RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA"

Transkripsi

1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIFAT-SIFAT KOLOID DAN KEGUNAANNYA SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER ALOKASI WAKTU : SMAN 16 SURABAYA : KIMIA : XI / 2 (dua) : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. III. INDIKATOR Mengklasifikasikan suspensi kasar, larutan sejati, dan koloid berdasarkan data hasil pengamatan (efek Tyndall, homogen/ heterogen dan penyaringan) dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Mendeskripsikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, adsorbsi, emulsi dan koagulasi) dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Menjelaskan koloid liofob dan liofil dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi dengan teliti, menghargai orang lain, dan komunikatif Perilaku Berkarakter : a. Teliti b. Komunikatif c. Menghargai orang lain. IV. TUJUAN PEMBELAJARAN 1. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi 2. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu mendeskripsikan sifat-sifat koloid (efek Tyndall, gerak Brown, dialisis, elektroforesis, adsorbsi, emulsi dan koagulasi) 3. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu menjelaskan koloid liofob dan liofil. 4. Setelah melakukan diskusi kelompok, siswa mampu mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi V. MATERI PEMBELAJARAN : Sifat Koloid dan Kegunaannya Sistem koloid tersusun atas dua komponen, yaitu fasa terdispersi dan medium dispersi atau fasa pendispersi. Fasa terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air yang disebut di atas, fasa terdispersi adalah susu, sedangkan medium dispersi adalah air. Ada 8 jenis koloid seperti yang terdapat pada table berikut : No Fasa Terdispersi Fasa Nama Contoh Pendispersi 1 padat gas aerosol asap (smoke), debu di udara 2 padat cair sol sol emas, sol belerang, tinta, cat 3 padat padat sol padat gelas berwarna, intan hitam 4 cair gas aerosol kabut (fog) 5 cair cair emulsi susu, santan, minyak ikan 6 cair padat emulsi padat jeli, mutiara, 7 gas cair buih buih sabun, krim kocok 8 gas padat buih padat karet busa, batu apung 1

2 Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh larutan koloid, peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala jurusan. Gerak Brown juga dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besar energi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. Demikian pula sebaliknya, semakin rendah suhu system koloid, maka gerak Brown semakin lambat. Koloid liofil dapat terjadi apabila ada gaya tarik menarik (antar molekul) yang cukup kuat antara zat terdispersi / terlarut dengan mediumnya. Koloid liofob dapat terjadi apabila tidak ada atau sangat lemahnya gaya tarik menarik antara zat terdispersi / terlarut dengan mediumnya. Emulsi ialah koloid dengan zat terdispersinya fase cair. Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Adsorbsi : penyerapan ion atau muatan listrik pada permukaan koloid. Koagulasi adalah penggumpalan koloid karena elektrolit yang muatannya berlawanan. VI. MODEL DAN METODE PEMBELAJARAN: Strategi Pembelajaran : CTL Model Pembelajaran : Kooperatif tipe Jigsaw Metode Pembelajaran : Diskusi dan Pemberian Tugas Media Pembelajaran : Power Point, Buku Siswa, dan Lembar Kerja Siswa VII. PROSES BELAJAR MENGAJAR A. Pendahuluan (± 10 menit) Kegiatan Fase 1 : Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa 1. Guru mengucapkan salam kepada siswa dengan senyum yang bersahabat/komunikatif. Penilaian oleh Pengamat Sebelum memulai pembelajaran hari ini, guru mengajak siswa berdoa sesuai keyakinan masing-masing.(guru menanamkan karakter religius) 3. Guru memeriksa kehadiran siswa.( Guru menanamkan karakter disiplin) 4. Guru menyampaikan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran yang harus dicapai siswa melalui pembelajaran hari ini. 5. Guru menyampaikan pengetahuan prasyarat yang harus dimiliki siswa dari pembelajaran yang lalu yaitu pembuatan koloid.. 6. Guru menunjukkan tiga macam koloid, yaitu jelly, hasil praktikum siswa pada pertemuan yang lalu, yaitu sol belerang dan sol Fe(OH)3 untuk membangkitkan motivasi rasa ingin tahu dan menggali pengetahuan siswa(eksplorasi) dengan bertanya: Apa yang kalian ketahui dari ketiga koloid tersebut? 2

3 B. Kegiatan Inti (± 45 menit) Kegiatan Fase 2 : Menyajikan informasi 1. Guru memberikan informasi singkat tentang materi yang akan dipelajari melalui tayangan power point. 2. Siswa memperhatikan dengan seksama dan mendengarkan dengan baik penjelasan guru. Penilaian oleh Pengamat Fase 3 : Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok belajar 1. Guru membagi siswa siswa menjadi 6 kelompok(kelompok asal). Tiap kelompok beranggotakan 6 orang dan mempunyai tugas/wacana yang berbeda.. Fase 4 : Membimbing kelompok bekerja dan belajar. 1. Siswa yang mempunyai tugas/wacana sama berkumpul untuk belajar bersama menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya.(kelompok ahli). Siswa menyelesaikan tugas dengan teliti. Selama kegiatan guru memantau dan melakukan bimbingan Setiap siswa kelompok ahli harus komunikatif dan dapat menyampaikan informasi hasil diskusinya pada kelompok asal. 3. Apabila tugas sudah selesai dikerjakan, kelompok ahli kembali pada kelompok asal dan secara bergiliran memberikan penjelasan pada kelompok asal. Dalam hal ini perlu ditanamkan karakter menghargai pendapat orang lain dan disiplin(tertib, tidak saling berebut) Fase 5: Evaluasi 1. Guru meminta masing-masing kelompok untuk melaporkan tugasnya.. 2. Guru memberikan klarifikasi tentang hasil diskusi mereka. C. Penutup(35 menit) Kegiatan Fase 6. Memberikan Penghargaan 1. Guru membimbing siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari dengan membuat rangkuman di bukunya masing-masing. Penilaian oleh Pengamat Guru mengumumkan kelompok terbaik dan memberikan penghargaan. 3. Guru memberi tugas untuk mengerjakan soal-soal uji kompetensi koloid yang ada dalam BSE Kimia kelas XI 4. Guru memberikan tes akhir untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. VIII. SUMBER PEMBELAJARAN 1. File Power Point berjudul: Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 2. LKS 01. Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 3. Kunci LKS 01. Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 4. LP 01 Produk : Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 5. Kunci LP 01 Produk: Sifat-sifat koloid dan kegunaannya 6. LP 02: Format Pengamatan Perilaku Berkarakter. 3

4 Daftar Pustaka - Utami, Budi, Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam, Jakarta, Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Partana, Fajar, Mari Belajar Kimia 2 : Untuk SMAXI IPA. XI Jakarta, Pusat Perbukuan,Departemen Pendidikan Nasional, Mengetahui, Surabaya, Juli 2011 Kepala SMA Negeri 16 Surabaya Guru Mata Pelajaran Hj. Sri Widiati, S. Pd. M.M Sri Utami, S. Pd NIP : NIP

