SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Save this PDF as:
 WORD  PNG  TXT  JPG

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi"

Transkripsi

1 Analisis Pengaruh Pembiayaan Mudarabah, Musyarakah, Murabahah dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia Periode SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Untuk Memenuhi Syarat-syarat untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi Oleh: Khresna Tsani Restu NIM: JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HDAYATULLAH JAKARTA 1439 H / 2018 M

2

3 LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF Hari ini Senin, 11 September 2017 setelah dilakukan Ujian Komprehensif atas mahasiswa: 1. Nama : Khresna Tsani Restu 2. NIM : Jurusan : Manajemen/MIPS 4. Judul Skripsi : Analisis Pengaruh Pembiayaan Mudarabah, Musyarakah, Murabah, dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia Periode Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan dan kemampuan yang bersangkutan selama proses ujian komprehensif, maka diputuskan bahwa mahasiswa tersebut di atas dinyatakan LULUS dan diberi kesempatan untuk melanjutkan ke tahap Ujian Skripsi sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Jakarta, 11 September Ade Ananto Terminanto, MM NIP ( ) Penguji I 2. Rachmat Gunawan, SE., M.Si NUP ( ) Penguji II iii

4

5

6 DAFTAR RIWAYAT HIDUP A. IDENTITAS PRIBADI 1. Nama : Khresna Tsani Restu 2. Tempat & Tanggal lahir : Jakarta, 29 Januari Jenis Kelamin : Laki-laki 4. Agama : Islam 5. Alamat :Jl. Aria Putra Gg.Swadaya no.38 RT.011/010 Kel. Kedaung Kec. Pamulang, Kab. Tangerang Selatan, Banten B. PENDIDIKAN FORMAL : TK Nurul Ikhlas : SDN Ciputat : SMP Islam Al-Syukro : SMAN 9 Kota Tangerang Selatan : Program Profesional Teknologi Informasi Perbankan Syariah CEP-CCIT Fakultas Teknik Universitas Indonesia : Program Sarjana (S1) Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah jakarta C. PENDIDIKAN NON FORMAL : Pelatihan Agen Asuransi Bumi Putera : Pelatihan Pelayanan Prima D. PENGALAMAN ORGANISASI : Anggota The Djakarta Vespa UIN : Ketua Aksi Dedikasi Vespa untuk Masyarakat vi

7 : Ketua KKN UIN Syarif Hidayatullah Desa Rabak E. PENGALAMAN KERJA 1. Januari April 2016 :Praktek Kerja Lapangan, Pembuatan sistem informasi berupa aplikasi desktop untuk pengelolaan data pembiayaan akad Murabahah di BMT Al-Fath Ikmi Tangerang Selatan 2. Maret Sekarang :Wirausaha Jasa Perawatan Sepatu, Tas, dan Topi di wilayah Tangerang Selatan 3. Juli Agustus 2016 :Kuliah Kerja Nyata, program pengabdian untuk masyarakat Desa Rabak, Kec. Rumpin, Kab. Bogor vii

8 ABSTRACT This study aims to examine how the influence of mudarabah, musyarakah, murabahah, non-performing financing (NPF) to Return On Assets (ROA) in BPRS in Indonesia either partially or simultaneously. Data collection method in this research use secondary data in the form of quarterly financial report of BPRS in Indonesia period Data analysis method used is descriptive analysis, estimation of panel data regression model. classical assumption test, panel data regression, and statistical test using software Eviews 7. The population in this study is BPRS in Indonesia. The result of this research based on Tudency test of mudarabah financing have positive and significant effect, musyarakah financing has a negative and significant effect, murabaha financing has positive and significant influence, and NPF ratio has negative and significant effect. While the results of F test show that mudarabah, musyarakah, murabaha, and NPF financing simultaneously have significant effect on ROA. R2 test results show that the ability of independent variables in explaining the dependent variable is 73,2527% the rest of 26,7473% explained by the variables not included in this study. Keywords: Mudarabah, Murabahah, Musyarakah, NPF, ROA viii

9 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji bagaimana pengaruh pembiayaan mudarabah, musyarakah, murabahah, Non Performing Financing (NPF) terhadap Return On Asset (ROA) pada BPRS di Indonesia baik secara parsial maupun simultan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan triwulan BPRS di Indonesia periode Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, estimasi model regresi data panel. uji asumsi klasik, regresi data panel, dan uji statistik dengan menggunakan software Eviews 7. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah BPRS di Indonesia. Hasil dari penelitian ini berdasarkan uji T pembiayaan mudarabah berpengaruh positif dan signifikan, pembiayaan musyarakah berpengaruh negatif dan signifikan, pembiayaan murabahah berpengaruh positif dan signifikan, dan rasio NPF berpengaruh negatif dan signifikan. Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa pembiayaan mudarabah, musyarakah, murabahah, dan NPF secara simultan berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hasil uji R 2 menunjukkan bahwa kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 73,242527% sisanya sebesar 26,7473% dijelaskan oleh variabel yang tidak termasuk dalam penelitian ini. Kata Kunci: Mudarabah, Murabahah, Musyarakah, NPF, ROA ix

10 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, atas rahmat dan petunjuk- Nya yang telah dilimpahkan kepada hambanya. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan besar Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang telah membimbing umatnya menuju jalan kebenaran. Sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan baik sebagai syarat untuk mendapatkan gelar strata satu sarjana ekonomi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Adapun judul penelitian ini adalah Analisis Pengaruh Pembiayaan Mudarabah, Musyarakah, Murabahah dan Non Performing Financing (ROA) Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia Periode Peneliti menyadari sepenuhnya bahwa banyak pihak yang telah membantu dalam proses penyelesaian skripsi ini. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Kedua orangtua tercinta, Ibunda Wahyu Indayati dan Ayahanda Didin Syaepudin yang selalu memberikan cinta yang luar biasa, dukungan moral maupun materil, serta mencurahkan kasih saying, cinta dan doa tulus yang tidak pernah terputus untuk kebahagiaan dan keberhasilan peneliti. 2. Kaka dan Adik tercinta Yudhistira Aji Pratama, dan Sakinah Anjani Putri yang senantiasa selalu menghibur, memberikan semangat serta doa kepada peneliti dan seluruh keluarga besar yang peneliti sayangi. 3. Bapak Dr.M. Arief Mufraini, Lc., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 4. Bapak Dr.Herni Ali HT,SE.,MM selaku Dosen Pembimbing I dan Bapak Faizul Mubarok, MM selaku Dosen Pembimbing II, yang senantiasa meluangkan waktu ditengah kesibukannya untuk membimbing dan memberikan arahan serta masukan yang begitu besar kepada peneliti selama penyusunan skripsi ini. 5. Ibu Titi Dewi Warninda, S.E., M.Si selaku Ketua Jurusan Program Studi Manajemen dan Ibu Ir. Ela Patriana, M.M selaku Sekertaris Jurusan Program x

