RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Transkripsi

1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XI / 1 PERTEMUAN KE : 1,2 ALOKASI WAKTU : 4 X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR : Membaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive INDIKATOR : Membaca sajian data dalam bentuk diagram garis, diagram lingkaran dan diagram batang. Mengidentifikasi nilai suatu data yang ditampilkan pada tabel dan diagram I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : 2. Membaca sajian data dalam bentuk diagram garis, diagram lingkaran dan diagram batang. 3. Mengidentifikasi nilai suatu data yang ditampilkan pada tabel dan diagram II. MATERI PEMBELAJARARAN Statistika: diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran, ogive dan histogram III. IV. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal a. Pembukaan ( Salam ) b. Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti Siswa menentukan berbagai macam diagram 3. Kegiatan akhir

2 a. Siswa meyimpulkan materi yang dibahas b. Guru memberikan tugas kepada siswa c. Penutup dengan salam V. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) VI. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

3 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XI / 1 PERTEMUAN KE : 3,4,5,6. ALOKASI WAKTU : 8 X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR : Menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya INDIKATOR : Menyajikan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya Menafsirkan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : 1. Menyajikan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive serta penafsirannya 2. Menafsirkan data dalam bentuk diagram batang, garis, lingkaran, dan ogive II. MATERI PEMBELAJARARAN Statistika: diagram garis, diagram batang, diagram lingkaran, ogive dan histogram III. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN Kegiatan Awal 1. Pembukaan ( Salam ) 2. Ilustrasi Materi pokok Kegiatan inti Siswa membuat gambar diagram batang

4 Kegiatan akhir 1. Siswa meyimpulkan materi yang dibahas 2. Guru memberikan tugas kepada siswa 3. Penutup dengan salam V. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) VI. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPS / 1 PERTEMUAN KE : 1,2,3,4,5 ALOKASI WAKTU : 10 X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. KOMPETENSI DASAR : Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu INDIKATOR : Merancang aturan integral tak tentu dari aturan turunan. I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Merancang aturan integral tak tentu dari aturan turunan. II. MATERI PEMBELAJARARAN 1. Integral Tak tentu 2. Integral Tentu III. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal Pembukaan ( Salam ) Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti Merumuskan sift integral dabn melakukan latihan soal Menyelesaikan masalah aplikasi integral tak tentu dan integral tentu 3. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam V. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.)

6 VI. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

7 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPS / 1 PERTEMUAN KE : 6,7,8,9,10,11,12 ALOKASI WAKTU : 14X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. KOMPETENSI DASAR : Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva INDIKATOR : Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Merumuskan integral tentu untuk luas suatu daerah dan menghitungnya. I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Merumuskan integral tentu untuk luas suatu daerah dan menghitungnya. II. MATERI PEMBELAJARARAN Menghitung luas daerah III. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal Pembukaan ( Salam ) Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti

8 Mendiskusikan cara menentukan volume dengan rumus Mengaplikasi rumus pada soal 3. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam V. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) VI. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

9 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPS / 1 PERTEMUAN KE : 6,7,8,9,10,11,12 ALOKASI WAKTU : 14X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah sederhana. KOMPETENSI DASAR : Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva INDIKATOR : Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Merumuskan integral tentu untuk luas suatu daerah dan menghitungnya. I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Menghitung integral tentu dari fungsi aljabar Merumuskan integral tentu untuk luas suatu daerah dan menghitungnya. II. MATERI PEMBELAJARARAN Menghitung luas daerah III. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal Pembukaan ( Salam ) Ilustrasi Materi pokok

10 2. Kegiatan inti Mendiskusikan kcara menentukan volume dengan rumus. 3. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam VII. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) VIII. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

11 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPA / 1 PERTEMUAN KE : 1,2 ALOKASI WAKTU : 4X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR : Memahami konsep integral tak tentu dan integral tentu INDIKATOR : Mengenal arti Integral tak tentu Menurunkan sifat-sifat integral tak tentu dari turunan Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri Mengenal arti integral tentu Menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral Menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan integral tentu dan tak tentu I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Menurunkan sifat-sifat integral tak tentu dari turunan Menentukan integral tak tentu fungsi aljabar dan trigonometri Mengenal arti integral tentu Menentukan integral tentu dengan menggunakan sifat-sifat integral Menyelesaikan masalah sederhana yang melibatkan integral tentu dan tak tentu II. MATERI PEMBELAJARARAN o o Integral Tak entu Integral Tentu III. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal Pembukaan ( Salam ) Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti Mengenal integral tak tentu sebagai anti turunan Menentukan integral tak tentu dari fungsi sederhana Merumuskan integral tak tentu dari fungsi aljabar dan trigonometri Merumuskan sifat-sifat integral tak tentu

12 Melakukan latihan integral tak tentu Mengenal integral tentu sebagai luas daerah dibawah kurva Mendiskusiakan teorema dasar kalkulus Merumuskan sifat integral tentu Melakukan latihan soal integral tentu Menyelesaikan masalah aplikasi integral tak tentu dan integral tentu 3. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam IX. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) X. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

13 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPA / 1 PERTEMUAN KE : 3,4,5,6,7,8 ALOKASI WAKTU : 6X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR : Menghitung integral tak tentu dan integral tentu dari fungsi aljabar dan fungsi trigonometri yang sederhana INDIKATOR : Menetukan integral dengan dengan cara substitusi Menetukan integral dengan dengan cara parsial Menetukan integral dengan dengan cara substitusi trigonometri I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Menetukan integral dengan dengan cara substitusi Menetukan integral dengan dengan cara parsial Menetukan integral dengan dengan cara substitusi trigonometri II. MATERI PEMBELAJARARAN Teknik Pengintegralan: o Substitusi o Parsial o Substitusi Trigonometri III. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab

14 IV. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal 1. Pembukaan ( Salam ) 2. Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti Membahas Integral sebagai anti deferensial Mengenal berbagai teknik pengintegralan (substitusi dan parsial) Menggunakan aturan integral untuk menyelesaikan masalah. 3. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam XI. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) XII. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

15 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPA / 1 PERTEMUAN KE : ALOKASI WAKTU : 12 X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR : Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva dan volum benda putar INDIKATOR : Menghitung luas suatu daerah ang dibatasi oelh kurva dan sumbu-sumbu pada koordinat. Menghitung volume benda putar. I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Menghitung luas suatu daerah ang dibatasi oelh kurva dan sumbu-sumbu pada koordinat. Menghitung volume benda putar. I. MATERI PEMBELAJARARAN Teknik Pengintegralan: o Substitusi o Parsial o Substitusi Trigonometri II. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab

16 III. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal 1. Pembukaan ( Salam ) 2. Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti Mendiskusikan cara menentukan luas daerah dibawah kurva (menggambar daerahnya, batas integrasi) Menyelesaikan masalah luas daerah di bawah kurva Mendiskusikan cara menentukan volume benda putar (menggambar daerahnya, batas integrasi) Menyelesaikan masalah benda putar 1. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam V. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) VI. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

17 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SEKOLAH : MA Hasyim Asy ari MATA PELAJARAN : Matematika KELAS / SEMESTER : XII IPA / 1 PERTEMUAN KE : ALOKASI WAKTU : 12 X 45 STANDAR KOMPETENSI : Menggunakan konsep integral dalam pemecahan masalah. KOMPETENSI DASAR : Menggunakan integral untuk menghitung luas daerah di bawah kurva dan volum benda putar INDIKATOR : Menghitung luas suatu daerah ang dibatasi oelh kurva dan sumbu-sumbu pada koordinat. Menghitung volume benda putar. I. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : Menghitung luas suatu daerah ang dibatasi oelh kurva dan sumbu-sumbu pada koordinat. Menghitung volume benda putar. I. MATERI PEMBELAJARARAN Teknik Pengintegralan: o Substitusi o Parsial o Substitusi Trigonometri II. METODE PEMBELAJARAN 1. Pemberian Tugas 2. Diskusi 3. Tanya jawab

18 III. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN 1. Kegiatan Awal 1. Pembukaan ( Salam ) 2. Ilustrasi Materi pokok 2. Kegiatan inti Mendiskusikan cara menentukan luas daerah dibawah kurva (menggambar daerahnya, batas integrasi) Menyelesaikan masalah luas daerah di bawah kurva Mendiskusikan cara menentukan volume benda putar (menggambar daerahnya, batas integrasi) Menyelesaikan masalah benda putar 1. Kegiatan akhir Siswa meyimpulkan materi yang dibahas Guru memberikan tugas kepada siswa Penutup dengan salam VI. ALAT / BAHAN / SUMBER : 1. Alat/bahan ; Spidol, White Bord, tabel, penggaris, jangka dan gambar 2. Sumber : Buku paket Matematika XI IS, LKS, Buku Matematika XI ( Tiga serangkai.) VI. PENILAIAN : Tes Tulis : Tes Individu Tes Kelompok Tes lesan Mengetahui Kepala Madrasah Guru Mapel Matematika Moh. Dimyanto, S.Ag M. Gufron, S.Pd

SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER

SILABUS INDIKATOR MATERI PEMBELAJARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENILAIAN KHARAKTER SILABUS NAMA SEKOLAH : SMK Negeri 1 Surabaya MATA PELAJARAN : MATEMATIKA (Kelompok Teknologi Informasi) KELAS / SEMESTER : X / 1 STANDAR : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep operasi bilangan riil

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi waktu : SMA Negeri 1 Sukasada : Matematika : X/1 (Ganjil) : 2 x 4 menit (1 pertemuan) I. Standar Kompetensi

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII KURIKULUM

Lebih terperinci

PENGUMPULAN DATA PENGOLAHAN DATA

PENGUMPULAN DATA PENGOLAHAN DATA PENGUMPULAN DATA Sensus adalah cara pengumpulan data seluruh elemen populasi diselidiki satu per satu. Sensus merupakan cara pengumpulan data yang menyeluruh. Data yang diperoleh sebagai hasil pengolahan

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN SATUAN ACARA 1. PROGRAM STUDI : Matematika 2. MATA KULIAH/KODE/SEMESTER : Kalkulus II/MT 307/4 3. PRASYARAT : Kalkulus I 4. JENJANG / SKS : S1/3 SKS 5. LOMPOK MATA KULIAH : Mata Kuliah Keahlian (MKK) Program

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Matematika Kelas/ Semester: XI Program IPA/ Alokasi Waktu: jam Pelajaran (3 Pertemuan) A. Standar Kompetensi Menggunakan konsep limit ungsi dan turunan

Lebih terperinci

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 8: Bentuk Tak Tentu d

MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 8: Bentuk Tak Tentu d MA1201 KALKULUS 2A (Kelas 10) Bab 8: dan Do maths and you see the world ? Pengantar Bentuk tak tentu? Bentuk apa? Bentuk tak tentu yang dimaksud adalah bentuk limit dengan nilai seolah-olah : 0 0 ; ; 0

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

CONTOH SILABUS BERDIVERSIFIKASI DAN PENILAIAN BERBASIS KELAS

CONTOH SILABUS BERDIVERSIFIKASI DAN PENILAIAN BERBASIS KELAS CONTOH SILABUS BERDIVERSIFIKASI DAN BERBASIS KELAS Mata Pelajaran MATEMATIKA LAYANAN KHUSUS SEKOLAH dan MADRASAH IBTIDAIYAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL Jakarta, 2003 Katalog dalam Terbitan Indonesia.