5 LKS 01. Sifat-Sifat Koloid Dan Kegunaannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.1. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. LEMBAR KEGIATAN SISWA Kelompok Ahli 1 : Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Isilah tabel di bawah ini! No Fasa Terdispersi Fasa Nama Contoh Pendispersi 1 padat gas 2 sol sol emas, sol belerang, tinta, cat 3 padat sol padat 4 gas aerosol 5 cair susu, santan, minyak ikan 6 padat jeli, mutiara, 7 cair buih 8 gas karet busa, batu apung Kelompok Ahli 2 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid efek Tyndall dan gerak Brown Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian efek Tyndall! 2. Efek Tyndall dapat digunakan untuk membedakan antara... dan... Jelaskan dengan gambar! 3. Berikan 5 contoh penerapan efek Tyndall dalam kehidupan sehari hari! 4. Jelaskan pengertian gerak Brown! 5. Gambarkan gerak Brown! 6. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi gerak Brown! 7. Berilah contoh penerapan gerak Brown dalam kehidupan sehari-hari! Kelompok Ahli 3 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid dialisis dan elektroforesis Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian dialisisi! Dialisis adalah proses menghilangkan ion pengganggun melalui selaput semipermiabel. 2. Berikan contoh penerapan dialisis dalam kehidupan sehari-hari! Proses pencuan darah pada penderita penyakit ginjal. 3. Jelaskan pengertian elektroforesia! 4. Berikan contoh penerapan elektroforesis dalam kehidupan sehari hari! Kelompok Ahli 4 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid adsorbsi, emulsi dan koagulasi Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan pengertian adsorbsi! 2. Berilah contoh penerapan adsorbsi dalam kehidupan sehari-hari! 3. Jelaskan pengertian emulsi! 4. Berilah contoh emulsi dalam kehidupan sehari-hari! 5. Jelaskan pengertian koagulasi! 6. Berikan contoh penerapan koagulasi dalam kehidupan sehari-hari! Kelompok Ahli 5 : Menjelaskan koloid liofob dan liofil. Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Jelaskan perbedaan koloid liofil dan liofob! 2. Berikan contoh koloid liofil dan liofob dalam kehidupan sehari-hari! 5

6 Kelompok Ahli 6 : Mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi. Baca topik tersebut yang terdapat dalam buku BSE Kimia kalian. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini! 1. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang kosmetik! 2. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang makanan! 3. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang farmasi! KUNCI LKS 01. Sifat-Sifat Koloid Dan Kegunaannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KUNCI JAWABAN Kelompok Ahli 1 : Mengelompokkan jenis koloid berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersi No Fasa Terdispersi Fasa Nama Contoh Pendispersi 1 padat gas aerosol asap (smoke), debu di udara 2 padat cair sol sol emas, sol belerang, tinta, cat 3 padat padat sol padat gelas berwarna, intan hitam 4 cair gas aerosol kabut (fog) 5 cair cair emulsi susu, santan, minyak ikan 6 cair padat emulsi padat jeli, mutiara, 7 gas cair buih buih sabun, krim kocok 8 gas padat buih padat karet busa, batu apung Kelompok Ahli 2 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid efek Tyndall dan gerak Brown Kunci Jawaban : 1. Efek Tyndall adalah penghamburan cahaya oleh partikel koloid, peristiwa di mana jalannya sinar dalam koloid dapat terlihat karena partikel koloid dapat menghamburkan sinar ke segala arah. 2. Efek Tyndall digunakan untuk membedakan sistem koloid dari larutan sejati. 3. Lima contoh penerapan efek Tyndall dalam kehidupan sehari hari : a. Debu dalam ruangan akan terlihat jika ada sinar yang masuk melalui celah yang kecil. b. Sinar matahari akan tampak jelas menerobos sela-sela pepohonan yang lebat di hutan c. Sorot lampu proyektor di gedung bioskop akan tampak jelas ketika ada asap rokok sehingga gambar film yang ada di layar menjadi tidak jelas. d. Sorot lampu mobil pada malam hari yang berdebu, berasap, atau berkabut akan tampak jelas. e. Langit pada siang hari berwarna biru, sedangkan ketika matahari terbenam di ufuk barat berwarna jingga atau merah. 4. Gerak Brown ialah gerakan partikel-partikel koloid yang senantiasa bergerak lurus tapi tidak menentu (gerak acak/tidak beraturan). 5. Gambar gerak Brown : 6

7 6. Faktor-faktor yang mempengaruhi gerak Brown : a. Semakin kecil ukuran partikel koloid, semakin cepat gerak Brown terjadi. b. Semakin tinggi suhu system koloid, maka semakin besar energi kinetic yang dimiliki partikel-partikel medium pendispersinya. Akibatnya, gerak Brown dari partikel-partikel fase terdispersinya semakin cepat. 7. Contoh penerapan gerak Brown dalam kehidupan sehari-hari : apabila kita mendiamkan susu untuk beberapa lama, kita tidak akan mendapati endapan. Hal ini disebabkan adanya gerak terus-menerus secara acak yang dilakukan oleh partikel-partikel koloid. Gerak acak seperti itulah yang disebut dengan gerak Brown. Kelompok Ahli 3 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid dialisis dan elektroforesis 1. Jelaskan pengertian dialisisi! Dialisis adalah proses menghilangkan ion pengganggun melalui selaput semipermiabel. 2. Berikan contoh penerapan dialisis dalam kehidupan sehari-hari! Proses pencucian darah pada penderita penyakit ginjal. 3. Jelaskan pengertian elektroforesia! Peristiwa elektroforesis adalah peristiwa mengalirnya partikel-partikel koloid menuju elektroda, partikel bermuatan negatif bergerak menuju elektroda negatif, partikel bermuatan positif bergerak menuju elektroda positif. 4. Berikan contoh penerapan elektroforesis dalam kehidupan sehari hari! Sifat elektroforesis koloid digunakan untuk memisahkan protein-protein dalam larutan. dalam industri lateks, untuk melapisi logam-logam dengan lateks koloid (karet), atau mengecatkan anti karat pada badan mobil. Partikel-partikel lateks yang bermuatan, cat dan sebagainya tertarik dan menempel pada logam akibat logam diberi muatan listrik yang berlawanan dengan muatan lateks koloid. Kelompok Ahli 4 : Mendeskripsikan sifat-sifat koloid adsorbsi, emulsi dan koagulasi 1. Jelaskan pengertian adsorbsi! Adsorpsi adalah peristiwa penyerapan ion pada permukaan partikel koloid sehingga partikel koloid dapat bermuatan listrik yang muatannya ditentukan oleh muatan ion-ion yang mengelilinginya. 2. Berilah contoh penerapan adsorbsi dalam kehidupan sehari-hari! Pemutihan gula, pencucian dengan sabun, cara kerja obat norit, pewarnaan pada tekstil, proses pengolahan air bersih, dan lain-lain. 3. Jelaskan pengertian emulsi! Emulsi merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya berupa zat cair yang didispersikan dalam padatan, cairan, atau gas. 4. Berilah contoh emulsi dalam kehidupan sehari-hari! Susu, mentega, santan, minyak ikan, mutiara, dan lain-lain. 5. Jelaskan pengertian koagulasi! Proses penggumpalan partikel-partikel koloid dalam suatu sistem koloid disebut kongulasi. 6. Berikan contoh penerapan koagulasi dalam kehidupan sehari-hari! Pembentukan delta sungai, putih telur menggumpal setelah dipanaskan, agar-agar panas membeku setelah didinginkan,.lateks digumpalkan dengan penambahan asam cuka. Kelompok Ahli 5 : Menjelaskan koloid liofob dan liofil. 1. Jelaskan perbedaan koloid liofil dan liofob! Koloid liofil, merupakan sistem koloid yang fase terdispersinya suka menarik medium pendispersinya. Koloid liofil lebih stabil, sukar mengendap, gerak Brown lemah, efek Tyndall kurang jelas, sukar diendapkan dengan penambahan elektrolit, fasa terdispersinya menyerap molekul, dari senyawa organik, pada umumnya bisa dibuat jel, reversibel. Koloid liofob, merupakan koloid yang fase terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. 7

8 Koloid liofob kurang stabil, mudah diendapkan dengan penambahan elektrolit, gerak Brown jelas, efek Tyndall jelas, fasa terdispersi menyrap ion, dari senyawa anorganik, pada umumnya sukar dibuat jal, irreversibel. 2. Berikan contoh koloid liofil dan liofob dalam kehidupan sehari-hari! Contoh sol liofil adalah gelatin dalam air dan putih telur dalam air. Contoh sol liofob adalah sol As2S3 dalam air, garam sulfida dalam air, dan belerang dalam air. Kelompok Ahli 6 : Mendeskripsikan peranan koloid dalam industri kosmetik, makanan dan farmasi. 1. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang kosmetik! Cream pelembab, hand and body lotion,deodoran, hair-spray, dan lain-lain. 2. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang makanan! Jelly, susu, agar-agar, santan, mayonese, santan dan lain-lain. 3. Berikan contoh penerapan koloid dalam bidang farmasi! Obat-obatan dalam bentuk sirup maupun tablet. Misalnya sirupobat batuk. 8

