RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA"

Transkripsi

1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER ALOKASI WAKTU : SMAN 16 SURABAYA : KIMIA : XI / 2 (dua) : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. III. INDIKATOR Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati, dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (efek Tyndall, homogen/ heterogen dan penyaringan) dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, adsorbsi, emulsi dan koagulasi) dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Menjelaskan koloid liofob dan liofil dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Perilaku Berkarakter : a. Teliti b. Komunikatif c. Menghargai orang lain. IV. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi 2. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu mendeskripsikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, adsorbsi, emulsi dan koagulasi) 3. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan koloid liofob dan liofil. 4. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi V. MATERI PEMBELAJARAN : Sifat Koloid dan Kegunaannya Sistem koloid tersusun atas dua komponen, yaitu fasa terdispersi dan medium dispersi atau fasa pendispersi. Fasa terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air yang disebut di atas, fasa terdispersi adalah susu, sedangkan medium dispersi adalah air. Ada 8 jenis koloid seperti yang terdapat pada table berikut : No Fasa Terdispersi Fasa Nama Contoh Pendispersi 1 padat gas aerosol asap (smoke), debu di udara 2 padat cair sol sol emas, sol belerang, tinta, cat 3 padat padat sol padat gelas berwarna, intan hitam 4 cair gas aerosol kabut (fog) 5 cair cair emulsi susu, santan, minyak ikan 6 cair padat emulsi padat jeli, mutiara, 7 gas cair buih buih sabun, krim kocok 8 gas padat buih padat karet busa, batu apung 1

2 Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid, peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besar energi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu system koloid, maka gerak Brown semakin lambat. Koloid liofil dapat terjadi apabila ada gaya tarik menarik (antar molekul) yang cukup kuat antara zat terdispersi / terlarut dengan mediumnya. Koloid liofob dapat terjadi apabila tidak ada atau sangat lemahnya gaya tarik menarik antara zat terdispersi / terlarut dengan mediumnya. Emulsi ialah koloid dengan zat terdispersinya fase cair. Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Adsorbsi : penyerapan ion atau muatan listrik pada permukaan koloid. Koagulasi adalah penggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya berlawanan. VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN: Strategi Pembelajaran : CTL Model Pembelajaran : Kooperatif tipe Jigsaw Metode Pembelajaran : Diskusi dan Pemberian Tugas Media Pembelajaran : Power Point, Buku Siswa, dan Lembar Kerja Siswa VII. PROSES BELAJAR MENGAJAR A. Pendahuluan (± 10 menit) Kegiatan Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 1. Guru mengucapkan salam kepada siswa dengan senyum yang bersahabat/komunikatif. Penilaian oleh Pengamat Sebelum memulai pembelajaran hari ini, guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan masing-masing.(guru menanamkan karakter religius) 3. Guru memeriksa kehadiran siswa.( Guru menanamkan karakter disiplin) 4. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa melalui pembelajaran hari ini. 5. Guru menyampaikan pengetahuan prasyarat yang harus dimiliki siswa dari pembelajaran yang lalu yaitu pembuatan koloid.. 6. Guru menunjukkan tiga macam koloid, yaitu jelly, hasil praktikum siswa pada pertemuan yang lalu, yaitu sol belerang dan sol Fe(OH)3 untuk membangkitkan motivasi rasa ingin tahu dan menggali pengetahuan siswa(eksplorasi) dengan bertanya: Apa yang kalian ketahui dari ketiga koloid tersebut? 2

3 B. Kegiatan Inti (± 45 menit) Kegiatan Fase 2 : Menyajikan informasi 1. Guru memberikan informasi singkat tentang materi yang akan dipelajari melalui tayangan power point. 2. Siswa memperhatikan dengan seksama dan mendengarkan dengan baik penjelasan guru. Penilaian oleh Pengamat Fase 3 : Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar 1. Guru membagi siswa siswa menjadi 6 kelompok(kelompok asal). Tiap kelompok beranggotakan 6 orang dan mempunyai tugas/wacana yang berbeda.. Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar. 1. Siswa yang mempunyai tugas/wacana sama berkumpul untuk belajar bersama menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.(kelompok ahli). Siswa menyelesaikan tugas dengan teliti. Selama kegiatan guru memantau dan melakukan bimbingan Setiap siswa kelompok ahli harus komunikatif dan dapat menyampaikan informasi hasil diskusinya pada kelompok asal. 3. Apabila tugas sudah selesai dikerjakan, kelompok ahli kembali pada kelompok asal dan secara bergiliran memberikan penjelasan pada kelompok asal. Dalam hal ini perlu ditanamkan karakter menghargai pendapat orang lain dan disiplin(tertib, tidak saling berebut) Fase 5: Evaluasi 1. Guru meminta masing-masing kelompok untuk melaporkan tugasnya.. 2. Guru memberikan klarifikasi tentang hasil diskusi mereka. C. Penutup(35 menit) Kegiatan Fase 6. Memberikan Penghargaan 1. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan membuat rangkuman di bukunya masing-masing. Penilaian oleh Pengamat Guru mengumumkan kelompok terbaik dan memberikan penghargaan. 3. Guru memberi tugas untuk mengerjakan soal-soal uji kompetensi koloid yang ada dalam BSE Kimia kelas XI 4. Guru memberikan tes akhir untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. VIII. SUMBER PEMBELAJARAN 1. File Power Point berjudul: Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 2. LKS 01. Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 3. Kunci LKS 01. Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 4. LP 01 Produk : Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 5. Kunci LP 01 Produk: Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 6. LP 02: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter. 3

4 Daftar Pustaka - Utami, Budi, Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Partana, Fajar, Mari Belajar Kimia 2 : Untuk SMAXI IPA. XI Jakarta, Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional, Mengetahui, Surabaya, Juli 2011 Kepala SMA Negeri 16 Surabaya Guru Mata Pelajaran Hj. Sri Widiati, S. Pd. M.M Sri Utami, S. Pd NIP : NIP

5 LKS 01. Sifat-Sifat Koloid Dan Kegunaannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.1. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. LEMBAR KEGIATAN SISWA Kelompok Ahli 1 : Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Isilah tabel di bawah ini! No Fasa Terdispersi Fasa Nama Contoh Pendispersi 1 padat gas 2 sol sol emas, sol belerang, tinta, cat 3 padat sol padat 4 gas aerosol 5 cair susu, santan, minyak ikan 6 padat jeli, mutiara, 7 cair buih 8 gas karet busa, batu apung Kelompok Ahli 2 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid efek Tyndall dan gerak Brown Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian efek Tyndall! 2. Efek Tyndall dapat digunakan untuk membedakan antara... dan... Jelaskan dengan gambar! 3. Berikan 5 contoh penerapan efek Tyndall dalam kehidupan sehari hari! 4. Jelaskan pengertian gerak Brown! 5. Gambarkan gerak Brown! 6. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gerak Brown! 7. Berilah contoh penerapan gerak Brown dalam kehidupan sehari-hari! Kelompok Ahli 3 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid dialisis dan elektroforesis Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian dialisisi! Dialisis adalah proses menghilangkan ion pengganggun melalui selaput semipermiabel. 2. Berikan contoh penerapan dialisis dalam kehidupan sehari-hari! Proses pencuan darah pada penderita penyakit ginjal. 3. Jelaskan pengertian elektroforesia! 4. Berikan contoh penerapan elektroforesis dalam kehidupan sehari hari! Kelompok Ahli 4 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid adsorbsi, emulsi dan koagulasi Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian adsorbsi! 2. Berilah contoh penerapan adsorbsi dalam kehidupan sehari-hari! 3. Jelaskan pengertian emulsi! 4. Berilah contoh emulsi dalam kehidupan sehari-hari! 5. Jelaskan pengertian koagulasi! 6. Berikan contoh penerapan koagulasi dalam kehidupan sehari-hari! Kelompok Ahli 5 : Menjelaskan koloid liofob dan liofil. Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan perbedaan koloid liofil dan liofob! 2. Berikan contoh koloid liofil dan liofob dalam kehidupan sehari-hari! 5