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2013 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2013 TENTANG SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 100 TAHUN 2013 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENGGUNAAN DANA ALOKASI KHUSUS BIDANG PENDIDIKAN TAHUN ANGGARAN 2014 DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

SKRIPSI. Disusun Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar LAKSANA NIM : A510070450

SKRIPSI. Disusun Untuk memenuhi sebagian persyaratan Guna mencapai derajat Sarjana S 1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar LAKSANA NIM : A510070450 PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP PETA INDONESIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BENAR SALAH BERANTAI PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR NEGERI 01 JATIHARJO KECAMATAN JATIPURO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Lebih terperinci

Hendra Gunawan. 5 Februari 2014

Hendra Gunawan. 5 Februari 2014 MA1201 MATEMATIKA 2A Hendra Gunawan Semester II, 2013/2014 5 Februari 2014 Bab Sebelumnya 7. Teknik Pengintegralan 7.1 Aturan Dasar Pengintegralan 7.2 Pengintegralan Parsial il 7.3 Integral Trigonometrik

Lebih terperinci

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil

BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN. Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil 67 BAB V PEMBAHASAN DAN DISKUSI HASIL PENELITIAN Pada BAB V ini, peneliti akan membahas hasil penelitian dan diskusi hasil penelitian. Pembahasan hasil penelitian berdasarkan deskripsi data tentang strategi

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Universitas Muhammadiyah Jakarta Fakultas Ilmu Pendidikan Jl. K.H. Ahmad Dahlan Cirendeu Ciputat Form(FR) No. Dokumen : FIP-AKD Tgl. Terbit : 4 Maret 0 No. Revisi : Hal : SATUAN ACARA PERKULIAHAN Kode

Lebih terperinci

syarat tertentu yang diberikan. Atau bisa juga diartikan sebagai lintasan dari sebuah

syarat tertentu yang diberikan. Atau bisa juga diartikan sebagai lintasan dari sebuah 2 Tempat Kedudukan dan Persamaan 2.1. Tempat Kedudukan Tempat kedudukan (locus) adalah himpunan titik-titik yang memenuhi suatu syarat tertentu yang diberikan. Atau bisa juga diartikan sebagai lintasan

Lebih terperinci

a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari jari r lintasannya Gambar 1

a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari jari r lintasannya Gambar 1 . Pengantar a. Hubungan Gerak Melingkar dan Gerak Lurus Gerak melingkar adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk lingkaran dengan jari jari r Kedudukan benda ditentukan berdasarkan sudut θ dan jari

Lebih terperinci

PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA

PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA PEMBAHASAN UN SMA TAHUN PELAJARAN 009/00 MATEMATIKA PROGRAM STUDI IPA PEMBAHAS :. Sigit Tri Guntoro, M.Si.. Jakim Wiyoto, S.Si. 3. Marfuah, M.T. 4. Rohmitawati, S.Si. PPPPTK MATEMATIKA 00 . Perhatikan

Lebih terperinci

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG

BAB I VEKTOR DALAM BIDANG BAB I VEKTOR DALAM BIDANG I. KURVA BIDANG : Penyajian secara parameter Suatu kurva bidang ditentukan oleh sepasang persamaan parameter. ; dalam I dan kontinue pada selang I, yang pada umumnya sebuah selang

Lebih terperinci

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG

BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG BAB II VEKTOR DAN GERAK DALAM RUANG 1. KOORDINAT CARTESIUS DALAM RUANG DIMENSI TIGA SISTEM TANGAN KANAN SISTEM TANGAN KIRI RUMUS JARAK,,,, 16 Contoh : Carilah jarak antara titik,, dan,,. Solusi :, Persamaan

Lebih terperinci

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KONKRET PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN BANJARANYAR SKRIPSI

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KONKRET PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN BANJARANYAR SKRIPSI PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA KONKRET PADA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN BANJARANYAR SKRIPSI Diajukan kepada Fakulltas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta

Lebih terperinci

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran

Indikator Ketercapaian Kompetensi Merumuskan. Alokas i Waktu 8x45. Tingkat Ranah. Tingkat Ranah. Materi Pembelajaran SILABUS Nama Sekolah : SMA N 78 JAKARTA Maa Pelajaran : MATEMATIKA LANJUTAN Beban Belajar : 2 sks STANDAR KOMPETENSI: 1. Menyusun lingkaran dan garis singgungnya. Dasar 1.1 Menyusun lingkaran yang memenuhi

Lebih terperinci

INTEGRAL RANGKAP DUA. diberikan daerah di bidang XOY yang berbentuk persegi panjang, {( )

INTEGRAL RANGKAP DUA. diberikan daerah di bidang XOY yang berbentuk persegi panjang, {( ) Matematika asar Misal INTEGAL ANGKAP UA diberikan daerah di bidang XO yang berbentuk persegi panjang, {( ) } =, y a b, y d dan fungsi dua peubah z = f (,y ) >. Maka untuk menghitung volume benda ruang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bilangan, (b) aljabar, (c) geometri dan pengukuran, (d) statistika dan peluang 7 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pemahaman Konsep Matematika Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006 untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), disebutkan bahwa standar kompetensi mata pelajaran

Lebih terperinci

Penulis: Penilai: Editor: Ilustrator: Dra. Supinah. Drs. Markaban, M.Si. Hanan Windro Sasongko, S.Si. Fadjar Noer Hidayat, S.Si., M.Ed.

