BAB I PENDAHULUAN. penelitian ini, rap adalah satu elemen dari musik hip-hop yang mempunyai teknik

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB I PENDAHULUAN. penelitian ini, rap adalah satu elemen dari musik hip-hop yang mempunyai teknik"

Transkripsi

1 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dalam KBBI rap didefiniskan sebagai makna percakapan tunggal atau monolog yang dilakukan secara berirama dengan diiringi musik. Dalam konteks penelitian ini, rap adalah satu elemen dari musik hip-hop yang mempunyai teknik vokal melafalkan kata-kata dengan tempo yang cepat. Musik rap pertama kali diinisiasi oleh bangsa Afro-Amerika di New York. Awalnya, isi dari lagu-lagu rap merupakan aspirasi masyarakat Afro-Amerika yang tinggal di New York tentang pandangan mereka akan hidup dan rasa benci mereka terhadap pemerintah pada saat itu. Sejak saat itu, musik rap dianggap sebagai musik masyarakat kulit hitam (Keyes, 2004:17). Kesuksesan besar musik rap dunia dimulai dengan munculnya lagu Rapper s Delight milik Sugarhill Gang pada tahun 1979 dan The Message milik Grandmaster Flash pada tahun Kepopuleran lagu tersebut juga terdengar di Prancis melalui siaran radio dan televisi. Akan tetapi, jauh sebelum itu pada tahun 1976, sejarah musik rap di Prancis sesungguhnya sudah dimulai. Seorang DJ bernama Sydney yang bekerja di sebuah diskotik bernama Emeraude Club di utara kota Paris gemar memutarkan musik bernada funk and soul di antara musik disko. Secara perlahan musik rap pun mulai diterima sebagai sesuatu hal yang baru. Perkembangan musik rap juga diiringi dengan munculnya budaya break-dance. Tahun 1981, break-dance mulai diminati oleh kalangan muda di Paris dan 1

2 2 sekitarnya. Trocadéro menjadi pusat di mana budaya break-dance berkembang pesat. Akhirnya pada tahun 1984 musik rap mulai dikenal secara luas di Prancis lewat acara HipHop di saluran televisi TF1 yang dibawakan oleh Sidney, seorang penyiar radio di stasiun Radio France. Acara tersebut kemudian menjadi tempat bertemunya penikmat musik rap. Tahun 1990 dianggap sebagai masa puncak kejayaan musik rap di Prancis. Hal itu ditandai oleh rapper Lionel D yang meluncurkan album debutnya yang dinaungi oleh label besar Prancis (Martinez, 2008:65). Sexion d Assaut adalah sebuah grup musik beraliran rap hip-hop asal Prancis yang dibentuk pada tahun Dalam situs resmi Wati-B 1 dijelaskan bahwa grup ini beranggotakan delapan orang. Mereka adalah Maître Gims, Black Mesrimes, JR O Chrome, Lefa, Maska, Doumams, L.I.O Petrodollars, dan Barack Adama. Selain delapan orang anggota tetap, Sexion d Assaut juga memiliki anggota tidak tetap. Mereka adalah Jiba-Jiba sebagai manajer, Dawala sebagai produser atau lebih dikenal dengan nama Wati-Boss, Dj Hcue alias Sauveur des Tropiques sebagai DJ, dan Wisla sebagai beatmaker. Semua anggota tetap Sexion d Assaut merupakan warga negara Prancis dengan garis keturunan imigran Afrika, kecuali Maska. Maska merupakan satu-satunya anggota berkulit putih di grup Sexion d Assaut. Anggota Sexion d Assaut rata-rata berumur 30 tahun. Anggota tertua adalah Doumams yang berusia 32 tahun dan anggota termuda adalah Maître Gims yang berusia 29 tahun. Sexion d Assaut mengeluarkan album pertama mereka pada tahun Pada tahun 2010, album berjudul L École des points vitaux 1 Perusahaan rekaman yang menaungi Sexion d Assaut

3 3 berhasil meraih penghargaan emas hanya dalam waktu tiga minggu setelah album tersebut rilis. Sejak saat itu, Sexion d Assaut lebih dikenal di dunia industri musik Prancis. Dalam menulis lagu-lagunya, Sexion d Assaut sering menggunakan kosa kata argotik dan terkadang kosa kata yang tidak dapat diketahui maknanya oleh masyarakat umum. Bahasa argotik atau dalam bahasa Prancis disebut argot dalam kamus Larousse didefinisikan sebagai: Ensemble des mots particulières qu adopte un groupe social vivant replié sur luimême et qui veut se distinguer et/ou se protéger du reste de la société (certains corps de métiers, grandes écoles, prisons, monde de la pègre, etc.). Kumpulan beberapa kata yang digunakan sebuah kelompok untuk diri mereka sendiri dan untuk menyembunyikan diri dan atau melindungi diri dari orang lain di luar kelompok mereka (beberapa profesi, sekolah tinggi, penjara, dan masyarakat kelas bawah, dan lain-lain.). Argot terdiri dari kosa kata baru atau kosa kata yang telah ada sebelumnya namun dirubah bentuknya sehingga muncul makna baru. Argot pertama kali dikenal sebagai bahasa rahasia yang digunakan oleh para pencuri di Paris agar para polisi tidak mengetahui percakapan dan rencana kejahatan mereka. Dalam perkembangannya, argot tidak hanya digunakan oleh kalangan pencuri atau kelompok yang bersifat negatif, tetapi juga digunakan oleh komunitas untuk menunjukkan identitas kelompok dan sosial mereka (Dubois dkk., 2002:48). Alasan yang sama melatarbelakangi Sexion d Assaut untuk menggunakan argot dalam penulisan lagu-lagunya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Sexion d Assaut beranggotakan orang Prancis bergaris keturunan imigran. Dalam hal ini, identititas sosial yang ingin ditunjukkan oleh Sexion d Assaut adalah mereka sebagai warga

4 4 negara Prancis keturunan imigran. Dalam konteks penelitian ini, argot yang akan dibahas adalah argot yang digunakan oleh komunitas yang dalam hal ini adalah grup musik Sexion d Assaut yang sudah berkembang penggunaannya dan bukan argot yang sifatnya rahasia dan negatif. Di dalam lirik lagu-lagu Sexion d Assaut, satu dari sekian bentuk argot yang dipakai adalah verlan atau dalam bahasa Indonesia disebut bahasa balik. Verlan merupakan kosa kata yang dibentuk dengan cara dibalik secara penulisan maupun secara pelafalan. Contoh yang sudah umum dan sering digunakan oleh masyarakat Prancis adalah kata femme wanita yang dalam verlan telah berubah menjadi meuf. Pembentukannya bisa digambarkan sebagai berikut: femme dibaca [fam] secara penulisan menjadi fem dibalik sehingga menjadi mef secara pelafalan dibaca [mœf] sehingga secara penulisan terbentuk kata meuf. Kata tersebut juga memiliki makna baru. Anak muda di Prancis sekarang ini lebih sering menggunakan kata meuf untuk menyebut petite amie yang dalam bahasa Indonesia adalah pacar perempuan. Istilah petite amie perlahan sudah mulai tidak digunakan di antara mereka. Selain bahasa argotik, dalam lirik lagu rap sering ditemukan kosa kata yang tidak dapat diketahui maknanya oleh masyarakat awam. Kosa kata tersebut bersifat khusus dan hanya dapat dipahami oleh kalangan mereka sendiri. Hal tersebut merupakan suatu hal yang normal karena pada dasarnya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu cenderung merupakan bahasa percakapan atau bahasa yang akrab digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya bisa dilihat sebagai berikut:

5 5 (1) Trois skeud dans les bacs et ça pue l flop (Ça chouchote Sexion d Assaut) Tiga CD di toko dan berbau kegagalan Dalam contoh (1) di atas, terdapat beberapa kata argotik. Yang pertama adalah kata skeud. Jika dilihat sekilas, kata skeud terlihat sebagai suatu kata yang tidak bermakna. Namun, setelah diperhatikan lebih lanjut, dapat diketahui bahwa kata skeud merupakan verlan dari kata disque CD. Pembentukannya bisa digambarkan sebagai berikut: disque diskeu dibalik sehingga menjadi skeudi huruf i hilang sehingga menjadi skeud. Kata lain di kalimat di atas yang juga merupakan kata argotik adalah kata bacs. Kata les yang berada sebelum kata bacs merupakan article défini yang menunjukkan bahwa sifat kata tersebut adalah nom kata benda. Kata bacs mempunyai racine akar kata bac yang mendapat akhiran s untuk menunjukkan bahwa kata benda tersebut bersifat pluriel jamak. Kata bac sendiri berasal dari kata tabac. Bac merupakan bentuk argot berupa aphérèses yaitu kata yang mengalami pemotongan pada suku kata di awal. Pembentukannya bisa digambarkan sebagai berikut: tabac ta- bac- mengalami aphérèses pemotongan suku kata di awal sehingga ta- hilang dan hanya tersisa bac- bac. Dalam bahasa Indonesia, tabac mempunyai arti tembakau. Dalam penggunaannya, makna kata tabac mengalami perluasan makna. Kata tabac tidak hanya digunakan untuk menyebut tembakau tetapi juga dipakai untuk menyebut kios yang menjual tembakau. Seiring perkembangan, tabac di Prancis tidak hanya menjual tembakau atau rokok tetapi juga barang-barang lain seperti perangko, kartu pos, souvenir dan lain-lain.

6 6 Kata terakhir yang merupakan kata argotik dalam contoh (1) adalah kata flop. Huruf l yang awalnya mempunyai bentuk le yang berada sebelum kata flop adalah article défini untuk menunjukkan bahwa kata tersebut merupakan nom masculinsingulier kata benda laki-laki tunggal. Kata le yang kemudian menjadi l dan diikuti oleh tanda apostrof ( ) merupakan sebuah penyimpangan penulisan yang biasa terjadi dalam lirik lagu dengan alasan estetika karena penghilangan huruf e dalam le yang diikuti oleh tanda apostrof biasanya dilakukan hanya jika kata berikutnya diawali oleh huruf vokal. Dalam Dictionnaire du français argotique et populaire Larousse, kata flop mempunyai makna échec atau dalam bahasa Indonesia kegagalan. Kata flop merupakan kata pinjaman dari bahasa Inggris dengan ejaan dan makna yang sama. Kata ini biasanya digunakan untuk menyebutkan kegagalan dalam film, buku, ataupun musik. (2) Mais j'ai pas les loves(j ai pas les loves Sexion d Assaut) Tapi aku tidak punya pacar Dalam contoh (2), terdapat kata loves yang merupakan kata pinjaman dari bahasa Inggris. Sebelum kata loves terdapat kata les. Kata les merupakan articledéfini yang menunjukkan bahwa kata selanjutnya merupakan nom kata benda dengan sifat pluriel jamak. Kata loves dalam bahasa Prancis sepadan dengan kata amour yang dalam bahasa Indonesia dapat diterjemahkan dengan kata cinta. Dalam konteks lagu tersebut, kata loves telah mengalami pergeseran makna menjadi kata yang dalam bahasa Indonesia bermakna pacar atau kekasih. Dua contoh di atas merupakan sedikit gambaran bahasa argotik yang digunakan oleh Sexion d Assaut dalam lirik lagu-lagu mereka. Walaupun argot

7 7 telah berkembang penggunaanya di masyarakat, masih banyak yang tidak mengetahui dan tidak mengerti makna dari kosa kata argotik dalam lagu-lagu Sexion d Assaut. Oleh karena itu, penelitian mengenai bentuk argot dalam lagulagu Sexion d Assaut khususnya dalam album L École des point vitaux menarik untuk dilakukan dan menjadi latar belakang dalam penelitian ini yang akan dibahas di bab selanjutnya. 1.2 Rumusan Masalah Penggunaan argot dalam penulisan lirik lagu sudah semakin banyak digunakan, terutama oleh para rapper dan lebih khusus lagi oleh grup musik rap Sexion d Assaut. Jenis dan bentuk argot sekarang ini semakin banyak dan beragam. Walaupun pemakaian argot sudah semakin meluas, namun masih banyak juga kosa kata argotik yang belum diketahui oleh masyarakat. Hal ini merupakan alasan munculnya permasalahan yang akan diteliti dalam penelitian ini, yaitu bentuk argot apa saja yang terdapatdalam lagu-lagu Sexion d Assaut? 1.3 Tujuan Penelitan Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk argot apa saja yang terdapat dalam lagu-lagu Sexion d Assaut dalam album L École des points vitaux sehingga masyarakat bisa lebih memahami lagu-lagu mereka.

8 8 1.4 Tinjauan Pustaka Setelah melakukan tinjauan pustaka, ditemukan beberapa penelitian yang membahas tentang argot dalam bahasa Prancis. Penelitian tersebut adalah berupa skripsi karya Purnamasanti yang ditulis pada tahun Dalam skripsinya yang berjudul Proses Pembentukan Kata Agotik Modern Bahasa Prancis dalam Komik Aggripine, Purnamasanti membahas tentang proses pembentukan kata argotik modern dalam komik Aggripine. Purnamasanti pertama-tama menjelaskan asal mula munculnya kata-kata argotik modern, kemudian menjabarkan bentuk-bentuk kata argotik, dan menganalisis bagaimana proses pembentukan kata-kata tersebut menggunakan metode agih kemudian dilanjutkan dengan teknik ganti, teknik perluas dan teknik balik. Penelitian serupa pernah dilakukan oleh Nawang Sari pada tahun 2012 dalam skripsinya dengan judul Karakteristik Bahasa dalam Lirik Lagu Remaja Berbahasa Prancis Oleh Grup BB Brunes. Dalam skripsinya, Nawang Sari membahas karakterisitik bahasa yang digunakan dalam lagu remaja Prancis dengan data berupa lagu milik grup BB Brunes. Selain itu ia juga membandingkan bahasa yang dipakai dalam lagu BB Brunes yang dianggap sebagai grup remaja dengan lagu milik Calogeoro, seorang penyanyi dewasa. Nawang Sari menggunakan teori neologi, teori ragam bahasa dan teori sosiolinguistik tentang faktor yang dapat menimbulkan variasi bahasa milik Henri Boyer. Penelitian serupa lainnya juga pernah dilakukan oleh Atina Handayani pada tahun 2014 yang membahas bahasa gaul dalam tuturan tertulis remaja Prancis