6 Kelompok Ahli 6 : Mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi. Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang kosmetik! 2. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang makanan! 3. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang farmasi! KUNCI LKS 01. Sifat-Sifat Koloid Dan Kegunaannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KUNCI JAWABAN Kelompok Ahli 1 : Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi No Fasa Terdispersi Fasa Nama Contoh Pendispersi 1 padat gas aerosol asap (smoke), debu di udara 2 padat cair sol sol emas, sol belerang, tinta, cat 3 padat padat sol padat gelas berwarna, intan hitam 4 cair gas aerosol kabut (fog) 5 cair cair emulsi susu, santan, minyak ikan 6 cair padat emulsi padat jeli, mutiara, 7 gas cair buih buih sabun, krim kocok 8 gas padat buih padat karet busa, batu apung Kelompok Ahli 2 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid efek Tyndall dan gerak Brown Kunci Jawaban : 1. Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh partikel koloid, peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala arah. 2. Efek Tyndall digunakan untuk membedakan sistem koloid dari larutan sejati. 3. Lima contoh penerapan efek Tyndall dalam kehidupan sehari hari : a. Debu dalam ruangan akan terlihat jika ada sinar yang masuk melalui celah yang kecil. b. Sinar matahari akan tampak jelas menerobos sela-sela pepohonan yang lebat di hutan c. Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok sehingga gambar film yang ada di layar menjadi tidak jelas. d. Sorot lampu mobil pada malam hari yang berdebu, berasap, atau berkabut akan tampak jelas. e. Langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. 4. Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). 5. Gambar gerak Brown : 6

7 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi gerak Brown : a. Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown terjadi. b. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besar energi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. 7. Contoh penerapan gerak Brown dalam kehidupan sehari-hari : apabila kita mendiamkan susu untuk beberapa lama, kita tidak akan mendapati endapan. Hal ini disebabkan adanya gerak terus-menerus secara acak yang dilakukan oleh partikel-partikel koloid. Gerak acak seperti itulah yang disebut dengan gerak Brown. Kelompok Ahli 3 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid dialisis dan elektroforesis 1. Jelaskan pengertian dialisisi! Dialisis adalah proses menghilangkan ion pengganggun melalui selaput semipermiabel. 2. Berikan contoh penerapan dialisis dalam kehidupan sehari-hari! Proses pencucian darah pada penderita penyakit ginjal. 3. Jelaskan pengertian elektroforesia! Peristiwa elektroforesis adalah peristiwa mengalirnya partikel-partikel koloid menuju elektroda, partikel bermuatan negatif bergerak menuju elektroda negatif, partikel bermuatan positif bergerak menuju elektroda positif. 4. Berikan contoh penerapan elektroforesis dalam kehidupan sehari hari! Sifat elektroforesis koloid digunakan untuk memisahkan protein-protein dalam larutan. dalam industri lateks, untuk melapisi logam-logam dengan lateks koloid (karet), atau mengecatkan anti karat pada badan mobil. Partikel-partikel lateks yang bermuatan, cat dan sebagainya tertarik dan menempel pada logam akibat logam diberi muatan listrik yang berlawanan dengan muatan lateks koloid. Kelompok Ahli 4 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid adsorbsi, emulsi dan koagulasi 1. Jelaskan pengertian adsorbsi! Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan ion pada permukaan partikel koloid sehingga partikel koloid dapat bermuatan listrik yang muatannya ditentukan oleh muatan ion-ion yang mengelilinginya. 2. Berilah contoh penerapan adsorbsi dalam kehidupan sehari-hari! Pemutihan gula, pencucian dengan sabun, cara kerja obat norit, pewarnaan pada tekstil, proses pengolahan air bersih, dan lain-lain. 3. Jelaskan pengertian emulsi! Emulsi merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat cair yang didispersikan dalam padatan, cairan, atau gas. 4. Berilah contoh emulsi dalam kehidupan sehari-hari! Susu, mentega, santan, minyak ikan, mutiara, dan lain-lain. 5. Jelaskan pengertian koagulasi! Proses penggumpalan partikel-partikel koloid dalam suatu sistem koloid disebut kongulasi. 6. Berikan contoh penerapan koagulasi dalam kehidupan sehari-hari! Pembentukan delta sungai, putih telur menggumpal setelah dipanaskan, agar-agar panas membeku setelah didinginkan,.lateks digumpalkan dengan penambahan asam cuka. Kelompok Ahli 5 : Menjelaskan koloid liofob dan liofil. 1. Jelaskan perbedaan koloid liofil dan liofob! Koloid liofil, merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya. Koloid liofil lebih stabil, sukar mengendap, gerak Brown lemah, efek Tyndall kurang jelas, sukar diendapkan dengan penambahan elektrolit, fasa terdispersinya menyerap molekul, dari senyawa organik, pada umumnya bisa dibuat jel, reversibel. Koloid liofob, merupakan koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. 7

8 Koloid liofob kurang stabil, mudah diendapkan dengan penambahan elektrolit, gerak Brown jelas, efek Tyndall jelas, fasa terdispersi menyrap ion, dari senyawa anorganik, pada umumnya sukar dibuat jal, irreversibel. 2. Berikan contoh koloid liofil dan liofob dalam kehidupan sehari-hari! Contoh sol liofil adalah gelatin dalam air dan putih telur dalam air. Contoh sol liofob adalah sol As2S3 dalam air, garam sulfida dalam air, dan belerang dalam air. Kelompok Ahli 6 : Mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi. 1. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang kosmetik! Cream pelembab, hand and body lotion,deodoran, hair-spray, dan lain-lain. 2. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang makanan! Jelly, susu, agar-agar, santan, mayonese, santan dan lain-lain. 3. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang farmasi! Obat-obatan dalam bentuk sirup maupun tablet. Misalnya sirupobat batuk. 8