Penulis: Penilai: Editor: Ilustrator: Dra. Supinah. Drs. Markaban, M.Si. Hanan Windro Sasongko, S.Si. Fadjar Noer Hidayat, S.Si., M.Ed. PAKET FASILITASI PEMBERDAYAAN KKG/MGMP MATEMATIKA Penyusunan Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Matematika SD dalam Rangka Pengembangan KTSP Penulis: Dra. Supinah Penilai: Drs. Markaban,

Lebih terperinci

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA IV TAHUN AKADEMIK 2014/2015

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA IV TAHUN AKADEMIK 2014/2015 SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU PROGRAM DIPLOMA IV TAHUN AKADEMIK 2014/2015 JALUR IKATAN DINAS & TUGAS BELAJAR INSTANSI NON BPS Pengantar... 2 Ketentuan Jalur Ikatan Dinas... 3 Ketentuan Jalur Tugas

Lebih terperinci

MA NEGERI 19 JAKARTA

MA NEGERI 19 JAKARTA PENDAHULUAN Assalamualaikum Wr. Wb. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat Maha hidup yang telah menciptakan ayat-ayat Qur aniyah dan Kauniyah sebagai pelita yang membimbing kehidupan manusia. Shalawat

Lebih terperinci

Pertemuan ke 8. GRAFIK FUNGSI Diketahui fungsi f. Himpunan {(x,y): y = f(x), x D f } disebut grafik fungsi f.

Pertemuan ke 8. GRAFIK FUNGSI Diketahui fungsi f. Himpunan {(x,y): y = f(x), x D f } disebut grafik fungsi f. Pertemuan ke 8 GRAFIK FUNGSI Diketahui fungsi f. Himpunan {(,y): y = f(), D f } disebut grafik fungsi f. Grafik metode yang paling umum untuk menyatakan hubungan antara dua himpunan yaitu dengan menggunakan

Lebih terperinci

Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika

Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika Analisis SI dan SKL Mata Pelajaran Matematika SMP/MTs untuk Optimalisasi Tujuan Mata Pelajaran Matematika Penulis Dra. Sri Wardhani Penilai Dra. Th Widyantini, M.Si. Editor Titik Sutanti, S.Pd.Si. Ilustrator

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2015 TENTANG EKUIVALENSI KEGIATAN PEMBELAJARAN/PEMBIMBINGAN BAGI GURU YANG

Lebih terperinci

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL

Catatan Kuliah KALKULUS II BAB V. INTEGRAL BAB V. INTEGRAL Anti-turunan dan Integral TakTentu Persamaan Diferensial Sederhana Notasi Sigma dan Luas Daerah di Bawah Kurva Integral Tentu Teorema Dasar Kalkulus Sifat-sifat Integral Tentu Lebih Lanjut

Lebih terperinci

PENYUSUNAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) SEBAGAI BAHAN AJAR

PENYUSUNAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) SEBAGAI BAHAN AJAR ARTIKEL PENYUSUNAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) SEBAGAI BAHAN AJAR Oleh Dra. Theresia Widyantini, M.Si PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN (PPPPTK) MATEMATIKA 2013 1 Abstrak

Lebih terperinci

SOAL UJIAN NASIONAL. PROGRAM STUDI IPA ( kode P 45 ) TAHUN PELAJARAN 2008/2009

SOAL UJIAN NASIONAL. PROGRAM STUDI IPA ( kode P 45 ) TAHUN PELAJARAN 2008/2009 SOAL UJIAN NASIONAL PROGRAM STUDI IPA ( kode P 4 ) TAHUN PELAJARAN 8/9. Perhatikan premis premis berikut! - Jika saya giat belajar maka saya bisa meraih juara - Jika saya bisa meraih juara maka saya boleh

Lebih terperinci

LAMPIRAN KUISONER. Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib

LAMPIRAN KUISONER. Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib LAMPIRAN Lampiran 1 : Kuisoner pelajaran KUISONER Nama : Hari/ Tanggal : Kelas : Absen : 1. Apakah pelajaran yang paling kamu sukai dari ke empat pelajaran wajib (UN)? a. b. Bahasa Indonesia c. Bahasa

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. SUBJEK PENELITIAN Subyek dari penelitian tindakan kelas ini adalah peserta didik kelas VIIA MTs NU Tamrinut Thullab Undaan Lor Kudus tahun pelajaran 2009/2010 dengan jumlah

Lebih terperinci

SURAT PERMOHONAN CALON PESERTA DIDIK MENGIKUTI JALUR PRESTASI TAHUN PELAJARAN 2015/2016

SURAT PERMOHONAN CALON PESERTA DIDIK MENGIKUTI JALUR PRESTASI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 FORM 1 Kepada Yth. Kepala SMA Negeri 2 Demak SURAT PERMOHONAN CALON PESERTA DIDIK MENGIKUTI JALUR PRESTASI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 c.q. Panitia PPDB Jalur Prestasi SMA Negeri 2 Demak Yang bertanda tangan

