertian atau pemahaman, terjadilah penilaian dari individu. Individu membandingkan pengertian atau pemahaman yang baru

58 41 diperoleh tersebut dengan kriteria atau norma yang dimiliki individu secara subjektif. Penilaian individu berbeda-beda meskipun objeknya sama. Oleh karena itu, persepsi bersifat individual. Menurut Hamka (2002: ), indikator persepsi ada dua macam, yaitu (1) menyerap, yaitu stimulus yang berada di luar individu diserap melalui indera, masuk ke dalam otak, mendapat tempat. Di situ terjadi proses analisis, diklasifikasi dan diorganisir dengan pengalaman-pengalaman individu yang telah dimiliki sebelumnya. Karena itu penyerapan itu bersifat individual berbeda satu sama lain meskipun stimulus yang diserap sama. (2) mengerti atau memahami, yaitu indikator adanya persepsi sebagai hasil proses klasifikasi dan organisasi. Tahap ini terjadi dalam proses psikis. Dari uraian di atas tentang bisnis online shop dan persepsi maka peneliti menentukan indikator pesepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop adalah sebagai berikut: 1) Penyerapan Selektif melihat peluang bisnis rumahan berbasis online shop. Memanfaatkan informasi yang diperoleh. 2) Pemahaman Memahami seluk beluk bisnis rumahan berbasis online shop. Memahami resiko bisnis rumahan berbasis online shop. 3) Penilaian Menjadikan peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebagai kesempatan membuka bisnis. Membentuk relasi.

59 42 Menjadikan peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebagai pemenuhan kebutuhan. Mempelajari strategi dalam mendirikan bisnis rumahan berbasis online shop. 2.3 Hubungan Persepsi tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online shop dengan Minat Berwirausaha Minat seseorang tumbuh dan berkembang erat hubungannya dengan pengalaman, kemampuan, dan kebutuhan seseorang dalam dirinya. Minat bukanlah gejala jiwa yang berdiri sendiri, tetapi berinteraksi ada berhubungan dengan gejala-gejala jiwa yang lainnya seperti perhatian, motivasi, harapan, kebutuhan dan keinginan. Minat berwirausaha terbentuk dari kecenderungan hati seseorang untuk memperhatikan, menyukai menginginkan terhadap sesuatu tindakan bermanfaat terutama bagi dirinya maupun orang lain didasari oleh kebenaran dan kebaikan terkait dengan pemenuhan kebutuhan dan keinginannya dalam suatu kegiatan usaha melalui bermacam-macam cara yang antara lain pendengaran, pengalaman, penganalisaan yang mendalam tentang objek yang dilihat atau dinilai. Demikian halnya dengan hubungan persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online dengan minat berwirausaha. Menurut Slameto (2013:180), minat adalah sebagai suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri, dan semakin kuat atau dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya terhadap hal tersebut. Minat sangat dipengaruhi oleh lingkungan, dorongan orang tua, dan kebiasaan (Susanto, 2013:60). Seseorang yang memiliki

60 43 minat terhadap wirausaha harus mampu berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang (Anaroga, 2011:36). Persepsi yang baik dari setiap mahasiswa terhadap peluang bisnis rumahan berbasis online shop akan membangkitkan atau memberikan dorongan pada diri mahasiswa untuk melakukan wirausaha tersebut. Menurut Prawirokusumo (2010:19), peluang merupakan sebuah ide, agar dapat membuat kesempatan (opportunity) berpihak pada Anda. Dengan keberpihakan peluang bisnis tersebut mahasiswa menjadi semakin yakin untuk menggeluti bisnis tersebut dengan baik dan menjadikannya sebagai pilihan karir mengingat kesempatan kerja saat ini juga sulit. Dengan demikian antara persepsi yang dimiliki memiliki hubungan terhadap minat berwirausaha seseorang. (Anaroga, 2011:37) seorang wirausaha selalu bertindak kreatif, mencari dan menciptakan peluang pasar dan meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha. Pada dasarnya bisnis dimulai dari usaha sendiri atau usaha perseorangan. Lebih lanjut, Prawirokusumo (2010:13) menyatakan wirausaha yaitu mencakup siapapun yang memulai bisnis baru. Mereka memperoleh peluang dan menciptakan organisasi untuk mengejar peluang tersebut. Dengan demikian, orang yang berminat untuk berwirausaha artinya orang yang mampu memanfaatkan suatu peluang menjadi usaha yang memberikan keuntungan/pendapatan untuk dirinya. Dalam hal ini termasuk juga persepsi seseorang terhadap peluang bisnis rumahan berbasis online. Persepsi yang baik terhadap bisnir tersebut akan mendorong seseorang untuk mewujudkan peluang itu menjadi usaha yang menguntungkan.

