Sumitro Danurejo -ayah Bram- keluar dari rumah. Sebelum membuka pintu pagar lelaki ini

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "Sumitro Danurejo -ayah Bram- keluar dari rumah. Sebelum membuka pintu pagar lelaki ini"

Transkripsi

1 SERIAL: "BOMA GENDENK" JUDUL: ABG - Anak Baru... Gendenk Oleh: BASTIAN TITO HAK CIPTA DAN COPY RIGHT PADA BASTIAN TITO DIBAWAH LINDUNCAN UNDANG-UNDANG Diterbitkan pertama kali Tahun 1997 oleh Penerbit Duta Media, Jakarta P.O. BOX. NO. A226/JKTJ/13342 Foto cover Depan: Orly Velli Valentine Vino Giovanni Dilarang keras memfotokopi atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini tanpa izin tertulis dari penerbit. 1 TABLOID PUNYA BERITA BRAM DWI SUMITRO mendorong pintu pagar. Tergulung di tangan kanannya sebuah tabloid terbitan hari itu. Sumitro Danurejo -ayah Bram- keluar dari rumah. Sebelum membuka pintu pagar lelaki ini

2 menatap wajah anaknya yang tampak keletihan. "Bagaimana tes lamaran kerjamu?" Sumitro bertanya. "Belum tau 'Yah. Sehabis tes masih ada wawancara. Mungkin hari Jum'at baru ketauan hasilnya." jawab Bram sambil menyeka keningnya yang basah oleh keringat. Sumitro membuka pintu pagar. Di ruang depan, Hesti Sumitro -ibu Bram-yang sedang menyeterika memalingkan kepala. Seperti suaminya yang penuh harap, dia juga ingin tahu hasil tes lamaran kerja puteranya itu. "Hasil Bram?" "Jum'at depan Bu. Baru ketauan..." jawab Bram. Nyonya Hesti meletakkan seterika listrik. "Adikmu sudah pulang. Ada di atas." Perempuan itu memberi tahu. "Boma pulang?" Wajah dan suara Bram menunjukkan rasa gembira. Setengah berlari pemuda berusia 24 tahun S1 Teknik Elektro yang sudah satu tahun menganggur itu menaiki tangga. Pintu kamar tidur Boma tidak tertutup. Bram langsung masuk ke dalam kamar. Boma terbaring di ranjang, menelentang. Hanya pakai singlet dan celana jins. Matanya terbuka, pandangannya kosong seperti melamun. Bram memukul paha adiknya dengan gulungan tabloid. "Bom, kapan kau pulang?" "Siang tadi," jawab Boma. "Kata Ibu hari ini kau ngikutin tes lamaran kerja." Bram mengangguk. "Sorry aku nggak bisa ngejemputmu di rumah sakit." "Nggak apa-apa." "Gimana tesmu Bram?" "Bisa semua. Dari sembilan pelamar yang disaring, yang lulus tes cuma empat, termasuk aku. Lusa ada wawancara. Dari hasil wawancara nanti baru ketauan siapa yang bakal diterima." "Aku doa-in supaya kau yang diterima."

3 Bram Dwi Sumitro tersenyum mendengar kata-kata adiknya itu. Namun lubuk hatinya tersentuh dalam. Sejak ayahnya pensiun memang terasa sekali akan adanya seseorang yang dapat menunjang biaya kehidupan rumah tangga mereka, termasuk biaya sekolah Boma. "Udah, kita jangan bicara soal lamaranku. Baca dulu ini." Bram melemparkan gulungan tabloid yang sejak tadi dipegangnya. "Kau jadi orang kesohor sekarang." "Kesohor? Ada apa? Kok nyuruh aku..." "Aku tau, kau paling males baca surat kabar. Tapi yang satu ini lain Bom. Liat halaman dua," kata Bram Dwi Sumitro memotong ucapan adiknya. Boma membuka gulungan tabloid, langsung membalik halaman dua. "Kau liat! Foto siapa 'tuh! Kenal nggak? Liat judul beritanya!" Di halaman dua tabloid sebelah kiri atas terpampang foto besar Trini Damayanti. Cantik dan tersenyum. Di bawah foto ada caption : Trini Damayanti, pacar Boma. Di sebelah foto, dengan huruf-huruf besar tertera judul berita. Pacar Boma Mengakui. Lalu dengan huruf-huruf lebih kecil dibawah judul menyusul sub-judul berbunyi Ada Misteri Dalam Penyelamatan Korban Musibah Gunung Gede. "Sialan! Apa-apaan 'nih!" kata Boma setengah berteriak. Tabloid dibantingkannya ke lantai lalu dia beringsut, duduk ke dinding. Matanya membesar menatap ke arah kakaknya. Bram mengambil tabloid yang tercampak di lantai, di letakkan di pangkuan Boma. "Tenang Bom, jangan emosi. Baca dulu beritanya sampai habis." "Tapi ini jelas nggak bener! Siapa bilang aku pacaran sama dia. Wartawan geblek!" "Pacaran apa nggak, itu sih bukan soal. Lagian mungkin bukan wartawannya yang geblek. Biasanya wartawan nulis apa adanya. Jadi kau harus baca dulu," kata Bram sambil senyumsenyum.

4 Boma menowel hidungnya beberapa kali. Lalu mengambil tabloid di pangkuannya dan mulai membaca. Beritanya cukup panjang, sampai menghabiskan empat kolom lebih. Menurut sang wartawan yang berinisial "TB" tulisan itu merupakan sambungan dari berita Minggu sebelumnya dan adalah hasil wawancaranya dengan Trini Damayanti, puteri Letkol (Pol) Kusumo Atmojo, pelajar SMA Nusantara III yang sejak lama sudah menjadi pacar Boma Tri Sumitro. Dalam berita dikatakan selamatnya tujuh pelajar tersebut merupakan satu peristiwa luar biasa, baru pertama kali terjadi. Sang wartawan mengutip keterangan dari beberapa sumber dipercaya yang juga diakui oleh Trini Damayanti bahwa selama penyelamatan dilakukan, terjadi beberapa peristiwa aneh. Keanehan pertama dialami oleh Bapak Tatang Suryadilaga, Kepala Pos Pengawasan Gunung Gede. Satu hari sebelum terjadinya musibah atas rombongan para pelajar SMA Nusantara III, lelaki ini bermimpi melihat api di puncak Gunung Gede. Tiga tahun lalu Pak Tatang pernah mimpi seperti itu. Beberapa hari kemudian rombongan mahasiswa dari Bandung yang mendaki Gunung Gede mengalami kecelakaan. Lima dari enam mahasiswa itu ditemukan tewas. Lalu setahun setelah itu kembali Pak Tatang mimpi melihat api di puncak Gunung Gede. Besoknya empat pelajar STM Bogor ditemukan dalam keadaan kaku tak bernyawa di salah satu lereng Gunung Gede. Pertanda mimpi yang sama mau tak mau membuat Pak Tatang jadi khawatir. Takut kalau musibah yang dialami oleh mahasiswa dari Bandung dan pelajar STM dari Bogor akan menimpa pula rombongan para pelajar SMA Nusantara III dari Jakarta. Ternyata hal itu memang kejadian. Tetapi kali ini semuanya selamat. Tidak seorangpun dari tujuh pelajar itu tewas. Keanehan kedua, menurut perhitungan pelaksanaan evakuasi yaitu membawa dan menyelamatkan anak-anak itu dari lokasi ditemukan sampai ke kaki gunung paling cepat akan memakan waktu lima jam. Ternyata regu penolong dan tim medis mampu melakukan dalam waktu hanya tiga jam.

5 Padahal saat itu malam hari, udara dingin dan jalan licin. Menurut Letda Sofyan, Polisi dari Sukabumi yang memimpin regu penolong, sepanjang jalan menuju kaki Gunung Gede malam itu secara aneh di depan mereka ada puluhan kunang-kunang. Binatang yang tubuhnya mengeluarkan cahaya ini bukan saja terbang menerangi jalan yang ditempuh tapi sekaligus seolah menjadi penunjuk jalan. Keanehan berikutnya yang diungkapkan oleh wartawan tabloid berinisial "TB" itu ialah pengakuan regu penolong yang menggotong anak-anak yang celaka. Bukan pekerjaan mudah menandu seseorang menuruni gunung dalam gelapnya malam dan buruknya cuaca. Tapi anak-anak yang mereka tandu, termasuk Gita Parwati yang gemuk lebih seratus kilogram, terasa ringan. Seolah-olah ada tangan-tangan tak kelihatan dari mahluk-mahluk gaib ikut menggotong tandu! Keanehan yang paling luar biasa dan sampai saat itu masih menjadi teka teki inilah ketika tujuh anak pertama kali ditemukan di lokasi kecelakaan. Mereka ditemukan berjejer rapi di dalam kantong-kantong plastik yang mereka bawa. Siapa yang mengatur begitu rupa, dan yang lebih jadi pertanyaan, bagaimana mereka bisa berada dalam kantong-kantong plastik tebal itu. Padahal jangankan masuk dan menggunakan kantong plastik, bergerak saja anak-anak itu sudah tak sanggup karena kondisi tubuh yang sangat lemah. Menurut tim medis dan dokter yang menolong di Rumah Sakit Sukabumi, seandainya anak-anak itu tidak berada dalam kantong plastik tersebut, kemungkinan besar nyawa mereka tidak akan tertolong akibat dinginnya udara dan lemahnya daya tahan tubuh. Menurut wartawan yang menulis, semua teka-teki ini akan terungkap setelah Boma, pimpinan rombongan pendaki dapat ditemui dan dimintakan keterangannya. Enam anak anggota rombongan telah dihubungi dan pernah diwawancara, namun tidak bisa memberikan keterangan banyak. Terutama menyangkut semua keanehan itu. Boma melipat tabloid yang barusan