9 9 dengan mengambil data di situs media sosial Facebook dalam skripsinya yang berjudul Bahasa Gaul dalam Tuturan Tertulis Remaja Prancis di Facebook. Dalam penelitiannya, Atina Handayani mengambil data dari aktivitas Facebook seorang remaja Prancis berumur enam belas tahun. Atina mendaftar kata-kata bahasa gaul apa saja yang digunakan oleh narasumber, kemudian kata-kata tersebut dianalisis bagaimana proses pembentukannya. Selain itu, Atina juga menjelaskan fungsi bahasa gaul dalam penggunaan media social Facebook. Sedangkan penelitian ini akan membahas pemakaian bentuk argot apa saja yang terdapat dalam lirik lagulagu oleh grup musik rap Sexion d Assaut dengan menggunakan tinjauan sosiolinguistik dan teori sebelas bentuk argot menurut Jean-Pierre Goudaillier. Lagu rap dipilih sebagai data dalam penelitian ini karena kosa kata argotik dapat ditemukan dengan mudah di lagu rap dibandingkan dengan jenis lagu lainnya. 1.5 Landasan Teori Penelitian ini dilakukan menggunakan tinjauan sosiolinguistik. Dalam kamus Larousse, definisi sosiolinguistik adalah: Partie de la linguistique qui étudie selon quelles constantes les facteurs sociaux déterminent les différences dans la langue et dans l utilisation qu en font les personnes qui la parlent. Bagian dari linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang menentukan perbedaan dalam bahasa dan penggunaannya berdasarkan pembicaranya. Argot merupakan satu dari beberapa ragam bahasa yang dapat muncul dari pengaruh l àge umur (Boyer, 2001:24). Maka dari itu penelitian ini masuk ke

10 10 dalam ranah sosiolinguistik. Adapun teori sosiolinguistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori argot dari Jean-Pierre Goudaillie. Argot memiliki beberapa bentuk. Menurut Goudaillier (1999:3), ada sebelas bentuk argot yang sering dipakai oleh kelompok-kelompok di Prancis: 1. Les métaphores liées à la publicité contemporaines ou à des faits récents metafora yang terkait dengan iklan dan berita terkini. Contohnya adalah kata ananas buah nanas. Dalam arti sebenarnya, ananas adalah nama buah-buahan namun istilah ananas dalam bahasa Prancis sering digunakan untuk menyebut seins payudara. Kata ananas dipilih untuk menyebut seins karena buah nanas menggambarkan bentuk payudara wanita. 2. Les métonymies pour désigner les personnes à partir des objets qui les caractérisent metonomia untuk mendeskripsikan orang menurut benda-benda yang menjadi ciri khasnya. Contohnya adalah kata bleu untuk menyebutkan policier atau polisi. Kata bleu yang berarti biru dalam Bahasa Indonesia digunakan karena para polisi di Prancis menggunakan seragam berwarna biru. 3. Le verlan monosyllabique en inversant l ordre des lettres des mots bahasa balik yang berasal dari kata bersuku kata tunggal yang dibalik urutan hurufnya. Contohnya adalah kata aç yang berasal dari kata ça hal ini.

11 11 4. Le verlan orthographique en changeant l ordre des lettres bahasa balik yang dirubah urutan hurufnya. Contohnya adalah kata sage-vi yang berasal dari kata visage wajah. 5. Le verlan peut aussi proposer plusieurs versions d un même mot ou une «reverlanisation» bahasa balik yang mempunyai beberapa bentuk berbeda atau bahasa balik yang dibalik. Contohnya adalah kata noiche dan oinich yang sama-sama berasal dari kata chinois orang berkebangsaan China. 6. Les apocopes pour raccourcir les mots en usage apocope untuk memperpendek kata. Contohnya adalah kata assoc yang berasal dari kata association asosiasi. 7. Les aphérèses qui effacent les syllabes initiales des mots penghapusan suku kata di awal kata. Contohnya adalah kata blème yang berasal dari kata problème masalah. 8. Les redoublements après aphérèses pengulangan suku kata setelah aphérèses. Contohnya adalah kata fanfan berasal dari kata enfant anak-anak-. Suku kata pertama en- dihilangkan dan hanya tersisa suku kata akhir -fant. Suku kata fant diulang sehingga terbentuk kata fanfan. 9. Les resuffixation après troncation des mots penambahan sufiks setelah pemotongan kata. Contohnya adalah kata pakos yang berasal dari kata pakistanais orang Pakistan.

12 Les absences des marques désinentielles verbales avec une tendance à faire parler un verbe dans le premier groupe de conjugaison et à utiliser des verbes d origine tsigane qui ne se conjuguent pas hilangnya tanda désinentielles lisan dengan kecenderungan memakai verba grup pertama dan verba asal bahasa Gipsi yang tidak dikonjugasikan. Contohnya adalah kata péfli yang bermakna avoir très peur. 11. Les emprunts de mots d origine arabe, berbère, tsigane, africaine, antillaise, Anglo-Américaine ou les emprunts aux parlers locaux et au vieil argot français peminjaman kata yang berasal dari bahasa Arab, bahasa Berber, bahasa Gipsi, bahasa Afrika, dan bahasa Inggris-Amerika atau peminjaman kata dari bahasa lokal atau argotbahasa Prancis lama. Contohnya adalah kata arhnouch yang berasal dari bahasa Arab untuk menggantikan kata policier. Contoh lain adalah kata biatch yang merupakan bahasa slang Amerika untuk menggantikan kata putain. 1.6 Metode Penelitian Penelitian ini akan dilakukan secara bertahap. Hal pertama yang dilakukan adalah pemilihan objek material, yaitu lirik lagu Sexion d Assaut. Data berupa enam belas lirik lagu Sexion d Assaut di dalam albumnya yang berjudul L École des points vitaux. Album L École des points vitaux dipilih karena dengan album

13 13 inilah grup musik Sexion d Assaut berhasil meraih penghargaan emas dan menjadi lebih dikenal di Prancis. Dengan diperolehnya penghargaan tersebut, album ini dianggap mendapat banyak apresiasi dan disukai oleh masyarakat Prancis. Data diambil dari situs internet Situs dipilih karena di dalam situs ini dijelaskan bahwa mereka telah melakukan kesepakatan dengan pemilik dan pemegang hak lagu-lagu yang ada di dalamnya sehingga situs ini adalah sebuah situs resmi. Tahap kedua yaitu dilakukan penyimakan data. Setelah menyimak data, tahap ketiga dilakukan yaitu menentukan objek formal penelitian yang dalam hal ini adalahargot dalam lirik lagu Sexion d Assaut. Tahap keempat adalah dilakukannya proses pengumpulan data. Data disimak kembali, kemudian kata-kata yang dianggap sebagai argot atau yang dianggap bukan merupakan bahasa Prancis biasa yang terdapat di dalam lirik-lirik tersebut akan dicatat dan dicek kembali apakah kata tersebut benar merupakan argot atau bukan. Pengecekan dilakukan dengan cara menyocokkan kata-kata tersebut menggunakan kamus argotik, kamus Prancis-Prancis, dan dengan cara bertanya kepada narasumber yang merupakan orang Prancis yang menggunakan bahasa Prancis dalam kehidupan sehari-harinya. Tahap kelima, kata-kata tersebut akan dikelompokkan dan selanjutnya akan dianalisis menurut teori sebelas bentuk argot oleh Jean-Pierre Goudaillier. Kata-kata argotik yang tidak dapat diklasifikasikan bentuknya berdasarkan teori Goudaillier tetap dibahas namun tidak secara mendalam. Pada akhirnya yaitu di tahap keenam akan didapatkan hasil analisis data yang akan disajikan dengan penggambaran melalui kata-kata dan tidak menggunakan tabel.

