TELAAH INDUKSI ACTH TERHADAP KONSENTRASI KORTIKOSTERON DALAM DARAH DAN FESES PADA TIKUS JANTAN SPRAGUE-DAWLEY HARRY SISWANTO

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "TELAAH INDUKSI ACTH TERHADAP KONSENTRASI KORTIKOSTERON DALAM DARAH DAN FESES PADA TIKUS JANTAN SPRAGUE-DAWLEY HARRY SISWANTO"

Transkripsi

1 TELAAH INDUKSI ACTH TERHADAP KONSENTRASI KORTIKOSTERON DALAM DARAH DAN FESES PADA TIKUS JANTAN SPRAGUE-DAWLEY HARRY SISWANTO POGRAM STUDI BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007

2 TELAAH INDUKSI ACTH TERHADAP KONSENTRASI KORTIKOSTERON DALAM DARAH DAN FESES PADA TIKUS JANTAN SPRAGUE-DAWLEY HARRY SISWANTO Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Sains pada Program Studi Biokimia POGRAM STUDI BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2007

3 TIME-PROFILE INVESTIGATION OF CORTICOSTERONE RELEASE IN BLOOD AND FAECES AFTER EXOGENUS ADMINISTRATION OF ACTH IN MALE SPRAGUE-DAWLEY RATS HARRY SISWANTO Skripsi As a partial fullfillment of the requirement for the degree of Bachelor Science in Study Program of Biochemistry STUDY PROGRAM OF BIOCHEMISTRY FACULTY OF MATHEMATIC AND NATURAL SCIENCE BOGOR AGRICULTURAL UNIVERSITY BOGOR 2007

4 ABSTRAK HARRY SISWANTO. Telaah Induksi ACTH Terhadap Konsentrasi Kortikosteron Dalam Darah dan Feses pada Tikus Jantan Sprague-Dawley. Dibimbing oleh SULISTIYANI dan IRMA SUPARTO. Telaah kenaikan konsentrasi kortikosteron dalam darah dan feses per satuan waktu setelah induksi ACTH penting untuk mengembangkan penggunaan kortikosteron sebagai indikator stres. Dalam hal ini, pengambilan darah secara manual menjadi kendala karena mengakibatkan skresi kortikosteron sehingga menyulitkan penentuan kondisi normal kortikosteron. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kortikosteron dalam darah dan feses setelah induksi ACTH. Tikus jantan Sprague-Dawley dibagi menjadi empat kelompok, yaitu satu kelompok kontrol (tanpa injeksi) dan tiga kelompok yang masing-masing diinjeksi secara intravena oleh BSA 5 mg/kg, ACTH 10 µg/kg, dan ACTH 100 µg/kg. Pengambilan darah dilakukan secara otomatis menggunakan Accusampler, sehingga konsentrasi kortikosteron pada keadaan normal dapat diketahui. Kenaikan konsentrasi kortikosteron dalam darah setelah diinduksi oleh ACTH 10 µg/kg dan ACTH 100 µg/kg terjadi hanya dalam waktu tiga menit. Induksi ACTH dengan konsentrasi berbeda tidak mempengaruhi konsentrasi maksimal kortikosteron, tetapi mempengaruhi durasi sekresi kortikosteron darah. Konsentrasi maksimal kortikosteron dalam darah berada pada interval ng/ml. Ekskresi kortikosteron melalui feses terjadi dalam rentang waktu 4-12 jam. Hanya 20% dari jumlah kortikosteron darah yang diekskresikan melalui feses sehingga penggunaan feses sebagai indikator stres memiliki sensitifitas yang rendah.

5 ABSTRACT HARRY SISWANTO. Time-Profile Investigation of Corticosterone Release in Blood and Faeces After Exogenus Administration of ACTH in Male Sprague- Dawley Rats. Under the direction of SULISTIYANI and IRMA SUPARTO. The investigation of the time-profile from corticosterone levels increase in rats have not been reported so far, whereas it is essential in order to use corticosterone as a stress marker. Manual blood sampling however, results in corticosterone secretion which will effect normal corticosterone concentration determination. The aim of the present study is to investigate the time-profile of corticosterone level increases in serum and feces after exogenous administration of ACTH. Male Sprague-Dawley rats were randomly divided into four treatment groups. One group was for control (no injection), three group were injected each with BSA 5 mg/kg, ACTH 10 µg/kg, and ACTH 100 µg/kg. The present study used Accusampler as an automated blood sampler. After exogenous administration of ACTH, there was a rapid corticosterone increase in serum within three minutes. After both 10 and 100 µg/kg ACTH injection, it was found that the maximum level of corticosterone increase in blood was almost similar, which about ng/ml. The difference was shown in the duration. Only 20% blood corticosterone were excreted in feces. The fecal corticosterone increase induced by ACTH could be observed 4-12 hours.