6 dibacanya. "Gimana?" tanya Bram. "Brengsek!" "Apa? Siapa yang brengsek Bom?" "Cerita tentang keanehan ini memang betul. Tapi soal aku pacaran sama Trini! Itu yang brengsek!" "Kau merasa pacaran sama 'tu cewek nggak?" tanya Bram. Boma tak menjawab. Dia turun dari tempat tidur, mengambil kemeja yang tergantung di sangkutan dan mengenakannya. "Kau mau kemana?" Kakak Boma bertanya. "Nilpon." "Nilpon? Nilpon siapa?" Bram bertanya lagi. "Kau punya koin cepean nggak?" "Kau masih sakit Bom. Sebaiknya istirahat, tidur saja. Jangan kemana-mana dulu..." "Tapi aku musti nilpon Trini. Brengsek! Seharusnya di rumah ini ada tilpon!" Boma duduk di tepi tempat tidur setengah membantingkan diri. Bram gelengkan kepala. "Boro-boro tilpon Bom. Buat bayar rekening listrik aja setiap bulan Ayah sudah susah..." "Itu karena usaha ayah sendiri. Sablon. Boros listrik!" "Huss. Pelan-pelan. Nanti kedengaran Ayah. Doa-in lamaranku diterima. Bisa kerja. Bisa membantu Ayah sama Ibu." Dua kakak beradik itu sama-sama terdiam cukup lama. "Bram..." Boma akhirnya memecah kesunyian.

7 "Hemmm..." "Kau tau cerita ada yang bayarin biaya perawatanku di Rumah Sakit..." "Ya, aku dengar dari Ibu. Kau tau siapa orangnya?" Boma menggeleng. "Aku musti cari tau..." "Menurut Ayah biaya perawatanmu hampir satu setengah juta." Boma kaget. "Satu setengah juta Bram?" Bram mengangguk. "Gila!" "Itu masih nggak seberapa Bom. Masih termasuk kecil. Kau musti mengetahui siapa orang yang berbuat baik itu. Paling tidak buat ngucapin terima kasih. Jaman sekarang makin sedikit orang berhati baik dan berbudi ikhlas Bom..." Boma mengangguk. "Setahuku Ayah kan bisa bayar pakai Askes..." "Betul, tapi waktu ayah baru nanyain berapa biaya perawatanmu di kantor Rumah Sakit, pegawai Rumah Sakit bilang sudah ada yang melunasi. Lagian pakai Askes rasanya tidak seluruhnya bisa ditanggung... Kau tau kira-kira siapa orangnya yang baik sama kamu?" "Dugaanku cuma satu. Mungkin, masih mungkin Bram. Mungkin Dwita..." "Dwita apa Trini?" ujar Bram sambil senyum dan memandang seputar kamar. Untuk pertama kali dia melihat vas kuning karangan bunga mawar merah di atas meja kecil di sudut kamar. "Kembang dari siapa Bom?" "Dwita," jawab Boma. "Aaahhh. Kayaknya dia baik amat sama kamu." "Kami cuma teman biasa. Teman satu sekolah. Juga Trini. Cuma Trini mungkin mulutnya nggak ketulungan. Pasti dia yang bicara banyak dan nggak-nggak pada wartawan tabloid itu." "Aku rasa dugaanmu benar Bom. Mungkin Dwita yang bayar biaya

8 perawatanmu di Rumah Sakit. Keliatannya dia serius sama kamu. Anak pejabat, banyak duit." Boma tak menjawab, hanya menowel hidungnya beberapa kali. Entah mengapa saat itu rasanya dia ingin sekali bertemu dengan Dwita. Paling tidak mendengar suara anak itu. Kalau saja di rumahnya ada tilpon. "Bom..." "Hemmm... Apa?" "Kau siap-siap aja. Wartawan tabloid itu pasti bakal ngewawancarain kamu." Boma menowel hidungnya. "Brengsek!" katanya perlahan. 2 DWITA DATANG PAGI itu Boma baru selesai mandi. Setelah berpakaian dia memperhatikan wajahnya di depan kaca persegi yang tergantung di dinding kamar. Pucat. Beker kecil di atas meja belajar menunjukkan pukul 9.05 pagi. Selagi Boma memencet-mencet jerawat di dagu kiri tiba-tiba dia mendengar suara langkah-langkah kaki -banyak sekali- menaiki tangga kayu. Boma melangkah ke pintu. Begitu pintu dibuka pertama sekali dilihatnya kepala Ronny Celepuk. Lalu Vino. Menyusul Firman dan Rio. Lalu Andi. Di belakangnya si gemuk Gita dan terakhir sekali Dwita. Wajah Boma bersinar segar ketika melihat anak perempuan ini. "Hallo my friend!" Ronny Celepuk menyapa. Lalu meletakkan ke lantai satu tandan pisang emas yang dibawanya. "Pisang kesukaan lu, Bom." kata Ronny. "Gila, banyak banget! Kau mau bikin aku mencret apa!" "Tadinya mau beli anggur," kata Vino. "Tapi takut perutmu nggak bisa nerima buah import" Vino tertawa, teman-temannya ikut tertawa. "Mulai deh pada konyol!" kata Boma

9 sambil menowel hidungnya. Ronny membuka pintu kamar lebih lebar, memandang ke arah Dwita dan berkata. "Silahkan, yang kangen masuk duluan." "Apaan sin kamu! Masuk aja sama-sama!" kata Dwita sambil mundur menjauh. "Lho, tadi di mobil bilang kangen sama Boma. Sekarang udah ketemu kok malu-malu." Yang bicara menggoda si gemuk Gita. "Enak aja. Siapa yang bilang?" kata Dwita. Wajah merengut kemerahan, tapi kemudian tersenyum juga. Gita mendorong punggung Dwita. Ronny menarik lengan anak perempuan itu. Mau tak mau Dwita melangkah masuk ke dalam kamar. Begitu Dwita berada di dalam Ronny cepat-cepat menutup pintu. "Ron! Apa-apaan sih lu! Buka!" teriak Boma dari dalam. Ronny Celepuk dan teman-temannya sama tertawa cekikikan. Rupanya hal ini memang sudah mereka rencanakan sebelumnya. Lalu ada suara pintu dipukul-pukul dari dalam. Menyusul suara Dwita, berteriak agar pintu dibuka. Boma berusaha membuka pintu. Tapi handel bulat pintu sebelah luar ditahan kuat-kuat oleh Ronny. "Udah belon?!" teriak Ronny Celepuk. "Apa yang udah?!" teriak Boma dari dalam. "Ala, belagak bodo kau!" teriak Andi. "Brengsek kau Ron! Buka buruan!"

10 "Kesempatan Bom! Kesempatan!" teriak Rio. "Kangen... Orang kangen musti dikasihani Bom!" Gita ikut berteriak. "Udah Bom?! Puas nggak?!" seru Ronny. "Kalau udah puas gua buka nih!" "Brengsek lu! Kalian brengsek semua!" teriak Boma. Ronny akhirnya melepaskan handel pintu. Begitu pintu terbuka Boma mendamprat. "Brengsek! Kalian sinting semua!" Tangan kanannya diacungkan hendak menjotos. Ronny Celepuk cepat menghindar mundur. Di sebelah Boma berdiri Dwita dengan wajah merah keringatan. Enam anak di depan pintu tertawa riuh. Di ruangan bawah ayah Boma berkalikali menurunkan kacamata plus enamnya, memandang ke langit-langit di atasnya lalu menoleh pada istrinya. "Ngapain sih anak-anak itu di atas? Brisik amat." Ibu Boma hanya bisa gelenggelengkan kepala. "Biasa Pak, anak-anak kalau sudah ketemu pasti riuh." "Sorry Bom. Sorry Dwita. Kami teman-teman cuma mau kasih kesempatan. Lebih kurangnya terserah kalian berdua yang lagi saling kangen!" kata Ronny Celepuk lalu masuk ke dalam kamar sambil membawa pisang setandan. Lima temannya mengikuti

11 hingga kamar berlantai papan yang tak seberapa besar di tingkat atas itu jadi penuh. "Kawan-kawan, kita ke bawah aja," kata Boma. "Di sini saja Bom," jawab Gita. "Soalnya di bawah sana ada bokap lu. Orangnya sih baek, tapi tampangnya angker banget. Tadi aku diliatin sambil kaca mata tebelnya diturunin ke hidung..." "Nggak heran kalau kau diliatin kayak gitu Git," kata Vino. "Soalnya ayahnya Boma mungkin heran. Tanya-tanya dalam hati. Ini kira-kira mahluk apa ya...?" Suara tawa anak-anak diputus oleh jeritan Vino yang kesakitan karena disengat cubitan Gita Parwati. "Aku takut nih kamar jebol!" kata Boma. "Wan, gua lagi yang kena sasaran!" kata Gita. "Belon apa-apa, baru juga baek, Boma udah nyindir gua!" kata Gita Parwati yang gemuk dan berbobot lebih seratus kilo. Di dalam kamar Boma hendak menyembunyikan tabloid yang ada di atas tempat tidur ke bawah bantal. Tapi Vino lebih cepat menyambar tabloid itu. "Nggak usah diumpetin Bom. Kami udah tau semua." Kata Vino. "Dwita juga udah baca," memberitahu Ronny. Boma memandang ke arah Dwita. Anak perempuan itu kelihatan tenang-tenang saja. Berdiri di samping meja belajar sambil bersandar ke dinding. Tak tahu mau berkata apa akhirnya Boma ingat. "Dwita, terima kasih kembangnya." Dwita mengangguk. " Say it with flower! Ca illa!" Vino menyengir. "Kalau orang intelek mengatakan rasa suka sama kembang. Kalau kita-kita bangsa krocoan sama siomay!" Kamar di tingkat atas itu kembali gemuruh oleh suara tawa.