14 Sistematika Penyajian Hasil dari penelitian ini akan disajikan dalam tiga bab. Bab pertama merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, landasan teori, tinjauan pustaka, dan metodologi penelitian. Bab kedua merupakan analisis karakteristik bahasa apa saja yang terdapat dalam lirik lagulagu Sexion d Assaut. Bab ketiga merupakan penutup yang berisi kesimpulan.

BAB I PENDAHULUAN. pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu

BAB I PENDAHULUAN. pokok musik yaitu irama, melodi, harmoni, dan bentuk atau struktur lagu 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Musik adalah suatu hasil karya seni berupa bunyi dalam bentuk lagu atau komposisi yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penciptanya melalui unsurunsur pokok musik

Lebih terperinci

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Arikunto (2013: 173) menyatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian.

3.2 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Arikunto (2013: 173) menyatakan bahwa populasi merupakan keseluruhan subyek penelitian. BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam sebuah penelitian, diperlukan suatu metode yang relevan dan sesuai dengan objek kajian. Hal ini tentunya untuk membantu dalam memecahakan masalah agar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Susri Haerani, 2014

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Susri Haerani, 2014 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi yang digunakan semua orang di dunia. Bahasa juga merupakan sarana pengungkapan ide, pemikiran, dan perasaan, baik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. perasaannya, kemudian hanya sekadar mendengarkannya saja atau meminta ke. stasiun radio untuk memutarkan lagu tersebut.

BAB I PENDAHULUAN. perasaannya, kemudian hanya sekadar mendengarkannya saja atau meminta ke. stasiun radio untuk memutarkan lagu tersebut. BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Lagu merupakan aspek yang sudah tidak asing dalam kehidupan manusia, terutama karena lagu berperan sebagai sarana untuk mengekspresikan perasaan. Ketika manusia tidak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. orang lain. Manusia tidak terlepas dari bahasa, baik untuk mengungkapkan gagasan,

BAB I PENDAHULUAN. orang lain. Manusia tidak terlepas dari bahasa, baik untuk mengungkapkan gagasan, BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Manusia adalah makhluk sosial yang memerlukan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain. Manusia tidak terlepas dari bahasa, baik untuk mengungkapkan gagasan,

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PRODUCTION ÉCRITE I PR103. Iis Sopiawati, S. Pd.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PRODUCTION ÉCRITE I PR103. Iis Sopiawati, S. Pd. SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) PRODUCTION ÉCRITE I PR103 Iis Sopiawati, S. Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 1 SATUAN ACARA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agar terhindar dari salah paham dalam penafsiran judul penelitian, penulis

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Agar terhindar dari salah paham dalam penafsiran judul penelitian, penulis BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional Agar terhindar dari salah paham dalam penafsiran judul penelitian, penulis jelaskan secara singkat definisi istilah-istilah yang berhubungan dengan

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA PRANCIS

SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA PRANCIS SILABUS MATA PELAJARAN BAHASA PRANCIS Satuan Pendidikan : SMA/MA Kelas : X Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) Materi Pokok Kegiatan Pembelajaran Indikator Pencapaian Kompetensi ( IPK) Alokasi Waktu

Lebih terperinci

Bab 1. Pendahuluan. dapat menunjukkan dari lingkungan sosial seperti apa seseorang itu berasal.

Bab 1. Pendahuluan. dapat menunjukkan dari lingkungan sosial seperti apa seseorang itu berasal. Bab 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa yang selalu dinamis mengikuti perubahan jaman telah berkembang dengan pesat, seiring dengan berkembangnya masyarakat pengguna bahasa itu sendiri. Mengenai bahasa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. metal yaitu Seringai sebagai bahan untuk penelitian. Kebanyakan lirik pada

BAB I PENDAHULUAN. metal yaitu Seringai sebagai bahan untuk penelitian. Kebanyakan lirik pada BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Peneliti mengambil lirik lagu dari sebuah grup band yang beraliran rock / metal yaitu Seringai sebagai bahan untuk penelitian. Kebanyakan lirik pada Seringai

Lebih terperinci

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. bahwa dari 6000 lebih respon terhadap video klip Cœur de Pirates dalam album

BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. bahwa dari 6000 lebih respon terhadap video klip Cœur de Pirates dalam album 191 BAB 5 KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya, penulis menyimpulkan bahwa dari 6000 lebih respon terhadap video klip Cœur de Pirates dalam album Cœur

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN COMMUNICATION ORALE I (PR 101/ SESI KELAS) Yadi Mulyadi, M.Pd. Iis Sopiawati, S.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Populasi dan Sampel Penelitian 3.1.1 Populasi Penelitian Populasi menurut Servilla dkk (1993) dalam Mahsun (2005:28) adalah Kelompok besar yang merupakan sasaran generalisasi.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. motivasi penelitian dan alasan pentingnya topik yang diteliti. Penulis juga

BAB I PENDAHULUAN. motivasi penelitian dan alasan pentingnya topik yang diteliti. Penulis juga 1 BAB I PENDAHULUAN Pembahasan dalam bab ini akan memaparkan latar belakang yang menjadi motivasi penelitian dan alasan pentingnya topik yang diteliti. Penulis juga menjelaskan batasan-batasan dan rumusan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. membawa perubahan masyarakat dengan ruang pergaulan yang sempit atau lokal

BAB I PENDAHULUAN. membawa perubahan masyarakat dengan ruang pergaulan yang sempit atau lokal BAB I PENDAHULUAN I. Latar Belakang Globalisasi adalah proses di mana manusia akan bersatu dan menjadi satu masyarakat tunggal dunia, masyarakat global (Albrow, 1990: 9). Globalisasi telah membawa perubahan

Lebih terperinci

SKRIPSI OLEH: LINA AFIDATIS SALAFIYAH NIM

SKRIPSI OLEH: LINA AFIDATIS SALAFIYAH NIM ANALISIS CAMPUR KODE BAHASA PRANCIS DALAM BAHASA INDONESIA DALAM KOMUNIKASI MELALUI FACEBOOK : STUDI KASUS MAHASISWA PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA PRANCIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA SKRIPSI OLEH: LINA AFIDATIS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. berekspresi. Selain itu, dalam membangun pertumbuhan mental seseorang

BAB I PENDAHULUAN. berekspresi. Selain itu, dalam membangun pertumbuhan mental seseorang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan alat komunikasi utama yang mengawali segalanya. Bahasa dapat digunakan untuk menyampaikan informasi, pendapat, dan berekspresi. Selain itu, dalam

Lebih terperinci

BAB III KESIMPULAN. yang cukup unik karena banyak ditemukan kosakata bahasa argot yang digunakan

BAB III KESIMPULAN. yang cukup unik karena banyak ditemukan kosakata bahasa argot yang digunakan BAB III KESIMPULAN Titeuf merupakan komik berbahasa Prancis yang dikenal sebagai komik yang cukup unik karena banyak ditemukan kosakata bahasa argot yang digunakan para tokoh dalam percakapan sehari-hari.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. linguistik yang merupakan ilmu bahasa yang sangat berkaitan dengan kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. linguistik yang merupakan ilmu bahasa yang sangat berkaitan dengan kehidupan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada era sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan semakin hari semakin berkembang pesat. Perkembangan tersebut juga merambah di bidang linguistik yang merupakan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Di dalam mempelajari suatu bahasa, khususnya bahasa asing, pembelajar

BAB 1 PENDAHULUAN. Di dalam mempelajari suatu bahasa, khususnya bahasa asing, pembelajar BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Di dalam mempelajari suatu bahasa, khususnya bahasa asing, pembelajar terlebih dahulu harus memahami kaidah-kaidah tata bahasa, seperti membuat kalimat yang

Lebih terperinci

ANALISIS FONOLOGIS DAN ORTOGRAFIS KOSA KATA SERAPAN BAHASA PRANCIS DALAM BAHASA INDONESIA SKRIPSI OLEH: HADYAN QASHIDI NIM.

