SUMBER DAYA PERUSAHAAN, KAPABILITAS SDM BERBASIS PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN BISNIS SERTA DAMPAKNYA TERHADAP STRATEGi KEUNGGULAN BERSAING

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SUMBER DAYA PERUSAHAAN, KAPABILITAS SDM BERBASIS PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN BISNIS SERTA DAMPAKNYA TERHADAP STRATEGi KEUNGGULAN BERSAING"

Transkripsi

1 SUMBER DAYA PERUSAHAAN, KAPABILITAS SDM BERBASIS PENGETAHUAN DAN LINGKUNGAN BISNIS SERTA DAMPAKNYA TERHADAP STRATEGi Ketut Sudarma Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang Abstract Competitive advantage strategy using unique resources based in the form of resource companies and knowledge-based human resource capabilities and attention to the business environment is crucial in maintaining business continuity, as it will create differentiation advantage, which then creates a competitive advantage position. Thus the support of corporate resources, competency-based human resource knowledge and consideration of the business environment will create a sustainable competitive advantage, so the decision to re-use resources based to competitive very precise. Keyword: company resources, capabilities, business environment, competitive advantage. Pendahuluan Keunggulan bersaing (competitive advantage) merupakan kajian yang menarik dalam bidang manajemen strategis, manajemen pemasaran dan manajemen SDM. Hal ini disebabkan karena potensinya untuk menjelaskan bagaimana kinerja perusahaan dalam jangka panjang dapat dihasilkan dan ditingkatkan. Dalam pasar yang bersaing, kemampuan perusahaan menghasilkan kinerja, termasuk di dalamnya kinerja keuangan sangat bergantung pada tingkat keunggulan bersaing yang dimilikinya serta tingkat keberlangsungan keunggulan tersebut. Pada dasarnya perusahaan yang didirikan dan tumbuh bukan untuk kepentingan sesaat saja, karena itu kemampuan untuk menghasilkan dan meningkatkan kinerja keuangannya haruslah ditingkatkan untuk mencapai dan memelihara keberadaan jangka panjangnya. Oleh karena itu diperlukan sebuah bentuk pemasaran dan kinerja keuangan yang handal. Keadaaan ini dapat dicapai melalui sumber daya (resource) dan kapabilitas (capabilities) perusahaan yang didukung oleh lingkungan bisnis yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan seluruh dinamika yang terjadi sepanjang kegiatan bisnis perusahaan yang diasumsikan sebagai dasar untuk menghasilkan dan mempertahankan kinerja perusahaan. Terdapat kesenjangan teori (theory gap) tentang keberlangsungan usaha dalam menghasilkan dan mempertahankan kinerja. Pada satu sisi terdapat teori yang berbasis kompetisi (persaingan) dan pada sisi yang lain terdapat teori yang berbasis meniadakan kompetisi (persaingan). Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Teori Keberlangsungan Usaha Basis Keberlangsungan Usaha Nama 1. Berbasis pada kompetisi melalui peningkatan daya saing (kompetisi) a. Internal - Jaworski dan Kohli (1993) - Resources-based : - Barney (2001) - Keunikan sumber daya - Grant (2001) - Keunikan kapabilitas - Adams (2003) b. Eksternal - Market Orientation : - Orientasi kompetitor - Orientasi pelanggan - Koordinasi antar fungsi 1. Berbasis pada meniadakan kompetisi (samudra biru) : - Penciptaan pasar baru - Menangkap permintaan baru Sumber : beberapa peneliti - Narver dan Slater (1990) - Jaworski dan Kohli (1993) - Lukas dan Ferrel (2000) - Adams (2003) - Kim dan Mouborgne, 2006

2 Dari tabel di atas dapat diketahui adanya kontroversi teori yakni: pertama berbasis pada kompetisi melalui peningkatan daya saing yang mengutamakan faktor internal (resources-based) dan faktor eksternal (market orintetion). Sedangkan yang kedua berbasis meniadakan daya saing (samudra biru). Situasi persaingan dapat dianalisis dengan memperhatikan faktor internal (resources based) dan faktor eksternal (market orientation). Kondisi sekarang menunjukkan bahwa banyak perusahaan telah kembali mempertahankan faktor internal (sumber daya dan kapabilitas) dan lingkungan bisnis sebagai dasar untuk orientasi keunggulan bersaingnya. Oleh karena itu analisis tentang kapabilitas/kompetensi yang berbasis pengetahuan (knowledge based) semakin berkembang (Brannback & Jellasi, 1999, Lopez, 2005). Resources based theory (RBT) secara khusus belum menguji berbagai konteks yang biasa dipertimbangkan dalam pemilihan sumber daya strategis (Oliver, 1997). Selanjutnya Oliver juga menyatakan bahwa resources based tidak membahas mengenai bagaimana proses sumber daya. Oleh karena itu, mengenai apa saja dan bagaimana sumber daya dan kapabilitas serta lingkungan bisnis tersebut mempengaruhi keunggulan bersaing menjadi fokus perhatian dalam pembahasan ini. Dengan demikian untuk meningkatkan keunggulan bersaing maka peranan sumber daya dan kapabilitas/kompetensi SDM yang berbasis pengetahuan (knowledge) dan lingkungan bisnis sangat diperlukan sebagai faktor internal perusahaan. Aset Strategis (Strategic Asset) Aset strategis diartikan sebagai sesuatu yang dimiliki perusahaan seperti nama merek, terobosan teknologi, ikatan jejaring kerja, tradisi-tradisi sosial perusahaan. Jika merupakan kapabilitas, maka harus merupakan sesuatu yang memungkinkan perusahaan melakukannya lebih baik daripada yang dilakukan oleh para pesaing (Aaker, 1985). Berdasarkan pemikiran ini maka aset strategis dapat didefinisikan sebagai the set of difficult to trade and imitate, scarce, appropriable and specialized resources and capabilities that bestow the firm s competitive advantage (Amit and Schoemaker, 1993). Dengan demikian aset strategis merupakan sumber daya dan kapabilitas yang berpotensi untuk menghasilkan keunggulan bersaing. Konsepsi aset strategis dapat digambarkan sebagai berikut : RESOURCES FIRM STRATEGIC ASSET CAPABILITIES Sumber : Amit & Schoemaker, 1993 Gambar 1. Konsepsi Aset Strategis Gambar di atas menunjukkan bahwa yang mendorong peningkatan keunggulan bersaing dapat dilihat dari konsep aset strategis. Oleh karena itu aset strategis dapat dipahami sebagai sumber daya dan kapabilitas yang bersifat langka, tahan lama, tidak mudah diperdagangkan, sulit untuk ditiru dan dapat digunakan untuk mentransfer nilai menjadi profit perusahaan (Barney, 2001, Amit & Schoemaker, 1993). Sumber Daya Perusahaan ( Company Resources) Resources Based Theory (BRT) menyatakan bahwa sistem organisasi yang kompleks yang menjadi dasar keunggulan strategis dihasilkan dari latar belakang historis yang unik dari masing-masing perusahaan. Tetapi asal-usul nyata dari sumber daya yang demikian tetap saja tidak jelas (Oliver,1997). Kajian pustaka menunjukkan bahwa sumber kunci dari sumber daya yang unik yang mampu meningkatkan posisi bersaing perusahaan adalah sumber daya khas perusahaan (Barney, 2001). Terdapat beraneka ragam sunber daya perusahaan yang unik secara sosial seperti, hubungan antar pribadi, budaya perusahaan, reputasi perusahaan, jaringan konsumen, latar belakang yang unik (Barney,2001, Oliver,1997). Elemen-elemen ini dikembangkan dalam lingkungan internal perusahaan dan memiliki potensi untuk membentuk tingkatan tertentu dan mekanisme pembatasan melalui kemampuan menghasilkan ikatan sumber daya yang berciri khusus perusahaan. Salah satu tugas perusahaan adalah secara konkrit melakukan tindakan untuk mengembangkan mekanisme keterbatasan tersebut. Tindakan ini dilakukan untuk melindungi keunggulan bersaing yang dihasilkan dari aktivitas manajerial pada masa lalu maupun masa sekarang. Dalam upaya mengembangkan suatu mekanisme