9 LP. Produk 01. Sifat-Sifat Koloid Dan Kegunaannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Soal Uji Kompetensi. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Penghamburan berkas sinar di dalam sistem koloid disebut. A. gerak Brown D. elektroforesis B. efek Tyndall E. osmose C. koagulasi 2. Salah satu sifat penting dari dispersi koloid yang banyak dimanfaatkan dalam bidang industri dan analisis biokimia adalah... A. prinsip elektroforesis D. homogenisasi B. efek Tyndall E. peptisasi C. gerak Brown 3. Gerak Brown terjadi karena. A. gaya gravitasi B. tolak-menolak antara partikel koloid yang bermuatan sama C. tarik-menarik antara partikel koloid yang berbeda muatan D. tumbukan antara partikel koloid E. tumbukan molekul medium dengan partikel koloid 4. Partikel koloid bermuatan listrik karena. A. adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid D. pelepasan elektron oleh partikel koloid B. absorpsi ion-ion oleh partikel koloid E. partikel koloid mengalami ionisasi C. partikel koloid mengalami ionisasi 5. Aluminium hidroksida membentuk sol bermuatan positif dalam air. Di antara elektrolit berikut, yang paling efektif untuk menggumpalkan koloid adalah.... A. NaCl D. Na 3 PO4 B. Fe 2 (SO 4 ) 3 E. Na 2 SO4 C. BaCl 2 6. Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara.... A. elektrolisis D. dekantasi B. elektroforesis E. presipitasi C. dialisis 7. Peristiwa koagulasi dapat ditemukan pada peristiwa. A. pembuatan agar-agar D. pembuatan air susu B. terjadinya berkas sinar E. terjadinya delta di muara sungai C. pembuatan cat 8. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut. A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 9

10 9. Zat-zat yang tergolong sol liofil adalah. A. belerang, agar-agar, dan mentega D. minyak tanah, asap, dan debu B. batu apung, awan, dan sabun E. lem karet, lem kanji, dan busa sabun C. susu, kaca, dan mutiara 10. Yang termasuk koloid hidrofob adalah. A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 11. Gejala atau proses yang paling tidak ada kaitan dengan sistem koloid adalah.... A. efek Tyndall D. emulsi B. dialisis E. elektrolisis C. koagulasi 12. As 2 S 3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah... A. kalium fosfat D. besi(iii)klorida B. magnesium sulfat E. besi(ii)sulfat C. barium nitrat 13. Muatan partikel koloid ditentukan dengan cara... A. dialisis D. elektroforesis B. elektrolisis E. mengukur diameter partikel C. mengukur sudut pantulan cahaya 14. Berikut ini peristiwa-peristiwa koagulasi pada partikel koloid, kecuali... A. penggumpalan lateks D. penjernihan lumpur dari air sungai B. pengobatan sakit perut E. pembentukan delta pada muara sungai C. pengendapan debu pada cerobong asap 15. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut... A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 16. Contoh koloid hidrofob adalah... A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 17. Campuran lemak dan air di dalam susu tidak memisah, sebab... A. lemak dan air berwujud cair B. lemak larut baik dalam air C. lemak dan air tidak bereaksi D. lemak lebih kental daripada air E. lemak dan air distabilkan oleh kasein sebagai pengemulsi 18. Di antara koloid berikut: 1) sol gelatin 4) sol belerang 2) sol logam 5) buih 3) agar-agar yang tergolong koloid hidrofil adalah... A. 1 dan 2 D. 2 dan 5 B. 1 dan 3 E. 2 dan 4 C. 1 dan 4 10

11 19. Dibandingkan dengan sol liofil, maka sol liofob. A. lebih stabil D. lebih mudah dikoagulasikan B. lebih kental E. bersifat reversibel C. memberi efek Tyndall yang kurang jelas 20. Susu adalah emulsi dan ini dapat dibuktikan dengan... A. minyak larut dalam susu B. efek Tyndall C. zat pewarna minyak membuat medium susu berwarna D. air larut dalam susu E. asam yang menyebabkan susu berkoagulasi 11

12 KUNCI LP. Produk 01. Koloid dan Proses Pembuatannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari nya. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Penghamburan berkas sinar di dalam sistem koloid disebut. A. gerak Brown D. elektroforesis B. efek Tyndall E. osmose C. koagulasi 2. Salah satu sifat penting dari dispersi koloid yang banyak dimanfaatkan dalam bidang industri dan analisis biokimia adalah... A. prinsip elektroforesis D. homogenisasi B. efek Tyndall E. peptisasi C. gerak Brown 3. Gerak Brown terjadi karena. A. gaya gravitasi B. tolak-menolak antara partikel koloid yang bermuatan sama C. tarik-menarik antara partikel koloid yang berbeda muatan D. tumbukan antara partikel koloid E. tumbukan molekul medium dengan partikel koloid 4. Partikel koloid bermuatan listrik karena. A. adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid D. pelepasan elektron oleh partikel koloid B. absorpsi ion-ion oleh partikel koloid E. partikel koloid mengalami ionisasi C. partikel koloid mengalami ionisasi 5. Aluminium hidroksida membentuk sol bermuatan positif dalam air. Di antara elektrolit berikut, yang paling efektif untuk menggumpalkan koloid adalah.... A. NaCl D. Na 3 PO4 B. Fe 2 (SO 4 ) 3 E. Na 2 SO4 C. BaCl 2 6. Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara.... A. elektrolisis D. dekantasi B. elektroforesis E. presipitasi C. dialisis 7. Peristiwa koagulasi dapat ditemukan pada peristiwa. A. pembuatan agar-agar D. pembuatan air susu B. terjadinya berkas sinar E. terjadinya delta di muara sungai C. pembuatan cat 8. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut. A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 9. Zat-zat yang tergolong sol liofil adalah. A. belerang, agar-agar, dan mentega D. minyak tanah, asap, dan debu B. batu apung, awan, dan sabun E. lem karet, lem kanji, dan busa sabun C. susu, kaca, dan mutiara 10. Yang termasuk koloid hidrofob adalah. A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 11. Gejala atau proses yang paling tidak ada kaitan dengan sistem koloid adalah.... A. efek Tyndall D. emulsi B. dialisis E. elektrolisis C. koagulasi 12