ANALISIS FONOLOGIS DAN ORTOGRAFIS KOSA KATA SERAPAN BAHASA PRANCIS DALAM BAHASA INDONESIA SKRIPSI OLEH: HADYAN QASHIDI NIM. ANALISIS FONOLOGIS DAN ORTOGRAFIS KOSA KATA SERAPAN BAHASA PRANCIS DALAM BAHASA INDONESIA SKRIPSI OLEH: HADYAN QASHIDI NIM. 115110300111015 PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA PRANCIS JURUSAN BAHASA DAN SASTRA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selain musik, drama, anime dan lain-lain, untuk mempelajari dan

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia selain musik, drama, anime dan lain-lain, untuk mempelajari dan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Komik merupakan salah satu media bagi pembelajar bahasa Jepang di Indonesia selain musik, drama, anime dan lain-lain, untuk mempelajari dan memperdalam bahasa Jepang.

Lebih terperinci

No. : FPBS/FM-7.1/07 SILABUS PRODUCTION ÉCRITE I PR103. Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. Iis Sopiawati, M.Pd.

No. : FPBS/FM-7.1/07 SILABUS PRODUCTION ÉCRITE I PR103. Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. Iis Sopiawati, M.Pd. No. : FPBS/FM-7.1/07 SILABUS PRODUCTION ÉCRITE I PR103 Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. Iis Sopiawati, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 46 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode dan Desain Penelitian Metode, dalam ilmu pengetahuan, adalah cara kerja yang bersistem untuk memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang

Lebih terperinci

SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS PERHOTELAN DAN RESTORAN. ~ Pertandingan Improvisasi ~ / ~ Match d Improvisation ~

SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS PERHOTELAN DAN RESTORAN. ~ Pertandingan Improvisasi ~ / ~ Match d Improvisation ~ SKENARIO PEMBELAJARAN BAHASA PERANCIS PERHOTELAN DAN RESTORAN ~ Pertandingan Improvisasi ~ / ~ Match d Improvisation ~ Oleh Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. Dante Darmawangsa, M.Pd. Publik (pembelajar) Mahasiswa

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Musik merupakan suatu hal yang nyaris selalu berhubungan dengan kehidupan manusia. Pada awalnya musik digunakan sebagai media komunikasi, yang kemudian bergerak

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Nama Sekolah : SMA N 1 Sanden Kelas/ Semester : XI/1 Mata pelajaran : Bahasa Perancis Tema : La Famille Aspek/ Keterampilan : Expression Orale (Berbicara) Alokasi Waktu

Lebih terperinci

SILABUS PRODUCTION ÉCRITE I PR103. Iis Sopiawati, S. Pd.

SILABUS PRODUCTION ÉCRITE I PR103. Iis Sopiawati, S. Pd. SILABUS PRODUCTION ÉCRITE I PR103 Iis Sopiawati, S. Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 DESKRIPSI MATA KULIAH PRODUCTION ÉCRITE

Lebih terperinci

ANALISA KESALAHAN ARTICLE DÉFINI DAN INDÉFINI DALAM BAHASA PERANCIS

ANALISA KESALAHAN ARTICLE DÉFINI DAN INDÉFINI DALAM BAHASA PERANCIS ANALISA KESALAHAN ARTICLE DÉFINI DAN INDÉFINI DALAM BAHASA PERANCIS Tengku Winona Emelia dan Halimah Tussa Diah Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ABSTRAK

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. BAB ini memuat beberapa simpulan hasil penelitian mengenai analisis

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. BAB ini memuat beberapa simpulan hasil penelitian mengenai analisis BAB V KESIMPULAN DAN SARAN BAB ini memuat beberapa simpulan hasil penelitian mengenai analisis materi pembelajaran yang terdapat dalam media podcast LFWA berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemasyarakatan bahasa. Khususnya berbedaan-perbedaan (variasi) yang

BAB I PENDAHULUAN. kemasyarakatan bahasa. Khususnya berbedaan-perbedaan (variasi) yang 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sosiolinguistik ialah studi atau pembahasan dari bahasa sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat. Boleh juga dikatakan bahwa sosiolinguistik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. jazz, blues, rock, dan lain sebagainya. Diantara sekian banyak aliran musik

BAB I PENDAHULUAN. jazz, blues, rock, dan lain sebagainya. Diantara sekian banyak aliran musik BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Terdapat keberagaman jenis aliran musik yang ada didunia, seperti pop, jazz, blues, rock, dan lain sebagainya. Diantara sekian banyak aliran musik tersebut salah satunya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Wanita merupakan topik pembicaraan yang terus dikupas di media masa

BAB I PENDAHULUAN. Wanita merupakan topik pembicaraan yang terus dikupas di media masa 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Wanita merupakan topik pembicaraan yang terus dikupas di media masa dari abad ke abad. Tulisan awal tentang wanita dipelopori oleh Lady Mary Wortley Montagu

Lebih terperinci

MULTIFUNGSI KATA TOUT DALAM BAHASA PRANCIS

MULTIFUNGSI KATA TOUT DALAM BAHASA PRANCIS MULTIFUNGSI KATA TOUT DALAM BAHASA PRANCIS Pengadilen Sembiring Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan ABSTRAK Kosa kata dan sistem tata bahasa Prancis memiliki keunikan dan kesederhaan yang

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN No.: FPBS/FM-7.1/08 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH KODE : PR 103 : PRODUCTION ECRITE I Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. Iis Sopiawati, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Lagu memiliki berbagai macam fungsi dalam pembuatannya. Menggunakan

BAB I PENDAHULUAN. Lagu memiliki berbagai macam fungsi dalam pembuatannya. Menggunakan 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Lagu memiliki berbagai macam fungsi dalam pembuatannya. Menggunakan lagu sebagai salah satu media penyampaian kritik terhadap suatu hal merupakan sesuatu yang lazim

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap negara memiliki bahasa resminya masing-masing untuk

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap negara memiliki bahasa resminya masing-masing untuk BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Setiap negara memiliki bahasa resminya masing-masing untuk membedakan dengan negara atau wilayah lain. 1 Contohnya, bahasa Perancis yang merupakan bahasa resmi

Lebih terperinci

BAB 3 EKSISTENSI TIGA ALIRAN MUSIK POPULER CINA DALAM MUSIK CINA: SEBUAH ANALISIS

BAB 3 EKSISTENSI TIGA ALIRAN MUSIK POPULER CINA DALAM MUSIK CINA: SEBUAH ANALISIS BAB 3 EKSISTENSI TIGA ALIRAN MUSIK POPULER CINA DALAM MUSIK CINA: SEBUAH ANALISIS Seluruh dunia sejak tahun 1970an sedang mengalami sebuah tren baru di bidang musik, tren tersebut dikenal dengan musik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah suatu sistem yang dibutuhkan bagi manusia untuk dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Bahasa menyampaikan pesan, konsep, ide, perasaan atau pemikiran