11 Studi Manajemen yang selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada peneliti selama menjadi mahasiswa di FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 6. Ibu Dr. Ir. Muniaty Aisyah, M.M salaku Dosen Penasehat Akademik yang telah mengarahkan dan memotivasi selama peneliti menuntut ilmu di FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 7. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan Ilmu dan wawasan yang sangat bermanfaat bagi peneliti. 8. Maya Fatmah Andina, yang senantiasa membantu, mendukung, mendoakan, memotivasi dan menghibur peneliti selama penyusunan skripsi ini. Terima kasih atas waktu, semangat dan nasihat yang diberikan selama ini sehingga peneliti dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik. 9. Deadba 32, Lulus, dan The Djavu yang senantiasa selalu menghibur, mendukung, dan mendoakan peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. 10. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah ikut berkontribusi dalam penyelesaian penulisan skripsi ini, suatu kebahagiaan dapat dipertemukan dan diperkenalkan dengan kalian semua, Terima kasih atas motivasi yang telah diberikan selama ini. Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk dapat menyempurnakan skripsi ini. Akhir kata, sangat besar harapan peneliti semoga skripsi ini memberikan manfaat yang besar, khususnya bagi peneliti dan umumnya bagi siapa saja yang membaca dan berkeinginan untuk mengeksplorasinya lebih lanjut. Jakarta, Desember 2017 Khresna Tsani Restu xi

12 DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF... iii LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI... iv KEASLIAN KARYA ILMIAH... v DAFTAR RIWAYAT HIDUP... vi ABSTRACT... viii ABSTRAK... ix KATA PENGANTAR... x DAFTAR ISI... xii DAFTAR GAMBAR... xiii DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR LAMPIRAN... xv BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Latar Belakang... 1 B. Perumusan Masalah... 7 C. Tujuan Penelitian... 7 D. Manfaat Penelitian... 8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) Definisi dan Ruang Lingkup LKMS Asas dan Tujuan LKMS B. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah C. Pembiayaan Pengertian Pembiayaan Tujuan Pembiayaan Fungsi Pembiayaan Kode Etik Pembiayaan D. Produk Pembiayaan Murabahah Pengertian Pembiayaan Murabahah Rukun Murabahah Aplikasi dan Skema Murabahah E. Produk Pembiayaan Mudarabah Pengertian Pembiayaan Mudarabah xii

13 2. Rukun Mudarabah Aplikasi dan Skema Mudarabah F. Produk Pembiayaan Musyarakah Pengertian Pembiayaan Musyarakah Rukun Musyarakah Aplikasi dan Skema Musyarakah G. Non Performing Financing (NPF) H. Profitabilitas Pengertian Profitabilitas Pengertian Return On Asset (ROA) I. Hubungan Operasional Antar Variabel Pengaruh Pembiayaan Mudarabah Terhadap ROA Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Terhadap ROA Pengaruh Pembiayaan Murabahah Terhadap ROA Pengaruh NPF Terhadap ROA J. Penelitian Terdahulu K. Kerangka Berpikir L. Hipotesis BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Ruang Lingkup Penelitian B. Populasi dan Teknik Sampling Populasi Sampel C. Metode Pengumpulan Data Data Sekunder Studi Kepustakaan (Library Research) D. Metode Analisis Data Analisis Deskriptif Estimasi Model Regresi Data Panel Uji Asumsi Klasik Uji Hipotesis Analisis Regresi Data Panel Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) E. Operasional Variabel Penelitian xiv

14 BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN A.Gambaran Umum Penelitian Sejarah Perkembangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah di Indonesia B. Analisis dan Pembahasan Analisis Deskriptif Teknik Estimasi Model Regresi Data Panel Uji Asumsi Klasik Uji Hipotesis Analisis Regresi Data Panel Uji Koefisien Determinasi (R 2 ) C. Interpretasi Hasil Penelitian BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN A. Data Variabel Independen dan Dependen B. Hasil Penelitian Menggunakan Eviews xiv

15 DAFTAR GAMBAR Gambar 2. 1 Kerangka Berpikir Gambar 4. 1 Uji Normalitas xv

16 DAFTAR TABEL Tabel 1. 1 Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Berdasarkan Lokasi... 3 Tabel 1. 2 Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Berdasarkan Total Aset... 4 Tabel 1. 4 Komposisi Pembiayaan Yang Diberikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah... 4 Tabel 1. 5 Rasio Keuangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah... 6 Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu Tabel 4. 1 Analisis Deskriptif Tabel 4. 2 Uji Chow Tabel 4. 3 Uji Hausman Tabel 4. 4 Uji Multikolinearitas Tabel 4. 5 Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. 6 Uji Autokorelasi Tabel 4. 7 Analisis Regresi Linear Data Panel Tabel 4. 8 Uji T (Parsial) Tabel 4. 9 Uji F (Simultan) Tabel Koefisien Determinasi (R 2 ) xvi

17 DAFTAR LAMPIRAN A. Data Variabel Independen dan Dependen B. Hasil Penelitian Menggunakan Eviews xvii

18 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan ekonomi Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya lembaga keuangan syariah baik yang berupa bank maupun non-bank. Lembaga keuangan mikro yang akhir-akhir ini tumbuh pesat adalah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), yang dimana BPRS adalah perbankan yang beroperasi dalam skala mikro, dan diperuntukan untuk Usaha kecil dan mikro (UKM), serta tidak diperkenankan melayani simpanan dalam bentuk rekening giro. BPRS beroperasi pada wilayah kabupaten ataupun kotamadya dengan jangkauan yang terbatas sebagaimana permodalannya yang relatif kecil (Siregar, 2008:27). Dasar hukum dari BPRS ini adalah undang-undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2008 yang menjelaskan BPRS adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Adapun kegiatan usaha BPRS adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan investasi, menyalurkan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan bagi hasil, pembiayaan berdasarkan akad murabahah, salam atau istishna, pembiayaan berdasarkan akad qardh, pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak, pengambilalihan utang, menempatkan dana pada Bank Syariah lain dalam bentuk titipan, memindahkan uang perusahaan ataupun nasabah melalui rekening, menyediakan produk atau melakukan kegiatan usaha Bank Syariah lainnya. 1

