JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR DAN SEDANG DENGAN JUMLAH TENAGA KERJA DI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2010

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR DAN SEDANG DENGAN JUMLAH TENAGA KERJA DI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2010"

Transkripsi

1 Sektor industri memegang peranan sangat penting dalam peningkatan pembangunan ekonomi suatu daerah, karena sektor ini selain cepat meningkatkan nilai tambah juga sangat besar perannya dalam penyerapan tenaga kerja. Di samping itu, sektor ini pun merangsang kegiatan ekonomi sektor lainnya seperti sektor jasa, angkutan dan perdagangan. Sebagai gambaran pada PDRB Kabupaten Majalengka bahwa, sektor industri mempunyai peranan sebesar 15,58 % dengan laju pertumbuhan sebesar 3,73 %. Kabupaten Majalengka merupakan daerah potensi pertanian, maka pengembangan industri perlu diarahkan juga ke arah argoindustri sehingga keseimbangan pembangunan industri dan pertanian dapat berjalan secara mantap dan simultan serta terpadu. Pengklasifikasian industri yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik didasarkan pada jumlah tenaga kerja dengan standar sebagai berikut : 1. Industri Rumah tangga, yaitu usaha dengan tenaga kerja kurang dari 5 orang; 2. Industri Kecil, yaitu usaha industri dengan tenaga kerja antara 5-19 orang; 3. Industri Sedang, yaitu usaha industri dengan tenaga usaha antara orang; 4. Industri Besar, yaitu usaha industri dengan tenaga kerja di atas 100 orang. Data yang disajikan untuk sektor industri ini adalah industri dengan kategori industri besar dan industri sedang. Pada tahun 2010 jumlah industri besar di Kabupaten Majalengka sebanyak 8 perusahaan dengan orang tenaga yang terserap, dan industri sedang sebanyak 391 perusahaan dengan tenaga kerja yang terserap sebanyak orang. Bila dilihat dari jenis produksinya, industri besar/sedang yang berada di Kabupaten Majalengka sebanyak 86 % merupakan industri genteng. Data Sektoral Kabupaten Majalengka Tahun

2 JUMLAH PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR DAN SEDANG DENGAN JUMLAH TENAGA KERJA DI KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2010 INDUSTRI O r a n g Data Sektoral Kabupaten Majalengka Tahun

3 TABEL 6.1. BANYAKNYA PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR DAN SEDANG MENURUT PRODUKSI UTAMA DIRINCI PER KECAMATAN TAHUN 2010 Produksi Utama (Buah) No Pakaian Makanan Genteng Keramik T.Beton P.Jaringan Listrik Tegel (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) 1 Lemahsugih Bantarujeg Malausma Cikijing Cingambul Talaga Banjaran Argapura Maja Majalengka Cigasong Sukahaji Sindang Rajagaluh Sindangwangi Leuwimunding Palasah Jatiwangi Dawuan Kasokandel Panyingkiran Kadipaten Kertajati Jatitujuh Ligung Sumberjaya Kabupaten Majalengka Data Sektoral Kabupaten Majalengka Tahun

4 TABEL 6.1. LANJUTAN No Bubuk Plastik Kapur Brangkas Produksi Utama (Buah) Bola Kursi Sapu Ijuk Keranjang Rotan (1) (2) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) 1 Lemahsugih Bantarujeg Malausma Cikijing Cingambul Talaga Banjaran Argapura Maja Majalengka Cigasong Sukahaji Sindang Rajagaluh Sindangwangi Leuwimunding Palasah Jatiwangi Dawuan Kasokandel Panyingkiran Kadipaten Kertajati Jatitujuh Ligung Sumberjaya Kabupaten Majalengka Lainnya Data Sektoral Kabupaten Majalengka Tahun

5 No TABEL 6.2. BANYAKNYA PERUSAHAAN INDUSTRI BESAR DAN SEDANG MENURUT JUMLAH TENAGA KERJA PER KECAMATAN TAHUN 2010 Industri Besar Perusahaan (Buah) T.Kerja (Orang) Industri Sedang Perusahaan (Buah) INDUSTRI T.Kerja (Orang) (1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Lemahsugih Bantarujeg Malausma Cikijing Cingambul Talaga Banjaran Argapura Maja Majalengka Cigasong Sukahaji Sindang Rajagaluh Sindangwangi Leuwimunding Palasah Jatiwangi Dawuan Kasokandel Panyingkiran Kadipaten Kertajati Jatitujuh Ligung Sumberjaya Kabupaten Majalengka Data Sektoral Kabupaten Majalengka Tahun

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA Menimbang : NOMOR : TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 26 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PADA DINAS DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN

Lebih terperinci

Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Berdasarkan Tingkat Pendidikan Kabupaten Majalengka terdiri atas 26 Kecamatan dan 334 Desa. Dari 334 desa tersebut meliputi 321 berstatus desa dan 13 berstatus kelurahan. Bila dilihat dari klasifikasi desanya terdapat 3 desa swadaya

Lebih terperinci

JADWAL PENGAMBILAN FOTO DAN SIDIK JARI PNS TAHAP II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA

JADWAL PENGAMBILAN FOTO DAN SIDIK JARI PNS TAHAP II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA JADWAL PENGAMBILAN FOTO DAN SIDIK JARI PNS TAHAP II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA NO HARI, TANGGAL PUKUL NAMA OPD/UNIT KERJA 1 2 3 4 Selasa, 2 September 2014 Rabu, 3 September 2014 Kamis,

Lebih terperinci

Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Sumedang.