3 keterbatasan tertentu dalam perusahaan untuk menghadapi persaingan, perusahaan akan mendayagunakan sumber dayanya dalam lingkungan yang kompleks yang didasarkan pada tradisi-tradisi perusahaan, ikatan jejaring kerja dengan pelanggan sehingga keterlibatan perusahaan akan berdampak pada keberlangsungan perbedaan-perbedaan perusahaan dalam sebuah industri. Sumber Daya, Keunggulan Diferensiasi, dan Keunggulan Bersaing Amit & Schoumaker (1993) mengkaji tentang aset strategis yang bebasis internal dan faktor industri strategis yang berbasis eksternal, maka Grant (2001) berpandangan bahwa kemampuan perusahaan untuk menghasilkan tingkat keuntungan tertentu tergantung pada dua faktor: (1) daya tarik industri dan (2) keberhasilan mengembangkan keunggulan bersaing atas lawannya. Berdasarkan pandangan dari Grant tersebut dibandingkan dengan faktor-faktor lingkungan eksternal, maka keunggulan bersaing merupakan sumber utama untuk menghasilkan perbedaan dalam keuntungan antara perusahaan dalam sebuah industri (Porter,1980). Walaupun kajian dalam strategi bersaing cenderung menekankan pada strategi posisioning dalam bentuk pilihan antara strategi keunggulan biaya dan keunggulan diferensiasi, tetapi keunggulan difrensiasi dipandang sebagai sumber daya yang dapat meningkatkan keunggulan bersaing. Keunggulan diferensiasi dapat berupa reputasi merek, teknologi produk dan kemampuan pemasaran, distribusi dan pelayanan (Grant, 2001), yang tampat pada gambar 2 berikut. REPUTASI MEREK TEKNOLOGI PRODUK SUMBER DAYA PERUSAHAAN DIFERENSIASI PEMASARAN DISTRIBUSI PELAYANAN Sumber : Grant, 2001 Gambar 2 Keunggulan Diferensiasi Kapabilitas SDM Berbasis Pengetahuan (Knowledge) Kapabilitas SDM dapat didefinisikan sebagai kompetensi atau kemampuan SDM untuk bekerja secara efektif termasuk di dalamnya untuk mentransfer pengetahuan dan ketrampilan untuk tugas dan situasi yang baru serta motivasi untuk menguatkan kemampuan tersebut yang dihasilkan dari kumpulan atribut yang relevan seperti pengetahuan, ketrampilan, sikap yang berkembang dan melekat dalam organisasi (Smith & Southey, 1996). Dalam rangka meningkatkan keunggulan bersaing, kumpulan kompetensi organisasi dapat menghasilkan keunggulan bersaing jika kompetensi itu dibentuk atas dasar kompleksitas perusahaan yang pada dasarnya sulit untuk ditiru. Oleh karena itu dalam era pengetahuan menuntut perubahan pengelolaan SDM, karena SDM diharapkan memberikan perubahan agar tercapainya efektifitas organisasi bisnis. Kompetensi berbasis pengetahuan dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan operasional perusahaan dalam mencapai keunggulan kompetitif. Menyimak pentingnya pengetahuan dalam mencapai keunggulan kompetitif, maka organisasi harus mampu memenejemeni pengetahuan yang ada pada diri SDM. Proses pengelolaan pengetahuan tersebut lebih popular disebut dengan manajemen pengetahuan (knowledge management). Kapabilitas/kemampuan yang berbasis pengetahuan (knowledge) dikatakan sebagai inti dari kompetensi (core competencies) (Brannback & Jellasi, 1999).Core competencies ini terdiri dari : tacit knowledge dan explicitknowledge. Tacit knowledge (pengetahuan tersembunyi/diamdiam) diartikan sebagai pengetahuan intuitif, sulit untuk dinyatakan dan didapat melalui pengalaman. Oleh karena itu, tacit knowledge merupakan informasi tentang proses kerja dan produk yang terus meningkat pada individu dan organisasi melebihi dari apa yang telah didokumentasikan (Droge & Hoobler, 2003). Sedangkan explisitknowledge diartikan sebagai pengetahuan yang telah dikodifikasikan sehingga tidak berisiko ketika karyawan meninggalkan organisasi (Nanaka, Takaechi& Umimoto, 1996). Dengan demikian tacitknowledge merupakan rahasia yang memastikan kelancaran fungsi organisasi dan know how yang mendukung keunggulan bersaing. Dalampengembangan pengetahuanakan terjadi proses transfer melalui socialization, externalization,