Lebih terperinci

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016

PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 A. Latar Belakang PANDUAN SISTEM PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) MA HAD MADRASAH (ISLAMIC BOARDING SCHOOL) MTsN 31 JAKARTA TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Pembangunan nasional dalam bidang pendidikan dimaksudkan

Lebih terperinci

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013

SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 SILABUS MATA PELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/ MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII KURIKULUM

Lebih terperinci

Modul Matematika Segi Empat

Modul Matematika Segi Empat Modul Matematika Segi Empat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP-Standar Isi 2006) Berdasarkan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMP Kelas VII Semester 2 Penulis : Tutik Shahidayanti Pembimbing :

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum SMAK Untung Suropati Sidoarjo. siswa untuk memperoleh prestasi di sekolah maupun di luar sekolah.

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. 2.1 Gambaran Umum SMAK Untung Suropati Sidoarjo. siswa untuk memperoleh prestasi di sekolah maupun di luar sekolah. BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Gambaran Umum SMAK Untung Suropati Sidoarjo SMAK Untung Suropati Sidoarjo beralamat di Jln Untung Suropati No 33. terhitung tanggal 1 September 2012 SMAK Untung Suropati

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM LIMAS YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK PMRI DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALEMBANG

PENGEMBANGAN MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM LIMAS YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK PMRI DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALEMBANG PENGEMBANGAN MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUM LIMAS YANG SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK PMRI DI KELAS VIII SMP NEGERI 4 PALEMBANG Hariyati 1, Indaryanti 2, Zulkardi 3 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengembangkan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. hlm. 15. 1 Pantur Silaban, Kalkulus Lanjutan, (Jakarta: Erlangga, 1984), hlm. 1.

BAB I PENDAHULUAN. hlm. 15. 1 Pantur Silaban, Kalkulus Lanjutan, (Jakarta: Erlangga, 1984), hlm. 1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bilangan bulat merupakan salah satu pokok bahasan di dalam pelajaran Matematika jenjang SMP/M.Ts. kelas VII. Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat positif, bilangan

Lebih terperinci

PRODUK DAUR ULANG LIMBAH

PRODUK DAUR ULANG LIMBAH PERTEMUAN MINGGU KE 17 PRODUK DAUR ULANG LIMBAH Standar Kompetensi: 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem. Kompetensi

Lebih terperinci

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun

Kata Pengantar. Jakarta, Desember 2011. Tim Penyusun Kata Pengantar Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai hasil belajar yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Oleh karena itu, guru wajib

Lebih terperinci

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR

CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR CONTOH MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SD Jenjang Lanjut Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 200 di PPPG Matematika Oleh: Dra. Sukayati, M.

Lebih terperinci

Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (Implikasinya terhadap Tugas Guru Matematika SMP/MTs dalam Pengembangan KTSP)

Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (Implikasinya terhadap Tugas Guru Matematika SMP/MTs dalam Pengembangan KTSP) PAKET FASILITASI PEMBERDAYAAN KKG/MGMP MATEMATIKA Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan (Implikasinya terhadap Tugas Guru Matematika SMP/MTs dalam Pengembangan KTSP) Penulis: Dra. Sri Wardhani Penilai:

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169

SKRIPSI. Oleh: Sinta Ambar Husada NIM. 100210204169 PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV-A SDN PATRANG 01 JEMBER PADA MATA PELAJARAN IPA POKOK BAHASAN GAYA MELALUI METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR AND SHARE (TPS) SKRIPSI

Lebih terperinci

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, SALINAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2013 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 TENTANG STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Lebih terperinci

PENILAIAN PEMBELAJARAN

PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN PEMBELAJARAN PENILAIAN APA PENILAIAN? APA PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI? BAGAIMANA CARANYA? PENILAIAN: PROSES SISTIMATIS MELIPUTI PENGUMPULAN INFORMASI (ANGKA, DESKRIPSI VERBAL), ANALISIS, INTERPRETASI

Lebih terperinci

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor

Suku Banyak. A. Pengertian Suku Banyak B. Menentukan Nilai Suku Banyak C. Pembagian Suku Banyak D. Teorema Sisa E. Teorema Faktor Bab 5 Sumber: www.in.gr Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi komposisi dalam pemecahan masalah; menggunakan konsep, sifat, dan aturan fungsi invers

Lebih terperinci

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA. Dermalince Sitinjak, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara PENDAHULUAN

PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA. Dermalince Sitinjak, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara PENDAHULUAN PENGGUNAAN ALAT PERAGA MATEMATIKA Dermalince Sitinjak, M.Pd Widyaiswara LPMP Sumatera Utara PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP Siklus II ) : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar bangun.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. ( RPP Siklus II ) : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar bangun. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP Siklus II ) Mata Pelajaran : Matematika Kelas / Semester : V / 2 Waktu : 2 Jam pelajaran(2 x35 menit) Standar Kompetensi : 6. Memahami sifat bangun dan hubungan antar

Lebih terperinci

MENENTUKAN BESARAN PADA GERAK LURUS DAN PENERAPANNYA

MENENTUKAN BESARAN PADA GERAK LURUS DAN PENERAPANNYA MENENTUKAN BESARAN PADA GERAK LURUS DAN PENERAPANNYA Identitas Mata Pelajaran Sekolah : SMP N 8 Padang Kelas : VIII Semester : 1 Pelajaran / Materi : IPA / Gerak Lurus Alokasi Waktu : 2 x 40 menit KELOMPOK