61 44 Menurut Santoso (dalam Putra, 2014:16) minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan, serta kesediaan individu melalui ide-ide yang dimiliki untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya, tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, dapat menerima tantangan, percaya diri, kreatif, dan inovatif serta mempunyai kemampuan dan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan. Jadi bila dikaitkan dengan minat seorang mahasiswa, maka seorang mahasiswa akan menyalurkan minatnya untuk berwirausaha apabila kegiatan tersebut memberikan kepuasan dan keuntungan. Saat ini bisnis online shop sangat digemari, selain memberikan kemudahan dalam akses, bisnis ini juga menawarkan berbagai keunggulan produk dan pilihan produk sesuai selera konsumen. Dengan semakin banyaknya konsumen terhadap onlie shop maka semakin besar pula minat masyarakat terhadap bisnis tersebut. Menurut Anoraga (2013:123) pelanggan yang membeli produk secara langsung dapat mempengaruhi keputusan bisnis. Jadi semakin banyaknya masyarakat memilih berbelanja secara online maka semakin besar pula peluang untuk terjun ke dalam bisnis online shop. Adanya peluang besar yang belum terpenuhi mendorong minat berwirausaha seseorang (Prawirokusumo, 2010:39). Menurut Echdar (2013:55), setiap pengusaha dituntut untuk mampu memanfaatkan berbagai peluang bisnis yang terbuka, transparan, dan cepat. Untuk bertransaksi/proses bisnis atau melakukan aktivitas jual beli secara online. Dengan demikian, bisnis tidak hanya dilakukan secara kontak langsung tapi dapat juga dilakukan melalui transaksi tak langsung yaitu dengan memanfaatkan media online. Bisnis online salah satunya adalah online shop (toko online). Peluang ini hendaknya dimanfaatkan dengan baik.

62 45 Menurut Daryanto dan Cahyono, (2013:37), ada banyak sekali peluang bisnis jika anda tahu bagaimana dan dimana menemukannya. Namun demikian ketika peluang tersebut ditemukan, banyak orang tidak tahu bagaimana memilih yang terbaik. Menurut Anoraga (2011:14) bagi seorang pengusaha suatu usaha dimulai karena adanya suatu peluang (opportunity) bisnis dan ketertarikan pada keuntungan yang diharapkan dari suatu usaha tersebut. Para siswa/peserta didik yang memiliki peluang besar untuk ikut mengembangkan ekonomi rakyat maupun mahasiswa yang sedang mempersiap-kan diri untuk mengisi peluang kerja sebagai pekerja pada dunia usaha dan industri seharusnya memiliki jiwa dan perilaku atau karakteristik kewirausahaan (Daryanto dan Cahyono, 2013:5). Sementara Tjahjono (2008:46) menjelaskan bahwa bagi banyak orang, keputusan untuk berwirausaha merupakan prilaku dengan keterlibatan (high involvement) yang akan melibatkan beberapa faktor di antaranya yaitu faktor internal seperti kepribadian, persepsi, motivasi, dan pembelajaran (sikap) dan faktor eksternal seperti keluarga, teman, tetangga, dan lain sebagainya. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan peluang bisnis rumahan dalam hal ini khususnya berbasis online shop akan menimbulkan minat berwirausahanya. Selanjutnya minat berwirausaha tersebut akan diwujudkan dengan kegiatan atau sikap yang mengarah untuk mewujudkan bisnis tersebut. Jadi, peluang bisnis yang cakupannya cukup luas dan terbuka lebar serta bernilai ekonomi yang dilihat mahasiswa dapat memunculkan rasa ketertarikan mahasiswa untuk mewujudkannya dalam kehidupannya sebagai sumber pendapatan. Oleh sebab itu, antara peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha memiliki keterikatan atau dengan kata lain adanya

63 46 persepsi yang baik terhadap peluang bisnis online shop dapat menumbuhkan minat berwirausaha mahasiswa. 2.4 Penelitian yang Relevan Adapun penelitian yang relevan yang mendukung penelitian ini adalah penelitian Mandala Putra (2014) dengan judul hubungan tentang persepsi mahasiswa terhadap peluang usaha bimbingan belajar dengan minat berwirausaha pada mahasiswa PIPS FKIP Universitas Jambi. Adapun hasil dari penelitian tersebut adalah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi mahasiswa tentang peluang usaha bimbingan belajar dengan minat berwirausaha mahasiswa yaitu sebesar 0,697. Penelitian yang mendukung penelitian ini adalah Faridha Nurazizah dengan judul pengaruh motivasi dan peluang usaha terhadap minat berwirausaha. Penelitian ini dilakukan di SMK Purnawarman Purwakarta dengan sampel sebanyak 257 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan peluang usaha berpengaruh terhadap minat berwirausaha baik secara simultan ataupun parsial ( diakses tanggal 31 Agustus 2015). Kemudian penelitian Arifah Rahmawati dengan judul minat berwirausaha lulusan SMA/SMK/MA ditinjau dari peluang usaha dan lingkungan keluarga di Kelurahan Mlese Kecamatan Ceper Kabupaten Klaten. Hasil analisis regresi memperoleh persamaan: Y = 16,127+0,326X1+0,336X2. Terdapat pengaruh peluang usaha terhadap minat berwirausaha. Hal ini terbukti dari hasil uji t pertama memperoleh thitung > ttabel yaitu 2,412 > 1,990 dan nilai signifikansi < 0,05 yaitu 0,018 ( diakses tanggal 31 Agustus 2015).