Sebelah Selatan, berbatasan dengan Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya. Sebelah Barat, berbatasan dengan Kabupaten Sumedang. Letak Kabupaten Majalengka secara geografis di bagian Timur Provinsi Jawa Barat yaitu Sebelah Barat antara 108 0 03-108 0 19 Bujur Timur, Sebelah Timur 108 0 12-108 0 25 Bujur Timur, Sebelah Utara antara

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi dunia cenderung bergerak lambat, sedangkan

BAB I PENDAHULUAN. Pertumbuhan ekonomi dunia cenderung bergerak lambat, sedangkan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pertumbuhan ekonomi dunia cenderung bergerak lambat, sedangkan perekonomin Indonesia pada tahun 2013 diperkirakan masih tetap positif, utamanya bila mampu

Lebih terperinci

Draft Laporan Akhir. Rencana Penataan Lingkungan Permukiman Desa Paningkiran GAMBARAN UMUM WILAYAH 2-0

Draft Laporan Akhir. Rencana Penataan Lingkungan Permukiman Desa Paningkiran GAMBARAN UMUM WILAYAH 2-0 GAMBARAN UMUM WILAYAH 2-0 2.1 KEBIJAKAN PERENCANAAN Keberadaan suatu wilayah tidak terlepas dari perkembangan wilayah lainnya yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Kebijakan nasional akan menjadi

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 3 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 3 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 3 TAHUN 2008 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia belum memiliki ketahanan pangan yang cukup. Barat unggul di tanaman pangan yang tersebar merata pada seluruh Kabupaten

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia belum memiliki ketahanan pangan yang cukup. Barat unggul di tanaman pangan yang tersebar merata pada seluruh Kabupaten 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan negara agraris, Lebih dari 60% penduduk Indonesia menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Berbagai tanaman dikembangkan di Indonesia,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Kandungan Zat Gizi Komoditas Kedelai. Serat (g) Kedelai Protein (g) Sumber: Prosea 1996 ( Purwono: 2009)

BAB I PENDAHULUAN. Tabel 1.1 Kandungan Zat Gizi Komoditas Kedelai. Serat (g) Kedelai Protein (g) Sumber: Prosea 1996 ( Purwono: 2009) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Komoditas kedelai merupakan jenis barang yang termasuk ke dalam kebutuhan penting bagi masyarakat Indonesia yaitu sebagai salah satu makanan pangan selain beras,

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 27 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Kondisi Lahan 4.1.1 Kemiringan Pemetaan lahan potensial budidaya gurame pada parameter kemiringan lahan disusun berdasarkan peta kemiringan lereng yang diperoleh dari

Lebih terperinci

KABUPATEN MA'ALENGKA. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi.

KABUPATEN MA'ALENGKA. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. APBD Provinsi. DAFTAR KEGATAN TAHUN ANGGARAN 202 PERUBAHAN DNAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AR PERTAMBANGAN DAN ENERG KABUPATEN MA'ALENGKA NO KEGATAN/PEKERJAAN PAGU ANGGARAN SUMBER DANA MUTA PELAKSANAAN KETERANGAN 2 3 4

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang

BAB I PENDAHULUAN. Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Negara Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang sedang menuju perubahan ke negara maju dimana pelaksanaan pembangunan sedang giat-giatnya dilakukan seperti

Lebih terperinci

ANALISIS POTENSI LAHAN PADI SAWAH DI KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT

ANALISIS POTENSI LAHAN PADI SAWAH DI KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT ANALISIS POTENSI LAHAN PADI SAWAH DI KABUPATEN MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan Mencapai derajat Sarjana S-1 Fakultas Geografi Diajukan oleh: VIVI FEBRIDA

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian 1.1 Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam hayati karena dilihat dari letak astronomisnya, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. BAB I Pendahuluan Latar Belakang Tujuan Sasaran Metodologi Ruang Lingkup Wilayah 2

DAFTAR ISI. BAB I Pendahuluan Latar Belakang Tujuan Sasaran Metodologi Ruang Lingkup Wilayah 2 DAFTAR ISI BAB I Pendahuluan 1 1.1 Latar Belakang 1 1.2 Tujuan 2 1.3 Sasaran 2 1.4 Metodologi 2 1.5 Ruang Lingkup Wilayah 2 BAB II Inventarisasi Data Wilayah, Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 3 2.1

Lebih terperinci

Kajian. Hasil Inventarisasi LP2B. Kab. Majalengka, Purbalingga, Gunung Kidul, Madiun, Gowa, Aceh Tamiang, Ngawi dan Donggala