12 "Bom...," Ronny berkata sambil memasukkan tangan ke saku blujins. "Ron, awas lu ngerokok di sini! Apa mau bikin kita mati pengap semua!" kata Gita memotong ucapan Ronny. Rupanya dia sudah tahu kalau Ronny hendak mengeluarkan rokok. Tapi Ronny bandel. "Ala, kalau jendelanya dibuka kan nggak apa-apa," jawab Ronny yang mulutnya sudah terasa asam. Dia melangkah ke dekat jendela, membukanya lebar-lebar lalu menyalakan sebatang rokok. Setelah menyedot dan menghembuskan asap rokoknya beberapa kali Ronny meneruskan kata-katanya yang tadi terpotong ucapan Gita. "Aku sama teman-teman datang selain mau ngeliat kamu, juga ada yang mau ditanyain." "Tanya aja, apa sih yang mau kalian tanyakan?" ujar Boma. "Itu, yang ada sangkut pautnya dengan berita dalam tabloid," kata Andi. "Soal ucapan Trini?" Boma melirik ke arah Dwita. Anak perempuan itu masih tegak bersandar ke dinding, memandang keluar jendela, pura-pura tidak memperhatikan apa yang dibicarakan teman-temannya. Padahal diam-diam dia memasang telinga. "Bukan, bukan soal kucing garong itu," kata Gita Parwati. Anak ini memang sudah benci lama sama Trini dan menyebut Trini kucing garong sejak peristiwa di warung bakso Mang Asep. (Baca serial Boma Gendenk Episode Pertama berjudul "Suka Suka Cinta.") "Kalau bukan soal Trini lalu soal apa?" tanya Boma. "Itu Bom, yang nyangkut semua keanehan itu. Kami pernah didatengin wartawan tabloid. Tapi terus terang kami bilang nggak ada yang tau soal aneh-aneh itu. Wartawan itu pasti nyari kau. Sebelon kau cerita sama dia, maunya kami, kau cerita duluan sama kita-kita ini..." Boma tak segera menjawab. "Kok diem?" ujar Gita. "Kami yakin kau tau semua menyangkut keanehan itu. Soalnya waktu di Rumah Sakit PMI Bogor, sakitmu aneh. Kau sering ngigau. Manggilmanggil nenek-nenek. Suaramu juga berubah seperti suara nenek tua. Lalu Dwita cerita, dia pernah nganterin bokap mu ketemu satu orang pinter di Bogor.

13 Sehabis dikasih air putih sama orang pinter itu kau baru sembuh. Panasmu turun, ngacokmu hilang." "Aku nggak tau 'tuh kalau aku ngigau..." "Betul Bom, kau musti cerita sama aku dan teman-teman..." kata Ronny Celepuk pula. Boma menowel hidungnya. "Towel terus sampe tua!" kata Vino "Yang nolong kita, yang nyelamatkan kita Tuhan. Apa anehnya. Tuhan Maha Kuasa. Kita harus berterima kasih, bersyukur padanya..." "Tau Bom, kami tau," kata Gita. "Tapi menurut Dwita, waktu nganterin bokap mu ke rumah orang pinter di Bogor itu..." Gita diam sebentar, berpaling pada Dwita. "Siapa Dwit, nama orang pinter itu?" "Haji Sobirin," jawab Dwita. "Haji Sobirin," mengulang Gita. "Menurut orang pinter itu, ada seseorang mau ngewarisin ilmu kepandaian padamu. Tapi kau menolak..." Boma pandangi wajah temannya satu persatu lalu tertawa membahana. " Ajie busyet, ajie gombal! Kalian percaya aja sama omongan orang. Siapa yang mau ngewarisin ilmu sama aku? Ilmu apa? Matematika, Fisika? Teman-teman, mendingan kita ngobrol soal lain aja!" "Bom, aku dan teman-teman tau kalau kau ngerasain sesuatu. Kenapa sih nggak mau cerita pada kita-kita ini?" ujar Ronny. "Apa perlu Dwita yang maksa kamu?" Ronny menyengir. Boma menowel hidungnya. Menghela nafas beberapa kali. Memandang keluar jendela. Lalu melirik ke arah Dwita. "Iyya deh, gua cerita. Tapi awas. Cuma sama kalian aku beri tau. Jangan bilang sama siapapun. Jangan ngomong sama wartawan, terutama wartawan tabloid yang muat berita aku sama Trini itu. Kalian semua musti bersumpah!" "Oke bos! Kami semua swear!" kata

14 Vino sambil mengangkat tangan kanan, mengacungkan jari dalam bentuk huruf V. Tapi jari-jari tangan kiri dikempitkan ke ketiak kanan. Teman-teman Boma kecuali Dwita ikut-ikutan melakukan hal yang sama sambil tertawa cekikikan. Semua anak-anak itu kemudian duduk di lantai. Boma duduk sambil bersandar ke pinggiran tempat tidur. Tujuh pasang mata memandang padanya. Tujuh pasang telinga siap mendengar dan tujuh hati berdebar dalam keheningan. 3 CERITA BOMA BOMA menowel hidungnya, membuat teman-temannya yang menunggu jadi tak sabaran. "Malam pertama di Gunung Gede, waktu kalian udah pada tidur, aku masih belum bisa mejemin mata." Boma mulai. "Badanku rasanya letih banget tapi heran kenapa nggak bisa tidur. Aku keluar dari dalam kantong tidur plastik. Duduk. Kuperhatikan arloji di lengan Vino menunjukkan hampir pukul dua. Gila. Di luar tenda suara tiupan angin bikin serem. Apa lagi sesekali ada suara kepak sayap terbang melintas di atas tenda. Mungkin burung, mungkin kelelawar. Pokoknya serem." "Aku masuk kembali ke dalam kantong, coba-coba tidur. Tetap aja nggak bisa. Aku bangun lagi. Berdiri. Tadinya mau bangunin kamu Ron, tapi nggak jadi. Seperti ada yang ngedorong aku keluar dari dalam tenda. Di luar aku liat api unggun

15 masih nyala. Karena dingin aku melangkah mendekati api, jongkok sebentar sambil manasin tangan. Waktu itu aku merasa ada hembusan angin di belakangku. Seperti ada orang lewat cepat sekali. Aku nengok ke belakang. Nggak ada siapa-siapa. Nggak ada orang. Tengkuk gue mendadak jadi dingin. Takut. Aku rasa ada yang ngawasin diriku. Aku coba berdiri, buruburu mau masuk ke dalam tenda lagi. Tapi aneh, kaki-ku terasa berat. Bukannya berdiri, malah terduduk di tanah. Mendadak hidungku nyium bau aneh. Bau pesing. Aku masih sadar. Masih bisa mikir. Malam itu malam Jum'at. Kalau memang ada bau-bau aneh, biasanya bau menyan atau bau kembang. Tapi yang aku cium bau pesing. Aku tambah takut. Coba lagi berdiri. Tetap kagak bisa. Sementara itu nyala api unggun mulai mengecil. Udara dingin kayak sayatan silet nembus jaket yang aku pakai. Lalu di depanku, di bawah kegelapan bayangan pohon aku liat ada sesuatu bergerak. Aku memperhatikan. Kupikir mungkin aku salah liat, atau cuma liat bayangan. Rasa takut tambah numpuk. Aku seperti mau kencing. Lalu yang aku sangka bayangan itu makin jelas. Bau pesing tambah santer. *** SOSOK bungkuk di dalam gelap bayangan pohon tegak tak bergerak. Di tangan kirinya ada sebatang tongkat kayu. "Setan... Mahluk penghuni gunung..." pikir Boma. Dalam takutnya anak ini segera saja komat-kamit membaca semua ayat-ayat suci yang dihafalnya. Sosok dalam gelap tiba-tiba bergerak. Satu langkah... dua langkah. Bayangan nyala api unggun menerangi tubuh dan sebagian kepalanya. Nenek-nenek. Sosok itu ternyata sosok seorang nenek berkulit hitam berwajah angker. Matanya merupakan dua rongga dalam. Pipinya cekung keriput. Kepalanya nyaris sulah karena hanya ditutupi oleh sekian lembar rambutrambut putih. Di atas kulit kepala yang botak itu menancap lima buah tusuk konde perak putih. Pakaiannya kebaya rombeng dan kain panjang butut. Tubuh dan pakaian itu menebar bau pesing. Mulutnya tidak henti berkomat-kamit. Gembung ke kiri, gembung ke kanan. Ternyata dalam mulut itu ada susur.