13 12. As 2 S 3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah... A. kalium fosfat D. besi(iii)klorida B. magnesium sulfat E. besi(ii)sulfat C. barium nitrat 13. Muatan partikel koloid ditentukan dengan cara... A. dialisis D. elektroforesis B. elektrolisis E. mengukur diameter partikel C. mengukur sudut pantulan cahaya 14. Berikut ini peristiwa-peristiwa koagulasi pada partikel koloid, kecuali... A. penggumpalan lateks D. penjernihan lumpur dari air sungai B. pengobatan sakit perut E. pembentukan delta pada muara sungai C. pengendapan debu pada cerobong asap 15. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut... A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 16. Contoh koloid hidrofob adalah... A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 17. Campuran lemak dan air di dalam susu tidak memisah, sebab... A. lemak dan air berwujud cair B. lemak larut baik dalam air C. lemak dan air tidak bereaksi D. lemak lebih kental daripada air E. lemak dan air distabilkan oleh kasein sebagai pengemulsi 18. Di antara koloid berikut: 1) sol gelatin 4) sol belerang 2) sol logam 5) buih 3) agar-agar yang tergolong koloid hidrofil adalah... A. 1 dan 2 D. 2 dan 5 B. 1 dan 3 E. 2 dan 4 C. 1 dan Dibandingkan dengan sol liofil, maka sol liofob. A. lebih stabil D. lebih mudah dikoagulasikan B. lebih kental E. bersifat reversibel C. memberi efek Tyndall yang kurang jelas 20. Susu adalah emulsi dan ini dapat dibuktikan dengan... A. minyak larut dalam susu B. efek Tyndall C. zat pewarna minyak membuat medium susu berwarna D. air larut dalam susu E. asam yang menyebabkan susu berkoagulasi Keterangan : Tiap soal skor = 1 skor yang diperoleh Nilai = x 100 skor maksimal 13

14 LP 04 :Format Pengamatan Perilaku Berkarakter Siswa: Kelas: Tanggal: Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini: D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat baik perbaikan kemajuan No Format Pengamatan Perilaku Berkarakter Rincian Tugas Memerlukan Kinerja (RTK) perbaikan (D) Menunjukkan kemajuan (C) Memuaskan (B) Sangat Baik(A) 1 Teliti 2 Komunikatif 3 Menghargai pendapat orang lain Surabaya, Juli 2011 Pengamat ( ) Sumber: Diadaptasi dari Suyono, RPP Berkarakter: Orde Reaksi, Pasca Sarjana, Unesa, 2010 Diadaptasi dari Novita, Dian, Contoh Perangkat RPP SMP, Unesa,

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012 Mata Pelajaran : Kimia Kelas : XI/2 Standar Dasar 4. Memahami sifat-sifat larutan asambasa, metode pengukuran dan terapannya 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DARI ALUMINIUM DISUSUN OLEH FITRI RAMADHIANI KELOMPOK 4 1. DITA KHOERUNNISA 2. DINI WULANDARI 3. AISAH 4. AHMAD YANDI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA

Lebih terperinci

Kimia dalam AIR. Dr. Yuni K. Krisnandi. KBI Kimia Anorganik

Kimia dalam AIR. Dr. Yuni K. Krisnandi. KBI Kimia Anorganik Kimia dalam AIR Dr. Yuni K. Krisnandi KBI Kimia Anorganik Sifat fisika dan kimia AIR Air memiliki rumus kimia H2O Cairan tidak berwarna, tidak berasa TAPI air biasanya mengandung sejumlah kecil CO2 dalm

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp) Kelarutan (s) Kelarutan (solubilit) adalah suatu zat dalam suatu pelarut menatakan jumlah maksimum suatu zat ang dapat larut dalam suatu pelarut. Satuan kelarutan

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Mata Pelajaran : Kimia Kelas : X (Sepuluh) Nomor Modul : Kim.X.07 Penulis : Drs. Asep Jamal Nur Arifin Penyunting Materi : Drs. Ucu Cahyana, M.Si Penyunting Media

Lebih terperinci

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA

UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA MODUL: UJI & ANALISIS AIR SEDERHANA I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan kesehatan merupakan dua hal yang saling berhubungan. Kualitas air yang dikonsumsi masyarakat dapat menentukan derajat kesehatan masyarakat.

Lebih terperinci

ASAM, BASA DAN GARAM

ASAM, BASA DAN GARAM ASAM, BASA DAN GARAM Larutan terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut (solvent). Dalam suatu larutan, jumlah pelarut lebih banyak dibandingkan jumlah zat terlarut. Penggolongan larutan dapat juga

Lebih terperinci

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C) Pengaruh Kadar Gas Co 2 Pada Fotosintesis Tumbuhan yang mempunyai klorofil dapat mengalami proses fotosintesis yaitu proses pengubahan energi sinar matahari menjadi energi kimia dengan terbentuknya senyawa

Lebih terperinci

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN A. Pengertian Kelarutan Kemampuan garam-garam larut dalam air tidaklah sama, ada garam yang mudah larut dalam air seperti natrium klorida (NaCl) dan ada pula garam sukar

Lebih terperinci

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II

JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II JURNAL PRAKTIKUM KIMIA ANORGANIK II PEMBUATAN TAWAS DENGAN ALUMINIUM FOIL Rabu, 26 maret 2014 Ipa Ida Rosita 1112016200007 Kelompok 2 Amelia Rahmawati 1112016200004 Nurul mu nisa A. 1112016200008 Ummu

Lebih terperinci

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan

Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi. Bab17. Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Presentasi Powerpoint Pengajar oleh Penerbit ERLANGGA Divisi Perguruan Tinggi Bab17 Kesetimbangan Asam-Basa dan Kesetimbangan Kelarutan Larutan buffer adalah larutan yg terdiri dari: 1. asam lemah/basa

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi waktu : SMA Negeri 1 Sukasada : Matematika : X/1 (Ganjil) : 2 x 4 menit (1 pertemuan) I. Standar Kompetensi

Lebih terperinci

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah

Untuk terang ke 3 maka Maka diperoleh : adalah JAWABAN LATIHAN UAS 1. INTERFERENSI CELAH GANDA YOUNG Dua buah celah terpisah sejauh 0,08 mm. Sebuah berkas cahaya datang tegak lurus padanya dan membentuk pola gelap terang pada layar yang berjarak 120

Lebih terperinci

Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat

Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat Standar Nasional Indonesia Cara uji sifat kekekalan agregat dengan cara perendaman menggunakan larutan natrium sulfat atau magnesium sulfat ICS 91.100.15 Badan Standardisasi Nasional Daftar Isi Daftar

Lebih terperinci

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK

OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III. Olimpiade Kimia Indonesia. Kimia UJIAN PRAKTEK OLIMPIADE SAINS NASIONAL Ke III Olimpiade Kimia Indonesia Kimia UJIAN PRAKTEK Petunjuk : 1. Isilah Lembar isian data pribadi anda dengan lengkap (jangan disingkat) 2. Soal Praktikum terdiri dari 2 Bagian:

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. membantu aktivitas pertumbuhan mikroba dan aktivitas reaksi-reaksi kimiawi

II. TINJAUAN PUSTAKA. membantu aktivitas pertumbuhan mikroba dan aktivitas reaksi-reaksi kimiawi II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Aktifitas Air (Aw) Aktivitas air atau water activity (a w ) sering disebut juga air bebas, karena mampu membantu aktivitas pertumbuhan mikroba dan aktivitas reaksi-reaksi kimiawi

Lebih terperinci

BAB I PENDA HULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDA HULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan sesungguhnya dipenuhi berbagai keragaman. Sebab, tidak ada siswa yang mempunyai daya tangkap, daya serap, daya berpikir dan daya kecerdasan

Lebih terperinci

KESETIMBANGAN. titik setimbang

KESETIMBANGAN. titik setimbang KESETIMBANGAN STANDART KOMPETENSI;. Memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang berpengaruh, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR;.. Menjelaskan kestimbangan

Lebih terperinci

11/14/2011. By: Yuli Yanti, S.Pt., M.Si Lab. IPHT Jurusan Peternakan Fak Pertanian UNS. Lemak. Apa beda lemak dan minyak?