64 Kerangka Berpikir Kemudahan yang ditawarkan layanan internet memberikan dampak positif bagi perdagangan. Berkaitan dengan transaksi bisnis, internet saat ini banyak digunakan para pemasar untuk menawarkan atau menjual produk atau jasa mereka. Manfaat yang diperoleh konsumen dengan adanya internet adalah membantu konsumen untuk mengetahui berbagai macam produk atau jasa yang ditawarkan atau dibutuhkannya. Hal inilah yang mendorong maraknya bisnis melalui internet (online trading) atau yang biasa disebut Online Shop (OS). Persepsi yang muncul pada diri seseorang terhadap objek atau stimulus yang diterimanya berbeda-beda. Begitu pula dengan persepsi mahasiswa terhadap peluang bisnis online shop. Bisnis online shop merupakan usaha yang cukup menjanjikan bagi kalangan mahasiswa. Karena modal yang diperlukan dapat diminimalisir, hanya mengandalkan kemahiran komunikasi, teknologi dan gadget, selain itu rumah yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik sehingga dapat menghasilkan pemasukan ekonomi. Dilihat dari pemasarannya, mahasiswa juga telah memiliki segmen pasar yang menjanjikan yakni kalangan akademisi dan mahasiswa sendiri sebagai konsumennya. Machasin (dalam Wibowo, 2011:79), menyatakan sudah saatnya para dosen mengubah paradigma dan mindset mereka, dari sekedar memberikan teori ranah kognitif, kearah pemberian bekal pengetahuan ilmu terapan kepada mahasiswa. dalam pandangan tersebut berarti persepsi mereka perlu diubah bahwa betapa penting wirausaha, bukan hanya teori melainkan prakteknya. Jika pola pikir pendidik telah berubah maka akan mampu mempengaruhi persepsi

65 48 mahasiswa yang selama ini hanya memandang menjadi pegawai adalah pekerjaan mulia. Saat ini gejolak ekonomi masyarakat secara mikro dan makro semakin lemah. Banyak perusahaan mengalami kebangrutan dan pemutusan kerja karyawan terjadi dimana-mana. Oleh sebab itu, mahasiswa harus jeli melihat peluang dan memanfaatkan dengan baik. Kemampuan melihat, menilai dan menginterprestasikan inilah lahir dari sudut pandang atau persepsi seseorang. Banyak berbagai pilihan usaha yang dapat dilakukan di rumah. Bagi mahasiswa yang jeli terhadap peluang bisnis tersebut tentu akan menjadikan peluang yang ada sebagai usaha pemenuhan hidupnya. Selain dapat memberikan nilai ekonomi, bisnis ini juga dapat membantu membuka lapangan kerja baru buat masyarakat. Hal ini akan memberikan manfaat satu dengan lainnya. Salah satu bisnis yang memberikan peluang usaha adalah bisnis online shop. Bisnis Online shop adalah sebuah usaha untuk memutar uang demi dengan memperoleh keuntungan melalui internet. Maka syarat utama untuk Anda yang ingin berbisnis online shop adalah koneksi internet, dan modal adalah syarat nomor sekian. Kenapa saya bilang modal adalah syarat nomor sekian? sederhana saja, dalam bisnis online kita bisa benar bekerja dengan gatis alias tanpa modal, selama kita sudah memenuhi syarat utama yang saya sebutkan tadi yaitu terkoneksi dengan internet (komputer dan koneksi internet). Selanjutnya kita tinggal bekerja saja, tanpa perlu memasukkan modal atau semacamnya. Jadi ada pengecualian dalam bisnis online, dimana kita tidak dituntut untuk melakukan pembayaran di awal, sangat berbeda jika dibandingkan dengn kerja di atau

66 49 berbisnis secara offline, dimana modal adalah utama, artinya jika tanpa modal, maka kita akan kesulitan ketika ingin berbisnis. Dengan demikian maka antara persepsi tentang peluang bisnis berbasis perumahan dengan minat berwirausaha memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Adapun kerangka berpikir dari uraian di atas dapat digambarkan sebagai berikut: Persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis Online shop (X) Minat berwirausaha (Y) Bagan 2.1 Kerangka Berfikir Persepsi yang dibangun oleh mahasiswa akan memberikan dorongan pada dirinya. Jika persepsi itu baik maka dorongan atau ketertarikan pada bisnis akan semakin tinggi. Seorang wirausaha adalah orang yang mampu memanfaatkan peluang yang tersedia. Mahasiswa yang memiliki persepsi baik dan mampu memanfaatkan peluang maka akan tergugah untuk berwirausaha. Dengan berwirausaha mereka dapat memenuhi kebutuhan dan dapat mengatur waktu kerja sendiri tanpa paksaan atau merasa ada tekanan dari atasan. 2.6 Hipotesis Berdasarkan kerangka berpikir di atas maka peneliti mengajukan hipotesis mengenai hubungan yang akan ditimbulkan antara persepsi tentang peluang bisnis berbasis perumahan dengan minat berwirausaha mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yaitu:

67 Ha 50 = Terdapat hubungan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis Online shop dengan minat berwirausaha pada mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi.