19 Dalam menjalankan kegiatan usahanya BPRS perlu untuk memperhatikan dan mampu mengelola kinerja keuangannya untuk menilai baik atau buruknya kemampuan pengelolaan kinerja keuangan suatu perbankan sehingga sebuah perbankan dapat berkembang. Salah satu indikator untuk menilai kinerja keuangan suatu BPRS adalah dengan melihat tingkat profitabilitas yang dimiliki BPRS tersebut. Hal ini terkait sejauhmana BPRS mampu untuk menjalankan usahanya secara efisien. Efisiensi tersebut diukur dengan membandingkan laba yang diperoleh dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba. Semakin tinggi profitabilitas suatu BPRS maka semakin baik pula kinerja BPRS tersebut (Setiawan, 2010:2). Profitabilitas adalah kemampuan lembaga keuangan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat efektifitas yang dicapai melalui usaha operasionalnya. Profitabilitas adalah ukuran spesifik dari performance sebuah lembaga keuangan, dimana ia merupakan tujuan dari manajemen perusahaan dengan memaksimalkan nilai dari pemegang saham, optimalisasi dari berbagai tingkat return, dan minimalisnya risiko yang ada (Muhammad, 2005:259). Dan dalam perkembangannya, BPRS di Indonesia berjalan dengan sangat signifikan karena dapat dilihat dari laporan statistik perbankan Syariah periode januari 2018 yang dikeluarkan oleh otoritas jasa keuangan (OJK). Data statistik perbankan Syariah yang dipublikasikan OJK mencatat jumlah BPRS di Indonesia periode januari 2018 sebanyak 167 BPRS. Adapun jumlah BPRS terbanyak didominasi pada wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. 2

20 Tabel 1. 1 Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Berdasarkan Lokasi Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Berdasarkan Lokasi Provinsi Jawa Barat Banten DKI Jakarta D.I Yogyakarta Jawa Tengah Jawa Timur Bengkulu Jambi Naggroe Aceh Darussalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Sumatera Selatan Kepulauan Bangka Belitung Kepulauan Riau Lampung Kalimantan Selatan Kalimantan Barat Kalimantan Timur Kalimantan Tengah Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Nusa Tenggara Barat Bali Nusa Tenggara Timur Maluku Papua Irian Jaya Barat Maluku Utara Total Sumber data diolah : Statistika Pebankan Syariah - OJK Apabila dilihat dari jumlah aset yang dimiliki oleh BPRS maka terjadi pula peningkatan, dapat dilihat pada tabel 1.2 bahwa total aset BPRS 5 tahun 3

21 kebelakang mengalami peningkatan, yaitu sebanyak 141 BPRS memiliki aset sebesar > 10 Miliar Rupiah. Sedangkan di seluruh wilayah Indonesia saat ini hanya 2 BPRS saja yang memiliki aset < 1 Miliar Rupiah. Tabel 1. 2 Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Berdasarkan Total Aset Jumlah Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Berdasarkan Total Aset Total Aset (Rp.) < 1 Miliar s.d. 5 Miliar > 5 s.d. 10 Miliar >10 Miliar Total Aset (Rp.) Sumber data diolah : Statistika Pebankan Syariah - OJK Sesuai dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 21 tahun 2008 BPRS dalam kegiatan usahanya memberikan kredit atau pembiayaan kepada masyarakat untuk membantu permodalan usaha mereka. Tabel 1. 3 Komposisi Pembiayaan Yang Diberikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Komposisi Pembiayaan yang Diberikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Dalam Jutaan Rupiah) Akad Akad Mudharabah Akad Musyarakah Akad Mudarabah Akad salam Akad isthisna Akad Ijarah Akad Qardh Multijasa Total Sumber data diolah : Statistika Pebankan Syariah - OJK 4

22 Pertumbuhan jumlah pembiayaan yang disalurkan oleh BPRS terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat pada tabel 1.3 yang merupakan hasil dari olahan data laporan statistika perbankan Syariah periode Januari 2018 yang dipublikasikan oleh OJK. Pada tabel tersebut dapat dilihat bahwa jumlah total pembiayaan setiap tahunnya terus meningkat hingga mencapai juta rupiah pada tahun Akan tetapi, dalam penyaluran pembiayaan yang diberikan, BPRS tidak dapat menghindari risiko pembiayaan dalam menyalurkan dananya. Hal tersebut terjadi ketika BPRS tidak dapat memperoleh kembali sebagian atau seluruh pembiayaan yang disalurkan atau investasi yang dilakukannya. Risiko pembiayaan dapat mempengaruhi profitabilitas BPRS, hal ini disebabkan ketika tingkat jumlah pembiayaan bermasalah menjadi besar, semakin besar pula jumlah kebutuhan biaya penyisihan penghapusan pembiayaan yang berpengaruh terhadap kemampuan bank untuk menghasilkan keuntungan. Pembiayaan atau NPF (Non Performing Financing) yang tinggi akan mempengaruhi besarnya biaya, sehingga berpotensi terhadap kerugian BPRS (SEBI no.13/24/dpnp tanggal 25 Oktober 2011). Tingkat rasio NPF yang semakin tinggi akan berpengaruh terhadap buruknya kualitas pembiayaan BPRS, hal tersebut menyebabkan jumlah kredit bermasalah semakin besar, oleh karena itu BPRS haru menanggung kerugian dalam kegiatan operasionalnya sehingga berpengaruh terhadap penurunan laba (yang selanjutnya disebut ROA (Return On Asset) dalam perbankan Syariah) yang diperoleh BPRS (Kasmir, 2004:82). 5

23 Tabel 1. 4 Rasio Keuangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Rasio Keuangan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Rasio ROA 2,79% 2,26% 2,20% 2,27% 2,55% NPF 6,50% 7,89% 8,20% 8,63% 9,68% Sumber data diolah : Statistika Pebankan Syariah - OJK Tabel di atas menunjukkan bahwa rasio ROA pada periode mengalami penurunan hingga 2,55% dari 2,79%, hal ini mengartikan bahwa laba atau keuntungan yang diperoleh BPRS di Indonesia semakin kecil. Sedangkan pada rasio NPF, selama periode terus mengalami kenaikan, artinya pembiayaan yang diberikan oleh BPRS banyak yang bermasalah. Berdasarkan fenomena yang telah dipaparkan, bahwa perkembangan BPRS selama 5 tahun belakangan cukup tinggi. Hal ini menjadi daya Tarik penulis untuk menganalisis lebih dalam mengenai BPRS. Data yang telah dipaparkan selama 5 tahun belakangan menggambarkan bahwa aset dan pembiayaan yang disalurkan oleh BPRS terus mengalami peningkatan. Dalam praktiknya, semakin tinggi jumlah pembiayaann yang disalurkan seharusnya disertai pula dengan semakin tingginya keuntungan yang mampu didapatkan oleh BPRS. Tetapi berdasarkan data yang didapatkan BPRS justru mengalami penurunan kinerja keuangan, yang dimana kinerja keuangan merupakan indikator prestasi yang dicapai sebuah perusahaan dalam suatu periode tertentu yang mencerminkan tingkat kesehatan perusahaan. 6