Kajian. Hasil Inventarisasi LP2B. Kab. Majalengka, Purbalingga, Gunung Kidul, Madiun, Gowa, Aceh Tamiang, Ngawi dan Donggala Kajian Hasil Inventarisasi LP2B Kab. Majalengka, Purbalingga, Gunung Kidul, Madiun, Gowa, Aceh Tamiang, Ngawi dan Donggala Sub Direktorat Basis Data Lahan Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan Direktorat

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 10 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 10 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 10 TAHUN 2009 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 10 TAHUN 2009 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA Menimbang : DENGAN RAHMAT TUHAN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keadaan alam Indonesia yang beriklim tropis mempunyai banyak habitat

BAB I PENDAHULUAN. Keadaan alam Indonesia yang beriklim tropis mempunyai banyak habitat 1 BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Keadaan alam Indonesia yang beriklim tropis mempunyai banyak habitat yang cocok untuk semua tanaman hortikultura, hal ini merupakan salah satu keutungan komparatif

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Perkembangan bisnis industri perdagangan di Indonesia saat ini sudah sangat pesat. Hal ini dapat dilihat dari bayaknya tempat-tempat perbelanjaan yang berbau

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 11 TAHUN 2011

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 11 TAHUN 2011 LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 11 TAHUN 2011 PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 11 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2011-2031 DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU DAN PENANAMAN MODAL 3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Isu aktual yang berkembang dewasa

Lebih terperinci

KAJIAN WILAYAH PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAJALENGKA

KAJIAN WILAYAH PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAJALENGKA Kajian Wilayah Pengembangan Industri Kecil Berbasis Komoditas...(Hidayat dkk.) KAJIAN WILAYAH PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL BERBASIS KOMODITAS UNGGULAN PERTANIAN DI KABUPATEN MAJALENGKA (Study of Development

Lebih terperinci

ANALISIS DEVELOPMENT DIAMOND DAN POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN PETERNAKAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MAJALENGKA

ANALISIS DEVELOPMENT DIAMOND DAN POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN PETERNAKAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MAJALENGKA LAPORAN ARTIKEL ANALISIS DEVELOPMENT DIAMOND DAN POTENSI WILAYAH PENGEMBANGAN PETERNAKAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MAJALENGKA Oleh: Achmad Firman, SPt., M.Si Linda Herlina, Ir., MS Marina

Lebih terperinci

PAGU ANGGARAN (Rp) PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK LELANG/ SELEKSI/ PILSUNG JUKSUNG/ DALSUNG

PAGU ANGGARAN (Rp) PEMBELIAN SECARA ELEKTRONIK LELANG/ SELEKSI/ PILSUNG JUKSUNG/ DALSUNG PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA NOMOR : 011/93/Sekr/2013 Tanggal 31 Januari 2013 PENGGUNA ANGGARAN DINAS KEHUTANAN PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN MAJALENGKA Alamat : Jl. KH. Abdul Halim

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 4 TAHUN 2014 BUPATI MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 4 TAHUN 2014 BUPATI MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA SALINAN NOMOR : 4 TAHUN 2014 BUPATI MAJALENGKA PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG PERUBAHAN NAMA PERUSAHAAN DAERAH

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 12 TAHUN 2012 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 12 TAHUN 2012 TENTANG KETENTUAN PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 10 TAHUN 2011 TENTANG

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH

PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH NOMOR : 900/581/Distankan. Tanggal : 10 Januari 2014. DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KABUPATEN MAJALENGKA ALAMAT : Jl. KH. ABDUL HALIM NO. 31 MAJALENGKA

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI MAJALENGKA

RENCANA STRATEGIS PENGADILAN NEGERI MAJALENGKA RENCANA STRATEGIS 2015 2019 PENGADILAN NEGERI MAJALENGKA KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya, sehingga kami dapat menyelesaikan

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 12 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sruktur Ruang Ruang adalah wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA 2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Dinas Pendidikan Kab. Majalengka Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 10 Tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Berbicara tentang pasar tenaga kerja maka Indonesia merupakan salah satu

BAB I PENDAHULUAN. Berbicara tentang pasar tenaga kerja maka Indonesia merupakan salah satu BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berbicara tentang pasar tenaga kerja maka Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) cukup banyak. Sudah tidak dapat dipungkiri

Lebih terperinci

Rencana Strategic (RENSTRA) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka Tahun

Rencana Strategic (RENSTRA) Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka Tahun 1 Kata pengantar Puji dan syukur kami panjatkan ke-hadirat Allah SWT yang telah memberikan Hidayah dan Innayah-Nya sehingga berkat ridho-nya penyusunan Rencana Stratejik (RENTRA) Tahun 2014-2018 pada Badan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Rencana Strategis BAPPEDA Kab. Majalengka BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Periode tahun 2014-2018 merupakan masa yang penuh tantangan bagi Kabupaten Majalengka sebab pada saat masa kepemimpinan Bupati

Lebih terperinci

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DEPO PEMASARAN IKAN (DPI) AIR TAWAR SINDANGWANGI Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Oleh : WIDYA ANJUNG PERTIWI A

ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DEPO PEMASARAN IKAN (DPI) AIR TAWAR SINDANGWANGI Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Oleh : WIDYA ANJUNG PERTIWI A ANALISIS STRATEGI PEMASARAN DEPO PEMASARAN IKAN (DPI) AIR TAWAR SINDANGWANGI Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Oleh : WIDYA ANJUNG PERTIWI A14104038 PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS PERTANIAN

Lebih terperinci

BESARAN ALOKASI BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH DESA DAN KELURAHAN DALAM RANGKA PROGRAM DUKUNGAN KELANCARAN PEMILU TAHUN 2009

BESARAN ALOKASI BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH DESA DAN KELURAHAN DALAM RANGKA PROGRAM DUKUNGAN KELANCARAN PEMILU TAHUN 2009 1 LAMPIRAN II : PERATURAN BUPATI MAJALENGKA Nomor : 6 TAHUN 2009 Tanggal : 30 Maret 2009 Tentang : PETUNJUK PELAKSANAAN BANTUAN KEUANGAN KEPADA PEMERINTAH DESA DAN KELURAHAN DALAM RANGKA PROGRAM DUKUNGAN

Lebih terperinci

BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN MAJALENGKA

BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN MAJALENGKA 39 BAB III GAMBARAN UMUM KABUPATEN MAJALENGKA 3.1 Tinjauan Kebijakan Pengembangan Pariwisata 3.1.1 Tinjauan Kebijakan Pengembangan Pariwisata Provinsi Jawa Barat Langkah-langkah kebijakan yang ditempuh

Lebih terperinci

EXECUTIVE SUMMARY TAHUN ANGGARAN 2012

EXECUTIVE SUMMARY TAHUN ANGGARAN 2012 K E M E N T E R I A N P E K E R J A A N U M U M DIREKTORAT JENDERAL SUMBER DAYA AIR BALAI BESAR WILAYAH SUNGAI CIMANUK-CISANGGARUNG Jl. Pemuda No. 40 Telp. (0231) 205876 Fax. (0231) 205875 Cirebon 45132

Lebih terperinci

Majalengka Dalam A ngka 2015-Majalengka In Figures 2015 MAJALENGKA DALAM ANGKA 2015 Majalengka Regency in Figures MAJALENGKA DALAM ANGKA 2015 Majalengka Regency in Figures 2015... ISSN : 0215.4250 No.

Lebih terperinci

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SISTEM RESI GUDANG OLEH PETANI PADI DI KECAMATAN PALASAH, KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SISTEM RESI GUDANG OLEH PETANI PADI DI KECAMATAN PALASAH, KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN SISTEM RESI GUDANG OLEH PETANI PADI DI KECAMATAN PALASAH, KABUPATEN MAJALENGKA, JAWA BARAT Oleh : DONI KURNIAWAN A14104083 PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS FAKULTAS

Lebih terperinci

RENCANA STRATEGI BISNIS (RSB) RSUD MAJALENGKA TAHUN

RENCANA STRATEGI BISNIS (RSB) RSUD MAJALENGKA TAHUN RENCANA STRATEGI BISNIS (RSB) RSUD MAJALENGKA TAHUN 2014-2018 PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA RUMAH SAKIT UMUM DAERAH MAJALENGKA Jalan Kesehatan No. 77 Telp. (0233) 281043, 281189 Fax. (0233) 281189 Majalengka

Lebih terperinci

Majalengka 525 Tahun Semangat Memakmurkan! KATA PENGANTAR

Majalengka 525 Tahun Semangat Memakmurkan! KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT., karena atas rahmat dan karunia-nya, Buku Panduan Peringatan Hari Jadi Majalengka ke -525 tahun 2015 dapat kami susun. Kami sangat menyadari,

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA GURU PAI PADA SEKOLAH - TAHUN 2011 KABUPATEN : MAJALENGKA - PROVINSI : JAWA BARAT

DAFTAR NAMA GURU PAI PADA SEKOLAH - TAHUN 2011 KABUPATEN : MAJALENGKA - PROVINSI : JAWA BARAT 1 T. Kustini A.Ma 000000000130616654 P 14/02/52 PNS NIP-13 D2 IV/b 01/03/78 33 SDN Sukawana Kertajati Majalengka 2 M. Amin Mukhsin A.Ma 195204151978031003 L 15/04/52 PNS NIP-13 D2 IV/a 01/03/78 33 SDN

Lebih terperinci

Kabupaten Majalengka Dalam Angka

Kabupaten Majalengka Dalam Angka Kabupaten Majalengka Dalam Angka Majalengka Regency InFigure GEOGRAFI DAN IKLIM 2016 Kabupaten Majalengka Dalam Angka 2016 i GEOGRAPHY AND CLIMATE Kabupaten Majalengka Dalam Angka Majalengka regency in

Lebih terperinci

DAFTAR TENAGA HONORER KATEGORI II YANG TIDAK LULUS SELEKSI CPNS FORMASI TAHUN 2013 DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA

DAFTAR TENAGA HONORER KATEGORI II YANG TIDAK LULUS SELEKSI CPNS FORMASI TAHUN 2013 DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA DAFTAR TENAGA HONORER KATEGORI II YANG TIDAK LULUS SELEKSI CPNS FORMASI TAHUN 2013 DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA NV PESERTA U 1 WAWAN KURNIAWAN 6116-42-01446-3 DINAS PENDIDIKAN - 2 DENI

Lebih terperinci

BAB II KONDISI UMUM DAERAH

BAB II KONDISI UMUM DAERAH BAB II KONDISI UMUM DAERAH Dinamika pembangunan Kabupaten Majalengka menunjukkan pertumbuhan yang positif, ditandai keberhasilan pembangunan yang mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Memasuki era

Lebih terperinci

JADWAL PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PEMBERKASAN TENAGA HONORER KATEGORI II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2014

JADWAL PEMERIKSAAN KESEHATAN DAN PEMBERKASAN TENAGA HONORER KATEGORI II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2014 JADWAL DAN TENAGA HONORER KATEGORI II DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN MAJALENGKA TAHUN 2014 NO. NAMA TEMPAT, TGL. LAHIR UNIT KERJA 1 ADE YAYAT NURHIDAYAT Majalengka, 15-01-1980 2 RINA AGUSTINA Majalengka,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan lahan semakin meningkat seiring dengan pertambahan

BAB I PENDAHULUAN. Kebutuhan akan lahan semakin meningkat seiring dengan pertambahan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Meningkatnya kebutuhan akan lahan dan persaingan dalam penggunaan lahan baik untuk keperluan produksi pertanian, permukiman, industri maupun keperluan lahan yang lain

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2007 SERI : PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 6 TAHUN 2007 PEMBENTUKAN KECAMATAN KASOKANDEL, KECAMATAN SINDANG DAN KECAMATAN MALAUSMA KABUPATEN

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maupun perdagangan yang menyangkut aspek-aspek sosial-budaya, lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. maupun perdagangan yang menyangkut aspek-aspek sosial-budaya, lingkungan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Pariwisata telah menjadi fenomena global baik dalam persaingan bisnis maupun perdagangan yang menyangkut aspek-aspek sosial-budaya, lingkungan hidup serta

Lebih terperinci

DAFTAR ARSIP BAGIAN UMUM KABUPATEN MAJALENGKA. Retensi Klasifikasi

DAFTAR ARSIP BAGIAN UMUM KABUPATEN MAJALENGKA. Retensi Klasifikasi DAFTAR ARSIP BAGIAN UMUM KABUPATEN MAJALENGKA No Kode Series / Deskripsi Tahun Unit Retensi Klasifikasi Pencipta 1 2 3 4 5 6 532 000 Pendataan penduduk miskin Kabupaten Majalengka 2005 SETDA Dinilai 533

Lebih terperinci

PEMBANGUNAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN MAJALENGKA NUNIK RACHMAWATI

PEMBANGUNAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN MAJALENGKA NUNIK RACHMAWATI PEMBANGUNAN SUBSEKTOR TANAMAN BAHAN MAKANAN DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH DI KABUPATEN MAJALENGKA NUNIK RACHMAWATI SEKOLAH PASCASARJANA INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR 2012 PERNYATAAN MENGENAI TESIS DAN SUMBER

Lebih terperinci

2015 ORGANOLOGI SULING TANAH BUATAN TED I NURMANTO D I JATI WANGI MAJALENGKA

2015 ORGANOLOGI SULING TANAH BUATAN TED I NURMANTO D I JATI WANGI MAJALENGKA BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Organologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang organ (bentuk) dan struktur alat musik. Organologi mempunyai maksud sebagai gambaran tentang bentuk dan rupa konstruksi

Lebih terperinci

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PERTAMBANGAN DAN ENERGI

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PERTAMBANGAN DAN ENERGI BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR PERTAMBANGAN DAN ENERGI 2.1. TUGAS, FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Majalengka

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Enok Yanti, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Enok Yanti, 2013 1 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Lahan sebagai sumberdaya alam fisik mempunyai peranan sangat penting dalam segala kehidupan manusia, karena lahan diperlukan manusia untuk tempat tinggal

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI D

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI D DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI D ------------------------------------------------------ Nomor Lampiran Perihal : : : 01/I/KD/2010 - Laporan Kegiatan bulan Januari 2011 Majalengka,

Lebih terperinci

DAFTAR SISWA SMAN 2 MAJALENGKA TAHUN PELAJARAN 2010/2011

DAFTAR SISWA SMAN 2 MAJALENGKA TAHUN PELAJARAN 2010/2011 001 01 X.1 01 1011X018 AGUS SAEFUDIN L 9937831199 Islam O MAJALENGKA 1993-08-01 Jl. Brawijaya No. 14/15 002 01 X.1 02 1011X019 AHMAD MUSLIM RIZKIYANSYAH L 9956739973 Islam AB MAJALENGKA 1995-11-14 Jl.