11/14/2011. By: Yuli Yanti, S.Pt., M.Si Lab. IPHT Jurusan Peternakan Fak Pertanian UNS. Lemak. Apa beda lemak dan minyak? By: Yuli Yanti, S.Pt., M.Si Lab. IPHT Jurusan Peternakan Fak Pertanian UNS Lemak Apa beda lemak dan minyak? 1 Bedanya: Fats : solid at room temperature Oils : liquid at room temperature Sources : vegetables

Lebih terperinci

baik berada di atas usus kecil (Kshirsagar et al., 2009). Dosis yang bisa digunakan sebagai obat antidiabetes 500 sampai 1000 mg tiga kali sehari.

baik berada di atas usus kecil (Kshirsagar et al., 2009). Dosis yang bisa digunakan sebagai obat antidiabetes 500 sampai 1000 mg tiga kali sehari. BAB I PENDAHULUAN Saat ini banyak sekali penyakit yang muncul di sekitar lingkungan kita terutama pada orang-orang yang kurang menjaga pola makan mereka, salah satu contohnya penyakit kencing manis atau

Lebih terperinci

D. E. 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2

D. E. 3. Bila kedua unsur tersebut berikatan, maka rumus senyawa yang dihasilkan adalah... A. XY 2 Dua buah unsur memiliki notasi dan 1. Diagram orbital yang paling tepat untuk elektron terakhir dari unsur X adalah... A. B. C. X nomor atom 13 Konfigurasi elektron terakhirnya ada pada nomor 13. [Ne]

Lebih terperinci

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5

Kegiatan 3.1. Terdiri dari. Kegiatan 3.5 Bagian APA MANFAAT DAN EFEK SAMPING DARI PRODUK BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA? Bagian Terdiri dari Setelah mempelajari dan memahami konsep bahan kimia sehari-hari, kini saatnya mempelajari zat-zat apa sajakah

Lebih terperinci

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8.

BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. BAB 4. WUJUD ZAT 1. WUJUD GAS 2. HUKUM GAS 3. HUKUM GAS IDEAL 4. GAS NYATA 5. CAIRAN DAN PADATAN 6. GAYA ANTARMOLEKUL 7. TRANSISI FASA 8. DIAGRAM FASA WUJUD ZAT: GAS CAIRAN PADATAN PERMEN (sukrosa) C 12

Lebih terperinci

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN..

PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. PRAKTIK YANG MENGASYIKKAN MENGHILANGKAN RASA NGANTUK SAAT PROSES PEMBELAJARAN.. Kriiiing..kriiiing bel berbunyi, tanda jam pelajaran ke Sembilan sudah berbunyi, tanda masuk di dua jam terakhir. Aku berfikir

Lebih terperinci

Tahan diguncang gempa

Tahan diguncang gempa Tahan diguncang gempa Gempa bumi merupakan bencana alam yang paling menakutkan bagi manusia. Ini karena kita selalu mengandalkan tanah tempat kita berpijak di bumi ini sebagai landasan yang paling stabil

Lebih terperinci

Haris Dianto Darwindra 240210080133 BAB VI PEMBAHASAN

Haris Dianto Darwindra 240210080133 BAB VI PEMBAHASAN BAB VI PEMBAHASAN Pada praktikum ini membahas mengenai Kurva Pertumbuhan Mikroorganisme Selama Proses Aging Keju. Keju terbuat dari bahan baku susu, baik susu sapi, kambing, atau kerbau. Proses pembuatannya

Lebih terperinci

ph = pk a + log ([A - ]/[HA])

ph = pk a + log ([A - ]/[HA]) PH METER, PERSIAPAN LARUTAN PENYANGGA Tujuan: i) Memahami prinsip prinsip dasar larutan buffer ii) Latihan penggunaan ph meter iii) Latihan persiapan pembuatan buffer fosfat dengan teknik titrasi iv) Latihan

Lebih terperinci

Distilasi, Filtrasi dan Ekstraksi

Distilasi, Filtrasi dan Ekstraksi Distilasi, Filtrasi dan Ekstraksi Nur Hidayat Pengantar Teknologi Pertanian Minggu 9 Teori Produk hasil pertanian merupakan bahan komplek campuran dari berbagai komponen. Pemisahan atau ekstraksi diperlukan

Lebih terperinci

LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET

LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET LATEKS ALAM IRADIASI SEBAGAI BAHAN BAKU INDUSTRI RUMAH TANGGA BARANG JADI KARET Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki perkebunan karet paling luas di dunia. Sebagian besar karet alam tersebut

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENGAMATAN. A. REAKSI PEWARNAAN 1. Reaksi Biuret Sampel

BAB IV HASIL PENGAMATAN. A. REAKSI PEWARNAAN 1. Reaksi Biuret Sampel BAB IV HASIL PENGAMATAN A. REAKSI PEWARNAAN 1. Reaksi Biuret Sampel Kelompok Albumin Urea Tetesan Warna Tetesan Warna 9 8 Ungu 9 Ungu 10 7 Ungu 11 Ungu 11 8 Ungu 8 Ungu 12 5 Ungu 10 Ungu 2. Reaksi Ninhidrin

Lebih terperinci

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR

SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR SUMBER AIR SESUATU YANG DAPAT MENGHASILKAN AIR (AIR HUJAN, AIR TANAH & AIR PERMUKAAN) SIKLUS AIR PEGUNUNGAN udara bersih, bebas polusi air hujan mengandung CO 2, O 2, N 2, debu & partikel dr atmosfer AIR

Lebih terperinci

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2.

Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2. SENYAWA ORGANIK A. Sifat khas atom karbon Atom unsur karbon dengan nomor atom Z = 6 terletak pada golongan IVA dan periode-2 konfigurasi elektronnya 1s 2 2s 2 2p 2. Atom karbon mempunyai 4 elektron valensi,

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kreatinin Kreatinin adalah produk protein otot yang merupakan hasil akhir metabolisme otot yang dilepaskan dari otot dengan kecepatan yang hampir konstan dan diekskresi dalam

Lebih terperinci

WUJUD ZAT. Perubahan wujud zat dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Zat padat. Keterangan:

WUJUD ZAT. Perubahan wujud zat dapat digambarkan dalam diagram sebagai berikut: Zat padat. Keterangan: WUJUD ZAT A. Tiga Wujud Zat Di sekitar kita terdapat berbagai benda seperti air, besi, kayu. Alkohol, udara yang kita hirup, atau gas helium yang digunakan untuk mengisi gas helium. Benda-benda tersebut