24 Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti memandang perlu untuk meneliti lebih dalam perihal ini dengan fokus kajian Analisis Pengaruh Pembiayaan Mudarabah, Musyarakah, Murabahah dan Non Performing Financing (NPF) Terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia Periode B. Perumusan Masalah Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh pembiayaan mudarabah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia? 2. Bagaimana pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia? 3. Bagaimana pengaruh pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia? 4. Bagaimana pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia? 5. Bagaimana pengaruh pembiayaan mudarabah, musyarakah, murabahah dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai peneliti dari penelitian ini, dengan berdasarkan masalah-masalah yang tercantum dalam identifikasi masalah adalah sebagai berikut: 7

25 1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan mudarabah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. 2. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan musyarakah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. 3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan murabahah terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. 4. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh Non Performing Financing (NPF) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. 5. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembiayaan mudarabah, musyarakah, murabahah dan Non Performing Financing (NPF) terhadap Return On Asset (ROA) pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Indonesia. D. Manfaat Penelitian Diharapkan melalui penelitian ini, dapat memberikan manfaat bagi pemerintah, masyarakat serta akademisi yang mendalami masalah ekonomi yang sering mewarnai negara Indonesia. 1. Bagi Peneliti yaitu, menjadi sumber pengetahuan khususnya mengenai materi yang diteliti dalam penelitian ini. 8

26 2. Bagi Akademisi yaitu, menjadi sumber pengetahuan baru, dan dapat digunakan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya 3. Bagi Lembaga Keuangan khususnya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah yaitu, menjadi sumber pengetahuan baru yang dapat digunakan sebagai acuan untuk evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.. 9

27 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) 1. Definisi dan Ruang Lingkup LKMS LKMS merupakan bagian dari lembaga keuangan mikro pada umumnya, yang merupakan salah satu kelembagaan keuangan yang dapat dimanfaatkan dan didorong untuk membiayai kegiatan perekonomian. Asian Development Bank (ADB) mendefinisikan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) sebagai lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan (deposits), kredit (loan), pembayaran berbagai transaksi jasa (payment services) serta money transfer, yang ditujukan bagi masyarakat miskin dan pengusaha kecil. LKM memiliki fungsi sebagai lembaga yang memberikan berbagai jasa keuangan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pengusaha kecil. Sehingga LKM dikembangkan berdasarkan untuk membantu dan memfasilitasi masyarakat miskin, baik untuk kegiatan konsumtif maupun produktif keluarga miskin tersebut. Walaupun terdapat banyak definisi tentang lembaga keuangan mikro, namun secara umum terdapat tiga elemen penting dari berbagai definisi tersebut. Pertama, menyediakan beragam jenis pelayanan keuangan, seperti tabungan, pinjaman, pembayaran, deposito maupun asuransi. Kedua, melayani masyarakat miskin. Keuangan mikro pada awalnya hidup dan berkembang memang untuk rakyat yang terpinggirkan 10

28 oleh sistem keuangan formal yang ada sehingga memiliki karakteristik konstituen yang khas. Ketiga, menggunakan prosedur dan mekanisme yang kontekstual dan fleksibel. Hal ini merupakan konsekuensi dari kelompok masyarakat yang dilayani, sehingga prosedur dan mekanisme yang dikembangkan untuk keuangan mikro akan senantiasa kontekstual dan fleksibel (Rahmawati, 2013:7). 2. Asas dan Tujuan LKMS Lembaga Keuangan Mikro Syariah, pada dasarnya mengikuti aturan perundang-undangan yang sudah ada yakni Undang-undang No.1 Tahun 2013 tentang Lembaga Keuangan Mikro. Dengan mengikuti undangundang ini tentunya segala sesuatu yang berkenaan tentang LKMS harus sesuai atau sama dengan apa yang dituangkan dalam undang-undang tersebut. Termasuk pada asas dan tujuan LKMS pada umumnya. Seperti yang tertera dalam pasal 2 Bab II UU No.1/2013 tentang Asas dan Tujuan LKM, dimana LKM berasaskan; (a) keadilan, (b) kebersamaan, (c) kemandirian, (d) kemudahan, (e) keterbukaan, (f) pemerataan, (g) keberlanjutan, (h) kedayagunaan dan kehasilgunaan. Adapun tujuannya adalah untuk meningkatkan akses pendanaan skala mikro bagi masyarakat, membantu peningkatan pemberdayaan ekonomi dan produktivitas masyarakat dan membantu peningkatan, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat, terutama masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah (Rahmawati, 2013: 10). 11

29 B. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Sebelumnya disebut sebagai Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) disebut juga Bank At-Tamwil as-sya bil al-islami, yaitu bank yang melakukan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip Syariah yang dalam kegiatan usahany tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan Syariah mendefinisikan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (Sholihin, 2010:149). Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai salah satu Lembaga keuangan perbankan Syariah, yang pola operasionalnyamengikuti prinsipprinsip Syariah ataupun muamalah islam. BPRS didirikan sebagai langkah aktif dalam rangka restrukturisasi perekonomian Indonesia yang dituangkan dalam berbagai paket kebijakan keuangan, moneter, dan perbankan secara umum, dan secara khusus mngisi peluang terhadap kebijakan bank konvensional dalam penetapan tingkat suku bunga (rate of interest), yang selanjutnya BPRS secara luas dikenal sebagai sistem perbankan bagi hasil atau sistem perbankan Islam. Menurut Undang-undang (UU) Perbankan No.7 Tahun 1992, Bank Perkreditan Rakyat adalah Lembaga keuangan yang menerima simpanan uang hanya dalam bentuk deposito berjangka tabungan, dana tau bentuk lainnya yang dipersamakan dalam bentuk itu dan menyalurkan dana sebagai usaha BPR. Sedangkan Undang-undang perbankan No. 10 Tahun 1998 menyebutkan bahwa BPR adalah Lembaga keuangan bank yang melaksanakan kegiatan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip Syariah (Hakim, 2008:109). 12