Lebih terperinci

DAFTAR ARSIP USUL MUSNAH BAGIAN UMUM

DAFTAR ARSIP USUL MUSNAH BAGIAN UMUM DAFTAR ARSIP USUL MUSNAH BAGIAN UMUM NO Kode Klasifikasi Series/Deskripsi Tahun Unit Pencipta Retensi 1 2 3 4 5 6 1 000 Panggilan Dinas tahun 1993/ 2003 1993 Setwilda Usul Musnah 2 Penyediaan Tanah untuk

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi dan Subjek Populasi/Sampel 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini berlokasi di kecamatan Sukahaji kabupaten Majalengka. Berdasarkan letak geografis Kecamatan Sukahaji terletak

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan

BAB I PENDAHULUAN. kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan Nasional merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan

Lebih terperinci

DAFTAR ARSIP BAGIAN UMUM KAB MAJALENGKA Masalah : Umum (000) No Kode

DAFTAR ARSIP BAGIAN UMUM KAB MAJALENGKA Masalah : Umum (000) No Kode DAFTAR ARSIP BAGIAN UMUM KAB MAJALENGKA Masalah : Umum (000) No Kode Series / Deskripsi Tahun Unit Retensi Klasifikasi Pencipta 1 2 3 4 5 6 1 000 Penarikan kendaraan operasional roda 4 (empat) 1999 Setda

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya pendapatan nasional di era globalisasi seperti saat ini

BAB I PENDAHULUAN. Meningkatnya pendapatan nasional di era globalisasi seperti saat ini 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Meningkatnya pendapatan nasional di era globalisasi seperti saat ini adalah hasil dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin pesat. Hal ini dapat

Lebih terperinci

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN AGAMA. Pembentukan. KUA. Kecamatan.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN AGAMA. Pembentukan. KUA. Kecamatan. No.359, 2009 BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA DEPARTEMEN AGAMA. Pembentukan. KUA. Kecamatan. PERATURAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2009 TENTANG PEMBENTUKAN KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN

Lebih terperinci

BAB II KABUPATEN MAJALENGKA. Keadaan Umum Kabupaten Majalengka

BAB II KABUPATEN MAJALENGKA. Keadaan Umum Kabupaten Majalengka BAB II KABUPATEN MAJALENGKA II.1. Keadaan Umum Kabupaten Majalengka Kabupaten Majalengka, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. IbuKabupatennya adalah Majalengka. Kabupaten ini berbatasan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. maka peluang untuk menenangkan fikiran dengan berwisata menjadi pilihan

BAB I PENDAHULUAN. maka peluang untuk menenangkan fikiran dengan berwisata menjadi pilihan 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata merupakan sesuatu yang sangat diperlukan oleh setiap manusia, karena semakin lama seseorang tersebut berkecimpung dalam kesibukannya, maka peluang untuk

Lebih terperinci

Tabel L2.1 Data Sampel Kabupaten Purwakarta

Tabel L2.1 Data Sampel Kabupaten Purwakarta 86 Lampiran 2 Data Sampel Pemilu Gubernur Provinsi Jawa Barat Tahun 2013 untuk Metode Sampling Berkelompok dengan Probability Proportional to Size (PPS) 1. Kabupaten Purwakarta Tabel L2.1 Data Sampel Kabupaten

Lebih terperinci

sentra produksi, menjadi prioritas dalam penumbuhan dan pengembangannya untuk setiap komoditi unggulan prioritas program.

sentra produksi, menjadi prioritas dalam penumbuhan dan pengembangannya untuk setiap komoditi unggulan prioritas program. Pengembangan Sentra Produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Dalam upaya pengembangan sistem agribisnis tanaman pangan dan hortikultura di Jawa Barat, guna mendukung akselerasi peningkatan kesejahteraan

Lebih terperinci

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA LEMBARAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : 3 TAHUN 2007 SERI : E PERATURAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR 3 TAHUN 2007 TENTANG PERUSAHAAN DAERAH BANK PERKREDITAN RAKYAT (PD BPR) SUKAHAJI DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA BERITA DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA NOMOR : TAHUN 2008 PERATURAN BUPATI MAJALENGKA NOMOR 30 TAHUN 2008 TENTANG PEMBAGIAN DANA BAGI HASIL MINYAK BUMI DAN GAS ALAM BAGI DESA PENGHASIL DAN DESA SEKITARNYA

Lebih terperinci

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 212 TAHUN 2015 TENTANG

KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 212 TAHUN 2015 TENTANG KEPUTUSAN MENTERI AGAMA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 212 TAHUN 2015 TENTANG PERUBAHAN NAMA MADRASAH ALIYAH NEGERI, MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI, DAN MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI DI PROVINSI JAWA BARAT DENGAN RAHMAT

Lebih terperinci

PENGUMUMAN RENCANA USULAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Nomor : Tanggal : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA

PENGUMUMAN RENCANA USULAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Nomor : Tanggal : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA PENGUMUMAN RENCANA USULAN BARANG/JASA PEMERINTAH Nomor : Tanggal : BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA Mengumumkan Rencana Usulan Pengadaan Barang/ untuk pelaksanaan kegiatan Tahun

Lebih terperinci

Lampiran I.32 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014

Lampiran I.32 PENETAPAN DAERAH PEMILIHAN DAN JUMLAH KURSI ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 2014 Lampiran I. 04/Kpts/KPU/TAHUN 0 9 MARET 0 ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DALAM PEMILIHAN UMUM TAHUN 04 No DAERAH PEMILIHAN JUMLAH PENDUDUK JUMLAH KURSI DP Meliputi Kab/Kota 7. KOTA BANDUNG.8.66.