68 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Penelitian ini adalah penelitian asosiatif/hubungan yaitu penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono, 1999:11). Selanjutnya, untuk pendekatan yang dipakai adalah pendekatan secara kuantitatif. Penelitian kuantitatif diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2013:13). Dalam penelitian ini digunakan analisis korelasi yang bertujuan untuk melihat ada tidaknya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi, yaitu hubungan persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha mahasiswa prodi Pendidikan Ekomoni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 3.2 Variabel Penelitian Variabel adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya, Sugiyono (2013:60). Variabel dalam penelitian terbagi menjadi 2 variabel, yaitu variabel bebas (X) persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dan variabel terikat yaitu (Y) yaitu minat berwirausaha. 51

69 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP yang beralamat di Jln. Raya Jambi-Ma, Bulian Mendalo Darat, Km. 15 sedangkan waktu penelitian ini dilakukan dari bulan Agustus (tahap observasi), Januari (penyebaran uji coba angket), tanggal 12 s.d 26 Februari penyebaran angket penelitian (pengumpulan data penelitian). 3.4 Populasi dan Sampel Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013:117). Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah mahasiswa kelas regular mandiri dan regular Pendidikan Ekonomi Angkatan 2013 Tahun Ajaran 2015/2016 yang telah mengikuti mata kuliah Pengantar Bisnis dan Kewirausahaan yang berjumlah 85 orang mahasiswa yaitu kelas regular mandiri sebanyak 40 orang mahasiswa dan kelas regular 45 orang mahasiswa. Hal tersebut sesuai pertimbangan karena mahasiswa angkatan tersebut masih aktif dikampus dan telah mengikuti mata kuliah yang berkaitan dengan kewirausahaan. (sumber data : ketua tingkat masing-masing angkatan) Sampel Menurut Sugiyono (2013:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel,

70 53 kesimpulannya dapat diberlakukan untuk populasi. Untuk itu, sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili). Untuk menentukan jumlah sampel penulis berpedoman pada pendapat Sugiyono (2013:124) yaitu dengan teknik sampling jenuh. Sampling jenuh adalah penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil. Jadi, yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah semua populasi yaitu mahasiswa kelas regular mandiri dan regular, prodi Pendidikan Ekonomi angkatan 2013 yang telah mengikuti mata kuliah Pengantar Bisnis dan Kewirausahaan yang berjumlah 85 orang. Sampel yang terpilih selanjutnya akan diteliti secara acak kemudian diberikan penomoran. 3.5 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan dokumentasi. data Angket dilakukan digunakan dengan untuk menggunakan mengetahui angket hubungan dan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop (X) dengan minat berwirausaha (Y). Sedangkan dokumentasi diperlukan untuk mengambil nama mahasiswa yang dijadikan sampel penelitian Penyebaran Instrumen Angket yang sudah dianggap cermat untuk mengukur apa yang hendak diukur kemudian dibagikan kepada responden (mahasiswa) guna memperoleh informasi mengenai persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dan minat berwirausaha. Adapun cara penyebaran angket yakni peneliti langsung mendatangi responden ke lokasi penelitian. Sedangkan untuk pengisian angket yang telah dibagikan tersebut peneliti memberikan batas waktu pada setiap responden untuk membaca, memahami dan mengisinya.

71 Penarikan Instrumen Cara penarikan instrumen, setelah peneliti memberikan waktu yang dirasa cukup kepada responden untuk menjawab semua angket tersebut. Maka peneliti mendatangi kembali masing-masing responden dan mengumpulkan setiap angket yang telah disebarkan sebelumnya. Peneliti mengoreksi ulang setiap kolom jawaban untuk memastikan apakah sudah terisi semuanya. Bagi yang belum terisi, peneliti meminta responden untuk mengisi kembali kolom yang terlewatkan. Adapun bagi responden yang belum selesai peneliti memperbolehkan dibawa pulang dan diberi waktu satu hari untuk mengumpulkan kembali. 3.6 Instrumen Penelitian Menurut Sugiyono (2013:110) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Dalam penelitian ini alat yang digunakan pada saat penelitian adalah dengan menggunakan: Angket Dalam penelitian ini peneliti menggunakan jenis angket tertutup. Menurut Riduwan (2013:72) angket tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya dengan cara memberikan tanda checklis. Jadi angket disini adalah daftar pertanyaan yang harus diisi atau dijawab responden berdasarkan sikap pribadinya. Angket ini di gunakan untuk mengetahui hubungan peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha.