9 LP. Produk 01. Sifat-Sifat Koloid Dan Kegunaannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Soal Uji Kompetensi. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Penghamburan berkas sinar di dalam sistem koloid disebut. A. gerak Brown D. elektroforesis B. efek Tyndall E. osmose C. koagulasi 2. Salah satu sifat penting dari dispersi koloid yang banyak dimanfaatkan dalam bidang industri dan analisis biokimia adalah... A. prinsip elektroforesis D. homogenisasi B. efek Tyndall E. peptisasi C. gerak Brown 3. Gerak Brown terjadi karena. A. gaya gravitasi B. tolak-menolak antara partikel koloid yang bermuatan sama C. tarik-menarik antara partikel koloid yang berbeda muatan D. tumbukan antara partikel koloid E. tumbukan molekul medium dengan partikel koloid 4. Partikel koloid bermuatan listrik karena. A. adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid D. pelepasan elektron oleh partikel koloid B. absorpsi ion-ion oleh partikel koloid E. partikel koloid mengalami ionisasi C. partikel koloid mengalami ionisasi 5. Aluminium hidroksida membentuk sol bermuatan positif dalam air. Di antara elektrolit berikut, yang paling efektif untuk menggumpalkan koloid adalah.... A. NaCl D. Na 3 PO4 B. Fe 2 (SO 4 ) 3 E. Na 2 SO4 C. BaCl 2 6. Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara.... A. elektrolisis D. dekantasi B. elektroforesis E. presipitasi C. dialisis 7. Peristiwa koagulasi dapat ditemukan pada peristiwa. A. pembuatan agar-agar D. pembuatan air susu B. terjadinya berkas sinar E. terjadinya delta di muara sungai C. pembuatan cat 8. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut. A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 9

10 9. Zat-zat yang tergolong sol liofil adalah. A. belerang, agar-agar, dan mentega D. minyak tanah, asap, dan debu B. batu apung, awan, dan sabun E. lem karet, lem kanji, dan busa sabun C. susu, kaca, dan mutiara 10. Yang termasuk koloid hidrofob adalah. A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 11. Gejala atau proses yang paling tidak ada kaitan dengan sistem koloid adalah.... A. efek Tyndall D. emulsi B. dialisis E. elektrolisis C. koagulasi 12. As 2 S 3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah... A. kalium fosfat D. besi(iii)klorida B. magnesium sulfat E. besi(ii)sulfat C. barium nitrat 13. Muatan partikel koloid ditentukan dengan cara... A. dialisis D. elektroforesis B. elektrolisis E. mengukur diameter partikel C. mengukur sudut pantulan cahaya 14. Berikut ini peristiwa-peristiwa koagulasi pada partikel koloid, kecuali... A. penggumpalan lateks D. penjernihan lumpur dari air sungai B. pengobatan sakit perut E. pembentukan delta pada muara sungai C. pengendapan debu pada cerobong asap 15. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut... A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 16. Contoh koloid hidrofob adalah... A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 17. Campuran lemak dan air di dalam susu tidak memisah, sebab... A. lemak dan air berwujud cair B. lemak larut baik dalam air C. lemak dan air tidak bereaksi D. lemak lebih kental daripada air E. lemak dan air distabilkan oleh kasein sebagai pengemulsi 18. Di antara koloid berikut: 1) sol gelatin 4) sol belerang 2) sol logam 5) buih 3) agar-agar yang tergolong koloid hidrofil adalah... A. 1 dan 2 D. 2 dan 5 B. 1 dan 3 E. 2 dan 4 C. 1 dan 4 10

11 19. Dibandingkan dengan sol liofil, maka sol liofob. A. lebih stabil D. lebih mudah dikoagulasikan B. lebih kental E. bersifat reversibel C. memberi efek Tyndall yang kurang jelas 20. Susu adalah emulsi dan ini dapat dibuktikan dengan... A. minyak larut dalam susu B. efek Tyndall C. zat pewarna minyak membuat medium susu berwarna D. air larut dalam susu E. asam yang menyebabkan susu berkoagulasi 11

12 KUNCI LP. Produk 01. Koloid dan Proses Pembuatannya Sekolah : SMA Negeri 16 Surabaya I. STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari II. KOMPETENSI DASAR 5.2 Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari nya. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat! 1. Penghamburan berkas sinar di dalam sistem koloid disebut. A. gerak Brown D. elektroforesis B. efek Tyndall E. osmose C. koagulasi 2. Salah satu sifat penting dari dispersi koloid yang banyak dimanfaatkan dalam bidang industri dan analisis biokimia adalah... A. prinsip elektroforesis D. homogenisasi B. efek Tyndall E. peptisasi C. gerak Brown 3. Gerak Brown terjadi karena. A. gaya gravitasi B. tolak-menolak antara partikel koloid yang bermuatan sama C. tarik-menarik antara partikel koloid yang berbeda muatan D. tumbukan antara partikel koloid E. tumbukan molekul medium dengan partikel koloid 4. Partikel koloid bermuatan listrik karena. A. adsorpsi ion-ion oleh partikel koloid D. pelepasan elektron oleh partikel koloid B. absorpsi ion-ion oleh partikel koloid E. partikel koloid mengalami ionisasi C. partikel koloid mengalami ionisasi 5. Aluminium hidroksida membentuk sol bermuatan positif dalam air. Di antara elektrolit berikut, yang paling efektif untuk menggumpalkan koloid adalah.... A. NaCl D. Na 3 PO4 B. Fe 2 (SO 4 ) 3 E. Na 2 SO4 C. BaCl 2 6. Kelebihan elektrolit dalam suatu dispersi koloid biasanya dihilangkan dengan cara.... A. elektrolisis D. dekantasi B. elektroforesis E. presipitasi C. dialisis 7. Peristiwa koagulasi dapat ditemukan pada peristiwa. A. pembuatan agar-agar D. pembuatan air susu B. terjadinya berkas sinar E. terjadinya delta di muara sungai C. pembuatan cat 8. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut. A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 9. Zat-zat yang tergolong sol liofil adalah. A. belerang, agar-agar, dan mentega D. minyak tanah, asap, dan debu B. batu apung, awan, dan sabun E. lem karet, lem kanji, dan busa sabun C. susu, kaca, dan mutiara 10. Yang termasuk koloid hidrofob adalah. A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 11. Gejala atau proses yang paling tidak ada kaitan dengan sistem koloid adalah.... A. efek Tyndall D. emulsi B. dialisis E. elektrolisis C. koagulasi 12

13 12. As 2 S 3 adalah koloid hidrofob yang bermuatan negatif. Larutan yang paling baik untuk mengkoagulasikan koloid ini adalah... A. kalium fosfat D. besi(iii)klorida B. magnesium sulfat E. besi(ii)sulfat C. barium nitrat 13. Muatan partikel koloid ditentukan dengan cara... A. dialisis D. elektroforesis B. elektrolisis E. mengukur diameter partikel C. mengukur sudut pantulan cahaya 14. Berikut ini peristiwa-peristiwa koagulasi pada partikel koloid, kecuali... A. penggumpalan lateks D. penjernihan lumpur dari air sungai B. pengobatan sakit perut E. pembentukan delta pada muara sungai C. pengendapan debu pada cerobong asap 15. Sistem koloid yang partikel-partikelnya tidak menarik molekul pelarutnya disebut... A. liofil D. elektrofil B. dialisis E. liofob C. hidrofil 16. Contoh koloid hidrofob adalah... A. amilum dalam air D. lemak dalam air B. protein dalam air E. agar-agar dalam air C. karbon dalam air 17. Campuran lemak dan air di dalam susu tidak memisah, sebab... A. lemak dan air berwujud cair B. lemak larut baik dalam air C. lemak dan air tidak bereaksi D. lemak lebih kental daripada air E. lemak dan air distabilkan oleh kasein sebagai pengemulsi 18. Di antara koloid berikut: 1) sol gelatin 4) sol belerang 2) sol logam 5) buih 3) agar-agar yang tergolong koloid hidrofil adalah... A. 1 dan 2 D. 2 dan 5 B. 1 dan 3 E. 2 dan 4 C. 1 dan Dibandingkan dengan sol liofil, maka sol liofob. A. lebih stabil D. lebih mudah dikoagulasikan B. lebih kental E. bersifat reversibel C. memberi efek Tyndall yang kurang jelas 20. Susu adalah emulsi dan ini dapat dibuktikan dengan... A. minyak larut dalam susu B. efek Tyndall C. zat pewarna minyak membuat medium susu berwarna D. air larut dalam susu E. asam yang menyebabkan susu berkoagulasi Keterangan : Tiap soal skor = 1 skor yang diperoleh Nilai = x 100 skor maksimal 13