Lebih terperinci

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI D

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI D DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI D ------------------------------------------------------ Nomor Lampiran Perihal : : : 01/I/KD/2010 - Laporan Kegiatan bulan Januari 2011 Majalengka,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan merupakan suatu proses yang multidimensi melibatkan segala sumber yang ada dalam rangka usaha meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat yang dilakukan

Lebih terperinci

POTENSI WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TERHADAP PENYEDIA HIJAUAN PAKAN DAN SUMBER PROTEIN HEWANI ASAL TERNAK

POTENSI WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TERHADAP PENYEDIA HIJAUAN PAKAN DAN SUMBER PROTEIN HEWANI ASAL TERNAK POTENSI WILAYAH KABUPATEN MAJALENGKA TERHADAP PENYEDIA HIJAUAN PAKAN DAN SUMBER PROTEIN HEWANI ASAL TERNAK POTENTIAL AREAS OF MAJALENGKA DISTRICT ON SUPPLY FORAGE AND ANIMAL PROTEIN SOURCES FROM LIVESTOCK

Lebih terperinci

DAFTAR NAMA PENDAMPING DESA DAN LOKASI PENEMPATAN RELOKASI PER 10 NOVEMBER 2016

DAFTAR NAMA PENDAMPING DESA DAN LOKASI PENEMPATAN RELOKASI PER 10 NOVEMBER 2016 DAFTAR NAMA PENDAMPING DESA DAN LOKASI PENEMPATAN RELOKASI PER 10 NOVEMBER 2016 No Nama Pendamping Desa Posisi 1 DEDI SARIF ABDULLOH PDP Bogor Jonggol Bogor Parung 2 IMAN TAUFIK PDP Bogor Tamansari Bogor

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN I TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN I TAHUN 2016 NO. 32/05/33 TH. X, 2 MEI 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN I TAHUN 2016 Pertumbuhan (q to q) produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan I tahun 2016 Provinsi

Lebih terperinci

Lelang/Seleksi/Pilsung Lelang/Seleksi/Pilsung Pengadaan. APBN + APBD Kabupaten. 4 Maret APBN + APBD Kabupaten. 4 Maret 2013.

Lelang/Seleksi/Pilsung Lelang/Seleksi/Pilsung Pengadaan. APBN + APBD Kabupaten. 4 Maret APBN + APBD Kabupaten. 4 Maret 2013. PENGUMUMAN RENCANA UMUM PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH Nomor : 5510/633b-Disdik Tanggal : 30 Januari DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA JALAN K.H. ABDUL HALIM NO.233 TELP/FAX (0233) 281097 MAJALENGKA

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN I TAHUN 2017

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN I TAHUN 2017 NO. 32/05/33 TH. XI, 2 MEI 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN I TAHUN 2017 Pertumbuhan (q to q) produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan I tahun 2017 Provinsi

Lebih terperinci

KESIAPSIAGAAN RSUD dr.slamet GARUT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA

KESIAPSIAGAAN RSUD dr.slamet GARUT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KESIAPSIAGAAN RSUD dr.slamet GARUT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA LETAK GEOGRAFIS 5 O 50-7 O 50 LS 104 O 48-104 O 48 BT Bekasi Karawang Bogor Purwakarta Subang Indramayu Sukabumi 17 Kabupaten dan 9 Kota,

Lebih terperinci

PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN

PERNYATAAN ABSTRAK KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMAKASIH DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR ISI PERNYATAAN... i ABSTRAK... ii KATA PENGANTAR... iii UCAPAN TERIMAKASIH... iv DAFTAR ISI... vi DAFTAR TABEL... ix DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR LAMPIRAN... xii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN III TAHUN 2016 NO. 76/11/33 TH. X, 1 NOVEMBER 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN III TAHUN 2016 Pertumbuhan (q to q) produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan III tahun

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN II TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN II TAHUN 2016 NO. 55/08/33 TH. X, 1 AGUSTUS 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN II TAHUN 2016 Pertumbuhan (q to q) produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan II tahun 2016

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 109 B. Subjek dan Lokasi Penelitian.. 110

BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian 109 B. Subjek dan Lokasi Penelitian.. 110 DAFTAR ISI Halaman LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN ABSTRAK i KATA PENGANTAR. iii UCAPAN TERIMA KASIH. iv DAFTAR ISI vii DAFTAR TABEL.... xi DAFTAR BAGAN.. xii DAFTAR GAMBAR xiii BAB I PENDAHULUAN A.