72 55 Adapun jumlah butir soal angket ini berjumlah 46 pertanyaan/pernyataan dari peluang bisnis rumahan berbasis online shop dan minat berwirausaha. Dalam penelitian ini, untuk pemberian skor peneliti menggunakan skala Likert. Adapun pemberian skor untuk tiap-tiap jawaban tersebut adalah: Tabel 3.1 Kriteria Jawaban Persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop Sangat setuju/ss Setuju/S Ragu-ragu/RR Tidak setuju/ts Sangat tidak setuju/tst Minat berwirausaha Sangat berminat Berminat Cukup berminat Tidak berminat Sangat tidak berminat Skor Dokumentasi Menurut Riduwan (2013:77), dokumentasi adalah ditujukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitian, meliputi buku-buku yang relevan atau data yang relevan penelitian. Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan untuk melihat nama dan jumlah mahasiswa prodi Pendidikan Ekonomi, jurusan PIPS angkatan 2013 Universitas Jambi yang dijadikan responden. 3.7 Uji Coba Instrumen Suatu instrumen penelitian dikatakan baik apabila instrumen tersebut memenuhi dua persyaratan penting, yaitu valid dan reliabel. Oleh karena itu, uji coba angket perlu dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas isi dari angket tersebut. Selain itu juga dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat item-item pertanyaan yang mengandung jawaban yang kurang objektif, kurang jelas ataupun membingungkan. Uji coba instrumen dilakukan pada mahasiswa

73 56 Prodi Pendidikan Ekonomi jurusan PIPS, FKIP Universitas Jambi uang berjumlah 30 orang diluar sampel penelitian Uji Validitas Instrumen Pengujian validitas data ini bertujuan untuk mengetahui kesahihan data yang kita peroleh. Menurut Sugiyono (2013:173) suatu instrumen dikatakan valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, derajat ketepatan mengukurnya benar, dan validitasnya tinggi. Selain itu, dapat mengungapkan data variabel yang diteliti secara tepat. Uji validitas dilakukan dengan cara validitas isi dan validitas konstruksi melalui pembuatan kisi-kisi instrumen berdasarkan indikator-indikator yang akan diukur. Selanjutnya, untuk memperoleh kesahihan instrumen dari segi isi maupun dari segi bahasa, maka Instrumen penelitian dikonsultasikan dan dievaluasi oleh pembimbing skripsi untuk memperoleh value judgement bahwa instrumen valid, sehingga diharapkan instrumen tersebut dinyatakan sudah mewakili apa yang sebenarnya hendak diukur. Adapun untuk mengukur validitas konstruksi pada penelitian ini menggunakan teknik validitas butir soal yaitu dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment (Arikunto, 2014:213). rxy n XY ( X )( Y ) n X X n Y Y Keterangan: rxy = Koefisien korelasi suatu butir/item n = Jumlah sampel/subyek X = Skor butir variabel X

74 Y 57 = Skor butir variabel Y Untuk mengetahui apakah angket yang digunakan valid atau tidak, maka rxy yang telah diperoleh (rhitung) dikonsultasikan dengan rtabel product moment pada α 0,05 dengan n = 30 diperoleh nilai rtabel sebesar 0,30 (Sugiyono, 2013:179). Apabila rhitung > rtabel maka angket dikatakan valid dan apabila rhitung > rtabel maka angket dikatakan tidak valid. Berdasarkan uji coba angket penelitian yang dianalisis menggunakan uji validitas product moment, dari 46 butir pertanyaan angket tersebut pada α 0,05 dengan responden sebanyak 30 orang (n = 30) diperoleh nilai r tabel sebesar 0,30. Dari 46 butir soal, yang dinyatakan valid dan dapat digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini sebanyak 42 butir. Untuk lebih jelasnya, penyebaran item soal yang valid dapat dilihat pada tabel 3.2 berikut:

75 58 Tabel 3.2 Distribusi Penyebaran Validitas Item Variabel Minat Berwirausaha Indikator Frekuensi Melakukan atau memiliki sesuatu Usaha yang dilakukan mengikuti kegiatan tentang wirausaha menyukai objek tentang wirausaha melakukan atau memiliki sesuatu tentang wirausaha mandiri/tidak bergantung pada orang lain merealisasikan keinginan berwirausaha inovatif dan kreatif 1,2, 3 Jumlah item 3 4, 5, 6 3 7, 8, 9 3 9,10*, 11, , 14*, , 17, 18, 4 No item 19 Persepsi tentang Peluang Bisnis rumahan berbasis online shop Penyerapan terhadap rangsangan Pemahaman Penilaian atau evaluasi Jumlah berorientasi pada masa depan selektif melihat peluang bisnis rumahan berbasis online shop memanfaatkan informasi yang diperoleh memahami seluk-beluk usaha bisnis rumahan berbasis online shop memahami resiko bisnis rumahan berbasis online shop menjadikan peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebagai kesempatan membuka usaha membentuk relasi menjadikan peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebagai pemenuhan kebutuhan mempelajari strategi dalam mendirikan bisnis rumahan berbasis online shop 20, 21, 22, 23 1,2,3 4 4, 5, 6 3 7, 8, 9, 10* 3 11, 12, , 15*, , 18, , , Berdasarkan tabel di atas, sesuai dengan petunjuk Pembimbing Skripsi, untuk item yang tidak valid tidak digunakan (dibuang) karena masing-masing