4 combination dan internalization (Lopez, 2005). Sosialisasi (socialization) merupakan proses transfer informasi antar individu dalam organisasi bisnis melalui proses hubungan percakapan. Berikutnya ekternalisasi (externalization) adalah transfer dari tacit knowledge ke dalam explict knowledge melalui dokumen misalnya buku. Kemudian kombinasi (combination) merupakan transfer dari explicit knowledge ke dalam explicitknowledge melalui repositories (meringkas). Selanjutnya internalisasi (internalization) adalah transfer dari explicit knowledge ke dalam tacitknowledge melalui daily operations (pengajaran). Proses transfer pengetahuan akan terjadi terus-menerus dan berulang-ulang sehingga membentuk siklus. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan pengetahuan terus berkembang dari waktu ke waktu. Pengembangan pengetahuan SDM melalui proses transfer akan bermakna jika disertai dengan organisasi pembelajar (learning organization). Organisasi pembelajar menganut budaya pembelajaran sepanjang masa sehingga memungkinkan seluruh SDM untuk terus memperoleh pengetahuan. Organisasi pembelajar merupakan proses perbaikan melalui pengetahuan dan pemahaman yang lebih baik, sehingga mampu mendeteksi dan mengoreksi suatu kesalahan. Organisasi pembelajar yang mengembangkan SDM berbasis pengetahuan mencakup aktivitas; pemecahan masalah secara sistematis, menggunakan pendekatan dalam proses pembelajaran, belajar dari pengalaman masa lalu, belajar dari pengalaman pihak lain, dan transfer pengetahuan secara tepat melalui organisasi (Garvin, 1998). Keberhasilan organisasi pembelajar dapat dicapai dengan menciptakan sistem dan proses yang mendukung aktivitas dan mengimplementasikan dalam kegiatan operasional. Selain itu SDM dituntut memiliki kompetensi global dalam hal kompetensi manajerial, kompetensi intelektual, kompetensi perilaku, juga SDM yang etis dan kreatif melalui basis pengetahuan yang dimiliki. SDM dituntut bukan hanya sebagai pelaku perubahan melainkan juga harus mampu beradaptasi, mengantisipasi perubahan yang ada serta mengembangkan pengetahuan agar mampu memenangkan persaingan global. Dengan demikian kompetensi SDM yang berbasis pengetahuan akan mampu meningkatkan nilai produk dan pada akhirnyaakan meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan. Keadaan ini dapat digambarkan sebagai berikut. TACIT KNOWLEDGE KOMPETENSI NILAI PRODUK EXPLICIT KNOWLEDGE Sumber : Brannback & Jellasi, (1999), Lopez, (2005). Gambar 3 SDM Berbasis Pengetahuan Lingkungan Bisnis Lingkungan bisnis merupakan faktor di luar lingkup sumber daya (resource based) perusahaan, tetapi faktor ini mempunyai pengaruh terhadap kehidupan, pengelolaan dan survival dari suatu bisnis yang dijalankan. Faktor-faktor eksternal tersebut meliputi kehidupan sosial, ekonomi, politik, hukum, pemerintah, teknologi, ekologi dan tanggung jawab sosial. Berbagai faktor eksternal tersebut dapat memberikan perspektif untuk masa yang akan datang melalui pengkajian yang mendalam, sehingga pelaku bisnis dapat mempersiapkan diri dalam mengahapi business opportunities dan treat bagi usaha bisnis yang dilakukan (Kamaluddin, 2004). Berkaitan dengan resource based perusahaan seperti yang telah dibahas terdahulu, maka lingkungan bisnis yang relevan untuk dikaji adalah lingkungan bisnis berupa perubahan teknologi dan ekologi, tetapi lingkungan yang lain tetap juga menjadi perhatian pelaku bisnis. Teknologi yang digunakan dalam proses produksi dari proses produksi manual berubah ke proses produksi otomatis (mesin), maka dampak positifnya adalah biaya produksi semakin rendah sehingga efisiensi semakin tinggi. Tetapi pada sisi yang lain akan terjadi pengangguran yang besar jika penggunaan teknologi tersebut menggeser peran manusia melalui penggunaan mesin otomatis. Jika hal ini terjadi maka merupakan ancaman bagi pelaku bisnis, karena tidak mampu mewujudkan tanggung jawab sosialnya. Lingkungan ekologi sangat erat kaitannya dengan

5 sistem ekonomi, yang merupakan suatu kesatuan pengelolaan dari input ke output. Output yang dikeluarkan oleh industri manufaktur menggunakan kombinasi dari berbagai input. Pemakaian input yang berlebihan akan mempengaruhi keseimbangan ekologi karena terjadi kerusakan lingkungan. Perubahan ekologi dapat mempengaruhi lingkungan bisnis, terutama dalam pemanfaatan sumber daya alam dan proses produksi. Oleh karena itu pelaku bisnis hendaknya mampu mempromosikan bisnisnya yang ramah lingkungan sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Produkproduk yang ramah lingkungan akan mampu bersaing baik ditingkat nasional maupun ditingkat global. Isu tentang lingkungan telah menjadi opini masyarakat dunia, karena kerusakan lingkungan akan menyebabkan pemanasan global dan membahayakan bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu pengusaha harus menjaga kelestarian ekosistem sehingga produk yang berwawasan lingkungan menjadi komitmen bersama baik pemerintah maupun pelaku bisnis. Dengan menjaga kelestarian lingkungan produk-produk yang dihasilkan tidak hanya mencapai tujuan bisnis tetapi juga bermanfaat bagi keaman dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan Contingency Theory (Sharma dan Arogan-Corera, 2003) yang menyatakan bahwa kinerja perusahaan merupakan hasil penyesuaian variabel internal dan variabel lingkungan, sehingga variabel lingkungan berpengaruh dalam mengambil keputusan bisnis untuk mencapai keunggulan bersaing. Berdasarkan kajian tentang sumber daya perusahaan, kapabilitas SDM dan lingkungan bisnis serta dampaknya terhadap keunggulan bersaing, maka dapat disusun model konseptual sebagai berikut. REPUTASI MEREK TEKNOLOGI PRODUK SUMBER DAYA PERUSHPERUSAH AAN DIFERENSIASI LINGKUNGAN BISNIS PEMASARAN DISTRIBUSI PELAYANAN SUMBER POSISI TACIT KNOWLEDGE KOMPETENSI NILAI PRODUK KINERJA PERUSAHAAN EXPLICIT KNOWLEDGE Sumber : Grant (2001), Brannback & Jellasi (1999), Lopez (2005) Gambar 4 Konsepsi Hubungan Lingkungan Bisnis, Resources Based, dan Keunggulan Bersaing. Penutup bersaing. Resources based theory menekankan pada Keberlangsungan bisnis dewasa ini menghadapi tantangan persaingan global. Untuk mengatasi persaingan keunggulan bersaing melalui keunikan sumberdaya dan keunikan kapabelilitas. Melalui resources based akan tersebut diperlukan upaya meningkatkan keunggulan tercipta keunggulan diferensiasi, yang kemudian didukung

6 oleh peningkatan nilai produk akan menciptakan keunggulan posisi bersaing. Namun demikian perlu juga diperhatikan lingkungan bisnis, karena lingkungan bisnis yang merupakan lingkungan eksernal dapat berpengaruh terhadap kebijakan bisnis perusahaan. Daftar Pustaka Aaker, D A, Managing Asset and Skill The Key to a Sustainable Competitive Advantage. California Management Review. Vol. 31. Ahn J.H, Chang SG Product and process knowledge in the performance oriented knowledge management approach. Journal of Knowledge Management. 9.4 : ABI/INFORM Global. Amit & Schoemaker, Strtegic Assets and Organizational Rent. Strategic Management Journal. Vol.4. Barney J B Firm Resources and Sustained Competitive Advantage. Journalof Management. 17(1) Clelland, Douglas, Henderson Testing resourcesbased and industry factors in a multilevel model of competitive advantage creation. Academy of Strategic Management Journal. Vol. 5. Grant, Robert M The resources-based theory of competitive advantage : implication for strategy formulation. California Management Review 33 (3) : pp Halawi LA, Carthy MC Knowledge management and the competitive strategy of the firm. The Learning Organization vol. 13 no 4. Huan Zou, Pervez, Ghawi N Learning through international acquisition : The processof knowledge acquisition. Management International Review ABI/INFORM Global. Khandekas, Sharma Managing human resource capabilities for sustainable competitive advantage. Education and Training. 47, 8/9 ; ABI/INFORM Global. Kruger, CJ, Snyman R The interdepency between strategic management and strategic knowledge management. Journal of Knowledge Management. 9.4 ; ABI/INFORM Global. Lopez SV Competitive advantage and strategy formulation. Management Decision. 43, 5/6; ABI/INFORM Global. Miller, Bierly, Daly The knowledge strategy orientation scale : Individual perception of firmlevel phenomena. Journal of Management Issues. 19,3 ; ABI/INFORM Global. Oliver C Sustainable competitive advantage :Combining institutional and resource-based view. Strategic Management Journal. 18 (9) ;pp Pitelis CN The sustainable competitive advabtage and catching-up of nation : FDI, Clusters and the liability (asset) of smallness. Management International Review ; ABI/INFORM Global. Prieto IM, Smith Dynamic capabilities and the role of organizational knowledge : an exploration. European Journal of Information System. 15, Sharkie R Knowledge creation and it place in the development of sustainable competitive advantage. Journal of Knowledge Management ABI/INFORM Global. Shin, Namchul Strategies for competitive advantage in electronic commerce. Journal of Electronic Commerce Research vol 2, no 4.