Lebih terperinci

Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah

Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah Kaunia, Vol. IX, No. 2, Oktober 2013 Melukis Grafik Fungsi yang Rumit dengan Mudah Faiz Ahyaningsih Dosen FMIPA Matematika UNIMED Abstract This paper aim how to sketch the complicated curve y = f(x) easily.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah EVALUASI PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah EVALUASI PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) Mata Kuliah EVALUASI PEMBELAJARAN Oleh : Risky Setiawan., M.Pd. JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP VETERAN SEMARANG Mata

Lebih terperinci

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TUTOR SEBAYA UNTUK SISWA KELAS VII-F SMP NEGERI 7 MALANG Umar Wirahadi Kusuma Universitas Negeri Malang Pembimbing

Lebih terperinci

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITENAS SPMB ITENAS TAHUN 2014

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU ITENAS SPMB ITENAS TAHUN 2014 SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA ARU ITENAS SPM ITENAS TAHUN 2014 SALAM ITENAS Selamat Datang Calon Mahasiswa aru Itenas Angkatan 2014. Kampus Itenas mengumumkan penyelenggaraan Seleksi Penerimaan Mahasiswa

Lebih terperinci

Berikut daftar untuk mempelajari praktik yang baik di tingkat sekolah dan kabupaten yang dapat digunakan sebagai panduan.

Berikut daftar untuk mempelajari praktik yang baik di tingkat sekolah dan kabupaten yang dapat digunakan sebagai panduan. Praktik Lokal yang Baik Pendahuluan Seleksi dan Dokumentasi Praktik yang Baik Kriteria untuk seleksi praktik lokal adalah: Praktik tersebut memiliki dampak positif dalam rangka mencapai tujuan meningkatkan

Lebih terperinci

Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan

Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan Fungsi, Persamaaan, Pertidaksamaan Disampaikan pada Diklat Instruktur/Pengembang Matematika SMA Jenjang Dasar Tanggal 6 s.d. 9 Agustus 004 di PPPG Matematika Oleh: Drs. Markaban, M.Si. Widyaiswara PPPG

Lebih terperinci

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012

Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 Latihan: UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH 2012 I. Pilihlah jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X) huruf A, B, C, atau D pada lembar jawaban! 1. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun

Lebih terperinci

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1)

PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1) H. SufyaniPrabawant, M. Ed. Bahan Belajar Mandiri 5 PEMBELAJARAN BANGUN RUANG (1) Pendahuluan Bahan belajar mandiri ini menyajikan pembelajaran bangun-bangun ruang dan dibagi menjadi dua kegiatan belajar.

Lebih terperinci

Anita Windarini SMP Negeri 1 Sanggau anitanajori@rocketmail.com

Anita Windarini SMP Negeri 1 Sanggau anitanajori@rocketmail.com Windarini, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dan Media Manipulatif, 1 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD DAN MEDIA MANIPULATIF DALAM PEMBELAJARAN LUAS PERMUKAAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA SALINAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 15 TAHUN 2010 TENTANG STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN DASAR DI KABUPATEN/KOTA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PENDIDIKAN

Lebih terperinci

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC

MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC MELALUI MODIFIKASI ALAT PEMBELAJARAN DAPAT MENINGKATKAN GERAK DASAR MENANGKAP BOLA MENDATAR DALAM BOLA TANGAN KELAS V SDN 1 SEPANGJAYA KEC. KEDATON TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (SKRIPSI) HARYATI 1013068068

Lebih terperinci

Sistem Operasi Jaringan

Sistem Operasi Jaringan Proxy server: komputer server yang bertindak sebagai penengah antara user di jaringannya dengan sumber daya eksternal yang sedang diakses. Recovery: usaha untuk mengembalikan kendali terhadap suatu sistem.

Lebih terperinci

SKRIPSI. Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Program Studi Strata I untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

SKRIPSI. Diajukan dalam Rangka Penyelesaian Program Studi Strata I untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP TENTANG POKOK BAHASAN PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN PECAHAN MELALUI PEMANFAATAN ALAT PERAGA DAN LEMBAR KERJA PADA SISWA KELAS IV SD WONOSARI 02 SEMARANG TAHUN AJARAN 2006/2007

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatnya kemampuan manusia, situasi dan kondisi lingkungan yang

BAB I PENDAHULUAN. dan meningkatnya kemampuan manusia, situasi dan kondisi lingkungan yang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Permasalahan pendidikan selalu muncul bersama dengan berkembang dan meningkatnya kemampuan manusia, situasi dan kondisi lingkungan yang ada, pengaruh informasi

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Tes Hasil Belajar a. Pengertian Tes merupakan alat ukur untuk proses pengumpulan data di mana dalam memberikan respon atas pertanyaan dalam instrumen, peserta

Lebih terperinci

KEGIATAN BELAJAR 3 PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM

KEGIATAN BELAJAR 3 PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM KEGIATAN BELAJAR 3 PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM A. Penyajian Data dalam Bentuk Diagram 1. Pengertian grafik atau diagram Diagram atau grafik menurut Somantri (2006:107) adalah gambar-gambar yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Dan salah satu hal yang menentukan kualitas pembelajaran adalah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Bangun ruang adalah materi pokok dalam pembelajaran matematika di SMP/MTs yang kajian materinya masih bersifat abstrak. Pada materi bangun ruang ini, peserta