16 Wajah nenek itu mengingatkan Boma pada seorang nenek tetangga, dua rumah dari rumahnya. Yang meninggal sekitar dua bulan lalu. Tapi nenek tetangga itu tidak angker begini. Tidak pakai tusuk konde juga tidak bau pesing. Mungkin rohnya yang menampakkan diri. Tapi kenapa bisa sampai kesasar sejauh ini? "Nek, Nek Kiyem..." Tampang angker si nenek bertusuk konde lima kelihatan berubah berkerut. Dari mulutnya dia semburkan ludah susur berwarna kemerahan. " Anak setan! Enak saja kau menyebut aku Nek Kiyem! Kau kira aku ini siapa?!" Tiba-tiba mahluk berwajah angker membentak, membuat Boma terhenyak dalam ketakutan. "Bu... bukan setan. Kata orang setan beneran nggak bisa bicara." Dalam takutnya Boma masih bisa membatin. Anak ini coba beringsut, mundur ke arah tenda. Si nenek bergerak maju. Empat langkah di hadapan Boma, tepat di kiri api unggun, dia berhenti lalu tiba-tiba sekali tancapkan tongkat di tangan kirinya ke tanah. Tongkat kayu yang ditancapkan tapi Boma yang merasakan tubuhnya seperti dipantek ke tanah hingga dia tak bisa bergerak. Dengan tangan kanan si nenek keluarkan susur dari dalam mulut. "Katakan! Siapa Nek Kiyem yang barusan kau sebut?!" Tiba-tiba nenek angker hardikkan pertanyaan. "Anu Nek... Tetangga... Tapi sudah meninggal. Dua bulan lalu. Kata orang meninggal karena bengek." Luar biasa! Walau takut setengah mati Boma masih sanggup menjawab hardikan si nenek. Meskipun dengan suara dan badan gemetaran. Tangannya berkali-kali menowel hidung. "Jadi kau anggap aku ini setan jejadian penjelmaan roh Kiyem si nenek bengek itu! Hah?!" "Saya... saya nggak bilang begitu.

17 Saya... saya nggak tau kau ini siapa Nek. Kalau saya ngomong salah saya minta maaf." Nenek angker pencongkan mulutnya. Tiba-tiba kembali dia membentak. " Anak setan! Ulurkan telapak tanganmu. Yang kiri!" Boma tak berani melakukan apa yang diperintah si nenek. "Kau tuli apa budek?!" Si nenek sumpalkan kembali susurnya ke dalam mulut. "Nek..." Nenek bertampang angker cabut tongkat yang tadi ditancapkannya di tanah. Tongkat diacungkan di atas kepala Boma. "Kau mau ulurkan tangan kirimu atau minta digebuk!" Si nenek membuat gerakan hendak ayunkan tongkat ke kepala Boma. Boma cepat lindungi kepalanya dengan dua tangan. Si nenek menyeringai. Seringai ini membuat tampangnya tambah menyeramkan. " Anak setan! Jangan membuat aku marah! Ulurkan tangan kirimu! Cepat!" Bukannya mengulurkan tangan, Boma malah menowel hidung dengan tangan kanan, tangan kiri masih melindungi kepala. Tiba-tiba tongkat dipukulkan ke bawah. "Braakk!" Sebuah batu hitam besar yang sejak tadi ada di samping Boma hancur berantakan. Mata Boma sampai mendelik besar.

18 "Tobat cing!" Boma membatin. "Batu segitu keras, segitu gede hancur jadi bubuk, gimana kepala gua?!" Dalam takutnya Boma akhirnya ulurkan tangan kiri. Telapak dibuka dikembangkan. Bersamaan dengan itu si nenek letakkan ujung tongkat di atas telapak tangan Boma. Aneh, ujung tongkat itu tiba-tiba memancarkan cahaya hingga telapak tangan Boma terlihat jelas sampai ke garis-garis tangan yang terhalus sekalipun. Dalam takutnya Boma hendak menarik tangan kirinya. Tapi si nenek segera membentak. "Jangan berani bergerak!" Boma terpaksa tidak jadi menarik tangan kirinya. Si nenek maju dua langkah. Sepasang matanya memperhatikan telapak tangan Boma tanpa berkedip. Ujung tongkat digerak-gerakkan di atas garis-garis tangan anak lelaki itu. Kepala dianggukanggukkan. Mulutnya yang perot berulang kali mengeluarkan suara bergumam. " Anak setan, apa kau tahu kalau di telapak tangan kirimu ada dua garis bersilang membentuk tanda kali?" "Tau Nek..." jawab Boma. "Kau tahu apa artinya?" "Ka... kata orang kalau saya mukul orang bisa mati." "Begitu?" Boma mengiyakan sambil mengangguk. Si nenek tertawa panjang. "Orang yang berkata begitu adalah orang tolol. Kau juga orang tolol! Kalau tidak memiliki ilmu, mana mungkin memukul orang bisa mati! Tangan kirimu itu paling-paling hanya mampu dipakai cebok! Hik... hik... hik!" Boma pandangi si nenek sambil menowel hidungnya dengan tangan kiri. Rasa takut masih menjalari anak ini. Si nenek sebaliknya balas memperhatikan

19 kelakuan anak lelaki itu. Dalam hati dia berkata. "Yang satu itu suka menggaruk kepala. Yang ini suka menowel hidung. Hik... hik... hik. Apakah aku memang menemukan anak yang selama ini aku cari-cari dari alam roh? Aku harus memastikan. Petunjuk mengatakan dia memiliki tanda kedua." Nenek berwajah seram tiba-tiba susupkan tongkatnya ke bawah betis kanan Boma, lalu diangkat ke atas. Gerakan ini membuat Boma terlentang di tanah dengan kaki naik di udara, tepat di depan wajah seram si nenek, Dengan tangan kanannya si nenek kemudian menarik lepas sepatu basket hitam yang dikenakan Boma. Juga kaos tebal yang membungkus kaki anak itu. Begitu sepatu dan kaos kaki lepas perempuan tua itu kerenyitkan muka, tekap hidungnya. Rupanya ada bau yang tidak enak menyambar dari kaki yang selama ini lembab terbungkus sepatu karet itu! " Anak setan! Kakimu bau comberan!" Si nenek keluarkan ucapan lalu semburkan ludah susur ke tanah. Boma mau ketawa tapi tak berani. Masih menekap mulut si nenek jauhkan kepalanya sedikit. Dua matanya memandang tak berkedip memperhatikan kaki kanan Boma yang kini telanjang. Mulut si nenek bergerak pencong. Matanya yang cekung membesar. Boma tidak mengerti apa yang tengah dilakukan perempuan tua aneh bau pesing ini. " Anak setan... Benar dia. Tanda kedua ada di tumit kaki kanannya. Satu tahi lalat besar..." Perlahan-lahan si nenek turunkan tongkatnya hingga kaki kanan Boma menyentuh tanah. "Namamu siapa?!" si nenek tiba-tiba ajukan pertanyaan. "Boma." "Apa?" Si nenek miringkan kepalanya sambil tangan kanannya didorongkan ke daun telinga kanan. "Bemo?!"

20 "Bemo!" Tampang Boma jadi berkerut. Dalam hati anak ini berkata. "Kok jauh banget budeknya ini orang tua!" "Boma, bukan Bemo..." kata Boma kemudian. "Ooo... Boma, ya.. ya aku ingat. Bemo 'kan sudah digusur! Hik... hik... hik...!" "Aneh, kok dia tau segala bemo digusur?" kata Boma dalam hati. "Nek, kau ini siapa..?" Boma beranikan diri bertanya. "Menurutmu aku ini siapa?!" si nenek balik menukas. "Nggak tau Nek. Saya..." "Anak bau kencur, kau tak layak bertanya. Aku yang akan menanyai dirimu...?" "Nek, saya..." "Diam!" Si nenek membentak. Matanya melotot. "Aku mau tanya. Tadi waktu aku muncul mendekatimu, aku lihat mulutmu komat-kamit mengucap sesuatu. Apa yang kau ucapkan? Apa yang kau baca?!" "Anu Nek..." Boma menowel hidungnya. "Anu apa?!" "Yang saya baca ayat-ayat suci Nek. Ayat-ayat Qur'an..." Si nenek terdiam. Muka angkernya mengerenyit. Sesaat Boma melihat keseraman sirna dari wajah tua hitam keriput itu. "Kenapa kau baca ayat-ayat suci?" Si nenek bertanya. "Sa... saya takut Nek." "Takut? Takut apa? Takut sama siapa?" Boma tak menjawab. Takut si nenek marah. Justru si nenek yang berucap.