76 59 deskriptor telah terwakili oleh butir soal yang valid. Selanjutnya, untuk penomorannya direvisi kembali (diurutkan kembali sesuai dengan jumlah item yang valid) Uji Reliabilitas Instrumen Uji reliabilitas ini bertujuan untuk mengetahui data yang sah tersebut terus menerus atau ada kejanggalan (ada yang tidah sah) sehingga tidak bisa dikatakan data tersebut reliabel, pengujian ini harus ada, untuk meyakinkan bahwa data tersebut layak digunakan. Menurut Arikunto (2014:239) reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas angket dapat diuji dengan menggunakan Cronbach Alpha dengan rumus sebagai berikut: 2 k b 1 2 k 1 Keterangan: = Reliabilitas instrumen k = Jumlah butir pernyataan b 2 = Jumlah varian butir 2 = Varian total Selanjutnya reliabilitas dikonsultasikan dengan nilai rtabel pada taraf signifikan α 0,05 dengan n = 30 diperoleh rtabel sebesar 0,30 (Sugiyono, 2013:179). Apabila rhitung > rtabel maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan dalam penelitian.

77 60 Berdasarkan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha diperoleh koefisien reliabilitas untuk angket persepsi peluang bisnis rumahan berbasis online shop sebesar 0, dan angket minat berwirausaha sebesar 0, > 0,30. Pada α 0,05 dengan n = 30 diperoleh rtabel sebesar 0,30. Karena koefisien reliabilitas tersebut lebih besar dari nilai rtabel, maka dapat dinyatakan bahwa angket tersebut reliabel dan dapat digunakan untuk pengambilan data penelitian. 3.8 Teknik Analisis Data Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui nilai kecenderungan data hasil penelitian yaitu dengan menguraikan atau menjabarkan datadata variabel penelitian seperti: mean, median, range dan standar deviasi. Untuk statistik deskriptif masing-masing variabel diukur nilai pemusatanya dengan langkah: 1) Mencari nilai Skor Maksimal ideal, Skor Minimal Ideal, Mean Ideal (Mi) dan Standar Deviasi Ideal (SDi). 2) Mencari rata-rata ideal (Mi) adalah ½ (Skor maksimal ideal + skor minimal ideal) 3) Mencari Standar Deviasi Ideal digunakan rumus 1/6 (skor maksimal ideal skor minimal ideal). 4) Selanjutnya, nilai standar deviasi ideal (SDi) dan rata-rata/mean ideal (Mi) dikonversikan ke dalam 5 (lima) kategori nilai kecenderungan dengan kriteria sebagai berikut:

78 61 Mi + 1,5 SDi Mi + 3,0 SDi = Sangat Tinggi Mi + 0,5 SDi Mi + 1,5 SDi = Tinggi Mi 0,5 SDi Mi + 0,5 SDi = Sedang Mi 1,5 SDi Mi 0,5 SDi = Rendah Mi 3,0 SDi Mi 1,5 SDi = Sangat Rendah (Sudijono, 2013:329) Uji Prasyarat Analisis Uji Normalitas Uji Normalitas ini bertujuan untuk mengetahui data yang terus menerus sahihnya itu normal atau tidak, data yang normal selanjutnya bisa dianalisis dengan metode Product moment person, atau metode rank spearman. Untuk melakukan uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan kolmogorov Smirnov atau Shapiro wilk yakni dengan melihat nilai probabilitas atau sig. (ketentuan sig. > 0,05 berdistribusi normal (simetris) atau dengan penyebaran data (titik) pada sumbu diagonal dari grafik. Apabila distribusi normal maka akan membentuk satu garis lurus diagonal dan plotting data akan dibandingkan dengan garis diagonal (Santoso, 2008). Dalam penelitian uji normalitas dilakukan dengan bantuan program SPSS 16 dan data dinyatakan berdistribusi normal (dapat dilihat pada bab IV dan lampiran hasil SPSS) Uji Homogenitas Uji homogenitas varian bertujuan untuk melihat apakah kedua data yang diuji tersebut homogen, dengan membandingkan kedua varian. Dalam penelitian ini uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan rumus chi kuadrat. Rumus ini digunakan karena data yang diteliti dalam bentuk frekuensi bukan dalam bentuk angka rasio atau skala. Data frekuensi merupakan hasil dari peng-

79 62 klasifikasian data yang berbentuk nominal ( yang diakses tanggal 22 Februari 2016). Adapun rumusnya sebagai berikut: ( ) Keterangan: = Koefisien Chi-Kuadrat = Frekuensi yang ada (frekuensi observasi / frekuensi sesuai dengan keadaan) = Frekuensi Harapan Fo-Fh = Selisih data Fh Dengan ketentuan pada α = 0,05 maka data dikatakan homogen < (varian sama). Selain itu dapat juga dengan melihat nilai Asymp signifikansi > 0,05. Dari hasil penelitian maka data penelitian ini adalah homogen Uji Hipotesis Untuk menjawab permasalahan yang pertama dan kedua yaitu mencari hubungan antara dan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop (X) dengan minat berwirausaha (Y) digunakan rumus-rumus korelasi Product Moment sebagai berikut: rxy n XY ( X )( Y ) n X 2 X 2 n Y 2 Y 2 Untuk mengetahui signifikasi koefisien korelasi dihitung dengan menggunakan uji t yang rumusnya sebagai berikut:

80 63 Nilai t hitung tersebut kemudian dibandingkan dengan nilai t tabel. Untuk memberi interprestasi terhadap kuatnya hubungan antar variabel yang diteliti, maka dapat digunakan tabel interprestasi berikut: Tabel 3.3 Pedoman Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat (Sugiyono,2013:231) Apabila nilai r = -1 artinya korelasi negatif sempurna; r = 0 artinya tidak ada korelasi; dan r = 1 berarti korelasinya sangat kuat. Untuk membantu proses pengolahan data secara cepat dan tepat maka pengolahan datanya dilakukan melalui program SPSS (Statistical Product and Service Solution). Melalui program SPSS kegiatan pengolahan data dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus melibatkan pemakai dalam persoalan rumusrumus statistika yang cukup rumit, karena rumus statistik di atas tidak akan terlihat secara langsung. Program SPSS yang dipakai dalam pengolahan atau analisis data ini adalah program SPSS for windows release Pengambilan keputusan penerimaan dan penolakan hipotesis dapat juga dilakukan dengan berdasarkan angka probabilitas, yaitu: jika probabilitas < 0,05 maka Ho ditolak dan jika probabilitas > 0,05 maka Ho diterima (Santoso, 2008:357).

81 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan minat berwirausaha. 4.1 Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Jambi dengan responden mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi angkatan 2013 yang beralamat di Jln. Raya Jambi-Ma, Bulian Mendalo Darat, Km. 15 dengan mengambil subjek penelitiannya yaitu mahasiswa kelas regular mandiri dan reguler, jurusan Pendidikan Ekonomi Tahun Ajaran 2015/2016 yang telah mengikuti mata kuliah Pengantar Bisnis dan Kewirausahaan yang berjumlah 85 orang. Dalam penelitian ini jenis sampel yang digunakan adalah sampling jenuh yakni teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 100 orang, atau penelitian yang membuat generalisasi dengan kesalahan sangat kecil Hasil Analisis Deskriptif Persepsi Mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop (X) Berdasarkan hasil analisis dari jawaban responden, untuk variabel persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis Online Shop (X) diperoleh skor minimum dan maksimum yang dicapai dari variable ini. Skor minimum 34, skor maksimum 102. Hasil perhitungan distribusi skor tersebut menghasilkan skor 64

82 65 rata-rata (mean) sebesar 73,69, dan simpangan baku sebesar 14,259. Hal ini dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini. Tabel 4.1 Descriptive Statistics Persepsi Peluang Bisnis rumahan berbasis online shop N Persepsi Peluang Bisnis Online Shop Valid N (listwise) Range Min 34 Max 102 Sum 6264 Mean Std. Deviation Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kecenderungan skor peluang bisnis rumahan berbasis online shop dilakukan langkah sebagai berikut: Mean ideal (Mi) = ½ (Skor maksimal ideal + skor minimal ideal) sehingga diperoleh Mi = ½ ( ) = 63, sedangkan SDi = 1/6 (skor maks ideal skor min ideal) = 1/6 (105-21) = 14, kemudian nilai SDi dan Mi dikonversikan ke dalam tabel kecenderungan dengan 5 (lima) kategori sebagai berikut: Mi + 1,5 SDi Mi + 3,0 SDi ,5 (14) ,0 (14) Sangat baik Mi + 0,5 SDi Mi + 1,5 SDi ,5 (14) ,5 (14) 70 < Baik Mi 0,5 SDi Mi + 0,5 SDi 63 0,5 (14) ,5 (14) 56 < Sedang Mi 1,5 SDi Mi 0,5 SDi 63 1,5 (14) 63 0,5 (14) 42 < Buruk Mi 3,0 SDi Mi 1,5 SDi 63 3,0 (14) 63 1,5 (14) 21 < Buruk sekali

83 66 Dari perhitungan di atas maka dapat disusun tabel persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dengan lima kategori. Tabel tersebut adalah: Tabel 4.2 Distribusi Data Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop (X) No Interval Kriteria Kriteria Frekuensi < < < < Sangat baik Baik Sedang Buruk Sangat buruk Jumlah Persentase (%) Tabel 4.2 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dalam kategori baik yaitu sebanyak 34 orang (40%), selebihnya yaitu 21 orang (25%) memiliki persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop dalam kategori sangat baik, 20 orang (24%) memiliki persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop sedang, 9 orang (11%) memiliki persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop buruk dan 1 orang (1%) dalam kategori memiliki persepsi tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop sangat buruk tentang peluang bisnis online shop. Lebih lanjut persepsi mahasiswa tersebut digambarkan dalam histogram sebagai berikut:

84 67 Gambar 4.1 Diagram Persepsi Mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan berbasis Online Shop Berdasarkan nilai rata-rata (mean) diketahui nilai rata-rata variabel persepsi terhadap peluang bisnis online shop pada interval 70 < 84 yang berarti persepsi tersebut dalam kategori baik Hasil Analisis Tabel Teoritik Quisioner Persepsi Mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop (X) Berdasarkan perolehan data dari angket persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop pada mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi yang berjumlah 85 orang, maka diperoleh nilai rata-rata (mean) dari angket tersebut sebesar 73,69.