7 Sumber Daya Perusahaan, Kapabilitas Sdm Berbasis Pengetahuan dan Lingkungan Bisnis Serta Dampaknya terhadap Strategi Keunggulan Bersaing Eco-Entrepreneurship Seminar & Call for Paper "Improving Performance by Improving Environment" 2012 Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang P a g e 7

# $ !!" ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!! " #! # % #, #,-! #! )!! %" .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$

# $ !! ! #$! $% # %!!!'(!! +!! % %+!'!!  #! # % #, #,-! #! )!! % .'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!' /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$ !!"! #$! $%!&!'!!" # %!!!'(!!!$)!" #* $%!++ +!! % %+!'!! " "" #! # % #'!$ #, #,-! #'-!!! #! )!! %" # $.'.!% % ) ' ' '!!!! % '! $ )!!'" /!.!% % ) $ % & (!!!!.!% %!$!!!%.!% % "!.!% % )!')!! %!+!.!% % & &

Lebih terperinci

2004. h. 194. 2 Robert B Denhardt, Theories of Public Organization (fifth edition), Belmont:,Thomson Wadworth, 2008, h. 190.

2004. h. 194. 2 Robert B Denhardt, Theories of Public Organization (fifth edition), Belmont:,Thomson Wadworth, 2008, h. 190. 1 ORGANISASI BERKINERJA TINGGI Pendahuluan Keberadaan dan kelangsungan hidup suatu organisasi ditentukan oleh konteksnya. Jika suatu organisasi tidak berhasil memenuhi kebutuhan konteksnya maka organisasi

Lebih terperinci

Pengembangan Model Unit Diklat Kesehatan

Pengembangan Model Unit Diklat Kesehatan Pengembangan Model Unit Diklat Kesehatan I. PENDAHULUAN A. Latar belakang. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme SDM kesehatan di wilayah kabupaten / kota merupakan salah satu wewenang daerah sesuai

Lebih terperinci

7 SUMBER DAYA MANUSIA

7 SUMBER DAYA MANUSIA 7 SUMBER DAYA MANUSIA Dalam implementasi manajemen sumber daya manusia, kami menerapkan budaya sharing session sebagai bentuk aktivitas mempertajam nilai organisasi Perseroan. Pencapaian positif dalam

Lebih terperinci

STRATEGI MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI DALAM RANGKA MENGHADAPI KRISIS FINANSIAL GLOBAL (RINGKASAN) OLEH : YUYUN WIRASASMITA

STRATEGI MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI DALAM RANGKA MENGHADAPI KRISIS FINANSIAL GLOBAL (RINGKASAN) OLEH : YUYUN WIRASASMITA STRATEGI MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI DALAM RANGKA MENGHADAPI KRISIS FINANSIAL GLOBAL (RINGKASAN) OLEH : YUYUN WIRASASMITA I. GEJOLAK EKONOMI/BUSINESS CYCLES Gejolak ekonomi/business cycles, merupakan

Lebih terperinci

Standart Operating Procedure

Standart Operating Procedure Standart Operating Procedure Pengertian SOP : Instruksi sederhana, untuk menyelesaikan tugas rutin dengan cara yang paling efektiv dalam rangka memenuhi persyaratan operasional. (EMS departement, 1998)

Lebih terperinci

PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB

PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB PENGUKURAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP HUMAN RESOURCE SCORECARD DI PT JB Moses L. Singgih 1, Sri Gunani Partiwi 2 dan Arum S. Dani 3 Jurusan Teknik Industri Institut Teknologi

Lebih terperinci

REFRAMING SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN. Ully Isnaeni Effendi. Abstract

REFRAMING SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN. Ully Isnaeni Effendi. Abstract REFRAMING SUMBER DAYA MANUSIA KEARSIPAN I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perubahan terus terjadi (change, change, and change again) Sumber daya manusia (SDM) adalah aset (human capital) berharga bagi suatu

Lebih terperinci

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS

MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS MATERI 1 ARTI PENTING PERENCANAAN STRATEGIS 1.1. Pengertian Perencanaan Strategis Perencanaan strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana

Lebih terperinci

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS

Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Performance Management System: Implementation [Part 4 & 5] Presented by: Josua Tarigan, MBA, CMA, CFP, CSRS Where Do You Begin Implementing Performance Management? Implement performance management is a

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup

BAB I PENDAHULUAN. omzet, namun karena jumlahnya cukup besar, maka peranan UMKM cukup BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian suatu negara ataupun daerah.peran penting tersebut telah mendorong banyak

Lebih terperinci

PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. Oleh : M. Liga Suryadana

PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN. Oleh : M. Liga Suryadana PENGELOLAAN DAYA DUKUNG DAN PEMASARAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Oleh : M. Liga Suryadana KLASIFIKASI WISATA Wisata alam (nature tourism), merupakan aktifitas wisata yang ditujukan pada pemanfaatan terhadap

Lebih terperinci

LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE WARD AND PEPPARD

LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE WARD AND PEPPARD LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN STRATEGIS SISTEM INFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE WARD AND PEPPARD Ari Wedhasmara Jurusan Sistem Informasi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya E-mail: a_wedhasmara@ilkom.unsri.ac.id,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan informasi menjadi sangat penting dan. kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagi masyarakat, banyak aspek kehidupan

BAB I PENDAHULUAN. Keberadaan informasi menjadi sangat penting dan. kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagi masyarakat, banyak aspek kehidupan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Keberadaan informasi menjadi sangat penting dan menjadi salah satu kebutuhan pokok bagi setiap orang. Bagi masyarakat, banyak aspek kehidupan yang sangat bergantung

Lebih terperinci

- 1 - UMUM. Mengingat

- 1 - UMUM. Mengingat - 1 - PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 9/15/PBI/2007 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH BANK UMUM UMUM Dalam rangka meningkatkan efisiensi kegiatan

Lebih terperinci

BAB III DISAIN PRODUK

BAB III DISAIN PRODUK BAB III DISAIN PRODUK 3.1. Pendahuluan Salah satu karakteristik manusia adalah mereka selalu berusaha mencitakan sesuatu, baik alat atau benda lainnya untuk membantu kehidupan mereka. Untuk mewejudkan

Lebih terperinci

Faktor Sumber Daya Manusia Yang Meningkatkan Kinerja Karyawan dan Perusahaan Di Kalbar

Faktor Sumber Daya Manusia Yang Meningkatkan Kinerja Karyawan dan Perusahaan Di Kalbar ISSN 1693 9093 Volume 8, Nomor 2, Juni 2012 hal 114-119 Faktor Sumber Daya Manusia Yang Meningkatkan Kinerja Karyawan dan Perusahaan Di Kalbar Rayadi AMIK Panca Bhakti Pontianak, Jalan Sutan Abdurrahman

Lebih terperinci

PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN

PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN PENGEMBANGAN KARIER SEBAGAI MOTIVATOR KERJA KARYAWAN Laksmi Sito Dwi Irvianti 1 ABSTRACT Regarding the importance of employee s work motivation and how it affects the productivity and the performance of

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang

BAB I PENDAHULUAN. Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada zaman sekarang ini banyak sekali kemajuan dan perubahan yang terjadi dalam dunia usaha modern terutama bidang usaha rumah makan dan restoran. Hal tersebut ditandai

Lebih terperinci

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2005

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2005 IMPLEMENTASI KURIKULUM Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2005 PEMBELAJARAN 1. Pembelajaran merupakan wujud implementasi i kurikulum. 2. Beuchamp (1975: 164) mengartikan

Lebih terperinci

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan

Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Resources Sharing Perpustakaan melalui konsorsium: manfaat dan tantangan Latar belakang Situasi yang selalu berubah yang dihadapi pustakawan: pergantian pimpinan, perubahan peraturan, lingkungan pemustaka,

Lebih terperinci

Dimensi Perencanaan 1

Dimensi Perencanaan 1 Dimensi Perencanaan 1 Agenda 1. Landasan Teori Perencanaan Strategis SI 1. Pendahuluan 2. Definisi Rencana Induk TIK? 3. Tujuan Penyusunan Rencana Induk TIK 4. LandasanHukum Penyusunan Rencana Induk TIK

Lebih terperinci

B H A A H N A N A J A A J R

B H A A H N A N A J A A J R BAHAN AJAR BENCHMARKING KE BEST PRACTICE DIKLATPIM TINGKAT II I.Pengantar Tujuan Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II adalah meningkatkan kompetensi kepemimpinan pejabat struktural eselon II

Lebih terperinci

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep

II. LANDASAN TEORI. falsafah baru ini disebut konsep pemasaran (marketing concept). Konsep II. LANDASAN TEORI 2.1 Arti dan Pentingnya Pemasaran Pemasaran merupakan faktor penting untuk mencapai sukses bagi perusahaan akan mengetahui adanya cara dan falsafah yang terlibat didalamnya. Cara dan

Lebih terperinci

STRATEGI KORPORASI (Corporates

STRATEGI KORPORASI (Corporates Bahan Kuliah STRATEGI KORPORASI (Corporates Strategy) Disusun oleh : Nandang Sukandar Fakultas Teknik Jurusan Teknik & Manajemen Industri Universitas Sultan Agung Tirtayasa September 2009 0 Tujuan Umum

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran yang berorientasi pada pelanggan. Pemasaran seharusnya. yang terintegrasi, yaitu berfokus pada pelanggan.

BAB I PENDAHULUAN. pemasaran yang berorientasi pada pelanggan. Pemasaran seharusnya. yang terintegrasi, yaitu berfokus pada pelanggan. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Memasuki era perdagangan bebas saat ini, perusahaan diharapkan pada persaingan yang semakin ketat. Terdapat berbagai tantangan dan peluang yang tidak hanya terdapat

Lebih terperinci

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang

Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Pemimpin : Lakukan NetWORK Bukan NetSit Atau NetEat Oleh: Egrita Buntara Widyaiswara Muda Balai Diklat Kepemimpinan www.bppk.depkeu.go.id/bdpimmagelang Dalam rangka meningkatkan nilai dan kualitas kehidupan,

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH PENJELASAN ATAS PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 13 TAHUN 2013 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH I. UMUM Dengan adanya otonomi daerah Pemerintah Provinsi memiliki peran yang

Lebih terperinci

Perancangan Model Manajemen Pengetahuan Menggunakan Model Nonaka Takeuchi (Studi Kasus Administrasi Akademik Departemen Ilmu Komputer FMIPA-IPB)

Perancangan Model Manajemen Pengetahuan Menggunakan Model Nonaka Takeuchi (Studi Kasus Administrasi Akademik Departemen Ilmu Komputer FMIPA-IPB) 1 Perancangan Model Manajemen Pengetahuan Menggunakan Model Nonaka Takeuchi (Studi Kasus Administrasi Akademik Departemen Ilmu Komputer FMIPA-IPB) 1. Pendahuluan Oleh: Rd. Zainal Frihadian *) Teknologi

Lebih terperinci

DEFINISI DAN PERKEMBANGAN ERP JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Definisi ERP Daniel O Leary : ERP system are computer based system designed to process an organization s transactions

Lebih terperinci

Adalah proses yang menghasilkan intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha untuk mencapai tujuan.

Adalah proses yang menghasilkan intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha untuk mencapai tujuan. Definisi Motivasi Adalah proses yang menghasilkan intensitas, arah dan ketekunan individu dalam usaha untuk mencapai tujuan. Elemen Kunci : 1. Intensitas : Seberapa keras usaha seseorang 2. Arah : Tujuan

Lebih terperinci

Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global

Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global STMIK - AMIK RAHARJA INFORMATIKA MARKETING MANAJAMEN Menghadapi Persaingan Pasar Global & Merancang Strategi Masuk Pasar Global Pasar Global 1. Mendiskusikan pengaruh sitem perdagangan internasional, lingkungan

Lebih terperinci

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS

BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS BAB 2 BERSAING DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI DASAR-DASAR KEUNGGULAN STRATEGIS TI Strategis Teknologi tidak lagi merupakan pemikiran terakhir dalam membentuk strategi bisnis, tetapi merupakan penyebab

Lebih terperinci

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara A. Dasar Pemikiran Sejak satu dasawarsa terakhir masyarakat semakin

Lebih terperinci

Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM)

Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM) Manajemen Kualitas Terpadu (MKT) Total Quality Management (TQM) Definisi 1 : Suatu cara meningkatkan kinerja secara terus-menerus (continuous performance improvement) pada setiap level operasi atau proses,

Lebih terperinci

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Sumber Daya Manusia. Pelatihan dan Pengembangan Karyawan 158 Profil Singkat BCA Laporan kepada Pemegang Saham Tinjauan Bisnis Pendukung Bisnis Sumber Daya Manusia Filosofi BCA membina pemimpin masa depan tercermin dalam berbagai program pelatihan dan pengembangan

Lebih terperinci

PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN GUNA MEMENUHI TUNTUTAN PENGGUNA

PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN GUNA MEMENUHI TUNTUTAN PENGGUNA PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN GUNA MEMENUHI TUNTUTAN PENGGUNA Sebagaimana telah diketahui, perguruan tinggi memiliki peran yang sangat strategis di tengah-tengah masyarakatnya.

Lebih terperinci

Designing Competency Model

Designing Competency Model Designing Competency Model Problems To Be Addressed Competency model can answer the problems of human resource required profiles both in terms of skills, knowledge and characteristics in order to support

Lebih terperinci

Tugas Kelompok: Kelas : EK-13

Tugas Kelompok: Kelas : EK-13 Tugas Mata Kuliah: Manajemen Ilmu Pengetahuan Dan Inovasi OPTIMALISASI PENGELOLAAN MANAJEMEN ASET TETAP (SARANA & PRASARANA) BERBASIS WEB DI INSTITUT PERTANIAN BOGOR Tugas Kelompok: Darsono Rd. Zainal

Lebih terperinci

MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN KURIKULUM TRAINING. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA.

MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN KURIKULUM TRAINING. Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA. MANAJEMEN TRAINING PENYUSUNAN Modul ke: 05 KURIKULUM TRAINING Drs. Agung Sigit Santoso, Psi., M.Si. FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS MERCU BUANA TUJUAN PEMBELAJARAN Tujuan Instruksional Umum : 1.

Lebih terperinci

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner

Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Sambutan Presiden Komisaris Message from the President Commissioner Saya menyampaikan apresiasi kepada Direksi atas konsistensinya terhadap penerapan strategi bisnis Perseroan, sehingga berhasil mencapai

Lebih terperinci

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA. 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP)

BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA. 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) BAB II RENCANA STRATEGIS DAN PENETAPAN KINERJA 2.1. Perencanaan Strategis Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan (BKPPP) Rencana strategis (Renstra) instansi pemerintah merupakan langkah awal

Lebih terperinci

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan,

TINJAUAN PUSTAKA. Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Produk 2.1.1. Pengertian Produk Dalam mengembangkan sebuah program untuk mencapai pasar yang diinginkan, sebuah perusahaan harus memulai dengan produk atau jasa yang dirancang

Lebih terperinci

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas:

PRINSIP ESSILOR. Prinsip-prinsip kita berasal dari beberapa karakteristik Essilor yang khas: PRINSIP ESSILOR Setiap karyawan Essilor dalam kehidupan professionalnya ikut serta bertanggung jawab untuk menjaga reputasi Essilor. Sehingga kita harus mengetahui dan menghormati seluruh prinsip yang

Lebih terperinci

BAB IV PENUTUP. organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai

BAB IV PENUTUP. organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan Setiap organisasi memiliki budaya yang berbeda-beda. Suatu budaya organisasi mempunyai peran penting dalam perusahaan karena mempunyai sejumlah fungsi dalam organisasi yaitu,

Lebih terperinci

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA

MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina Unitas, Vol. H. Secapramana 9, No. 1, September 2000 - Pebruari 2001, 30-43 MODEL DALAM STRATEGI PENETAPAN HARGA Verina H. Secapramana Fakultas Psikologi Universitas Surabaya Abstrak Strategi pemasaran

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dan pengalaman barunya. Pembelajaran organisasi menolak stabilitas dengan cara

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dan pengalaman barunya. Pembelajaran organisasi menolak stabilitas dengan cara BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori 2.1.1 Pembelajaran Organisasi Perusahaan yang melakukan pembelajaran organisasi adalah perusahaan yang memiliki keahlian dalam menciptakan, mengambil, dan mentransfer

Lebih terperinci

Penerapan Organisasi Pembelajaran Pada Dua Organisasi Bisnis Telekomunikasi Seluler Di Indonesia

Penerapan Organisasi Pembelajaran Pada Dua Organisasi Bisnis Telekomunikasi Seluler Di Indonesia Penerapan Organisasi Pembelajaran Pada Dua Organisasi Bisnis Telekomunikasi Seluler Di Indonesia OLEH : DWI IDAWATI FORUM KAJIAN PEMBANGUNAN SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN PPM Jakarta, 9 Januari 2013 LO is a

Lebih terperinci

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang

Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang Sistem Pendukung Keputusan Penerimaan Pegawai Baru Pada Pt. Kanasritex Semarang Agustinus Tjahyono Widigdyo Anggara M. Abstract : Employee recruitment is a process of a company to obtain prospective employees

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding

BAB I PENDAHULUAN. molding) dan pembuatan checking fixture. Injection molding/plastic molding BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Industri komponen otomotif di Indonesia berkembang seiring dengan perkembangan industri otomotif. Industri penunjang komponen otomotif juga ikut berkembang salah

Lebih terperinci

BABI PENDAHULUAN. dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada arus

BABI PENDAHULUAN. dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada arus BABI PENDAHULUAN BABI PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Permasalahan Pengelolaan industri dewasa ini memberikan tantangan yang lebih besar dibandingkan waktu sebelumnya. Para manajer puncak dihadapkan pada

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. nasional yang memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani

I. PENDAHULUAN. nasional yang memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembangunan pertanian merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani pada khususnya dan masyarakat

Lebih terperinci

DAFTAR KUESIONER PENELITIAN

DAFTAR KUESIONER PENELITIAN LAMPIRAN' 67 Lampiran 1. DAFTAR KUESIONER PENELITIAN lsi DAFTAR KUESIONER : lsi daftar kuesioner ini, meliputi : 1. Kuesioner mengenai faktor-faktor internal PT UPA, meliputi kekuatan dan kelemahan yang

Lebih terperinci

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id

Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika. caca.e.supriana@unpas.ac.id Virtual Office Semester Ganjil 2014 Fak. Teknik Jurusan Teknik Informatika Universitas i Pasundan Caca E Supriana S Si MT Caca E. Supriana, S.Si., MT. caca.e.supriana@unpas.ac.id Kantor virtual 2 Kantor

Lebih terperinci

Ayuningtyas --- tyas@stikom.edu ningtyas78@gmail.com

Ayuningtyas --- tyas@stikom.edu ningtyas78@gmail.com Ayuningtyas --- tyas@stikom.edu ningtyas78@gmail.com Tujuan Mahasiswa dapat memahami keterkaitan erat antara bisnisi dengan penggunaan sistem informasi dan teknologi informasi dalam kegiatan bisnis organisasi.

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA

APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ATK (ALAT TULIS KANTOR) AKADEMI ANGKATAN UDARA YOGYAKARTA Deny Wiria Nugraha 1, Imat Rahmat Hidayat 2 1 Jurusan Teknik Elektro Universitas Tadulako Palu Sulawesi Tengah 2 Jurusan

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN Dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan untuk mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan, perlu perubahan secara mendasar, terencana dan terukur. Upaya

Lebih terperinci

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks

SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP) SEMESTER GANJIL 2010/11. Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks UNIVERSITAS TARUMANAGARA Fakultas : Ekonomi Jurusan/Program : S1 Akuntansi Mata kuliah : Manajemen Pemasaran Kode Mata kuliah : EA 23461 Beban Kredit : 4 sks NO MINGG U POKOK BAHASAN TINJAUAN INSTRUKSIONAL

Lebih terperinci

PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG. Fakultas Ekonomi dan Bisnis

PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG. Fakultas Ekonomi dan Bisnis 1 PENERAPAN AKUNTANSI BERDASARKAN SAK-ETAP STUDY KASUS PADA HOME INDUSTRY OTAK-OTAK BANDENG MULYA SEMARANG Oleh : Delviana Sagala Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Akuntansi Universitas Dian Nuswantoro

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perusahaan yang siap untuk berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif dalam meningkatkan kinerja karyawan. Dalam hal ini diperlukan dukungan karyawan yang cakap

Lebih terperinci

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi

Bab1 PENDAHULUAN. Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi Bab1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian Di dalam suatu perusahaan tentu tidak akan lepas dari faktor akuntansi manajemen, menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat menuntut perusahaan untuk

Lebih terperinci

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya

enyatukan dan Memadukan Sumber Daya M enyatukan dan Memadukan Sumber Daya Keunggulan kompetitif BCA lebih dari keterpaduan kekuatan basis nasabah yang besar, jaringan layanan yang luas maupun keragaman jasa dan produk perbankannya. Disamping

Lebih terperinci

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI BAB 22 PENINGKATAN KEMAMPUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI Pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam rangka membangun

Lebih terperinci

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari

Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Sistem Informasi Pemasaran Produk pada PT. Prima Dina Lestari Meriana STMIK IBBI Jl. Sei Deli No. 18 Medan, telp. 061-4567111, fax. 061-4527548 email : meriana@yahoo.com Abstrak PT. Pima Dina Lestari adalah

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Pelaksanaan Penilaian Kompetensi Karyawan Adapun langkah-langkah proses pengelolaan Penilaian Kompetensi Individu yang diangani oleh unit Competency Development pada

Lebih terperinci

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB II KAJIAN PUSTAKA 8 BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Tata Kelola Perusahaan yang Baik Tata kelola perusahaan merupakan suatu sistem yang bertujuan untuk melindungi para investor dari perilaku oportunistik pengelola perusahaan.

Lebih terperinci

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAMBILAN KEPUTUSAN Faktor Gaya Keputusan, Faktor Personal, Faktor Kognitif, Faktor Manajemen Entin Martiana, S.Kom, M.Kom pengertian Suatu keputusan diambil untuk dilaksanakan

Lebih terperinci

Designing Training Program

Designing Training Program Designing Training Program Problems To Be Addressed Many companies in Indonesia pay a great attention in training and development of their Human Resources. The companies expect that their Human Resources

Lebih terperinci

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5

Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5 Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) 1/5 Latar Belakang Diselenggarakannya Pendidikan Kecakapan Hidup (Lifeskills) Bagian I (dari 5 bagian) Oleh, Dadang Yunus L, S.Pd.

Lebih terperinci

Modul kuliah 8 Proses Inovasi dan Pengelolaannya Pengantar Melihat kesempatan Mengeluarkan ide. Implementasi tahapan konvergen.

Modul kuliah 8 Proses Inovasi dan Pengelolaannya Pengantar Melihat kesempatan Mengeluarkan ide. Implementasi tahapan konvergen. Modul kuliah 8 Proses Inovasi dan Pengelolaannya Avin Fadilla Helmi Pengantar Inovasi sebagai suatu proses digambarkan sebagai proses yang siklus dan berlangsung terus menerus, meliputi fase kesadaran,

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan profit atau laba untuk meningkatkan nilai perusahaan. Tingginya nilai perusahaan dapat memberikan kemakmuran

Lebih terperinci

Peningkatan Nilai Perusahaan Melalui Perbaikan Produktivitas Dan Kualitas Pada Sektor Jasa Sebuah Analisis Konseptual

Peningkatan Nilai Perusahaan Melalui Perbaikan Produktivitas Dan Kualitas Pada Sektor Jasa Sebuah Analisis Konseptual 56 Peningkatan Nilai Perusahaan Melalui Perbaikan Produktivitas Dan Kualitas Pada Sektor Jasa Sebuah Analisis Konseptual Christina Whidya Utami Staf Pengajar Fakultas Ekonomi, Jurusan Manajemen, Universitas

Lebih terperinci

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu

BAB 1 Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu BAB 1 Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Bahasa adalah aspek penting interaksi manusia. Dengan bahasa, (baik itu bahasa lisan, tulisan maupun isyarat) orang akan melakukan suatu komunikasi dan kontrak sosial.

Lebih terperinci

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM

PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM PENJELASAN ATAS PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 5/8/PBI/2003 TENTANG PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO BAGI BANK UMUM UMUM Kegiatan usaha Bank senantiasa dihadapkan pada risiko-risiko yang berkaitan erat dengan

Lebih terperinci

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM

Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Outline 0 PENDAHULUAN 0 TAHAPAN PENGEMBANGAN MODEL 0 SISTEM ASUMSI 0 PENDEKATAN SISTEM Pendahuluan 0 Salah satu dasar utama untuk mengembangkan model adalah guna menemukan peubah-peubah apa yang penting

Lebih terperinci

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO:

PORTFOLIO ANALYSIS. Seven types of business (Drucker, 1973) PORTFOLIO: PORTFOLIO ANALYSIS Sumber: Marketing Strategy and Competitive Positioning PORTFOLIO: KORPORASI HARUS MEMPERTIMBANGKAN: 1) PRODUK DAN JASA APA YG MENJADI PEMASUKAN KAS DAN KEUNTUNGAN KEPADA KORPORASI. 2)

Lebih terperinci

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan

I. PENDAHULUAN. A. Maksud dan Tujuan I. PENDAHULUAN A. Maksud dan Tujuan Rencana Kerja (Renja) Dinas Peternakan Kabupaten Bima disusun dengan maksud dan tujuan sebagai berikut : 1) Untuk merencanakan berbagai kebijaksanaan dan strategi percepatan

Lebih terperinci

Strategi Memasuki Pasar Internasional

Strategi Memasuki Pasar Internasional Strategi Memasuki Pasar Internasional Standart Kompetensi Mampu untuk memahami Strategi dalam memasuki Pasar International Mampu untuk merencanakan Strategi yg terbaik untuk memasuki Pasar Global. Perusahaan

Lebih terperinci

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN

FUNGSI TEORI DALAM PENELITIAN TEORI Teori a set of interrelated constructs (variables), definitions and propositions that present a systematic view of phenomena by specifying relations among variables, with the purpose of explaining

Lebih terperinci

program manajemen pengetahuan (knowledge management)

program manajemen pengetahuan (knowledge management) buku 8 pedoman PELAKSANAAN program manajemen pengetahuan (knowledge management) Peraturan menteri negara pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi nomor 14 tahun 2011 kementerian pendayagunaan

Lebih terperinci

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus

cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus 24 cenderung terbuka dan menganut proses pembelajaran. 2.7 Analisis Lingkungan Eksternal Bisnis Analisis lingkungan eksternal bisnis dari sebuah perusahaan sangat bagus apabila digunakan untuk membantu

Lebih terperinci

Crafting Creative Event. pt. trijaya komunika

Crafting Creative Event. pt. trijaya komunika Crafting Creative Event pt. trijaya komunika Introduction Situasi dunia usaha yang makin kompetitif dewasa ini menuntut keberadaan perusahaan business partner yang sangat dibutuhkan oleh setiap perusahaan,

Lebih terperinci

Pendahuluan: Decision Support system STMIK BANDUNG

Pendahuluan: Decision Support system STMIK BANDUNG Pendahuluan: Decision Support system Yus Jayusman Yus Jayusman STMIK BANDUNG Sistem-sistem yang ada dalam Management Support System (MSS). Pengambilan keputusan, penjelasan sistem, pemodelan, dan masalah

Lebih terperinci

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN BAB VI STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN A. Strategi Pembangunan Daerah Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi pembangunan Kabupaten Semarang

Lebih terperinci

-THESIS (TI092327)- Perancangan Model Biaya Produk Mass Customization Berbasis Siklus Hidup Produk

-THESIS (TI092327)- Perancangan Model Biaya Produk Mass Customization Berbasis Siklus Hidup Produk -THESIS (TI092327)- Perancangan Model Biaya Produk Mass Customization Berbasis Siklus Hidup Produk Oleh : Yuli Dwi Astanti Dosen Pembimbing : Maria Anityasari,S.T,ME,Ph.D Naning Aranti Wessiani,S.T,M.M

Lebih terperinci

SISTEM INFORMASI HUKUM DAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Law Information System and Documentation of Regulation

SISTEM INFORMASI HUKUM DAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Law Information System and Documentation of Regulation SISTEM INFORMASI HUKUM DAN DOKUMENTASI PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN Law Information System and Documentation of Regulation Priyono dan E.S. Budi Wibowo Sekretariat Badan Litbang Pertanian ABSTRACT The

Lebih terperinci

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan.

green gauge Visi AECI adalah untuk menjadi penyedia bahan kimia dan penyedia jasa tambang pilihan bagi para pelanggan. green gauge AECI menyadari bahwa beroperasi pada berbagai sektor yang luas memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan dan oleh karena itu ikut berkontribusi terhadap dampak perubahan iklim. Oleh karenanya

Lebih terperinci

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK.. ABSTRACT... KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN..

DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK.. ABSTRACT... KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.. DAFTAR ISI LEMBAR PERNYATAAN. ABSTRAK.. ABSTRACT... KATA PENGANTAR. DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR.. DAFTAR LAMPIRAN.. iv v vi vii xi xiv xix xx BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian..

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Dunia bisnis semakin berkembang sesuai dengan kemajuan zaman dan teknologi. Perkembangan bisnis lem saat ini menunjukkan bahwa lem menjadi kebutuhan bagi beberapa

Lebih terperinci

PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK. Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN

PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK. Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN PENINGKATAN PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PENGELOLAAN KAWASAN INDUSTRI DAN LOGISTIK Oleh: Dasep Titof BAB I PENDAHULUAN Bisnis PT. KBN adalah mengelola kawasan industri baik yang berstatus

Lebih terperinci

Arah Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia 1

Arah Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia 1 Arah Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional Indonesia 1 oleh: Lilik Soelistyowati 2 A. Latar Belakang Pembangunan Pusaka Digital Nasional tentunya merupakan salah satu wujud pelaksanaan visi dan misi

Lebih terperinci

BABI. baik adalah sesuai atau cocok dengan spesifikasi yang diinginkan. pelanggan, maka perusahaan melakukan perbaikan kualitas secara

BABI. baik adalah sesuai atau cocok dengan spesifikasi yang diinginkan. pelanggan, maka perusahaan melakukan perbaikan kualitas secara BABI PENDAHULUAN Di era globalisasi sekarang ini, persaingan antar perusahaan semakin ketat baik dibidangjasa dan manufaktur. Tujuan utama dari perusabaan adalah untuk mendapatkan profit yang sebesar-besamya

Lebih terperinci

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA

BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA BAB V PERANAN INFORMASI DALAM KUALITAS PRODUK DAN JASA Kualitas didefinisikan dalam banyak cara. Menurut James Martin, konsultan komputer terkenal, mendeskripsikan kualitas perangkat lunak sebagai tepat

Lebih terperinci

PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PT. XYZ UNIT OTONOM ABC. Abstrak

PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PT. XYZ UNIT OTONOM ABC. Abstrak 1 PERENCANAAN PORTOFOLIO APLIKASI PT. XYZ UNIT OTONOM ABC Arif Afandy, Khakim Ghozali, Feby Artwodini Muqtadiroh afandy.arif@gmail.com, khakim@its-sby.edu, feby@is.its.ac.id Abstrak Portofolio aplikasi

Lebih terperinci

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA. Oleh: Dr. Sunoto, MES

ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN DI INDONESIA. Oleh: Dr. Sunoto, MES ARAH KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KONSEP MINAPOLITAN Potensi dan Tantangan DI INDONESIA Oleh: Dr. Sunoto, MES Potensi kelautan dan perikanan Indonesia begitu besar, apalagi saat ini potensi tersebut telah ditopang

Lebih terperinci

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI

IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI IDENTIFIKASI BENTUK-BENTUK INVESTASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN OLEH SEKTOR INDUSTRI (Studi Kasus: PT Coca Cola Bottling Indonesia Divisi Jawa Tengah, PT. Leo Agung Raya, PT Djarum Kudus, dan Sentra Industri

Lebih terperinci

LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC

LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC LANGKAH ANTISIPATIF PEMPROV DALAM MENGHADAPI MEA / AEC attitude knowledge skill Agus Sutrisno Empat Kerangka Strategis MEA ASEAN sebagai pasar tunggal dan berbasis produksi tunggal yang didukumg dengan

Lebih terperinci

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI

MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Rina Surjani P. Fakultas Farmasi Universitas Surabaya Abstrak Globalisasi adalah penyebaran inovasi ekonomi ke seluruh dunia serta penyesuaian-penyesuaian

Lebih terperinci

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis

ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI. Tesis ANALISIS PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN SIRKUMSISI DENGAN PENDEKATAN ABC DI KLINIK SETIA BUDI JAMBI Tesis Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata 2 Program Studi Manajemen

Lebih terperinci

ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia

ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia Daftar Isi ~ i ii ~ Manajemen Sumber Daya Manusia Daftar Isi ~ iii MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA Oleh : Herman Sofyandi Edisi Pertama Cetakan Pertama, 2008 Hak Cipta Ó 2008 pada penulis, Hak Cipta dilindungi

Lebih terperinci