21 "Takut sama aku hah?!" "Betil... eh betul Nek." "Kenapa takut?!" "Saya ngira Nenek ini... jangan marah ya Nek. Saya mengira Nenek ini setan. Atau mahluk halus penghuni gunung." Akhirnya Boma keluarkan juga ucapannya. Si nenek mendongak lalu tertawa panjang cekikikan. "Itulah sifat kalian bangsa manusia. Sama setan takut. Tapi sama dosa tidak pernah takut. Buktinya masih banyak orang-orang yang mau berbuat dosa, berbuat kejahatan dan kemaksiatan!" Mendengar ucapan si nenek yang menyebut "kalian bangsa manusia" tengkuk Boma mendadak sontak jadi dingin. "Berarti... berarti nenek ini memang bukan manusia. Tapi..." Hati-hati Boma tarik kaki kanannya yang sejak tadi terjulur lalu bangkit dan duduk di tanah. " Anak setan..." "Nek, nama saya Boma. Bukan Anak setan..." "Terserah aku mau memanggilmu apa. Aku suka memanggilmu Anak setan. Apa kau keberatan. Apa kau berani menampik?" "Saya bukan Anak setan Nek. Lagian setau saya setan nggak pernah punya anak,..." Si nenek delikkan matanya, tapi lalu tertawa mengekeh. "Setan memang tidak punya anak. Tapi manusia setan yang banyak gentayangan di duniamu, kawin sana kawin sini, pekerjaannya bikin anak di mana-mana. Mending kalau diurus. Banyak yang ditelantarkan. Mereka itu bapak setan yang punya Anak setan!" Boma terdiam. "Boma!" "Saya Nek..."

Sang Pangeran. Kinanti 1

Sang Pangeran. Kinanti 1 Sang Pangeran Langkah Rara terhenti mendengar percakapan dari ruang tamu. Suara seseorang yang sangat dikenalnya. Suara tawa yang terdengar khas itu semakin memperkuat dugaannya, membuat jantung Rara berpacu

Lebih terperinci

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo

ONE. Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo ONE Nggak, gue gak mau ikut. Sergah Tamara. Kenapa? Siapa tau lo disana nemuin jodoh lo, bujuk Vista. Iya bener, gue gak mau tau alasan lo kenapa, yang penting lo harus ikut ke party itu Ra balas Sherly.

Lebih terperinci

Tuyul Pak Dodi. AlIn 1 Galang The Scout

Tuyul Pak Dodi. AlIn 1 Galang The Scout Tuyul Pak Dodi AlIn 1 Galang The Scout Jam masih menunjukkan pukul satu dini hari. Galang dan teman temannya berjalan menyusuri jalan makadam di pinggir dusun yang tenang. Regu Pramuka Penggalang SMP itu

Lebih terperinci

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando

Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Untuk sebuah kehidupan singkat penuh ilusi serta latihan SGV, Ayesha Nadya Muna & Bintang jatuhku -Dimas Arif Firlando Regrets and Revenge Apakah kamu masih pantas memintanya kembali setelah kamu menyuruhnya

Lebih terperinci

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore)

(karna bersepeda keliling komplek sampe 127 kali dari yang pagi pun menjadi sore) Preeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttt!!! Seperti biasa alarm gue bunyi maksud bangunin gue dari mimpi gue barusan yang bertemakan pernikahan kuda Nill. Alarm sih bunyi tepat pukul 6 pagi. Tapi mohon maaf lahir

Lebih terperinci

SAMPLE. Chapter 1. Gadis Objek Snapshot

SAMPLE. Chapter 1. Gadis Objek Snapshot Chapter 1 Gadis Objek Snapshot Morimura Tamaki meniup debu yang menutupi kamera rangefinder favoritnya dengan blower hingga bersih, lalu dengan perlahan mengangkatnya tepat ke depan wajahnya. Kamera yang

Lebih terperinci

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang...

Seru sekali lomba lari itu! Siapa yang lebih dulu tiba di lapangan, dialah yang menjadi pemenang... SODIS BOTOL AJAIB Seru sekali lomba lari itu! Mereka berlari sekencang-kencangnya untuk memenangkan perlombaan. 4 5 Pada suatu pagi di hari Minggu, Ani dan Ayah berjalan-jalan. Sesampai di dekat lapangan,

Lebih terperinci

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta D ANGEL: PRINCESS Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta Lingkup Hak Cipta Pasal 2: 1. Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga..

Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Awal sebuah cerita adalah kegelisahan Aku khawatir perut ini terus terisi, namun kepalaku tak lagi penasaran dengan maksud adanya kehidupan. Dimana hati? Ia mati ketika itu juga.. Gusarnya Angin Sore menjelang

Lebih terperinci

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik

Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Tetap Bersemangat Meski Cacat Fisik Dengan lincah, Amirizal (33 tahun) mengangkat saringan pembuat kopi. Gerakannya gesit dan penuh semangat. Meskipun, pada saat tsunami terjadi di Aceh di penghujung 2004,

Lebih terperinci

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript

HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION. Indonesian Beginners. (Section I Listening) Transcript 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Beginners (Section I Listening) Transcript Familiarisation Text Sudah pindah rumah, Sri? Sudah Joko. Bagaimana rumah barumu? Bagus Joko. Aku punya

Lebih terperinci

YANG BERWARNA BUKAN CUMA CINTA

YANG BERWARNA BUKAN CUMA CINTA YANG BERWARNA BUKAN CUMA CINTA Oleh: Goresan Tinta Emas Copyright 2013 by Goresan Tinta Emas Penerbit Goresan Tinta Emas http://gte-esqbs.blogspot.com/ goresantintaemas1@gmail.com Desain Sampul: Elvira

Lebih terperinci

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak?

Mengapa kekerasan dan pemerkosaan di tengah keluarga semakin marak? Elly, Direktur Yayasan Kita dan Buah Hati Sadis! Tingkat kriminalitas sudah sampai kepada tahap yang paling menjijikan dan mengerikan. Sehingga seorang ayah tega memperkosa anak kandungnya sendiri, ibu

Lebih terperinci

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119

pelajaran 9 energi tahukah kamu apa itu energi 119 pelajaran 9 energi benda yang bergerak butuh energi benda yang bunyi butuh energi benda yang bersinar butuh energi energi diperlukan dalam hidup tahukah kamu apa itu energi energi 119 energi menulis puisi

Lebih terperinci

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

ne..cheonmaneyo jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk. "Ok pemotretan selesai..gomawo" Ujar Photographer pada DBSK yang sudah terlihat lelah karena seharian berpose dan dipotret untuk memenuhi gambar semua halaman di sebuah majalah remaja "ne..cheonmaneyo"

Lebih terperinci

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com

- ephy - Catatan dan Novela. dalamceritasaja.blogspot.com - ephy - Catatan dan Novela dalamceritasaja.blogspot.com CATATAN DAN NOVELA Oleh: ephy Copyright 2013 by ephy Diterbitkan melalui: www.nulisbuku.com 2 Catatan Cinta Bintang dan Angkasa Sketsa Kasih Perempuan

Lebih terperinci

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun

Bodoh Sekali. Oleh: Ga Hyun Bodoh Sekali Oleh: Ga Hyun Saya bernama Min Yoo, saya bersekolah di Sekolah Matahari. Saya mempunyai teman dekat bernama So Eun. Saya suka bermain dengan anak laki-laki. Saya tidak suka makan terlalu banyak.

Lebih terperinci

KAWASAN TERTIB LALU LINTAS

KAWASAN TERTIB LALU LINTAS Selamat pagi,pertama tama perkenalkan nama saya charis,saya domisili surabaya,berumur 19 tahun.motivasi saya menulis karena gelisah melihat kondisi lalu lintas kita saat ini.melihat kondisi yang sekarang

Lebih terperinci

Siang Non? mau langsung pulang atau. sapa orang itu kepada Eci. langsung pulang aja yah Mang, takut Papah ngomel jawab Eci

Siang Non? mau langsung pulang atau. sapa orang itu kepada Eci. langsung pulang aja yah Mang, takut Papah ngomel jawab Eci Pelukan Pertamaku Nggak terasa, udah 1 catur wulan gue duduk dibangku SMA dan segalanya begitu sangat menyenangkan. Dan nggak terasa juga temen gue semakin bertambah banyak. Seneng rasanya jadi punya banyak

Lebih terperinci

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26:11-12. Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25.

Misteri Allah. Amsal 25:2-3. Orang bodoh seperti orang berhikmat. Amsal 26:11-12. Musuh seperti teman. Amsal 26:18-25. Lesson 10 for March 7, 2015 Pada bagian ini, kitab Amsal menolong kita untuk menemukan apa yang ditemukan di balik topeng. Yaitu, realitas di balik penampilan, apa yang mata kita tidak dapat lihat. Misteri

Lebih terperinci

Prolog Gurn dan Eartixo

Prolog Gurn dan Eartixo Prolog Gurn dan Eartixo (GURN - ERTIXO) Ruang angkasa yang sunyi beberapa juta satuan astronomi dari galaksi Bimasakti. Di suatu tempat yang belum bisa dijangkau oleh manusia Bumi, bintang biru memancarkan

Lebih terperinci

Marni : Aku tendang anunya, Kak! Hingga om botak itu pingsan. Lalu aku kabur dan nggak mau lagi kerja di rumah Om Untung.