85 68 Dari jumlah butir angket yang disebar sebanyak 21 pernyataan dengan menggunakan skala likert dan alternatif jawaban berjumlah 5 yaitu: Sangat setuju (SS), Setuju (S), Ragu-ragu (R), Tidak setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Analisis tabel teoritik quisioner ini digunakan untuk menganalisis seberapa baik angket yang dipakai, yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut: Tabel 4.3 Teoritik Quisioner Persespsi Mahasiswa tentang Peluang Bisnis Rumahan Berbasis Online Shop Berdasarkan pada tabel 4.3 di atas maka nilai patokannya adalah nilai tengah yaitu 63. Jika nilai rata-rata (mean) mengarah sebelah kanan dari nilai patokan 63 tersebut berarti angket tersebut termasuk baik, sebaliknya mengarah kekiri dari nilai patokan 63 berarti angket yang dipakai kurang baik. Berdasarkan tabel diperoleh nilai rata-rata (mean) sebesar 73,69 maka nilai rata-rata (mean) tersebut menunjukkan bahwa angket mengarah kekanan dari nilai patokan, ini berarti angket persepsi mahasiswa tentang peluang bisnis rumahan berbasis online shop tersebut termasuk baik.

86 Hasil Analisis Deskriptif Minat Berwirausaha (Y) Minat berwirausaha mahasiswa dalam penelitian ini dilihat dari jawaban angket yang diberikan kepada 85 orang responden. Angket tersebut diukur dengan indikator yakni dilihat dari aspek frekuensi mahasiswa menyenangi wirausaha, memiliki atau menyukai sesuatu tentang wirausaha, dan memiliki usaha untuk mewujudkan minat tersebut (usaha yang dilakukan). Berdasarkan hasil analisis dari jawaban responden, diperoleh skor minimum 46 dan maksimum 98 yang dicapai dari variabel tersebut. Distribusi skor tersebut menghasilkan skor rata-rata sebesar 65,64, dan simpangan baku sebesar Untuk lebih jelasnya dijabarkan pada tabel berikut: Tabel 4.4 Descriptive Statistics Minat Berwirausaha (Y) N Range Minat Berwirausaha 85 Valid N (listwise) Min 46 Max 98 Mean Std. Deviation Selanjutnya untuk mengetahui tingkat kecenderungan skor minat berwirausaha dilakukan dengan langkah sebagai berikut: Mean ideal (Mi) = ½ (Skor maksimal ideal + skor minimal ideal) sehingga diperoleh Mi = ½ ( ) = 63, sedangkan SDi = 1/6 (skor maks ideal skor min ideal) = 1/6 (105-21) = 14, kemudian nilai SDi dan Mi dikonversikan ke dalam tabel kecenderungan dengan 5 (lima) kategori sebagai berikut: Mi + 1,5 SDi Mi + 3,0 SDi ,5 (14) ,0 (14) Sangat tinggi

87 70 Mi + 0,5 SDi Mi + 1,5 SDi ,5 (14) ,5 (14) 70 < Tinggi Mi 0,5 SDi Mi + 0,5 SDi 63 0,5 (14) ,5 (14) 56 < Cukup tinggi Mi 1,5 SDi Mi 0,5 SDi 63 1,5 (14) 63 0,5 (14) 42 < Rendah Mi 3,0 SDi Mi 1,5 SDi 63 3,0 (14) 63 1,5 (14) 21 < Sangat rendah Dari perhitungan di atas maka dapat disusun tabel minat berwirausaha dengan lima kategori. Tabel tersebut adalah: Tabel 4.5 Distribusi Data Minat Berwirausaha (Y) No Interval Kriteria < < < < Kriteria Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi Rendah Sangat rendah Jumlah Frekuensi Persentase (%) Tabel 4.5 di atas menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki minat berwirausaha termasuk dalam kategori cukup tinggi yaitu sebanyak 38 orang (45%), selebihnya yaitu 20 orang (24%) memiliki minat berwirausaha dalam kategori rendah, 19 orang (22%) memiliki minat berwirausaha tinggi, 8 orang (9%) memiliki minat berwirausaha sangat tinggi. Lebih jelasnya gambaran

88 71 tentang semangat kerja karyawan digambarkan dalam diagram batang sebagai berikut: Gambar 4.2 Diagram Minat Berwirausaha (Y) Berdasarkan nilai rata-rata (mean) diketahui nilai rata-rata variabel minat berwirausaha sebesar 65,64 pada interval 56 < 70 yang berarti persepsi tersebut dalam kategori cukup tinggi Hasil Analisis Tabel Teoritik Quisioner Minat Berwirausaha (Y) Berdasarkan perolehan data dari angket minat wirausaha pada mahasiswa angkatan 2013 Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Jambi yang berjumlah 85 orang, maka diperoleh nilai rata-rata (mean) dari angket tersebut sebesar 65,64 dan jumlah butir angket yang disebar adalah 21 pernyataan dengan