Lebih terperinci

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS

PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS PROGRAM PENGABDIAN MASYARAKAT IPALS (Instalasi Pengolahahan Air Laut Sederhana): Transformasi Air Laut Menjadi Air Tawar dengan Pemisahan Elektron Cl - Menggunakan Variasi Batu Zeolit sebagai Upaya Penyediaan

Lebih terperinci

PENGOLAHAN AIR LIMBAH SECARA FISIK

PENGOLAHAN AIR LIMBAH SECARA FISIK PENGOLAHAN LIMBAH SECARA FISIK PENGOLAHAN LIMBAH SECARA FISIK PENGOLAHAN LIMBAH TANPA MELIBATKAN BAHAN KIMIA ATAU TANPA TERJADI REAKSI KIMIA PENGOLAHAN LIMBAH SECARA FISIK : SCREENING SEDIMENTASI FILTRASI

Lebih terperinci

KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA

KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA SUPLEMEN UNIT 1 KETERAMPILAN PROSES DALAM IPA Mintohari Suryanti Wahono Widodo PENDAHULUAN Dalam modul Pembelajaran IPA Unit 1, Anda telah mempelajari hakikat IPA dan pembelajarannya. Hakikat IPA terdiri

Lebih terperinci

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR

STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR STRUKTUR ATOM A. PENGERTIAN DASAR 1. Partikel dasar : partikel-partikel pembentuk atom yang terdiri dari elektron, proton den neutron. 1. Proton : partikel pembentuk atom yang mempunyai massa sama dengan

Lebih terperinci

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme : TANAH Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah Hubungan tanah dan organisme : Bagian atas lapisan kerak bumi yang mengalami penghawaan dan dipengaruhi oleh tumbuhan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan

BAB II KAJIAN PUSTAKA. dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan 6 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. 1 Konsep dan Pemahaman Konsep Kimia Banyak definisi konsep yang dikemukakan oleh para ahli, seperti yang dikemukakan oleh Ehrenberg (dalam Pakaya, 2008: 3) bahwa konsep merupakan

Lebih terperinci

MATA KULIAH PROFESI INTERAKSI OBAT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MATA KULIAH PROFESI INTERAKSI OBAT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MATA KULIAH PROFESI INTERAKSI OBAT PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA Pendahuluan Interaksi Obat : Hubungan/ikatan obat dengan senyawa/bahan lain Diantara berbagai

Lebih terperinci

TEKNOLOGI TELUR. Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu :

TEKNOLOGI TELUR. Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu : TEKNOLOGI TELUR STRUKTUR UMUM TELUR Pada umumnya telur mempunyai 3 struktur bagian, yaitu : Kulit Telur Mengandung Ca = 98.2 % Mg = 0.9 % ( menentukan kekerasan cangkang/kulit); P = 0.9%. Ketebalan yang

Lebih terperinci

PENASIHAT PERNYATAAN

PENASIHAT PERNYATAAN MANAJEMEN PROGRAM Direktur: Prof. Dr. Ismunandar (SEAMEO QITEP in Science) Wakil Direktur: Dr. Indarjani (SEAMEO QITEP in Science) Buku ini ditulis oleh:. Dr. Maman Wijaya, M.Pd. (SEAMEO QITEP in Science)

Lebih terperinci

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014.

III. MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. III. MATERI DAN METODE 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2013 - Februari 2014. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian dan Peternakan UIN SUSKA Riau.

Lebih terperinci

LAPORAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

LAPORAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA LAPORAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA PEMANFAATAN ABU SEKAM PADI DALAM PROSES PEMBUATAN SABUN DENGAN MENGGUNAKAN MINYAK JELANTAH BIDANG KEGIATAN : BIDANG PKMP Diusulkan oleh : Suhardi 2010430068 (2010)

Lebih terperinci

Dewi Indriani, Miharty, dan Jimmi Copriady Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau Email: dewi_indriani90@yahoo.co.id

Dewi Indriani, Miharty, dan Jimmi Copriady Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Riau Email: dewi_indriani90@yahoo.co.id PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE BENAR ATAU SALAH BESERTA ALASAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN KOLOID DI KELAS XI IPA SMA MUHAMMADIYAH 1 PEKANBARU Dewi Indriani, Miharty,

Lebih terperinci

Bahan Ajar IPA Terpadu

Bahan Ajar IPA Terpadu Setelah mempelajari materi gerak lurus diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan gaya 2. Mengidentifikasi jenis-jenis gaya dalam kehidupan sehari-hari 3. Mengidentifikasi gaya gesekan yang menguntungkan

Lebih terperinci

IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL

IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL IKATAN KIMIA DAN GEOMETRI MOLEKUL Sebagian besar unsur di alam tidak pernah dijumpai dalam atom bebas (kecuali gas mulia), namun dalam bentuk berikatan dengan atom yang sejenis maupun atom-atom yang lain.

Lebih terperinci

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT?

PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL. Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? PERTANYAAN YANG SERING MUNCUL Tanya (T-01) :Bagaimana cara kerja RUST COMBAT? JAWAB (J-01) : RUST COMBAT bekerja melalui khelasi (chelating) secara selektif. Yaitu proses di mana molekul sintetik yang

Lebih terperinci

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN

TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN TELUR ASIN 1. PENDAHULUAN Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya murah. Telur dapat

Lebih terperinci

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Laju Fotosintesis (Fisiologi Tumbuhan) Disusun oleh J U W I L D A 06091009027 Kelompok 6 Dosen Pembimbing : Dra. Tasmania Puspita, M.Si. Dra. Rahmi Susanti, M.Si. Ermayanti,

Lebih terperinci

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3

METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 III. METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei 2013 di SMP Negeri 3 Metro. B. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Prosedur pelaksanaan dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap preparasi dan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Prosedur pelaksanaan dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap preparasi dan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur pelaksanaan dilakukan dalam 2 (dua) tahap yaitu tahap preparasi dan tahap pengolahan. 4.1 Tahap preparasi 4.1.1 Tahap Preparasi untuk Tempe Ada beberapa hal yang harus

Lebih terperinci

SPMB/Fisika/UMPTN Tahun 1992

SPMB/Fisika/UMPTN Tahun 1992 1. Akibat rotasi bumi, keadaan Ida yang bermassa a dan ada di Bandung, dan David yang bermassa a dan ada di London, akan sama dalam hal... A. laju linearnya B. kecepatan linearnya C. gaya gravitasi buminya

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab,

BAB I PENDAHULUAN. seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab, 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Metode tanya-jawab seringkali dikaitkan dengan kegiatan diskusi, seminar, dan kegiatan ilmiah lain yang di dalammnya terjadi proses tanya-jawab, meskipun

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat

II. TINJAUAN PUSTAKA. berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu kata efektif juga dapat 9 II. TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Efektivitas Pembelajaran Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efek, pengaruh atau akibat, selain itu

Lebih terperinci

Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri

Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri Standar Nasional Indonesia Air dan air limbah Bagian 12: Cara uji kesadahan total kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dengan metode titrimetri ICS 13.060.50 Badan Standardisasi Nasional Daftar isi Daftar

Lebih terperinci

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN)

PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) PENGENALAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) Masyarakat pertama kali mengenal tenaga nuklir dalam bentuk bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki dalam Perang Dunia II tahun 1945. Sedemikian

Lebih terperinci

SABUN MANDI. Disusun Oleh : Nosafarma Muda (M0310033)

SABUN MANDI. Disusun Oleh : Nosafarma Muda (M0310033) SABUN MANDI Disusun Oleh : Winda Puspita S (M0307070) Arista Margiana (M0310009) Fadilah Marsuki (M0310018) Hartini (M0310022) Ika Lusiana (M0310024) Isnaeni Nur (M0310026) Isya Fitri A (M0310027) Nosafarma

Lebih terperinci

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA

BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA BAB IV STUDI KHUSUS GEOKIMIA TANAH DAERAH KAWAH TIMBANG DAN SEKITARNYA IV.1 TINJAUAN UMUM Pengambilan sampel air dan gas adalah metode survei eksplorasi yang paling banyak dilakukan di lapangan geotermal.