14 LP 04 :Format Pengamatan Perilaku Berkarakter Siswa: Kelas: Tanggal: Petunjuk: Untuk setiap perilaku berkarakter berikut ini, beri penilaian atas perilaku berkarakter siswa menggunakan skala berikut ini: D = Memerlukan C = Menunjukkan B = Memuaskan A = Sangat baik perbaikan kemajuan No Format Pengamatan Perilaku Berkarakter Rincian Tugas Memerlukan Kinerja (RTK) perbaikan (D) Menunjukkan kemajuan (C) Memuaskan (B) Sangat Baik(A) 1 Teliti 2 Komunikatif 3 Menghargai pendapat orang lain Surabaya, Juli 2011 Pengamat ( ) Sumber: Diadaptasi dari Suyono, RPP Berkarakter: Orde Reaksi, Pasca Sarjana, Unesa, 2010 Diadaptasi dari Novita, Dian, Contoh Perangkat RPP SMP, Unesa,

Buku Saku. Sistem Koloid. Nungki Shahna Ashari

Buku Saku. Sistem Koloid. Nungki Shahna Ashari Buku Saku 1 Sistem Koloid Nungki Shahna Ashari 2 Daftar Isi Pengertian koloid... 3 Pengelompokan koloid... 4 Sifat-sifat koloid... 5 Pembuatan koloid... 12 Kegunaan koloid... 13 3 A Pengertian & Pengelompokan

Lebih terperinci

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I. Standar Kompetensi Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) I. Standar Kompetensi Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mata Pelajaran Kelas / Semester Alokasi Waktu Materi : Kimia : XI (sebelas) / 2 (dua) : 180 menit ( 4 jam pelajaran) : Sistem Koloid I. Standar Kompetensi Menjelaskan

Lebih terperinci

Menu Utama SK/KD SK/KD. Komponen utama minyak bumi INDIKATOR SIFAT LARUTAN KOLOID. Fraksi fraksi minyak bumi PENJERNIHAN AIR MINUM

Menu Utama SK/KD SK/KD. Komponen utama minyak bumi INDIKATOR SIFAT LARUTAN KOLOID. Fraksi fraksi minyak bumi PENJERNIHAN AIR MINUM Menu Utama SK/KD SK/KD Komponen utama minyak bumi INDIKATOR SIFAT LARUTAN KOLOID Fraksi fraksi minyak bumi PENJERNIHAN AIR MINUM Bensin dan mutu bensin KOLOID LIOFIL DAN LIOFOB Dampak penggunaan minyak

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KOLOID DAN PROSES PEMBUATANNYA : SMAN 16 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA. KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KOLOID DAN PROSES PEMBUATANNYA : SMAN 16 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA. KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KOLOID DAN PROSES PEMBUATANNYA SEKOLAH : SMAN 16 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua) ALOKASI WAKTU : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

KOLOID. 26 April 2013 Linda Windia Sundarti

KOLOID. 26 April 2013 Linda Windia Sundarti KOLOID 26 April 2013 Koloid merupakan suatu bentuk campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi, yang dilihat secara makroskopis tampak bersifat homogen namun secara mikroskopis tampak

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 7 BAB IX SISTEM KOLOID Koloid adalah campuran yang keadaannya terletak antara larutan dan suspensi. Perbandingan sifat larutan, koloid dan suspensi

Lebih terperinci

Sistem Koloid. A. Pengertian Sistem Koloid. Lampiran A.7

Sistem Koloid. A. Pengertian Sistem Koloid. Lampiran A.7 Lampiran A.7 Sistem Koloid Sistem koloid dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh cat adalah sistem koloid yang merupakan campuran heterogen zat padat pada koloid yang tersebar merata

Lebih terperinci

Kimia Koloid KIM 3 A. PENDAHULUAN B. JENIS-JENIS KOLOID KIMIA KOLOID. materi78.co.nr

Kimia Koloid KIM 3 A. PENDAHULUAN B. JENIS-JENIS KOLOID KIMIA KOLOID. materi78.co.nr Kimia Koloid A. PENDAHULUAN Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Koloid tergolong sistem dua fase, yaitu: 1) Fase terdispersi (terlarut), adalah zat yang didispersikan,

Lebih terperinci

Jenis Nama Contoh. padat sol padat sol padat kaca berwarna, intan hitam. gas sol gas aerosol padat asap, udara berdebu

Jenis Nama Contoh. padat sol padat sol padat kaca berwarna, intan hitam. gas sol gas aerosol padat asap, udara berdebu > materi78.co.nr Kimia Koloid A. PENDAHULUAN Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Koloid tergolong sistem dua fase, yaitu: 1) Fase terdispersi (terlarut), adalah

Lebih terperinci

Purwanti Widhy H, M.Pd

Purwanti Widhy H, M.Pd Purwanti Widhy H, M.Pd Standar Kompetensi 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi asar 5.2. Mengelompokkan sifat-sifat koloid dan penerapannya

Lebih terperinci

4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) LARUTAN PENYANGGA/ BUFFER SEKOLAH : SMAN 16 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua) ALOKASI WAKTU : 2 Jam Pelajaran I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : WIB

Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : WIB Kelas : XI IPA Guru : Tim Guru HSPG Tanggal : Senin, 23 Mei 2016 Mata pelajaran : Kimia Waktu : 10.15 11.45 WIB Petunjuk Pengerjaan Soal Berdoa terlebih dahulu sebelum mengerjakan! Isikan identitas Anda

Lebih terperinci

SISTEM KOLOID. Sulistyani, M.Si.

SISTEM KOLOID. Sulistyani, M.Si. SISTEM KOLOID Sulistyani, M.Si. Email: sulistyani@uny.ac.id Konsep Materi Koloid merupakan campuran fase peralihan homogen menjadi heterogen. Sistem koloid terdiri dari dua fase, yaitu fase pendispersi

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Mata Pelajaran : Kimia Kelas/Semester : XII/ Pertemuan ke : 1 & 2 Alokasi Waktu : 4 x 4 menit Standar Kompetensi : Memahami koloid, suspensi, dan larutan sejati Kompetensi

Lebih terperinci

I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) KELARUTAN DAN HASILKALI KELARUTAN SEKOLAH : SMAN 6 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua) ALOKASI WAKTU : 2x45 menit I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

PEMETAAN / ANALISIS SK-KD (Kelas Eksperimen)

PEMETAAN / ANALISIS SK-KD (Kelas Eksperimen) Lampiran 1 PEMETAAN / ANALISIS SK-KD (Kelas Eksperimen) MATA PELAJARAN/TEMA KELAS/SEMESTER : KIMIA/Sistem Koloid : XI/Genap STANDAR KOMPETENSI 5. Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya

Lebih terperinci

18/06/2015. Dispersi KOLOID. Dhadhang Wahyu

18/06/2015. Dispersi KOLOID. Dhadhang Wahyu Dispersi KOLOID Dhadhang Wahyu Kurniawan @Dhadhang_WK 1 SISTEM DISPERSI Klasifikasi sistem dispersi berdasarkan keadaan fisik medium pendispersi dan partikel terdispersi Fasa terdispersi Solid Solid dalam