Lebih terperinci

BAB. III METODE PENELITIAN

BAB. III METODE PENELITIAN 18 BAB. III METODE PENELITIAN 3.1 Settingdan Karaktersistik Subjek Penelitian Penelitian Tindakan Kelas mata pelajaran PKn tentang Mendeskripsikan tugas dan fungsi pemerintah pusat dan daerah dilakukan

Lebih terperinci

Bab I. Fungsi Dua Peubah atau Lebih. Pengantar

Bab I. Fungsi Dua Peubah atau Lebih. Pengantar Bab I Fungsi Dua Peubah atau Lebih Pengantar Seperti halna dengan fungsi satu peubah kita dapat mendefinisikan fungsi dua peubah atau lebih sebagai pemetaan dan sebagai pasangan berurut.fungsi dengan peubah

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. biasa disebut dengan kreativitas siswa dalam matematika. Ulangan Harian Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 SD Negeri No.

BAB I PENDAHULUAN. biasa disebut dengan kreativitas siswa dalam matematika. Ulangan Harian Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 SD Negeri No. BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan suatu upaya untuk memberikan pengetahuan kepada seseorang dengan tujuan agar orang tersebut mampu menghadapi perubahan akibat adanya kemajuan

Lebih terperinci

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI POLA BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER 2

EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI POLA BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER 2 EKSPERIMENTASI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II PADA POKOK BAHASAN SEGIEMPAT DITINJAU DARI POLA BELAJAR SISWA KELAS VII SEMESTER 2 ( MTs Negeri Bekonang Tahun Ajaran 2008/2009 ) SKRIPSI Untuk Memenuhi

Lebih terperinci

F U N G S I A. PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR FUNGSI

F U N G S I A. PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR FUNGSI F U N G S I A. PENGERTIAN DAN UNSUR-UNSUR FUNGSI Fungsi Fungsi ialah suatu bentuk hubungan matematis yang menyatakan hubungan ketergantungan (hubungan fungsional) antara satu variabel dengan variabel lain.

Lebih terperinci

PENERAPAN PEMBELAJARAN SUSUN BANGUN DATAR MANDIRI DALAM PRAKTIK LESSON STUDY DI SD GMIH IDAMGAMLAMO DAN SD LOCE HALMAHERA BARAT

PENERAPAN PEMBELAJARAN SUSUN BANGUN DATAR MANDIRI DALAM PRAKTIK LESSON STUDY DI SD GMIH IDAMGAMLAMO DAN SD LOCE HALMAHERA BARAT PENERAPAN PEMBELAJARAN SUSUN BANGUN DATAR MANDIRI DALAM PRAKTIK LESSON STUDY DI SD GMIH IDAMGAMLAMO DAN SD LOCE HALMAHERA BARAT Welhelmus Denny SD Loce Kecamatan Sahu Timur Kabupaten Halmahera Barat Abstrak:

Lebih terperinci

APLIKASI STATISTIKA DAN HITUNG PELUANG

APLIKASI STATISTIKA DAN HITUNG PELUANG Kata Pengantar i i i Aplikasi Statistika dan Hitung Peluang Kata Pengantar iii APLIKASI STATISTIKA DAN HITUNG PELUANG Oleh : Richard Lungan Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2006 Hak Cipta Ó 2006 pada penulis,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan

BAB II KAJIAN TEORETIS. Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan BAB II KAJIAN TEORETIS 2.1 Hakekat Soal Cerita yang Diajarkan di Sekolah Dasar 2.1.1 Pengertian Soal Cerita Soal cerita merupakan permasalahan yang dinyatakan dalam bentuk kalimat bermakna dan mudah dipahami

Lebih terperinci

UNIT PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA. Nyimas Aisyah. Pendahuluan

UNIT PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA. Nyimas Aisyah. Pendahuluan UNIT 5 PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA Nyimas Aisyah Pendahuluan P embelajaran matematika di Sekolah Dasar sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional, menurut kurikulum 2006, bertujuan antara

Lebih terperinci

KISI-KSI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012

KISI-KSI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 Mata Pelajaran : Matematika Jenjang : SMP/SMA/SMK MTS/MA/MAK Kompetensi Pedagogik (Didaktik Matematika) KISI-KSI SOAL UJI KOMPETENSI AWAL SERTIFIKASI GURU TAHUN 2012 Kompetensi Inti Guru (Standar Kompetensi)

Lebih terperinci

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam

SKRIPSI. Oleh: TSALIS HIDAYATI NIM 11507020. Diajukan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN MATEMATIKA OPERASI HITUNG PERKALIAN DENGAN METODE BERMAIN KARTU PADA SISWA KELAS III MI DADAPAYAM II KECAMATAN SURUH KABUPATEN SEMARANG TAHUN PELAJARAN

Lebih terperinci

BAB 2 ANALISIS VEKTOR

BAB 2 ANALISIS VEKTOR BAB ANALISIS VEKTOR A. Tujuan Umum Mahasiswa memahami pengertian vektor, operasi vektor, penjumlahan, pengurangan, perkalian dan kaedah aljabar vektor. B. Tujuan Khusus Mahasiswa dapat memahami konsep

Lebih terperinci

e-ta ( elektronik Tugas Akhir ) Oleh : AKLI JUNIHARTO NIM : 100210274023

e-ta ( elektronik Tugas Akhir ) Oleh : AKLI JUNIHARTO NIM : 100210274023 PENINGKATAN HASIL BELAJAR PENJUMLAHAN PECAHAN YANG PENYEBUTNYA TIDAK SAMA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS V SDN PULO 02 KABUPATEN LUMAJANG e-ta ( elektronik Tugas Akhir ) Oleh

Lebih terperinci

PENERIMAAN PESERTA DIDIK ( P P D B ) BARU TAHUN 2014-2015 LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA

PENERIMAAN PESERTA DIDIK ( P P D B ) BARU TAHUN 2014-2015 LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA PENERIMAAN PESERTA DIDIK ( P P D B ) BARU TAHUN 2014-2015 LINGKUNGAN DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA KRITERIA CALON PESERTA DIDIK BARU 1. Calon Peserta Didik Kategori Dalam

Lebih terperinci

5 25% BAB I PENDAHULUAN

5 25% BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sekarang ini banyak orang menyebutkan abad melenium. Pada masa ini menuntut penguasaan teknologi adalah kebutuhan mutlak. Bahkan kita dituntut untuk dapat

Lebih terperinci

MAT. 05. Relasi dan Fungsi

MAT. 05. Relasi dan Fungsi MAT. 05. Relasi dan Fungsi i Kode MAT. 05 Relasi dan fungsi BAGIAN PROYEK PENGEMBANGAN KURIKULUM DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DEPARTEMEN PENDIDIKAN

Lebih terperinci

DESI AFRIDA AIE003024

DESI AFRIDA AIE003024 PENERAPAN PEMBELAJARAN IPA (FISIKA) BERBASIS PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES (PKP) DENGAN METODE INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PROSEDURAL SISWA KELAS VII.3 SMPN 1 BENGKULU (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

Lebih terperinci

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ii KATA PENGANTAR Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan

Lebih terperinci

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah ii KATA PENGANTAR Dalam rangka mewujudkan visi dan misi pendidikan nasional, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 Metro. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

Lebih terperinci

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG)

ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG) ALAT PENILAIAN KEMAMPUAN GURU (APKG) PETUNJUK 1. Kumpulkan dokumen perangkat dari guru sebelum pengamatan, cacatan hasil pengamatan selama dan sesudah, serta cacatan kemajuan dan hasil belajar peserta

Lebih terperinci

Perolehan Suara Menjadi Kursi

Perolehan Suara Menjadi Kursi Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014 Cara Penghitungan Perolehan Suara Menjadi Kursi DPR dan DPRD Pemilu 2014 Indonesian Parliamentary Center (IPC) 2014 Cara Penghitungan

Lebih terperinci

BAB I PENDA HULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDA HULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan sesungguhnya dipenuhi berbagai keragaman. Sebab, tidak ada siswa yang mempunyai daya tangkap, daya serap, daya berpikir dan daya kecerdasan

Lebih terperinci

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013

PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 PENGARUH KEDISIPLINAN BELAJAR DAN MINAT BACA TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS XI IPA SMA NEGERI 2 SUKOHARJO TAHUN AJARAN 2012/2013 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015

STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015 STUDI KOMPARASI PENERAPAN STRATEGI INDEX CARD MATCH DAN BERMAIN JAWABAN TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SDIT HIDAYAH NGAWEN TAHUN 2014/2015 SKRIPSI Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Mencapai

Lebih terperinci

TATA CARA / INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG III UNIVERSITAS HANG TUAH TAHUN AKADEMIK 2015/2016 PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA

TATA CARA / INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG III UNIVERSITAS HANG TUAH TAHUN AKADEMIK 2015/2016 PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA TATA CARA / INFORMASI PENDAFTARAN MAHASISWA BARU GELOMBANG III UNIVERSITAS HANG TUAH TAHUN AKADEMIK 2015/2016 PROGRAM DIPLOMA DAN SARJANA A. JALUR MASUK MAHASISWA BARU Sistem rekrutmen mahasiswa baru UHT

Lebih terperinci

Ujian Nasional. Kebijakan Perubahan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Anies R. Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan

Ujian Nasional. Kebijakan Perubahan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Anies R. Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Kebijakan Perubahan Ujian Nasional Anies R. Baswedan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan disampaikan dalam konferensi pers Jakarta, 23 Januari 2015

Lebih terperinci

NEGERI PASIR BANYUMAS SKRIPSI

NEGERI PASIR BANYUMAS SKRIPSI PENGARUH PENERAPAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS IV SEKOLAH DASARR NEGERI PASIR WETANN BANYUMAS SKRIPSI Diajukan

Lebih terperinci

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN PANDUAN PENYUSUNAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN JENJANG PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH BADAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN 2006 KATA PENGANTAR Buku Panduan ini dimaksudkan sebagai pedoman sekolah/madrasah

Lebih terperinci

Pertanyaan Silahkan Hubungi Kami di Telp. 0711-373104, Email: sipenmaru@poltekkespalembang.ac.id atau Facebook: www.facebook.com/poltekkes.

Pertanyaan Silahkan Hubungi Kami di Telp. 0711-373104, Email: sipenmaru@poltekkespalembang.ac.id atau Facebook: www.facebook.com/poltekkes. Pertanyaan Silahkan Hubungi Kami di Telp. 0711-373104, Email: sipenmaru@poltekkespalembang.ac.id atau Facebook: www.facebook.com/poltekkes.palembang PENJELASAN RINCI MEKANISME ALUR PENDAFTARAN Langkah

Lebih terperinci