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2017

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2017 No.2/0/63/Th.XXI/02 Mei 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2017 Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang (q-to-q)

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Pengembangan suatu wilayah akan berhadapan dengan berbagai potensi dan permasalahan karena berkembangnya suatu wilayah akan memberi konsekuensi positif dan negatif secara

Lebih terperinci

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2)

DATA AGREGAT KEPENDUDUKAN PER KECAMATAN (DAK2) KABUPATEN / KOTA : BOGOR 32.01 BOGOR 1.81.592 1.61.631 3.489.223 1 32.01.01 CIBINONG 123.386 113.01 23.08 2 32.01.02 GUNUNG PUTRI 116.914 109.943 226.85 3 32.01.03 CITEUREUP 4.109 65.41 139.580 4 32.01.04

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN IV TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN IV TAHUN 2016 NO. 11/02/33 TH. XI, 1 FEBRUARI 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR MIKRO DAN KECIL TRIWULAN IV TAHUN 2016 Pertumbuhan (q to q) produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. negara Indonesia, banyak objek wisata yang telah menarik perhatian para

BAB I PENDAHULUAN. negara Indonesia, banyak objek wisata yang telah menarik perhatian para BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pariwisata merupakan suatu industri yang bergerak dalam bidang jasa yang sampai saat ini sudah menjadi industri terbesar di dunia. Khususnya di negara Indonesia,

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1 I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sektor Industri merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional. Kontribusi sektor Industri terhadap pembangunan nasional setiap tahunnya

Lebih terperinci

02/I-KB-DPRD/ Laporan Evaluasi bulan Pebruari 2011 Dan Rencana Kerja bulan Maret 2011.

02/I-KB-DPRD/ Laporan Evaluasi bulan Pebruari 2011 Dan Rencana Kerja bulan Maret 2011. DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KABUPATEN MAJALENGKA KOMISI B ========================================= Nomor Lampiran Perihal : : : 02/I-KB-DPRD/2011 - Laporan Evaluasi bulan Pebruari 2011 Dan Rencana

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2017

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2017 No.44/08/63/Th.XXI, 01 Agustus 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2017 Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Risha Ramadhita, 2013

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Risha Ramadhita, 2013 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pariwisata merupakan sebuah kegiatan perjalanan dengan tujuan untuk mendapatkan kesenangan atau kenikmatan, mengetahui sesuatu, menunaikan tugas ataupun berziarah. Pariwisata

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2016 No.25/05/63/Th.XX/02 Mei 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN I TAHUN 2016 Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang () Provinsi

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN IV TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN IV TAHUN 2016 No.09/01/63/Th.XXI, 1 Februari 2017 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN IV TAHUN 2016 Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2016 No.43/08/63/Th.XX/01 Agustus 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN II TAHUN 2016 Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang

Lebih terperinci

DAMPAK RESTRUKTURISASI INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERHADAP KINERJA PEREKONOMIAN JAWA BARAT (ANALISIS INPUT-OUTPUT)

DAMPAK RESTRUKTURISASI INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERHADAP KINERJA PEREKONOMIAN JAWA BARAT (ANALISIS INPUT-OUTPUT) DAMPAK RESTRUKTURISASI INDUSTRI TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT) TERHADAP KINERJA PEREKONOMIAN JAWA BARAT (ANALISIS INPUT-OUTPUT) OLEH SRI MULYANI H14103087 DEPARTEMEN ILMU EKONOMI FAKULTAS EKONOMI DAN

Lebih terperinci

Industri Pengolahan Subang Dalam Angka Tahun 2010

Industri Pengolahan Subang Dalam Angka Tahun 2010 6. INDUSTRI PENGOLAHAN DAN AIR MINUM 6.1. INDUSTRI PENGOLAHAN Klasifikasi perusahaan industri pengolahan dibedakan atas : Industri Besar, Sedang, Kecil dan Rumahtangga. Pengklasifikasian perusahaan industri

Lebih terperinci

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kepenghuluan berkedudukan di Maja sebagai Ibu Kota Majalengka saat itu. Pada

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kepenghuluan berkedudukan di Maja sebagai Ibu Kota Majalengka saat itu. Pada BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Hasil Penelitian 1. Sejarah pembentukan PA Majalengka Pengadilan Agama Majalengka dibentuk pada tahun 1883 M dengan nama Kepenghuluan berkedudukan di

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2015

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2015 No. 26 / 05 / 94 / V, 4 Mei 2015 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR PROVINSI PAPUA TRIWULAN I-2015 Penyajian (release) Berita Resmi Statistik untuk industri manufaktur dibedakan menjadi Industri

Lebih terperinci

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN III TAHUN 2016

PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN III TAHUN 2016 No.59/11/63/Th.XX/01 November 2016 PERTUMBUHAN PRODUKSI INDUSTRI MANUFAKTUR BESAR/SEDANG DAN MIKRO/KECIL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TRIWULAN III TAHUN 2016 Produksi Industri Manufaktur Besar dan Sedang

Lebih terperinci