Marni : Aku tendang anunya, Kak! Hingga om botak itu pingsan. Lalu aku kabur dan nggak mau lagi kerja di rumah Om Untung. SKETSA MARNI DRAMA SATU BABAK Ditulis di Yogyakarta untuk Final FLS2N PARA PELAKU 1. KAK ROS Cintary Kartika (SMAN2 Bdg) 2. MARNI Tiara Putri T.W (SMAN 2 Bdg) 3. BU BROTO Tri Nuryani (SMAN 2 Bdg) Setting

Lebih terperinci

Nabrak Bencong. 2010 April

Nabrak Bencong. 2010 April Daftar Isi 1. Birokrasi Toilet 2. Pengalaman Pertama 3. Tipe Mahasiswa Apakah Kamu? 4. Angkringan Tonight #1 5. Angkringan Tonight #2 6. Pemilu Pertama 7. Berwarna 8. Wirausaha 9. Kepribadian Yang Cacat

Lebih terperinci

Karena muka gue udah cukup terkenal se-taman Safari, Vida pun menyadari keadaan gue yang saat itu lagi ngupil pake sedotan.

Karena muka gue udah cukup terkenal se-taman Safari, Vida pun menyadari keadaan gue yang saat itu lagi ngupil pake sedotan. Maaf, Bal. Yang semua aku kasih itu buat kebaikan, bukan tentang harapan. Ucap seorang cewek dengan rambut hitam ikal panjang yang baru saja buat gue patah hati. Nggak semua kita tau tentang harapan. Ada

Lebih terperinci

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran.

Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. LAMPIRAN Lampiran 2. Rubrik Penilaian Peningkatan Kosakata Bahasa Anak Usia 3 4 Tahun Sesuai Indikator Pembelajaran. Kriteria Indikator Kurang 1 Menirukan kembali 3 4 urutan kata, misalnya: Tidur, mandi,

Lebih terperinci

Indonesian Continuers

Indonesian Continuers 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Continuers (Section I Listening and Responding) Transcript Familiarisation Text Bagaimana perayaan Natal? Cukup baik. Kami ke rumah kakek dan nenek.

Lebih terperinci

ANTOLOGI. Kopi Tubruk

ANTOLOGI. Kopi Tubruk ANTOLOGI Kopi Tubruk UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA Lingkup Hak Cipta: Pasal 2. 1. Hak Cipta merupakan eksklusif bagi Pencipta dan Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan

Lebih terperinci

Amati gambar di bawah dengan teliti!

Amati gambar di bawah dengan teliti! Ayo mengenal kewajiban yang sama di sekolah! Setiap hari Dayu pergi ke sekolah. Dayu belajar dengan teman-teman. Semua siswa belajar dengan tanggung jawab. Mereka memiliki kewajiban yang sama di sekolah.

Lebih terperinci

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef

TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef TINTA ITU BUTA Kumpulan Puisi atau Semacamnya Zaki Ef Diterbitkan oleh merdekata merdekata@gmail.com Agustus, 2013 Desain & Tata Letak: @kreatifikaz 2 Ucapan terima kasih: Kepada-Mu, segala puji. Kepada

Lebih terperinci

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007

SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 SURVEY GLOBAL KESEHATAN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA TAHUN 2007 Survei ini merupakan survey mengenai kesehatan dan hal-hal yang yang mempengaruhi kesehatan. Informasi yang anda berikan akan digunakan

Lebih terperinci

Sofi sudah cukup jengah dengan omongan ibunya. Hampir setiap hari ibu menanyakan calon suami. Jangankan calon suami, pacar aja belum punya. Hal ini yang membuat Sofi frustasi kalau ibunya telpon. Semoga

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:31 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 12:12

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 05:31 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 12:12 Dahulu, di daerah Belu, Nusa Tenggara Timur, terdapat sebuah kerajaan yang diperintah oleh seorang raja bernama Laku Leik. Ia adalah raja yang bengis dan kejam. Ia tidak segan-segan menganiaya, bahkan

Lebih terperinci

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d.

1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. 1. Berikut ini yang bukan merupakan fungsi rangka adalah. a. membentuk tubuh c. tempat melekatnya otot b. membentuk daging d. menegakkan tubuh 2. Tulang anggota gerak tubuh bagian atas dan bawah disebut.

Lebih terperinci

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā

Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Petunjuk Meditasi Jalan, Duduk, dan Kegiatan Sehari-hari dalam Meditasi Vipassanā Oleh: U Sikkhānanda (Andi Kusnadi) Meditasi jalan Sebaiknya, latihan meditasi dimulai dengan meditasi jalan dahulu. Saat

Lebih terperinci

Yesus, Terang Dunia. Sebaliknya, Alkitab memakai terang sebagai lambang kehidupan, sukacita, kebenaran dan segala sesuatu yang baik.

Yesus, Terang Dunia. Sebaliknya, Alkitab memakai terang sebagai lambang kehidupan, sukacita, kebenaran dan segala sesuatu yang baik. Yesus, Terang Dunia Pernahkah saudara berjalan di tempat yang gelap dan menginginkan terang agar saudara dapat melihat? Saudara tidak tahu bahaya-bahaya yang mungkin ada di sebelah atau di depan saudara.

Lebih terperinci

Daud Sang Raja (Bagian 1)

Daud Sang Raja (Bagian 1) Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Daud Sang Raja (Bagian 1) Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

Untuk Apa Sekolah? Guru Kancil Murid Botol 1

Untuk Apa Sekolah? Guru Kancil Murid Botol 1 1 Untuk Apa Sekolah? Selamat pagi anak-anak! suara Kancil menyapa beberapa botol kosong yang telah selesai ditata bak pelajar yang rapi di tempat duduknya. Nada suaranya berat dibuatbuat agar menimbulkan

Lebih terperinci

2 Ketika aku mengundang Yesus masuk ke dalam hidupku, Ia menerangi hatiku yang gelap, dingin dan kosong. Keputusanku untuk mengundang Yesus tidak akan pernah kusesali. Karena itu, aku berkata kepada-nya,

Lebih terperinci

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un

DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un MUTIARA KHOTBAH #2 DAMAI SEJAHTERA Pdt. Antonius S. Un "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu.

Lebih terperinci

Simpul Terujung. sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam

Simpul Terujung. sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam Simpul Terujung Jam baru menunjukan pukul 11.00 WIB, aku mencoba membolak-balik berkas sebelum menyusunnya menjadi satu, memeriksa tiap detail tulisan yang tertera dalam kertas putih. Rencananya berkas

Lebih terperinci

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra.

Masalah Kulit Umum pada Bayi. Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Masalah Kulit Umum pada Bayi Kulit bayi sangatlah lembut dan membutuhkan perawatan ekstra. Brosur ini memberikan informasi mendasar tentang permasalahan kulit yang lazimnya dijumpai pada usia dini sebagai

Lebih terperinci

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN

ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN ANAK BATITA: USIA ± 15 BULAN 3 TAHUN 1. Pesat tapi tidak merata. - Otot besar mendahului otot kecil. - Atur ruangan. - Koordinasi mata dengan tangan belum sempurna. - Belum dapat mengerjakan pekerjaan

Lebih terperinci

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l

a b. 1.5 l c d. 1.75 l 2 l 160 1. Sebuah batu yang massanya sama digantung pada seutas tali yang berbeda panjangnya. Gambar manakah yang akan menghasilkan jumlah ayunan terbanyak untuk selang waktu tertentu. a b. l 1.5 l c d. 1.75

Lebih terperinci

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 03:59 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 07:42

Written by Administrator Sunday, 17 November 2013 03:59 - Last Updated Thursday, 27 March 2014 07:42 Konon pada zaman dahulu, di suatu tempat di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, hiduplah seorang janda tua bersama seorang anak laki-lakinya yang bernama Andung Kuswara.

Lebih terperinci

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh?

1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 1. Tuliskan kalimat yang sesuai dengan gambar! 2. Apakah manfaat makan buah dan sayur bagi kesehatan tubuh? 3. Sebutkan contoh perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah! 4. Perhatikan bangun ruang di

Lebih terperinci

Cerpen cinta Galau Say No to Galau

Cerpen cinta Galau Say No to Galau Cerpen cinta Galau Say No to Galau "Hufh, Akhirnya selesai juga" Tasya menghembuskan nafas lega, Begitu juga Ardi, Dion, Yuli, Vano dan Lilian yang tampak sedang ikut mengumpulkan tumpukan buku yang berserakan

Lebih terperinci

BASTIAN TITO PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 HANTU TANGAN EMPAT. Sumber Kitab: Thresna Cover: kelapalima EBook: kiageng80

BASTIAN TITO PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 HANTU TANGAN EMPAT. Sumber Kitab: Thresna Cover: kelapalima EBook: kiageng80 BASTIAN TITO PENDEKAR KAPAK MAUT NAGA GENI 212 WIRO SABLENG HANTU TANGAN EMPAT Sumber Kitab: Thresna Cover: kelapalima EBook: kiageng80 CREDIT TO SAMKASKUS AND RHOEL WIRO SABLENG HANTU TANGAN EMPAT 1 DI

Lebih terperinci

LATIHAN BACA RASA UNTUK FOTO-FOTO DI MODUL 1

LATIHAN BACA RASA UNTUK FOTO-FOTO DI MODUL 1 LATIHAN BACA RASA UNTUK FOTO-FOTO DI MODUL 1 TIPS CARA BACA RASA FOTO Lihat subyek dan apa yang dilakukannya Lihat ekspresi wajah, gerak tubuh Coba rasakan suasana, kejadian Lihat pencahayaan cuaca pada

Lebih terperinci

TATA-TERTIB PERKULIAHAN

TATA-TERTIB PERKULIAHAN Mata Kuliah : KREATIVITAS SKS : 2 sks Dosen : Tim Deskripsi Kreativitas adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mewujudkan suatu ide baru. Kemampuan tersebut dapat diperoleh dari akal pikiran

Lebih terperinci

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai

Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia. 1) lintasan lurus, datar, tidak licin, berjarak 30 meter, dan mempunyai Lampiran Petunjuk Pelaksanaan TKJI Petunjuk Pelaksanaan Tes Kesegaran Jasmani Indonesia Petunjuk Pelaksanaan Tes 1. Lari 40 meter a. Tujuan Tes lari ini adalah untuk mengetahui atau mengukur kecepatan.