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat turut mempengaruhi seluruh

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi yang semakin pesat turut mempengaruhi seluruh 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi yang semakin pesat turut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan termasuk di dalamnya teknologi dalam pengajaran. Layanan internet merupakan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. internet. Dalam pengertian sederhana, Fairus (2007:2) menyatakan bahwa

BAB I PENDAHULUAN. internet. Dalam pengertian sederhana, Fairus (2007:2) menyatakan bahwa 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Seiring perkembangan teknologi dan informasi saat ini, kecepatan memperoleh informasi terkini sangatlah penting. Teknologi tercanggih yang terdapat saat ini

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN No.: FPBS/FM-7.1/08 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH KODE : FRANÇAIS DE L HÔTELLERIE ET DE LA RESTAURATION : PR219 Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang penelitian, identifikasi

BAB I PENDAHULUAN. Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang penelitian, identifikasi BAB I PENDAHULUAN Pada bab ini akan dibahas tentang latar belakang penelitian, identifikasi masalah penelitian, batasan masalah penelitian, rumusan masalah penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian,

Lebih terperinci

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini akan dijabarkan tentang jenis metode penelitian, populasi dan sampel penelitian, variabel penelitian, definisi operasional, instrumen penelitian, teknik penelitian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan. (berkomunikasi), saling belajar dari orang lain, dan saling memahami orang

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan. (berkomunikasi), saling belajar dari orang lain, dan saling memahami orang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa memungkinkan manusia untuk saling berhubungan (berkomunikasi), saling belajar dari orang lain, dan saling memahami orang lain. Melalui bahasa, seseorang akan

Lebih terperinci

BAB IV KESIMPULAN. Permasalahan itu antara lain dalam lingkup sintaksis, semantik, dan pergeseran

BAB IV KESIMPULAN. Permasalahan itu antara lain dalam lingkup sintaksis, semantik, dan pergeseran BAB IV KESIMPULAN Gérondif banyak digunakan baik dalam bp lisan maupun tulis, sedangkan bi tidak memiliki bentuk ini, sehingga menimbulkan permasalahan dalam penerjamahan. Permasalahan itu antara lain

Lebih terperinci

DESKRIPSI MATA KULIAH COMMUNICATION ORALE I

DESKRIPSI MATA KULIAH COMMUNICATION ORALE I DESKRIPSI MATA KULIAH COMMUNICATION ORALE I PR 101 COMMUNICATION ORALE I : S-1, 3 sks, Semester I Mata kuliah Communication Orale I merupakan salah satu mata kuliah keahlian (MKK) program studi yang wajib

Lebih terperinci

ANALISIS KREATIVITAS TOKOH MÉLANIE DALAM CERITA ANAK MÉLANIE DANS L ÎLE SKRIPSI OLEH : INDRI NOVITA SARI

ANALISIS KREATIVITAS TOKOH MÉLANIE DALAM CERITA ANAK MÉLANIE DANS L ÎLE SKRIPSI OLEH : INDRI NOVITA SARI ANALISIS KREATIVITAS TOKOH MÉLANIE DALAM CERITA ANAK MÉLANIE DANS L ÎLE SKRIPSI OLEH : INDRI NOVITA SARI 0911130026 PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA PRANCIS JURUSAN BAHASA DAN SASTRA FAKULTAS ILMU BUDAYA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tata kalimat, dan tata makna. Ciri-ciri merupakan hakikat bahasa, antara lain:

BAB I PENDAHULUAN. tata kalimat, dan tata makna. Ciri-ciri merupakan hakikat bahasa, antara lain: BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa sebagai rangkaian bunyi yang mempunyai makna tertentu yang dikenal sebagai kata, melambangkan suatu konsep. Setiap bahasa sebenarnya mempunyai ketetapan

Lebih terperinci

JURNAL LOGIKA, Vol XVIII, No 3, Desember 2016 p-issn: e-issn:

JURNAL LOGIKA, Vol XVIII, No 3, Desember 2016 p-issn: e-issn: PENGARUH BAHASA GAUL TERHADAP PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA MAHASISWA UNSWAGATI Ratna Prasasti Suminar (Universitas Swadaya Gunung Jati) Abstrak Bahasa adalah identitas dari suatu negara sebagai alat untuk

Lebih terperinci

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Dalam bab 5 ini, peneliti memaparkan hasil simpulan dan saran. Simpulan

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN. Dalam bab 5 ini, peneliti memaparkan hasil simpulan dan saran. Simpulan 522 BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN Dalam bab 5 ini, peneliti memaparkan hasil simpulan dan saran. Simpulan dan saran dipaparkan berdasarkan temuan penelitian dalam menjawab rumusan masalah yang dijabarkan melalui

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA PERKULIAHAN PRODUCTION ECRITE IV (PR213) Dra. Iim Siti Karimah, M.Hum. Yadi Mulyadi, M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kemunculannya sebuah kebudayaan baru yang kelihatan lebih atraktif,

BAB I PENDAHULUAN. kemunculannya sebuah kebudayaan baru yang kelihatan lebih atraktif, BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Tergesernya budaya setempat dari lingkungannya disebabkan oleh kemunculannya sebuah kebudayaan baru yang kelihatan lebih atraktif, fleksibel dan mudah dipahami sebagian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini perkembangan teknologi sangat berkembang pesat

BAB 1 PENDAHULUAN. Pada zaman modern ini perkembangan teknologi sangat berkembang pesat 2 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman modern ini perkembangan teknologi sangat berkembang pesat khususnya perkembangan televisi dan radio. Banyaknya muncul radio dan televisi baru ini dikarenakan

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Perancis dalam situs yang merupakan model

BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI. Perancis dalam situs  yang merupakan model BAB V KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Pada bab lima ini, peneliti akan menyampaikan kesimpulan yang diperoleh berdasarkan pertanyaan pada rumusan masalah pada bab satu dan hasil penelitian pada bab sebelumnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Oxford University, 1997), Dieter Mack, Apresiasi Musik Musik Populer (Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama,

BAB I PENDAHULUAN. Oxford University, 1997), Dieter Mack, Apresiasi Musik Musik Populer (Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusatama, BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik merupakan salah satu elemen yang tidak bisa dilepaskan dalam keseharian. Musik juga memberi ketenangan ketika seseorang sedang mengalami permasalahan,

Lebih terperinci

BAB IV. Gambaran Umum

BAB IV. Gambaran Umum BAB IV Gambaran Umum 4.1 Video Klip Got 7-Hard Carry Demam Korea sedang melanda Indonesia hingga menghasilkan fenomena yang disebut Hallyu. Banyak anak muda menjadi penggemar budaya Korea yang masuk ke

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelajaran 2011/2012. Bab 1 ini mencakup latar belakang masalah penelitian,

BAB 1 PENDAHULUAN. Pelajaran 2011/2012. Bab 1 ini mencakup latar belakang masalah penelitian, 2 BAB 1 PENDAHULUAN Dalam bab 1 peneliti memaparkan yang menjadi pendahuluan penelitian Studi tentang Register Penyiar Radio sebagai Bahan Pembelajaran Berbicara serta Pelaksanaannya pada Siswa Kelas X

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. dilakukan secara lisan maupun tertulis. Melalui bahasa, manusia berinteraksi BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat komunikasi utama bagi manusia. Manusia menggunakan bahasa sebagai media untuk mengungkapkan pikirannya, baik yang dilakukan secara lisan