6 Judul : Telaah Induksi ACTH Terhadap Konsentrasi Kortikosteron Dalam Darah dan Feses pada Tikus Jantan Sprague-Dawley Nama : Harry Siswanto NIM : G Disetujui drh. Sulistiyani, M.Sc, Ph.D Ketua Dr. dr. Irma Suparto, M.S. Anggota Diketahui Dr. drh. Hasim, DEA Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tanggal lulus:

7 PRAKATA Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena hanya oleh berkat kebaikan dan kemurahan-nya penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Tema yang dipilih dalam penelitian ini adalah Telaah Induksi ACTH Terhadap Konsentrasi Kortikosteron Dalam Darah dan Feses pada Tikus Jantan Sprague-Dawley. Karya ilmiah ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan sejak bulan April sampai Agustus 2007 di Laboratorium Division of Comparative Medicine, Department of Neuroscience, Uppsala University, Uppsala, Swedia. Penulis mengucapkan terimakasih kepada drh. Sulistiyani, M.Sc., Ph.D, dan Dr. dr. Irma Suparto, M.S. selaku komisi pembimbing atas segala ilmu dan bimbingan yang diberikan kepada penulis, serta kepada Klas Abelson, Ph.D. selaku pengawas atas bantuan dan bimbingan yang telah diberikan selama penulis berada di laboratorium. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga di rumah serta seluruh teman Biokimia 40 atas perhatian dan dukungan yang telah diberikan. Akhir kata penulis sangat menyadari bahwa karya ilmiah ini masih memiliki kekurangan, karena itu dengan rendah hati penulis mengharapkan kritik dan masukan agar hasil dari penelitian ini nantinya dapat berguna bagi siapa saja yang membutuhkan. Semoga karya ilmiah ini bermanfaat untuk kemajuan di bidang ilmu pengetahuan. Bogor, November 2007 Harry Siswanto

8 RIWAYAT HIDUP Penulis lahir dan dibesarkan di Jakarta pada tanggal 14 November 1984 dari pasangan Hariwanli Suparta dan Lindawati Simons. Tahun 2003 penulis lulus dari SMU Negeri 78, Jakarta. Pada tahun yang sama, penulis lulus seleksi masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) pada Program Studi Biokimia, yang pada waktu itu masih tergabung dengan Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah menjadi asisten praktikum Fisika Dasar pada tahun akademik 2005/2006. Penulis juga pernah melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Laboratorium Bioteknologi, Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRPPBKP), Jakarta selama periode Juli sampai Agustus Selain itu penulis pernah aktif di beberapa organisasi kemahasiswaan, antara lain Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK) dan Community of Research and Education in Biochemistry (CREB s) pada periode kepengurusan 2005/2006. Selama periode April 2007, penulis menjadi peserta kuliah Federation of European Laboratory Animal Science Association (FELASA Course) kategori C di Biomedical Center (BMC), Uppsala University, Uppsala, Swedia.

9 DAFTAR ISI Halaman DAFTAR GAMBAR... x DAFTAR LAMPIRAN... x PENDAHULUAN... 1 TINJAUAN PUSTAKA Hormon Adrenokortikotropika (ACTH)... 2 Kortikosteron... 2 Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA)... 3 Accusampler... 4 BAHAN DAN METODE Bahan dan Alat... 5 Metode... 5 HASIL DAN PEMBAHASAN Sampel Darah... 7 Sampel Feses... 8 SIMPULAN... 8 DAFTAR PUSTAKA... 8 LAMPIRAN... 11

10 CONTENTS Page FIGURE LIST... x APPENDIX LIST... x INTRODUCTION... 1 LITERATURE REVIEW Adrenocorticotropic Hormone (ACTH)... 2 Corticosterone... 2 Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA)... 3 Accusampler... 4 MATERIAL AND METHOD Material and Instrument... 5 Research Design and Method... 5 RESULT AND DISCUSSION Blood Samples... 7 Faecal Samples... 8 CONCLUSSION... 8 REFERENCES... 8 APPENDIXES... 11