Lebih terperinci

Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun

Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun Cara Berhubungan Intim Tahan Lama Tanpa Obat Dan Ramuan Apapun Ebook ini di ciptakan untuk pria-pria yang ingin mengatasi ejakulasi dini tanpa menggunakan bantuan dari obat apapun. Ebook ini khusus pasutri

Lebih terperinci

Lakon BILA MULA. Karya: JOKO SUCIANTO, SPd.

Lakon BILA MULA. Karya: JOKO SUCIANTO, SPd. Lakon BILA MULA Karya: JOKO SUCIANTO, SPd. LAMPU PADAM, REMANG-REMANG. MUSIK, BERNYANYI, MENARI, MERAUNG-RAUNG DI TELINGA YANG TERLUKA. SEIRING TARIAN YANG BERINGSUT. SUNGGUH ADANYA TIDAK MENGADA-ADA.

Lebih terperinci

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Empat puluh Tahun

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Empat puluh Tahun Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Empat puluh Tahun Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Janie Forest Disadur oleh: Lyn Doerksen Diterjemahkan oleh: Widi

Lebih terperinci

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN?

APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? APA YANG HARUS DIKETAHUI DI USIA 2 TAHUN? ASPEK YANG DISUKAI ANAK YANG BISA KITA AJARKAN FISIK Sangat Aktif. Bisa jalan, lari, lompat 2 kaki, bertumpu, dan manjat. Bisa corat-coret, bekerja dengan 3-4

Lebih terperinci

Indonesian Background Speakers

Indonesian Background Speakers 2014 HIGHER SCHOOL CERTIFICATE EXAMINATION Indonesian Background Speakers (Section I Listening and Responding Part A and Part B) Transcript Familiarisation Text FE FE FE Hallooo... apa kabar? Lama nggak

Lebih terperinci

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya

Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Allah Menjadikan Saudara Sebagaimana Adanya Jika saudara tahu bahwa saudara adalah seorang penting maka ini sangat membesarkan hati. Hal itu menimbulkan perasaan senang dalam hati saudara dan juga menolong

Lebih terperinci

ASAL MULA NAMA PANTARAN

ASAL MULA NAMA PANTARAN ASAL MULA NAMA PANTARAN Suatu daearah di kaki Lereng Gunung Merbabu sebelah timur tanahnya berbukit-bukit serta hawanya dingin. Tanahnya yang gembur sehingga subur tanaman yang ada terbentang luas menyelimuti

Lebih terperinci

Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah

Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Dari Penganiaya Menjadi Pengkhotbah Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh: Janie Forest Disadur oleh: Ruth Klassen Diterjemahkan

Lebih terperinci

Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!!

Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!! Freeing Problems in Life with Metta Ajahn Brahm Dhamma Talk 30 Jan 2009 SELAMAT!!!!!!! Anda telah mendapatkan hak penuh untuk membagikan E book Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya

Lebih terperinci

Pertobatan Sejati Suatu Syarat

Pertobatan Sejati Suatu Syarat Pertobatan Sejati Suatu Syarat Agama Menjamin Kebahagiaan Keluarga. Agama keluarga adalah satu kuasa yang ajaib. Tingkah laku suami terhadap istri dan istri terhadap suami akan membuat kehidupan rumah

Lebih terperinci

Awal kesedihan Manusia

Awal kesedihan Manusia Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Awal kesedihan Manusia Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Byron Unger dan Lazarus Disadur oleh: M. Maillot dan Tammy

Lebih terperinci

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku

Ayo Amati. Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku Ayo Amati Amati gambar ini. Kegiatan mana yang menggunakan kaki? Beri tanda pada kegiatan yang menggunakan kaki. Subtema 2: Tubuhku 55 Beri tanda pada kotak. 1. Menyebutkan nama-nama anggota tubuh. 2.

Lebih terperinci

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Anak yang hilang

Alkitab untuk Anak-anak. memperkenalkan. Anak yang hilang Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Anak yang hilang Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Lazarus Disadur oleh: Ruth Klassen dan Sarah S. Diterjemahkan oleh:

Lebih terperinci

I H H C - I N D O N E S I A H I P E R H I D R O S I S C E N T E R

I H H C - I N D O N E S I A H I P E R H I D R O S I S C E N T E R I H H C - I N D O N E S I A H I P E R H I D R O S I S C E N T E R Telfon / SMS / WhatsApp 0813-1617-7052 Pin BB (IHHC Center) 7D13F801 1. Blog: http://bundanurulkamal.wordpress.com/ 2. Blog: http://akuvshyperhidrosis.blogspot.com/

Lebih terperinci

TIRAIKASIH http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH http://cerita-silat.co.cc/ Episode 135 Ebook dibuat oleh Dewi Tiraikasih http://cerita-silat.co.cc/ Email : 22111122@yahoo.com Sumber buku: Kiageng80 dan Dani (solgeek) 1 WULAN Srindi buka sepasang matanya yang sejak tadi dipejamkan.

Lebih terperinci

Allah Menguji Kasih Abraham

Allah Menguji Kasih Abraham Alkitab untuk Anak-anak memperkenalkan Allah Menguji Kasih Abraham Allah menunjuk kepada Tuhan dalam Alkitab. Penulis: Edward Hughes Digambar oleh : Byron Unger dan Lazarus Disadur oleh: M. Maillot dan

Lebih terperinci

Beb, Ganti Gaya Dong Majalah Teen Online - teen.co.id. Written by Doddy Irawan Tuesday, 05 June 2012 09:21

Beb, Ganti Gaya Dong Majalah Teen Online - teen.co.id. Written by Doddy Irawan Tuesday, 05 June 2012 09:21 Rubrik Oh Boy! edisi ini sueerrr beda dari biasanya. Giliran cowok-cowok niy yang wajib pasrah di makeover seenak udelnya sesuai request ceweknya. Mungkin selama ini si cowok udah pede abis ma dandanannya,

Lebih terperinci

PETUNJUK PENGOPERASIAN

PETUNJUK PENGOPERASIAN PETUNJUK PENGOPERASIAN LEMARI PENDINGIN MINUMAN Untuk Kegunaan Komersial SC-178E SC-218E Harap baca Petunjuk Pengoperasian ini sebelum menggunakan. No. Pendaftaran : NAMA-NAMA BAGIAN 18 17 16 1. Lampu

Lebih terperinci

Pemuda itupun tidak menyangka kalau wanita berbaju hitam ini memiliki perangai yang begitu berangasan dan kasar.

Pemuda itupun tidak menyangka kalau wanita berbaju hitam ini memiliki perangai yang begitu berangasan dan kasar. tags: journal Bab 3. Embun pagi di pegunungan tebal bagai asap. Darimana kalian bisa tahu kalau aku berada di Hangciu? tegur perempuan itu lagi. Hamba sekalian hanya menduga. Belum habis perkataan itu,

Lebih terperinci

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan

Mudji Rapontur. tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Mudji Rapontur tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan tentang cinta yang tak mampu aku selamatkan Oleh: Mudji Rapontur Copyright 2014 by Mudji Rapontur Penerbit Mapemdapustaka Desain Sampul: Edo dan

Lebih terperinci

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!!

I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! I. Pilihlah salah satu jawaban dibawah ini yang kalian anggap paling benar!!! 1. Pada waktu menggiring bola, pergelangan kaki ditahan ke atas saat mendorongkan bola, sedangkan posisi kaki juga di atas

Lebih terperinci

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M)

Pemimpin dari Alam Lain: Ketika Kita Membutuhkan Sikap Bijak Mereka (98/M) KOPI - Pernah kita melihat poster ataupun baliho bakal calon pemimpin di pinggir jalan yang tidak menggambarkan adanya karakter tegas dari bakal calon pemimpin itu sendiri. Kita ambil satu contoh bakal

Lebih terperinci

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. khususnya materi geometri kurang diminati bagi guru lebih-lebih bagi siswa.