Lebih terperinci

: Ortografis dalam Register Seabreg SMS Gaul

: Ortografis dalam Register Seabreg SMS Gaul Judul Skripsi : Ortografis dalam Register Seabreg SMS Gaul Nama : Eli Rahmat Tahun : 2013 Latar Belakang Menurut Keraf bahasa memiliki empat fungsi, yaitu (1) sebagai alat untuk mengekpresikan diri, (2)

Lebih terperinci

INFORMASI DAN KISI-KISI

INFORMASI DAN KISI-KISI LOMBA BAHASA INDONESIA DAN BAHASA ASING SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TINGKAT PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2016 INFORMASI DAN KISI-KISI Bidang Lomba BAHASA PERANCIS PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Metafora dalam komik..., Fanny Fajarianti, FIB UI, 2008

BAB 1 PENDAHULUAN. Metafora dalam komik..., Fanny Fajarianti, FIB UI, 2008 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa merupakan sistem lambang bunyi dan atau tanda yang dimiliki oleh anggota kelompok masyarakat yang sama (Dubois-Larousse, 1994). Lambang bunyi atau tanda tersebut

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN 1. Identitas Mata Kuliah Nama Matakuliah Kode Matakuliah SKS : Structure I : PRC : 3 SKS Semester / T.A. : Ganjil/ 2015/2016 Hari Pertemuan / Jam : Selasa/ 13.00-15.30/12.10-14.40 Tempat Pertemuan/Ruang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dengan mendengar lirik maupun dengan melihat visualisasi dari video klip.

BAB I PENDAHULUAN. dengan mendengar lirik maupun dengan melihat visualisasi dari video klip. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Lagu diciptakan oleh seorang pencipta lagu ataupun dinyanyikan oleh seorang penyanyi tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan serta mengekspresikan apa yang dirasakan

Lebih terperinci

ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA PRANCIS OLEH PEMBELAJAR BERBAHASA INDONESIA: SEBUAH STUDI KASUS

ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA PRANCIS OLEH PEMBELAJAR BERBAHASA INDONESIA: SEBUAH STUDI KASUS HUMANIORA VOLUME 15 Analisis Kesalahan No. 3 Oktober Sintaksis 2003 Bahasa Prancis Halaman 327-335 ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS BAHASA PRANCIS OLEH PEMBELAJAR BERBAHASA INDONESIA: SEBUAH STUDI KASUS Roswita

Lebih terperinci

PERILAKU PROSOSIAL TOKOH UTAMA AMÉLIE POULAIN DI DALAM FILM LE FABULEUX DESTIN D AMÉLIE POULAIN : KAJIAN PSIKOLOGI SOSIAL

PERILAKU PROSOSIAL TOKOH UTAMA AMÉLIE POULAIN DI DALAM FILM LE FABULEUX DESTIN D AMÉLIE POULAIN : KAJIAN PSIKOLOGI SOSIAL PERILAKU PROSOSIAL TOKOH UTAMA AMÉLIE POULAIN DI DALAM FILM LE FABULEUX DESTIN D AMÉLIE POULAIN : KAJIAN PSIKOLOGI SOSIAL SKRIPSI OLEH: GAZI ADAM NIM. 105110300111010 PROGRAM STUDI BAHASA DAN SASTRA PRANCIS

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Aspek/Keterampilan Alokasi Waktu : SMA Negeri 8 Purworejo : Bahasa Prancis : XI-IPS/1 : Berbicara : 2 x 45 menit A. STANDAR

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dihasilkannya sering kali berhasil memukau banyak orang, baik dari negara

BAB I PENDAHULUAN. dihasilkannya sering kali berhasil memukau banyak orang, baik dari negara BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Jepang adalah negara yang terkenal karena banyak hal, salah satunya adalah bidang hiburan. Baik budaya tradisional maupun modern yang dihasilkannya sering kali berhasil

Lebih terperinci

BAB V SIMPULAN DAN SARAN

BAB V SIMPULAN DAN SARAN BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 SIMPULAN Merujuk pada rumusan masalah yang telah dipaparkan dalam penelitian ini, maka kesimpulan dari hasil penelitian tentang analisis deskriptif buku teks Le Français en

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Inti dari suatu proses komunikasi adalah penyampaian pikiran, gagasan, konsep, perasaan dari penutur (pembicara) kepada lawan tutur. Dalam proses komunikasi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Nani Astuti, 2013

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Nani Astuti, 2013 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Bahasa dan masyarakat merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan. Bahasa akan selalu berhubungan dengan masyarakat penutur begitu pula sebaliknya, masyarakat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebudayaan Indonesia sangat beragam, hal ini dikarenakan suku-suku dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebudayaan Indonesia sangat beragam, hal ini dikarenakan suku-suku dan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kebudayaan Indonesia sangat beragam, hal ini dikarenakan suku-suku dan daerahnya yang sangat bermacam-macam. Banyaknya kebudayaan yang ada di Indonesia menjadi

Lebih terperinci

KETIDAKSESUAIAN BAHASA PERANCIS BAKU DALAM NOVEL LE NÈGRE POTEMKINE OLEH BLAISE N DJEHOYA

KETIDAKSESUAIAN BAHASA PERANCIS BAKU DALAM NOVEL LE NÈGRE POTEMKINE OLEH BLAISE N DJEHOYA KETIDAKSESUAIAN BAHASA PERANCIS BAKU DALAM NOVEL LE NÈGRE POTEMKINE OLEH BLAISE N DJEHOYA Delviana Azari Agustiarni 1805 1007 0044 KARYA ILMIAH UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS ILMU BUDAYA JURUSAN SASTRA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Semenjak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan

BAB I PENDAHULUAN. Semenjak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Semenjak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) COMMUNICATION ORALE VI PR 311

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) COMMUNICATION ORALE VI PR 311 SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) COMMUNICATION ORALE VI PR 311 Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan ke-1: -Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami perihal materi perkuliahan, kegiatan pembelajaran, tugas

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bahasa merupakan sistem atau lebih tepatnya sekelompok sistem. Sistemsistem

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Bahasa merupakan sistem atau lebih tepatnya sekelompok sistem. Sistemsistem digilib.uns.ac.id 1 BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan sistem atau lebih tepatnya sekelompok sistem. Sistemsistem yang ada di dalam bahasa tersebut berupa sistem bunyi, sistem tata bahasa,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. terpisahkan dari peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Sejak

BAB I PENDAHULUAN. terpisahkan dari peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia. Sejak BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Musik memiliki peranan yang penting dalam kehidupan manusia. Musik adalah aktivitas budaya yang sangat akrab dengan kehidupan manusia. Dalam berbagai bangsa

Lebih terperinci

Silabus. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu. KD 1 Mencocokkan gambar dengan

Silabus. Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Indikator Kegiatan Pembelajaran Penilaian Alokasi Waktu. KD 1 Mencocokkan gambar dengan Standar 1. Mendengarkan Nama Sekolah : SMA N 8 Purworejo Mata Pelajaran : Bahasa Prancis Kelas / Program : XI / IPS Semester : 1 ( satu ) Alokasi : 17 minggu X 2 Jam Pelajaran = 34 jam Silabus Materi Indikator

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN No.: FPBS/FM-7.1/08 SATUAN ACARA PERKULIAHAN MATA KULIAH : COMMUNICATION ORALE (SESI KELAS) KODE : PR 111 Yadi Mulyadi, M.Pd. Iis Sopiawati, S.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. produk yang baik, menetapkan harga yang menarik, dan membuatnya agar dapat

BAB 1 PENDAHULUAN. produk yang baik, menetapkan harga yang menarik, dan membuatnya agar dapat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pemasaran modern memerlukan lebih daripada sekedar mengembangkan produk yang baik, menetapkan harga yang menarik, dan membuatnya agar dapat terjangkau. Perusahaan-perusahaan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) COMMUNICATION ORALE V PR 310

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) COMMUNICATION ORALE V PR 310 SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) COMMUNICATION ORALE V PR 310 Tujuan Pembelajaran Khusus Pertemuan ke-1: -Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami perihal materi perkuliahan, kegiatan pembelajaran, tugas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat pada umumnya. Musik meliputi berbagai jenis aliran yang ada dengan

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat pada umumnya. Musik meliputi berbagai jenis aliran yang ada dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Musik merupakan salah satu hiburan yang sudah menjadi kebutuhan masyarakat pada umumnya. Musik meliputi berbagai jenis aliran yang ada dengan para penikmatnya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat

BAB I PENDAHULUAN. Bahasa adalah salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah salah satu alat komunikasi. Melalui bahasa manusia dapat saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Dalam pengajaran bahasa terdapat empat keterampilan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Bahasa mempunyai peranan penting untuk berkomunikasi, baik komunikasi verbal maupun non verbal. Bahasa manusia mengkomunikasikan pengalaman, pikiran, perasaan,

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini, peneliti menjelaskan tentang metodologi penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Pada bab ini, peneliti menjelaskan tentang metodologi penelitian BAB III METODOLOGI PENELITIAN Pada bab ini, peneliti menjelaskan tentang metodologi penelitian mencakup metode dan desain penelitian, definisi-definisi operasional dari variabel yang terlibat dalam penelitian,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam segala segi kehidupan, manusia tidak dapat terlepas dari bahasa. Manusia sebagai anggota masyarakat selalu berhubungan dengan anggota masyarakat yang lain.

Lebih terperinci

BAB III KESIMPULAN. Dalam analisis simbolisasi hewan dalam tiga dongeng ini, penulis

BAB III KESIMPULAN. Dalam analisis simbolisasi hewan dalam tiga dongeng ini, penulis BAB III KESIMPULAN Dalam analisis simbolisasi hewan dalam tiga dongeng ini, penulis menggunakan teori semiotika menurut Danesi. Hewan-hewan yang ada dalam tiga dongeng ini disebut sebagai penanda (signifier).

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Bahasa sebagai alat interaksi sosial, tidak dapat dipisahkan dari segala

BAB I PENDAHULUAN. bervariasi. Bahasa sebagai alat interaksi sosial, tidak dapat dipisahkan dari segala BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa adalah ujung tombak dalam kegiatan komunikasi masyarakat pluralis, penutur bahasa yang heterogen membuat bahasa menjadi beragam dan bervariasi. Bahasa

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Masalah Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Bahasa merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan maksud tertentu oleh seseorang kepada orang lain. Dengan kata lain, untuk berkomunikasi. Menurut Keraf

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemakaian bahasa tersebut erat kaitannya dengan fans yang mengidolakan tokohtokoh

BAB I PENDAHULUAN. pemakaian bahasa tersebut erat kaitannya dengan fans yang mengidolakan tokohtokoh BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Bahasa sering digunakan dalam bentuk permainan bahasa. Permainan bahasa sering digunakan oleh semua lapisan masyarakat sebagai sarana untuk mengungkapkan kecintaan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. bahasa bidang-bidang tertentu. Karakteristik masing-masing komunitas

BAB I PENDAHULUAN. bahasa bidang-bidang tertentu. Karakteristik masing-masing komunitas BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Register salah satu cabang kajian sosiolinguistik yang mempelajari bahasa bidang-bidang tertentu. Karakteristik masing-masing komunitas maupun bidang-bidang

Lebih terperinci

RANCANGAN KEGIATAN PERKULIAHAN

RANCANGAN KEGIATAN PERKULIAHAN RANCANGAN KEGIATAN PERKULIAHAN I. Identitas Mata Kuliah Mata Kuliah : Expression Ecrite III Kode Mata Kuliah : PRC 219 Jurusan : Pendidikan Bahasa Prancis Pengampu : Dian Swandayani, M.Hum. Jumlah SKS

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan sebuah sistem yang menghubungkan suatu karya dengan

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan sebuah sistem yang menghubungkan suatu karya dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Karya sastra merupakan sebuah sistem yang menghubungkan suatu karya dengan pengarang sebagai penghasil imajinasi dan kreativitas sastra secara individual dan pembaca

Lebih terperinci

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. yang terdapat dalam buku Complete French Volume 1 terbitan tahun terdapat kesimpulan dan saran sebagai berikut:

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. yang terdapat dalam buku Complete French Volume 1 terbitan tahun terdapat kesimpulan dan saran sebagai berikut: BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Setelah dilakukannya penelitian mengenai analisis materi pembelajaran yang terdapat dalam buku Complete French Volume 1 terbitan tahun 2011 terdapat kesimpulan dan saran sebagai

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Zenitha Vega Fauziah, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Zenitha Vega Fauziah, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengindentifikasi diri (KBBI, 2008:

Lebih terperinci

VARIASI BAHASA PRANCIS ANAK MUDA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS. N. Nastiti Utami. Universitas Negeri Yogyakarta

VARIASI BAHASA PRANCIS ANAK MUDA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS. N. Nastiti Utami. Universitas Negeri Yogyakarta VARIASI BAHASA PRANCIS ANAK MUDA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA PRANCIS N. Nastiti Utami Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak Tulisan ini bertujuan untuk melihat pemakaian variasi bahasa Prancis untuk anak

Lebih terperinci

2015 EFEKTIVITAS DRAMA CD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK

2015 EFEKTIVITAS DRAMA CD DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan bahasa Jepang di Indonesia cukup pesat dari tahun ke tahun, hal ini bisa dilihat dari survei yang dilakukan oleh The Japan Foundation yang berpusat

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kelompok atau lapisan sosial di dalam masyarakat. Kebudayaan ini merupakan suatu cara

BAB I PENDAHULUAN. kelompok atau lapisan sosial di dalam masyarakat. Kebudayaan ini merupakan suatu cara BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Kehidupan manusia pada dasarnya dilatarbelakangi oleh adanya suatu sejarah kebudayaan yang beragam. Keberagaman yang tercipta merupakan hasil dari adanya berbagai

Lebih terperinci

SILABUS COMMUNICATION ORALE II (PR 111)

SILABUS COMMUNICATION ORALE II (PR 111) No.: FPBS/FM-7.1/07 SILABUS COMMUNICATION ORALE II (PR 111) Yadi Mulyadi, M.Pd. Iis Sopiawati, S.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA PERANCIS FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. manusia dalam menjalin hubungan. Artinya bahasa memiliki peranan penting

BAB I PENDAHULUAN. manusia dalam menjalin hubungan. Artinya bahasa memiliki peranan penting BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bahasa memegang peranan penting dalam komunikasi manusia. Melalui bahasa manusia dapat mengungkapkan perasaan (emosi), imajinasi, ide dan keinginan yang diwujudkan

Lebih terperinci