Lebih terperinci

XI IA 4 SMA Negeri 1 Tanjungpinang

XI IA 4 SMA Negeri 1 Tanjungpinang 1 KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya laporan hasil kegiatan kami yang berjudul Larutan Koloid ini, dapat terwujud. Tujuan kami melakukan kegiatan ini adalah dimana

Lebih terperinci

Pembersih Kaca PEMBERSIH KACA

Pembersih Kaca PEMBERSIH KACA Pembersih Kaca PEMBERSIH KACA I. PENDAHULUAN Penggunaan cairan pembersih kaca semakin menjadi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, kebutuhan akan cairan pembersih kaca dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Lebih terperinci

Pembuatan Koloid, Denaturasi Protein dan Lem Alami

Pembuatan Koloid, Denaturasi Protein dan Lem Alami Pembuatan Koloid, Denaturasi Protein dan Lem Alami I. Tujuan Pada percobaan ini akan dipelajari beberapa hal mengenai koloid,protein dan senyawa karbon. II. Pendahuluan Bila garam dapur dilarutkan dalam

Lebih terperinci

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk memecahkan masalah baik secara individu maupun kelompok. Oleh karena

II. TINJAUAN PUSTAKA. untuk memecahkan masalah baik secara individu maupun kelompok. Oleh karena II. TINJAUAN PUSTAKA A. Metode Problem Solving Metode problem solving adalah sistem pembelajaran yang menuntut siswa belajar untuk memecahkan masalah baik secara individu maupun kelompok. Oleh karena itu

Lebih terperinci

BAB.4 LAJU REAKSI. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi :

BAB.4 LAJU REAKSI. Suatu reaksi yang diturunkan secara eksperimen dinyatakan dengan rumus kecepatan reaksi : BAB.4 LAJU REAKSI laju reaksi adalah banyaknya mol/liter suatu zat yang dapat berubah menjadi zat lain dalam setiap satuan waktu. Pada umumnya kecepatan reaksi akan besar bila konsentrasi pereaksi cukup

Lebih terperinci

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012

ANALISIS PEMETAKAN SK/KD 2011-2012 Mata Pelajaran : Kimia Kelas : XI/2 Standar Dasar 4. Memahami sifat-sifat larutan asambasa, metode pengukuran dan terapannya 4.1 Mendeskripsikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan

Lebih terperinci

Jenis larutan : elektrolit dan non elektrolit

Jenis larutan : elektrolit dan non elektrolit KONSEP LARUTAN Definisi larutan Larutan adalah campuran homogen dari dua jenis zat atau lebih Larutan terdiri dari zat terlarut (solut) dan zat pelarut (solven) Larutan tidak hanya berbentuk cair, tetapi

Lebih terperinci

BAB VII SISTEM KOLOID

BAB VII SISTEM KOLOID BAB VII SISTEM KOLOID INDIKATOR Menjelaskan pengelompokan campuran menjadi larutan, koloid, dan suspensi. Mendeskripsikan perbedaan larutan, koloid, dan suspensi berdasarkan sifat campurannya, fasanya

Lebih terperinci

I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya.

I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran, dan terapannya. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) TITRASI ASAM-BASA SEKOLAH : SMAN 16 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS / SEMESTER : XI / 2 (dua) ALOKASI WAKTU : 2 Jam Pelajaran I. STANDAR KOMPETENSI 4. Memahami

Lebih terperinci

A. PEMBUATAN SISTEM KOLOID B. DISPERSI KOLOID C. JENIS-JENIS KOLOID D. SIFAT-SIFAT KOLOID E. KOLOID LIOFIL DAN KOLOID LIOFOB F

A. PEMBUATAN SISTEM KOLOID B. DISPERSI KOLOID C. JENIS-JENIS KOLOID D. SIFAT-SIFAT KOLOID E. KOLOID LIOFIL DAN KOLOID LIOFOB F 8 A. PEMBUATAN SISTEM KOLOID B. DISPERSI KOLOID C. JENIS-JENIS KOLOID D. SIFAT-SIFAT KOLOID E. KOLOID LIOFIL DAN KOLOID LIOFOB F. KOLOID DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Di sekitar kita, terdapat berbagai macam

Lebih terperinci

OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!

OAL TES SEMESTER II. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! KIMIA XI SMA 217 S OAL TES SEMESTER II I. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1. Basa menurut Arhenius adalah senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan a. proton d. ion H b. elektron e.

Lebih terperinci

SMA UNGGULAN BPPT DARUS SHOLAH JEMBER UJIAN SEMESTER GENAP T.P 2012/2013 LEMBAR SOAL. Waktu : 90 menit Kelas : XII IPA T.

SMA UNGGULAN BPPT DARUS SHOLAH JEMBER UJIAN SEMESTER GENAP T.P 2012/2013 LEMBAR SOAL. Waktu : 90 menit Kelas : XII IPA T. SMA UNGGULAN BPPT DARUS SHOLAH JEMBER UJIAN SEMESTER GENAP T.P 0/0 LEMBAR SOAL Waktu : 90 menit Kelas : XII IPA T.P : 0/0 PETUNJUK :. Isikan identitas peserta pada tempat yang telah disediakan pada lembar

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATANAMA SENYAWA BINER DAN POLIATOM

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATANAMA SENYAWA BINER DAN POLIATOM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN TATANAMA SENYAWA BINER DAN POLIATOM Sekolah : SMAN 16 SURABAYA Mata pelajaran : KIMIA Kelas/Semester : X/1 Alokasi Waktu : 2 x 45 menit ******************************************************************************

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam menghadapi tuntutan masa depan yang penuh tantangan dan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Dalam menghadapi tuntutan masa depan yang penuh tantangan dan BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Model - Model Pembelajaran Dalam menghadapi tuntutan masa depan yang penuh tantangan dan perubahan, telah banyak dikembangkan berbagai model pembelajaran. Berikut ini dikemukakan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. para ahli pendidikan di Jepang, kegiatan studi pembelajaran (lesson study) atau

BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN. para ahli pendidikan di Jepang, kegiatan studi pembelajaran (lesson study) atau BAB II KAJIAN TEORITIS DAN HIPOTESIS TINDAKAN 2.1 Studi Pembelajaran (Lesson Study) Menurut catatan perkembangan pendidikan di Jepang yang di ungkapkan oleh para ahli pendidikan di Jepang, kegiatan studi

Lebih terperinci

MODUL 5 KIMIA KOLOID

MODUL 5 KIMIA KOLOID MODUL 5 KIMIA KOLOID A. SISTEM KOLOID Di bawah ini ada beberapa perbedaan yang dapat di amati antara larutan sejati, sistem koloid dan suspensi kasar. Perhatikanlah tabel berikut: Tabel 5. 1 Perbedaan

Lebih terperinci

SOAL KIMIA 1 KELAS : XI IPA

SOAL KIMIA 1 KELAS : XI IPA SOAL KIIA 1 KELAS : XI IPA PETUNJUK UU 1. Tulis nomor dan nama Anda pada lembar jawaban yang disediakan 2. Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda bekerja 3. Kerjakanlah soal anda pada lembar

Lebih terperinci

Bab XII TUJUAN PEMBELAJARAN. Koloid. Koloid 251. Demonstrasi efek Tyndall oleh koloid. Berkas cahaya yang melewati koloid akan terlihat nyata.

Bab XII TUJUAN PEMBELAJARAN. Koloid. Koloid 251. Demonstrasi efek Tyndall oleh koloid. Berkas cahaya yang melewati koloid akan terlihat nyata. Bab XII Koloid Sumber: Ebbing, General Chemistry Demonstrasi efek Tyndall oleh koloid. Berkas cahaya yang melewati koloid akan terlihat nyata. TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mengikuti pembelajaran siswa dapat

Lebih terperinci

SILABUS. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan.

SILABUS. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan. Sekolah : SMP... Kelas : VII (Tujuh) Semester : 1 (Satu) Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam SILABUS Standar Kompetensi : 1. Memahami ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan

Lebih terperinci

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP FAX KODE POS 60299

PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP FAX KODE POS 60299 PEMERINTAH KOTA SURABAYA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 16 SURABAYA JL. RAYA PRAPEN TELP. 031-8415492 FAX 031-8430673 KODE POS 60299 ULANGAN AKHIR SEMESTER 2 (DUA) TAHUN PELAJARAN 2011 2012 Hari/Tanggal :

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. seseorang untuk memperoleh perubahan suatu tingkah laku yang baru

BAB II KAJIAN TEORI. seseorang untuk memperoleh perubahan suatu tingkah laku yang baru 9 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Belajar dan Hasil Belajar Belajar adalah suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan pada diri seseorang. Belajar merupakan suatu proses yang dilakukan

Lebih terperinci

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67

BAB VI REAKSI KIMIA. Reaksi Kimia. Buku Pelajaran IPA SMP Kelas IX 67 BAB VI REAKSI KIMIA Pada bab ini akan dipelajari tentang: 1. Ciri-ciri reaksi kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi kimia. 2. Pengelompokan materi kimia berdasarkan sifat keasamannya.

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam proses pembelajaran IPA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam proses pembelajaran IPA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Untuk menciptakan situasi yang kondusif dalam proses pembelajaran IPA diperlukan suatu model pembelajaran. Ada berbagai macam model pembelajaran yang banyak digunakan dalam dunia

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, dan perubahan itu sendiri karena usaha yang disengaja.

BAB II KAJIAN TEORI. memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, dan perubahan itu sendiri karena usaha yang disengaja. BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Hakikat Belajar Dan Mengajar Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS. 1. Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Learning Start With A Question.

BAB II KAJIAN TEORITIS. 1. Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Learning Start With A Question. BAB II KAJIAN TEORITIS A. Kerangka Teoritis 1. Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Learning Start With A Question. a. Pengertian Penerapan Arti kata penerapan adalah bisa berarti pemakaian suatu cara,

Lebih terperinci

SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 SMK NEGERI 1 WONOSOBO Jalan Bhayangkara No. 12 (0286) Wonosobo

SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 SMK NEGERI 1 WONOSOBO Jalan Bhayangkara No. 12 (0286) Wonosobo SOAL UJIAN AKHIR SEKOLAH TAHUN PEMBELAJARAN 2010/2011 SMK NEGERI 1 WONOSOBO Jalan Bhayangkara No. 12 (0286) 321219 Wonosobo Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran Bentuk Soal : RPL/TKJ/MM : KIMIA : Pilihan

Lebih terperinci

1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia

1. Ciri-Ciri Reaksi Kimia Apakah yang dimaksud dengan reaksi kimia? Reaksi kimia adalah peristiwa perubahan kimia dari zat-zat yang bereaksi (reaktan) menjadi zat-zat hasil reaksi (produk). Pada reaksi kimia selalu dihasilkan zat-zat

Lebih terperinci

Bab 9. Sistem Koloid. A. Penggolongan dan Sifat-Sifat Koloid B. Kestabilan Koloid C. Pembuatan Koloid

Bab 9. Sistem Koloid. A. Penggolongan dan Sifat-Sifat Koloid B. Kestabilan Koloid C. Pembuatan Koloid Bab 9 Sistem Koloid Sumber: art-mind.org Agar-agar merupakan suatu sistem koloid. Hasil yang harus Anda capai: menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan perubahannya, zat-zat yang

I. PENDAHULUAN. Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan perubahannya, zat-zat yang 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu kimia adalah ilmu yang mempelajari materi dan perubahannya, zat-zat yang terlibat dalam perubahan kimia itu sendiri adalah unsur dan senyawa. Selain itu, ilmu kimia

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS. A. Kajian Pustaka

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS. A. Kajian Pustaka BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA BERPIKIR, DAN HIPOTESIS A. Kajian Pustaka 1. Teori-teori Belajar Terdapat beberapa teori belajar yang dikemukakan oleh para ahli. Teori belajar tersebut saling melengkapi

Lebih terperinci

Lampiran 9. Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI

Lampiran 9. Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI Lampiran 9 Kisi-Kisi Kimia SwC Kelas XI 159 Bidang Studi : Kimia Kelas/Semester : XI/1 : 50 KISI-KISI SOAL LATIHAN KIMIA SwC KELAS XI Standar 1. Memahami struktur atom untuk meramalkan sifat-sifat periodik

Lebih terperinci

Lampiran 8. Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI

Lampiran 8. Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Soal Kimia SwC Kelas XI Lampiran 8 Dasar Pengembangan Kisi-Kisi Kimia SwC Kelas XI 50 DASAR PENGEMBANGAN KISI-KISI SOAL KIMIA SwC KELAS XI SK-KD dalam Standar Isi, Ujian Nasional Kimia (), SNMPTN (4), UM UGM (4), UMB UNDIP (),

Lebih terperinci

Lembar Kerja Siswa 1. Lampiran A.8. Tujuan Pembelajaran

Lembar Kerja Siswa 1. Lampiran A.8. Tujuan Pembelajaran Lampiran A.8 Lembar Kerja Siswa 1 Mata Pelajaran Pkk Bahasan Kelas / Semester Alkasi Waktu : Kimia : Sifat Klid Efek Tyndall : XI IPA / Ganjil : 2 x 45 menit Tujuan Pembelajaran 1. Siswa mampu menganalisis

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. pengetahuan, pengalaman, tugas, dan tanggung jawab. Saling membantu

BAB II KAJIAN TEORI. pengetahuan, pengalaman, tugas, dan tanggung jawab. Saling membantu 12 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Model Pembelajaran Kooperatif Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengutamakan kerja sama diantara siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Lebih terperinci

GLOSARIUM. A : penyerapan pada permukaan. Aerosol : sistem koloid yang medium pendispersinya gas (8, B)

GLOSARIUM. A : penyerapan pada permukaan. Aerosol : sistem koloid yang medium pendispersinya gas (8, B) A Adsorbsi : penyerapan pada permukaan KIMIA XI SMA 225 Aerosol : sistem koloid yang medium pendispersinya gas (8, B) Asam Arrhenius Asam Bronsted Lowry : donor proton (5, A) : senyawa yang menghasilkan

Lebih terperinci

BAB V HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

BAB V HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN BAB V HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN 5.1 HASIL PENGAMATAN 5.1.1 Pengenalan Sistem Dispersi a. Larutan Awal Setelah dimasukkan ke dalam air Sampel Tekstur Warna Butiran Warna Kejernihan Homogenitas Garam

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI A. KajianTeori dan Penelitian yang Relevan 1. Kajian Teori a. Belajar Mandiri 1) Definisi belajar mandiri Belajar mandiri merupakan kegiatan belajar aktif yang didorong oleh niat

Lebih terperinci

Evaluasi Belajar Tahap Akhir K I M I A Tahun 2005

Evaluasi Belajar Tahap Akhir K I M I A Tahun 2005 Evaluasi Belajar Tahap Akhir K I M I A Tahun 2005 UN-SMK-05-01 Perhatikan perubahan materi yang terjadi di bawah ini: (1) sampah membusuk (2) fotosintesis (3) fermentasi (4) bensin menguap (5) air membeku

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. Penerapan juga bisa diartikan sebagai kemampuan siswa untuk mengggunakan

BAB II KAJIAN TEORI. Penerapan juga bisa diartikan sebagai kemampuan siswa untuk mengggunakan BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Penerapan Prediction guide (tebak pelajaran) a. Penerapan strategi Prediction Guide Penerapan adalah proses mempraktikan teori yang telah dirancang. 1 Penerapan

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON- ELEKTROLIT

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON- ELEKTROLIT 5 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON- ELEKTROLIT A. LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT B. ELEKTROLIT DAPAT BERUPA SENYAWA ION ATAU SENYAWA KOVALEN Ketika Anda terluka, luka tersebut dapat dibersihkan disterilkan

Lebih terperinci

Sistem Koloid 12/10/2016. Apa sistem koloid. Sifat sifat koloid. Pembuatannya. Penerapannya. Soal. Tentang Dispersi. Perbandingan sifat

Sistem Koloid 12/10/2016. Apa sistem koloid. Sifat sifat koloid. Pembuatannya. Penerapannya. Soal. Tentang Dispersi. Perbandingan sifat Materi : pa sistem koloid Sifat sifat koloid Pembuatannya Click here Penerapannya Soal In courtesy of onechemist. Foto foto yang berhubungan dengan koloid SISTM KOLOI Sistem dispersi : Sistem Koloid click.

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SEKOLAH MATA PELAJARAN KELAS / SEMESTER WAKTU : SMAN 6 Surabaya : KIMIA : XI / (satu) : 2 X 45 mnt STANDAR KOMPETENSI 2. Memahami perubahan energi dalam reaksi kimia

Lebih terperinci

MODUL KIMIA sma XII MIPA SISTEM KOLOID. Yovita Emiliana Irmayanti

MODUL KIMIA sma XII MIPA SISTEM KOLOID. Yovita Emiliana Irmayanti MODUL KIMIA sma XII MIPA SISTEM KOLOID Yovita Emiliana Irmayanti SISTEM KOLOID STANDAR KOMPETENSI: Menjelaskan sistem dan sifat koloid serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. KOMPETENSI DASAR 5.

Lebih terperinci

: SMA Negeri 10 Samarinda. : 1 Minggu x 4 Jam 45 Menit

: SMA Negeri 10 Samarinda. : 1 Minggu x 4 Jam 45 Menit RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan,

Lebih terperinci

MENGELOMPOKKAN SIFAT-SIFAT MATERI

MENGELOMPOKKAN SIFAT-SIFAT MATERI MENGELOMPOKKAN SIFAT-SIFAT MATERI Materi ( zat ) adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Batu, kayu, daun, padi, nasi, air, udara merupakan beberapa contoh materi. Sifat Ekstensif

Lebih terperinci

II. KOMPETENSI DASAR 3.1 Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.

II. KOMPETENSI DASAR 3.1 Mendeskripsikan pengertian laju reaksi dengan melakukan percobaan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) LAJU REAKSI SEKOLAH : SMAN 6 SURABAYA MATA PELAJARAN : KIMIA KELAS / SEMESTER : XI / (satu) PERTEMUAN KE : 3 ALOKASI WAKTU : 6 Jam Pelajaran I. STANDAR KOMPETENSI

Lebih terperinci

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT BAB 6 LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT Standar Kompetensi Memahami sifat-sifat larutan non elektrolit dan elektrolit, serta reaksi oksidasi-reduksi Kompetensi Dasar Mengidentifikasi sifat larutan

Lebih terperinci

MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan

MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan MODUL I SIFAT KOLIGATIF LARUTAN Penurunan Titik Beku Larutan - Siswa mampu membuktikan penurunan titik beku larutan akibat penambahan zat terlarut. - Siswa mampu membedakan titik beku larutan elektrolit

Lebih terperinci

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI

No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 Semester I BAB I Prodi PT Boga BAB I MATERI No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 8 BAB I MATERI Materi adalah sesuatu yang menempati ruang dan mempunyai massa. Materi dapat berupa benda padat, cair, maupun gas. A. Penggolongan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORITIS

BAB II KAJIAN TEORITIS 10 BAB II KAJIAN TEORITIS A. Kerangka Teoritis 1. Hasil Belajar a. Pengertian Hasil Belajar Hasil belajar adalah sebuah istilah yang terdiri dari dua kata yakni hasil dan belajar, antara hasil dan belajar

Lebih terperinci

STORY BOARD. Frame HOME Berisi : Menu-menu : About Me, Materi, Animasi, dan Home Lingkaran kuning Tulisan / salam

STORY BOARD. Frame HOME Berisi : Menu-menu : About Me, Materi, Animasi, dan Home Lingkaran kuning Tulisan / salam STORY BOARD NO. FRAME ISI KETERANGAN 1. Frame HALAMAN AWAL Berisi : Pokok Bahasan Pada awal slide menyala, muncul tulisan KOLOID dengan berputar-putar dan dapat berubah-ubah warna.. Sub pokok bahasan Gambar

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan,

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Dalam bab ini diuraikan mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan, BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini diuraikan mengenai hasil dari penelitian yang telah dilakukan, temuan penelitian, dan pembahasannya. Hasil penelitian yang diperoleh disajikan dalam

Lebih terperinci

Perubahan zat. Perubahan zat

Perubahan zat. Perubahan zat Perubahan zat Perubahan zat A Sifat Zat 1. Sifat fisika Zat memiliki ciri khas masing-masing. Kawat tembaga dapat kamu bengkokkan dengan mudah, sedangkan sebatang besi sulit dibengkokkan. Ciri khas suatu

Lebih terperinci

Antiremed Kelas 11 Kimia

Antiremed Kelas 11 Kimia Antiremed Kelas 11 Kimia Persiapan UAS 1 Kimia Doc. Name: AR11KIM01UAS Version: 016-08 halaman 1 01. Salah satu teori yang menjadi dasar sehingga tercipta model atom modern (A) Rutherford, Niels Bohr,

Lebih terperinci

BIOFISIK 2 (KOLOID, BUFFER, DAN TEKANAN OSMOTIK)

BIOFISIK 2 (KOLOID, BUFFER, DAN TEKANAN OSMOTIK) Laporan Praktikum Hari, Tanggal : Jumat, 20 September 2013 Struktur dan Fungsi Biomolekul Waktu : 08.00 11.00 PJP : Inda Setyawati, S.Tp, M.Si Asisten : Ahmad Ajruddin M. Tria Wulan Syahrul Mustopa BIOFISIK

Lebih terperinci

SKRIPSI. Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Pada Universitas Negeri Semarang

SKRIPSI. Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Pada Universitas Negeri Semarang PENGARUH KEAKTIFAN SISWA PADA METODE PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP PRESTASI BELAJAR KIMIA DASAR I KELAS X POKOK BAHASAN KIMIA KOLOID DI SMK KIMIA INDUSTRI THERESIANA SEMARANG TAHUN AJARAN 004/005 SKRIPSI

Lebih terperinci

Silabus. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan.

Silabus. - Mengidentifikasikan besaran-besaran fisika dalam kehidupan sehari-hari lalu mengelompokkannya dalam besaran pokok dan turunan. Sekolah : SMP... Kelas : VII (Tujuh) Mata Pelajaran : IPA Fisika Silabus Standar Kompetensi : 1. Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan 1.1 Mendeskripsikan

Lebih terperinci

SILABUS PEMBELAJARAN

SILABUS PEMBELAJARAN SILABUS PEMBELAJARAN Nama Sekolah : SMA... mata Pelajaran : KIMIA Kelas/Semester : XI/2 Standar Kompetensi : 4. Memahami sifat-sifat asam-basa, metode pengukuran dan terapannya Alokasi waktu : 16 JP (UH

Lebih terperinci

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN LEMAK UJI SAFONIFIKASI

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN LEMAK UJI SAFONIFIKASI LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN LEMAK UJI SAFONIFIKASI Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Praktikum Biokimia Pangan Oleh : Nama : Fanny Siti Khoirunisa NRP : 123020228 Kel / Meja : H / 10 Asisten :

Lebih terperinci

3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya

3. Menganalisis berbagai besaran fisis pada gejala kuantum dan batas-batas berlakunya RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester : SMA : Fisika : XII/I (Satu) Alokasi Waktu : 8 x 45 Menit ( 4 Pertemuan ) Topik : Fisika Kuantum Standar Kompetensi 3.

Lebih terperinci

Asam Basa dan Garam. Asam Basa dan Garam

Asam Basa dan Garam. Asam Basa dan Garam Asam Basa dan Garam Asam Basa dan Garam A Sifat Asam, Basa, dan Garam 1. Sifat asam Buah-buahan yang masih muda pada umumnya berasa masam. Sebenarnya rasa masam dalam buah-buahan tersebut disebabkan karena

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dewasa ini usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) semakin giat dilaksanakan. Salah satu bentuk usaha tersebut adalah melalui peningkatan mutu pendidikan

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. pengajaran secara tepat dan penuh arti. 19 Hasil belajar adalah pola-pola

BAB II KAJIAN TEORI. pengajaran secara tepat dan penuh arti. 19 Hasil belajar adalah pola-pola 11 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Hasil Belajar Dalam proses belajar mengajar, tipe hasil belajar yang diharapkan dapat dicapai siswa penting oleh guru, agar guru dapat merancang, mendesaian,

Lebih terperinci

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Hasil Penelitian dan Pembahasan Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan IV.1 Pengaruh Arus Listrik Terhadap Hasil Elektrolisis Elektrolisis merupakan reaksi yang tidak spontan. Untuk dapat berlangsungnya reaksi elektrolisis digunakan

Lebih terperinci

SIMULASI UJIAN NASIONAL 2

SIMULASI UJIAN NASIONAL 2 SIMULASI UJIAN NASIONAL 2. Diketahui nomor atom dan nomor massa dari atom X adalah 29 dan 63. Jumlah proton, elektron, dan neutron dalam ion X 2+ (A) 29, 27, dan 63 (B) 29, 29, dan 34 (C) 29, 27, dan 34

Lebih terperinci

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya.

30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya. 30 Soal Pilihan Berganda Olimpiade Kimia Tingkat Kabupaten/Kota 2011 Alternatif jawaban berwarna merah adalah kunci jawabannya. 1. Semua pernyataan berikut benar, kecuali: A. Energi kimia ialah energi

Lebih terperinci

1. Pengertian Perubahan Materi

1. Pengertian Perubahan Materi 1. Pengertian Perubahan Materi Pada kehidupan sehari-hari kamu selalu melihat peristiwa perubahan materi, baik secara alami maupun dengan disengaja. Peristiwa perubahan materi secara alami, misalnya peristiwa

Lebih terperinci

PEMISAHAN CAMPURAN proses pemisahan

PEMISAHAN CAMPURAN proses pemisahan PEMISAHAN CAMPURAN Dalam Kimia dan teknik kimia, proses pemisahan digunakan untuk mendapatkan dua atau lebih produk yang lebih murni dari suatu campuran senyawa kimia. Sebagian besar senyawa kimia ditemukan

Lebih terperinci

BAB VI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

BAB VI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT BAB VI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT STANDAR KOMPETENSI 3 : Mendeskripsikan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya. KOMPETENSI DASAR 3.1 : Menyelidiki daya hantar listrik berbagai

Lebih terperinci

PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II (Prodi Fisika P MIPA FKIP)

PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II (Prodi Fisika P MIPA FKIP) PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA DASAR II (Prodi Fisika P MIPA FKIP) DISUSUN OLEH Prof. Dr. Siang Tandi Gonggo, M.Si Ratman, S.Pd, M.Si UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) LABORATORIUM DASAR UNIVERSITAS TADULAKO 2013

Lebih terperinci

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA BAHAN AJAR KIMIA DASAR No. BAK/TBB/SBG201 Revisi : 00 Tgl. 01 Mei 2008 Hal 1 dari 9 BAB X AIR Air merupakan komponen penting dalam bahan makanan karena air dapat mempengaruhi penampakan, tekstur, serta cita rasa makanan kita.

Lebih terperinci

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN IBL (Inquiry-Based Learning) PADA KELAS XI SMA 12 SEMARANG

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN IBL (Inquiry-Based Learning) PADA KELAS XI SMA 12 SEMARANG UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KIMIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN IBL (Inquiry-Based Learning) PADA KELAS XI SMA 12 SEMARANG SKRIPSI Diajukan dalam rangka penyelesaian Studi Strata-1

Lebih terperinci

SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT SOAL DAN KUNCI JAWABAN LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT 1. Pernyataan yang benar tentang elektrolit adalah. A. Elektrolit adalah zat yang

Lebih terperinci

IMPLEMENTASI PRAKTIKUM APLIKATIF BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI POKOK KOLOID SISWA KELAS XI

IMPLEMENTASI PRAKTIKUM APLIKATIF BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI POKOK KOLOID SISWA KELAS XI IMPLEMENTASI PRAKTIKUM APLIKATIF BERORIENTASI CHEMOENTREPRENEURSHIP (CEP) TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR KIMIA MATERI POKOK KOLOID SISWA KELAS XI Skripsi disajikan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh

Lebih terperinci

LAPORAN PRATIKUM FISIKA FARMASI DISPERSI KOLOIDAL DAN SIFAT-SIFATNYA. Di susun oleh: : Linus Seta Adi Nugraha No. Mahasiswa : 09.

LAPORAN PRATIKUM FISIKA FARMASI DISPERSI KOLOIDAL DAN SIFAT-SIFATNYA. Di susun oleh: : Linus Seta Adi Nugraha No. Mahasiswa : 09. LAPORAN PRATIKUM FISIKA FARMASI DISPERSI KOLOIDAL DAN SIFAT-SIFATNYA Di susun oleh: Nama : Linus Seta Adi Nugraha No. Mahasiswa : 09.0064 LABORATORIUM FISIKA FARMASI AKADEMI FARMASI THERESIANA SEMARANG

Lebih terperinci

KATA PENGANTAR... 1 DAFTAR ISI... 2 PENTINGNYA KIMIA KOLOID... 3

KATA PENGANTAR... 1 DAFTAR ISI... 2 PENTINGNYA KIMIA KOLOID... 3 By: 1 Puji syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa dan terlebih Maha Kasih, Karena selesainya modul ini ternyata bukan semata-mata hasil usaha saya tetapi semua ini karena Kasih dan Anugerah Tuhan. Dalam pembahasan

Lebih terperinci

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008 PANDUAN MATERI SMA DAN MA K I M I A PROGRAM STUDI IPA PUSAT PENILAIAN PENDIDIKAN BALITBANG DEPDIKNAS KATA PENGANTAR Dalam rangka sosialisasi kebijakan dan persiapan

Lebih terperinci

Air adalah wahana kehidupan

Air adalah wahana kehidupan Air Air adalah wahana kehidupan Air merupakan senyawa yang paling berlimpah di dalam sistem hidup dan mencakup 70% atau lebih dari bobot semua bentuk kehidupan Reaksi biokimia menggunakan media air karena

Lebih terperinci

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960

RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR. Oleh DEDY BAHAR 5960 RANCANGAN PENGOLAHAN LIMBAH CAIR Oleh DEDY BAHAR 5960 PEMERINTAH KABUPATEN TEMANGGUNG DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 (STM PEMBANGUNAN) TEMANGGUNG PROGRAM STUDY KEAHLIAN TEKNIK KIMIA KOPETENSI KEAHLIAN KIMIA

Lebih terperinci

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P )

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) PEMERINTAH KOTA YOGYAKARTA DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 6 YOGYAKARTA The Research School of Jogja Jalan C. Simanjuntak No Yogyakarta 55, Telepon 0 55/ Faximile 0 5660 E-mail : sman6@sman6-yogya.sch.id,

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau

BAB II KAJIAN TEORI. data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Pendekatan Saintifik a. Pengertian Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) a. Pengertian Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL)

BAB II KAJIAN TEORI. 1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) a. Pengertian Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) 11 BAB II KAJIAN TEORI A. Konsep Teoritis 1. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) a. Pengertian Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) Pendekatan contextual teaching and learning

Lebih terperinci

Suryani NIM. K

Suryani NIM. K 48 Studi komparasi pemberian tes bentuk teka-teki silang (TTS) dan tes bentuk isian singkat terhadap prestasi belajar pada pokok bahasan sistem koloid kelas 2 semester 1 SMAnegeri 1 Ceper tahun pelajaran

Lebih terperinci