Lebih terperinci

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA. Pembuatan Produk

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA. Pembuatan Produk Pembuatan Produk I. Pendahuluan Sabun merupakan produk kimia yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Pembuatan sabun telah dilakukan sejak ribuan tahun yang lalu. Metode pembuatan sabun pada

Lebih terperinci

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT

DIIT GARAM RENDAH TUJUAN DIIT DIIT GARAM RENDAH Garam yang dimaksud dalam Diit Garam Rendah adalah Garam Natrium yang terdapat dalam garam dapur (NaCl) Soda Kue (NaHCO3), Baking Powder, Natrium Benzoat dan Vetsin (Mono Sodium Glutamat).

Lebih terperinci

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si

12/03/2015. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa (P) Fasa (phase) dalam terminology/istilah dalam mikrostrukturnya adalah suatu daerah (region) yang berbeda struktur atau komposisinya dari daerah lain. Nurun Nayiroh, M.Si Fasa juga dapat didefinisikan

Lebih terperinci

LAPORAN. Praktikum Kimia Organik I. Oleh. Octavio Lisboa Guterres Fernandes. Nim : 09.03.04.088 DEPARTAMENTO DE QUÍMICA

LAPORAN. Praktikum Kimia Organik I. Oleh. Octavio Lisboa Guterres Fernandes. Nim : 09.03.04.088 DEPARTAMENTO DE QUÍMICA LAPORAN Praktikum Kimia Organik I Oleh Octavio Lisboa Guterres Fernandes Nim : 09.03.04.088 Semester : III/A DEPARTAMENTO DE QUÍMICA FACULDADE EDUCAÇÃO, ARTES E HUMANIDADE UNIVERSIDADE NACIONAL TIMOR LORO

Lebih terperinci

Penggorengan impian yang memiliki hal-hal baik penggorengan. besi, sangat tahan karat dan tidak memerlukan perawatan yang rumit

Penggorengan impian yang memiliki hal-hal baik penggorengan. besi, sangat tahan karat dan tidak memerlukan perawatan yang rumit Petunjuk Penggunaan Kiwame/Kiwame ROOTS Penggorengan impian yang memiliki hal-hal baik penggorengan besi, sangat tahan karat dan tidak memerlukan perawatan yang rumit Buatan Jepang Perhatian Harap baca

Lebih terperinci

Prinsip Dasar Pengolahan Pangan. Nyoman Semadi Antara, Ph.D. Pusat Kajian Keamanan Pangan (Center for Study on Food Safety) Universitas Udayana

Prinsip Dasar Pengolahan Pangan. Nyoman Semadi Antara, Ph.D. Pusat Kajian Keamanan Pangan (Center for Study on Food Safety) Universitas Udayana Prinsip Dasar Pengolahan Pangan Nyoman Semadi Antara, Ph.D. Pusat Kajian Keamanan Pangan (Center for Study on Food Safety) Universitas Udayana Mengapa Makanan Penting? Untuk Hidup Untuk Kesehatan Untuk

Lebih terperinci

1. KOMPONEN AIR LAUT

1. KOMPONEN AIR LAUT 1. KOMPONEN AIR LAUT anna.ida3@gmail.com/2013 Salinitas Salinitas menunjukkan banyaknya (gram) zat-zat terlarut dalam (satu) kilogram air laut, dimana dianggap semua karbonat telah diubah menjadi oksida

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN Latar Belakang

I. PENDAHULUAN Latar Belakang I. PENDAHULUAN Latar Belakang Pembangunan dibidang kehutanan saat ini terus ditingkatkan dan diarahkan untuk menjamin kelangsungan tersedianya hasil hutan, demi kepentingan pembangunan industri, perluasan

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Untuk SMA/MA Kelas X Mata Pelajaran : Matematika (Wajib) Penerbit dan Percetakan Jl. Tengah No. 37, Bumi Asri Mekarrahayu Bandung-40218 Telp. (022) 5403533 e-mail:srikandiempat@yahoo.co.id

Lebih terperinci

PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR

PerMen 04-1980 Ttg Syarat2 APAR PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI No : PER.04/MEN/1980 TENTANG SYARAT-SYARAT PEMASANGAN DAN PEMELIHARAN ALAT PEMADAM API RINGAN. MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI: PerMen 04-1980 Ttg

Lebih terperinci

Memastikan APAR dalam kondisi siap-siaga untuk penanganan awal terjadinya kebakaran.

Memastikan APAR dalam kondisi siap-siaga untuk penanganan awal terjadinya kebakaran. 1/9 1. Tujuan Memastikan PR dalam kondisi siap-siaga untuk penanganan awal terjadinya kebakaran. 2. lat dan Bahan 1. Sesuai kebutuhan 2. - 3. Kualifikasi Pelaksana 1. Memahami Instruksi Kerja PR 2. - 4.

Lebih terperinci

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT

PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT MODUL: PENYARINGAN (FILTRASI) AIR DENGAN METODE SARINGAN PASIR CEPAT I. DESKRIPSI SINGKAT A ir dan sanitasi merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia, karena itu jika kebutuhan tersebut

Lebih terperinci

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C)

Deskripsi Lengkap Analisa : Merk : JEOL JNMECA 500 Fungsi. Harga Analisa : Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) : NMR Merk : JEOL JNMECA 500 Proton ( 1 H) Karbon ( 13 C) Attached Proton Test (APT) Correlation Spectroscopy (COSY, NOESY) Distortionless Enhancement by Polarization Transfer 9DEPT) 45 o Distortionless

Lebih terperinci

Materi #2 TIN107 Material Teknik 2013 SIFAT MATERIAL

Materi #2 TIN107 Material Teknik 2013 SIFAT MATERIAL #2 SIFAT MATERIAL Material yang digunakan dalam industri sangat banyak. Masing-masing material memiki ciri-ciri yang berbeda, yang sering disebut dengan sifat material. Pemilihan dan penggunaan material

Lebih terperinci

Cahaya dan Alat Optik

Cahaya dan Alat Optik BAB 11 Cahaya dan Alat Optik A. Sifat-Sifat Cahaya B. Cermin dan Lensa C. Alat-Alat Optik Bab 11 Cahaya dan Alat Optik 351 sumber penghalang bayang-bayang cepat rambat besarnya bergantung medium dari memiliki

Lebih terperinci

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT

HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT HUBUNGAN STRUKTUR, SIFAT KIMIA FISIKA DENGAN PROSES ABSORPSI, DISTRIBUSI DAN EKSKRESI OBAT Oleh: Siswandono Laboratorium Kimia Medisinal Proses absorpsi dan distribusi obat Absorpsi Distribusi m.b. m.b.