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN. khususnya materi geometri kurang diminati bagi guru lebih-lebih bagi siswa. BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Refleksi Awal Kenyataan selama ini membuktikan bahwa dalam pelajaran matematika, khususnya materi geometri kurang diminati bagi guru lebih-lebih bagi siswa. Geometri

Lebih terperinci

ELFIRA NOVIA. IMPIAN sebelum KEMATIAN

ELFIRA NOVIA. IMPIAN sebelum KEMATIAN ELFIRA NOVIA IMPIAN sebelum KEMATIAN Penerbit Biru Senja Publisher 5 Impian Sebelum Kematian Oleh: Elfira Novia Copyright 2013 by BSpublisher Penerbit (BiruSenjaPublisher) (elfira_novia@ymail.com) Desain

Lebih terperinci

PROVINSI BALI. Tanah Lot

PROVINSI BALI. Tanah Lot PROVINSI BALI BY: SUVI Pantai Kuta (Atas) Garuda Wisnu Kencana Pantai Nusa dua (Bawah) Ada patung yang sangat gede, patung itu berwarna biru campur sama abu abu. Ada orang yang melihat patung itu. Ada

Lebih terperinci

SATU. NENEK berwajah angker itu lari laksana dikejar. setan. Namun mendadak dia menghentikan larinya

SATU. NENEK berwajah angker itu lari laksana dikejar. setan. Namun mendadak dia menghentikan larinya SATU NENEK berwajah angker itu lari laksana dikejar setan. Namun mendadak dia menghentikan larinya dan secepat kilat putar diri lalu berlari balik dari mana dia tadi datang. Sejarak delapan tombak, si

Lebih terperinci

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU

BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU BULAN 3 >>>>>> YOSUA PEMIMPIN KUATKAN & TEGUHKANLAH HATIMU Minggu 1 UNTUK KEPEMIMPINAN BARU PAKAI CARA BARU! Yosua 3:4, hanya antara kamu dan tabut itu harus ada jarak kira-kira dua ribu hasta panjangnya,

Lebih terperinci

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa

Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa Datanglah kepada Allah dalam Cara yang Tepat Bila Saudara Berdoa III Apakah cara yang tepat itu? II Dengan sikap yang bagaimana? II Di mana? II Dengan sikap badan yang bagaimana? II Dengan pola apa? Pelajaran

Lebih terperinci

Menurut Amsal 14, apa yang orang bodoh lakukan?

Menurut Amsal 14, apa yang orang bodoh lakukan? Lesson 6 for February 7, 2015 Sebagian besar editor teks moderen menggunakan sistem yang disebut WYSIWYG (What You See Is What You Get atau Apa Yang Anda Lihat Adalah Apa Yang Anda Dapatkan) Artinya, dokumen

Lebih terperinci

Selamat datang di prasekolah

Selamat datang di prasekolah Welcome to preschool A parents guide to starting preschool Selamat datang di prasekolah Pedoman orang tua untuk memulai prasekolah INDONESIAN Menghadiri prasekolah Daftar Periksa Perkara prasekolah mungkin

Lebih terperinci

penumpang krl commuter line tujuan Bogor.

penumpang krl commuter line tujuan Bogor. I Jalur dua akan segera masuk krl commuter line tujuan Bogor, harap diperhatikan jalur dua krl commuter line tujuan Bogor, krl commuter line tujuan Bogor berikutnya rangkaiannya sampai stasiun Tebet, krl

Lebih terperinci

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma.

Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Tak perlu khawatir dan jangan dipaksakan,karena nanti ia trauma. Mungkin ibu-ibu pernah mengalami kesulitan dalam memberikan makanan pada si bayi. Ia mengeluarkan makanan yang diberikan kepadanya alias

Lebih terperinci

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator

Susu Sapi Tidak Baik Untuk Manusia. Written by Administrator Susu adalah minuman kesehatan yang sebagian besar praktisi kesehatan menganjurkan agar kita mengkonsumsinya agar tubuh mendapat asupan kesehatan selain makanan yang kita makan sehari-hari. Namun, belum

Lebih terperinci

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso.

Bahasa Indonesia. Level 1 indonesian Level 1. Curriculum Text. Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso. Bahasa Indonesia Curriculum Text Level 1 indonesian Level 1 Indonesian Indonesio Indonésien Indonesisch Indonesiano Curriculum Text Texto del curso Texte du cours Kursinhalt Testo del corso RosettaStone.com

Lebih terperinci

7 Rahasia Rencana Keuangan Tahan Krisis Teminto, S.E., CFP, QWP - http://teminto.net

7 Rahasia Rencana Keuangan Tahan Krisis Teminto, S.E., CFP, QWP - http://teminto.net 1 2 Selamat Datang! Selamat datang di website saya dan terima kasih telah mendownload ebook 7 Rahasia Membangun Rencana Keuangan yang Tahan Krisis. Saya yakin, Anda pasti memiliki berbagai macam mimpi

Lebih terperinci

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE

Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns AKPER HKBP BALIGE Carolina M Simanjuntak, S.Kep, Ns Kala I Bantu ibu dalam persalinan jika ia tampak gelisah, ketakutan dan kesakitan Jika ibu tampak kesakitan, dukungan yg dapat dierikan : Perubahan posisi, tetapi jika

Lebih terperinci

DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK. Nur Faizah R

DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK. Nur Faizah R DETEKSI DINI DAN STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK Nur Faizah R Tujuan Meletakkan dasar bagi perkembangan selanjutnya yaitu prasekolah, sekolah, dan remaja Deteksi Dini Pengertian : upaya penjaringan yg dilaksanakan

Lebih terperinci

ASAL MULA DANAU RANU GRATI

ASAL MULA DANAU RANU GRATI ASAL MULA DANAU RANU GRATI Pada zaman dahulu desa Kademangan Klindungan terkenal sebagai desa yang tenteram, pemandangannya sangat elok dan dikelilingi oleh hutan belantara. Suatu hari datanglah seorang

Lebih terperinci

Membuat Aplikasi Android Sederhana

Membuat Aplikasi Android Sederhana 2012 Membuat Aplikasi Android Sederhana Eko Kurniawan Khannedy StripBandunk.com 3/29/2012 Persembahan Buku ini dipersembahkan buat Indonesia yang lebih baik Baik dari segi ilmu Teknologi Dan sumber daya

Lebih terperinci

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari

Manusia menciptakan alat-alat tersebut karena menyadari Setelah mempelajari materi pesawat sederhana dan penerapannya diharapkan ananda mampu 1. Mendefinisikan pesawat sederhana 2. Membedakan jenis-jenis pesawat sederhana 3. Menjelaskan prinsip kerja pesawat

Lebih terperinci

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007

Checklist Indikator. PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun. Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 -2 Checklist Indikator PERKEMBANGANANAK Usia 1-2 tahun Sumber: Konsep Pengembangan PAUD Non Formal, Pusat Kurikulum Diknas, 2007 Diolah oleh: http://www.rumahinspirasi.com MORAL & NILAI AGAMA a. Dapat

Lebih terperinci

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com

Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Berpikir Benar, Berpikir Positif Oleh Elsa Sakina http://inspirasi-motivasi.blogspot.com Hak Cipta 2008 oleh Elsa Sakina Produk ini boleh Anda sebar-luaskan secara cuma-cuma alias gratis. Dilarang keras

Lebih terperinci

Dewi Tangan Jerangkong

Dewi Tangan Jerangkong Bastian Tito Seri MIMBA PURANA Satria Lonceng Dewa Dewi Tangan Jerangkong Pdf ebook oleh : Dewi KZ Tiraikasih Website DJVU oleh : Syaugy_ar 1 MANUSIA JATUH DARI LANGIT CAHAYA merah sang surya yang tengah

Lebih terperinci

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111

Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111 Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111 Edisi 1.0 2 Pendahuluan Tentang headset Dengan Nokia Bluetooth Stereo Headset BH-111, Anda dapat menangani panggilan secara handsfree serta menikmati musik favorit

Lebih terperinci

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 058 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA KECAKAPAN UMUM

KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 058 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA KECAKAPAN UMUM KEPUTUSAN KWARTIR NASIONAL GERAKAN PRAMUKA NOMOR : 058 TAHUN 1982 TENTANG PETUNJUK PENYELENGGARAAN TANDA KECAKAPAN UMUM Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Menimbang : 1. bahwa dalam rangka melaksanakan

Lebih terperinci

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. *

Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar. Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Menyiapkan Anak Masuk Sekolah Dasar Oleh. Dra. Hj. Yunani, M.Pd. * Makalah Ini Disampaikan Pada Acara Seminar : Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Kabupaten Ogan Ilir Pada Tanggal 9 Februari 2013 *Dosen Pada

Lebih terperinci

merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE

merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE merencanakan UNTUNG MODUL PELATIHAN KEUANGAN untuk Pebisnis Kecil Mei 2007 dibuat oleh Yayasan Penabulu Bekerja sama dengan CCDE Untung. Inilah semacam roh atau ramuan yang merangsang setiap orang mau

Lebih terperinci

Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian

Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian Kumpulan gambar pemeriksaan dan perbaikan dari hal yang mudah terlenakan Bab Perindustrian Institut Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Dewan Eksekutif Yuan Berdasarkan data 5 tahun terakhir dari pemeriksaan

Lebih terperinci

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA PERATURAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR PM 13 TAHUN 2014 TENTANG RAMBU LALU LINTAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Lebih terperinci

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES

SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES SURAT PERTAMA Dari Rasul YOHANES 1 62:1:1 Itu yang sudah ada dari permulaan, yang sudah kami dengar, yang sudah kami lihat dengan mata kami, yang sudah kami pandang, dan yang tangan kami sudah pegang dari

Lebih terperinci