30 Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) merupakan perbankan yang unik, dimana bank ini beroperasi dalam skala kecil, diperuntukan melayani Usaha Kecil dan Mikro (UMK), dan tidak diperkenankan melayani simpanan dalam bentuk rekening giro. BPRS beroperasi pada wilayah kabupaten ataupun Kotamadya dengan jangkauan yang terbatas sebagaimana permodalannya yang relatif kecil (Siregar, 2008:27). C. Pembiayaan 1. Pengertian Pembiayaan Pembiayaan dalam perbankan Syariah adalah penanaman dana bank Syariah dalam rupiah atau valuta asing dalam bentuk pembiayaan, piutang, Qard, surat berharga Syariah, penempatan, penyertaan modal, penyertaan modal sementara, komitmen dan kontijensi pada rekening administratif serta sertifikat wadiah Bank Indonesia (Muhammad, 2004:183). 2. Tujuan Pembiayaan Pembiayaan merupakan sumber pendapatan bagi bank Syariah. Tujuan pembiayaan yang dilaksanakan perbankan Syariah terkait dengan stakeholder. Diantara stakeholder tersebut adalah pemilik, pegawai, masyarakat, pemerintah dan lembaga keuangan lainnya. Adapun tujuan pembiayaan secara umum (Muhammad, 2004: 185): a. Besarnya kebutuhan fasilitas pembiayaan yang diajukan. b. Kegunaan fasilitas pembiayaan yang diajukan, untuk kebutuhan barang investasi atau kebutuhan modal kerja. 13

31 c. Jangka waktu dari fasilitas pembiayaan yang diajukan. d. Penjelasan atas ulasan perubahan-perubahan yang ada, nilai terdapat perubahan terhadap fasilitas pembiayaan terdahulu. 3. Fungsi Pembiayaan Adapun beberapa fungsi dari pembiayaan, diantaranya adalah (Muhammad, 2004:184): a. Meningkatkan daya guna uang. b. Meningkatkan daya guna barang. c. Meningkatkan peredaran uang. d. Menimbulkan kegairahan berusaha. e. Stabilitas ekonomi. f. Sebagai jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional. g. Sebagai alat hubungan ekonomi internasional. 4. Kode Etik Pembiayaan Beberapa hal kode etik yang harus diperhatikan dalam pembiayaan antara lain (Muhammad, 2005:34) a. Patuh dan taat pada peraturan perundang-undangan dan peraturan pembiayaan yang berlaku, baik ekstern maupun intern. b. Melakukan pencatatan mengenai setiap kegiatan transaksi yang terjalin dengan kegiatan yang bersangkutan c. Menghindari diri dari persaingan tidak sehat. d. Tidak menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi. 14

32 e. Menghindarkan diri dari keterlibatan dalam pengambilan keputusan hal yang bertentangan dengan kepentingan. f. Nasabah, menjaga kerahasiaan. D. Produk Pembiayaan Murabahah 1. Pengertian Pembiayaan Murabahah Salah satu skim fiqih yang paling popular digunakan oleh perbankan syariah adalah skim jual-beli murabahah. Transaksi murabahah ini lazim dilakukan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya. Secara sederhana, murabahah berarti suatu penjualan barang seharga barang tersebut ditambah keuntungan yang disepakati. Misalnya, seseorang membeli barang kemudian menjualnya kembali dengan keuntungan tertentu. Berapa besar keuntungan tersebut dapat dinyatakan dalam nominal rupiah tertentu atau dalam bentuk persentase dari harga pembeliannya, misalnya 10% atau 20%. Jadi singkatnya, murabahah adalah akad jual beli barang dengan menyatakan harga perolehan dan keuntungan (marjin) yang disepakati oleh penjual dan pembeli. Akad ini merupakan salah satu bentuk natural certainty contracts, karena dalam murabahah ditentukan berapa required rate of profit-nya (keuntungan yang ingin diperoleh). Karena dalam definisinya disebut adanya keuntungan yang disepakati. Karakteristik murabahah adalah si penjual harus memberi tahu pembeli tentang harga pembelian barang dan menyatakan jumlah keuntungan yang ditambahkan pada biaya tersebut (Karim, 2014:113). 15

33 2. Rukun Murabahah Adapun rukun dalam akad murabahah adalah sebagai berikut (Wiyono dan Maulamin, 2013: 35): a. Penjual (ba i). b. Pembeli (musytari ). c. Barang/objek (mabi ). d. Harga (tsaman). e. Ijab-kabul (sighat). 3. Aplikasi dan Skema Murabahah Murabahah dapat dilakukan berdasarkan pesanan atau tanpa pesanan. Dalam murabahah berdasarkan pesanan, bank melakukan pembelian barang setelah ada pemesanan dari nasabah, dan dapat bersifat mengikat atau tidak mengikat nasabah untuk membeli barang yang dipesannya (bank dapat meminta uang muka pembelian kepada nasabah). Dalam kasus jual beli biasa, misalnya seseorang ingin membeli barang tertentu dengan spesifikasi tertentu, sedangkan barang tersebut belum ada pada saat pemesanan, maka si penjual akan mencari dan membeli barang yang sesuai dengan spesifikasinya, kemudian menjualnya kepada si pemesan. Transaksi murabahah melalui pesanan ini adalah sah dalam fiqih Islam, antara lain dikatakan oleh Imam Muhammad Ibnul- Hasan Al-Syaibani, Imam Syafi I, dan Imam Ja far Al-Shiddiq. Dalam murabahah melalui pesanan ini, penjual boleh meminta pembayaran Hamish ghadiyah, yaitu uang tanda jadi ketika ijab-kabul. Hal 16

34 ini sekedar untuk menunjukkan bukti keseriusan pembeli. Bila kemudian penjual telah membeli dan memasang berbagai perlengkapan di mobil pemesannya, sedangkan pembeli membatalkannya, hamish ghadiyah ini dapat digunakan untuk menutup kerugian dealer mobil. Bila jumlah hamish ghadiyah-nya lebih kecil dibandingkan jumlah kerusakan yang harus ditanggung oleh penjual, penjual dapat meminta kekurangannya. Sebaliknya, bila berlebih, pembeli berhak atas kelebihan itu. Dalam murabahah berdasarkan pesanan yang bersifat mengikat, pembeli tidak dapat membatalkan pesanannya. Adapun skema pembayaran murabahah dapat dilakukan secara tunai atau cicilan. Dalam murabahah juga diperkenankan adanya perbedaan dalam harga barang untuk cara pembayaran yang berbeda. Murabahah muajjal dicirikan dengan adanya penyerahan barang di awal akad dan pembayaran kemudian (setelah awal akad), baik dalam bentuk angsuran maupun dalam bentuk lump sum (sekaligus). Bank dapat memberikan potongan apabila nasabah: a. Mempercepat pembayaran cicilan. b. Melunasi piutang murabahah sebelum jatuh tempo. Berdasarkan sumber dana yang digunakan, pembiayaan murabahah secara garis besar dapat dibedakan menjadi tiga kelompok: a. Pembiayaan murabahah yang didanai dengan URIA (Unrestricted Investment Account = investasi tidak terikat). 17

35 b. Pembiayaan murabahah yang didanai dengan RIA (Restricted Investment Account = investasi terikat). c. Pembiayaan murabahah yang didanai dengan modal Bank. Dalam setiap pendesainan sebuah pembiayaan, faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah (Karim, 2014:115): a. Kebutuhan nasabah b. Kemampuan finansial nasabah Faktor-faktor ini juga akan mempengaruhi sumber dana yang akan digunakan untuk pembiayaan tersebut. E. Produk Pembiayaan Mudarabah 1. Pengertian Pembiayaan Mudarabah Mudarabah berasal dari kata dharb yang artinya memikul. Atau lebih tepatnya adalah proses seseorang dalam menjalankan suatu usaha. Secara teknis, mudarabah adalah sebuah akad kerja sama antar pihak dimana pihak pertama (shahib al-maal) menyediakan seluruh (100%) modal, sedangkan pihak lainnya menjadi pengelola (Ali, 2008:41). Sedangkan menurut Gemala Dewi, mudarabah adalah akad antara kedua belah pihak untuk salah seorangnya (salah satu pihak) mengeluarkan sejumlah uang kepada pihak lainnya untuk diperdagangkan. Dan labanya dibagi dua sesuai dengan kesepakatan (Dewi, 2005:25). Dari pengertian-pengertian diatas dapat disimpulkan, mudarabah adalah akad kerjasama atas suatu usaha antara dua pihak dimana salah satu pihak sebagai pemilik modal (shahibul maal) dan pihak lain sebagai 18

36 pengelola dana (mudharib) sedangkan pembagian keuntungannya menggunakan sistem bagi hasil. 2. Rukun Mudarabah Ada beberapa rukun dari akad mudarabah yang harus dipenuhi dalam transaksi, yaitu (Ascarya, 2008:62): a. Pelaku akad, yaitu shahibul maal adalah pihak yang memiliki modal tetapi tidak bisa berbisnis, dan mudharib adalah pihak yang pandai berbisnis, tetapi tidak memiliki modal. b. Objek akad, yaitu modal (maal), kerja (dharabah), dan keuntungan (ribh). c. Shighah, yaitu ijab dan qabul. 3. Aplikasi dan Skema Mudarabah Dalam aplikasi atau pelaksanaan pembiayaan mudarabah menurut Ahmad Sumiyanto memaparkan beberapa ketentuan umum yang berlaku sebagai berikut: a. Jumlah modal yang diserahkan kepada anggota selaku pengelola modal harus diserahkan tunai, dapat berupa uang atau barang yang dinyatakan nilainya dalam satuan uang. b. Apabila uang diserahkan secara bertahap, harus jelas dan disepakati bersama. c. Hasil dari pengelolaan pembiayaan mudarabah dapat diperhitungkan dengan dua cara yaitu: 19

37 1) Hasil usaha dibagi sesuai dengan persetujuan dalam akad, pada bulan atau waktu yang ditentukan. Pemilik modal menanggung seluruh kegiatan kecuali akibat kelalaian dan penyimpangan pihak pengusaha. 2) Pemilik modal berhak melakukan pengawasan terhadap pekerjaan. Namun, tidak berhak mencampuri urusan pekerjaan anggota. Jika anggota cidera janji dengan sengaja misalnya tidak mau membayar kewajiban atau menunda kewajiban, maka dapat dikenakan sanksi administrasi. F. Produk Pembiayaan Musyarakah 1. Pengertian Pembiayaan Musyarakah Pembiayaan musyarakah yaitu pembiayaan dengan bentuk umum dari usaha bagi hasil yang dilandasi oleh adanya keinginan para pihak yang bekerjasama untuk meningkatkan nilai aset yang mereka miliki secara Bersama-sama. Dalam transaksinya musyarakah melibatkan dua pihak atau lebih dimana mereka secara bersama-sama memadukan seluruh bentuk sumber daya baik yang berwujud maupun tidak berwujud. Secara spesifik bentuk kontribusi dari pihak yang bekerjasama dapat berupa dana barang, barang perdagangan (trading asset), kewiraswastaan (entrepreneurship), kepandaian (skill), kepemilikan (property), peralatan (equipment), atau intangible asset (seperti hak paten atau goodwill), kepercayaan atau reputasi (credit worthiness) dan barangbarang lainnya yang dapat dinilai dengan uang. Dengan merangkum 20

38 seluruh kombinasi dari bentuk kontribusi masing-masing pihak dengan atau tanpa batasan waktu menjadikan produk ini sangat fleksibel (Karim, 2014:102). 2. Rukun Musyarakah Ada beberapa rukun dari akad musyarakah yang harus dipenuhi dalam transaksi, yaitu (Wiyono dan Maulamin, 2013:47): a. Para pihak yang ber-syirkah b. Porsi kerjasama c. Proyek atau usaha (masyru ) d. Ijab dan qabul (sighat) e. Nisbah bagi hasil 3. Aplikasi dan Skema Musyarakah Dalam penerapannya pembiayaan musyarakah dapat diberikan dalam bentuk modal usaha atau aset. Musyarakah dapat bersifat musyarakah permanen ataupun menurun. Dalam musyarakah permanen, bagian modal setiap mitra ditentukan sesuai akad yang jumlahnya tetap hingga akhir masa akad, sedangkan dalam musyarakah menurun, bagian modal pemilik dana atau bank akan dialihkan secara bertahap kepada mitra, sehingga bagian modal pemilik dana atau bank akan menurun dan pada akhir masa akad mitra akan menjadi pemilik usaha tersebut. Dalam pembiayaan musyarakah setiap mitra tidak dapat menjamin dana mitra lainnya, maka setiap mitra dapat meminta mitra lainnya untuk 21

39 menyediakan jaminan atas kelalaian atau kesalahan yang disengaja. Beberapa hal yang menunjukan adanya kesalahan yang disengaja adalah: a. Pelanggaran terhadap akad, antara lain, penyalahgunaan dana investasi, manipulasi biaya dan pendapatan operasional. b. Pelaksanaan yang tidak sesuai dengan prinsip Syariah. Jika tidak terdapat kesepakatan antara pihak yang bersengketa maka kesalahan yang disengaja harus dibuktikan berdasarkan keputusan institusi yang berwenang. Disamping itu, jika salah satu mitra memberikan kontribusi atau nilai yang lebih dari mitra lainnya dalam akad musyarakah maka mitra tersebut dapat memperoleh keuntungan lebih besar untuk dirinya. Bentuk keuntungan lebih tersebut dapat berupa pemberian porsi keuntungan yang lebih besar dari porsi dananya atau bentuk tambahan keuntungan lainnya (Wiyono dan Maulamin, 2013:204). G. Non Performing Financing (NPF) NPF digunakan untuk mengukur tingkat permasalahan pembiayaan yang dihadapi oleh bank syariah. NPF mencerminkan risiko pembiyaan. Semakin tinggi rasio ini, menunjukkan kualitas pembiayaan bank Syariah semakin semakin buruk. Aktiva produktif bank Syariah diukur dengan perbandingan antara pembiayaan bermasalah dengan total pembiayaan yang diberikan (Muhammad, 2005:265). Rasio NPF ini dapat dirumuskan sebagai berikut: NPF = Pembiayaan (KL,D,M) Total Financing 100% Keterangan: 22

40 KL = Kurang Lancar D = Diragukan M = Macet H. Profitabilitas 1. Pengertian Profitabilitas Profitabilitas adalah kemampuan lembaga keuangan dalam menghasilkan keuntungan pada tingkat efektifitas yang dicapai melalui usaha operasionalnya. Profitabilitas adalah ukuran spesifik dari performance sebuah lembaga keuangan, dimana ia merupakan tujuan dari manajemen perusahaan dengan memaksimalkan nilai dari pemegang saham, optimalisasi dari berbagai tingkat return, dan minimalisnya risiko yang ada. Tingkat profitabilitas lembaga keuangan merupakan suatu kualitas yang dinilai berdasarkan keadaan atau kemampuan suatu bank Syariah dalam menghasilkan laba. Selain itu merupakan hasil akhir bersih dari berbagai kebijakan dan keputusan manajemen yang akan memberikan jawaban akhir tentang efektifitas manajemen perusahaan (Muhammad, 2005:259). Adapun metode perhitungan profitabilitas perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu Operating Income Ratio, Operating Ratio, Net Profit Margin, Return On Investment, Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Return On Sales (Gitman, 2009:77). 23

41 2. Pengertian Return On Asset (ROA) Laba merupakan tujuan lembaga keuangan dalam mengelola dana yang tersedia. Semakin banyak dana yang dikelola maka diharapkan semakin banyak pula keuntungan yang didapat. Dalam menghitung laba, ada banyak rasio yang dapat digunakan. Dalam pengukuran profitabilitas dalam penelitian ini peneliti memilih pendekatan Return On Asset (ROA), karena dengan menggunakan ROA dapat mempertimbangkan bagaimana kemampuan manajemen lembaga keuangan dalam memperoleh laba secara keseluruhan. Tingkat profitabilitas dengan pendekatan ROA ini bertujuan untuk mengukur kemampuan bank dalam mengelola aktiva yang dikuasainya untuk menghasilkan income. Salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas adalah ROA. ROA penting bagi lembaga keuangan karena ROA digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan aktiva yang dimilikinya. ROA merupakan rasio antara laba sesudah pajak terhadap total aset. Semakin besar ROA menunjukkan kinerja perusahaan semakin baik, karena tingkat pengembalian (return) semakin besar. Rumus untuk menghitung Return On Asset (ROA) tersebut adalah (Siamat, 2005:102): ROA = Laba Bersih Total Aset 100% 24

42 I. Hubungan Operasional Antar Variabel 1. Pengaruh Pembiayaan Mudarabah Terhadap ROA Pembiayaan mudarabah adalah akad kerjasama usaha antara dua pihak, dimana pihak pertama menyediakan seluruh modal, sedangkan pihak lain menjadi pengelola. Keuntungan usaha secara mudarabah dibagi menurut kesepakatan yang dituangkan dalam kontrak, sedangkan apabila rugi ditanggung oleh pemilik modal selama kerugian tersebut bukan akibat kelalaian di pengelola. Pola dalam transaksi mudarabah, biasanya diterapkan pada produk-produk pembiayaan dan pendanaan. Pada sisi penghimpun dana, mudarabah diterapkan pada tabungan dan deposito. Sedangkan pada sisi pembiayaan diterapkan pada pembiayaan modal kerja (Karim, 2014:191). Pengelolaan pembiayaan mudarabah akan menghasilkan pendapatan berupa nisbah bagi hasil. Dengan diperolehnya pendapatan berupa nisbah bagi hasil tersebut maka akan mempengaruhi besarnya laba yang diperoleh BPRS. Serta pada akhirnya mampu mempengaruhi profitabilitas yang tercermin dari ROA (Muhammad, 2005:120). Dalam penelitian yang dilakukan Oktaviyantoro (2013) memperlihatkan pembiayaan mudarabah berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembiayaan mudarabah berpengaruh pada peningkatan maupun penurunan rasio ROA. 25

43 2. Pengaruh Pembiayaan Musyarakah Terhadap ROA Pembiayaan musyarakah merupakan akad yang di dalamnya terjadi kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu. Inti dari pola transaksi ini BPRS dan mitra secara bersama-sama memberikan kontribusi modal yang kemudian digunakan untuk menjalankan usaha. Porsi BPRS akan diberlakukan sebagai penyertaan dengan pembagian yang disepakati bersama. Sehingga dari porsi yang didapat dari kerjasama ini akan mempengaruhi profitabilitas BPRS (Wirdyaningsih, 2005:148). Dalam penelitian yang dilakukan Oktaviyantoro (2013) memperlihatkan pembiayaan musyarakah berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembiayaan musyarakah berpengaruh pada peningkatan maupun penurunan rasio ROA. 3. Pengaruh Pembiayaan Murabahah Terhadap ROA Pembiayaan murabahah merupakan pembiayaan yang paling popular dalam industri perbankan Syariah. Hal tersebut dikarenakan beberapa alas an antara lain murabahah adalah suatu mekanisme investasi dalam jangka pendek dan cukup memudahkan dibandingkan dengan sistem profit and loss sharing mark up dalam murabahah dapat ditetapkan sedemikian rupa sehingga memastikan bahwa BPRS dapat memperoleh keuntungan yang sebanding dengan Lembaga keuangan lainnya. Pengelolaan pembiayaan jual beli yang merupakan salah satu komponen penyusun aset besar pada Bank akan menghasilkan pendapatan berupa 26

44 margin atau mark up. Dengan diperolehnya pendapatan mark up tersebut maka akan mempengaruhi besarnya laba yang diperoleh BPRS. Serta pada akhirnya mampu mempengaruhi profitabilitas yang tercermin dari ROA (Muhammad, 2005:120). Dalam penelitian yang dilakukan Nurhasanah (2014) memperlihatkan pembiayaan murabahah berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembiayaan murabahah berpengaruh pada peningkatan maupun penurunan rasio ROA. 4. Pengaruh NPF Terhadap ROA NPF merupakan rasio perbandingan yang diukur antara kredit bermasalah terhadap total kredit yang diberikan. Dalam hal ini BPRS tidak dapat menghindari risiko pembiayaan dalam menyalurkan dananya. Hal tersebut terjadi ketika BPRS tidak dapat memperoleh kembali sebagian atau seluruh pembiayaan yang disalurkan atau investasi yang dilakukannya. Risiko pembiayaan dapat mempengaruhi profitabilitas Bank hal ini disebabkan ketika tingkat jumlah pembiayaan bermasalah (NPF) menjadi besar, semakin besar jumlah kebutuhan biaya penyisihan penghapusan pembiayaan yang berpengaruh terhadap kemampuan BPRS untuk menghasilkan keuntungan. NPF yang tinggi akan mempengaruhi besarnya biaya, sehingga berpotensi pada kerugian BPRS (SEBI no.13/24/dpnp tanggal 25 Oktober 2011). 27

45 Dalam penelitian yang dilakukan Rochmanika (2009) memperlihatkan rasio NPF berpengaruh terhadap profitabilitas perbankan syariah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rasio NPF berpengaruh pada peningkatan maupun penurunan rasio ROA. J. Penelitian Terdahulu Pelaksanaan penelitian terdahulu ini dimaksudkan untuk menggali informasi tentang ruang penelitian yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari penelitian ini, peneliti menemukan beberapa sumber kajian lain yang telah terlebih dahulu membahas terkait dengan tema yang akan dibahas peneliti, diantaranya adalah: 28

46 29 Tabel 2. 1 Penelitian Terdahulu Peneliti dan No Tahun Penelitian 1 Hylmun Izhar dan Mehmet Asutay, Aulia Fuad Rahman dan Ridho Rochmanika, Diana Kirigi Thomi, 2012 Judul Memperkirakan Profitabilitas Bank Syariah (Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia ) Pengaruh Pembiayaan Jual Beli, Pembiayaan Bagi Hasil, dan Rasio Non Performing Financing (NPF) Terhadap Profitabilitas Bank Umum Syariah di Indonesia The Effect Islamic Banking Products on Financial Performance of Commercial Banks In Kenya Model Analisis Regresi Linear Berganda Regresi Linear Berganda Regresi Linear Berganda Persamaan Hubungan antar Peneliti Perbedaan Menggunakan variabel Memiliki variabel dependen ROA. berbeda. Dimana penelitian ini menggunakan variabel independen total pembiayaan dan metode analisis Menggunakan variabel Memiliki variabel independen Non independen yang Performing Financing berbeda. Dimana (NPF) penelitian ini Menggunakan variabel menggunakan variabel dependen ROA. independen pembiayaan jual beli dan pembiayaan bagi hasil. Metode analisis Menggunakan variabel dependen ROA Memiliki variabel berebeda, dimana penelitian ini menggunakan variabel independen pembiayaan Hasil Penelitian Variabel independen total pembiayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Pembiayaan jual beli, pembiayaan bagi hasil dan rasio NPF berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang diproksikan melalui ROA. Variabel pembiayaan ijarah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ROA, sedangkan ukuran bank dan

47 30 Tabel Penelitian Terdahulu Lanjutan No Peneliti dan Tahun Penelitian Lanjutan Penelitian 3 Judul Lanjutan Penelitian 3 Model Analisis Lanjutan Penelitian 3 Persamaan Menggunakan variabel independen pembiayaan musyarakah, pembiayaan mudarabah, pembiayaan ijarah dan pembiayaan murabahah Hubungan antar Peneliti Perbedaan Salam, pembiayaan bai, pembiayaan istishna, kualitas aset, likuiditas, dan ukuran bank dan metode analisis. Hasil Penelitian likuiditas memiliki pengaruh yang signifikan. Dari variabel yang lain pembiayaan murabahah adalah variabel yang paling berpengaruh secara signifikan. 4 Abdirizak Moalim Ahmed, 2013 The Effect of Islamic Banking Contracts on The Financial Performance of Islamic Commercial Banks in Kenya Regresi Linear Berganda Menggunakan variabel dependen ROA Menggunakan variabel independen pembiayaan musyarakah, pembiayaan murabahah, pembiayaan Menggunakan variabel memiliki variabel independen yang berbeda. Dimana penelitian ini menggunakan variabel independen tawwaruq dan metode analisis Pembiayaan murabahah berpengaruh positif terhadap ROA, sedangkan tawwaruq tidak berpengaruh secara signfikan. Dan secara simultan variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap ROA

48 31 Tabel Penelitian Terdahulu Lanjutan No Peneliti dan Tahun Penelitian Lanjutan Penelitian 4 Judul Lanjutan Penelitian 4 Model Analisis Lanjutan Penelitian 4 Persamaan mudarabah, pembiayaan ijarah Hubungan antar Peneliti Perbedaan Hasil Penelitian Lanjutan Penelitian 4 Lanjutan Penelitian 4 5 Fahdiansyah Oktaviyantoro, Hendra Gunawan, 2013 Analisis Pengaruh Penyaluran Pembiayaan Musyarakah, Pembiayaaan Mudharabah, Pembiayaan Murabahah, dan Inflasi Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah di Indonesia Periode Januari Desember 2012 Analisis Pengaruh Jumlah Pembiayaan Murabahah, Regresi Linear Berganda Regresi Linear Berganda Menggunakan variabel independen pembiayaan musyarakah, pembiayaan mudarabah, dan pembiayaan murabah. Menggunakan variabel independen pembiayaan Menggunakan variabel dependen yang berbeda. Dimana variabel dependen penelitian ini adalah Return On Equity (ROE). Menggunakan variabel independen yang berbeda. Dimana variabel independen penelitian ini menggunakan inflasi dan metode analisis Menggunakan variabel berbeda, dimana variabel penelitian ini adalah profitabilitas. Semua variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas perbankan Syariah yang diproksikan dengan ROE. Variabel pembiayaan murabahah berpengaruh positif