Lebih terperinci

Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi Tepat Guna

Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Teknologi Tepat Guna Teknologi Tepat Guna Penjernihan Air Dengan Biji Kelor (Moringa Oleifera) Oleh Kharistya - http://kharistya.wordpress.com Teknologi Tepat Guna Teknologi tepat guna, mengutip dari wikipedia, merupakan teknologi

Lebih terperinci

Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon

Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon Nazava saringan air Petunjuk Pengunaan Saringan Air Nazava Nazava Tulip sipon Kami mengucapkan dan terima kasih atas kepercayaan anda membeli Saringan Air Nazava. Dengan Saringan Air Nazava anda bisa dapat

Lebih terperinci

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas

Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas Mengendalikan Gulma pada Tanaman Padi secara Tuntas RAMBASAN 400 SL merupakan herbisida sistemik purna tumbuh yang diformulasi dalam bentuk larutan yang mudah larut dalam air dan dapat ditranslokasikan

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB PENDAHULUAN.7. Latar Belakang Ikan Nila (Oreochromis Niloticus) adalah salah satu jenis ikan air tawar yang paling banyak dibudi dayakan di Indonesia. Ikan Nila menduduki urutan kedua setelah ikan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hasil belajar siswa sangat dipengaruhi oleh kualitas pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah. Dan salah satu hal yang menentukan kualitas pembelajaran adalah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. yaitu permen keras, permen renyah dan permen kenyal atau permen jelly. Permen

I. PENDAHULUAN. yaitu permen keras, permen renyah dan permen kenyal atau permen jelly. Permen I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kembang gula atau yang biasa disebut dengan permen merupakan produk makanan yang banyak disukai baik tua maupun muda karena permen mempunyai keanekaragaman rasa, warna,

Lebih terperinci

KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI

KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI KARAKTERISASI FISIK DAN ph PADA PEMBUATAN SERBUK TOMAT APEL LIRA BUDHIARTI DEPARTEMEN FISIKA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2008 ABSTRAK LIRA BUDHIARTI. Karakterisasi

Lebih terperinci

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN NOMOR 17 TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN GAS UNTUK KEMASAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Karet alam yang dikenal dalam perdagangan saat ini adalah lateks kebun yang diperoleh dengan cara menyadap pohon karet. Karet alam tersusun dari hidrokarbon dan mengandung

Lebih terperinci

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia - www.energyefficiencyasia.org

Pedoman Efisiensi Energi untuk Industri di Asia - www.energyefficiencyasia.org DAFTAR PERIKSA OPSI NO. 8 : BOILER & PEMANAS FLUIDA TERMIS Tugas dan pemeriksaan berkala pada bagian luar boiler Seluruh pintu akses dan bidang kerja harus dirawat kedap udara dengan menggunakan paking

Lebih terperinci

Standardisasi Obat Bahan Alam. Indah Solihah

Standardisasi Obat Bahan Alam. Indah Solihah Standardisasi Obat Bahan Alam Indah Solihah Standardisasi Rangkaian proses yang melibatkan berbagai metode analisis kimiawi berdasarkan data famakologis, melibatkan analisis fisik dan mikrobiologi berdasarkan

Lebih terperinci

Modul Matematika Segi Empat

Modul Matematika Segi Empat Modul Matematika Segi Empat Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP-Standar Isi 2006) Berdasarkan Pendekatan Kontekstual Untuk Siswa SMP Kelas VII Semester 2 Penulis : Tutik Shahidayanti Pembimbing :

Lebih terperinci

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai

Lebih terperinci

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional

Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional Pusat Pendidikan dan Pelatihan Badan Tenaga Nuklir Nasional PDL.PR.TY.PPR.00.D03.BP 1 BAB I : Pendahuluan BAB II : Prinsip dasar deteksi dan pengukuran radiasi A. Besaran Ukur Radiasi B. Penggunaan C.

Lebih terperinci

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO

SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO Sejumlah faktor iklim dan tanah menjadi kendala bagi pertumbuhan dan produksi tanaman kakao. Lingkungan alami tanaman cokelat adalah hutan tropis. Dengan demikian curah hujan,

Lebih terperinci

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA

Direktorat PSMP KEMENDIKBUD. Fisika PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA Direktorat PSMP KEMENDIKBUD PAKET Fisika 3SOAL PENGAYAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA 2014-2015 DILENGKAPI PEMBAHASAN FISIKA 1 Fisika i ii Pengayaan Ujian Nasional Fisika Daftar Isi Halaman muka... Daftar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung

BAB I PENDAHULUAN. 1.1. Latar Belakang Masalah. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung pada

Lebih terperinci

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80

1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). D. 70 E. 80 1. Dua batang logam P dan Q disambungkan dengan suhu ujung-ujung berbeda (lihat gambar). Apabila koefisien kondutivitas Q, logam P kali koefisien konduktivitas logam Q, serta AC = 2 CB, maka suhu di C

Lebih terperinci

VOLUMETRI / TITRIMETRI

VOLUMETRI / TITRIMETRI VLUMETRI / TITRIMETRI Volumetri atau titrimetri merupakan suatu metode analisis kuantitatif didasarkan pada pengukuran volume titran yang bereaksi sempurna dengan analit. Titran merupakan zat yang digunakan

Lebih terperinci

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1

CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014. Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 CONTOH SOAL UJIAN SARINGAN MASUK (USM) IPA TERPADU 2014 Institut Teknologi Del (IT Del) Contoh Soal USM IT Del 1 Pencemaran Udara Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia

Lebih terperinci

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X-A SEMESTER 2 DI SMA AL-FALAH KETINTANG SURABAYA

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X-A SEMESTER 2 DI SMA AL-FALAH KETINTANG SURABAYA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD PADA MATERI POKOK REAKSI REDUKSI-OKSIDASI KELAS X-A SEMESTER 2 DI SMA AL-FALAH KETINTANG SURABAYA Afrida Trisnawati, Ismono ABSTRAK Pada kurikulum berbasis

Lebih terperinci

BAB V KERAMIK (CERAMIC)

BAB V KERAMIK (CERAMIC) BAB V KERAMIK (CERAMIC) Keramik adalah material non organik dan non logam. Mereka adalah campuran antara elemen logam dan non logam yang tersusun oleh ikatan ikatan ion. Istilah keramik berasal dari bahasa

Lebih terperinci

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 85 TAHUN 1999 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 18 TAHUN 1999 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci